Sabtu, 31 Juli 2021

Mendoakan Orang Lain Mendatangkan Pemulihan


01 Agustus 2021

Bacaan Hari ini:
Ayub 42:10 
👉 "Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, 
==> setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan 
👉 TUHAN memberikan kepada Ayub 
==> dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu."
------------
🔖 Salah satu cerita tentang 
==> doa dan pemulihan yang paling luar biasa bisa ditemukan dalam kitab Ayub. 
👉 Tidak ada seorang pun yang pantas menerima kesembuhan selain ==> Ayub. 
⭐ Dia adalah seorang pria yang begitu 
🌹 mengasihi dan 
🌹 melayani TUHAN
👉 tetapi kehilangan hampir segalanya
📍 kekayaan
📍 kesehatan
📍 serta anak-anaknya
👉 dalam rentang waktu ==> sehari.

🔖 Segera setelah Ayub kehilangan segalanya, 
👉 dia mengalami penderitaan yang luar biasa, 

👉 ia
📍 berduka atas kemalangannya dan 

📍 menderita secara fisik oleh karena ==> *penyakitnya
👉 Kemudian tiga teman Ayub muncul. 
💡 Alkitab berkata, "Lalu mereka duduk bersama-sama dia di tanah selama tujuh hari tujuh malam
==> Seorangpun tidak mengucapkan sepatah kata kepadanya
==> karena mereka melihat, bahwa sangat berat penderitaannya" 
📖 (Ayub 2:13).

✍️ Itu satu contoh yang baik untuk diingat. 
👉 Ketika teman Anda tengah menderita, ==> datanglah. 
✍️ Semakin dalam rasa sakit mereka
==> semakin sedikit kata-kata yang harus Anda ucapkan
👉 Ini disebut ==> pelayanan kehadiran. 
✍️ Anda tidak perlu mengatakan apa-apa
==> Anda hanya perlu berada di sana untuk mereka.

🔖 Namun, pada akhirnyateman-teman Ayub melakukan lebih dari sekadar duduk menemani
==> mereka mulai memberi nasihat
🔖 Sayangnya, sebagian besar nasihat mereka tidak terlalu membantu
👉 dan itu "membuat TUHAN marah. Maka, 
👉 TUHAN menyuruh Elifas, salah satu dari tiga teman Ayub itu
==> untuk memberikan persembahan korban bakaran
👉 Kemudian Dia berfirman, 
💌 "Dan baiklah hamba-Ku Ayub 
==> meminta doa untuk kamu
📌 karena hanya permintaannyalah yang akan ==> Kuterima, 
📌 supaya Aku tidak melakukan aniaya terhadap kamu,*
📌 sebab *kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku 
==> Ayub" 
📖 (lihat Ayub 42:8).

🔖 Perhatikan bagaimana TUHAN berkata
💌 "Hamba-Ku Ayub 
==> meminta doa untuk kamu." 
👉 Tunggu
🔎 sebenarnya siapa yang sedang mengalami krisis di sini? 
🔎 Siapa yang sudah kehilangan segalanya? 
🔎 Bukankah seharusnya 
==> Ayub yang dipulihkan? 
⭐ Tapi sesungguhnya ==> TUHAN tahu bahwa 
✍️ kesembuhan tidak akan datang kepada Ayub ==> sampai ia berdoa untuk ketiga temannya itu.

💡 Ayub 42:10 mengatakan, 
👉 "Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, 
==> setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan 
👉 TUHAN memberikan kepada Ayub 
==> dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu."

✍️ Pada akhirnya, TUHAN sepenuhnya memulihkan segala yang telah terhilang dari Ayub bahkan ==> lebih dari itu!

👉 Anda mungkin tengah menderita oleh karena kehilangan besar dalam hidup Anda
👉 Mungkin saat ini Anda sedang mengalami musim kehilangan. 
✍️ Jangan hanya berdoa untuk diri Anda sendiri; 
👉 berdoalah untuk pemulihan orang-orang yang sedang 
📍 sakit atau 
📍 terluka 
👉 di 
==> lingkungan Anda, 
==> komunitas Anda, 
==> gereja Anda, dan 
==> dunia
✍️ kemudian lihatlah bagaimana Tuhan mendatangkan pemulihan ke setiap area kehidupan Anda.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana caranya agar mampu mendoakan orang lain ketika Anda sendiri juga tengah mengalami rasa sakit?

- Apakah Anda kesulitan menahan diri untuk tidak memberi nasihat kepada teman yang sedang terluka? Apa yang bisa Anda lakukan secara berbeda untuk membantu teman yang terluka di lain kesempatan?

- Siapa orang-orang dalam hidup Anda yang selama ini mendoakan Anda, meskipun mereka mengalami pergumulan yang lebih hebat dari Anda? Bagaimana perasaan Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 54-56; Roma 3
____________
Doakanlah orang lain sebagaimana Yesus telah mendoakan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Praying for Others Leads to Recovery
By Rick Warren

"After Job had prayed for his friends, the Lord restored his fortunes and gave him twice as much as he had before." Job 42:10 (NIV)
------------
One of the most powerful stories of prayer and recovery is found in the book of Job. Nobody had to recover more than Job. He was a man who loved and served God but lost almost everything—his wealth, health, and children—in the span of one day.

Soon after Job had lost it all, he was on the ground in agony, grieving his losses and suffering physically from illness. Then three of Job's friends showed up. The Bible says, "They sat on the ground with him for seven days and seven nights. No one said a word to him, because they saw how great his suffering was" (Job 2:13 NIV).

That's a good example to remember. When your friends are in pain, just show up. The deeper the pain, the fewer words you use. It's called the ministry of presence. You don't have to say anything; you just need to be there.

But, eventually, Job's friends did more than sit with him—they started to give advice. A lot of it wasn't very helpful, and it made God upset. So God told Eliphaz, one of Job's three friends, to go make some sacrifices. Then God said, "My servant Job will pray for you, and I will accept his prayer on your behalf. I will not treat you as you deserve" (Job 42:8 NLT).

Notice God said, "Job will pray for you." Wait—who's in the crisis here? Who's lost everything? Yet God knew recovery wouldn't come to Job until he prayed for the recovery of others. 

Job 42:10 says, "After Job had prayed for his friends, the Lord restored his fortunes and gave him twice as much as he had before" (NIV). God completely recovered everything Job had lost—and beyond!

You may have suffered some big losses in life. Maybe you're in a season of loss right now. Don't just pray for yourself; pray for the recovery of hurting people in your neighborhood, community, church, and world—and watch how God brings recovery to every area of your life.



Jaringan Relawan Plasma





Jumat, 30 Juli 2021

Watch "Tutorial , Membuat Pot SABUT KELAPA anggrek !!" on YouTube

https://youtu.be/QQ--BJYAIME

Para Donator Peduli Covid-19

1. Bill and Mellinda Gates Foundation menyumbang USD10 setara Rp 137.253.000.000 untuk urusan covid.

2. Jack Ma pendiri Alibaba menjanjikan akan mengembangkan vaksin coronavirus melalui Jack Ma Foundation dengan nilai USD 14juta setara  Rp 192.154.200.000

3. Miliarder lain di Tiongkok seperti Robin (pendiri Baidu), Ma Huateng (pendiri Tencent) dan Zhang Yiming (pendiri Tik Tok), bersama-sama menjanjikan sumbangan sebesar USD 115 juta setara Rp 1.578.409.500.000 (sekitar Rp 1,5T lebih).

4. Perusahaan multinasional lain di Amerika Serikat dan Eropa seperti Microsoft, Dell, L'Oreal, dan Cargill juga saweran mengumpulkan uang sumbangan yang jumlahnya sekitar USD 1,4 juta setara dengan Rp 19.215.420.000.

5. Sekelompok anak-cucu alm Engkong Akidi Tio suku Tionghoa asal Langsa menyumbang Rp 2T hanya untuk Pemprov Sumsel saja untuk memerangi Covid19 di Sumsel. Selama pandemi C19, entah sudah berapa puluh ribu keluarga terdampak Covid19 di Sumatra mulai dari Aceh sampai Sumbagsel di P.Sumatra yg sudah mereka sumbang sembako, uang tunai, dan makanan tambahan, tanpa publikasi apa pun! Padahal mereka masuk daftar 100 Orang Terkaya Indonesia saja tidak pernah!

6. Agnes Mo bikin klinik vaksinasi gratis lengkap termasuk IGD dan shelter darurat bagi isomaners

7. Samator Gas menyumbang 500 ribu ton oksigen

8. Sinar Mas Grup menyumbang 1.200 ton oksigen

9. Sekelompok pengusaha Tionghoa Jakarta bikin kompleks bertenda sangat luas dinamai Stasion Gas Oksigen, seribu orang sekaligus bisa dialiri oksigen

10. Sebuah komunitas Tionghoa di Jakarta membangun krematorium dgn pelayanan kremasi gratis kapasitas 20 jenasah per hari...

Di mana kiprah Kalla Group, Chaerul Tanjung Group (CT Corporations), Bakrie Group, clan Habibie, clan Cendana, para ustadz kaya raya spt Yusuf Mansyur, A'a Gym, teman² Mohammad Rizieq Shihab yang kaya raya, teman² Amien Rais yang kaya raya sampai² mampu menyewakan pesawat Boeing 737-300 selama kampanye pilpres, dan semua orang yang selama ini teriak² nyinyir Aseng, Aseng kepada kaum Tionghoa? Di mana mereka semua dan apa sumbangsih mereka untuk memerangi Covid-19!???

Pulihkan Penglihatan Anda dengan Doa


31 Juli 2021

Bacaan Hari ini:
Matius 20:33-34 "Jawab mereka: 
😭 "Tuhansupaya mata kami dapat melihat." 
✍️ Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan
==> lalu Ia menjamah mata mereka dan 
==> seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia" 
----------------
🔭 Bagaimana perspektif Anda hari ini? 
👉 Mungkin ada sebagian dari kita yang hidup dengan rasa syukur*dan sukacita. 
🔖 Jika Anda salah satunya
✍️ Anda ==> hebat! 
🔖 Tetapi jika Anda terjebak dalam 
📍 pola pikir negatif dan 
📍 kehilangan arah
✍️ Tuhan ingin Anda memulihkan visi Anda.

👉 Namun*, itu hanya akan terjadi dengan ==> doa.

🔖 Mungkin Anda sedang terjebak dalam 
📌 kebiasaan buruk
📌 sakit hati, atau 
📌 permasalahan pribadi 
👉 sehingga Anda tak bisa melihat jalan keluarnya
🔖 Mungkin Anda sedang menjalani 
📌 hubungan yang tidak sehat, 
📌 perilaku yang menyimpang, atau 
📌 cara hidup yang salah. 
👉 Apa pun itu, 
✍️ dengan ==> doa, Anda dapat 
📍 memulihkan penglihatan Anda dan 
📍 melihat hal-hal yang belum pernah Anda lihat sebelumnya.

🔖 Ada satu kisah dalam Alkitab tentang dua orang buta yang penglihatannya dipulihkan TUHAN oleh karena ==> doa mereka. 
💡 Alkitab mengatakan"Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa 
==> Yesus lewat, 
✍️ lalu mereka berseru: "Tuhan
==> Anak Daud, 
==> kasihanilah kami!" 
(Matius 20:30). 
✍️ Mereka berdoa 
📍 dengan iman dan 
📍 dengan penuh semangat
👉 sama seperti Raja Hizkia yang berdoa kepada TUHAN 
==> meminta kesembuhan.

🔖 Tetapi orang-orang yang ada di sekitar mereka menyuruh dua orang buta ini untuk ==> diam. 
👉 Sebaliknya, 
✍️ mereka justru berdoa lebih lantang lagi sehingga Yesus 
==> berhenti dan 
==> bertanya kepada mereka, 
💬 "Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" (Matius 20:32). 
🌹 Saya suka ini. 
✍️ Yesus membiarkan mereka berencana
==> Dan begitu pula dengan Anda, 
📍 Dia akan membiarkan Anda melakukan hal yang sama. 
📍 Dia ingin Anda memberi tahu Dia apa yang Anda butuhkan. 
👉 Ketahuilah, 
✍️ setiap kali Anda memberi tahu Yesus sesuatu, 
👉 artinya Anda sedang berdoa.

🔖 Kemudian jawab mereka, "Tuhan, supaya mata kami dapat ==> melihat." 
✍️ Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan,  lalu 
📍 Ia menjamah mata mereka dan 
📍 seketika itu juga mereka melihat lalu 
📍 mengikuti Dia" 
📖 (Matius 20:33-34).

⭐ Bukankah itu terdengar seperti sebuah pola yang baik? 
✍️ Anda ==> berdoa
🌹 disembuhkan, dan 
🌹 ikut Yesus. 
👉 Anda mulai melihat kehidupan dari sudut pandang Allah, dan 
👉 Anda mulai melihat hal-hal yang belum pernah Anda lihat sebelumnya. 
==> Anda melihat 
~ pasangan, 
~ teman, 
~ keluarga, 
~ rekan kerja, dan bahkan 
~ orang asing 
👉 sebagai individu 
✍️ yang berharga
✍️ yang dapat diterima dan 
✍️ yang dapat diampuni. 
⭐ Anda juga melihat hal-hal itu dari diri Anda
==> Seluruh perspektif Anda berubah.

💡 Alkitab berkata dalam Markus 6:34, "Ketika Yesus mendarat, 
==> Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka 
==> tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena 
==> mereka seperti domba* yang tidak mempunyai gembala. Lalu 
==> mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka." 
✍️ Begitulah cara Yesus melihat manusia—dengan belas kasih. 
💌 Dan Dia juga ingin menyembuhkan belas kasih Anda buat 
🌹 diri Anda sendiri, 
🌹 orang-orang yang Anda kasihi, 
🌹 komunitas Anda, 
🌹 negara Anda, dan 
🌹 seluruh dunia.

✍️ Mintalah Tuhan untuk memulihkan visi Anda agar Anda dapat 
📍 mengikuti ==> Dia dan 
📍 melihat orang-orang sebagaimana ==> Yesus melihat kita.

Renungkan hal ini:
- Apakah ada satu pola pikir negatif yang harus Anda sembuhkan?

- Apa yang menahan Anda untuk berseru kepada Yesus, mengatakan apa yang Anda butuhkan?

- Perubahan apa dalam cara Anda melihat orang lain dan diri Anda sendiri yang menurut Anda ingin Tuhan buat di dalam diri Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 51-53; Roma 2
____________
👉 Sadarilah bahwa selama ini cara pandang Anda salah
✍️ Hanya dengan demikian Anda dapat berdoa ==> agar Tuhan mencelikkan mata Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Recover Your Vision with Prayer
By Rick Warren

"They said to him, 'Lord, let our eyes be opened.' And Jesus . . . touched their eyes, and immediately they recovered their sight and followed him." Mathew 20:33-34 (ESV)
---------------
How is your perspective these days? You may be living with a sense of contentment and gratitude. If that's you—great! But if you're stuck in a negative pattern of thinking and have lost your sense of direction, God wants you to recover your vision.

But it will only happen with prayer.

Maybe you're locked into a habit, hurt, or hang-up, and you can't see your way out of it. Maybe it's an unhealthy relationship, a bad attitude, or a way of living. No matter what it is, with prayer, you can recover your vision and see things you've never seen before.

There's a story in the Bible about two blind men who recovered their sight when they prayed. The Bible says, "And when they heard that Jesus was passing by, they cried out, 'Lord, have mercy on us!'" (Matthew 20:30 ESV). This was a passionate prayer, like King Hezekiah's prayer from yesterday's devotional.

But the crowd told the blind men to be silent. So they prayed even louder, and Jesus stopped and asked, "What do you want me to do for you?" (Matthew 20:32 ESV). I love that. Jesus let them set the agenda. And he'll let you do the same. He wants you to tell him what you need. And any time you tell Jesus something, you're praying.

Then they answered, "'Lord, let our eyes be opened.' And Jesus . . . touched their eyes, and immediately they recovered their sight and followed him" (Mathew 20:33-34 ESV).

Doesn't that sound like a good pattern? You pray, recover, and follow Jesus. You start looking at life from God's viewpoint, and you see things you've never seen before. You see your spouse, friends, family, coworkers, and even strangers as valuable, acceptable, and forgivable. You also see those things about yourself. Your entire perspective changes.

The Bible says in Mark 6:34, "When Jesus . . . saw a large crowd, he had compassion on them, because they were like sheep without a shepherd" (NIV). That's the way Jesus sees people—with compassion. And he wants to recover your compassion for yourself, your loved ones, your community, your country, and the rest of the world.

Ask God to restore your vision so you can follow him and see people the way Jesus does.


Kamis, 29 Juli 2021

Doa Memulihkan Kesehatan Emosional


30 Juli 2021

Bacaan Hari ini:
1 Raja-raja 13:6 "Lalu berbicaralah raja dan berkata kepada abdi Allah itu: 
👉 "Mohonkanlah belas kasihan TUHAN, Allahmu, dan 
📍 berdoalah untukku, 
📍 supaya tanganku dapat kembali." 
👉 Dan abdi Allah itu memohonkan belas kasihan TUHAN, maka tangan raja itu 
📍 dapat kembali dan 
📍menjadi seperti semula."
-----------------
🔭 Pernahkah Anda dilumpuhkan oleh 
📌 perasaan atau 
📌 emosi Anda, 
👉 seperti 
📍 kesedihan, 
📍 ketakutan, 
📍 rasa bersalah, atau 
📍 rasa malu? 
✍️ Saya pernah. 
👉 Saat itu Anda mungkin berpikir tidak bisa berbuat apa-apa dengan perasaan Anda itu
✍️ itu tidak benar. 
👉 Ketika Anda dilumpuhkan oleh perasaan itu, 
✍️ doa dapat menyembuhkan Anda.

🔖 Ada seorang pria dalam Perjanjian Lama bernama ==> Raja Yerobeam yang mengalami pergolakan emosional di satu situasi
🔖 TUHAN mengutus satu abdi Allah 
📍 untuk menemui sang raja 
📍untuk mengabarkan apa yang akan terjadi pada dirinya, 
👉 tetapi sebaliknya
==> sang raja tidak suka dengan apa yang dia dengar
==> Dia menjadi begitu 
📍 marah dan 
📍 murka
👉 penyebabnya ialah karena dia tidak ingin mendengar 
📍 kebenaran tentang dirinya dan 
📍 apa yang hendak terjadi pada dirinya.

🔎 Apakah Anda punya pengalaman yang sama? 
👉 Mungkin 
📍 Anda tidak suka diberi tahu satu kabar buruk. Atau 
📍 Anda tidak suka diberi tahu bahwa Anda adalah biang masalah 
==> sehingga Anda merespons dengan emosional. 
✍️ Itulah yang terjadi pada ==> Raja Yerobeam.

🔖 Kemudian dalam 1 Raja-raja 13:4 dikatakan, "Demi raja Yerobeam mendengar perkataan abdi Allah yang diserukannya terhadap mezbah di Betel itu, ia mengulurkan tangannya dari atas mezbah dan berkata: ==> "Tangkaplah dia!" 
👉 Tetapi tangan yang diulurkannya terhadap orang itu menjadi kejang, sehingga 
==> tidak dapat ditariknya kembali." 
🔖 Terusik dengan kebenaran Firman itu*, 
==> dirinya dipenuhi oleh amarah, dan 
==> tangannya pun menjadi lumpuh.

👉 Apa yang terjadi selanjutnya 
==> begitu mencengangkan
✍️ Raja Yerobeam berseru kepada ==> utusan Allah itu
👉 "Mohonkanlah belas kasihan TUHAN, Allahmu, dan 
📍 berdoalah untukku, 
📍 supaya tanganku dapat kembali." 
👉 Dan abdi Allah itu memohonkan belas kasihan TUHAN, maka tangan raja itu 
📍 dapat kembali dan 
📍menjadi seperti semula." 
📖 (1 Raja-raja 13:6). 
✍️ Raja Yerobeam tahu bahwa tangannya tidak akan sembuh jika ==> tanpa doa.

🔎 Apa yang melumpuhkan Anda hari ini? 
👉 Mungkin itu adalah emosi Anda
✍️ Kembalilah kepada Tuhan ==> di dalam doa dan 
✍️ mintalah bantuan orang lain untuk 
==> berdoa buat Anda
👉 Melalui doa, 
==> Raja Yerobeam mengalami kesembuhan atas tangannya yang seketika lumpuh
👉 Begitu pula dengan Anda, 
==> Tuhan juga akan membantu memulihkan perasaan Anda agar bisa digunakan dengan sehat.

✍️ Doa adalah bagian penting dari seluruh rencana Anda untuk memulihkan kesehatan emosional Anda.

Renungkan hal ini:
- Percakapan seperti apa yang membuat Anda bereaksi secara emosional?

- Apa saja contoh respons emosional yang sehat?

- Bagaimana Tuhan menggunakan segala bentuk perasaan Anda untuk menarik Anda lebih dekat kepada-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 49-50; Roma 1
____________
Tidak ada pemulihan yang kekal jika ==> tanpa doa.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Prayer Recovers Emotional Health
By Rick Warren

"The king cried out . . . 'Please ask the LORD your God to restore my hand again!' So the man of God prayed to the LORD, and the king's hand was restored and he could move it again". 1 Kings 13:6 (NLT)
-------------------
Have you ever been paralyzed by emotions, such as grief, fear, guilt, or shame? I have. You may think you can't do anything about your emotions—but that just isn't true. When you're paralyzed by your emotions, prayer helps you recover.

There's a man in the Old Testament named King Jeroboam who got emotionally involved in a situation. God sent another man to the king to tell him news about the future, and the king didn't like what he heard. In fact, King Jeroboam got so mad he flew into a rage—all because he didn't want to hear the truth about himself and what was to come.

Has that ever been true of you? Maybe you didn't like being told some bad news. Or you didn't like being told that you were causing problems, so you responded emotionally. That's what happened to King Jeroboam.

Then 1 Kings 13:4 says, "When King Jeroboam heard this, he pointed at him and ordered, 'Seize that man!' At once the king's arm became paralyzed so that he couldn't pull it back" (GNT). He had become emotionally bound up, and his hand became paralyzed.

What happened next was astonishing. The king cried out, "'Please ask the LORD your God to restore my hand again!' So the man of God prayed to the LORD, and the king's hand was restored and he could move it again" (1 Kings 13:6 NLT). King Jeroboam knew he wouldn't recover without prayer.

What has you paralyzed today? Maybe it's your emotions. Turn to God in prayer and ask other people to pray for you. In the same way King Jeroboam recovered the normal use of his hand through prayer, God can help you recover the healthy use of your emotions.

Prayer is an essential part of your overall plan to recover your emotional health. There is no lasting recovery without it!



Tragedi 27 Juli 1996



*KISAH PILU 27 JULI 1996* - Sby sebagai Kasdam saat itu. - Sutiyoso Pangdam.  - Syarwan Hamid Mendagri. Mereka semua masih Hidup dan harus di mintai keterangannya untuk mengetahui Dalangnya. Jalan Diponegoro di Jakarta Pusat masih sepi ketika sekitar Pukul 06.00 WIB Hari Sabtu 27 Juli 1996 Ratusan Orang turun dari Truk yang berhenti di dekat Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Mereka berkaus Oblong Merah bergegas turun dan mendekati Pagar Markas PDI. Awalnya para Satgas Pendukung Megawati yang menginap di Kantor tersebut menyangka Rombongan itu adalah Kawan seperjuangan. Karena begitu turun dari Truk mereka meneriakkan Yel-yel : "PDI … PDI… Mega … Mega". Yel-yel itu di balas Massa di dalam Gedung : "Hidup Megawati". Ternyata Rombongan yang datang berkaos Merah dengan Ikat Kepala bertuliskan "Pendukung Kongres IV Medan" itu ingin merebut secara paksa Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro. Para Datgas di dalam Gedung langsung siaga. Suasana menjadi tegang. Terjadi pelemparan Batu dari luar. Batu sekepalan Tangan dan patahan Paving Block berterbangan. Dari Batu-batu yang di lempar itu Satgas Pendukung Megawati membalas. Meskipun lemparan Batu dari luar sangat deras seperti Hujan. Orang-orang yang melempar tampaknya begitu terlatih sampai-sampai Tembok yang terkena lemparan hancur. Mobil Jeep Merah yang ada di Pekarangan Gedung ikut hancur terkena Batu.  Bukan hanya Batu, Bom-bom Molotov juga di lempar sehingga Tenda, Spanduk-spanduk dan bahkan Sepeda Motor terbakar. Korban yang ada di dalam Gedung tak terelakkan. Sejumlah Korban mengalami luka-luka di Wajah, Kepala, Kaki, Lengan dan Badan.  Jerit Tangis minta Tolong serta menyebut kebesaran Nama TUHAN terdengar. Genangan Darah berceceran di dalam Kantor terutama di Dapur. Karena para Korban di amankan di Dapur oleh Rekan-rekannya untuk di Rawat agar sadar dan pendarahannya berhenti. Tak kurang 45 Menit aksi lempar itu berlangsung sebelum Polisi Anti Huru-hara Turun Tangan. Kemudian para Penyerbu mundur. Suasana tegang terus berlangsung. Wakil Ketua DPD PDI Jakarta Azis Boeang muncul dan berbicara dengan Kapolres Jakarta Pusat Letkol (Pol) Abubakar Nataprawira. Azis menghendaki agar para Satgas Pendukung Megawati di biarkan di dalam Gedung. Tapi Abubakar menolak dan menghendaki agar Kantor itu di kosongkan. Kali ini Azis yang Menolak. "Pengosongan Kantor adalah Kewenangan Ibu Mega". Azis juga mengingatkan kalau Orang-orang itu Nekad menyerbu ia tidak bertanggungjawab atas apa yang terjadi. Dalam Kesaksiannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 11 Nopember 1996 Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menuturkan pada Tanggal 27 Juli 1996 sekitar 07.00 WIB, ia mendapat Telepon bahwa Kantornya di serbu. Di Telepon terdengar Suara Hirukpikuk pertanda ada Kerusuhan. Mendengar itu Megawati bermaksud ke Kantor. Namun si Penelepon mencegahnya. Setelah itu sambungan Telepon terputus. Tak lama kemudian Kapolres Jakarta Pusat Letkol (Pol) Abubakar Nataprawira menelepon Megawati dan menginginkan agar Kantor DPP PDI di nyatakan Status Quo alias di kosongkan. Belum sempat di jawab Telepon terputus. Megawati mengaku ingin menjawab : "Status Quo yang Saya inginkan adalah Orang di Luar tidak boleh masuk dan Orang di Dalam tetap di Dalam untuk mempertahankan Kantor DPP sampai ada Pembicaraan". Di Lokasi kejadian, Perundingan macet. Para Petugas Anti Huru-hara Bersenjata Tameng membuat Pagar Betis. Panser-panser di Parkir di sekitar Lokasi. Para Pendukung Megawati tetap berada di dalam Pagar. Selain Kapolres tampak pula Pangdam Jaya Mayjend TNI Soetiyoso dan Dandim Jakarta Pusat. Massa yang berada di Area Kantor Menyanyikan Lagu-lagu Perjuangan. Seusai Menyanyikan Lagu INDONESIA RAYA sekitar Pukul 08.40 WIB tiba-tiba Aparat membuka Pagar Betisnya dan memberi Jalan bagi para Penyerang berkaos Merah.  Pintu di Tutup Massa yang berada di Area Kantor. Tapi Petugas Anti Huru-hara dengan beringas mendobrak Pintu Utama dengan Lima kali hitungan. Setelah Aparat bisa masuk para Penyerbu berkaos Merah mengikuti. Massa Pendukung Megawati berlarian masuk sampai ke Ruang Makan. "Semua Tiarap! Jangan bergerak! Diam! Jangan coba melawan!", teriak Petugas. Tiba-tiba Massa yang berada dalam Lingkar Pagar Betis Petugas di kejutkan teriakan Seorang Penyerbu yang muncul dengan sebilah Parang. "Bunuh PKI-pki yang ada di Dapur!", teriaknya sembari menebas Parangnya ke Meja dan Kaca-kaca. Prang! Prang! Semua hancur! Para Pendukung Megawati yang bertahan di dalam Gedung di Aniaya, di Pukuli, bahkan ada yang terkena sabetan Parang Penyerbu. Komandan Jaga Satgas Pendukung Megawati, Muslimin, di Rantai dan di seret ke Kendaraan, sejak dari Ruang Makan hingga keluar Gedung ia di hujani Pukulan oleh para Penyerbu berkaos Merah. Selain menganiaya, merusak dan membongkar Panggung yang ada di Halaman Kantor, para Penyerbu juga menyiram Bensin kemudian menyulutnya. Akibatnya Spanduk dan berbagai Atribut terbakar. Sekitar 120-an Orang Pendukung Megawati di gelandang ke dalam Truk dan di angkut ke Markas Polda Metro Jaya. Sesuai hasil Negosiasi semuanya di bawa ke Kantor Polda dengan alasan untuk di amankan. Ternyata mereka di masukkan ke Sel Tahanan. Mereka di Interogasi tanpa di dampingi Pengacara. Setelah Penyerbuan, Sekjen PDI "Pro Kongres Medan" Buttu R. Hutapea muncul. Di depan Kantor ia di elu-elukan para Penyerbu. Kemudian Buttu menyerahkan Pengawasan Kantor itu kepada Polisi melalui Letkol (Pol) Abubakar Nataprawira. REAKSI MASYARAKAT. Setelah mendengar kabar Kantor DPP PDI di serang, tanpa di Komando Ribuan Orang berkumpul memenuhi Jalan Diponegoro dan sekitarnya. Sejumlah Aktivis LSM dan Mahasiswa menggelar Aksi Mimbar Bebas di bawah Jembatan Layang Kereta Api dekat Stasiun Cikini. Mimbar Bebas ini kemudian beralih ke Jalan Diponegoro. Aksi Mimbar Bebas kemudian dengan cepat berubah menjadi bentrokan terbuka antara Massa dengan Aparat Keamanan. Bentrokan antara Massa dan Aparat semakin meningkat, sehingga Aparat terpaksa menambah kekuatannya. Massa terdesak mundur kearah RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) dan Jalan Salemba. Massa Marah. Beberapa di antaranya boleh jadi ada yang memprovokasi, membakar 3 Bus Kota dan sejumlah Gedung di Jalan Salemba. Jakarta bergejolak. Peluru muntah dari Senapan Aparat. Sejumlah Orang Tewas dan terluka. Di dekat Pasar Burung Pramuka Seorang Lelaki Setengah Baya tertembak Dadanya dan Tewas. Setelah makin lama terdesak oleh Tindakan Represif Aparat Keamanan pada Sabtu Malam yang kemudian berlanjut sampai beberapa Malam berikutnya, Ribuan Orang dari berbagai kalangan baik Aktivis PDI, Mahasiswa, kalangan LSM dan sebagainya memadati kediaman Megawati di Jl. Kebagusan, Jakarta-Selatan. Suasana haru dan Emosional tampak menyelimuti Rumah Ketua Umum DPP PDI ini. Masing-masing Orang saling menceritakan pengalamannya seputar Peristiwa berdarah tersebut. Hari Minggu Siang Megawati sempat menemui para Pendukungnya di Halaman Rumahnya untuk mengkonfirmasikan bahwa ia tidak di Tangkap karena sebelumnya sempat beredar Kabar Angin bahwa ia di Tahan Aparat Keamanan. Akibat Peristiwa Berdarah 27 Juli 1996 itu banyak Korban berjatuhan. Menurut temuan Komnas HAM yang di Umumkan 12 Oktober 1996 sebanyak : - 23 Orang Hilang. - 5 Orang Tewas. - 149 Orang Luka-luka. - Kerugian Materi di taksir mencapai 100 Milyar Rupiah. Dalam Peristiwa tersebut Ratusan Warga dan Simpatisan PDI di Tangkap dan 124 Orang di antaranya kemudian di Adili. PRD (Partai Rakyat Demokratik) yang di Pimpin Budiman Soedjatmiko di tuding sebagai Dalang Peristiwa itu. Walau akhirnya tuduhan itu tidak pernah terbukti. Ironisnya para Penyerbu maupun "Otaknya" justru tidak ada yang di Tangkap dan di Seret ke Pengadilan. DI BALIK PENYERBUAN. Sepetak Kantor di Jalan Diponegoro No. 58 Jakarta Pusat memang sangat bermakna Strategis. Sejak Persiapan "Kongres Medan" banyak Warga PDI dari berbagai Daerah dan berbagai Elemen Masyarakat datang ke Kantor itu untuk menyatakan Dukungannya terhadap Kepemimpinan Megawati dan Menolak Kongres Rekayasa. Ribuan Orang tersebut menyatakan rasa Simpatinya dengan menghadiri "Mimbar Demokrasi" yang di gelar di Halaman Kantor. Peristiwa 27 Juli 1996 menunjukkan Kuatnya tuntutan Demokratisasi yang semakin sulit di kontrol oleh Kekuasaan Dentralistik Orde Baru. Penguasa mengambil Resiko melakukan pengambil alihan Kantor secara paksa karena merasa tidak memiliki pilihan untuk menghentikan Akumulasi Dukungan yang potensial mengganggu keberlangsungan Rezim Orde Baru. Dalam Pledoi TPDI (Tim Pembela Demokrasi Indonesia) di Pengadilan Kasus 27 Juli 1996 di sebutkan, Penyerbuan itu melibatkan Petugas Keamanan bersama banyak Warga Sipil yang di peralat. Komandan Jaga Satgas Muslimin, memberi kesaksian di Pengadilan, ketika Kaos Merah Penyerbu di lepas, dia melihat ada yang menggunakan Kaos berlogo sebuah Kesatuan di Angkatan Darat dan ada juga yang berkaos Logo Satu Kesatuan di Lingkungan Kepolisian. "Saya lihat sendiri kejadian itu dan beberapa Teman sempat juga ada yang melihat", katanya. Adapun Herman Y. Mamangkey salahseorang Satgas yang ikut berjaga di Kantor tersebut, menyaksikan banyak di antara Penyerbu Berkaos Merah memiliki Rambut cepak dan memakai Ikat Kepala yang di ikat terbalik menutupi cepaknya. "Bahkan ada beberapa Orang yang memakai Wig karena pada waktu membetulkan Ikat Kepala Rambutnya ikut bergerak", katanya. Menurut temuan TPDI kerjasama antara Penyerbu dan Aparat tampak pula pada waktu Pagar di dobrak Aparat. Setelah Pagar jebol dan roboh, Aparat kemudian di ikuti Penyerbu masuk ke Halaman dan di teruskan ke dalam Kantor DPP PDI. Para Penyerbu ada yang memakai Pentungan, ada juga memakai Parang. Seorang yang memakai Parang itu ketika kejadian memakai Baju Merah di kemudian Hari di ketahui berada di antara para Penyidik yang menginterogasi Korban Penyerbuan di Kantor Polda Metro Jaya. Belakangan di ketahui bahwa Orang-orang Yayasan At-Taubah, Lembaga yang Membina para Mantan Napi yang ingin kembali bermasyarakat juga di peralat untuk menyerbu dan mengambil alih Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro. Hal ini terungkap setelah Seno Bella Emyus dan Kawan-kawannya dari Yayasan tersebut mengadu ke TPDI. Mereka di janjikan Rp 200 Juta apabila Penyerbuan dan Pengambilalihan telah selesai. Namun ternyata janji itu di ingkari. Dalam Gugatannya di Pengadilan saat penghujung Orde Baru, Seno menjelaskan ia mengumpulkan Anak Buahnya sebanyak 400 Orang berkumpul di Cibubur Tanggal 26 Juli 1996 sekitar Jam 19.00 WIB. Dari sana di bawa ke Polda Metro Jaya. Kemudian mereka ke Hotel Kartika Plaza. Dari tempat inilah mereka berangkat menuju Jalan Diponegoro No.58 melalui Jalan Imam Bonjol. Seno mengaku pada saat terjadi Negosiasi antara Pendukung Megawati dan Kapolres Jakarta Pusat Rombongannya Melarikan Diri sambil membuka Kaos Merah dan membuangnya ke Kali. Sehingga pada saat Penyerbuan ke-2 mereka tidak ikut. Di samping Anggota Yayasan At-Taubah banyak Rakyat Kecil lain juga di peralat untuk menyerbu dengan iming-iming Pekerjaan. Mereka umumnya para Pekerja Sektor Informal, seperti Buruh Lepas dan Keamanan Kampung yang berasal dari : - Jembatan Dua. - Muara Angke. - Kapuk. - Cengkareng . Di Pengadilan terungkap dari Keterangan beberapa Saksi, mereka di tawari Pekerjaan oleh seseorang untuk menjaga Tanah di Daerah Sentul Bogor dengan imbalan sebesar Rp 70.000 per hari. Ternyata mereka di bawa ke Pulo Mas untuk kemudian di angkut ke Gedung Artha Graha Jalan Jenderal Sudirman. Pada hari Sabtu dini hari 27 Juli 1996 mereka di suruh berbaris dan di Kawal oleh beberapa Petugas yang tak jelas asal Kesatuan dan Pangkatnya. Mereka kaget ketika di suruh memakai Kaos "PDI Pendukung Kongres IV Medan". Mereka lebih kaget lagi ketika di angkut naik Truk dan Bus menuju Jalan Diponegoro untuk melakukan Penyerbuan. Mereka menghadapi dilema, ingin Lari tapi Jalan di belakangnya di hadang Aparat bersenjata lengkap. Jika diam bisa terkena lemparan Pendukung Megawati yang sedang berjuang mempertahankan diri. Lain lagi Cerita para Preman dan Buruh Bongkar Muat di Pasar Induk Kramat Jati. Mereka di iming-imingi menonton Dangdut di Diskotek. Dengan di Koordinasi seorang Tokoh Ormas di kawasan itu sekitar 200 Orang menerima Uang masing-masing Rp20.000 plus Makan dan Rokok. Mereka kemudian di angkut dengan 7 buah Mobil. Ternyata mereka di kumpulkan di sebuah Gedung di belakang Polda Metro Jaya dan di beri Kaos Merah. Mereka sadar di peralat dan sebagian berhasil meloloskan diri. SIAPA DALANGNYA? Masih banyak Sisi Gelap dalam Tragedi 27 Juli 1996. Misalnya siapakah Dalang Peristiwa Berdarah itu?  Lalu di manakah para Korban yang Hilang? Dalam Rangka Penyusunan Buku "Jejak Langkah 27 Tahun dari PDI ke PDI Perjuangan" terbitan DPP PDI Perjuangan (2000) Penulis pernah menemui mantan Ketua TPDI RO Tambunan SH untuk menanyakan Kasus tersebut dari aspek Hukum. Ia menjelaskan dari segi Yuridis hal itu merupakan Pelanggaran karena pengambil alihan suatu Kantor, siapa pun yang merasa punya Hak atas Kantor itu tidak boleh Main Hakim Sendiri. "Pengambil alihan harus melalui Prosedur Hukum, melalui pengosongan oleh Pengadilan. Pengambil alihan tidak bisa dengan menyerbu, tindakan kekerasan, penganiyaan dan mengakibatkan Tewasnya Orang lain", paparnya. Adapun siapa yang paling bertanggung-jawab terhadap Penyerbuan itu, menurut Tambunan harus di lihat dari siapa yang melakukan Penyerbuan. Kalau Penyerbuan itu murni di lakukan oleh Kelompok Soerjadi yang bertanggungjawab adalah Soerjadi yang mengaku sebagai Ketua Umum DPP PDI. Lalu Orang yang memimpin atau menggerakkan Penyerbuan itu dalam hal ini adalah para Pengurus Kelompok Soerjadi yakni : - Buttu R. LilyHutapea. - Alex  Widya Siregar. - Romulus Sihombing. Tapi... Lanjut Tambunan, Data-data dalam Persidangan baik dalam Persidangan Korban 27 Juli maupun Persidangan Perkara Perdata Seno Bella yang menggerakkan adalah ABRI (saat itu TNI dan Polri belum di pisah). "Kita dengar mereka di kumpulkan di Cibubur, Polda dan sebagainya. Pada kenyataannya yang di gunakan adalah Preman-preman di tambah dengan ABRI", katanya. Di Era Presiden BJ Habibie, Tambunan bersama TPDI pernah menemui mantan Kassospol ABRI Syarwan Hamid yang sudah menjabat Mendagri. "Saya katakan kepada Syarwan Hamid, Peristiwa 27 Juli 1996 tidak lepas dari tanggungjawab : - Soeharto. - Pangab Feisal Tandjung. - Kassospol Syarwan Hamid . - Dan Aparat-aparat Keamanan. Jadi tanggungjawab Yuridis dan Politis sepenuhnya berada di Tangan Soeharto. Sebab Penyerbuan itu sendiri atas Perintah Soeharto kepada Pangab, terus ke Syarwan dan ke Aparat-aparat lainnya", jelas Tambunan. TPDI bertemu Syarwan Hamid untuk memintanya mundur dari Jabatan sebagai Mendagri. Saya bilang begini : "Anda tahu tentang Peristiwa 27 Juli 1996. Anda terlibat. ABRI terlibat. Bukti-bukti semua ada. Lalu kenapa Anda katakan Dalang Peristiwa 27 Juli 1996 itu Muchtar Pakpahan dan Budiman Soedjatmiko?". Syarwan tidak membantah dan mengelak. "Pada saat itu Saya kan bawahan. Saya dapat Perintah dari Atasan katanya sambil menunjuk Tangannya ke atas", tambah Tambunan. Zaman sudah berganti. Tentara juga sudah mereformasi diri menjadi Alat Negara yang memiliki banyak Prestasi membanggakan. Namun Kasus 27 Juli 1996 tidak pernah tuntas secara Hukum. Belum pernah ada Keputusan Pengadilan yang menyatakan siapa Dalang sesungguhnya. Soeharto dan Feisal Tanjung Wafat tanpa sempat di mintai keterangannya. Hingga kini Kawan-kawan yang di Hilangkan secara paksa di penghujung kekuasaan Orde Baru juga tidak di ketahui keberadaannya. *** Retor AW Kaligis. Tim Penyusun Buku "Jejak Langkah 27 Tahun dari PDI ke PDI Perjuangan". Terbitan DPP PDI Perjuangan (2000). Doktor Sosiologi Universitas Indonesia

Rabu, 28 Juli 2021

Watch "SBY RECOKIN JOKOWI TERUS ! LUHUT BENTAK LANGSUNG : WOI DIAM KAU ! JANGAN RECOKIN AJA!" on YouTube

https://youtu.be/AIkl4iFwZcg

Watch "Berita Terkini ~ Donatur Aksi Kudeta Jokowi Terbongkar! Cikeas Terlibat !" on YouTube

https://youtu.be/Y4YJ4emnxKw

Bagaimana Cara Tahu Vitamin D Kita Cukup atau Kurang? - Paprika Living

https://www.paprikaliving.com/bagaimana-cara-tahu-vitamin-d-kita-cukup-atau-kurang/

Covid-19 varian ay1-delta-plus

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5658809/sudah-masuk-ri-covid-19-varian-ay1-delta-plus-ada-di-2-wilayah-ini

Ternyata Ini Bisnis Akidi Tio, Pengusaha yang Sumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Terdampak COVID-19 | Montt

https://metroonlinentt.com/ternyata-ini-bisnis-akidi-tio-pengusaha-yang-sumbang-rp-2-triliun-untuk-warga-terdampak-covid-19/

Bantuan 2 T

Rabu 28 July 2021
Oleh : Dahlan Iskan

BUKAN main. Hanya itu yang bisa saya tulis. Kok ada orang menyumbang uang Rp 2 triliun. Orangnya tidak pernah dikenal. Sudah lama pula meninggal dunia.

Saya harus menghubungi Prof Dr dr Hardi Darmawan. Saya tidak punya nomor telepon beliau. Tapi saya kenal dengan kakak beliau. Yang sejak sebelum pandemi tinggal di Singapura.

Saya hubungi sang kakak. Saya pun mendapat nomor telepon Prof Hardi. Saya kirim WA ke beliau. Lalu Prof Hardi yang menelepon saya kemarin sore. Awalnya beliau saya ajak bicara dalam bahasa Mandarin. Tapi Prof Hardi mengatakan tidak bisa berbahasa ibunya itu. Maka kami pun menggunakan bahasa Indonesia.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri dan Prof Dr dr Hardi Darmawan.

"Sumbangan itu betul ya, Prof? Kok fantastis sekali," kata saya.

"Betul. Saya kenal baik keluarga itu," jawab beliau.

Prof Hardi lantas bercerita. Tiga hari lalu beliau dihubungi putri pengusaha itu. "Saya diminta ikut menyaksikan," ujar Prof Hardi.

Prof Dr dr Hardi Darmawan adalah guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang. Juga aktivis di gereja Katolik Palembang. Termasuk menjadi pendiri lembaga pendidikan Katolik Caritas. Bahkan pernah mendapat penghargaan dari Sri Paus.

"Resminya bantuan itu nanti untuk kapolda, gubernur, atau Pemprov Sumsel?" tanya saya.

"Ke Kapolda Sumsel Pak Eko Indra Heri," ujar Prof Hardi.

"Siapa yang menentukan bahwa bantuan itu untuk kapolda Sumsel? Apakah atas arahan Prof Hardi?" tanya saya lagi.

"Bukan arahan saya. Itu langsung keinginan keluarga. Untuk diberikan ke kapolda," jawab Prof Hardi.

"Bantuan itu nanti bentuknya uang kontan, cek, atau transfer? Atau berbentuk bantuan bahan makanan?"

"Bentuknya uang. Akan ditransfer besok," jawab Prof Hardi kemarin sore. Berarti hari ini.

"Apakah boleh ditransfer ke rekening Polda? Juga apakah boleh dikirim ke rekening pribadi kapolda?" tanya saya sambil mengingatkan aturan yang ada.

"Masih diatur. Mungkin disiapkan rekening khusus."

Ya sudah.

Saya tidak ingin bertanya lebih lanjut tentang itu. Ada orang yang ingin menyumbangkan uang besar kok ditanya prosedur. Yang penting diterima dulu. Semoga yang menyumbang itu bisa menyaksikan dengan bahagia dari surga di atas sana.

Akidi Tio, pengusaha yang menyumbang Rp 2 triliun itu, meninggal tahun 2009 lalu. Saat itu Tio berusia 89 tahun. Berarti 101 tahun hari ini. Beliau meninggal akibat serangan jantung. Makamnya juga di Palembang.

Istri Tio sudah meninggal lebih dulu: tahun 2005. Juga di Palembang. Dalam usia 82 tahun. Mereka punya 7 orang anak. Hanya seorang, putri, yang masih tinggal di Palembang. Yang lain tinggal di Jakarta. "Semua jadi pengusaha sukses," ujar Prof Hardi.

Tio adalah pasien Prof Hardi. Istri Tio pasien istri Prof Hardi, yang juga seorang dokter. "Saya dan istri akrab dengan keluarga Pak Tio," ujar Prof Hardi.

Menurut Prof Hardi, keluarga Pak Tio sudah bersahabat dengan Kapolda Irjen Eko Indra Heri jauh ke masa belakang. Yakni ketika Eko masih perwira dan masih bertugas di Direskrim Polda Sumsel. Ketika Eko pindah tugas menjadi kapolres di Langsa, hubungan itu tetap akrab. Tio adalah orang Aceh. Ia lahir di Langsa, Aceh Timur. Salah satu adiknya punya pabrik di Langsa.

Saya pun menghubungi Bupati Aceh Timur Rocky Hasbalah Thaib. Siapa tahu kenal dengan keluarga Tio. "Beliau sudah lama meninggalkan Langsa. Kami tidak kenal di sini. Yang jelas di Langsa memang banyak penduduk Tionghoa sejak dulu," katanya.

Dilihat dari marganya (Tio), berarti Akidi dari suku Tiuchu. Di Palembang memang banyak juga suku Tiuchu. Laksamana Cheng Ho –dengan armadanya yang besar– cukup lama singgah di Palembang. Nama Palembang dalam bahasa Mandarin disebut Ju Gang (巨港) –pelabuhan besar. Sebagian armada Cheng Ho pilih  menetap di Palembang –tidak meneruskan pelayaran ke Jawa dan kembali ke Tiongkok.

Prof Hardi sendiri lahir, besar, dan sekolah di Palembang. Pun gelar dokternya dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang. Setelah itu dr Hardi memperdalam ilmu penyakit tropik di Amerika Serikat. Yakni di New Orleans.

Prof Hardi ingat persis sosok Tio yang rendah hati. "Setiap datang ke tempat praktik saya selalu hanya mengenakan baju dan celana putih," ujarnya.

"Tapi mengapa semua teman saya yang Tionghoa di Palembang tidak mengenal Tio?" tanya saya.

Itu, katanya, karena Tio sangat rendah hati. Juga tidak mau menonjol. "Beliau banyak sekali menyumbang. Tapi selalu hanya atas nama hamba Tuhan," ujarnya.

Beliau, katanya, pernah punya pabrik kecap, pabrik mebel, kebun sawit, dan juga kontraktor bangunan.

Saya pun menghubungi teman lama. Nihil. "Saya tidak kenal nama itu sama sekali," jawab Alex Noerdin –dua kali menjadi Gubernur Sumsel yang sukses.

Lalu saya menghubungi seorang mantan menteri asal Palembang. Jawabnya sama.

Saya juga menghubungi lima orang pengusaha Tionghoa di sana. Tidak ada yang mengenal nama itu.

Saya hubungi juga seorang Tionghoa bermarga Tio. "Saya tidak tahu siapa beliau. Tapi sebagai sesama marga Tio saya ikut bangga," katanya.

Berarti pengusaha ini memang luar biasa rendah hatinya. Low profil high profit. Dan yang seperti itu banyak sekali di lingkungan masyarakat Tionghoa.

Saya punya banyak teman Tionghoa seperti itu. Sehari-hari hanya pakai sandal. Bajunya pun lusuh dan dari kain yang biasa-biasa saja. Namanya tidak pernah disebut di mana-mana. Tapi uangnya luar biasa banyaknya.

Saya malu kalau pakai baju bagus di depan mereka. (Dahlan Iskan)

Watch "Denny Siregar: SUMBANG 2 TRILIUN, ETNIS TIONGHOA YANG CINTA INDONESIA (Gaspol #67)" on YouTube

https://youtu.be/ibOheT1FvFM

Isi Menentukan Harga

Renungan:
Rabu, 28 juli 2021.

Sebuah BOTOL 🍶
~ Jika DIISI air mineral, harganya 3 ribuan...
~ Jika DIISI jus buah, harganya 10 ribuan...
~ Jika DIISI Madu, harganya ratusan ribu...
~ Jika DIISI minyak wangi harganya bisa jutaan.
~  Jika DIISI air comberan, hanya akan DIBUANG dalam tong sampah karena tidak ada harganya.

Sama-sama dikemas dalam BOTOL
Tetapi BERBEDA nilainya, sebab "ISI" yang ada di dalamnya BERBEDA.

Begitu juga dengan kita;
semua SAMA...
semua MANUSIA.

Yang membedakannya adalah;
KARAKTER yang ada didalam diri kita.

Ilmu dan pemahaman yang BENAR akan membangun karakter yang BENAR.

SUKSES tidak diukur dari posisi yang kita CAPAI, tetapi dari kesulitan" yang BERHASIL kita atasi ketika berusaha meraih KESUKSESAN.

Bila kita MENGISI hati, dengan penyesalan MASA LALU &  kekhawatiran akan MASA DEPAN, hampir pasti kita tidak akan MEMILIKI hari ini untuk kita syukuri.

Hujan & badai akan selalu kita temui dalam perjalanan hidup, namun..

Hujan besar itu seperti tantangan hidup.
Tidak perlu BERDOA memohon agar hujan berhenti, tetapi cukup BERDOA agar Payung kita KUAT menahan hujan badai".

INGAT!…….
Umur itu seperti ES BATU
dipakai atau tidak dipakai akan tetap MENCAIR...
digunakan atau tidak digunakan UMUR kita tetap akan berkurang dari JATAH yang telah DITETAPKAN.

Selagi masih TERSISA jatah usia kita, lakukanlah selalu KEBAIKAN sebanyak yang kita MAMPU lakukan, jangan MENUNDA.

Pandemic masih berlangsung
JANGAN LUPA untuk:

1. PAKAI DOUBLE MASKER.
2. SERING CUCI TANGAN.
3. JAGA JARAK.
4. OLAH RAGA.
5. MINUM YANG BANYAK.
6. HIDUP SEHAT.
7. JEMUR.
8. MINUM VITAMIN dan JAMU.

Selamat pagi .........
Good morning .......
大家早上好 ............
Semoga harimu dipenuhi keberkahan dan kebijaksanaan. To All My Dear Friends.
Have a Wonderful Day.
Semoga bahagia 🙂


Tuhan Tidak Terburu-buru


29 Juli 2021

Bacaan Hari ini:
Mazmur 40:1 "Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (40-2) Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; ==> lalu Ia 
📍 menjenguk kepadaku dan 
📍 mendengar teriakku minta tolong."
-------------
✍️ Anda mungkin mengira Dia terburu-buru, tetapi ==> Dia tidak
📍 Dia justru menggunakan keadaan Anda saat ini untuk 
membangun karakter Anda dan 
menjadikan Anda lebih kuat. 
📍 Dia sabar dengan pertumbuhan Anda.

👉 Tetapi, sebaliknya, kebanyakan orang tidak sabar. 
✍️ Banyak permasalahan kita disebabkan oleh ketidaksanggupan kita untuk menunggu
👉 Kita terlibat utang karena kita 
==> tidak tahu caranya menahan hasrat kita yang impulsif, seperti 
📍membeli barang-barang yang sebenarnya tidak kita perlukan dengan cara berutang 
📍 hanya untuk membuat orang yang tidak kita sukai terkesan dengan kita.

🔖 Beberapa orang bahkan menjalin hubungan yang seharusnya tidak mereka pilih 
✍️ karena mereka tidak tahu caranya menunggu pasangan yang lebih baik. 
👉 Mereka berujar, 
📍"Saya ingin seks sekarang; 
📍Saya tidak mau menunggu" atau 
📍"Saya ingin menikah sekarang, bahkan jika itu dengan orang yang salah." 
👉 Dan ketidaksabaran mereka itu pun ==> menimbulkan masalah.

✍️ Kabar baiknya adalah, 
👉 dengan doa, Anda ==> dapat dipulihkan dari masalah yang timbul oleh ketidaksabaran Anda.
💡 Alkitab berkata, 
"Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; ==> lalu Ia menjenguk kepadaku  Mazmur 40:1).

✍️ Ingatlah: Tuhan tidak pernah terburu-buru
🔭 Apakah Anda tahu bahwa di dalam *Alkitab tidak ada satu pun dikatakan bahwa 
==> Yesus berlari? 
✍️ Bahkan faktanya, Dia memerlukan waktu tiga hari untuk pergi sejauh dua mil untuk tiba di rumah Lazarus, ==> teman-Nya yang sedang sakit keras
✍️ Dan pada saat Yesus tiba , Dia pun terlambat, ==> Lazarus sudah mati.

⭐ Namun Yesus sudah punya rancangan yang lebih besar
✍️ Dia tidak ingin menyembuhkan Lazarus—
✍️ Dia ingin membangkitkan dia dari kematian. 
✍️ Dia ingin melakukan mujizat. 
👉 Dan itulah yang terjadi. 
⭐ Yesus datang ke kubur Lazarus di dalam sebuah gua yang ditutup dengan batu. 
==> Ia menyuruh mereka menggulingkan batu itu, dan 
==> kemudian beseru dengan suara lantang, "Lazarusmarilah ke luar!" 
==> Dan Lazarus pun melangkah keluar!

🔖 Terkadang ada keadaan di mana itu berubah menjadi amat buruk sehingga itu membuat Anda ==> ingin mengambil tindakan sendiri. 
✍️ Jangan mengambil jalan pintas! 
✍️ Percayalah pada waktu Tuhan yang sempurna dan 
✍️ nantikanlah mujizat-Nya! 
💡 Alkitab berkata, 
💌 "Bersukacitalah dalam pengharapan, 
💌 sabarlah dalam kesesakan, dan 
💌 bertekunlah dalam doa!" 
📖 (Roma 12:12). 
⭐ Tuhan sudah tahu apa yang akan Dia lakukan dalam hidup Anda 
📍 bulan depan, 
📍 tahun depan, dan 
📍 sepuluh tahun ke depan. 
✍️ Waktu-Nya adalah sempurna, dan 
✍️ rancangan-Nya untuk hidup Anda adalah baik ==> dan layak untuk ditunggu.

Renungkan hal ini:
- Apa perubahan nomor satu yang ingin Anda alami dalam hidup Anda? Apa yang kadang Anda lakukan untuk mempercepat perubahan ini?

- Bagaimana dengan mengetahui bahwa Tuhan tidak terburu-buru memengaruhi tingkat kesabaran Anda?

- Seperti apakah hidup Anda saat ini jika saja Anda lebih santai dan percaya pada waktu Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 46-48; Kisah Para Rasul 28:17-31
_______________
Tuhan tidak terburu-buru dengan ==> pertumbuhan rohani Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
God Isn't in a Hurry
By Rick Warren

"I waited patiently for the LORD's help; then he listened to me and heard my cry." Psalm 40:1 (GNT)
----------------
God isn't in a hurry with your spiritual growth. You may think he's in a hurry, but he's not. He's using your current circumstances to develop your character and make you stronger. He's patient.

Most people, on the other hand, are impatient. Many of our problems are caused by our inability to wait. We get into debt because we don't know how to delay gratification, buying things we don't need with money we don't have to impress people we don't even like.

Some people even get into relationships they shouldn't get into because they don't know how to delay gratification. They say, "I want sex now; I don't want to wait" or "I want companionship now, even if it's with the wrong person." And their impatience leads to problems.

The good news is that, with prayer, you can recover from problems caused by your impatience. The Bible says, "I waited patiently for the LORD's help; then he listened to me and heard my cry" (Psalm 40:1 GNT).

Remember: God is never in a hurry. Did you know there isn't an example of Jesus running anywhere in the Bible? In fact, it took him three days to go a mile and a half to get to his friend, Lazarus, who was very sick. And by the time Jesus got to him, it was too late—Lazarus had already died.

But Jesus had a bigger plan in mind. He didn't want to heal Lazarus—he wanted to raise him from the dead. He wanted to do a miracle. And that's exactly what happened. Jesus walked up to Lazarus' tomb, told them to roll the stone away, and said, "Lazarus, come forth." And Lazarus did! 

Sometimes a situation can get so bad that it makes you want to take matters into your own hands.­ But don't take shortcuts. Instead, trust in God's perfect timing and expect a miracle! The Bible says, "Be joyful in hope, patient in affliction, faithful in prayer" (Romans 12:12 NIV).

God already knows what he's going to do in your life next month, next year, and in the next decade. His timing is perfect, and his plan for your life is good and worth waiting for.