Senin, 02 Mei 2016

Bagaimana Kesulitan Dapat Membuat Anda Lebih Baik, Bukan Menjadi Pahit


Bagaimana Kesulitan Dapat Membuat Anda Lebih Baik, Bukan Menjadi Pahit

03 Mei 2016

Bacaan Hari ini:
Kisah Para Rasul 27:31
>>  "Karena itu Paulus berkata kepada perwira dan prajurit-prajuritnya:
~ 'Jika mereka tidak tinggal di kapal,
~ kamu tidak mungkin selamat.'"
-------------------------------------
Hidup ini tak adil.
>> Anda akan berhadapan dengan masalah, kesulitan, dan rasa sakit yang akan membuat Anda menjadi orang yang lebih baik, atau malah membuat Anda kepahitan.

>> Anda akan menjadi dewasa atau malah menyerah.
>> Anda akan menjadi orang yang Tuhan kehendaki, atau malah akan berkeras hati.
>> Anda harus memutuskan bagaimana Anda akan menanggapi masa-masa sulit dalam hidup Anda.
>> Bagaimana Anda akan menghadapinya...?

Ketika melalui masa-masa sulit,
apa yang tengah terjadi pada Anda,
>> tidaklah sepenting apa yang terjadi di dalam diri Anda.
>> Itulah apa yang semestinya Anda bawa ke dalam kekekalan
~ bukannya membawa persoalan,
~ tapi membawa karakter Anda.

Dalam Kisah Para Rasul 27,
kita belajar tiga cara dalam merespon permasalahan:

1. Jangan menyerah.

Kapal itu dilandanya dan tidak tahan menghadapi angin haluan.
>> Karena itu kami menyerah saja
>> dan membiarkan kapal kami terombang-ambing.
(Kisah Para Rasul 27:15)

Ketika kapal yang membawa Paulus dan tahanan lainnya yang menuju Roma terombang-ambing di tengah laut Mediterania dan tak melihat matahari selama 14 hari,
>> mereka pun mulai putus harapan.
>> Ketika menghadapi kesulitan, beberapa orang mulai menyerah.
>> Mereka tidak memiliki
~ tujuan,
~ cita-cita,
~ ambisi,
~ atau mimpi atas hidup mereka.
>> Ini ibarat naik sepeda menuruni bukit, Anda tak perlu susah payah mengayuh pedal Anda.
~ Tapi masalahnya adalah Anda turun ke bawah,
~ dan sementara hidup ini bukanlah sesuatu yang mudah.
~ Hidup ini keras.
~ Jangan kehilangan ambisi atau mimpi Anda hanya karena hidup ini semakin sulit.

2. Jangan melarikan diri.

Karena kami sangat hebat diombang-ambingkan angin badai,
>> maka pada keesokan harinya mereka mulai membuang muatan kapal ke laut.
(Kisah Para Rasul 27:18)

>> Orang-orang yang bertugas saat itu harus meringankan berat kapal,
>> mereka pun melemparkan muatan kapal ke laut,
~ seperti peralatan
~ dan makanan.
>> Mereka membuang hal-hal yang mereka butuhkan karena badai begitu kencang.

Ketika Anda terjebak di tengah badai dan ketika tekanan tak bisa lagi ditahan,
>> Anda cenderung mulai meninggalkan nilai-nilai baik dan hubungan-hubungan yang bermasalah.
>> Anda berkata, "Aku menyerah pada pernikahanku.
>> Aku menyerah mengejar mimpiku untuk kuliah.
>> Tapi Tuhan berkata,'Tetaplah di dalam kapal!'"

Apakah Anda sudah melakukannya dalam pernikahan Anda?
>> Apakah Anda sudah berkata,
~ "Perceraian bukanlah pilihan buatku.
~ Kita berdua bisa melalui badai ini.
>> Jika Anda belum,
~ Anda pasti akan selalu tergoda untuk berjalan keluar dari jalur.
>> Jika Anda tidak membuang ketakutan Anda,
~ Anda tidak akan pernah bisa mengembangkan karakter yang Tuhan ingin Anda miliki.
>> Allah dapat mengubah situasi dan kepribadian seseorang.
>> Dia bisa mengubah Anda.
~ Tapi Dia tidak akan melakukannya
~ jika Anda selalu kabur dari permasalahan Anda!
>> Saya telah belajar dari pengalaman pribadi,
~ bahwa tidak pernah menjadi kehendak Allah bagi kita untuk lari dari situasi yang sulit.
~ Allah ingin Anda belajar, tumbuh, dan berkembang.
>> Jadi hadapilah.

3. Jangan putus asa.

"Setelah beberapa hari lamanya
>> baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan,
>> dan angin badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami,
>> akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami" (Kisah Para Rasul 27:20).

Setelah 14 hari dalam kegelapan total
>> dan setelah membuang muatan,
~ peralatan,
~ dan makanan,
~ para penumpang kapal itu akhirnya putus asa.
>> Tapi mereka lupa satu hal:
~ Di dalam badai sekali pun,
~ Tuhan yang memegang kendali.
~ Dia tidak akan pernah meninggalkan Anda.
>> Anda mungkin tak bisa merasakan kehadiran-Nya,
>> namun bila Anda merasa jauh dari-Nya,
>> coba tebak siapa yang datang menghampiri Anda?
>> Tuhan bersama Anda di tengah badai, ~ dan Ia akan membantu Anda melewatinya.
>> Ia sedang menguji Anda untuk melihat apakah Anda akan percaya pada-Nya.

Apakah Anda akan lulus ujian-Nya?

Renungkan hal ini:

>> Apa Anda percaya bahwa Tuhan ada bersama Anda di dalam badai persoalan Anda?

>> Bagaimana Anda menunjukkan kepercayaan Anda pada-Nya?

>> Situasi sulit apa yang sedang Anda tunggu-tunggu supaya Tuhan mengubahnya?

Tuhan menunggu Anda untuk mulai berubah.

Dia tak mau Anda hanya menunggu Dia mengubah keadaan Anda.

Bagaimana Anda merespon kebenaran ini?
______________________________
Tuhan yang memegang kendali,
>> percayalah kepada-Nya tanpa ragu dan takut.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

Dikirim dari perangkat Samsung saya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar