Senin, 17 Agustus 2020

Mengapa Anda Harus Selalu Memilih untuk Mengampuni

18 Agustus 2020

Bacaan Hari ini:
Matius 6:15 
==> "Tetapi 
πŸ‘‰ jikalau kamu tidak mengampuni orang, 
==> Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."
----------------
✒️ Jika Anda tidak mau mengampuni seseorang dan 
✒️ Anda juga tidak ingin Tuhan mengampuni mereka, 
==> itu memperlihatkan 
πŸ“Œ kepahitan dan 
πŸ“Œ kebencian dalam hidup Anda.

✒️ Jika Anda ingin orang lain dihukum tetapi 
✒️ Anda mengharapkan pengampunan atas hal-hal buruk yang telah Anda lakukan, maka 
πŸ“Œ Anda hanya akan membuat diri Anda sengsara. 
πŸ“Œ Anda tidak menyakiti mereka; 
πŸ“Œ Anda menyakiti diri Anda sendiri.

Yesus berkata, "Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu" 
(Matius 6:15).

πŸ‘‰ Pengampunan melibatkan 
==> masa lalu, 
==> saat ini, dan 
==> masa depan Anda:
πŸ‘‰ - Tuhan telah berulang-ulang kali mengampuni Anda di masa lalu.
πŸ“Œ - Kurang mengampuni akan membuat Anda sengsara hari ini.
πŸ“Œ - Anda akan membutuhkan pengampunan Tuhan di masa depan.

πŸ‘‰ Lihat Yunus
πŸ“Œ Setelah dia memperingatkan orang-orang Niniwe tentang penghakiman Tuhan, mereka bertobat dan Tuhan mengampuni mereka dan urung menghukum mereka.
πŸ“Œ Ini mengecewakan Yunus dan itu membuatnya kepahitan.

Tetapi,
πŸ‘‰ ingat bagaimana pada awalnya Yunus berpaling dari Tuhan? 
πŸ“Œ Dia menginginkan pengampunan Tuhan atas dosa ketidaktaatannya, namun 
πŸ“Œ dia tidak ingin Tuhan mengampuni orang Niniwe.

πŸ‘‰ Yunus berdoa, 
"Ya TUHAN, 
πŸ“Œ bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? 
πŸ“Œ Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab 
πŸ“Œ aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya. 
πŸ“Œ Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup" 
(Yunus 4: 2-3).

✒️ Kebencian Yunus 
==> hanya melukai dirinya sendiri. 
==> Orang Niniwe menikmati anugerah Allah, sementara Yunus berkubang dalam mengasihani dirinya sendiri.

πŸ‘‰ Amatlah penting 
πŸ“Œ untuk mengampuni siapa pun yang pernah menyakiti Anda di masa lalu. Dan juga 
πŸ“Œ ampunilah siapa pun yang telah melukai Anda hari ini karena 
πŸ“Œ Tuhan telah mengampuni Anda atas dosa-dosa masa lalu Anda, dan 
πŸ“Œ Dia telah berjanji untuk mengampuni Anda di masa depan.

✒️ "Jika kita mengaku dosa kita, maka 
πŸ“Œ Ia adalah setia dan adil, sehingga 
πŸ“Œ Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan" 
(1 Yohanes 1: 9).

Renungkan hal ini:
- Bagaimana kebencian dan sikap tidak mengampuni memengaruhi Anda selama ini— atau bagaimana Anda melihat sikap itu memengaruhi orang lain?

- Apa tantangan terbesar dalam mengampuni seseorang yang paling menyakiti Anda dalam hidup? Bagaimana Anda bisa mengatasi rintangan itu?

- Berhentilah sejenak dan pertimbangkan apakah Anda perlu mengammpuni seseorang hari ini. Jika ya, apakah Anda bersedia untuk mengambil langkah itu?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 96-98; 1 Korintus 1:1-17
______________
Ampunilah sebanyak Anda telah diampuni

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
Why You Should Always Choose Forgiveness
By Rick Warren

"If you do not forgive others, then your Father will not forgive the wrongs you have done" (Matthew 6:15 GNT).
-------------------
If you are unwilling to forgive someone and you don't want God to forgive them either, that reveals bitterness and resentment in your life.

If you want someone else to be punished but you expect forgiveness for the bad things you've done, you'll just make yourself miserable. You're not hurting them; you're only hurting yourself.

Jesus said, "If you do not forgive others, then your Father will not forgive the wrongs you have done" (Matthew 6:15 GNT).

Forgiveness involves your past, present, and future:

God has forgiven you multiple times in the past
Lack of forgiveness will make you miserable today
You will need God's forgiveness in the future
Consider Jonah. After he warned the people of Nineveh about God's judgment, they repented and so God forgave them and didn't punish them. This disappointed Jonah and made him bitter.

But remember how Jonah originally turned away from God? He wanted God's forgiveness for his own sin of disobeying. Yet he didn't want God to forgive the Ninevites.

So Jonah prayed, "I knew that you are a loving and merciful God, always patient, always kind, and always ready to change your mind and not punish. Now then, Lord, let me die. I am better off dead than alive" (Jonah 4:2-3 GNT).

Jonah's resentment was only hurting himself. Here were the Ninevites enjoying the grace of God while Jonah was wallowing in self-pity.

It's critical that you forgive anyone from your past who has hurt you. And that you forgive anyone who wrongs you today because God has forgiven you for your past sins, and he has promised to forgive you in the future.

"If we confess our sins, he is faithful and just and will forgive us our sins and purify us from all unrighteousness" (1 John 1:9 NIV).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar