Selasa, 23 Desember 2025

Bagaimana Menemukan Sukacita dalam Memberi

24 Desember 2025

Bacaan Hari ini:
Kisah Para Rasul 20:35 "Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima."
-----------------
Dalam hal kemurahan hati, salah satu cara terbaik untuk belajar adalah melalui teladan orang lain.

Saya belajar menjadi murah hati dari orang tua saya. Saya bertumbuh dengan melihat mereka begitu sering memberi dalam berbagai aspek kehidupan. Mereka memberi keramahtamahan, penghasilan dan makanan. Mereka memberi waktu, tenaga dan usaha. Mereka membagikan apa yang mereka miliki dengan tangan terbuka dan mereka adalah beberapa orang paling bersukacita yang pernah saya kenal.

Alkitab juga memberikan teladan kemurahan hati yang luar biasa, yaitu jemaat di Makedonia. Rasul Paulus berkata tentang mereka: "Kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan" (2 Korintus 8:1–2).

Perhatikan bahwa jemaat di Makedonia juga memiliki banyak persoalan. Mereka "sangat diuji" karena hidup pada masa Kekaisaran Romawi ketika Nero menjadi kaisar. Pada masa itu, menjadi orang Kristen bisa berujung pada hukuman mati. Jemaat Makedonia bukan hanya mengalami penganiayaan karena iman mereka, tetapi mereka juga sangat miskin dan bahkan mungkin membutuhkan bantuan keuangan bagi diri mereka sendiri.

Namun karena "sukacita mereka begitu melimpah", keadaan sulit itu tidak menghalangi mereka untuk menjadi sangat murah hati dalam memberi. Mereka tidak memberi karena kewajiban atau tekanan, melainkan karena sukacita.
Alkitab berkata,"Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima." (Kisah Para Rasul 20:35).

Ketika saya masih kecil, saya tidak percaya ayat itu. Saya masih belum dewasa dan berpikir bahwa menerima jauh lebih menyenangkan daripada memberi. Bagi saya, Natal selalu tentang diri saya sendiri: "Apa yang akan saya dapatkan?"
Namun seiring orang tua saya mengajarkan nilai kemurahan hati, saya mulai mengalami sukacita yang datang dari memberi. Perlahan-lahan saya bertumbuh dan menyadari bahwa memang benar ada sukacita yang lebih besar dalam memberi daripada menerima.

Mungkin saat ini Anda memberi karena tekanan atau keterpaksaan—dan itu membuat Anda tidak bersukacita. Cobalah cara yang berbeda: berilah dengan sukacita, sambil percaya bahwa Allah selalu setia mencukupi kebutuhan Anda. Lagipula, Ia telah lebih dahulu memberikan kepada Anda karunia terbesar, yaitu keselamatan melalui Anak-Nya, Yesus Kristus.

Renungkan

- Siapa yang telah menjadi teladan kemurahan hati bagi Anda? Bagaimana pengaruh mereka membentuk keinginan Anda untuk bermurah hati kepada orang lain?

- Janji-janji Allah apa yang dapat menguatkan Anda ketika Anda merasa tidak memiliki cukup untuk memberi atau takut akan kekurangan jika memberi?

- Apa yang dapat Anda berikan dengan sukacita minggu ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 8; Wahyu 13
___________
Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
How to Find the Joy in Giving - Daily Hope with Rick Warren - December 24, 2025

"There is more happiness in giving than in receiving." Acts 20:35 (GNT)
------------------
When it comes to generosity, one of the best ways to learn is from the example of others.

I learned how to be generous from my parents. I grew up watching them give away so many things in life. They gave away hospitality, income, and food. They gave away time, energy, and effort. They held out their gifts and resources with an open hand, and they were some of the most joyful people I ever knew.

The Bible offers another great model of generosity: the church in Macedonia. Here's what the apostle Paul said about them: "We want you to know what God's grace has accomplished in the churches in Macedonia. They have been severely tested by the troubles they went through; but their joy was so great that they were extremely generous in their giving, even though they are very poor" (2 Corinthians 8:1-2 GNT).

Notice how the church in Macedonia had their own problems to deal with. They were "severely tested" because they livedduring the Roman Empire, when Nero was emperor. It was a time when being a Christian could lead to a death sentence. The Macedonians were not only being persecuted for their faith, but they were also extremely poor and maybe in need of financial assistance themselves.

But because "their joy was so great," their difficult circumstances didn't stop them from being "extremely generous in their giving." They didn't give out of duty or obligation. They gave out of joy. 

The Bible says, "There is more happiness in giving than in receiving" (Acts 20:35 GNT).

When I was a kid, I didn't believe that verse. I was immature and thought it was more fun to get than to give. And Christmas was always about me: "What am I going to get?"

But as my parents taught me the value of generosity, I began to experience the joy that comes from giving. I slowly began to mature and understand there really is more joy in giving than receiving. 

Maybe you find yourself giving out of pressure or compulsion—and you're miserable. Try this instead: Give out of joy, knowing that God is always generous in providing for your needs. After all, he's already given you the greatest gift of all: the gift of salvation through his Son, Jesus Christ.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar