Sabtu, 23 Mei 2026

eps:21🔥 HKBP SEDANG SAKIT?⚠️ PEMUDA INI AKHIRNYA BUKA SUARA! 😳

https://youtube.com/watch?v=dgkYlMvA0TA&si=2XjICFc7avmim_Xj

Investasi Terbaik yang Pernah Anda Buat

24 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 4:17 "Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu"
--------------------
Setiap kali Anda bermurah hati, Anda sedang berinvestasi untuk rumah kekal Anda.

Yesus menyebut prinsip ini sebagai "mengumpulkan harta di surga." Ia bahkan menggunakan ungkapan ini enam kali dalam Alkitab! Ketika Yesus mengatakan sesuatu sampai enam kali, Anda sebaiknya memperhatikannya. Jika tidak, Anda akan kehilangan berkat yang ingin Ia tunjukkan.

Dalam Matius 6:19-20, Yesus berkata, "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya."

Kebanyakan orang hidup kurang dari 100 tahun di dunia ini. Dan ketika Anda meninggalkan dunia, Anda meninggalkan semua harta duniawi. Tetapi Anda akan menikmati harta surgawi Anda untuk selama-lamanya.

Lalu bagaimana Anda mengumpulkan harta di surga? Bagaimana Anda “mengirimkannya” lebih dahulu ke sana? Salah satu cara terbaik adalah dengan berinvestasi dalam hidup orang lain. Dan saya tidak sedang berbicara tentang memperoleh keselamatan, karena keselamatan sudah dijamin oleh Yesus.

Allah ingin Anda berinvestasi dalam hidup orang lain karena investasi itu memiliki dampak dan upah kekal. Hanya ada dua hal yang akan bertahan selamanya: firman Allah dan manusia. Manusia akan menghabiskan kekekalan di surga atau di neraka, dan investasi Anda dalam hidup seseorang dapat membuat perbedaan yang besar.

Filipi 4:17 berkata "Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu"

Paulus menulis kepada jemaat Filipi untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan mereka. Tetapi ia mengatakan bahwa yang paling berarti baginya—yang paling memberinya sukacita—adalah mengetahui bahwa pengorbanan dan kemurahan hati mereka menghasilkan harta di surga bagi mereka. Mereka berinvestasi dalam pelayanan Paulus, tetapi mereka juga berinvestasi dalam rumah kekal mereka sendiri.

Anda akan menerima upah untuk setiap hal yang Anda berikan. Apakah Anda memberikan waktu Anda? Anda akan menerima upah di surga. Apakah Anda memberikan tenaga Anda? Anda akan menerima upah di surga. Apakah Anda memberikan uang Anda? Anda akan menerima upah di surga.

Renungkan:

- Dalam hal apa saja Anda menggunakan waktu, tenaga, dan uang Anda untuk berinvestasi dalam hidup orang lain?

- Apakah paling sulit bagi Anda untuk bermurah hati dengan waktu, tenaga, atau uang Anda? Mintalah kepada Allah iman untuk bermurah hati dalam area tersebut agar Anda dapat mengalami berkat-Nya.

- Bagaimana Anda dapat membangun gaya hidup yang berfokus pada mengumpulkan harta di surga daripada di bumi?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 19-21; Yohanes 8:1-27
___________
Ada banyak kesempatan di sekitar Anda untuk bermurah hati dan berinvestasi bagi rumah kekal Anda. Jangan sampai melewatkannya!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
The Best Investment You’ll Ever Make - Daily Hope with Rick Warren - May 24, 2026

“Though I appreciate your gifts, what makes me happiest is the well-earned reward you will have because of your kindness.” Philippians 4:17 (TLB)
-------------------
Every time you’re generous, you invest in your eternal home.

Jesus called this principle “storing up treasure in heaven.” He actually used this phrase six times in the Bible! When Jesus says something six times, you better pay attention. If you don’t, you’re going to miss seeing the blessing.

In Matthew 6:19-20, Jesus said, “Don’t store up treasures here on earth, where moths eat them and rust destroys them, and where thieves break in and steal. Store your treasures in heaven, where moths and rust cannot destroy, and thieves do not break in and steal” (NLT).

Most people get less than 100 years on this planet. And when you leave, you leave all earthly treasure behind. But you will get to enjoy your heavenly treasure for eternity.

So how do you store up treasure in heaven? How do you send it on ahead? One of the best ways to do that is by investing in people. And I’m not talking about earning your salvation, because that’s already been secured by Jesus.

God wants you to invest in people because those investments have eternal effects and rewards. There are only two things that will last forever: the Word of God and people. People will spend eternity in either heaven or hell, and your investment in someone could make all the difference.

Philippians 4:17 says in The Living Bible paraphrase, “Though I appreciate your gifts, what makes me happiest is the well-earned reward you will have because of your kindness.”

Paul wrote to the Philippians to express his appreciation for their support. But he said what meant the most—what brought him the most joy—was knowing that their sacrifice and generosity gave them treasure in heaven. They invested in him, but they also invested in their eternal home.

You will be rewarded for everything you’ve given away. Are you giving away your time? You’re going to be rewarded in heaven. Are you giving away your energy? You’re going to be rewarded in heaven. Are you giving away your money? You’re going to be rewarded in heaven.

There are opportunities all around you to be generous and invest in your eternal home. Don’t miss them!


Jumat, 22 Mei 2026

Jangan Khawatir. Berdoalah!

23 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 8:32 "Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?"
----------------------
Setiap kali saya membutuhkan sesuatu ketika masih kecil, saya akan berbicara kepada ayah saya. Terkadang apa yang saya butuhkan cukup mahal, tetapi tidak pernah sekali pun saya khawatir dari mana ayah saya akan mendapatkan uang untuk itu. Itu bukan tugas saya! Tugas ayah saya adalah memikirkan dari mana uang itu akan datang. Tugas saya sebagai anak hanyalah meminta.

Demikian juga, bukan tugas Anda untuk memikirkan bagaimana Allah akan menyediakan kebutuhan Anda. Tugas Anda adalah meminta.

Ketika Anda khawatir daripada meminta, Anda bertindak seperti seorang ateis, seperti seseorang yang percaya bahwa ia tidak memiliki Bapa di surga. Kekhawatiran adalah ateisme praktis. Itu berarti menjalani hidup seolah-olah Allah tidak ada atau tidak dapat dipercaya.

Alkitab dengan jelasnya mengatakan bahwa Allah ingin Anda datang kepada-Nya dalam doa mengenai segala sesuatu. Yakobus 4:2 berkata,"Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa."

Seperti yang dikatakan Filipi 4:6, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. "

Apakah Anda memperhatikannya? Allah ingin Anda datang kepada-Nya dalam setiap keadaan. Anda dapat berbicara kepada-Nya tentang segala hal—tidak peduli seberapa besar atau kecil hal itu menurut Anda.

Roma 8:32 berkata, "Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?"

Allah sudah menyelesaikan masalah terbesar Anda—yaitu dosa Anda—dan dibandingkan dengan itu, semua masalah lainnya jauh lebih kecil.

Jika Allah begitu mengasihi Anda sampai mengutus Yesus untuk mati bagi dosa-dosa Anda, tidakkah Anda percaya bahwa Ia juga cukup mengasihi Anda untuk menolong masalah keuangan Anda? Tidakkah Anda percaya bahwa Ia cukup mengasihi Anda untuk menolong kesehatan Anda? Hubungan Anda? Keputusan karier Anda? Tenggat waktu Anda?

Allah peduli pada setiap bagian kehidupan Anda. Bahkan, Ia sudah mengetahui apa yang Anda butuhkan. Tetapi Ia tetap ingin Anda memintanya kepada-Nya.

Apakah Anda siap mengurangi stres dalam hidup Anda? Allah sedang menunggu Anda datang kepada-Nya dengan segala kebutuhan Anda. Pilihlah untuk tidak mengkhawatirkan apa pun—dan berdoalah tentang segala sesuatu.

Renungkan:

- Jika Allah sudah mengetahui semua kebutuhan Anda, mengapa menurut Anda Ia tetap ingin Anda meminta kepada-Nya?

- Apa yang menghalangi Anda untuk meminta kepada Allah mengenai kebutuhan-kebutuhan Anda?

- Pikirkan satu waktu ketika Allah dengan jelas menjawab doa Anda. Bagaimana jawaban doa tersebut mendorong Anda untuk terus berdoa mengenai kebutuhan lain dalam hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 16-18; Yohanes 7:28-53
___________
Kurangilah kekhawatiran dan lebih banyaklah meminta. Daripada khawatir, berdoalah tentang segala sesuatu.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Don’t Worry about It. Pray! - Daily Hope with Rick Warren - May 23, 2026

“Since he did not spare even his own Son but gave him up for us all, won’t he also give us everything else?” Romans 8:32 (NLT)
-----------------
Anytime I needed something when I was a kid, I’d talk to my dad. Sometimes what I needed was expensive, but not once did I worry about where my father was going to get the money for it. That wasn’t my job! It was my dad’s job to figure out where the money would come from. It was my job as a kid to simply ask.

In the same way, it’s not your job to figure out how God’s going to provide. It’s your job to ask.

When you worry instead of asking, you’re acting like an atheist, like someone who believes they don’t have a heavenly Father. Worry is practical atheism. It’s living your life like God doesn’t exist or can’t be trusted.

The Bible is clear: God wants you to come to him in prayer about everything. James 4:2 says, “You do not have because you do not ask God” (NIV).

Worry less and ask more. Instead of worrying, pray about everything.

As Philippians 4:6 says, “Never worry about anything. But in every situation let God know what you need in prayers and requests” (GW). 

Did you catch that? God wants you to come to him in every situation. You can talk to him about everything—no matter how big or small it seems to you.

Romans 8:32 says, “Since he did not spare even his own Son but gave him up for us all, won’t he also give us everything else?” (NLT).

God has solved your biggest problem—your sin—and everything else is small by comparison.

If God loved you enough to send Jesus to die for your sins, don’t you think he loves you enough to help you with your finances? Don’t you think he loves you enough to help you with your health? With your relationships? With career decisions? With your deadline?

God is interested in every single area of your life. In fact, he already knows what you need. But he still wants you to ask him for it.

Are you ready to reduce the stress in your life? God is waiting for you to come to him with your needs. Choose to worry about nothing—and pray about everything.


Kamis, 21 Mei 2026

Harus merampingkan yang tidak perlu

https://youtube.com/shorts/NhZv_aTU4iM?si=mj43ROWdchZeaZG1

Empat Alasan Mengapa Kekhawatiran Itu Tidak Berguna

22 Mei 2026

Bacaan Hari ini:

Filipi 4:6 "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga"
-----------------
Pekerjaan bukanlah yang membuat Anda terjaga di malam hari. Kekhawatiranlah yang melakukannya.

Dalam Alkitab, Allah memberikan petunjuk yang jelas tentang peran kekhawatiran dalam hidup Anda. Filipi 4:6 berkata, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga"

Mengapa Anda perlu melepaskan kekhawatiran Anda?

Kekhawatiran itu tidak masuk akal. Ada beberapa alasan mengapa hal ini benar. Pertama, kekhawatiran membesar-besarkan masalah. Pernahkah Anda memperhatikan bahwa ketika seseorang mengatakan sesuatu yang buruk tentang Anda, semakin Anda memikirkannya, semakin besar masalah itu terasa? Kedua, kekhawatiran tidak menyelesaikan apa pun. Mengkhawatirkan sesuatu yang tidak dapat Anda ubah adalah sia-sia. Dan mengkhawatirkan sesuatu yang sebenarnya dapat Anda ubah hanyalah membuang waktu. Lakukan saja perubahan itu!

Kekhawatiran itu tidak alami. Tidak ada orang yang terlahir sebagai pengkhawatir. Anda mungkin berpikir bahwa Anda memang seperti itu, tetapi sebenarnya tidak. Kekhawatiran adalah sesuatu yang dipelajari. Karena kekhawatiran tidak alami, kekhawatiran juga tidak sehat. Tubuh Anda tidak dirancang untuk menanggung kekhawatiran terus-menerus. Ketika orang berkata, "Saya sampai sakit karena khawatir," itu benar adanya. Banyak dokter mengatakan bahwa banyak orang sebenarnya bisa keluar dari rumah sakit jika mereka tahu cara melepaskan rasa bersalah, kepahitan, dan kekhawatiran. Dan Amsal 14:30 berkata, "Hati yang tenang menyegarkan tubuh"

Kekhawatiran itu tidak membantu. Kekhawatiran tidak dapat mengubah masa lalu, dan kekhawatiran juga tidak dapat mengendalikan masa depan. Yang dilakukannya hanyalah merusak hari ini. Satu-satunya hal yang diubah oleh kekhawatiran adalah diri Anda sendiri. Kekhawatiran membuat Anda sengsara! Kekhawatiran tidak pernah menyelesaikan satu pun masalah.

Kekhawatiran itu tidak perlu. Allah menciptakan Anda, menyelamatkan Anda, dan menempatkan Roh-Nya di dalam Anda. Tidakkah Anda percaya bahwa Ia juga akan memelihara kebutuhan Anda? Tidak ada alasan untuk khawatir.

Apakah Anda ingin belajar mengelola stres dengan lebih baik? Langkah pertama yang sangat baik adalah menolak untuk mengkhawatirkan apa pun. Mengapa? Karena kekhawatiran itu tidak masuk akal, tidak alami, tidak membantu, dan tidak perlu.

Alkitab berkata, "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu" (1 Petrus 5:7).

Renungkan:

- Apa yang ditunjukkan oleh tingkat kekhawatiran Anda saat ini tentang seberapa besar Anda mempercayai Allah?

- Apa yang sedang Anda khawatirkan saat ini? Apa yang dapat Anda lakukan untuk mengubah situasi tersebut atau melepaskan kekhawatiran itu?

- Dengan cara praktis apa Anda dapat menyerahkan semua kekhawatiran Anda kepada Allah (1 Petrus 5:7)?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 13-15; Yohanes 7:1-27
_____________
Allah secara pribadi peduli kepada Anda dan kebutuhan Anda. Jadi apa yang seharusnya Anda lakukan dengan semua hal yang membuat Anda stres, cemas dan khawatir? Lepaskan semuanya. Serahkan kepada Allah.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Four Reasons Worry Is Worthless - Daily Hope with Rick Warren - May 22, 2026

“Don’t worry about anything.” Philippians 4:6 (NLT)
-------------------
Work doesn’t keep you up at night. Worry does.

In the Bible, God gives clear direction about the role worry should play in your life. Philippians 4:6 says, “Don’t worry about anything” (NLT).

Why do you need to let go of your worry?

Worry is unreasonable. Here are a couple of reasons why that’s true. First, worry exaggerates the problem. Have you noticed that, if somebody says something bad about you, the more you think about it, the bigger it gets? Second, worry doesn’t work. To worry about something you can’t change is useless. And to worry about something you can change is a waste of time. Just go change it!

Worry is unnatural. No one is a born worrier. You might think you are, but you’re not. Worry is something you learned. Since worry is unnatural, it’s also unhealthy. Your body wasn’t designed to handle worry. When people say, “I’m worried sick,” they’re telling the truth. Doctors say that a lot of people could leave the hospital today if they knew how to get rid of guilt, resentment, and worry. And Proverbs 14:30 says, “A peaceful heart leads to a healthy body” (NLT).

Worry is unhelpful. Worry cannot change the past, and worry cannot control the future. All it does is mess up today. The only thing that worry changes is you. It makes you miserable! It’s never solved a problem.

Worry is unnecessary. God made you, he created you, he saved you, and he put his Spirit in you. Don’t you think he’s going to take care of your needs? There’s no need to worry.

Do you want to learn to better manage your stress? A great first step is to refuse to worry about anything. Why? Because worry is unreasonable, unnatural, unhelpful, and unnecessary.

The Bible says, “Leave all your worries with him, because he cares for you” (1 Peter 5:7 GNT).

God personally cares about you and for your needs. So what should you do with all those things you’re stressed, anxious, and worried about? Let them go. Give them to God.


Rabu, 20 Mei 2026

Pertanyaan yang Terus Diajukan oleh Orang Bahagia

21 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 3:12-13 "Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku"
------------------
Alkitab berkata "Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji." (2 Korintus 13:5).

Apakah Anda melakukan pemeriksaan rutin terhadap diri sendiri? Cobalah ini: Bangun setiap hari dan bertanya kepada Allah, "Apa yang perlu saya perbaiki hari ini?" Hal ini membutuhkan kerendahan hati, tetapi itu adalah kebiasaan yang akan membawa kepada kebahagiaan.

Paulus memahami pentingnya bertumbuh dan belajar dengan rendah hati. Ia menulis dalam Filipi 3:12-13: "Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku"

Ketika Paulus menulis hal ini, ia sudah tua dan berada di penjara di Roma. Ia berada di akhir hidupnya. Ia adalah pribadi yang sangat dewasa secara rohani. Namun ia tetap mengatakan bahwa dirinya belum "sampai." Jika ada orang yang berhak berkata, "Saya sudah dewasa secara rohani," itu adalah orang yang menulis sebagian besar Perjanjian Baru. Tetapi Paulus berkata, "Tidak, saya belum sampai. Saya masih bertumbuh, belajar, dan menjadi semakin serupa dengan Kristus."

Kesombongan adalah jebakan yang sering membuat orang Kristen berhenti mengikuti teladan Paulus dan berhenti bertumbuh di dalam Kristus. Mengapa? Karena ketika Anda merasa sudah memiliki semuanya dengan baik, Anda menjadi sulit untuk terus berusaha bertumbuh secara rohani. Sebaliknya, kerendahan hati membawa kebahagiaan karena membuat Anda mau diajar.

Kebahagiaan dan kerendahan hati berjalan bersama karena keduanya mendorong Anda untuk bertanya, "Bagaimana saya dapat menjadi pasangan yang lebih baik? Bagaimana saya dapat menjadi teman yang lebih baik? Bagaimana saya dapat menjadi pemimpin yang lebih baik? Bagaimana saya dapat menjadi pengikut Yesus yang lebih baik?" Ketika Anda berhenti mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini, Anda kehilangan sesuatu yang penting karena Anda berhenti bertumbuh—padahal Allah menciptakan Anda untuk terus bertumbuh.

Ambillah langkah menuju kebahagiaan hari ini dengan rendah hati berdoa seperti dalam Mazmur 139:23-24: "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!"

Renungkan:

- Siapa dalam hidup Anda yang Anda anggap sebagai orang yang bahagia? Bagaimana mereka juga menunjukkan kerendahan hati?

- Bagaimana Anda telah bertumbuh secara rohani dalam satu tahun terakhir? Bukti pertumbuhan apa yang dapat dilihat orang lain dalam diri Anda?

- Mengapa penting memiliki dukungan dari kelompok kecil saat Anda berusaha bertumbuh secara rohani?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 10-12; Yohanes 6:45-71

Orang yang rendah hati adalah orang yang bahagia. Mengapa? Karena mereka tidak pernah berhenti bertumbuh dan belajar.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Questions Happy People Keep Asking - Daily Hope with Rick Warren - May 21, 2026

“I don’t mean to say I am perfect. I haven’t learned all I should even yet, but I keep working toward that day when I will finally be all that Christ saved me for and wants me to be. No, dear brothers, I am still not all I should be.” Philippians 3:12-13 (TLB)
------------------
Humble people are happy people. Why? Because they never stop growing and learning.

The Bible says in The Message paraphrase, “Test yourselves to make sure you are solid in the faith . . . Give yourselves regular checkups” (2 Corinthians 13:5).

Do you give yourself regular checkups? Try this: Wake up every day and ask God, “What do I need to work on today?” This takes humility, but it’s a habit that will lead to happiness.

Paul knew the importance of humbly growing and learning. He wrote in Philippians 3:12-13: “I don’t mean to say I am perfect. I haven’t learned all I should even yet, but I keep working toward that day when I will finally be all that Christ saved me for and wants me to be. No, dear brothers, I am still not all I should be” (TLB).

When Paul wrote this, he was an older man in prison in Rome. He was at the end of his life. He was an incredibly mature person. Yet he said he hadn’t arrived. If anybody had the right to say, “I’ve arrived spiritually,” it would be the guy who wrote so much of the New Testament. But Paul said, “No, I haven’t arrived. I’m still growing, learning, and becoming more like Christ.”

Pride is the trap that so often keeps Christians from following Paul’s example and continuing to grow in Christ. Why? Because when you think you’ve got it all together, it’s harder to make an effort to grow in spiritual maturity. Humility, on the other hand, leads to happiness because it makes you teachable.

Happiness and humility go together because you’re compelled to ask, “How can I be a better spouse? How can I be a better friend? How can I be a better boss? How can I be a better follower of Jesus?” When you aren’t asking these questions, you’re missing out because you’ve stopped growing—and God made you to grow.

Take a step toward happiness today by humbly praying Psalm 139:23-24: “Search me, O God, and know my heart! Try me and know my thoughts! And see if there be any grievous way in me, and lead me in the way everlasting!” (ESV).


BONGKAR TRAGEDI KERUSUH*N & P3MERK*SA*N MEI 98‼️"BUKAN PRABOWO", DALANGN...

https://youtube.com/watch?v=vTk_bAgKKgY&si=Cyjk3F8vnTOdXD8X

Selasa, 19 Mei 2026

Rakyat Pintar Lebih Sulit Dikendalikan

 
Lampiran foto: IMG-20260520-WA0011.jpg

Ahok bilang dengan sangat tegas: pengadaan Chromebook itu sebenarnya adalah kebijakan yg sangat masuk akal secara logika. Chromebook itu bukan laptop biasa. Operating system-nya berbasis cloud sekali beli langsung include semuanya, tidak perlu diperbarui terus-menerus. Harganya jauh lebih terjangkau dari laptop konvensional. Dan yg paling penting sistemnya dirancang agar anak tidak bisa nonton video porno, tidak bisa judi online, dan seluruh aktivitas belajar bisa dipantau. Ahok kasih contoh nyata. Ada guru di Jawa Barat yang punya empat sertifikat internasional bisa mengajar di level dunia. Ujiannya hanya 10 dolar. Bayangkan kalau semua guru Indonesia bisa akses sertifikasi seperti itu lewat Chromebook yg terhubung Starlink di daerah terpencil anak di kampung tiba-tiba bisa belajar setara dengan anak di Kanada atau Australia. Itu bukan mimpi. Itu sudah bisa dilakukan sekarang dengan teknologi yang ada. "Bayangin kalau semua anak kita di kampung ada Starlink juga kan. Anak di kampung kita tiba-tiba belajar setara dengan orang di Kanada atau di Amerika atau di Australia." Lalu kenapa Ahok merasa ini sengaja karena takut diproses hukum lagi tapi dia tetap bilang: "Saya pikir ini sengaja." Logikanya sederhana dan sangat keras. Kalau rakyat pintar, rakyat kritis, rakyat bisa akses informasi dari mana saja mereka lebih sulit dikuasai. Lebih sulit dibohongi. Lebih sulit dimanipulasi menjelang pemilu. Sistem yg membiarkan rakyat bodoh dan miskin adalah sistem yg menguntungkan mereka yang berkuasa. Karena rakyat yg bodoh dan miskin lebih mudah disuap dengan sembako, lebih mudah digiring dengan hoaks, lebih mudah dikontrol dengan ketergantungan pada program-program yg terkesan murah hati tapi tidak memberdayakan. MBG- makan bergizi gratis menurut Ahok adalah contoh dari cara berpikir yg sama. Daripada kasih rakyat laptop yang bisa membuka pintu dunia, lebih mudah kasih makanan yg habis dimakan dan orang tetap tergantung besok makannya dari mana. "Kalau saya tanya mau bikin sekolah bagus, kasih makan bergizi atau rakyat punya laptop yg bisa komunikasi ke mana-mana?" Yang paling menohok soal survei dan legitimasi: Ahok tidak berhenti di situ. Dia lanjutkan dengan sesuatu yg sangat pedas. Pemerintah melakukan survei. Rakyat bilang mereka suka makanan gratis. Lalu itu dijadikan legitimasi untuk program MBG. Seolah-olah karena rakyat minta ya sudah diberikan. Tapi Ahok membaliknya: kalau kamu memberikan sesuatu kepada orang yg tidak pernah tahu bahwa ada pilihan yg jauh lebih baik tentu mereka akan pilih yg ada di depan mata. Itu bukan preferensi yg genuine. Itu keterbatasan informasi yg dimanfaatkan sebagai justifikasi. "Mereka juga pintar. Dia survei, Pak. Rakyat suka makanan itu jadi legitimasi." Dan soal Nadiem yg sekarang dituntut 27 tahun: Ahok tidak membela Nadiem secara personal. Tapi dia bilang satu hal yg sangat logis dan sangat sulit dibantah: Menteri itu tidak pernah menyentuh anggaran secara langsung. Menteri membuat kebijakan. Yg mengeksekusi adalah birokrasi di bawahnya. Kalau ada yg salah dalam eksekusi pertanyaannya adalah: apakah menteri yg memerintahkan secara eksplisit? Apakah ada aliran dana yg bisa dibuktikan masuk ke kantong menteri? PPATK sudah menjawab: tidak ada. Nol aliran dana ke Nadiem dari siapapun. "Saya pikir ya ini soal profesionalisme. Menteri kan enggak pernah nyentuh anggaran perantaran kan, kecuali dia nyuruh ya atau terima ya." Ahok tidak sedang bicara soal Chromebook sebagai produk. Dia sedang bicara soal pilihan fundamental sebuah bangsa: apakah kita mau membangun rakyat yg pintar dan mandiri, atau kita mau mempertahankan sistem di mana rakyat tetap bergantung pada belas kasihan penguasa? MBG memberikan makan hari ini. Chromebook bisa mengubah nasib seumur hidup. Dan ketika kebijakan yg lebih transformatif justru dipersoalkan secara hukum sementara program yg lebih konsumtif dirayakan sebagai prestasi itu bukan kebetulan. Itu adalah pilihan yg sangat disengaja oleh mereka yg paling diuntungkan dari rakyat yg tetap tidak berdaya.

Uploaded Image

Apakah Kesibukan Menghalangi Anda Mengenal Allah?

20 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 3:10 "Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya"
---------------------
Paulus berkata dalam Filipi 3:10, "Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya"

Terjemahan lain mengatakan bahwa Paulus menjadi "sangat mengenal" Allah karena ia memiliki hubungan dengan-Nya dan meluangkan waktu untuk mengenal-Nya. Ia memahami perbedaan antara mengetahui tentang seseorang dan benar-benar mengenal seseorang—dan Paulus ingin sungguh-sungguh mengenal Kristus.

Anda tidak akan menjadi sangat mengenal Allah secara kebetulan. Anda tidak bangun suatu pagi lalu tanpa sengaja memiliki hubungan yang dekat dengan Yesus. Paulus mengatakan bahwa ini adalah tujuan yang disengaja. Ini adalah sesuatu yang harus Anda usahakan. Anda harus menginvestasikan waktu Anda untuk itu. Anda harus menginvestasikan hati Anda untuk itu. Anda harus menginvestasikan sumber daya dan tenaga Anda. Mengenal Allah membutuhkan yang terbaik dari semua yang Anda miliki!

Salah satu jebakan yang dapat menghalangi Anda untuk semakin mengenal Allah adalah kesibukan. Sama seperti kesibukan dapat merusak hubungan Anda dengan orang lain, kesibukan juga dapat merusak hubungan Anda dengan Allah.

Mazmur 46:10 berkata, "Diamlah dan ketahuilah bahwa Akulah Allah"

Untuk bertumbuh dalam hubungan Anda dengan Allah, Anda perlu menyediakan waktu bagi-Nya dan belajar untuk diam. Hanya beberapa menit waktu yang benar-benar terfokus setiap hari dapat membawa perubahan besar. Saya tidak mengatakan bahwa Anda harus menghabiskan satu jam penuh dalam doa setiap hari. Anda dapat memulainya dengan 10 atau 15 menit setiap pagi, membaca Alkitab dan berbicara dengan Allah.

Hal yang paling penting adalah menjadikannya kebiasaan dan berkomitmen untuk mengenal Allah lebih dalam. Hanya dengan demikian Anda, seperti Paulus, akan mulai memahami keajaiban Allah dengan lebih jelas.

Jadikan ini doa harian Anda: "Tuhan, jika hari ini saya tidak melakukan hal lain apa pun, saya ingin mengenal Engkau sedikit lebih dalam dan mengasihi Engkau sedikit lebih lagi." Ketika Anda berdoa dan menjalani hal ini, Anda akan mulai mengalami kebahagiaan yang lebih besar dalam hidup Anda.

Renungkan:

- Apa saja hal yang Anda lakukan setiap hari selama setidaknya 15 menit? Apakah Anda melakukannya karena itu penting atau hanya karena sudah menjadi kebiasaan?

- Gangguan apa yang membuat Anda terlalu sibuk untuk meluangkan waktu bersama Allah?

- Bagaimana Anda akan menyesuaikan jadwal Anda agar dapat memiliki lebih banyak waktu bersama Allah?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 7-9; Yohanes 6:22-44
___________
Kebahagiaan ditemukan ketika Anda semakin mengenal Allah setiap hari.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Is Busyness Keeping You from Knowing God? - Daily Hope with Rick Warren - May 20, 2026

“I want to know Christ and experience the mighty power that raised him from the dead. I want to suffer with him, sharing in his death.” Philippians 3:10 (NLT)
--------------------
Happiness is found in getting to know God more every day.

Paul said in Philippians 3:10, “I want to know Christ and experience the mighty power that raised him from the dead. I want to suffer with him, sharing in his death” (NLT).

Another translation says that Paul became “thoroughly acquainted” (AMP) with God because he had a relationship with him and took the time to get to know him. He understood the difference between knowing about someone and actually knowing someone—and Paul wanted to really know Christ.

You don’t become thoroughly acquainted with God by accident. You don’t just wake up and accidentally fall into a relationship with Jesus. Paul says it’s a determined purpose. It’s something you have to do something about. You have to invest your time in it. You have to invest your heart in it. You have to invest your resources and your energy. Getting to know God requires the best of everything you have!

One trap that can keep you from getting to know God better is busyness. Just like busyness can destroy your relationships, it can also destroy your relationship with God.

Psalm 46:10 says, “Be still, and know that I am God” (NIV).

