https://youtube.com/watch?v=3Eq8gYwvrXo&si=BhH6fZjROO9MxN9u
Senin, 20 April 2026
Kegagalan Terbesar Anda Dapat Menghasilkan Keberhasilan Terbesar Anda Rezim Iran
Menghasilkan Keberhasilan Terbesar Anda
21 April 2026
Bacaan Hari ini:
Lukas 22:32 "tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu" ------------------- Ketika Anda berada di tengah kegagalan, mungkin terasa bahwa tidak ada hal baik yang akan muncul darinya. Namun, Allah selalu dapat mendatangkan kebaikan dari kegagalan Anda. Bahkan, kegagalan terburuk Anda dapat menjadi keberhasilan terbesar Anda. Jika Anda mengizinkan-Nya, Allah akan menggunakan kegagalan Anda untuk membangun gereja-Nya.Yesus berkata kepada Petrus dalam Lukas 22:32, "tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu". Bahkan sebelum Petrus gagal, Yesus telah memberikan gambaran tentang bagaimana Allah dapat menggunakan kegagalannya untuk kebaikan.
Setelah kegagalan Petrus (ketika ia menyangkal Yesus tiga kali), Yesus mati lalu bangkit kembali. Ketika Ia dan Petrus bertemu kembali di tepi pantai, Yesus menunjukkan kebaikan yang akan Allah hasilkan dari kegagalan tersebut. Berikut percakapannya:
"Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." (Yohanes 21:15-17).Tiga kali Yesus bertanya kepada Petrus, “Apakah engkau mengasihi Aku?” Mengapa Ia bertanya tiga kali? Ia memberi Petrus kesempatan untuk memperbaiki tiga kali penyangkalannya terhadap Yesus.
Dan setiap kali, Yesus memberikan cara lain agar kegagalannya dapat digunakan untuk kebaikan: "Gembalakanlah domba-domba-Ku... Gembalakanlah domba-domba-Ku... Gembalakanlah domba-domba-Ku."
Pada malam yang sama ketika Petrus menyangkal Yesus, murid lain, Yudas, juga gagal terhadap Yesus. Namun pada akhirnya, Yudas menjadi pengkhianat Yesus, sementara Petrus memilih menjadi pengajar dan pemimpin.
Dalam Matius 16:18 Yesus berkata, "Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini ,Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya"
Allah masih membangun gereja-Nya dengan menggunakan orang-orang yang pernah gagal. Bahkan, Allah hanya menggunakan orang-orang yang pernah gagal—karena tidak ada manusia yang sempurna.
Renungkan
- Apa satu cara Anda ingin melihat Allah menggunakan kegagalan Anda untuk kebaikan? Apakah Anda percaya bahwa Ia dapat melakukan lebih dari yang dapat Anda minta atau bayangkan?
- Pikirkan seorang sesama orang percaya yang Anda kagumi. Bagaimana Anda melihat Allah mengubah kegagalan besar menjadi pelayanan yang besar dalam hidupnya?
- Kegagalan besar apa yang pernah Anda alami? Apakah Anda siap menyerahkannya kepada Allah hari ini agar Anda dapat melihat bagaimana Ia mendatangkan kebaikan darinya?
Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 9-11; Lukas 15:11-32 _____________ Apa yang akan Anda menjadi sebagai respons terhadap kegagalan Anda? Itu adalah pilihan Anda.(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) ========== "Your Biggest Failure Can Produce Your Greatest Success - Daily Hope with Rick Warren - April 21, 2026
*“When you have repented and turned to me again, strengthen your brothers.”* Luke 22:32 (NLT) ------------------------ When you’re in the middle of a failure, it can seem like nothing good will ever come from it. But God can always bring good from your failures. In fact, your worst failure can become your greatest success. If you let him, God will use your failures to build his church!
Jesus told Peter in Luke 22:32, “When you have repented and turned to me again, strengthen your brothers” (NLT). Before Peter had even failed, Jesus gave him a vision of how God could use his failure for good.
After Peter’s failure (when he denied Jesus three times), Jesus died and then was resurrected. And when he and Peter met again on a seashore, Jesus pointed him to the good God would bring out of his failure. Here’s how the conversation went:
“Jesus said to Simon Peter, ‘Simon son of John, do you love me more than these?’ ‘Yes, Lord,’ he said, ‘you know that I love you.’ Jesus said, ‘Feed my lambs.’ Again Jesus said, ‘Simon son of John, do you love me?’ He answered, ‘Yes, Lord, you know that I love you.’ Jesus said, ‘Take care of my sheep.’ The third time he said to him, ‘Simon son of John, do you love me?’ Peter was hurt because Jesus asked him the third time, ‘Do you love me?’ He said, ‘Lord, you know all things; you know that I love you.’ Jesus said, ‘Feed my sheep’” (John 21:15-17 NIV).
Three times Jesus asked Peter, “Do you love me?” Why did he ask that three times? He was giving Peter the opportunity to make up for the three times he had denied Jesus.
And each time, Jesus gave Peter another way he could use his failure for good: “Feed my lambs. . . . Take care of my sheep. . . . Feed my sheep.”
On the same night that Peter had denied Jesus, another disciple, Judas, also failed Jesus. But, ultimately, Judas became a traitor to Jesus, while Peter chose to become a teacher and a leader.
In Matthew 16:18 Jesus says, “And I tell you, you are Peter, and on this rock I will build my church, and the gates of hell shall not prevail against it” (ESV).
God is still building his church by using people who’ve failed. In fact, God only uses failed people—because there aren’t any perfect people!
What are you going to become in light of your failure? It’s your choice.
Minggu, 19 April 2026
Tiga Hal yang Yesus Lakukan Ketika Anda Gagal
20 April 2026
Bacaan Hari ini:
Ratapan 3:22-23 "Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"
--------------
Kegagalan dapat membuat Anda merasa terasing. Ketika Anda berada di tengah kegagalan, Anda sering merasa malu dan ingin menyendiri. Namun, Yesus selalu menyertai Anda, bahkan dalam kegagalan terbesar Anda.
Untuk menolong Anda melewati kegagalan, Yesus melakukan tiga hal yang luar biasa:
1. Yesus berdoa untuk Anda.
Bahkan sebelum Petrus gagal, Yesus berkata kepadanya, "tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur." (Lukas 22:32 ).
Bahkan pada saat ini, Yesus sedang menjadi perantara—berdoa—untuk Anda. Alkitab berkata, "Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka." (Ibrani 7:25).
2. Yesus percaya kepada Anda.
Bahkan, Ia mengharapkan Anda untuk pulih dan bangkit kembali. Itulah sebabnya Ia berkata kepada Petrus sebelum kegagalan besarnya, "Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf.." (Lukas 22:32). Yesus mengetahui bahwa Petrus akan berdosa dan gagal, lalu pada akhirnya kembali kepada-Nya.
Kenyataannya, kita semua gagal, dan kita gagal berulang kali. Kelemahan terbesar Anda sering kali bersifat kebiasaan. Kemungkinan besar Anda tidak hanya melakukannya sekali saja. Namun, Allah tidak hanya hadir untuk kegagalan besar yang terjadi sekali. Ia juga hadir dalam kesalahan yang Anda lakukan berulang kali. Meskipun Anda gagal berkali-kali, Allah akan selalu percaya kepada Anda.
3. Yesus menunjukkan belas kasihan kepada Anda.
Yesus lebih bersedia menunjukkan belas kasihan daripada Anda bersedia memintanya. Ketika Anda jatuh, Yesus tidak menghukum atau menambah rasa bersalah Anda. Sebaliknya, Ia menyelamatkan Anda.
Dalam Yohanes 21, tidak lama setelah Petrus menyangkal Yesus, Petrus dan beberapa murid lainnya pergi menangkap ikan. Meskipun mereka menangkap ikan sepanjang malam, mereka tidak memperoleh apa pun. Saat fajar, Yesus memanggil mereka dari pantai dan memberitahu di mana mereka harus menebarkan jala. "Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan." (Yohanes 21:6).
Ketika Petrus mengikuti petunjuk Yesus, ia menangkap lebih banyak ikan daripada yang dapat ia tangani. Yesus siap melakukan hal yang sama bagi Anda. Ia dapat melakukan lebih banyak dalam lima menit daripada yang dapat Anda lakukan dalam 50 tahun perencanaan.
Ada kabar baik lainnya: belas kasihan Allah kepada Anda tidak bergantung pada kinerja Anda. Alkitab berkata dalam Ratapan 3:22-23, "Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"
Saudara, Anda mungkin menyerah terhadap Allah, tetapi Ia tidak akan pernah menyerah terhadap Anda.
Renungkan :
- Bagaimana mengetahui bahwa Yesus berdoa untuk Anda memengaruhi hidup Anda?
- Kesalahan apa yang Anda lakukan berulang kali? Bagaimana Allah menolong Anda untuk “bangkit kembali” setiap kali Anda gagal?
- Kapan Yesus menunjukkan belas kasihan kepada Anda dalam suatu kegagalan?
Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 6-8; Lukas 15:1-10
_____________
Yesus sedang berdoa untuk Anda, percaya kepada Anda dan akan selalu menunjukkan belas kasihan. Apa pun yang Anda lakukan, Allah tetap setia.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==============
Three Things Jesus Does When You Fail- Daily Hope with Rick Warren - April 20, 2026
“The steadfast love of the LORD never ceases; his mercies never come to an end; they are new every morning; great is your faithfulness.” Lamentations 3:22-23 (ESV)
----------------------
Failure can be isolating. When you’re in the middle of a failure, you often feel ashamed and just want to be alone. But Jesus is with you always, even in your greatest failure.
To help you through your failures, Jesus does three incredible things:
Jesus prays for you. Even before Peter had failed, Jesus told him, “I have prayed for you, that your faith will not fail” (Luke 22:32 NASB).
Even at this very moment, Jesus is interceding—praying—for you. The Bible says, “He is able, once and forever, to save those who come to God through him. He lives forever to intercede with God on their behalf” (Hebrews 7:25 NLT).
Jesus believes in you. In fact, he expects you to heal and recover. That’s why he told Peter before his big failure, “When you have repented and turned to me again . . .” (Luke 22:32 NLT). Jesus knew Peter would sin and fail and eventually come back to him.
The truth is that we all fail, and we fail repeatedly. Your biggest weaknesses are often habitual. It’s likely you don’t just do them one time and that’s it. But God isn’t only there for the big, one-time failure. He’s there for the mistakes you make over and over again. Though you fail repeatedly, God will always believe in you.
Jesus shows you mercy. Jesus is more willing to show mercy than you’re willing to ask for it. When you’re down, Jesus doesn’t beat you up or add to your guilt. Instead, he saves you.
In John 21, not long after Peter had denied Jesus, Peter and some other disciples went fishing. Though they fished all night, they caught nothing. At dawn, Jesus called to them from the shore and told them where to throw their nets. “So they did, and they couldn’t haul in the net because there were so many fish in it” (John 21:6 NLT).
When Peter followed Jesus’ instructions, he caught more fish than he could possibly handle. Jesus is ready to do the same for you. He can do more in five minutes than you can do in 50 years of planning.
Here’s more good news: God’s mercy toward you is not dependent on your performance. The Bible says in Lamentations 3:22-23, “The steadfast love of the LORD never ceases; his mercies never come to an end; they are new every morning; great is your faithfulness” (ESV).
Friend, you may give up on God, but he’s never going to give up on you. Jesus is praying for you, believes in you, and will always show you mercy. No matter what you do, God is faithful.
Sabtu, 18 April 2026
Berduka atas Kegagalan Anda agar Dapat Pulih
19 April 2026
Bacaan Hari ini:
Matius 26:74-75 "Dan pada saat itu berkokoklah ayam. Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: "Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya." ---------------- Ketika Anda mengalami kegagalan, terkadang terasa seperti Anda tidak akan pernah pulih. Namun, Anda akan pulih. Baik Anda mengalami kegagalan dalam keuangan, pernikahan, karier atau hal lainnya, Anda dapat bangkit kembali.Pemulihan dimulai dengan berduka atas kegagalan Anda. Jangan meremehkannya atau berpura-pura itu tidak terjadi. Jangan terburu-buru untuk merasa lebih baik. Sebaliknya, luangkan waktu untuk merasakan rasa sakit tersebut.
Hal ini menegaskan sebuah prinsip penting dalam hidup: Untuk dapat melewati sesuatu, Anda harus benar-benar mengalaminya. Prinsip ini berlaku dalam banyak aspek kehidupan, tetapi sangat relevan dalam menghadapi kegagalan.
Duka adalah jalan untuk melewati kegagalan. Ketika Anda gagal, Anda cenderung ingin melupakannya, menekan emosi Anda, dan segera beralih ke hal berikutnya. Namun, itu adalah kesalahan. Melalui duka, Anda dapat mempelajari pelajaran dari kegagalan.
Ketika Anda menekan emosi alih-alih menghadapinya, tubuh Anda akan menanggung akibatnya. Hal ini seperti mengambil kaleng minuman bersoda, mengocoknya, lalu memasukkannya ke dalam freezer. Pada akhirnya, kaleng tersebut akan meledak.
Petrus, salah satu murid Yesus, mengalami duka akibat kegagalan secara langsung. Dalam situasi krisis, ia menyangkal bahwa ia mengenal Yesus, dan kegagalan tersebut membawa duka yang mendalam.
Alkitab berkata, "Dan pada saat itu berkokoklah ayam. Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: "Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya." (Matius 26:74-75).
Bayangkan betapa kecewanya Petrus terhadap dirinya sendiri. Ia telah berjalan bersama Yesus, menyaksikan Dia mengajar, melakukan mukjizat, menyembuhkan orang, membangkitkan orang mati, serta berulang kali menunjukkan belas kasihan dan pengampunan. Namun, ketika ia diuji mengenai komitmennya kepada Yesus, ia menyangkal-Nya tiga kali berturut-turut.
Namun, alih-alih mengabaikan kegagalannya, Petrus melakukan hal yang benar: ia bersikap rendah hati dan menyesal. Ia mengakui kesalahannya dan berduka—dan itulah kunci pemulihan.
Banyak orang ingin mengambil jalan pintas ketika mereka mengalami kegagalan. Mereka ingin mengabaikan perselingkuhan dan berpura-pura bahwa hal itu tidak merusak pernikahan mereka, sehingga mereka segera menjalin hubungan baru. Atau mereka berpura-pura bahwa kegagalan bisnis adalah kesalahan orang lain dan langsung memulai usaha baru. Mereka tidak pernah benar-benar mempelajari pelajarannya.
Namun, tidak ada jalan pintas untuk berduka dan pulih dari kegagalan. Semakin besar kegagalannya, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk pulih.
Renungkan :
Apakah Anda merasa sudah mengetahui cara berduka dengan baik? Mengapa demikian atau tidak?
Apa yang terjadi ketika Anda mencoba mengabaikan kegagalan alih-alih berduka atasnya?
-Ketika Anda gagal, kepada siapa Anda seharusnya mengakuinya? Mengapa hal ini penting?
Bacaan Alkitab Setahun : 2 Samuel 3-5; Lukas 14:25-35 _______________ Biarkan Allah bekerja di dalam hati Anda. Anda tidak dapat memaksakan pemulihan. Pemulihan adalah tindakan kasih karunia Allah, dan itu akan datang pada waktunya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) ========== Grieve Your Failures So You Can Heal - Daily Hope with Rick Warren - April 19, 2026
“Immediately a rooster crowed, and Peter remembered the words Jesus had spoken, ‘Before the rooster crows, you will deny me three times.’ And he went outside and wept bitterly.” Matthew 26:74-75 (CSB) ------------------- When you experience failure, it sometimes feels like you’ll never recover. But you will. Whether you’ve experienced a failure in your finances, marriage, career, or something else, you can recover.
Recovery starts with grieving your failure. Don’t minimize it or pretend it didn’t happen. Don’t rush to try to feel better. Instead, take the time to feel the pain.
This highlights an important life principle: To get past something, you’ve got to go through it. That’s true in so many areas of life, but it’s particularly true with failure.
Grief is the way through failure. When you fail, you just want to forget it, to stuff your emotions and quickly move to the next thing. But that’s a mistake. Grief is the way you learn failure’s lessons.
When you swallow your emotions instead of going through them, your stomach keeps score. It’s like taking a can of soda, shaking it up, and putting it in the freezer. It’s eventually going to explode!
Peter, one of Jesus’ disciples, experienced the grief of failure firsthand. In a time of crisis, he denied that he even knew Jesus, and that failure led to deep grief.
The Bible says, “Immediately a rooster crowed, and Peter remembered the words Jesus had spoken, ‘Before the rooster crows, you will deny me three times.’ And he went outside and wept bitterly” (Matthew 26:74-75 CSB).
Imagine how disappointed Peter must have felt in himself. He had walked alongside Jesus, watching him teach, do miracles, heal people, raise the dead, and offer mercy and forgiveness over and over again. Yet when he was put to the test about his commitment to Jesus, he denied him three times in a row.
But instead of ignoring his failure, Peter did the right thing: He was humble and regretful. He owned up to it and grieved—and that’s the key to healing.
Many people want to take shortcuts when they have a failure. They want to bypass the affair and pretend it didn’t shatter their marriage, so they rebound into another relationship. Or they pretend it was someone else’s fault the business failed and start another one right away. They simply never learn the lesson.
But there is no shortcut to grieving and recovering from failure. The greater the failure, the more time it’s going to take to heal. Let God work in your heart. You can’t force healing. Recovery is an act of God's mercy, and it will come in time.
Penutupan jurusan secara besar-besaran di universitas negeri China
Jumat, 17 April 2026
Harta Di Hati
Ketika berjalan-jalan di desa, seorang murid berhenti hendak melepas sepatu karena melihat jalan yang becek. “Mengapa dilepas?” tanya gurunya. “Supaya sepatunya tidak kotor,” jawabnya. “Apa kegunaan sepatu?” tanya guru. “Melindungi kaki,” balas murid. “Dan yang kamu lakukan sekarang, melindungi kaki atau melindungi sepatu?” Begitulah, tidak jarang orang lebih mementingkan suatu benda daripada fungsi atau maknanya. Setiap orang mempunyai “harta”. Tempat hati berada, tempat mengumpulkan segala pencapaian, untuk dijadikan andalan. Secara sederhana, ada dua jenis harta: harta duniawi yang bersifat sementara dan harta surgawi yang bernilai kekal. Tentu kita memerlukan harta yang sementara, tetapi itu bukan segalanya. Memautkan hati kepada harta duniawi merintangi kita mendapatkan harta yang kekal. Apalagi jika harta dunia telah membutakan mata sampai kita mengukur segala sesuatu dengan uang, mengganti waktu untuk keluarga dengan kemewahan, mengganti waktu untuk Tuhan dengan uang persembahan. Hati tidak lagi menjadi takhta bagi Tuhan, tetapi bagi uang, jabatan, ketenaran, kehormatan, dan kekuasaan. Saudaraku, sesuatu yang kita lihat dan kita pikirkan akan menggerakkan kita dalam bertindak dan mengambil keputusan. Yesus mengingatkan agar kita menggunakan mata hati dan pikiran untuk melihat dan berpikir dengan tepat. Sadar akan kasih Allah dan menempatkan kesenangan Allah sebagai kebutuhan yang harus dipenuhi akan membebaskan kita dari tekanan untuk mengejar harta duniawi. "'Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.'” (Matius 6:21) Bac: Matius 6:19-24 (Have a nice weekend! Gbu!)
Pendapat Siapa yang Paling Penting?
18 April 2026
Bacaan Hari ini:
Amsal 29:25 "Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi."
------------------
Setiap kali Anda membuat keputusan berdasarkan apa yang mungkin dipikirkan orang lain, tanpa Anda sadari Anda sedang menabur benih kegagalan dalam hidup Anda sendiri.
Anda mungkin tidak menyadarinya, tetapi rasa takut terhadap ketidaksetujuan orang lain menyebabkan lebih banyak masalah dalam hidup Anda daripada hampir apa pun. Ketika Anda khawatir tentang apa yang orang lain pikirkan, Anda cenderung melakukan hal yang paling populer, meskipun Anda tahu itu salah. Anda membuat komitmen yang tidak mungkin Anda penuhi, hanya karena Anda ingin menyenangkan semua orang. Ini adalah resep menuju kegagalan.
Dan ini adalah salah satu alasan mengapa Petrus gagal terhadap Yesus dengan menyangkal-Nya tiga kali. Ia lebih peduli pada apa yang orang lain pikirkan daripada setia kepada Yesus.
Alkitab berkata, "Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh sampai ke halaman Imam Besar, dan setelah masuk ke dalam, ia duduk di antara pengawal-pengawal untuk melihat kesudahan perkara itu....Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, katanya: "Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu." Tetapi ia menyangkalnya di depan semua orang, katanya: "Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud." (Matius 26:58, 69-70).
Petrus baru saja menghabiskan tiga tahun bersama Yesus, Anak Allah. Namun ketika ia memiliki kesempatan untuk mengakui kehormatan tersebut, ia justru menyangkal Yesus. Petrus lebih peduli pada pendapat orang lain daripada mengidentifikasikan dirinya dengan Kristus.
Pikirkan berapa kali Anda memiliki kesempatan untuk membagikan tentang Kristus tetapi tidak mengatakan apa pun karena Anda khawatir tentang apa yang orang lain pikirkan.
Pendapat siapa yang lebih penting bagi Anda daripada pendapat Allah? Ketika Anda membiarkan seseorang menjadi lebih penting daripada Allah, orang tersebut menjadi allah Anda. Itulah yang disebut berhala—dan itu adalah awal dari kegagalan.
