Jumat, 04 September 2020

Iman yang Menyenangkan Hati Tuhan, Bukan Perasaan Anda

05 September 2020

Bacaan Hari ini:
Ayub 1:21 "katanya, 
πŸ’‘ "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, 
πŸ’‘ dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. 
==> TUHAN yang memberi, 
==> TUHAN yang mengambil, 
==> terpujilah nama TUHAN!"
--------------
πŸ‘‰ Jika Anda adalah orang Kristen baru
==> Tuhan akan sering memberi Anda perasaan-perasaan penegasan sehingga Anda tahu Dia ada di sana dan Dia peduli. 
πŸ‘‰ Tetapi ketika Anda tumbuh di dalam iman, ==> Tuhan akan menghentikan ketergantungan Anda pada perasaan Anda untuk merasakan kehadiran-Nya dan karya-Nya di dalam hidup Anda.

==> Kemahahadiran Allah serta 
==> manifestasi akan kehadiran-Nya merupakan πŸ‘‰ dua hal yang berbeda
πŸ“Œ Yang satu adalah sebuah fakta; 
πŸ“Œ sementara yang lainnya seringkali berupa perasaan.

✒️ Tuhan selalu hadir, bahkan 
==> ketika Anda tidak menyadarinya, dan 
==> kehadiran-Nya itu terlalu mendalam untuk bisa diukur dengan sebuah perasaan belaka.

πŸ’‘ Ya, Dia ingin Anda merasakan kehadiran-Nya
πŸ“Œ tetapi Dia lebih peduli dengan fakta bahwa Anda lebih percaya pada-Nya ketimbang Anda merasakan kehadiran-Nya. 
πŸ“Œ Bukan perasaan, tetapi imanlah yang menyenangkan hati Allah.

πŸ’‘ Situasi-situasi yang paling dapat merentangkan iman Anda ialah 
==> ketika hidup Anda tak terkendali dan 
==> ketika Tuhan seolah menghilang. 
πŸ‘‰ Hal ini terjadi pada Ayub.
==> Dalam waktu singkat, ia kehilangan segalanya 
~ keluarganya, 
~ bisnisnya, 
~ kesehatannya, dan 
~ semua yang ia miliki. Dan, 
πŸ“Œ yang paling mengecewakan
==> Tuhan tidak berkata apa-apa kepada Ayub di sepanjang 37 pasal!

πŸ’‘ Bagaimana agar Anda tetap memuliakan Tuhan ketika 
==> Anda tidak mengerti apa yang terjadi dalam hidup Anda dan 
==> Tuhan diam saja? 
πŸ’‘ Bagaimana agar Anda tetap terhubung dengan Tuhan 
==> di tengah krisis meski tanpa komunikasi? 
πŸ’‘ Bagaimana agar Anda tetap menatap Yesus 
==> ketika mata itu penuh dengan air mata?

πŸ‘‰ Lakukanlah yang Ayub lakukan:

πŸ“Œ "Maka berdirilah Ayub, lalu 
~ mengoyak jubahnya, dan 
~ mencukur kepalanya, kemudian 
~ sujudlah ia dan 
~ menyembah, katanya: 

==> "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, 
==> dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. 
==> TUHAN yang memberi, 
==> TUHAN yang mengambil, 
==> terpujilah nama TUHAN!" 
(Ayub 1: 20-21).

πŸ“Œ Beritahu Tuhan bagaimana perasaan Anda. 
πŸ“Œ Tuangkan isi hati Anda kepada Tuhan. 
πŸ“Œ Keluarkan setiap uneg-uneg yang Anda rasakan. 
πŸ‘‰ Ayub melakukan ini ketika dia bertanya kepada Tuhan, "Oleh sebab itu 
==> akupun tidak akan menahan mulutku, 
==> aku akan berbicara dalam kesesakan jiwaku, 
==> mengeluh dalam kepedihan hatiku" 
(Ayub 7:11).

πŸ‘‰ Dia berseru ketika Tuhan yang terasa begitu jauh, "Seperti 
==> ketika aku mengalami masa remajaku, 
==> ketika Allah bergaul karib dengan aku di dalam kemahku;" 
(Ayub 29: 4).

Renungkan hal ini:
- Dengan cara apa Anda dapat menunjukkan rasa percaya Anda kepada Tuhan, bahkan ketika Anda tidak merasakan kehadiran-Nya?

- Untuk hal-hal apa saja Anda dapat memuliakan Tuhan, bahkan ketika Anda tidak memahami apa yang sedang terjadi dalam hidup Anda?

- Apakah Anda pernah merasa cemas untuk menyampaikan keraguan, kemarahan, ketakutan, kesedihan, kebingungan, atau pertanyaan Anda kepada Tuhan? Mengapa atau mengapa tidak?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 143-145; I Korintus 15:1-11
___________
πŸ‘‰ Tuhan dapat mengatasi keraguan, kemarahan, ketakutan, kesedihan, kebingungan, dan 
πŸ‘‰ pertanyaan - pertanyaan Anda
==> Anda dapat membawa itu semua kepada-Nya di dalam doa.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
Faith, Not Feelings, Pleases God
By Rick Warren

"Naked I came from my mother's womb, and naked I will depart. The Lord gave and the Lord has taken away; may the name of the Lord be praised" (Job 1:21 NIV).
-----------------
When you are a new Christian, God will often give you confirming emotions so you'll know he's there and he cares. But as you grow in faith, God will wean you of any dependency to rely on your emotions to believe he is present and at work in your life.

God's omnipresence and the manifestation of his presence are two different things. One is a fact; the other is often a feeling. God is always present, even when you are unaware of him, and his presence is too profound to be measured by mere emotion.

Yes, he wants you to sense his presence, but he's more concerned that you trust him than that you feel him. Faith, not feelings, pleases God.

The situations that will stretch your faith most will be those times when life falls apart and God is nowhere to be found. This happened to Job. On a single day he lost everything—his family, his business, his health, and everything he owned. And, most discouraging, God said nothing to Job for 37 chapters!

How do you praise God when you don't understand what's happening in your life and God is silent? How do you stay connected in a crisis without communication? How do you keep your eyes on Jesus when they're full of tears? You do what Job did: "Then he fell to the ground in worship and said: 'Naked I came from my mother's womb, and naked I will depart. The Lord gave and the Lord has taken away; may the name of the Lord be praised'" (Job 1:20-21 NIV).

Tell God exactly how you feel. Pour out your heart to God. Unload every emotion that you're feeling. Job did this when he said, "I can't be quiet! I am angry and bitter. I have to speak" (Job 7:11 GNT).

He cried out when God seemed distant: "Oh, for the days when I was in my prime, when God's intimate friendship blessed my house" (Job 29:4 NIV).

God can handle your doubt, anger, fear, grief, confusion, and questions. You can take everything to him in prayer.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar