Selasa, 26 Januari 2021

Fokuslah Pada Hari-Hari yang Baik


27 Januari 2021

Bacaan Hari ini:
Filipi 1: 5 "Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini."
-----------------
🔖 Paulus menuliskan kitab Filipi kepada para jemaat yang ia bangun di Filipi, di mana seorang wanita bernama 
👉 Lidia membuka pintu rumahnya dan, beserta jemaat lain, menyambut Paulus di kota Filipi. 
👉 Para jemaat ini bahkan membantu mendanai perjalanan misionaris Paulus
📖 Dalam Filipi 1: 5, Paulus menulis, "Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini."

💡 Paulus menuliskan ini kepada orang-orang percaya itu, 
👉 "Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu" 
(Filipi 1: 3).

🔎 Apa maksud Paulus berkata seperti itu? 
👉 Dia memilih memori yang ingin ia ingat saja. 
🔖 Filipi bukanlah tempat yang menyenangkan buat Paulus. 
👉 Selama di kota itu, dia mengalami banyak penganiayaan dan penderitaan, tetapi dia memilih untuk tidak memikirkan kenangan yang menyakitkan
🪔 Dia mengungkapkan rasa syukurnya atas kebaikan yang telah dilakukan oleh para jemaat untuknya dan melalui dirinya.

💥 Semakin lama Anda mengenal seseorang, semakin cenderung lebih mudah Anda  menganggap remeh orang itu, 
~ mencari-cari kesalahan, dan 
~ mengingat hal-hal buruk yang pernah mereka buat, ketimbang hal-hal baik.

🔎 Apakah saat ini Anda masih berpegang pada kenangan-kenangan menyakitkan dengan beberapa orang dalam hidup Anda? 
👉 Mungkin Anda tidak pernah bisa melupakan perbuatan mereka di masa lalu sehingga Anda tak dapat menikmati hubungan dengan mereka.

🔑 Anda perlu memahami bahwa kenangan adalah pilihan.

🔖 Saya pernah membicarakan tentang kisah Clara Barton, pendiri Palang Merah Amerika. 
💥 Seorang temannya mengingatkannya akan satu hal yang sangat kejam yang pernah dilakukan seseorang terhadapnya bertahun-tahun sebelumnya. 
👉 Temannya bertanya, "Apa kamu tidak ingat?" 
🪔 Jawabannya yang tersohor adalah, "Tidak, saya ingat dengan jelas saya melupakannya."

✒️ Jika Anda ingin menyimpan memori yang menyakitkan, silakan saja. Namun, Anda tidak akan bahagia!

💊 Paulus punya banyak alasan untuk mengingat-ingat kenangan yang menyakitkan tentang Filipi. 
👉 Tapi sebaliknya, dia memilih untuk bersyukur atas 
==> orang-orang dalam hidupnya serta 
==> pekerjaan yang Tuhan sedang kerjakan di dalam dan melalui mereka. 
🪔 Jika Anda melakukan hal yang sama,  Tuhan akan memberkati hubungan Anda jauh melampaui yang Anda harapkan.

Renungkan hal ini:
- Mengapa kadang lebih mudah untuk menyimpan kenangan yang menyakitkan daripada menggantikannya dengan yang baik?

- Bagaimana bisa dengan fokus pada kenangan yang indah mengubah ekspektasi Anda akan masa depan?

- Bagaimana caranya agar Anda dapat mengungkapkan rasa syukur kepada orang-orang yang telah Tuhan tempatkan dalam hidup Anda? Tulislah sespesifik mungkin.

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 14-15; Matius 17
______________________________
Kenangan Anda adalah   sebuah pilihan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Focus on the Good Times
By Rick Warren

"I thank God for the help you gave me." Philippians7 1:5 (NCV)
---------------------
Paul wrote the book of Philippians to the church that he started in Philippi, where a woman named Lydia opened up her home and, along with others, welcomed Paul to the city. The Philippian church even helped fund Paul's missionary journeys. In Philippians 1:5, Paul says, "I thank God for the help you gave me" (NCV).

The thing is, Paul didn't have a good time in Philippi. In fact, it was one of his roughest churches to get started. When Paul went to this city to start a church, he was beaten, whipped, humiliated, falsely arrested, and thrown into prison. He even survived a major earthquake! Then he was politely asked by the city leaders to leave town.

Yet Paul told the believers, "Every time I think of you, I give thanks to my God" (Philippians 1:3 NLT).

What is Paul doing there? He is choosing selective memory. Philippi was not a happy place for Paul, and he endured a lot of persecution and suffering during his time in that city. But he chose not to dwell on painful memories. Instead, he expressed his gratitude for the good things that had been done for him and through him.

The longer you know someone, the more likely you are to take that person for granted, look for faults, and remember the bad things instead of the good things.

Are you still clinging to some painful memories with some people in your life? Maybe you've never let them off the hook, and so you can't enjoy those relationships because you're still holding on to the past.

You need to understand memories are a choice. I've mentioned before a story about Clara Barton, who founded the American Red Cross. A friend reminded her of a particularly cruel thing somebody had done to her years before. The friend asked, "Don't you remember?" Her famous reply was, "No, I distinctly remember forgetting it."

Your memories are a choice. If you want to hold on to your painful memories, go right ahead. But you're not going to be happy! Paul had a lot of reasons to focus on painful memories of Philippi. Instead, he chose to be grateful for the people in his life and the work God was doing in and through them. When you do the same, God will bless your relationships far beyond your expectations.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar