Minggu, 22 Januari 2017

"Monkey Bussiness"!

Suatu hari di sebuah desa, seorang yang kaya raya mengumumkan akan membeli monyet dengan harga Rp. 50,000,- per ekor. Padahal monyet disana sama sekali tak ada harganya karena jumlahnya yang banyak dan kerap dianggap sebagai hama pemakan tanaman buah-buahan. 

Para penduduk desa yang menyadari bahwa banyak monyet disekitar desa 
pun kemudian mulai masuk hutan dan menangkapinya satu persatu. 

Kemudian si Orang Kaya membeli ribuan ekor monyet dengan harga Rp 
50,000,- . Karena penangkapan secara besar-besaran akhirnya 
monyet-monyet semakin sulit dicari, penduduk desa pun menghentikan 
usahanya untuk menangkapi monyet-monyet tersebut.. 

Maka si Orang Kaya pun sekali lagi kembali untuk mengumumkan akan 
membeli monyet dengan harga Rp 100,000 per ekor. Tentu saja hal ini 
memberi semangat dan "angin segar" bagi penduduk desa untuk kemudian mulai untuk menangkapi monyet lagi. Tak berapa lama, jumlah monyet pun semakin sedikit dari hari ke hari dan semakin sulit dicari, kemudian penduduk pun kembali ke aktifitas seperti biasanya, yaitu bertani. 

Karena monyet kini telah langka, harga monyet pun meroket naik hingga 
Rp 150,000,- / ekornya. Tapi tetap saja monyet sudah sangat sulit 
dicari. 

Sekali lagi si Orang Kaya mengumumkan kepada penduduk desa bahwa ia 
akan membeli monyet dengan harga Rp 500,000,- per ekor! 

Namun, karena si Orang Kaya harus pergi ke kota karena urusan bisnis, 
Asisten pribadinya akan menggantikan sementara atas namanya. 

Dengan tiada kehadiran si Orang Kaya, si Asisten pun berkata pada 
penduduk desa: "Lihatlah monyet-monyet yang ada di kurungan besar yang 
dikumpulkan oleh si orang kaya itu. Saya akan menjual monyet-monyet 
itu kepada kalian dengan harga Rp 350,000,- / ekor dan saat si Orang 
Kaya kembali, kalian bisa menjualnya kembali ke si Orang Kaya dengan 
harga Rp 500,000,- 
Bagaimana...?" 

Akhirnya, penduduk desa pun mengumpulkan uang simpanan mereka dan 
membeli semua monyet yang ada di kurungan. 

Namun... 
Kemudian... 
Mereka tak pernah lagi melihat si Orang Kaya maupun si Asisten di desa itu! 

Selamat datang di Wall Street..! 

Inilah yang dikatakan orang "Monkey Bussiness"! 

Hati-hati Sahabat....... jangan terjebak "Monkey Business"... 

Seperti ikan Arwana,
Seperti ikan Lohan, 
Seperti batu Akik... 

Seperti semua barang yang kita beli tetapi bukan karena kita membutuhkan nya......

Anda termasuk mana? Si Orang Kaya (Pengusaha) atau Penduduk Desa? Pilihlah dengan Bijaksana.

Have a nice weekend 😁👍

Tidak ada komentar:

Posting Komentar