Rabu, 07 Januari 2026

Sudah Saatnya Menjawab Ketukan di Pintu Hidup Anda

08 Januari 2026

Bacaan Hari ini:
Wahyu 3:20 "Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku."
----------------
Apa pun yang pernah Anda lakukan, Yesus tetap menginginkan Anda!

Penampilan fisik membuat Zakeus merasa tidak aman, kesepian dan rendah diri. Tuduhan orang-orang membuatnya pahit dan penuh kebencian. Namun dosanya sendiri membuatnya merasa bersalah dan malu.

Setelah Yesus berhenti, memperhatikannya dan memanggilnya dengan nama, Yesus melakukan sesuatu yang paling mengejutkan: Ia mengundang diri-Nya sendiri ke rumah orang yang dianggap paling buruk di kota Yerikho.

Yesus tahu bahwa Zakeus dipenuhi rasa bersalah dan malu dan tidak akan pernah merasa layak untuk menerima Yesus di rumahnya.

Namun Alkitab berkata:
"Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata, "Zakeus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." (Lukas 19:5)

Sebagai manusia, Anda dan saya semua pernah melakukan hal-hal yang memalukan. Alkitab berkata:
"Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah." (Roma 3:23)

Tetapi Yesus lebih tertarik untuk mengubah Anda daripada menghukum Anda. Ia berkata bahwa Ia datang bukan untuk menghakimi dunia, tetapi untuk menyelamatkannya (Yohanes 3:17).

Apa pun yang pernah Anda lakukan, dengan siapa pun Anda melakukannya, atau selama apa pun Anda melakukannya, yang lebih penting adalah ke arah mana langkah hidup Anda berjalan hari ini.

Dengan pergi ke rumah Zakeus, Yesus seolah berkata kepadanya:
"Zakeus, apa pun yang pernah kamu lakukan, Aku tetap menginginkanmu. Aku ingin datang ke rumahmu dan makan bersama denganmu. Aku ingin bersekutu denganmu. Aku ingin mempunyai hubungan denganmu"

Allah mengatakan hal yang sama kepada Anda hari ini. Sekacau apa pun kegagalan Anda, titik awal keselamatan adalah ketika Anda menanggalkan kesombongan dan mengakui bahwa Anda membutuhkan pertolongan Allah.

Yesus menginginkan hubungan dengan Anda. Ia ingin "datang" ke dalam hidup Anda dan tinggal bersama Anda. Ia sedang berdiri di pintu hati Anda dan mengetuk. Ia berkata:
"Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku." (Wahyu 3:20)

Renungkan :

- Kebohongan apa yang sering Anda yakini tentang diri Anda sehingga membuat Anda merasa rendah diri atau tidak layak?

- Bahkan ketika Anda sudah yakin dengan identitas Anda di dalam Kristus, mengapa tetap penting untuk mengakui bahwa Anda masih sering gagal memenuhi standar Allah?

- Seperti apa wujud sikap rendah hati ketika Anda datang mendekat kepada Allah?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 18-19; Matius 6:1-18
___________
Benar, Anda sudah membuat banyak kesalahan dalam perjalanan hidup Anda. Tetapi Anda tidak kehilangan sedikit pun nilai Anda di hadapan Pencipta Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
It's Time to Answer the Knock at Your Door - Daily Hope with Rick Warren - January 08, 2026

"If anyone hears my voice and opens the door, I will come in and eat with that person, and they with me." Revelation 3:20 (NIV)
-----------------
No matter what you've done, Jesus wants you!

Zacchaeus' appearance made him feel insecure and lonely and inferior. Zacchaeus' accusers made him feel bitter and resentful. But Zacchaeus' sins made him feel guilty and ashamed.

After stopping and noticing Zacchaeus and calling him by name, Jesus did the most shocking thing of all: He invited himself to the home of the worst guy in the city of Jericho.

Jesus knew that Zacchaeus would be filled with guilt and shame and would never think himself worthy enough to have Jesus in his home.

And still, the Bible says, "When Jesus came to that place, he looked up and said to him, 'Zacchaeus, hurry and come down! I must stay at your house today'" (Luke 19:5 NCV).

Because you and I are human beings, we've all done things that we're ashamed of. The Bible says, "All have sinned and fall short of the glory of God" (Romans 3:23 NIV).

But Jesus is more interested in changing you than condemning you. He said he didn't come to condemn the world but to save it (John 3:17).

No matter what you've done, who you've done it with, or how long you've done it, it matters more what direction your feet are headed today.

In going to Zacchaeus' home, Jesus was essentially telling him, "No matter what you've done, Zacchaeus, I want you. I want to go to your house and have dinner. I want to fellowship with you. I want to have a relationship with you."

God is saying that to you too. No matter how much you've blown it, the starting point of salvation is when you swallow your pride and admit you need God's help.

Sure, you've made mistakes along the way. But you haven't lost one cent of your value to your Creator.

Jesus wants a relationship with you. He wants to come to your house and have dinner. He's standing at the door of your life and knocking. He says, "If anyone hears my voice and opens the door, I will come in and eat with that person, and they with me" (Revelation 3:20 NIV).


Selasa, 06 Januari 2026

Yesus Memanggil Anda dengan Nama Anda

07 Januari 2026

Bacaan Hari ini:
Lukas 19:5 "Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata, "Zakeus…"
---------------
Yesus tidak hanya sekadar memperhatikan Anda. Ia tidak hanya mengenali Anda di tengah kerumunan delapan miliar manusia. Ia mengenal Anda. Dan sama seperti yang dilakukan-Nya kepada Zakeus, Ia memanggil Anda dengan nama Anda.

Sepanjang hidupnya, Zakeus diejek dan ditolak. Sejak ia masih muda, ia direndahkan karena tubuhnya yang kecil. Ukurannya membuat ia menjadi bahan ejekan yang kejam. Ketika ia dewasa, ia kembali diejek dan ditolak karena ketidakjujurannya sebagai pemungut cukai. Tidak ada yang peduli dengan Zakeus, apalagi memperhatikannya.

Namun Alkitab mengatakan, "Ketika Yesus lewat, Ia melihat ke atas dan memanggil Zakeus dengan namanya."(Lukas 19:5)

Bagaimana Yesus tahu nama Zakeus? Dengan alasan yang sama Ia mengetahui nama Anda—karena Ia yang menciptakan Anda. Ia adalah Allah! Allah menciptakan Anda, dan Ia mengenal nama Anda.

Hal ini mengejutkan semua orang di kerumunan waktu itu. Tidak hanya karena Yesus memanggil namanya, tetapi juga karena arti nama Zakeus adalah "yang murni".

Zakeus jelas bukan orang yang murni. Ia simbol dari korupsi. Ia telah dipanggil dengan banyak sebutan buruk sepanjang hidupnya. Mungkin sudah sangat lama sejak ada orang terakhir kali memanggilnya dengan nama sebenarnya—"yang murni".

Namun Yesus memanggilnya dengan nama sejatinya. Mengapa? Karena Yesus melihat potensi dalam diri Zakeus, bukan masa lalunya.

Anda mungkin pernah mengalami masa-masa sulit. Anda mungkin pernah mendengar kata-kata menyakitkan tentang diri Anda. Anda mungkin masih mengingat sebutan yang orang lain berikan kepada Anda, entah teman, keluarga, atau orang lain. Mungkin karena itu Anda kesulitan menghargai diri sendiri.

Namun ingatlah hal ini: meskipun orang lain pernah menyebut Anda dengan nama-nama buruk itu, sebenarnya hal itu tidak menentukan siapa diri Anda.

Yesus memanggil nama Anda hari ini, menarik Anda mendekat kepada-Nya dan berkata:
"Aku melihat diri sejati yang Kuciptakan dalam dirimu—dan Aku tidak pernah menyerah atas dirimu."

Renungkan :

- Apa yang Anda perhatikan terjadi pada seseorang ketika Anda mengingat dan memanggil namanya?

- Bagaimana fokus Allah pada potensi Anda—bukan masa lalu Anda—mengubah cara Anda memperlakukan anak-anak atau orang-orang di sekitar Anda?

- Ketika hidup membuat Anda merasa tidak berarti, apa yang perlu Anda ingat tentang cara Allah memandang Anda? Ayat Alkitab apa yang akan membantu Anda mengingatnya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 16-17; Matius 5:27-48
___________
Yang terpenting bukanlah nama yang orang lain berikan kepada Anda, tetapi bahwa Yesus mengenal nama Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Jesus Calls You by Name - Daily Hope with Rick Warren - January 07, 2025

"When Jesus came by, he looked up at Zacchaeus and called him by name." Luke 19:5 (NLT)
------------------
Jesus doesn't just notice you. He doesn't just pick you out in a crowd of eight billion people. He knows you. And just like he did for Zacchaeus, he calls you by name.

All his life, Zacchaeus had been ridiculed and rejected, first as a young person for his size. His small stature would have caused him to be the subject of some mean-spirited attention. But then when he got older, he's ridiculed and rejected for his dishonesty and his corruption as a tax collector. No one would have noticed or cared what happened to Zacchaeus.

And yet, "when Jesus came by, he looked up at Zacchaeus and called him by name" (NLT).

How did Jesus know Zacchaeus' name? The same reason Jesus knows your name—because he made you. He's God! God created you, and he knows your name.

This would have shocked everyone in the crowd, not just because Jesus called his name but also because Zacchaeus' name means "pure one."

Zacchaeus was anything but pure. He was corruption personified. He would have been called a lot of names over his lifetime, to his face and behind his back. But it had probably been a long time since anyone had called him by his real name, "pure one."

Jesus called him by his real name. Why? Because Jesus was recognizing Zacchaeus' potential rather than pointing out his past.

You may have had some tough breaks in life. You've had some mean things said about you. You can still remember the names you were called by the kids at school or even your parents. And you have a hard time feeling good about you.

But you have to remember this: Even though other people may have called you those names, it doesn't really matter.

What matters is not the names they called you but the fact that Jesus knows your name. He is calling your name today, drawing you to him and saying, "I see in you what I made you to be—and I've never given up on that."


Senin, 05 Januari 2026

Anda Tidak Pernah Luput dari Perhatian Allah

06 Januari 2026

Bacaan Hari ini:
Lukas 12:6–7 "Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit."
-----------------------
Tidak peduli seberapa tidak penting Anda merasa, Anda selalu dapat yakin bahwa Yesus memperhatikan Anda.

Zakeus adalah orang yang sangat kaya, tetapi ia juga sangat kesepian. Ia bertubuh pendek dan mungkin sepanjang hidupnya diejek karena hal itu. Ia juga seorang pemungut cukai, yang berarti semua orang membencinya.

Ketika ia mendengar Yesus datang ke kotanya, Zakeus ingin melihat-Nya. Namun ada satu masalah: begitu banyak orang ingin melihat Yesus hari itu dan Zakeus tidak bisa melihat melewati kerumunan karena tubuhnya pendek.

Maka Zakeus melakukan dua hal yang tidak mungkin dilakukan oleh seorang pria kaya dan terhormat pada zamannya: pertama, ia berlari mendahului kerumunan, lalu ia memanjat pohon. Namun saat itu Zakeus tidak peduli lagi dengan apa yang orang lain pikirkan tentang dirinya. Ia hanya ingin melihat Yesus.

Lalu Yesus melakukan hal yang lebih mengejutkan ketika Ia tiba di pohon tempat Zakeus memanjat. Alkitab berkata,

"Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas." (Lukas 19:5)
Di tengah keramaian, Yesus berhenti dan memberikan perhatian-Nya kepada Zakeus.

Dapatkah Anda membayangkan bagaimana jantung Zakeus berdebar saat itu? Ia hanya berharap sekadar melihat Yesus, namun Yesus justru berhenti dan menatap langsung ke arahnya. Orang yang sepanjang hidupnya diabaikan kini mendapatkan perhatian penuh dari Yesus.

Saya tidak tahu apa yang sedang Anda alami saat ini. Mungkin Anda merasa "terjebak di atas pohon" dalam hal keuangan. Mungkin Anda merasa berada "di ujung ranting" dalam hubungan. Mungkin Anda merasa jatuh ke "lubang rohani"—dan tidak ada yang tahu keberadaan Anda.

Namun Yesus tahu di mana Anda berada, dan Ia memperhatikan Anda. Ia melihat Anda. Tidak pernah ada satu pun momen dalam hidup Anda ketika Allah mengalihkan pandangan-Nya dari Anda.

Alkitab berkata bahwa burung pipit dijual dengan harga sangat murah, "Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit." (Lukas 12:6–7).

Renungkan :

- Mengapa memberi perhatian kepada seseorang merupakan wujud kasih yang sangat kuat?

- Kebiasaan rohani apa yang perlu Anda kembangkan agar Anda semakin sadar dan yakin akan kehadiran Allah?

- Apakah Anda percaya bahwa Allah peduli pada detail kehidupan Anda? Bagaimana hal itu mengubah cara Anda berelasi dengan-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 13-15; Matius 5:1-26
____________
Apakah Anda merasa sendirian saat ini? Anda tidak sendirian! Allah tidak jauh dari Anda. Ia sangat memperhatikan Anda. Allah memperhatikan Anda karena Anda berharga bagi-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
You've Never Gone Unnoticed by God - Daily Hope with Rick Warren - January 06, 2025

"Are not five sparrows sold for two pennies? Yet not one of them is forgotten by God. Indeed, the very hairs of your head are all numbered. Don't be afraid; you are worth more than many sparrows." Luke 12:6-7 (NIV)
-------------------
No matter how insignificant you feel, you can always be sure that Jesus notices you.

Zacchaeus was a very wealthy man, but he was also very lonely. He was very short and had probably been ridiculed his entire life for it. He was also a tax collector, which means everybody hated him.

When he heard Jesus was coming to his city, Zacchaeus wanted to see him. But there was one problem: A lot of people wanted to see Jesus that day, and Zacchaeus couldn't see over the crowd, because he was too short.

So Zacchaeus did two things no wealthy, self-respecting man of his time would have done: First, he ran ahead of the crowd, and then he climbed up in a tree. But Zacchaeus didn't seem to care what other people thought of him in that moment. He was just hoping to see Jesus.

Then Jesus did something even more shocking when he got to the tree Zacchaeus had climbed. The Bible says, "When Jesus reached the spot, he looked up" (Luke 19:5 NIV).

In a packed crowd, Jesus paused and paid attention to Zacchaeus.

Can you imagine how Zacchaeus' heart must have been racing? He was just hoping for a glimpse of Jesus, and suddenly Jesus had stopped and looked up straight at Zacchaeus. The man who had been overlooked his whole life had Jesus' full attention.

I don't know what you're going through right now. You may feel like you're up a tree financially. You may feel like you're out on a limb relationally. You may feel like you're in a hole spiritually—and nobody even knows you're there.

But Jesus knows where you are, and he's paying attention to you. He notices you. There's never been a moment of your life when God has taken his eye off you.

The Bible says that sparrows are sold for two pennies, "yet not one of them is forgotten by God. Indeed, the very hairs of your head are all numbered. Don't be afraid; you are worth more than many sparrows" (Luke 12:6-7 NIV).

Do you feel all alone right now? You're not! God is not a million miles away. He is paying close attention to you. God notices you because you matter to him.


Minggu, 04 Januari 2026

Dua Cara Hidup dalam Iman, Bukan Ketakutan

05 Januari 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 14:23 "Segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman adalah dosa"
---------------
Bayangkan bagaimana perasaan Yusuf ketika tunangannya tiba-tiba mengandung sebelum mereka menikah. Gosip di kota kecil mereka pasti sangat kuat. Hal itu akan memengaruhi keluarganya, usahanya dan rencana masa depannya. Karena itu, Yusuf memutuskan untuk diam-diam membatalkan pertunangan agar Maria tidak dipermalukan.

Matius 1:20 "Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus."

Yusuf bisa saja melewatkan berkat terbesar dalam hidupnya jika ia lebih memikirkan penilaian orang lain. Namun ia memilih untuk taat kepada Allah dan mendengarkan suara-Nya, bukan suara orang-orang di sekelilingnya. Yusuf memutuskan bahwa persetujuan Allah jauh lebih penting daripada persetujuan siapa pun.

Dunia saat ini adalah tempat yang cukup negatif untuk dijalani. Sangat mudah bagi kita memenuhi pikiran dengan ketakutan dari media, opini orang lain, bahkan kebohongan yang kita tanamkan sendiri dalam diri kita.

Namun Alkitab mengatakan bahwa ketakutan adalah lawan dari iman. Roma 14:23 berkata, "Segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman adalah dosa."

Ada dua hal yang perlu Anda lakukan.

Pertama, batasi jumlah pembicaraan negatif yang Anda terima melalui berita dan media sosial. Menjadi tahu keadaan itu baik, tetapi berbeda dengan membiarkannya memengaruhi cara Anda memandang orang lain, dunia, bahkan diri Anda sendiri.

Kedua, Anda perlu mulai bergaul dengan orang-orang yang hidup dalam iman. Inilah salah satu alasan mengapa gereja begitu penting. Ketika Anda takut, orang-orang percaya lainnya dapat mengingatkan Anda tentang tujuan hidup Anda dan tentang kebaikan Allah. Ketika Anda menjadi bagian dari keluarga gereja dan berkomitmen dalam persekutuan, suara-suara yang memberi dorongan akan menjadi lebih kuat daripada suara-suara yang menimbulkan ketakutan.

Seperti Yusuf, Anda perlu memilih untuk mendengarkan suara Allah. Saat Anda melakukannya, iman Anda kepada janji-janji-Nya akan bertumbuh sehingga tidak ada ruang lagi bagi ketakutan.

Renungkan :

- Bagaimana Anda dapat mengetahui kapan Allah yang sedang berbicara kepada Anda?

- Langkah praktis apa yang akan Anda ambil untuk membatasi suara negatif dari berita dan media sosial dalam pikiran Anda?

- Siapa yang dapat menguatkan Anda untuk melangkah maju tanpa rasa takut ketika Anda percaya kepada kesetiaan Allah?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 10-12; Matius 4
__________
Untuk keluar dari ketakutan dan hidup dalam iman, Anda perlu mengubah ide-ide apa yang Anda izinkan masuk ke dalam pikiran Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Two Ways to Live with Faith, Not Fear - Daily Hope with Rick Warren - January 05 , 2026

"Everything that does not come from faith is sin." Romans 14:23 (NIV)
------------------
Imagine how Joseph must have felt when his fiancĂ©e became pregnant before they were married. The gossip in their small town would have been intense. It would have affected his family, his business, and his plans for the future. And so he decided to quietly break off the engagement to save Mary from disgrace.  

"But after he had considered this, an angel of the Lord appeared to him in a dream and said, 'Joseph son of David, do not be afraid to take Mary home as your wife, because what is conceived in her is from the Holy Spirit'" (Matthew 1:20 NIV).

Joseph could have missed the greatest blessing of his life if he had worried about the disapproval of other people. Instead, he chose to obey God and listen to his voice instead of the voices around him. Joseph decided that God's approval mattered more than the approval of anyone else.

The world is a pretty negative place to live in today. It's easy to feed our minds with fearful things from the media, other people's opinions, and even the lies we tell ourselves.

But the Bible says fear is the opposite of faith. Romans 14:23 says, "Everything that does not come from faith is sin" (NIV).

To move out of fear and into faith, you're going to have to change the ideas you allow into your mind.

There are two things you need to do. First, limit the amount of negative talk you're consuming through the news and social media. It's one thing to be informed; it's another to let it negatively affect the way you see other people, the world, and even yourself.

Second, you need to start hanging out with people of faith. This is one of the reasons why the church is so important. When you are fearful, other believers can remind you of your purpose and God's goodness. When you become part of a church family and commit to fellowship, the voices of encouragement are louder than the voices that cause fear.

Like Joseph, you need to choose to listen to God's voice. As you do, your faith in his promises will grow so there is no room for fear.


Sabtu, 03 Januari 2026

Jangan Biarkan Janji-janji Allah Tetap Terbungkus

04 Januari 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 56:3-4 "Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"
----------------
Anda tidak akan pernah bisa mengalahkan rasa takut dalam hidup Anda sampai Anda mulai mendasarkan harapan Anda pada janji-janji Allah.

Selama ini Anda biasanya meletakkan harapan pada apa? Mungkin pada diri sendiri, pada ekonomi, pada kebijaksanaan umum, pada opini publik atau pada nilai-nilai budaya.

Namun satu-satunya harapan yang benar-benar bertahan hanyalah yang ditemukan di dalam Firman Allah.

Dalam Alkitab, Allah memberikan lebih dari 7.000 janji untuk Anda. Jika Anda menjalani hidup tanpa mengetahui hal-hal luar biasa yang telah Allah janjikan untuk lakukan, mudah sekali Anda diliputi kecemasan.

Jika saya harus menjalani operasi besar dan khawatir tentang biayanya, saya akan memeriksa polis asuransi. Jika tertulis bahwa tindakan tersebut ditanggung, saya tidak akan gelisah karena perusahaan asuransi telah berjanji untuk membayarnya.

Alasan banyak orang hidup dalam ketakutan, kecemasan, dan kekhawatiran adalah karena mereka tidak mengetahui apa yang tertulis dalam "panduan hidup" dari Allah—Alkitab. Di dalamnya terdapat janji-janji Allah tentang keuangan Anda, kesehatan Anda, hubungan Anda, pekerjaan Anda, pengampunan dosa dan kehidupan kekal. Namun jika Anda tidak mengetahuinya, Anda tidak akan tahu bahwa Anda bisa berpegang pada janji-janji itu ketika hidup menjadi berat.

Sekaranglah waktunya mulai mempelajari janji-janji Allah dalam Firman-Nya dan memfokuskan hati pada apa yang telah Ia katakan akan Ia lakukan untuk Anda—seperti yang dilakukan Maria ketika malaikat menyatakan rencana besar Allah atas hidupnya.

Elisabet, sepupu Maria, melihat iman Maria dan berkata kepadanya dalam Lukas 1:45: "Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."

Maria percaya bahwa Allah akan menepati janji-Nya. Itulah yang memberi keberanian luar biasa kepada seorang gadis muda yang ketakutan dalam situasi yang penuh ketidakpastian. Ia percaya bahwa Allah memegang firman-Nya.

Ketika Anda mulai melakukan hal yang sama, Anda pun akan diberkati.

"Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?" (Mazmur 56:3-4)

Renungkan :

- Bagaimana kebiasaan rohani seperti menghafal ayat Alkitab dapat menolong Anda berpegang pada janji Allah ketika Anda membutuhkan kekuatan untuk mengalahkan ketakutan?

- Kepada apa saja Anda pernah menaruh harapan yang akhirnya mengecewakan? Bagaimana harapan dalam Allah berbeda?

- Bagaimana Anda dapat menunjukkan kepada Allah hari ini bahwa Anda percaya pada janji-janji-Nya atas hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 7-9; Matius 3
__________
Anda tidak akan pernah bisa mengalahkan rasa takut dalam hidup Anda sampai Anda mulai mendasarkan harapan Anda pada janji-janji Allah.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
"When I am afraid, I will put my trust in you. I praise God for what he has promised. I trust in God, so why should I be afraid?" Psalm 56:3-4 (NLT)
-----------------
You will never overcome the fear in your life until you start basing your hope in God's promises.

Where do you typically put your hope? Maybe you put your hope in yourself, in the economy, in conventional wisdom or public opinion or cultural values.

But the only hope that lasts is found in God's Word.

If I needed to have major surgery and was worried about being able to afford it, I would check my insurance policy. If the policy said the procedure was covered, then I wouldn't sweat it, because the insurance company promised to pay for it.

The reason so many people are fearful and anxious and worried is because they don't know what's in God's manual for life—the Bible. It contains promises from God about your finances, your health, your relationships, your career, forgiveness of sin, and eternal life. But if you don't know them, you won't know that you can hold onto them when life gets hard.

It's time to start studying God's promises in his Word and focusing on what he said he would do for you—much like Mary did when the angel told her the big things God was planning for her life.

Mary's cousin Elizabeth saw Mary's faith and said to her in Luke 1:45, "You are blessed because you believed that the Lord would do what he said" (NLT).

Mary believed God would keep his promises. That's what gave this scared, young girl enormous confidence in the middle of a very fearful situation. She believed God would keep his word.

When you start doing that, you will be blessed too.

"When I am afraid, I will put my trust in you. I praise God for what he has promised. I trust in God, so why should I be afraid?" (Psalm 56:3-4 NLT).

In the Bible, God makes more than 7,000 promises to you. If you go through life not knowing the incredible things God has promised to do, it's easy to be filled with anxiety.


Jumat, 02 Januari 2026

Ketika Anda Percaya, Anda Juga Menjadi Bagian dari Keluarga Allah

03 Januari 2026

Bacaan Hari ini:
Efesus 1:5 "Karena ingatlah ini baik-baik tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah."
-----------------
Selain banyak karunia yang Allah berikan, kita juga menerima karunia komunitas. Allah memberikan kita keluarga rohani untuk mendukung kita dalam menaati Dia dan menjadi semakin serupa dengan-Nya.

Anda diciptakan untuk mengenal Allah dan memiliki keluarga yang mendukung Anda. Kita selalu bertumbuh dan berubah lebih baik ketika bersama, bukan sendirian. Itulah sebabnya kebanyakan program diet dan pengembangan diri sering tidak berhasil!

Allah menciptakan seluruh alam semesta karena Dia menginginkan sebuah keluarga. Efesus 1:5 berkata: "Karena ingatlah ini baik-baik tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah."

Anda tidak otomatis menjadi bagian dari keluarga Allah. Anda harus "diangkat menjadi anak" ke dalam keluarga itu. Bagaimana caranya? Allah mengangkat Anda sebagai anak ketika Anda memilih menaruh iman kepada Yesus. Tetapi Allah tidak hanya ingin Anda percaya kepada-Nya. Dia juga ingin Anda menjadi bagian dari keluarga-Nya.

Percaya kepada Yesus sudah cukup untuk diselamatkan. Namun setelah masa depan Anda di surga aman, Allah juga ingin Anda menjadi bagian dari keluarga-Nya. Mengapa? Karena hidup ini berat dan Anda membutuhkan dukungan. Anda memerlukan komunitas yang menolong Anda mengambil keputusan yang benar dan melakukan perubahan yang sulit.

Alkitab mengatakan bahwa Allah menciptakan keluarga untuk memberi dukungan. Keluarga itu adalah "jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran." (1 Timotius 3:15)

Di California, kami tahu betapa pentingnya fondasi yang kuat karena ada gempa bumi. Jika sebuah rumah tidak memiliki penopang dan fondasi yang kuat, rumah itu akan runtuh saat gempa datang.

Anda membutuhkan penopang dalam hidup Anda. Jika Anda tidak memiliki fondasi yang kuat melalui dukungan keluarga rohani, Anda menempatkan diri Anda dalam bahaya untuk runtuh ketika masa-masa sulit datang.

Semua orang diciptakan oleh Allah. Semua orang dikasihi oleh Allah. Tetapi tidak semua orang adalah anak Allah.

Satu-satunya cara untuk masuk dalam keluarga Allah adalah dengan memilih. Ketika Anda memilih mengikuti Yesus, Anda menerima karunia luar biasa: sebuah keluarga yang akan mendukung Anda dan menolong Anda mengejar tujuan Allah bagi hidup Anda.

Renungkan :

- Mengapa menurut Anda penting menjadi bagian dari kelompok kecil ketika Anda membutuhkan dukungan keluarga gereja?

- Apa yang hal ini katakan tentang karakter Allah ketika Dia memberi kita kebebasan untuk memilih mengikuti-Nya?

- Bagaimana keluarga gereja Anda pernah mendukung Anda di masa sulit?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 4-6; Matius 2
____________
Anda tidak diciptakan untuk menjalani hidup sendirian.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
When You Believe, You Also Belong - Daily Hope with Rick Warren - January 03, 2026

"God decided in advance to adopt us into his own family by bringing us to himself through Jesus Christ. This is what he wanted to do, and it gave him great pleasure." Ephesians 1:5 (NLT)
-----------------
Along with the many gifts God gives at Christmas, we also receive the gift of community. God gives us a spiritual family to support us in obeying him and becoming more like him.

You weren't meant to go through life alone. You were meant to know God, and you were meant to have a family around you to support you. We always grow and change more in a group than on our own. That's why most diets and self-help plans don't work!

God created the entire universe because he wanted a family. Ephesians 1:5 says, "God decided in advance to adopt us into his own family by bringing us to himself through Jesus Christ. This is what he wanted to do, and it gave him great pleasure" (NLT).

You're not automatically in God's family. You have to be adopted into it. How does God adopt you? He adopts you when you choose to put your faith in Jesus. But he doesn't want you to just believe in him. He wants you to belong to his family.

Believing in Jesus is all you need to be saved. But once your future home in heaven is secure, God also wants you to belong to his family. Why? Because life is hard, and you're going to need support. You need a community to help you make good decisions and hard changes.

The Bible says God created the family for support. That family is "the church of the living God, the pillar and foundation of the truth" (1 Timothy 3:15 NIV). 

In California, we know the importance of a good foundation because we sometimes have earthquakes. If you don't have a good support and a good foundation, the house crumbles when the earthquakes come.

You need support for your life. If you don't have a strong foundation through the support of a spiritual family, you're putting yourself at risk of crumbling when the tough times come.

Everybody is created by God. Everybody is loved by God. But not everybody is a child of God.

The only way you get into God's family is by choosing. When you choose to follow Jesus, you get the amazing gift of a family that will support you and help you pursue God's purpose for your life.


Kamis, 01 Januari 2026

Terimalah Karunia Identitas yang Baru

02 Januari 2026

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 5:17 "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang"
------------------
Setelah Anda menerima karunia keselamatan melalui Yesus, Allah masih menyediakan banyak hal lain bagi Anda. Salah satu karunia yang ingin Dia berikan pada Anda adalah karunia identitas yang baru.

Salah satu kejahatan yang paling cepat berkembang saat ini adalah pencurian identitas. Namun-kadang kenyataannya, kita semua sebenarnya pernah mengalami pencurian identitas secara rohani. Kadang identitas itu "dicuri" oleh orang tua yang menginginkan Anda menjadi sesuatu yang tidak sejalan dengan rencana Allah. Kadang juga oleh budaya, lingkungan dan tekanan untuk menyesuaikan diri sehingga Anda tidak lagi menjadi seperti yang Allah rancangkan.

Kebanyakan orang membangun identitasnya dari pekerjaannya, hubungannya atau kepemilikannya. Namun Anda tidak boleh mendasarkan identitas pada sesuatu yang bisa hilang, seperti karier, rumah, bahkan seseorang.

Satu-satunya hal yang tidak dapat diambil dari Anda adalah kasih Allah kepada Anda. Jadi, jika Anda ingin memiliki identitas yang baru, benar dan permanen, Anda harus menerimanya dari Allah dan mendasarkannya pada kenyataan bahwa Anda dikasihi oleh-Nya dengan sangat dalam dan tanpa syarat.

Alkitab berkata : "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang" (2 Korintus 5:17).

Menerima kasih Allah melalui Yesus memberikan Anda identitas yang baru. Ini bukan berarti Anda berhenti berbuat dosa. Namun dosa Anda, masa lalu Anda dan kegagalan Anda tidak lagi menjadi identitas Anda. Sekarang identitas Anda adalah di dalam Kristus. Anda adalah anak Allah!

Langkah awal dari identitas yang baru adalah berhenti melihat diri Anda sebagaimana orang lain melihat Anda. Anda harus mulai melihat diri Anda sebagaimana Allah melihat Anda. Anda melakukannya dengan secara teratur membaca dan mempelajari Firman Tuhan.

Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." (Yohanes 8:31–32 )

Renungkan :

- Apakah Anda percaya bahwa Allah mengasihi Anda tanpa syarat, apa pun kesalahan masa lalu Anda? Mengapa penting untuk percaya pada penerimaan Allah?

- Dalam hal apa saja Anda pernah mendasarkan identitas pada apa yang orang lain pikirkan tentang Anda?

- Bagaimana Anda dapat mengetahui apa yang Allah pikirkan tentang Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 1-3; Matius 1
___________
Ada kebebasan ketika Anda mengetahui betapa mampu, diterima, layak dipakai, layak diberkati dan dikasihi Anda di dalam Kristus. Inilah karunia terbesar yang akan pernah Anda terima.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Accept the Gift of a New Identity - Daily Hope with Rick Warren - January 02, 2025

"When someone becomes a Christian, he becomes a brand new person inside. He is not the same anymore. A new life has begun!" 2 Corinthians 5:17 (TLB)
------------------
You've probably heard the phrase: "The spirit of Christmas is giving." But the spirit of Christmas is not actually giving. It's receiving God's gift to you.

Once you receive the gift of salvation through Jesus, God has other things in store for you. Another gift he wants to give you this Christmas is the gift of a new identity.

One of the fastest growing crimes in the world today is identity theft. But the truth is that we've all had our identity stolen. Sometimes it's stolen by your parents who wanted you to be something that was at odds with God's plans for you. Sometimes it's stolen by culture and your peers and the pressure to conform rather than being who God designed you to be.

Most people get their identity from their work, their relationships, or their possessions. But you should never base your identity on something you can lose, like your career or your home or even another person. 

The only thing that can't be taken away is God's love for you. So if you want to have a new, true, and permanent identity, you must receive it from God and base it on the fact that you are deeply and unconditionally loved by him.

The Living Bible paraphrase says, "When someone becomes a Christian, he becomes a brand new person inside. He is not the same anymore. A new life has begun!" (2 Corinthians 5:17).

Accepting God's love for you through Jesus gives you a new identity. It doesn't mean you stop sinning. It means you're not identified with your sin or your past or your failures anymore. You are identified with Christ. You are a child of God!

The starting point of a new identity is to stop seeing yourself the way everybody else sees you. You've got to start seeing yourself the way God sees you. You do that by regularly reading and studying God's Word.

"Jesus said to the people who believed in him, 'You are truly my disciples if you remain faithful to my teachings. And you will know the truth, and the truth will set you free'" (John 8:31-32 NLT).

There is freedom in knowing how capable, how accepted, how usable, how blessable, and how loved you are in Christ. It's the greatest gift you'll ever receive.