Minggu, 23 Agustus 2026

Pertemuan Keluarga Kembali untuk Selamanya

24 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
1 Tesalonika 4:17-18 "sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini."
---------------
Ketika saya masih muda, saya tidak terlalu memikirkan tentang surga. Pertama, surga terlihat membosankan—setidaknya seperti yang sering digambarkan oleh dunia. Kedua, surga terasa masih sangat jauh. Dan ketiga, belum ada seorang pun yang saya kenal berada di sana. Tetapi sekarang saya mengenal banyak orang yang sudah berada di surga dan saya tidak sabar untuk sampai di sana dan bersama mereka.

Di surga, kita akan dipertemukan kembali dengan orang-orang yang kita kasihi yang mengasihi Tuhan. Semua orang yang menjadi bagian dari keluarga Allah akan berada di sana.

Siapa yang ingin Anda ajak berbicara terlebih dahulu di surga? Tentu saja, Anda akan bertemu dan menyembah Tuhan terlebih dahulu. Tetapi siapa yang paling ingin Anda temui setelah itu? Setiap orang percaya sepanjang sejarah akan berada di sana.

Apakah Anda ingin berbicara dengan Musa? Anda bisa! Bagaimana dengan Abraham, Maria atau Paulus? Entah bagaimana dengan Anda, tetapi saya pasti memiliki beberapa pertanyaan untuk Yunus. Anda akan melihat orang-orang terkenal sepanjang sejarah Kekristenan, para ilmuwan, para pemimpin dunia, serta orang-orang dari setiap suku dan bangsa. Anda akan memiliki seluruh kekekalan untuk berbicara dengan mereka!

Alkitab menggambarkannya sebagai suatu pertemuan besar bersama Tuhan: "sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan" 1 Tesalonika 4:17

Dapatkah Anda membayangkan betapa mengharukan dan betapa penuh sukacitanya peristiwa itu? Kemudian ayat 18 berkata: "Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini." 1 Tesalonika 4:18

Ibu saya berada di surga, ayah saya berada di surga, kakak laki-laki saya, Jim, berada di surga dan anak saya yang paling kecil, Matthew, berada di surga. Saya juga memiliki banyak orang terkasih yang pernah melayani bersama saya dalam pelayanan dan sekarang berada di surga. Semakin banyak keluarga dan teman saya yang berada di seberang kematian, semakin berharga surga bagi saya.

Apakah Anda dikuatkan oleh pemikiran bahwa Anda akan berada di hadirat Yesus dan dipertemukan kembali dengan teman-teman serta keluarga Anda? Ketika kita sedang berduka bersama seseorang, kita seharusnya membagikan penghiburan itu kepada mereka. Jika mereka dan orang yang mereka kasihi mengenal Yesus sebagai Juruselamat, maka kematian bukanlah akhir. Mereka akan bertemu kembali!

Renungkan

- Bagaimana mengetahui bahwa Anda akan bertemu dengan anggota keluarga Allah lainnya di surga mendorong Anda untuk membagikan Injil?

- Siapa dalam kehidupan Anda yang perlu mendengar tentang tawaran Allah berupa rumah kekal di surga? Apa yang akan Anda lakukan untuk menyampaikannya kepada mereka?

- Menurut Anda, hal-hal apa yang ingin Anda bicarakan di surga setelah Anda meninggalkan dunia ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 112-115; 1 Korintus 6
__________
Inilah kebaikan Allah bagi kita: tidak ada pengharapan yang lebih besar dalam hidup selain pertemuan keluarga kembali untuk selama-lamanya!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
A Family Reunion For Eternity
By Rick Warren

"There will be one huge family reunion with the Master. So reassure one another with these words." 1 Thessalonians 4:17-18 (MSG)
------------------
When I was young, I didn't really think about heaven that much. First, it seemed so boring—at least the way the world describes it. Second, it seemed like a long way off. And third, no one I knew was there yet. But I know a lot of people who are in heaven now, and I can't wait to get there and be with them.

In heaven, we're going to be reunited with our loved ones who love the Lord. Those who are in the family of God are all going to be there.

Who would you like to talk to first in heaven? Of course, you’re going to meet and worship the Lord first. But who are you excited to see next? Every believer throughout history will be there. Would you like to talk to Moses? You can! How about Abraham or Mary or Paul? I don’t know about you, but I definitely have some questions for Jonah. You’ll see famous people from throughout Christian history and scientists and world leaders and people from every tribe and nation. You're going to have all of eternity to talk with them!

The Message paraphrase says, "There will be one huge family reunion with the Master" (1 Thessalonians 4:17). Can you imagine how emotional, how joyful that's going to be? Then verse 18 says, “So reassure one another with these words.”

My mother is in heaven, my father is in heaven, my older brother, Jim, is in heaven, and my youngest child, Matthew, is in heaven. I have many dear people who served with me in ministry in heaven. The more of my family and friends who are on that side of death, the dearer heaven becomes to me.

Are you encouraged by the thought of being in the presence of Jesus and reunited with your friends and family? When we are grieving with someone, we should share that encouragement with them. If they and their loved one know Jesus as their Savior, then death is not the end. They will see them again!

This is God’s goodness to us, that there is no greater hope in life than a big family reunion for eternity!


Sabtu, 22 Agustus 2026

*"NENEK LINDA" vs "NENEK DEWI"*

Nenek *Linda* bolak-balik nelpon Nenek *Dewi*.

Karena gak diangkat-angkat,
Nenek Linda sms ke Nenek Dewi,

*"Wi.., di mana elu ?"*

Gak dibales, terus di sms lagi : 

*"Lagi sibuk ya, Wi.. ?"*

Gak dibales juga...
Akhirnya sms yang ketiga kali ,

*"Wi... elu sehat, nggak sakit kan ?"*

Masih juga gak dibales...

*"Dewiiiiiii..., elu lagi marahan sama gue ?"*

Masih gak dibales..                                   
Nenek Linda mulai naik darah tingginya, 
terus sms lagi : 

*"Kenapa elu Dewi... bolak balik ditelepon nggak di-angkat², di sms juga nggak lu bales... dah kaya pejabat aja...,* 
*Gue nelepon sama sms nggak ada maksud apa²..., Gue cuman mau kasih tau, HP elu ketinggalan di rumah gue."*
*"Pusing gue, itu HP dari tadi bunyi melulu".*

😉😅😆😄ðŸĪŠðŸ˜‚😂ðŸĪĢ

Kristus Membawa Kejelasan dalam Kehidupan Orang

23 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
1 Korintus 14:33 "Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera."
-----------------
Allah memanggil Anda untuk mewakili-Nya di mana pun Anda berada. Sama seperti negara mengirimkan duta besar untuk mewakili negaranya, Allah mengutus Anda untuk memberitakan kasih dan pengampunan-Nya kepada orang lain.

Namun, mungkin Anda merasa kurang percaya diri untuk membagikan iman Anda. Mungkin Anda berpikir bahwa Anda harus memiliki kemampuan seperti seorang tenaga penjual. Tetapi sebenarnya tidak demikian! Anda tidak harus pandai dalam "meyakinkan orang" untuk mengundang mereka menjadi bagian dari keluarga Allah.

Setiap manusia memiliki kerinduan batin yang sama. Jadi, ketika Anda berbicara kepada orang lain tentang Yesus, Anda sedang menawarkan sesuatu yang sebenarnya sudah mereka cari. Hal ini dapat membuat Anda lebih percaya diri!

Hal lain yang dapat membuat Anda lebih percaya diri dalam membagikan iman adalah ini: kebanyakan orang sebenarnya tidak benar-benar tahu apa yang mereka percayai. Mereka mungkin menyebut diri mereka sebagai penganut suatu pandangan tertentu, tetapi ketika ditelusuri lebih dalam, terkadang mereka sendiri tidak memahami apa yang sebenarnya dipercayai oleh pandangan tersebut.

Ada orang yang mengaku memiliki cara berpikir tertentu, tetapi pada akhirnya justru bertentangan dengan pemikirannya sendiri. Misalnya, mereka berkata, "Tidak ada kebenaran yang mutlak dalam hidup" Tetapi pernyataan itu sendiri bertentangan dengan apa yang mereka katakan. Mereka sebenarnya dapat mengatakan, "Tidak ada satu pun hal yang mutlak dalam hidup." Padahal, orang yang membuat pernyataan seperti itu sering kali tetap menjalani hidup berdasarkan aturan dan keyakinan yang mereka anggap mutlak.

Membagikan pengharapan Anda di dalam Kristus dapat membantu membawa kejelasan dalam kehidupan orang lain. Hal itu memberikan pemahaman yang mereka butuhkan. Alkitab berkata:
"Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera." 1 Korintus 14:33

Kebenaran Firman Allah membebaskan orang dari pertentangan, kebingungan dan segala sesuatu yang membelenggu kehidupan mereka.
"Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Yohanes 8:32

Renungkan

- Apakah Anda menjalani hidup dengan kesadaran bahwa Anda adalah duta Kristus di mana pun Anda berada? Jika belum, bagaimana kebiasaan tersebut dapat mengubah hidup Anda dan kehidupan orang-orang di sekitar Anda?

- Keyakinan yang membingungkan atau saling bertentangan apa yang dahulu pernah Anda miliki? Bagaimana Firman Allah membawa kejelasan terhadap keyakinan tersebut?

- Siapa yang dapat membantu mengingatkan dan mendorong Anda untuk membagikan iman Anda, sementara Anda juga melakukan hal yang sama untuknya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 109-111; 1 Korintus 5
_____________
Ketika Anda merasa kurang percaya diri untuk membagikan iman Anda, Anda dapat merasa tenang karena mengetahui bahwa pesan tentang Yesus dapat membawa kejelasan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan orang lain.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Christ Brings Clarity to People’s Lives
By Rick Warren

“God is not a God of confusion but of peace.” 1 Corinthians 14:33 (ESV)
------------------
God has called you to represent him everywhere you go. Similar to how countries send out ambassadors, God is sending you out to tell others about his love and forgiveness.

But maybe you lack the confidence needed to share your faith. Maybe you think it requires having a salesperson mentality. But that simply isn’t true! You don’t have to be good at “closing the deal” to invite people into God’s family.

You see, all humans have the same inner longings. So, when you tell others about Jesus, you’re offering them something they’re already looking for. What a confidence booster!

Another confidence booster in sharing your faith is this: Most people don’t really know what they believe. They may label themselves a certain way, but when you scratch beneath the surface, they sometimes don’t even know what that system believes.

Some people claim to think a certain way but end up contradicting themselves. For example, they’ll say, "There are no absolutes in life." But that’s nonsense because that statement contradicts itself. They may as well say, “There are absolutely no absolutes in life.” In fact, people who make that claim live by rules and beliefs based on absolutes all the time.

Sharing your hope in Christ can help bring clarity to people’s lives. It gives them the understanding they need. The Bible says in 1 Corinthians 14:33, “God is not a God of confusion but of peace” (ESV). The truth of God’s Word sets people free from contradiction, confusion, and everything else that binds up their lives.

“You will know the truth, and the truth will set you free” (John 8:32 NIV).

Next time you lack the confidence to share your faith, you can relax, knowing that the message of Jesus will bring much-needed clarity to people’s lives.


Jumat, 21 Agustus 2026

Apa yang Benar-Benar Berarti dalam Hidup

22 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 3:8 "Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya."
----------------
Setiap hari ketika Anda bangun, Anda perlu mengingatkan diri sendiri tentang apa yang benar-benar berarti dan apa yang tidak berarti. Jangan sampai Anda terdistraksi oleh hal-hal yang tidak penting dan sepele.

Mengapa penting untuk mengingatkan diri sendiri tentang apa yang benar-benar penting? Karena sangat mudah kehilangan sukacita hanya karena sesuatu yang kecil. Bahkan, biasanya hal-hal kecil yang menjengkelkan—bukan masalah besar—yang membuat Anda kehilangan kebahagiaan.

Seseorang memotong jalan Anda ketika Anda sedang berbelok, lalu Anda kehilangan kebahagiaan. Pakaian yang Anda kenakan sudah tidak lagi pas, lalu Anda kehilangan kebahagiaan. Hal-hal kecil terkadang justru paling memengaruhi seseorang, padahal sebenarnya hal-hal tersebut tidak terlalu berarti.

Paulus berkata: "Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus." Filipi 3:7

Apa hal yang paling penting dalam hidup Anda sebelum Anda mengenal Yesus Kristus? Apakah karier Anda? Menghasilkan uang? Mungkin mendapatkan pasangan atau menjadi populer. Bagi sebagian orang percaya, hal yang paling penting adalah mengumpulkan harta, mencapai kesuksesan, atau membuktikan kemampuan diri.

Paulus berkata bahwa semua hal tersebut adalah: "..rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya." Filipi 3:8

Berikut pertanyaan yang baik untuk Anda tanyakan ketika Anda mulai terganggu oleh hal-hal yang sebenarnya tidak berarti: "Seberapa pentingkah hal ini dalam 100 tahun lagi?"

Banyak hal bahkan tidak akan penting lagi besok, apalagi untuk kekekalan. Ketika Anda mengajukan pertanyaan ini, perspektif Anda akan berubah. Anda akan memahami bahwa semua hal yang dahulu begitu Anda pedulikan tidak dapat dibandingkan dengan sukacita yang berasal dari hubungan Anda dengan Yesus.

Ketika Anda menjadi orang Kristen, Yesus tidak hanya mengubah cara pandang Anda. Dia juga mengubah nilai-nilai yang Anda pegang. Anda tidak lagi ingin melakukan hal-hal yang dahulu Anda lakukan. Dia mengubah apa yang Anda inginkan.

Renungkan :

- Hal-hal kecil apa yang selama ini Anda khawatirkan dan justru merampas kebahagiaan Anda?

- Apa yang paling penting bagi Anda sebelum Anda percaya kepada Yesus Kristus? Bagaimana perasaan Anda terhadap hal tersebut sekarang?

- Apa saja cara praktis yang dapat Anda lakukan untuk mengarahkan kembali fokus Anda kepada Allah dan mempertahankan perspektif kekekalan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 106-108; 1 Korintus 4
____________
Ketika Allah hadir dalam hidup Anda, Anda belajar menikmati sukacita karena mengenal Yesus. Dan itulah yang benar-benar berarti dalam hidup.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
What Really Counts in Life
By Rick Warren

“Everything else is worthless when compared with the infinite value of knowing Christ Jesus my Lord.” Philippians 3:8 (NLT)
-------------------
Every day when you wake up, you need to remind yourself of what counts and what doesn’t count. Don’t be distracted by things that are insignificant and petty.

Why is it important to remind yourself of what matters? It’s easy to lose your joy over some small thing. In fact, it’s usually the small irritations—not the big issues—that cause you to lose your happiness. Somebody cuts you off when you’re trying to make a turn, and you lose your happiness. The clothes you put on don’t fit anymore, and you lose your happiness. It’s the little things that sometimes affect people the most, and yet they don’t really matter.

Paul said in Philippians 3:7, “I once thought these things were valuable, but now I consider them worthless because of what Christ has done” (NLT).

What was the most important thing in your life before you met Jesus Christ? Was it your career? Making money? Maybe it was getting a date or being popular. For some believers, the most important thing was collecting possessions or getting ahead or proving themselves.

Paul said all those things are “worthless when compared with the infinite value of knowing Christ Jesus my Lord” (Philippians 3:8 NLT).

Here’s a good question to ask when you’re distracted by worthless things: How much will this matter in 100 years? Many things won’t even matter tomorrow, much less for eternity. When you ask this question, it changes your perspective. You understand that all the things you used to care about don’t even compare to the joy that comes from having a relationship with Jesus.

When you become a Christian, Jesus doesn’t just change your perspective. He changes your values. You no longer want to do the things you used to do. He changes your “wants.”

When God comes into your life, you learn the joy of knowing Jesus. And that’s what really counts.


Kamis, 20 Agustus 2026

Murah Hati Tanpa Membandingkan

Lampiran foto: IMG-20260820-WA0012.jpg
Seorang ibu rumah tangga bercerita tentang pengalamannya ketika mendaftarkan anak-anaknya ke sebuah kegiatan ekstrakurikuler di lingkungan sekitarnya. Ibu tersebut rela membayar biaya penuh agar anak-anak keluarga kurang mampu juga bisa ikut serta secara gratis. Suatu hari, salah seorang peserta yang mendapat fasilitas gratis justru mengeluh karena tidak mendapatkan perlengkapan tambahan yang sama dengan peserta berbayar. Ibu tersebut sempat merasa kecewa dan tersinggung oleh keluhan tersebut.

​Namun, saat ia merenungkan kembali niat awalnya, ia menyadari bahwa kebaikannya tidak boleh ternodai oleh rasa ingin dihargai. Ia belajar bahwa kemurahan hati yang sejati adalah memberi tanpa menuntut kepuasan ego atau penghormatan balik dari orang yang dibantu.

​Pengalaman ini mencerminkan pesan Injil Matius 20:1-16a, di mana seorang tuan rumah memberi upah yang sama yaitu satu dinar kepada semua pekerja, baik yang bekerja seharian penuh maupun yang baru bekerja satu jam. Para pekerja yang masuk lebih awal merasa iri dan menuntut lebih, namun sang tuan mengingatkan bahwa ia berhak murah hati sesuai kehendaknya. Tuhan mengajar kita bahwa kasih dan rahmat-Nya adalah anugerah cuma-cuma, bukan transaksi perhitungan manusia.  

​Saudaraku, sering kali kita terjebak dalam perhitungan duniawi saat mengikut Tuhan maupun saat berbuat baik kepada sesama. Kita merasa lebih berhak mendapatkan lebih karena telah berjuang lebih lama atau berkorban lebih banyak. Mari kita bersihkan hati dari rasa iri dan kesombongan, serta belajar bersyukur atas kemurahan hati Allah yang tak terbatas bagi setiap orang.  
​"Iri hatikah engkau, karena aku murah hati?" (Matius 20:15b)  
​Bacaan: Matius 20:1-16a  
​(Gbu!)

Uploaded Image

Kasih Setia Allah Selalu Mengejar Anda

21 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 23:6 "Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku"
---------------
Bahkan di tengah luka, kebiasaan buruk dan berbagai pergumulan dalam hidup, Allah tetap memperhatikan Anda. Kebaikan-Nya mengikuti Anda dalam kehidupan dan kasih setia-Nya selalu mengejar Anda.

Begini cara lain untuk memahaminya: Bayangkan seorang ayah atau ibu yang mengikuti anak kecilnya ke mana pun ia pergi, sambil membereskan apa yang dibuat berantakan oleh anak tersebut. Apa pun yang sedang Anda lalui, Allah datang mendampingi Anda, membantu membereskan kekacauan dalam hidup Anda dan mengingatkan bahwa kasih setia-Nya selalu ada.

Ini berarti, daripada memasuki masa depan dengan tanda tanya, Anda dapat menjalaninya dengan tanda seru! Allah akan menyertai Anda, apa pun yang terjadi. Dia akan menolong Anda: "Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa." Mazmur 23:6

Apa yang dimaksud dengan kebaikan Allah dan kasih setia-Nya? Kebaikan Allah berarti Dia memberikan kepada kita hal-hal baik dalam hidup yang sebenarnya tidak layak kita terima. Kasih setia-Nya—belas kasihan-Nya—berarti Allah menahan hukuman yang sebenarnya layak kita terima.

Ingatlah hal-hal berikut:

- Kebaikan Allah akan menyediakan dan melindungi.

- Kasih setia-Nya akan mengampuni dan memberikan pengampunan.

- Kebaikan Allah akan mencukupi setiap kebutuhan Anda.

- Kasih setia-Nya akan menenangkan.

- Kebaikan Allah akan menolong.

- Kasih setia-Nya akan menyembuhkan.

Anda dapat mengandalkan janji-janji Allah, termasuk janji bahwa Anda akan: "...diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa." Mazmur 23:6

Jadi, setelah Allah menyediakan segala sesuatu yang Anda perlukan untuk mengikuti-Nya dalam kehidupan ini, Dia masih menyediakan kehidupan kekal bagi Anda di tempat sempurna yang telah dipersiapkan-Nya.
Allah akan terus mengejar Anda dengan kasih-Nya sepanjang hidup Anda dan kemudian Anda akan menikmati hadirat-Nya untuk selama-lamanya.
Itulah kabar terbaik!

Renungkan :

- Apa impian besar yang Anda miliki? Bagaimana keyakinan bahwa kebaikan dan kasih Allah sedang mengejar Anda membantu Anda mengerjakan tujuan-tujuan tersebut setiap hari?

- Apa arti bagi Anda memasuki masa depan dengan tanda seru, bukan dengan tanda tanya?

- Bagaimana Anda dapat membagikan kepada orang lain tentang kebaikan Allah yang Anda alami dan bahwa Dia juga menawarkan kebaikan yang sama kepada mereka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 104-105; 1 Korintus 3
____________
Kebaikan Allah berarti Dia memberikan kepada kita hal-hal baik dalam hidup yang sebenarnya tidak layak kita terima. Kasih setia-Nya—belas kasihan-Nya—berarti Allah menahan hukuman yang sebenarnya layak kita terima.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
God’s Unfailing Love Pursues You
By Rick Warren

“Surely your goodness and unfailing love will pursue me all the days of my life.” Psalm 23:6 (NLT)
---------------------
Even in the middle of hurts, habits, and hang-ups, God is watching over you. His goodness follows you in life, and his unfailing love pursues you.

Here’s another way to look at it: Picture a parent following a little kid around, picking up after the child. No matter what you’re going through, God comes right alongside you, helping to pick up your messes and telling you that his unfailing love is always there.

This means that, rather than entering the future with a question mark, you can do it with an exclamation point! God will be with you, no matter what happens. He will help you out: “Surely your goodness and unfailing love will pursue me all the days of my life, and I will live in the house of the Lord forever” (Psalm 23:6 NLT).

What is God’s goodness, and what is his unfailing love? God’s goodness is the fact that he gives us good things in life that we don’t deserve. His unfailing love—his mercy—means that God holds back the condemnation we do deserve.

Remember this:

God’s goodness will provide and protect.
His unfailing love will pardon and forgive.
God’s goodness will supply your every need.
His unfailing love will soothe.
God’s goodness will help.
His unfailing love will heal. 
You can count on God’s promises, including his promise that you “will live in the house of the LORD forever.” So, even after God supplies everything you need to follow him in this life, he still has eternity waiting for you in the perfect place he’s prepared in advance.

God is going to pursue you with his love throughout your life, and then you’re going to enjoy being in his presence forever and ever.

That’s the best news!


Rabu, 19 Agustus 2026

Menghadapi Masa Depan Tanpa Rasa Takut

20 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 23:6 "Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa."
----------------
Suatu hari nanti, kehidupan Anda di dunia akan berakhir, tetapi itu bukan berarti akhir dari dirimu. Anda akan hidup selamanya di salah satu dari dua tempat: surga atau neraka. Tubuhmu akan mati, tetapi Anda tidak akan benar-benar berakhir, karena Anda diciptakan untuk hidup selama-lamanya.

Berapa lama kekekalan akan berlangsung? Selamanya!

Alkitab menjelaskan mengapa orang Kristen seharusnya memiliki keyakinan yang paling kuat terhadap masa depan:
"Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan, ... tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan." 2 Korintus 5:6, 8

Anda tidak akan benar-benar tahu bagaimana menjalani hidup dengan sepenuhnya sampai Anda siap menghadapi kematian. Hanya orang yang tidak bijaksana yang menjalani hidup tanpa mempersiapkan diri menghadapi sesuatu yang kita semua tahu pasti akan terjadi.

Suatu hari nanti Anda akan meninggal. Jika kamu sudah menerima Kristus, maka kamu akan pergi ke surga untuk: "..diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa." Mazmur 23:6

Di surga, Anda akan terbebas dari rasa sakit, kesedihan, penderitaan, depresi, dan ketakutan. Alkitab berkata: "Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." Wahyu 21:4

Bagi orang Kristen, kematian adalah perpindahan menuju kehidupan yang lebih baik, tanpa lagi menghadapi berbagai masalah.

Kebenaran ini seharusnya mengubah banyak hal dalam hidup Anda! Ini bukan berarti kehidupan akan selalu mudah. Ini juga bukan berarti Anda akan selalu bahagia, selalu tahu apa yang harus dilakukan atau tidak pernah berbuat dosa lagi.
Namun, ini berarti Anda dapat menghadapi masa depan tanpa rasa takut. Allah telah menyelesaikan masalah terbesar dalam hidup Anda , yaitu keselamatan Anda . Dia tidak akan pernah meninggalkan Anda dan Anda akan hidup bersama-Nya untuk selama-lamanya!

Renungkan :

- Bagaimana keyakinan Anda terhadap masa depan terlihat dalam kehidupan Anda sehari-hari?

- Ketika seorang pengikut Yesus meninggal, mengapa kita tetap dapat memiliki pengharapan di tengah kesedihan?

- Menurutmu, seperti apa surga itu? Apa yang Alkitab katakan tentang keadaan surga?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 102-103; 1 Korintus 2
__________
Bagi orang Kristen, kematian adalah perpindahan menuju kehidupan yang lebih baik, tanpa lagi menghadapi berbagai masalah.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Face the Future Without Fear
By Rick Warren

“Surely your goodness and unfailing love will pursue me all the days of my life, and I will live in the house of the Lord forever.” Psalm 23:6 (NLT)
-----------------
Someday your life on earth is going to end, but that’s not going to be the end of you. You’re going to live forever in one of two places: heaven or hell. Your body is going to die, but you’re not going to die, because you were made to last forever.

How long is forever going to last? Forever!

The Bible tells us why Christians should be the most confident about the future: “Therefore we are always confident and know that as long as we are at home in the body we are away from the Lord . . . We are confident, I say, and would prefer to be away from the body and at home with the Lord” (2 Corinthians 5:6, 8 NIV).

You will never know how to really live until you’re ready to die. Only a fool would go through life totally unprepared for something that everybody knows is inevitable.

You’re going to die someday. If you’ve accepted Christ, then you’re going to go to heaven, to “live in the house of the LORD forever” (Psalm 23:6 NLT). In heaven, you’ll be released from pain, sorrow, suffering, depression, and fear. The Message paraphrase says it like this:“He’ll wipe every tear from their eyes. Death is gone for good—tears gone, crying gone, pain gone—all the first order of things gone” (Revelation 21:4).

For Christians, death is a transfer, a promotion. It’s on to better things and no more problems.

Those truths should change everything for you! It doesn’t mean life is going to be easy. And it doesn’t mean you will always be happy or always know what you should do or that you will never sin again.

But it does mean you can face the future without fear. God has taken care of your biggest problem, your salvation. He is never going to leave you, and you will live with him forever!


Selasa, 18 Agustus 2026

6 Cara Menunjukkan Kemurahan Hati

19 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Yakobus 3:17 "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan."
-----------------
Kemurahan hati seperti berlian; memiliki banyak sisi. Alkitab menunjukkan tujuh sisi kemurahan hati, dan jika Anda belajar menjadi pribadi yang menunjukkan kemurahan hati, hal itu akan mengubah hubungan Anda.

1. Kemurahan hati berarti bersabar menghadapi kebiasaan unik orang lain.

Alkitab berkata dalam Yakobus 3:17, "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan." Semakin Anda menjadi bijaksana, semakin Anda menjadi sabar dan penuh kemurahan hati.

2. Kemurahan hati berarti menolong siapa pun di sekitar Anda yang sedang terluka.

Anda tidak dapat mengasihi sesama seperti diri sendiri tanpa menunjukkan kemurahan hati. Amsal 3:27 berkata, "Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya."

3. Kemurahan hati berarti memberikan kesempatan kedua kepada orang lain.

Ketika seseorang menyakiti Anda, wajar jika Anda ingin membalas atau menganggap orang itu tidak layak lagi diberi kesempatan. Tetapi Alkitab berkata, "Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu." (Efesus 4:31-32).

4. Kemurahan hati berarti berbuat baik kepada orang yang menyakiti Anda.

Kemurahan hati berarti memberikan kepada orang apa yang mereka butuhkan, bukan apa yang pantas mereka terima. Mengapa Anda harus melakukan itu? Karena itulah yang Allah lakukan kepada Anda: "Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, ....Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." (Lukas 6:35-36).

5. Kemurahan hati berarti bersikap baik kepada orang yang menyinggung Anda.

Anda perlu lebih tertarik untuk memenangkan orang bagi Kristus daripada memenangkan sebuah perdebatan. Ayat dalam Alkitab mengatakannya seperti ini: "Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa" (Yudas 1:23).

6. Kemurahan hati berarti membangun jembatan kasih kepada orang-orang yang tidak populer.

Inilah yang saya sebut kemurahan hati yang disengaja, karena Anda dengan sengaja membangun persahabatan dengan orang-orang yang tidak memiliki teman atau tidak diterima di tempat kerja maupun di masyarakat. Ketika orang-orang Farisi mempertanyakan mengapa Yesus makan bersama para pemungut pajak dan orang-orang lain yang tidak populer, Yesus berkata, "Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa" (Matius 9:13).

Renungkan :

- Di bagian masyarakat mana Anda melihat orang-orang lebih tertarik untuk memenangkan perdebatan daripada memenangkan orang bagi Kristus? Apakah ada saat dalam hidup Anda sendiri ketika Anda melakukan hal tersebut?

- Jika kemurahan hati berarti mengutamakan hubungan daripada aturan, apa yang perlu Anda ubah dalam cara Anda berinteraksi dengan rekan kerja atau tetangga? Bagaimana dengan anggota keluarga Anda?

- Minggu ini, bagaimana Anda dapat dengan sengaja menunjukkan kemurahan hati kepada orang-orang di sekitar Anda yang sedang terluka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 99-101; 1 Korintus 1:18-31
___________
Berkemurahanlah sebagaimana Anda telah menerima banyak kemurahan hati dari Tuhan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
6 Ways to Be Merciful
By Rick Warren

“The wisdom from above is first of all pure. It is also peace loving, gentle at all times, and willing to yield to others. It is full of mercy.” James 3:17 (NLT)
-----------------
Mercy is like a diamond; it is multifaceted. The Bible reveals seven facets of mercy, and if you will learn how to be an agent of mercy, it will transform your relationships.

1. Mercy means being patient with people’s quirks.

The Bible says in James 3:17, “The wisdom from above is first of all pure. It is also peace loving, gentle at all times, and willing to yield to others. It is full of mercy” (NLT). The wiser you become, the more patient and merciful you become.

2. Mercy means helping anyone around you who is hurting.

You cannot love your neighbor as yourself without being merciful. Proverbs 3:27 says, “Whenever you possibly can, do good to those who need it” (GNT).

3. Mercy means giving people a second chance.

When somebody hurts you, it’s natural to want to get even or write that person off. But the Bible says, “Stop being bitter and angry and mad at others . . . Instead, be kind and merciful, and forgive others, just as God forgave you because of Christ” (Ephesians 4:31-32 CEV).

4. Mercy means doing good to those who hurt you.

Mercy is giving people what they need, not what they deserve. Why should you do that? Because that’s what God does with you: “Love your enemies, do good to them, and lend to them without expecting to get anything back . . . Be merciful, just as your Father is merciful” (Luke 6:35-36 NIV).

5. Mercy means being kind to those who offend you.

You need to be more interested in winning people to Christ than in winning an argument. The Living Bible paraphrase says it like this: “As for others, help them to find the Lord by being kind to them. . . . Hate every trace of their sin while being merciful to them as sinners” (Jude 1:23).

6. Mercy means building bridges of love to the unpopular.

This is what I call premeditated mercy, because you intentionally build friendships with people who don’t have friends or aren’t accepted at work or in society. When the Pharisees questioned why Jesus ate with tax collectors and other unpopular people, Jesus said, “‘I want you to show mercy, not offer sacrifices.’ For I have come to call not those who think they are righteous, but those who know they are sinners” (Matthew 9:13 NLT).


Senin, 17 Agustus 2026

Dilindungi dari Depan dan Belakang

18 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 145:20 "TUHAN menjaga semua orang yang mengasihi-Nya."
--------------
Ketika Anda menaruh kepercayaan kepada Yesus, Anda tidak perlu takut akan masa depan. Kebaikan dan kemurahan-Nya menyertai Anda setiap hari.

Sesungguhnya, Alkitab berkata, "Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku" (Mazmur 23:6).

Anda memiliki Gembala yang Baik dan Dia berada di depan Anda dengan gada dan tongkat-Nya. Di belakang Anda ada beberapa anjing gembala. Dalam hidup Anda, anjing-anjing gembala itu adalah kebaikan dan kemurahan, yang menjaga kawanan domba dan menggigit tumit Anda untuk menjaga Anda agar tidak menyimpang ke dalam jurang. Kedua anjing gembala itu membantu menjaga Anda tetap berada di jalan yang benar saat Anda mengikuti Gembala yang Baik.

Kebaikan Allah menjaga Anda. Tahukah Anda bahwa tidak pernah ada satu detik pun dalam hidup Anda ketika Allah tidak memperhatikan Anda? Allah selalu memperhatikan Anda, karena Dia menciptakan Anda untuk mengasihi Anda. Dia mengetahui setiap detail kehidupan Anda.

Mazmur 145:20 berkata, "TUHAN menjaga semua orang yang mengasihi-Nya."

Dia tidak hanya memperhatikan Anda, tetapi Dia juga melindungi Anda. Alkitab berkata, "sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu" (Mazmur 91:11).

Perlindungan Allah tidak berarti bahwa hanya hal-hal baik yang akan terjadi kepada Anda. Penderitaan dan kekecewaan tetap akan datang dalam hidup Anda. Tetapi Allah akan memastikan bahwa kebaikan akan keluar dari segala sesuatu yang terjadi kepada Anda—entah Anda mampu melihat dalam kehidupan ini bagaimana Dia telah bekerja atau tidak.

Kemurahan dan kasih karunia Allah bekerja dalam diri Anda. Firman dalam Alkitab mengatakan, "sebab dalam murka-Ku Aku telah menghajar engkau, namun Aku telah berkenan untuk mengasihani engkau." (Yesaya 60:10).

Kasih karunia adalah ketika Allah memberikan kepada Anda sesuatu yang tidak layak Anda terima. Kemurahan adalah ketika Allah tidak memberikan kepada Anda apa yang sebenarnya layak Anda terima. Untuk semua cara Anda telah berdosa, gagal dan melakukan kesalahan, Anda layak menerima hukuman, tetapi Allah mengampuni dan menghapus kesalahan Anda melalui Kristus. Itulah kemurahan.

Memang merupakan sifat Allah untuk berbelas kasihan. Dia senang menunjukkan kemurahan-Nya! Dia tidak bosan melakukannya. Dia tidak lelah melakukannya. Dia tidak merasa frustrasi karena Anda terus datang kembali untuk meminta lebih banyak. Allah tidak berkata, "Baiklah, pada hari Senin, Rabu dan Jumat, Aku akan memberikan kebaikan dan pada hari Selasa dan Kamis, Aku akan memberikan kemurahan, lalu pada hari Sabtu dan Minggu, kamu harus mengurus dirimu sendiri." Itu sama sekali tidak benar!

Kebenarannya adalah, Allah menyertai Anda setiap saat, setiap hari, selalu menawarkan kebaikan dan kemurahan-Nya.

Renungkan :

- Bacalah Mazmur 103:2-13. Pikirkan tentang semua cara Allah menunjukkan kemurahan-Nya.

- Bagaimana pandangan yang benar tentang kemurahan Allah memengaruhi rasa cukup Anda dalam hidup?

- Jika Anda benar-benar percaya bahwa Allah selalu bekerja untuk kebaikan Anda, apa yang akan Anda berani lakukan bagi-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 96-98; 1 Korintus 1:1-17
____________
Tidak seorang pun tahu apa yang akan terjadi minggu depan, apalagi tahun depan atau dalam 10 tahun ke depan. Tetapi ketika Anda menghadapi masa depan, Anda dapat mengetahui hal ini: Allah akan memenuhi hidup Anda sampai berkelimpahan dan kebaikan serta kemurahan-Nya akan menyertai Anda. Tidak ada alasan untuk takut.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Protected in Front and Behind
By Rick Warren

“The Lord watches over all who love him.” Psalm 145:20 (NIV)
-------------
When you put your trust in Jesus, you never need to fear the future. His goodness and mercy are with you every day.

In fact, the Bible says, “Surely goodness and mercy shall follow me all the days of my life” (Psalm 23:6 ESV).

You have a Good Shepherd, and he is out in front of you with his rod and staff. Behind you are a couple of sheepdogs. In your life, those sheepdogs are goodness and mercy, guarding the flock and nipping at your heels to keep you from wandering off into a ravine. Those two sheepdogs help keep you on track as you follow the Good Shepherd

God’s goodness is watching over you. Did you know that a second has never passed in your life when God was not watching you? God is always paying attention to you, because he created you to love you. He knows every detail of your life.

Psalm 145:20 says, “The Lord watches over all who love him” (NIV).

Not only does he watch over you, but he also protects you. The Bible says, “God will command his angels to protect you wherever you go” (Psalm 91:11 CEV).

God’s protection doesn’t mean that only good things will happen to you. Suffering and disappointment will still come your way. But God will ensure that good will come out of everything that happens to you—whether or not you’re able to see in this lifetime how he has been working.

God’s mercy and grace is working in you. The Living Bible paraphrase says, “I will have mercy on you through my grace” (Isaiah 60:10).

Grace is when God gives you what you don’t deserve. Mercy is when God doesn’t give you what you do deserve. For all the ways you’ve sinned, failed, and made mistakes, you deserve punishment, yet God pardons and forgives you through Christ. That’s mercy.

It is God’s nature to be merciful. He loves to show his mercy! He doesn’t get bored with it. He doesn’t get tired of it. He doesn’t get frustrated that you keep coming back for more. God doesn’t say, “Okay, on Monday, Wednesday, Friday, I’ll give goodness, and on Tuesday and Thursday, I’ll give mercy, and on Saturday and Sunday, you’re on your own.” That’s simply not true!

The truth is, God is with you every moment of every day, always offering his goodness and mercy.

Nobody knows what’s going to happen next week, much less next year or in the next 10 years. But when you face the future, you can know this: God will fill your life to overflowing, and his goodness and mercy will be with you. There is no need to fear.


Minggu, 16 Agustus 2026

Tidak Ada Orang Lain yang Bisa Menjadi Dirimu

17 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Amsal 14:30 "Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang"
-----------------
Untuk menjalani kehidupan yang berkelimpahan dan dipenuhi kebaikan Allah, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mulai bersyukur dan berhenti mengeluh. Hal kedua yang perlu Anda lakukan adalah mulai merasa cukup dan berhenti membandingkan diri.

Allah menciptakan Anda untuk menjadi diri Anda sendiri. Dia tidak ingin Anda menjadi orang lain! Ketika Anda membandingkan diri dengan orang lain, Anda menjadi iri dan kesal, bahkan mungkin mulai meniru mereka.

Namun Allah tidak pernah membuat manusia yang sama persis. Allah hanya menciptakan pribadi-pribadi yang unik. Bahkan anak kembar identik pun berbeda dalam ribuan hal. Jika Anda tidak menjadi diri Anda sendiri, lalu siapa yang akan menjadi diri Anda?

Kenyataannya, membandingkan diri hanya akan membawa masalah. Ketika Anda membandingkan penampilan, nilai, pasangan, karier, atau anak-anak Anda dengan orang lain, hal itu menimbulkan dua masalah.

Pertama, Anda dipenuhi rasa kecewa, karena Anda selalu dapat menemukan seseorang yang melakukan sesuatu lebih baik daripada Anda—seseorang yang lebih menarik, menghasilkan lebih banyak uang, atau memiliki lebih banyak bakat. Kedua, Anda dipenuhi kesombongan. Mengapa? Karena Anda selalu dapat menemukan seseorang yang tidak melakukan sesuatu sebaik Anda.

Alkitab berkata, "Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin." (Pengkhotbah 4:6).

Karena media sosial, sekarang jauh lebih mudah untuk membandingkan diri dengan orang lain. Ketika setiap hari Anda melihat unggahan yang seolah-olah berkata, “Lihat saya! Lihat apa yang bisa saya lakukan! Lihat apa yang saya punya!”, hal itu dapat membuat Anda terjebak dalam rasa iri dan tidak puas. Bahkan hal itu dapat membuat Anda mencoba mengesankan orang lain melalui unggahan Anda sendiri. Tetapi kenyataannya, Anda tidak perlu mengesankan siapa pun. Salah satu kunci untuk menjalani hidup yang penuh sukacita adalah menjadi diri sendiri dan merasa puas dengan diri Anda sebagaimana Allah telah menciptakan Anda.

Apakah Anda lelah merasa kewalahan? Apakah Anda ingin menjadi sehat secara rohani dan emosional? Alkitab berkata, "Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang" (Amsal 14:30).

Berhentilah membandingkan diri Anda dengan orang lain, dan mulailah merasa cukup dengan apa yang Allah telah berikan kepada Anda—lalu lihatlah sukacita Anda melimpah!

Renungkan :

- Apa yang Anda nikmati dari hidup Anda saat ini?

- Ketika Anda melihat seolah-olah Allah memberkati orang lain dengan cara yang tidak Anda alami, bagaimana perasaan Anda? Pada saat-saat seperti itu, apa yang dapat Anda ingatkan kepada diri sendiri tentang kebaikan Allah?

- Jika Anda tahu bahwa sesuatu seperti media sosial akan membuat Anda merasa tidak puas, apa yang akan Anda lakukan untuk mengurangi pengaruhnya terhadap diri Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 93-95; Roma 16
______________
Rasa cukup muncul ketika Anda menikmati apa yang Anda miliki, bukan menunggu sesuatu yang lain untuk membuat Anda bahagia.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
No One Else Can Be You
By Rick Warren

“It's healthy to be content, but envy can eat you up.” Proverbs 14:30 (CEV)
-----------------
To live an abundant life that overflows with God’s goodness, the first thing you need to do is start being grateful and stop complaining. The second thing you need to do is start being content and stop comparing.

God made you to be you. He doesn't want you to be anybody else! When you compare yourself to other people, you get envious and resentful, and you might even start to copy them.

But God has never made a clone. God only makes originals. Even identical twins are different in thousands of ways. If you won’t be you, then who will be?

The truth is that comparing only gets you into trouble. When you compare your looks, your grades, your spouse, your career, or your kids, it causes two problems.

One, you get full of discouragement, because you can always find someone who's doing a better job than you—someone who is better looking, makes more money, or has more talent. And two, you get full of pride. Why? Because you can always find someone who’s not doing as good a job as you.

The Bible says, “It is better to be content with what little you have. Otherwise, you will always be struggling for more, and that is like chasing the wind” (Ecclesiastes 4:6 NCV).

Because of social media, it's easier than ever to compare yourself to others. When you see posts every day that shout, “Look at me! Look what I can do! Look what I’ve got!” it can draw you into a state of envy and discontentment. It can even cause you to try to impress others with your own posts. But the thing is, you don’t have to impress anyone. A key to living a life overflowing with joy is to just be yourself, content with who God made you to be.

Are you tired of feeling overwhelmed? Do you want to be spiritually and emotionally healthy? The Bible says, "It's healthy to be content, but envy can eat you up” (Proverbs 14:30 CEV).

Contentment comes when you enjoy what you have rather than waiting for something else to make you happy. Stop comparing yourself to other people, and start being content with what God has given you—and then watch your joy overflow!


Sabtu, 15 Agustus 2026

Kebiasaan yang Mengubah Otak Anda

16 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 2:14 "Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan"
-----------------
Jika Anda ingin berpindah dari kehidupan yang penuh kewalahan menuju kehidupan yang berkelimpahan, ada dua hal yang perlu mulai Anda lakukan dan tiga hal yang perlu berhenti Anda lakukan.

Hari ini kita akan melihat pasangan yang pertama: Mulailah bersyukur dan berhentilah mengeluh.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa rasa syukur menghasilkan zat-zat kimia di dalam otak—dopamin, serotonin dan oksitosin—yang membuat Anda merasa damai dan bahagia.

Sikap bersyukur adalah sesuatu yang dapat Anda mulai segera setelah bangun tidur. Sebelum Anda bangun dari tempat tidur, buatlah daftar hal-hal yang Anda syukuri. Misalnya, daftar Anda mungkin berbunyi, "Tuhan, saya bersyukur untuk udara; saya bersyukur untuk tempat tidur ini; saya bersyukur karena saya tidak sedang dalam bahaya." Bahkan jika Anda tidak dapat memikirkan apa pun untuk disyukuri, tindakan sederhana untuk mencoba bersyukur akan mengubah kimia otak Anda.

Alkitab mengatakan, "Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan" (Filipi 2:14).

Ketika Anda mengeluhkan sesuatu, bagaimana hal itu membantu Anda? Jika Anda mengeluhkan cuaca, apakah cuacanya berubah? Jika Anda mengeluhkan penampilan Anda, apakah penampilan Anda berubah? Jika Anda mengeluhkan pasangan, anak-anak, atau pekerjaan Anda, apakah semua itu berubah?

Mengeluh adalah pemborosan waktu. Itu seperti terus memikirkan masalah tanpa melakukan apa-apa. Tidak ada gunanya. Mengeluh tidak akan pernah membuat Anda merasa lebih baik. Sebaliknya, Allah ingin hidup Anda "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur." (Kolose 2:7).

Kadang-kadang orang berkata kepada saya, "Anda tahu, Pendeta Rick, saya hanya ingin mengetahui kehendak Allah. Apa yang Allah ingin saya lakukan dalam hubungan saya? Apa yang Dia ingin saya lakukan dalam karier saya? Apa yang Dia ingin saya lakukan di sekolah?"

"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." (1 Tesalonika 5:18). Mengapa Allah akan mengajarkan Anda langkah kedua jika Anda belum melakukan langkah pertama? Jika Anda ingin mengetahui kehendak Allah tentang siapa yang harus Anda nikahi, Allah ingin Anda melakukan langkah pertama—selalu bersyukur—lalu Anda dapat melanjutkan ke langkah kedua, kemudian langkah ketiga, dan seterusnya.

Renungkan :

- Apa satu hal dari hari ini yang tidak ingin Anda ubah? Tambahkanlah itu ke dalam daftar ucapan syukur Anda.

- Ketika Anda tergoda untuk mengeluh minggu ini, pikirkan satu hal spesifik tentang bagaimana Allah telah menunjukkan kebaikan-Nya kepada Anda. Menurut Anda, perbedaan apa yang akan dihasilkannya?

- Siapa dalam hidup Anda yang Anda syukuri? Apa satu cara yang dapat Anda lakukan untuk menunjukkan perasaan Anda kepada mereka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 91-92; Roma 15:14-33
____________
Jika Anda ingin menjalani kehidupan yang berkelimpahan daripada kehidupan yang penuh kewalahan, berhentilah mengeluh dan mulailah bersyukur.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
The Habit That Changes Your Brain
By Rick Warren

“In everything you do, stay away from complaining and arguing.” Philippians 2:14 (TLB)
-----------------
If you want to move from an overwhelmed life to an overflowing life, there are two things you need to start doing and three things you need to stop doing. 

Today we’ll look at the first pair: Start being grateful and stop complaining.

Studies have shown that gratitude produces chemicals in your brain—dopamine, serotonin, and oxytocin—that make you feel peaceful and happy.

An attitude of gratitude is something you can start the moment you wake up. Before you get out of bed, make a list of things you're grateful for. For example, your list might say, “God, I'm grateful for air; I'm grateful for this bed; I'm grateful I’m not in danger.” Even if you can't think of anything to be grateful for, the simple act of trying to be grateful will change your brain chemistry.

The Living Bible paraphrase says, “In everything you do, stay away from complaining and arguing” (Philippians 2:14).

When you complain about something, how does that help you? If you complain about the weather, does it change the weather? If you complain about the way you look, does it change the way you look? If you complain about your spouse, your children, or your job, does it change any of those things?

Complaining is a total waste of time. It's stewing without doing. It's worthless. Complaining will never make you feel better. Instead, God wants your life to “overflow with joy and thanksgiving for all he has done” (Colossians 2:7 TLB).

Sometimes people will say to me, “You know, Pastor Rick, I just want to know God's will. What does God want me to do in my relationship? What does he want me to do in my career? What does he want me to do in school?”

“Whatever happens, give thanks, because it is God's will in Christ Jesus that you do this” (1 Thessalonians 5:18 GW). Why would God teach you step two when you haven't done step one? If you want to know God's will on who to marry, God wants you to do step one—always be thankful—and then you can move on to step two, then step three, and so on.

If you want to live an overflowing life rather than an overwhelmed life, stop complaining, and start being grateful.

Jumat, 14 Agustus 2026

Allah Ingin Memberi Anda Hidup yang Berkelimpahan

15 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Yohanes 15:5 *"Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tetap tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia akan berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa"*
------------------
Saat Anda mulai meragukan kebaikan Allah dan menentukan sendiri apa yang akan membuat Anda bahagia, berbagai masalah mulai muncul dalam hidup Anda. Akhirnya Anda bekerja terlalu keras, terlalu cemas dan terlalu terbebani—dan secara umum merasa kewalahan!

Tetapi Allah menjanjikan kepada Anda kehidupan yang berkelimpahan, bukan kehidupan yang penuh kewalahan.

Yesus berkata, "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." (Yohanes 10:10).

Bagaimana Anda dapat mengalami kehidupan yang berlimpah dan penuh kelimpahan? Ada satu kebiasaan yang, jika Anda melakukannya setiap hari, akan memenuhi Anda dengan persediaan kebaikan Allah yang tidak pernah habis: Tetaplah terhubung dengan Yesus.

Dalam Yohanes 15:5, Yesus membandingkan hubungan yang terus terhubung dengan-Nya dengan pokok anggur: "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tetap tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia akan berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa"

Apa yang terjadi ketika setangkai buah anggur dipotong dari pokok anggurnya? Ia akan mati. Hal yang sama juga berlaku bagi Anda.

Allah adalah sumber energi dan kekuatan Anda yang sejati. Jika Anda mencoba menjalani hidup dengan kekuatan Anda sendiri, Anda akan merasa kewalahan. Tetapi jika Anda terhubung dengan-Nya, Anda akan memiliki semua kekuatan yang Anda perlukan. Atau, seperti yang dikatakan Alkitab, "Sukacitamu menjadi penuh" (Yohanes 15:11).

Salah satu cara untuk tetap terhubung dengan Yesus adalah melalui waktu teduh setiap hari. Dalam waktu teduh, Anda menyediakan waktu untuk menyendiri bersama Allah dan mengenal-Nya melalui membaca Firman-Nya dan berbicara kepada-Nya dalam doa.

Markus 1:35 berkata, "Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana."

Bahkan Yesus mengetahui kebutuhan pribadi-Nya untuk tetap terhubung dengan Allah—dan Dia adalah Anak Allah! Terlebih lagi, betapa Anda membutuhkan kekuatan yang berasal dari waktu bersama Tuhan setiap hari?

Ada hari-hari ketika Anda mungkin tidak merasa ingin melakukan waktu teduh—tetapi tetaplah melakukannya. Jika Anda menunggu sampai Anda merasa ingin melakukan waktu teduh, Iblis akan memastikan Anda tidak pernah merasa ingin melakukannya.

Apakah Anda merasa membutuhkan lebih banyak waktu, tenaga, pengetahuan atau kesempatan? Saya ingin menantang Anda untuk membangun kebiasaan menyediakan waktu setiap hari bersama Yesus.

Renungkan :

- Situasi apa dalam hidup Anda yang membuat Anda kewalahan dan ingin Anda gantikan dengan kebaikan Allah yang berlimpah?

- Semakin banyak waktu yang Anda habiskan bersama orang-orang yang Anda kasihi, semakin kuat hubungan Anda dengan mereka. Apa persamaannya dengan meluangkan waktu bersama Allah?

- Apa yang mengalihkan perhatian Anda sehingga sulit meluangkan waktu bersama Allah? Batasan apa yang dapat Anda buat minggu ini untuk membantu Anda tetap berfokus kepada Allah selama waktu teduh bersama-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 89-90; Roma 15:1-13
_________
Ketika Anda tetap terhubung dengan-Nya, Anda akan mendapati hidup Anda dipenuhi dengan kebaikan dan kuasa Allah—dan Anda akan menyadari bahwa sebenarnya hanya itulah yang Anda perlukan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
God Wants to Give You an Overflowing Life
By Rick Warren

“I am the vine; you are the branches. If you remain in me and I in you, you will bear much fruit; apart from me you can do nothing.” John 15:5 (NIV)
--------------------
The moment you start doubting the goodness of God and deciding for yourself what will make you happy, all kinds of problems begin in your life. You wind up overworked, overanxious, and overloaded—and just generally overwhelmed!

But God promises you an overflowing life, not an overwhelmed life. 

Jesus said, “I have come in order that you might have life—life in all its fullness” (John 10:10 GNT).

How do you experience an abundant, overflowing life? There is one habit that, if you do it every day, will fill you with an endless supply of God's goodness: Stay connected to Jesus.

In John 15:5, Jesus compared staying connected to him with a grapevine: “I am the vine; you are the branches. If you remain in me and I in you, you will bear much fruit; apart from me you can do nothing” (John 15:5 NIV).

What happens when a cluster of grapes is cut off from the vine? It dies. The same is true with you.

God is your true source of energy and power. If you try to go through life on your own power, you're going to be overwhelmed. But if you're connected to him, you'll have all the power you need. Or, as the Bible says, “Your joy will overflow!” (John 15:11 NLT).

One way to stay connected to Jesus is through a daily quiet time. In a quiet time, you set aside time to be alone with God and get to know him through reading his Word and talking to him in prayer.

Mark 1:35 says, “Very early in the morning, while it was still dark, Jesus got up, left the house and went off to a solitary place, where he prayed” (NIV).

Even Jesus knew his personal need for connection with God—and he was the Son of God! How much more do you need the strength that comes from daily time with the Lord?

Some days you may not feel like having a quiet time—but do it anyway. If you wait to have a quiet time until you feel like it, Satan will make sure you never feel like it.

Do you find yourself needing more time, energy, knowledge, or opportunity? I want to challenge you to develop the habit of spending daily time with Jesus. When you stay connected to him, you’ll find your life overflowing with God’s goodness and power—and you’ll realize that’s all you really need.

Kamis, 13 Agustus 2026

Allah Adalah Sumber Kehidupan Anda

14 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 23:5-6 "Pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku."
----------------
Apakah hidup Anda berkelimpahan? Jika Anda seperti kebanyakan orang, mungkin hidup Anda memang berkelimpahan—tetapi bukan dengan kebaikan. Begitu banyak orang memenuhi kalender mereka dengan terlalu banyak kegiatan, menghabiskan terlalu banyak uang, menggunakan kredit secara berlebihan, membebani emosi mereka, bekerja terlalu keras, memenuhi hari-hari mereka dengan terlalu banyak hal, dan terlalu menghargai persetujuan orang lain. Akibatnya, mereka menjadi terlalu stres, terlalu cemas, dan terlalu kewalahan—dan mereka sudah muak dengan semuanya! Mereka jauh dari mengalami kebaikan Allah.

Mengapa kita membiarkan diri kita terbebani secara berlebihan? Sering kali rasa takut ketinggalan sesuatu memotivasi kita untuk melakukan lebih banyak hal. Namun kenyataannya, Anda tidak kehilangan apa pun ketika Anda beristirahat dalam kebaikan dan pemeliharaan Allah.

Allah ingin mengubah keadaan Anda dari kewalahan menjadi berkelimpahan. Dia ingin memenuhi semua kebutuhan Anda—dan Dia sanggup! Pertama, Anda perlu mengenali dua pendekatan yang pada dasarnya berbeda terhadap kehidupan, yang dapat menjauhkan Anda dari kelimpahan Allah atau membawa Anda ke dalam kelimpahan Allah: pola pikir kekurangan dan pola pikir kelimpahan.

Dengan pola pikir kekurangan, Anda terus-menerus berpikir, "Saya tidak punya cukup waktu. Saya tidak punya cukup uang. Saya tidak punya cukup tenaga, koneksi, kesempatan, pengetahuan atau pendidikan." Ada perasaan bahwa Anda selalu terlambat dan selalu kekurangan. Pola pikir kekurangan berfokus pada sumber daya Anda yang terbatas dan hasilnya adalah kehidupan yang penuh kewalahan.

Pola pikir kelimpahan berfokus pada sumber daya Allah yang tidak terbatas, dan hasilnya adalah kehidupan yang berkelimpahan.

Pernahkah Anda khawatir bahwa orang yang bernapas di sebelah Anda sedang mengambil udara Anda? Tentu saja tidak. Anda tahu bahwa Allah menciptakan udara yang lebih dari cukup sehingga setiap orang dapat memiliki semua yang mereka butuhkan.

Alkitab menggunakan kata-kata seperti kelimpahan, berlimpah, berlimpah-limpah, dan berlimpah ruah untuk menggambarkan apa yang Allah tawarkan kepada Anda. Allah memiliki lebih dari cukup untuk memenuhi semua kebutuhan Anda dan kebutuhan orang lain pada saat yang sama.

Alkitab menyampaikan perkataan Yesus demikian: "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan" (Yohanes 10:10).

Allah ingin memenuhi Anda dengan persediaan kebaikan, sukacita, berkat, pengharapan dan damai sejahtera-Nya yang tidak pernah habis, sehingga Anda dapat berkata "Pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku." (Mazmur 23:5-6).

Renungkan :

- Pandangan atau emosi apa yang mencerminkan pola pikir kekurangan?

- Bagaimana pola pikir kelimpahan menghasilkan damai sejahtera dalam hidup Anda?

- Mengapa kita begitu sering mengkhawatirkan apa yang dimiliki orang lain daripada berfokus pada pemeliharaan Allah yang berlimpah dalam hidup kita sendiri?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 87-88; Roma 14
___________
Anda tidak perlu khawatir akan kekurangan apa pun, karena Allah adalah sumber kehidupan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
God Is the Source of Your Life
By Rick Warren

“My cup overflows. Surely your goodness and love will follow me all the days of my life.”* Psalm 23:5-6 (NIV)
----------------
Is your life overflowing? If you’re like most people, it may be overflowing—but not with goodness. So many people have overbooked their calendars, overspent their money, overdrawn their credit, overloaded their emotions, overworked their bodies, overcrowded their days, and overvalued the approval of others. As a result, they wind up overstressed, overanxious, and overwhelmed—and they’re over it! They are far from experiencing the goodness of God.

Why do we do let ourselves get overextended? Often the fear of missing out motivates us to do more. But the truth is you’re not missing out on anything when you rest in the goodness and provision of God.

God wants to move you from being overwhelmed to overflowing. He wants to meet all your needs—and he can! First, you need to recognize two fundamentally different approaches to life that either keep you from God’s abundance or bring you into God’s abundance: a shortage mindset and a surplus mindset.

With a shortage mindset, you constantly think, “I don’t have enough time. I don’t have enough money. I don’t have enough energy or contacts or opportunities or knowledge or education.” It’s the sense that you’re always a day late and a dollar short. A shortage mindset focuses on your limited resources, and the result is an overwhelmed life.

A surplus mindset focuses on God’s limitless resources, and the result is an overflowing life.

Have you ever worried that the person breathing next to you is stealing your air? Of course not. You know that God created more than enough air for everybody to have all they need.

The Bible includes words like abundance, plentiful, abounding, and bountiful to describe what God has to offer you. God has more than enough to meet all your needs and everybody else’s needs at the same time.

The Message paraphrase tells us what Jesus said: “I came so they can have real and eternal life, more and better life than they ever dreamed of” (John 10:10).

You don’t have to worry about running short of anything, because God is the source of your life. He wants to fill you with an endless supply of his goodness, joy, blessing, hope, and peace, so you’re able to say, “My cup overflows. Surely your goodness and love will follow me all the days of my life” (Psalm 23:5-6 NIV).

Rabu, 12 Agustus 2026

Ketika Rasanya Allah Sedang Menahan Anda

13 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Kejadian 32:26 "Aku tidak akan membiarkan engkau, jika engkau memberkati aku."
----------------
Ketika Allah memberkati Yakub, Dia berjanji untuk memberikan kepadanya tanah, memperbanyak keturunannya, menjadikannya suatu bangsa yang besar dan memakainya untuk memberkati dunia. Dia menjadikan Yakub dan keluarganya sebagai umat pilihan Allah.

Namun, sama seperti yang Dia lakukan kepada Anda saat ini, Allah memberikan sebuah janji kepada Yakub dan kemudian menguji imannya terhadap janji tersebut.

Dalam Kejadian 32, Yakub bergulat dengan Allah sepanjang malam dalam suatu pergumulan yang menguji kesabaran, iman dan kepercayaannya. Kemudian Allah menyentuh pangkal paha Yakub dan mencederainya, sehingga Yakub berada dalam keadaan yang sangat tidak menguntungkan. Yakub terluka dan kelelahan, tetapi saat fajar ia berkata,"Aku tidak akan membiarkan engkau, jika engkau memberkati aku." (Kejadian 32:26).

Bukankah menarik mengatakan hal seperti itu kepada seseorang yang sedang bergulat dengan Anda? Pada suatu titik selama pergumulan sepanjang malam itu, Yakub menyadari bahwa lawannya bukanlah orang biasa. Ia sedang bergulat dengan Allah. Karena itu, Yakub menolak untuk melepaskan-Nya, karena ia tahu bahwa Allah sanggup memberkatinya.

Mungkin Anda merasa sedang bergumul dengan Allah saat ini dan pergumulan itu berlangsung terlalu lama. Mungkin Anda tidak ingin melakukan hal-hal yang Allah perintahkan kepada Anda, seperti bermurah hati, menaati aturan-Nya mengenai hubungan seksual atau berbuat baik kepada musuh-musuh Anda.

Allah yang sedang Anda pergumulkan adalah Allah yang memberikan impian bagi hidup Anda. Dialah yang akan mewujudkannya! Allah tidak sedang berusaha menggagalkan impian Anda—Dia sedang mempersiapkan Anda untuk mewujudkannya.

Pergumulan Anda juga akan membawa Anda pada titik komitmen. Tepat pada saat Anda merasa sudah waktunya untuk menyerah, Anda perlu berpaling kepada Allah dan berkata, "Aku akan tetap berada dalam pergumulan ini selama yang diperlukan sampai Engkau menyelesaikan pekerjaan-Mu yang baik dalam diriku dan memberkati aku."

Respons seperti itu terhadap ujian dari Allah menunjukkan bahwa Anda siap menerima urapan-Nya dalam hidup Anda.

Renungkan :

- Hal-hal apa dalam hidup Anda yang menurut Anda ingin Allah berkati? Hal-hal apa yang menghalangi Anda untuk menerima berkat-Nya?


- Bagaimana Allah menolong Anda ketika Anda berkomitmen pada pekerjaan-Nya dalam hidup Anda, bahkan ketika hal itu terasa menyakitkan?


- Apakah Anda menginginkan urapan Allah dalam hidup Anda? Mengapa atau mengapa tidak?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 84-86; Roma 13
_________
Pergumulan Anda akan membangun daya tahan Anda, memperdalam kesabaran Anda dan meningkatkan ketangguhan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
When It Feels Like God Is Holding You Back
By Rick Warren

“I will not let you go unless you bless me.” Genesis 32:26 (NIV)
-----------------
When God blessed Jacob, he promised to give him land, multiply his family, make him a mighty nation, and use him to bless the world. He made Jacob and his family God’s chosen people.

But just like he does with you today, God gave Jacob a promise and then tested his faith in that promise.

In Genesis 32, Jacob wrestled with God all night long in a struggle that tested his patience, faith, and trust. Then God touched Jacob’s hip and injured it, putting him at a serious disadvantage. Jacob was hurt and exhausted, and yet at dawn he said, “I will not let you go unless you bless me” (Genesis 32:26 NIV).

Isn't that an interesting thing to say to somebody you're wrestling with? At some point during that all-night struggle, Jacob became aware that this was no ordinary opponent. He was wrestling with God. And so, Jacob refused to let go, knowing that God could bless him.

Maybe you feel like you’re wrestling with God right now, and the struggle is lasting way too long. Maybe you don’t want to do the things God has told you to do, like be generous or obey his rules for sex or be kind to your enemies.

The very God you’re wrestling with is the one who gives you your dream for your life. He's the one who will make it happen! God’s not trying to thwart your dream—he’s getting you ready for it. Your struggle will build your stamina, deepen your patience, and increase your resilience.

Your wrestling match will also bring you to the point of commitment. At the very moment when you think it’s time to give up, you need to turn to God and say, “I’m in this struggle as long as it takes for you to do your good work in me and bless me.”

That kind of response to God’s test shows you’re ready for his anointing on your life.


Selasa, 11 Agustus 2026

Apa Arti Diurapi

12 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
1 Tesalonika 5:24 "Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya"
------------------
Allah tidak pernah meminta Anda melakukan sesuatu tanpa menyediakan apa yang Anda perlukan untuk melakukannya. Urapan adalah tanda bahwa Dia sedang memperlengkapi dan memberi Anda kuasa untuk menggenapi tugas yang telah Dia berikan.

Apakah Anda ingin kuasa kebangkitan Allah bekerja melalui hidup Anda? Jika ya, Anda perlu memahami apa artinya memiliki urapan-Nya. Untuk memahami urapan Allah, ada beberapa hal yang perlu Anda ingat.

1. Ketika Allah memerintahkan Anda melakukannya, Anda dapat mengandalkan urapan-Nya.

Tugas terakhir Yesus kepada murid-murid-Nya tampak mustahil. Tidak mungkin mereka dapat membawa Injil sampai ke ujung bumi—kecuali melalui kuasa-Nya. Allah sering kali memberikan tugas yang secara manusia tampak mustahil, tetapi Dia sendiri akan membuatnya menjadi mungkin. "Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya" (1 Tesalonika 5:24).

2. Urapan Allah membuat tugas yang sulit menjadi lebih ringan.

Sumber daya, tenaga, pengetahuan, hikmat dan talenta Anda semuanya terbatas—tetapi Allah tidak terbatas. Dengan urapan Allah, Anda dapat menghadapi segala sesuatu dengan lebih baik, bertahan lebih lama dan melangkah lebih jauh.
"Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu." (Efesus 3:16).

3. Urapan Allah membuat yang mustahil menjadi mungkin.

Dalam pekerjaan, pernikahan, kesehatan, maupun hubungan Anda, akan ada masalah-masalah yang tampaknya tidak dapat diatasi. Allah adalah Bapa yang sanggup melakukan segala sesuatu. Tidak ada masalah yang melampaui kemampuan-Nya untuk menolong. "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah." (Lukas 18:27).

4. Allah mengurapi hidup Anda untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Yesus datang untuk menghibur mereka yang menderita, yang patah hati dan yang diperbudak oleh kebiasaan-kebiasaan yang buruk. Dan Dia juga mengurapi Anda untuk menghibur orang lain.
"Tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia." (Kisah Para Rasul 10:38)

5. Untuk setiap tantangan yang baru, Anda memerlukan kuasa yang baru dari Allah.

Urapan oleh Roh Kudus tidak dapat disimpan untuk nanti. Anda tidak dapat menghadapi persoalan hari ini dengan urapan yang Anda terima kemarin.

Yakobus 4:2 berkata, "Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa."
Mintalah kembali urapan Allah!

Renungkan :

- Jika Anda percaya bahwa Allah ingin memberkati hidup Anda, apakah yang akan Anda minta kepada-Nya?

- Apakah Anda berusaha menyelesaikan tugas-tugas Anda dengan kekuatan sendiri atau dengan kuasa Allah? Apa perbedaannya?

- Dalam hal apa saja Anda melihat bahwa Allah telah mengurapi, atau memperlengkapi, Anda untuk menggenapi tugas yang telah Dia berikan kepada Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 81-83; Roma 12
___________
Tetaplah hidup dekat dengan Allah supaya Dia terus-menerus memenuhi Anda dengan kasih karunia, kasih dan kuasa-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
What It Means to Be Anointed
By Rick Warren

“The one who calls you is faithful, and he will do it.” 1 Thessalonians 5:24 (NIV)
----------------
God never tells you to do something without providing what you need to do it. Anointing is a sign that he is equipping and empowering you to fulfill an assignment he’s given you.

Do you want God’s resurrection power to work through your life? Then you need to understand what it means to have his anointing. To understand God’s anointing, you need to keep a few things in mind.

1. When God says to do it, you can count on his anointing. Jesus’ last assignment to his disciples was impossible. There was no way they could take the gospel to the ends of the earth—except through his power. God will often give you an assignment that looks physically impossible, but he will make it possible.

“The one who calls you is faithful, and he will do it” (1 Thessalonians 5:24 NIV).

2. God’s anointing makes difficult tasks easier. Your resources, energy, knowledge, wisdom, and talent are all limited—but God is not. With God’s anointing, you can handle things better, last longer, and go farther.

“I pray that from his glorious, unlimited resources [God] will empower you with inner strength through his Spirit” (Ephesians 3:16 NLT).

3. God’s anointing makes the impossible possible. In your business, marriage, health, and relationships, you’re going to come up against seemingly insurmountable problems. God is a competent Father. No problem is beyond his ability to provide.

“What is impossible with man is possible with God” (Luke 18:27 NIV).

4. God anoints your life to bless others. Jesus came to comfort the afflicted, broken-hearted, and those who are enslaved to bad habits. And he anoints you to comfort others as well.

Acts 10:38 is paraphrased in The Message this way: “Jesus arrived from Nazareth, anointed by God with the Holy Spirit, ready for action. He went through the country helping people and healing everyone who was beaten down by the Devil. He was able to do all this because God was with him.”

5. For every new challenge, you need renewed power from God. Anointing by the Holy Spirit can’t be stored up. You can’t handle today’s problems with yesterday’s anointing.

Stay in touch with God so that he can constantly fill you with his grace, love, and power. James 4:2 says, “You do not have because you do not ask God” (NIV). Ask for God’s anointing again!


Senin, 10 Agustus 2026

6 Cara Keluar dari Dukacita yang Membuat Anda Terpuruk

11 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:

Mazmur 34:18 "TUHAN dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya."
----------------
Setiap orang akan mengalami kehilangan. Dan Anda tidak begitu saja "melupakan" sebuah kehilangan. Jika Anda takut mengungkapkan emosi dan menolak melewati prosesnya, di situlah Anda akan terjebak.
Anda dapat keluar dari keadaan itu dengan membiarkan Allah menolong Anda. Berikut enam cara Dia melakukannya:

1. Allah mendekatkan Anda kepada diri-Nya.

Mazmur 34:18 berkata, "TUHAN dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya."
Ketika Anda berdukacita, Allah mungkin terasa sangat jauh. Namun apa yang Anda rasakan dan apa yang sesungguhnya terjadi tidak selalu sama. Faktanya, Allah tidak pernah sedekat itu dengan Anda selain ketika Anda sedang berdukacita.

2. Allah turut berdukacita bersama Anda.

Alkitab berkata bahwa Yesus adalah "seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan." (Yesaya 53:3).
Ketika Anda datang kepada Yesus dengan dukacita Anda, Dia berbelaskasihan dan memahami penderitaan Anda. Dia bukan Pribadi yang jauh ataupun tidak peduli.

3. Allah memberikan keluarga gereja untuk mendukung Anda.

Kita dirancang untuk berdukacita dan dipulihkan bersama dalam komunitas melalui keluarga gereja. Bersama-sama kita menjadi lebih kuat!
"Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. ... Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis." (Roma 12:10, 15).

4. Allah memakai dukacita untuk menolong Anda bertumbuh.

Dia melakukannya melalui tiga cara.
Pertama, Allah memakai penderitaan untuk menarik perhatian Anda. Alkitab berkata, "Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan." (Yakobus 1:2-3).
Kedua, Dia mendatangkan kebaikan dari hal-hal yang buruk (Roma 8:28) dan
Ketiga, Dia mempersiapkan Anda untuk kekekalan (2 Korintus 4:17-18).

5. Allah memberikan kepada Anda pengharapan akan surga.

Jika Anda percaya kepada Yesus Kristus dan mempercayakan keselamatan Anda kepada-Nya, maka Anda akan menghabiskan kekekalan bersama Allah di surga—dan pengharapan itu akan menopang Anda melewati masa kehilangan. Alkitab berkata, "Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan." (1 Tesalonika 4:13).

6. Allah memakai penderitaan Anda untuk menolong orang lain.

Inilah yang disebut penderitaan yang membawa penebusan (redemptive pain) dan inilah penggunaan yang tertinggi dan terbaik dari penderitaan Anda. "yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami sendiri terima dari Allah" (2 Korintus 1:4).

Renungkan :

- Menurut Anda, mengapa Allah mengizinkan Anda mengalami dukacita dan kehilangan?

- Jika Anda belum memiliki keluarga gereja atau kelompok kecil, langkah apa yang dapat Anda ambil hari ini agar Anda memiliki dukungan yang Anda perlukan ketika mengalami kehilangan?

- Apakah penderitaan terdalam yang pernah Anda alami? Bagaimana Anda dapat memakai penderitaan itu untuk menolong orang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 79-80; Roma 11
___________
Jangan kehilangan iman Anda dalam lautan dukacita. Pengharapan akan kasih Tuhan tidak akan pernah mengecewakan!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
6 Ways to Get Unstuck in Grief
By Rick Warren

“The LORD is close to the brokenhearted, and he saves those whose spirits have been crushed.” Psalm 34:18 (NCV)
--------------
Everyone will experience loss. And you don’t just “get over” a loss. If you’re scared to express emotion and refuse to go through it, that’s where you get stuck.

You get unstuck by letting God help you. Here are six ways he does that:

1. God draws you close to himself.

Psalm 34:18 says, “The LORD is close to the brokenhearted, and he saves those whose spirits have been crushed” (NCV). When you grieve, God may seem a million miles away. But what you feel and what is real are not always the same thing. In fact, God has never been any closer to you than when you are grieving.

2. God grieves with you.

The Bible says Jesus was “a man of sorrows, acquainted with deepest grief” (Isaiah 53:3 NLT). When you come to Jesus with your grief, he is sympathetic and understands your pain. He’s not aloof or apathetic.

3. God gives you a church family for support.

We’re meant to grieve and heal in community through our church family. We’re better together!

“Be devoted to one another in love . . . Rejoice with those who rejoice; mourn with those who mourn” (Romans 12:10, 15 NIV).

4. God uses grief to help you grow.

He does this in three ways. First, God uses pain to get your attention. The Bible says, “My friends, consider yourselves fortunate when all kinds of trials come your way, for you know that when your faith succeeds in facing such trials, the result is the ability to endure” (James 1:2-3 GNT).

Second, he brings good out of bad (Romans 8:28), and third, he prepares you for eternity (2 Corinthians 4:17-18).

5. God gives you the hope of heaven.

If you believe in and trust Jesus Christ for salvation, then you will spend eternity in heaven with God—and that hope will sustain you through your time of loss. The Bible says, “We don’t want you to be ignorant about those who have died. We don’t want you to grieve like other people who have no hope” (1 Thessalonians 4:13 GW).

6. God uses your pain to help others.

This is called redemptive pain, and it is the highest and best use of your pain. “[God] comforts us in all our troubles so that we can comfort others. When they are troubled, we will be able to give them the same comfort God has given us” (2 Corinthians 1:4 NLT).