Sabtu, 06 Februari 2016

Langkah Pertama Untuk Hidup Yang Penuh Sukacita

Langkah Pertama Untuk Hidup Yang Penuh Sukacita

07 Februari 2016

Bacaan Hari ini:

Filipi 2:2
Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,
---------------------------------------------
Hikmat dunia mengatakan bahwa Anda harus selalu waspada dengan yang nomor satu dan lakukan apa pun untuk menjadi sukses.

Tetapi hikmat yang konvensional ini kebalikan dari hikmat Surga,

bukan seperti itu cara Kerajaan Surga bekerja.

Paulus menulis kepada orang percaya di Filipi, "Jadi karena dalam Kristus
* ada nasihat,
* ada penghiburan kasih,
* ada persekutuan Roh,
* ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku

dengan ini:

hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan
(Filipi 2:1-2).

Arti pesan ini:
* Jangan memaksakan kehendak Anda untuk menjadi yang terdepan;
* jangan menjilat orang lain untuk menjadi yang teratas.

Sebaliknya,
* kesampingkan diri Anda, dan bantu orang lain untuk maju.
* Jangan terobsesi untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
* Lupakan diri Anda selama yang Anda bisa untuk memberikan uluran tangan Anda.

Pesan ini bertentangan dengan hikmat dunia tentang cara untuk mencapai keberhasilan hidup, tapi memang itulah yang dikatakan Alkitab.

Beberapa orang mungkin berkata,
* Aku tidak tahu dari planet mana kamu berasal, tapi caramu itu tak akan berhasil dalam situasi yang saya hadapi sekarang. * Kau tak tahu seperti apa dunia yang harus aku jalani.

Yang kita bicarakan disini ialah mengenai cara hidup yang harus dijalani oleh orang Kristen.

Alkitab mengatakan bahwa langkah pertama untuk mencapai hidup yang bersukacita ialah dengan memperhatikan kepentingan orang lain sebelum kepentingannya sendiri.

Paulus berkata,

"Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga"
(Filipi 2:4).

Dalam budaya kita saat ini, mungkin cara hidup yang seperti ini tampak seperti resep untuk meraih kegagalan dan malapetaka.

Tapi Alkitab mengatakan:

Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya
(1 Petrus 5:6).

Apabila Anda ingin menjadi orang yang bahagia, maka Anda tak bisa menjadi orang yang mementingkan diri sendiri.
_____________________________
Orang yang mementingkan diri sendiri akan menjadi orang yang sengsara.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar