Selasa, 26 Januari 2021

Puasa dan Nobel Kesehatan.

Riset tentang konsep Autophagi yang di  implementasikan dalam bentuk lapar ( PUASA ) telah membuahkan NOBEL bagi peneliti Jepang

AUTOPHAGI
Konsep autophagi adalah, bahwa ketika tubuh seseorang lapar, maka sel-sel tubuhnya pun ikut lapar dan akan memakan sel-sel dirinya yang sudah tidak beguna lagi atau sel-sel yang telah rusak (sel mati) agar tidak menjadi sampah dalam tubuh yang bisa membahayakan tubuh atau dengan kata lain tubuh orang yang berpuasa akan membersihkan dirinya sendiri!!!..

Seorang ilmuwan telah membuktikan dan telah menemukan bahwa ketika seseorang lapar (PUASA) dalam jangka waktu tidak kurang dari 8 jam dan tidak lebih dari 16 jam, maka tubuh akan membentuk protein yang khusus yang disebut autophagisom diseluruh bagian tubuh. Autophagosom tersebut bisa dianalogkan sebagai suatu sapu raksasa yang mengumpulkan sel-sel yang tidak berguna (sel-sel mati) dan ternyata juga sel-sel lain yang membahayakan tubuh, seperti sel kanker serta sel berbentuk kuman (virus atau bakteri) penyebab penyakit, lalu protein autophagisom tersebut menganalisanya dan memakan sel-sel berbahaya tersebut.

Kesimpulan dari riset tersebut, menyarankan agar seseorang bisa menjalani praktek melaparkan diri (PUASA) dua atau tiga kali dalam seminggu.

Penelitian ini telah memenangkan penghargaan NOBEL KEDOKTERAN kepada dokter Jepang, yaitu Yoshinori Ohsumi atas riset yang ia namakan AUTOPHAGI.

i


Tidak ada komentar:

Posting Komentar