Selasa, 24 Mei 2016

Belajar Berempati

Belajar Berempati

25 Mei 2016

Bacaan Hari ini:
1 Petrus 3:8 "Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati"t
----------------------------------------------
~ Anda tidak akan pernah bisa hidup harmonis dengan istri Anda, suami Anda, teman Anda, atau orang lain tanpa rasa empati.
~ Anda tidak bisa memiliki sebuah tim tanpa saling mengetahui apa yang tengah terjadi di kehidupan masing-masing anggotanya.

Itulah sebabnya ketika orang bekerja bersama di satu kantor, mereka mungkin memang bekerja bersama, tapi mereka bukan sebuah tim, kecuali jika mereka tahu apa yang tengah terjadi dalam kehidupan masing-masing mereka.

Empati amatlah penting, sebab itu memenuhi dua kebutuhan kita yang paling dalam:
~ kebutuhan mendasar untuk dimengerti
~ dan kebutuhan mendalam agar perasaan kita diketahui.

Jika Anda ingin membangun sebuah tim yang berisikan teman-teman atau rekan-rekan di tempat kerja atau di dalam kelompok kecil Anda,
~ Anda harus membangun empati.

Lalu bagaimana caranya menjadi orang yang punya rasa empati?

1. Memperlambat langkah.
Karena budaya kita mengajarkan untuk bergerak cepat, pada akhirnya kita hanya punya hubungan yang sepintas lalu.
~ Itu artinya Anda hanya memperhatikan hal-hal yang penting saja
~ dan melewatkan hal-hal detail dalam kehidupan orang-orang yang paling Anda sayangi.

Yakobus 1:19 mengatakan, "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini:
~ setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar,
~ tetapi lambat untuk berkata-kata,
~ dan juga lambat untuk marah."

2. Bertanya.
Amsal 20:5 mengatakan, "Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya."

Kebanyakan orang menahan emosi mereka dengan begitu kuat dan tidak begitu saja menceritakan pergumulan mereka. "Saya baik-baik saja"
~ adalah jawaban yang standar,
~ tapi itu tak bisa benar-benar memberitahu Anda apa yang mereka jalani sesungguhnya.

Jika Anda bertanya, "Apa kabarmu?"
lalu orang tersebut menjawab, "Saya baik-baik saja," begini cara Anda agar mendapat respon yang lebih jitu:

Belajarlah untuk mengajukan pertanyaan dua kali. Itulah cara Anda mengembangkan empati. Diam sejenak lalu katakan, "Tidak. Bagaimana kabarmu yang sebenarnya?"

Hal lain yang bisa Anda lakukan ialah belajar untuk berlama-lama dengan orang tersebut.
~ Artinya jangan takut akan keheningan.
~ Tunggulah, kemudian ajukan pertanyaan, dan jangan takut untuk duduk berlama-lama dan menunggu sampai orang itu bercerita.
~ Jangan langsung masuk ke agenda Anda.
~ Dengar dan pelajari.

3. Tampilkan emosi Anda.
Alkitab berkata dalam Roma 12:15, "Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!"

Empati itu lebih kuat dibanding berkata, "Saya turut prihatin."

Empati itu ibaratnya berkata, "Saya merasakan lukamu."
~ Anda bersedia menangis dengan mereka,
~ dan Anda bersedia bersukacita dengan mereka.

Hanya ada satu cara untuk memiliki rasa empati- tetaplah dipenuhi dengan Allah.
~ Jika tangki iman Anda habis, Anda tidak akan bisa berempati sama sekali.
~ Anda harus tetap dipenuhi dengan Allah.

"Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati" (1 Petrus 3:8).

Renungkan hal ini:

Apa ciri-ciri seorang pendengar yang baik?

Bagaimana Anda menanggapi orang-orang ketika mereka bertanya, "Apa kabarmu?"

Menurut Anda mengapa orang begitu takut dengan keheningan dalam suatu hubungan?
_______________________________
Untuk membangun sebuah tim Anda harus membangun empati karena empaty sangatlah penting

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar