Minggu, 19 April 2020

Wahyu 2:1-29 (TB)

Kepada jemaat di Efesus
1 "Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu.

2 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.

3 Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.

4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.

5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

6 Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.

7 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."

Kepada jemaat di Semirna
8 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali:

9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu — namun engkau kaya — dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.

10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

11 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua."

Kepada jemaat di Pergamus
12 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua:

13 Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.

14 Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.

15 Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.

16 Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.

17 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya."

*Kepada Jemaat di Tiatira*
18 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Tiatira: Inilah firman Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga:

19 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.

20 Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.

21 Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya.

22 Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu.

23 Dan anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya.

24 Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu.

25 Tetapi apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang.

26 Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa;

27 dan ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi; mereka akan diremukkan seperti tembikar tukang periuk — sama seperti yang Kuterima dari Bapa-Ku —

28 dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur.

29 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."
____________________
Tafsiran Matthew Henry

Intro
I. Pesan yang dikirimkan kepada jemaat di Efesus (ay. 1-7).

II. Kepada jemaat di
Smirna (ay. 8-11).

III. Kepada jemaat di Pergamus (ay. 12-17).

IV. Kepada jemaat di Tiatira (ay. 18, dst.).

Wahyu 2:1-7
Surat kepada Jemaat di Efesus

I. Kepala surat.
1. Kepada jemaat di Efesus memegang ketujuh bintang di tangan kanan-Nya. Hamba-hamba Kristus berada di bawah perhatian dan perlindungan-Nya secara khusus. Hamba-hamba Injil berada dalam genggaman tangan-Nya. Ia menopang mereka, kalau tidak, mereka akan segera menjadi bintang-bintang jatuh. Dan semua kebaikan yang mereka lakukan, dilakukan dengan tangan-Nya yang menggandeng mereka. Dia berjalan di antara ketujuh kaki dian emas. Ini menyiratkan hubungan-Nya dengan jemaat-jemaat-Nya. Meskipun Kristus berada di sorga, Ia berjalan di antara jemaat-jemaat-Nya di bumi.

II. Isi surat ini.
1. Pujian yang diberikan Kristus kepada jemaat ini, yang Dia masukkan ke dalam surat ini dengan menyatakan bahwa Ia mengetahui pekerjaan mereka, dan karena itu baik pujian maupun celaan-Nya harus diperhatikan baik-baik. Sebab dalam keduanya Ia tidak berbicara sembarangan: Ia tahu apa yang Ia katakan. Nah, jemaat di Efesus dipuji,
(1) Karena ketekunan mereka dalam menjalankan kewajiban (ay. 2-3).
(2) Karena kesabaran mereka dalam menanggung penderitaan (ay. 2). Rajin saja tidak cukup, kita juga harus sabar. Orang tidak bisa menjadi Kristen tanpa bersabar. Mereka harus bersabar dalam menanggung segala sesuatu, dan harus bersabar dalam menunggu, supaya mereka menerima janji itu (ay. 3).
(3) Karena semangat mereka dalam melawan apa yang jahat (ay. 2). Kita harus menunjukkan segala kelemahlembutan terhadap sesama manusia, tetapi kita harus menunjukkan semangat yang selayaknya melawan dosa-dosa mereka. Semangat yang sejati timbul bersama-sama dengan kebijaksanaan. Tak seorang pun boleh dicampakkan sebelum mereka diuji.
2. Celaan diberikan kepada jemaat ini (ay. 4). Orang-orang yang mempunyai banyak kebaikan dalam diri mereka bisa saja mempunyai banyak kesalahan dalam diri mereka. Engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Bukan meninggalkan dan mencampakkan tujuan dari kasih itu, tetapi kehilangan kasih yang menyala-nyala yang tampak pada awalnya. Perasaan-perasaan manusia di awal-awal terhadap Kristus biasanya hidup dan hangat. Perasaan-perasaan yang hidup ini akan mereda dan menjadi dingin jika tidak dijaga dengan sangat hati-hati.
3. Saran dan nasihat diberikan kepada mereka dari Kristus. Mereka yang telah kehilangan kasih mereka yang semula harus ingat betapa dalamnya mereka telah jatuh. Mereka harus membandingkan keadaan mereka sekarang dengan keadaan mereka dulu, dan menimbang betapa jauh lebih baiknya keadaan mereka dulu dibandingkan dengan keadaan mereka sekarang. Mereka harus bertobat. Mereka harus kembali dan melakukan pekerjaan mereka yang semula. Mereka seolah-olah harus memulai dari awal lagi. Mereka harus berusaha menghidupkan kembali dan memulihkan semangat mereka yang semula.
4. Nasihat yang baik ini ditegaskan dan didesakkan,
(1) Melalui ancaman yang berat, kalau sampai nasihat itu diabaikan. Jika kehadiran anugerah dan Roh Kristus diremehkan, maka kita tinggal menantikan kehadiran murka-Nya.
(2) Dengan menyebutkan sambil mendorong apa yang masih baik di antara mereka (ay. 6). "Meskipun engkau telah merosot dalam kasihmu terhadap apa yang baik, namun engkau tetap mempertahankan kebencianmu terhadap apa yang jahat." Roh yang tidak peduli terhadap kebenaran dan kesalahan, kebaikan dan kejahatan, bisa saja disebut sebagai kasih dan kelemahlembutan, tetapi roh seperti itu tidak berkenan kepada Kristus.

III. Kita mendapati penutup surat ini.
1. Panggilan supaya kita memperhatikan. Apa yang dikatakan kepada satu jemaat juga menyangkut semua jemaat lain, di setiap tempat dan zaman.
2. Janji berupa rahmat yang besar kepada orang-orang yang menang. Kita tidak boleh menyerah kepada musuh-musuh rohani kita, tetapi harus bertanding dalam pertandingan yang benar, sampai kita meraih kemenangan, maka peperangan dan kemenangan pun akan memberikan kejayaan dan imbalan yang mulia. Mereka akan makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah, bukan di Taman Firdaus duniawi, melainkan di Taman Firdaus sorgawi.

Wahyu 2:8-11
Surat kepada Jemaat di Smirna
I. Kata pendahuluan atau kepala surat di dalam dua bagian.
1. Kepala surat yang pertama: kepada malaikat jemaat di Smirna.
2. Pernyataan. Yesus Kristus adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Sedikit saja waktu yang diberikan kepada kita di dunia ini, tetapi Penebus kita adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Ia telah mati dan hidup kembali. Ia telah mati, dan mati untuk dosa-dosa kita. Ia ikini hidup, dan Ia senantiasa hidup untuk menjadi Pengantara bagi kita.

II. Pokok bahasan surat ini.
1. Perubahan yang sudah mereka capai dalam kehidupan rohani mereka. Namun engkau kaya. Sebagian orang yang miskin secara lahiriah, kaya secara batiniah, kaya dalam iman dan pekerjaan-pekerjaan baik. Apabila ada kelimpahan rohani, kemiskinan lahiriah dapat ditanggung dengan lebih baik.
2. Penderitaan-penderitaan mereka: Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu. Yesus Kristus memberi perhatian secara khusus terhadap semua kesusahan mereka.
3. Ia tahu kefasikan dan kepalsuan musuh-musuh mereka: Aku tahu fitnah mereka (KJV: hujatan mereka – pen.), yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian. Yaitu, mereka yang mengaku-ngaku sebagai satu-satunya umat kesayangan yang mengikat perjanjian dengan Allah, padahal sebenarnya mereka adalah jemaah Iblis. Sebab jemaah-jemaah Iblis yang dengan menyatakan diri sebagai jemaat Allah atau Israel milik Allah sama saja dengan menghujat.
4. Ia sudah mengetahui ujian-ujian yang akan menimpa umat-Nya.
(1) Ia jauh-jauh hari mengingatkan mereka akan ujian-ujian yang akan datang (ay. 10). Mereka telah dibuat miskin oleh kesusahan-kesusahan mereka sebelumnya. Sekarang mereka harus dipenjara.
(2) Kristus jauh-jauh hari mempersenjatai mereka melawan kesusahan-kesusahan yang sedang mendatangi mereka,
[1] Dengan nasihat-Nya: Jangan takut terhadap hal-hal ini. Ini bukan sekadar kata perintah, melainkan kata yang akan betul-betul terwujud.
[2] Dengan menunjukkan kepada mereka bagaimana penderitaan-penderitaan mereka akan diringankan dan dibatasi. Penderitaan-penderitaan itu tidak akan menimpa semua orang. Penderitaan-penderitaan itu akan menimpa sebagian saja dari mereka, tidak semua. Penderitaan-penderitaan itu tidak untuk selama-lamanya, tetapi hanya untuk waktu yang singkat: Sepuluh hari. Tujuannya untuk menguji mereka, bukan untuk menghancurkan mereka.
[3] Dengan menawarkan imbalan yang mulia bagi kesetiaan mereka: Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. Ia sudah berkata bahwa Ia sanggup melakukannya. Dan Ia sudah berjanji bahwa Ia akan melakukannya. Sesuainya imbalan itu. Mahkota, untuk memberikan imbalan atas kemiskinan mereka, kesetiaan mereka, dan perjuangan mereka. Mahkota kehidupan, untuk memberikan imbalan kepada orang-orang yang setia bahkan sampai mati.

III. Penutup pesan ini. Sebuah panggilan supaya semua orang memperhatikan. Merupakan kepentingan seluruh penduduk dunia untuk mencermati cara-cara Allah menghadapi umat-Nya sendiri. Sebuah janji yang penuh rahmat kepada orang-orang Kristen yang menjadi penakluk (ay. 11). Bukan saja ada kematian yang pertama, tetapi juga ada kematian yang kedua. Kematian yang kedua ini tak terperikan, lebih buruk daripada kematian yang pertama. Kematian yang kedua ini adalah kematian kekal. Dari kematian ini Kristus akan menyelamatkan semua hamba-Nya yang setia. Kematian yang pertama tidak akan menyakiti mereka, dan kematian yang kedua tidak akan berkuasa atas mereka.

Wahyu 2:12-17
Surat kepada Jemaat di Pergasmus
I. Kepala surat. Kepada malaikat jemaat di Pergamus. Jemaat Pergamus penuh dengan orang-orang yang bobrok pikirannya, dan Kristus, karena menetapkan hati untuk berperang melawan mereka dengan pedang firman-Nya, menggunakan julukan, Dia yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua. Firman Allah adalah pedang. Firman Allah adalah senjata, baik untuk menyerang maupun membela diri. Firman Allah adalah pedang yang tajam. Sekeras apa pun hati, Firman Allah mampu melukainya. Firman adalah pedang bermata dua. Ada mata pedang hukum Taurat melawan para pelanggar di masa penyelenggaraan hukum yang lama, dan ada mata pedang Injil melawan para pencemooh di masa penyelenggaraan hukum yang baru.

II. Isi surat ini.
1. Kristus memberi perhatian pada ujian-ujian dan kesulitan-kesulitan yang ditemui oleh jemaat ini (ay. 13). Nah, apa yang menambah kemilau pada pekerjaan-pekerjaan baik jemaat ini adalah keadaan di mana jemaat ini ditanam, tempat di mana ada takhta Iblis. Iblis berkeliling ke seluruh dunia, tetapi ia berdiam di beberapa tempat yang terkenal dengan kefasikan, kesalahan, dan kekejamannya.
2. Kristus memuji keteguhan mereka. "Engkau berpegang kepada nama-Ku. Engkau tidak malu akan hubunganmu dengan-Ku, tetapi memandangnya sebagai kehormatanmu bahwa engkau dinamai dengan nama-Ku. Apa yang telah membuatmu demikian setia adalah anugerah iman: engkau tidak menyangkal, atau meninggalkan iman Kristen." Mereka tetap teguh bahkan pada zaman Antipas, saksi-Nya yang setia kepada-Nya, yang dibunuh di hadapan mereka. Ia memeteraikan iman dan kesetiaannya dengan darahnya di tempat Iblis diam. Mereka tidak berkecil hati atau dijauhkan dari keteguhan mereka.
3. Ia menegur mereka atas kegagalan-kegagalan mereka yang penuh dosa (ay. 14). Kenajisan roh dan kenajisan daging sering kali berjalan berdampingan. Terus bersekutu dengan orang-orang yang mengikuti dasar-dasar pegangan dan perbuatan yang bobrok akan mendatangkan kesalahan dan noda atas seluruh masyarakat.
4. Ia berseru kepada mereka untuk bertobat (ay. 16). Bertobat adalah kewajiban bagi jemaat-jemaat dan masyarakat, dan juga bagi orang perorangan. Mereka yang berbuat dosa bersama-sama harus bertobat bersama-sama. Ketika Allah datang untuk menghukum anggota-anggota jemaat yang bobrok, Ia menegur seluruh jemaat itu sendiri karena sudah membiarkan orang-orang seperti itu terus berada dalam persekutuan dengan jemaat itu, dan terpaan-terpaan hujan badai akan menimpa seluruh perhimpunan itu secara keseluruhan. Firman Allah akan mencengkeram para pendosa, cepat atau lambat, untuk menginsyafkan mereka atau untuk mempermalukan mereka.

III. Ada janji berupa rahmat yang besar bagi orang-orang yang menang (ay. 17).
1. Manna yang tersembunyi, yaitu pekerjaan dan penghiburan Roh Kristus, yang turun dari sorga ke dalam jiwa, dari waktu ke waktu. Hal ini tersembunyi dari seluruh dunia, dan tersimpan di dalam Kristus.
2. Batu putih, yang di atasnya terukir nama baru. Batu putih ini adalah pengampunan atas kesalahan dosa, yang merujuk pada kebiasaan kuno memberikan batu putih kepada orang-orang yang dibebaskan dalam pengadilan dan batu hitam kepada mereka yang dihukum. Nama baru itu adalah nama adopsi. Tak seorang pun bisa membaca bukti diadopsinya seseorang selain dirinya sendiri.

Wahyu 2:18-28
Surat kepada Jemaat di Tiatira
I. Kepala surat. 
Kepada malaikat jemaat di Tiatira. Oleh siapa pesan itu dikirimkan: oleh Anak Allah, yang di sini digambarkan memiliki mata bagaikan nyala api dan kaki bagaikan tembaga. Mata-Nya bagaikan nyala api, yang menandakan bahwa Ia mengenal semua orang dan segala hal sampai menembus ke dalam. Kaki-Nya bagaikan tembaga. Sama seperti Ia menghakimi dengan hikmat yang sempurna, demikian pula Ia bertindak dengan kekuatan dan keteguhan yang sempurna.

II. Isi surat.
1. Watak yang terpuji dan pujian yang diberikan Kristus kepada jemaat ini. Kristus menyebutkan dengan hormat kasih mereka: tidak ada agama bila tidak ada kasih. Pelayanan mereka. Iman mereka, yang merupakan anugerah yang menggerakkan semua hal lain. Ketekunan mereka. Kesetiaan mereka yang bertumbuh: pekerjaan-pekerjaan mereka yang terakhir lebih baik daripada pekerjaan-pekerjaan mereka yang pertama. Harus menjadi hasrat dan keinginan sungguh-sungguh dari semua orang Kristen bahwa pekerjaan-pekerjaan mereka yang terakhir bisa menjadi pekerjaan-pekerjaan mereka yang terbaik.
2. Teguran yang sesuai atas apa yang salah. Penyesat-penyesat fasik ini dibandingkan dengan Izebel, dan dipanggil dengan namanya. Dosa dari para penyesat ini adalah bahwa mereka berusaha menarik hamba-hamba Allah ke dalam perzinahan, dan mempersembahkan korban-korban kepada berhala. Mereka menyalahgunakan kesabaran Allah untuk mengeraskan diri sendiri dalam kefasikan mereka. Allah memberi mereka ruang untuk bertobat, namun mereka tidak bertobat.
3. Hukuman terhadap penyesat ini (ay. 22-23). Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang, ke atas ranjang penderitaan, bukan ranjang kenikmatan. Anak-anaknya akan Kumatikan, yaitu, dalam kematian kedua.
4. Kehancuran para penyesat yang fasik ini dimaksudkan Kristus sebagai pengajaran bagi orang lain. Allah dikenal melalui penghakiman-penghakiman yang dijalankan-Nya.
5. Dorongan yang diberikan kepada orang-orang yang menjaga diri mereka tetap murni dan tak tercemar (ay. 24).
(1) Para penyesat ini menyebut ajaran mereka sebagai rahasia-rahasia yang dalam (KJV).
(2) Tetapi Kristus menyebut ajaran mereka sebagai seluk-beluk Iblis, khayalan dan tipu daya Iblis.
(3) Betapa lembutnya Kristus terhadap hamba-hamba-Nya yang setia (ay. 24-25). "Aku hanya menuntut perhatianmu terhadap apa yang telah engkau terima." Jika mereka tetap berpegang teguh pada iman dan hati nurani yang baik sampai Ia datang, maka semua kesulitan dan bahaya akan berlalu.

III. Penutup pesan ini (ay. 26-29).
1. Janji akan imbalan yang berlimpah kepada orang percaya yang bertekun dan menang: Kuasa dan pemerintahan yang sangat besar atas seluruh dunia: Kuasa atas bangsa-bangsa. Pengetahuan dan hikmat, yang sesuai dengan kekuasaan dan pemerintahan seperti itu: Kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur. Kristus adalah Bintang Timur. Ia membawa terang siang bersama-Nya ke dalam jiwa, terang anugerah dan kemuliaan.
2. Surat ini ditutup dengan tuntutan seperti biasa supaya orang memberi perhatian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar