Minggu, 25 Januari 2026

KETIKA KENIKMATAN SESAAT MENGHANCURKAN MASA DEPAN


Amsal 5:3 (TB) "Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak,"

Dunia modern sangat pandai membungkus dosa dengan kemasan yang menarik. Hubungan tanpa komitmen, perselingkuhan emosional, dan kompromi moral sering dihadirkan sebagai kebebasan atau kebutuhan pribadi. Data dari Journal of Marriage and Family menunjukkan bahwa ketidaksetiaan dan hubungan tidak sehat menjadi salah satu penyebab utama kerusakan hubungan dan trauma jangka panjang, terutama ketika keputusan diambil tanpa pertimbangan moral yang matang. Kenikmatan sesaat memang terasa manis, namun dampaknya sering kali pahit dan berkepanjangan.

Amsal 5:3 menggunakan gambaran yang sangat kuat. "Madu" dan "minyak" melambangkan sesuatu yang menyenangkan, lembut, dan menggoda. Dalam konteks sastra hikmat, perempuan jalang bukan hanya menunjuk pada kiasan literal, namun mewakili segala bentuk godaan yang menawarkan kenikmatan instan tanpa tanggung jawab. Salomo tidak memulai dengan akibat, tetapi dengan daya tariknya—karena di situlah banyak orang jatuh.

Namun jika perikop ini dibaca utuh (ay.1–14), terlihat kontras tajam yaitu sesuatu yang awalnya manis berakhir pahit seperti empedu dan tajam seperti pedang bermata dua (ay.4). Ayat fokus ini mengingatkan bahwa dosa jarang datang dengan wajah menakutkan; ia datang dengan bujukan halus, kata-kata manis, dan janji palsu.

Amsal 5 mengajarkan pentingnya hikmat sebelum bertindak. Banyak penyesalan besar dalam hidup berawal dari satu keputusan kecil yang dianggap sepele. Menjaga kekudusan bukan soal menahan diri semata, tapi soal melindungi masa depan yang Tuhan percayakan. Hikmat membantu kita melihat bukan hanya rasa hari ini, tetapi konsekuensi esok hari.

Tuhan melarang bukan karena ingin membatasi kebahagiaan kita, tetapi karena Ia ingin melindungi hidup kita. Ketika kita memilih hikmat dan takut akan Tuhan, kita sedang memilih kehidupan yang utuh, meyakinkan, dan berkenan di hadapan-Nya.

"Dosa menjanjikan kepuasan cepat, tetapi menagih harga yang sangat mahal." . 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar