Kamis, 27 April 2017

Pendeta yang Berjaya Mengatasi Kesulitan

Oleh Dr. W. A. Criswell

Alih bahasa Wisma Pandia, Th.M.

Editor Dr. Eddy Peter Purwanto


Pendeta yang Berjaya Mengatasi Kesulitan

Di atas semuanya itu dan setiap hal lainnya, pendeta butuh untuk mengingat bahwa dia tidak sendirian di dalam pekerjaannya. Jika Allah telah memanggil dia, Roh Allah akan berada bersamanya dan menolong dia.  Serahkanlah semua hal itu ke hadapan Allah; beritahu Dia tentang hal itu; carilah wajahNya dan kebijakan ilahi. Dia memiliki jawaban yang tidak pernah kita pikirkan dan sebuah solusi yang tidak pernah kita bayangkan. Allah akan menjawab dan selalu menjawab. Selalu bahwa setiap pendeta yang hebat bersumber dari Allah.

Daud adalah orang yang sangat berkecil hati ketika orang-orang lupa terhadap pelayanan yang pernah di berikan kepada mereka dan berupaya untuk membunuhnya. Untuk mengatasi rasa sakit hatinya itu, dia "membesarkan hatinya sendiri di dalam Tuhan Allahnya" (1 Sam. 30:6).

"Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Kemalangan orang benar banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu; Tuhan membebaskan jiwa hamba-hambaNya, dan semua orang yang berlindung padaNya tidak akan mendapat hukuman" (Mazmur 34:7, 20, 23).

Banyak dari persoalan pengkhotbah yang dia bawa dalam dirinya sendiri. Terlalu sering penilaian yang dangkal,  perbuatan yang tidak bijaksana, ambisi yang buta, haus kekuasaan, ketidak jujuran, perselisihan pribadi, sikap yang keras kepala dan lain sebagainya, mengambil korban mereka dan seringkali menghancurkan persekutuan, sehingga baik jemaat maupun pendeta menjadi frustasi, dengan kemarahan yang ditunjukkan oleh dirinya sendiri atas peristiwa yang tidak membahagiakan tersebut.

Ambisi yang salah dapat memakan dia hidup-hidup. Hal itu terjadi ketika dia tidak pernah menduduki tempat yang lebih tinggi atau mendapat penghargaan pribadi. Kita tidak pernah menemukan Juruselamat kita di dalam puncak Bait suci tetapi hanya sekali, tetapi tebak siapa yang menemaninya disana? Biarlah orang lain mencari kursi ketua di sinagoge dan dihantar ke meja utama dan "politik" untuk dipilih dalam lingkaran gerejawi. Anda melakukan pekerjaan Allah di dalam sebuah panggilan dimana seluruh hasilnya harus anda berikan kepada Allah.

*Rasa cemburu dan iri hati dapat merusak hati seorang pendeta*. Hal itu dapat membakar dia. Termasuk benci terhadap kepopuleran atau kesuksesan orang lain, pujilah Tuhan atas keberhasilannya, berdoalah untuknya, bersukacitalah di dalam prestasi yang dicapai olehnya. Seorang pendeta di London berkata bahwa ketika Spurgeon muda datang ke London, dia sangat sedih dan merasa malu oleh kerumunan orang banyak yang yang datang untuk mendengar pemuda ini ketika dirinya sendiri menjadi semakin kecil. Dia berkata bahwa akhirnya dia mulai berdoa untuk kebangkitan orang muda ini, dan hal itu membuat dia tak lama kemudian merasa bahwa setiap kemenangan yang dimenangkan oleh Spurgeon menjadi sebuah bagian dari dirinya sendiri. Hal itu merupakan suatu hal yang luara biasa.

Jangan menjadi cemburu terhadap pendahulu anda. Olesilah dia dengan madu dan bukan dengan cuka. Jemaat akan mengasihi dan menghormati anda karena hal itu. Berbicaralah tentang hal-hal yang baik tentang dia, sehingga orang-orang yang telah mengasihi dia akan mengasihi anda juga.

Hindarilah sifat manusiawi, sifat yang membuat stress. Kejahatan ada di dalamnya, bukan Allah. Paulus menulis, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur" (Fil. 4:6). Ada begitu banyak orang yang tinggal dalam keheningan dan ketenangan hidup berada di tengah-tengah rasa frustasi yang mengelilinginya yang dapat mengendalikan seluruh hidupnya. Pembicaran yang manusiawi, alasannya adalah mereka telah datang untuk percaya kepada Tuhan tetapi dengan cara yang sama mereka juga datang ke dalam suatu bentuk lain bersama dengan respons dari dalam diri mereka dan mengendalikannya dengan kemampuannya sendiri. Hal ini akan menjawab setiap masalah yang diakibatkan oleh stress.

Hindarilah rasa gugup, emosi yang membuat jatuh. Ini diakibatkan oleh sisi manusiawi, yang berasal dari dalam diri sendiri. Pelayan digunakan untuk menjadi yang terbaik di dalam semua jaminan resiko. Hal itu berlangsung dengan tidak lama. Kehidupan yang diharapkan bagi seorang pendeta luput dan bebas dari serangan jantung dan gangguan urat syaraf merupakan kemuraman yang sering terjadi.

Latihan! 
Allah tidak pernah membuat seorang manusia yang duduk saja di belakang meja kantor selama seharian penuh. Kehidupan yang dilakuan dengan hanya duduk secara terus menerus akan melumpuhkan setiap tulang dan otot, juga saraf dan setiap jaringan di tubuh manusia. Allah membuat otot-otot tersebut bergabung dengan urat-urat untuk bergerak. Gerakkanlah mereka. Setiap hari seorang pendeta harus berjalan atau jogging atau melakukan suatu gerak badan atau memainkan sebuah olah raga permainan seperti bola tangan, bola volley, atau sesuatu yang lainnya. Kebiasaan yang esensial  ini akan mendarah daging dan berlangsung secara regular. Mengambil waktu setengah jam setiap hari untuk melakukan aktivitas ini jauh lebih produktif dari pada bermain golf di sore hari yang dilakukan selama satu kali seminggu. Lakukanlah sesuatu yang sibuk setiap hari. Tubuh dan pikiran anda akan merespon hal itu dengan indah.

Makanlah dengan benar. Ikutilah sebuah diet yang seimbang. Orang yang berpenyakitan terutama yang berhubungan dengan perut akan mudah terkena serangan virus, dan hal itu akan menjadi setengah kekalahan bagi dia sebelum dia memasuki arena untuk bertarung di pertempuran rohani.

Ada begitu banyak tekanan di dalam pengembalaan, yang akan menghujani setiap hari. Tetapi Allah memberikan kepada kita kebijaksaanan untuk mengatasi semua itu.

Bagaimana seorang pendeta yang akan mengatasi kritik akan menentukan efektifitasnya yang lebih besar dalam memimpin jemaat kepada usaha yang lebih baik dalam melayani Allah.  hal itu bisa saja datang dari berbagai public figure, termasuk orang yang tidak berpengetahuan dengan sikap yang tidak bersahabat, dan memberikan kritikan yang pedas, dia dapat saja seorang polisi, politikus, atau pengajar. Setiap orang yang berdiri dan melihat sebuah kesempatan untuk menyerang semuanya dengan lemparan batu yang pendek. Bagaimana reaksi pendeta mengahadapinya?

Dia dapat menjadi sangat sensitive terhadap kekasaran seperti itu. Dia dapat mengambil sikap berperang terhadap apa yang orang sampaikan tentang dirinya. Dia dapat berkonfrontasi dengan kritik itu melalui ungkapan-ungkapan yang tajam dan keras. Dia dapat menjadi musuh yang sengit baik terhadap orang yang menyerangnya ataupun sahabat-sahabat serta keluarga yang terbakar dengan kata-kata itu. Tetapi ludah yang dikeluarkan dapat mengenai wajah sendiri.  Sesungguhnya tidak dibutuhkan sebuah tindakan balasan dari seorang pendeta. Adalah lebih baik untuk memberikan reaksi yang positif dari pada tindakan balasan yang sengit. Setelah semua itu, pekerjaan pelayanan akan menghancurkan hati yang keras dan menambal hati yang luka. Pekerjaan seorang pendeta bukan untuk mencederai tetapi untuk memnyembuhkan, bukan untuk berperang tetapi untuk bersaksi. Kita dapat membalas dengan lebih indah dengan menerbangkan kupu-kupu yang meneteskan gula daripada cuka.

Lalu bagaimanakah tindakan yang tepat dalam mengahadapi masalah seperti itu? Yang pertama dari semua kita harus berdoa untuk semua hal tersebut. Berdoa terhadap orang yang memberikan kritik tersebut, berdoa terhadap situasi yang menyebabkan kritik tersebut, berdoa untuk solusi yang baik dan penuh penghormatan kepada Kristus. Di luar dari persoalan tersebut, sebuah solusi terbaik terhadap masalah tersebut adalah dengan mengabaikannya. Mungkin kritik tersebut hanyalah sebuah pembicaraan, dan orang senang untuk berbicara.

Yang kedua, mengapa tidak mempertimbangkan kritik itu secara hati-hati jika hal ini dapat memiliki nilai yang baik bagi anda? Mungkin kesalahan memang ada dalam diri pendeta. Tanyalah diri anda sendiri: "Apakah Allah sedang berbicara kepada saya melalui kata-kata yang tidak menyenangkan ini? Apakah kritik ini benar? Apakah benar sebagaian?" Pertimbangkanlah orang yang menyampaikan kata-kata tersebut. Apakah dia seorang pengkritik? Ataukah seorang yang memiliki karakter yang baik?

Jika saya memiliki sebuah pelayanan yang harus dihidupi kembali, ini merupakan suatu tempat dimana saya dapat  berubah secara absolut. Hanya karena seseorang bertanya tentang program yang ditawarkan oleh pendeta di pertemuan diaken atau di dalam sebuah diskusi atau dalam komite jemaat tidak berarti bahwa ia merupakan musuh dari pendeta. Lagi pula, kebijaksaan pendeta tidak akan mati (seperti yang disampaikan Ayub dalam Ayub12:2). Dapat saja berarti bahwa kebijaksanaan dan pertimbangan orang lain dapat bermanfaat untuk mendukung kebijakan kita. Dengarkan dan jangan menutup diri terhadap hal tersebut.  Bekerja secara bersama-sama merupakan sebuah solusi yang lebih baik atau sebuah metode yang lebih baik dapat dipakai sebagai pendekatan yang lebih baik.

Akhirnya, seorang pendeta harus memberikan contoh kesaksian orang Kristen yang baik. Bagaimana jika dia bukan seorang pengikut Allah? dan hal itu yang Allah sampaikan tentang hal ini:

Kamu telah mendengar Firman: mata ganti mata dan gigi ganti gigi.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.

Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.

Kamu telah mendengar Firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?

Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna. (Mat. 5:38-41; 43-48)

Merupakan seorang raja yang sangat bijaksana yang pernah memerintah berkata, "Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan amarah" (Amsal 15:1).

Raja yang sama yaitu Salomo menambahkan, "Dengan kesabaran seorang penguasa dapat diyakinkan dan lidah lembut mematahkan tulang" (amsal 25:15). Kita dapat berkata bahwa merupakan semangat yang lembut dan anugrah yang bernilai jika dapat menjawab sebuah kritik yang keras dengan kebaikan. Biarlah seorang pendeta dapat menjadi orang yang bijaksana.

Terlalu sering seorang pendeta mengambil keuntungan dari mimbar untuk menyindir jemaat terhadap ketidak hadiran mereka, respon keuangan yang minim, relawan yang sedikit, atau sesuatu hal dan segala hal yang membuat dia meresa frustasi. Hal ini selalu merupakan sebuah kesalahan yang berakibat luas. Termasuk mendamprat jemaat dengan serangan yang mematikan bagi mereka yang tidak menghadiri ibadah. Mengapa tidak menunjukkan sebuah apresiasi terhadap mereka yang tidak datang, dan mengapa tidak sungguh-sungguh berdoa dan secara cerdik mengatasi masalah tersebut dengan kebijaksaan dan kekuatan yang diberikan oleh Tuhan? T. DeWitt Talmage suatu ketika pernah berkata: "Dalam suatu hari heboh, seorang pendeta mengomeli jemaatnya yang berada di dalam gereja karena mengabaikan jemaat yang berada di rumah. Hal itu sama dengan pengharapannya untuk membawa bunga di bawah tiupan badai angin utara. Sekarang adalah saat untuk melampiaskan kemarahan dan pengaduan, tetapi ingatlah orang muda bahwa kita tidak dapat mengomeli orang-orang karena untuk membuang dosanya, menghadiri gereja, atau mengomeli mereka supaya masuk ke surga. Anda tidak dapat mengomeli jemaat anda untuk bertumbuh, sekalipun anda dengan segera dapat meredakannya. Dibutuhkan madu untuk menangkap lalat, jangan pernah memancing dengan menggunakan umpan kepiting.

Seorang pendeta Brooklyn yang terkenal suatu ketika pergi untuk memberikan saran kepada seorang pendeta pemberang, dia berkata: "hal yang harus anda lakukan adalah menjaga pencernaan anda dengan baik,. Anda juga membutuhkan hati yang bersih dan liver yang bagus. Jangan memakan lobster pada sabtu malam. Usahakanlah untuk bersenam, menunggang kuda, mendayung sampan; usahakan untuk tetap menjaga kulit dengan baik. Adalah hal yang memalukan jika pendeta hanya membasuh jarinya dan ujung hidungnya. Milikilah penampilan yang baik, suara yang baik, kesehatan yang baik, dan hal itu akan mustahil bagi orang lain untuk mengatai anda."

Tiga hal yang terlihat dari nasehat itu dari apa yang dipikirkan oleh Talmadge yang dapat membantu pengkotbah yang tidak bahagia. 
~ Yang pertama, dia berbicara tentang hati yang bersih, hal itu dapat mengobati banyak kegelisahan dalam pengembalaan. Jika orang itu telah dipanggil Allah untuk berkhotbah maka dia harus memiliki kasih Kristus di dalam hatinya. 
~ Yang kedua, dia menyarankan *kebiasaan makan yang sepantasnya*. Setiap dokter akan menyarankan sebuah program kepada seorang pendeta. Merupakan sebuah kejutan bagi jemaatnya bila ada perbedaan yang besar yang ditampilkan dalam khotbahnya, ketika dia berubah dari perasaan yang secara fisik sakit ke dalam perasaan yang kuat. 
~ Yang ketiga, Talmadge memberikan sebuah jadwal untuk *membangun fisik yang sehat*. 

Saudaraku, hal itu semua dapat menjadi obat bagi kondisi setiap orang yang cendrung 
~ sakit hati, 
~ patah hati dan 
~ tertekan.

Salah satu buah Roh adalah kesabaran (kadang-kadang disebut sebagai "sabar menderita," Gal. 5:22). 

Betapa seorang pendeta membutuhkan hal itu dalam bekerja bersama jemaat! 

Kadang-kadang hal itu membutuhkan seluruh keuletan sikap kekristenan dimana seorang pendeta dapat dituntut untuk membawa kebajikan ini untuk dipikul dalam doa yang sungguh-sungguh sebagai sebuah proyek, tetapi kebaikan dan kasih akan mendapat pembayarannya saat pembagian keuntungan.

*Merupakan sesuatu hal yang indah* ketika seorang pendeta dapat menerima hal-hal 
~ yang mengecilkan hati, 
~ kekecewaan, yang mematahkan harapan, dan 
~ keputus-asaan sebagai suatu tantangan untuk didoakan, 
~ sebagai pekerjaan yang lebih, dan 
~ digunakan sebagai batu loncatan untuk 
~ mencapai tempat yang lebih tinggi dalam berprestasi. 

Setiap perkembangan yang mematahkan hati merupakan ~ sebuah tantangan untuk menjatuhkan kebijaksanaan dankecerdikan dari kepemimpinan seorang pendeta dalam pengembalaan. 

Mengapa tidak menerima hal itu dalam semangat yang dari Allah dan berpaling dari masalah dan masuk ke dalam kemenangan oleh kuasaNya 
~ yang membelah Laut Merah, 
~ yang mengeluarkan air dari batu karang, 
~ menurunkan api ke altar Elia yang dituangi dengan air, 
~ yang telah membangkitkan Yesus dari  kematian, dan memiliki kuasa di surga dan di bumi?

Setiap musim gugur kami dikunjungi oleh seorang muda yang merupakan lulusan dari Spurgeon College di London yang datang menghabiskan waktu selama setahun pelayanannya bersama kami di gereja Dallas. 
~ Setelah pengalaman satu tahun dalam mempelajari bagaimana kami melakukan pelayanan di Amerika, 
~ dia kembali untuk pengembalaan di Inggris. 

Mahasiswa asing pertama kali adalah Rodney Sawtell. 

Surat pertama yang datang kepada saya setelah dia pulang ke Inggris untuk melakukan tugasnya di jemaat dekat London adalah seperti ini: "Dari pendapat seorang pengkhotbah saya sekali lagi harus menghadapi bangku-bangku gereja kosong. Betapa pemandangan yang sangat suram? Di hari yang lain, saya telah diberitahukan oleh komite Baptist Union yang telah mengumpulkan sejumlah statistic yang berhubungan dengan pelayanan gereja baptis kita dan menempatkannya dalam sebuah computer. Berdasarkan perkiraan dari computer tersebut dalam tahun 2000 A.D. tidak akan ada sebuah gereja Baptis yang tertinggal di Inggris Raya! Betapa sebuah prospek yang suram! Dan merupakan sebuah tantangan bagi kita untuk melangkah kedepan di dalam kekuatan Allah." 

Lihat kalimat yang terakhir, *"sebuah tantangan!"*  
~ Jika tidak ada orang sakit, maka para dokter akan berhenti bekerja. 
~ Jika tidak ada bank yang gagal dan digelapkan maka inspector akan tidak berguna. 
~ Jika tidak ada orang berdosa maka pengkhotbah akan memiliki begitu banyak bagasi yang kelebihan. 
~ Jika tidak ada gereja yang mati, maka tidak akan diperlukan suatu kebangunan penginjilan. 

Percayalah pada saya, kita membutuhkan mereka semua! 

~ Ada sebuah tantangan yang harus diraih, 
~ ada sebuah peperangan yang harus dimenangkan, 
~ sebuah dunia terhilang yang harus diselamatkan, 
~ gereja yang harus dibangun, 
~ anak-anak yang harus diajar, dan 
~ *Allah telah memanggil kita untuk melakukan hal itu*. 

~ Setiap kesulitan, 
~ kerja keras dan
~ kegagalan ada di dalamnya dan 
~ *bersamanya ada sebuah tantangan besar untuk dimenangkan*.

*Pendeta, bertahanlah dengan hal itu!*
Suatu ketika saya bertanya kepada pendeta Halleck apa yang dia lakukan dengan tantangan yang dihadapinya. Dia menjawab, 
*"saya hanya hidup lebih lama bersama mereka."*
~  Dia bertahan sebagai seorang pendeta di gereja First Church di Norman Oklohama selama empat puluh delapan tahun. 
~ Jangan pernah menyerah. 
~ Kemenangan pasti akan datang. 

Salah satu diaken di gereja kami (Boone Powell)
~ telah membangun sebuah rumah sakit Baptis yang terbesar di dunia, Baylor Medical Center. 

Saya telah berbicara kepadanya suatu hari tentang masalah-masalah yang dihadapi dan dia menjawab: 
*"Sebuah masalah besar dapat dihancurkan menjadi sebuah masalah kecil.* 
~ Setelah membuatnya menjadi kecil, selesaikanlah masalah yang kecil itu satu demi satu pada saat yang tepat sehingga akhirnya semuanya dapat diselesaikan." 
~ Ambillah satu bagian tugas setiap waktu. 
~ Lakukan hal itu dengan baik, hingga beralih ke selanjutnya. 
~ Maka kemenangan akan diraih dengan sempurna.


Dikirim dari Yahoo Mail di Android

Tidak ada komentar:

Posting Komentar