Jumat, 26 Desember 2025

Hati Nurani yang Bersih adalah Kekuatan Rohani

27 Desember 2025

Bacaan Hari ini:
Yohanes 8:36 "Apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."
------------------
Ketika orang memikirkan tentang kebebasan, mereka sering memikirkan kebebasan politik atau kebebasan beragama. Namun, ada satu jenis kebebasan yang jauh lebih dalam daripada itu, yaitu kebebasan rohani.

Sebagian besar orang sebenarnya tidak hidup dalam kebebasan rohani. Mereka terikat di dalam batin mereka sendiri. Mereka dipenuhi stres, kekhawatiran, kelelahan, kebosanan, kepahitan, rasa bersalah, penyesalan, ketakutan, dan kecemasan. Meskipun mereka mungkin tinggal di negara yang bebas, mereka tidak hidup sebagai orang yang merdeka secara rohani.

Yesus berkata dalam Yohanes 8:36, "Apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."
Yesus sedang berbicara tentang diri-Nya sendiri. Seolah-olah Ia berkata, "Jika Aku yang memerdekakan kamu, kamu akan sungguh-sungguh bebas."

Inilah yang bisa disebut kebebasan sejati. Dan selama beberapa hari ke depan, kita akan melihat tiga kebebasan besar yang Yesus berikan kepada Anda ketika Anda mempercayakan hidup Anda kepada-Nya sebagai Juruselamat.

Kebebasan pertama dalam kehidupan orang percaya adalah hati nurani yang bersih. Inilah yang terjadi ketika Allah mengampuni seluruh dosa Anda dan menghapus semua rasa bersalah Anda. Ia menghapusnya sepenuhnya—baik kesalahan yang pernah Anda lakukan maupun yang akan Anda lakukan.

Saya pernah melihat sebuah tulisan di pompa bensin yang berbunyi, "Mesin yang bersih menghasilkan tenaga yang lebih besar." Hal yang sama berlaku untuk hati nurani. Rasa bersalah adalah salah satu emosi yang paling merusak. Rasa bersalah membebani dan melemahkan Anda. Banyak orang merasa sangat lelah karena mereka terus memikul "kantong sampah" rasa bersalah di pundak mereka.

Namun Alkitab berkata, "Di dalam Dia kita memiliki penebusan, yaitu pengampunan dosa" (Kolose 1:14).
Yesus telah membeli kebebasan Anda dengan hidup-Nya sendiri. Kematian-Nya bukan dimaksudkan untuk menjadikan Anda sekadar religius, melainkan untuk memerdekakan Anda.

Apakah orang percaya masih bisa merasa bersalah? Ya—tetapi hanya sesaat. Artinya, begitu Anda melakukan kesalahan, akuilah di hadapan Allah, bertobatlah, lalu jangan terus hidup dalam rasa bersalah.

Mempertahankan rasa bersalah justru merupakan penghinaan terhadap Yesus, seolah-olah pengorbanan-Nya di kayu salib belum cukup dan Anda masih harus menghukum diri sendiri.

Bayangkan jika setiap hari Anda bangun dan berkata, "Saya tidak perlu lagi memikirkan itu. Semuanya sudah selesai. Sudah dibayar lunas." Yesuslah yang memungkinkan hal itu terjadi!

Kebebasan sejati adalah hati nurani yang bersih. Ini tidak berarti Anda sempurna, tetapi berarti Anda telah diampuni. Dan itu adalah Kabar Baik!

Renungkan :

- Mengapa kebebasan rohani merupakan bentuk kebebasan yang paling mendalam?

- Bagaimana pengakuan dosa dan pertobatan menolong Anda hidup dalam kebebasan?

- Dalam hal apa saja Anda dapat menjadi teladan bagi orang lain tentang bagaimana kebebasan di dalam Kristus telah mengubah hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 11-12; Wahyu 16
_____________
Kehendak Allah bagi hidup Anda adalah agar Anda tidak lagi memikul beban rasa bersalah. Ia ingin Anda hidup dalam kebebasan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
A Clean Conscience Is Spiritual Power - Daily Hope with Rick Warren - December 27, 2025

"If the Son sets you free, you will be free indeed." John 8:36 (NIV) 
---------------------
When people think about freedom, they often think about political or religious freedoms. But there is a freedom that goes far deeper: your spiritual freedom.

Most people aren't living spiritually free lives. They're all bound up inside. They've got stress, worry, fatigue, boredom, bitterness, guilt, regret, fear, and anxiety. They may live in a free country, but they're not spiritually free.

Jesus said in John 8:36, "If the Son sets you free, you will be free indeed" (NIV).  Jesus is talking about himself here. He's saying, "If I set you free, you're going to be really, really free."

This is what I call radical freedom. And over the next few days, we're going to look at three great freedoms Jesus gives you when you put your trust in him as Savior.

The first great freedom of the Christian life is a clear conscience. It's what happens when God forgives all your sins and wipes away all your guilt. He takes a giant eraser to everything you've ever done wrong or will do wrong.

I once saw a sign on a gas station that read, "A clean engine gives more power." That's true with a conscience too. Guilt is one of the most destructive emotions. It will burden you and weigh you down. The reason so many people are worn out is because they're carrying a garbage bag of guilt over their shoulders.

But the Bible tells you, "[God] purchased our freedom and forgave our sins" (Colossians 1:14 NLT). Jesus has purchased your freedom with his own life. His death wasn't meant to make you religious but to set you free.

Should a believer in Christ ever feel guilty? Yes—but for a nanosecond. In other words, the moment you do something wrong, confess it, and then don't feel guilty about it.

Holding on to guilt is actually an insult to Jesus, as if what he did on the cross wasn't enough and you need to punish yourself too.

But imagine instead waking up each day and saying, "I don't have to worry about that anymore. It's all over. It's paid for." Jesus made doing that possible!

God's will for your life is for you to no longer to carry a load of guilt. He wants you to be free.

Radical freedom is a clear conscience. It doesn't mean you're perfect. But it does mean you're forgiven. And that's good news!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar