Selasa, 17 Mei 2016

Mengalah

Mengalah

Ada dua ekor kambing gunung bertemu satu sama lain di jalan sempit di tepi tebing terjal yang hanya cukup untuk diliwati salah satu dari kedua binatang liar tersebut.
~ Di sebelah kiri adalah tebing terjal,
~ dan di sebelah kanan danau yang dalam.

Keduanya saling berpandangan.

Apa yang harus mereka lakukan?

Keduanya tak dapat balik karena terlalu berbahaya, tak dapat berputar karena jalan itu terlalu sempit.

Kemudian salah satu dari mereka membaringkan dirinya di jalan yang kecil itu, dan mengembik memberi tanda kepada kambing lainnya supaya berjalan diatasnya.

Dan selamatlah keduanya dari kecelakaan. Kambing-kambing itu tidak saling menanduk dan berkelahi mempertahankan jalannya masing-masing supaya selamat.

Kata Martin Luther  yang mengangkat ilustrasi ini, manusia justru kadang-kadang tidak lebih bijak dari kedua kambing diatas, yang mau saling "merendahkan diri" untuk "memberi jalan" ketika "papasan" dengan yang lain!

Hal ini sesuai dengan Firman Tuhan, bahwa kita adalah satu tubuh yang seharusnya dapat saling memperhatikan satu sama lain.

Seperti ayat di Filipi 2 : 3-4 yang berbunyi "Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri;
dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga"


Dikirim dari perangkat Samsung saya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar