Rabu, 30 September 2020

Anda Dipilih dan Dicintai

01 Oktober 2020

Bacaan Hari ini:
Efesus 1: 4-5 "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, 
==> supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 
==> Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,"
-------------------
✒️ Setiap orang menginginkan tiga hal berikut ini, lebih dari apa pun: 
==> dicintai, 
==> diterima, dan 
==> dipilih.

πŸ‘‰ Kerinduan - kerinduan ini ada, bahkan pada orang-orang yang enggan mengakuinya.

πŸ’₯ Tetapi ada sebuah kabar baik: Anda tak perlu lagi mencari cinta dan penerimaan. Anda telah 
==> dipilih, 
==> dicintai, dan 
==> diterima oleh Yesus Kristus.

✒️ Setiap orang ingin dipilih — 
==> mulai dari waktu Anda kecil pada saat Anda bermain dengan teman-teman Anda 
==> hingga Anda dewasa di tempat kerja Anda atau di kehidupan percintaan Anda. 

πŸ‘‰ Terpilih merupakan kata kunci untuk membangun nilai diri Anda.

Alkitab berkata dalam Efesus 1: 4-5, "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,"

πŸ’‘ Allah menciptakan seluruh alam semesta ini sebab Dia menginginkan sebuah keluarga
πŸ‘‰ Alasan satu-satunya mengapa alam semesta ini ada yaitu karena 
==> Allah ingin agar Ia dapat mengasihi anak-anak-Nya.

πŸ”Ž Menurut ayat inikapan Allah memilih Anda? 
==> Allah telah memilih Anda sebelum dunia diciptakan!

πŸͺ” Sebelum Allah memilih untuk menciptakan alam semesta, 
==> Dia telah memilih Anda.
Bahkan, itulah alasan-Nya 
πŸ“Œ memutuskan untuk menciptakan alam semesta. 
πŸ“Œ Dia menginginkan sebuah tempat yang dapat Anda tinggali. 
πŸͺ” Sebelum Allah memilih semua pepohonan yang akan Dia buat, 
==> Dia memilih Anda
πŸͺ” Sebelum Allah memilih lautan yang akan Dia buat, 
==> Dia memilih Anda
πŸͺ” Sebelum Allah memilih batu-batuan yang akan Dia buat, 
==> Dia telah memilih Anda.

πŸ’₯ Ini sungguh sebuah pemikiran yang luar biasa — bahkan 
==> sebelum Dia memilih untuk menciptakan matahari dan bulan dan bintang, Allah sudah 
~ mengenal Anda dan 
~ memilih Anda untuk 
~ mengasihi Anda. 
πŸ‘‰ Itulah dasar identitas Anda.

✒️ Tidak ada seorang pun yang ingin dipilih paling akhir. Namun, 
πŸ“Œ Anda tidak pernah menjadi yang terakhir di dalam pikiran Tuhan. 
πŸ“Œ Anda selalu menjadi yang pertama di pikiran-Nya.

Renungkan hal ini:
- Setelah mengetahui bahwa Allah memilih Anda sebelum dunia dijadikan, menurut Anda bagaimana hidup Anda sesuai dengan rencana-Nya yang lebih besar untuk dunia ini?

- Mengapa dengan mengetahui bahwa Anda dicintai dan diterima oleh Allah membantu Anda untuk menemukan penghiburan?

- Apa artinya diterima ke dalam keluarga Allah?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 10-12; Efesus 4:17-32
_____________
πŸͺ” Dia telah memilih Anda, 
πŸͺ” Dia mengasihi Anda, dan 
πŸͺ” Dia menerima Anda. 
==> Anda dapat bersandar dalam kebenaran ini hari ini.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
You're Already Chosen and Loved
By Rick Warren

"Even before he made the world, God loved us and chose us in Christ to be holy and without fault in his eyes. God decided in advance to adopt us into his own family by bringing us to himself through Jesus Christ. This is what he wanted to do, and it gave him great pleasure." Ephesians 1:4-5 (NLT)
-------------------
Every person wants these three things—more than anything else: to be loved, to be accepted, and to be chosen.

These longings are there even in people unwilling to admit it.

But there's good news: You don't have to look anymore for love and acceptance. You're already chosen, loved, and accepted by Jesus Christ.

Everyone wants to be chosen—from your childhood days at recess to your adult workplaces and love life. Being chosen is key to establishing your self-worth.

The Bible says in Ephesians 1:4-5, "Even before he made the world, God loved us and chose us in Christ to be holy and without fault in his eyes. God decided in advance to adopt us into his own family by bringing us to himself through Jesus Christ. This is what he wanted to do, and it gave him great pleasure" (NLT).

God created the entire universe because he wanted a family. The whole reason the universe exists is because God wanted children to love.

According to this verse, when did God choose you? God chose you before the world was made!

Before God chose to create the universe, he had already chosen you. In fact, that's why he decided to make the universe. He wanted a place where you could live. Before God chose any tree, he chose you. Before God chose the oceans, he chose you. Before God chose every rock that exists, he chose you.

That's an amazing thought—that even before he chose to create the sun and moon and stars, God knew you and chose to love you. That is the foundation of your identity.

Nobody wants to be chosen last. But you have never been last in God's thoughts. You have always been first on his mind. He chose you, he loves you, and he accepts you. You can rest in these truths today.




Selasa, 29 September 2020

Hanya Ada Satu Sumber Sejati untuk Mengetahui Identitas dan Tujuan Anda

30 September 2020

Bacaan Hari ini:
Efesus 1:11 "Aku katakan di dalam Kristus", karena di dalam Dialah 
==> kami mendapat bagian yang dijanjikan--
==> kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya—"
---------------
✒️ Satu-satunya cara untuk mengetahui 
==> siapa Anda dan 
==> apa tujuan Anda dalam hidup ini ialah dengan berseru kepada 
πŸ‘‰ Yesus Kristus. Mengapa? 
πŸ‘‰ Sebab Dia menciptakan Anda!

πŸͺ” "Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena 
πŸͺ” di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, 
~ yang ada di sorga dan 
~ yang ada di bumi, 
~ yang kelihatan dan 
~ yang tidak kelihatan, 
~ baik singgasana, maupun kerajaan, 
~ baik pemerintah, maupun penguasa; 
πŸͺ” segala sesuatu diciptakan 
==> oleh Dia dan 
==> untuk Dia" 
(Kolose 1: 15-16).

πŸ‘‰ Frasa "di dalam Kristus" adalah salah satu yang paling penting dalam Alkitab
==> Dalam Perjanjian Baru kata ini digunakan sebanyak 89 kali, dan 
πŸ‘‰ frasa "di dalam Dia" digunakan sebanyak 79 kali.

πŸ’₯ Jika Anda telah memercayakan keselamatan Anda pada Yesus Kristus, maka Anda biasanya menyebut diri Anda 
==> orang Kristen, tetapi 
πŸͺ”  kata "orang Kristen" hanya digunakan dua kali di sepanjang Alkitab
πŸͺ” Di zaman Alkitab, deskripsi paling umum yang dipakai untuk para pengikut Yesus adalah 
==> "di dalam Kristus."

πŸͺ” Frasa ini secara langsung menunjukkan ke mana Anda harus menemukan identitas Anda sebagai 
==> pengikut Yesus. Efesus 1:11 mengatakan, "Aku katakan 
==> "di dalam Kristus", karena 
==> di dalam Dialah 
πŸ“Œ kami mendapat bagian yang dijanjikan--
πŸ“Œ kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, 
πŸ“Œ yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya—"

✒️ Di dalam Kristus, 
πŸ“Œ Anda menemukan siapa diri Anda
==> itulah identitas Anda. Dan 
πŸ“Œ Anda menemukan alasan mengapa apa Anda hidup — 
==> itulah tujuan Anda.

πŸ”Ž Satu-satunya cara untuk mengetahui 
~ identitas dan 
~ tujuan hidup Anda yaitu dengan 
==> mengenal siapa Pencipta Anda
πŸ“ŒAnda mungkin beranggapan kalau Anda paling mengenal diri Anda sendiri, tetapi 
Tuhan tahu segalanya tentang Anda
~ Dia membuat Anda mencintai diri Anda, dan 
~ Dia memberi Anda tujuan yang hanya dapat dipenuhi oleh diri Anda sendiri. 
✒️ Apabila Anda sungguh-sungguh ingin mengetahui 
==> apa tujuan hidup Anda dan 
==> bagaimana cara mewujudkannya, maka 
πŸ‘‰ Anda harus 
==> mengenal Yesus Kristus dan 
==> meminta hikmat dan bimbingan-Nya

✒️ Ketika Anda mencari tahu identitas Anda di dalam diri orang lain, 
==> dipastikan Anda tidak akan dapat menemukannya
✒️ Ketika Anda mencari tahu identitas Anda di dalam 
~ pekerjaan atau 
~ hobi Anda atau 
~ pencapaian Anda atau 
~ perbuatan baik Anda, maka 
==> yang Anda dapat hanyalah kekecewaan.

Renungkan hal ini:
- Di dalam apa Anda menemukan jati diri Anda, selain di dalam Yesus Kristus? Bagaimana hasilnya?

- Menurut Anda mengapa dengan mengenal Yesus dan menjalin hubungan dengan-Nya akan memotivasi Anda untuk mengejar tujuan hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 6-9; Efesus 4:1-16
___________
Ketika Anda menemukan jati diri Anda di dalam Kristus, maka Anda akan menemukan 
==> tujuan dan 
==> motivasi untuk menjalaninya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
There's Only One True Source for Identity and Purpose
By Rick Warren

"It's in Christ that we find out who we are and what we are living for." Ephesians 1:11 (The Message)
----------
The only way to know who you are and what your purpose is in life is to look to Jesus Christ. Why? Because he created you!

"We look at this Son and see God's original purpose in everything created . . . everything got started in him and finds its purpose in him" (Colossians 1:15-16 The Message).

The phrase "in Christ" is one of the most important in the Bible. In the New Testament it is used 89 times, and the phrase "in him" is used 79 times.

If you have trusted Jesus Christ for salvation, you likely call yourself a Christian, but the word "Christian" is used only twice in the whole Bible. In biblical times, the most common description used for a follower of Jesus was "in Christ."

That directly points to where you should find your identity as a follower of Jesus. Ephesians 1:11 says, "It's in Christ that we find out who we are and what we are living for" (The Message).

In Christ, you find out who you are—that's your identity. And you find what you're living for—that's your purpose.

The only way to know your identity and purpose in life is by getting to know your Creator. You may think you know yourself best, but God knows everything about you. He made you to love you, and he gave you a purpose only you can fulfill. If you really want to find out what that purpose is and how to pursue it, you have to get to know Jesus Christ and ask for his wisdom and direction.

When you look for your identity in other people, you're not going to find it. When you look for your identity in your job or your hobby or your accomplishments or your causes, you're only going to be disappointed.

When you find your identity in Christ, you're going to find your purpose and the motivation to get to work on it.



Senin, 28 September 2020

Pilih Iman Ketimbang Rasa Takut

29 September 2020

Bacaan Hari ini:
Ibrani 11:27 "Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja
==> Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan."
-----------------------
πŸ”Ž Apakah kita hidup dengan iman 
πŸ”Ž ataukah kita hidup dengan rasa takut.

πŸ‘‰ Alkitab berkata tentang Musa dalam Ibrani 11:27, "Karena iman maka 
==> ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. 
==> Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan."

✒️ Musa mengajarkan kita bahwa hidup dengan iman ketimbang dengan rasa takut adalah ==> sebuah pilihan.
πŸ‘‰ Musa mendatangi orang yang paling berkuasa di dunia dan berkata, 
πŸ“Œ "Anda tahu budak-budak yang membangun semua piramidmu? 
πŸ“Œ Saya akan membawa mereka semua, dan kami semua akan keluar dari sini. 
πŸ“Œ Anda tidak akan bisa melakukan kerja paksa lagi. 
πŸ“Œ Biarkan bangsaku pergi."

✒️ Musa punya banyak alasan untuk takut
πŸ“Œ Dia melawan seseorang yang begitu berkuasa yang dianggap sebagai dewa, dan yang apa pun yang Firaun katakan, Anda harus melakukannya. 
πŸ“Œ Apa pun yang Firaun katakan adalah hukum. Namun, Musa menghadapinya dan menyatakan, 
==> "Kami tidak akan melakukan apa yang Anda perintahkan lagi. 
==> Saya tidak takut pada Anda karena saya tunduk pada otoritas yang lebih tinggi." 
πŸ‘‰ Itu butuh nyali yang besar!

πŸ”Ž Apakah Anda menginginkan iman yang sama dalam hidup Anda agar Anda dapat mengatasi ketakutan Anda? 
==> Semakin dekat Anda dengan Tuhan, semakin Anda akan dipenuhi dengan iman. 
==> Semakin jauh Anda dari Tuhansemakin Anda akan dipenuhi dengan ketakutan.

πŸ’₯ Saya harus menekankan betapa pentingnya iman selama sisa hidup Anda
πŸ‘‰ Alkitab berkata bahwa apa pun yang bukan berlandaskan iman adalah ==> dosa.
πŸ“Œ Berapa kali Anda berbuat dosa minggu ini? 
Banyak sekali. 
Begitu pula saya. Karena 
==> apa pun yang saya lakukan yang tidak dilakukan dengan iman tetapi dilakukan dengan keragu-raguan adalah dosa.
Alkitab juga mengatakan bahwa 
==> tanpa iman adalah tidak mungkin dapat menyenangkan Tuhan
πŸ“Œ Berapa kali Anda menyenangkan Tuhan minggu ini?

πŸ“Œ Apakah Anda ingin sesuatu berubah dalam hidup Anda? 
==> Daripada mengeluh, mulailah untuk percaya.
==> Tuhan tidak tergerak oleh keluhan. 
==> Tuhan tergerak oleh iman, yaitu kebenaran 

πŸ‘‰ yang kita lihat dalam kata-kata Yesus ini: 
==> "Jadilah kepadamu menurut imanmu" 
(Matius 9:29).

⚓ Berimanlah.

πŸ‘‰ Berikut ini kuncinya: Yang penting bukanlah 
==> seberapa besar iman Anda, tetapi 
==> seberapa besar Tuhan yang Anda percaya.

Renungkan hal ini:
- Apa yang perlu Anda lakukan untuk lebih dekat dengan Tuhan agar Anda dapat dipenuhi oleh iman?

- Bagaimana rasa takut mencegah Anda untuk meraih berkat terbaik dari Tuhan untuk Anda?

- Apa bukti yang tampak bahwa seseorang adalah orang yang penuh iman?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 4-5; Efesus 3
_____________
Beriman kepada Tuhan yang besar akan menghasilkan dampak yang besar!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==============
Choose Faith over Fear
By Rick Warren

"By faith [Moses] left Egypt, not fearing the king's anger; he persevered because he saw him who is invisible" (Hebrews 11:27 NIV).
-------------
Either we live by faith or we live by fear.

The Bible says of Moses in Hebrews 11:27, "By faith he left Egypt, not fearing the king's anger; he persevered because he saw him who is invisible" (NIV).

Moses teaches us that living by faith rather than by fear is a choice.

He went to the most powerful man in the world and said, "You know those slaves that are building all your pyramids? I'm taking them, and we're all leaving. You're not going to have slave labor anymore. Let my people go."

Moses had every reason to be afraid. He was going up against a powerful man who was considered a god, and whatever Pharaoh said, you had to do. What he said was the law. And here came Moses and declared, "We aren't going to do what you say anymore. I'm not afraid of you because I report to a higher authority." That took some guts!

Do you want that same kind of faith in your life so you can overcome your fear? The closer you get to God, the more you're going to be filled with faith. The further away you get from God, the more you're going to be filled with fear.

I cannot overemphasize the importance of faith for the rest of your life. The Bible says that whatever is not of faith is sin. How many times did you sin this week? A lot. So did I. Because anything I did that wasn't done in faith but was done in doubt was a sin. The Bible also says that without faith it is impossible to please God. How many times did you please God this week?

Do you want something to change in your life? Instead of complaining, start believing. God is not moved by complaints. God is moved by faith, a truth we see in these words of Jesus: "According to your faith let it be done to you" (Matthew 9:29 NIV). You get to choose what he does in your life.

Here's the key: What matters is not the size of your faith but the size of the God you put it in. A little faith in a big God gets big results!




Ahok Pun Akhirnya Memutuskan Untuk Mundur.

BREAKING NEWS

Ahok Pun Akhirnya Memutuskan Untuk Mundur.

Basuki Tjahaja Purnama atau biasa dipanggil Ahok akhirnya mundur, setelah belakangan ini kondisi semakin memanas akibat diserang kanan kiri akhirnya Ahok menyatakan mundur.

Keputusan itu diambil setelah Ahok mengikuti saran seseorang bawahannya.

 Keputusan itu dilakukan Ahok ketika ahok tiba di kantornya tadi pagi.

Lantas siapakah orang yang menyuruh ahok mundur?                                                                                                          

Ternyata orang tersebut adalah juru parkir di kantornya. 

Ketika mobil Ahok mau parkir, juru parkir berkata, "Mundur.. Mundur.. Mundur terus pak..". 

Ahok pun mengalah dan akhirnya memundurkan mobilnya.

Agama vs Customer Service*

Seorang pria ke rumah ibadah bersama istrinya.
Ia lupa mematikan ringer hp-nya, dan secara tiba tiba berdering keras waktu ibadah sdg berlangsung. Dengan grogi dia mengeluarkan hpnya dan mencari tombol silent, namun kelamaan karena kegrogiannya, sehingga keburu petugas datang dan menegurnya.
Orang2 disekelilingnya ikut menggerutu karena dia sdh mengganggu kekhusukan dan ketenangan ibadah. 

Keluar dari tempat ibadah, orang2 memandanginya, menunjuk2 ke arahnya, bisik2,  mentertawakannya.

Sepanjang perjalanan pulang, Istrinya yg merasa malu terus menerus memarahinya karena keteledorannya itu.

Rasa bersalahnya menggunung jauh lebih tinggi daripada yg sewajarnya.
Sejak itu dia tidak lagi melangkahkan kakinya ke rumah ibadah tsb.
Rumah ibadah yg konon berisi orang2 yang beragama dan yang beriman ternyata TIDAK mudah memaafkan orang yang bersalah bahkan terus menerus mempermasalahkan kesalahannya.

_Dan......😑

Malamnya, ia pergi ke bar menenangkan dirinya. Dia memesan minuman, dan karena masih grogi, ia TIDAK sengaja menumpahkan minumannya.
Pelayan bar dgn sigap memberikan lap bersih kepadanya untuk membersihkan pakaiannya, & bersimpati atas kejadian tsb. 
Petugas yg lain segera datang dan mengepel lantai.
Dan usai itu Manajer bar mendatangi memberinya minuman pengganti. Ia juga menepuk pundaknya serta berkata 
*"Jgn kuatir sobat, tenang saja, siapa sih yg TiDAK pernah melakukan kesalahan?"*

Rasa bersalahnya segera Pudar.
Sejak saat itu, ia tidak pernah berhenti datang ke bar itu sebagai tempat pelariannya
Bar adalah tempat orang2 entertaint begitu bersimpati dengan kesalahannya dan mendukung bathinnya yang merasa bersalah.

PERENUNGAN:
Mengapa sikap orang yang beriman malah mudah melihat kesalahan orang dan sulit untuk memaafkan?

Sementara dunia entertaint yg hanya bermodal customer service lebih melayani dan mendukung?

Mengapa tentang pelajaran cinta kasih didalam kitab SUCI tidak dipraktekkan seperti semudah mempraktekkan SOP customer service?

sungguh suatu Ironi
 sekaligus suatu perenungan.

Mari kita Tertawa dulu, sebelum diprotes oleh para agamawan dan agamawati yg serba suci dan tidak bisa menerima adanya org yang bersalah....
πŸ™πŸ™πŸ™
Sebuah perenungan...karena kejadian seperti hal diatas☝bisa juga terjadi pada kita atau di lingkungan kita...πŸ™πŸ™πŸ™

Minggu, 27 September 2020

Berkomitmenlah untuk Hidup dengan Nilai-Nilai Anda

28 September 2020

Bacaan Hari ini:
Ibrani 11:26 "Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab 
==> pandangannya ia arahkan kepada upah."
------------------
✒️ Untuk menjadi seperti yang Tuhan kehendaki, ikuti pola yang telah dibuat Musa: 
πŸ“Œ Pilihlah untuk 
menjadi seperti yang Tuhan kehendaki. 
πŸ“Œ Pilihlah untuk menghadapi kesukaran sementara untuk meraih keuntungan jangka panjang. Dan 
πŸ“Œ pilihlah nilai-nilai Tuhan, bukan nilai-nilai dunia.

πŸ‘‰ Itulah alasannya Tuhan memakai Musa!

Ibrani 11:26 mengatakan, "Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab 
==> pandangannya ia arahkan kepada upah."

✒️ Musa menegaskan 
==> apa yang paling penting bagi-Nya.

πŸ”Ž Apa yang paling penting dalam hidup Anda? 
πŸ”Ž Apa tiga atau empat nilai teratas dalam hidup Anda? 
πŸ”Ž Bisakah Anda menyebutkannya dengan mudah?

πŸ’‘ Jika Anda tanyakan itu pada saya, maka saya bisa menjawabnya dengan mudah: 
==> integritas, 
==> kerendahan hati, dan 
==> kemurahan hati.

πŸ”Ž Bisakah Anda menyebutkan tiga nilai terpenting dalam hidup Anda saat ini? 
Jika Anda tidak bisa, artinya 
==> Anda pasti sedang menjalani hidup tanpa memegang nilai-nilai itu. 
✒️ Anda tidak akan dapat menjalankan nilai-nilai tersebut sampai Anda bisa menetapkannya
Maka, 
πŸ“Œ luangkan satu hari, 
πŸ“Œ duduklah dan tanya pada diri Anda sendiri, 
==> "Apa yang paling penting buat saya? 
==> Apa nilai-nilai paling penting dalam hidup saya?" Kemudian, 
~ catatlah dan 
~ ambil komitmen.
✒️ Sebab, apabila Anda belum memutuskannya, maka Anda tidak akan bisa menjalani hidup sesuai dengan nilai-nilai tersebut.

πŸ’₯ Musa memilih nilai-nilai Tuhan, ketimbang nilai-nilai dunia. 
πŸ‘‰ Mengapa ini sangat penting? Sebab jika Anda memutuskan apa yang paling penting buat hidup Anda, maka 
==> orang lain akan memutuskannya buat Anda.
==> Mereka akan mendorong Anda masuk ke dalam cetakan mereka. Dan 
==> Anda akan menjalani hidup Anda berdasarkan nilai mereka, bukan nilai Anda.

Renungkan hal ini:
- Apa tiga nilai terpenting dalam hidup Anda?

- Bagaimana Anda menentukan bahwa itu adalah nilai-nilai terpenting Anda?

- Bagaimana ketiga nilai ini membentuk cara Anda menjalani hidup? Jelaskan sespesifik mungkin.

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 1-3; Efesus 2
_______________
Anda harus memutuskan apa yang paling penting bagi Anda dan kemudian menjalani hidup sesuai dengan nilai-nilai itu.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==================
Commit to Living by Your Values
By Rick Warren

"[Moses] regarded disgrace for the sake of Christ as of greater value than the treasures of Egypt, because he was looking ahead to his reward" (Hebrews 11:26 NIV).
------------------
To be all God wants you to be, follow the pattern set by Moses: Choose to be who God wants you to be. Choose short-term pain for long-term gain. And choose God's values, not the world's.

That's why God used him!

Hebrews 11:26 says, "He regarded disgrace for the sake of Christ as of greater value than the treasures of Egypt, because he was looking ahead to his reward" (NIV).

Moses clarified what mattered most to him.

What matters most in your life? What are the top three or four values in your life? Can you name them easily?

If you ask me, I'll tell you quite simply what they are for me: integrity, humility, and generosity.

Can you name the three most important values in your life right now? If you can't, then you certainly can't live by them. You won't be able to live your values until you are able to name them. you go one more day, sit down and ask, "What's most important to me? What are the top values in my life?" And then write them out, because until you clarify your values, you can't live by them.

Moses chose God's values over the world's values. Why is this so important? Because if you don't decide what's most important in your life, other people are going to decide for you. They're going to push you into their mold. And you're going to live your life by their values, not yours.

You've got to decide what's most important to you and then live by those values.



Sabtu, 26 September 2020

Pilihlah Rasa Sakit Jangka Pendek untuk Keuntungan Jangka Panjang

27 September 2020

Bacaan Hari ini:
Ibrani 11:25 "Karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa."
______________
πŸ‘‰ Untuk menjadi seperti yang Tuhan kehendaki, Anda harus memilih rasa sakit jangka pendek 
==> untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang.

πŸ’‘ Siapa pun yang pernah aktif di dunia olahraga pasti tahu ini. 
πŸ“Œ Anda harus berlatih keras sebelum mengikuti kejuaraan. 
πŸ“Œ Anda tidak serta merta pergi dan bertanding untuk memperebutkan gelar. 

πŸ‘‰ Jika Anda ingin menjadi ahli dalam segala hal, Anda harus menerima penderitaan jangka pendek 
==> untuk meraih keuntungan jangka panjang.

✒️ Itu bukan hanya berlaku dalam olahraga. Itu juga berlaku dalam 
==> finansial dan 
==> hubungan. 
πŸ’‘ Saya memiliki pernikahan yang baik, tetapi Kay dan saya bekerja keras untuk mewujudkannya selama bertahun-tahun
πŸ“Œ Itu tidak mudah. 
πŸ“Œ Anda harus berusaha untuk membuat pernikahan Anda berhasil, sama seperti hal-hal lainnya dalam kehidupan.

πŸ”Ž Mengapa resolusi ini penting buat hidup Anda? Karena sebagian besar masalah dalam hidup berasal dari 
==> ketidakmampuan kita untuk menunda kebahagiaan.

πŸ’₯ Masyarakat mengajarkan kita untuk berkata, 
πŸ“Œ "Saya ingin segalanya dan 
πŸ“Œ saya menginginkannya sekarang juga dan 
πŸ“Œ saya ingin mendapatkannya secara gratis dan 
πŸ“Œ saya ingin semuanya berjalan mudah." 
✒️ Hidup tidak berjalan seperti itu!

πŸ’‘ Musa membuat satu pilihan: "Karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada 
==> untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa" 
(Ibrani 11:25).

πŸ‘‰ Ayat ini mengatakan bahwa Musa memilih 
==> untuk dianiaya  
==> untuk menanggung rasa sakit jangka pendek demi 
~ keuntungan jangka panjang karena 
~ melakukan kebenaran.

✒️ Anda akan mengalami rasa sakit dalam hidup. Tetapi jika Anda memilih untuk 
~ melakukan bagian yang sulit sekarang juga dan 
~ berusaha dan 
~ disiplin untuk belajar, 
~ bertumbuh, 
~ menjadi kuat, dan 
~ menjadi dewasa, 
πŸ‘‰ maka di kemudian hari Anda akan mendapatkan manfaat dari itu semua.

✒️ Ketika Anda memilih menghadapi rasa sakit jangka pendek seperti yang dilakukan Musa, maka Anda akan melihat Tuhan memerdekakan Anda sehingga Anda dapat menikmati manfaatnya untuk jangka panjang.

Renungkan hal ini:
- Penderitaan sementara apa yang tengah Anda hadapi yang membutuhkan perspektif surgawi?

- Bagaimana Anda melihat bagaimana keputusan sulit Anda atau kerja keras Anda telah membawa manfaat untuk jangka panjang?

- Bagaimana Anda menjadi semakin serupa seperti Yesus ketika saat ini Anda memilih menjalani hal yang sulit, meski itu berarti Anda harus menderita atau menanggung penderitaan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kidung Agung 7-8; Efesus 1
___________
Tuhan selalu memberikan ujian dan cobaan yang tidak akan melebihi kemampuan kita

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Choose Short-Term Pain for Long-Term Gain
By Rick Warren

"[Moses] chose to be mistreated along with the people of God rather than to enjoy the fleeting pleasures of sin" (Hebrews 11:25 NIV).
--------------------
To be all God wants you to be, you need to choose short-term pain for long-term gain.

Anybody who's ever played sports knows this one. You've got to practice and work hard in order to play in a championship game. You don't just walk out and compete for the title. If you're going to be good at anything, you've got to accept short-term pain for long-term gain.

That's not just true in sports. It's true in finances and relationships, too. I have a good marriage, but Kay and I have worked hard at it for years. It didn't come easily. You've got to work to make your marriage thrive, just like anything else in life.

Why is this resolution important in your life? Because most problems in life come from the inability to delay gratification. Society teaches us to say, "I want everything and I want it now and I want it free and I want it easy." Life doesn't work like that!

Moses made a choice: "He chose to be mistreated along with the people of God rather than to enjoy the fleeting pleasures of sin" (Hebrews 11:25 NIV).

This verse says he chose to be mistreated—to endure the short-term pain for the long-term gain of doing the right thing.

You're going to experience pain in life. But if you choose to do the hard thing right now and put in the effort and discipline to learn, grow, become strong, and mature, then later in life you get to benefit from all of that.

When you choose the short-term pain like Moses did, you're going to see God deliver you so that you can enjoy the long-term reward.



Jumat, 25 September 2020

Rancangan Tuhan untuk Rasa Sakit Anda

26 September 2020

Bacaan Hari ini:
1 Petrus 4:19 "Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, 
==> menyerahkan jiwanya, 
==> dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia."
-----------------
πŸ”Ž Ingat seperti apa dunia fotografi sebelum berubah menjadi digital? 
πŸ“Œ Ketika Anda mengambil foto, hal pertama yang Anda dapat adalah 
==> film negatif (klise foto). Kemudian 
πŸ“Œ Anda akan mengubah film negatif tersebut menjadi positif dengan melakukannya di kamar gelap dengan menyinari kertas foto dengan proyektor khusus sehingga gambar yang ada di klise foto tertembus cahaya dan akan tercetak di kertas foto tersebut. 
πŸ‘‰ Ini mengubah foto negatif menjadi foto penuh warna yang positif.

✒️ Itulah yang Tuhan ingin lakukan dengan ketidakadilan dalam hidup kita. Kita semua pasti pernah mengalaminya. 
πŸ“Œ Orang-orang memperlakukan kita tidak adil. 
πŸ“Œ Mereka mengabaikan kita. 
πŸ“Œ Mereka memanfaatkan kita. 
πŸͺ” Tuhan ingin mengambil semua hal negatif itu, 
πŸͺ” menyinarinya dengan terang-Nya, dan 
πŸͺ” mengubahnya menjadi positif — sebuah foto kehidupan yang penuh warna dari kehidupan yang telah dirancangkan-Nya untuk kita.

πŸ‘‰ Alkitab berkata, "Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia" 
(1 Petrus 4:19).

✒️ Hal terpenting yang perlu Anda ingat ketika diperlakukan tidak adil ialah bahwa 
==> Yesus ada di pihak Anda.

✒️ Di seluruh Alkitab, Tuhan menunjukkan perhatian khusus kepada orang-orang yang diperlakukan tidak adil
πŸ“Œ Dia adalah Tuhan Keadilan. 
πŸ“Œ Dia mendengar tangisan Anda, 
~ melihat kepedihan Anda, dan 
~ merasakan rasa sakit Anda.

πŸ”Ž Mungkin Anda berpikir Anda tidak mendapatkan apa yang layak Anda dapatkan.
πŸ‘‰ Saat Anda memancarkan terang kasih Tuhan lewat keadaan Anda, maka 
πŸͺ” Dia dapat mengubah rasa sakit Anda menjadi sebuah gambar yang indah.

πŸͺ” Dia mengembangkan karakter Anda melalui itu. 
πŸͺ” Dia membuat Anda lebih kuat. 
==> Dan yang paling penting
==>  Dia menggunakan rasa sakit Anda untuk kebaikan.

✒️ Anda tidak akan pernah mendapatkan penjelasan untuk banyaknya rasa sakit yang harus Anda pikul dalam hidup ini. 
✒️ Saat Anda sampai ke surga, Anda mungkin lebih paham mengapa hal-hal buruk yang telah terjadi pada Anda. Tetapi 
✒️ Tuhan tidak berhutang penjelasan apa pun kepada Anda.

πŸ‘‰ Namun, inilah kabar baiknya: 
πŸ“Œ Anda tidak butuh penjelasan. 
πŸ“Œ Anda hanya perlu tahu bahwa Tuhan menyayangi Anda. 
πŸ“Œ Dia punya rencana untuk Anda. 
πŸ“Œ Tuhan akan menegur siapa pun yang telah menyakiti Anda.

✒️ Tuhan tidak pernah menyia-nyiakan luka dan kepedihan. Maka, 
==> sambutlah terang Injil, dan 
==> Tuhan akan menggunakan
~ luka Anda — 
~ ketidakadilan yang begitu nyata yang pernah terjadi pada Anda — 
==> untuk menciptakan sebuah gambar yang indah lewat hidup Anda.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Tuhan menggunakan rasa sakit dari masa lalu Anda untuk membantu orang lain?

- Dengan cara apa Anda telah melihat Tuhan mendewasakan karakter Anda melalui ketidakadilan yang pernah Anda alami?

- Alih-alih membalas, menurut Anda bagaimana Tuhan ingin Anda memperlakukan orang yang memperlakukan Anda dengan tidak adil? Bagaimana menanggapi dengan kasih memengaruhi Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kidung Agung 4-6; Galatia 6
____________
Tuhan punya rencana buat rasa sakit Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
============
God's Plan for Your Pain
By Rick Warren

"If you are suffering in a manner that pleases God, keep on doing what is right, and trust your lives to the God who created you, for he will never fail you" (1 Peter 4:19 NLT).
----------------
Remember what photography was like before everything went digital? When you took a picture, the first thing you'd get was a negative. Then you'd develop the negative into a positive by going into a darkroom and shining a light through it onto photographic paper. This turned the negative into a positive, full-color photograph.

That's what God wants to do with the injustices in our lives. We all have them. People have mistreated us. They've passed over us. They've taken advantage of us. God wants to take all the negatives, shine the light of Jesus through them, and turn them into positives—a full-color picture of the life we were made to live.

The Bible says, "If you are suffering in a manner that pleases God, keep on doing what is right, and trust your lives to the God who created you, for he will never fail you" (1 Peter 4:19 NLT). The most important thing you can remember when you've been treated unfairly is that Jesus is on your side.

Throughout Scripture, God shows special care for people who are treated unfairly. He is a God of justice. He hears your cry, sees your pain, and knows your hurt. You didn't get what you thought you deserved. But God has a plan for your pain.

When you shine the light of God's love through your circumstances, he can turn your pain into a beautiful picture. He develops your character through it. He makes you stronger. Most importantly, he uses your pain.

You'll never get an explanation for much of the pain you endure in this life. When you get to heaven, you may understand more about why bad things happened to you. But God does not owe you an explanation for it.

But here's the good news: You don't need an explanation. You just need to know that God loves you. He has a plan for you. God will settle the score with whoever hurt you.

God never wastes a hurt. Welcome the light of the Gospel into it and God will use your hurt—the very real injustice that has happened to you—to create a beautiful picture through your life.



Kamis, 24 September 2020

Ketidakadilan Menuntun Kita ke Arah Yesus


25 September 2020

Bacaan Hari ini:
Mazmur 34:17 "Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan ==> melepaskan mereka dari segala kesesakannya."
-------------------
πŸ’₯ Akhir-akhir ini Anda akan mendengar hal berikut di berbagai tempat: Orang-orang pada dasarnya baik dan tidak egoisLingkungan merekalah yang mengubah hati mereka menjadi jahat.

πŸ’‘ Sayangnya, teori ini tidak sesuai dengan apa yang kita lihat dari sifat dasar manusia
==> Jika Anda dikelilingi oleh anak kecil, Anda pasti paham hal ini. 
==> Mereka terlahir dengan sifat egois. Ekspresi atau ungkapan seperti 
~ "Beri aku makan!" 
~ "Sayangi aku!" dan 
~ "Aku pusat perhatian" 
πŸ‘‰ menjadi sebuah perintah yang harus dituruti.

πŸ’₯ Ketidakadilan yang terjadi di seluruh dunia dan di sekeliling hidup kita juga 
==> memusnahkan anggapan yang kita miliki bahwa kita, 
manusia pada dasarnya baik.
πŸ‘‰ Jika kita berbuat semau kita, kita boleh jadi 
~ menindas orang lain, 
~ menimbun bahan makanan, dan yang paling lazim, 
memikirkan diri kita sendiri lebih daripada orang lain.

πŸ”Ž Seolah Tuhan melihat manusia yang Dia ciptakan dan berkata, "Oke, jadi 
==> menurutmu manusia itu pada dasarnya baik? 
==> Menurutmu sifat manusia pada dasarnya tidak egois? 
πŸ‘‰  Aku akan biarkan sifat manusia menjawabnya sendiri. 
πŸ‘‰ Engkau akan lihat apa yang terjadi jika Aku tidak dilibatkan di dalamnya."

✒️ Apa yang benar tentang anak-anak dan masyarakat pada umumnya juga berlaku dalam kehidupan kita saat ini
==> Anda dan saya kerap mendapat perlakuan tidak adil sepanjang waktu
✒️ Tapi inilah rahasia yang mungkin belum pernah Anda pikirkan: 
==> Anda juga memperlakukan orang lain dengan tidak adil dari waktu ke waktu. Dan begitu pula saya.

πŸ’‘ Kecenderungan kita untuk memperlakukan satu sama lain dengan tidak adil 
==> tidak mengagetkan Tuhan. Malahan, itu menunjukkan mengapa kita membutuhkan Yesus.

πŸ’‘ Kenyataannya adalah, 
πŸ‘‰ jika tanpa Tuhan dalam situasi ini, orang memperlakukan satu sama lain dengan tidak manusiawi dan 
πŸ‘‰ itulah penyebab inti dari ketidakadilan di dunia kita — 
~ dari diktator yang lalim hingga 
~ pengentasan kemiskinan hingga 
~ masalah rasisme.

✒️ Suatu hari Allah akan menghakimi setiap orang di planet ini atas ketidakadilan yang telah mereka lakukan terhadap orang lain 
πŸ‘‰ Karena *Tuhan itu adil, maka pasti ada konsekuensi atas perbuatan kita tersebut.

Itu artinya 
πŸ“Œ kita membutuhkan belas kasih
πŸ“Œ Kita semua tentu pernah bersikap tidak adil dengan orang lain.

✒️ Ketidakadilan ini menunjukkan bahwa kita membutuhkan 
==> Yesus. 
✒️ Allah tidak perlu mengirim Putra-Nya untuk mati di kayu salib apabila sifat dasar manusia baik
✒️ Ketidakadilan yang luas di dunia kita memperjelas bahwa 
πŸ‘‰ manusia tidak dapat menjalani kehidupan moral mereka sendiri, 
πŸ‘‰ mereka butuh Tuhan.

πŸ’₯ Lain waktuapabila Anda diperlakukan tidak adil, 
==> biarlah itu menjadi sebuah pengingat: 
πŸ‘‰ Setiap orang di planet ini — termasuk Anda dan saya — membutuhkan 
==> Yesus.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Anda biasanya menghadapi perlakuan tidak adil?

- Apa respons Anda terhadap pernyataan ini: "Lain waktu, ketika Anda tidak adil kepada seseorang, itu menunjukkan betapa Anda butuh Yesus."

- Bagaimana renungan ini membantu Anda untuk menjawab pertanyaan ini, "Mengapa Tuhan mengizinkan hal-hal buruk terjadi pada orang baik?"

Bacaan Alkitab Setahun :
Kidung Agung 1-3; Galatia 5
____________
Sadarilah, kita bukan hanya korban dari ketidakadilan
πŸ‘‰ Kita juga pelakunya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==============
Unfairness Points Us toward Jesus
By Rick Warren

"The LORD hears his people when they call to him for help. He rescues them from all their troubles" (Psalm 34:17 NLT). 
-----------------
You'll hear it from many different places these days: People are basically good and unselfish. It's their environments that turn people's hearts toward evil.

Unfortunately, that theory just doesn't match with what we see in human nature. If you've ever been around small children, you get this. They're born with a selfish nature. Phrases like "Feed me!" "Care for me!" and "I'm the center of attention" are the rule rather than the exception.

Human injustice throughout the world and in our own communities also shatters any misconception we have that we humans are all basically good. Left to our own devices, we oppress other people, hoard our food, and generally think about ourselves much more than anyone else.

And then it seems as if God looks at the humanity he created and says, "Okay, you think you're basically good? You think human nature is basically unselfish? I'll step back and let human nature take its course in the world. We'll show you what happens when I'm not in the picture.

What's true in children and society in general is also true in our lives today. You and I are treated unfairly all the time. But here's a secret you may not have considered: You treat people unfairly from time to time as well. And so do I.

Our inclination to treat one another unfairly doesn't surprise God. In fact, it shows why we need Jesus. 

The reality is, without God in the situation, people treat each other inhumanely and that's the heart of injustice and unfairness in our world—from despotic dictators to crushing poverty to racial tension in our communities.

One day God will judge every person on the planet for the injustices they commit against others. Because God is just, there must be consequences for how we treat others.

That means we need mercy. All of us have been unfair with others from time to time. We're not just the victims of injustice. We're perpetrators, too.

This unfairness shows us we need Jesus. God wouldn't have needed to send his Son to die on the cross if people were generally good. The vast injustices in our world make it clear that humans can't live moral lives on their own.

Next time you're treated unfairly, let it be a reminder: Every person on this planet—including you and me—needs Jesus.



Rabu, 23 September 2020

Eksegesis VS Eisegesis

Eksegesis dan Eisegesis adalah dua pendekatan yang bertolak belakang dalam mempelajari Alkitab. Eksegesis adalah eksposisi/ pengungkapan/ penjelasan dari sebuah teks berdasarkan analisa-analisa yang seksama dan obyektif. Kata eksegesis secara harfiah bermakna "menuntun/ menarik keluar dari." Maksudnya bahwa si penafsir menuntun kesimpulan-kesimpulannya dari teks Alkitab.

Lawan dari  pendekatan terhadap  Alkitab ini adalah eisegesis, dimana menafsir sebuah ayat Kitab Suci berdasarkan pada sebuah pembacaan subyektif dan tanpa analisa. Kata eisegesis secara hurufiah berarti "menuntun masuk kedalam," yang bermakna bahwa penafsir menyuntikan/memasukan ide-idenya sendiri kedalam teks, menjadikan teks tersebut bermakna sesuai apapun yang dia inginkan.

Jelas disini hanya eksegesis yang berlaku adil terhadap teks. Eisegesis adalah sebuah kesalahan dalam menangani teks dan sering menuntun kepada sebuah  kesalahan penafsiran. 

Eksegesis : dikaitkan dengan  menemukan kebenaran makna dari sebuah teks, dengan memperhatikan seksama tata bahasa, hubungan kata, dan latar belakang. 

Eisegesis : hanya dikaitkan dengan membuat sebuah poin/maksud, bahkan dengan mengorbankan makna dari kata-kata.

2 Timotius 2:15 memerintahkan kita untuk menggunakan  metoda eksegesis :

"Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu."

Pada Alkitab versi lain, akan lebih jelas terlihat, contoh:

versi Amplified :" Study and be eager and do your utmost to present yourself to God approved (tested by trial), a workman who has no cause to be ashamed, correctly analyzing and accurately dividing [rightly handling and skillfully teaching] the Word of Truth" atau

versi  NIV :" Do your best to present yourself to God as one approved, a worker who does not need to be ashamed and who correctly handles the word of truth" atau

versi KJV :" Study to shew thyself approved unto God, a workman that needeth not to be ashamedrightly dividing the word of truth."

Seorang yang mempelajari Alkitab dengan jujur dan sungguh sungguh akan melakukan eksegesis, orang itu akan mengijinkankan teks untuk berbicara bagi dirinya sendiri. Namun eisegesis dengan mudah membawa kepada kesalahan, sebab penafsir akan berupaya untuk menyatukan teks dengan  ide-ide yang ada didalam pikirannya. 

"Eksegesis memungkinkan kita untuk bersepakat dengan Alkitab; sementara eisegesis berupaya untuk memaksa Alkitab untuk bersepakat dengan kita."


Proses eksegesis meliputi

1.    Obeservasi       : Apakah yang sedang dikatakan nas firman?
2.    Penafsiran        : Apakah makna nas firman itu?
3.    Korelasi          : Bagaimana nas firman tersebut berkaitan dengan bagian  bagian lain dalam Alkitab?
4.    Aplikasi             : Bagaimana seharusnya nas firman tersebut mempengaruhi hidupku?

Proses eisegesis disisi lain, melibatkan

1.    Imajinasi        : Ide apakah yang hendak aku sampaikan?
2.    Eksplorasi     : Nas kitab suci apakah yang terlihat sesuai dengan ideku? Dan
3.    Aplikasi          : Apakah makna dari ideku itu?

Perhatikan bahwa eisegesis tidak melakukan penelitian dan perenungan atas setiap kata dari teks atau hubungannya terhadap satu sama lain, tidak ada usaha untuk men cross-check dengan nas-nas terkait, dan tidak ada keinginan yang sungguh-sungguh untuk memahami makna yang sebenarnya.

Contoh dari kedua pendekataan dalam menafsirkan sebuah ayat :

2 Tawarikh 27:1-2
"Yotam berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan enam belas tahun lamanya …Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Uzia, ayahnya, hanya ia tidak memasuki Bait TUHAN. "


EISEGESIS

Pertama, penafsir akan menentukan sebuah topik. 

-         Hari ini , topiknya "Pentingnya  Kehadiran di Gereja."
-     Pengkhotbah membaca 2  Tawarikh 27:1-2 dan melihat bahwa Raja Yotam adalah seorang  raja yang baik, persis seperti ayahnya Uzia, kecuali untuk satu hal: dia tidak pergi ke Bait Allah! (Ayat ini kelihatannya cocok dengan idenya, jadi dia menggunakannya.)
- Pengaruh pada khotbahnya adalah berhubungan dengan perlunya untuk hanya meneruskan nilai-nilai yang baik dari satu  generasi ke generasi selanjutnya. Hanya karena Raja Uzia pergi ke bait suci setiap minggu tidak berarti bahwa anaknya akan melanjutkan pergi ke bait suci. Dalam hal yang sama, banyak anak muda hari ini secara  tragis mengabaikan didikan orang tua dan kehadiran gereja merosot.
-   Khotbah berakhir dengan sebuah pertanyaan:"Berapa banyak berkat yang  gagal diterima Yotam, hanya karena dia mengabaikan untuk ke gereja?"

Sah sah saja dan tidak ada yang salah dengan mengkhotbahkan mengenai hadir beribadah di gereja. Dan dari pembacaan sepintas pada 2 Tawarikh 27:1-2 nampaknya mendukung bahwa nas ini  sebagai sebuah ilustrasi yang tepat! 

Akan tetapi, pengertian diatas salah total. Karena Yotam tidak pergi ke bait suci bukanlah hal yang salah; faktanya, tindakan itu sangat baik, sebagaimana pendekatan yang tepat terhadap nas ini akan memperlihatkannya.


EKSEGESIS

Pertama, penafsir akan membaca ayat firman tadi, 

-     Untuk memiliki pemahaman utuh atas konteksnya, dia membaca sejarah, baik tentang Uzia maupun Yotam ( 2 Tawarikh 26-27; 2 Raja-Raja 15:1-6, 32-38).
-      Dalam observasinya, dia menemukan bahwa Raja Uzia adalah seorang  raja yang baik, namun dia mengabaikan TUHAN ketika dia pergi ke bait suci dan mempersembahkan dupa di altar—sesuatu yang  hanya  seorang imam yang memiliki hak untuk melakukannya ( 2 Tawarikh 26:16-20).
-     Kesombongan Uzia dan pencemarannya atas bait suci berakibat dia ditimpa penyakit "lepra hingga hari kematianya" ( 2 Tawarikh 26:21).
-       Perlu diketahui  kenapa Uzia menghabiskan sisa waktu hidunya dalam pengasingan,
-       Penafsir mempelajari  Imamat 13:46 dan melakukan  beberapa penelitian pada penyakit Lepra. Kemudian dia memperbandingkan penggunaan penyakit itu sebagai sebuah penghukuman dalam nas-nas lainnya, seperti 2 Raja-Raja 5:27; 2 Tawarikh 16:12; dan 21:12-15.

Pada saat ini, si penafsir akan memahami sesuatu yang  penting : 

-   ketika ayat berkata Yotam "tidak pergi ke Bait TUHAN," hal ini bermakna dia tidak mengulangi kesalahan ayahnya. Uzia secara sombong telah melangkahi jabatan imam; Yotam lebih patuh.

Hasil khotbah dapat menjadi berhubungan dengan displin yang dilakukan TUHAN terhadap anak-anakNya, kepatuhan total membawa berkat, atau kita perlu belajar dari kesalahan yang terjadi di masa lalu ketimbang mengulanginya.

Tentu saja, Eksegesis membutuhkan waktu yang lebih banyak dan lebih tekun daripada eisegesis. Tetapi jika kita mau menjadi orang yang layak di hadapan Allah sebagai seorang hamba yang tidak usah malu,"yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu," maka kita harus mau mengambil waktu dalam setiap pembacaan Alkitab kita untuk mempelajari, merenungkan dan memahami secara benar teks teks yang ada dalam Alkitab. 

Dari situlah awal kita menghargai TUHAN melalui mempelajari firman-Nya dengan tekun dalam mempersiapkan setiap Khotbah dengan mempelajari dengan serius dan dituntun oleh Roh Kudus.


-COFFEE_Hipster's-

Tuhan Berkata Tanggapi Ketidakadilan dengan Kasih

24 September 2020

Bacaan Hari ini:
Matius 5: 43-44 
==> "Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu
==> Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu."
---------------
✒️ Ketidakadilan adalah bagian dari kondisi manusia
==> Sekian lama Anda tinggal di dunia ini, 
==> tentu Anda tidak pernah tidak merasa seseorang memperlakukan Anda dengan tidak adil
~ Boleh jadi itu orangtua Anda yang menyebabkan Anda melewati masa kecil yang menyedihkan
~ Itu mungkin majikan yang memperlakukan Anda lebih kasar dibanding kepada rekan kerja Anda
~ Mungkin Anda merasa diperlakukan tidak adil oleh proses hukum.

✒️ Anda bisa memilih untuk merespons orang yang menyakiti Anda dengan 
==> balik menyakiti mereka
πŸ‘‰ Memang tidak diragukan lagi, itulah pilihan termudah.

πŸ’‘ Tetapi Tuhan memberi kita pilihan lain dalam Firman-Nya: 
==> "Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. 
==> Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu" 
(Matius 5:43-44).

✒️ Jika Anda menanggapi perlakuan tak adil dengan kasih, maka Anda akan mencegah orang lain untuk mengendalikan Anda.
✒️ Anda tidak dapat mengontrol orang lain saat mereka memperlakukan Anda dengan tidak adil. Namun, 
✒️ Anda dapat mengontrol diri Anda apakah Anda akan meresponnya dengan kepahitan atau tidak. 
πŸ‘‰ Anda dapat mengendalikan cara Anda merespons ketidakadilan.

πŸ’₯ Hanya karena Anda menanggapi seseorang yang bersalah dengan penuh kasih bukan berarti serta merta Anda sepakat dengan adanya 
==> ketidakadilan. Sebaliknya, 
πŸ“Œ kita harus menunjukkan keadilan dengan kasih
πŸ“Œ Kita harus menggalakkan keadilan di dunia ini dengan tanpa membalas.
πŸ‘‰ Alkitab memerintahkan kita untuk 
==> "lakukanlah keadilan dan kebenaran, 
==> lepaskanlah dari tangan pemerasnya orang yang dirampas haknya, 
==> janganlah engkau menindas dan 
==> janganlah engkau memperlakukan orang asing, yatim dan janda dengan keras, dan 
==> janganlah engkau menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini!" 
(Yeremia 22: 3).

πŸ‘‰ Dr. Martin Luther King Jr. adalah teladan yang bagus akan hal ini. 
πŸ“Œ Dia berjuang melawan ketidakadilan tanpa kekerasan. 
πŸ“Œ Dia menghadapi kejahatan dengan kekuatan kasih. 
πŸ“Œ Dia mengikuti teladan Yesus, yang memilih untuk mengampuni mereka yang menganiaya Dia, 
==> bahkan saat mereka membunuh-Nya.

πŸ‘‰ Itulah panggilan kita sebagai pengikut Yesus. 
==> Ketidakadilan boleh jadi bagian dari kondisi manusia, tetapi kita tidak boleh menjadi budak olehnya. Sebaliknya, 
==> Tuhan memanggil kita untuk menanggapi dengan kasih.

Renungkan hal ini:
- Ketidakadilan apa dalam hidup Anda yang mana sulit buat Anda meresponnya dengan kasih? Mengapa?

- Bagaimana bisa kita membiarkan orang lain mengendalikan kita ketika kita memilih untuk membenci mereka atau menyimpan kepahitan terhadap mereka?

- Apa beberapa cara kreatif agar keluarga atau kelompok kecil Anda dapat menanggapi ketidakadilan di lingkungan Anda dengan kasih Yesus?

Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 11-12; Galatia 4
____________
Ketika orang menyakiti Anda
==> mereka mengharapkan Anda untuk membalas. 
==> Mereka mengharapkan Anda membalas dendam. Namun, 
==> Tuhan ingin Anda melakukan yang sebaliknya. 
==> Dia ingin Anda merespons dengan kasih.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
God Says Respond to Unfairness with Love
By Rick Warren

"You have heard that it was said, 'Love your neighbor and hate your enemy.' But I tell you, love your enemies and pray for those who persecute you" (Matthew 5:43-44 NIV).
------------------
Unfairness is part of the human condition. You can't live on this earth for long without feeling like someone has treated you unfairly. Maybe it's a parent who put you through a miserable childhood. Maybe it's an employer who treats you more harshly than they treat your coworkers. Maybe you feel like you were handled unfairly by the legal process.

You can choose to respond to the people who hurt you by hurting them. That's the easiest choice to make, no doubt about it.

But God gives us another option in his Word: "You have heard that it was said, 'Love your neighbor and hate your enemy.' But I tell you, love your enemies and pray for those who persecute you" (Matthew 5:43-44 NIV).

When people hurt you, they expect you to retaliate. They expect you to seek revenge. But God wants you to do the exact opposite. He wants you to respond in love.

If you respond to mistreatment with love, you'll keep the other person from controlling you. You can't control when another person treats you unfairly. You can control whether you get bitter in the process. You can control your response to injustice.

Just because you respond to an offender lovingly doesn't mean you continue to allow injustice. On the contrary, we must lovingly seek justice. We must work for justice in the world without retaliating. The Bible commands us to "be fair-minded and just. Do what is right!" (Jeremiah 22:3 NLT).

Dr. Martin Luther King Jr. was a great example of this. He fought against injustice without violence. He overcame evil through the power of love. He followed the example of Jesus, who chose to forgive his persecutors even as they were killing him.

That's our calling as followers of Jesus. Unfairness and injustice may be part of the human condition, but we must not feed into it. Instead, God calls us to respond in love.