Senin, 19 Oktober 2026

Pedagang Kaya & Ular Phyton

_*Mesir tak hanya terkenal dengan dongeng "1001 Malam" saja, tapi juga mempunyai sejumlah dongeng menarik, penuh makna dan kaya moralnya. Pesan moral dongeng tidak hanya tertuju pada kaum anak-anak, tetapi banyak bersifat universal dan berlaku untuk semua kelompok usia, termasuk orang dewasa.*_

_*Salah satu dongeng Mesir yang terkenal, menceritakan tentang seorang saudagar kaya yang mempunya hobi tidak biasa, yakni memelihara seekor ular piton. Awalnya ular tak berbisa itu hanya berukuran kecil. Seiring perjalanan waktu, mendapat asupan bergizi dan cukup. Ular tersebut cepat bertumbuh besar. Perlahan ular itu menjadi sangat jinak, dan menjadi temannya sepanjang malam. Edannya,  ularnya yang bagi orang lain menjijikkan itu,  malah dibiarkan tidur bersamanya di ranjang.*_

_*Namun, suatu hari ular piton itu tiba-tiba mogok makan selama berhari-hari. Khawatir peliharaannya sakit, saudagar ini mendatangkan seorang "Urlugaledinna", istilah untuk dokter hewan jaman kuno. Setelah memeriksa kondisi piaraan dan seksama mendengar cerita siempunya ular. Katanya ularnya sering tidur bersamanya sambil meregangkan tubuh lurus di samping badannya. Dokter  hewan itu memberikan jawaban serius yang mengejutkan.*_

_*Sang dokter menyarankan sesegera mungkin melepaskan ularnya ke hutan atau kebun binatang. Katanya "Ular Anda tidak sedang sakit. Ia berhenti makan karena sedang mengosongkan perutnya, dan meregangkan tubuh di samping Anda untuk mengukur ukuran tubuh Anda agar tahu apakah sudah cukup besar untuk menelan Anda bulat-bulat."  Seketika, saudagar itu merasa dingin menjalar dari ujung kaki hingga ke tengkuknya. Ia mencoba menenangkan diri, namun jantungnya sudah empot-empotan.*_

_*Pesan moral cerita ini bermakna, "Musuh dalam Selimut". Bila ada  seseorang tampak mendadak dekat, pura-pura bersikap baik dan  menyayangi, atau selalu berada di sisi kita. Belum tentu mereka memiliki niat tulus. Terkadang berniat menjatuhkan atau mencelakai kita, dan sedang "mengukur" kelemahan kita secara perlahan sebelum akhirnya mengambil kesempatan untuk menyerang.*_

_*Berhati-hatilah*_

_*Rudy Chandra*_
_*Episode 2325*_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar