Rabu, 27 Januari 2021

IDE KAMPUNG TURKI DI DEPOK, WASPADAI IMPOR WARGA ISIS

https://seword.com/p/1RpIMcvTrI

IDE KAMPUNG TURKI DI DEPOK, WASPADAI IMPOR WARGA ISIS

Inilah "hebatnya" kota Depok.
Belum genap seminggu Walikota dan Wakilnya dilantik, sudah membikin gebrakan yang cukup mengejutkan. 
Pasangan duo PKS ini merencanakan pembangunan Kampung Turki di wilayah Depok.

Berdalih kerja sama ekonomi dan infrastruktur, kran kolega dari negara pujaan kaum Kadrun, diberi karpet merah oleh kepala daerah Depok. Membangun sebuah kampung, kawasan khusus atau apalah namanya bukan perkara kerja sama.
Ada potensi "impor" warga Turki ke Depok yang tidak boleh dianggap biasa!

Turki yang selama ini kita kenal menjadi pendukung milisi pemberontak ISIS di Suriah, ekonominya tidak segemilang sebagai negara investor.
Kekalahan ISIS di Suriah secara langsung juga kekalahan Turki!! 
Issue gerakan Khilafah juga samar gaungnya berasal dari Kekaisaran Turki Utsmani yang kini sedang diperjuangkan Recep Tayyip Erdogan yang disanjung sebagai bapak khilafah modern.

Kita masih menolak lupa, saat ramai perihal Dana Kemanusiaan Suriah dari Lembaga pengumpul donasi ACT yang justru nyasar ke kampung ISIS.
Jalur penyalurannya sengaja lewat Turki yang kemudian berafiliasi dengan IHH yang jelas berstatus LSM Pemerintah Turki penyuplai senjata dan amunisi untuk ISIS.

Kembali ke Kota Depok yang sudah rahasia umum menobatkan diri sebagai "Ibukota" Ihwanul Muslim yang berbaju PKS. Ide Kampung Turki tidak bisa semata dikaitkan kerjasama ekonomi. Aroma politik begitu kental tak terbantahkan.

Depok yang dengan segala upayanya di desain ke arah kota syariah, butuh dukungan logistik dari luar. 
Turki menjadi pilihan tepat bagi Kepala Daerah untuk merintis dukungan dana khilafah, namun praktis menjadi blunder pertama yang membahayakan stabilitas sosial.

Tidak mustahil Kampung Turki cepat atau lambat jika terwujud akan dihuni tokoh-tokoh ISIS yang kalah perang Suriah dan kini sedang berlindung di ketiak Erdogan. 
*Kampung itu kemudian menjadi kawasan ekslusif sekaligus suaka bagi pelarian ISIS!!*
Selanjutnya muncul jama'ah baru yang mengajarkan cara melawan negeri yang dianggap Thogut!

Kalau PKS yang selama ini teriak anti asing dan aseng, maka Turki menjadi pengecualian.
Entah itu menjadi persaudaraan seiman, kehadiran investor khilafah menjadi bukti upaya masif menjadikan kota mini khilafah di Depok.

Banyak cara untuk membiayai infrastruktur di daerah, bahkan pemerintah pusatpun tidak pelit pelit amat mengalokasikan APBN untuk itu. Serapan alokasi anggaran Depok yang katanya di angka 80%, meski tidak telihat perubahan signifikan pembangunannya, membuktikan pengajuan dana apapun dan berapapun selalu diberikan.

Artinya secara manajemen, Depok tidak kekurangan anggaran pembangunan. Kalau kemudian sibuk mencari bantuan investasi dari luar bisa diindikasikan ada agenda pembangunan lain di luar skema pengajuan kepada pemerintah?!

Apakah kehadiran Kampung Turki akan berdampak peningkatan kesejahteraan bagi warga Depok, itu juga butuh dijelaskan kepada warga.
Apakah Depok sebagai kota belimbing kebingungan mengekspor, sampai harus kerja sama dengan Turki!? 
Atau tawaran ekspor ikan hias dari dari Walikota Idris mesti bersyarat mendirikan kampung Turki dulu?
Kalau hanya dagang Kebab, orang Turki gak butuh kampung, cukup gerobak lapak 2x2 meter cukup. 
Kalaupun dagang karpet cukup pake bambu di jereng lebar lebar.

Depok bukan kota bisnis, sekedar tempat tinggal para pekerja di Jakarta yang butuh istirahat nyaman.
Kalaupun investasi berupa Mall atau tempat hiburan, di Jakarta lebih lengkap yang hanya setengah jam perjalanan. 
Atau dibangun masjid ala Turki, sudah ada Masjid Kubah Mas yang luasnya hampir menyamai Istiqlal.

Tulisan ini bukan penolakan tanpa alasan, tapi menyikapi ide "nyleneh" Pemerintah Depok barangkali bisa dipertimbangkan sebelum ide itu benar-benar diwujudkan dengan arogan.
Infiltrasi kaum kadrun berkedok bisnis sudah terbaca, jangan sampai hanya karena membela pedagang Turki, warga Depok jadi ribut sendiri.

Pilkada Depok 2020 lalu yang memenangkan Paslon Idris-Imam sesungguhnya hanya didukung tak lebih dari separo warga Depok.
Hanya 63% warga mencoblos, itupun masih berbagi presentase dengan Paslon lain. Artinya kebijakan Kepala Daerah jika terjadi penolakan sudah pasti lebih setengahnya.

Jangan iming-imingi warga Depok dengan janji investasi apapun. Apalagi jika itu hanya kedok. Warga Depok hanya butuh hidup tenang dan  terjamin kehidupan toleransi dan Kebhinekaannya.

Edit
C.310


Tidak ada komentar:

Posting Komentar