Rabu, 31 Desember 2025

Karunia Terbesar yang Pernah Anda Terima

01 Januari 2026

Bacaan Hari ini:
1 Petrus 1: 3-4 "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu."
-----------------
Apakah Anda ingin menerima suatu karunia yang bertahan selamanya?

Ada banyak karunia yang tidak bertahan lama. Ketika saya masih kecil, saya menerima beberapa hadiah pada pagi Natal yang sudah rusak sebelum siang hari. Ada juga hadiah yang sebenarnya tidak kita inginkan. Lima puluh tahun yang lalu, memberi hadiah berupa Pet Rock bahkan sempat dianggap keren!

Namun Allah menawarkan kepada Anda suatu karunia yang akan bertahan untuk selama-lamanya: sebuah tujuan hidup yang baru dan kekal.

Karunia ini terasa jauh lebih berarti bagi saya setelah kematian anak saya. Sekarang saya memiliki seorang anak di surga. Saya juga memiliki banyak sahabat di surga. Ayah, ibu, dan saudara saya juga ada di surga. Jika anak saya, Matthew, dapat menghubungi saya saat ini, ia akan berkata, "Semua ini jauh lebih indah daripada yang pernah kamu ceritakan kepadaku. Aku tidak sabar menantikan saat kamu tiba di sini."

Bagaimana saya tahu bahwa anak saya berada di surga? Karena suatu hari ia menerima karunia terbesar dari Allah; ia menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhannya. Saya ada di sana saat itu terjadi. Matthew menerima karunia hidup yang kekal. Karunia ini adalah tawaran sekaligus janji yang tersedia bagi setiap orang yang percaya dengan iman.

Alkitab mengatakannya : "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu." (1 Petrus 1:4).

Allah mengutus Karunia Natal yang pertama, yaitu Yesus, untuk mati bagi Anda supaya Anda dapat masuk ke surga. Melalui Yesus, Anda juga menerima berbagai karunia lainnya: identitas yang baru, kemampuan yang baru untuk mengubah hal-hal yang ingin Anda ubah, komunitas rohani yang mendukung hidup baru Anda di dalam Kristus, serta masa depan kekal yang baru.

Anda tidak akan pernah mendapatkan karunia seperti ini di tempat lain mana pun. Inilah karunia terbesar yang akan pernah Anda terima.

Yang perlu Anda lakukan hanyalah menerima semua karunia ini dengan rendah hati dan penuh syukur. Alkitab berkata : "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya." (Kisah Para Rasul 10:34–35).

Pintu itu terbuka lebar. Pilihlah karunia Yesus hari ini, dan Anda akan mengalami seluruh karunia yang telah Allah sediakan bagi mereka yang mengasihi dan mengikut Dia.
"Syukur kepada Allah atas karunia-Nya yang tak terkatakan itu!" 2 Korintus 9:15

Renungkan

- Jika Anda telah menerima karunia keselamatan dari Allah, apakah Anda juga telah memanfaatkan karunia-karunia lain yang Allah berikan—identitas yang baru, kemampuan untuk berubah, komunitas rohani, dan masa depan yang kekal? Mengapa ya atau mengapa tidak?

- Menurut Anda, mengapa Allah memberikan karunia bukan hanya untuk kekekalan, tetapi juga untuk kehidupan Anda di dunia saat ini?

- Siapa yang Anda kenal yang perlu mendengar tentang karunia yang Allah tawarkan melalui Yesus? Apa yang akan Anda lakukan untuk menyampaikannya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Maleakhi 4; Wahyu 21 - 22
_____________
Yesus adalah karunia terbesar yang diberikan untuk hidup Anda

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
The Greatest Gift You'll Ever Receive - Daily Hope with Rick Warren - 01 January, 2025

"God has reserved for his children the priceless gift of eternal life; it is kept in heaven for you, pure and undefiled, beyond the reach of change and decay." 1 Peter 1:4 (TLB)
----------------------
Would you like to have a gift that lasts forever?

Some gifts just don't last. As a kid I got some gifts on Christmas morning that were broken by noon. There are some gifts you receive that you don't even want. Fifty years ago, it was actually cool to give people a Pet Rock!

God offers you a gift that's going to last forever: a new destiny.

This gift means more to me than ever after the death of my son. I now have a child in heaven.  I have a lot of friends in heaven. I have a father and mother and brother in heaven. If my son Matthew were able to contact me right now, he would say to me, "It is so much better than you told me. I can't wait for you to get here."

How do I know my son is in heaven? Because one day he had accepted God's greatest gift; he accepted Jesus Christ as his Savior and Lord. I was there when it happened. Matthew received the gift of eternal life. It's an offer and a promise available to anyone who believes in faith. The Living Bible paraphrase says it like this: "God has reserved for his children the priceless gift of eternal life; it is kept in heaven for you, pure and undefiled, beyond the reach of change and decay" (1 Peter 1:4).

God sent the first Christmas gift, Jesus, to die for you so that you could go to heaven. Through Jesus, you also get the gifts of a new identity, a new ability to change the things you want to change, a spiritual community to support your new life in Christ, and a new destiny in eternity.

You're never going to get a gift like that anywhere else. It's the greatest gift you will ever receive.

All you have to do is humbly and gratefully accept these gifts. The Message paraphrase says, "It makes no difference who you are or where you're from—if you want God and are ready to do as he says, the door is open" (Acts 10:34-35).

The door is wide open. Choose the gift of Jesus today, and you'll experience all the gifts God has in store for those who love and follow him.

"Thanks be to God for his indescribable gift!" (2 Corinthians 9:15 NIV).

Selasa, 30 Desember 2025

Karunia Allah Adalah Kuasa yang Anda Perlukan

31 Desember 2025

Bacaan Hari ini:
2 Timotius 1:7 "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."
----------------------
Ketika Anda menerima karunia keselamatan dari Allah, Anda tidak lagi harus bergantung pada kekuatan kemauan semata untuk berubah. Anda memiliki kuasa Allah. Dia memberikan kepada Anda energi baru, kekuatan baru dan kemampuan yang baru.

Sudah berapa kali Anda mencoba mengubah hal-hal dalam hidup Anda, tetapi tidak berhasil? Kita sering membuat resolusi Tahun Baru yang hanya bertahan sekitar satu minggu, mungkin sebulan. Mengapa? Karena kekuatan kemauan saja tidak cukup. Kekuatan kemauan bisa habis.

Anda tidak membutuhkan kekuatan kemauan. Anda membutuhkan kuasa Allah!

Roma 5:5 berkata, "Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita."

Allah telah mencurahkan diri-Nya sendiri kepada kita melalui Roh Kudus. Artinya, Dia bukan hanya akan menolong Anda. Dia bukan hanya akan berada di sekitar Anda. Dia bukan hanya akan menyertai Anda dan bekerja atas diri Anda. Dia akan bekerja di dalam Anda. Dia menempatkan Roh-Nya di dalam diri Anda. Itulah yang terjadi ketika Anda menerima karunia Natal dari Allah, yaitu Yesus Kristus.

Ketika kita berusaha berubah dengan kekuatan sendiri, kita akan lelah dan akhirnya menyerah. Namun, Allahlah yang memberi Anda kuasa untuk memulai kembali ketika Anda gagal. Allah memberi Anda kuasa untuk melakukan perubahan yang tidak sanggup Anda lakukan sendiri. Allah memberi Anda kemampuan yang Anda perlukan. Dan Allah memberi Anda kekuatan untuk terus melangkah.

Ini soal mempercayai, bukan berusaha dengan kekuatan sendiri.

Jangan pernah mencoba memotivasi diri Anda untuk berubah hanya karena rasa bersalah. Itu tidak akan berhasil. Anda tidak membutuhkan rasa bersalah dalam hidup Anda; Anda membutuhkan kasih karunia Allah. Anda tidak membutuhkan legalisme; Anda membutuhkan kasih. Kasihlah yang mengubahkan kita. Semakin Anda dipenuhi oleh kasih Allah, semakin besar kuasa yang Anda miliki untuk berubah.

Alkitab berkata dalam 2 Timotius 1:7, "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."

Renungkan :

- Bagaimana Anda mengakses kuasa Allah di dalam diri Anda setelah menjadi orang percaya? Menurut Anda, apakah Allah ingin mempersulit atau mempermudah Anda untuk menerima pertolongan Roh Kudus?

- Mengapa rasa bersalah bukanlah pendorong yang efektif untuk perubahan?

- Dalam hal apa Anda membutuhkan kuasa Allah untuk berubah dalam hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Maleakhi 3; Wahyu 20
------------------
Apakah Anda menginginkan lebih banyak kuasa? Lebih banyak kasih? Lebih banyak penguasaan diri? Maka Anda perlu menerima Roh Allah dalam hidup Anda dengan menerima karunia-Nya, yaitu Yesus.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
God's Gift Is the Power You Need - Daily Hope with Rick Warren - December 31, 2025

"For God has not given us a spirit of fear and timidity, but of power, love, and self-discipline." 2 Timothy 1:7 (NLT)
-------------------
When you accept God's gift of salvation, you don't have to depend on willpower anymore to change. You've got God's power. He gives you new energy, new strength, and new capacity.

How many times have you tried to change things in your life, but it hasn't worked? We set New Year's resolutions that only last about a week, maybe a month. Why? Because willpower doesn't work. Willpower runs out.

You don't need willpower. You need God's power!

Romans 5:5 says, "God has poured out his love into our hearts by means of the Holy Spirit, who is God's gift to us" (GNT).

God has poured himself out for us through the Holy Spirit. That means he's not only going to help you. He's not only going to be around you. He's not only going to be with you and working on you. He's going to be working in you. He's going to put his Spirit inside of you. That's what happens when you receive God's Christmas gift, Jesus Christ.

When we try to change on our own, we get tired, and we give up. But it's God who gives you the power to start over when you've blown it. God gives you the power to make changes you can't make on your own. God gives you the ability you need. And God gives you the power to keep going.

It's about trusting, not trying.

Don't ever try to motivate yourself to change simply out of guilt. It doesn't work. You don't need guilt in your life; you need God's grace. You don't need legalism; you need love. Love is what changes us. The more you're filled with God's love, the more power you have to change.

The Bible says in 2 Timothy 1:7, "For God has not given us a spirit of fear and timidity, but of power, love, and self-discipline" (NLT).

Would you like more power? More love? More self-discipline? Then you need to get God's Spirit in your life by accepting his gift of Jesus this Christmas.


Senin, 29 Desember 2025

Ketika Rencana Allah Terasa Terlalu Berat

30 Desember 2025

Bacaan Hari ini:
Lukas 1:38 "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu."
-------------------
Jika Anda ingin terbebas dari ketakutan yang menghalangi Anda menerima semua yang Allah sediakan bagi hidup Anda, Anda dapat belajar banyak dari orang-orang dalam kisah Natal. Pilihan-pilihan mereka menunjukkan kepada kita seperti apa hidup dalam kebebasan sejati.

Maria hanyalah seorang gadis biasa yang menjalani hidup yang sederhana. Ia bukan orang penting. Ia miskin. Keluarganya tidak memiliki pengaruh maupun kekuasaan. Ia bahkan belum menikah!

Karena itu, ketika malaikat memberitahunya bahwa ia akan menjadi ibu dari Anak Allah, tentu ia merasa sangat terkejut dan kewalahan. Namun, Maria memilih untuk menyerahkan hidupnya kepada Allah. Itulah langkah pertama menuju kebebasan, dan itulah cara Maria mengatasi perasaan tidak layak dalam dirinya.

Alkitab berkata respon Maria seperti ini: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." (Lukas 1:38).

Pernahkah Allah meminta Anda melakukan sesuatu yang menurut Anda mustahil? Rencana Allah bagi hidup kita selalu lebih besar daripada apa pun yang dapat kita rencanakan sendiri. Itulah sebabnya, ketika Allah berbicara kepada kita, kita bisa merasa kewalahan oleh rencana-Nya.

Namun, Allah tidak pernah menyuruh Anda melakukan sesuatu tanpa juga menyediakan sumber daya, waktu, jaringan, dana dan segala hal lain yang Anda perlukan untuk melakukannya. Anda tidak harus melakukannya dengan kekuatan sendiri. Melalui Roh Kudus, Allah bahkan memberikan kuasa yang Anda perlukan untuk melakukan kehendak-Nya.

Respon Maria mengingatkan kita bagaimana seharusnya kita berdoa ketika merasa kewalahan dan tidak tahu dari mana kita akan memperoleh kekuatan untuk menaati Allah.

Anda dapat berdoa seperti ini: "Engkaulah Penciptaku, dan apa pun rencana-Mu, aku mau bekerja sama dengan rencana itu. Engkau yang menciptakanku dan Engkau tahu apa yang terbaik bagiku. Aku adalah hamba-Mu. Aku bersedia melakukan apa pun yang Engkau kehendaki dalam hidupku."

Jika Anda tidak berdoa dengan sikap seperti ini, Anda akan hidup dalam ketegangan yang terus-menerus. Mengapa? Karena Anda tidak mungkin memiliki damai sejahtera ketika Allah berjalan ke satu arah, sementara Anda berjalan ke arah yang lain. Cara hidup seperti itu hanya akan menimbulkan banyak ketakutan dan ketidakpastian dalam hidup Anda.

Ketika kita memilih mengikuti rencana kita sendiri dan mengandalkan kekuatan kita sendiri, kita akan menemui jalan buntu. Namun, rencana Allah tidak pernah berakhir di jalan buntu.

Renungkan :

- Mengapa menurut Anda Allah sering memberi kita tugas yang terlalu besar untuk diselesaikan dengan kekuatan kita sendiri?

- Jalan buntu apa yang sedang Anda hadapi saat ini, yang mengingatkan Anda untuk menyerahkan diri kepada rencana Allah?

- Seberapa sering Anda seharusnya berdoa doa penyerahan diri seperti doa Maria? Mengapa?

Bacaan Alkitab Setahun :
Maleakhi 2; Wahyu 19
____________
Rencana-Nya selalu menuntun kepada kehidupan, ketika Anda berdoa dan menyerahkan kehendak Anda kepada-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
When God's Plan Feels Overwhelming - Daily Hope with Rick Warren - December 30, 2025

"I am the Lord's servant, and I am willing to do whatever he wants." Luke 1:38 (TLB)
--------------------
If you want to break free from the fear that's keeping you from all God has for you, you can learn a lot from the people in the Christmas story. Their choices show us what it means to live in true freedom.

Mary was just an ordinary girl living an ordinary life. She wasn't anyone particularly important. She was poor. Her family didn't have any influence or power. She wasn't even married!

So when the angel told her she would be the mother of the Son of God, she must have been overwhelmed—yet she chose to surrender her life to God. That's the first step to freedom, and it's how Mary overcame her feelings of inadequacy.

The Living Bible paraphrase says this is how Mary responded: "I am the Lord's servant, and I am willing to do whatever he wants" (Luke 1:38).

Has God ever told you to do something that you thought was impossible? God's dream for our lives will always be bigger than anything we could ever dream up. That's why, when we hear from God, we might feel overwhelmed by his plan.

But God will never tell you to do something without giving you the resources, the time, the network, the money, and everything else you need to do it. You don't have to do anything on your own strength. He even gives you the power you need to do his will through the Holy Spirit.

Mary's response reminds us how to pray when we're overwhelmed and don't know where we'll find the strength to obey God.

You could say something like this to God: "You're my Creator, and whatever your plan is, I want to cooperate with it. You made me, and you know what's best for me. I am your servant. I'm willing to do whatever you want to do with my life."

If you're not praying this way, you'll live in constant tension. Why? Because you can't have peace when God's going one way and you're going another. Living that way will create a lot of fear and uncertainty in your life.

When we go in the direction of our own plans and trust in our own strength, we're going to hit dead ends—but God's plan doesn't have a dead end. It will always lead to life when we pray and surrender our will to him.


Minggu, 28 Desember 2025

Siapakah yang Akan Membebaskan Anda dari Diri Anda Sendiri?

29 Desember 2025

Bacaan Hari ini:
Roma 6:6–7 "Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa."
---------------------
Allah memberikan kebebasan-kebebasan yang luar biasa kepada setiap orang yang menaruh kepercayaannya kepada-Nya. Kita telah membahas dua kebebasan pertama: hati nurani yang bersih dan akses pribadi kepada Allah. Kebebasan yang ketiga adalah kuasa untuk melakukan apa yang benar.

Banyak orang mengira bahwa kebebasan berarti hidup tanpa aturan, tanpa batasan dan tanpa ketentuan. Namun, itu adalah pandangan yang sangat sempit tentang kebebasan. Kebebasan sejati adalah kuasa yang dengan kasih karunia Allah diberikan kepada Anda untuk mengatakan "ya" kepada hal-hal yang baik bagi Anda dan "tidak" kepada hal-hal yang merusak.

Jika Anda tidak memiliki kuasa untuk mengatakan "tidak", ada satu kata untuk itu: kecanduan. Dan kecanduan membawa obsesi serta dorongan-dorongan yang mengikat hidup Anda. Alkitab mengajarkan, "Mereka menjanjikan kemerdekaan kepada orang lain, padahal mereka sendiri adalah hamba-hamba kebinasaan, karena siapa yang dikalahkan orang, ia adalah hamba orang itu." (2 Petrus 2:19).

Saya pernah membaca sebuah kisah tentang seorang kakak dan adik yang didorong oleh orang tua mereka untuk "mencari kebahagiaan versi mereka sendiri." Di rumah mereka tidak ada batasan, dan mereka dibiarkan bereksperimen dengan seks dan narkoba. Ketika mereka memasuki usia pertengahan 20-an, hidup mereka menjadi tidak terkendali.

Sang kakak akhirnya menyadari, "Kebebasan saya ternyata bukan kebebasan sama sekali. Dari luar, saya tampak menikmati hidup. Namun di dalam, saya diperbudak oleh ketakutan, rasa tidak aman, dan dorongan-dorongan saya sendiri. Saya membutuhkan seseorang yang bisa membebaskan saya dari diri saya sendiri."

Itulah yang sebenarnya kita semua butuhkan: seseorang yang membebaskan kita dari diri kita sendiri.

Pernahkah Anda berpikir, "Mengapa saya mudah marah kepada orang yang paling saya kasihi?" atau "Mengapa saya terus-menerus cemas dan takut?" atau "Bagaimana saya bisa berhenti seperti ini?" Mungkin Anda sudah mencoba mengubah hal-hal tersebut dengan kekuatan sendiri, tetapi gagal. Kuasa untuk berubah seperti itu hanya datang dari Allah.

Rasul Paulus mengungkapkan pergumulan ini dalam Roma 7:24–25: "Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita."

Mengapa Yesus Kristus adalah jawabannya? Karena Yesus sendiri berjanji, "Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka" (Yohanes 8:36).

Renungkan

- Pikirkan 2 Petrus 2:19: "Sebab orang adalah hamba dari apa yang menguasainya." Mengapa menurut Anda Allah sangat membenci dosa?

- Ceritakan pengalaman ketika Anda mencoba mengubah suatu kebiasaan hanya dengan kekuatan sendiri. Bagaimana hasilnya?

- Apa yang akan Anda katakan kepada seseorang yang mengira bahwa mengikut Kristus berarti hidup di bawah kendali yang mengekang?

Bacaan Alkitab Setahun :
Maleakhi 1; Wahyu 18

Kebebasan bukan sekadar hidup tanpa batasan. Kebebasan sejati adalah kebebasan untuk mengatakan "ya" kepada hal-hal yang menyehatkan hidup Anda, meningkatkan kebahagiaan Anda dan memberi makna sejati bagi hidup Anda. Kebebasan sejati adalah kuasa untuk melakukan apa yang benar.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Who Will Free You from Yourself? - Daily Hope with Rick Warren - December 21, 2025

"We know that our old sinful selves were crucified with Christ so that sin might lose its power in our lives. We are no longer slaves to sin. For when we died with Christ we were set free from the power of sin." Romans 6:6-7 (NLT)
------------------
God gives incredible freedoms to everyone who puts their trust in him. We already looked at the first two: a clear conscience and personal access to God. The third freedom is the power to do what is right.

Most people think freedom means no rules, no limits, and no regulations—but that's a very limited view of freedom. Instead, freedom is the power God graciously gives you to say "yes" to the things that are good for you and "no" to the things that are harmful. 

If you don't have the power to say "no," there's a word for that: addiction. And with it comes obsessions and compulsions in your life. The Bible teaches, "For you are a slave to whatever controls you" (2 Peter 2:19 NLT).

I once read a story about a brother and sister who were encouraged by their parents to "find your bliss." Their home had no boundaries, and they were allowed to experiment with sex and drugs. By the time they were in their mid-20s, their lives were out of control.

The brother soon realized, "My freedom was no freedom at all. On the outside, I appeared to be enjoying life. But inside I was enslaved to my own fears, insecurities, and compulsions. I needed someone to free me from myself." 

That's exactly what we all need: someone to free us from ourselves.

Have you ever thought, "Why do I fly off the handle at people I love the most?" or "Why am I anxious and fearful all the time?" and "How do I stop?" These are things you may have tried to change about yourself but didn't have the power to change. That kind of power comes only from God.

Paul voiced this tension in Romans 7:24-25: "Oh, what a miserable person I am! Who will free me from this life that is dominated by sin and death? Thank God! The answer is in Jesus Christ our Lord" (NLT).

Why is Jesus Christ the answer? Jesus promised, "If the Son sets you free, you will be free indeed" (John 8:36 NIV).

Freedom is not simply having no limits. Radical freedom is the freedom to say "yes" to the things that improve your health, increase your happiness, and fill your life with significance. Radical freedom is the power to do what is right.


Sabtu, 27 Desember 2025

Anda Memiliki Akses Penuh kepada Allah

28 Desember 2025

Bacaan Hari ini:
Efesus 3:12 "Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya."
----------------
Ketika Anda menaruh kepercayaan kepada Yesus sebagai Juruselamat, Ia memberikan kepada Anda tiga kebebasan besar.

Yang pertama adalah hati nurani yang bersih. Ia mengampuni dosa Anda dan menghapus seluruh rasa bersalah Anda.

Kebebasan besar yang kedua adalah akses pribadi kepada Allah. Anda adalah anak-Nya, bagian dari keluarga-Nya dan Anda dapat berbicara dengan Allah kapan saja dan di mana saja—24 jam sehari, tujuh hari seminggu.

Ada anggapan keliru bahwa seluruh dunia memiliki akses langsung kepada Allah. Itu tidak benar. Allah memberikan akses langsung kepada diri-Nya hanya melalui Anak-Nya, Yesus Kristus.

Alkitab berkata, "Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya." (Efesus 3:12).

Beberapa kali saya pernah menghadiri konser dan mendapatkan tiket akses penuh. Saya bisa masuk ke belakang panggung dan berinteraksi dengan siapa saja yang saya inginkan. Tidak ada yang bisa menghalangi saya!

Itulah jenis kebebasan yang Anda miliki ketika menjadi bagian dari keluarga Allah. Allah memberi Anda akses penuh kepada-Nya. Anda tidak perlu undangan khusus atau perkenalan tertentu. Karena Anda adalah anak-Nya, Anda memiliki akses langsung kepada Allah sepanjang hari, setiap hari.

Terkadang orang berkata, "Rick, tolong doakan saya," seolah-olah doa saya lebih baik daripada doa mereka. Padahal itu tidak benar. Mereka memiliki akses pribadi yang sama kepada Allah seperti saya. Mereka dapat berbicara dengan Allah kapan saja dan untuk alasan apa pun.

Anda tidak perlu menggunakan kata-kata yang indah, menundukkan kepala atau bahkan berhenti mengemudi atau bekerja. Anda hanya perlu menjaga percakapan doa yang terus berjalan sepanjang hari, melanjutkannya dari waktu ke waktu. Saya sering melakukan hal itu dengan Allah.

Betapa luar biasa kebebasan ini—mengetahui bahwa kita dapat "Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya." (Ibrani 4:16).

Ketika Anda menjadi bagian dari keluarga Allah, Anda memiliki kebebasan berupa hati nurani yang bersih dan akses pribadi kepada Allah.
Besok kita akan melihat kebebasan yang ketiga: kuasa untuk melakukan apa yang benar.

Renungkan :

- Apa yang sering menghalangi Anda untuk memanfaatkan akses pribadi Anda kepada Allah melalui doa?

- Dalam hal apa Anda cenderung mempersulit doa Anda sendiri?

- Hal-hal apa saja yang dapat Anda bicarakan dengan Allah ketika Anda menjaga percakapan dengan-Nya sepanjang hari?

Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 13-14; Wahyu 17
____________
Anda dapat berbicara dengan Allah kapan saja dan untuk alasan apa pun.

(Diterjemahkan dari Daily Devotion
==========
You've Got an All-Access Pass to God - Daily Hope with Rick Warren - December 28, 2025

"In [Christ] and through faith in him we may approach God with freedom and confidence." Ephesians 3:12 (NIV)
--------------------
When you put your trust in Jesus as your Savior, he gives you three great freedoms. The first is a clear conscience. He forgives your sin and wipes away your guilt.

The second great freedom is personal access to God. You're his child, a part of his family, and you can talk with God anytime, anywhere—24 hours a day, seven days a week.

It's a myth that the whole world has direct access to God. It's just not true! God gives direct access to himself only through his Son, Jesus Christ.

The Bible says, "In [Christ] and through faith in him we may approach God with freedom and confidence" (Ephesians 3:12 NIV).

A few times I've gone to a concert where I was given an "all-access" pass. I was able to go backstage and hang out with anyone I wanted to. Nobody could stop me!

That's the kind of freedom you get when you're in the family of God. God gives you an all-access pass to him. You don't have to get an invitation or a special introduction. Because you're his child, you've got direct access to God throughout the day, every day.

Sometimes people will say, "Rick, please pray for me," as if my prayers are better than their prayers. But that's not true. They have the same personal access to God that I have. They can talk to God anytime and for any reason.

You don't need to use fancy words or bow your head or even stop driving or working. You just keep a running prayer going throughout the day, picking up where you left off. I do that with God all the time. 

What an incredible freedom it is to know that we can "feel free to come before God's throne . . . And we can receive mercy and grace to help us when we need it" (Hebrews 4:16 ICB).

When you become part of God's family, you have the freedom of a clear conscience and personal access to God. Tomorrow we'll look at the third freedom: the power to do what is right.


Jumat, 26 Desember 2025

Hati Nurani yang Bersih adalah Kekuatan Rohani

27 Desember 2025

Bacaan Hari ini:
Yohanes 8:36 "Apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."
------------------
Ketika orang memikirkan tentang kebebasan, mereka sering memikirkan kebebasan politik atau kebebasan beragama. Namun, ada satu jenis kebebasan yang jauh lebih dalam daripada itu, yaitu kebebasan rohani.

Sebagian besar orang sebenarnya tidak hidup dalam kebebasan rohani. Mereka terikat di dalam batin mereka sendiri. Mereka dipenuhi stres, kekhawatiran, kelelahan, kebosanan, kepahitan, rasa bersalah, penyesalan, ketakutan, dan kecemasan. Meskipun mereka mungkin tinggal di negara yang bebas, mereka tidak hidup sebagai orang yang merdeka secara rohani.

Yesus berkata dalam Yohanes 8:36, "Apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."
Yesus sedang berbicara tentang diri-Nya sendiri. Seolah-olah Ia berkata, "Jika Aku yang memerdekakan kamu, kamu akan sungguh-sungguh bebas."

Inilah yang bisa disebut kebebasan sejati. Dan selama beberapa hari ke depan, kita akan melihat tiga kebebasan besar yang Yesus berikan kepada Anda ketika Anda mempercayakan hidup Anda kepada-Nya sebagai Juruselamat.

Kebebasan pertama dalam kehidupan orang percaya adalah hati nurani yang bersih. Inilah yang terjadi ketika Allah mengampuni seluruh dosa Anda dan menghapus semua rasa bersalah Anda. Ia menghapusnya sepenuhnya—baik kesalahan yang pernah Anda lakukan maupun yang akan Anda lakukan.

Saya pernah melihat sebuah tulisan di pompa bensin yang berbunyi, "Mesin yang bersih menghasilkan tenaga yang lebih besar." Hal yang sama berlaku untuk hati nurani. Rasa bersalah adalah salah satu emosi yang paling merusak. Rasa bersalah membebani dan melemahkan Anda. Banyak orang merasa sangat lelah karena mereka terus memikul "kantong sampah" rasa bersalah di pundak mereka.

Namun Alkitab berkata, "Di dalam Dia kita memiliki penebusan, yaitu pengampunan dosa" (Kolose 1:14).
Yesus telah membeli kebebasan Anda dengan hidup-Nya sendiri. Kematian-Nya bukan dimaksudkan untuk menjadikan Anda sekadar religius, melainkan untuk memerdekakan Anda.

Apakah orang percaya masih bisa merasa bersalah? Ya—tetapi hanya sesaat. Artinya, begitu Anda melakukan kesalahan, akuilah di hadapan Allah, bertobatlah, lalu jangan terus hidup dalam rasa bersalah.

Mempertahankan rasa bersalah justru merupakan penghinaan terhadap Yesus, seolah-olah pengorbanan-Nya di kayu salib belum cukup dan Anda masih harus menghukum diri sendiri.

Bayangkan jika setiap hari Anda bangun dan berkata, "Saya tidak perlu lagi memikirkan itu. Semuanya sudah selesai. Sudah dibayar lunas." Yesuslah yang memungkinkan hal itu terjadi!

Kebebasan sejati adalah hati nurani yang bersih. Ini tidak berarti Anda sempurna, tetapi berarti Anda telah diampuni. Dan itu adalah Kabar Baik!

Renungkan :

- Mengapa kebebasan rohani merupakan bentuk kebebasan yang paling mendalam?

- Bagaimana pengakuan dosa dan pertobatan menolong Anda hidup dalam kebebasan?

- Dalam hal apa saja Anda dapat menjadi teladan bagi orang lain tentang bagaimana kebebasan di dalam Kristus telah mengubah hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 11-12; Wahyu 16
_____________
Kehendak Allah bagi hidup Anda adalah agar Anda tidak lagi memikul beban rasa bersalah. Ia ingin Anda hidup dalam kebebasan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
A Clean Conscience Is Spiritual Power - Daily Hope with Rick Warren - December 27, 2025

"If the Son sets you free, you will be free indeed." John 8:36 (NIV) 
---------------------
When people think about freedom, they often think about political or religious freedoms. But there is a freedom that goes far deeper: your spiritual freedom.

Most people aren't living spiritually free lives. They're all bound up inside. They've got stress, worry, fatigue, boredom, bitterness, guilt, regret, fear, and anxiety. They may live in a free country, but they're not spiritually free.

Jesus said in John 8:36, "If the Son sets you free, you will be free indeed" (NIV).  Jesus is talking about himself here. He's saying, "If I set you free, you're going to be really, really free."

This is what I call radical freedom. And over the next few days, we're going to look at three great freedoms Jesus gives you when you put your trust in him as Savior.

The first great freedom of the Christian life is a clear conscience. It's what happens when God forgives all your sins and wipes away all your guilt. He takes a giant eraser to everything you've ever done wrong or will do wrong.

I once saw a sign on a gas station that read, "A clean engine gives more power." That's true with a conscience too. Guilt is one of the most destructive emotions. It will burden you and weigh you down. The reason so many people are worn out is because they're carrying a garbage bag of guilt over their shoulders.

But the Bible tells you, "[God] purchased our freedom and forgave our sins" (Colossians 1:14 NLT). Jesus has purchased your freedom with his own life. His death wasn't meant to make you religious but to set you free.

Should a believer in Christ ever feel guilty? Yes—but for a nanosecond. In other words, the moment you do something wrong, confess it, and then don't feel guilty about it.

Holding on to guilt is actually an insult to Jesus, as if what he did on the cross wasn't enough and you need to punish yourself too.

But imagine instead waking up each day and saying, "I don't have to worry about that anymore. It's all over. It's paid for." Jesus made doing that possible!

God's will for your life is for you to no longer to carry a load of guilt. He wants you to be free.

Radical freedom is a clear conscience. It doesn't mean you're perfect. But it does mean you're forgiven. And that's good news!


Kamis, 25 Desember 2025

Foto dari deka



"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita… Dia disebutkan:  Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai."

Ketika Anda Murah Hati, Anda Menjadi Lebih Serupa dengan Yesus

26 Desember 2025

Bacaan Hari ini:
Efesus 5:1–2 "Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah."
--------------
Sebuah perubahan yang luar biasa terjadi ketika Anda hidup dengan kemurahan hati dalam setiap aspek kehidupan. Cengkeraman materialisme mulai terlepas, dan hati Anda menjadi semakin luas.

Namun ada sesuatu yang lebih besar lagi yang terjadi: Anda menjadi semakin serupa dengan Yesus.

Seperti apakah Yesus itu? Salah satu ciri-Nya adalah kemurahan hati-Nya yang luar biasa, melimpah dan radikal. Segala sesuatu yang Anda miliki—udara dan air, akal budi dan detak jantung, talenta dan kesempatan, relasi dan harta benda—semuanya adalah pemberian dari kemurahan hati Allah. Bahkan, tanpa kemurahan hati Allah, Anda tidak akan memiliki apa pun.

Yesus Kristus adalah teladan utama dalam kemurahan hati. Alkitab berkata, "Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya." (2 Korintus 8:9).

Yesus Kristus adalah Allah. Ia memiliki seluruh kemuliaan surga, tetapi Ia rela meninggalkannya dan datang ke dunia, lahir dalam keluarga miskin di sebuah kandang. Itu adalah posisi yang sangat rendah bagi seorang manusia. Mengapa Ia melakukannya? Bukan demi diri-Nya sendiri.

Ia melakukannya demi Anda.

Itulah tindakan kemurahan hati yang paling besar: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal" (Yohanes 3:16).

Lalu, mengapa Allah ingin Anda hidup dengan murah hati? Karena Ia ingin Anda menjadi serupa dengan Dia dan itu berarti Ia ingin Anda memiliki hati yang murah hati.

Alkitab berkata, "Karena itu, jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang terkasih. Dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus telah mengasihi kita dan menyerahkan diri-Nya bagi kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah" (Efesus 5:1–2).

Allah tidak menempatkan Anda di dunia ini untuk hidup bagi diri sendiri. Ia menempatkan Anda di sini untuk belajar hidup tidak egois dan berfokus pada orang lain. Ia menciptakan Anda untuk mencerminkan karakter-Nya.

Bagaimana Anda meneladani kemurahan hati Yesus hari ini? Setiap kali Anda bermurah hati dengan waktu, uang, pengaruh atau kasih, Anda semakin menyerupai Dia.

Renungkan :

- Kapan Anda pernah merasakan bahwa kemurahan hati membuat Anda tidak lagi terlalu terikat pada hal-hal materi?

- Jika Anda ingin bermurah hati seperti Yesus, dalam hal apa saja Anda dapat memberi waktu, sumber daya, dan talenta Anda?

- Berdoalah dan mintalah agar Allah menjadikan Anda berkat minggu ini, ketika Ia menunjukkan kesempatan-kesempatan untuk bermurah hati kepada sesama.

Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 10; Wahyu 15
_____________
Anda hidup dalam kemurahan hati Tuhan

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
When You're Generous, You're More Like Jesus - Daily Hope with Rick Warren - December 26, 2025

"Therefore be imitators of God, as beloved children. And walk in love, as Christ loved us and gave himself up for us, a fragrant offering and sacrifice to God." Ephesians 5:1-2 (ESV)
------------------
An amazing transformation takes place when you live generously in every area of your life. The grip of materialism starts to break, and your heart grows bigger.

But something even greater happens: You become like Jesus.

What is Jesus like? One of his characteristics is his outrageous, lavish, and radical generosity. Everything you have—the air and water, your brain and heartbeat, your talents and opportunities, your relationships and possessions—is a total gift of God's generosity. In fact, without God's generosity, you'd have nothing.

Jesus is the master example of generosity. The Bible says, "You are familiar with the generosity of our Master, Jesus Christ. Rich as he was, he gave it all away for us—in one stroke he became poor and we became rich" (2 Corinthians 8:9 MSG).

Jesus Christ is God. He had all the splendor of heaven, but he gave it up and came to earth to be born to a poor family in a barn. That's about as low as a person could go. Why did he do it? He certainly didn't do it for himself.

He did it for you.

It was the ultimate act of generosity: "God so loved the world, that he gave his only Son" (John 3:16 ESV).

So why does God want you to live generously? Because he wants you to be like him, and that means he wants you to be generous!

The Bible says, "Therefore be imitators of God, as beloved children. And walk in love, as Christ loved us and gave himself up for us, a fragrant offering and sacrifice to God" (Ephesians 5:1-2 ESV).

God didn't put you on earth to live for yourself. Instead, he put you here to learn how to be unselfish and focused on others. He made you to reflect his character.

How are you imitating the generosity of Jesus today? Each time you're generous with your time, money, influence, or love, you begin to look more and more like him.


Rabu, 24 Desember 2025

Kemurahan Hati yang Radikal Bukan Soal Jumlah

25 Desember 2025

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 8:12 "Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu."
--------------
Kemurahan hati jauh lebih luas daripada sekadar memberi uang. Kemurahan hati adalah cara hidup—hidup dengan sikap murah hati dalam setiap aspek kehidupan Anda.
Alkitab berkata tentang kemurahan hati: "kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami." (2 Korintus 9:11).

Apa artinya "bermurah hati dalam setiap kesempatan"?
Itu berarti bermurah hati dengan waktu Anda, pujian, empati, pengampunan, kasih, kata-kata penghargaan dan kebaikan. Itu juga berarti bermurah hati dalam mendengarkan, agar Anda sungguh-sungguh memahami orang lain, serta bermurah hati dalam memberi perhatian, supaya Anda peka terhadap kebutuhan orang di sekitar Anda.

Namun Allah tidak terutama tertarik pada berapa banyak yang Anda berikan. Ia peduli pada alasan Anda memberi dan cara Anda memberi. Allah melihat motivasi hati Anda.
Inilah perbedaan antara kemurahan hati biasa dan kemurahan hati radikal.
Kemurahan hati radikal adalah sikap hati, bukan soal jumlah.

Alkitab menyatakannya demikian: "Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu." (2 Korintus 8:12).

Allah tidak membutuhkan uang, talenta, atau waktu Anda. Sesungguhnya, Ia tidak membutuhkan apa pun dari Anda. Yang Allah inginkan adalah hati Anda. Ia menginginkan kasih Anda.

Alkitab berkata,
"Di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada" (Matius 6:21).

Ketika Anda menyerahkan hidup Anda kepada Kristus, hati Anda pun akan tertuju kepada-Nya.
"Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita." (Kolose 3:17).

Renungkan

- Apa yang biasanya memotivasi Anda ketika memberi kepada gereja? Bagaimana dengan ketika Anda memberi kepada sesama?

- Dalam hal apa Anda menikmati menjadi murah hati? Dalam area apa Anda merasa paling sulit untuk bermurah hati?

- Selain memberi uang, cara konkret apa yang dapat Anda lakukan minggu ini untuk menunjukkan kemurahan hati?

Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 8; Wahyu 13
___________
Tuhan rindu Anda hidup dengan kemurahan hati yang radikal.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
Radical Generosity Is Not an Amount - Daily Hope with Rick Warren - December 25, 2025

"If you are really eager to give, then it isn't important how much you have to give. God wants you to give what you have, not what you haven't." 2 Corinthians 8:12 (TLB)
--------------------
Generosity is about far more than giving money. It's about living generously in every area of your life.

The Bible says this about generosity: "You will be enriched in every way so that you can be generous on every occasion" (2 Corinthians 9:11 NIV).

What does it look like to "be generous on every occasion"? It means being generous with your time, praise, sympathy, forgiveness, love, compliments, and kindness. It means being generous with your listening so that you can seek to understand others. And it means being generous with your attention so that you can be aware of the needs of people.

But God isn't interested in how much you give in life. He cares about why you give and how you give. He cares about your motivation—your heart. That's the difference between normal generosity and radical generosity.

Radical generosity is an attitude, not an amount.

The Bible says it this way: "If you are really eager to give, then it isn't important how much you have to give. God wants you to give what you have, not what you haven't" (2 Corinthians 8:12 TLB).

God doesn't need your money, talent, or time. In truth, he really doesn't need anything from you. But what he wants from you is your heart. What he wants is your love. The Bible says, "Where your treasure is, there your heart will be also"(Matthew 6:21 NIV). When you give your life to Christ, your heart will be with him.

No matter what you do or what you give, it's important to check your motivation. Why? Because God wants you to "do it all in the name of the Lord Jesus" (Colossians 3:17 NIV). He wants you to be radically generous.

Over the next few days, we're going to look at the impact radical generosity can have on your life. It will change you and the people around you!


Selasa, 23 Desember 2025

Bagaimana Menemukan Sukacita dalam Memberi

24 Desember 2025

Bacaan Hari ini:
Kisah Para Rasul 20:35 "Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima."
-----------------
Dalam hal kemurahan hati, salah satu cara terbaik untuk belajar adalah melalui teladan orang lain.

Saya belajar menjadi murah hati dari orang tua saya. Saya bertumbuh dengan melihat mereka begitu sering memberi dalam berbagai aspek kehidupan. Mereka memberi keramahtamahan, penghasilan dan makanan. Mereka memberi waktu, tenaga dan usaha. Mereka membagikan apa yang mereka miliki dengan tangan terbuka dan mereka adalah beberapa orang paling bersukacita yang pernah saya kenal.

Alkitab juga memberikan teladan kemurahan hati yang luar biasa, yaitu jemaat di Makedonia. Rasul Paulus berkata tentang mereka: "Kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan" (2 Korintus 8:1–2).

Perhatikan bahwa jemaat di Makedonia juga memiliki banyak persoalan. Mereka "sangat diuji" karena hidup pada masa Kekaisaran Romawi ketika Nero menjadi kaisar. Pada masa itu, menjadi orang Kristen bisa berujung pada hukuman mati. Jemaat Makedonia bukan hanya mengalami penganiayaan karena iman mereka, tetapi mereka juga sangat miskin dan bahkan mungkin membutuhkan bantuan keuangan bagi diri mereka sendiri.

Namun karena "sukacita mereka begitu melimpah", keadaan sulit itu tidak menghalangi mereka untuk menjadi sangat murah hati dalam memberi. Mereka tidak memberi karena kewajiban atau tekanan, melainkan karena sukacita.
Alkitab berkata,"Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima." (Kisah Para Rasul 20:35).

Ketika saya masih kecil, saya tidak percaya ayat itu. Saya masih belum dewasa dan berpikir bahwa menerima jauh lebih menyenangkan daripada memberi. Bagi saya, Natal selalu tentang diri saya sendiri: "Apa yang akan saya dapatkan?"
Namun seiring orang tua saya mengajarkan nilai kemurahan hati, saya mulai mengalami sukacita yang datang dari memberi. Perlahan-lahan saya bertumbuh dan menyadari bahwa memang benar ada sukacita yang lebih besar dalam memberi daripada menerima.

Mungkin saat ini Anda memberi karena tekanan atau keterpaksaan—dan itu membuat Anda tidak bersukacita. Cobalah cara yang berbeda: berilah dengan sukacita, sambil percaya bahwa Allah selalu setia mencukupi kebutuhan Anda. Lagipula, Ia telah lebih dahulu memberikan kepada Anda karunia terbesar, yaitu keselamatan melalui Anak-Nya, Yesus Kristus.

Renungkan

- Siapa yang telah menjadi teladan kemurahan hati bagi Anda? Bagaimana pengaruh mereka membentuk keinginan Anda untuk bermurah hati kepada orang lain?

- Janji-janji Allah apa yang dapat menguatkan Anda ketika Anda merasa tidak memiliki cukup untuk memberi atau takut akan kekurangan jika memberi?

- Apa yang dapat Anda berikan dengan sukacita minggu ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 8; Wahyu 13
___________
Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
How to Find the Joy in Giving - Daily Hope with Rick Warren - December 24, 2025

"There is more happiness in giving than in receiving." Acts 20:35 (GNT)
------------------
When it comes to generosity, one of the best ways to learn is from the example of others.

I learned how to be generous from my parents. I grew up watching them give away so many things in life. They gave away hospitality, income, and food. They gave away time, energy, and effort. They held out their gifts and resources with an open hand, and they were some of the most joyful people I ever knew.

The Bible offers another great model of generosity: the church in Macedonia. Here's what the apostle Paul said about them: "We want you to know what God's grace has accomplished in the churches in Macedonia. They have been severely tested by the troubles they went through; but their joy was so great that they were extremely generous in their giving, even though they are very poor" (2 Corinthians 8:1-2 GNT).

Notice how the church in Macedonia had their own problems to deal with. They were "severely tested" because they livedduring the Roman Empire, when Nero was emperor. It was a time when being a Christian could lead to a death sentence. The Macedonians were not only being persecuted for their faith, but they were also extremely poor and maybe in need of financial assistance themselves.

But because "their joy was so great," their difficult circumstances didn't stop them from being "extremely generous in their giving." They didn't give out of duty or obligation. They gave out of joy. 

The Bible says, "There is more happiness in giving than in receiving" (Acts 20:35 GNT).

When I was a kid, I didn't believe that verse. I was immature and thought it was more fun to get than to give. And Christmas was always about me: "What am I going to get?"

But as my parents taught me the value of generosity, I began to experience the joy that comes from giving. I slowly began to mature and understand there really is more joy in giving than receiving. 

Maybe you find yourself giving out of pressure or compulsion—and you're miserable. Try this instead: Give out of joy, knowing that God is always generous in providing for your needs. After all, he's already given you the greatest gift of all: the gift of salvation through his Son, Jesus Christ.


Senin, 22 Desember 2025

Masalah Anda Sedang Mempersiapkan Anda untuk Kekekalan


23 Desember 2025

Bacaan Hari ini:
1 Petrus 1:6–7 "Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu-yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api-sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya."
------------------
Anda membutuhkan lebih dari sekadar pikiran positif untuk bertahan hidup di dunia ini. Anda membutuhkan pengharapan.

Dalam 1 Petrus pasal 1, Alkitab memberikan lima alasan mengapa Anda dapat hidup dengan pengharapan melalui Yesus Kristus. Dalam renungan beberapa hari terakhir, telah dibahas empat alasan pertama:

- Allah memilih Anda sebelum Anda memilih Dia.

- Allah selalu memperlakukan Anda dengan kasih karunia dan kemurahan hati.

- Allah telah menjamin masa depan Anda.

- Kuasa Allah melindungi Anda.

Alasan kelima dan terakhir adalah ini: Allah sedang mempersiapkan Anda untuk kekekalan.

Allah memakai segala sesuatu dalam hidup Anda—yang baik, yang buruk, dan yang menyakitkan—untuk mempersiapkan Anda bagi kekekalan. Ketika Anda memahami hal ini, hidup mulai masuk akal. Anda berhenti bertanya, "Tuhan, mengapa ini terjadi?" karena Anda tahu alasannya: Allah sedang mempersiapkan Anda untuk kekekalan.

Alkitab berkata, "Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu-yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api-sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya." (1 Petrus 1:6–7)

Ayat-ayat ini mengajarkan enam kebenaran tentang masalah:

1. Masalah bersifat sementara.

Masalah tidak akan berlangsung selamanya.

2. Masalah itu perlu.

Masalah adalah bagian penting dalam proses Allah mempersiapkan Anda untuk surga.

3. Masalah itu beragam.

Anda akan menghadapi pencobaan dengan bentuk, tingkat dan intensitas yang berbeda-beda.

4. Masalah menguji iman Anda.

Otot menjadi kuat karena diuji. Demikian juga iman Anda bertumbuh ketika diuji.

5. Masalah memurnikan motivasi Anda.

Allah lebih peduli pada karakter Anda daripada kenyamanan Anda. Ia memakai pencobaan untuk membentuk karakter Anda.

6. Masalah mempersiapkan Anda untuk upah kekal.

Penderitaan saat ini tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan Anda terima di surga.

Kesulitan yang Anda alami sekarang memang tidak menyenangkan—bahkan bisa sangat menyakitkan. Namun Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa semua itu akan menguatkan iman Anda. Dan iman yang kuat akan menghasilkan ketekunan. Itulah sebabnya Anda dapat hidup dengan pengharapan, apa pun yang sedang terjadi dalam hidup Anda saat ini.

Renungkan

- Dalam pengalaman hidup Anda, bagaimana Allah pernah memakai kesulitan untuk menguatkan iman Anda?

- Bagaimana kebenaran dalam renungan hari ini menolong Anda hidup dengan penuh pengharapan?

- Siapa dalam hidup Anda yang perlu mendengar pesan dari renungan ini? Bagaimana Anda akan membagikannya kepada mereka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 7; Wahyu 12
__________
Allah lebih peduli pada karakter Anda daripada kenyamanan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=============
Your Problems Are Preparing You for Eternity - Daily Hope with Rick Warren - December 23, 2025

"So be truly glad. There is wonderful joy ahead, even though you must endure many trials for a little while. These trials will show that your faith is genuine. It is being tested as fire tests and purifies gold—though your faith is far more precious than mere gold. So when your faith remains strong through many trials, it will bring you much praise and glory and honor on the day when Jesus Christ is revealed to the whole world." 1 Peter 1:6-7 (NLT)
------------------
You need more than positive thinking to survive in this world. You need hope.

In 1 Peter 1, the Bible offers five reasons you can have hope through Jesus Christ. In the last few days' devotionals, I've given you the first four:

God chose you before you chose him.

God always treats you with grace and mercy.

God has secured your future.

God's power will protect you.

Finally, you can have hope because God is preparing you for eternity.

God is using everything in your life—the good, the bad, and the ugly—to get you ready for eternity. Once you understand this, life begins to make sense. You stop saying, "Lord, why is this happening?" because you know why: He's preparing you for eternity.

The Bible says, "So be truly glad. There is wonderful joy ahead, even though you must endure many trials for a little while. These trials will show that your faith is genuine. It is being tested as fire tests and purifies gold—though your faith is far more precious than mere gold. So when your faith remains strong through many trials, it will bring you much praise and glory and honor on the day when Jesus Christ is  revealed to the whole world" (1 Peter 1:6-7 NLT).

Those verses describe six truths about problems:

Problems are temporary. They won't last forever.

Problems are necessary. They are an indispensable part of preparing you for heaven.

Problems are varied. You'll experience trials of all different shapes, sizes, and levels of intensity.

Problems test your faith. You build muscles by testing them. In the same way, when your faith is tested, your faith grows stronger.

Problems purify your motives. God is much more interested in your character than in your comfort. He'll use trials to refine your character.

Problems prepare you for your rewards. The trials you're going through now don't compare to the rewards of heaven.

The troubles you're experiencing now aren't fun. They may even be painful. But the Bible makes it clear that they'll make your faith stronger. Then, your faith will produce perseverance.

That's why you can have hope, no matter what's going on in your life right now.


Minggu, 21 Desember 2025

Kuasa Allah Melindungi Anda

22 Desember 2025

Bacaan Hari ini:
1 Petrus 1:5 "Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir."
---------------------
Pengharapan itu penting.
Di dunia yang sering tampak suram, Anda perlu memahami bahwa yang terbaik dari Allah masih ada di depan.

Dalam 1 Petrus pasal 1, terdapat lima alasan mengapa Anda dapat hidup dengan pengharapan, apa pun yang sedang terjadi dalam hidup Anda. Dalam renungan-renungan sebelumnya, telah dibahas tiga alasan pertama:

- Allah memilih Anda sebelum Anda memilih Dia.

- Allah selalu memperlakukan Anda dengan kasih karunia dan kemurahan hati.

- Allah telah menjamin masa depan Anda.

Hari ini kita melihat alasan keempat untuk memiliki pengharapan: Kuasa Allah melindungi Anda.
Alkitab menyatakan, "Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir."(1 Petrus 1:5).

Mari kita jujur: Terkadang kita semua berada dalam situasi di mana kita merasa putus asa, tidak berdaya dan tidak memiliki kekuatan.
Namun kenyataannya, itu adalah kebohongan. Anda tidak pernah benar-benar putus asa, tidak berdaya atau tanpa kekuatan ketika Roh Allah ada dalam hidup Anda. Allah berjanji bahwa kuasa-Nya yang besar akan melindungi Anda.
Pernahkah Anda melihat sebuah rumah dengan papan bertuliskan, "Dilindungi oleh sistem keamanan"?

Sebagai pengikut Kristus, Anda bisa membayangkan sebuah tanda serupa dalam hidup Anda: "Dilindungi oleh Allah."
Kata melindungi dalam 1 Petrus 1:5 secara harfiah berarti "menjaga seperti benteng pertahanan". Artinya, Anda terus-menerus dijaga oleh kuasa Allah.

Allah mengawasi Anda setiap saat, seperti seorang penjaga atau pengawal pribadi. Segala sesuatu dalam hidup Anda telah melewati penyaringan Bapa. Bahkan hal-hal sulit—baik yang disebabkan oleh dosa Anda sendiri maupun dosa orang lain—dapat Allah pakai untuk mendatangkan kebaikan-Nya.
Lalu, apa peran Anda dalam semua ini? Sederhana saja: percaya kepada Allah.

Renungkan

- Bagaimana gambaran Allah sebagai penjaga yang setia melindungi Anda memengaruhi cara Anda menghadapi tantangan hari ini?

- Apakah Anda mempercayai perlindungan Allah dalam setiap area hidup Anda? Mengapa ya atau mengapa tidak?

- Dalam pengalaman hidup Anda, kapan Anda melihat perlindungan Allah bekerja

Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 6; Wahyu 11
____________
Anda dikelilingi oleh Allah yang penuh kasih dan Mahakuasa. Karena itu, Anda selalu dapat hidup dengan pengharapan, sebab kuasa-Nya melindungi Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
God's Power Protects You  - Daily Hope with Rick Warren - December 22, 2025

"And through your faith, God is protecting you by his power until you receive this salvation." 1 Peter 1:5 (NLT)
-------------------
Hope matters.

In a world that often looks bleak, you need to understand that God's best is yet to come.

In 1 Peter 1, you find five reasons why you can have hope, no matter what's going on in your life. In recent devotionals, I've given you the first three reasons:

God chose you before you chose him.

God always treats you with grace and mercy.

God has secured your future.

Today we'll look at the fourth reason to have hope: God's power will protect you.

The Bible says, "And through your faith, God is protecting you by his power until you receive this salvation" (1 Peter 1:5 NLT).

Let's be honest: Sometimes we all find ourselves in situations where we feel hopeless, helpless, and powerless.

But the truth is, that's a lie. You're not hopeless, helpless, or powerless when you have God's Spirit in your life. God says that his mighty power will protect you.

Have you ever walked by a house and seen a sign that says, "Protected by a security system"? As a follower of Christ, you could have something similar—a little sign that says, "Protected by God."

The word protect in 1 Peter 1:5 literally means "garrison." It means you're continuously guarded by God's power.

God is watching over you every moment of the day, just as a sentry or bodyguard would. Everything in your life is Father-filtered. He uses even the hard things caused by your sin or others' sin for his good.

What's your role in all of this? It's really simple: You trust God. You are surrounded by an all-loving, all-powerful God, and you can always have hope, knowing that his power will protect you.


Sabtu, 20 Desember 2025

Allah Menjamin Masa Depan Anda

21 Desember 2025

Bacaan Hari ini:
1 Petrus 1:3–4 "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu."
-----------------
Sangat mudah melihat keadaan dunia dan merasa tidak ada alasan untuk berharap. Namun Firman Allah menegaskan dengan jelas: Anda memiliki alasan yang nyata untuk berharap.
Pasal pertama dari 1 Petrus memberikan lima alasan tersebut. Dalam beberapa hari terakhir, kita telah membahas dua di antaranya:
Allah memilih Anda sebelum Anda memilih Dia.
Allah selalu memperlakukan Anda dengan kasih karunia dan kemurahan hati.

Alasan ketiga adalah ini:
Allah telah menjamin masa depan Anda.

Apa pun yang terjadi dalam sisa hidup Anda, jika Anda memiliki hubungan dengan Yesus Kristus, Allah menjamin masa depan Anda. Keselamatan Anda tidak mungkin hilang.

Alkitab menyatakan: "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu." (1 Petrus 1:3–4).

Warisan adalah sesuatu yang Anda terima karena Anda adalah bagian dari sebuah keluarga. Biasanya, warisan diberikan karena hubungan, bukan karena usaha. Warisan adalah hak sebagai anak.

Petrus menggunakan lima kata dan frasa untuk menggambarkan warisan Anda di surga:

Tak ternilai — Nilainya begitu besar sehingga tidak dapat diukur.
Terjamin — Untuk masuk surga, Anda memerlukan "jaminan tempat" dan jaminan itu hanya dapat diperoleh melalui Yesus. Setelah jaminan itu diberikan, tidak akan pernah dibatalkan.
Murni — Bukan palsu atau tiruan. Ini adalah warisan yang sejati.
Tak ternoda — Tidak dapat rusak atau tercemar. Anda tidak mungkin kehilangannya.
Tidak dapat berubah dan tidak dapat binasa — Tidak akan layu, tidak akan berakhir dan tidak akan kehilangan nilainya.

Allah telah menuliskan bab terakhir kehidupan Anda. Anda memiliki jaminan masa depan yang tidak dapat hilang.

Renungkan :

- Mengapa penting bagi Anda untuk dapat mempercayai bahwa anugerah keselamatan dari Allah benar-benar aman?

- Pernahkah Anda bergumul dengan keraguan tentang kepastian keselamatan Anda? Apa yang menolong Anda mengatasinya?

- Bagaimana kepastian bahwa masa depan Anda dijamin oleh Allah memengaruhi cara Anda hidup hari ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 5; Wahyu 10
___________
Anda dapat mempercayai Allah, mengandalkanNya dan menjadikan hal itu sebagai dasar pengharapan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
God Guarantees Your Future - Daily Hope with Rick Warren - December 21, 2025

"Now we live with great expectation, and we have a priceless inheritance—an inheritance that is kept in heaven for you, pure and undefiled, beyond the reach of change and decay." 1 Peter 1:3-4 (NLT)
-------------------
It's easy to look around the world and not see any reason for hope. But God's Word is clear: You have real reasons to hope. The first chapter of 1 Peter gives five of those reasons. I've described two of them the last few days:

God chose you before you chose him.

God always treats you with grace and mercy.

The third reason is this:

God has secured your future. No matter what happens for the rest of your life, if you have a relationship with Jesus Christ, God guarantees your future. You will never be able to lose your salvation.

The Bible says, "Now we live with great expectation, and we have a priceless inheritance—an inheritance that is kept in heaven for you, pure and undefiled, beyond the reach of change and decay" (1 Peter 1:3-4 NLT).

An inheritance is what you're given because you belong to a family. Usually, it's given to you at someone's death. It's like a birthright.

Peter gives five words and phrases to describe your inheritance in heaven:

Priceless: Its value is so great that you can't even measure it.

Kept: You need a reservation to get into heaven, and you can only make that reservation through Jesus. Once you put in your reservation, it can never be canceled.

Pure: It isn't fake. It's the real deal.

Undefiled: It can't be corrupted. You can't lose it—ever.

Beyond the reach of change and decay: It won't wither, die, or lose its value.

God has already written the final chapter of your life. You've got a reservation that you cannot lose! You can believe that, trust that, and put your hope in it.


Jumat, 19 Desember 2025

Allah Selalu Bermurah Hati kepada Anda

20 Desember 2025

Bacaan Hari ini:
Titus 3:4-5 "Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus"
----------------
Apa pun yang sedang Anda alami, Anda tetap dapat hidup dengan penuh harapan. Itulah kabar baik yang konsisten dari Alkitab.
Dalam 1 Petrus 1, ada lima alasan mengapa Anda bisa hidup dengan harapan. Dalam renungan kemarin kita melihat alasan pertama: Allah memilih Anda sebelum Anda memilih Dia.

Hari ini kita melihat alasan kedua: Allah selalu memperlakukan Anda dengan kasih karunia dan kemurahan hati.

Petrus menulis kepada orang-orang percaya,
"Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan" (1 Petrus 1:3)
Petrus tidak hanya berkata bahwa Allah itu penuh belas kasihan—dia memuji Allah karena rahmat-Nya yang besar.

Semakin Anda memahami kasih karunia dan kemurahan Allah, semakin Anda—seperti Petrus—akan takjub melihatnya. Itu benar-benar tidak pantas kita terima. Tidak layak kita dapatkan. Tidak dapat kita peroleh melalui usaha.
Itu adalah anugerah cuma-cuma.

Kemurahan Allah didasarkan pada kasih-Nya kepada Anda. Anda tidak bisa membuat Allah lebih mengasihi Anda daripada sekarang, dan Anda juga tidak bisa membuat-Nya mengasihi Anda lebih sedikit.
Artinya, kemurahan-Nya kepada Anda tidak akan pernah berubah.

Firman Tuhan berkata:
"Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus" (Titus 3:4-5)
Ini sangat penting untuk dipahami: Ketika Anda sebagai orang percaya melakukan kesalahan, Allah tidak marah kepada Anda. Ia tidak ingin membalas Anda. Ia tidak merencanakan hal buruk untuk hidup Anda.

Apa yang Allah lakukan? Ia selalu bertindak dengan kemurahan hati terhadap Anda.
Mengapa? Karena Anda telah diliputi oleh darah Yesus Kristus ketika Anda menerima-Nya sebagai Juruselamat.
Karena Yesuslah, maka setiap kali Anda jatuh, Allah merespons dengan belas kasihan, bukan penghukuman. Dan itulah yang memberi Anda harapan.

Renungkan :

- Mengapa menurut Anda banyak orang sulit menerima kasih karunia dan kemurahan Allah?

- Anda sering mendengar tentang kasih Allah yang tanpa syarat. Bagaimana perasaan Anda mengetahui bahwa kemurahan-Nya pun tanpa syarat?

- Siapa dalam hidup Anda yang perlu mendengar tentang kasih karunia dan kemurahan Allah? Bagaimana Anda dapat membagikannya kepada mereka minggu ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 4; Wahyu 9
___________
Kasih karunia Allah benar-benar tidak pantas kita terima. Tidak layak kita dapatkan. Tidak dapat kita peroleh melalui usaha. Itu adalah anugerah cuma-cuma untuk Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
God Is Merciful towards You—Always - Daily Hope with Rick Warren - December 20, 2025

"When God our Savior revealed his kindness and love, he saved us, not because of the righteous things we had done, but because of his mercy. He washed away our sins, giving us a new birth and new life through the Holy Spirit." Titus 3:4-5 (NLT)
------------------
No matter what you're going through, you can live with hope. That's the consistent good news of the Bible.

In 1 Peter 1, you can find five reasons to live with hope. In yesterday's Daily Hope, we looked at the first reason: God chose you before you chose him.

Today, we'll look at the second reason: God always treats you with grace and mercy.

Peter wrote to those who were already believers, "All praise to God, the Father of our Lord Jesus Christ. It is by his great mercy that we have been born again, because God raised Jesus Christ from the dead" (1 Peter 1:3 NLT).

Peter didn't just say that God is merciful—he praised God for his "great mercy."

The more you understand God's mercy and grace, the more you—like Peter—will be amazed by it. It's completely undeserved. It's totally unmerited. It's not something that you could earn or work for. It's just a free gift.

God's mercy is based on his love for you. And you can't make God love you any more than he loves you right now. You also can't make him love you any less. That means his mercy toward you will never change.

God's Word, the Bible, says, "When God our Savior revealed his kindness and love, he saved us, not because of the righteous things we had done, but because of his mercy. He washed away our sins, giving us a new birth and new life through the Holy Spirit" (Titus 3:4-5 NLT).

This is extremely important to understand. When you make mistakes as a believer, God doesn't get mad at you. God doesn't want to get even with you. God doesn't start planning to mess up your life.

Here's what God does: He always acts in mercy toward you. Why? Because you're covered in the blood of Jesus Christ when you accept him as Savior.

Because of Jesus, God responds in mercy every time you mess up. And that can give you hope.
=========
God Is Merciful towards You—Always - Daily Hope with Rick Warren - December 20, 2025

"When God our Savior revealed his kindness and love, he saved us, not because of the righteous things we had done, but because of his mercy. He washed away our sins, giving us a new birth and new life through the Holy Spirit." Titus 3:4-5 (NLT)
------------------
No matter what you're going through, you can live with hope. That's the consistent good news of the Bible.

In 1 Peter 1, you can find five reasons to live with hope. In yesterday's Daily Hope, we looked at the first reason: God chose you before you chose him.

Today, we'll look at the second reason: God always treats you with grace and mercy.

Peter wrote to those who were already believers, "All praise to God, the Father of our Lord Jesus Christ. It is by his great mercy that we have been born again, because God raised Jesus Christ from the dead" (1 Peter 1:3 NLT).

Peter didn't just say that God is merciful—he praised God for his "great mercy."

The more you understand God's mercy and grace, the more you—like Peter—will be amazed by it. It's completely undeserved. It's totally unmerited. It's not something that you could earn or work for. It's just a free gift.

God's mercy is based on his love for you. And you can't make God love you any more than he loves you right now. You also can't make him love you any less. That means his mercy toward you will never change.

God's Word, the Bible, says, "When God our Savior revealed his kindness and love, he saved us, not because of the righteous things we had done, but because of his mercy. He washed away our sins, giving us a new birth and new life through the Holy Spirit" (Titus 3:4-5 NLT).

This is extremely important to understand. When you make mistakes as a believer, God doesn't get mad at you. God doesn't want to get even with you. God doesn't start planning to mess up your life.

Here's what God does: He always acts in mercy toward you. Why? Because you're covered in the blood of Jesus Christ when you accept him as Savior.

Because of Jesus, God responds in mercy every time you mess up. And that can give you hope.


Kamis, 18 Desember 2025

Allah Memilih Anda

19 Desember 2025

Bacaan Hari ini:
1 Petrus 1:2 "yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh"
--------------------
Banyak orang di dunia yang telah rusak ini bertanya-tanya mengapa hidup sering kali tidak berjalan sebagaimana mestinya. Mereka ingin tahu, "Masih adakah harapan?" Harapan itu penting.

Anda dan saya membutuhkan harapan yang sejati—bukan sekadar optimisme. Optimisme bersifat psikologis; berasal dari cara Anda berpikir.
Harapan bersifat teologis; berasal dari siapa Allah itu dan hubungan-Nya dengan Anda.
Optimisme adalah berpikir positif.
Harapan adalah percaya dengan penuh keyakinan.

Kitab 1 Petrus adalah surat yang penuh dengan harapan. Petrus menulisnya kepada orang-orang Kristen yang sedang mengalami penganiayaan dalam Kekaisaran Romawi.
Dalam tujuh ayat pertama, Allah memberikan lima akar harapan yang radikal. Dalam beberapa hari ke depan, kita akan melihat kelima akar tersebut satu per satu.
Akar pertama dari harapan yang radikal adalah ini: Allah telah memilih Anda sebelum Anda memilih Dia.

Alkitab berkata: "yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh" (1 Petrus 1:2)
Keselamatan Anda bukanlah suatu kebetulan. Jauh sebelum Anda memilih Allah, Dia sudah memilih Anda. Anda adalah ide-Nya. Bahkan sebelum Allah menciptakan alam semesta, Ia sudah memutuskan bahwa Ia ingin menciptakan Anda.

Perhatikan lagi 1 Petrus 1:2: "yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh"
Ini berarti Allah memiliki tujuan bagi hidup Anda. Apakah tujuan itu? Ia ingin menjadikan Anda kudus untuk surga.
Dengan kata lain, Allah telah memilih Anda untuk menghabiskan kekekalan bersama-Nya. Itu adalah hal yang luar biasa—sebuah kehormatan tertinggi yang dapat diterima siapa pun.
Dan inilah alasan pertama mengapa Anda dapat memiliki harapan, apa pun yang sedang terjadi dalam hidup Anda.

Biarkan akar harapan yang radikal ini tumbuh kuat dalam hati Anda: Sebelum Anda memilih Dia, Allah telah memilih Anda untuk hidup bersama-Nya selama-lamanya.

Renungkan

- Mengapa menurut Anda banyak orang begitu mudah merasa tidak memiliki harapan?

- Bagaimana kebenaran bahwa Allah telah memilih Anda memberi Anda harapan?

- Allah ingin menjadikan Anda kudus untuk surga. Dalam hal apa saja Anda melihat Allah sedang membentuk kekudusan dalam diri Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 3; Wahyu 8
______________
Allah tidak akan pernah menyerah untuk mengasihi Anda. Allah telah memilih Anda, sekali untuk selamanya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
God Chose You - Daily Hope with Rick Warren - December 19, 2025

"You were chosen according to the purpose of God the Father and were made a holy people by his Spirit." 1 Peter 1:2 (GNT)
-----------------
Many people in our broken world wonder why things so often don't go the way they should. They want to know, "Is there any hope?"

Hope is essential.

You and I need genuine hope—not just optimism. Optimism is psychological; it's based on the way you think. Hope is theological; it's based on who God is and his relationship with you. Optimism is positive thinking. Hope is passionate trusting.

The book of 1 Peter is a letter of hope. Peter wrote it to Christians who were suffering persecution in the Roman Empire.

In the first seven verses of 1 Peter, God gives five roots of radical hope. Over the next few days, we'll look at each of those five roots.

The first root of radical hope is this: God chose you before you chose him.

The Bible says, "You were chosen according to the purpose of God the Father and were made a holy people by his Spirit"(1 Peter 1:2 GNT).

Your salvation is no accident. Long before you chose God, he chose you. You were his idea. Before God even created the universe, he decided he wanted to create you.

Look again at 1 Peter 1:2. It says, "You were chosen according to the purpose of God." That means God has a purpose for your life. What is that purpose? He wants to make you holy for heaven.

In other words, God has chosen you to spend eternity with him. That's a big deal! In fact, it's the highest honor you could ever receive.

And it's the first reason you can have hope, no matter what's going on in your life.

Let this root of radical hope grow down deep in your life: Before you chose him, God chose you to spend eternity with him.


Rabu, 17 Desember 2025

Mengapa Yesus Harus Mati?

18 Desember 2025

Bacaan Hari ini:
Roma 3: 24-25 "dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya."
--------------------
Hadiah terbesar yang pernah Anda terima tidak dibeli di toko, tanpa uang, bahkan tanpa bungkus kado. Namun hadiah itu mengorbankan seluruh hidup Sang Pemberi.

Alkitab mengatakan bahwa Allah mengutus Anak-Nya ke dunia untuk memberikan kepada Anda hadiah terbesar—Ia datang untuk mati agar Anda dibenarkan di hadapan Allah.

Mengapa Yesus harus mati? Berikut dasar-dasarnya:

1. Tidak ada seorang pun yang sempurna.

Tidak ada orang yang mencapai standar kesempurnaan Allah. Alkitab berkata: "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" (Roma 3:23)
Kita semua pernah gagal, berbuat salah, dan melanggar standar Allah.

2. Allah itu adil.

Karena Allah adil, pelanggaran harus ada konsekuensinya.
Jika Anda melanggar hukum manusia ? Anda menanggung hukuman manusia.
Jika Anda melanggar hukum Allah ? Anda menanggung hukuman Allah.
Alkitab berkata: "Upah dosa ialah maut." (Roma 6:23)
Itulah hukuman yang sesungguhnya pantas bagi dosa—kematian rohani dan keterpisahan dari Allah.

3. Yesus membayar harga dosa Anda.

Yesus sempurna dan tidak berdosa, tetapi Ia menggantikan Anda dan saya—Ia mengambil alih hukuman kita.
"Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah" 2 Korintus 5:21
Itulah Kabar Baik—Yesus membayar harga yang kita tidak mungkin bisa bayar sendiri.

4. Anda dapat menerima hadiah itu secara cuma-cuma.

Keselamatan adalah anugerah, bukan hasil usaha kita.
"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya" (Yohanes 1:12)

Hadiah ini harus diterima, bukan hanya dipahami. Hari ini, Tuhan bertanya "Apakah Anda mau menerima hadiah keselamatan yang Kuberikan?"
Saya berdoa agar Anda mengambil keputusan terpenting itu.

Renungkan :

- Selain keselamatan, hadiah terbesar apa yang pernah Anda terima? Apa yang membuatnya begitu berarti?

- Apa arti bagi Anda mengetahui bahwa Yesus membayar harga yang Anda tidak sanggup bayar?

- Apakah sulit bagi Anda menerima anugerah keselamatan Allah? Jika ya, mengapa? Jika belum menerimanya, apa yang menahan Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 2:6-13; Wahyu 7
______________
Terimalah pemberian terindah dari Tuhan untuk kita, KasihNya, suatu anugerah dan kasih karunia yang tidak layak untuk kita terima.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Why Did Jesus Have to Die? - Daily Hope with Rick Warren - December 18, 2025

"Out of sheer generosity he put us in right standing with himself. A pure gift. He got us out of the mess we're in and restored us to where he always wanted us to be. And he did it by means of Jesus Christ. God sacrificed Jesus on the altar of the world to clear that world of sin." Romans 3:24-25 (MSG)
--------------------
The greatest gift you've ever been given wasn't bought in a store. No cash exchanged hands. It wasn't even wrapped.

Yet it cost the Giver everything.

The Bible says God sent his Son to earth to give you the greatest gift ever. He came to earth to die and make you right with God. The Message paraphrase says, "Out of sheer generosity he put us in right standing with himself. A pure gift. He got us out of the mess we're in and restored us to where he always wanted us to be. And he did it by means of Jesus Christ. God sacrificed Jesus on the altar of the world to clear that world of sin" (Romans 3:24-25 MSG).

So why did Jesus have to die? Let's go back to the basics.

Nobody's perfect. I've never met a single person who has claimed to be perfect. I don't measure up to my own expectations, much less God's perfect standard. Neither do you. We've all blown it. The Bible says, "All of us have sinned and fallen short of God's glory" (Romans 3:23 CEV).

God is just. God wants to be fair. When somebody breaks a law, there must be a penalty for it. So when you break humanity's laws, you pay humanity's penalties. When you break God's laws, you pay God's penalties. The Bible says, "The wages of sin is death" (Romans 6:23 NIV).

Jesus paid the price for your sin. The Bible says, "For God made Christ, who never sinned, to be the offering for our sin, so that we could be made right with God through Christ" (2 Corinthians 5:21 NLT). Jesus took on my sin and your sin and all the sin that has ever been committed. That's the Good News, the gospel. Jesus paid the price you could never pay.

You can accept God's free gift. God gave us a free gift of salvation when Jesus took our sin upon himself. It's a gift we must receive. The Bible says, "Yet to all who did receive him, to those who believed in his name, he gave the right to become children of God" (John 1:12 NIV).

Let me ask you again: Will you accept God's free gift of salvation? It's one thing to understand the basics of how to have a relationship with Jesus. It's another to accept the gift.

I pray you will make that all-important decision today.