Kamis, 23 April 2020

KECERDASAN BELANJA DAERAH.



KECERDASAN BELANJA DAERAH.    Menyimak apa yg di sampaikan Menkeu Sri Mulyani, perempuan yg pernah menjabat salah satu Direktur di lembaga keuangan dunia IMF, yg sekarang jabatan itu di teruskan oleh perempuan Indonesia lainnya. Marie Pangestu. Bukan Rizal Ramli atau laki-laki lain Indonesia yg pinter mengkritik gak bisa praktik pada bidang keuangan dunia, bukan kepala keuangan BUMDES, ya..    Dalam paparan yg sedikit geram atas rengekan Anies Baswedan Gubernur yg selalu salah dalam melaksanakan kerjaan, karena hanya besar gaya gak ada hasil apa-apa. SMY membuka kedok Anies yg merengek atas ABD utk segera di cairkan, padahal jadwalnya baru Agustus-September. Dan itu sdh berlaku standar baku, makanya daerah lain tidak ada yg umeg seperti Anies.    Data lain adalah bagaimana royalnya dia membelanjakan uang utk pegawainya, 25 T utk 21.500 PNS DKI, bandingkan dgn Jatim 23T utk 415.000 PNS, SBY 1T utk 14.166 PNS.    Itu artinya anggaran utk PNS DKI adalah 1,16 m/thn/orang, Jatim  55 jt dan SBY 70 jt. Atau 2000 % diatas Jatim dan Sby. Ini luar biasa dan dunia patut curiga atas kebenaran uang belanja, atau uang Bancakan. Karena melihat angka dari Jatim dan Sby adalah angka wajar dimana artinya gaji PNS rata-rata 5 jutaan per bulan, sementara di DKI 97 jt, ini PNS nya makan apa, gajinya sama dgn Direktur Utama Kacang Garuda.    Anggaran kesehatan DKI 857 rb/kapita/THN. Jatim 112 rb, SBY 317 rb. Jadi, harusnya utk penanggulangan Covid19 , DKI jauh lebih siap masalah dananya, tapi kenapa Anies merengek kayak bayi gak di tetek i, sementara yg lain masih tenang saja, bahkan Jateng yg duluan mencanangkan 1,8 T tdk tiap hari konpres.     Dari sana bisa dilihat bagaimana amburadulnya Anies mengelola uang negara, seenaknya dia belanja seperti uang nenek moyangnya, GILA !!!    Mari kita lihat kalau BPK tetap tak menemukan apa-apanya, dan KPK juga cuma besar suara gak bisa apa-apa, maka anda sendiri saja yg menafsirkannya.    SONTOLOYO KELAS APA MEREKA.  .  .  .  Biakto Biakto    https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-4981557/sri-mulyani-sentil-anies-baswedan-soal-anggaran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar