Minggu, 03 Mei 2026

Th.2030 puncak krisis

https://vt.tiktok.com/ZS9xWJ5yx/

BONGKAR KEHEBATAN AMERIKA! Fakta Mengejutkan Dibalik Jatuhnya Khamenei! ...

https://youtube.com/watch?v=ToATMpS0UnU&si=eQjD7Mz0YOeo3oPS

Pilih Apa yang Akan Anda Ingat

04 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 1:5 "Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini."
-------------
Paulus menulis kitab Filipi kepada jemaat yang ia dirikan di Filipi. Di sana, seorang perempuan bernama Lidia membuka rumahnya dan, bersama orang lain, menyambut Paulus di kota itu. Jemaat Filipi bahkan membantu mendanai perjalanan misi Paulus. Dalam Filipi 1:5, Paulus berkata, "Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini."

Namun, kenyataannya Paulus tidak mengalami masa yang mudah di Filipi. Bahkan, itu merupakan salah satu jemaat yang paling sulit untuk ia rintis. Ketika Paulus datang ke kota itu untuk memulai sebuah jemaat, ia dipukuli, dicambuk, dipermalukan, ditangkap secara tidak adil dan dipenjarakan. Ia bahkan selamat dari gempa bumi yang besar! Setelah itu, para pemimpin kota meminta dia untuk meninggalkan kota tersebut.

Namun demikian, Paulus berkata kepada orang-orang percaya, "Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu" (Filipi 1:3).

Apa yang dilakukan Paulus di sini? Ia memilih ingatan secara selektif. Filipi bukanlah tempat yang menyenangkan bagi Paulus. Ia mengalami banyak penganiayaan dan penderitaan selama berada di sana. Namun ia memilih untuk tidak berfokus pada kenangan yang menyakitkan. Sebaliknya, ia mengungkapkan rasa syukur atas hal-hal baik yang dilakukan bagi dirinya dan melalui dirinya.

Apakah Anda masih memegang kenangan yang menyakitkan tentang orang-orang yang masih ada dalam hidup Anda? Mungkin Anda belum pernah benar-benar melepaskan kesalahan yang mereka lakukan bertahun-tahun yang lalu. Anda tidak dapat menikmati hubungan tersebut saat ini karena Anda masih berpegang pada masa lalu.

Anda perlu memahami bahwa ingatan adalah sebuah pilihan. Pernah diceritakan tentang Clara Barton, pendiri Palang Merah Amerika. Seorang temannya mengingatkan dia tentang suatu perbuatan sangat kejam yang dilakukan seseorang kepadanya bertahun-tahun sebelumnya. Temannya bertanya, "Apakah Anda tidak mengingatnya?" Jawabannya yang terkenal adalah, "Tidak, saya dengan jelas mengingat bahwa saya telah melupakannya."

Ingatan Anda adalah sebuah pilihan. Jika Anda ingin terus memegang kenangan yang menyakitkan, silakan saja. Namun Anda tidak akan merasa bahagia. Paulus memiliki banyak alasan untuk berfokus pada kenangan menyakitkan tentang Filipi. Namun ia memilih untuk bersyukur atas orang-orang dalam hidupnya dan pekerjaan Allah di dalam dan melalui mereka.

Ketika Anda melakukan hal yang sama, Allah akan memberkati hubungan Anda jauh melampaui harapan Anda.

Renungkan:

- Mengapa terkadang lebih mudah mempertahankan kenangan yang menyakitkan daripada menggantinya dengan kenangan yang baik?

- Bagaimana berfokus pada kenangan yang baik mengubah harapan Anda terhadap masa depan?

- Bagaimana Anda akan mengungkapkan rasa syukur hari ini atas orang-orang yang Allah tempatkan dalam hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 14-15; Lukas 22:21-46
_____________
Semakin lama Anda mengenal seseorang, semakin besar kemungkinan Anda menganggapnya biasa saja, mencari kesalahannya dan mengingat hal-hal buruk daripada hal-hal baik.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Choose What You Remember - Daily Hope with Rick Warren - May 04, 2026

“I thank God for the help you gave me.” Philippians 1:5 (Ncp)
--------------------
Paul wrote the book of Philippians to the church he planted in Philippi. There, a woman named Lydia opened up her home and, along with others, welcomed Paul to the city. The Philippian church even helped fund Paul’s missionary journeys. In Philippians 1:5, Paul says, “I thank God for the help you gave me” (NCV).

The thing is, Paul didn’t have a good time in Philippi. In fact, it was one of his toughest churches to get started. When Paul went to this city to start a church, he was beaten, whipped, humiliated, falsely arrested, and thrown into prison. He even survived a major earthquake! Then he was asked by the city leaders to leave town.

Yet Paul told the believers, “Every time I think of you, I give thanks to my God” (Philippians 1:3 NLT).

What is Paul doing here? He is choosing selective memory. Philippi was not a happy place for Paul. He endured a lot of persecution and suffering during his time there. But he chooses not to dwell on painful memories. Instead, he expresses his gratitude for the good things done for him and through him.

The longer you know someone, the more likely you are to take that person for granted, to look for faults, and to remember the bad things instead of the good things.

Are you still clinging to painful memories of people who are still in your life? Maybe you’ve never let them off the hook for mistakes they made years ago. You can’t enjoy those relationships today because you’re still holding on to the past.

You need to understand that memories are a choice. I’ve mentioned a story before about Clara Barton, who founded the American Red Cross. A friend reminded her of a particularly cruel thing somebody had done to her years before. The friend asked, “Don’t you remember?” Her famous reply was, “No, I distinctly remember forgetting it.”

Your memories are a choice. If you want to hold on to your painful memories, go right ahead. But you’re not going to be happy. Paul had a lot of reasons to focus on painful memories of Philippi. But he chose instead to be grateful for the people in his life and Gods’ work in and through them.

When you do the same, God will bless your relationships far beyond your expectations.


Sabtu, 02 Mei 2026

Jangan Biarkan Dendam Menyandera Anda

03 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
1 Korintus 13:4-5 "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain."
--------------
Salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan bagi keluarga dan teman Anda adalah menunjukkan belas kasihan kepada mereka. Belas kasihan adalah kasih yang diwujudkan dalam tindakan. Jadi, ketika Anda mengabaikan hal-hal yang mengganggu dan memilih untuk bersikap baik kepada orang-orang terdekat Anda—bahkan ketika mereka tidak layak menerimanya—Anda sedang menunjukkan belas kasihan.

Apakah Anda menyimpan catatan dalam pikiran setiap kali seseorang dalam keluarga Anda melakukan kesalahan?

Apakah Anda cepat mengingatkan seorang teman tentang bagaimana ia telah menyakiti Anda? Alkitab mengatakan bahwa kasih yang sejati tidak menyimpan luka dan kesalahan untuk digunakan nanti sebagai balas dendam. Ketika Anda mempertahankan luka seperti itu, Anda tidak sedang menunjukkan kasih.

Alkitab menyatakah : "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain." (1 Korintus 13:4-5).

Perhatikan bahwa "kasar" dan "tidak menyimpan kesalahan" terdapat dalam ayat yang sama. Itulah alasan orang menjadi kasar: mereka bereaksi dari luka lama dan melampiaskannya kepada orang lain. Ketika mereka bereaksi terhadap luka masa lalu, mereka tidak dapat merespons dengan benar pada keadaan saat ini.

Imamat 19:18 berkata, "Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN."

Apakah dendam masa lalu sedang menyandera Anda hari ini? Jangan menyimpan dendam terhadap orang-orang yang Anda kasihi. Dan jangan pula menceritakan dendam Anda kepada orang lain, karena itu adalah gosip. Sebaliknya, lepaskanlah semuanya itu.

Terkadang, justru paling sulit untuk menunjukkan belas kasihan kepada orang-orang yang paling dekat dengan Anda. Namun ketika Anda dapat melepaskannya dan menunjukkan belas kasihan, Anda menjadi semakin serupa dengan Yesus.

Renungkan:

- Dendam apa yang selama ini Anda simpan? Mengapa? Bagaimana Anda dapat dengan sengaja mulai melepaskannya?

- Ada banyak langkah yang dapat Anda ambil untuk memperoleh pemulihan dari luka masa lalu—termasuk mencari konseling rohani, bimbingan, berdoa melalui firman Tuhan, dan menaati Roh Kudus. Langkah apa yang dapat Anda ambil hari ini, sekecil apa pun, menuju pemulihan?

- Mengapa menurut Anda terkadang lebih sulit menunjukkan belas kasihan kepada keluarga dibandingkan kepada orang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 12-13; Lukas 22:1-20
__________
Cara penting lainnya untuk menunjukkan belas kasihan adalah dengan melepaskan luka dari masa lalu.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Don’t Let Grudges Hold You Hostage - Daily Hope with Rick Warren - May 03, 2026

“Love is . . . never haughty or selfish or rude. Love does not demand its own way. It is not irritable or touchy. It does not hold grudges.” 1 Corinthians 13:4-5 (TLB)
-----------------
One of the best things you can do for your family and friends is to show them mercy. Mercy is love in action. So when you overlook irritations and choose to be kind to those closest to you—even when they don’t deserve it—you’re being merciful.

Another important way you can show mercy is to let go of past hurts.

Do you keep a mental record every time someone in your family does something wrong?

Are you quick to remind a friend of how they’ve hurt you? The Bible says that real love doesn’t store up hurts and offenses to be used later for revenge. When you hold on to a hurt like that, you are not being loving.

Scripture says in the Living Bible translation, “Love is . . . never haughty or selfish or rude. Love does not demand its own way. It is not irritable or touchy. It does not hold grudges” (1 Corinthians 13:4-5 TLB).

Notice how “rude” and “does not hold grudges” are in the same verse. That’s the reason people are rude: They’re reacting out of an old hurt and taking it out on others. And when they react to a past hurt, they can’t relate to the present.

Leviticus 19:18 says, “Do not take revenge on others or continue to hate them, but love your neighbors as you love yourself” (GNT).

Are past grudges holding you hostage today? Don’t hold grudges over your loved one’s heads. And don’t tell other people about your grudges, either. That’s gossip! Instead, just let them go.

Sometimes it’s hardest to show mercy to the people who are closest to you. But when you can let it go and be merciful, you become more like Jesus.


RUU DISAHKAN DPR DI UJUNG TANDUK, PURBAYA SALSA PRABOWO MURKA,RAKYAT BER...

https://youtube.com/watch?v=bSxfwo3eqCc&si=2VvDtouqnYpiCIS1

Iran VS AS Di Ujung Tanduk Mojtaba Bersikukuh Nuklir Iran Kuasai Hormuz...

https://youtube.com/watch?v=qRnf26oeVFU&si=lttkH8xREfJToucw

Apa Saja Manfaat Lidah Buaya? Sehat Luar Dalam!

https://www.halodoc.com/artikel/apa-saja-manfaat-lidah-buaya-sehat-luar-dalam

Jumat, 01 Mei 2026

Apa Arti Berjalan Bersama Allah

02 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Kejadian 6:9 "Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah."
----------------
Hanya ada satu cara untuk memiliki keberanian seperti yang dimiliki Nuh untuk terus melangkah setelah menerima impian besar dari Allah: Ia harus tetap dekat dengan Allah.

Ibrani 11:7 berkata, "Karena iman, maka Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya."

Nuh mendengar Allah berbicara. Apakah Anda pernah bertanya-tanya mengapa Anda tidak mendengar Allah berbicara? Anda dapat mendengar Allah ketika Anda mendekat kepada-Nya. Anda tidak dapat mendengar Allah ketika Anda jauh dari-Nya. Anda harus mendekat kepada Allah.

Itu berarti Anda meluangkan waktu bersama Allah setiap hari—membaca dan mempelajari Alkitab, berbicara kepada-Nya dalam doa, berdiam diri dan mendengarkan Dia.

Alkitab mengatakan bahwa Nuh "hidup hidup bergaul dengan Allah" (Kejadian 6:9). Ketika Anda berjalan bersama seseorang, itu berarti Anda berada dekat dengannya.

Berjalan bersama seseorang juga mengandung beberapa hal lain.
Pertama, itu menunjukkan keterikatan. Artinya, Anda tidak malu untuk bersama dengan-Nya. Anda tidak ragu untuk memberitahu orang lain bahwa Anda mengikuti Yesus.

Kedua, Alkitab mengatakan dalam Amos 3:3 bahwa dua orang tidak dapat berjalan bersama jika mereka tidak sejalan. Ketika Anda berjalan bersama Allah, Anda setuju untuk pergi ke mana Ia ingin Anda pergi dan melakukan apa yang Ia kehendaki. Anda taat kepada kehendak-Nya.

Ketiga, berjalan bersama Allah berarti Anda hidup selaras dengan-Nya. Jika Anda berjalan bersama Allah, Anda akan berbeda dengan dunia. Anda akan melakukan hal-hal secara berbeda dari orang lain karena jalan Allah sering kali bertentangan dengan arus budaya.

Nuh berjalan bersama Allah dan ia tidak takut terhadap penolakan, penilaian negatif, kritik, bahkan terhadap air bah yang melanda seluruh dunia. Ia tahu bahwa ketika Anda berjalan bersama Allah, Anda berada dekat dengan-Nya dan tidak ada yang perlu ditakutkan.

Renungkan:

- Apa yang perlu Anda kurangi atau keluarkan dari jadwal Anda agar Anda memiliki lebih banyak waktu untuk mengenal Allah?

- Dalam hal apa orang lain dapat melihat bahwa Anda berbeda dari dunia karena Anda mengikuti Yesus?

- Apa yang sebaiknya Anda lakukan ketika rasa takut mulai muncul dalam pikiran Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 10-11; Lukas 21:20-38
___________
Berjalan bersama Allah berarti memiliki keterikatan, kesepakatan dan keselarasan dengan firman serta kehendak-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
What It Means to Walk with God - Daily Hope with Rick Warren - May 02, 2026

“Noah was a righteous man, the only blameless person living on earth at the time, and he walked in close fellowship with God.” Genesis 6:9 (NLT)
-------------------
There’s only one way to get the kind of courage it took for Noah to keep going after receiving such a big dream from God: He had to stay close to God.

Hebrews 11:7 says, “Faith led Noah to listen when God warned him about the things that he could not see” (GW).

Noah heard God speak. Do you ever wonder why you don’t hear God speak? You hear God by getting near to God. You can't hear God when you're far away. You’ve got to get near to God.

That means you spend time with God every day—reading and studying the Bible, talking to him in prayer, being quiet, and just listening to God.

The Bible says that Noah “walked faithfully with God” (Genesis 6:9 NIV). Another translation of this verse says that Noah “walked in close fellowship with God” (NLT). When you walk with someone, that means you are near to them.

Walking with someone implies several other things. First, it implies affiliation. In other words, you're not ashamed to be with them. You're not worried about telling people you follow Jesus.

Second, the Bible tells us in Amos 3:3 that two people cannot walk together unless they agree. When you walk with God, you agree to go where he wants to go and do what he wants you to do. You are obedient to his will.

Third, walking with God means you are in alignment. If you're walking with God, you'll be out of step with the world. You’ll do things differently than other people because God’s way is countercultural.

Walking with God is affiliation, agreement, and alignment with his Word and his will. Noah walked with God, and he wasn't afraid of disapproval or rejection or criticism or even a worldwide flood. He knew that when you’re walking with God, you're near to God, and there is nothing to fear.