Kamis, 25 Agustus 2016

Fakta tentang Berkeras Hati

Fakta tentang Berkeras Hati

26 Agustus 2016

Bacaan Hari ini:
Matius 16:4 "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus." Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi."
-----------------------------------------------
Ada orang-orang yang mengetahui bahwa Allah itu nyata.
~ Mereka tahu bahwa Allah itu berkuasa.
~ Dan mereka juga tahu bahwa Allah mengubah kehidupan.

Tapi hati mereka begitu keras sehingga mereka tidak mau percaya pada-Nya.

Itulah Firaun.

Kita membaca lagi dan lagi dalam kitab Keluaran bahwa Firaun mengeraskan hatinya.

Keluaran 8:15 mengatakan, "Tetapi ketika Firaun melihat, bahwa telah terasa kelegaan, ia tetap berkeras hati, dan tidak mau mendengarkan mereka keduanya--seperti yang telah difirmankan TUHAN."

Kemudian kita membaca, "Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pergilah menghadap Firaun, sebab Aku telah membuat hatinya dan hati para pegawainya berkeras, supaya Aku mengadakan tanda-tanda mujizat yang Kubuat ini di antara mereka,"
(Keluaran 10:1).

Kedua hal ini bukan hal yang bertentangan, tapi hanya saja ini adalah dua sisi mata uang yang sama.

Memang benar bahwa
~ Firaun mengeraskan hatinya.
~ Tetapi juga benar bahwa Allah mengeraskan hati Firaun.

Apakah itu berarti Firaun tidak punya pilihan lain dalam hal ini?

Tidak.

Anda tahu,
~ Allah memberi kita masing-masing kehendak pribadi.
~ Dia tidak akan melanggar kebebasan yang telah Ia berikan itu,
~ tapi sekali kita menentukan pilihan, Allah, pada intinya, akan "menguatkan" kita dalam menjalankan pilihan kita tersebut.

Kata "berkeras hati" dalam ayat di atas bisa lebih baik diterjemahkan menjadi "meneguhkan" atau "memperkeras," dan itulah yang terjadi dalam kasus Firaun.
~ Dia memutuskan untuk tidak mau percaya pada Allah, dan semakin hari hatinya kian mengeras, mengeras, dan mengeras.
~ Firaun sudah memiliki begitu banyak bukti yang seharusnya cukup untuk meyakinkannya untuk percaya pada kebenaran Firman.

Pikirkan:
~ Firaun telah melihat mujizat-mujizat besar.
~ Firaun telah mendengar Firman Allah.
~ Pengetahuan tersebut seharusnya bisa mendatangkan tanggung jawab atas dirinya.

Berpaling dari kebenaran artinya menjadi satu kubu dengan kegelapan lebih dalam dari sebelumnya.

Terkadang kita berpikir,
~ "Seandainya saja saya bisa membuat mujizat-mujizat,
~ saya yakin semua teman saya pasti akan percaya pada Yesus.

Tidak,
~ mereka tak akan percaya.

Bukan mujizat,
~ melainkan pesan Injillah yang hanya akan membuat mereka percaya.
_________________________________
Sekali kita menentukan pilihan,
~ Allah, pada intinya akan "menguatkan" kita dalam menjalankan pilihan kita tersebut

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar