Sabtu, 03 Oktober 2026

Perekat yang Menyatukan Pernikahan Anda

04 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
Kolose 2:7 "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur."
-------------------
Jika Anda ingin menjaga agar pernikahan Anda terus bertumbuh, hal terpenting yang dapat Anda lakukan adalah ini: Teruslah mengikuti Yesus.

Ketika pernikahan Anda terasa seperti akan berantakan, Dialah perekat yang akan menyatukan Anda. Dan ketika Anda bertanya-tanya apakah pernikahan Anda sudah mati, Dia memiliki kuasa untuk menghidupkannya kembali.

Alkitab berkata, "Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia" (Kolose 2:6). Anda mungkin telah menerima Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan Anda puluhan tahun yang lalu, tetapi Anda harus memilih untuk terus mengikuti-Nya, hari demi hari.

Dan Kolose 2:7 berkata demikian: "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.". Bagaimana Anda melakukannya dalam pernikahan Anda? Izinkan saya memberikan beberapa saran praktis.

Pertama, sebagai pasangan, berkomitmenlah untuk menjadikan Yesus sebagai pusat pernikahan Anda. Kemudian carilah kelompok pasangan Kristen lainnya yang dapat membantu Anda bertumbuh. Itu bisa berupa kelompok kecil di gereja, kelas sekolah minggu atau sekadar teman-teman Kristen yang Anda undang untuk makan malam.

Selanjutnya, berdoalah untuk pasangan Anda dan bersama pasangan Anda. Alkitab berkata, "Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya" (Yakobus 5:16). Apakah Anda ingin hidup bersama dalam keutuhan dan pemulihan? Tentu saja Anda mau. Dan ayat ini memberi tahu Anda caranya. Pertama, akuilah ketika Anda salah dan kedua, berdoalah untuk satu sama lain dan berdoalah bersama.

Terakhir, ikutilah Firman Allah. Amsal 3:6 berkata, "Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu". Ketika Anda semakin dekat dengan Allah dan pasangan Anda semakin dekat dengan Allah, Dia secara alami menyatukan Anda.

Saya memiliki sebuah pohon redwood di halaman belakang rumah yang saya tanam bertahun-tahun yang lalu. Selama lebih dari satu dekade, pohon itu tumbuh dengan sangat baik. Tetapi suatu tahun pohon itu mengalami tekanan dan hampir mati. Semua daunnya berguguran. Pertama, warnanya menjadi kuning, lalu mulai berubah menjadi merah. Pohon itu terlihat seperti pohon Natal Charlie Brown. Akhirnya saya menyadari bahwa alat penyiramnya tersumbat dan pohon itu tidak mendapatkan air sepanjang musim. Jadi saya menyiram dan memberinya pupuk serta meluangkan waktu untuk merawatnya. Dan akhirnya, pohon itu mulai menumbuhkan tunas-tunas baru. Pohon yang hampir mati itu mulai tumbuh kembali.

Pernikahan Anda mungkin sedang berada dalam masa penuh tekanan. Mungkin pernikahan Anda sedang seperti mengalami masa hibernasi atau kekeringan. Dan Anda memiliki pernikahan seperti pohon Natal Charlie Brown. Tetapi pernikahan itu dapat hidup kembali.

Renungkan :

- Apakah Anda memilih untuk mengikuti Yesus, hari demi hari? Jika belum, perubahan praktis apa yang dapat Anda lakukan minggu ini untuk berfokus kepada Yesus setiap hari?

- Siapa yang memberikan dorongan kepada Anda dalam pernikahan Anda? Jika Anda belum menikah, siapa yang memberikan dorongan kepada Anda sebagai pribadi? Jika tidak ada seorang pun, hubungilah seorang teman Kristen untuk mendapatkan dorongan hari ini.

- Bagian mana dalam hidup Anda yang membutuhkan kehidupan baru? Mungkin pernikahan Anda, hubungan lain, atau sudut tersembunyi dalam hati Anda. Berhentilah sejenak sekarang dan mintalah Yesus memberikan kehidupan baru kepada Anda saat Anda membangun hidup Anda di atas-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 20-24; Filipi 1 : 1-11

Berkomitmenlah untuk menjaga akar Anda tetap dalam di dalam Yesus dan membangun hidup Anda di atas-Nya. Dia dapat menghidupkan kembali pernikahan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
The Glue That Holds Your Marriage Together
By Rick Warren

“Keep your roots deep in him, build your lives on him, and become stranger in your faith.” Colossians 2:7 (GNT)
---------------------
If you want to keep your marriage growing, the most important thing you can do is this: Keep on following Jesus.

When it feels like your marriage is threatening to come undone, he is the glue that will hold you together. And when you wonder if your marriage is dead, he has the power to bring it back to life.

The Bible says, “You have accepted Christ Jesus as your Lord. Now keep on following him” (Colossians 2:6 CEV). You may have accepted Jesus as your Savior and Lord decades ago, but you have to choose to keep following him, day after day.

And Colossians 2:7 says this: “Keep your roots deep in him, build your lives on him, and become stranger in your faith” (GNT). How in the world do you do that in your marriage? Let me give you some practical suggestions.

First, commit as a couple to making Jesus the center of your marriage. Then find a group of other Christian couples who can help you grow. That might be a church small group, Sunday school class, or just Christian friends you invite to dinner.

Next, pray for your spouse and with your spouse. The Message paraphrase says, “Make this your common practice: Confess your sins to each other and pray for each other so that you can live together whole and healed” (James 5:16). Would you like to live together whole and healed? Of course you would. And this verse tells you how. First, admit it when you’re wrong, and second, pray for each other and pray with each other.

Finally, follow God’s Word. Proverbs 3:6 says, “Remember the LORD in everything you do, and he will show you the right way” (GNT). When you’re growing closer to God and your spouse is growing closer to God, he naturally brings you together.

I’ve got a redwood tree in my backyard that I planted years ago. For more than a decade, it grew really well. But one year it came under stress and nearly died. All the needles fell off. First, it turned yellow, and then it actually started turning red. It looked like a Charlie Brown Christmas tree. I finally figured out that the sprinkler had been plugged up and it wasn’t getting any water all season. So I watered and fertilized it and spent time nurturing it. And eventually, it started sprouting new growth. The tree that was almost dead started growing again.

Your marriage may be in a stress season. Maybe it’s been in hibernation or experiencing drought. And you’ve got a Charlie Brown Christmas tree marriage. But it can come back to life.

Commit to keeping your roots deep in Jesus and building your life on him. He can bring your marriage back to life.


Jumat, 02 Oktober 2026

FOLLOW GOD'S LEADING

Mungkin anda bertanya - tanya, .....
* Sudah berdoa, tetap saja masih gagal
* Sudah deklarasi Firman, tetap saja tidak berhasil
* Sudah habis habisan melayani, malah tambah buruk
* Sudah ikut seminar macam - macam, masih saja tidak ada terobosan 

Salahnya dimana  ???apanya yang salah ???

Cuma satu hal yang terjadi : *BUKAN TUHAN YANG MEMIMPIN ANDA*

Jika Tuhan memimpin anda , maka yang *PASTI* akan terjadi adalah :
* Tuhan akan membawa anda kepada kemenangan 
* Tuhan akan membawa anda kepada Keberhasilan
* Tuhan akan membawa anda kepada Promosi yg Tuhan siapkan
* Tuhan akan membawa anda kepada orang yg tepat, waktu yg tepat dan bisnis yg tepat
* Tuhan akan membawa anda naik dan tidak turun
* Tuhan akan membawa anda menjadi kepala dan bukan ekor
* Tuhan akan memberi ide & hikmat 
* Tuhan akan membawa anda kepada jalan yang aman dan benar
* Tuhan *TIDAK AKAN* membawa anda kepada kegagalan , kepada kemunduran,
     kepada penurunan

Jadi , jika anda selalu dan terus gagal, mungkin bukan Tuhan yg sedang memimpin anda, tapi : 
* Ego
* Hawa napsu 
* Kesombongan
* Keangkuhan
* Percaya diri 

Jadi, please , evaluasi dirilah 🙏

Lampiran foto: IMG-20261003-WA0001.jpg
Uploaded Image

Video dari deka

🚨 BARU SAJA: NETANYAHU BERTEMU PAHLAWAN ISRAEL YANG MEMBANTU MENGAMBIL ALIH KENDALI PESAWAT

“Kamu bukan hanya menyelamatkan seluruh penumpang di pesawat. Kamu bahkan tidak tahu apa yang bisa saja terjadi pada pesawat itu.”

Penumpang tersebut, seorang pilot pesawat tempur Israel, mengatakan kepada Netanyahu bahwa saat itu mereka masih sekitar satu jam sepuluh menit sebelum mendarat. Mereka khawatir tentang apa yang bisa terjadi jika pesawat memasuki wilayah udara Israel.

Jadilah Pendukung Terbesar bagi Pasangan Anda

03 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
Ibrani 3:13 "Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari ,selama masih dapat dikatakan "hari ini""
---------------------
Kita semua membutuhkan penguatan. Memang begitulah Allah menciptakan kita. Bahkan, jika Anda sudah menikah, salah satu alasan Anda jatuh cinta kepada pasangan Anda adalah karena mereka memberikan penguatan kepada Anda. Anda masih membutuhkan penguatan dari pasangan Anda—dan mereka juga membutuhkan penguatan dari Anda. Salah satu peran yang Allah berikan kepada Anda sebagai suami atau istri adalah menjadi pendukung terbesar bagi pasangan Anda!

Mengapa penguatan begitu penting? Karena kita hidup di dunia yang memiliki banyak orang yang suka mengkritik. Sangat mudah menemukan seseorang yang akan merendahkan Anda. Jadi, salah satu hal terpenting yang dapat Anda lakukan adalah mengangkat pasangan Anda melalui penguatan yang Anda berikan.

Seberapa sering kita seharusnya melakukan hal ini? Alkitab berkata,"Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari ,selama masih dapat dikatakan "hari ini"" (Ibrani 3:13). Ini adalah kebiasaan setiap hari.

Berikut tiga hal yang dapat Anda dan pasangan saling teguhkan:

Teguhkan nilai diri satu sama lain. Ketika sebuah rumah "mengalami kenaikan nilai", nilainya meningkat. Ketika Anda menghargai pasangan Anda, itu seperti Anda meningkatkan nilai diri mereka dan nilai pernikahan Anda. Alkitab berkata, "Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia." (Amsal 12:25).

Terkadang sulit untuk memikirkan sesuatu yang dapat Anda hargai dari pasangan Anda. Jika tidak ada hal lain, setidaknya Anda dapat menghargai bahwa mereka tetap bersama Anda dan tidak menyerah pada pernikahan Anda.

Teguhkan kekuatan satu sama lain. Kita berkembang ketika mendapatkan penguatan. Ketika Anda memuji kekuatan pasangan Anda, Anda membantu mereka bertumbuh. Salah satu contoh terbesar mengenai hal ini adalah rasul Paulus. Pada zamannya, gereja di Korintus memiliki banyak masalah. Tetapi ketika dia menulis kepada mereka, dia berkata, "Aku sangat berterus terang terhadap kamu; tetapi aku juga sangat memegahkan kamu." (2 Korintus 7:4). Dia meneguhkan kekuatan mereka, hal-hal baik yang ada dalam diri mereka.

Adalah tugas Anda untuk mengeluarkan yang terbaik dari pasangan Anda. Dan Anda tidak dapat mengeluarkan yang terbaik dengan menunjukkan yang terburuk. Anda mengeluarkan yang terbaik dalam diri seseorang dengan menunjukkan yang terbaik. Jadi putuskanlah untuk menjadi pembangun impian dan bukan penghancur impian; putuskan untuk memuji, bukan mengomel. Buatlah keputusan itu dan lihatlah perbedaan yang dihasilkannya.

Teguhkan pelayanan satu sama lain. Teguhkan apa yang dilakukan pasangan Anda bagi Allah di dunia saat ini. Roma 1:12 berkata, "yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku."

Renungkan :

- Apa satu kata penyemangat yang dapat Anda berikan kepada pasangan Anda (atau seseorang yang dekat dengan Anda) hari ini?

- Pikirkan satu kekuatan yang dimiliki pasangan Anda (atau anak, sahabat dekat dan sebagainya). Luangkan waktu hari ini untuk memuji mereka.

- Apa yang sedang Allah kerjakan melalui pasangan Anda atau orang penting lainnya dalam hidup Anda? Sampaikan kepada orang tersebut bagaimana Anda melihat Allah bekerja dalam hidup mereka.

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 16-19; Efesus 6
______________
Ketika Anda dan pasangan saling meneguhkan nilai diri, kekuatan dan pelayanan satu sama lain, Anda akan menjadi pendukung terbesar bagi satu sama lain dan melihat hubungan Anda bertumbuh.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Be Your Spouse’s Biggest Fan
By Rick Warren

“Encourage each other every day while it is ‘today.’” Hebrews 3:13 (NCV)
------------------
We all need affirmation. That’s how God wired us. In fact, if you’re married, one reason you fell in love with your spouse is that they affirmed you. You still need that affirmation from your spouse—and they need affirmation from you too. One of your God-given roles as a husband or wife is to be your spouse’s biggest fan!

Why is affirmation so important? Because we live in a world where there are a lot of critics. It’s easy to find someone who will put you down. So one of the most important things that you can do is to lift up your spouse by your affirmation.

How often are we supposed to do this? The Bible says, “Encourage each other every day while it is ‘today’” (Hebrews 3:13 NCV). It’s a daily habit.
gv

Here are three things you and your spouse can affirm in each other:

Affirm each other’s value. When a house “appreciates,” it goes up in value. When you appreciate your spouse, it’s like you’re raising their value and the value of your marriage. The Living Bible paraphrase says, “A word of encouragement does wonders!” (Proverbs 12:25).

Sometimes it can be hard to think of something to appreciate in your spouse. If nothing else, you can at least appreciate that they’ve stuck with you and not given up on your marriage.

Affirm each other’s strengths. We blossom with affirmation. When you praise your spouse’s strengths, you help them grow. One of the greatest models of this is the apostle Paul. In his day, the church in Corinth had a lot of problems. But when he wrote to them, he said, “I have great confidence in you, and I have a lot of reasons to be proud of you” (2 Corinthians 7:4 GW). He affirmed their strengths, the good things about them.

It’s your job to bring out the best in your spouse. And you can’t bring out the best by pointing out the worst. You bring out the best in someone by pointing out the best. So decide to be a dream builder and not a dream buster; decide to brag, not nag. Make that decision, and watch the difference it makes.

Affirm each other’s ministry. Affirm what your spouse is doing for God’s sake in the world today. Romans 1:12 says, “I want us to help each other with the faith we have. Your faith will help me, and my faith will help you” (NCV).

As you and your spouse affirm each other’s value, strengths, and ministry, you’ll become each other’s biggest fans and see your relationship grow.

Kamis, 01 Oktober 2026

Cara Menyalakan Kembali Kasih yang Telah Pudar

02 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 12:10 "Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat."
------------------------
Jatuh cinta lebih mudah daripada mempertahankan cinta. Jadi, apa yang Anda lakukan ketika percikan cinta telah padam, ketika perasaan itu sudah tidak ada? Bagaimana Anda menyalakan kembali kasih yang telah pudar?

Anda melakukan apa yang Yesus katakan kepada gereja di Laodikia dalam kitab Wahyu. Dia berkata kepada mereka, "Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula" (Wahyu 2:4). Kemudian Dia melanjutkan dengan memberi tahu mereka bagaimana mendapatkan kembali kasih itu: "Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan." (Wahyu 2:5).

Dia memberi tahu mereka untuk mengingat, kembali, bertobat dan mengulangi. Dan itulah cara Anda juga dapat menyalakan kembali kasih dalam pernikahan Anda.

Pertama, Anda perlu mengingat. Untuk mendapatkan kembali kasih, Anda perlu memulainya dengan mengingat mengapa Anda jatuh cinta sejak awal. Allah memberi Anda kemampuan untuk mengingat. Gunakanlah untuk memikirkan betapa indahnya masa-masa awal dan perasaan ketika sedang jatuh cinta.

Kedua, Anda perlu kembali. Anda perlu mengingat kasih Anda—tetapi kemudian Anda perlu kembali kepada Yesus. Sangat mudah untuk mengalihkan fokus Anda kepada masalah dan tekanan yang Anda hadapi. Tetapi Yesus ingin Anda mengembalikan fokus Anda kepada-Nya.

Ketiga, Anda perlu bertobat. Dengan kata lain, ubahlah cara Anda berpikir dan bertindak. Kasih bukanlah perasaan; kasih adalah pilihan. Kasih adalah komitmen yang berkata, "Saya akan menempatkan kepentingan Anda di atas kepentingan saya sendiri." Memang benar bahwa Anda tidak dapat memaksakan suatu perasaan. Tetapi Anda dapat memilih untuk mengasihi. Jadi bertobatlah dari cara-cara Anda tidak memilih untuk mengasihi dan ubahlah cara Anda berpikir dan bertindak.

Keempat, ulangi. Yesus berkata, "Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan" (Wahyu 2:5). Dengan kata lain, bertindaklah seperti dahulu Anda bertindak. Lakukan hal-hal yang Anda lakukan ketika pertama kali jatuh cinta. Perasaan mengikuti tindakan. Jadi ketika Anda memilih untuk bertindak dengan kasih, kemungkinan besar perasaan itu akan kembali.

Musuh terbesar dari hubungan romantis bukanlah perselingkuhan, kemarahan atau kepahitan. Musuh terbesarnya adalah kesibukan. Tidak ada seorang pun yang akan menyediakan waktu untuk pernikahan Anda selain Anda sendiri. Atasan Anda tidak akan berkata, "Pulanglah dan habiskan lebih banyak waktu bersama pasangan Anda." Tidak, Anda harus menyediakan waktu untuk mereka. Tidak ada orang lain yang akan melakukannya. Pernikahan Anda akan menjadi seperti apa yang Anda upayakan.

Jadi mulailah hari ini melakukan apa yang dikatakan Roma 12:10: "Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat."

Renungkan :

- Dalam bidang apa dalam hidup Anda, Anda telah membiarkan fokus Anda beralih dari Yesus? Perubahan praktis apa yang dapat Anda lakukan untuk mengembalikan fokus Anda kepada-Nya?


- Apa artinya mengasihi seseorang dengan kasih yang tulus, seperti yang dikatakan Roma 12:10 ?


- Kasih adalah sebuah pilihan. Apa satu cara yang dapat Anda lakukan untuk memilih mengasihi pasangan Anda atau orang lain dalam hidup Anda minggu ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 13-15; Efesus 5

Nyalakanlah kembali kasih yang telah pudar dengan mengingat, kembali, bertobat dan mengulangi kasih mula - mula.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
*How to Rekindle Lost Love*
By Rick Warren

*“Love each other with genuine affection, and take delight in honoring each other.”* Romans 12:10 (NLT)
-------------------
It’s easier to fall in love than it is to stay in love. So what do you do when the spark has gone out, when the feelings aren’t there? How do you rekindle lost love?

You do what Jesus told the church in Laodicea in the book of Revelation to do. He said to them, “The love you had it first is gone” (Revelation 2:4 GW). And then he goes on to tell them how to regain that love: “Remember how far you have fallen. Return to me and change the way you think and act, and do what you did at first” (Revelation 2:5 GW).

He told them to remember, return, repent, and repeat. And that’s how you can rekindle love in your marriage, too.

First, you need to remember. To get love back, you need to start by remembering why you fell in love in the first place. God gave you the ability to remember. Use it to think about how good the early days were and that feeling of being in love.

Second, you need to return. You need to remember your love—but then you need to return to Jesus. It’s easy to let your focus slip to your problems and pressures. But Jesus wants you to return your focus to him.

Third, you need to repent. In other words, change the way you think and act. Love is not a feeling; it’s a choice. It’s a commitment that says, “I’m going to put your interests over my own.” It’s true that you can’t force a feeling. But you can choose to love. So repent of the ways you haven’t chosen to love and change the ways you think and act.

Fourth, repeat. Jesus says, “Do what you did at first” (Revelation 2:5 GW). In other words, act the way you used to act. Do the things you did when you first fell in love. Feelings follow actions. So when you choose to act in a loving way, the feelings are likely to come back.

The greatest enemy of romance isn’t adultery or anger or bitterness. It’s busyness. Nobody is going to make time for your marriage except you. Your boss isn’t going to say, “Go home and spend more time with your spouse.” No, you have to make time for them. Nobody else is going to do it. Your marriage is what you make it.

So start today doing what Romans 12:10 says: “Love each other with genuine affection, and take delight in honoring each other” (NLT).


Rabu, 30 September 2026

Imner Dialog

*Inner dialog / percakapan internal* yang ada dalam diri anda.....

Inner dialog yg *negatif* : 
* Saya tidak layak
* Saya tidak bisa
* Saya kuatir
* Saya takut
* Hidup semakin sulit
* Kenapa nasibku kok begini
* Kapan penderitaan ku lalu dariku
* Mengapa ini harus terjadi padaku
* Ngeluh, ngomel, bersungut-sungut 

Inner dialog *positif*
* Aku anak Raja
* Allah adalah Bapaku
* Aku berharga di mata Tuhan
* Aku sudah diterima dan dilayakan Tuhan
* Aku biji mata Allah
* Aku manusia baru
* Aku ciptaan baru didalam Tuhan
* Aku aman bersama Tuhan
* Aku selalu diberkati dan beruntung karena Tuhan yg memberkati dan menyertaiku
* Aku selalu berhasil, karena Tuhan yg membuat aku berhasil
* Aku diberkati
* Aku disayang Tuhan 
* Allah adalah Allah Imanuel
* Tuhan adalah gembala ku yang baik
* Tuhan berperang di depanku
* Aku lebih dari pemenang 

Inner dialog out comenya adalah *Belief System / Sistim kepercayaan*

Ada 2 golongan sistim kepercayaan : 
*1. Sistim kepercayaan palsu / salah*
*2. Sistim kepercayaan asli / benar*

Hidup anda saat ini, merupakan hasil dari sistim kepercayaan yg anda pegang

Lampiran foto: IMG-20261001-WA0001.jpg
Uploaded Image

Kasih Berarti Melakukan Penyesuaian

01 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
1 Yohanes 3:18 "Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran"
-------------------
Dalam setiap hubungan jangka panjang, Anda harus terus melakukan penyesuaian. Hal ini terutama berlaku dalam pernikahan Anda.

Selama bertahun-tahun, Anda akan menghadapi banyak kesempatan untuk melakukan penyesuaian. Anak-anak akan bertumbuh. Anda akan pindah tempat tinggal. Pekerjaan Anda akan berubah. Seseorang akan jatuh sakit. Karena keadaan terus berubah, Anda harus terus menyesuaikan diri. Dan melakukan penyesuaian membutuhkan sikap tidak mementingkan diri sendiri.

Belajar untuk tidak mementingkan diri sendiri adalah salah satu pelajaran terbesar dalam hidup dan mungkin merupakan pelajaran nomor satu yang ingin Allah ajarkan kepada Anda melalui pernikahan Anda. Alkitab memberi tahu seperti apa seharusnya hal itu: "Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran" (1 Yohanes 3:18).

Menyesuaikan diri demi pasangan Anda berarti banyak hal. Salah satunya adalah memikirkan kebutuhan mereka, bukan hanya mempertimbangkan kebutuhan Anda sendiri. Alkitab berkata, "dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga" (Filipi 2:4). Semakin lama kita menikah, semakin kita cenderung kurang memikirkan kebutuhan satu sama lain. Tetapi hal itu berlawanan dengan kehendak ideal Allah bagi hubungan Anda.

Menyesuaikan diri juga berarti apa yang Alkitab sebut sebagai saling tunduk. Anda masing-masing melepaskan sebagian dari hak Anda sendiri untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Alkitab berkata, "dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus." (Efesus 5:21).

Ada banyak penyesuaian besar yang harus kita lakukan sepanjang hidup, tetapi terkadang penyesuaian yang paling sulit adalah hal-hal kecil. Menyesuaikan diri dengan hal-hal kecil mungkin berarti tidur sedikit lebih larut atau lebih awal atau memilih restoran yang ingin didatangi pasangan Anda. Itu mungkin berarti mendengarkan ketika orang lain membutuhkan Anda, bukan hanya ketika Anda ingin melakukannya.

Dalam keputusan-keputusan kecil setiap hari untuk memenuhi kebutuhan satu sama lainlah kasih yang nyata dan tulus dinyatakan.

Ujian dari kasih yang nyata bukanlah apa yang Anda katakan tentang saling mengasihi. Ujian itu adalah bagaimana Anda bertindak. Anda ingin keharmonisan yang lebih besar di rumah Anda? Perlakukan pasangan Anda seperti Yesus memperlakukannya. Satu keputusan itu akan mengubah segalanya. Ketika Anda memperlakukan pasangan Anda seperti Yesus memperlakukannya, Anda akan menjadi lebih sabar terhadap hal-hal yang mengganggu dan lebih mudah mengampuni kesalahan. Anda akan mencari apa yang terbaik bagi orang lain.

Alkitab berkata, "Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus" (Roma 15:5).

Renungkan :

- Apa satu penyesuaian kecil yang pernah Anda lakukan dalam sebuah hubungan? Apa penyesuaian yang pernah dilakukan orang lain untuk Anda? Bagaimana Allah menghormati penyesuaian-penyesuaian tersebut?

- Kasih dinyatakan melalui tindakan. Apa satu tindakan yang perlu Anda lakukan dalam kasih minggu ini?

- Dalam hubungan apa Anda perlu meminta Yesus menolong Anda memiliki sikap-Nya terhadap orang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 10-12; Efesus 4:17-32
_____________
Memiliki sikap seperti Yesus akan membantu Anda melakukan penyesuaian yang diperlukan agar pernikahan Anda terus bertumbuh.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Love Means Making Adjustments
By Rick Warren

“Our love should not be just words and talk; it must be true love, which shows itself in action.” 1 John 3:18 (GNT)
---------------------
In every long-term relationship, you have to keep making adjustments. This is especially true in your marriage.

Over the years, you’re going to face a lot of opportunities to make adjustments. The kids will grow up. You’re going to move. Your job will change. Someone will get sick. Because circumstances keep changing, you’ll have to keep adjusting. And adjusting requires unselfishness.

Learning to be unselfish is one of the greatest lessons in life, and it may be the number one lesson God wants to teach you through your marriage. The Bible tells what that should look like: “Our love should not be just words and talk; it must be true love, which shows itself in action” (1 John 3:18 GNT).

Adjusting for your spouse means many things. One of those is thinking about their needs instead of just considering your own. The Bible says, “Look out for one another’s interests, not just for your own” (Philippians 2:4 GNT). The longer we’re married, the less we tend to think about each other’s needs. But that’s the opposite of God’s ideal for your relationship.

Adjusting also means what the Bible calls submitting to each other. You each give up some of your own rights in order to meet the other person’s needs. The Living Bible paraphrase says, “Honor Christ by submitting to each other” (Ephesians 5:21).

There are many big adjustments we have to make throughout life, but sometimes the hardest adjustments are the little ones. Adjusting to the little things might look like going to bed a little later or earlier, or choosing the restaurant your spouse wants to go to. It might mean listening when the other person needs you, not just when you feel like it.

It’s in those little daily decisions to meet each other’s needs that real genuine love is expressed.

The test of real love isn’t what you say about loving each other. It’s how you act. You want greater harmony in your home? Treat your spouse as Jesus would. That one decision will change everything. When you treat your spouse as Jesus does, you’ll become more patient with annoyances and more forgiving of mistakes. You’ll seek what’s best for the other person.

The Bible says, “May the God who gives endurance and encouragement give you the same attitude of mind toward each other that Christ Jesus had” (Romans 15:5 NIV). Having the attitude of Jesus will help you make the adjustments needed to keep your marriage growing.

Selasa, 29 September 2026

Pentingnya Menerima dengan Tulus





​Bukannya dapat penghargaan, Pak Joko malah panik setengah mati sambil berlutut memunguti koin satu per satu di depan seluruh umat. Niat hati ingin menunjukkan rasa hormat yang luar biasa, tetapi cara dan kesiapannya yang salah justru membuat niat baik tersebut berujung kekacauan yang menggelikan.

​Kejadian kocak ini mengingatkan kita bahwa niat baik atau iman saja tidak cukup jika tidak disertai dengan kesiapan hati dan kerendahan hati yang tulus untuk menerima karunia Tuhan. Dalam Injil Matius 7:21, Yesus menegaskan bahwa bukan setiap orang yang berseru "Tuhan, Tuhan!" yang akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan mereka yang melakukan kehendak Bapa. Seperti Pak Joko yang fokus pada gaya luar hingga lupa membawa ketaatan yang nyata, kita sering kali terjebak pada formalitas iman tanpa benar-benar menyiapkan hati untuk menyambut dan membagikan rahmat-Nya.

​Saudaraku, mari kita belajar untuk tidak sekadar tampil saleh di luar, tetapi sungguh-sungguh menyiapkan wadah hati kita dengan benar. Ketika kita menerima kebaikan dan firman Tuhan, sambutlah dengan kesiapan hidup yang nyata melalui perbuatan kasih sehari-hari, sehingga rahmat yang kita terima tidak tercecer sia-sia, melainkan menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita.
​"Sebab sama seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati." (Yakobus 2:26)
​Bacaan: Yakobus 2:14-26
​(Gbu!)

Uploaded Image

Apakah Anda Memperhatikan Pernikahan Anda?

30 September 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 1:9 "Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian"
-----------------
Setiap pernikahan selalu berada dalam keadaan bertumbuh bersama atau semakin menjauh satu sama lain. Hubungan tidak dapat berhenti di tempat.

Jadi, bagaimana Anda dapat menjaga agar pernikahan Anda terus bertumbuh? Paulus berdoa, "Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian" (Filipi 1:9). Dibutuhkan pengetahuan dan pengertian! Pernikahan yang baik tidak terjadi begitu saja; dibutuhkan usaha.

Salah satu cara terpenting untuk menjaga pernikahan Anda terus bertumbuh adalah terus memberikan perhatian. Perhatian berarti kasih. Ketika Anda memperhatikan seseorang, Anda sedang mengatakan, "Saya menghargai Anda. Anda berarti bagi saya. Anda layak untuk didengarkan"

Ketika Anda memberikan perhatian kepada seseorang, sebenarnya Anda sedang memberikan hidup Anda kepada mereka, karena waktu Anda adalah hidup Anda dan Anda tidak akan pernah mendapatkan kembali waktu tersebut. Jadi, hal paling berharga yang dapat Anda berikan kepada seseorang adalah perhatian Anda.

Memberikan perhatian adalah bagaimana Anda pertama kali jatuh cinta! Anda mulai memperhatikan seseorang dan seseorang itu mulai memperhatikan Anda.

Apakah Anda ingat betapa banyak perhatian yang dulu Anda berikan kepada pasangan Anda di awal hubungan? Anda membeli bunga, menulis catatan dan menelepon. Anda berbicara selama berjam-jam. Dalam semua cara tersebut, Anda sedang mengatakan, "Anda mendapatkan seluruh perhatian saya". Tetapi semakin lama Anda menikah, semakin Anda cenderung menjadi terlena. Perhatian Anda terbagi kepada tagihan, bayi, anggaran, karier dan hobi. Dan pernikahan mulai memburuk.

Jadi izinkan saya mengingatkan Anda tentang beberapa alasan mengapa Anda perlu terus memperhatikan pasangan Anda. Yang pertama adalah karena Anda mengasihi pasangan Anda. Dan kasih berarti memberikan perhatian. Yang kedua adalah karena Allah mungkin sedang berbicara kepada Anda melalui pasangan Anda.

Alkitab berkata, "Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya." (Ayub 33:14). Terkadang kita tidak mengenali suara Allah karena kita tidak mendengarkan. Tetapi Allah mungkin sedang ingin mengatakan sesuatu kepada Anda saat ini, dan pasangan Anda adalah pengeras suara terdekat yang dapat Dia temukan!

Terkadang kita tidak memperhatikan pasangan kita karena kesombongan; kita berpikir bahwa kita tahu semuanya. Terkadang karena berasumsi; kita berpikir bahwa kita sudah tahu apa yang akan mereka katakan. Dan di waktu lain kita hanya sedang terburu-buru! Tetapi Allah memberikan penawarnya kepada kita: "Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah" (Yakobus 1:19).

Renungkan :

- Kapan Anda mengalami pengetahuan dan pengertian membantu kasih bertumbuh, seperti yang dikatakan Filipi 1:9?

- Apa yang telah Allah katakan kepada Anda melalui pasangan Anda atau seseorang yang dekat dengan Anda?

- Dalam hubungan apa Anda perlu lebih cepat mendengarkan atau lebih lambat berbicara?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 6-9; Efesus 4:1-16
___________
Jika Anda cepat mendengarkan dan lambat berbicara, secara otomatis Anda akan lambat untuk marah. Dan hal itu akan membuat pernikahan Anda terus bertumbuh dan terus berjalan. Anda harus terus memberikan perhatian.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Are You Paying Attention to Your Marriage?
By Rick Warren

“I pray that your love will keep on growing because of your knowledge and insight.” Philippians 1:9 (GW)
---------------------
Every marriage is always either growing together or growing apart. Relationships can’t stand still.

So how can you keep your marriage growing? Paul prayed, “I pray that your love will keep on growing because of your knowledge and insight” (Philippians 1:9 GW). It takes knowledge and insight! A good marriage doesn’t just happen; it takes effort.

One of the most important ways to keep your marriage growing is to keep on paying attention. Attention means love. When you’re paying attention to somebody, you’re saying, “I value you. You matter to me. You’re worth listening to.”

When you give somebody your attention, you’re actually giving them your life, because your time is your life and you’re never going to get that time back. So the most valuable thing you can give somebody is your attention.

Paying attention is how you fell in love in the first place! You began to pay attention to somebody, and that somebody began to pay attention to you.

Do you remember how much attention you used to give to your spouse early in your relationship? You bought flowers, wrote notes, and made phone calls. You talked for hours. In all those ways, you were saying, “You have my undivided attention.” But the longer you’re married, the more complacent you tend to become. Your attention is spread to bills, babies, budgets, careers, and hobbies. And the marriage begins to deteriorate.

So let me remind you of a couple of reasons you need to keep paying attention to your spouse. The first is that you love your spouse. And love means paying attention. The second is that God may be speaking to you through your spouse.

The Bible says, “God speaks in different ways, and we don’t always recognize his is voice” (Job 33:14 CEV). Sometimes we don’t recognize God’s voice because we’re not listening. But God may by wanting to say something to you right now, and your spouse is the closest megaphone he can find!

Sometimes we don’t pay attention to our spouse because of pride; we think we know it all. Sometimes it’s because of presumption; we think we know what they’re going to say. And other times we’re just in a hurry! But God gives us the antidote to that: “Be quick to listen, slow to speak and slow to become angry” (James 1:19 NIV).

If you are quick to listen and slow to speak, you automatically will be slow to get angry. And it will keep your marriage growing and going. You must keep on paying attention.


Senin, 28 September 2026

Tiga Cara Lagi untuk Memberikan Perubahan Baru dalam Pernikahan

29 September 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 2:13 *"karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya."*
--------------------
Kemarin kita belajar bahwa penting untuk menerima tanggung jawab atas bagian Anda, percaya bahwa Allah dapat mengubah pernikahan Anda dan berkomitmen untuk melakukan apa pun yang diperlukan. Berikut tiga hal lagi yang dapat Anda lakukan:

Untuk mendapatkan perubahan baru dalam pernikahan, Anda harus menangani luka yang belum terselesaikan. Anda melakukannya dengan dua cara—dengan meminta pengampunan dan dengan memberikan pengampunan.

Akan ada saat-saat ketika Anda perlu mengakui kepada pasangan Anda bahwa Anda telah melakukan kesalahan dan meminta pengampunan. Alkitab berkata, "Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya" (Yakobus 5:16). Ada tiga kata sederhana yang harus Anda pelajari untuk mengatakannya dalam pernikahan: Saya yang salah.

Alkitab berkata demikian: "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian." (Kolose 3:13). Jika Anda memutuskan, "Saya tidak akan mengampuni mereka," Anda memilih untuk menghancurkan pernikahan Anda. Pernikahan tidak dapat bertahan tanpa pengampunan setiap hari.

Selanjutnya, untuk mendapatkan perubahan baru dalam pernikahan, Anda harus meminta dukungan dari orang lain.

Jangan menghadapi pergumulan sendirian. Kenyataannya, budaya kita cenderung tidak mendukung pernikahan yang berhasil. Anda dapat menemukan banyak orang yang akan berkata kepada Anda, "Pergilah saja. Jangan membuat diri Anda mengalami semua ini."

Mungkin diperlukan usaha untuk menemukan orang-orang yang akan mendukung dan memperkuat pernikahan Anda. Amsal 24:3 berkata, "Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan". Carilah teman yang bijaksana atau konselor gereja, mentor pernikahan atau pasangan yang pernikahannya Anda kagumi.

Terakhir, untuk mendapatkan perubahan baru dalam pernikahan, Anda harus berfokus untuk percaya kepada Yesus.

Anda harus menempatkan Dia di pusat kehidupan dan pernikahan Anda. "Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa." (Ibrani 12:3).

Pernikahan adalah seperti bangku berkaki tiga. Bangku berkaki dua akan jatuh karena tidak memiliki kestabilan. Dibutuhkan tiga hal untuk membuat pernikahan berhasil—Anda, pasangan Anda dan Allah. Allah tidak pernah bermaksud agar pernikahan hanya terdiri dari dua orang. Anda membutuhkan Kristus di pusat kehidupan dan pernikahan Anda.

Beberapa dari Anda berpikir bahwa Anda menikah dengan orang yang salah. Jadi apa yang harus Anda lakukan? Menceraikannya? Allah ingin berkata kepada Anda hari ini, "Tidak! Anda telah mengucapkan janji. Biarkan Aku melakukan perubahan baru yang ajaib. Aku akan mengubah Anda dan pasangan Anda dan Aku akan memberikan pernikahan yang selalu Anda impikan jika Anda melakukannya dengan cara-Ku." Sahabat, kasih adalah sebuah pilihan. Kasih tidak sepenuhnya berada di luar kendali Anda. Jika Anda memilih untuk mengasihi, perasaan itu akan kembali.

Renungkan :

- Apakah sulit bagi Anda untuk meminta atau memberikan pengampunan? Mintalah Allah menolong Anda mempraktikkan pengampunan setiap hari dalam pernikahan Anda.

- Siapa dalam hidup Anda yang memiliki pernikahan yang Anda kagumi? Bagaimana Anda dapat menemukan cara untuk belajar dari pengalaman dan kerja keras mereka?

- Saat ini, apakah bangku pernikahan Anda memiliki dua atau tiga kaki? Jika Yesus tidak menjadi pusat kehidupan dan pernikahan Anda, tidak akan ada kestabilan. Apa satu langkah yang dapat Anda ambil untuk menempatkan Dia di pusat, sehingga pernikahan Anda tidak roboh?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 4-5; Efesus 3
____________
Agar pernikahan Anda dapat menjadi seperti yang seharusnya, Anda mungkin perlu meminta Allah memberikan perubahan baru dalam pernikahan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Three More Ways to Get a Marriage Makeover
By Rick Warren

“God is always at work in you to make you willing and able to obey his own purpose.” Philippians 2:13 (GNT)
-------------------
In order for your marriage to be all that it can be, you may need to ask God for a marriage makeover. Yesterday we learned it’s important to accept responsibility for your part, believe God can change your marriage, and commit to doing whatever it takes. Here are three things more you can do:

To get a marriage makeover, you must deal with unresolved hurt. You do that two ways—by asking for forgiveness and by offering forgiveness. 

There will be times when you need to admit to your spouse that you were wrong and ask for forgiveness. The Living Bible paraphrase says, “Admit your faults to one another and pray for each other so that you may be healed” (James 5:16). There are three little words you must learn to say in marriage: I was wrong.

The Living Bible says this: “Be gentle and ready to forgive; never hold grudges. Remember, the Lord forgave you, so you must forgive others” (Colossians 3:13). If you’ve decided “I’m not going to forgive them,” you are choosing to ruin your marriage. A marriage cannot make it without forgiveness on a daily basis. 

Next, to get a marriage makeover, you must enlist support from others.

Don’t go through struggles alone. The truth is our culture tends to work against successful marriages. You can find plenty of people who will say to you, “Just get out. Don’t put yourself through this.”

It might take some work to find people who will support and strengthen your marriage. Proverbs 24:3 says, “It takes wisdom to have a good family, and it takes understanding to make it strong” (NCV). Seek out a wise friend or church counselor, a marriage mentor, or a couple whose marriage you admire.

Lastly, to get a marriage makeover, you must focus on trusting Jesus.

You’ve got to put him at the center of your life and marriage. “We must focus on Jesus, the source and goal of our faith” (Hebrews 12:3 GW). 

Marriage is a three-legged stool. A two-legged stool will fall over because it has no stability. It takes three to make a marriage work—you, your spouse, and God. God never meant for marriage to be just two. You need Christ at the center of your life and marriage.

Some of you think you married the wrong person. So what should you do? Divorce them? God wants to say to you today, “No! You made a vow. Let me do a miracle makeover. I will change you and your spouse, and I will give you the marriage you’ve always dreamed of if you’ll do it my way.” Friend, love is a choice. It’s not totally out of your control. If you choose to love, the feelings will return.


Minggu, 27 September 2026

Cara Memberikan Perubahan Baru dalam Pernikahan

28 September 2026

Bacaan Hari ini:
Galatia 6:9 "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah"
-------------------
Allah ahli dalam memberikan perubahan baru dalam pernikahan. Dia ahli dalam menghidupkan kembali hal-hal yang sudah mati, tidak bergerak dan sudah kehilangan kesegarannya.

Jika Anda pernah menonton perubahan penampilan di televisi, Anda tahu bahwa tujuannya bukan untuk membuat seseorang menjadi benar-benar berbeda, tetapi untuk meningkatkan apa yang sudah mereka miliki. Dalam perubahan baru dalam pernikahan, Allah melakukan hal yang sama. Dia ingin mengambil apa yang sudah Anda dan pasangan miliki dan menjadikannya sesuatu yang baru, menarik, menyenangkan, memuaskan dan luar biasa.

Langkah pertama untuk memberikan perubahan baru dalam pernikahan adalah menerima tanggung jawab atas bagian Anda.

Galatia 6:5 berkata,"Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri." Anda tidak dapat mengendalikan tindakan atau sikap pasangan Anda. Yang dapat Anda lakukan hanyalah berusaha mengubah diri Anda sendiri. Ketika Anda memperbaiki diri dan berhenti berusaha memperbaiki pasangan Anda, keadaan akan berubah. Ketika Anda bertindak secara berbeda, pasangan Anda tidak punya pilihan selain berhubungan dengan Anda dengan cara yang baru.

Hambatan terbesar untuk menerima tanggung jawab adalah apa yang saya sebut sebagai mitos ketidakcocokan. Kita semua pernah mendengar seseorang berkata, "Kami memang tidak cocok." Masalah sebenarnya adalah masalah kedewasaan. Saya menginginkan apa yang saya inginkan; Anda menginginkan apa yang Anda inginkan. Saya keras kepala; Anda keras kepala. Saya egois; Anda egois. Sebaliknya, jika Anda dapat menerima tanggung jawab atas bagian Anda dalam masalah-masalah tersebut, Anda dapat mulai memulihkan pernikahan Anda.

Langkah kedua untuk memberikan perubahan baru dalam pernikahan adalah percaya bahwa Allah dapat mengubah pernikahan Anda.

Anda mungkin sedang merasakan luka yang mendalam, kekecewaan atau ketidakpedulian terhadap pernikahan Anda. Terlepas dari apa yang Anda rasakan, izinkan saya mengatakan satu kebenaran ini kepada Anda: Allah tidak menyerah pada pernikahan Anda; Dia dapat melakukan apa yang tidak dapat Anda lakukan.

Allah tidak ingin memberikan perubahan baru dalam pernikahan Anda untuk menjebak Anda atau membuat hidup Anda sengsara. Dia membenci perceraian; Dia tahu betapa perceraian menyakiti anak-anak-Nya. Dia ingin pernikahan Anda berhasil karena Dia tahu sukacita yang dapat dibawanya ke dalam hidup Anda.

Langkah ketiga untuk memberikan perubahan baru dalam pernikahan adalah berkomitmen untuk melakukan apa pun yang diperlukan.

Alkitab berkata demikian: "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah" (Galatia 6:9). Setiap kali Anda melihat pernikahan yang hebat, Anda dapat yakin bahwa pernikahan itu tidak terjadi karena keberuntungan. Pernikahan itu terwujud melalui banyak usaha. Pernikahan yang hebat tidak terjadi begitu saja. Jika pernikahan Anda akan menjadi lebih baik, itu akan membutuhkan usaha yang sungguh-sungguh.

Renungkan :

- Seperti perubahan penampilan pada umumnya, Allah dapat menggunakan apa yang sudah Anda miliki dan memperbaiki pernikahan Anda dari sana. Hal-hal positif apa yang sudah Anda lihat dalam pernikahan Anda?

- Masalah apa dalam pernikahan Anda yang dapat Anda tanggung jawabkan? Apakah hal itu sedikit mengubah cara pandang Anda terhadap pasangan?

- Bagaimana perasaan Anda ketika mengetahui bahwa Allah tidak menyerah pada pernikahan Anda? Biarkan kebenaran itu menolong Anda berkomitmen untuk melakukan apa pun yang diperlukan.

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 1-3; Efesus 2
______________
Bagaimana Anda menemukan energi untuk mulai berusaha? Berdoa dan taat. Berdoalah kepada Allah untuk kekuatan agar terus memperjuangkan pernikahan Anda, lalu taatilah apa yang Dia perintahkan untuk Anda lakukan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
How to Get a Marriage Makeover
By Rick Warren

“Let us not get tired of doing what is right, for after a while we will reap a harvest of blessing if we don’t get discouraged and give up.” Galatians 6:9 (TLB)
--------------------
God specializes in marriage makeovers. He specializes in bringing dead, stagnant, and stale things to life again. 

If you’ve ever watched a makeover on TV, you know that the point isn’t to make someone totally different but to enhance what they’ve already got. In a marriage makeover, God does the same thing. He wants to take what you and your spouse already have and make something fresh, exciting, attractive, fulfilling, and wonderful out of it. 

The first step to a marriage makeover is to accept responsibility for your part.

Galatians 6:5 says, “Each person must be responsible for himself” (NCV). You can’t control your spouse’s actions or attitudes. All you can do is work on changing yourself. When you work on you and stop trying to work on them, the equation changes. When you act differently, your spouse will have no choice but to relate to you in a new way.

The biggest barrier to accepting responsibility is what I call the myth of incompatibility. We’ve all heard someone say, “We’re just incompatible.” The problem is really an issue of maturity. I want what I want; you want what you want. I’m stubborn; you’re stubborn. I’m selfish; you’re selfish. On the other hand, if you can accept responsibility for your part in the problems, you can begin to heal your marriage.

The second step to a marriage makeover is to believe God can change your marriage.

You may be feeling deep hurt or disappointment or apathy about your marriage. Regardless of how you feel, let me tell you this one truth: God has not given up on your marriage; he can do what you can’t do. 

God doesn’t want to give you a marriage makeover in order to trap you or make your life miserable. He hates divorce; he knows how it hurts his children. He wants your marriage to work because he knows the joy it can bring to your life.

The third step to a marriage makeover is to commit to doing whatever it takes.

The Living Bible paraphrase says this: “Let us not get tired of doing what is right, for after a while we will reap a harvest of blessing if we don’t get discouraged and give up” (Galatians 6:9). Whenever you see a great marriage, you can be sure it didn’t come from luck. It came from a lot of effort. Great marriages don’t just happen. If your marriage is going to get better, it’s going to take real effort.

How do you find the emotional energy to begin to make the effort? Pray and obey. Pray to God for the strength to keep fighting for your marriage, and then obey what he tells you to do.


Sabtu, 26 September 2026

Menjaga Pernikahan Tetap Bertahan

27 September 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 4:17 "Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada."
---------------
Allah ingin Anda menikmati pernikahan Anda, tetapi Dia juga ingin menggunakannya untuk membantu Anda bertumbuh secara rohani. Kemarin kita melihat dua hal yang dapat membuat pernikahan goyah dan hari ini kita akan melihat dua hal lagi.

Hal ketiga yang dapat membuat pernikahan goyah adalah masalah yang tidak terselesaikan.
Beberapa masalah muncul dalam pernikahan berulang kali, tetapi Anda tidak pernah menyelesaikannya. Mungkin Anda tidak ingin membicarakannya atau masalah itu terlalu pribadi. Masalahnya bisa berupa keuangan, hubungan seksual, keluarga dari pihak pasangan, anak-anak atau komunikasi. Masalah yang tidak terselesaikan dapat membuat pernikahan berubah dari keharmonisan menjadi permusuhan lalu menjadi ketidakpedulian.

Beberapa masalah yang tidak terselesaikan berasal dari apa yang Anda pelajari saat bertumbuh. Ketika Anda menikah, Anda tidak memulai dengan pikiran yang kosong. Anda bertumbuh dalam sebuah keluarga yang memiliki cara-cara tertentu dalam melakukan berbagai hal—kebiasaan dan pola yang Anda anggap normal—sebagian sehat, sebagian tidak sehat. Pasangan Anda bertumbuh dalam keluarga lain dengan cara-cara melakukan berbagai hal yang mereka anggap normal. Jadi, Anda berdua memasuki pernikahan dengan definisi "normal" yang berbeda, dan hal itu dapat menciptakan masalah yang tidak terselesaikan.

Pernikahan tidak menciptakan masalah, tetapi mengungkapkannya. Pernikahan menunjukkan area-area yang perlu Anda kerjakan. Misalnya, mungkin Anda menyimpan dendam terhadap orang tua Anda. Setelah menikah, setiap kali pasangan Anda mengingatkan Anda pada sesuatu yang tidak Anda sukai dari orang tua Anda, Anda mungkin membawa kemarahan yang belum terselesaikan dari masa lalu dan melampiaskannya kepada orang yang paling Anda cintai.

Jika Anda melakukan hal itu, izinkan saya mengatakan dua hal: pertama, itu tidak adil bagi pasangan Anda. Dan kedua, Anda sedang menghancurkan pernikahan Anda. Cara terbaik untuk memulihkan pernikahan adalah menyelesaikan masalah dari masa lalu.

Hal keempat yang dapat membuat pernikahan goyah adalah luka yang tidak diampuni.
Kesalahan yang tidak diampuni membangun tembok dan membuat pernikahan berubah dari keharmonisan menjadi permusuhan lalu menjadi ketidakpedulian. Kenyataannya adalah kita tidak sempurna dan kita saling menyakiti—terkadang dengan sengaja, terkadang tanpa sengaja. Kita berdosa. Kita gagal. Kita egois. Anda akan mengalami luka dalam hidup dan orang yang memiliki potensi terbesar untuk menyakiti Anda adalah orang yang paling Anda cintai.

Itulah sebabnya pengampunan harus menjadi kebiasaan setiap hari dalam pernikahan. Jika Anda menyimpan luka dan tidak melepaskan kesalahan, luka-luka tersebut akan terus membusuk dan menjadi semakin buruk.

Apa dosa terburuk dalam pernikahan? Bukan seperti yang Anda pikirkan. Sebenarnya, itu adalah tidak mau mengampuni. Ketidakmauan untuk mengampuni membuat setiap dosa lainnya tetap terbelenggu. Jika Anda menyimpan setiap luka dan menggunakannya sebagai senjata, hal itu akan membuat pernikahan Anda goyah. Ampunilah. Lepaskanlah. Tidak ada yang menghancurkan pernikahan lebih cepat daripada ketidakmauan untuk mengampuni.

Setelah mempelajari empat hal yang dapat menghancurkan pernikahan, mungkin Anda berpikir, "Rick, Anda baru saja menggambarkan pernikahan saya. Apakah masih ada harapan?" Ya, masih ada. Roma 4:17 berkata, "Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada." Dan jika Allah dapat menghidupkan orang yang sudah mati, Dia dapat menghidupkan kembali pernikahan yang sudah mati.

Baca kembali besok ketika kita akan melihat bagaimana Allah dapat memberikan perubahan baru dalam pernikahan Anda.

Renungkan :

- Di mana Anda pernah melihat atau mengalami kebenaran bahwa pernikahan tidak menciptakan masalah, tetapi mengungkapkannya? Apa yang dapat Anda pelajari dari pengalaman-pengalaman tersebut?

- Apakah Anda cenderung menyimpan luka atau apakah pengampunan setiap hari sudah menjadi kebiasaan dalam pernikahan Anda? Bagaimana Anda dapat berusaha lebih keras untuk memastikan bahwa ketidakmauan untuk mengampuni tidak berkembang menjadi kepahitan?

- Apakah Anda pernah melihat Allah menghidupkan kembali pernikahan yang sudah mati? Apa yang terjadi dan apa yang dapat Anda pelajari dari pasangan yang berusaha keras menyelamatkan pernikahan mereka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kidung Agung 7-8; Efesus 1
____________
Jika Allah dapat menghidupkan orang yang sudah mati, Dia dapat menghidupkan kembali pernikahan yang sudah mati.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
Keeping Your Marriage Afloat
By Rick Warren

“God . . . gives life to the dead and . . . creates something out of nothing.” Romans 4:17 (NCV)
-------------------
God wants you to enjoy your marriage, but he also wants to use it to help you grow spiritually. Yesterday we looked at two things that can sink a marriage, and today we’re going to look at two more.

The third thing that can sink a marriage is unresolved issues. 

Some issues come up in marriage over and over, and yet you never resolve them. Maybe you don’t want to talk about them or they’re too personal. It could be finances or sex or in-laws or kids or communication. Unresolved issues can move a marriage from harmony to hostility to apathy.

Some unresolved issues come from what you learned growing up. When you got married, you weren’t a blank slate. You grew up in a family that had certain ways of doing things—habits and patterns that you thought were normal—some healthy, some unhealthy. Your spouse grew up in another family with ways of doing things that they thought were normal. So you both came into the marriage with different definitions of “normal,” and that can create unresolved issues. 

Marriage doesn’t create problems, it reveals them. It shows the areas you need to work on. For example, maybe you have a grudge against your parent. After you get married, any time your spouse reminds you of something you disliked about your parents, you may take that unresolved anger from the past and turn it on the person you love most. 

If you’re doing that, let me just say two things: one, it’s not fair to your spouse. And two, you are killing your marriage. The best way to heal a marriage is to get some closure on the past. 

The fourth thing that can sink a marriage is unforgiven hurts. 

Mistakes that aren’t forgiven put up walls and move marriages from harmony to hostility to apathy. The truth is we’re imperfect and we hurt each other—sometimes intentionally, sometimes unintentionally. We sin. We fail. We’re selfish. You’re going to be hurt in life, and the person who has the greatest potential to hurt you is the person you love most. 

That’s why forgiveness must become a daily habit in marriage. If you hold on to hurts and don’t let go of mistakes, those wounds fester and get worse.

What is the worst sin in marriage? It’s not what you’re thinking. It’s actually unforgiveness. Unforgiveness holds every other sin captive. If you hold on to every hurt and use it as ammunition, that will sink your marriage. Forgive. Let it go. Nothing destroys a marriage faster than unforgiveness. 

After learning about the four things that can destroy a marriage, you might be thinking, “Rick, you just described my marriage. Is there any hope?” Yes, there is. Romans 4:17 says, “God who gives life to the dead and who creates something out of nothing” (NCV). And if God can raise a dead person, he can raise a dead marriage. 

Read again tomorrow when we’ll take a look at how God can give you a marriage makeover.


Jumat, 25 September 2026

Cara Menjaga Pernikahan Anda agar Tidak Goyah

26 September 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 4:17 "Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada."
--------------------
Anda dapat memiliki pernikahan yang selalu Anda impikan jika Anda menjalaninya dengan cara Allah. Alkitab berkata, "Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada." (Roma 4:17).

Di dunia kita saat ini, banyak orang mendapati bahwa pernikahan seperti dalam dongeng mereka telah berubah menjadi cerita horor. Jika Anda dapat memahami hal itu, Allah ingin memberikan perubahan baru dalam pernikahan Anda untuk mengubah Anda, mengubah pasangan Anda dan mengubah pernikahan Anda menjadi pernikahan yang bahagia dan menghormati Anda serta Allah.

Sebelum Anda dapat memperbaiki pernikahan Anda, Anda harus memahami apa yang menyebabkan pernikahan berubah dari keharmonisan menjadi permusuhan lalu menjadi ketidakpedulian. Ada empat hal yang dapat menyebabkan hal ini, dan hari ini kita akan melihat dua yang pertama.

Hal pertama yang dapat membuat pernikahan goyah adalah harapan yang tidak realistis.
Tidak ada bidang kehidupan di mana kita memiliki harapan yang lebih tinggi dan lebih tidak realistis daripada dalam pernikahan. Orang-orang berpikir pernikahan akan membuat hidup mereka sepenuhnya sempurna, tetapi mereka telah disesatkan. Hollywood suka menunjukkan kepada kita kisah cinta dalam film yang tidak realistis, hari pernikahan yang sempurna seperti dalam gambar atau bulan madu yang tanpa cela.

Kenyataannya adalah setiap pernikahan terdiri dari dua orang yang tidak sempurna. Dan ketika Anda menyatukan dua orang yang tidak sempurna, tidak ada yang namanya hubungan yang sempurna. Salah satu bagian dari menjaga pernikahan agar tidak menjadi penuh permusuhan atau ketidakpedulian adalah menyadari bahwa Anda perlu menjadi dewasa. Bersikaplah realistis. Pasangan Anda tidak sempurna dan Anda juga tidak.

Hal kedua yang dapat membuat pernikahan goyah adalah perbedaan yang tidak diterima.
Anda dan pasangan Anda berbeda. Apakah Anda sudah menyadari hal itu? Setelah Anda menyadarinya, Anda perlu memilih untuk menerima perbedaan mereka. Jika tidak, pada akhirnya Anda akan mulai merasa kesal terhadap mereka.

Anda semua pernah mendengar ungkapan klise bahwa hal-hal yang berlawanan saling menarik. Itu benar. Sebelum menikah, Anda cenderung melebih-lebihkan hal-hal yang Anda miliki bersama dan meremehkan hal-hal yang tidak Anda miliki bersama.

Tetapi setelah menikah, terlalu sering hal-hal yang berlawanan justru saling menyerang. Apa yang dulu membuat Anda tertarik sekarang membuat Anda frustrasi. Pria dan wanita berpikir dengan cara yang sangat berbeda. Anda mungkin pernah mendengar ungkapan lama bahwa pria berasal dari Mars dan wanita berasal dari Venus. Itu tidak benar. Kita bukan berasal dari dua planet yang berbeda; kita berasal dari dua galaksi yang berbeda! Jadi Anda harus belajar untuk hidup rukun dan menerima perbedaan Anda.

Itu bukan berarti Anda hanya menoleransi perbedaan tersebut. Itu berarti Anda menghargainya. Dalam hikmat Allah, Dia selalu menyatukan hal-hal yang berlawanan untuk suatu tujuan.
Tahukah Anda bahwa jika Anda sudah menikah, alat utama Allah untuk membantu Anda bertumbuh secara rohani adalah pasangan Anda?

Besok, kita akan melihat dua penyebab lainnya yang dapat membuat pernikahan goyah, yang perlu Anda pahami sebelum Anda mulai berusaha memperbaiki hubungan Anda dengan pasangan.

Renungkan :

- Jika Anda sudah menikah, harapan tidak realistis apa yang Anda miliki sebelum menikah? Dari mana harapan tersebut berasal?

- Dalam hal apa Anda perlu memberi kelonggaran kepada pasangan Anda, dengan menyadari bahwa mereka tidak sempurna tetapi Anda juga tidak sempurna?

- Perbedaan apa dalam diri pasangan Anda yang menurut Anda Allah ingin Anda berhenti kesal terhadapnya dan mulai menerimanya? Bagaimana perbedaan dalam diri pasangan Anda dapat membantu Anda menjadi dewasa? Bagaimana Anda dapat merayakan perbedaan mereka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kidung Agung 4-6; Galatia 6
____________
Allah dengan sengaja menggunakan perbedaan dalam pernikahan untuk membantu Anda bertumbuh dalam iman dan karakter Kristus.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
How to Keep Your Marriage from Sinking
By Rick Warren

“God . . . raises the dead to life and creates new things.” Romans 4:17 (CEV)
------------------
It’s possible to have the marriage you’ve always dreamed of if you do it God’s way. The Bible says, “God . . . raises the dead to life and creates new things” (Romans 4:17 CEV).

In our world today, many people find that their fairytale wedding has turned into a horror story.  If you can relate, God wants to give you a marriage makeover to change you, change your spouse, and change your marriage into one that’s happy and honoring to you and God.

Before you can improve your marriage, you’ve got to understand what causes marriages to go from harmony to hostility to apathy. There are four things that can cause this, and today we’re going to look at the first two.  

The first thing that can sink a marriage is unrealistic expectations. 

There is no area of life where we have higher and more unrealistic expectations than we do in marriage. People think marriage will make their lives completely perfect, but they’ve been misled. Hollywood loves to show us the unrealistic movie romance or the picture-perfect wedding day or the flawless honeymoon.

The truth is, every marriage is made up of two imperfect people. And when you put two imperfect people together, there’s no such thing as a perfect relationship. Part of keeping a marriage from becoming hostile or apathetic is realizing you need to grow up. Be realistic. Your spouse isn’t perfect, and neither are you.

The second thing that can sink a marriage is unaccepted differences. 

You and your spouse are different. Have you learned that yet? Once you recognize that, then you need to choose to accept their differences. If you don’t, you’ll eventually start to resent them.

You’ve all heard the cliché that opposites attract. It’s true. Before marriage, you tend to overestimate what you do have in common and underestimate what you don’t have in common.

But after marriage, too often opposites attack. What used to fascinate you now frustrates you. Men and women think very differently. You’ve probably heard the old saying that men are from Mars and women are from Venus. That’s not true. We’re not from two different planets; we’re from two different galaxies! So you have to learn to get along and accept your differences.

That doesn’t mean to just tolerate them. It means to value them. In God’s wisdom, he always puts opposites together for a purpose. 

Did you know that if you’re married, God’s number one tool for helping you grow spiritually is your spouse? He uses your differences intentionally to help you grow.

Tomorrow, we’re going to look at the other two causes that can sink a marriage, which you need to understand before you begin the work of improving your relationship with your spouse.

Ujian Kita Belum Selesai



Lampiran foto: IMG-20260925-WA0028.jpg

*SHALOM*
*SELAMAT SORE*
*大 家 早 上 好*
Sahabat, Keluarga
Saudara Semuanya
*Damai Sejahtera*
Bagi Kita Semuanya
🌄Pagi Yang Indah
💖Hati Yang Bahagia
🕓Waktu 🛐Berdoa
📖BACA FIRMAN
📖BACA AYAT SUCI
🔥 *SEMANGAT* 🔥
_Firman-Mu Berkata_
*_Mazmur 34:18_*
*_Tuhan Itu Dekat_*
Kepada orang-orang
Yang Patah Hati Dan
*Ia Menyelamatkan*
_Orang-orang Yang_
  *Remuk Jiwanya*
      *YA, TUHAN*
*_Aku Tidak Minta_*
    *MASALAHKU*
LANGSUNG HILANG
         *TETAPI*
Aku Minta Kekuatan
_Untuk Melewatinya_
             *DAN*
_Untuk Menghadapi_
*Masalah Tersebut*
   *DAN BIARLAH*
*Kasih Karunia-Mu*
Cukup Bagiku Karena
   *_Justru Dalam_*
*KELEMAHANKU*
*Kuasa-Mu Menjadi*
      *SEMPURNA*
        (2 Kor 12:9)
      *YA, TUHAN*
Jika Jalanku Buntu
*_Engkaulah Jalan_*
            *DAN*
*_Jika Hatiku Takut_*
*_Engkaulah Damai_*
             *DAN*
Jika Aku Tidak Tahu
_Harus Berbuat Apa_
Tuntunlah Tanganku
       *YA, TUHAN*
              *DAN*
Hari Ini aku lepaskan
*PERGUMULANKU*
Kedalam Tangan-Mu
        *YA, TUHAN*
Jadikan Pergumulan
Ini Kesaksianku nanti
              *YA*
_Yang Sekarang Aku_
         *TANGISI*
_TAPI BESOK AKAN_
Kuceritakan Sebagai
*Bukti Kebaikan-Mu*
_Dan Kasih Setia-Mu_
             *DAN*
Penolong Yang Setia
         *YA, AYO*
      *TENANG YA*
_Tuhan Tidak Pernah_
*_Janji Pergumulan_*
_Tidak Akan Datang_
           *TETAPI*
*TUHAN BERJANJI*
*MENYERTAI DAN*
   *_TUHAN ADA_*
*Bersama Ditengah*
*PERGUMULANMU*
              *YA*
Kamu Tak Bergumul 
      *SENDIRIAN*
    *YA, AYO DOA*
*Dalam Pergumulan*
              *YA*
Tuhan Dengarkanlah
🛐 Doaku Pada-Mu
        *TERIAKKU*
*_MINTA TOLONG_*
_Sampai Kepada-Mu_
    *JANGANLAH*
Sembunyikan Wajah
  *TUHAN PADAKU*
      *YA, TUHAN*
Jawablah Seruanku
       *YA, TUHAN*
_JAWABLAH DOAKU_
       *YA, TUHAN*
🗣️ Aku Berseru
            *DAN*
🗣️ Kami Berseru
     *YA, TUHAN*
     *Kami Mohon*
   *PERTOLONGAN*
             *DAN*
Ampuni Kami Tuhan
             *DAN*
   *Berikanlah Kami*
_Belas Kasihan-MU_
  *DAN BERI KAMI*
*_Kekuatan Tuhan_*
          *SERTA*
Berikan Kesembuhan
            *DAN*
_Berikan Pemulihan_
             *DAN*
Berikan Kemenangan
💥🔥 *AMIN* 💥🔥
*Kita Dalam Proses*
      *DAN INGAT*
Pergumulanmu Atau
*_Persoalanmu Itu_*
Tak Akan Membunuh
      *MELAINKAN*
          *UNTUK*
*MENDEWASAKAN*
          *NAMUN*
*_Masih Ada Yang_*
      *BERTANYA*
   *Dalam Doanya*
*Dan Menyalahkan*
        *TUHAN*
*Mengapakah Saya*
Mengalami Masalah
           *ATAU*
*Mengalami Sakit?*
           *ATAU*
*Mengalami Kuatir?*
Dan Kekurangan Dan
    *KEGAGALAN?*
             *YA*
*Tanpa Disadarinya*
_Waktu Buka Mulut_
            *ATAU*
*Waktu Berbicara*
       *DAN YANG*
*Keluar Dari Mulut*
*SEGALA KELUHAN*
_Bukanlah Bersyukur_
         *YA, AYO*
*Semangat Dan Doa*
*Jangan Stress Dan*
   *JANGAN PANIK*
          *TETAPI*
Sabarlah Jika Dalam
Proses Kesembuhan
             *DAN*
Sabarlah Jika Dalam
     *PEMULIHAN*
               *YA*
*Tuhan Pasti Tolong*
💥🔥 *AMIN* 💥🔥
     *YA, MEMANG*
Dalam situasi saat ini
Orang Sangat Mudah
   *Salahkan Tuhan*
Dan Selalu Bertanya
        *MENGAPA*
🗣️ Saya Sakit?
        *MENGAPA*
🗣️ Saya Gagal?
        *MENGAPA*
🗣️ Saya Bangkrut?
        *MENGAPA*
🗣️ Saya Susah?
            *DAN*
*Mengapa Tuhan*
  *_Membiarkan_*
*_Semua Terjadi?_*
             *YA*
*MENGAPA TUHAN*
        *YA, AYO*
👂 *DENGARKAN*
*Apa Yang Engkau*
_Makan Setiap Hari_
           *AKAN*
*Menentukan Sehat*
_Atau Timbul Sakit_
*Dikemudian Hari*
             *DAN*
*Apa Yang Engkau*
  *Kerjakan Hari Ini*
            *AKAN*
Menentukan Berhasil
   *Atau Kegagalan*
           *JADI*
*Jangan Salahkan*
         *TUHAN*
        *_SEBAB_*
*TUHAN ITU BAIK*
🔥💥 *AMIN* 💥🔥
🏛️ Gedung Sebelum
   *Diproses Adalah*
*Seonggokan Kayu*
           *ATAU*
_Semen & Batu Bata_
      *ATAU HANYA*
   *_Paku Dan Besi_*
_Dan Bahan Lainnya_
              *YA*
*Sebelum Diproses*
            *ATAU*
_Sebelum Dikerjakan_
BAHAN2 TERSEBUT
*_Apakah Indah?_*
          *ATAU*
*_Apakah Bagus?_*
       *YA, TIDAK*
           *SEBAB*
*Sebelum Diproses*
Hanya Berupa Bahan
  *_Bangunan Dan_*
Belum Kelihatan Baik
  *Atau Belum Indah*
*Dan Belum Mewah*
             *DAN*
Perlu Waktu Diproses
Atau perlu Dikerjakan
    *DAN SETELAH*
    *Selesai Proses*
         *JADILAH*
🏛️ Gedung Megah
             *DAN*
🏛️ Gedung Indah
           *YANG*
🏛️ Nilainya Tinggi
💥🔥 *AMIN* 💥🔥
             *YA*
*TUHAN BEKERJA*
*Dengan Cara Sama*
         *NAMUN*
*Sering Kita Tanya*
   *Kenapa Tuhan*
*Membiarkan Kita*
*_Alami Masa Sulit_*
            *ATAU*
_Alami Jalan Buntu_
            *ATAU*
*_Alami Persoalan_*
             *DAN*
*Alami  Kesusahan*
             *DAN*
*_Alami Kesedihan_*
           *SERTA*
*_Alami Kehilangan_*
             *DAN*
*_Alami Kegagalan_*
            *ATAU*
Alami Sakit Penyakit
         *YA, AYO*
👂 *DENGARKAN*
           *BAHWA*
    *TUHAN TAHU*
_Semua Yang Terjadi_
             *DAN*
Semua Yang Dialami
            *SERTA*
semua yang dihadapi
*TUHAN MENGERTI*
              *DAN*
  *TUHAN PEDULI*
          *NAMUN*
Satu Hal Yang Tuhan
          *MINTA*
_Agar Tetap Percaya_
             *YA*
*TETAP PERCAYA*
  *KEPADA TUHAN*
            *DAN*
Percayalah Ini Hanya
  *PROSES UNTUK*
MENYEMPURNAKAN
        *HIDUPMU*
          *SEBAB*
💖 Tuhan Sayang
             *DAN*
💖 Tuhan Cinta
           *SERTA*
💖 Tuhan Mengasihi
_Kepada Kita Semua_
DAN YANG TERBAIK
*TUHAN SEDIAKAN*
         *SEPERTI*
   *Tuhan Kirimkan*
☀️ *Matahari Pagi*
           *UNTUK*
_Menyinari Kita Dan_
*_Menerangi Kita_*
          *SERTA*
*Udara Yang Segar*
*_Dapat Kita Hirup_*
Ya, Tariklah Nafasmu
  *TUHAN ITU BAIK*
💥🔥 *AMIN* 🔥💥
               *YA*
🗣️ Saat Kita Bicara
             *DAN*
🗣️ Saat Kita Doa 🛐
👂 *Tuhan Dengar*
               *YA*
🕓 Waktu Kita Butuh
        *Tuhan Ada*
🕓 Disetiap Waktu
              *DAN*
🏝️ Disetiap Tempat
              *YA*
*TUHAN MEMILIH*
💟Berdiam Dihatimu
              *DAN*
💟Bersama Kita
             *ATAU*
💟Diam Didalammu             
🕓  *Waktu Dalam*
      *MEMPROSES*
_Kelemahanmu Dan_
_Ketakutanmu Serta_
*Kekuatiranmu Dan*
Kesusahanmu Serta
*_Kesulitanmu Dan_*
_Kemarahanmu Dan_
*Kesombonganmu*
*SEDANG DIBAKAR*
             *YA*
*Perlu Waktu Dan*
*Rasanya Sakit Dan*
MENDERITA PANAS
*WAKTU DIPROSES*
           *YA, AYO*
_Tetap Bertahan Dan_
*_Tetap Kuat Dan_*
*Jangan Menyerah*
           *TETAPI*
*Tetap Percaya Dan*
_Tetap Tekun Berdoa_
          *SAMPAI*
💥 PROSES SELESAI
        *SEHINGGA*
♧ *SEMUA BAIK*
             *DAN*
♧ *SEMUA MURNI*
           *SERTA*
♧ *SEMUA INDAH*
             *DAN*
♧ *SEMUA SEHAT*
             *DAN*
♧ *SEMUA DAMAI*
🗣️ Saya Bersyukur
🗣️ Saya Sabar Dan
🗣️ Saya Taat Serta
🗣️ Saya Setia Dan
🗣️ Saya Murah Hati
        *SEHINGGA*
🗣️ Saya Menang dan
🗣️ Saya Sehat Dan
🗣️ Saya Berkata
  *TUHAN ITU BAIK*
             *YA*
*TUHAN ITU BAIK*
          *SEBAB*
Tak Ada Yang Jahat
_Didalam Diri Tuhan_
              *YA*
*Semua Rancangan*
*TUHAN ITU BAIK*
          *YA, AYO*
👂  *DENGARKAN*
🗣️ *AKU PERCAYA*
              *DAN*
*Aku Tahu Rencana*
             *DAN*
*Rancangan Tuhan*
*Hari Depan Yang*
_Penuh Harapan Dan_
_Penuh Bahagia Dan_
Penuh Sukacita Dan
Penuh Berkat Tuhan
           *SERTA*
*Penuh Kesuksesan*
              *DAN*
Penuh Kemenangan
        *YA, SAAT*
*PROSES SELESAI*
           *MAKA*
Yang Sakit Sembuh
*Tuhan Sembuhkan*
• Kanker Payudara
• Kanker Rahim
•  Kanker Darah
• Kanker Otak
• Semua Kanker
*Tuhan Sembuhkan*
             *YA*
Yang Sakit Katakan
🗣️ SAYA SEMBUH
              *YA*
   *PERCAYA SAJA*
• Yang Sakit Diabetes
• Yang Sakit Stroke
• Yang Sakit Maag
• Yang Sakit Migrain
• Yang Sakit Vertigo
• Yang Sakit Tulang
• Yang Sakit Demam
• Yang Nyeri Sendi
• Yang Sakit Lupus
• Yang Hipertensi
• Yang Lumpuh Dan
SEMUA YANG SAKIT
*Tuhan Sembuhkan*
🗣️ Sudah Sembuh
              *YA*
🗣️ Saya Sembuh
*MUJIZAT TERJADI*
*TUHAN ITU BAIK*
        *YA, SAAT*
*PROSES SELESAI*
*_Berkat Melimpah_*
• SUKSES DAN
• BERHASIL SERTA
• MENANG DAN
• Kariermu Naik
• Jabatanmu Naik
• Pekerjaan Baik
• Hidupmu Baik
• Keluargamu Baik
• Masa Depan Baik
• Hubungan Baik
• Keuntungan Baik
🏝️  *SEMUA INDAH*
             *JADI*
*Saat Dalam Proses*
Selalu Bersyukur Dan
*_Selalu Kuat Serta_*
*_Selalu Sabar Dan_*
Selalu Bertekun Dan
*Jangan Mengomel*
           *ATAU*
_Jangan Mengeluh_
            *DAN*
Tetap Jaga Hati Baik
            *DAN*
*Jaga Pikiran Benar*
             *DAN*
*Jaga Mulut Untuk*
      *BERSYUKUR*
              *YA*
*Hanya Sesaat Saja*
             *DAN*
    *Sebentar Lagi*
  *PROSES SELESAI*
              *DAN*
🗣️ SAYA MENANG
              *YA*
🗣️ SAYA BEBAS
            *DAN*
🗣️ SAYA KUAT
            *DAN*
🗣️ SAYA BERDOA
• Indonesia Baik
• Indonesia Baru
• Indonesia Aman
• Indonedia Damai
• Indonesia Sehat
• DUNIA IBADAH
• DUNIA BERDOA
• DUNIA SEHAT
• DUNIA DAMAI
🔥💥 *AMIN* 🔥💥
*PROSES SELESAI*
*MUJIZAT TERJADI*
     *SEMUA BAIK*
              *YA*
Tuhan Kabulkan Doa
             *AYO*
🛐Tetaplah Berdoa
              *DAN*
🛐Tekunlah Berdoa
               *YA*
Tuhan Jawab Doamu
  *Terpujilah Tuhan*
  *☆ HALELUYAH ☆*
💥🔥 *AMIN*  🔥💥

Yahoo Mail: Cari, Atur, Taklukkan
Uploaded Image