Rabu, 03 Februari 2016

Kesatuan, Kemerdekaan Dan Kasih

Kesatuan, Kemerdekaan Dan Kasih

04 Februari 2016

Bacaan Hari ini:
Yohanes 17:20-21 Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
----------------------------------------------
Pernahkah Anda memperhatikan ada beberapa orang yang senang bertengkar? Mereka suka berdebat, dan mereka tidak senang ketika mereka bahagia. Jadi mereka berusaha mencari-cari sesuatu untuk dipermasalahkan, mencari topik baru yang bisa diperdebatkan. Mereka senang dengan konflik. Sungguh, cara hidup yang menyedihkan.

Waktu saya muda, sebagai orang Kristen saya merasa bahwa adalah tugas saya untuk meluruskan semua orang.

Saat itu saya sudah menjadi orang Kristen selama sekitar setahun.
Saya membaca Alkitab serta pergi ke gereja hampir setiap hari.
Di pikiran saya, saya akan meluruskan semua orang.
Begitulah cara hidup saya.

Dahulu, saya merasa tahu segalanya. Saya punya jawaban atas setiap pertanyaan.

Dan jika pandangan orang lain berbeda dengan saya, maka saya akan berusaha mengubah pendapat mereka agar sepakat dengan saya.

Namun sekarang, saya tidak seperti itu lagi.

Tentu, saya ingin semua orang percaya pada Yesus.

Tetapi apabila Anda punya pemikiran mengenai kebenaran teologis yang sedikit berbeda dengan saya,
maka itu bukan tugas saya untuk meyakinkan Anda.

Saya senang dengan ungkapan tentang Kekristenan ini:
"Dalam hal yang esensial, bersatulah; dalam hal yang tidak esensial, beri kebebasan; dalam segala hal, kasihilah.

Kata penting di sini mengarah pada doktrin teologis yang paling penting:

Alkitab adalah Firman Allah,
Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan kepada Bapa, dan keselamatan hanya ada di dalam Kristus.

Di dalam hal-hal yang esensial inilah kita harus bersatu.

Kita tidak boleh lembek dengan prinsip dasar Kekristenan.

Namun dalam hal-hal yang tidak esensial, berilah kebebasan pada sesama.

Apa saja hal yang tidak penting itu? Sebagai contoh, musik.
* Beberapa orang suka dengan musik yang bising.
* Beberapa suka yang tenang.
* Beberapa orang suka dengan aliran musik tertentu.
* Beberapa orang suka jenis musik lain.

Ini hanya hal-hal yang sekunder.

Kita tak boleh terpecah belah hanya karena hal-hal semacam ini.

Kita harus menghormati pilihan orang lain.

Yang terakhir, dalam segala hal, bermurah hatilah.

Bermurah hati adalah kata lain dari mengasihi.

Jadi, saling mengasihilah.
__________________________________

Mari saling mengasihi dan bermurah hati terutama kepada saudara-saudara seiman di dalam Kristus

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)




Dikirim dari perangkat Samsung saya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar