https://youtube.com/watch?v=LVgcOu4mrGE&si=rF5BYPbXTKbkLSOq
Minggu, 10 Mei 2026
Bagaimana Kebahagiaan Mengikuti Kerendahan Hati
11 Mei 2026
Bacaan Hari ini:
Filipi 2:6-8 "yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."
------------------
Kebahagiaan berasal dari keharmonisan dan keharmonisan berasal dari kerendahan hati. Jika Anda ingin menjadi rendah hati, Anda perlu belajar untuk bertanya pada diri sendiri: "Apa yang akan Yesus lakukan?"
Apa yang akan Yesus lakukan dalam masalah ini? Apa yang akan Yesus lakukan bagi orang yang sedang terluka? Apa yang akan Yesus lakukan di tempat kerja? Di lapangan golf? Dalam pernikahan Anda?
Ajukan pertanyaan ini, dan Anda akan menemukan jawaban yang rendah hati yang membangun keharmonisan dan kebahagiaan, bukan kesulitan, kekalahan, kepahitan, atau kebencian.
Lalu, seperti apa bertindak seperti Yesus itu? Filipi 2 memberikan tiga contoh:
Jangan menuntut apa yang Anda anggap sebagai hak Anda.
"yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan" (Filipi 2:6).
Apakah Anda menyadari betapa bertentangannya hal ini dengan budaya saat ini—melepaskan hak Anda? Ya, Anda memiliki hak, tetapi ada cara yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan Anda daripada menuntut hak tersebut. Anda dapat bersikap lembut tanpa menyerah, dan Anda dapat bersikap pengertian tanpa menuntut.
Carilah cara untuk melayani.
" melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia."(Filipi 2:7).
Jika Anda ingin menjadi seperti Yesus, Anda perlu belajar melayani. Melayani adalah kebiasaan yang dapat Anda kembangkan. Dan itu dimulai bukan dari hal-hal besar, tetapi dari hal-hal kecil. Allah menguji kerendahan hati Anda setiap hari melalui hal-hal kecil, dan kemudian hal itu terlihat dalam hal-hal besar. Karakter terlihat dalam krisis besar kehidupan, tetapi dibentuk dalam hal-hal kecil sehari-hari.
Lakukan yang benar, meskipun itu menyakitkan.
"Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." (Filipi 2:8).
Inilah arti bertindak seperti Yesus. Apa yang Yesus lakukan bahkan ketika Ia menderita? Ia bersikap pengertian, bukan menuntut apa yang menjadi hak-Nya. Ia mencari cara untuk melayani. Dan Ia menjadi hamba dalam setiap keadaan.
Renungkan:
- Dalam hal apa Anda dapat bersikap “lembut tanpa menyerah" atau "pengertian tanpa menuntut" dalam suatu hubungan?
- Bagaimana Anda melihat Allah menghormati kerendahan hati dalam hidup Anda atau dalam hidup orang lain?
- Bagaimana Anda dapat melayani seseorang hari ini tanpa diminta?
Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 10-12; Yohanes 1:29-51
__________
Yesus adalah teladan tertinggi dalam kerendahan hati dan Allah memberikan kepada-Nya kehormatan terbesar di alam semesta. Allah juga menghormati kerendahan hati Anda ketika Anda mengikuti teladan Yesus.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
"How Happiness Follows Humility - Daily Hope with Rick Warren - May 11, 2026
“Though he was God, he did not think of equality with God as something to cling to. Instead, he gave up his divine privileges; he took the humble position of a slave and was born as a human being. . . . He humbled himself in obedience to God and died a criminal’s death on a cross.” Philippians 2:6-8 (NLT)
-----------------
Happiness comes from harmony, and harmony comes from humility. And if you want to be humble, you have to learn to ask yourself this question: “What would Jesus do?”
What would Jesus do in this problem? What would Jesus do for that person who’s hurting? What would Jesus do at the office? On the golf course? In your marriage?
Ask this question, and you’ll always come up with a humble answer that builds harmony and happiness rather than difficulty, defeat, bitterness, and resentment.
So what does it look like to act like Jesus? Philippians 2 gives three examples:
Don’t demand what you think you deserve. “Though he was God, he did not think of equality with God as something to cling to” (Philippians 2:6 NLT).
Do you realize how countercultural it is to give up your right to something? Yes, you have rights, but there’s a better way to get your needs met than demanding your rights. You can be tender without surrender, and you can be understanding without demanding.
Look for ways that you can serve. “Instead, he gave up his divine privileges; he took the humble position of a slave and was born as a human being” (Philippians 2:7 NLT).
If you want to be like Jesus, you’re going to have to learn to serve. Serving is a habit you can develop. And it starts not in the big things in life, but in the little things. God tests your humility every day in the little things, and then it’s shown in the big things. Character is revealed in the great crises of life, but it’s built in the little day-to-day things, like returning the grocery cart to the cart corral.
Do what’s right, even when it’s painful. “He humbled himself in obedience to God and died a criminal’s death on a cross” (Philippians 2:8 NLT).
This is what it means to act like Jesus. What did Jesus do, even when he was in pain? He was understanding, not demanding of what he deserved. He looked for ways to serve. And he was a servant in every situation.
Jesus is the ultimate model of humility, and God gave him the greatest honor in the universe. God honors your humility, too, when you follow Jesus’ example.
Sabtu, 09 Mei 2026
Fokus pada Tujuan Anda, Bukan pada Masalah Anda
10 Mei 2026
Bacaan Hari ini:
Filipi 1:22-25 "Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman"
-------------
Paulus sudah lanjut usia ketika ia berada di penjara di Roma. Ia jauh dari rumah. Ia sedang menunggu hukuman mati. Segala sesuatu telah diambil darinya—teman-temannya, kebebasannya, pelayanannya, bahkan privasinya, karena seorang penjaga selalu dirantai bersamanya sepanjang hari. Itu jelas bukan masa yang menyenangkan bagi Paulus.
Namun ada satu hal yang tidak dapat diambil dari Paulus: tujuannya. Paulus memilih untuk tetap berfokus pada tujuannya, bahkan ketika ia telah kehilangan segala sesuatu yang lain. Apa tujuannya? Melayani Allah dengan melayani orang lain.
Paulus berkata dalam Filipi 1:22-25 "Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman"
Saya tidak akan pernah melupakan ketika membaca buku Man’s Search for Meaning karya Viktor Frankl. Frankl adalah seorang psikiater Yahudi yang dipenjarakan di kamp konsentrasi Nazi di Jerman. Sebagian besar keluarga dan teman-temannya dibunuh. Ia menulis tentang suatu hari ketika ia berdiri di hadapan Gestapo. Segala sesuatu telah diambil darinya—rumahnya, pakaiannya, bahkan cincin pernikahannya. Saat ia berdiri tanpa memiliki apa pun, ia menyadari bahwa ada satu hal yang tidak dapat diambil darinya: kebebasannya untuk memilih bagaimana ia akan merespons.
Anda tidak dapat sepenuhnya mengendalikan apa yang orang lain lakukan kepada Anda. Anda tidak dapat mengendalikan apa yang terjadi di sekitar Anda. Namun Anda dapat mengendalikan bagaimana Anda merespons.
Pilihlah untuk melayani orang lain, bahkan ketika Anda sedang terluka. Pilihlah untuk mengampuni. Pilihlah untuk berfokus pada janji-janji Allah, bukan pada keadaan Anda. Pilihan-pilihan seperti inilah yang menghasilkan iman yang lebih besar. Dan iman tersebut akan menghasilkan sukacita yang lebih besar.
Renungkan:
- Apa yang Anda yakini sebagai tujuan hidup Anda?
- Mengapa Allah ingin Anda memikirkan orang lain dan melayani mereka, bahkan ketika Anda sedang menghadapi keadaan yang sulit?
- Bagaimana pilihan Anda untuk berfokus pada masalah atau tujuan mencerminkan apa yang Anda percayai tentang Allah?
Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 7-9; Yohanes 1:1-28
____________
Ketika Anda tetap berfokus pada tujuan Anda, bukan pada masalah Anda, Anda dapat memiliki sukacita, bahkan ketika hidup terasa berantakan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Focus on Your Purpose, Not Your Problem - Daily Hope with Rick Warren - May 10, 2026
“If by continuing to live I can do more worthwhile work, then I am not sure which I should choose. I am pulled in two directions. I want very much to leave this life and be with Christ, which is a far better thing; but for your sake it is much more important that I remain alive. I am sure of this, and so I know that I will stay. I will stay on with you all, to add to your progress and joy in the faith.” Philippians 1:22-25 (GNT)
------------------
When you stay focused on your purpose instead of your problem, you can have joy, even when life seems to be falling apart.
Paul was an old man when he was in prison in Rome. He was a long way from home. He was awaiting execution. Everything had been taken from him—his friends, his freedom, his ministry, and even his privacy, with a guard chained to him throughout the day. It wasn’t exactly a happy time for Paul.
But there was one thing they could not take away from Paul: his purpose. Paul made the choice to stay focused on his purpose, even when he had lost everything else. What was his purpose? Serving God by serving others.
Paul says in Philippians 1:22-25, “If by continuing to live I can do more worthwhile work, then I am not sure which I should choose. I am pulled in two directions. I want very much to leave this life and be with Christ, which is a far better thing; but for your sake it is much more important that I remain alive. I am sure of this, and so I know that I will stay. I will stay on with you all, to add to your progress and joy in the faith” (GNT).
I’ll never forget reading Viktor Frankl’s book Man’s Search for Meaning. Frankl was a Jewish psychiatrist who was imprisoned in Nazi concentration camps in Germany. Most of his family and friends were gassed and murdered. He writes in his book about the day he stood in front of the Gestapo. Everything was taken from him—his home, his clothes, and even his wedding ring. As he stood there with nothing at all, he suddenly realized there was one thing the Nazis could not take away from him: his freedom to choose how he would respond.
You cannot totally control what other people do to you. You cannot control what other people do around you. But you can control how you respond.
Choose to serve others, even when you are hurting. Choose to forgive. Choose to focus on God’s promises and not your circumstances. Those are the kind of choices that lead to greater faith. And then your faith will produce greater joy.
Jumat, 08 Mei 2026
Faktor Iman di Balik Sukacita Anda
09 Mei 2026
Bacaan Hari ini:
Filipi 1:18-19 "Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita, karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus"
----------------
Ketika segala sesuatu terasa berantakan, jangan berusaha menyelesaikannya sendiri. Biarkan Allah yang menyusun kembali semuanya.
Jika Anda sedang menghadapi masalah, Anda memiliki dua pilihan: Anda dapat menyembah atau Anda dapat khawatir. Hanya itu! Inilah yang disebut sebagai faktor iman.
Paulus berkata dalam Filipi 1:18-19, "Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita, karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus"
Dalam satu bagian firman ini, Paulus mengungkapkan beberapa sumber kekuatan untuk tetap berpikir positif dan bersukacita di tengah masa sulit.
Pertama, Anda harus mempertahankan perspektif Allah terhadap masalah Anda. Paulus berkata, "Sebab aku tahu . . ." Apa yang Anda ketahui akan menolong Anda untuk terus bertahan. Paulus mengetahui bahwa Allah sedang bekerja di tengah pergumulannya, dan ia memegang perspektif Allah yang lebih besar sehingga ia dapat melihat melampaui masalahnya.
Kedua, Paulus memiliki orang-orang yang mendoakannya dan hal itu membuatnya tetap kuat. Mengetahui bahwa Anda memiliki dukungan doa dari orang percaya lainnya seperti angin yang memenuhi layar kapal—hal itu membuat Anda tidak mudah menyerah.
Kemudian ia berkata, "Roh Yesus Kristus menolongku." Roh Kudus juga menopang Paulus. Roh Kudus yang sama yang menolong Paulus adalah Roh Kudus yang bekerja di dalam Anda dan menolong Anda untuk tetap bertahan sebagai pengikut Yesus.
Terakhir, ia berkata, "Semua ini akan membawa kepada kelepasan bagiku." Paulus memiliki iman bahwa Allah akan mengerjakan segala sesuatu untuk kebaikan. Allah akan tetap melakukan pekerjaan-Nya yang baik, apa pun yang Anda pilih. Namun Ia juga ingin melihat Anda bertumbuh dalam iman dan menunjukkan bahwa Anda percaya kepada-Nya.
Karena ia memiliki perspektif Allah, doa dari teman-temannya, Roh Kudus, dan iman, Paulus memilih untuk "terus bersukacita."
Renungkan:
- Seperti apa wujud menyembah Allah di tengah pergumulan?
- Siapa yang Anda andalkan untuk dukungan doa? Siapa yang dapat Anda percayai untuk dengan setia mendoakan pertumbuhan rohani Anda?
- Pikirkan satu masalah yang sedang Anda hadapi saat ini. Bagaimana Anda melihat Allah bekerja di tengah rasa sakit Anda? Apa yang Anda harapkan Allah lakukan di dalam dan melalui Anda melalui pengalaman ini?
Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 4-6; Lukas 24:36-53
__________
Pilihlah untuk tetap bersukacita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
The Faith Factor Behind Your Joy - Daily Hope with Rick Warren - May 09, 2026
“I will continue to rejoice. For I know that as you pray for me and the Spirit of Jesus Christ helps me, this will lead to my deliverance.” Philippians 1:18-19 (NLT)
--------------------
When things are falling apart, don’t try to work it out yourself. Let God put the pieces back together.
If you’re facing a problem, you’ve got two options: You can worship, or you can worry. That’s it! This is what I call the faith factor.
Paul says in Philippians 1:18-19, “I will continue to rejoice. For I know that as you pray for me and the Spirit of Jesus Christ helps me, this will lead to my deliverance” (NLT).
In that one Scripture passage, Paul reveals several sources of strength for staying positive and happy in tough times.
First, you have to keep God’s perspective about your problems. Paul says, “For I know . . .” It’s what you know that keeps you going. Paul knows God is working in the midst of his struggle, and he keeps God’s bigger perspective that helps him see past his problems.
Second, Paul has people praying for him, and that keeps him going. Knowing you have the support of other believers is like having wind filling your sails. It keeps you from giving up.
Then he says, “The Spirit of Jesus Christ helps me.” The Holy Spirit also keeps Paul going. And the same Spirit that keeps Paul going is the Spirit that is working in you and helping you persevere as a follower of Jesus.
Finally, he says, “This will lead to my deliverance.” Paul has faith that God will work his problems for good. God is going to do his good work, no matter what you decide. But he also wants to see you growing in faith and showing him that you believe he can do it.
Because he has God’s perspective, the prayer of friends, the Holy Spirit, and faith, Paul chooses to “continue to rejoice.”
Make the choice to rejoice.
Kamis, 07 Mei 2026
Dari Mana Sukacita yang Sejati Berasal?
08 Mei 2026
Bacaan Hari ini:
Filipi 1:18 "Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita"
--------------
Sukacita Anda berasal dari Allah! Sangat mudah membiarkan orang lain mengendalikan sikap Anda. Namun jika Anda ingin benar-benar bahagia, Anda perlu mengingat bahwa Yesus adalah sumber sukacita Anda.
Dalam Filipi 1:15-17, Paulus berbicara tentang berbagai jenis orang yang memengaruhi pelayanannya saat ia menjadi tahanan di Roma. Ada yang ia anggap sebagai rekan yang mendukung dan menguatkan pelayanannya. Ada juga yang mengkritik, bersaing, atau bahkan berusaha menjatuhkan pelayanannya.
"Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik. Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil. tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara." (Filipi 1:15-17).
Sedikit hal yang dapat merampas kebahagiaan Anda lebih cepat daripada kritik atau perasaan bahwa orang lain sedang menentang Anda. Mengapa? Karena kita semua ingin dikasihi. Kita semua ingin diterima. Kita semua ingin disukai oleh orang lain.
Namun, meskipun ada sikap negatif terhadap pelayanannya, Paulus berkata dalam Filipi 1:18, "Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita"
Anda tidak memerlukan persetujuan orang lain untuk merasa bahagia.
Kebahagiaan Anda bergantung pada pilihan Anda sendiri. Jika orang lain tidak puas terhadap Anda, itu adalah pilihan mereka. Jika Anda belum mendapatkan persetujuan seseorang sampai sekarang, kemungkinan besar Anda tidak akan mendapatkannya—dan Anda akan menjadi tidak bahagia jika terus berusaha hidup untuk mendapatkan persetujuan semua orang.
Paulus kemudian menjelaskan dalam pasal yang sama mengapa Anda dapat tetap bersukacita dalam segala keadaan:"Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia, dalam pergumulan yang sama seperti yang dahulu kamu lihat padaku, dan yang sekarang kamu dengar tentang aku." (Filipi 1:29-30).
Paulus mengatakan bahwa merupakan suatu kehormatan untuk menderita ketika Anda melakukan hal yang benar, karena pada saat itulah Anda menjadi paling serupa dengan Yesus.
Renungkan:
- Persetujuan siapa yang selama ini Anda kejar? Mengapa Anda merasa membutuhkan persetujuan tersebut?
- Mengapa persetujuan dari Allah memberikan kebebasan yang lebih besar dibandingkan persetujuan dari manusia?
- Ketika Anda merasa diserang atau dikritik, bagaimana Allah mungkin sedang bekerja di dalam Anda dan melalui Anda?
Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 1-3; Lukas 24:1-35
__________
Jangan biarkan apa yang orang lain katakan atau lakukan mengendalikan kebahagiaan Anda. Sukacita Anda berasal dari Tuhan!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Where Does Joy Really Come From? - Daily Hope with Rick Warren - May 08, 2026
“It does not matter! I am happy about it—just so Christ is preached in every way possible, whether from wrong or right motives. And I will continue to be happy.” Philippians 1:18 (GNT)
----------------------
Your joy comes from God! It’s easy to let other people control your attitude. But if you want to be truly happy, you need to remember that Jesus is the source of your joy.
In Philippians 1:15-17, Paul talks about different kinds of people who are affecting his ministry while he’s a prisoner in Rome. There are some he considers comrades who encourage him in his ministry. Others are criticizing, competing with, or conspiring against his ministry.
“Some of them preach Christ because they are jealous and quarrelsome, but others from genuine good will. These do so from love, because they know that God has given me the work of defending the gospel. The others do not proclaim Christ sincerely, but from a spirit of selfish ambition; they think that they will make more trouble for me while I am in prison”(Philippians 1:15-17 GNT).
Few things steal your happiness faster than being criticized or feeling like others are working against you. Why? Because we all want to be loved. We all want approval. We all want people to like us.
Yet even with the negativity toward his ministry, Paul says in Philippians 1:18, “It does not matter! I am happy about it—just so Christ is preached in every way possible, whether from wrong or right motives. And I will continue to be happy”(GNT).
𝐆𝐚𝐬 𝐁𝐮𝐦𝐢 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚, 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐚𝐥𝐢𝐫 𝐤𝐞 𝐃𝐚𝐩𝐮𝐫 𝐎𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐋𝐚𝐢𝐧
Janji Tuhan Bersinar seperti Matahari, Bulan dan Bintang
*SHALOM*
*SELAMAT PAGI*
*大 家 早 上 好*
Sahabat, Keluarga
Saudara Semuanya
*Damai Sejahtera*
Bagi Kita Semuanya
🌅Pagi Yang Indah
💖Hati Yang Bahagia
🕓Waktu 🛐Berdoa
📖BACA FIRMAN
📖BACA AYAT SUCI
🔥 *SEMANGAT* 🔥
*_Sepasti Matahari_*
Menerangi Siang Serta
*_Sepasti Bulan Dan_*
*BINTANG*
*_Menerangi Malam_*
*BAHKAN*
*Kalaupun Matahari*
*Bintang Dan Bulan*
*_Berhenti Bersinar_*
*NAMUN*
*_Tuhan Akan Tetap_*
*Menepati Janji-Nya*
*YA*
*Janji Itu Ditegaskan*
*KEPASTIANNYA*
Karena Tuhan Sendiri
Yang Menjanjikan-Nya
*_Sepasti Matahari_*
Menerangi Siang Serta
*_Sepasti Bulan Dan_*
*BINTANG*
*_Menerangi Malam_*
*_Itulah Kepastian_*
*DARI JANJI TUHAN*
*_Dan Ketegasan Ini_*
_Melegakan Kita Yang_
Mengalami Kekuatiran
*Ataupun Ketakutan*
Akan Kesusahan Dan
_Kesukaran Yang Kita_
*HADAPI*
*Tuhan Pasti Tolong*
_Sebab Tuhan Selalu_
*MENYERTAI KITA*
*JADI*
*Kepastian Ini Yang*
_Seharusnya Memberi_
_Dorongan Semangat_
*DAN*
*Kekuatan Bagi Kita*
*UNTUK TETAP*
Melaksanakan Tugas
*Dan Panggilan Kita*
*_Dan Kepastian Ini_*
*SEHARUSNYA*
TERPANCAR DALAM
*KEHIDUPAN KITA*
_DALAM TINDAKAN_
_Dan Perkataan Kita_
*_Ketika Mengalami_*
*HAMBATAN*
SERTA MENGALAMI
*KESAKITAN*
*_MAUPUN ANIAYA_*
_KARENA KITA TAHU_
_Tuhan Yang Berjanji_
Akan Selalu Menepati
*_Dan Menyatakan_*
*_Penyertaan-Nya_*
Dan Pertolongan-Nya
*ATAS KITA*
*_DAN JANI TUHAN_*
*_Tidak Dipengaruhi_*
*_Oleh Kondisi Kita_*
*JADI*
_APAPUN YANG KITA_
*_ALAMI SAAT INI_*
Apakah Sedang Sakit
*Atau Sedang Susah*
*_Atau Menghadapi_*
*_Pergumulan Berat_*
*INGATLAH*
*JANJI TUHAN ITU*
*_ADALAH PASTI_*
*DAN*
*Pertolongan Tuhan*
*Selalu Tepat Waktu*
*ATAU*
Tak Pernah Terlambat
*_JADI JANGANLAH_*
PERNAH MENYERAH
*DAN JANGANLAH*
*PUTUS ASA*
MUJIZAT TUHAN ADA
_SAAT KITA PERCAYA_
*ARTINYA*
*Hidup Kita Terjamin*
*Oleh Karena Tuhan*
Yang Menjamin Setia
*_Dan Pasti Digenapi_*
💥🔥 *AMIN* 🔥💥
*Hanya Dekat Allah*
*_Saja Aku Tenang_*
*LALU*
*Apakah Selama Ini*
*_Kita Dapatkan_*
Ketenangan Darimana
*SEBAB*
*Semua Orang Perlu*
*KETENANGAN*
*_Dan Ketenangan_*
_Tidak Kita Dapatkan_
*OLEH KARENA*
*Ada Tabungan Uang*
_Atau Punya Deposito_
*Dan Juga*
*_Ketenangan Tidak_*
*Kita Dapatkan Dari*
*_Seorang Jenderal_*
*DAN*
*_Bukan Dari Orang_*
Yang Paling Berkuasa
*YA*
_Memang Terkadang_
*_Kita Mendapatkan_*
_Ketenangan Tertentu_
_Dari Apa Yang Ada_
*_Tersebut Diatas_*
*_Contohnya Nyata_*
*Saat Ada Yang Sakit*
*_Mau Berobat Dan_*
*Ada Asuransi Atau*
*ADA BPJS*
*DAN*
*Ada Tabungan Yang*
*BANYAK*
*ADA UANG BAYAR*
ATAU ADA JAMINAN
*_DARI ASURANSI_*
*MAKA*
_Ada Sedikit Tenang_
*_Karena Ada Uang_*
ATAU ADA ASURANSI
*Untuk Berobat*
*NAMUN*
_Ini Ketenangan Yang_
*TERTENTU*
_Tetapi Setelah Uang_
Habis Untuk Berobat?
_Atau Asuransi Sudah_
*_Habis Masanya_*
DAN TIDAK BERLAKU
Apakah Bisa Tenang?
*SEHINGGA*
_Ada Yang Berusaha_
*UNTUK*
_Mendapatkan Suatu_
*KEPASTIAN*
YANG DIANTARANYA
*_Dari Depositonya_*
*ATAU*
*_Dari Asuransinya_*
*ATAU*
_Dari Posisinya Dan_
*Dari Pekerjaannya*
*ATAU*
*_Dari Koneksinya_*
_Tetapi Pagi Ini Saya_
*_Mau Beritahukan_*
*Bahwa Koneksi Dan*
_Segalanya Yang Baik_
*DAN*
Yang Perlu Dan Harus
*_Kita Dekati Untuk_*
*_Medapatkan Suatu_*
*Ketenangan Sejati*
*Adalah Tuhan Yang*
*_Maha Tinggi Dan_*
*_Yang Maha Kuasa_*
*SANG*
*Pencipta Langit Dan*
*BUMI*
*NAMUN*
_Banyak Orang Yang_
_Berusaha Mendekati_
*_Orang-orang Yang_*
Menurut Mereka Bisa
*_Menolong Mereka_*
*ATAU*
Memenuhi Kebutuhan
*MEREKA*
*TETAPI*
Yang Harus Kita Kejar
*_Dan Kita Dekati_*
_Adalah Tuhan Yang_
*MAHA BESAR*
*JADI*
_Kalau Kita Mendekat_
*KEPADA TUHAN*
*MAKA*
*Tuhan Memberikan*
*TUNTUNAN*
DAN PERTOLONGAN
*SEBAB*
*Kita Orang Percaya*
*YANG*
Dekat Dengan Tuhan
*AKAN SEPERTI*
_Pohon Yang Ditanam_
*_Ditepi Aliran Air_*
*YA, WALAUPUN*
_DUNIA KRISIS ATAU_
*_DUNIA KERING_*
*Namun Orang Yang*
*DEKAT TUHAN*
_Tetap Bisa Hijau Dan_
*BERBUAH*
*PADA MUSIMNYA*
*KARENA*
Kita Tertanam Dekat
*TUHAN*
*_Sumber Kehidupan_*
*YA*
*Tuhan Yang Berikan*
*Nafas Kehidupan*
*DAN*
Tuhan Yang Janjikan
*MASA DEPANMU*
*YANG*
*_PENUH HARAPAN_*
*DAN*
*_Tuhan Memegang_*
Seluruh Kehidupanmu
*YA, AYO*
*Dekati Tuhan Maka*
*_Kita Akan Mudah_*
*UNTUK*
*_Mendekati Lainnya_*
*YA, HANYA*
_Dekat Tuhan Tenang_
*SERTA*
*_Tetap Terpelihara_*
*Dan Tetap Berbuah*
*_PADA MUSIMNYA_*
*_Oleh Sebab Itu_*
_Hiduplah Tertanam_
*_Sama Sumber_*
*KEHIDUPAN*
*DAN*
*_Hidupmu Tenang_*
_Karena Yang Pelihara_
*_Kita Adalah Tuhan_*
• Bukan Tabunganmu
• Bukan Depositomu
• Bukan Jenderalmu
• Bukan Koneksimu
*JADI*
*_Kalau Kita Dekat_*
*Sama Tuhan Maka*
*_Ada Firman Yang_*
_Tuhan Berikan Untuk_
Menghadapi Apapun
*YA*
*_Kalau Dekat Tuhan_*
*_Kita Mendapatkan_*
*Perlindungan Tuhan*
*SEBAB*
*Tuhan Ialah Tempat*
_PERLINDUNGANMU_
*_Yang Maha Tinggi_*
*_Telah Kau Buat_*
*TEMPAT*
*PERTEDUHANMU*
*SEHINGGA*
Malapetaka tidak akan
*MENIMPA KAMU*
*DAN*
*_Tulah Tidak Akan_*
*MENDEKAT*
*KEPADA KEMAHMU*
(MAZMUR 91:9-10)
*Dan Ingatlah*
*_Tuhan Tidak Janji_*
*_Langit Selalu Biru_*
*YA*
_Adakalanya Hujan_
*DAN*
*_Tuhan Tidak Janji_*
*Lautan Selalu Teduh*
*YA*
*_Adakalanya Badai_*
*DAN ADA*
*_Gelombang Besar_*
*YA*
_Tetapi Tuhan Berjanji_
*_Senantiasa Ada_*
*BERSAMA KITA*
*DAN*
_Tuhan Tidak Pernah_
*TINGGALKAN KITA*
*YA*
*Selalu Bersama Kita*
*Oleh Sebab Itu*
*TETAPLAH BERDOA*
*_Inilah Dekat Tuhan_*
*DAN*
*Dalam Perlindungan*
*TUHAN*
🔥💥 *AMIN* 🔥💥
*AYO, BERDOA*
*SEBAB*
*Doa Membawa Kita*
*MENERIMA*
*_Pertolongan Tuhan_*
*_Untuk Mengatasi_*
*_Hal Yang Mustahil_*
*ATAU*
*Yang Tidak Mungkin*
*MENJADI MUNGKIN*
*JADI*
*TETAPLAH BERDOA*
*SEBAB*
*Doa Yang Lahir Dari*
*IMAN*
Akan Menyelamatkan
_Orang Yang Sakit Itu_
*_Dan Tuhan Akan_*
*Membangunkan Dia*
*DAN*
_Jika ia Telah Berbuat_
*DOSA, MAKA*
*_Dosanya Akan_*
*DIAMPUNI*
*YA*
*Jadikan Doa Untuk*
Dekat Pada Tuhan Dan
*_Bersekutu Dengan_*
*TUHAN*
*YA*
*Orang Yang Berdoa*
*SEHARUSNYA*
*HIDUPNYA TENANG*
*DAN*
_Dalamnya Stabil Dan_
DALAMNYA TENANG
🔥💥 *AMIN* 💥🔥
*Siapapun Yang Ingin*
*DEKAT*
*SAMA TUHAN*
*DAN*
*Saat Kita Butuh*
*Tuhan Tidak Suruh*
*Malaikat Mencegat*
*Maaf, Tuhan Sibuk*
*Silahkan Coba Lagi*
*LAIN KALI?*
*YA*
TIDAKLAH DEMIKIAN
*KARENA*
*_Tuhan Selalu Ada_*
*_Bagi Yang Mencari_*
*TUHAN*
Dan Pasti Menemukan
*TUHAN*
*TETAPI*
*BERSYUKURLAH*
*TUHAN ITU KASIH*
*DAN*
*TUHAN ITU BAIK*
*YA*
DISAAT KITA BUTUH
*_Tuhan Ada Dan_*
*Tuhan Mau Ketemu*
*Dan Tuhan Siapkan*
*Waktu Bagi Kita*
*_Dimanapun Dan_*
*_Kapanpun Juga_*
Tuhan Siapkan Waktu
*Karena Kita Sangat*
*Penting Bagi Tuhan*
*Karena Kita Sangat*
Berharga Bagi Tuhan
*Karena Kita Sangat*
*_ISTIMEWA_*
*YA*
Tuhan Mengasihi Kita
*DAN*
*TUHAN SENANG*
*BERJUMPA KITA*
*YA*
*DEKAT ALLAH*
• SEMUA TENANG
• SEMUA AMAN
• SEMUA TERJAMIN
*Dalam Ketenangan*
*ILLAHI*
_Tidak Ada Ketakutan_
*DAN*
*Tidak Ada Keraguan*
*SERTA*
Tidak Ada Kesusahan
*Dan Tidak Ada Sakit*
Saat Doa Kita Naikkan
*Berkat Tuhan Turun*
*DAN*
*MUJIZAT TERJADI*
🔥💥 *AMIN* 🔥💥
*KASIH TUHAN*
*YANG SELALU*
• Untuk Yang Baik
• Untuk Yang Jahat
• Untuk Yang Benar
• Untuk Yang Berdosa
_Semua Tuhan Peduli_
Tuhan Tidak Menolak
*DAN*
_Tuhan Tidak Biarkan_
*Dan Tuhan Selalu*
*MEMBUKA DIRI*
*YA, AYO*
*Tuhan Selalu*
_Menantikan Doa Kita_
*YA*
*Tuhan Selalu*
*Ingin Dekat Kita*
*Masalahnya*
*Kita Yang Selalu*
*Menjauh Dari Tuhan*
*YA*
*Kita Yang Selalu*
*Menutup Diri Kita*
*NAMUN*
*Tuhan Selalu Rindu*
_Mendengar Ceritamu_
*SEBAB*
*TUHAN ITU BAIK*
*Dan Tuhan Itu Setia*
🔥💥 *AMIN* 🔥💥
*Kita Sangat Penting*
*BAGI TUHAN*
*DAN*
*Mata Tuhan Tertuju*
Kepada Orang2 Benar
*Dan Telinga Tuhan*
KepadaTeriak Mereka
*YANG*
*MINTA TOLONG*
*DAN*
*Tuhan Mendengar*
*DAN*
*Tuhan Melepaskan*
*KITA DARI SEGALA*
*KESESAKAN*
*KARENA*
*Tuhan Itu Dekat*
_Kepada Orang2 Yang_
*PATAH HATI*
*DAN TUHAN*
*MENYELAMATKAN*
_Orang2 Yang Remuk_
*JIWANYA*
*_DAN DEKATLAH_*
*_KEPADA TUHAN_*
*YA*
*Tuhan Selalu Punya*
*WAKTU BAGI KITA*
*_Ayo Dekat Tuhan_*
*SEBAB*
TUHAN PEDULI DAN
*_TUHAN MENGERTI_*
*YA*
*TUHAN ITU BAIK*
_Dan Apabila Kamu_
_Berseru Dan Datang_
Untuk Berdoa Kepada
*TUHAN*
MAKA TUHAN AKAN
Mendengarkan Kamu
*DAN*
_Kapanpun Kita Butuh_
*TUHAN ADA*
*YA*
*Tuhan Selalu Siap*
*_Untuk Mendengar_*
*SERUAN DOAMU*
*DAN*
*Tuhan Selalu Siap*
*Untuk Menolongmu*
*YA*
*Tuhan Selalu Siap*
Untuk Sembuhkanmu
*JADI*
*Adakah Yang*
*_Membebanimu?_*
*HARI INI*
*AYO*
*_Datanglah Kepada_*
*TUHAN*
_Dan Tuhan Berkenan_
*UNTUK*
Mendengar Susahmu
*Dan Tuhan Berikan*
_Kekuatan Baru Dan_
*Pengharapan Baru*
*SERTA*
*_Kemenangan Dan_*
*Kesuksesan, Ayo*
*Datang Pada Tuhan*
*_Tuhan Tidak Sibuk_*
*DAN*
_Tuhan Menunggumu_
*DAN*
*_Tuhan Menantikan_*
*KITA BERDOA*
*Untuk*
*Menyapa Tuhan Dan*
*_Berbicara Kepada_*
*TUHAN*
*YA*
Tuhan Rindu Kepada
*Kita Semuanya, Ayo*
*DATANGLAH*
*KEPADA TUHAN*
*DAN*
*DEKAT TUHAN*
🔥💥 *AMIN* 💥🔥
*Untuk Apa Berhasil*
*DILUAR*
Tetapi Didalamnya Itu
*BERANTAKAN*
*DAN*
*JANGANLAH*
*Karena Pekerjaan*
*ATAU*
*Sibuk Bekerja*
*Sudah Tidak Ada*
• Jam Untuk Ibadah
• Jam Untuk Berdoa
• Jam Baca Firman
• Jam Untuk Keluarga
• Jam Untuk Suami
• Jam Untuk Istri
• Jam Untuk Anak2
• Jam Untuk Orangtua
• Jam Untuk Teman2
*JANGANLAH*
_Karena Urusan Kerja_
• Banyak Tekanan
• Banyak Kesulitan
• Banyak Godaan
*Sikap Kita Berubah*
• Sering Marah2 Dan
• Bentak Suami Atau
• Bentak Istri Dan
• Bentak Anak2 Juga
• Bentak Orangtua,
• Bentak Sahabat Dan
• Kecewa Pada Tuhan
*TINGGALKAN ITU*
*AYO PAGI INI*
*Datang Pada Tuhan*
_Rendahkan Hati Kita_
*Dihadapan Tuhan*
*DAN*
*Minta Ampun*
*YA*
_Ampuni Kami Tuhan_
*Bawa Kami Kembali*
*Kepada Kasih Mula2*
Yang Penuh Perhatian
*KEPADA*
• Tuhan Allah Dan
• Kepada Keluarga
• Suami/Istri Dan
• Anak/Orangtua
*YA*
*Kami Menantikan*
*Pertolongan Tuhan*
*Dan Inilah Saatnya*
*TUHAN PULIHKAN*
*Sakit Hati Kami Dan*
*Jadi Hati Bersih*
*YA*
*_Kecewa Kami_*
*Jadi Baik Hati*
*DAN*
*_Irihati Kami_*
*Jadi Penuh Kasih*
*DAN*
*_Kegagalan Kami_*
*Jadi Kesuksesan*
*Dan Rumah Tangga*
*Penuh Damai*
*DAN TUHAN*
*Pulihkan Pekerjaan*
*DAN BERHASIL*
*YA TUHAN*
*_Pulihkan Usaha_*
*DAN SUKSES*
*Dan Pulihkan Hidup*
*Dan Diberkati*
*SERTA*
*_Pulihkan Tubuh_*
*DAN SEHAT*
*DAN*
*Pemulihan Terjadi*
_Kesembuhan Terjadi_
*Tuhan Sembuhkan*
• Kanker Sembuh
• Tumor Sembuh
• Jantung Sembuh
• Ginjal Sembuh
• Liver Sembuh
• Pankreas Sembuh
• Paru2 Sembuh
• Lambung Sembuh
• Usus Sembuh
• Otak sembuh
• Mata Sembuh
• Telinga Sembuh
• Batuk Sembuh
• Pilek Sembuh
• Diabetes Sembuh
• Stroke Sembuh
• Rematik Sembuh
• Migrain Sembuh
• Vertigo Sembuh
• Maag Sembuh
• DBD Sembuh
• TBC Sembuh
• Auto Imun Sembuh
• Demam Sembuh
• Infeksi Sembuh
• Semua Penyakit
*SEMBUH DAN*
*Semua Yang Sakit*
*Tuhan Sembuhkan*
*Tubuhmu Sehat*
🔥💥 *AMIN* 🔥💥
*Tuhan Memberkati*
*Negeri Indonesia*
• Indonesia Damai
• Indonesia Aman
• Indonesia Diberkati
• Dunia Diberkati
• Dunia Damai Dan
*Tuhan Tolong Yang*
*Letih Dan Lesu Dan*
*_Berbeban Berat_*
• Ikatan Dosa
• Selingkuh
• Putus Asa
• Hilang Harapan
*Semua Terlepas*
*DAN*
*Semua Dibebaskan*
*SERTA*
*Semua Dipulihkan*
*_Dan Janji Tuhan_*
*_PASTI DIGENAPI_*
*Terpujilah Tuhan*
☆ *HALELUYAH* ☆
💥🔥 *AMIN* 🔥💥