Minggu, 10 Mei 2026

BUNTUT RIZIEQ NANTANG PRESIDEN, GUS NURIL WARISKAN TONGKAT SAKTINYA II T...

https://youtube.com/watch?v=LVgcOu4mrGE&si=rF5BYPbXTKbkLSOq

PREET BIB....‼️

https://youtube.com/shorts/7GXWUQJ33m8?si=w-YyiUGRwqj5NrWp

INDONESIA DALAM BAHY4 B3SAR⁉️RIZIQ SIHAB MAU REBUT NKRI? PRABOWO MURKA S...

https://youtube.com/watch?v=Rdr-BmrJRT0&si=18MPD4uHKRleo2RT

🔥MEMANAS‼️ HABIB RIZIEQ TERSUNGKUR ABAH SETU MURKA SIAP HAJ4R RIZIEQ DI ...

https://youtube.com/watch?v=80XHuH9kqd8&si=-v21IR4CFYeUVKw9

Bagaimana Kebahagiaan Mengikuti Kerendahan Hati

11 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 2:6-8 "yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."
------------------
Kebahagiaan berasal dari keharmonisan dan keharmonisan berasal dari kerendahan hati. Jika Anda ingin menjadi rendah hati, Anda perlu belajar untuk bertanya pada diri sendiri: "Apa yang akan Yesus lakukan?"

Apa yang akan Yesus lakukan dalam masalah ini? Apa yang akan Yesus lakukan bagi orang yang sedang terluka? Apa yang akan Yesus lakukan di tempat kerja? Di lapangan golf? Dalam pernikahan Anda?

Ajukan pertanyaan ini, dan Anda akan menemukan jawaban yang rendah hati yang membangun keharmonisan dan kebahagiaan, bukan kesulitan, kekalahan, kepahitan, atau kebencian.

Lalu, seperti apa bertindak seperti Yesus itu? Filipi 2 memberikan tiga contoh:

Jangan menuntut apa yang Anda anggap sebagai hak Anda.
"yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan" (Filipi 2:6).

Apakah Anda menyadari betapa bertentangannya hal ini dengan budaya saat ini—melepaskan hak Anda? Ya, Anda memiliki hak, tetapi ada cara yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan Anda daripada menuntut hak tersebut. Anda dapat bersikap lembut tanpa menyerah, dan Anda dapat bersikap pengertian tanpa menuntut.

Carilah cara untuk melayani.
" melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia."(Filipi 2:7).

Jika Anda ingin menjadi seperti Yesus, Anda perlu belajar melayani. Melayani adalah kebiasaan yang dapat Anda kembangkan. Dan itu dimulai bukan dari hal-hal besar, tetapi dari hal-hal kecil. Allah menguji kerendahan hati Anda setiap hari melalui hal-hal kecil, dan kemudian hal itu terlihat dalam hal-hal besar. Karakter terlihat dalam krisis besar kehidupan, tetapi dibentuk dalam hal-hal kecil sehari-hari.

Lakukan yang benar, meskipun itu menyakitkan.

"Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." (Filipi 2:8).

Inilah arti bertindak seperti Yesus. Apa yang Yesus lakukan bahkan ketika Ia menderita? Ia bersikap pengertian, bukan menuntut apa yang menjadi hak-Nya. Ia mencari cara untuk melayani. Dan Ia menjadi hamba dalam setiap keadaan.

Renungkan:

- Dalam hal apa Anda dapat bersikap “lembut tanpa menyerah" atau "pengertian tanpa menuntut" dalam suatu hubungan?

- Bagaimana Anda melihat Allah menghormati kerendahan hati dalam hidup Anda atau dalam hidup orang lain?

- Bagaimana Anda dapat melayani seseorang hari ini tanpa diminta?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 10-12; Yohanes 1:29-51
__________
Yesus adalah teladan tertinggi dalam kerendahan hati dan Allah memberikan kepada-Nya kehormatan terbesar di alam semesta. Allah juga menghormati kerendahan hati Anda ketika Anda mengikuti teladan Yesus.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
"How Happiness Follows Humility - Daily Hope with Rick Warren - May 11, 2026

“Though he was God, he did not think of equality with God as something to cling to. Instead, he gave up his divine privileges; he took the humble position of a slave and was born as a human being. . . . He humbled himself in obedience to God and died a criminal’s death on a cross.” Philippians 2:6-8 (NLT)
-----------------
Happiness comes from harmony, and harmony comes from humility. And if you want to be humble, you have to learn to ask yourself this question: “What would Jesus do?”

What would Jesus do in this problem? What would Jesus do for that person who’s hurting? What would Jesus do at the office? On the golf course? In your marriage?

Ask this question, and you’ll always come up with a humble answer that builds harmony and happiness rather than difficulty, defeat, bitterness, and resentment.

So what does it look like to act like Jesus? Philippians 2 gives three examples:

Don’t demand what you think you deserve. “Though he was God, he did not think of equality with God as something to cling to” (Philippians 2:6 NLT).

Do you realize how countercultural it is to give up your right to something? Yes, you have rights, but there’s a better way to get your needs met than demanding your rights. You can be tender without surrender, and you can be understanding without demanding.

Look for ways that you can serve. “Instead, he gave up his divine privileges; he took the humble position of a slave and was born as a human being” (Philippians 2:7 NLT).

If you want to be like Jesus, you’re going to have to learn to serve. Serving is a habit you can develop. And it starts not in the big things in life, but in the little things. God tests your humility every day in the little things, and then it’s shown in the big things. Character is revealed in the great crises of life, but it’s built in the little day-to-day things, like returning the grocery cart to the cart corral.

Do what’s right, even when it’s painful. “He humbled himself in obedience to God and died a criminal’s death on a cross” (Philippians 2:8 NLT).

This is what it means to act like Jesus. What did Jesus do, even when he was in pain? He was understanding, not demanding of what he deserved. He looked for ways to serve. And he was a servant in every situation.

Jesus is the ultimate model of humility, and God gave him the greatest honor in the universe. God honors your humility, too, when you follow Jesus’ example.


🔴 RIZIEQ NYERAH‼️ KH IMAD BANTU PRABOWO PULANGKAN KHABIB KE YAMAN CERAMA...

https://youtube.com/watch?v=CqjfRJIjlPo&si=VZl0bn4m4zub7x-o

Sabtu, 09 Mei 2026

KDM GERAM!! MISI BERSIH BERSIH HABIB DARI TOUR DI JAWA BARAT!! WARGA DIL...

https://youtube.com/shorts/XceaWJjbqYA?si=dqBfDVEJeJJD8noN

DEBAT PANAS! Monique Rijkers vs Pengamat Geopolitik UNPAD soal Sejarah H...

https://youtube.com/watch?v=5RVNE1HPZY0&si=IuYWJEHqAO2pElJ-

🔴HEBOH TERSEBAR!! ISI RAPAT TERTUTUP RIZIEQ SHIHAB BOCOR 2026 BENARKAH I...

https://youtube.com/watch?v=W4hhNQ1ZtkI&si=l7u6VvVPCrhky_S-

Fokus pada Tujuan Anda, Bukan pada Masalah Anda

10 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 1:22-25 "Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman"
-------------
Paulus sudah lanjut usia ketika ia berada di penjara di Roma. Ia jauh dari rumah. Ia sedang menunggu hukuman mati. Segala sesuatu telah diambil darinya—teman-temannya, kebebasannya, pelayanannya, bahkan privasinya, karena seorang penjaga selalu dirantai bersamanya sepanjang hari. Itu jelas bukan masa yang menyenangkan bagi Paulus.

Namun ada satu hal yang tidak dapat diambil dari Paulus: tujuannya. Paulus memilih untuk tetap berfokus pada tujuannya, bahkan ketika ia telah kehilangan segala sesuatu yang lain. Apa tujuannya? Melayani Allah dengan melayani orang lain.

Paulus berkata dalam Filipi 1:22-25 "Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman"

Saya tidak akan pernah melupakan ketika membaca buku Man’s Search for Meaning karya Viktor Frankl. Frankl adalah seorang psikiater Yahudi yang dipenjarakan di kamp konsentrasi Nazi di Jerman. Sebagian besar keluarga dan teman-temannya dibunuh. Ia menulis tentang suatu hari ketika ia berdiri di hadapan Gestapo. Segala sesuatu telah diambil darinya—rumahnya, pakaiannya, bahkan cincin pernikahannya. Saat ia berdiri tanpa memiliki apa pun, ia menyadari bahwa ada satu hal yang tidak dapat diambil darinya: kebebasannya untuk memilih bagaimana ia akan merespons.

Anda tidak dapat sepenuhnya mengendalikan apa yang orang lain lakukan kepada Anda. Anda tidak dapat mengendalikan apa yang terjadi di sekitar Anda. Namun Anda dapat mengendalikan bagaimana Anda merespons.

Pilihlah untuk melayani orang lain, bahkan ketika Anda sedang terluka. Pilihlah untuk mengampuni. Pilihlah untuk berfokus pada janji-janji Allah, bukan pada keadaan Anda. Pilihan-pilihan seperti inilah yang menghasilkan iman yang lebih besar. Dan iman tersebut akan menghasilkan sukacita yang lebih besar.

Renungkan:

- Apa yang Anda yakini sebagai tujuan hidup Anda?

- Mengapa Allah ingin Anda memikirkan orang lain dan melayani mereka, bahkan ketika Anda sedang menghadapi keadaan yang sulit?

- Bagaimana pilihan Anda untuk berfokus pada masalah atau tujuan mencerminkan apa yang Anda percayai tentang Allah?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 7-9; Yohanes 1:1-28
____________
Ketika Anda tetap berfokus pada tujuan Anda, bukan pada masalah Anda, Anda dapat memiliki sukacita, bahkan ketika hidup terasa berantakan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Focus on Your Purpose, Not Your Problem - Daily Hope with Rick Warren - May 10, 2026

“If by continuing to live I can do more worthwhile work, then I am not sure which I should choose. I am pulled in two directions. I want very much to leave this life and be with Christ, which is a far better thing; but for your sake it is much more important that I remain alive. I am sure of this, and so I know that I will stay. I will stay on with you all, to add to your progress and joy in the faith.” Philippians 1:22-25 (GNT)
------------------
When you stay focused on your purpose instead of your problem, you can have joy, even when life seems to be falling apart.

Paul was an old man when he was in prison in Rome. He was a long way from home. He was awaiting execution. Everything had been taken from him—his friends, his freedom, his ministry, and even his privacy, with a guard chained to him throughout the day. It wasn’t exactly a happy time for Paul.

But there was one thing they could not take away from Paul: his purpose. Paul made the choice to stay focused on his purpose, even when he had lost everything else. What was his purpose? Serving God by serving others.

Paul says in Philippians 1:22-25, “If by continuing to live I can do more worthwhile work, then I am not sure which I should choose. I am pulled in two directions. I want very much to leave this life and be with Christ, which is a far better thing; but for your sake it is much more important that I remain alive. I am sure of this, and so I know that I will stay. I will stay on with you all, to add to your progress and joy in the faith” (GNT).

I’ll never forget reading Viktor Frankl’s book Man’s Search for Meaning. Frankl was a Jewish psychiatrist who was imprisoned in Nazi concentration camps in Germany. Most of his family and friends were gassed and murdered. He writes in his book about the day he stood in front of the Gestapo. Everything was taken from him—his home, his clothes, and even his wedding ring. As he stood there with nothing at all, he suddenly realized there was one thing the Nazis could not take away from him: his freedom to choose how he would respond.

You cannot totally control what other people do to you. You cannot control what other people do around you. But you can control how you respond.

Choose to serve others, even when you are hurting. Choose to forgive. Choose to focus on God’s promises and not your circumstances. Those are the kind of choices that lead to greater faith. And then your faith will produce greater joy.


Jeritan Rakyat Kecil

https://vt.tiktok.com/ZS97FgP21/

🔴INI BUKAN AJARAN ISLAM LAGI!! GUS ISLAH TEMUKAN DATA DARI SAUDI ISINYA ...

https://youtube.com/watch?v=bs7LF0EYm4Y&si=3Rfz9sF8nE3F56Bx

Jumat, 08 Mei 2026

Faktor Iman di Balik Sukacita Anda

09 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 1:18-19 "Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita, karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus"
----------------
Ketika segala sesuatu terasa berantakan, jangan berusaha menyelesaikannya sendiri. Biarkan Allah yang menyusun kembali semuanya.

Jika Anda sedang menghadapi masalah, Anda memiliki dua pilihan: Anda dapat menyembah atau Anda dapat khawatir. Hanya itu! Inilah yang disebut sebagai faktor iman.

Paulus berkata dalam Filipi 1:18-19, "Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita, karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus"

Dalam satu bagian firman ini, Paulus mengungkapkan beberapa sumber kekuatan untuk tetap berpikir positif dan bersukacita di tengah masa sulit.

Pertama, Anda harus mempertahankan perspektif Allah terhadap masalah Anda. Paulus berkata, "Sebab aku tahu . . ." Apa yang Anda ketahui akan menolong Anda untuk terus bertahan. Paulus mengetahui bahwa Allah sedang bekerja di tengah pergumulannya, dan ia memegang perspektif Allah yang lebih besar sehingga ia dapat melihat melampaui masalahnya.

Kedua, Paulus memiliki orang-orang yang mendoakannya dan hal itu membuatnya tetap kuat. Mengetahui bahwa Anda memiliki dukungan doa dari orang percaya lainnya seperti angin yang memenuhi layar kapal—hal itu membuat Anda tidak mudah menyerah.

Kemudian ia berkata, "Roh Yesus Kristus menolongku." Roh Kudus juga menopang Paulus. Roh Kudus yang sama yang menolong Paulus adalah Roh Kudus yang bekerja di dalam Anda dan menolong Anda untuk tetap bertahan sebagai pengikut Yesus.

Terakhir, ia berkata, "Semua ini akan membawa kepada kelepasan bagiku." Paulus memiliki iman bahwa Allah akan mengerjakan segala sesuatu untuk kebaikan. Allah akan tetap melakukan pekerjaan-Nya yang baik, apa pun yang Anda pilih. Namun Ia juga ingin melihat Anda bertumbuh dalam iman dan menunjukkan bahwa Anda percaya kepada-Nya.

Karena ia memiliki perspektif Allah, doa dari teman-temannya, Roh Kudus, dan iman, Paulus memilih untuk "terus bersukacita."

Renungkan:

- Seperti apa wujud menyembah Allah di tengah pergumulan?

- Siapa yang Anda andalkan untuk dukungan doa? Siapa yang dapat Anda percayai untuk dengan setia mendoakan pertumbuhan rohani Anda?

- Pikirkan satu masalah yang sedang Anda hadapi saat ini. Bagaimana Anda melihat Allah bekerja di tengah rasa sakit Anda? Apa yang Anda harapkan Allah lakukan di dalam dan melalui Anda melalui pengalaman ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 4-6; Lukas 24:36-53
__________
Pilihlah untuk tetap bersukacita.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
The Faith Factor Behind Your Joy - Daily Hope with Rick Warren - May 09, 2026

“I will continue to rejoice. For I know that as you pray for me and the Spirit of Jesus Christ helps me, this will lead to my deliverance.” Philippians 1:18-19 (NLT)
--------------------
When things are falling apart, don’t try to work it out yourself. Let God put the pieces back together.

If you’re facing a problem, you’ve got two options: You can worship, or you can worry. That’s it! This is what I call the faith factor.

Paul says in Philippians 1:18-19, “I will continue to rejoice. For I know that as you pray for me and the Spirit of Jesus Christ helps me, this will lead to my deliverance” (NLT).

In that one Scripture passage, Paul reveals several sources of strength for staying positive and happy in tough times.

First, you have to keep God’s perspective about your problems. Paul says, “For I know . . .” It’s what you know that keeps you going. Paul knows God is working in the midst of his struggle, and he keeps God’s bigger perspective that helps him see past his problems.

Second, Paul has people praying for him, and that keeps him going. Knowing you have the support of other believers is like having wind filling your sails. It keeps you from giving up.

Then he says, “The Spirit of Jesus Christ helps me.” The Holy Spirit also keeps Paul going. And the same Spirit that keeps Paul going is the Spirit that is working in you and helping you persevere as a follower of Jesus.

Finally, he says, “This will lead to my deliverance.” Paul has faith that God will work his problems for good. God is going to do his good work, no matter what you decide. But he also wants to see you growing in faith and showing him that you believe he can do it.

Because he has God’s perspective, the prayer of friends, the Holy Spirit, and faith, Paul chooses to “continue to rejoice.”

Make the choice to rejoice.


Eps 981 | WAJAR DIKHIANATI, INI RAHASIA HABIB RIZIEQ YANG DISEMBUNYIKAN ...

https://youtube.com/watch?v=hJ_vtfqq14Y&si=nZfSAbZUlrXqNZXB

Pemimpin Tertinggi Iran Kabur dari Teheran saat China Mengkhianati Iran

https://youtube.com/watch?v=aRlAQpCqJSY&si=z72vLKosT1_V5yvR

Angkatan Laut Iran Dipermalukan Total oleh AS... Perdamaian Berakhir!

https://youtube.com/watch?v=nPvwKwIQ2jo&si=2-ES8feK1oKMGphs

Ayatollah Mengira Dirinya Aman... Lalu INI yang Terjadi

https://youtube.com/watch?v=enxEWX8NlaI&si=0W68518VkgfDqAka

🔴LUAR BIASA!! DIJE PUTRI JENDRAL BIKIN RIZIEQ GAK BISA TIDUR BERANI BONG...

https://youtube.com/watch?v=PjBJLX_SdMc&si=EK_0Ad4Ikc08bveG

Kamis, 07 Mei 2026

Dari Mana Sukacita yang Sejati Berasal?

08 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 1:18 "Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita"
--------------
Sukacita Anda berasal dari Allah! Sangat mudah membiarkan orang lain mengendalikan sikap Anda. Namun jika Anda ingin benar-benar bahagia, Anda perlu mengingat bahwa Yesus adalah sumber sukacita Anda.

Dalam Filipi 1:15-17, Paulus berbicara tentang berbagai jenis orang yang memengaruhi pelayanannya saat ia menjadi tahanan di Roma. Ada yang ia anggap sebagai rekan yang mendukung dan menguatkan pelayanannya. Ada juga yang mengkritik, bersaing, atau bahkan berusaha menjatuhkan pelayanannya.

"Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik. Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil. tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara." (Filipi 1:15-17).

Sedikit hal yang dapat merampas kebahagiaan Anda lebih cepat daripada kritik atau perasaan bahwa orang lain sedang menentang Anda. Mengapa? Karena kita semua ingin dikasihi. Kita semua ingin diterima. Kita semua ingin disukai oleh orang lain.

Namun, meskipun ada sikap negatif terhadap pelayanannya, Paulus berkata dalam Filipi 1:18, "Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita"

Anda tidak memerlukan persetujuan orang lain untuk merasa bahagia.

Kebahagiaan Anda bergantung pada pilihan Anda sendiri. Jika orang lain tidak puas terhadap Anda, itu adalah pilihan mereka. Jika Anda belum mendapatkan persetujuan seseorang sampai sekarang, kemungkinan besar Anda tidak akan mendapatkannya—dan Anda akan menjadi tidak bahagia jika terus berusaha hidup untuk mendapatkan persetujuan semua orang.

Paulus kemudian menjelaskan dalam pasal yang sama mengapa Anda dapat tetap bersukacita dalam segala keadaan:"Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia, dalam pergumulan yang sama seperti yang dahulu kamu lihat padaku, dan yang sekarang kamu dengar tentang aku." (Filipi 1:29-30).

Paulus mengatakan bahwa merupakan suatu kehormatan untuk menderita ketika Anda melakukan hal yang benar, karena pada saat itulah Anda menjadi paling serupa dengan Yesus.

Renungkan:

- Persetujuan siapa yang selama ini Anda kejar? Mengapa Anda merasa membutuhkan persetujuan tersebut?

- Mengapa persetujuan dari Allah memberikan kebebasan yang lebih besar dibandingkan persetujuan dari manusia?

- Ketika Anda merasa diserang atau dikritik, bagaimana Allah mungkin sedang bekerja di dalam Anda dan melalui Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 1-3; Lukas 24:1-35
__________
Jangan biarkan apa yang orang lain katakan atau lakukan mengendalikan kebahagiaan Anda. Sukacita Anda berasal dari Tuhan!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Where Does Joy Really Come From? - Daily Hope with Rick Warren - May 08, 2026

“It does not matter! I am happy about it—just so Christ is preached in every way possible, whether from wrong or right motives. And I will continue to be happy.” Philippians 1:18 (GNT)
----------------------
Your joy comes from God! It’s easy to let other people control your attitude. But if you want to be truly happy, you need to remember that Jesus is the source of your joy.

In Philippians 1:15-17, Paul talks about different kinds of people who are affecting his ministry while he’s a prisoner in Rome. There are some he considers comrades who encourage him in his ministry. Others are criticizing, competing with, or conspiring against his ministry.

“Some of them preach Christ because they are jealous and quarrelsome, but others from genuine good will. These do so from love, because they know that God has given me the work of defending the gospel. The others do not proclaim Christ sincerely, but from a spirit of selfish ambition; they think that they will make more trouble for me while I am in prison”(Philippians 1:15-17 GNT).

Few things steal your happiness faster than being criticized or feeling like others are working against you. Why? Because we all want to be loved. We all want approval. We all want people to like us.

Yet even with the negativity toward his ministry, Paul says in Philippians 1:18, “It does not matter! I am happy about it—just so Christ is preached in every way possible, whether from wrong or right motives. And I will continue to be happy”(GNT).


Foto dari deka

Lampiran foto: IMG-20260507-WA0050.jpg



Uploaded Image

𝐆𝐚𝐬 𝐁𝐮𝐦𝐢 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚, 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐚𝐥𝐢𝐫 𝐤𝐞 𝐃𝐚𝐩𝐮𝐫 𝐎𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐋𝐚𝐢𝐧

Ada kalanya gemas itu terlalu besar untuk diam. Tidak bisa diam mendengar Menteri Bahlil bicara dari LPG ke CNG. 40% lebih murah!

Saya sudah hampir dua dekade hidup di luar Indonesia. Tiga kota. Tiga negara. Dan dari ketiganya, saya ingin bercerita satu hal yang sama: tidak pernah sekalipun saya memikirkan soal tabung gas.

𝐃𝐮𝐛𝐚𝐢. Di sinilah saya bekerja sekarang. Setiap pagi kompor menyala dalam hitungan detik. DUSUP — Dubai Supply Authority — membangun Gas Control Station pertamanya di Jebel Ali pada 1993. Dari nol. Dalam dua dekade, seluruh emirat sudah terhubung. Tidak ada tabung. Tidak ada antrean. Tidak ada ojek yang memikul besi berat di gang sempit. Gas mengalir dari pipa yang tertanam di dinding — tidak terlihat, tidak pernah habis, tidak pernah dipikirkan. Dubai bahkan tidak punya sumber gas sendiri — semuanya diimpor dari Qatar melalui pipa Dolphin sepanjang ratusan kilometer. Tapi energi sudah lama berhenti menjadi masalah rakyatnya. Mereka membangun infrastrukturnya lebih dulu. Mereka tidak menunggu sampai krisis memaksa mereka berpikir.


𝐔𝐊. Di sinilah keluarga saya tinggal. Setiap musim dingin, boiler gas mendesis pelan di balik dinding — menghangatkan air, menghangatkan rumah, dan menghangatkan rutinitas pagi yang tidak pernah berubah. Tidak ada yang memikirkan dari mana gasnya. Tidak ada yang perlu memikirkannya. Jaringan pipa nasional UK dimulai 1962 — pipeline pertama membentang 320 kilometer dari Canvey Island ke Leeds. Mayoritas jaringan nasionalnya selesai dalam satu dekade. Hari ini lebih dari 7.600 kilometer pipa baja tertanam di bawah tanah Inggris, melayani hampir setiap rumah tanpa kecuali. Anak-anak saya tumbuh di sana tanpa pernah tahu apa itu tabung gas. Bagi mereka, gas adalah sesuatu yang ada begitu saja — seperti air dari keran. Bukan komoditas yang diperebutkan. Bukan kebijakan yang berubah setiap pergantian menteri.


𝐒𝐢𝐧𝐠𝐚𝐩𝐮𝐫𝐚. Di sinilah dua anak saya lahir. Delapan belas tahun yang lalu. Ingatan tentang Singapura bukan hanya ingatan profesional — ada dapur flat HDB yang entah berapa kali menyala tengah malam, ketika bayi baru pulang dari rumah sakit dan badan sudah habis tapi perut tetap harus diisi. Kompor menyala. Gas mengalir. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan soal itu. Jaringan pipanya sudah ada sejak 1861 — dimulai Singapore Gas Company untuk menerangi lampu jalan dengan gas batu bara. Sejak awal 1950-an, piped gas sudah mengalir langsung ke flat-flat HDB di seluruh pulau.

Tapi inilah yang tidak saya sadari waktu itu — atau mungkin saya tahu, tapi belum cukup marah untuk benar-benar merasakannya.

𝑺𝒊𝒏𝒈𝒂𝒑𝒖𝒓𝒂 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒑𝒖𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒂𝒕𝒖 𝒎𝒆𝒕𝒆𝒓 𝒌𝒖𝒃𝒊𝒌 𝒑𝒖𝒏 𝒄𝒂𝒅𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒈𝒂𝒔 𝒔𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊. 𝑵𝒐𝒍. 

Dan gas yang mengalir ke dapur saya malam itu, ketika anak saya baru saja belajar duduk — 𝒔𝒆𝒃𝒂𝒈𝒊𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒔𝒂𝒓𝒏𝒚𝒂 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒔𝒂𝒍 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒃𝒖𝒎𝒊 𝑰𝒏𝒅𝒐𝒏𝒆𝒔𝒊𝒂. 

Dari Sumatera. Melewati pipa bawah laut. Masuk ke jaringan kota Singapura yang rapi, andal, dan tidak pernah putus.

Gas Indonesia. Dinikmati dengan sistem yang tidak pernah dibangun untuk rakyat Indonesia sendiri.
Sementara di Jakarta, di Makassar, di Flores — Bu Sari masih mengantre tabung oranye setiap pagi.


𝐃𝐮𝐛𝐚𝐢: dua dekade dari nol menjadi kota tanpa tabung gas.

𝐔𝐊: satu dekade untuk membangun jaringan nasional.

𝐒𝐢𝐧𝐠𝐚𝐩𝐮𝐫𝐚: sudah mulai sejak zaman kolonial — dengan gas yang sebagian besar datang dari perut bumi Indonesia.

𝐃𝐚𝐧 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚? Rencana Umum Energi Nasional tertulis rapi sejak 2017. Jaringan gas kota ada di sana — sebagai target. Angkanya tersebut. Grafiknya indah. Tapi solusi yang ditawarkan hari ini adalah: 𝑡𝑎𝑏𝑢𝑛𝑔 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑎𝑚𝑎, 𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑙𝑖𝑚𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑎𝑖 𝑠𝑒𝑝𝑢𝑙𝑢ℎ 𝑘𝑎𝑙𝑖 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡.

Kita tidak kekurangan waktu. Kita tidak kekurangan gas. Kita tidak kekurangan contoh.

Yang kita kekurangan adalah keberanian untuk memulai sesuatu yang tidak akan selesai sebelum pemilu berikutnya.


Ada lima hal yang seharusnya tidak pernah menjadi agenda politik. Tidak perlu seremoni. Tidak perlu foto peresmian. Tidak perlu diklaim sebagai warisan satu periode presiden.

𝑷𝒆𝒏𝒅𝒊𝒅𝒊𝒌𝒂𝒏. 𝑲𝒆𝒔𝒆𝒉𝒂𝒕𝒂𝒏. 𝑷𝒆𝒓𝒖𝒎𝒂𝒉𝒂𝒏. 𝑻𝒓𝒂𝒏𝒔𝒑𝒐𝒓𝒕𝒂𝒔𝒊. 𝑬𝒏𝒆𝒓𝒈𝒊.
Ini bukan program. Ini fondasi. Bedanya besar.

Program bisa dihentikan. Program bisa diganti ketika pemerintahan berganti. Program butuh nama, butuh logo, butuh narasi keberhasilan yang bisa disampaikan dalam pidato akhir jabatan. Fondasi tidak butuh semua itu. Fondasi hanya butuh satu hal: 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑖𝑠𝑡𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑙𝑎𝑚𝑝𝑎𝑢𝑖 𝑠𝑖𝑘𝑙𝑢𝑠 𝑒𝑙𝑒𝑘𝑡𝑜𝑟𝑎𝑙.

Jaringan pipa gas ke seluruh Indonesia tidak akan selesai dalam lima tahun. Mungkin dua puluh. Mungkin tiga puluh. Tapi kalau dimulai hari ini dengan serius — dengan anggaran yang terlindungi, dengan regulasi yang tidak bisa diutak-atik setiap pergantian menteri, dengan komitmen yang ditulis bukan di brosur kampanye tapi di undang-undang — maka anak-anak yang sekarang masih di sekolah dasar akan dewasa di negara yang berbeda.

1. Negara di mana ibu mereka tidak perlu mengantre tabung gas di pagi buta.
2. Negara di mana rumah sakit tidak bergantung pada generator diesel ketika listrik padam.
3. Negara di mana seorang buruh di Bekasi tidak menghabiskan tiga jam sehari di jalanan hanya untuk sampai ke tempat kerjanya — karena transportasi publiknya andal, terjangkau, dan bermartabat.
4. Negara di mana setiap anak, di manapun ia lahir — di Jakarta atau di Flores Timur — mendapat pendidikan yang tidak ditentukan oleh kode pos.
5. Negara di mana atap di atas kepala bukan privilese, tapi hak.

𝑲𝒊𝒕𝒂 𝒔𝒖𝒅𝒂𝒉 𝒕𝒆𝒓𝒍𝒂𝒍𝒖 𝒍𝒂𝒎𝒂 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈𝒖𝒏 𝒎𝒐𝒏𝒖𝒎𝒆𝒏. 𝑺𝒖𝒅𝒂𝒉 𝒘𝒂𝒌𝒕𝒖𝒏𝒚𝒂 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈𝒖𝒏 𝒇𝒐𝒏𝒅𝒂𝒔𝒊.

Bukan untuk presiden yang sedang menjabat. Bukan untuk partai yang memenangkan pemilu berikutnya.
Untuk Bu Sari. Untuk anak-anaknya. Untuk cucu-cucunya yang belum lahir — yang berhak mewarisi negara yang lebih baik dari yang kita terima.


Gas bumi Indonesia sudah mengalir ke dapur-dapur Singapura selama puluhan tahun. Sudah waktunya ia mengalir ke dapur Bu Sari di Tambora.

Bukan dalam tabung besi yang lebih berat. Tapi melalui pipa. Diam. Konsisten. Tanpa drama. Tanpa pergantian skema setiap pemilu.

𝑺𝒆𝒑𝒆𝒓𝒕𝒊 𝒔𝒆𝒉𝒂𝒓𝒖𝒔𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒆𝒃𝒖𝒂𝒉 𝒏𝒆𝒈𝒂𝒓𝒂 𝒃𝒆𝒌𝒆𝒓𝒋𝒂 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒓𝒂𝒌𝒚𝒂𝒕𝒏𝒚𝒂.

Bukan dengan program yang berganti nama setiap periode. Bukan dengan makan siang bergizi yang pelaksanaannya bermasalah di lapangan sebelum anak-anak sempat kenyang. Bukan dengan koperasi desa yang belum jelas modelnya tapi sudah ramai seremoninya.

Tapi dengan pipa. Yang dibangun pelan. Yang tidak butuh nama presiden di plangnya. Yang tidak selesai dalam satu periode — dan memang tidak perlu selesai dalam satu periode — karena fondasi tidak bekerja dengan jadwal kampanye.

𝑰𝒕𝒖 𝒔𝒂𝒋𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒌𝒊𝒕𝒂 𝒎𝒊𝒏𝒕𝒂. 𝑺𝒕𝒂𝒏𝒅𝒂𝒓 𝒑𝒂𝒍𝒊𝒏𝒈 𝒅𝒂𝒔𝒂𝒓. 𝒀𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒆𝒉𝒂𝒓𝒖𝒔𝒏𝒚𝒂 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒑𝒆𝒓𝒍𝒖 𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒋𝒖𝒂𝒏𝒈𝒌𝒂𝒏

𝑊𝑎𝑙𝑙𝑎ℎ𝑢 𝑎’𝑙𝑎𝑚 𝑏𝑖𝑠ℎ𝑠ℎ𝑎𝑤𝑎𝑏.

Ruly Achdiat Santabrata

Janji Tuhan Bersinar seperti Matahari, Bulan dan Bintang

Lampiran foto: IMG-20260507-WA0006.jpg

*SHALOM*
*SELAMAT PAGI*
*大 家 早 上 好*
Sahabat, Keluarga
Saudara Semuanya
*Damai Sejahtera*
Bagi Kita Semuanya
🌅Pagi Yang Indah
💖Hati Yang Bahagia
🕓Waktu 🛐Berdoa
📖BACA FIRMAN
📖BACA AYAT SUCI
🔥 *SEMANGAT* 🔥
*_Sepasti Matahari_*
Menerangi Siang Serta
*_Sepasti Bulan Dan_*
          *BINTANG*
*_Menerangi Malam_*
          *BAHKAN*
*Kalaupun Matahari*
*Bintang Dan Bulan*
*_Berhenti Bersinar_*
          *NAMUN*
*_Tuhan Akan Tetap_*
*Menepati Janji-Nya*
               *YA*
*Janji Itu Ditegaskan*
   *KEPASTIANNYA*
Karena Tuhan Sendiri
Yang Menjanjikan-Nya
*_Sepasti Matahari_*
Menerangi Siang Serta
*_Sepasti Bulan Dan_*
          *BINTANG*
*_Menerangi Malam_*
  *_Itulah Kepastian_*
*DARI JANJI TUHAN*
*_Dan Ketegasan Ini_*
_Melegakan Kita Yang_
Mengalami Kekuatiran
*Ataupun Ketakutan*
Akan Kesusahan Dan
_Kesukaran Yang Kita_
          *HADAPI*
*Tuhan Pasti Tolong*
_Sebab Tuhan Selalu_
*MENYERTAI KITA*
            *JADI*
*Kepastian Ini Yang*
_Seharusnya Memberi_
_Dorongan Semangat_
             *DAN*
*Kekuatan Bagi Kita*
   *UNTUK TETAP*
Melaksanakan Tugas
*Dan Panggilan Kita*
*_Dan Kepastian Ini_*
    *SEHARUSNYA*
TERPANCAR DALAM
*KEHIDUPAN KITA*
_DALAM TINDAKAN_
_Dan Perkataan Kita_
*_Ketika Mengalami_*
      *HAMBATAN*
SERTA MENGALAMI
      *KESAKITAN*
*_MAUPUN ANIAYA_*
_KARENA KITA TAHU_
_Tuhan Yang Berjanji_
Akan Selalu Menepati
*_Dan Menyatakan_*
*_Penyertaan-Nya_*
Dan Pertolongan-Nya
        *ATAS KITA*
*_DAN JANI TUHAN_*
*_Tidak Dipengaruhi_*
*_Oleh Kondisi Kita_*
           *JADI*
_APAPUN YANG KITA_
*_ALAMI SAAT INI_*
Apakah Sedang Sakit
*Atau Sedang Susah*
*_Atau Menghadapi_*
*_Pergumulan Berat_*
       *INGATLAH*
*JANJI TUHAN ITU*
*_ADALAH PASTI_*
              *DAN*
*Pertolongan Tuhan*
*Selalu Tepat Waktu*
            *ATAU*
Tak Pernah Terlambat
*_JADI JANGANLAH_*
PERNAH MENYERAH
*DAN JANGANLAH*
      *PUTUS ASA*
MUJIZAT TUHAN ADA
_SAAT KITA PERCAYA_
         *ARTINYA*
*Hidup Kita Terjamin*
*Oleh Karena Tuhan*
Yang Menjamin Setia
*_Dan Pasti Digenapi_*
💥🔥 *AMIN* 🔥💥
*Hanya Dekat Allah*
*_Saja Aku Tenang_*
             *LALU*
*Apakah Selama Ini*
  *_Kita Dapatkan_*
Ketenangan Darimana
           *SEBAB*
*Semua Orang Perlu*
     *KETENANGAN*
*_Dan Ketenangan_*
_Tidak Kita Dapatkan_
    *OLEH KARENA*
*Ada Tabungan Uang*
_Atau Punya Deposito_
         *Dan Juga*
*_Ketenangan Tidak_*
*Kita Dapatkan Dari*
*_Seorang Jenderal_*
              *DAN*
*_Bukan Dari Orang_*
Yang Paling Berkuasa
               *YA*
_Memang Terkadang_
*_Kita Mendapatkan_*
_Ketenangan Tertentu_
_Dari Apa Yang Ada_
*_Tersebut Diatas_*
*_Contohnya Nyata_*
*Saat Ada Yang Sakit*
*_Mau Berobat Dan_*
*Ada Asuransi Atau*
        *ADA BPJS*
             *DAN*
*Ada Tabungan Yang*
          *BANYAK*
*ADA UANG BAYAR*
ATAU ADA JAMINAN
*_DARI ASURANSI_*
          *MAKA*
_Ada Sedikit Tenang_
*_Karena Ada Uang_*
ATAU ADA ASURANSI
    *Untuk Berobat*
          *NAMUN*
_Ini Ketenangan Yang_
       *TERTENTU*
_Tetapi Setelah Uang_
Habis Untuk Berobat?
_Atau Asuransi Sudah_
   *_Habis Masanya_*
DAN TIDAK BERLAKU
Apakah Bisa Tenang?
      *SEHINGGA*
_Ada Yang Berusaha_
          *UNTUK*
_Mendapatkan Suatu_
       *KEPASTIAN*
YANG DIANTARANYA
*_Dari Depositonya_*
           *ATAU*
*_Dari Asuransinya_*
           *ATAU*
_Dari Posisinya Dan_
*Dari Pekerjaannya*
            *ATAU*
*_Dari Koneksinya_*
_Tetapi Pagi Ini Saya_
*_Mau Beritahukan_*
*Bahwa Koneksi Dan*
_Segalanya Yang Baik_
             *DAN*
Yang Perlu Dan Harus
*_Kita Dekati Untuk_*
*_Medapatkan Suatu_*
*Ketenangan Sejati*
*Adalah Tuhan Yang*
*_Maha Tinggi Dan_*
*_Yang Maha Kuasa_*
            *SANG*
*Pencipta Langit Dan*
             *BUMI*
           *NAMUN*
_Banyak Orang Yang_
_Berusaha Mendekati_
*_Orang-orang Yang_*
Menurut Mereka Bisa
*_Menolong Mereka_*
             *ATAU*
Memenuhi Kebutuhan
          *MEREKA*
           *TETAPI*
Yang Harus Kita Kejar
*_Dan Kita Dekati_*
_Adalah Tuhan Yang_
    *MAHA BESAR*
            *JADI*
_Kalau Kita Mendekat_
    *KEPADA TUHAN*
            *MAKA*
*Tuhan Memberikan*
        *TUNTUNAN*
DAN PERTOLONGAN
          *SEBAB*
*Kita Orang Percaya*
           *YANG*
Dekat Dengan Tuhan
     *AKAN SEPERTI*
_Pohon Yang Ditanam_
  *_Ditepi Aliran Air_*
   *YA, WALAUPUN*
_DUNIA KRISIS ATAU_
  *_DUNIA KERING_*
*Namun Orang Yang*
     *DEKAT TUHAN*
_Tetap Bisa Hijau Dan_
         *BERBUAH*
  *PADA MUSIMNYA*
         *KARENA*
Kita Tertanam Dekat
           *TUHAN*
*_Sumber Kehidupan_*
               *YA*
*Tuhan Yang Berikan*
  *Nafas Kehidupan*
              *DAN*
Tuhan Yang Janjikan
   *MASA DEPANMU*
             *YANG*
*_PENUH HARAPAN_*
              *DAN*
*_Tuhan Memegang_*
Seluruh Kehidupanmu
           *YA, AYO*
*Dekati Tuhan Maka*
*_Kita Akan Mudah_*
           *UNTUK*
*_Mendekati Lainnya_*
       *YA, HANYA*
_Dekat Tuhan Tenang_
            *SERTA*
*_Tetap Terpelihara_*
*Dan Tetap Berbuah*
*_PADA MUSIMNYA_*
  *_Oleh Sebab Itu_*
_Hiduplah Tertanam_
  *_Sama Sumber_*
     *KEHIDUPAN*
            *DAN*
*_Hidupmu Tenang_*
_Karena Yang Pelihara_
*_Kita Adalah Tuhan_*
• Bukan Tabunganmu
• Bukan Depositomu
• Bukan Jenderalmu
• Bukan Koneksimu
           *JADI*
*_Kalau Kita Dekat_*
*Sama Tuhan Maka*
*_Ada Firman Yang_*
_Tuhan Berikan Untuk_
Menghadapi Apapun
               *YA*
*_Kalau Dekat Tuhan_*
*_Kita Mendapatkan_*
*Perlindungan Tuhan*
            *SEBAB*
*Tuhan Ialah Tempat*
_PERLINDUNGANMU_
*_Yang Maha Tinggi_*
  *_Telah Kau Buat_*
         *TEMPAT*
*PERTEDUHANMU*
      *SEHINGGA*
Malapetaka tidak akan
   *MENIMPA KAMU*
              *DAN*
*_Tulah Tidak Akan_*
        *MENDEKAT*
*KEPADA KEMAHMU*
  (MAZMUR 91:9-10)
      *Dan Ingatlah*
*_Tuhan Tidak Janji_*
*_Langit Selalu Biru_*
             *YA*
_Adakalanya Hujan_
            *DAN*
*_Tuhan Tidak Janji_*
*Lautan Selalu Teduh*
               *YA*
*_Adakalanya Badai_*
        *DAN ADA*
*_Gelombang Besar_*
              *YA*
_Tetapi Tuhan Berjanji_
*_Senantiasa Ada_*
   *BERSAMA KITA*
             *DAN*
_Tuhan Tidak Pernah_
*TINGGALKAN KITA*
              *YA*
*Selalu Bersama Kita*
     *Oleh Sebab Itu*
*TETAPLAH BERDOA*
*_Inilah Dekat Tuhan_*
              *DAN*
*Dalam Perlindungan*
            *TUHAN*
🔥💥 *AMIN* 🔥💥
     *AYO, BERDOA*
           *SEBAB*
*Doa Membawa Kita*
       *MENERIMA*
*_Pertolongan Tuhan_*
*_Untuk Mengatasi_*
*_Hal Yang Mustahil_*
            *ATAU*
*Yang Tidak Mungkin*
*MENJADI MUNGKIN*
             *JADI*
*TETAPLAH BERDOA*
           *SEBAB*
*Doa Yang Lahir Dari*
             *IMAN*
Akan Menyelamatkan
_Orang Yang Sakit Itu_
*_Dan Tuhan Akan_*
*Membangunkan Dia*
              *DAN*
_Jika ia Telah Berbuat_
       *DOSA, MAKA*
    *_Dosanya Akan_*
        *DIAMPUNI*
               *YA*
*Jadikan Doa Untuk*
Dekat Pada Tuhan Dan
*_Bersekutu Dengan_*
           *TUHAN*
                *YA*
*Orang Yang Berdoa*
      *SEHARUSNYA*
*HIDUPNYA TENANG*
              *DAN*
_Dalamnya Stabil Dan_
DALAMNYA TENANG
🔥💥  *AMIN* 💥🔥    
*Siapapun Yang Ingin*
          *DEKAT*
    *SAMA TUHAN*
            *DAN*
   *Saat Kita Butuh*
*Tuhan Tidak Suruh*
*Malaikat Mencegat*
*Maaf, Tuhan Sibuk*
*Silahkan Coba Lagi*
      *LAIN KALI?*
              *YA*
TIDAKLAH DEMIKIAN
          *KARENA*
*_Tuhan Selalu Ada_*
*_Bagi Yang Mencari_*
          *TUHAN*
Dan Pasti Menemukan
          *TUHAN*           
         *TETAPI*
  *BERSYUKURLAH*
*TUHAN ITU KASIH*
             *DAN*
  *TUHAN ITU BAIK*
               *YA*
DISAAT KITA BUTUH
  *_Tuhan Ada Dan_*
*Tuhan Mau Ketemu*
*Dan Tuhan Siapkan*
   *Waktu Bagi Kita*
*_Dimanapun Dan_*
*_Kapanpun Juga_*
Tuhan Siapkan Waktu
*Karena Kita Sangat*
*Penting Bagi Tuhan*
*Karena Kita Sangat*
Berharga Bagi Tuhan
*Karena Kita Sangat*
      *_ISTIMEWA_*
              *YA*
Tuhan Mengasihi Kita
            *DAN*            
*TUHAN SENANG*
  *BERJUMPA KITA*
              *YA*
   *DEKAT ALLAH*
• SEMUA TENANG
• SEMUA AMAN
• SEMUA TERJAMIN
*Dalam Ketenangan*
          *ILLAHI*
_Tidak Ada Ketakutan_
              *DAN*
*Tidak Ada Keraguan*
            *SERTA*
Tidak Ada Kesusahan
*Dan Tidak Ada Sakit*
Saat Doa Kita Naikkan
*Berkat Tuhan Turun*
             *DAN*
*MUJIZAT TERJADI*
🔥💥 *AMIN* 🔥💥   
    *KASIH TUHAN*
    *YANG SELALU*
• Untuk Yang Baik
• Untuk Yang Jahat
• Untuk Yang Benar
• Untuk Yang Berdosa
_Semua Tuhan Peduli_
Tuhan Tidak Menolak
             *DAN*
_Tuhan Tidak Biarkan_
  *Dan Tuhan Selalu*
   *MEMBUKA DIRI*
         *YA, AYO*
     *Tuhan Selalu*
_Menantikan Doa Kita_
              *YA*
     *Tuhan Selalu*
  *Ingin Dekat Kita*
     *Masalahnya*
*Kita Yang Selalu*
*Menjauh Dari Tuhan*
               *YA*
   *Kita Yang Selalu*
  *Menutup Diri Kita*
          *NAMUN*
*Tuhan Selalu Rindu*
_Mendengar Ceritamu_
           *SEBAB*
*TUHAN ITU BAIK*
*Dan Tuhan Itu Setia*
🔥💥 *AMIN* 🔥💥               
*Kita Sangat Penting*
     *BAGI TUHAN*
             *DAN*
*Mata Tuhan Tertuju*
Kepada Orang2 Benar
*Dan Telinga Tuhan*
KepadaTeriak Mereka
           *YANG*
  *MINTA TOLONG*
             *DAN*
*Tuhan Mendengar*
             *DAN*
*Tuhan Melepaskan*
*KITA DARI SEGALA*
      *KESESAKAN*
          *KARENA*
   *Tuhan Itu Dekat*
_Kepada Orang2 Yang_
     *PATAH HATI*
     *DAN TUHAN*
*MENYELAMATKAN*
_Orang2 Yang Remuk_
        *JIWANYA*
*_DAN DEKATLAH_*
*_KEPADA TUHAN_*
              *YA*
*Tuhan Selalu Punya*
*WAKTU BAGI KITA*                                                  
*_Ayo Dekat Tuhan_*
            *SEBAB*
TUHAN PEDULI DAN
*_TUHAN MENGERTI_*
               *YA*
  *TUHAN ITU BAIK*
_Dan Apabila Kamu_
_Berseru Dan Datang_
Untuk Berdoa Kepada
         *TUHAN*
MAKA TUHAN AKAN
Mendengarkan Kamu
             *DAN*
_Kapanpun Kita Butuh_
      *TUHAN ADA*
              *YA*
*Tuhan Selalu Siap*
*_Untuk Mendengar_*
  *SERUAN DOAMU*
            *DAN*
*Tuhan Selalu Siap*
*Untuk Menolongmu*
               *YA*
*Tuhan Selalu Siap*
Untuk Sembuhkanmu
            *JADI*
      *Adakah Yang*
  *_Membebanimu?_*
          *HARI INI*
               *AYO*
*_Datanglah Kepada_*
          *TUHAN*
_Dan Tuhan Berkenan_
            *UNTUK*
Mendengar Susahmu
*Dan Tuhan Berikan*
_Kekuatan Baru Dan_
*Pengharapan Baru*
           *SERTA*
*_Kemenangan Dan_*
  *Kesuksesan, Ayo*
*Datang Pada Tuhan*
*_Tuhan Tidak Sibuk_*
              *DAN*
_Tuhan Menunggumu_
              *DAN*
*_Tuhan Menantikan_*
     *KITA BERDOA*
            *Untuk*
*Menyapa Tuhan Dan*
*_Berbicara Kepada_*
            *TUHAN*
                *YA*
Tuhan Rindu Kepada
*Kita Semuanya, Ayo*
      *DATANGLAH*
   *KEPADA TUHAN*
             *DAN*
    *DEKAT TUHAN*
🔥💥 *AMIN* 💥🔥
*Untuk Apa Berhasil*
          *DILUAR*
Tetapi Didalamnya Itu
     *BERANTAKAN*
            *DAN*
    *JANGANLAH*
   *Karena Pekerjaan*
            *ATAU*
     *Sibuk Bekerja*
   *Sudah Tidak Ada*     
• Jam Untuk Ibadah
• Jam Untuk Berdoa
• Jam Baca Firman
• Jam Untuk Keluarga
• Jam Untuk Suami
• Jam Untuk Istri
• Jam Untuk Anak2
• Jam Untuk Orangtua
• Jam Untuk Teman2
     *JANGANLAH*
_Karena Urusan Kerja_
• Banyak Tekanan
• Banyak Kesulitan
• Banyak Godaan
*Sikap Kita Berubah*
• Sering Marah2 Dan
• Bentak Suami Atau
• Bentak Istri Dan
• Bentak Anak2 Juga
• Bentak Orangtua,
• Bentak Sahabat Dan
• Kecewa Pada Tuhan
*TINGGALKAN ITU*
     *AYO PAGI INI*
*Datang Pada Tuhan*
_Rendahkan Hati Kita_
  *Dihadapan Tuhan*
             *DAN*
      *Minta Ampun*
               *YA*
_Ampuni Kami Tuhan_
*Bawa Kami Kembali*
*Kepada Kasih Mula2*
Yang Penuh Perhatian
          *KEPADA*
• Tuhan Allah Dan
• Kepada Keluarga
• Suami/Istri Dan
• Anak/Orangtua
               *YA*
  *Kami Menantikan*
*Pertolongan Tuhan*
*Dan Inilah Saatnya*
*TUHAN PULIHKAN*
*Sakit Hati Kami Dan*
   *Jadi Hati Bersih*
                *YA*
    *_Kecewa Kami_*
     *Jadi Baik Hati*
               *DAN*
      *_Irihati Kami_*
  *Jadi Penuh Kasih*
              *DAN*
  *_Kegagalan Kami_*
   *Jadi Kesuksesan*
*Dan Rumah Tangga*
     *Penuh Damai*
      *DAN TUHAN*
*Pulihkan Pekerjaan*
    *DAN BERHASIL*
        *YA TUHAN*
  *_Pulihkan Usaha_*
      *DAN SUKSES*
*Dan Pulihkan Hidup*
       *Dan Diberkati*
             *SERTA*
  *_Pulihkan Tubuh_*
       *DAN SEHAT*
             *DAN*
*Pemulihan Terjadi*
_Kesembuhan Terjadi_
*Tuhan Sembuhkan*
• Kanker Sembuh
• Tumor Sembuh
• Jantung Sembuh
• Ginjal Sembuh
• Liver Sembuh
• Pankreas Sembuh
• Paru2 Sembuh
• Lambung Sembuh
• Usus Sembuh
• Otak sembuh
• Mata Sembuh
• Telinga Sembuh
• Batuk Sembuh
• Pilek Sembuh
• Diabetes Sembuh
• Stroke Sembuh
• Rematik Sembuh
• Migrain Sembuh
• Vertigo Sembuh
• Maag Sembuh
• DBD Sembuh
• TBC Sembuh
• Auto Imun Sembuh
• Demam Sembuh
• Infeksi Sembuh
• Semua Penyakit
  *SEMBUH DAN*
*Semua Yang Sakit*
*Tuhan Sembuhkan*
  *Tubuhmu Sehat*
🔥💥 *AMIN* 🔥💥
*Tuhan Memberkati*
  *Negeri Indonesia*
• Indonesia Damai
• Indonesia Aman
• Indonesia Diberkati
• Dunia Diberkati
• Dunia Damai Dan
*Tuhan Tolong Yang*
*Letih Dan Lesu Dan*
*_Berbeban Berat_*
• Ikatan Dosa
• Selingkuh
• Putus Asa
• Hilang Harapan
*Semua Terlepas*
            *DAN*
*Semua Dibebaskan*
           *SERTA*
*Semua Dipulihkan*
*_Dan Janji Tuhan_*
*_PASTI DIGENAPI_*
*Terpujilah Tuhan*
☆ *HALELUYAH* ☆
💥🔥 *AMIN* 🔥💥


Uploaded Image

Rabu, 06 Mei 2026

Kesaksian Dr. Richard Teo Keng Siang dari Singapura

Friday, December 21, 2012

Kesaksian ini merupakan transkrip dari rekaman di Persekutuan Dokter Gigi Kristen pada tanggal 24 November 2011, yaitu delapan bulan setelah Richard didiagnosis terkena kanker paru-paru stadium 4B. Richard ingin membagi kesaksiannya dengan anda. Kami melakukan hal ini untuk melanjutkan karyanya. Silakan baca dan bagikan kepada teman-teman atau anggota keluarga yang lain untuk mendapatkan manfaat dan berkat dari kesaksian ini.

Berikut ini adalah tulisan yang dibuat dari pembicaraan Dr. Richard Teo, milyuner dan ahli bedah kecantikan yang berusia 40 tahun dan menderita kanker paru-paru stadium 4, yang membagikan kesaksiannya di Persekutuan Dokter Gigi Kristen. Ia sangat senang membagikannya dengan anda juga.

Latar Belakang
Hai, selamat pagi bagi kalian semua. Suara saya agak serak karena habis dikemoterapi, jadi mohon dimaklumi. Saya ingin memperkenalkan diri saya, nama saya Richard. Saya adalah teman Danny, yang mengundang saya ke sini.

Saya ingin mulai katakan bahwa saya adalah produk masyarakat masa kini. Perlu saya katakan sebelumnya bahwa media mempengaruhi kita semua. Jadi, saya adalah produk masa kini yang digambarkan media. Sejak muda, saya selalu di bawah pengaruh dan kesan yang menyatakan bahwa untuk menjadi bahagia adalah dengan menjadi sukses. Dan untuk menjadi sukses adalah dengan cara menjadi kaya. Maka saya menjalani kehidupan sesuai moto ini

Saya berasal dari keluarga yang termasuk miskin. Pada waktu itu, saya harus bersaing keras, apakah di bidang olah raga, pelajaran sekolah, dan kepemimpinan. Saya menginginkan keberhasilan di semua bidang itu. Saya sudah mencapainya, tetapi pada akhirnya saya menyadari bahwa ujung-ujungnya adalah soal uang.

Oleh karena itu pada tahun-tahun terakhir, saya menjadi seorang trainee di bidang penyakit mata, tetapi saya menjadi tidak sabar karena teman-teman saya sudah buka praktek dokter swasta yang menghasilkan banyak uang. Begitulah saya, terpuruk di dalam pelatihan. Maka saya berkata, “Cukuplah sudah, ini akan makan waktu banyak.” Pada waktu itu, ada lonjakan di bidang dokter kecantikan. Pasti anda tahu bahwa bidang kedokteran kecantikan mengalami puncak kejayaan pada beberapa tahun belakangan ini, dan saya melihat banyak uang di situ. Oleh karena itu saya mengatakan, “Lupakan saja soal keahlian dokter mata itu, saya akan melakukan praktik dokter kecantikan. Itulah yang saya lakukan."

Kenyataannya adalah tidak ada dokter umum rata-rata yang menjadi hebat di lingkungan sekitar kita. Bukan mereka. Orang mengelu-elukan selebriti dan politisi yang kaya, orang-orang yang terkenal dan kaya raya. Maka saya ingin menjadi salah satu di antara mereka. Saya langsung terjun di bidang kedokteran kecantikan. Orang tidak akan sudi membayar mahal ketika saya menjadi dokter pada waktu dulu. Jika diminta bayar lebih dari SGD 30, mereka akan protes dengan berkata, “Wah dokter ini mahal banget!” Mereka akan ribut dan tidak senang. Tetapi orang-orang yang sama ini akan sudi membayar SGD 10,000 untuk penyedotan lemak. Maka saya katakan, “Sudahlah, mari kita berhenti menolong orang sakit, saya akan menjadi ahli kecantikan, yaitu dokter ahli kecantikan."

Dan itulah yang saya lakukan: penyedotan lemak, pembesaran payudara, pembedahan kelopak mata agar tidak sipit, sebutlah apa saja yang serupa itu, kami melakukannya. Praktik ini menghasilkan banyak uang. Klinik saya, ketika baru mulai, orang menunggu 1 minggu, kemudian 1 bulan, menjadi 2 bulan, lalu mereka harus menunggu 3 bulan. Ada banyak permintaan sehingga orang-orang mengantri untuk ditangani kecantikannya. Ah, wanita-wanita yang mengagung-agungkan penampilan, kehidupan yang mewah!

Maka klinik saya berkembang pesat. Saya begitu sibuk, mulai dari mempekerjakan 1 orang dokter, kemudian menjadi 2 dokter, lalu 3, kemudian 4 dokter dan terus berlanjut. Tidak pernah cukup. Saya ingin lebih banyak, lebih banyak, dan tak ada habisnya. Kemudian saya juga membuka praktik di Indonesia untuk menarik para isteri-isteri di Indonesia. Kami membuka kantor perwakilan, membentuk satu tim di sana agar menarik lebih banyak pasien dari Indonesia untuk datang.

Begitulah, semuanya berjalan baik sekali. Sampai suatu saat tibalah waktu saya.

Sekitar bulan Februari tahun 2011, saya katakan, “OK, saya sudah punya banyak uang, saatnya untuk memiliki mobil Ferrari pertama saya.” Saya siap membayar mobil itu. Datanglah mobil Ferrari saya! Saya juga mencari tanah untuk dibeli bersama teman-teman saya. Saya punya teman, seorang bankir, yang berpenghasilan SGD 5 juta per tahun. Maka saya pikir, “Ayo, kita kerjasama. Mari kita beli tanah dan bangun rumah-rumah kita.”

Saya berada di puncak kejayaan, siap-siap untuk menikmati. Pada saat yang sama, teman saya Danny sedang mengalami kebangunan rohani. Mereka, teman-teman dekat  saya, kembali ke gereja. Mereka berkata, “Ayo, Richard, bergabunglah dengan kami, kembalilah ke gereja.”

Saya sudah menjadi orang Kristen selama 20 tahun, saya dibaptis 20 tahun lalu, tetapi hal itu terjadi karena saya ikut-ikutan saja menjadi orang Kristen. Pada waktu itu semua teman-teman saya menjadi orang Kristen. Saya dibaptis karena ikut-ikutan, sehingga kalau saya mengisi formulir  saya dapat mengisi “Kristen” di situ, supaya saya merasa nyaman. Sesungguhnya, saya tidak punya Alkitab, dan saya tidak tahu Alkitab itu isinya apa.

Saya pergi ke gereja hanya sebentar, setelah beberapa lama, saya menjadi bosan. Saya katakan, “Lebih enak pergi ke NUS (Universitas Nasional Singapura), dan berhenti ke gereja. Saya mendapatkan lebih banyak untuk dikejar di NUS: cewek-cewek, pelajaran kuliah, olah raga dan lain-lain. Saya mendapatkan itu semua tanpa Tuhan, sehingga buat apa Tuhan? Saya sendiri dapat mencapai segalanya tanpa Tuhan.

Dalam keangkuhan saya, saya katakan kepada mereka, “Tahu tidak? Coba katakan kepada pendetamu untuk mengganti jam ibadah menjadi jam 2 siang, maka saya mungkin akan datang ke gereja.” Betapa sombongnya saya! Dan saya katakan satu pernyataan lagi, tanpa saya sesali perkataan itu, saya katakan kepada Danny dan teman-teman saya yang lain, “Jika Tuhan sungguh-sungguh ingin saya kembali datang ke gereja, Dia harus memberikan satu tanda.” Astaga, tiga minggu kemudian, saya kembali ke gereja.

Diagnosis
Pada bulan Maret 2011, tanpa diduga, pada waktu itu saya masih suka keluyuran karena saya tergila-gila pada gym dan selalu latihan gym, lari, atau berenang enam hari seminggu. Saya merasa sakit punggung dan itulah yang saya rasakan, tapi keadaan itu berlangsung terus. Oleh karena itu saya memeriksakan diri dengan MRI. Pada hari sebelum saya di-scan, saya masih pergi ke gym, mengangkat beban berat, jongkok bangun. Pada keesokan harinya, yaitu pada hari scan MRI, mereka menemukan bahwa setengah tulang belakang saya kosong. Saya bertanya, “Wah, ada apa?”

Pada keesokan harinya saya di-scan PET, yaitu teknologi deteksi kanker yang paling canggih saat ini, dan mereka menemukan bahwa saya telah terkena kanker paru-paru mematikan, stadium 4B. Kanker itu telah menyebar ke otak, separuh tulang belakang, dan seluruh paru-paru saya sudah dipenuhi dengan tumor. Saya hanya dapat katakan, “Mana mungkin. Saya baru saja dari gym kemarin malam, apa yang terjadi?” Saya yakin anda tahu bagaimana perasaan saya – meskipun saya tidak yakin apakah anda sungguh-sungguh mengerti perasaan saya. Baru saja saya ada di puncak, keesokan harinya kabar buruk itu datang dan saya sungguh-sungguh terpuruk. Dunia saya jungkir balik.

Saya tidak dapat menerima kenyataan itu. Saya mempunyai seratusan saudara dari pihak ayah dan ibu. Dari seratus saudara itu tidak ada seorangpun yang terkena kanker. Bagi saya, dalam pikiran saya, saya memiliki gen yang baik. Saya seharusnya tidak mendapatkan penyakit mematikan ini.  Beberapa diantara saudara saya adalah perokok berat, tetapi kenapa saya yang terkena kanker paru-paru? Saya menyangkali kenyataan ini.

Pertemuan dengan Tuhan
Oleh karena itu keesokan harinya, saya masih tidak menerima apa yang sedang terjadi. Saat itu saya sedang terbaring di meja operasi untuk di-biopsy untuk pemeriksaan histologi. Setelah selesai di-biopsy saya masih berbaring di ruangan operasi. Para dokter dan perawat sudah meninggalkan saya setelah menyuruh saya menunggu selama 15 menit untuk pemeriksaan rongent, yaitu untuk memastikan tidak ada pnemotorax sebagai komplikasinya.

Di sanalah saya terbaring di meja operasi, memandang dengan tatapan kosong ke langit-langit di dalam ruangan operasi yang dingin dan sepi. Tiba-tiba saya mendengar ada suara di dalam hati saya. Suara itu bukan datang dari luar. Terdengar di dalam diri saya. Suara kecil sayup-sayup ini tidak pernah terdengar sebelumnya. Suara itu dengan jelas berkata, “Hal ini terjadi kepadamu, pada saat kamu berada di puncak, karena itulah satu-satunya cara supaya kamu dapat mengerti.”

Saya berkata, “Wah, dari mana suara itu datangnya?” Anda tahu, ketika anda berkata-kata kepada diri sendiri, anda akan katakan, “OK, kapan saya harus meninggalkan tempat ini? Dimana saya akan makan malam setelah ini?” Anda akan berkata dengan kata ganti orang pertama. Anda tidak akan katakan kepada diri sendiri, “Kemana kamu harus pergi sesudah ini?” Sedangkan suara yang datang kepada saya berbicara sebagai pihak ketiga. Suara itu berkata, “Hal ini harus terjadi KEPADAMU, pada saat KAMU berada di puncak, karena inilah cara satu-satunya supaya KAMU dapat mengerti.” Pada saat itu, emosi saya meledak dan hati saya hancur dan saya menangis, sendirian di sana. Dan kemudian saya tahu, akhirnya, apa artinya untuk mengerti bahwa itu adalah satu-satunya cara untuk mengerti.

Karena saya telah begitu menyombongkan diri saya sepanjang hidup saya. Saya tidak pernah merasa membutuhkan orang lain. Saya dikaruniai talenta dan harta benda yang saya peroleh sendiri, buat apa saya perlu orang lain lagi? Saya merasa puas dengan diri saya sendiri sehingga tidak ada cara apapun bagi saya untuk mencari Tuhan.

Sesungguhnya, andaikan saja saya didiagnosa dengan sakit kanker stadium 1 atau 2, saya tentu saja akan sibuk pergi kesana kemari mencari ahli bedah paru-paru terbaik, sehingga sebagian paru-paru itu dapat dibuang dengan cara lobectomy, dan disertai dengan perawatan kemoterapi untuk pencegahan penyebarannya. Kemungkinan untuk sembuhnya sangat tinggi. Siapa pula yang perlu Allah? Tetapi saat ini saya sudah terkena stadium 4B. Tak ada seorangpun yang dapat menolong, hanya Allah.

Serangkaian kejadian terjadi setelah itu. Saya masih tidak percaya akan suara batin itu, sehingga saya tidak percaya, tidak berdoa, dan tidak merespon apapun. Tidak sama sekali. Bagi saya, mungkin saja suara itu kebetulan atau mungkin saja suara itu suara saya sendiri. Saya tidak percaya akan suara itu.

Sesudah itu saya dipersiapkan untuk mendapatkan kemoterapi. Saya mulai diterapi radiasi otak seluruhnya, selama 2-3 minggu. Sementara itu itu mereka mempersiapkan saya untuk menerima kemoterapi, diberi suplemen dan lain-olain. Salah satu obat yang dipakai untuk kemoterapi adalah Zometa. Zometa ini dipakai untuk memperkuat tulang. Sesudah sumsum tulang belakang saya dikeluarkan dari sel-sel kanker, maka tulang belakang itu akan kosong, sehingga saya perlu Zometa untuk memperkuat tulang belakang untuk menghindari dari penciutan tulang. Celakanya, salah satu efek samping  Zometa adalah bahwa zat itu dapat menyebabkan kematian tulang rahang (osteonecresis), sehingga saya harus mencabut gigi bungsu saya. Bertahun-tahun lalu gigi bungsu saya di sebelah atas sudah dicabut karena saat itu gigi bungsu atas menyebabkan sakit. Karena gigi bungsu bawah tidak menyusahkan saya, maka saya relakan saja gigi bungsu bawah itu dicabut. Oleh karena itu Danny, dokter gigi teman saya, mencabut gigi bungsu itu.

Di sanalah saya terbaring di kursi dokter gigi, bertanya-tanya kepada diri sendiri, menderita semua efek samping radioterapi, dan sekarang saya harus melewati operasi pencabutan gigi bungsu saya. Sepertinya saya belum cukup dibiarkan menderita! Saya tanyakan kepada Danny, “Hei bro, apakah ada cara lain? Apakah saya bisa lepas dari semua ini?”  Ia katakan, “Ya, kamu bisa berdoa.”

Saya jawab, “Apa ruginya? Ok lah, saya berdoa!” Maka kami berdoa. Dan saya difoto rongent gigi dulu setelah itu. Semuanya ada di sana, semua peralatan dan semuanya. Tetapi lihatlah, hasil rongent menyatakan bahwa tidak ada gigi bungsu di rahang bawah saya. Saya tahu bahwa kebanyakan orang memiliki 4 gigi bungsu, mungkin beberapa orang tidak mempunyai satupun, tetapi hilangnya 1 atau gigi bungsu, setahu saya, saya tidak yakin, hal itu jarang terjadi.

Saya masih berkata, “Ah, peduli amat!” Bagi saya, selama saya tidak perlu mencabut gigi itu, saya senang saja. Pada saat itu saya masih tidak percaya akan kuasa doa. Mungkin hal itu hanya kebetulan, apa sih artinya?

Saya melanjutkan pemeriksaan dengan dokter spesialis kanker, bertanya kepadanya, “Berapa lama umur saya?” Dia menjawab dengan enteng, tidak lebih dari enam bulan. “Walaupun sudah dikemoterapi?” Jika tanpa kemoterapi, hanya 3-4 bulan saja.

Saya tidak dapat mencerna hal itu. Sangat sulit menerima keadaan ini. Meskipun saya telah mendapatkan radioterapi, saya bergumul setiap hari, khususnya ketika saya bangun tidur, saya ingin keadaan ini hanya mimpi buruk saja, sehingga saya harapkan sesudah saya bangun tidur semua itu sirna.

Ketika saya bergumul, hari demi hari, saya semakin depresi, suatu gejala yang umum akibat penyangkalan diri, depresi bla bla bla yang harus orang lalui. Namun untuk satu alasan, saya tidak tahu kenapa, pada suatu hari yang khusus pada waktu itu saya harus menemui ahli kanker. Pada sekitar jam 2 siang, saya merasakan perasaan damai dan kelegaan yang mendadak, bahkan sebenarnya sedikit perasaan bahagia. Perasaan itu mengalir begitu saja. Tanpa ada alasan, perasaan itu datang sekitar jam 2 siang, pada waktu saya bersiap-siap akan pergi menemui dokter ahli kanker saya. Oleh karena itu saya memberitahu teman-teman saya, “Bro, saya baru saja merasa enak tiba-tiba! Saya tidak tahu kenapa, tapi perasaan itu datang begitu saja!”

Beberapa hari atau beberapa minggu kemudian saya baru diberitahu Danny bahwa ia telah berpuasa selama dua hari bagi saya, dan puasanya berakhir sekitar pukul dua siang, sehingga saya merasakan sensasi kebahagian tanpa alasan jelas. Dan saya tidak mengetahui bahwa dia berpuasa bagi saya. Setelah dia berpuasa, saya merasakan sensasinya.

Wah, sepertinya hal itu masih kebetulan deh. Saya mulai percaya sedikit, tetapi masih belum yakin benar. Ketika hari-hari berlalu, saya menyelesaikan radioterapi, sekitar dua minggu lebih. Setelah itu saya harus bersiap untuk kemoterapi, sehingga saya diberi kesempatan istirahat beberapa hari.

Lihatlah, kemungkinan hidup orang-orang terkena kanker paru-paru. Kanker paru-paru memiliki tingkat kematian tertinggi. Jika anda menambahkan tingkat kematian akibat kanker payudara, kanker usus, kanker prostat para penderita pria di Singapura dan digabungkan menjadi satu, semuanya itu tidak akan mengalahkan tingkat kematian kanker paru-paru. Hal ini terjadi karena, anda bisa membedah prostat, usus, ataupun payudara, tetapi anda tidak dapat membedah untuk menghilangkan paru-paru anda.

Memang ada 10% penderita kanker paru-paru yang dapat bertahan karena beberapa alasan tertentu, karena mereka mengalami mutasi spesifik, yang disebut mutasi EFGR. Dan mutasi itu terjadi hanya 90% di antara para wanita Asia yang tidak pernah merokok seumur hidup mereka. Bagi saya, kesempatan mutasi itu tidak besar, karena pertama saya adalah seorang laki-laki dan kedua saya adalah perokok demi pergaulan. Saya merokok satu batang sehari setelah makan malam, atau pada waktu akhir pekan ketika teman-teman menawari rokok kepada saya. Saya ini hanya perokok ringan, namun dokter ahli kanker saya mengatakan bahwa kecil kemungkinan mutasi ini terjadi pada saya.

Kemungkinan saya mengalami mutasi ini sekitar 3-4%. Itulah sebabnya saya sangat dianjurkan untuk mendapatkan kemo. Melalui doa-doa yang sungguh-sungguh dari teman-teman seperti Danny dan orang-orang lain yang tidak saya kenal, ternyata selama saya menantikan kemo, hasilnya saya mendapatkan positif EGFR. Saya katakan, “Wah, kabar baik nih!” Saya senang karena saya tidak perlu melakukan kemo pada waktu itu dan saya bisa diobati dengan tablet minum untuk mengendalikan penyakit ini.

Sesudah dan Sebelum
Dalam foto paru-paru saya terlihat titik-titk gelap. Setiap titik itu adalah tumor. Di sana ada penyebaran tumor juga (metastasis). Tumor saya ada di kedua paru-paru. Ada ribuan tumor di sana. Itulah sebabnya ahli kanker saya meramalkan, paling lama saya bertahan 3-4 bulan. Karena mutasi EGFR ini, maka saya mendapatkan pengobatan tablet minum.  Setelah dua bulan perawatan, saya melihat kemajuan. Saya masih katakan, “Ah, karena obatnya bagus.” Saya tetap belum percaya kepada Tuhan. Well, teman-teman saya masih berdoa bagi saya dan tanda-tanda tumor mulai turun, 90% tumor itu tersapu hilang selama beberapa bulan kemudian.

Anda tahu, bagi orang-orang yang mengetahui kedokteran, anda tahu angka-angka statistik. Bertahan hidup satu tahun atau dua tahun, dan pengetahuan ini tidak enak. Karena anda tahu bahwa sel-sel kanker itu tidak stabil, mereka selalu bermutasi. Mereka bisa mengalahkan dan tahan terhadap pengobatan, dan akhirnya anda kehabisan jenis obat yang dapat mengatasi kanker itu.

Oleh karena itu hidup seperti ini merupakan pergulatan mental yang sangat berat, siksaan yang berat. Menderita kanker bukan hanya persoalan fisik, tetapi ada siksaan mental yang berat. Bagaimana anda bisa hidup tanpa harapan? Bagaimana anda hidup tanpa dapat merencanakan untuk tahun-tahun ke depan? Para ahli kanker hanya bisa memastikan umur penderita sampai 1 atau 2 bulan ke depan. Saya hanya bisa bergumul untuk dapat hidup selama bulan Maret atau April 2011. Bulan April adalah titik terendah dalam kehidupan saya, saya ada dalam depresi yang paling dalam, berjuang dan bergumul untuk pulih.

Menerima Tuhan dan Damai Sejahtera
Pada hari-hari itu, ketika saya ada di tempat tidur, sedang bergumul pada siang hari, saya bertanya kepada Tuhan, “Kenapa? Kenapa saya harus melewati penderitaan ini? Kenapa saya harus bertahan melalui kesengsaraan ini? Kenapa saya?”

Ketika saya tertidur, dalam keadaan antara mimpi dan sadar, datanglah sebuah penglihatan, yang mengatakan Ibrani 12:7-8.

Perhatikanlah bahwa sampai saat itu, saya tidak pernah membaca Alkitab. Saya tidak tahu apakah itu Ibrani. Saya tidak tahu ada berapa bab dalam kitab Ibrani. Tak tahu apa-apa. Tetapi penglihatan itu mengatakan Ibrani 12:7-8 dengan sangat  jelas.

Saya tidak terlalu memikirkannya saat itu. Saya terus tidur saja. Kemudian saya bangun dan berkata, “Apa sih ruginya? Saya akan periksa lah!” Danny sudah membelikan saya sebuah Alkitab, masih baru. Saya katakan, “OK, kita coba ya.” Saya buka bagian Perjanjian Lama. Ibrani itu kedengarannya seperti kuno, seharusnya ada di Perjanjian Lama ya? Saya jelajahi Perjanjian Lama. Tidak ada Ibrani di situ. Saya kecewa.

Kemudian saya berkata, “Mungkin ada di Perjanjian Baru. Mari kita lihat!” Wow, di Perjanjian Baru, ada Ibrani lho! Kitab Ibrani 12:7-8 katakan, "Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Dimanakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.”

Saya berkata, “Wah, dari mana kata-kata ini?” Saya merasa merinding di sekujur tubuh saya. Saya katakan lagi,  “Mana bisa, ya?” Maksud saya, mana mungkin orang yang tidak pernah membaca Alkitab, mempunyai penglihatan tentang pasal dan ayat tertentu, yang menjawab secara langsung pertanyaan saya?

Saya pikir Allah memanggil saya secara langsung ketika saya terbaring tidur, bergumul dengan penyakit saya, dan bertanya kepada Allah, “Kenapa saya harus menderita? Kenapa saya harus menderita penyakit ini?” Dan Allah berkata, “Tanggunglah penderitaan sebagai hajaran karena Allah memperlakukan kamu sebagai seorang anak.”

Pada saat itu, kemungkinan hal ini terjadi bahkan lebih kecil dari kemungkinan saya mendapatkan mutasi EGFR yang positif. Tidak ada kebetulan, karena di sana ada begitu banyak ribuan atau jutaan ayat di dalam Alkitab, bagaimana saya temukan ayat-ayat Ibrani itu?

Oleh karenanya saya percaya dan berkata, “Engkau menang! Engkau menang, ya Tuhan!”

OK, saya sudah dapat diyakinkan. Dan sejak hari itu seterusnya saya mulai percaya kepada Tuhan saya. Dan saat terakhir saya mendengar suara batin itu adalah pada akhir April 2011. Suara batin di dalam diri saya pada waktu di ruang operasi dan suara pada siang hari itu ketika saya tidur itu sama. Suara itu selanjutnya berkata, “Tolonglah orang-orang lain yang ada dalam penderitaan.”

Suara itu lebih terdengar sebagai sebuah perintah, daripada sekedar pernyataan. Dan begitulah yang saya lakukan dalam perjalanan ini, menolong orang-orang lain dalam penderitaan. Saya menyadari bahwa penderitaan ini bukan hanya masalah kemiskinan. Faktanya, saya pikir banyak orang miskin mungkin lebih berbahagia dibandingkan kita yang ada di sini. Mereka begitu mudah bersyukur dengan apa yang mereka miliki, mereka mungkin sangat bahagia.

Penderitaan dapat terjadi pada orang-orang kaya. Penderitaan itu bisa berupa penderitaan fisik, penderitaan mental, penderitaan sosial dan sebagainya. Selama beberapa bulan ini, saya mulai mengerti apa artinya sukacita sejati itu. Pada waktu lampau, saya menukarkan sukacita sejati itu dengan mengejar harta kekayaan. Saya pikir sukacita sejati itu dapat diperoleh dengan mengejar kekayaan. Mengapa? Selama saya menderita di ranjang kematian saya, saya tidak menemukan sukacita apapun pada segala benda yang saya miliki – Ferrari saya, tanah saya yang akan saya bangun menjadi bungalow dan lain-lain atau pada keberhasilan bisnis saya.

Semua itu memberi kenyamanan yang KOSONG, sukacita KOSONG, tidak ada apa-apa. Apakah anda pikir saya dapat mengandalkan sukacita saya pada sekeping logam dan memberi saya sukacita sejati? Nah, hal itu tidak mungkin terjadi.

Sukacita sejati datangnya dari interaksi dengan orang-orang lain. Dan banyak kali, sukacita itu datang dalam bentuk kesombongan sesaat. Pada waktu lampau, pada saat anda mengejar kekayaan, pada hari Tahun Baru Imlek adalah waktu yang paling tepat untuk mendapatkan sukacita sesaat. Saat itu saya mengendarai Ferrari, berlagak show off, memamerkan mobil mewah saya kepada saudara-saudara, teman-teman, berkeliling ke sana kemari, sambil berpikir bahwa itu adalah sukacita sejati.

Anda mungkin kira bahwa orang-orang yang melihat anda mengendarai Ferrari akan merasa sukacita bersama anda? Apakah saudara-saudara anda berbagi kesenangan bersama anda ketika anda naik Ferrari? Sebenarnya, apa yang anda kerjakan itu hanya menimbulkan irihati, kecemburuan dan bahkan kebencian. Mereka tidak merasa bahagia bersama and, dan apa yang saya rasakan hanyalah kebanggaan sesaat. Wow, saya merasa memiliki sesuatu yang orang lain tidak punya. Dan saya pikir itu adalah sukacita.

Itu sebenarnya adalah kebanggaan sesaat dengan korban orang lain. Itu bukanlah sukacita sejati. Dan saya juga tidak menemukan sukacita apapun dengan semua itu di ranjang kematian saya.  Saya menemukan sukacita sejati dari interaksi. Selama beberapa bulan terakhir ini saya demikian terpuruk. Interaksi dengan orang-orang yang saya kasihi, dengan teman-teman saya, saudara-saudara seiman dalam Kristus, saudari-saudari dalam Kristus, dan dengan merekalah saya mampu dimotivasikan, mampu diangkat. Dengan membagikan dukacita dan kebahagian anda, itulah sukacita sejati.

Dan tahukan apa yang membuat anda tersenyum? Sukacita sejati datangnya dari menolong orang-orang lain yang ada dalam penderitaan, dan karena anda sudah mengalami hal ini, anda tahu apa itu penderitaan. Sesungguhnya, ada beberapa pasien kanker yang sering bercerita kepada saya bahwa ada orang-orang yang dapat kepada mereka dan memberitahu, “Tetaplah bersikap positif, tetaplah positif.” Yah, memang benar. Kalian mencoba berada seperti saya dan menganjurkan saya untuk positif tetapi kalian tidak tahu apa yang kalian katakan!

Namun saya punya hak. Saya sudah mengalami apa yang mereka derita. Maka ketika saya menemui mereka, berbagi penderitaan dengan mereka, saya menguatkan mereka. Saya tahu karena saya sudah mengalaminya, lebih mudah dan lebih pas saya berbicara dengan mereka.

Dan yang paling penting, saya pikir sukacita sejati datangnya dari pengenalan pribadi akan Allah. Bukan hanya sekedar tahu Allah. Maksud saya, anda dapat membaca Alkitab dan mengetahui tentang Allah, tetapi mengenal Allah secara pribadi, mempunyai hubungan pribadi dengan Allah, itulah yang paling penting. Itulah yang saya pelajari.

Sebagai kesimpulan, saya katakan bahwa semakin dini kita menetapkan prioritas-prioritas dalam kehidupan kita, semakin baik hal itu. Janganlah ikuti seperti saya – saya telah salah jalan. Saya harus mempelajarinya dengan cara yang suli8t. Saya harus kembali kepada Allah untuk berterima kasih kepada-Nya atas kesempatan ini karena saya telah mengalami tiga kecelakaan besar pada masa lalu saya: 3 kecelakaan mobil balap. Saya suka balap dan ngebut, tetapi agaknya saya selalu selamat keluar dari kecelakaan itu, walaupun mobilnya sudah terbalik. Walaupun saya dibaptis, itu hanyalah pertunjukan belaka, namun kenyataan bahwa hal ini terjadi, hal itu memberi saya kesempatan untuk kembali kepada Allah.

Beberapa hal yang saya pelajari:
1.Percayalah kepada Tuhan Allahmu dengan segenap hati – ini begitu penting.
2. Kasihilah dan layanilah orang-orang lain, bukan hanya diri kita sendiri.

Tidak ada salahnya menjadi kaya atau memiliki kekayaan. Tidak salah karena Allah telah memberikan berkat-Nya. Banyak orang diberkati dengan kekayaan, tetapi masalahnya saya pikir bahwa banyak di antara kita tidak sanggup menanganinya. Makin banyak kita memiliki harta, makin banyak kita mengingini. Saya sudah mengalaminya, sehingga semakin dalam kita menggali harta, semakin dalam kita terjerumus ke dalamnya, sehingga kita menyembah kekayaan dan kehilangan fokus penyembahan yang benar. Bukannya menyembah Allah, kita menyembah kekayaan. Itulah kecenderungan manusia.  Sukarlah keluar dari keadaan itu.

Kita semua yang ada disini adalah para profesional, dan ketika kita buka praktik dokter swasta, kita mulai menimbun kekayaan. Menurut saya, ketika kalian mulai mendapatkan dan menimbun harta kekayaan dan ketika kesempatan itu datang, ingatlah bahwa semua harta kekayaan itu bukanlah milik kita. Kita tidak sungguh-sungguh memilikinya atau mempunyai hak atas harta kekayaan itu. Semua itu adalah pemberian Allah kepada kita. Ingatlah bahwa lebih penting memperluas kerajaan-Nya daripada memperluas kerajaan kita sendiri.

Saya kira saya sudah menyampaikan semuanya, dan saya tahu bahwa kekayaan tanpa Allah itu sia-sia. Lebih penting bagi anda untuk mengumpulkan harta di sorga. Senang sekali berbagi dan terima kasih.

Catatan: Dr Richard Teo akhirnya meninggal tanggal 18 Oktober 2012 di Singapura.


Kisah ini diterjemahkan Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, dari naskah dalam bahasa Inggris.