Jumat, 18 Agustus 2023

Humor ISLAM atau KRISTEN kah..?

Humor ISLAM atau KRISTEN kah..?

Oleh : Hamid Basyaib 

Ada kiai beranak 5 yang selalu gelisah. Setiap malam, sehabis salat Isya atau seusai tahajud, dia berdoa di musala kecilnya.

"Ya Allah, saya punya 5 anak. Alhamdulillah, hampir semuanya baik belaka. Sudah pada kawin dan punya pekerjaan yang baik. Terima kasih atas berkah yang Engkau limpahkan ini, ya Allah".

"Tapi, ya Allah, ada 1 anak saya yang masuk Kristen. Saya sedih sekali. Saya prihatin. Jadi saya harus bagaimana, ya Allah…?"

Lalu air matanya mengucur lebih deras.

Setiap malam Pak Kiai berdoa seperti itu. Dan saban berdoa dia selalu menangis setiap sampai pada soal anaknya yang masuk Kristen itu. 

Pada malam ke-7, muncul suara berat dan bergema di musala Pak Kiai :

"Kamu punya anak 5, cuma 1 saja yang masuk Kristen sudah nangis-nangis kayak gitu",
bunyi suara itu. 

"Coba lihat saya. Kamu kan tahu, anak saya cuma 1, masuk Kristen pula !"
-----

Humor brilian yang enigmatik itu dilempar oleh Gus Dur di akhir tahun 1990an. Enigmatik karena memunculkan pertanyaan : 

"Itu HUMOR ISLAM atau GUYONAN KRISTEN ?"

Dari segi karakternya, seorang kiai yang berdoa di musalanya, tentu itu humor Islam. 

Tapi Tuhan yang diandaikan menjawab ratapan si kiai adalah Tuhan Kristen, yang punya anak (PUTRA KUDUS), seperti diakuiNya sendiri. Padahal doktrin agama Pak Kiai menyanggah  tegas klaim ini.

Bagaimana humor ini dipandang dari segi teologi ? 

Mungkin tidak perlu. Gus Dur pun cuma bermaksud melempar humor, bukan mau mengajukan teka-teki teologis yang membingungkan.

Kalaupun ada pelajaran moral yang bisa dipetik dari "Ajaran Gus Dur" ini, paling jauh adalah ini : 

"Agama pun boleh saja dijadikan bahan humor. Toh kandungannya segar, ramah, dan jelas kocak, tidak berisi semangat meleceh agama mana pun"

Jangan-jangan dengan cara ini Gus Dur menawarkan manfaat tambahan dari agama : 

"AGAMA bahkan bisa membuat umatnya TERTAWA riang, di luar fungsi standar tradisionalnya sebagai AJARAN MORAL."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar