Selasa, 21 April 2020

KETIKA GELAR PROF LBH MURAH DARI HARGA TELOR.



KETIKA GELAR PROF LBH MURAH DARI HARGA TELOR.    Hari ini rakyat Indonesia yg sedang mengalami kekhawatiran akan meluasnya wabah mematikan covid19 yg telah menyerang 1,4 juta penduduk dunia dan menewaskan 150 ribuan manusia dari Wuhan sampai Amerika, 200 an negara merasakan akibat yg sama, hanya korbannya yg beda angka.    Di tengah kegundahan itu dan sekelas negara Italia nyaris putus asa, dan Amerika mulai panik, walau kadang susah di percaya. Disana kita merasakan optimisme bersama, khabar baiknya kejangkitan mulai mereda, angka kesembuhan melampaui angka kematian, Berdoa bersama lintas agama, lintas negara dan benua, dengan tujuan yg sama, kesembuhan dari wabah yg mematikan.    Indonesia hari ini juga merasakan angka kesembuhan pertama melampaui angka kematian, dan menurunnya angka terjangkit dari beberapa wilayah. Rasa optimisme menguat, kepercayaan dunia tertuju kepada Indonesia, IMF dan Bank dunia meyakini hanya ada 3 negara ASIA yg ekonominya cepat pulih dan tumbuh, China, India dan Indonesia. Walau dua retenir kelas wahid ini tidaklah serta merta dapat di percaya begitu saja, tapi paling tidak keyakinan kita terhadap mata uang rupiah menjadi arjuna di Asia, sempat nyaris menyentuh 17.000 / $, sekarang menuju ke angka 15.000 an. Ini indikator, bukan provokator kotor.    JOKOWI seolah bekerja sendiri, presiden yg tidak bakat nyinden, tapi berjiwa metalika ini begitu cermat menghitung langkah yg jauh dari gegabah, dia sangat hati-hati bertindak, karena dia dibekali akhlak, bukan tukang palak.    Bak negarawan di kepung preman, awalnya dia dipaksa melock downkan Indonesia, andai saja JEBAKAN BATMAN itu dia terima, entah sudah jadi apa kita semua, kita ini negara besar, jadi harus berpikir besar, berjiwa besar, punya langkah besar, bukan mulut yg besar. Ditengah tekanan dari luar dalam itu yg kita sudah tau siapa pelakunya, disana pula penganut paham BAKAR RUMAHNYA RAMPOK ISINYA mulai bergaya, tak sabar mau pasang layar, mereka lupa arah angin diajak berkelakar.    Tiga manusia bergelar Profesor mangadukan Jokowi dengan mata aduan PERPPU PENANGGULANGAN COVID19. Entah apa yg di permasalahkan, tapi intinya ketidak senangan kepada sosok Jokowi yg bisa mengangkat harkat Indonesia, bukan di kerat sebagaimana biasanya. 3 Trio Covid19 ini mendadak jadi bojo anyar tapi hambar. Bagaimana tidak, di tengah usaha pemimpin bangsanya berusaha bagaimana persoalan serius bisa cepat di urus, disana pula 3 manusia yg menganggap dirinya kalis dari dosa, beraksi yg kontra produktif. Profesor itu gelar langka dan keramat, kok malah diumbar non manfaat. Baru saja minggu lalu ada sinden lawas buat lagu baru, dia lupa 6 kali rekaman karam, semalam itu, di poor Lord Didi dua hari kemudian disikat 3 jam dengan WFH conser, jleb 4,7 milyar langsung cetar, yg sono manyun bubar.    3 Trio Covid19 ini mau ngapain, mau manggung?, jalan saja sudah oyong, cari nama?, nama yg ada saja gak bisa jaga, ujungnya cuma cari perkara dan sia-sia. Kok gak sumbut dgn gelarnya, andai saja universitas yg memberi gelar sadar, harusnya di cabut saja gelar itu, daripada keburu di uji pikirannya, ternyata batoknya sudah gak ada isinya.    Lao Tzu : Uji kewarasan kita, saat kita bisa menerima hidup apa adanya, bukan hiidup dengan terus mengada-ada.Karena kita hidup tidak bisa keluar hidup-hidup dari sana.     BILA ANDA MAU JADI PEMIMPIN ANDA HARUS JADI TAULADAN, SAYA PERTANYAKAN SEKARANG, TAULADAN APA YG ANDA TINGGALKAN PADA ORGANISASI YG PERNAH ANDA PIIMPIN, KALAU PERILAKU ANDA " MINIM "    Iyyas Subiakto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar