Jumat, 04 November 2016

Langkah Pertama Dalam Menyelesaikan Konflik

Langkah Pertama Dalam Menyelesaikan Konflik 

05 November 2016

Bacaan Hari ini:
Matius 7:3,5 "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 
~ Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu,
~ maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
-----------------------------------------------
Salah satu kecakapan hidup paling penting yang harus Anda pelajari ialah 
~ menyelesaikan konflik. 

Jika Anda tak memilikinya, 
~ maka Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda menderita, 
~ karena kita adalah orang yang tak sempurna dan kita pasti bertemu dengan konflik-konflik setiap harinya.

Bila Anda ingin menyelesaikan konflik, 
~ maka Andalah yang harus mengambil langkah terlebih dahulu. 

Itu berarti Anda harus meminta bantuan Tuhan, 
~ sebab dibutuhkan keberanian besar untuk datang mendekati orang yang tengah beselisih paham dengan Anda 
~ dan memberitahu orang tersebut bahwa Anda ingin duduk dan menyelesaikan masalah antara Anda berdua.

Kemudian, 
~ jangan memulai diskusi Anda dengan kesalahan yang diperbuat orang lain. 
~ Jangan mulai membuka diskusi itu dengan tudingan-tudingan 
~ atau membeberkan betapa orang itu telah menyakiti Anda. 

Sebaliknya, 
~ mulailah dengan mengakui kesalahan yang Anda buat. 

Mengapa? 

Perselisihan itu mungkin 99,99% merupakan kesalahan mereka, namun Anda bisa selalu menemukan kesalahan atau kekhilafan dalam perilaku Anda. 
~ Mungkin karena Anda merespon orang tersebut dengan buruk, meski itu sifatnya membela diri. 
~ Mungkin itu karena sikap Anda. 
~ Mungkin juga karena Anda pergi begitu saja saat berselisih paham dengan mereka. 

Pasti ada kelemahan dalam hidup Anda yang orang lain lihat jelas 
~ tapi yang belum pernah Anda lihat. 
~ Itulah titik kelemahan Anda. 

Anda pasti punya kekurangan yang Anda sendiri tidak ketahui. 
~ Itulah mengapa Anda harus menyelesaikan konflik dengan rendah hati dan mulai dengan menilik kesalahan-kesalahan Anda sendiri. 

Yesus berkata, 
~ "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 
~ Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu" (Matius 7:3,5). 

Maksud-Nya ialah 
~ Anda harus terlebih dahulu mengakui bagian Anda dalam konflik tersebut. 

Apa selumbar kayu di mata Anda yang saat ini menghambat Anda untuk melihat situasi dengan lebih jelas? 

Jangan mulai menyelesaikan konflik dengan mengungkit-ungkit kesalahan atau perilaku orang yang telah melukai Anda, sebelum Anda mengakui dosa dan mengakui keterlibatan Anda dalam konflik tersebut terlebih dahulu. 
~ Apakah Anda menyebabkan konflik karena Anda tidak peka? 
~ Atau sebaliknya, apakah itu karena Anda terlalu sensitif? 
~ Apakah itu karena Anda tidak mengasihi orang tersebut? 
~ Apakah itu karena Anda terlalu menuntut? 
~ Apa kesalahan Anda? 

Apabila Anda mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini dan kemudian mengakuinya, 
~ itu tandanya Anda telah siap untuk langkah berikutnya dalam menyelesaikan konflik. 

Renungkan hal ini: 

Apa yang menghambat kita untuk bisa melihat dosa kita sendiri dengan jelas?

Menurut Anda, bagaimana dampaknya pada orang lain ketika Anda memulai penyelesaian konflik Anda dengan mengakui kesalahan Anda terlebih dahulu, ketimbang dengan melancarkan tudingan-tudingan kepada orang tersebut?

Bagaimana Anda akan terus maju dalam menyelesaikan konflik dalam hidup Anda?

Bagaimana Anda akan membuat langkah pertama?
________________________________
Selesaikan konflik dengan cepat 
~ karena kita adalah orang yang tak sempurna 
~ dan kita pasti bertemu dengan konflik-konflik setiap harinya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar