Senin, 18 April 2016

Kuasa Di Balik Kata-Kata

Kuasa Di Balik Kata-Kata

19 April 2016

Bacaan Hari ini:
Matius 5:37
>> Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya,
>> jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak.
>> Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.
---------------------------------------------
Di zaman gereja mula-mula, ribuan orang kehilangan nyawa mereka karena tidak mau menyebutkan dua kata ini: Kaiser Kurious, artinya "Kaisar adalah Tuhan.
>> Mereka tak mau mengucapkannya sebab mereka tahu ada kuasa di balik setiap kata yang mereka ucapkan.

Anda mungkin ingat kisah Rachel Scott, salah satu dari 13 orang yang tewas di Columbine High School, USA.
>> Rachel, 17 tahun, adalah seorang Kristen yang kuat dan amat aktif dalam persekutuan pemuda.

Pada tanggal 20 April 1999, dua orang siswa mulai menembaki orang-orang di sekolah Rachel.
>> Mereka menghampiri Rachel dan menembaknya dua kali di kaki dan sekali ditubuh bagian atasnya.
>> Mereka lalu pergi, tapi kembali lagi beberapa saat kemudian.
>> Dua siswa laki-laki ini mengangkat kepala Rachel, lalu bertanya, Apa kau percaya pada Tuhan?"
>> Saat itu Rachel mengerti bahwa kata-kata yang ia pilih untuk diucapkan akan membawa konsekuensi serius bagi nyawanya.

Dua orang fasik ini akan mencabut nyawa Rachel jika ia menjawab ya, bahkan mungkin juga tidak ada bedanya jika ia menjawab tidak.
>> Namun tanpa ragu-ragu, Rachel menjawab, "Ya, aku percaya pada Tuhan!

"Ok, ikutlah bersama-Nya," jawab salah satu siswa itu sebelum akhirnya menembak kepala Rachel.
>> Saya percaya, Rachel menerima mahkota martir di hari itu.

Bagaimana dengan Anda, apa yang akan Anda katakan dalam situasi seperti itu?

Bagi Rachel, ia mengerti bahwa kata-kata itu punya kuasa.

Yesus berkata,
>> Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya,
>> jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Matius 5:37).

Sederhananya,
>> hal-hal yang Anda katakan harus bebas dari muka dua atau tipu muslihat supaya orang lain tak punya alasan untuk meragukan kata-kata Anda.
>> Kata-kata Anda harus sejalan dengan tindakan Anda.

Di hari pernikahan, di hadapan keluarga, teman-teman dan pendeta, kita berkata, "Ya, saya bersedia!" Sama halnya ketika godaan menghampiri kita, kita harus menolaknya dengan tegas, katakan, "Tidak, saya tidak mau! Pun sama ketika Yesus memanggil kita untuk mengikut-Nya dengan sepenuh hati, kita harus katakan, "Ya, aku akan ikut Dia.
______________________________
Ada kuasa di balik kata-kata. Jadi gunakanlah dengan bijak.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar