Senin, 25 April 2016

TERIMA KASIH KEPADA DPR YANG LUAR BIASA.

Dr Mimien: TERIMA KASIH KEPADA DPR YANG LUAR BIASA.

Waktu saya dengar berita bahwa Anda, parpol-parpol di DPR, ingin memperberat syarat bagi calon independen dalam pemilihan Gubernur 2017 ini, sebenarnya saya antara kaget dan tidak kaget.

Kaget karena sebegitu ketakutannyakah Anda terhadap Ahok sebagai calon independen?

Ga kaget karena dari kita lagi bicara soal politik manuver di Indonesia.

Tindakan seperti ini seharusnya sudah bisa ditebak. Manuver Anda ini jelas mendatangkan banyak hujatan, terutama dari para pendukung Ahok.

Tapi saya justru mau berterima kasih kepada Anda. Sebabnya? Menurut saya Anda berhasil mempersatukan banyak orang.

Ijinkan saya menjelaskan ini. Semula pertarungan jabatan Gubernur 2017 dilihat sebagai pertarungan dunia politik.

Semula pertarungan ini dilihat sebagai pertarungan antara Ahok vs. wakil-wakil dari parpol lain menuju kursi Gubernur.

Tapi sejak Anda berusaha mempersulit langkah calon independen, banyak orang sudah tidak melihat ini sebagai pertarungan politik atau pertarungan antara Ahok vs. parpol.

Orang kini melihat ini menjadi pertarungan antara pembela kebenaran (Ahok) vs. penguasa / wakil rakyat yang jahat dan ketakutan.

Lho?
Kenapa jadi begini ya? Sederhana.

Sudah lama tingkat kepercayaan orang terhadap wakil rakyat yang saat ini menduduki pemerintahan sangat rendah.

Bahkan para wakil rakyat sering dipandang sebagai penguasa jahat, korup, rakus, tidak jujur, malas, dan hanya mementingkan kepentingan golongan elit. Mereka dianggap sebagai orang-orang yang menyebabkan kehancuran bangsa ini.

Persepsi ini sangat kuat tertanam dalam benak banyak orang.

Ditambah lagi dengan manuver politik yang DPR mau lakukan ini. Ini hanya semakin meneguhkan persepsi orang bahwa parpol, DPR, atau pemerintah adalah the real bad guys.

Mereka dinilai telah menggunakan kekuasaan mereka untuk kepentingan parpol.

Bagaimana dengan Ahok? Ini saya kasi tahu. Ahok sekarang sudah bukan dipandang hanya sebagai seorang gubernur saja. Persepsi akan Ahok sudah berubah.

Sikap Ahok yang tegas, berani, dan tidak takut terhadap siapapun juga telah membuatnya dipandang sebagai pembela kebenaran yang berani menantang the real bad guys tadi. Ahok dilihat sebagai jawaban atas kebusukan pemerintah. Ahok kini menjadi SIMBOL akan kejujuran dan keberanian.

Walaupun Ahok tidak sempurna, Ahok tetap dilihat sebagai calon terbaik untuk mengubah status quo.

Karena itulah perjuangan Ahok kini sudah tidak dianggap sebagai perjuangan Ahok sendiri, melainkan sudah jadi perjuangan bersama. Baik itu orang Muslim, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Cina, pribumi, orang Jawa, orang Sunda, orang Bandung, orang Tangerang, orang Sulawesi, dan lainnya, mereka-mereka yang sudah muak dengan keadaan dan pemerintahan yang buruk kini bersatu di belakang Ahok.

Mereka mengesamping- kan perbedaan mereka demi sebuah tujuan: memastikan pemimpin yang benar berada di puncak pemerintahan, atau paling tidak berada di kursi Gubernur DKI.

Inilah sebabnya senjata yang berbau SARA tidak mempan terhadap Ahok.

Dan ini juga sebabnya pengikut Ahok semakin banyak dan melewati batas geografis, suku, ras, dan agama.

Karena ini sudah bukan dianggap pertarungan kursi gubernur DKI Jakarta, ini sudah dinilai sebagai pertarungan antara kebaikan melawan kejahatan, antara jagoan melawan penjahat. Ini persepsi mereka.

Semua ini tidak mungkin terjadi tanpa campur tangan Anda. Jadi untuk itu saya berterima kasih dan memuji Anda.

