Kamis, 23 April 2026

Orang yang Tidak Terhubung dengan Tuhan, Kehilangan Potensi Mereka

24 April 2026

Bacaan Hari ini:
1 Korintus 2:9 "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia"
-----------------
Allah memiliki rencana yang luar biasa bagi Anda! Namun, jika Anda tidak terhubung dengan-Nya, Anda akan kehilangan semua yang ingin Ia lakukan dalam hidup Anda.

Kemarin kita telah melihat dua hal yang hilang dari orang yang hilang secara rohani: arah dan perlindungan mereka. Hari ini kita akan melihat hal lainnya yang hilang: potensi mereka.

Potensi Anda untuk melakukan hal-hal baik di dunia ini menjadi sangat terbatas ketika Anda tidak terhubung dengan Allah.

Hal ini dapat dianalogikan seperti koin. Jika dikumpulkan dalam jumlah yang cukup, koin memiliki potensi besar untuk kebaikan. Anda dapat memberi makan sebuah keluarga, memulai usaha, atau bahkan menyelamatkan nyawa. Namun, Anda tidak dapat melakukan hal-hal baik tersebut jika koin-koin itu hilang.

Kisah tentang koin yang hilang dalam Lukas 15:8-10 adalah contoh yang baik. Kisah ini tentang seorang perempuan yang memiliki 10 koin berharga. Namun, salah satunya hilang. Ia tidak berkata, "Saya masih memiliki sembilan koin, jadi saya tidak perlu memikirkan yang hilang." Sebaliknya, ia menggeledah seluruh rumahnya untuk mencarinya dan bersukacita ketika akhirnya ditemukan.

Hanya karena koin tersebut hilang bukan berarti nilainya hilang. Koin itu tetap sangat berharga! Namun, yang hilang adalah potensinya untuk melakukan kebaikan.

Allah menciptakan Anda untuk melakukan hal-hal besar, jauh melampaui apa yang dapat Anda bayangkan. Bahkan, jika Allah menunjukkan kepada Anda apa yang ingin Ia lakukan melalui hidup Anda ketika Anda sepenuhnya menyerahkannya kepada-Nya, hal itu akan sangat mengagumkan bagi Anda.

Alkitab berkata, "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia" (1 Korintus 2:9).

Mungkin Anda telah lama tidak terhubung dengan Allah, dan Anda berpikir bahwa sudah terlambat bagi-Nya untuk memakai Anda. Namun, itu tidak terlambat! Ia adalah Pencipta Anda. Ia memandang Anda sangat berharga dan Ia mengetahui potensi Anda.

Renungkan :

- Kapan Anda pernah kehilangan sesuatu yang sangat berharga bagi Anda? Sejauh apa Anda berusaha untuk menemukannya kembali?

- Bagaimana dampaknya ketika seseorang menyia-nyiakan potensinya terhadap orang lain?

- Allah telah menyediakan hal-hal luar biasa bagi mereka yang mengasihi-Nya. Bagaimana pengetahuan ini memengaruhi keinginan Anda untuk hidup sepenuhnya bagi-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 16-18; Lukas 17:20-37
________________
Jika Anda menyerahkan setiap bagian hidup Anda kepada-Nya hari ini, Anda akan mulai melihat semua hal yang telah Ia siapkan bagi Anda menjadi nyata.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Disconnected People Lose Their Potential - Daily Hope with Rick Warren - April 24, 2026

“No eye has seen, no ear has heard, and no mind has imagined what God has prepared for those who love him.” 1 Corinthians 2:9 (NLT)
----------------------
God has amazing plans for you! But if you’re not connected to him, you lose out on everything he wants to do in your life.

Yesterday we looked at two things people lose when they’re spiritually lost: their direction and protection. Today we’ll be looking at another thing they lose: their potential.

Your potential to do good things in the world is dramatically limited when you’re disconnected from God.

It’s a lot like coins. Put enough of them together, and they have great potential for good. You could feed a family, start a business, or even save a life. But you can’t do any of those good things if the coins are lost.

The story of the lost coin in Luke 15:8-10 is a good example of this. It’s about a woman who has 10 valuable coins. But, somehow, one of them gets lost. She doesn’t say, “I’ve got nine coins, so I’m not going to worry about the lost one.” Instead, she turns her house upside down to look for it and celebrates when it’s finally found.

Just because her coin was lost didn’t mean it had lost its value. It still had great value! But what it lost was its potential to do any good.

God made you to do great things, far greater than you could possibly imagine. In fact, if God showed you what he wants to do with your life when you completely place it in his hands, it would astound you!

The Bible says, “No eye has seen, no ear has heard, and no mind has imagined what God has prepared for those who love him” (1 Corinthians 2:9 NLT).

Maybe you’ve been disconnected from God for many years, and you think it’s too late for him to use you. It’s not too late! He’s your Creator. He sees you as highly valuable, and he knows your potential.

If you’ll surrender every part of your life to him today, you’ll start to see all the things he has prepared for you come to life.


Rabu, 22 April 2026

Iran Perang Sendirian

https://vt.tiktok.com/ZS9RnmTNT/

Bisnis Elit Global

https://vt.tiktok.com/ZS9RtDhTX/

Arah dan Perlindungan Allah bagi Anda

23 April 2026

Bacaan Hari ini:
Yesaya 53:6 "Kita sekalian sesat seperti domba , masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian."
-----------------
Allah memandang setiap orang berharga dan layak untuk dicari, ditemukan dan diselamatkan. Alkitab berkata, "[Allah] menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran" (1 Timotius 2:4).

Namun, banyak orang hilang secara rohani. Ini berarti mereka mengikuti rencana hidup mereka sendiri, bukan rencana Allah.

Lalu, apa sebenarnya yang hilang dari orang yang hilang secara rohani? Mereka kehilangan beberapa hal, tetapi hari ini kita akan melihat dua hal saja: mereka kehilangan arah dan perlindungan.

Hal ini dapat dilihat dalam kisah domba yang hilang dalam Lukas 15:3-6. Kisah ini tentang seorang gembala yang meninggalkan 99 domba yang selamat untuk mencari satu dombanya yang hilang. Ia tidak berkata, "Saya memiliki 99 domba yang selamat, jadi abaikan saja yang satu itu!" Tidak, semuanya penting baginya. Dan ketika ia menemukan domba yang hilang itu, "Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira" (Lukas 15:5) untuk merayakannya.

Seperti domba, orang yang hilang secara rohani kehilangan arah. Sebenarnya, semua manusia memiliki kecenderungan ini. Anda tidak berniat untuk tersesat. Anda hanya berpikir, "Rumput di sana tampak lebih hijau." Lalu Anda mulai mengikuti jalan Anda sendiri dan kehilangan arah.

Alkitab berkata, "Kita sekalian sesat seperti domba , masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian." (Yesaya 53:6).

Hal lain yang hilang dari orang yang hilang secara rohani adalah perlindungan Allah. Seperti domba yang menjauh dari gembalanya, Anda menjadi rentan ketika tidak memiliki gembala yang melindungi Anda dari "serigala" kehidupan. Itulah sebabnya Anda perlu mengikuti Yesus, Sang Gembala yang Baik. Tanpa itu, Anda sendirian dan tidak memiliki perlindungan—dan Anda kehilangan perlindungan Allah.

Alkitab juga berkata, "bangsa itu berkeliaran seperti kawanan domba dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala" (Zakharia 10:2).

Namun, ketika Anda menempatkan diri di bawah pemeliharaan Sang Gembala yang Baik, Anda akan memperoleh arah dan perlindungan. Ini tidak berarti Anda akan bebas dari masalah. Tetapi ini berarti Allah akan membuat "segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia" (Roma 8:28).

Renungkan :

- Kapan Anda pertama kali menyadari bahwa Anda berharga di mata Allah? Situasi atau siapa yang membantu Anda menyadarinya?

- Kebiasaan harian apa yang membuat Anda tetap dekat dengan Yesus, Sang Gembala yang Baik? Kebiasaan apa yang justru membuat Anda lebih mudah menjauh dari-Nya?

- Siapa dalam hidup Anda yang tampaknya belum memiliki arah dan perlindungan dari Allah? Buatlah rencana untuk menyampaikan kepada mereka betapa berharganya mereka di mata-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 14-15: Lukas 17:1-19
_____________
Mungkin Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang kekurangan arah dan perlindungan dari Allah saat ini. Ingatlah: Yesus adalah Gembala yang Baik yang memandang setiap orang sangat berharga dan "menghendaki supaya semua orang diselamatkan."

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
God’s Direction and Protection for You - Daily Hope with Rick Warren - April 23, 2026

“All of us, like sheep, have strayed away. We have left God’s paths to follow our own.” Isaiah 53:6 (NLT)
------------------
God sees everyone as valuable and worth seeking, finding, and saving. The Bible says, “[God] desires all people to be saved and to come to the knowledge of the truth” (1 Timothy 2:4 ESV).

But many people are spiritually lost. This means they’re following their own plan for their lives rather than God’s plan.

But what do spiritually lost people actually lose? They lose several things, but today we’ll look at just two: They lose their direction and their protection.

You can see this in the story of the lost sheep in Luke 15:3-6. It’s about a shepherd who leaves 99 saved sheep to go and search for his one lost sheep. He doesn’t say, “I’ve got 99 saved sheep, so forget the lost one!” No, they all matter to him. And when he finds the lost sheep, “he joyfully puts it on his shoulders and goes home” (Luke 15:5 NIV) to celebrate.

Like sheep, people who are spiritually lost lose their direction. In fact, all humans are this way. You don’t intend to get lost. You just think, “That grass over there looks greener.” And soon you follow your own way and lose your direction.

The Bible says, “All of us, like sheep, have strayed away. We have left God’s paths to follow our own” (Isaiah 53:6 NLT).

Another thing spiritually lost people lose is God’s protection. Like sheep who wander away from their shepherd, you too are vulnerable when you don’t have a shepherd to protect you from the wolves of life. That’s why you need to follow Jesus, the Good Shepherd. Otherwise, you are alone and defenseless—and you lose God’s protection.

The Bible also says, “My people are wandering like lost sheep; they are attacked because they have no shepherd” (Zechariah 10:2 NLT).

But when you place yourself under the Good Shepherd’s care, you get direction and protection. This doesn’t mean you will be free from trouble. But it does mean that God will work “all things together for the good of those who love Him” (Romans 8:28 BSB).

Maybe you or someone you know is lacking God’s direction and protection today. Remember: Jesus is the Good Shepherd who sees everyone as extremely valuable and “desires all people to be saved.”


Selasa, 21 April 2026

🔴 SIARAN LANGSUNG 🔴 MURTAD ALUMNI PONDOK PESANTREN MURTAD TINGGALKAN ISL...

https://youtube.com/watch?v=OTLuXoTfHUk&si=L5h8JvgriOkMeMWC

Indonesia’s Danantara: Sovereign wealth or sovereign risk? | The Straits Times

https://www.straitstimes.com/opinion/indonesias-danantara-sovereign-wealth-or-sovereign-risk

Nilai Anda di Mata Allah

22 April 2026

Bacaan Hari ini:
Lukas 19:10 "Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."
--------------------
Di mata Allah, hanya ada dua jenis manusia—orang yang diselamatkan dan orang yang hilang. Setiap kita termasuk dalam salah satu dari dua kategori ini. Dan pada akhirnya, tidak ada perbedaan manusia lainnya yang benar-benar penting.

Allah mengasihi semua orang, tanpa memandang jenis kelamin, ras atau budaya. Bahkan, Dialah yang menciptakan semua perbedaan tersebut. Ia juga tidak membedakan manusia berdasarkan pendidikan, penampilan, kekayaan, atau talenta. Yang paling penting bagi-Nya adalah apakah seseorang diselamatkan secara rohani atau hilang, apakah ia termasuk dalam keluarga-Nya atau tidak.

Kata "diselamatkan" dan "hilang" mengandung makna nilai—artinya Allah memandang Anda layak untuk dicari, diselamatkan dan ditemukan. Istilah "diselamatkan" dan "hilang" adalah ungkapan kasih-Nya.

Alkitab berkata, "Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." (Lukas 19:10). Itulah betapa berharganya Anda. Yesus Kristus datang ke dunia untuk mencari dan menyelamatkan Anda.

Hanya hal yang berharga yang bisa hilang; hal yang tidak berharga hanya sekadar terselip. Dengan kata lain, tidak ada orang yang kehilangan tusuk gigi. Anda mungkin hanya menaruhnya di tempat yang salah, tetapi Anda tidak benar-benar "kehilangan" tusuk gigi, karena nilainya tidak terlalu tinggi.

Jika saya kehilangan cincin pernikahan, itu adalah kehilangan yang nyata karena cincin tersebut melambangkan puluhan tahun komitmen kepada pasangan saya. Bukan hanya itu, cincin tersebut diberikan oleh pasangan saya, dan saya mengasihinya. Saya mungkin tidak sekadar salah menaruh cincin pernikahan; saya benar-benar bisa kehilangannya.

Jadi, ketika kita berbicara tentang apakah seseorang diselamatkan atau hilang secara rohani, kita tidak sedang membicarakan nilainya. Setiap orang—baik yang diselamatkan maupun yang belum—sangat berharga di mata Allah.
Namun, Allah tidak menghendaki siapa pun untuk tetap hilang secara rohani. Mengapa? Karena itu berarti mereka terputus dari-Nya dan tidak memiliki hubungan dengan-Nya.

Dalam beberapa hari ke depan, kita akan melihat pertanyaan, "Apa yang sebenarnya Anda kehilangan ketika Anda hilang secara rohani?" Jawaban atas pertanyaan ini akan membantu Anda memahami betapa berharganya Anda di mata Allah dan menolong Anda membagikan kabar yang menguatkan ini kepada orang lain.

Renungkan :

- Apakah Anda pernah—mungkin tanpa sadar—menganggap bahwa orang yang hilang memiliki nilai yang berbeda dibandingkan dengan orang yang diselamatkan? Bagaimana perasaan Anda ketika mengetahui bahwa semua orang memiliki nilai yang sama di mata Allah?

- Apa contoh sesuatu yang pernah Anda kehilangan? Apa sesuatu yang pernah Anda salah tempatkan? Seberapa besar nilai masing-masing hal tersebut bagi Anda?

- Siapa dalam hidup Anda yang perlu mendengar betapa berharganya mereka di mata Allah? Bagaimana Anda dapat meluangkan waktu untuk menguatkan mereka dengan menyampaikan hal itu hari ini?

Bacaan Alkitab Setahun :

2 Samuel 12-13; Lukas 16
___________
Anda sangat berharga bagi Tuhan. Nilai korban Kristus sama dengan nilai hidup Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Your Value to God - Daily Hope with Rick Warren - April 22, 2026

“For the Son of Man came to seek and save those who are lost.” Luke 19:10 (NLT)
-----------------------
In God’s eyes, there are only two kinds of people—saved people and lost people. Every one of us falls into one of these two categories. And, ultimately, no other human distinction matters.

God loves all people, regardless of gender, race, or culture. In fact, he created them with those characteristics. And he doesn’t distinguish people by their education, looks, wealth, or talent. What matters most to him is whether people are spiritually saved or lost, whether they’re in his family or not.

The words “saved” and “lost” imply value—they mean that God sees you as being worthy of seeking, saving, and finding. “Saved” and “lost” are expressions of his love.

The Bible says, “For the Son of Man came to seek and save those who are lost” (Luke 19:10 NLT). That’s how valuable you are. Jesus Christ came to earth to seek you and to save you.

Only valuable things get lost; invaluable things just get misplaced. In other words, nobody loses a toothpick. You may misplace a toothpick, but you don’t lose it, because it’s not that valuable.

If I lost my wedding ring, it would be a real loss because it represents decades of commitment to my wife. Not only that, but Kay gave it to me, and I love her. I could never misplace my wedding ring; I could, however, lose it.

So, when we talk about whether a person is spiritually saved or lost, we’re not talking about their value. Every person—saved or not—is incredibly valuable to God.

But God doesn’t want anyone to be spiritually lost. Why? Because it means they are disconnected from him and don’t have a relationship with him.

Over the next couple days, we’re going to look at the question, “What do you actually lose when you’re spiritually lost?” The answers to this question will help you understand how much you matter to God and help you share this encouraging news with others.

Harga diri anjlok! JK dipermalukan warga tetangganya komplain yg jadikan...

https://youtube.com/watch?v=lnpAbalSQzE&si=0skLSAGFLoNIOeaN

Bahkan China Mundur: Begini Cara AS Mencekik Iran dalam 24 Jam

https://youtube.com/watch?v=t4eV8iteev4&si=qfoiEnoPwzFF9oI3

Dana Gereja Aek Nabara Rp28 M Dikembalikan, Suster Natalia Terima Kasih ...

https://youtube.com/watch?v=a4vTU5njNNk&si=XUlf0ZzzlQAqlBvh

Ukraina Baru Saja Mengirim Pesan Brutal Terakhir ke Putin, Rusia Bakal K...

https://youtube.com/watch?v=7GrN9inzHGQ&si=ow756VVFrsAqBY-c

MENHAN ISRAEL PERINTAHKAN SERANGAN PENUH! Militer Dikerahkan ke Lebanon ...

https://youtube.com/watch?v=qKKn_0lyy4M&si=Mq66FchlePd-vann

Senin, 20 April 2026

Kuping JK panas lihat video ini! Disumpahi, JK dipaksa netizen segera mi...

https://youtube.com/watch?v=9DwBN5GvYKQ&si=R-6cbak3Se2HEsm8

IRAN MENOLAK PERUNDINGAN KEDUA! Perang Besar Segera Meletus? | PRIME | 2...

https://youtube.com/watch?v=ImpndjiXyNE&si=Vin5p_KM9hRfDYwe

Ucapan Tegas Perdana Menteri Israel Untuk Hizbullah… Mengguncang Dunia!

https://youtube.com/watch?v=3Eq8gYwvrXo&si=BhH6fZjROO9MxN9u

Israel Hantam Suriah Demi Druze! Awal Strategi Israel Raya & Benturan de...

https://youtube.com/watch?v=mzAjV4OI9AE&si=zEVkPsmSz9YxgSlz

Iran Serang Kapal India — Militer India Ambil Langkah yang Tak Disangka ...

https://youtube.com/watch?v=2RjxESPlqmc&si=5jk7_c9qr4Zzyru6

Kegagalan Terbesar Anda Dapat Menghasilkan Keberhasilan Terbesar Anda Rezim Iran

Menghasilkan Keberhasilan Terbesar Anda

21 April 2026

Bacaan Hari ini:
Lukas 22:32 "tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu" ------------------- Ketika Anda berada di tengah kegagalan, mungkin terasa bahwa tidak ada hal baik yang akan muncul darinya. Namun, Allah selalu dapat mendatangkan kebaikan dari kegagalan Anda. Bahkan, kegagalan terburuk Anda dapat menjadi keberhasilan terbesar Anda. Jika Anda mengizinkan-Nya, Allah akan menggunakan kegagalan Anda untuk membangun gereja-Nya.

Yesus berkata kepada Petrus dalam Lukas 22:32, "tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu". Bahkan sebelum Petrus gagal, Yesus telah memberikan gambaran tentang bagaimana Allah dapat menggunakan kegagalannya untuk kebaikan.

Setelah kegagalan Petrus (ketika ia menyangkal Yesus tiga kali), Yesus mati lalu bangkit kembali. Ketika Ia dan Petrus bertemu kembali di tepi pantai, Yesus menunjukkan kebaikan yang akan Allah hasilkan dari kegagalan tersebut. Berikut percakapannya:
"Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." (Yohanes 21:15-17).

Tiga kali Yesus bertanya kepada Petrus, “Apakah engkau mengasihi Aku?” Mengapa Ia bertanya tiga kali? Ia memberi Petrus kesempatan untuk memperbaiki tiga kali penyangkalannya terhadap Yesus.

Dan setiap kali, Yesus memberikan cara lain agar kegagalannya dapat digunakan untuk kebaikan: "Gembalakanlah domba-domba-Ku... Gembalakanlah domba-domba-Ku... Gembalakanlah domba-domba-Ku."

Pada malam yang sama ketika Petrus menyangkal Yesus, murid lain, Yudas, juga gagal terhadap Yesus. Namun pada akhirnya, Yudas menjadi pengkhianat Yesus, sementara Petrus memilih menjadi pengajar dan pemimpin.

Dalam Matius 16:18 Yesus berkata, "Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini ,Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya"

Allah masih membangun gereja-Nya dengan menggunakan orang-orang yang pernah gagal. Bahkan, Allah hanya menggunakan orang-orang yang pernah gagal—karena tidak ada manusia yang sempurna.

Renungkan

- Apa satu cara Anda ingin melihat Allah menggunakan kegagalan Anda untuk kebaikan? Apakah Anda percaya bahwa Ia dapat melakukan lebih dari yang dapat Anda minta atau bayangkan?

- Pikirkan seorang sesama orang percaya yang Anda kagumi. Bagaimana Anda melihat Allah mengubah kegagalan besar menjadi pelayanan yang besar dalam hidupnya?

- Kegagalan besar apa yang pernah Anda alami? Apakah Anda siap menyerahkannya kepada Allah hari ini agar Anda dapat melihat bagaimana Ia mendatangkan kebaikan darinya?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 9-11; Lukas 15:11-32 _____________ Apa yang akan Anda menjadi sebagai respons terhadap kegagalan Anda? Itu adalah pilihan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) ========== "Your Biggest Failure Can Produce Your Greatest Success - Daily Hope with Rick Warren - April 21, 2026

*“When you have repented and turned to me again, strengthen your brothers.”* Luke 22:32 (NLT) ------------------------ When you’re in the middle of a failure, it can seem like nothing good will ever come from it. But God can always bring good from your failures. In fact, your worst failure can become your greatest success. If you let him, God will use your failures to build his church!

Jesus told Peter in Luke 22:32, “When you have repented and turned to me again, strengthen your brothers” (NLT). Before Peter had even failed, Jesus gave him a vision of how God could use his failure for good.

After Peter’s failure (when he denied Jesus three times), Jesus died and then was resurrected. And when he and Peter met again on a seashore, Jesus pointed him to the good God would bring out of his failure. Here’s how the conversation went:

“Jesus said to Simon Peter, ‘Simon son of John, do you love me more than these?’ ‘Yes, Lord,’ he said, ‘you know that I love you.’ Jesus said, ‘Feed my lambs.’ Again Jesus said, ‘Simon son of John, do you love me?’ He answered, ‘Yes, Lord, you know that I love you.’ Jesus said, ‘Take care of my sheep.’ The third time he said to him, ‘Simon son of John, do you love me?’ Peter was hurt because Jesus asked him the third time, ‘Do you love me?’ He said, ‘Lord, you know all things; you know that I love you.’ Jesus said, ‘Feed my sheep’” (John 21:15-17 NIV).

Three times Jesus asked Peter, “Do you love me?” Why did he ask that three times? He was giving Peter the opportunity to make up for the three times he had denied Jesus.

And each time, Jesus gave Peter another way he could use his failure for good: “Feed my lambs. . . . Take care of my sheep. . . . Feed my sheep.”

On the same night that Peter had denied Jesus, another disciple, Judas, also failed Jesus. But, ultimately, Judas became a traitor to Jesus, while Peter chose to become a teacher and a leader.

In Matthew 16:18 Jesus says, “And I tell you, you are Peter, and on this rock I will build my church, and the gates of hell shall not prevail against it” (ESV).

God is still building his church by using people who’ve failed. In fact, God only uses failed people—because there aren’t any perfect people!

What are you going to become in light of your failure? It’s your choice.

Minggu, 19 April 2026

BEREDAR DATA MENCENGANGKAN JUSUF KALLA, CHAPLIN PENGHIANAT, SAMPAI ROY S...

https://youtube.com/watch?v=bZz9uuiRsTM&si=xCMLrheLQCajzTQT

Hal Tak Terduga Terjadi di Iran... Kudeta terhadap Rezim Iran

https://youtube.com/watch?v=EHjnDILk60k&si=uk0IOaJledGxn3Kr

Tiga Hal yang Yesus Lakukan Ketika Anda Gagal

20 April 2026

Bacaan Hari ini:
Ratapan 3:22-23 "Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"
--------------
Kegagalan dapat membuat Anda merasa terasing. Ketika Anda berada di tengah kegagalan, Anda sering merasa malu dan ingin menyendiri. Namun, Yesus selalu menyertai Anda, bahkan dalam kegagalan terbesar Anda.

Untuk menolong Anda melewati kegagalan, Yesus melakukan tiga hal yang luar biasa:

1. Yesus berdoa untuk Anda.

Bahkan sebelum Petrus gagal, Yesus berkata kepadanya, "tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur." (Lukas 22:32 ).

Bahkan pada saat ini, Yesus sedang menjadi perantara—berdoa—untuk Anda. Alkitab berkata, "Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka." (Ibrani 7:25).

2. Yesus percaya kepada Anda.

Bahkan, Ia mengharapkan Anda untuk pulih dan bangkit kembali. Itulah sebabnya Ia berkata kepada Petrus sebelum kegagalan besarnya, "Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf.." (Lukas 22:32). Yesus mengetahui bahwa Petrus akan berdosa dan gagal, lalu pada akhirnya kembali kepada-Nya.

Kenyataannya, kita semua gagal, dan kita gagal berulang kali. Kelemahan terbesar Anda sering kali bersifat kebiasaan. Kemungkinan besar Anda tidak hanya melakukannya sekali saja. Namun, Allah tidak hanya hadir untuk kegagalan besar yang terjadi sekali. Ia juga hadir dalam kesalahan yang Anda lakukan berulang kali. Meskipun Anda gagal berkali-kali, Allah akan selalu percaya kepada Anda.

3. Yesus menunjukkan belas kasihan kepada Anda.

Yesus lebih bersedia menunjukkan belas kasihan daripada Anda bersedia memintanya. Ketika Anda jatuh, Yesus tidak menghukum atau menambah rasa bersalah Anda. Sebaliknya, Ia menyelamatkan Anda.

Dalam Yohanes 21, tidak lama setelah Petrus menyangkal Yesus, Petrus dan beberapa murid lainnya pergi menangkap ikan. Meskipun mereka menangkap ikan sepanjang malam, mereka tidak memperoleh apa pun. Saat fajar, Yesus memanggil mereka dari pantai dan memberitahu di mana mereka harus menebarkan jala. "Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan." (Yohanes 21:6).

Ketika Petrus mengikuti petunjuk Yesus, ia menangkap lebih banyak ikan daripada yang dapat ia tangani. Yesus siap melakukan hal yang sama bagi Anda. Ia dapat melakukan lebih banyak dalam lima menit daripada yang dapat Anda lakukan dalam 50 tahun perencanaan.

Ada kabar baik lainnya: belas kasihan Allah kepada Anda tidak bergantung pada kinerja Anda. Alkitab berkata dalam Ratapan 3:22-23, "Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"

Saudara, Anda mungkin menyerah terhadap Allah, tetapi Ia tidak akan pernah menyerah terhadap Anda.

Renungkan :

- Bagaimana mengetahui bahwa Yesus berdoa untuk Anda memengaruhi hidup Anda?

- Kesalahan apa yang Anda lakukan berulang kali? Bagaimana Allah menolong Anda untuk “bangkit kembali” setiap kali Anda gagal?

- Kapan Yesus menunjukkan belas kasihan kepada Anda dalam suatu kegagalan?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 6-8; Lukas 15:1-10
_____________
Yesus sedang berdoa untuk Anda, percaya kepada Anda dan akan selalu menunjukkan belas kasihan. Apa pun yang Anda lakukan, Allah tetap setia.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

==============

Three Things Jesus Does When You Fail- Daily Hope with Rick Warren - April 20, 2026

“The steadfast love of the LORD never ceases; his mercies never come to an end; they are new every morning; great is your faithfulness.” Lamentations 3:22-23 (ESV)
----------------------
Failure can be isolating. When you’re in the middle of a failure, you often feel ashamed and just want to be alone. But Jesus is with you always, even in your greatest failure.

To help you through your failures, Jesus does three incredible things:

Jesus prays for you. Even before Peter had failed, Jesus told him, “I have prayed for you, that your faith will not fail” (Luke 22:32 NASB).

Even at this very moment, Jesus is interceding—praying—for you. The Bible says, “He is able, once and forever, to save those who come to God through him. He lives forever to intercede with God on their behalf” (Hebrews 7:25 NLT).

Jesus believes in you. In fact, he expects you to heal and recover. That’s why he told Peter before his big failure, “When you have repented and turned to me again . . .” (Luke 22:32 NLT). Jesus knew Peter would sin and fail and eventually come back to him.

The truth is that we all fail, and we fail repeatedly. Your biggest weaknesses are often habitual. It’s likely you don’t just do them one time and that’s it. But God isn’t only there for the big, one-time failure. He’s there for the mistakes you make over and over again. Though you fail repeatedly, God will always believe in you.

Jesus shows you mercy. Jesus is more willing to show mercy than you’re willing to ask for it. When you’re down, Jesus doesn’t beat you up or add to your guilt. Instead, he saves you.

In John 21, not long after Peter had denied Jesus, Peter and some other disciples went fishing. Though they fished all night, they caught nothing. At dawn, Jesus called to them from the shore and told them where to throw their nets. “So they did, and they couldn’t haul in the net because there were so many fish in it” (John 21:6 NLT).

When Peter followed Jesus’ instructions, he caught more fish than he could possibly handle. Jesus is ready to do the same for you. He can do more in five minutes than you can do in 50 years of planning.

Here’s more good news: God’s mercy toward you is not dependent on your performance. The Bible says in Lamentations 3:22-23, “The steadfast love of the LORD never ceases; his mercies never come to an end; they are new every morning; great is your faithfulness” (ESV).

Friend, you may give up on God, but he’s never going to give up on you. Jesus is praying for you, believes in you, and will always show you mercy. No matter what you do, God is faithful.


Sabtu, 18 April 2026

🔴GEMPAR !! GUS ISLAH BAHRAWI BUKA FAKTA - AHKIRNYA TERBONGKAR MISI NYA ...

https://youtube.com/watch?v=ULWpxcHHHyk&si=YPZvAbukawUSLtNA

Berduka atas Kegagalan Anda agar Dapat Pulih

19 April 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 26:74-75 "Dan pada saat itu berkokoklah ayam. Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: "Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya." ---------------- Ketika Anda mengalami kegagalan, terkadang terasa seperti Anda tidak akan pernah pulih. Namun, Anda akan pulih. Baik Anda mengalami kegagalan dalam keuangan, pernikahan, karier atau hal lainnya, Anda dapat bangkit kembali.

Pemulihan dimulai dengan berduka atas kegagalan Anda. Jangan meremehkannya atau berpura-pura itu tidak terjadi. Jangan terburu-buru untuk merasa lebih baik. Sebaliknya, luangkan waktu untuk merasakan rasa sakit tersebut.

Hal ini menegaskan sebuah prinsip penting dalam hidup: Untuk dapat melewati sesuatu, Anda harus benar-benar mengalaminya. Prinsip ini berlaku dalam banyak aspek kehidupan, tetapi sangat relevan dalam menghadapi kegagalan.

Duka adalah jalan untuk melewati kegagalan. Ketika Anda gagal, Anda cenderung ingin melupakannya, menekan emosi Anda, dan segera beralih ke hal berikutnya. Namun, itu adalah kesalahan. Melalui duka, Anda dapat mempelajari pelajaran dari kegagalan.

Ketika Anda menekan emosi alih-alih menghadapinya, tubuh Anda akan menanggung akibatnya. Hal ini seperti mengambil kaleng minuman bersoda, mengocoknya, lalu memasukkannya ke dalam freezer. Pada akhirnya, kaleng tersebut akan meledak.

Petrus, salah satu murid Yesus, mengalami duka akibat kegagalan secara langsung. Dalam situasi krisis, ia menyangkal bahwa ia mengenal Yesus, dan kegagalan tersebut membawa duka yang mendalam.

Alkitab berkata, "Dan pada saat itu berkokoklah ayam. Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: "Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya." (Matius 26:74-75).

Bayangkan betapa kecewanya Petrus terhadap dirinya sendiri. Ia telah berjalan bersama Yesus, menyaksikan Dia mengajar, melakukan mukjizat, menyembuhkan orang, membangkitkan orang mati, serta berulang kali menunjukkan belas kasihan dan pengampunan. Namun, ketika ia diuji mengenai komitmennya kepada Yesus, ia menyangkal-Nya tiga kali berturut-turut.

Namun, alih-alih mengabaikan kegagalannya, Petrus melakukan hal yang benar: ia bersikap rendah hati dan menyesal. Ia mengakui kesalahannya dan berduka—dan itulah kunci pemulihan.

Banyak orang ingin mengambil jalan pintas ketika mereka mengalami kegagalan. Mereka ingin mengabaikan perselingkuhan dan berpura-pura bahwa hal itu tidak merusak pernikahan mereka, sehingga mereka segera menjalin hubungan baru. Atau mereka berpura-pura bahwa kegagalan bisnis adalah kesalahan orang lain dan langsung memulai usaha baru. Mereka tidak pernah benar-benar mempelajari pelajarannya.

Namun, tidak ada jalan pintas untuk berduka dan pulih dari kegagalan. Semakin besar kegagalannya, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk pulih.

Renungkan :

Apakah Anda merasa sudah mengetahui cara berduka dengan baik? Mengapa demikian atau tidak?

Apa yang terjadi ketika Anda mencoba mengabaikan kegagalan alih-alih berduka atasnya?

-Ketika Anda gagal, kepada siapa Anda seharusnya mengakuinya? Mengapa hal ini penting?

Bacaan Alkitab Setahun : 2 Samuel 3-5; Lukas 14:25-35 _______________ Biarkan Allah bekerja di dalam hati Anda. Anda tidak dapat memaksakan pemulihan. Pemulihan adalah tindakan kasih karunia Allah, dan itu akan datang pada waktunya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) ========== Grieve Your Failures So You Can Heal - Daily Hope with Rick Warren - April 19, 2026

“Immediately a rooster crowed, and Peter remembered the words Jesus had spoken, ‘Before the rooster crows, you will deny me three times.’ And he went outside and wept bitterly.” Matthew 26:74-75 (CSB) ------------------- When you experience failure, it sometimes feels like you’ll never recover. But you will. Whether you’ve experienced a failure in your finances, marriage, career, or something else, you can recover.

Recovery starts with grieving your failure. Don’t minimize it or pretend it didn’t happen. Don’t rush to try to feel better. Instead, take the time to feel the pain.

This highlights an important life principle: To get past something, you’ve got to go through it. That’s true in so many areas of life, but it’s particularly true with failure.

Grief is the way through failure. When you fail, you just want to forget it, to stuff your emotions and quickly move to the next thing. But that’s a mistake. Grief is the way you learn failure’s lessons.

When you swallow your emotions instead of going through them, your stomach keeps score. It’s like taking a can of soda, shaking it up, and putting it in the freezer. It’s eventually going to explode!

Peter, one of Jesus’ disciples, experienced the grief of failure firsthand. In a time of crisis, he denied that he even knew Jesus, and that failure led to deep grief.

The Bible says, “Immediately a rooster crowed, and Peter remembered the words Jesus had spoken, ‘Before the rooster crows, you will deny me three times.’ And he went outside and wept bitterly” (Matthew 26:74-75 CSB).

Imagine how disappointed Peter must have felt in himself. He had walked alongside Jesus, watching him teach, do miracles, heal people, raise the dead, and offer mercy and forgiveness over and over again. Yet when he was put to the test about his commitment to Jesus, he denied him three times in a row.

But instead of ignoring his failure, Peter did the right thing: He was humble and regretful. He owned up to it and grieved—and that’s the key to healing.

Many people want to take shortcuts when they have a failure. They want to bypass the affair and pretend it didn’t shatter their marriage, so they rebound into another relationship. Or they pretend it was someone else’s fault the business failed and start another one right away. They simply never learn the lesson.

But there is no shortcut to grieving and recovering from failure. The greater the failure, the more time it’s going to take to heal. Let God work in your heart. You can’t force healing. Recovery is an act of God's mercy, and it will come in time.

Penutupan jurusan secara besar-besaran di universitas negeri China

Penutupan jurusan secara besar-besaran di universitas negeri China adalah fenomena yang kompleks dan masif. Ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan hasil dari interaksi berbagai faktor besar yang mendorong sistem pendidikan tinggi untuk bertransformasi secara fundamental.

Berikut adalah faktor-faktor utama yang mendorong gelombang penutupan jurusan ini.

🎯 1. Revolusi Kecerdasan Buatan (AI)

Perkembangan pesat AI telah mengubah lanskap banyak profesi secara fundamental, menjadikan beberapa jurusan tradisional kurang relevan.

· Jurusan Bahasa Asing: Alat penerjemahan AI kini mencapai akurasi lebih dari 95% dengan biaya yang sangat murah, membuat kebutuhan penerjemah manusia merosot tajam. Akibatnya, banyak universitas menutup jurusan seperti Bahasa Inggris, Jepang, Korea, dan Jerman.
· Jurusan Seni dan Desain: Kemampuan AI generatif dalam menciptakan gambar, musik, dan konten kreatif telah memukul keras jurusan seperti seni lukis, patung, animasi, dan desain grafis. AI mampu mengerjakan pekerjaan desain tingkat pemula dengan cepat dan efisien.

📉 2. Dinamika Pasar Kerja dan Kejenuhan

Banyak jurusan yang ditutup karena sudah tidak lagi sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, baik karena kejenuhan lulusan maupun pergeseran industri.

· Jurusan Manajemen Tradisional: Jurusan seperti Manajemen Pelayanan Publik, Manajemen Informasi, dan Pemasaran menjadi yang paling banyak dihapus karena menghasilkan terlalu banyak lulusan dengan kemampuan yang kurang spesifik.
· Sektor yang Terdampak Krisis: Lesunya sektor properti menyebabkan penurunan drastis pada jurusan Teknik Sipil dan Arsitektur. Sementara itu, kebijakan "Double Reduction" (pengurangan ganda) yang membatasi les privat, khususnya bahasa Inggris, turut mempersempit lapangan kerja bagi lulusan Bahasa Inggris.

🏛️ 3. Kebijakan Pemerintah dan Strategi Nasional

Pemerintah pusat secara proaktif mengarahkan perubahan ini agar pendidikan tinggi selaras dengan strategi pembangunan nasional. Ini bukan fenomena acak, melainkan bagian dari reformasi terencana.

· Skala Penyesuaian yang Masif: Antara tahun 2019-2024, lebih dari 5.000 program studi telah dihentikan, dan pada tahun 2023 saja, angka penutupan mencapai rekor 1.670 program.
· Pergeseran Fokus ke STEM: Kementerian Pendidikan China secara eksplisit mendorong universitas untuk memperluas program di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM), seperti AI, robotika, dan energi baru, sambil mengurangi program di bidang yang dianggap jenuh seperti manajemen dan seni.

👶 4. Faktor Demografi: Menurunnya Angka Kelahiran

Menurunnya populasi usia muda di China berdampak langsung pada berkurangnya jumlah calon mahasiswa, yang paling terasa pada jurusan yang berkaitan dengan anak-anak.

· Jurusan Keguruan: Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mulai banyak ditutup karena permintaan akan guru taman kanak-kanak menurun seiring dengan turunnya angka kelahiran nasional.

🏫 5. Kurikulum yang Tidak Relevan dan Tumpang Tindih

Banyak program studi dinilai sudah ketinggalan zaman atau memiliki kurikulum yang tumpang tindih dengan jurusan lain, sehingga lulusannya kurang kompetitif.

· Kurikulum Ketinggalan Zaman: Kurikulum beberapa jurusan, seperti Manajemen Informasi dan Sistem Informasi, dinilai terlalu teoritis dan tidak membekali mahasiswa dengan keterampilan teknis yang dibutuhkan industri.

📊 Jenis-Jenis Jurusan yang Paling Terdampak

Berdasarkan data, berikut adalah jurusan-jurusan yang paling banyak ditutup dalam beberapa tahun terakhir:

Kategori Jurusan Contoh Jurusan yang Ditutup Jumlah Universitas yang Menutup (2018-2022)
Manajemen Manajemen Informasi & Sistem Informasi, Manajemen Pelayanan Publik ~100 (Info Mgmt), ~97 (Public Mgmt)
Bahasa Asing Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, Bahasa Korea 21 (Inggris), 26 (Jepang), 10 (Korea)
Seni & Desain Desain Produk, Desain Mode, Seni Lukis, Seni Patung, Musik ~66 (Desain Produk), ~70 (Desain Mode)
Keguruan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tidak ada data spesifik, namun merupakan tren yang berkembang
Teknik Teknik Sipil, Arsitektur Tidak ada data spesifik, namun sangat terpukul di daerah tertentu

🔄 Penutupan Jurusan: Bukan Akhir, Melainkan Sebuah Transformasi

Penting untuk dipahami bahwa penutupan ini bukan berarti "akhir zaman" bagi suatu bidang ilmu. Ini adalah bagian dari siklus adaptasi pendidikan tinggi.

· Restrukturisasi Internal: Penutupan jurusan seni seringkali dibarengi dengan pembukaan sekolah baru di bidang teknik dan robotika, sebagai bentuk realokasi sumber daya internal universitas.
· Evolusi Kurikulum: Penutupan jurusan tradisional juga merupakan sinyal bagi munculnya program studi baru yang lebih interdisipliner dan relevan, misalnya dengan menggabungkan keahlian bahasa dengan teknologi.

Singkatnya, gelombang penutupan jurusan ini adalah sebuah transformasi struktural yang didorong oleh revolusi teknologi (AI), dinamika pasar kerja, arahan kebijakan negara, dan perubahan demografi. Universitas negeri China tidak sekadar menutup jurusan; mereka sedang merombak total penawaran akademiknya agar selaras dengan tuntutan zaman..

"KEBERANIAN JOKOWI" TAK TERKALAHKAN😱 PERMAINAN JUSUF KALLA TERBONGKAR SE...

https://youtube.com/watch?v=epTp1lmPClk&si=_wXhD_7SZiFP74Jl

Manfaat Madu dan Bawang Putih: Imun Kuat, Nafas Lega

https://www.halodoc.com/artikel/manfaat-madu-dan-bawang-putih-imun-kuat-nafas-lega

Jumat, 17 April 2026

China Peringatkan RI Soal Kesepakatan Overflight Clearance dengan AS | Republika Online

https://news.republika.co.id/berita/tdmz0h393/china-peringatkan-ri-soal-kesepakatan-overflight-clearance-dengan-as

Harta Di Hati

 
Lampiran foto: IMG-20260418-WA0002.jpg
Ketika berjalan-jalan di desa, seorang murid berhenti hendak melepas sepatu karena melihat jalan yang becek. “Mengapa dilepas?” tanya gurunya. “Supaya sepatunya tidak kotor,” jawabnya. “Apa kegunaan sepatu?” tanya guru. “Melindungi kaki,” balas murid. “Dan yang kamu lakukan sekarang, melindungi kaki atau melindungi sepatu?” Begitulah, tidak jarang orang lebih mementingkan suatu benda daripada fungsi atau maknanya. Setiap orang mempunyai “harta”. Tempat hati berada, tempat mengumpulkan segala pencapaian, untuk dijadikan andalan. Secara sederhana, ada dua jenis harta: harta duniawi yang bersifat sementara dan harta surgawi yang bernilai kekal. Tentu kita memerlukan harta yang sementara, tetapi itu bukan segalanya. Memautkan hati kepada harta duniawi merintangi kita mendapatkan harta yang kekal. Apalagi jika harta dunia telah membutakan mata sampai kita mengukur segala sesuatu dengan uang, mengganti waktu untuk keluarga dengan kemewahan, mengganti waktu untuk Tuhan dengan uang persembahan. Hati tidak lagi menjadi takhta bagi Tuhan, tetapi bagi uang, jabatan, ketenaran, kehormatan, dan kekuasaan. Saudaraku, sesuatu yang kita lihat dan kita pikirkan akan menggerakkan kita dalam bertindak dan mengambil keputusan. Yesus mengingatkan agar kita menggunakan mata hati dan pikiran untuk melihat dan berpikir dengan tepat. Sadar akan kasih Allah dan menempatkan kesenangan Allah sebagai kebutuhan yang harus dipenuhi akan membebaskan kita dari tekanan untuk mengejar harta duniawi. "'Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.'” (Matius 6:21) Bac: Matius 6:19-24 (Have a nice weekend! Gbu!)

Uploaded Image

Iran Akhirnya Serahkan Uranium Nuklir Setelah Peringatan Terakhir dari AS

https://youtube.com/watch?v=ex9fTWHUv3Y&si=4aWUI_kAJgQ9ed61

Pendapat Siapa yang Paling Penting?

18 April 2026

Bacaan Hari ini:
Amsal 29:25 "Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi."
------------------
Setiap kali Anda membuat keputusan berdasarkan apa yang mungkin dipikirkan orang lain, tanpa Anda sadari Anda sedang menabur benih kegagalan dalam hidup Anda sendiri.

Anda mungkin tidak menyadarinya, tetapi rasa takut terhadap ketidaksetujuan orang lain menyebabkan lebih banyak masalah dalam hidup Anda daripada hampir apa pun. Ketika Anda khawatir tentang apa yang orang lain pikirkan, Anda cenderung melakukan hal yang paling populer, meskipun Anda tahu itu salah. Anda membuat komitmen yang tidak mungkin Anda penuhi, hanya karena Anda ingin menyenangkan semua orang. Ini adalah resep menuju kegagalan.

Dan ini adalah salah satu alasan mengapa Petrus gagal terhadap Yesus dengan menyangkal-Nya tiga kali. Ia lebih peduli pada apa yang orang lain pikirkan daripada setia kepada Yesus.

Alkitab berkata, "Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh sampai ke halaman Imam Besar, dan setelah masuk ke dalam, ia duduk di antara pengawal-pengawal untuk melihat kesudahan perkara itu....Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, katanya: "Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu." Tetapi ia menyangkalnya di depan semua orang, katanya: "Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud." (Matius 26:58, 69-70).

Petrus baru saja menghabiskan tiga tahun bersama Yesus, Anak Allah. Namun ketika ia memiliki kesempatan untuk mengakui kehormatan tersebut, ia justru menyangkal Yesus. Petrus lebih peduli pada pendapat orang lain daripada mengidentifikasikan dirinya dengan Kristus.

Pikirkan berapa kali Anda memiliki kesempatan untuk membagikan tentang Kristus tetapi tidak mengatakan apa pun karena Anda khawatir tentang apa yang orang lain pikirkan.

Pendapat siapa yang lebih penting bagi Anda daripada pendapat Allah? Ketika Anda membiarkan seseorang menjadi lebih penting daripada Allah, orang tersebut menjadi allah Anda. Itulah yang disebut berhala—dan itu adalah awal dari kegagalan.

Rasa takut terhadap ketidaksetujuan selalu berasal dari luka tersembunyi. Mungkin itu adalah penolakan di masa lalu. Bisa jadi kebutuhan yang tidak terpenuhi atau trauma yang Anda alami saat bertumbuh. Itu adalah rasa sakit yang dalam, sehingga tersembunyi jauh di dalam diri Anda. Saya menyebutnya luka jiwa.

Luka jiwa tersebut selalu berkaitan dengan identitas Anda. Jika Anda tidak mengetahui siapa diri Anda, Anda akan terus dimanipulasi oleh ketidaksetujuan orang lain sepanjang hidup Anda. Anda tidak akan berdiri teguh pada apa yang Anda yakini atau melakukan apa yang benar.

Alkitab berkata dalam Amsal 29:25, "Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi."

Renungkan

- Identitas Anda didasarkan pada siapa Anda menurut Allah di dalam Kristus—berdasarkan apa yang Firman Allah katakan tentang Anda. Apa yang dapat Anda mulai lakukan hari ini untuk mendalami Firman Allah dan menjadi lebih teguh dalam identitas Anda?

- Kapan Anda merasa yakin dalam mengambil keputusan karena Anda percaya kepada Tuhan?

- Luka tersembunyi apa yang membuat Anda takut terhadap ketidaksetujuan orang lain? Jika Anda tidak yakin, mintalah Allah menolong Anda untuk memahaminya—dan mulai memulihkannya hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 1-2; Lukas 14:1-24
___________
Ketika Anda mengenali luka tersembunyi dalam hidup Anda, Allah dapat mulai menyembuhkannya. Dan Anda dapat hidup dalam kebebasan dengan mengetahui bahwa pendapat Allah adalah yang paling penting.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Whose Opinion Matters Most? - Daily Hope with Rick Warren - April 18, 2026

“It is dangerous to be concerned with what others think of you, but if you trust the LORD, you are safe.” Proverbs 29:25 (GNT)
-----------------
Every time you make a decision based on what other people might think, you unknowingly sow seeds of failure in your own life.

You may not realize it, but fearing the disapproval of others causes more problems in your life than almost anything else. When you worry about what other people think, you tend to do the most popular thing, even if you know it’s wrong. You make commitments that you can’t possibly keep, simply because you’re trying to make everybody happy. This is a recipe for failure.

And it’s one of the reasons Peter failed Jesus by denying him three times. He was more concerned with what other people thought than with being faithful to Jesus.

The Bible says, “But Peter followed along at a distance and came to the courtyard of the high priest’s palace. He went in and sat down with the guards to see what was going to happen . . . While Peter was sitting out in the courtyard, a servant girl came up to him and said, ‘You were with Jesus from Galilee.’ But in front of everyone Peter said, ‘That isn’t so! I don’t know what you are talking about!’” (Matthew 26:58, 69-70 CEV).

Peter had just spent three years with Jesus, the Son of God. Yet when he had a chance to acknowledge this privilege, he denied Jesus. Peter was more concerned about what other people thought than he was about identifying with Christ.

Think about how many times you’ve had the opportunity to share Christ and said nothing because you were worried about what other people would think.

Whose opinion matters more to you than God's? When you allow another person to be more important than God, they become your god. That’s called an idol—and it’s a setup for failure.

The fear of disapproval always comes from a hidden wound. Maybe it was a rejection in the past. It might be an unmet need or a trauma you experienced growing up. It’s a deep pain, so it’s hidden deep in you. I call it soul pain.

That soul pain is always related to your identity. If you don’t know who you are, you will be manipulated by the disapproval of other people the rest of your life. You won’t stand up for what you believe or do what’s right.

The Bible says in Proverbs 29:25, “It is dangerous to be concerned with what others think of you, but if you trust the LORD, you are safe” (GNT).

When you recognize the hidden wounds in your life, God can begin to heal them. And you can live in the freedom of knowing that God’s opinion matters most.


Kreativitas Keke

 
Lampiran foto: IMG-20260417-WA0021.jpg

He..he..he..Keke sering liat opa kerjain pohon jadi nular kreativitasnya. Karya projeknya Keke ini indah sekali.

Hari ini Tgl.17 April 2026 Opa: 1. masuk ruang operasi jam.11.30 2. ekskusi operasi jam.13 3. selesai operasi jam.14. 4. Keluar dr ruang operasi ke kamar rawat inap jam.16.30 5. Belum boleh makan dan minum krn usus belum aktip 6. jam.19.30 dokter periksa usus sdh mulai aktip mk makan dan minum sdh boleh tp sambil tiduran krn duduk bekas operasi sakit. Terimakasih Keke doanya. Tuhan Yesus memberkati kamu juga dgn kesehatan, cepat besar, piter, nurut sama mami dan disayang Tuhan.

Uploaded Image

Kamis, 16 April 2026

Renungan Pagi Kristen - Doa Pagi - Suara Injil - Pohon Kehidupan - Saat ...

https://youtube.com/watch?v=R7m2SvtVOMY&si=K4B9CYZ9rxHihGna

Jangan Biarkan Kekuatan Anda Menyebabkan Anda Gagal

17 April 2026

Bacaan Hari ini:
1 Korintus 10:12 "Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!"
-----------------
Kegagalan adalah bagian dari kehidupan. Siapa pun Anda dan apa pun latar belakang Anda, pada suatu saat Anda akan mengalami kegagalan. Hal ini merupakan bagian dari hidup sebagai manusia yang tidak sempurna di dunia yang tidak sempurna.

Sebelum Yesus pergi ke kayu salib, pada malam ketika Ia ditangkap, sahabat-Nya, Petrus, gagal dalam cara yang sangat berarti. Petrus menyangkal Yesus—bukan hanya sekali, tetapi tiga kali.

Dalam Perjamuan Terakhir, Yesus memberitahu murid-murid-Nya bahwa Ia akan ditangkap, mati, dan tiga hari kemudian bangkit kembali. Ia berkata kepada para murid, "Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku" (Matius 26:31). Namun Petrus terus bersikeras bahwa ia tidak akan pernah menyangkal Yesus. Bahkan, Petrus berkata, "Aku sekali - kali tidak!"

Petrus melebih-lebihkan kekuatannya—dan hal itu pada akhirnya membawa pada kegagalannya.

Melebih-lebihkan kekuatan diri sendiri masih menjadi penyebab umum kegagalan hingga saat ini, yaitu ketika Anda berpikir bahwa Anda lebih kuat daripada kenyataannya—ketika Anda percaya bahwa Anda dapat mengatasi pencobaan.

Ketika orang melebih-lebihkan kekuatan mereka, akibatnya bisa sangat serius: bisnis gagal, pertempuran kalah, dan pasangan suami istri tergoda untuk berselingkuh.

Anda mungkin berpikir, "Itu tidak mungkin terjadi pada saya." Namun 1 Korintus 10:12 berkata, "Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!"

Tidak seorang pun kebal. Dalam situasi tertentu, Anda mampu melakukan dosa apa pun, demikian juga saya.

Ketika Anda tidak memperhatikan kekuatan Anda, kekuatan tersebut dapat berubah menjadi kelemahan. Dengan kata lain, kekuatan yang tidak dijaga akan menjadi kelemahan ganda karena disertai dengan rasa kesombongan.

Kegagalan terbesar Petrus, yaitu menyangkal Kristus, terjadi tepat setelah Perjamuan Terakhir, sebuah pengalaman yang sangat dekat dan penuh makna. Area di mana Anda pernah mengalami kemenangan besar justru bisa menjadi tempat Anda tersandung berikutnya.

Renungkan :

- Kapan Anda pernah melebih-lebihkan salah satu kekuatan Anda hingga berujung pada kegagalan?

- Kekuatan apa yang Anda sadari perlu lebih Anda perhatikan agar tidak berubah menjadi kelemahan?

- Bagaimana firman Allah menolong Anda untuk menjaga perspektif yang benar terhadap kekuatan Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 30-31; Lukas 13:23-25
____________
Tahanlah godaan untuk melebih-lebihkan kekuatan Anda. Sebaliknya, ingatlah bahwa Anda adalah manusia berdosa yang membutuhkan kasih karunia dan belas kasihan Allah. Jagalah perspektif yang benar terhadap kekuatan Anda agar tidak menjadi titik kegagalan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Don’t Let Your Strengths Cause You to Fail - Daily Hope with Rick Warren - April 17, 2026

“If you think you are standing strong, be careful not to fall.” 1 Corinthians 10:12 (NLT)
--------------------
Failure is part of life. No matter who you are or what your story is, you’re going to experience failure at some point. It’s part of living as an imperfect person in an imperfect world.

Before Jesus went to the cross, on the night that he was arrested, his friend Peter failed him in a significant way. Peter denied Jesus—not just once but three times.

During the Last Supper, Jesus told his disciples he was going to be arrested, die, and three days later come back to life. He said to the disciples, “Tonight all of you will desert me” (Matthew 26:31 NLT). Yet Peter kept insisting he would never deny Jesus. In fact, Peter said three times, “I will never”!

Peter overestimated his strength—and it eventually led to his failure.

Overestimating your strength is still a common cause of failure today when you think you’re stronger than you really are—when you believe you can handle temptation.

When people overestimate their strengths, there are dire consequences: Businesses fail, battles are lost, and spouses are tempted into affairs.

You might think, “That could never happen to me.” But 1 Corinthians 10:12 says, “If you think you are standing strong, be careful not to fall” (NLT).

No one is exempt. Given the right situation, you are capable of any sin, and so am I.

When you don’t pay attention to your strengths, they become weaknesses. In other words, an unguarded strength becomes a double weakness because you have a sense of pride about it.

Peter’s biggest failure, denying Christ, happened right after the Last Supper, a very intimate and powerful experience. The very area where you’ve had a major victory may be exactly where you stumble next.

Resist the temptation to overestimate your strengths. Instead, remember you are a sinful human who needs God’s grace and mercy. Keep your strengths in perspective so they don’t become your point of failure.


Rabu, 15 April 2026

BLAK-BLAKAN‼️ INFO A1 PAUL ZHANG BEBERKAN AMBISI JK⁉️SESUAI PREDIKSI IYY...

https://youtube.com/watch?v=5kRvj60vd4o&si=fA7jF1nV45sFaLhX

Jusuf Kalla Menghilang⁉️Keselamatan terancam, rumah dijaga ketat, jadi i...

https://youtube.com/watch?v=zfSHTmbnGIw&si=z1PMKywAh1FMRYJY

Dugaan Pasal Penistaan Agama kepada JK Dibayangi Kasus Ahok | Ruang Kons...

https://youtube.com/watch?v=6ShBajZz9MM&si=VDthCMOLdSpQyYP_

Tuhan Tidak Akan Menyia-nyiakan Penderitaan Anda

16 April 2026

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 4:15 "Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah." -------------
Ketika Anda menggunakan penderitaan Anda untuk membantu orang lain, Allah akan memberkati Anda dengan cara yang tidak dapat Anda bayangkan.

Rasul Paulus mengalami penderitaan yang sangat besar dalam hidupnya, itulah sebabnya Allah dapat memakainya dengan cara yang luar biasa. Ia mengalami karam kapal, dipukuli, dan dirampok. Ia hidup tanpa makanan, air, dan tidur yang cukup. Namun Allah memakainya untuk menyebarkan Injil ke seluruh Kekaisaran Romawi. Bahkan, jika Anda bertanya kepada Paulus, "Bagaimana Anda dapat bertahan dalam begitu banyak penderitaan?" Ia akan mengatakan bahwa hal itu karena ia ingin membawa orang kepada Yesus Kristus. Ia ingin menolong orang lain.

Paulus berkata dalam Alkitab, "Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah." (2 Korintus 4:15).

Mungkin Anda tidak akan mengalami penderitaan dengan cara yang sama seperti Paulus, tetapi Anda tetap akan mengalami penderitaan dalam hidup. Karena itu, sebaiknya Anda menggunakan penderitaan Anda untuk kebaikan dan tidak menyia-nyiakannya.

Sebenarnya ada tiga jenis penderitaan yang Allah gunakan untuk menolong orang lain: penderitaan yang disebabkan oleh diri sendiri, penderitaan yang tidak bersalah, dan penderitaan penebusan.

Beberapa penderitaan adalah jenis yang Anda sebabkan sendiri. Anda menciptakan sebagian masalah Anda dengan membuat keputusan yang kurang tepat. Anda tidak selalu makan dengan benar, membuat keputusan yang benar, atau merespons orang lain dengan cara yang benar.

Penderitaan yang tidak bersalah terjadi ketika, tanpa kesalahan Anda, Anda disakiti oleh orang lain. Entah Anda ditinggalkan, ditolak, atau ditipu, setiap orang pernah terluka oleh dosa orang lain.

Namun bentuk penderitaan yang tertinggi adalah penderitaan penebusan. Ini terjadi ketika Anda mengalami rasa sakit atau masalah demi kebaikan orang lain.

Inilah yang dilakukan oleh Yesus. Ketika Yesus mati di kayu salib, Ia tidak layak untuk mati. Ia mengalami penderitaan itu demi kebaikan Anda, supaya Anda dapat diselamatkan dan masuk ke surga. Dengan cara yang sama, Allah akan menggunakan penderitaan Anda untuk membawa harapan dan pemulihan bagi orang lain.

Siapakah yang lebih mampu menolong seseorang yang mengalami kebangkrutan selain orang yang pernah mengalaminya? Siapakah yang lebih mampu menolong seseorang yang bergumul dengan kecanduan selain orang yang pernah mengalaminya? Siapakah yang lebih mampu menolong orang tua dari anak berkebutuhan khusus selain orang tua yang telah membesarkan anak berkebutuhan khusus? Siapakah yang lebih mampu menolong seseorang yang kehilangan anak selain orang yang pernah kehilangan anak?

Pujilah Allah dan bersukacitalah dalam masa-masa pencobaan, karena penderitaan akan membangun ketekunan Anda dan menolong orang lain dalam penderitaan mereka. Allah dapat memakai ketiga jenis penderitaan tersebut untuk kebaikan. Mulailah dengan menyerahkan setiap penderitaan Anda kepada-Nya dan katakan, "Tuhan, saya ingin Engkau memakai penderitaan saya untuk kebaikan orang lain"

Renungkan:

Bagaimana Allah telah menggunakan penderitaan masa lalu Anda untuk menolong orang lain? Apakah itu penderitaan yang disebabkan oleh diri sendiri, penderitaan yang tidak bersalah, atau penderitaan penebusan?

Bagian penderitaan apa yang belum Anda serahkan kepada Allah? Apakah Anda siap mengatakan, "Tuhan, saya ingin Engkau memakai penderitaan ini untuk kebaikan orang lain"?

Siapakah dalam hidup Anda yang menjadi contoh baik dalam menggunakan penderitaan untuk menolong orang lain?

Bacaan Alkitab Setahun : 1 Samuel 27-29; Lukas 13:1-22 _____________
Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan penderitaan. Allah akan bekerja dalam hidup Anda supaya Ia dapat bekerja melalui Anda untuk menguatkan orang lain.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) ==========
God Won’t Waste Your Hurt - Daily Hope with Rick Warren - April 16, 2026

“These sufferings of ours are for your benefit. And the more of you who are won to Christ, the more there are to thank him for his great kindness, and the more the Lord is glorified.” 2 Corinthians 4:15 (TLB) -------------------- When you use your pain to help others, God will bless you in ways you can’t possibly imagine.

The apostle Paul went through enormous pain in his life, which is why God was able to use him in enormous ways. He was shipwrecked, beaten, and robbed. He went without food, water, and sleep. Yet God used him to spread the Gospel throughout the Roman Empire. In fact, if you were to ask Paul, “How’d you put up with so much pain?” He’d tell you it was because he wanted to bring people to Jesus Christ. He wanted to help others.

Paul said in the Living Bible paraphrase, “These sufferings of ours are for your benefit. And the more of you who are won to Christ, the more there are to thank him for his great kindness, and the more the Lord is glorified” (2 Corinthians 4:15).

You may never suffer the same ways Paul did, but you will go through pain in life. So you might as well use your pain for good and not waste it.

There are actually three kinds of suffering God uses to help others: self-imposed suffering, innocent suffering, and redemptive suffering.

Some suffering is the kind you bring upon yourself. You cause some of your own problems by making poor judgements. You don’t always eat the right foods, make the right decisions, or respond the right way to others.

Innocent suffering is when, through no fault of your own, you get hurt by someone else. Whether you were abandoned, rejected, or scammed, everyone has been hurt by the sins of other people.

But the highest form of suffering is redemptive suffering. This is when you go through pain or problems for the benefit of others.

This is what Jesus did. When Jesus died on the cross, he didn’t deserve to die. He went through that pain for your benefit so that you could be saved and go to heaven. In the same way, God will use your pain to bring hope and healing to others.

Who can better help somebody going through bankruptcy than somebody who went through bankruptcy? Who can better help somebody struggling with an addiction than somebody who’s struggled with an addiction? Who can better help parents of a special needs child than parents who raised a special needs child? Who can better help somebody who’s lost a child than somebody who lost a child?

God will never waste a hurt. God will work in your life so that he can work through you to encourage others.

Praise God and rejoice during trials, because suffering will build your endurance and help others in their pain. God can use all three kinds of suffering for good. Start by giving each of your hurts to him and say, “God, I want you to use my pain to benefit others.”

Dugaan Pasal Penistaan Agama kepada JK Dibayangi Kasus Ahok | Ruang Kons...

https://youtube.com/watch?v=6ShBajZz9MM&si=vS33-Ct74-qslhki

KUALATT‼️ KARMA "MENZALIMI" AHOK❓JK “TERSAMBAR BALIK”🔥AIB KEMBALI TERUNGKAP

https://youtube.com/watch?v=AR4LI5w4mWk&si=7daGgRA0cxWAmF5i

Cuma Satu Langkah Gila, AS Rampas Semua Milik Iran

https://youtube.com/watch?v=Ukl_OEesbeI&si=OcEq-RNJ9YZ1QgqH