Selasa, 21 Juli 2026

Apakah Anda Sedang Berusaha Membuktikan Nilai Diri Anda?

22 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Yesaya 49:15-16 "Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku."
----------------
Ketika Anda mendapati diri Anda terjebak dalam siklus bekerja berlebihan, Anda perlu mengingat betapa berharganya Anda di mata Allah.

Hal ini benar-benar bertolak belakang dengan mendasarkan nilai diri pada pekerjaan, karier atau peran Anda sebagai pekerja penuh waktu. Cara pandang ini berlawanan dengan budaya dan mungkin menuntut perubahan besar dalam cara Anda berpikir, terutama jika ada suara kecil dalam benak Anda yang terus berkata, "Kamu harus membuktikan bahwa dirimu berharga."

Salah satu alasan orang tidak dapat beristirahat adalah karena mereka mencampuradukkan pekerjaan dengan nilai diri mereka. Mereka mencampuradukkan nilai kekayaan mereka dengan nilai diri mereka. Mereka berpikir, "Jika aku bekerja sangat keras dan berhasil dalam pekerjaan, berarti aku berharga. Jika aku tidak produktif, berarti aku tidak berharga." Itu adalah kebohongan! Tetapi dalam budaya Barat, identitas kita sering kali berpusat pada pekerjaan kita, sehingga kita bekerja berlebihan dalam usaha membuktikan diri. Kita percaya bahwa jika kita mencapai banyak hal, berarti nilai diri kita juga besar.

Namun, arti penting diri Anda tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, karier atau pencapaian Anda.

Anda tidak perlu membuktikan nilai diri Anda. Allah mengatakan bahwa Anda sudah sangat berharga. Anda tidak akan pernah lebih berharga di mata Allah daripada saat ini dan Anda juga tidak akan pernah kurang berharga di mata Allah daripada saat ini.

Seberapa berhargakah Anda? Bapa Anda di surga telah menciptakan Anda; Yesus telah mati bagi Anda. Dan jika Anda adalah pengikut Kristus, Roh Kudus tinggal di dalam Anda.

Allah tidak pernah menciptakan sesuatu tanpa tujuan dan maksud. Fakta bahwa Anda masih hidup berarti Allah mengasihi Anda dan menghendaki Anda tetap hidup. Anda tidak ternilai harganya. Anda adalah sebuah karya agung.
Bukan apa yang Anda lakukan yang memberi Anda nilai, melainkan milik siapa Anda.

Tahukah Anda bahwa Allah tidak akan pernah melupakan Anda? Firman dalam Alkitab berkata, "Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku." (Yesaya 49:15-16).

Apakah Anda sempurna? Tentu tidak. Apakah Anda telah rusak oleh dosa? Ya. Apakah Anda seorang berdosa? Ya. Tetapi apakah Anda memiliki nilai yang tidak terbatas? Ya! Dan Anda sangat dikasihi oleh Allah.
Dia telah membuktikan nilai diri Anda melalui salib.

Renungkan :

- Kepada siapa Anda selama ini berusaha membuktikan diri? Mengapa?

- Bagaimana mengetahui betapa berharganya Anda di mata Allah menolong Anda untuk beristirahat?

- Menurut Anda, bagaimana pengalaman Anda dalam bekerja akan berubah jika Anda berusaha menyenangkan Allah saja melalui pekerjaan Anda, dan bukan siapa pun yang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 29-30; Kisah Para Rasul 23:1-11
_____________
Anda tidak perlu membuktikan nilai diri Anda. Allah mengatakan bahwa Anda sudah sangat berharga. Anda tidak akan pernah lebih berharga di mata Allah daripada saat ini dan Anda juga tidak akan pernah kurang berharga di mata Allah daripada saat ini.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Are You Trying to Prove Your Worth?
By Rick Warren

“Can a mother forget her little child and not have love for her own son? Yet even if that should be, I will not forget you. See, I have tattooed your name upon my palm.” Isaiah 49:15-16 (TLB)
------------------
When you find yourself stuck in a cycle of overworking, you need to remember your value to God.

This is the exact opposite of basing your worth on your work, your career, or your full-time role. It is countercultural and may require a major change in your thinking, especially if a little voice in your head keeps saying, “You’ve got to prove you matter.”

One reason people can't relax is because they confuse their work and their worth. They confuse their net worth with their self-worth. They think, “If I work really hard and succeed at work, then I am valuable. If I'm not productive, then I'm not valuable.” That's a lie! But in Western culture, our identity often revolves around our work, so we overwork in an attempt to prove ourselves. We believe that if we achieve a lot, then we must be worth a lot.

But your significance has nothing to do with your job, your career, or your achievements.

You don’t have to prove your worth. God says that you are already extremely valuable. You’ll never be more valuable to God than you are right now; you’ll never be less valuable to God than you are right now.

How valuable are you? Your heavenly Father created you; Jesus died for you. And if you are a follower of Christ, the Holy Spirit lives in you.

God doesn’t create anything without purpose or intention. The fact that you’re alive means God loves you and wants you alive. You’re priceless. You’re a masterpiece.

It’s not what you do that gives you worth but who you belong to.

Did you know that God has a tattoo of you? The Living Bible paraphrase says, “Can a mother forget her little child and not have love for her own son? Yet even if that should be, I will not forget you. See, I have tattooed your name upon my palm” (Isaiah 49:15-16).

Are you perfect? Absolutely not. Are you broken? Yes. Are you a sinner? Yes. But are you of infinite value? Yes! And you are deeply loved by God.

He has already proved your worth on the cross.


Senin, 20 Juli 2026

Allah Menciptakan Anda untuk Membutuhkan Istirahat

21 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 127:2 "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur"
------------------
Ketika kami memulai Saddleback Church, saya bekerja 18 jam sehari. Kami menerima tamu di rumah kami dua kali seminggu, setiap minggu. Pada hari Minggu terakhir di tahun pertama, saya berdiri untuk berkhotbah—lalu pingsan. Saya benar-benar kelelahan secara fisik, rohani dan dalam hubungan dengan orang lain.

Selama tahun berikutnya, Allah mengajarkan kepada saya beberapa hal tentang keseimbangan—pelajaran yang harus saya pelajari berulang kali sejak saat itu. Inilah yang saya pelajari: Menolak untuk beristirahat adalah tanda ketidakdewasaan. Ingatlah, Roma tidak dibangun dalam satu hari, demikian juga gereja ataupun hal lain yang benar-benar berharga.

Alkitab berkata dalam Mazmur 127:2: "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur"

Allah tidak ingin Anda menyelesaikan segala sesuatu sekaligus. Dia ingin Anda belajar mengatur langkah, sementara Dia memakai keadaan-keadaan dalam hidup Anda untuk menolong Anda bertumbuh sedikit demi sedikit menuju kedewasaan. Ketika Allah sedang mengembangkan usaha Anda, Dia juga sedang membentuk Anda. Ketika Allah sedang membesarkan anak-anak Anda, Dia juga sedang membentuk Anda. Ketika Allah sedang mengembangkan karier Anda, Dia juga sedang membentuk Anda.

Sebagian orang berpikir bahwa Allah hanya berkenan kepada mereka ketika mereka bekerja, berdoa atau melakukan hal-hal yang "rohani." Tetapi Allah juga berkenan kepada Anda ketika Anda beristirahat.

Jika Anda seorang orang tua dan pernah masuk ke kamar anak-anak Anda pada malam hari untuk melihat mereka, Anda pasti tahu sukacita yang muncul hanya dengan melihat mereka tidur. Bapa Anda yang di surga juga senang melihat Anda tidur dan beristirahat. Dia menciptakan Anda untuk membutuhkan istirahat. Bahkan Allah sendiri beristirahat! Apakah Anda lebih sibuk daripada Allah?

Firman Allah dalam Alkitab berkata, "Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat." (Keluaran 31:17).

Mengapa Allah beristirahat dan bersantai pada hari ketujuh? Bukan karena Dia lelah, sebab Allah tidak pernah menjadi lelah. Dia sedang memberikan teladan tentang apa yang Dia ingin Anda lakukan: Berhentilah bekerja dan beristirahat. Peliharalah hari Sabat dan beristirahatlah dalam kebaikan Allah.

Renungkan :

- Apa alasan Anda bekerja terlalu keras di rumah, di sekolah, atau di tempat kerja?

- Bagaimana menyediakan ruang dalam hidup Anda untuk beristirahat merupakan suatu disiplin rohani?

- Apakah jadwal harian Anda lebih mencerminkan prioritas untuk menyelesaikan daftar pekerjaan atau untuk bertumbuh secara rohani? Dalam hal apa?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 26-28; Kisah Para Rasul 22
__________
Agar Anda bertumbuh, Anda harus belajar beristirahat dalam kebaikan Allah.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
God Created You to Need Rest
By Rick Warren

“It is useless for you to work so hard from early morning until late at night, anxiously working for food to eat; for God gives rest to his loved ones.” Psalm 127:2 (NLT)
-------------
When we started Saddleback Church, I was working 18 hours a day. We hosted people in our home twice a week, every week. On the last Sunday of the first year, I stood up to speak—and fainted. I was worn out from physical, spiritual, and relational exhaustion.

Over the next year, God taught me some things about balance—which I’ve had to learn over and over again since then. Here’s what I learned: Resistance to rest is immaturity. Remember, Rome wasn’t built in a day, and neither is the church nor anything else that is worthwhile.

The Bible says in Psalm 127:2: “It is useless for you to work so hard from early morning until late at night, anxiously working for food to eat; for God gives rest to his loved ones” (NLT).

God doesn't want you to accomplish everything all at once. He wants you to learn to pace yourself as he uses the circumstances of your life to help you mature little by little. While God is growing your business, he’s growing you. While God is growing your children, he’s growing you. While God is growing your career, he’s growing you. For you to grow, you have to learn to rest in God’s goodness.

Some people think God only smiles on them when they're working, praying, or doing “spiritual” things. But God also smiles on you when you rest.

If you’re a parent, and you’ve ever gone into your kids’ room and checked on them at night, you know the joy it gives you just to watch them sleep. Your heavenly Father enjoys watching you sleep and rest too. He created you to need rest. Even God rested! Are you busier than God?

The Living Bible paraphrase says, "Work six days only, for the seventh day is a special day to remind you of my covenant—a weekly reminder forever of my promises to the people of Israel. For in six days the Lord made heaven and earth, and rested on the seventh day, and was refreshed" (Exodus 31:17).

Why did God rest and relax on the seventh day? It’s not because he was tired, because God doesn't get tired. He was modeling what he wants you to do: Stop work and relax. Keep a Sabbath, and rest in God’s goodness.


Minggu, 19 Juli 2026

Anda Dapat Beristirahat dalam Kebaikan Allah

20 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 23:2 "Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang."
----------------
Apakah Anda selalu terburu-buru? Apakah daftar pekerjaan Anda terlalu panjang dan tidak realistis? Pernahkah lebih dari satu orang mengatakan kepada Anda agar memperlambat langkah? Apakah Anda merasa bersalah ketika beristirahat?
Apakah Anda harus sakit terlebih dahulu agar mau mengambil waktu untuk beristirahat?

Laju masyarakat modern mendorong kita untuk terus bekerja tanpa henti. Banyak orang tetap bekerja bahkan pada hari libur mereka. Dan mereka yang pergi beribadah ke gereja sering kali pulang hanya untuk langsung kembali bekerja (baik
pekerjaan rumah, tugas sekolah, maupun pekerjaan kantor), berusaha menyelesaikan semua hal yang tidak sempat mereka kerjakan selama hari-hari kerja biasa.

Tidak heran kita menjadi kelelahan! Kebanyakan dari kita sudah berada di batas kemampuan. Tetapi itulah bukan cara Sang Gembala yang Baik.

Mazmur 23:2 berkata,"Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang."
Allah membaringkan Anda di padang yang hijau—itulah istirahat. Dan Dia membimbing Anda ke air yang tenang—itulah penyegaran.

Allah, dalam kebaikan-Nya, menciptakan istirahat dan Dia menganggapnya sama pentingnya dengan pekerjaan. Seorang gembala yang penuh kasih memastikan domba-dombanya mendapatkan cukup istirahat agar tetap sehat. Demikian juga
Allah, Gembala Anda yang Baik. Jika Anda tidak mau berbaring untuk beristirahat, Allah akan membuat Anda berbaring. Kadang-kadang satu-satunya cara Allah dapat membuat Anda memandang kepada-Nya adalah dengan membaringkan
Anda telentang. Dia melakukan itu karena Dia peduli terhadap kesehatan fisik, emosional, dan rohani Anda.

Bukankah menakjubkan betapa jauh lebih baik segala sesuatu terlihat setelah tidur malam yang nyenyak?

Banyak dari kekhawatiran, kesibukan, tergesa-gesa, dan kegelisahan Anda berasal dari tidak memahami kebaikan Allah dalam hidup Anda. Ketika Anda memahami apa yang telah Allah lakukan bagi Anda dan apa yang ingin Dia lakukan bagi
Anda di masa depan, Anda dapat bersantai, melepaskan beban dan belajar untuk beristirahat.
Anda dapat hidup di dalam kebaikan Allah.

Renungkan :

- Istirahat dan penyegaran memiliki bentuk yang berbeda bagi setiap orang. Hal apa yang membuat Anda benar-benar merasa beristirahat dan segar kembali?

- Mengapa menurut Anda bekerja berlebihan begitu dihargai dalam banyak budaya?

- Dengan cara apa Anda dapat mengubah jadwal atau harapan Anda di rumah maupun di tempat kerja agar Anda memperoleh istirahat yang cukup?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 23-25; Kisah Para Rasul 21:15-40
___________
Perbedaan antara hidup yang penuh tekanan dan hidup yang diberkati sering kali hanyalah istirahat.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
You Can Rest in God’s Goodness
By Rick Warren

“He makes me lie down in green pastures, he leads me beside quiet waters.” Psalm 23:2 (NIV)
--------------
Are you always in a hurry? Is your to-do list unrealistically long? Has more than one person ever told you to slow down? Do you feel guilty when you relax? Do you have to get sick to take time off?

The pace of modern society pushes us to keep going and going and going. Many people work even on their day off. And those who go to a church service often head home afterward only to dive right into work (whether it’s housework, schoolwork, or career work), trying to do all the stuff they didn’t accomplish during the regular workweek.

No wonder we’re exhausted! Most of us are maxed out. But that’s not the way of the Good Shepherd.

Psalm 23:2 says, “He makes me lie down in green pastures, he leads me beside quiet waters” (NIV).

God makes you lie down in green pastures—that's rest. And he leads you beside quiet waters—that's refreshment.

God, in his goodness, created rest, and he considers it as important as work. A loving shepherd makes sure his sheep get enough rest to stay healthy. It’s the same with God, your Good Shepherd. If you won’t lie down, God will make you lie down. Sometimes the only way God can get you to look up is to lay you flat on your back. He will do that because he cares about your physical, emotional, and spiritual health.

Isn't it amazing how much better things look after a good night's sleep? The difference between being stressed and being blessed is often rest.

A lot of your worry, hurry, scurry, and restlessness comes from not understanding the goodness of God in your life. When you understand what God has done for you and wants to do for you in the future, you can relax, let go, and learn to rest.

You can live in the goodness of God.

Sabtu, 18 Juli 2026

Empat Langkah untuk Mengatasi Kekhawatiran

19 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
1 Petrus 5:7 "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu."
------------------
Dibutuhkan lebih dari sekadar kemauan untuk berhenti khawatir—tetapi Anda sudah mengetahui hal itu, karena Anda sudah pernah mencobanya. Anda mungkin berpikir, "Aku seharusnya tidak mengkhawatirkan hal ini", tetapi kekhawatiran itu tetap ada dalam pikiran Anda.

Berikut adalah empat langkah untuk membantu Anda berhenti khawatir:

Kenalilah Allah.
Yesus berkata dalam Matius 6:32, "Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu". Jika Anda tidak memiliki hubungan dengan Allah, Anda memang memiliki banyak alasan untuk khawatir. Itulah sebabnya Anda perlu mengenal Allah!
Sebagai orang percaya, Anda memiliki Bapa di surga yang telah berjanji untuk memelihara Anda. Anda adalah anak Allah dan anak-anak memperoleh hak-hak istimewa. Ketika Anda khawatir, Anda bertindak seolah-olah Anda tidak memiliki Bapa yang penuh kasih, yang menyertai dan berpihak kepada Anda.

Tempatkan Allah sebagai yang terutama dalam setiap bidang kehidupan Anda.
Firman dalam Alkitab berkata, "Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" (Matius 6:31-33).
Setiap kali Anda mengeluarkan Allah dari pusat kehidupan Anda dan menggantinya dengan hal lain—betapapun baiknya hal itu—Anda akan mulai khawatir.

Jalanilah hidup satu hari pada satu waktu.
Alkitab berkata, "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari" (Matius 6:34).
Jika Anda mengkhawatirkan hari esok, Anda tidak dapat menikmati hari ini. Selain itu, ketika Anda selalu khawatir tentang hari esok, masa depan akan terasa begitu membebani. Tetapi Allah berjanji akan memberikan kasih karunia dan kekuatan yang Anda perlukan pada saat Anda membutuhkannya. Saat ini, Anda hanya memerlukan kekuatan yang cukup untuk hari ini.

Percayalah kepada Allah yang memelihara Anda.
"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu." (1 Petrus 5:7).
Bagaimana Anda melakukannya? Salah satu caranya adalah dengan menghafalkan janji-janji Allah di dalam Alkitab. Janji-janji itu seperti polis asuransi bagi orang percaya. Ketika Anda tahu bahwa sesuatu sudah dijamin, Anda tidak lagi mengkhawatirkannya. Cara lain untuk mempercayai Allah adalah dengan berdoa. Jika Anda berdoa sebanyak Anda khawatir, Anda akan memiliki jauh lebih sedikit hal untuk dikhawatirkan.

Apa hasil dari menjalankan keempat langkah ini? "Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus" (Filipi 4:7).

Renungkan :

- Dapatkah Anda memiliki hubungan dengan seseorang jika Anda tidak terus-menerus belajar mengenal dia lebih dalam? Mengapa atau mengapa tidak?

- Bagaimana Anda mengetahui bahwa Allah benar-benar menjadi yang terutama dalam suatu bidang kehidupan Anda?

- Apa satu cara yang spesifik dan praktis yang dapat Anda lakukan untuk mengingatkan diri sendiri agar berdoa, bukan khawatir?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 20-22; Kisah Para Rasul 21:1-14
_____________
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada Tuhan, sebab Ia yang memelihara Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Four Steps to Overcoming Worry
By Rick Warren

“Give all your worries and cares to God, for he cares about you.” 1 Peter 5:7 (NLT)
-----------------
It takes more than willpower to stop worrying—but you already know that, because you’ve already tried it. You’ve thought, “I shouldn’t worry about this,” yet it stays on your mind.

Here are four steps to help you stop worrying:

Get to know God.

Jesus says in Matthew 6:32, “Only people who don't know God are always worrying about such things” (CEV). If you don’t have a relationship with God, you have every reason to worry. That’s why you need to get to know God!

As a believer, you have a heavenly Father who has promised to take care of you. You are God’s child, and children get special privileges. When you worry, you are acting like you don't have a loving Father who is with you and for you.

Put God first in every area of your life.

The Living Bible paraphrase says, “Don’t worry at all about having enough food and clothing. Your heavenly Father already knows perfectly well that you need them, and he will give them to you if you give him first place in your life” (Matthew 6:31-33). Anytime you take God out of the center of your life and put anything else there—no matter how good it is—you’re going to worry.

Live one day at a time.

The Bible says, “Don’t worry about tomorrow, because tomorrow will have its own worries. Each day has enough trouble of its own” (Matthew 6:34 NCV). If you’re worrying about tomorrow, you can’t enjoy today. Also, when you’re always worried about tomorrow, the future gets overwhelming. But God promises to give you the grace and strength you need when you need it. Right now, you only need enough power for today.

Trust God to care.

“Give all your worries and cares to God, for he cares about you” (1 Peter 5:7 NLT). How do you do that? One way is to memorize God’s promises in the Bible. They’re like an insurance policy for believers. When you know something’s covered, you don’t worry about it anymore. Another way to trust God is to pray. If you prayed as much as you worried, you’d have a lot less to worry about.

What’s the result of taking these four steps? “You will experience God’s peace, which exceeds anything we can understand” (Philippians 4:7 NLT).


Rasakan Manisnya Firman Allah

18 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 119:103 "Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih manis daripada madu bagi mulutku."
------------------
Setelah saya dan istri saya, Kay, bertunangan, kami melakukan sesuatu yang tidak biasa: Kami pindah ke sisi dunia yang berlawanan. Kay pindah ke Birmingham, Alabama, untuk melayani di sebuah gereja di pusat kota, sedangkan saya pindah ke Nagasaki, Jepang, untuk merintis sebuah gereja. Kami terpisah hampir sepanjang masa pertunangan kami.

Pada masa itu, belum ada telepon seluler. Menelepon ke Jepang biayanya 15 dolar per menit, dan kami benar-benar miskin. Jadi kami hanya memiliki satu pilihan: menulis surat. Kami masing-masing menulis satu surat setiap hari, dan menerima surat darinya adalah momen yang paling saya nantikan setiap hari pada masa itu. Begitu surat cintanya tiba, saya langsung membukanya dan membacanya. Lalu saya membacanya lagi dan mencoba memahami makna di balik setiap kalimatnya. Saya menggarisbawahi bagian-bagian tertentu dan menghafalkannya. Saya berusaha mengumpulkan setiap tetes kasih yang wanita itu miliki untuk saya.

Pernahkah Anda membaca Alkitab—surat cinta Allah kepada Anda—dengan cara seperti itu?

Jika Anda tidak menyelidiki Alkitab dengan sungguh-sungguh, berusaha memperoleh setiap bagian hikmat darinya, maka Anda belum benar-benar menikmati perjamuan yang telah Allah sediakan bagi Anda. Mazmur 119:103 berkata, "Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih manis daripada madu bagi mulutku."

Alkitab penuh dengan makanan rohani; di dalamnya terdapat makanan yang akan menjaga kesehatan rohani Anda.

Apakah Anda sedang berpuasa atau berpesta dengan Firman Allah? Ingatlah bahwa pergi ke gereja seminggu sekali dan mendengarkan khotbah bukanlah sebuah pesta. Jika Anda hanya makan satu kali seminggu, Anda tidak akan bertumbuh atau menjadi sehat. Hal yang sama juga berlaku bagi makanan rohani Anda.

Yesus berkata, "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Matius 4:4)

Renungkan :

- Pilihlah satu bagian dari Mazmur 119 dan bacalah beberapa kali. Nikmatilah Firman Allah. Kebaikan dan makanan rohani apa yang Allah sediakan bagi Anda melalui bagian tersebut?

- Satu perubahan apa yang dapat Anda lakukan dalam rutinitas pagi atau malam hari agar tersedia waktu untuk membaca dan merenungkan Firman Allah?

- Bagaimana keinginan Anda untuk membaca Firman Allah berubah ketika Anda memandang Alkitab sebagai surat cinta Allah kepada Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 18-19; Kisah Para Rasul 20:17-38
_____________
Anda akan benar-benar merasakan manisnya Firman Allah ketika Anda menikmatinya setiap hari—membacanya, mempelajarinya, dan merenungkannya—serta membiarkannya memenuhi hati dan pikiran Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Taste the Sweetness of God’s Word
By Rick Warren

“How sweet your words taste to me; they are sweeter than honey.” Psalm 119:103 (NLT)
------------------
After my wife, Kay, and I got engaged, we did something unusual: We moved to opposite sides of the world. She moved to Birmingham, Alabama, to work in an urban church, and I moved to Nagasaki, Japan, to plant a church. We were separated for most of our engagement.

In those days, we didn’t have cell phones. It cost $15 a minute to call Japan, and we were dirt poor. So we had only one alternative: writing letters. We each wrote a letter every day, and receiving hers was the highlight of my day during that time. The moment a love letter arrived, I would tear it open and read it. Then I would reread it and try to read between the lines. I’d underline and memorize portions of it. I was trying to gather every drop of love this woman had for me.

Have you ever read the Bible—God’s love letter to you—that same way?

If you’re not poring over the Bible, trying to glean every bit of wisdom from it, then you are not fully tasting the banquet that God has prepared for you. Psalm 119:103 says, “How sweet your words taste to me; they are sweeter than honey” (NLT).

The Bible is full of nourishment; it has spiritual food that will keep you healthy.

Are you fasting or are you feasting on the Word of God? Keep in mind that going to church once a week and hearing a sermon is not a feast. If you only ate one meal a week, then you wouldn’t grow or be healthy. The same is true for your spiritual nourishment.

Jesus said, “Man shall not live by bread alone, but by every word that comes from the mouth of God” (Matthew 4:4 ESV).

You’ll truly taste the sweetness of God’s Word when you feed on it every day—read it, study it, and meditate on it—and let it saturate your heart and mind.


Anda Belajar Mempercayai Allah Melalui Doa

17 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 7:7 "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu."
----------------------
Allah bukan hanya sanggup memenuhi semua kebutuhan Anda; Dia juga rindu untuk memenuhinya! Tetapi ketika Anda melupakan betapa besarnya komitmen Allah untuk menolong Anda, akan mudah bagi Anda untuk berhenti meminta pertolongan-Nya dan mulai bergantung pada diri sendiri.

Mungkin Anda hanya meminta kepada Allah untuk hal-hal yang "besar" dan bukan untuk hal-hal yang "kecil." Tahukah Anda? Bagi Allah, semuanya adalah hal yang kecil. Tidak ada satu pun permintaan Anda yang besar di mata Allah. Dia menghitung setiap helai rambut di kepala Anda dan Dia tahu berapa helai yang rontok di wastafel pagi ini.

Anda tidak mengganggu Allah ketika menyampaikan permintaan kepada-Nya; justru Dialah yang sejak awal menetapkan sistem doa. Itulah sebabnya Perjanjian Baru lebih dari 20 kali menyuruh Anda untuk meminta apa pun yang Anda perlukan dalam doa. Matius 7:7 berkata, "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu."

Terkadang, daripada meminta sesuatu kepada Allah, Anda malah mengkhawatirkannya. Tetapi jika sesuatu cukup besar untuk dikhawatirkan, maka itu juga cukup besar untuk didoakan. Kekhawatiran tidak akan menyelesaikan apa pun, tetapi doa akan melakukannya.

Allah menumbuhkan iman dan kepercayaan Anda dengan cara yang sama seperti orang tua mengajar anak untuk percaya. Alkitab berkata,
"Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya" (Lukas 11:13).

Beginilah cara kerjanya antara orang tua dan anak. Pertama, anak menyadari ada kebutuhan yang belum terpenuhi. Kedua, anak mengungkapkan kebutuhan itu. Ketiga, orang tua memenuhi kebutuhan tersebut.

Allah memakai siklus yang sama untuk mengajar Anda mempercayai-Nya: Anda memiliki kebutuhan yang belum terpenuhi. Anda mengungkapkan kebutuhan itu kepada Allah. Dia memenuhi kebutuhan tersebut, dan Anda belajar semakin mempercayai-Nya.

Jika Anda tidak menyampaikan kebutuhan Anda kepada Allah, bagaimana Anda dapat bertumbuh dalam kepercayaan kepada-Nya?

Ketika Anda meminta kepada Allah, Dia akan selalu membuktikan kebaikan-Nya. Namun terkadang Anda harus menunggu dengan sabar waktu yang telah Dia tetapkan. Sering kali Dia tidak memberikan jawaban secara langsung karena Dia ingin menguji iman Anda.

Renungkan :

- Kebohongan apa tentang diri Anda atau tentang Allah yang membuat Anda enggan meminta pertolongan-Nya?

- Salah satu cara utama Allah menguji kepercayaan dan iman Anda kepada-Nya adalah melalui keuangan Anda. Mengapa menurut Anda demikian?

- Apa yang Anda butuhkan pertolongan untuk hari ini? Mulailah dengan mengucap syukur atas apa yang sudah Allah lakukan bagi Anda, lalu mintalah pertolongan-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 16-17; Kisah Para Rasul 20:1-16
____________
Silakan mencobanya hari ini. Bawalah kebutuhan Anda kepada Allah dalam doa. Lalu perhatikan bagaimana Dia menjawab doa-doa Anda dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu. Anda akan belajar untuk percaya bahwa Allah dapat diandalkan dan bahwa Anda dapat mengandalkan-Nya, apa pun yang terjadi.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
You Learn to Trust God Through Prayer
By Rick Warren

“Ask and it will be given to you; seek and you will find; knock and the door will be opened to you.” Matthew 7:7 (NIV)
-------------------
God is not only able to meet all of your needs; he’s eager to meet them! But when you forget how committed God is to helping you, it’s easy to stop asking for his help and to start depending on yourself.

Perhaps you only ask God for the “big stuff” and not the “small stuff.” Guess what? Everything is small to God. None of your requests are big in God’s eyes. He has every hair on your head numbered, and he knows how many fell out in the sink this morning.

You’re not bothering God when you give him your requests; he’s the one who set up the system of prayer in the first place. That’s why the New Testament tells you more than 20 times to ask for whatever you need in prayer. Matthew 7:7 says, “Ask and it will be given to you; seek and you will find; knock and the door will be opened to you” (NIV).

Sometimes, instead of asking God for something, you just worry about it. But if it’s big enough to worry about, it’s big enough to pray about. Worry won’t solve anything, but prayer will.

God grows your faith and trust the same way a parent teaches a child to trust. The Bible says,
“If you . . . know how to give good gifts to your children, how much more will your heavenly Father give . . . to those who ask him” (Luke 11:13 NLT).

Here’s how it works between a parent and child. First, the child recognizes an unmet need. Second, the child expresses that need. Third, the parent meets that need.

God uses this same cycle to teach you how to trust him: You have an unmet need. You express that unmet need to God. He meets that need, and you learn to trust him more.

If you’re not expressing your needs to God, how can you grow in trust?

When you ask God, he will always prove his goodness. But sometimes you’ll have to wait patiently for God’s timing to deliver. He often does not give immediate answers because he wants to test your faith.

Go ahead—try it today. Take your needs to God in prayer. Then watch for the ways he answers your prayers and meets those needs. You’ll learn to trust that God is reliable and that you can count on him, no matter what.


Percayalah kepada Yesus untuk Hari Ini

16 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 6:34 "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
-------------------
Ada dua hari yang seharusnya tidak pernah Anda khawatirkan: kemarin dan besok.

Yesus berkata, "janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." (Matius 6:34).

Anda tidak dapat hidup di masa lalu. Anda tidak dapat hidup di masa depan. Anda hanya dapat hidup untuk hari ini.

Mengapa Anda seharusnya menjalani hidup satu hari pada satu waktu? Pertama, ketika Anda mengkhawatirkan masalah hari esok, Anda akan kehilangan berkat hari ini. Kedua, Anda tidak dapat menyelesaikan masalah hari esok dengan kekuatan yang Anda miliki hari ini. Ketika hari esok tiba, Allah akan memberikan kepada Anda kekuatan, sudut pandang, kasih karunia, dan hikmat yang Anda perlukan.

Ketika saya masih kecil, saya tidak pernah mengkhawatirkan apa pun yang saya butuhkan dalam hidup. Sebaliknya, saya hanya datang kepada ayah atau ibu saya dan memberi tahu mereka apa yang saya butuhkan. Saya tidak pernah sekalipun khawatir tentang bagaimana mereka akan memenuhi kebutuhan kami, karena mereka yang memikul tanggung jawab itu.
Allah ingin Anda bersikap sama terhadap-Nya.

Matius 6:30 berkata, "Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?"

Ketika Anda khawatir, Anda mengambil tanggung jawab yang tidak pernah Allah maksudkan untuk Anda pikul. Mungkin hari ini Anda mengkhawatirkan banyak hal yang sebenarnya adalah tanggung jawab Allah. Bahkan, setiap kali Anda khawatir, itu adalah peringatan bahwa Anda sedang berperan sebagai Allah dan berpikir bahwa semuanya bergantung pada diri Anda sendiri. Anda bertindak seolah-olah Anda tidak memiliki Bapa di surga yang akan memberi makan, memimpin, dan memenuhi kebutuhan Anda.
Alkitab tidak berkata, "Berikanlah kami pada hari ini roti kami untuk seminggu.” Alkitab berkata, “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya." (Matius 6:11).

Allah ingin Anda bergantung kepada-Nya satu hari pada satu waktu. Dia akan menyediakan segala yang Anda butuhkan—untuk hari ini. Karena Dia adalah Allah yang baik, Anda dapat percaya bahwa Anda tidak akan kekurangan apa pun.

Renungkan :

- Luangkan waktu lima hingga sepuluh menit hari ini untuk mengucapkan dan merenungkan Mazmur 23. Bagian Kitab Suci lain apa yang akan membantu Anda ingat ketika Anda mulai merasa khawatir?

- Apa yang masih Anda khawatirkan dari masa lalu yang perlu Anda serahkan kepada Allah?

- Apa yang Anda khawatirkan mengenai masa depan yang perlu Anda percayakan kepada Allah hari ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 13-15; Kisah Para Rasul 19:21-40
____________
Tidak apa-apa merencanakan hari esok. Tetapi jangan mengkhawatirkan hari esok! Percayalah kepada Allah untuk setiap hari sebagaimana hari itu datang.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Trust Jesus for Today
By Rick Warren

“Don’t worry about tomorrow, because tomorrow will have its own worries. Each day has enough trouble of its own.” Matthew 6:34 (NCV)
---------------------
There are two days you should never worry about: yesterday and tomorrow.

Jesus said, “Don’t worry about tomorrow, because tomorrow will have its own worries. Each day has enough trouble of its own” (Matthew 6:34 NCV).

You can’t live in the past. You can’t live in the future. You can only live today.

Why should you only live one day at a time? First, when you worry about tomorrow’s problems, you miss the blessings of today. Second, you can’t solve tomorrow’s problems with today’s power. When tomorrow arrives, God will give you the power, perspective, grace, and wisdom you need.

When I was a kid, I didn't worry about anything I needed in my life. Instead, I just went to my dad or mom and told them what I needed. I was never once concerned about how they were going to meet our needs because they took on that responsibility.

God wants you to be the same way with him.

Matthew 6:30 says, “If God cares so wonderfully for wildflowers that are here today and thrown into the fire tomorrow, he will certainly care for you” (NLT).

When you worry, you assume responsibility that God never intended for you to have. You may be worrying today about a lot of things that are really God's responsibility. In fact, every time you worry, it's a warning that you’re playing God and that you believe it all depends on you. You’re acting like you don't have a heavenly Father who will feed and lead and meet your needs.

The Bible does not say, “Give us this day our weekly bread.” It says, “Give us this day our daily bread” (Matthew 6:11 ESV).

God wants you to depend on him one day at a time. He will provide everything you need—for today. Because he is a good God, you can trust that you will lack nothing.

It’s okay to plan for tomorrow. But don’t worry about tomorrow! Trust God for each day as it comes.


Penuhi Pikiranmu dengan Firman Allah, Bukan Kekhawatiran

15 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 4:6-7 "Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."
--------------------
Ketika Anda khawatir, jangan menekan, memendam, atau menyangkalnya. Sebaliknya, akuilah itu. Bicarakanlah kepada Allah tentang kekhawatiran Anda.

Jika Anda mencoba menekan kekhawatiran, Anda akan jatuh sakit. Itu seperti mengocok sekaleng minuman bersoda lalu memasukkannya ke dalam freezer. Kaleng itu akan meledak!

Alkitab menjelaskan seperti apa mengakui kekhawatiran kepada Allah: "Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus." (Filipi 4:6-7).

Apakah yang dimaksud dengan damai sejahtera yang melampaui segala akal? Itu adalah ketika Anda memiliki damai, tetapi tidak ada alasan yang logis atau masuk akal untuk mengalaminya. Anda baru saja kehilangan pekerjaan, tetapi entah bagaimana Anda tetap damai. Mengapa? Tuhan adalah Gembala Anda. Atau ketika Anda baru saja mendengar kata yang sangat ditakuti, "kanker", dari dokter. Entah mengapa Anda memiliki damai menghadapi keadaan itu. Mengapa? Tuhan adalah Gembala Anda.

Damai sejahtera yang melampaui segala akal bukan berarti Anda tidak sedih, tidak kecewa, atau tidak bingung. Itu berarti Anda percaya bahwa Allah akan memelihara Anda. Anda tahu bahwa Dia memegang kendali dan sedang bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan. Dia akan memimpin Anda ketika segala sesuatu tampak gelap. Karena itu, Anda terus menyerahkan kekhawatiran Anda kepada-Nya, sebab Dia sanggup menanggung semuanya.

Setelah Anda menyerahkan kekhawatiran Anda kepada Allah, Anda perlu memenuhi pikiran Anda dengan sesuatu yang lain—yaitu kebenaran Firman Allah. Salah satu caranya adalah melalui meditasi.

Jika Anda tahu cara khawatir, berarti Anda juga tahu cara bermeditasi. Meditasi hanyalah memusatkan perhatian pada satu pikiran secara berulang-ulang. Bahkan, Anda dapat mengambil kebiasaan yang Anda lakukan ketika khawatir—memusatkan pikiran pada sesuatu—lalu mengalihkannya untuk memusatkan pikiran pada Firman Allah.

Mulailah dengan satu bagian pendek dari Alkitab. Pertama, bacalah bagian tersebut secara perlahan, mungkin beberapa kali dengan suara keras, sambil memberi penekanan pada kata atau frasa yang berbeda. Kedua, renungkan kebenaran tentang karakter Allah dan konteks bagian tersebut dalam Alkitab. Ketiga, tanggapilah Allah berdasarkan apa yang baru saja Anda baca; hal ini dapat dilakukan dalam hati atau dengan suara. Keempat, beristirahatlah di dalam Firman Allah, sambil mendengarkan apa yang ingin Allah sampaikan kepada Anda melalui Alkitab.

Renungkan

- Apakah penting jika Anda menyampaikan kekhawatiran Anda kepada Allah secara spesifik dalam doa? Mengapa atau mengapa tidak?

- Bacalah Mazmur 23, lalu praktikkan petunjuk meditasi dari renungan hari ini. Pemahaman baru apa yang Anda peroleh?

- Filipi 4:7 mengatakan bahwa damai sejahtera Allah akan “memelihara” hati dan pikiran Anda. Menurut Anda, apa artinya itu?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 10-12; Kisah Para Rasul 19:1-20
_____________
Mana yang lebih Anda inginkan mengisi pikiran Anda: kekhawatiran atau Firman Allah? Lakukan sesuatu hari ini: Akuilah kekhawatiran Anda—lalu penuhi pikiran Anda dengan kebenaran Allah yang terdapat dalam Firman-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Fill Your Mind with God's Word, Not Worry - Daily Hope with Rick Warren - July 15, 2026

“Do not be anxious about anything, but in everything by prayer and supplication with thanksgiving let your requests be made known to God. And the peace of God, which surpasses all understanding, will guard your hearts and your minds in Christ Jesus.” Philippians 4:6-7 (ESV)
------------------
When you’re worried, don’t repress it, suppress it, or deny it. Instead, confess it. Talk to God about it.

If you try to push down worries, you’re going to get sick. It’s like shaking a can of soda and putting it in the freezer. It’s going to explode!

The Bible explains what it looks like to confess your worries to God: “Do not be anxious about anything, but in everything by prayer and supplication with thanksgiving let your requests be made known to God. And the peace of God, which surpasses all understanding, will guard your hearts and your minds in Christ Jesus” (Philippians 4:6-7 ESV).

What is the peace that passes understanding? It’s when you’re at peace but you have no logical, rational reason for it. You just lost your job, but somehow you’re at peace about it. Why? The Lord is your Shepherd. Or when you just heard the dreaded word “cancer” from the doctor. For some reason, you have peace about the situation. Why? The Lord is your Shepherd.

Peace that passes understanding doesn’t mean you’re not sad or frustrated or confused. It means that you trust God to take care of you. You know he is in control and is working all things for good. He’ll lead you when things seem dark. So you just keep giving your worries to him because he can handle it.

Once you’ve given your worries to God, you need to fill your mind with something else—the truth of God’s Word. One way to do this is through meditation.

If you know how to worry, you know how to meditate. Meditation is simply focusing on one thought over and over. In fact, you can take the habits you use when you worry—focusing your mind on something—and instead focus on God’s Word.

Start with a small portion of Scripture. First, read the passage slowly, perhaps out loud a few times, placing emphasis on different words or phrases. Second, reflect on the truth of God’s character and on the context of the text within God’s story. Third, respond to God in light of what you’ve just read; this may be quietly or out loud. Fourth, rest in the Word of God, listening for what God has to say through the Scripture.

Would you rather have your worries or God’s Word running through your head? Do something about it today: Confess your worry—and then fill your mind with God’s truth found in his Word.


Percayalah kepada Allah Lebih Lagi dan Kurangi Kekhawatiran

14 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Yohanes 14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku"
----------------
Anda tahu bagaimana rasanya hidup dalam kekhawatiran yang terus-menerus, bukan? Anda merasa tegang, perut Anda seperti terikat simpul dan seluruh tubuh Anda terasa kaku. Tetapi Anda tidak harus hidup seperti itu. Apa pun yang dipelajari dapat dipelajari untuk ditinggalkan. Inilah saatnya mulai melepaskan kebiasaan khawatir.

Allah telah berjanji untuk memelihara Anda; itu adalah tugas-Nya, bukan tugas Anda. Langkah pertama untuk melepaskan kekhawatiran adalah mempertahankan sikap rendah hati ini: “Allah adalah Allah, dan aku bukan.” Ketika Anda memahami kebenaran penting ini, kekhawatiran akan mulai lenyap dari hidup Anda.

Alkitab berkata, "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku" (Yohanes 14:1).

Setiap kali Anda khawatir, hal itu menunjukkan ada bagian tertentu dalam hidup Anda di mana Anda belum menempatkan Allah di tempat yang pertama. Sebab setiap bagian hidup yang tidak berada di bawah kendali Allah akan menjadi sumber rasa tidak aman dan kekhawatiran.

Lalu apa yang dapat Anda lakukan? Sambutlah Yesus masuk ke dalam "rumah" kehidupan Anda. Berikan Dia akses ke setiap bagian hidup Anda—ruang tamu, kamar tidur, dapur, bahkan semua lemari. Dia sudah mengetahui apa yang ada di dalamnya. Bahkan, Allah mengetahui kebutuhan Anda lebih baik daripada Anda sendiri. Anda memiliki kebutuhan yang bahkan belum Anda sadari—tetapi tidak satu pun darinya yang mengejutkan Allah.

Yesus berkata, "Bapamu yang di sorga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:32-33).

Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Ketika Anda menempatkan Yesus Kristus sebagai yang terutama dalam setiap bidang kehidupan Anda, hal itu akan menyederhanakan prioritas Anda dan membuat Anda memiliki jauh lebih sedikit hal untuk dikhawatirkan.

Yesus mengajarkan, "Akulah gembala yang baik. Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku. ... Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba itu." (Yohanes 10:14-15).

Jika Allah begitu mengasihi Anda sehingga Dia rela mati bagi Anda, tentu Dia juga cukup mengasihi Anda untuk memberi Anda makan, memimpin Anda, dan memenuhi setiap kebutuhan Anda hari ini.

Cobalah ini: Mulailah setiap hari dengan mengingatkan diri Anda bahwa Allah itu baik. Ketika Anda bangun tidur, duduklah di tepi tempat tidur dan katakan, "Tuhan adalah Gembalaku. Jadi, Yesus, hari ini aku berharap Engkau memberi aku makan, memimpin aku, dan memenuhi kebutuhanku. Aku akan menempatkan Engkau sebagai yang terutama dalam setiap bidang kehidupanku. Dan aku akan percaya kepada-Mu."

Renungkan

- "Ruangan-ruangan" apa dalam hidup Anda yang cenderung ingin Anda kendalikan sendiri sehingga membuat Anda semakin khawatir?

- Mengapa melepaskan kekhawatiran membutuhkan kerendahan hati?

- Apa yang dapat Anda lakukan setiap pagi, segera setelah bangun, agar Anda tidak khawatir? Apa yang dapat Anda lakukan pada malam hari sebelum tidur?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 7-9; Kisah Para Rasul 18
_____________
Saat Anda memulai setiap hari dengan mempercayai Allah, Anda akan mulai melihat kekhawatiran Anda menghilang.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
Trust God More and Worry Less - Daily Hope with Rick Warren - July 14, 2026

“‘Do not be worried and upset,’ Jesus told them. ‘Believe in God and believe also in me.’” John 14:1 (GNT)
-----------------
You know what it’s like to live in constant worry, don’t you? You feel uptight, your stomach seems tied in knots, and your whole body is tense. But you don’t have to live that way. Anything that’s learned can be unlearned. It’s time to start unlearning worry!

God has promised to take care of you; that’s his job, not yours. The starting point to letting go of worry is to maintain this humble attitude: “God is God, and I am not.” When you understand this important truth, worry will start to disappear from your life.

The Bible says, “‘Do not be worried and upset,’ Jesus told them. ‘Believe in God and believe also in me’” (John 14:1 GNT).

Anytime you worry, it reveals a particular area of your life where you have not given God first place. That’s because any part of your life where God is not in control is going to be a source of insecurity and worry.

So what can you do about that? You can welcome Jesus into your life’s “house.” Give him access to all aspects of your life—the living room, the bedroom, the kitchen, and even all the closets. He already knows what’s in there. In fact, God knows your needs better than you do. You have needs you’re not even aware of—but none of them will surprise God.

Jesus said, “Your heavenly Father already knows all your needs. Seek the Kingdom of God above all else, and live righteously, and he will give you everything you need” (Matthew 6:32-33 NLT).

When you make Jesus Christ number one in every area of your life, it simplifies your priorities and gives you a lot less to worry about.

Jesus taught, “I am the good shepherd; I know my own sheep, and they know me. . . . I sacrifice my life for the sheep” (John 10:14-15 NLT).

If God loved you enough to die for you, he certainly loves you enough to feed you, lead you, and meet whatever need you have today.

Try this: Start every day by reminding yourself that God is good. When you wake up, sit on the side of your bed and say, “The Lord is my Shepherd. So, Jesus, I’m expecting you to feed me, lead me, and meet my needs today. I will give you first place in every area of my life. And I will trust you.”

As you begin every day by trusting God, you’ll start to see your worries fall away.

Bagaimana Berhenti Khawatir

13 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 6:25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?"
-----------------
Allah adalah sumber dari segala sesuatu yang Anda perlukan untuk hidup. Dia adalah Gembala yang Baik yang memberi Anda makan, memimpin Anda dan mencukupi kebutuhan Anda. Anda tidak perlu mencarinya di tempat lain. Anda tidak perlu bergantung pada Wall Street. Anda tidak perlu bergantung pada pemerintah. Anda tidak perlu bergantung pada pasangan Anda, dana pensiun Anda ataupun pekerjaan Anda.

Jika Anda hendak menaruh rasa aman pada sesuatu, maka taruhlah pada sesuatu yang tidak pernah dapat diambil dari Anda. Anda bisa kehilangan kesehatan. Anda bisa kehilangan pekerjaan. Anda bisa kehilangan ketampanan atau kecantikan. Anda bisa kehilangan keluarga. Anda bisa kehilangan hidup Anda. Anda bisa kehilangan akal sehat. Bahkan Anda bisa kehilangan arah.

Tetapi Allah tidak pernah hilang. Dan tidak ada satu pun kebutuhan Anda yang tidak dapat dipenuhi oleh Allah. Filipi 4:19 berkata, "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus"

Lalu mengapa orang begitu banyak khawatir? Kekhawatiran mungkin adalah dosa yang paling umum di dunia. Kekhawatiran adalah akibat langsung dari melupakan bahwa Allah selalu baik setiap saat. Ketika Anda melupakan kebaikan Allah, Anda menjadi panik, bukannya berdoa; Anda memilih khawatir, bukannya menyembah.

Alkitab berkata, "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?" (Matius 6:25).

Jelaslah bahwa Allah tidak ingin Anda mengkhawatirkan apa pun. Namun menghentikan kebiasaan khawatir memang tidak mudah. Itu adalah bagian dari sifat manusia!

Lalu bagaimana cara berhenti khawatir? Selama beberapa hari ke depan, kita akan melihat apa yang Firman Allah katakan tentang kekhawatiran. Tetapi pertama-tama, sadari bahwa kekhawatiran menghalangi Anda mengalami kebaikan Allah. Putuskan bahwa Anda tidak ingin membiarkan kekhawatiran menguasai hidup Anda. Kemudian, bawalah semua kekhawatiran Anda kepada Allah dalam doa, bukan terus memikirkannya. Cara terbaik untuk berhenti khawatir adalah mulai berdoa.

Ingatlah: Anda tidak perlu memikul apa yang telah Allah janjikan untuk Dia pelihara. Akuilah bahwa Dialah sumber dari segala sesuatu yang Anda perlukan—dan berdoalah: "TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku." (Mazmur 23:1)

Renungkan :

- Bagaimana kekhawatiran memengaruhi Anda secara fisik? Bagaimana secara emosional? Bagaimana secara rohani?

- Mengapa penyembahan kepada Allah menolong Anda untuk tidak khawatir?

- Luangkan waktu sekarang juga untuk mendoakan hal-hal yang sedang Anda khawatirkan dan serahkan semuanya ke dalam pemeliharaan Allah. Kemudian renungkan perubahan apa yang Anda alami di dalam hati Anda setelah berdoa.

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 4-6; Kisah Para Rasul 17:16-34
___________
Allah adalah sumber dari segala sesuatu yang Anda perlukan untuk hidup.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
How to Stop Worrying - Daily Hope with Rick Warren - July 13, 2026

“Therefore I tell you, do not worry about your life, what you will eat or drink; or about your body, what you will wear. Is not life more than food, and the body more than clothes?” Matthew 6:25 (NIV)
-----------------
God is the source of everything you need to live. He is the Good Shepherd who feeds you, leads you, and meets your needs. You don’t have to look anywhere else. You don’t have to look to Wall Street. You don’t have to look to the government. You don’t have to look to your spouse, your retirement account, or your job.

If you’re going to put your security in something, you need to put it in something that can never be taken from you. You can lose your health. You can lose your job. You can lose your good looks. You can lose your family. You can lose your life. You can lose your mind. You can even lose your way.

But God is never lost. And there is nothing you need that God can’t supply. Philippians 4:19 says, “My God will supply every need of yours according to his riches in glory in Christ Jesus” (ESV).

So why do people worry so much? Worry may be the most common sin on the planet. It is the direct result of forgetting that God is good all the time. When you forget God’s goodness, you panic instead of pray; you worry instead of worship.

The Bible says, “Therefore I tell you, do not worry about your life, what you will eat or drink; or about your body, what you will wear. Is not life more than food, and the body more than clothes?” (Matthew 6:25 NIV).

Clearly, God doesn’t want you to worry about anything. Yet it’s hard to stop the worry habit. It’s part of human nature!

So how do you stop worrying? Over the next few days, well look at what God’s Word says about worry. But first, recognize that worry keeps you from the goodness of God. Decide that you don’t want it to get the best of you. Then, take your concerns to God in prayer instead of worrying about them. The best way to stop worrying is to start praying.

Remember: You don’t have to carry what God has already promised to take care of. Simply acknowledge that he is the source of everything you need—and pray: “The Lord is my shepherd; I shall not want” (Psalm 23:1 ESV).


Dapatkah Anda Benar-Benar Mempercayai Allah di Masa-Masa Sulit?

12 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 16:1-2 "Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada TUHAN: "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!"
----------------------
Tidak semua yang terjadi dalam hidup Anda adalah hal yang baik. Tetapi Allah itu baik—dan Dia terus mencurahkan kebaikan-Nya ke dalam hidup Anda.
Keadaan hidup Anda mungkin sedang sangat sulit saat ini, tetapi Allah dapat mengambil hal-hal yang buruk dan mendatangkan kebaikan darinya. Bahkan pada masa-masa yang paling sulit sekalipun, Anda dapat mempercayai hal ini: Allah memiliki tujuan yang baik, rencana yang baik dan alasan yang baik.

Mazmur 16:1-2 berkata, "Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada TUHAN: "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!"

Di mana pun posisi Anda dalam kehidupan saat ini, Anda membutuhkan pengingat tentang kebaikan Allah. Dan terkadang cara terbaik untuk mengingat sesuatu adalah dengan membicarakannya kepada Allah melalui doa.

Maukah Anda berhenti sejenak sekarang untuk berdoa dan berbicara kepada Allah tentang kebaikan-Nya? Ucapkan sesuatu seperti ini:
"Ya Allah, Engkau sungguh baik. Aku tidak akan pernah layak menerima kebaikan-Mu. Aku minta maaf karena sering melupakan atau meragukan kebaikan-Mu. Ampunilah aku atas rasa tidak tahu syukur dan kesombongan yang berpusat pada diriku sendiri. Aku bukanlah apa-apa tanpa Engkau. Seperti Raja Daud dalam Alkitab, aku akan putus asa jika aku tidak mengenal kebaikan-Mu. Bukalah mataku agar dapat melihat betapa baiknya Engkau sebenarnya dan biarlah kebaikan-Mu mengubah hidupku.

Ya Allah, jiwaku membutuhkan pemulihan. Aku tidak selalu berpikir dengan benar. Aku tidak selalu memilih yang benar. Aku tidak selalu merasakan hal-hal yang benar. Aku membutuhkan Engkau untuk memulihkan jiwaku yang terluka, pikiranku, kehendakku dan emosiku. Sementara aku terus belajar tentang kebaikan-Mu, aku percaya bahwa dosa-dosaku telah diampuni karena aku datang kepada-Mu dan mengakui bahwa aku membutuhkan seorang Juruselamat. Aku akan melepaskan orang-orang yang telah menyakitiku dan mendoakan berkat bagi mereka. Aku akan berjalan bersama-Mu dan memohon agar Engkau menolongku memikul beban yang sedang kubawa. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin."

Teladan terbesar dari kebaikan Allah adalah kehidupan, kematian dan kebangkitan Yesus. Anda tidak akan mengalami sepenuhnya kebaikan-Nya sampai Anda mengalami keselamatan-Nya. Jika Anda belum mengenal Yesus sebagai Juruselamat, Anda dapat berdoa seperti ini sekarang:
"Tuhan Yesus Kristus, aku ingin mengenal-Mu. Aku ingin belajar mengasihi-Mu dan mempercayai-Mu. Ampunilah dosaku. Aku memohon agar Engkau menerima aku ke dalam keluarga-Mu, bukan karena aku layak, tetapi karena di kayu salib Engkau telah membayar semua dosaku. Terima kasih atas anugerah keselamatan-Mu. Aku menerimanya dan memohon pertolongan-Mu agar aku dapat mengikut Engkau dengan setia sebagai Tuhanku. Dalam nama-Mu aku berdoa. Amin"

Renungkan :

- Mengapa tidak mengakui kebaikan Allah merupakan suatu bentuk kesombongan?

- Bagaimana Anda telah melihat Allah mengubah hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup Anda menjadi sesuatu yang baik?

- Ketika Anda melihat kembali dan menyadari kebaikan Allah dalam hidup Anda, bagaimana hal itu memengaruhi cara pandang Anda terhadap keadaan yang sedang Anda hadapi saat ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 1-3; Kisah Para Rasul 17:1-15
___________
Bahkan pada masa-masa yang paling sulit sekalipun, Anda dapat mempercayai hal ini: Allah memiliki tujuan yang baik, rencana yang baik dan alasan yang baik.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Can You Really Trust God in Hard Times? - Daily Hope with Rick Warren - July 12, 2026

“Protect me, God, because I trust in you. I said to the LORD, ‘You are my Lord. Every good thing I have comes from you.’” Psalm 16:1-2 (NCV)
-----------------
Not everything that happens in your life is good. But God is good—and he is pouring his goodness into your life.

Circumstances may be very difficult in your life right now, but God can take the bad and bring good out of it. Even in the worst times, you can trust this: God has a good purpose, a good plan, and a good reason.

Psalm 16:1-2 says, “Protect me, God, because I trust in you. I said to the LORD, ‘You are my Lord. Every good thing I have comes from you’” (NCV).

No matter where you are in life right now, you could use a reminder of God’s goodness. And sometimes the best way to remember something is to talk with God about it through prayer.

Would you stop now to pray and talk to God about his goodness? Say something like this:

“God, you are so good. I could never deserve your goodness. I’m sorry that I have often forgotten or doubted your goodness. Forgive me for my ungratefulness and prideful self-centeredness. I am nothing without you. Like King David in the Bible, I would despair if I didn’t know your goodness. Open my eyes to see how good you really are and let your goodness transform my life.

“God, my soul needs restoring. I don’t always think right. I don’t always choose right. I don’t always feel right. I need you to restore my damaged soul, my mind, my will, and my emotions. As I continue learning about your goodness, I trust that my sins have been forgiven because I’ve come to you and admitted I need a Savior. I’m going to release the people who have hurt me and pray a prayer of blessing over them. I’m going to team up with you and ask you to help me with the load I’m carrying. I pray this in Jesus’ name. Amen.”

The greatest example of God’s goodness is Jesus’ life, death, and resurrection. You won’t fully experience his goodness until you experience his salvation. If you don’t know Jesus as Savior, you can pray this right now:

“Jesus Christ, I want to get to know you. I want to learn to love you and trust you. Please forgive me for my sin. I ask you to accept me into your family, not because I deserve it but because, on the cross, you paid for all of my sins. Thank you for your gift of salvation. I receive it and ask for your help to follow you faithfully as my Lord. I pray this in your name. Amen.”


Jumat, 10 Juli 2026

Maukah Anda Bertekun Sampai Akhir?

11 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Galatia 6:9 "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah"
----------------
Jangan pernah menyerah terhadap impian yang telah Allah berikan kepada Anda.

Jika ada orang yang berhak merasa putus asa karena rencana Allah memerlukan waktu yang sangat lama, orang itu adalah Nuh. Dibutuhkan setidaknya 80 tahun untuk membangun bahtera. Alkitab memberi tahu kita bahwa Nuh masuk ke dalam bahtera dan menutup pintunya 120 tahun setelah Allah memerintahkannya untuk membangun bahtera itu.

Mampukah Anda mempertahankan semangat untuk sebuah pekerjaan yang membutuhkan waktu 120 tahun, sementara semua orang terus mengkritik dan mengejek Anda karenanya? Mampukah Anda menghadapi penentangan sebesar itu?

Alasan mengapa kebanyakan orang tidak berhasil dalam hidup adalah karena mereka hanya berpikir untuk jangka pendek. Mereka menyerah terlalu cepat. Mereka tidak mempertahankan impian mereka untuk jangka panjang. Sering kali, di tengah perjalanan hidup, Anda ingin menyerah. Dan keputusan itulah yang menentukan apakah Anda akan mengakhiri hidup dengan berhasil atau tidak.

Jangan menyerah!
Budaya dunia berkata, hiduplah hanya untuk hari ini. Sebaliknya, Alkitab berkata, pikirkanlah kekekalan. Segala sesuatu tentang impian Allah membutuhkan waktu lebih lama daripada yang Anda bayangkan—bukan karena Allah ingin mempersulit Anda, tetapi karena Dia memandang dari perspektif kekekalan. Dia bekerja dengan pola pikir yang berfokus pada kekekalan, dan Dia ingin Anda juga berpikir seperti itu.

Saya yakin Nuh mengalami kesepian dan kelelahan karena begitu lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuannya. Namun demikian, ia menjadi teladan dalam kesabaran dan ketekunan. Mengapa? Karena imannya kepada Allah. Ibrani 11:7 mengatakan bahwa Nuh melakukan semuanya itu oleh iman.

Selama 42.001 hari, Nuh hanya memiliki satu tujuan: menggenapi panggilannya. Saya yakin pada banyak dari 42.001 hari itu, Nuh tidak merasa ingin pergi bekerja.

Apa dalam hidup Anda yang telah Allah katakan akan terjadi, tetapi akhirnya belum terlihat—bahkan langkah berikutnya pun belum jelas? Apakah Anda akan menyerah? Ataukah Anda akan terus percaya?
Galatia 6:9 berkata, "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah"

Maukah Anda menjadi salah seorang yang setia?

Renungkan :

- Apa saja cara praktis yang dapat Anda lakukan untuk terus memiliki pola pikir yang berfokus pada kekekalan? Perbedaan apa yang dihasilkannya?

- Mampukah Anda tetap bertekun jika mengetahui bahwa impian Allah bagi hidup Anda akan membutuhkan sisa hidup Anda untuk digenapi? Mengapa atau mengapa tidak?

- Bagaimana Anda dapat menunjukkan kepada Allah bahwa Anda mempercayai-Nya dan ingin melakukan segala sesuatu dengan cara-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 41-42; Kisah Para Rasul 16:19-40
____________
Di tengah budaya dunia yang telah rusak, Allah sedang mencari orang-orang yang mau memilih hidup benar, mempercayai-Nya, menaati-Nya, mengabaikan para pengkritik, berjalan berlawanan dengan arah budaya dunia dan bertekun sampai akhir.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Will You Persevere Until the End? - Daily Hope with Rick Warren - July 11, 2026

“Let’s not get tired of doing what is good. At just the right time we will reap a harvest of blessing if we don’t give up.” Galatians 6:9 (NLT)
-----------
Don’t ever give up on the dream God has given you.

If anybody had the right to be discouraged because God’s plan took so long, it was Noah. It took at least 80 years to build the ark. The Bible tells us that Noah got in the ark and closed the door 120 years after God told him to build it.

Would you be able to maintain enthusiasm for a project that took you 120 years, when everyone else criticized and made fun of you for it? Could you handle that kind of opposition?

The reason why most people don't succeed in life is short-term thinking. They give up too soon. They don't sustain their dream over the long haul. It's often in the middle of your life that you want to give up, and it determines whether you're going to end successfully or not.

Don’t give up!

Culture says live only for today. The Bible says instead to think about eternity. Everything about God’s dream takes longer than you think—not because God wants to make it harder on you but because he has eternity in mind. He is working with an eternal mindset, and he wants you to think that way too.

I'm sure Noah faced loneliness and fatigue over how long it was taking to reach his goal. And yet he is a model of patience and persistence. Why? Because of his faith in God. Hebrews 11:7 says that Noah did all this by faith.

For 42,001 days, Noah had one goal: fulfill his destiny. I bet on many of those 42,001 days, Noah didn't feel like going to work.

What is it in your life that God has told you is going to happen, but the end is not in sight—or even the next step? Are you going to give up? Are you going to keep trusting?

Galatians 6:9 says, “Let’s not get tired of doing what is good. At just the right time we will reap a harvest of blessing if we don’t give up” (NLT).

In our broken culture, God is looking for people who will choose righteousness, who will trust him, obey him, ignore the critics, go the opposite way culture is going, and persevere until the end.

Will you be one of the faithful ones?


Kamis, 09 Juli 2026

BERSYUKURLAH

Lampiran foto: IMG-20260709-WA0026.jpg

*SHALOM*
*SELAMAT PAGI*
*ๅคง ๅฎถ ๆ—ฉ ไธŠ ๅฅฝ*
Sahabat, Keluarga
Saudara Semuanya
*Damai Sejahtera*
Bagi Kita Semuanya
๐ŸŒ„Pagi Yang Indah
๐Ÿ’–Hati Yang Bahagia
๐Ÿ•“Waktu ๐Ÿ› Berdoa
๐Ÿ“–BACA FIRMAN
๐Ÿ“–BACA AYAT SUCI
๐Ÿ”ฅ *SEMANGAT* ๐Ÿ”ฅ
JANGAN BERTERIAK
DALAM KESESAKAN
       *SEHINGGA*
_Kita Lupa Bersyukur_
             *DAN*
_Lupa Memuji Tuhan_
_YANG MENYERTAI_
*DAN SELALU ADA*
        *BAGI KITA*
Itulah Sebabnya Kita
_Berjerih Payah Dan_
        *BERJUANG*
Karena Kita Menaruh
*Pengharapan Kita*
_Kepada Allah Yang_
         *_HIDUP_*
   (1 Timotius 4:10)
*Tetaplah Berjuang*
Karena Dalam Hidup
_Ini Untuk Mencapai_
  *KEBERHASILAN*
*DAN KESUKSESAN*
            *ATAU*
*_HAL YANG BAIK_*
_Selalu Ada Proses_
_DAN PERJUANGAN_
_Yang Harus Dijalani_
              *YA*
*_PERTANDINGAN_*
  *BELUM SELESAI*
_Ayo Kita Berjuang_
            *DAN*
*Jangan Menyerah*
           *YA, AYO*
_TERUS BERTAHAN_
*DAN BERJUANG*
*_SAMPAI AKHIR_*
            *DAN*
Sampai Kita Menang
    *Renungkanlah*             
*Untuk Bangkit Dari*
      *KEGAGALAN*
Memang Tak Mudah
             *DAN*
_Banyak Tantangan_
Yang Akan Dihadapi   *DAN TENTU SAJA*
Kita Akan Mengalami
*_Banyak Masalah_*
             *DAN*
*Banyak Kesulitan*
            *SERTA*
*BANYAK KENDALA*
         *HANYA*
Bagi Orang Percaya
  *KEPADA TUHAN*
*_Yang Akan Dapat_*
*MENGATASINYA*
_DAN MENANG DAN_
*TETAP KUAT DAN*
_TIDAK MENYERAH_
               *YA*
_Menyerah Bukanlah_
          *PILIHAN*              
Selama pertandingan
   *BELUM SELESAI*
       *MAKA KITA*
_Pantang Menyerah_
    *YA, SEKALIPUN*
Saat Ini Nyaris Kalah
*_Dan Belum Tentu_*
_Akhirnya Kita Kalah_
             *DAN*
*Akan Benar2 Kalah*
*Jika Memutuskan*
UNTUK MENYERAH
            *JADI*
   *_PERCAYALAH_
*KEPADA TUHAN*
             *YA*
_Kalau Rencana Kita_
          *GAGAL*
*MAKA PAKAILAH*
*RENCANA TUHAN*          
*Yang Tidak Pernah*
          *GAGAL*
          *SEBAB*
*RENCANA TUHAN*
*_PASTI BERHASIL_*
           *JADI*
*Seberapa Hancur*
             *DAN*
_Rusak Keadaan Kita_
   *TUHAN PEDULI*
             *DAN*
TUHAN SANGATLAH
*_Mengasihi Kita_*
             *DAN*
*BERSAMA TUHAN*
*_KITA PASTI BISA_*
Melewati Semuanya
      *KARENA ITU*
_Bila Sedang Berada_
Dalam Tekanan Berat
   *BERTAHANLAH!*
          *SEBAB*
_Jika Kita Bertahan_
*DAN KITA BERDOA*
            *MAKA*
Masalah Tidak Akan
     *BERTAHAN*
*_Terhadap Kita_*
            *DAN*
*Badai Inipun Akan*
*SEGERA BERLALU*
            *DAN*
KITA AKAN MELIHAT
*Pelangi Yang Indah*
_Bahkan Lebih Indah_
             *YANG*
   *_MENANTI KITA_*
           *YA, AYO*
   *_MULAI HARI INI_*
MARILAH BANGKIT
*_DAN SEMANGAT_*
*DENGAN BERDOA*
*_DAN BERSYUKUR_*
    *_Kita Menatap_*
*Masa Depan Yang*
*_Gilang Gemilang_*
              *DAN*
Yang Penuh Dengan
    *PENGHARAPAN*
            *DAN*
*BERSAMA TUHAN*
KITA PASTI MENANG
       *YA, ITULAH*
PENTINGNYA TETAP
       *BERJUANG*
_Meskipun Kita Akan_
Menghadapi Banyak
      *KESULITAN*
Dan kita semua tahu
Bahwa Dalam Hidup
*_Tidak Ada Hasil_*
*_Yang Didapatkan_*
*DENGAN MUDAH*
        *ARTINYA*
_ADA PROSES YANG_
*_PERLU DIJALANI_*
DAN PROSES INILAH
*_YANG MEMBUAT_*
*_KITA LEBIH KUAT_*
_UNTUK DAPATKAN_
  *KEBERHASILAN*
         *NAMUN*
_Terkadang Orang2_
_Ingin Mendapatkan_
Apa Yang Diinginkan
*DENGAN SEGERA*
          *TANPA*
*_Harus Melewati_*
_Rintangan Ataupun_
*Tanpa Usaha Keras*
Dan ini tentulah tidak
*_AKAN BERHASIL_*
*SEBALIKNYA KITA*
*_KETIKA TETAP_*
_BERJUANG KERAS_
  *_ATAU TETAP_*
_BERUSAHA KERAS_
*MESKIPUN SULIT*
_HAL INI MEMBUAT_
_KITA MEMBANGUN_
*KETANGGUHAN*
*DAN KETEKUNAN*
_SERTA KEKUATAN_
*DALAM DIRI KITA*
Dan Bersama Tuhan
*Kita Pasti Menang*
          *SEBAB*
Proses Yang Dialami
*_Dan Kita Jalani_*
_Adalah Bagian Dari_
*RENCANA TUHAN*
_Untuk Membentuk_
*Kita Menjadi Kuat*
*_DAN LEBIH BAIK_*
           *JADI*
Daripada Sibuk Dan
      *MENGELUH*
*_LEBIH BAIK KITA_*
*_BEKERJA DAN_*
BERSYUKUR SERTA
*_MEMUJI TUHAN_*
_MAKA SEMUANYA_
*PENUH SUKACITA*
            *DAN*
*_TIDAK MUDAH_*
_UNTUK MENYERAH_
             *DAN*
*TETAP BERJUANG*
*UNTUK BERHASIL*
๐Ÿ’ฅ๐Ÿ”ฅ *AMIN* ๐Ÿ’ฅ๐Ÿ”ฅ
*Semua Orang Ingin*
Berhasil Dan Sukses
  *_Dan Beprestasi_*
_Dan Menjadi Tujuan_
*Yang Ingin Dicapai*
             *DAN*
  *_Semuanya Ingin_*
  *MENJADI JUARA*
    *NOMOR SATU*
   *DIANTARANYA*
• Karier Meningkat
• Pekerjaan Naik
• Pabrik Besar
• Beruntung Banyak
• Hidup Makmur
         *NAMUN*
Semuanya Itu Adalah
*Gelanggang2 Yang*
     *KITA JALANI*
      *DAN UNTUK*
_BISA BERPRESTASI_
          *NAMUN*
*TIDAKLAH MUDAH*
*Karena Dibutuhkan*
*_Kerja Keras Dan_*
*_Ketekunan Dan_*
*_Semangat Juang_*
Agar Bisa Mencapai
*Prestasi Gemilang*
       *DAN YANG*
*MEMBANGGAKAN*
          *SEBAB*
*_HIDUP ADALAH_*
    *PERLOMBAAN*
             *DAN*
*_Tidak Semuanya_*
*Mampu Mencapai*
      *Garis Akhir*
           *ATAU*
_Menjadi Pemenang_            
Karena Itu Berlarilah
Dan Jadilah Seorang
       *PEMENANG*
          *NAMUN*
*_Semuanya Perlu_*
Persiapan Dan Harus
*_Kita Persiapkan_*
    *SEBELUMNYA*
            *DAN*
*Semua Kita Setuju*
          *UNTUK*
_SEGALA SESUATU_
Kita Butuh Persiapan
            *SEBAB*
PERSIAPAN ADALAH
HAL YANG PENTING
*_Untuk Segalanya_*
_Agar Dapat Berjalan_
     *DENGAN BAIK*
         *JADI, AYO*         
Mempersiapkan Diri
Bagaimana agar bisa
    *MENGAKHIRI*
Suatu Pertandingan
    *DENGAN BAIK*
       *DAN JUGA*
  *_MEWARISKAN_*
*Hal-hal Yang Baik*
           *UNTUK*
_Generasi Berikutnya_
            *DAN*
   *Dalam Berlomba*
_Kita Harus Berjuang_
*_Sekuat Tenaga_*
             *DAN*
*Seserius Mungkin*
*Agar Kita Menang*
            *DAN*
*MENCAPAI HASIL*
  *YANG TERBAIK*
            *DAN*
*_DEMIKIAN JUGA_*
Kehidupan Iman Kita
             *AYO*
*Terus Melatih Diri*
      *BERIBADAH*
             *DAN*
*_Teruslah Berdoa_*
             *DAN*
*Dekat Sama Tuhan*
              *DAN*
*Cari Wajah Tuhan*
              *DAN*
_Menguasai Diri Dari_
*Godaan Dunia Dan*
*Tekun Baca Firman*
           *SERTA*
*_Merenungkannya_*
             *DAN*   *MELAKUKANNYA*
*Dalam Kehidupan*
              *YA*
Memang Dalam Hal
   *PERLOMBAAN*
             *ADA*
*_Banyak Halangan_*
             *DAN*
*Banyak Rintangan*
Yang Harus Dihadapi
  *_Namun Hal Itu_*
*Bukan Penghalang*
   *UNTUK SUKSES*
              *YA*
*_Apabila Kita Mau_*
*Sungguh-sungguh*
            *DAN*
Tekun Menjalaninnya
            *DAN*
*_Tidak Menyerah_*
          *TETAPI*
*_KITA BERSERAH_*
  *KEPADA TUHAN*
          *MAKA*
Setiap Masalah Yang
*Dihadapi Pasti Ada*
   *JALAN KELUAR*
Yang Tuhan sediakan
Untuk Kita Semuanya
            *NAMUN*
Tinggal Bagaimana
Kita Menghadapinya
   *Dan Meresponi*
             *YA*
*_Ada Yang Berdoa_*
            *DAN*
*_Ada Yang Pasrah_*
           *SERTA*
*_Ada Yang Takut_*
              *DAN*
*_Ada Yang Kuatir_*
             *DAN*
*_Ada Yang Terima_*
             *DAN*
*_Ada Yang Protes_*
*Tuhan Mengapa?*
*_Hal Ini Terjadi?_*
*BADAI KEHIDUPAN*
          *NAMUN*
Musim Akan Berlalu
            *DAN*
*Setiap Musim Bisa*
        *BERGANTI*
         *YA, JADI*
*Nikmatilah Musim*
Yang Sedang Terjadi
          *WALAU*
Keadaan Tidak Enak
*_Atau Buat Susah_*
             *DAN*
*_Buat Dunia Kacau_*
_Dan Buat Ketakutan_
         *KARENA*    
*Tekanan Berat Dan*
*Kesulitan Ekonomi*
          *SERTA*
Hilang Harapan Dan
*_Putus Asa Dan_*
*_Kegagalan Serta_*
*Banyak Kematian*
            *DAN*
Saat Itu Kita Sedang
       *BERJUANG*
             *DAN*
*Berlomba Antara*
  *IMAN DENGAN*
*SAKIT PENYAKIT*
     *DAN, ANTARA*
   *IMAN DENGAN*
Ketakutan Dan Kuatir
            *DAN*
*_Kegagalan Serta_*
Kemiskinan dan juga
     *KEKURANGAN*
_DAN PEPERANGAN_
         *YA, JIKA*
         *SAAT INI*
_Seluruh Dunia Perlu_
        *MUJIZAT*
            *DAN*
*Perlu Pertolongan*
           *TUHAN*
         *AYO KITA*
*Tetaplah Bertahan*
Dan Tetaplah Tekun
*Sebab Tuhan Telah*
*_Membekali Kita_*
*Untuk Menjadikan*
Lebih Dari Pemenang
*_Karena Itu Selain_*
*_Usaha-usaha Kita_*
           *MAKA*
_Kita Juga Haruslah_
        *MEMILIKI*
*Mental Pemenang*
            *ATAU*
   *MENTAL JUARA*
             *JADI*
*Sasaran Atau Arah*
*_Kita Harus Jelas_*
_Sebab Itu Aku Tidak_
Berlari Tanpa Tujuan
  *_Dan Aku Bukan_*
      *Petinju Yang*
*Sembarangan Saja*
       *MEMUKUL*
              *YA*
  *Kita Harus Tetap*
*Fokus Tujuan Akhir*
              *DAN*
Tidak Buang Waktu
             *ATAU*
Tidak Sia2kan Waktu
_Tenaga Dan Pikiran_
             *DAN*     
_Untuk Hal-hal Yang_
   *TIDAK BERGUNA*             
Seperti Kecewa Dan
*_Sakit Hati Serta_*
*_Mudah Menyerah_*
              *DAN*
Janganlah Bergumul
Dengan Masalahmu
Dan Dengan Sakitmu
           *ATAU*
_Dengan Virus Dunia_
           *YANG*
Bukan Semakin Baik
Bahkan jadi Semakin
*_Menakutkan Dan_*
  *_Buat Putus Asa_*
          *NAMUN*
_Masalah Tetap Ada_
Bahkan Berkembang
   *Sangat Banyak*
       *SEHINGGA*
*Keadaan Membuat*
*_Panik Dan Takut_*
              *DAN*
Hilang Pengharapan
              *YA*
*PAGI INI HARI INI*
        *AYO KITA*
Bergumul Dalam Doa
          *Dan Ayo*
Bergumullah Dengan
            *TUHAN*
    *Sampai Tuhan*
*_Memberkatimu_*
             *DAN*
    *Sampai Tuhan*
*Menyembuhkanmu*
             *DAN*
    *Sampai Tuhan*
*_Memulihkanmu_*
            *DAN*
  *SAMPAI TUHAN*
*Berikan Kekuatan*
     *YANG BARU*             
_Karena Itu Apapun_
Kondisi & Situasinya
Tetaplah Fokus Dan
      *BERJUANG*
               *YA*
  *_Jangan Terus_*
Menoleh Kebelakang
*_Melihat Berbagai_*
     *KELEMAHAN*
             *DAN*
*_Melihat Berbagai_*
      *HALANGAN*
           *SERTA*
*_Melihat Berbagai_*
      *KEGAGALAN*
_DAN HAL INI AKAN_
Memperlambat Kita
*_Untuk Mencapai_*
   *_GARIS FINISH_*
_ATAU GARIS AKHIR_
*Dan Kita Berhasil*
             *DAN*                              
*Jadilah Pemenang*
          *SEBAB*
*IMUN KITA KUAT*
*Kalahkan Penyakit*
             *DAN*
*IMAN KITA KUAT*
*Kalahkan Masalah*
             *DAN*
_Kalahkan Ketakutan_
            *SERTA*
Kalahkan Kesusahan
๐Ÿ”ฅ๐Ÿ’ฅ *AMIN* ๐Ÿ’ฅ๐Ÿ”ฅ       
   *KITA MENANG*
            *DAN*
  *Tuhan Pulihkan*
  *Indonesia Pulih*
  *Dunia Pulih*
  *Ekonomi Pulih*
  *Keluarga Pulih*
  *Usaha Pulih*
  *Karier Pulih*
  *Keuangan Pulih*
     *YA, DENGAN*
Iman Kita Kalahkan
_Semua Badai Hidup_
    *DAN DENGAN*
Iman Kita Kalahkan
  *Semua Masalah*
           *JADI*
Ayo Bangkit Dan Doa
             *DAN*
*Bergumul Dengan*
          *TUHAN*
*SAMPAI MUJIZAT*
        *TERJADI*
       *YA, SAMPAI*
_Yang Sakit Sembuh_
      *YA, SAMPAI*
*Tuhan Sembuhkan*
• Kanker Sembuh
• Tumor Sembuh
• Diabetes Sembuh
๐Ÿซ€Jantung Sembuh
๐Ÿซ Paru2 Sembuh
๐Ÿง  Otak Sembuh
๐Ÿ‘จ‍๐Ÿฆฝ Stroke Sembuh
๐Ÿฅต Demam Sembuh
๐Ÿคง Pilek Sembuh
๐Ÿคฎ Maag Sembuh
๐Ÿค• Vertigo Sembuh
• TBC Sembuh
• DBD Sembuh
• Leukimia Sembuh
• Lupus Sembuh
• Kolestrol Sembuh
• Hipertensi Sembuh
• Asma Sembuh
• Rematik Sembuh
• Asam Urat Sembuh
*Semua Yang Sakit*
       *DAN SEMUA*
*Penyakit Sembuh*
*Tuhan Sembuhkan*             
     *SEMUA BAIK*
*SEMUA BERHASIL*
*SEMUA SUKSES*
   *SEMUA SEHAT*
             *DAN*
  *SEMUA KARENA*
Tuhan Yang Pelihara
             *DAN*
*_Tuhan Yang Jaga_*
           *SERTA*
*Tuhan Melindungi*
            *DAN*
*MUJIZAT TERJADI*
_DAN KITA MENANG_
KARENA BERJUANG
_SAMPAI AKHIRNYA_
        *MENANG*
  *Terpujilah Tuhan*
☆ *HALELUYAH* ☆
๐Ÿ”ฅ๐Ÿ’ฅ *AMIN* ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ’ฅ


Uploaded Image