Anda sudah mempersatukan banyak orang dalam sebuah kegerakan, yaitu kegerakan Ahok.

Semakin Anda berusaha menekan Ahok, Anda hanya semakin dilihat berusaha menjatuhkan kebenaran dan kejujuran. Ingat, Ahok sudah berubah menjadi simbol! Dan semakin Anda menggunakan cara-cara yang kotor, semakin banyak simpatisan pendukung Ahok, dan semakin banyak yang menghujat Anda. Ga percaya? Coba saja lihat

komentar pendukung Ahok di sosial media. Kayaknya cuma saya yang memuji dan berterima kasih kepada Anda.

Saran saya buat Anda, hentikan niat Anda mengubah aturan calon parpol independen.

Anda mau memenangkan kursi Gubernur, munculkan calon-calon yang kompeten, jujur, dan bisa dipercaya. Kalo pun ga menang untuk periode ini, gunakan waktu beberapa tahun ke depan mempersiapkan calon dan program yang menarik hati orang.

Masih ada waktu koq. Think long term bro and sis! Bangun kepercayaan masyarakat terhadap Anda supaya Anda tidak dilihat lagi sebagai penguasa yang jahat, malas, dan korup.

Ini kesempatan Anda untuk memenangkan hati rakyat.
Untuk para pendukung Ahok yang baca ini, apapun hasil keputusan Komisi II DPR, ayo maju terus. Kumpulkan KTP sebanyak-banyaknya. Satu KTP saja itu berarti. Jangan berhenti di 1 juta suara! Kalo Anda tinggal di luar Jakarta tapi punya KTP Jakarta, kirimkan suara Anda lewat Teman Ahok. Suara Anda berarti. Ini momennya. Ini momen perubahan. Jangan berhenti di sini!
Just info, si Kafir yang sering kalian hina ini ternyata mendapat predikat  gubernur terbaik se-Asia.

Jokowi Meneriakkan Revolusi Mental maka Pejabat yang paling memahami maksud Pak Jokowi adalah Pak Ahok, Revolusi Mental yang dilakukan Pak Ahok Sengatannya luar biasa, semua PNS di wilayah Jakarta merasakan Sengatan Revolusi Mental Pak Ahok.

Ahok ada dimana-mana bagaikan Malaikat yang Membayangi seluruh Pegawai negeri.

Mau berbuat kejahatan ingat Ahok, mau curi waktu kerja ingat Ahok, mau Korupsi ingat Ahok.

Sekarang malah berubah 180 derajat pelayanan pegawai yang baik karena Ahok, PNS mulai rajin bekerja karena Ahok, PNS berlomba-lomba tunjukkan prestasi karena Ahok, PNS betul-betul menjadi pengabdi rakyat karena Ahok, ini sesuatu yang luar biasa, efek domino seorang pemimpin bisa menyengat semua pegawai dibawahnya, bahkan bisa dijadikan contoh model kepemimpinan bagi pemimpin-pemimpin daerah lainnya, bahkan luar negeri pun sekarang berdatangan ke Jakarta mau meniru contoh kerja Ahok.

This is Amazing.

Bahkan saya mengharapkan kalau Pak Ahok berani tampil sebagai calon Gubernur Independen ini akan menjadikan pembelajaran bagi seluruh partai politik, bila Ahok melakukan hal ini maka hancurlah dinasti korup partai politik. Seluruh partai politik akan berbenah diri untuk menjadi partai politik pengabdi kepentingan rakyat.

Kesombongan-kesombongan partai politik akan berakhir, apabila Ahok menang sebagai calon Gubernur Independen, bahkan DPRD kelak tak ada giginya lagi, sebab Ahok menjadi Gubernur justru dari rakyat yang tidak diwakili partai politik, ini juga akan menghancurkan dinasti korup di DPRD yang suka menekan Gubernur atau Bupati atas nama rakyat. Kelak Gubernur akan bertanya rakyat mana yang kau wakili? Sedangkan Aku dipilih oleh mayoritas rakyat yang tidak kau wakili.

Revolusi itu memang butuh keberanian,apakah Ahok mau menciptakan Revolusi mental total? Kalau begitu dia berani Menjadi Calon Gubernur Independen, Salam BERSIH, TEGAS/TANPA KOMPROMI, PINTAR/CERDAS..."teruskan, min 5, orang, agar tertula[d[truncated by WhatsApp]


Dikirim dari perangkat Samsung saya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar