Kamis, 29 Januari 2026

Tempat Terpenting untuk Menjadi Bagian dari Keluarga Allah

30 Januari 2026

Bacaan Hari ini:
1 Petrus 1:3 "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan"
-----------------
Gereja bukan sekadar tempat yang Anda kunjungi, dan bukan pula sekadar kegiatan yang Anda hadiri. Gereja adalah keluarga rohani tempat Anda diterima, dikenal dan memiliki identitas. Karena itulah, gereja adalah tempat terpenting di dunia untuk Anda menjadi bagian di dalamnya.

Mengapa demikian? Karena gereja adalah keluarga Allah. Hak istimewa terbesar dalam hidup bukanlah kesuksesan, kepemilikan atau pencapaian pribadi, melainkan dapat berkata dengan keyakinan: "Saya adalah bagian dari keluarga Allah. Saya adalah anak Allah"

Alkitab menyatakan: "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan" (1 Petrus 1:3).

Ketika Anda dilahirkan secara jasmani, Anda langsung menjadi bagian dari umat manusia—tanpa pilihan. Namun untuk keluarga rohani, Allah memberi Anda pilihan. Saat Anda menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat, Anda dilahirkan kembali secara rohani dan resmi menjadi anggota keluarga Allah.

Salah satu berkat besar dari menjadi bagian keluarga Allah dijelaskan dalam 1 Timotius 3:15: "Keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran". Seperti bangunan yang membutuhkan fondasi kuat di daerah rawan gempa, demikian pula hidup Anda membutuhkan keluarga rohani agar tidak runtuh ketika guncangan hidup datang.

Segala sesuatu di dunia ini pada akhirnya akan berlalu—bisnis, sekolah, pemerintahan, bahkan bangsa. Namun gereja akan tetap ada selamanya. Mengapa? Karena gereja dibangun oleh Yesus sendiri dan Ia sedang membangun sebuah keluarga yang akan hidup bersama-Nya untuk kekekalan.

Yesus berkata: "Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya" (Matius 16:18).

Renungkan :

- Dalam hal apa gereja selama ini lebih Anda perlakukan sebagai tempat yang "didatangi" daripada keluarga tempat Anda "menjadi bagian"?

- Apakah identitas Anda lebih sering dibangun dari keluarga, pekerjaan, relasi, kepemilikan, atau pandangan lain—bukan dari kebenaran bahwa Anda adalah anak Allah?

- Bagaimana kesadaran bahwa hanya keluarga Allah yang kekal memotivasi Anda untuk hidup lebih sungguh dan membagikan iman Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 21-22; Matius 19
____________
Di dunia yang penuh ketidakpastian dan perubahan, bangunlah hidup Anda di atas satu-satunya dasar yang pasti dan kekal: menjadi bagian dari keluarga Allah.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
The Most Important Place to Belong - Daily Hope with Rick Warren - January 30, 2026

"God . . . has given us the privilege of being born again so that we are now members of God's own family." 1 Peter 1:3(TLB)
-------------------
A church is not a place you go, and it's not an event you attend. The church is a spiritual family you belong to—and it's the most important thing on earth.

Why is the church so important? Because it's God's family. In fact, the greatest privilege in life is to be part of God's family—to be able to say, "I'm a member of God's family. I'm a child of God."

The Living Bible paraphrase says, "God . . . has given us the privilege of being born again so that we are now members of God's own family" (1 Peter 1:3).

When you were physically born, you immediately became part of the human race. That wasn't your choice. But you do have a choice about your spiritual family. When you choose to accept Jesus as your Savior, you are born spiritually, and you become a member of God's own family.

One of the benefits of being born into God's family is found in 1 Timothy 3:15: "[God's] family is the church of the living God, the support and foundation of the truth" (NCV). If you live in an area where there are earthquakes, you know the value of a good foundation. In the same way, when you have the support of a church family, you won't crumble when life's earthquakes inevitably happen.

Everything on earth will eventually crumble—except the church. No business, school, government, or nation will last forever. Only the church is unending, because it is built by Jesus, and he's focused on building a family to spend eternity with.

Jesus said in Matthew 16:18, "I will build my church, and all the powers of hell will not conquer it" (NLT).

In a world that's full of uncertainty, choose to build your life on the only foundation that is guaranteed to last: the secure foundation of God's family.


Rabu, 28 Januari 2026

IMLEK COOKIES CATALOG


Imlek Tahun Ini, Kasih yang Lebih Sehat buat Orang Tua! ❤️๐Ÿงง

Halo semuanya!

Menjelang Imlek, pasti lagi cari hampers yang pas buat keluarga dan kerabat ya? Apalagi kalau mau kirim ke orang tua atau mereka yang jaga kesehatan, pasti nggak mau sembarangan kasih hampers.

Lovely Treat menghadirkan hampers spesial Imlek yang berbeda. Kami paham kalau kesehatan adalah prioritas, jadi kami pastikan: 
✅ 100% Gluten Free (aman buat pencernaan) 
✅ Menggunakan 100% Grass-Fed Butter (lebih bernutrisi)
✅ Menggunakan Organic unrefined cane sugar
✅ Wholesome Ingredients (bahan alami berkualitas) 
✅ Tanpa Pengawet, Tanpa Pewarna & Tanpa Bahan Kimia

tersedia 3 paket  pilihan hampers yang isinya bisa di custom:
1. Fortune Package (single jar 400ml)
2. Prosperity Package (double jar 400ml)
3. Ultimate Package (4 box 250gr)

Order sekarang (Slot Terbatas): 
WA: 087776177817
@lovely.treat.id

"Crafted with love from our kitchen to your heart."

Anda Membutuhkan Kehadiran Allah, Bukan Penjelasan

29 Januari 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 8:28 "Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya."
------------------
Ketika tragedi terjadi, ketika hidup terasa tergelincir, ketika kehidupan Anda seakan runtuh, dan ketika segala sesuatu berjalan tidak sebagaimana mestinya, reaksi yang paling umum adalah mencari penjelasan.

Namun sayangnya, penjelasan tidak pernah benar-benar menghibur. Bahkan jika Anda diberi penjelasan atas penderitaan Anda, hal itu tidak akan menghilangkan rasa sakit. Penjelasan tidak akan memperpendek atau meringankan dukacita Anda, dan tidak akan membuat Anda lebih kebal terhadap rasa pahit atau kepahitan.

Karena itu, jangan menghabiskan waktu untuk terus mencari jawaban atas pertanyaan "mengapa."

Mengapa demikian?

Pertama, pikiran manusia tidak cukup besar untuk memahami segala sesuatu yang terjadi di dunia ini.
Hal itu ibarat seekor semut yang mencoba memahami internet. Anda tidak akan mengetahui alasan di balik banyak peristiwa dalam hidup Anda sampai Anda tiba di surga. Semuanya baru akan menjadi jelas ketika Anda berdiri di hadapan Allah.

Lalu, sampai saat itu tiba, apa yang Anda butuhkan?

Ketika Anda sedang melewati masa yang berat, yang Anda perlukan bukanlah sebuah penjelasan.

Yang Anda perlukan adalah kehadiran Allah.

Salah satu alasan mengapa Anda tetap dapat bersyukur bahkan di hari-hari tergelap adalah janji dalam Roma 8:28: "Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya."

Betapa pun hancurnya hidup Anda, jika Anda menyerahkan potongan-potongan hidup itu kepada Allah, Ia sanggup mendatangkan kebaikan darinya.

Allah mengubah kisah penyaliban menjadi kebangkitan, yang kemudian menjadi berkat bagi banyak orang.

Apa pun rasa sakit yang selama ini Anda simpan dan coba pahami, hari ini Anda perlu menyerahkannya kepada Allah. Mohonlah agar Ia memperbarui kesadaran Anda akan kehadiran-Nya. Biarkan Dia menopang dan menyatukan hidup Anda sampai suatu hari nanti segala sesuatu dipulihkan sepenuhnya di surga. Mintalah kepada-Nya untuk memakai rasa sakit Anda menjadi berkat bagi orang lain, sambil Anda memercayai-Nya untuk mendatangkan kebaikan darinya.

Renungkan :

- Bagaimana Anda dapat menjadi lebih peka terhadap kehadiran Allah dalam hidup Anda?

- Apa yang perlu Anda sampaikan kepada Allah ketika Anda menyerahkan potongan-potongan hidup Anda yang hancur kepada-Nya?

- Kapan Anda pernah melihat Allah memakai penderitaan seseorang untuk memberkati orang lain? Apakah Anda rindu agar Ia juga melakukan hal yang sama melalui penderitaan Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 19-20; Matius 18:21-35
______________
Betapa pun hancurnya hidup Anda, jika Anda menyerahkan potongan-potongan hidup itu kepada Allah, Ia sanggup mendatangkan kebaikan darinya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========

You Need God's Presence, Not an Explanation - Daily Hope with Rick Warren - January 29, 2026

"We know that in all things God works for the good of those who love him, who have been called according to his purpose." Romans 8:28 (NIV)
-------------------
When tragedy strikes, when you hit the skids, when your life falls apart, when everything goes wrong, the typical reaction is to look for an explanation.

But sadly, explanations never, ever comfort. Even if you were given an explanation for your pain, it wouldn't take the pain away. It wouldn't shorten or lessen your grief. It wouldn't make you less likely to choose resentment.

So don't waste time in trying to find out the "why." Why? First, our brains aren't big enough to understand all that happens in the world. It's like an ant trying to understand the internet. You're just not going to know why a lot of things in your life happen until you get to heaven. It's not going to make sense until you are standing before God. Then you will see clearly.

And until then? What you need when you're going through a tough time is not an explanation. What you need is God's presence.

One of the reasons you can always be thankful even in your darkest days is the promise of Romans 8:28: "We know that in all things God works for the good of those who love him, who have been called according to his purpose" (NIV).

No matter how broken your life feels, if you give the pieces to God, he will bring good from them. He loves to turn crucifixions into resurrections and then bless the whole world by it.

Whatever pain you've been holding onto and trying to understand, you need to surrender it to God today. Ask him for a renewed sense of his presence. Let him hold you together until everything is redeemed one day in heaven. Ask him to take your pain and use it to bless someone, as you trust him to use it for good.

Di Balik Dinding Pertamina


Di Balik Dinding Pertamina: Ketika "Resep" Reformasi Ahok Tak Terbeli Istana JAKARTA, 27 Januari 2026 — Ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta hari ini tidak sekadar menjadi tempat pembuktian hukum, melainkan panggung bagi sebuah pengakuan yang tertahan lama. Basuki Tjahaja Purnama, sosok yang akrab disapa Ahok, hadir sebagai saksi. Dengan gaya bicaranya yang khas—lugas, tanpa tedeng aling-aling—ia menguak tabir tebal yang selama ini menutupi dinamika hubungan antara Komisaris Utama Pertamina dan mantan presiden Joko Widodo. Selama ini publik mengetahui Ahok mundur dari kursi empuk Komisaris Utama Pertamina pada awal 2024 demi jalan politik mendukung Ganjar-Mahfud. Namun, di bawah sumpah pengadilan, terungkap bahwa ada retakan yang lebih fundamental: benturan ideologi manajemen dan "tembok tebal" birokrasi yang membuatnya merasa tak lagi berdaya. Kewenangan yang "Dikebiri" Ahok melukiskan gambaran frustrasi seorang pengawas yang kehilangan taringnya. Dalam kesaksiannya, ia menceritakan bagaimana posisinya sebagai Komisaris Utama seolah dilucuti perlahan. "Dua tahun terakhir, kewenangan Dewan Komisaris itu seperti dikebiri," ungkapnya. Ia merujuk pada praktik penunjukan Direksi Pertamina yang menurutnya melangkahi prosedur wajar. Nama-nama pimpinan perusahaan pelat merah itu datang dan pergi, ditetapkan langsung oleh Menteri BUMN tanpa melalui rekomendasi atau persetujuan Dewan Komisaris—organ yang seharusnya menjadi mata dan telinga pengawasan. Merasa tangan kakinya diikat sementara ia dituntut membenahi benang kusut, Ahok sempat mengambil langkah nekat. Ia menghadap Presiden Jokowi, meminta mandat yang lebih besar: menjadi Direktur Utama. Baginya, hanya dengan eksekusi langsung, behemoth bernama Pertamina bisa dibersihkan. Namun, Istana bergeming. Permintaan itu ditolak. Sengketa Subsidi: Efisiensi vs Stabilitas Namun, titik didih perbedaan pandangan itu mungkin terletak pada isu yang paling sensitif bagi rakyat Indonesia: subsidi BBM. Ahok datang dengan membawa kalkulator efisiensi. Ia mengusulkan perombakan total skema subsidi. Bukan lagi mensubsidi barang—yang rawan bocor dan dinikmati orang kaya—melainkan subsidi langsung ke orang yang membutuhkan, misalnya melalui teknologi digital atau voucher. Di atas kertas Ahok, skema ini adalah solusi emas. "Negara bisa hemat, Pertamina bisa untung miliaran dolar," argumennya. Namun, logika korporasi Ahok membentur logika politik Jokowi. Presiden menolak usulan tersebut. Alasannya klasik namun krusial: menjaga stabilitas harga agar tidak terjadi gejolak inflasi yang membebani rakyat, meski harus dibayar dengan anggaran subsidi yang membengkak. Sebuah Babak yang Belum Selesai Kesaksian hari ini membuka mata publik bahwa mundurnya Ahok bukan sekadar perpindahan gerbong politik. Itu adalah kulminasi dari serangkaian ide-ide reformasi yang layu sebelum berkembang karena perbedaan prioritas. Ahok menginginkan efisiensi radikal dan transparansi total. Jokowi memilih jalan stabilitas dan kontrol birokrasi. Ketika dua frekuensi ini tak lagi bertemu, Ahok memilih berjalan keluar. Dan hari ini, di ruang sidang yang dingin, ia akhirnya menceritakan "naskah asli" dari drama perpisahan tersebut.


*Komisaris Utama Pertamina periode 2019-2024 Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menantang jaksa penuntut umum (JPu) untuk berani memeriksa Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).*

*Tantangan itu disampaikan oleh Ahok dalam sidang dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pertamina di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, sebagaimana laporan Jurnalis KompasTV, Claudia Carla Sonia Septiana, Selasa (27/1/2026).*

*Bermula dari JPU yang mengkonfirmasi keterangan Ahok terkait pencopotan dua mantan direksi anak Perusahaan Pertamina yaitu Direktur Utama PT kilang Pertamina Internasional (KPI) Djoko Priyono dan mantan Direktur PT Pertamina Patra Niaga Mas'ud Khamid.*

*Ahok yang dihadirkan sebagai saksi untuk sejumlah terdakwa termasuk Kerry Adrianto Riza justru menegaskan jika 2 mantan direksi anak Perusahaan Pertamina tersebut sebagai orang yang berintegritas.*

 *Menurut Ahok, kedua mantan direksi tersebut justru berkomitmen untuk membenahi kilang serta tata kelola Pertamina Patra Niaga. Namun, kata Ahok, keduanya lebih memilih kekhilangan jabatan daripada menandatangni pengadaan yang bermasalah.*

*Oleh karena itu, Ahok mengaku dirinya sebagai Komisaris Utama Pertamina kala itu menahan tangis mengetahui dua direksinya yang berintegritas dicopot.*

Selasa, 27 Januari 2026

Doa Santo Fransiskus dari Asisi


๐Ÿ’ฅTuhan, ==> jadikanlah aku pembawa damai-Mu.

๐Ÿ“Di mana ada kebencian, biarlah aku ==> menabur cinta.

๐Ÿ“Di mana ada luka, biarlah aku
==> membawa pengampunan.

๐Ÿ“Di mana ada keraguan, biarlah aku ==> menabur iman.

๐Ÿ“Di mana ada keputusasaan, biarlah aku ==> menyalakan harapan.

๐Ÿ“Di mana ada kegelapan, biarlah aku ==> membawa terang.

๐Ÿ“Di mana ada kesedihan, biarlah aku ==> menghadirkan sukacita.

๐Ÿ’ฅYa Tuhan, ==> Ajarlah aku
๐Ÿ“untuk lebih ingin menghibur daripada ==> dihibur,
๐Ÿ“untuk lebih ingin memahami daripada ==> dipahami,
๐Ÿ“untuk lebih ingin mengasihi daripada ==> dikasihi.

✍️ Sebab
๐Ÿ“dengan memberi kami
==> menerima,
๐Ÿ“dengan mengampuni kami
==> diampuni, dan
๐Ÿ“dengan mati bagi diri sendiri, kami ==> dilahirkan untuk hidup yang kekal.

Amin.


Prostat

*Ini Tulisan Dr Heru sekarang tinggal di Amerika....๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š*

*JGN MAU KALAH DARI PROSTAT... !!!*

*Pria Paling Takut terkena CANCER PROSTATE.*

*Wanita Paling Takut dgn CANCER CERVIKS.*

*Apakah anda tertarik mengetahui bhw SINGKONG dpt mengobati CANCER PROSTATE...???*

*Saya akan berbagi artikel tentang PEMANFA'ATAN SINGKONG  untuk MENGOBATI CANCER PROSTATE.*

*Jgn tertawa, jgn ragu, terkadang pengobatan sederhana dpt menyembuhkan penyakit Cancer.*

*Percaya atau tdk, silakan baca artikel yg saya kirimkan kepada anda dgn cermat dan sabar.*

*Mungkin bagi Anda dan Teman², bermanfaat utk obat ini, tdk ada salahnya utk mencobanya.*

*Kabar baik untuk kita semua.*

*Konsumsi singkong Ini adalah kabar baik bagi Penderita Masalah Prostate apakah itu Pembesaran atau Cancer.*

*Saya menemukan sebuah solusi....Izinkan saya membagikan pengalaman prostate saya terlebih dahulu.*

*Ayah saya dan adik laki-lakinya meninggal karena Cancer Prostate dan saya Menderita Pembesaran Prostate sejak tahun 2006.*

*Saya mencoba suplemen ortodoks, herbal dan makanan dgn berbagai tingkat keberhasilan, TETAPI  Kandung Kemih saya Tdk Pernah Kosong dan saya Merasa Malu dgn Inkontinensia Urin beberapa kali.*

*Sangat sederhana, Gunakan Arang atau Kayu Bakar utk merebus singkong.*

*Jangan tutup panci.  Biarkan uap menguap dgn bebas.*

*Anda bisa makan Singkong yg dimasak/direbus dgn apa pun pilihan Anda.*

*Saya harus memberi tahu Anda bhw sejak kami kembali ke Accra, saya Menyiapkan Singkong utk saya sesuai dgn peraturan.*

*Tidak ada Panci Batu Bara, jadi saya Menggunakan GAS utk Memasak Singkong.*

*Sebelumnya, saya Bangun utk Buang Air Kecil SETIAP DUA JAM Setiap Malam.*
*Terkadang, saya Buang Air Kecil Dua Kali Dlm Satu Jam.*
*Ini mempengaruhi kesehatan saya.*

*Tapi Sejak saya Mulai Terapi Singkong, saya HANYA BANGUN  Sekali Dlm Semalam.*

*Saya tdk merasakan panas/nyeri yg berhubungan dgn buang air kecil.*
*Saya tdk terburu-buru ke kamar mandi utk menghindari keinginan meluap.*

*Saya tahu bhw BANYAK  Para Pria Memiliki Masalah Prostate dan saya Merekomendasikan Terapi Singkong kpd mereka.*

*Cobalah atau Rekomendasikan kepada Siapa-pun yang Memiliki Masalah Prostate.*

*SINGKONG dan CEL  CANCER... Setelah beberapa penyelidikan, ternyata aprikot mengandung vitamin B17.*

*Saat Menjalani Pengobatan Cancer, saya MENCARI MAKANAN Yang Mengandung Vitamin B17.*

*TERNYATA Singkong MENGANDUNG VITAMIN-B17.*

*Jadi saya makan 10 gram singkong 3 kali sehari.*

*Satu Bulan stlh Makan Singkong, dokter saya Memeriksa Kandung Kemih saya utk Cancer.*
*Dia TERKEJUT krn Kandung Kemih saya Benar² Bersih dan Normal๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ*
*Selama saya Terus Menerus Makan Singkong, saya Merasa Sangat Sehat dan Sehat.*

*Saya memeriksanya setiap tiga bulan dan hasilnya masih sangat bersih.*

*Sejak itu, saya HANYA MAKAN SINGKONG dan TIDAK  MELANJUTKAN Minum Obat Anti Cancer lainnya.*

*BAHAN AKTIF  Singkong Vitamin B17 dirangkum sebagai berikut :*

*Nama Ilmiah Vitamin B17 adalah AMYGDALIN.*
*Cel Cancer adalah Cel yg Belum Matang.  Dibandingkan dgn Cel Normal, mereka Memiliki Enzim yang Berbeda.*
*Ketika Vitamin B17 digabungkan dgn Enzim Cel Normal, B17 akan Menjadi 3 jenis Gula.*
*Tetapi ketika di-Kombinasikan dengan Enzim Cel Cancer, B17 menjadi :*
1 gula,
1 Benzaldehida,
1 Asam hidrosianat.
*Asam hidrosianat ini secara lokal dpt MEMBUNUH Cel Cancer.*

*Baik APRICOT dan BUAH SINGKONG mengandung vitamin B17.*

*Tn. Pereira, 70,* *Didiagnosa menderita Cancer Prostate. Istrinya di Rumah Sakit, KEBETULAN MEMBACA ARTIKEL saya.*
*Mereka Tdk Punya Uang utk Mengobati Cancer, dan Suntikan² yg diterima,... membuat Tn. Pereira Sangat Lemah.*
*Istrinya Memberinya Singkong utk dimakan.*
*Setelah Makan Singkong Selama Seminggu, Kondisinya Mulai Membaik.*
*Setelah Makan Singkong SETIAP PAGI SELAMA SEBULAN, Hasil Tes PSA-nya TURUN dari 280-290 menjadi 5,89 ...!!!*

*Mereka datang menemui saya dgn Hasil Tes SEBELUM dan SESUDAH Makan Singkong.*
*Setelah TERUS MENERUS Makan Singkong, Pereira Tdk Lagi Mengalami Gejala Cancer๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ*

*Orang lain menderita CANCER HATI dan harus menjalani operasi. Namun dilihat dari hasil scan MRI, CEL CANCER  MASIH  ADA, HARUS Operasi lagi.*
*Jadi, dia MULAI MAKAN SINGKONG setelah operasi.*
*Satu Bulan Setelah Makan Singkong atau Ubi Kayu, dokter mengatakan kepada-nya bahwa dia TIDAK PERLU Menjalani Operasi Lagi, krn pemindaian MRI TIDAK Menunjukkan CEL CANCER di LEVER-nya.*
*Jadi knp tdk mencoba menggunakan SINGKONG untuk MENGOBATI CANCER... ?.*
*Ini sangat menolong dgn biaya yg terjangkau.*

*KESIMPULAN :*

*1*. Rebus/Kukus ubi kayu/Singkong sampai masak/ lembut
*2*. Makan dan jadikan kebiasaan baru tanpa ada batasannya.

*Buat para bapaknya ya, ibu boleh juga makan singkong !*
*(MUDAH dan MURAH bukan...??)*

*Kemungkinan besar Singkong Juga Dapat Membunuh Cel Cancer pada Organ Lain seperti Cancer Paru2, Cervix, Usus Besar, Pankreas, dll.*

*Semoga bermanfa'at dan TETAPLAH JADI ANAK SINGKONG.*


DAN INIPUN AKAN BERLALU

Pada suatu hari yang mendung, di sebuah kerajaan yang jauh dari hiruk-pikuk dunia, seorang raja duduk termenung disinggasananya. Di hadapannya, terletak sebuah cincin emas yang kecil dan sederhana, namun menyimpan harapan besar dalam dirinya. Sang raja meminta kepada tukang emas kerajaan yang sudah tua untuk menuliskan sesuatu di dalam cincinnya. Sesuatu yang bisa memberikan ketenangan, baik di saat duka maupun suka.
"Tuliskanlah sesuatu yang bisa kamu simpulkan dari seluruh pengalaman dan perjalanan hidupmu, supaya itu pun bisa menjadi pelajaran untuk hidupku."

Satu kalimat sederhana yang tertulis di cincin tersebut adalah 
"THIS TOO, WILL PASS (DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU)"

Pada awalnya, sang raja tidak terlalu paham dengan makna dari kalimat itu. Ia merasa sedikit kecewa, mengapa hanya kata-kata itu yang tertulis di cincinnya. Namun, seiring waktu berlalu, makna dari kata-kata itu mulai meresap dalam dirinya. Ketika kerajaan menghadapi masalah yang pelik, ia membaca cincin itu lagi, dan tiba-tiba, ia merasakan ketenangan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. "Dan inipun akan berlalu," katanya kepada dirinya sendiri, dan dengan itu, ia menemukan kekuatan untuk menghadapi segala persoalan dengan tenang.

Di saat-saat bahagia, ketika pesta berlangsung meriah dan tawa menggema di seluruh istana, tanpa sengaja, matanya tertuju pada cincin itu lagi. "Dan inipun akan berlalu," ia membaca dalam hati, dan seketika ia merasakan kerendahan hati yang mendalam. Ia sadar bahwa tidak ada yang abadi, dan dalam kesadaran itu, ia menemukan kedamaian.

Waktu terus berjalan, dan sang raja, yang dulu sering gelisah, kini hidup dengan keseimbangan. Ia tidak lagi terlalu bersedih ketika menghadapi masalah besar, dan ia juga tidak lagi terlalu terbawa oleh euforia ketika sedang bersenang-senang. Karena ia tahu, bahwa segala sesuatu, baik suka maupun duka, akan berlalu.

Pesan dari cincin kecil itu sederhana, namun mendalam. "Dan inipun akan berlalu." Sebuah pelajaran hidup yang mengingatkan kita untuk tetap sejuk di tempat yang panas, tetap manis di tempat yang pahit, tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar, tetap tenang di tengah badai hebat, dan selalu mengandalkan Tuhan dalam segala perkara.

Dengan demikian, sang raja menemukan apa yang selama ini ia cari *keseimbangan dan kedamaian yang sejati*. Dan setiap kali ia melihat cincin itu, ia tersenyum, mengingatkan dirinya bahwa dalam segala hal, tidak ada yang abadi. Dan dengan pemahaman itu, ia menjalani hidupnya dengan bijaksana, hingga akhir hayatnya.

Selamat pagi
Semangat dan sehat selalu
Tuhan menyertai


GRIT LEBIH PENTING DARI IQ

Banyak orang masih percaya bahwa kecerdasan intelektual atau IQ adalah penentu utama kesuksesan. Sekolah pun seringkali menilai murid dari angka-angka di rapor, ranking, atau nilai ujian. Padahal, penelitian modern menunjukkan bahwa faktor yang lebih menentukan dalam kesuksesan jangka panjang bukanlah IQ, melainkan grit—yaitu kombinasi antara ketekunan, semangat pantang menyerah, dan kemampuan bertahan menghadapi kegagalan. Ironisnya, konsep grit ini justru jarang diajarkan di sekolah, padahal ia adalah pondasi penting dalam kehidupan nyata. Grit membuat seseorang terus berjalan ketika semua orang berhenti. Ia adalah energi yang membuat orang mau mengulang, mencoba lagi, dan tidak menyerah meski berkali-kali gagal. Berbeda dengan IQ yang sifatnya bawaan, grit bisa dilatih dan dibentuk. Namun sayangnya, sistem pendidikan lebih sering berfokus pada hafalan, nilai ujian, dan persaingan akademis, sehingga anak-anak tidak mendapat ruang untuk mengembangkan mental tangguh ini. 1. Sekolah Lebih Fokus pada Angka daripada Karakter Kebanyakan sekolah masih menilai murid berdasarkan angka: berapa nilainya di matematika, seberapa tinggi skor ujian nasional, atau ranking berapa di kelas. Akibatnya, yang dianggap "berprestasi" hanyalah mereka yang unggul secara akademis. Padahal, dunia nyata tidak menilai kita hanya dari angka di rapor, melainkan dari bagaimana kita menghadapi tantangan. Fokus berlebihan pada angka ini membuat anak belajar untuk mengejar nilai, bukan proses. Mereka takut gagal, takut salah, dan hanya ingin terlihat pintar. Grit tidak tumbuh dalam lingkungan seperti ini, karena grit lahir dari keberanian untuk jatuh, lalu bangkit lagi. Selama sekolah tidak memberi ruang untuk itu, anak-anak akan lebih mementingkan nilai daripada mentalitas pantang menyerah. 2. Grit Membutuhkan Kegagalan, Tapi Sekolah Menghindarinya Untuk membentuk grit, seseorang harus berani gagal. Kegagalan adalah guru yang mengajarkan bagaimana cara bertahan, bangkit, dan terus mencoba. Namun, sekolah justru menganggap kegagalan sebagai sesuatu yang memalukan. Nilai merah, tidak naik kelas, atau salah menjawab soal seringkali membuat anak dicap "bodoh". Padahal, di dunia nyata, orang sukses justru mereka yang paling banyak gagal. Mereka mencoba bisnis berkali-kali, gagal, lalu belajar lagi sampai akhirnya berhasil. Sayangnya, kultur sekolah yang anti-gagal membuat anak tidak terbiasa menghadapi tekanan, sehingga ketika masuk dunia kerja atau bisnis, mereka mudah runtuh hanya karena sekali gagal. 3. IQ Adalah Bawaan, Grit Adalah Latihan IQ pada dasarnya sulit berubah. Orang bisa saja sedikit meningkatkan kemampuan kognitifnya, tapi tidak banyak. Sementara itu, grit adalah sesuatu yang bisa dilatih setiap hari: dengan membiasakan disiplin, dengan menunda kesenangan sesaat, dan dengan terus bergerak meskipun tidak langsung ada hasil. Namun, karena grit bukan sesuatu yang bisa diukur dengan angka, sekolah jarang menaruh perhatian pada hal ini. Tidak ada mata pelajaran "grit" atau rapor tentang ketekunan. Akibatnya, orang tua dan guru lebih sibuk mengejar hal-hal yang terlihat jelas (nilai, ranking, piala), daripada membangun kualitas tak terlihat yang justru menentukan masa depan anak. 4. Dunia Nyata Menghargai Grit Lebih dari IQ Di tempat kerja, perusahaan lebih menghargai orang yang konsisten, bisa bekerja keras, dan mampu bertahan dalam tekanan, daripada orang yang sekadar pintar tapi mudah menyerah. Begitu juga dalam bisnis, investor lebih percaya pada founder yang gigih dan tidak gampang putus asa, daripada yang hanya punya ide cemerlang tanpa daya juang. Artinya, grit adalah "mata uang" yang sebenarnya dibutuhkan di dunia nyata. Namun ironisnya, anak-anak tidak pernah diajari cara membangun grit di sekolah. Mereka baru sadar pentingnya grit setelah terjun ke kehidupan nyata, ketika menyadari bahwa IQ tinggi saja tidak cukup untuk bertahan. 5. Grit Adalah Fondasi Kesuksesan Jangka Panjang Orang dengan grit tahu bahwa sukses bukan tentang siapa yang paling cepat, tapi siapa yang paling tahan lama. Grit membuat seseorang tetap berlari meskipun perlahan, tetap mencoba meskipun gagal, dan tetap percaya meskipun semua orang meragukannya. Inilah kualitas yang membuat perbedaan besar antara orang biasa dengan orang luar biasa. Namun, selama sekolah hanya fokus pada kecerdasan otak, banyak anak akan tumbuh tanpa fondasi mental ini. Akibatnya, mereka mungkin pintar di atas kertas, tapi rapuh ketika menghadapi kenyataan hidup. Grit seharusnya diajarkan sejak dini, agar anak-anak tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga tangguh secara mental. ⸻ Grit lebih penting dari IQ karena ia adalah bahan bakar yang menjaga kita tetap bergerak saat semua pintu tertutup. Sayangnya, sekolah jarang menekankan pentingnya grit, karena terlalu sibuk dengan nilai akademis. Padahal, dalam jangka panjang, gritlah yang akan menentukan siapa yang bertahan, siapa yang menyerah, dan siapa yang akhirnya mencapai puncak. Jika sekolah tidak mengajarkannya, maka kita harus belajar sendiri: bagaimana caranya bertahan, bangkit, dan tetap berjalan meskipun jalannya terasa berat. https://www.facebook.com/share/p/17PM7PgUHW/

K E C E W A

Renungan Pagi.....

KEKECEWAAN terbesar dalam HIDUP adalah bila kita tidak mendapatkan apa yang kita INGINKAN.

Kadang kita KECEWA pada seseorang……
Tetapi kadang kita juga MENGECEWAKAN orang lain.

ฮ‘pa yang membuat kita KECEWA ?

Penyebab utamanya adalah OVER EXPECTATION atau TERLALU BERHARAP.

Jika kita menaruh HARAPAN yang terlalu besar pada seseorang, entah itu kepada suami, istri, anak, kakak/adik atau siapapun ;
Dan ternyata orang itu tidak MEMBERIKAN sesuatu seperti yang kita HARAPKAN, apa reaksi kita ?

KECEWA !!

Bagaimana kita dapat mengatasi atau menang atas KEKECEWAAN ?

1. Periksalah PENGHARAPAN kita.
ฮ‘pabila PENGHARAPAN kita terlalu TINGGI atau kurang REALISTIS, turunkan PENGHARAPAN kita, sebab mungkin saja orang yang kita HARAPKAN tidak memiliki KEMAMPUAN untuk melakukan seperti yang kita HARAPKAN.

2. Ingatlah bahwa kita hanya bisa MENGONTROL dan MENGUBAH DIRI kita sendiri dan bukan mengubah orang lain.
Jika kita berusaha MENGONTROL dan MENGUBAH orang lain, maka kita justru akan menjadi semakin KECEWA.

3. Terimalah setiap kenyataan dengan UCAPAN SYUKUR.
Tetaplah belajar melihat sebuah KEKECEWAAN dengan cara yang POSITIF.

KEKECEWAAN menolong kita untuk BELAJAR supaya kita hanya menaruh dan menggantungkan semua HARAPAN hanya kepada diri sendiri untuk lebih KERAS lagi dalam MERAIH IMPIAN kita.

Tetap SEMANGAT jalani kehidupan ini….
Terus BERTUMBUH …..
Teruslah BELAJAR …..

Selamat pagi ......
Good morning ....
ๆ—ฉไธŠๅฅฝ ................
Selamat Beraktivitas. Sehat dan Sukses selalu. GBU๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ‘


MODAL UTAMA DALAM PERSAHABATAN


Apabila ada teman yang membantu kita tanpa syarat, maka ia adalah PAHLAWAN kita

Saat ini, PAHLAWAN seperti ini tidak banyak.

Jika kita sampai menemukan mereka, HARGAILAH seumur hidup kita

Sudah berapa banyak orang yang tidak memperhatikan LOGIKA ini. ?

Sudah berapa banyak orang yang menganggap pengorbanan orang lain adalah... hal yang semestinya

Bila orang Tulus berjalan, ia akan JALAN sampai ke dalam hati kita

Bila orang munafik berjalan, cepat atau lambat ia akan DITENDANG sampai keluar dari pandangan orang lain!

Bila pertemuan di antara manusia adalah JODOH, maka hal yang diandalkan hanyalah KETULUSAN dan KEPERCAYAAN !

Kita mau menjadi orang seperti apa, semuanya adalah PILIHAN kita sendiri

Percayalah, hubungan antar manusia harus mengandalkan KEPERCAYAAN

Terserah kita mau meminjam atau tidak, yang terpenting kita harus memberikan KEPERCAYAAN

Ingat
*- Kepercayaan,
*- Kejujuran dan
*- Ketulusan…! ``` adalah
MODAL UTAMA DALAM PERSAHABATAN

BERTEMAN jangan karena ADA APANYA
BERTEMAN harus dengan APA ADANYA


Di Mana Anda Dapat Menemukan Tujuan Hidup Anda

28 Januari 2026

Bacaan Hari ini:
Efesus 1:11–12 "Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan--kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya- supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya."
--------------
Mark Twain pernah berkata bahwa dua hari terpenting dalam hidup seseorang adalah hari ketika ia dilahirkan dan hari ketika ia mengetahui alasannya.

Allah menciptakan segala sesuatu dengan tujuan. Setiap tumbuhan memiliki tujuan. Setiap bintang memiliki tujuan. Setiap hewan memiliki tujuan. Jika jantung Anda masih berdetak, Allah memiliki tujuan bagi hidup Anda. Fakta bahwa Anda masih hidup menjadikan hidup Anda bermakna.

Jika Anda ingin mengetahui tujuan hidup Anda, Anda tidak akan menemukannya dalam buku pengembangan diri, acara televisi atau film. Anda juga tidak dapat menemukannya di dalam diri Anda sendiri, karena Anda tidak menciptakan diri Anda. Allah-lah yang menciptakan Anda.

Alkitab menyatakan: "Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan--kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya- supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya." (Efesus 1:11–12).

Anda diciptakan oleh Allah dan diciptakan untuk Allah. Sampai Anda memahami kebenaran ini, hidup Anda tidak akan sepenuhnya masuk akal.

Alkitab menyatakan bahwa Anda diciptakan untuk hidup kekal. Suatu hari jantung Anda akan berhenti berdetak. Itu akan menjadi akhir dari tubuh jasmani Anda, tetapi bukan akhir dari diri Anda. Allah memiliki rencana jangka panjang bagi hidup Anda. Ia menghendaki Anda hidup untuk selama-lamanya.

Anda akan menghabiskan waktu jauh lebih lama setelah kematian daripada sebelum kematian. Di dunia ini, mungkin Anda hidup 80 atau bahkan 100 tahun, tetapi setelah itu ada kekekalan.

Alkitab menyatakan bahwa saat ini Anda belum sepenuhnya siap untuk surga. Masih ada hal-hal yang perlu Anda pelajari terlebih dahulu. Kehidupan sekarang ini adalah persiapan bagi kehidupan yang akan datang—karena kehidupan itulah yang akan berlangsung untuk selama-lamanya.

Renungkan :

- Mengapa penting untuk menjawab pertanyaan, "Mengapa saya ada di dunia ini?"

- Bagaimana Anda selama ini mencoba menjawab pertanyaan tersebut? Sumber apa dan siapa saja yang Anda datangi untuk mencari jawabannya? Sejauh mana Anda berhasil menemukannya?

- Siapa dalam hidup Anda yang perlu lebih memahami tujuan Allah bagi hidup mereka? Apa yang dapat Anda lakukan untuk membagikan apa yang sedang Anda pelajari kepada mereka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 16-18; Matius 18:1-20
___________
Hanya Allah—Sang Pencipta—yang dapat menyatakan tujuan hidup Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Where to Find Your Purpose - Daily Hope with Rick Warren - January 28, 2026

"It's in Christ that we find out who we are and what we are living for . . . part of the overall purpose he is working out in everything and everyone." Ephesians 1:11-12 (MSG)
-----------------
Mark Twain once said the two most important days in your life are the day you're born and the day you find out why.

God has created everything with a purpose. Every plant has a purpose. Every star has a purpose. Every animal has a purpose. If your heart is beating, God has a purpose for your life. The very fact that you're alive makes your life meaningful.

If you want to know your purpose, you won't find it in a self-help book, on television, or in the movies. You also can't find it within yourself because you didn't make yourself. God made you.

Only God—the one who created you—can tell you your purpose.

The Message paraphrase says this: "It's in Christ that we find out who we are and what we are living for . . . part of the overall purpose he is working out in everything and everyone" (Ephesians 1:11-12).

You were made by God; you were made for God. Until you understand that, your life will not make sense.

The Bible says you were made to last forever. One day, your heart will stop. That will be the end of your body, but it won't be the end of you. God has long-range plans for your life. He wants you to live forever and ever and ever.

You'll spend more time on the other side of death than on this side. You might get 80 or 100 years of life on this side of death, but on the other side is eternity.

The Bible says you're not yet ready for heaven. You need to learn some things first. This life is preparation for the next life—because that's the life that will keep on going forever and ever.


Senin, 26 Januari 2026

Kualitas Sahabat Sejati

Socrates, filsuf Yunani, bertanya pada seorang lelaki tua tentang hal yang paling membuatnya bersyukur. Lelaki itu menjawab, "Di tengah pasang-surut hidup ini, saya sangat bersyukur karena memiliki sahabat-sahabat setia." Ya, hidup menjadi lebih berarti jika kita punya sahabat.

Kepada Daud, Tuhan menganugerahkan Yonatan sebagai sahabat. Yonatan sahabat yang setia dan berani, padahal Saul, ayahnya, sangat membenci Daud. Yonatan mengasihi sahabatnya seperti jiwanya sendiri (1 Sam. 20:17), bahkan berulang-ulang membela sahabatnya itu di hadapan Saul (1 Sam. 20:32, 1 Sam 19:4) sehingga nyawanya menjadi taruhannya (1 Sam. 20:33). Yonatan juga pemberi dorongan semangat dan tidak egois. Sebenarnya popularitas Daud merugikan kedudukan Yonatan sebagai putra mahkota. Tetapi, Yonatan tidak dengki, dan malah bersukacita menerima Daud sebagai raja Israel karena menyadari hal itu adalah pilihan Allah. Persahabatan mereka abadi dan tidak tergoyahkan karena berpegang pada prinsip: "Tuhan akan ada di antara aku dan engkau serta di antara keturunanku dan keturunanmu sampai selamanya" (1 Sam. 20:42). Kasih Allah telah menyatukan mereka dan memelihara persahabatan antara Daud dan Yonatan.

Saudaraku, ketika banyak orang hidup secara individualistis dan munafik, kita dipanggil menjadi saksi hidup bahwa kesetiaan dan persahabatan di dalam Kristus masih mungkin terjadi. Ketika kita menempatkan Allah sebagai juru mudi persahabatan kita, Dia sanggup memelihara dan menjadikannya sebagai sarana untuk memberkati dunia.
"TUHAN akan ada di antara aku dan engkau serta di antara keturunanku dan keturunanmu sampai selamanya." (1 Samuel 20:42)
Bac: 1 Samuel 20:1-42
(Gbu!)

Bagaimana Menjalani Hidup dengan Seutuhnya

27 Januari 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 14:12 "Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah"
--------------------
Pada akhir kehidupan Anda di dunia ini, Anda akan berdiri di hadapan Allah dan Ia akan menilai seberapa baik Anda telah melayani sesama. Alkitab berkata: "Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah" (Roma 14:12).

Renungkan implikasinya. Suatu hari Allah akan membandingkan berapa banyak waktu dan tenaga yang Anda habiskan untuk diri sendiri dengan apa yang Anda investasikan untuk melayani orang lain.

Pada saat itu, semua alasan Anda untuk hidup berpusat pada diri sendiri akan terdengar hampa: "Saya terlalu sibuk," atau "Saya punya tujuan pribadi," atau "Saya terlalu fokus bekerja, bersenang-senang, dan mempersiapkan masa pensiun."

Terhadap semua alasan itu, Allah akan menjawab dengan sesuatu seperti ini: "Aku telah menciptakan, menyelamatkan dan memanggil engkau. Lalu Aku memerintahkan engkau untuk hidup dalam pelayanan. Bagian mana yang tidak engkau pahami?"

Alkitab memperingatkan orang-orang yang tidak percaya: "tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman" (Roma 2:8). Dan orang-orang Kristen yang hidup untuk diri sendiri akan kehilangan upah kekal.

Alkitab menyatakan bahwa Anda hanya benar-benar hidup sepenuhnya ketika Anda menolong orang lain. Yesus mengatakannya demikian: "Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya." (Markus 8:35).

Kemudian Yesus mengulangi kebenaran yang sama dua kali dalam Injil Matius dan dua kali dalam Injil Lukas:

- "Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya." (Matius 10:39)

- "Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya." (Matius 16:25)

- "Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya" (Lukas 9:24 ).

- "Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya" (Lukas 17:33)

Apakah Anda menangkap pesannya? Kebenaran ini begitu penting sehingga diulang lima kali dalam Injil. Jika Anda tidak melayani, Anda sebenarnya hanya sekadar ada—karena hidup memang dimaksudkan untuk pelayanan.

Renungkan :

- Ketika Anda melayani orang lain, bagaimana pelayanan itu memengaruhi diri Anda?

- Menurut Anda, mengapa Allah ingin Anda belajar mengasihi dan melayani sesama? Apa yang hal itu nyatakan tentang karakter Allah?

- Pelayanan apa yang Allah panggil untuk Anda lakukan tetapi selama ini Anda tunda? Bagaimana Anda dapat mulai melayani dengan cara tersebut?

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 14-15; Matius 17
__________
Apa yang Allah harapkan dari Anda? Ia ingin Anda belajar mengasihi dan melayani sesama dengan tidak mementingkan diri sendiri.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
How to Be Fully Alive - Daily Hope with Rick Warren - January 27, 2026

"Each of us will give a personal account to God." Romans 14:12 (NLT)
----------------
At the end of your life on earth, you'll stand before God and he'll evaluate how well you served others. The Bible says, "Each of us will give a personal account to God" (Romans 14:12 NLT).

Think about the implications of that. One day God will compare how much time and energy you spent on yourself compared with what you invested in serving others.

At that point, all your excuses for self-centeredness will sound hollow: "I was too busy," or "I had my own goals," or "I was preoccupied with working, having fun, and preparing for retirement."

To all excuses, God will respond with something like, "I created, saved, and called you. Then I commanded you to live a life of service. What part did you not understand?"

The Bible warns unbelievers, "He will pour out his anger and wrath on those who live for themselves" (Romans 2:8 NLT). And Christians who live for themselves will lose eternal rewards.

The Bible says that you're only fully alive when you're helping others. Jesus said it like this: "If you insist on saving your life, you will lose it. Only those who throw away their lives for my sake and for the sake of the Good News will ever know what it means to really live" (Mark 8:35 TLB).

Then he repeats a similar truth twice in the book of Matthew and twice in Luke:

"If you cling to your life, you will lose it; but if you give it up for me, you will save it" (Matthew 10:39 TLB).
"For anyone who keeps his life for himself shall lose it; and anyone who loses his life for me shall find it again"(Matthew 16:25 TLB).
"Whoever loses his life for my sake will save it, but whoever insists on keeping his life will lose it" (Luke 9:24 TLB).
"Whoever clings to his life shall lose it, and whoever loses his life shall save it" (Luke 17:33 TLB).
Did you catch that? This truth is so important that it is repeated five times in the Gospels. If you are not serving, you are just existing—because life is meant for ministry.

What does God expect from you? He wants you to learn to love and serve others unselfishly.


Minggu, 25 Januari 2026

KETIKA KENIKMATAN SESAAT MENGHANCURKAN MASA DEPAN


Amsal 5:3 (TB) "Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak,"

Dunia modern sangat pandai membungkus dosa dengan kemasan yang menarik. Hubungan tanpa komitmen, perselingkuhan emosional, dan kompromi moral sering dihadirkan sebagai kebebasan atau kebutuhan pribadi. Data dari Journal of Marriage and Family menunjukkan bahwa ketidaksetiaan dan hubungan tidak sehat menjadi salah satu penyebab utama kerusakan hubungan dan trauma jangka panjang, terutama ketika keputusan diambil tanpa pertimbangan moral yang matang. Kenikmatan sesaat memang terasa manis, namun dampaknya sering kali pahit dan berkepanjangan.

Amsal 5:3 menggunakan gambaran yang sangat kuat. "Madu" dan "minyak" melambangkan sesuatu yang menyenangkan, lembut, dan menggoda. Dalam konteks sastra hikmat, perempuan jalang bukan hanya menunjuk pada kiasan literal, namun mewakili segala bentuk godaan yang menawarkan kenikmatan instan tanpa tanggung jawab. Salomo tidak memulai dengan akibat, tetapi dengan daya tariknya—karena di situlah banyak orang jatuh.

Namun jika perikop ini dibaca utuh (ay.1–14), terlihat kontras tajam yaitu sesuatu yang awalnya manis berakhir pahit seperti empedu dan tajam seperti pedang bermata dua (ay.4). Ayat fokus ini mengingatkan bahwa dosa jarang datang dengan wajah menakutkan; ia datang dengan bujukan halus, kata-kata manis, dan janji palsu.

Amsal 5 mengajarkan pentingnya hikmat sebelum bertindak. Banyak penyesalan besar dalam hidup berawal dari satu keputusan kecil yang dianggap sepele. Menjaga kekudusan bukan soal menahan diri semata, tapi soal melindungi masa depan yang Tuhan percayakan. Hikmat membantu kita melihat bukan hanya rasa hari ini, tetapi konsekuensi esok hari.

Tuhan melarang bukan karena ingin membatasi kebahagiaan kita, tetapi karena Ia ingin melindungi hidup kita. Ketika kita memilih hikmat dan takut akan Tuhan, kita sedang memilih kehidupan yang utuh, meyakinkan, dan berkenan di hadapan-Nya.

"Dosa menjanjikan kepuasan cepat, tetapi menagih harga yang sangat mahal." . 

Allah Memiliki Pelayanan dan Misi untuk Anda!

26 Januari 2026

Bacaan Hari ini:
Efesus 2:10 "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."
-----------------
Allah menempatkan Anda di dunia ini untuk memberi kontribusi—dan Ia memanggil Anda kepada suatu pelayanan yang jauh melampaui apa pun yang dapat Anda bayangkan.

Anda tidak diciptakan hanya untuk menghabiskan sumber daya—sekadar makan, bernapas, dan mengisi ruang. Anda diciptakan untuk memberi dampak bagi dunia di sekitar Anda, bukan hanya untuk mengambil darinya. Allah rindu agar Anda memberi kembali—menolong sesama. Ia merancang Anda untuk membuat perbedaan melalui hidup Anda.

Alkitab menyatakan: "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya." (Efesus 2:10).

Setiap kali Anda melayani orang lain dengan cara apa pun, sesungguhnya Anda sedang melayani Allah. Seperti yang tertulis dalam Kolose 3:23–24: "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya."

Dalam salah satu perumpamaan-Nya, Yesus berkata: "Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." (Matius 25:40).

Rasul Paulus menyampaikan pesan yang sama: "dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia" (Efesus 6:7).

Allah juga menyatakannya kepada nabi Yeremia dalam Perjanjian Lama: "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." (Yeremia 1:5).

Ketika banyak orang mendengar istilah "tugas khusus," mereka langsung memikirkan pendeta, imam atau rohaniwan profesional. Namun Allah menyatakan bahwa Ia mengharapkan setiap anggota keluarga-Nya untuk melayani. Dalam Alkitab, kata hamba dan pelayan (minister) memiliki makna yang sama; demikian pula pelayanan dan melayani. Jika Anda seorang Kristen, Anda adalah seorang pelayan. Dan ketika Anda melayani, Anda sedang menjalankan pelayanan.

Pernahkah Anda bertanya mengapa Allah tidak langsung membawa Anda ke surga saat Anda menerima kasih karunia-Nya? Mengapa Ia membiarkan anak-anak-Nya tetap hidup di dunia yang telah jatuh dalam dosa? Ia membiarkan Anda tetap di sini untuk menggenapi tujuan-tujuan-Nya.

Renungkan :

- Seberapa besar bagian hidup Anda dihabiskan untuk menerima daripada memberi—lebih fokus pada apa yang bisa Anda peroleh daripada apa yang bisa Anda kontribusikan? Jika belum seimbang, bagaimana Anda dapat mulai lebih banyak memberi daripada mengambil?

- Menurut Anda, apakah pelayanan yang Allah sediakan bagi Anda di dalam gereja? Langkah apa yang dapat Anda ambil minggu ini untuk mulai menindaklanjutinya?

- Menurut Anda, apakah misi Allah bagi Anda di dunia? Langkah apa yang dapat Anda ambil minggu ini untuk mengejar misi tersebut?

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 12-13; Matius 16
____________
Setelah Anda diselamatkan, Allah menghendaki Anda turut serta mewujudkan rencana-Nya di bumi ini. Itu berarti Allah memiliki pelayanan bagi Anda di dalam gereja-Nya dan misi bagi Anda di tengah dunia!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
God Has a Ministry and a Mission—for You! - Daily Hope with Rick Warren - January 26, 2026

"It is God himself who has made us what we are and given us new lives from Christ Jesus; and long ages ago he planned that we should spend these lives in helping others." Ephesians 2:10 (TLB)
---------------------
God put you on earth to make a contribution—and he's calling you to a service far beyond anything you could ever imagine.

You weren't created just to consume resources—to eat, breathe, and take up space. You were created to add to the world around you, not just to take from it. God wants you to give something back—to help other people. God designed you to make a difference with your life.

The Living Bible paraphrase says, "It is God himself who has made us what we are and given us new lives from Christ Jesus; and long ages ago he planned that we should spend these lives in helping others" (Ephesians 2:10). 

Whenever you serve others in any way, you are actually serving God. As Colossians 3:23-24 says, "Do your work willingly, as though you were serving the Lord himself, and not just your earthly master. In fact, the Lord Christ is the one you are really serving, and you know he will reward you" (CEV).

In one of his parables, Jesus said, "The king will answer, 'Whenever you did it for any of my people, no matter how unimportant they seemed, you did it for me'" (Matthew 25:40 CEV).

And the apostle Paul shared the same message: "Work with enthusiasm, as though you were working for the Lord rather than for people" (Ephesians 6:7 NLT).

God said it this way to the prophet Jeremiah in the Old Testament: "Before I made you in your mother's womb, I chose you. Before you were born, I set you apart for a special work" (Jeremiah 1:5 NCV).

When most people think of this "special work," they think of pastors, priests, and professional clergy. But God says that he expects every member of his family to minister. In the Bible, the words servant and minister are synonyms; service and ministry are synonyms too. If you are a Christian, you are a minister. And when you're serving, you're ministering.

Have you ever wondered why God didn't just immediately take you to heaven the moment you accepted his grace? Why does he leave his children in a fallen world? He leaves you here to fulfill his purposes.

Once you are saved, God wants you to be part of making his goals a reality here on earth. That means God has a ministry for you in his church and a mission for you in the world!


Sabtu, 24 Januari 2026

Bebas dari Ketakutan akan Kematian

25 Januari 2026

Bacaan Hari ini:
1 Yohanes 4:18 "Di dalam kasih tidak ada ketakutan. Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan."
---------------
Allah adalah Allah yang memberikan kebebasan sejati. Bahkan Alkitab menyatakan, "Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita" (Galatia 5:1).

Apa yang diberikan kebebasan dari Allah kepada Anda? Kebebasan itu memberi banyak hal, seperti hati nurani yang bersih, akses langsung kepada Allah, serta kuasa untuk melakukan yang benar. Kebebasan itu juga memberi Anda kelepasan dari ketakutan akan kematian.

Kematian adalah ketakutan yang bersifat universal, namun hanya sedikit orang yang mau menghadapinya secara jujur. Mungkin terasa lebih mudah menjalani hidup dengan berpura-pura bahwa kematian tidak akan datang. Namun hanya orang bodoh yang menjalani hidup tanpa persiapan terhadap sesuatu yang ia tahu pasti akan terjadi.

Inilah kabar baiknya: Yesus datang untuk membebaskan Anda dari ketakutan akan kematian.

Ibrani 2:14–16 berkata: "Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut"

Dengan jujur saya dapat berkata bahwa saya benar-benar bebas dari ketakutan akan kematian. Mengapa? Karena saya mengenal Allah, dan saya tidak takut kepada-Nya. Saya telah menjadi sahabat-Nya selama lebih dari 60 tahun. Orang-orang yang takut kepada Allah adalah mereka yang tidak mengenal-Nya. Semakin Anda mengenal Dia, semakin berkurang rasa takut Anda, karena Allah adalah kasih.

"Di dalam kasih tidak ada ketakutan. Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan" (1 Yohanes 4:18).

Bagaimana mungkin Anda takut kepada Pribadi yang mengasihi Anda tanpa syarat? Bagaimana mungkin Anda takut kepada Pribadi yang memikirkan Anda lebih sering daripada Anda memikirkan diri sendiri? Allah mengetahui setiap detail hidup Anda. Ia bahkan tahu berapa jumlah rambut di kepala Anda. Jadi mengapa Anda harus takut untuk tinggal bersama-Nya selamanya?

Jika Anda mengenal Tuhan ketika Anda meninggal, Anda bukan sedang meninggalkan rumah—Anda justru sedang pulang ke rumah! Anda kembali ke tempat yang memang disediakan bagi Anda untuk kekekalan, yaitu "Kerajaan yang telah disediakan Allah bagimu sejak dunia dijadikan" (Matius 25:34).

Renungkan :

- Bagaimana keselamatan yang Anda terima telah mengubah cara Anda memandang dan berbicara tentang kematian?

- Dalam bidang apa saja Anda masih hidup seolah-olah kehidupan ini adalah satu-satunya yang ada?

- Kepada siapa Anda perlu berbicara hari ini tentang pengharapan dan kebebasan yang Allah tawarkan melalui Yesus?

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 9-11; Matius 15:21-39
____________
Puji Tuhan, Anda dapat hidup dalam kebebasan! Anda dapat hidup tanpa rasa bersalah, bebas berbicara kepada Allah kapan saja dan di mana saja, bebas melakukan yang benar, serta hidup dengan keyakinan bahwa tidak ada alasan untuk takut akan kematian—semua itu karena Anda adalah milik Yesus.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Freedom from the Fear of Death - Daily Hope with Rick Warren - January 25, 2026

"There is no fear in love. But perfect love drives out fear." 1 John 4:18 (NIV)
-------------------
God is a God of radical freedom. In fact, the Bible says, "It is for freedom that Christ has set us free" (Galatians 5:1 NIV).

What does God's freedom give you? It gives you many things, like a clear conscience, direct access to God, and the power to do what's right. It also gives you freedom from the fear of death.

Death is a universal fear, yet it's a fear that few people want to face. It may be tempting to go through life pretending you're not going to die. But only a fool would go through life unprepared for what they know is inevitable. 

Here's the good news: Jesus came to set you free from the fear of death.

Hebrews 2:14-16 says, "For only as a human being could he die and in dying break the power of the devil who had the power of death. Only in that way could he deliver those who through fear of death have been living all their lives as slaves to constant dread" (TLB).

I can say, in all honesty, that I am totally free from the fear of dying. Why? Because I know God, and I'm not afraid of him. I've been his friend for more than 60 years. The only people who are afraid of God are people who don't know him. The more you get to know him, the less you're afraid of him, because God is love.

"There is no fear in love. But perfect love drives out fear" (1 John 4:18 NIV).

How could you fear someone who loves you unconditionally? How could you fear someone who thinks about you more than you do? God knows every detail of your life.  He even knows how many hairs you have on your head! So why would you be afraid to go be with him forever? 

If you know the Lord when you die, you're not leaving home—you're going home! You're going where you were meant to be for all eternity, to "the kingdom [God] prepared for you since the creation of the world" (Matthew 25:34 NIV).

Praise God, you can live free! You can live without guilt, able to talk to God anytime and anywhere, free to do what is right, and confident there's no need to fear death—all because you belong to Jesus.


HBD NICOLE

๐ŸŽ‰ Selamat Ulang Tahun ke-11, Nicole tersayang ๐ŸŽ‰

Nicole sayang,
Hari ini Opa dan Oma bersyukur kepada Tuhan karena sudah mempercayakan Nicole dalam keluarga kami. Teruslah bertumbuh menjadi anak yang baik hati, rajin, rendah hati, dan takut akan Tuhan.
Opa dan Oma selalu mendoakan agar Tuhan Yesus melindungi Nicole, memberi hikmat, kesehatan, dan masa depan yang indah. Jangan pernah ragu bahwa Nicole sangat dikasihi—oleh Tuhan dan oleh Opa & Oma ๐Ÿค

Bilangan 6:24-26 (TB)  TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; 
TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; 
TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

Tali Sipat


Pada saat seorang tukang konvensional bangunan mendirikan sebuah tembok atau dinding, ia akan membentangkan benang untuk memastikan dinding yang sedang dibangun lurus. Ia membutuhkan seutas benang yang diberi beban supaya benang itu lurus. Gaya gravitasi akan menarik beban itu sehingga benang membentuk garis tegak lurus. Dengan mendekatkan benang, yang disebut sebagai tali sipat, itu ke dinding yang sedang dibangun, seorang tukang akan mengetahui apakah tembok itu tegak lurus atau tidak. Tanpa tali sipat, sangat sulit bagi tukang untuk membuat dinding yang lurus.

Tuhan menetapkan hidup kita sebagai bangunan rohani. Tuhan ingin bangunan hidup kita tegak lurus. Menurut Yesaya 28:17, tali sipat itu adalah kebenaran dan, dalam Yohanes 17:17, kebenaran adalah firman Tuhan. Kita harus selalu mendekatkan diri kepada kebenaran firman Tuhan sehingga kita mengerti apakah bangunan hidup kita tegak lurus atau tidak di hadapan Tuhan.

Bangsa Israel telah diingatkan melalui nabi Amos bahwa Tuhan sudah berdiri dengan tali sipat di tangan-Nya. Tetapi, mereka tidak mau mengukur bangunan hidup mereka menurut tali sipat kebenaran itu. Mereka tidak mau bertobat dari kejahatannya. Akibatnya, kehidupan mereka menyimpang jauh dari ketetapan Tuhan. Karena itu, Tuhan mengizinkan bangsa Asyur menghancurkan bangsa Israel.

Saudaraku, mari kita senantiasa membawa bangunan hidup kita dekat dengan kebenaran firman Tuhan dan memastikan bangunan hidup kita tegak lurus di hadapan-Nya.
"Inilah yang diperlihatkan-Nya kepadaku: Tampak Tuhan berdiri dekat sebuah tembok yang tegak lurus, dan di tangan-Nya ada tali sipat." (Amos 7:7)
Bacaan: Amos 7:7-9
(Have a nice weekend! Gbu!)

4 HUKUM BERKAT

"Aku akan memberkati engkau. … dan engkau akan menjadi berkat."
Kejadian 12:2 

Sebagian besar orang Kristen ingin menjadi berkat bagi orang lain melalui waktu, talenta, karunia dan sumber daya yang mereka miliki. 
Namun hal ini bukan sekadar keinginan. 
Allah memerintahkan kita untuk menjadi berkat bagi orang lain karena kita sendiri telah diberkati.

Ketika kita mencari cara untuk memberkati orang lain, ingatlah empat hukum berkat dari Allah berikut ini:

1. Berkat yang kita terima harus mengalir kepada orang lain.
Alkitab mengajarkan bahwa kita diberkati bukan hanya supaya kita merasa senang, bahagia, atau hidup dengan nyaman. 
Kita diberkati supaya kita dapat memberkati orang lain. 
Allah berkata kepada Abraham dalam Kejadian 12:2, "Aku akan memberkati engkau… dan engkau akan menjadi berkat" . Inilah hukum pertama dari berkat: berkat itu harus mengalir keluar.

2. Ketika kita memberkati orang lain, Allah akan mencukupi kebutuhan kita.
Hampir tidak ada hal yang tidak akan Allah lakukan bagi orang yang sungguh-sungguh ingin menolong sesamanya. 
Bahkan, Allah menjamin bahwa kalau kita memusatkan perhati- an untuk memberkati orang lain, Allah sendiri yang akan mengurus kebutuhan kita.
Dalam Lukas 18:29–30, Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Kerajaan Allah meninggal-kan rumahnya, isterinya atau saudaranya, orang tuanya atau anak-anaknya, akan menerima kembali lipat ganda pada masa ini juga, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal."
Ketika kita fokus menolong orang lain, Allah mengambil alih tanggung jawab atas masalah-masalah kita. 
Dan itu adalah berkat yang besar, karena Allah jauh lebih mampu menangani kesulitan kita daripada diri kita sendiri.

3. Berkat yang kita berikan kepada orang lain akan kembali kepada kita.
Semakin kita memberkati dan menolong orang lain, maka semakin Allah akan memberkati hidup kita. 
Alkitab mengatakan Lukas 6:38 : "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu".

Kita tidak mungkin memberi lebih banyak daripada Allah. Ketika kita berusaha mencari cara untuk memberkati orang lain, seolah-olah Allah berkata, "Aku akan mencurahkan berkat kepadamu. Mari kita lihat siapa yang bisa memberi lebih banyak. Semakin engkau memberkati orang lain, semakin Aku akan memberkati engkau kembali."

4. Semakin besar berkat yang Allah berikan kepada kita, maka semakin besar pula tanggung jawab kita untuk menolong orang lain.
Yesus menyatakannya demikian dalam Lukas 12:48: "Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari
padanya akan lebih banyak lagi dituntut"

Pikirkanlah beberapa berkat yang telah Allah berikan kepada kita, berkat manakah yang sudah kita bagikan kepada orang lain?
Berdasarkan seberapa besar Allah telah memberkati kita, maka sebesar itu juga Allah  mengharapkan kita untuk memberkati orang lain.
Hari ini kita lakukan untuk menjadi berkat bagi seseorang.

Jangan pernah takut untuk membagikan berkat dari Allah. Semakin murah hati kita dalam membagikan apa yang telah Allah berikan, semakin kita akan melihat Allah memberkati hidup kita kembali. Tuhan Yesus memberkati.

Jumat, 23 Januari 2026

Bagaimana Mengetahui Apa yang Paling Anda Kasihi

24 Januari 2026

Bacaan Hari ini:
Lukas 16:13 "Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon"
----------------
Yesus berbicara tentang bagaimana uang menyingkapkan prioritas hidup seseorang. Ia berkata: "Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon" (Lukas 16:13)

Kata "tidak dapat" mengandung kebenaran rohani yang sangat dalam. Yesus tidak mengatakan bahwa hidup bagi Allah dan uang itu sulit atau penuh tekanan. Ia mengatakan bahwa hal itu tidak mungkin. Dengan kata lain, Anda tidak bisa hidup bagi keduanya sekaligus.

Tujuan utama hidup Anda tidak dapat sekaligus melayani Allah dan mengejar uang. Salah satu harus berada di bawah yang lain. Anda tidak dapat memiliki dua atasan.

Anda harus memilih apa yang paling Anda kasihi dalam hidup. Anda mungkin berkata, "Saya paling mengasihi Yesus" Namun yang terpenting bukanlah apa yang Anda katakan, melainkan apa yang Anda lakukan.

Jika Anda ingin mengetahui apa yang paling Anda kasihi, perhatikan dua hal: kalender Anda dan laporan rekening atau kartu kredit Anda. Cara Anda menggunakan waktu dan cara Anda membelanjakan uang menunjukkan apa yang paling Anda hargai.

Dalam banyak budaya saat ini, sangat mudah bagi uang untuk menjadi "allah"—menempati posisi utama dalam hidup. Namun itulah yang tidak Allah kehendaki bagi Anda.

Inilah yang Allah kehendaki bagi Anda: Ia ingin Anda mengasihi sesama dan mengasihi Dia—serta menggunakan uang sebagai alat.

Jika urutan ini terbalik, Anda akan berada dalam masalah. Jika Anda mulai mengasihi uang, maka Anda akan mulai memperlakukan orang lain sebagai alat—padahal manusia tidak diciptakan untuk diperalat. Sebaliknya, gunakanlah uang sebagai alat untuk menolong Anda mengasihi sesama dan mengasihi Allah dengan benar.

Bagaimana caranya? Gunakan uang Anda untuk berbuat baik, untuk mendukung pemberitaan Injil dan untuk merawat orang-orang yang membutuhkan.

Ingatlah ini: ketika Anda hidup untuk uang, uang akan menjadi tuan Anda. Namun ketika Anda memberi dan mengelola uang dengan benar, uang akan melayani Anda.

Renungkan:

- Apa yang kalender Anda ungkapkan tentang apa yang paling Anda kasihi?

- Apa yang laporan rekening bank atau kartu kredit Anda ungkapkan tentang apa yang paling Anda kasihi?

- Bagaimana Anda perlu mengubah atau menata kembali prioritas hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 7-8; Matius 15:1-20
-------------------
Apakah Anda ingin mengetahui apa yang sebenarnya paling Anda kasihi? Perhatikanlah bagaimana Anda menggunakan waktu dan uang Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
How to Know What You Love Most - Daily Hope with Rick Warren - January 25, 2026

"No one can serve two masters. Either you will hate the one and love the other, or you will be devoted to the one and despise the other. You cannot serve both God and money." Luke 16:13 (NIV)
-------------------
Do you want to know what you really love most? Look at how you spend your time and your money.

Jesus talked about how money reveals your priorities. He said, "No one can serve two masters. Either you will hate the one and love the other, or you will be devoted to the one and despise the other. You cannot serve both God and money"(Luke 16:13 NIV).

The word "cannot" is filled with deep spiritual truth. He doesn't say that it's difficult to live for both God and money, or that it's stressful. He says that you "cannot" live for both God and money. In other words, it's impossible.

Your number one goal in life can't be to serve God and to make money. One has to be subordinate to the other. You can't have two bosses.

You have to choose what you love most in life. You may say, "I love Jesus most." But it doesn't really matter what you say; what matters is what you do.

If you want to know what you love most, look at two things: your calendar and your bank statement. The way you spend your time and the way you spend your money show what you value most.

In so many cultures today, it's easy for money to become a god—for it to have first place in your life. But that's not what God wants for you.

Here's what God wants for you: He wants you to love people and to love him—and to use money as a tool.

If you get that reversed, you're in trouble. If you start to love money, then you're going to start using people—and people weren't made to be used. Instead, use your money as a tool to help you love people and God well.

How do you do that? You use your money to do good, to further the gospel, and to care for people in need.

Remember this: When you live for money, it becomes your master. But when you give your money, it serves you.


Kamis, 22 Januari 2026

PENSIL & PENGHAPUS

Sebuah pensil berkata kpd PENGHAPUS, "Maafkan aku, Penghapus." Penghapus pun bertanya,"Utk apa minta maaf,Pensil?

Kamu tdk lakukan kesalahan apapun PADAKU. " Pensil menjawab, "Aku telah membuatmu terluka. Setiap kali Aku lakukan kesalahan, kamu  sll berada disisi aku utk menghapusnya. Lalu kamu akan kehilangan sebagian dari dirimu & kamu akan menjadi semakin kecil."

Penghapus pun berkata,"Oh, aku sama sekali tdk keberatan. Diriku memang tercipta utk membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan. Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi & kau akan mengganti diriku dgn yg baru, ttp sesungguhnya, aku sungguh bahagia dgn peranku."

Si Penghapus adalah org tua kita, si Pensil adalah diri kita sendiri.

Org tua akan sll ada utk memperbaiki kesalahan anak2nya. Saat itulah, org tua akan sering terluka dgn sikap anaknya yg keras kepala & sll mengulangi kesalahan yg sama.

Orang tua kita semakin bertambah kecil seiring berjalannya waktu dan pada akhirnya mereka meninggal.

Kita mungkin akan menemukan pengganti penghapus lama yaitu penghapus baru, di mana mrk adalah PASANGAN HIDUP KITA .

Namun, sering  kita menyalah artikan perhatian org tua yg diberikan pada kita.

Kita merasa  mrk begitu membatasi diri kita dan  bersikap tdk adil. Krn itulah byk dari kita yg sengaja melakukan perlawanan kpd mrk krn sikap mrk tdk seperti yg kita inginkan.

Sebenarnya mrk bersikap demikian krn mrk peduli kpd kita. Mrk ingin kita tumbuh menjadi anak2 yg memiliki karakter yg baik.

Tanpa didikan dan disiplin, kita akan mudah terjerumus dlm kehidupan yg salah.

Menghormati & mengasihi org tua adalah keharusan bagi setiap org. Membalas jasa org tua bkn hanya membuat mrk bangga atas prestasi & kesuksesan yg kita raih, namun juga bagaimana kita dapat berhasil membangun kehidupan yg baik.

Hormati, kasihi, dan bahagiakan org tua kita agar kebahagiaan, berkat, dan damai sejahtera senantiasa berlimpah di sepanjang hidup kita.

Hormatilah juga pasangan hidup kita yang berperan sebagai pengganti penghapus lama

HIDUP BAHAGIA ADALAH IMPIAN SETIAP KITA

Selamat Pagi, Tetap semangat. Selamat Beraktivitas. Sehat dan Sukses selalu. GBU๐Ÿ™๐Ÿผ๐Ÿ™๐Ÿผ๐Ÿ™๐Ÿผ