Jumat, 15 Januari 2021

BEDA

Markus 9:40
"Siapa saja yang tidak melawan kita, ia ada di pihak kita." 

Suatu hari Yohanes, murid yang paling dikasihi Yesus, berkata kepada Yesus, "Guru, kami melihat seseorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah dia, karena dia bukan pengikut kita" (ay. 38). Potongan kisah ini sangat mirip dengan fenomena yang sering terjadi di antara orang Kristen masa kini: "Karena kamu bukan bagian dari aliranku, maka kamu salah (atau lebih parah: sesat)." 

Saya tidak bermaksud menghakimi siapa pun, tapi bukankah itu yang sering terjadi? Kita menilai kebenaran atau kesesatan saudara seiman hanya dari apakah ia termasuk bagian dari kelompok kita, bukan dari buahnya. Bagi para murid saat itu, karena orang itu tidak termasuk murid Yesus, maka ia tidak berhak memakai nama Yesus untuk mengusir setan. Dengan kata lain, ia sesat. Tapi apa jawab Yesus? "Barang siapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita." 

Hanya karena seseorang berbeda kelompok dengan kita, tidak serta-merta ia sesat. Hanya karena seseorang berbeda cara pandang dengan kita, bukan berarti ia salah. Yesus saja tidak mempermasalahkan alirannya atau kelompoknya. Bagi Dia yang penting orang itu tidak menentang diri-Nya atau pengajaran-Nya. Perbedaan yang disebabkan karena ketidaksamaan kelompok, yang pada akhirnya akan melahirkan perbedaan cara pandang, tidak seharusnya dibesar-besarkan. Biarlah kata-kata terakhir Yesus di kitab Yohanes selalu kita ingat, "… itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: Ikutlah Aku" (Yoh. 21:22). Ya, bagian kita bukanlah mengurusi apa cara pandang/pengajaran saudara seiman. Bagian kita adalah mengikuti Dia.

JANGAN FOKUS MENGURUSI PERBEDAAN, FOKUSLAH MENGIKUT YESUS

Selamat Beraktivitas
God Bless ❤️

Tidak ada komentar:

Posting Komentar