Rasa takut terhadap ketidaksetujuan selalu berasal dari luka tersembunyi. Mungkin itu adalah penolakan di masa lalu. Bisa jadi kebutuhan yang tidak terpenuhi atau trauma yang Anda alami saat bertumbuh. Itu adalah rasa sakit yang dalam, sehingga tersembunyi jauh di dalam diri Anda. Saya menyebutnya luka jiwa.
Luka jiwa tersebut selalu berkaitan dengan identitas Anda. Jika Anda tidak mengetahui siapa diri Anda, Anda akan terus dimanipulasi oleh ketidaksetujuan orang lain sepanjang hidup Anda. Anda tidak akan berdiri teguh pada apa yang Anda yakini atau melakukan apa yang benar.
Alkitab berkata dalam Amsal 29:25, "Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi."
Renungkan
- Identitas Anda didasarkan pada siapa Anda menurut Allah di dalam Kristus—berdasarkan apa yang Firman Allah katakan tentang Anda. Apa yang dapat Anda mulai lakukan hari ini untuk mendalami Firman Allah dan menjadi lebih teguh dalam identitas Anda?
- Kapan Anda merasa yakin dalam mengambil keputusan karena Anda percaya kepada Tuhan?
- Luka tersembunyi apa yang membuat Anda takut terhadap ketidaksetujuan orang lain? Jika Anda tidak yakin, mintalah Allah menolong Anda untuk memahaminya—dan mulai memulihkannya hari ini.
Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 1-2; Lukas 14:1-24
___________
Ketika Anda mengenali luka tersembunyi dalam hidup Anda, Allah dapat mulai menyembuhkannya. Dan Anda dapat hidup dalam kebebasan dengan mengetahui bahwa pendapat Allah adalah yang paling penting.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Whose Opinion Matters Most? - Daily Hope with Rick Warren - April 18, 2026
“It is dangerous to be concerned with what others think of you, but if you trust the LORD, you are safe.” Proverbs 29:25 (GNT)
-----------------
Every time you make a decision based on what other people might think, you unknowingly sow seeds of failure in your own life.
You may not realize it, but fearing the disapproval of others causes more problems in your life than almost anything else. When you worry about what other people think, you tend to do the most popular thing, even if you know it’s wrong. You make commitments that you can’t possibly keep, simply because you’re trying to make everybody happy. This is a recipe for failure.
And it’s one of the reasons Peter failed Jesus by denying him three times. He was more concerned with what other people thought than with being faithful to Jesus.
The Bible says, “But Peter followed along at a distance and came to the courtyard of the high priest’s palace. He went in and sat down with the guards to see what was going to happen . . . While Peter was sitting out in the courtyard, a servant girl came up to him and said, ‘You were with Jesus from Galilee.’ But in front of everyone Peter said, ‘That isn’t so! I don’t know what you are talking about!’” (Matthew 26:58, 69-70 CEV).
Peter had just spent three years with Jesus, the Son of God. Yet when he had a chance to acknowledge this privilege, he denied Jesus. Peter was more concerned about what other people thought than he was about identifying with Christ.
Think about how many times you’ve had the opportunity to share Christ and said nothing because you were worried about what other people would think.
Whose opinion matters more to you than God's? When you allow another person to be more important than God, they become your god. That’s called an idol—and it’s a setup for failure.
The fear of disapproval always comes from a hidden wound. Maybe it was a rejection in the past. It might be an unmet need or a trauma you experienced growing up. It’s a deep pain, so it’s hidden deep in you. I call it soul pain.
That soul pain is always related to your identity. If you don’t know who you are, you will be manipulated by the disapproval of other people the rest of your life. You won’t stand up for what you believe or do what’s right.
The Bible says in Proverbs 29:25, “It is dangerous to be concerned with what others think of you, but if you trust the LORD, you are safe” (GNT).
When you recognize the hidden wounds in your life, God can begin to heal them. And you can live in the freedom of knowing that God’s opinion matters most.
Kreativitas Keke
He..he..he..Keke sering liat opa kerjain pohon jadi nular kreativitasnya. Karya projeknya Keke ini indah sekali.
Hari ini Tgl.17 April 2026 Opa: 1. masuk ruang operasi jam.11.30 2. ekskusi operasi jam.13 3. selesai operasi jam.14. 4. Keluar dr ruang operasi ke kamar rawat inap jam.16.30 5. Belum boleh makan dan minum krn usus belum aktip 6. jam.19.30 dokter periksa usus sdh mulai aktip mk makan dan minum sdh boleh tp sambil tiduran krn duduk bekas operasi sakit. Terimakasih Keke doanya. Tuhan Yesus memberkati kamu juga dgn kesehatan, cepat besar, piter, nurut sama mami dan disayang Tuhan.
Kamis, 16 April 2026
Jangan Biarkan Kekuatan Anda Menyebabkan Anda Gagal
17 April 2026
Bacaan Hari ini:
1 Korintus 10:12 "Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!"
-----------------
Kegagalan adalah bagian dari kehidupan. Siapa pun Anda dan apa pun latar belakang Anda, pada suatu saat Anda akan mengalami kegagalan. Hal ini merupakan bagian dari hidup sebagai manusia yang tidak sempurna di dunia yang tidak sempurna.
Sebelum Yesus pergi ke kayu salib, pada malam ketika Ia ditangkap, sahabat-Nya, Petrus, gagal dalam cara yang sangat berarti. Petrus menyangkal Yesus—bukan hanya sekali, tetapi tiga kali.
Dalam Perjamuan Terakhir, Yesus memberitahu murid-murid-Nya bahwa Ia akan ditangkap, mati, dan tiga hari kemudian bangkit kembali. Ia berkata kepada para murid, "Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku" (Matius 26:31). Namun Petrus terus bersikeras bahwa ia tidak akan pernah menyangkal Yesus. Bahkan, Petrus berkata, "Aku sekali - kali tidak!"
Petrus melebih-lebihkan kekuatannya—dan hal itu pada akhirnya membawa pada kegagalannya.
Melebih-lebihkan kekuatan diri sendiri masih menjadi penyebab umum kegagalan hingga saat ini, yaitu ketika Anda berpikir bahwa Anda lebih kuat daripada kenyataannya—ketika Anda percaya bahwa Anda dapat mengatasi pencobaan.
Ketika orang melebih-lebihkan kekuatan mereka, akibatnya bisa sangat serius: bisnis gagal, pertempuran kalah, dan pasangan suami istri tergoda untuk berselingkuh.
Anda mungkin berpikir, "Itu tidak mungkin terjadi pada saya." Namun 1 Korintus 10:12 berkata, "Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!"
Tidak seorang pun kebal. Dalam situasi tertentu, Anda mampu melakukan dosa apa pun, demikian juga saya.
Ketika Anda tidak memperhatikan kekuatan Anda, kekuatan tersebut dapat berubah menjadi kelemahan. Dengan kata lain, kekuatan yang tidak dijaga akan menjadi kelemahan ganda karena disertai dengan rasa kesombongan.
Kegagalan terbesar Petrus, yaitu menyangkal Kristus, terjadi tepat setelah Perjamuan Terakhir, sebuah pengalaman yang sangat dekat dan penuh makna. Area di mana Anda pernah mengalami kemenangan besar justru bisa menjadi tempat Anda tersandung berikutnya.
Renungkan :
- Kapan Anda pernah melebih-lebihkan salah satu kekuatan Anda hingga berujung pada kegagalan?
- Kekuatan apa yang Anda sadari perlu lebih Anda perhatikan agar tidak berubah menjadi kelemahan?
- Bagaimana firman Allah menolong Anda untuk menjaga perspektif yang benar terhadap kekuatan Anda?
Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 30-31; Lukas 13:23-25
____________
Tahanlah godaan untuk melebih-lebihkan kekuatan Anda. Sebaliknya, ingatlah bahwa Anda adalah manusia berdosa yang membutuhkan kasih karunia dan belas kasihan Allah. Jagalah perspektif yang benar terhadap kekuatan Anda agar tidak menjadi titik kegagalan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Don’t Let Your Strengths Cause You to Fail - Daily Hope with Rick Warren - April 17, 2026
“If you think you are standing strong, be careful not to fall.” 1 Corinthians 10:12 (NLT)
--------------------
Failure is part of life. No matter who you are or what your story is, you’re going to experience failure at some point. It’s part of living as an imperfect person in an imperfect world.
Before Jesus went to the cross, on the night that he was arrested, his friend Peter failed him in a significant way. Peter denied Jesus—not just once but three times.
During the Last Supper, Jesus told his disciples he was going to be arrested, die, and three days later come back to life. He said to the disciples, “Tonight all of you will desert me” (Matthew 26:31 NLT). Yet Peter kept insisting he would never deny Jesus. In fact, Peter said three times, “I will never”!
Peter overestimated his strength—and it eventually led to his failure.
Overestimating your strength is still a common cause of failure today when you think you’re stronger than you really are—when you believe you can handle temptation.
When people overestimate their strengths, there are dire consequences: Businesses fail, battles are lost, and spouses are tempted into affairs.
You might think, “That could never happen to me.” But 1 Corinthians 10:12 says, “If you think you are standing strong, be careful not to fall” (NLT).
No one is exempt. Given the right situation, you are capable of any sin, and so am I.
When you don’t pay attention to your strengths, they become weaknesses. In other words, an unguarded strength becomes a double weakness because you have a sense of pride about it.
Peter’s biggest failure, denying Christ, happened right after the Last Supper, a very intimate and powerful experience. The very area where you’ve had a major victory may be exactly where you stumble next.
Resist the temptation to overestimate your strengths. Instead, remember you are a sinful human who needs God’s grace and mercy. Keep your strengths in perspective so they don’t become your point of failure.
Rabu, 15 April 2026
Tuhan Tidak Akan Menyia-nyiakan Penderitaan Anda
16 April 2026
Bacaan Hari ini:
2 Korintus 4:15 "Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah." -------------
Ketika Anda menggunakan penderitaan Anda untuk membantu orang lain, Allah akan memberkati Anda dengan cara yang tidak dapat Anda bayangkan.Rasul Paulus mengalami penderitaan yang sangat besar dalam hidupnya, itulah sebabnya Allah dapat memakainya dengan cara yang luar biasa. Ia mengalami karam kapal, dipukuli, dan dirampok. Ia hidup tanpa makanan, air, dan tidur yang cukup. Namun Allah memakainya untuk menyebarkan Injil ke seluruh Kekaisaran Romawi. Bahkan, jika Anda bertanya kepada Paulus, "Bagaimana Anda dapat bertahan dalam begitu banyak penderitaan?" Ia akan mengatakan bahwa hal itu karena ia ingin membawa orang kepada Yesus Kristus. Ia ingin menolong orang lain.
Paulus berkata dalam Alkitab, "Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah." (2 Korintus 4:15).
Mungkin Anda tidak akan mengalami penderitaan dengan cara yang sama seperti Paulus, tetapi Anda tetap akan mengalami penderitaan dalam hidup. Karena itu, sebaiknya Anda menggunakan penderitaan Anda untuk kebaikan dan tidak menyia-nyiakannya.
Sebenarnya ada tiga jenis penderitaan yang Allah gunakan untuk menolong orang lain: penderitaan yang disebabkan oleh diri sendiri, penderitaan yang tidak bersalah, dan penderitaan penebusan.
Beberapa penderitaan adalah jenis yang Anda sebabkan sendiri. Anda menciptakan sebagian masalah Anda dengan membuat keputusan yang kurang tepat. Anda tidak selalu makan dengan benar, membuat keputusan yang benar, atau merespons orang lain dengan cara yang benar.
Penderitaan yang tidak bersalah terjadi ketika, tanpa kesalahan Anda, Anda disakiti oleh orang lain. Entah Anda ditinggalkan, ditolak, atau ditipu, setiap orang pernah terluka oleh dosa orang lain.
Namun bentuk penderitaan yang tertinggi adalah penderitaan penebusan. Ini terjadi ketika Anda mengalami rasa sakit atau masalah demi kebaikan orang lain.
Inilah yang dilakukan oleh Yesus. Ketika Yesus mati di kayu salib, Ia tidak layak untuk mati. Ia mengalami penderitaan itu demi kebaikan Anda, supaya Anda dapat diselamatkan dan masuk ke surga. Dengan cara yang sama, Allah akan menggunakan penderitaan Anda untuk membawa harapan dan pemulihan bagi orang lain.
Siapakah yang lebih mampu menolong seseorang yang mengalami kebangkrutan selain orang yang pernah mengalaminya? Siapakah yang lebih mampu menolong seseorang yang bergumul dengan kecanduan selain orang yang pernah mengalaminya? Siapakah yang lebih mampu menolong orang tua dari anak berkebutuhan khusus selain orang tua yang telah membesarkan anak berkebutuhan khusus? Siapakah yang lebih mampu menolong seseorang yang kehilangan anak selain orang yang pernah kehilangan anak?
Pujilah Allah dan bersukacitalah dalam masa-masa pencobaan, karena penderitaan akan membangun ketekunan Anda dan menolong orang lain dalam penderitaan mereka. Allah dapat memakai ketiga jenis penderitaan tersebut untuk kebaikan. Mulailah dengan menyerahkan setiap penderitaan Anda kepada-Nya dan katakan, "Tuhan, saya ingin Engkau memakai penderitaan saya untuk kebaikan orang lain"
Renungkan:
Bagaimana Allah telah menggunakan penderitaan masa lalu Anda untuk menolong orang lain? Apakah itu penderitaan yang disebabkan oleh diri sendiri, penderitaan yang tidak bersalah, atau penderitaan penebusan?
Bagian penderitaan apa yang belum Anda serahkan kepada Allah? Apakah Anda siap mengatakan, "Tuhan, saya ingin Engkau memakai penderitaan ini untuk kebaikan orang lain"?
Siapakah dalam hidup Anda yang menjadi contoh baik dalam menggunakan penderitaan untuk menolong orang lain?
Bacaan Alkitab Setahun : 1 Samuel 27-29; Lukas 13:1-22 _____________
Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan penderitaan. Allah akan bekerja dalam hidup Anda supaya Ia dapat bekerja melalui Anda untuk menguatkan orang lain.(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) ==========
God Won’t Waste Your Hurt - Daily Hope with Rick Warren - April 16, 2026“These sufferings of ours are for your benefit. And the more of you who are won to Christ, the more there are to thank him for his great kindness, and the more the Lord is glorified.” 2 Corinthians 4:15 (TLB) -------------------- When you use your pain to help others, God will bless you in ways you can’t possibly imagine.
The apostle Paul went through enormous pain in his life, which is why God was able to use him in enormous ways. He was shipwrecked, beaten, and robbed. He went without food, water, and sleep. Yet God used him to spread the Gospel throughout the Roman Empire. In fact, if you were to ask Paul, “How’d you put up with so much pain?” He’d tell you it was because he wanted to bring people to Jesus Christ. He wanted to help others.
Paul said in the Living Bible paraphrase, “These sufferings of ours are for your benefit. And the more of you who are won to Christ, the more there are to thank him for his great kindness, and the more the Lord is glorified” (2 Corinthians 4:15).
You may never suffer the same ways Paul did, but you will go through pain in life. So you might as well use your pain for good and not waste it.
There are actually three kinds of suffering God uses to help others: self-imposed suffering, innocent suffering, and redemptive suffering.
Some suffering is the kind you bring upon yourself. You cause some of your own problems by making poor judgements. You don’t always eat the right foods, make the right decisions, or respond the right way to others.
Innocent suffering is when, through no fault of your own, you get hurt by someone else. Whether you were abandoned, rejected, or scammed, everyone has been hurt by the sins of other people.
But the highest form of suffering is redemptive suffering. This is when you go through pain or problems for the benefit of others.
This is what Jesus did. When Jesus died on the cross, he didn’t deserve to die. He went through that pain for your benefit so that you could be saved and go to heaven. In the same way, God will use your pain to bring hope and healing to others.
Who can better help somebody going through bankruptcy than somebody who went through bankruptcy? Who can better help somebody struggling with an addiction than somebody who’s struggled with an addiction? Who can better help parents of a special needs child than parents who raised a special needs child? Who can better help somebody who’s lost a child than somebody who lost a child?
God will never waste a hurt. God will work in your life so that he can work through you to encourage others.
Praise God and rejoice during trials, because suffering will build your endurance and help others in their pain. God can use all three kinds of suffering for good. Start by giving each of your hurts to him and say, “God, I want you to use my pain to benefit others.”
Selasa, 14 April 2026
Kunci Hidup Tenang
Semua Orang Sedang Menuju Akhir
Mengapa Motivasi Anda Itu Penting
15 April 2026
Bacaan Hari ini:
2 Korintus 4:5 "Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus."
-----------------
Jika Anda ingin dipakai oleh Allah, Anda perlu mengingat hal ini: Ini bukan tentang Anda; semuanya adalah tentang Yesus.
"Ini bukan tentang Anda" adalah kebalikan dari hampir semua yang selama ini Anda pelajari. Seluruh budaya kita mendorong sikap berpusat pada diri sendiri. Iklan di mana-mana mengatakan, "Anda adalah yang utama! Lakukan yang terbaik untuk diri Anda! Utamakan diri Anda!"
Namun, Anda bukan pusat alam semesta—Allah-lah pusatnya. Itulah sebabnya, ketika Anda menjadikan setiap masalah, kesempatan, dan kritik sebagai sesuatu yang berpusat pada diri Anda, Anda akan merasa frustrasi dan tidak terpenuhi. Dan pada akhirnya Anda akan merasa bosan, karena hidup jauh lebih berarti daripada sekadar hidup untuk diri sendiri.
Alkitab berkata, "Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus." (2 Korintus 4:5).
Dalam ayat ini, Paulus dua kali menegaskan bahwa semuanya adalah untuk Yesus. Ini adalah "tentang Yesus Kristus," dan juga "oleh karena Dia." Dengan kata lain, belajar mengikuti Yesus berkaitan dengan motivasi.
Mungkin ada ratusan hal berbeda yang dapat Anda lakukan dalam hidup, dan Allah bisa saja berkata, "Karena Aku menciptakan dan membentukmu, semua pilihan itu baik bagi-Ku."
Namun Allah jauh lebih memperhatikan motivasi Anda dalam melakukan sesuatu daripada cara Anda melakukannya. Anda bisa saja menggunakan metode yang benar dan sangat berhasil dalam hidup. Tetapi jika Anda memiliki motif yang salah—keserakahan, persaingan, iri hati, atau rasa bersalah—hal itu tidak berarti apa-apa di hadapan Allah.
Sebaliknya, Anda bisa saja melakukan banyak hal dengan cara yang salah dan mengalami banyak kegagalan. Namun jika Anda memiliki motif yang benar—yaitu Yesus—maka Allah berkata, “Itu sudah cukup baik.” Allah lebih memperhatikan 'mengapa" Anda daripada "apa" yang Anda lakukan.
Alkitab berkata, "Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita." (Kolose 3:17)
Renungkan:
- Dalam bidang apa dalam hidup Anda, budaya memengaruhi Anda untuk "menjadikan semuanya tentang diri Anda"?
- Pernahkah Anda termotivasi oleh keserakahan, persaingan, iri hati atau rasa bersalah? Bagaimana hasilnya?
- Seperti apa jadinya jika segala sesuatu yang Anda lakukan minggu ini—sebagai anggota keluarga, teman, pelajar atau pekerja—dilakukan "oleh karena [Yesus]"?
Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 25-26; Lukas 12:32-59
____________
Apakah Anda merasa bosan atau frustrasi dengan hidup? Pilihlah untuk menjadikan Yesus sebagai motivasi Anda hari ini. Anda akan menemukan sukacita dalam menjalani hidup untuk sesuatu yang lebih besar daripada diri Anda sendiri.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=============Why Your Motive Matters - Daily Hope with Rick Warren - April 15, 2026
“Our message is not about ourselves. It is about Jesus Christ as the Lord. We are your servants for his sake.” 2 Corinthians 4:5 (GW)
-------------------
If you want to be used by God, you need to remember this: It’s not about you; it’s all about Jesus.
“It’s not about you” is the exact opposite of everything you’ve been taught. Our entire culture appeals to self-centeredness. Advertisements everywhere tell you, “You’re number one! Do what’s best for you! Think of yourself first!”
But you’re not the center of the universe—God is. That’s why, when you make every problem, opportunity, and criticism about yourself, you become frustrated and unfulfilled. And you eventually become bored because life is so much more than living for yourself.
The Bible says, “Our message is not about ourselves. It is about Jesus Christ as the Lord. We are your servants for his sake” (2 Corinthians 4:5 GW).
Twice in this passage, Paul says it’s all for Jesus. It’s “about Jesus Christ,” and it’s “for his sake.” In other words, learning to follow Jesus is about motivation.
There may be a hundred different things you could do with your life, and God might say: “Because I made you and shaped you, any of those things would be fine with me.”
But God is far more interested in your motivation for doing something than in your methodology. You could be using the right method and be very successful in life. But if you have the wrong motive—greed, competition, envy, or guilt—it won’t count with God.
On the other hand, you could do everything wrong and fail in so many ways. But if you have the right motive—Jesus—then God says, “That’s good enough.” God is more interested in your “why” than your “what.”
The Bible says, “Whatever you do, whether in word or deed, do it all in the name of the Lord Jesus” (Colossians 3:17 NIV).
Have you found yourself bored or frustrated with life? Choose to make Jesus your motivation today. You’ll find the joy of living for something bigger than yourself.