To grow in your relationship with God, you need to make time for him and be still. Just a few minutes of focused time every day can make all the difference in the world. I’m not saying you have to spend an hour in prayer every day. You can start with 10 or 15 minutes each morning, reading the Bible and talking with God.

The most important thing is to make it a habit and commit to getting to know God. Only then will you, like Paul, begin understanding the wonders of God with greater clarity.

Make this your daily prayer: “Lord, if I don’t do anything else today, I want to get to know you a little bit better and I want to love you a little bit more.” As you pray and live this out, you’ll begin to experience greater happiness in your life.

Senin, 18 Mei 2026

LAGI²AHOK :GUE JADI PRESIDEN GUE BAGI SEMUA RAKYAT TANAH GRATIS, MBG GAK...

https://youtube.com/watch?v=tCXE5JsQnPU&si=uashIY-oowr7PNZ7

Pilih untuk Bermegah dalam Kasih Karunia Allah

19 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 3:9 "dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan."
---------------
Menyadari bahwa tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk membuat Allah lebih mengasihi Anda adalah salah satu perasaan paling membebaskan di dunia—dan itu merupakan kunci menuju kebahagiaan.

Alkitab berkata, "karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah." (Filipi 3:3).

Setiap kali Anda melupakan kebenaran ini dan berpikir bahwa Anda harus mendapatkan kasih Allah dengan usaha sendiri, itulah legalisme dan hal itu merampas kebahagiaan Anda.

Legalisme adalah mempercayai apa yang dapat Anda lakukan bagi Allah daripada mempercayai apa yang telah Yesus lakukan bagi Anda. Legalisme berarti mengikuti daftar aturan dan peraturan untuk membuktikan bahwa Anda layak dan itu adalah jebakan yang menghalangi Anda untuk beristirahat dalam kasih karunia Allah.

Paulus tahu bagaimana hidup dalam kasih karunia Allah. Ia berkata dalam Filipi 3:9, "dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan."
Dengan kata lain, cara untuk memperoleh kasih Allah adalah ini: Anda tidak dapat memperolehnya dengan usaha sendiri. Ini bukan tentang prestasi Anda; ini tentang pengampunan-Nya.

Bagaimana Anda tahu ketika Anda sedang hidup dalam legalisme? Ketika Anda hidup secara legalistis, Anda cenderung menghakimi orang lain. Itu karena lebih mudah mengkritik orang lain ketika Anda sendiri tidak merasa diterima dan dikasihi. Mengapa Anda ingin orang lain merasa baik tentang diri mereka jika Anda sendiri tidak merasakannya?

Sebaliknya, bagaimana Anda tahu ketika Anda hidup dalam kasih karunia? Ketika Anda hidup dalam kasih karunia, Anda akan penuh kasih kepada orang lain. Anda lebih mudah mengampuni karena Anda menyadari bahwa Allah terus mengampuni Anda. Dan karena Anda tidak sedang berusaha mendapatkan jalan ke surga dengan usaha sendiri, Anda dapat hidup dengan tenang.

Setiap pagi, ingatkan diri Anda akan kasih karunia Allah dengan berdoa, "Tuhan, hari ini saya bersyukur karena saya telah sepenuhnya diampuni. Tidak ada yang dapat saya lakukan untuk membuat Engkau lebih mengasihi saya. Dan tidak ada yang dapat saya lakukan yang akan membuat Engkau mengasihi saya lebih sedikit!"

Renungkan:

- Apakah Anda sudah mempercayakan hidup Anda kepada Yesus?

Alkitab mengatakan bahwa Anda hanya dapat masuk surga dengan percaya kepada Allah melalui Anak-Nya, Yesus Kristus. Anda tidak dapat memperoleh keselamatan dengan usaha sendiri: "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri." (Efesus 2:8-9).

Jika Anda siap mengakui dosa-dosa Anda dan mempercayakan hidup Anda kepada Yesus, mulailah dengan doa ini:
"Tuhan, Engkau telah berjanji bahwa jika saya percaya kepada Yesus, semua dosa saya akan diampuni, saya akan memahami tujuan hidup saya dan suatu hari nanti Engkau akan menerima saya ke dalam rumah-Mu yang kekal di surga."
"Saya percaya bahwa Engkau datang ke dunia, hidup tanpa dosa, mati di kayu salib dan bangkit dari kematian. Melalui kematian dan kebangkitan-Mu, dosa-dosa saya diampuni dan saya dapat memiliki hubungan dengan Allah serta rumah kekal bersama-Nya."
"Saya mengakui dosa-dosa saya terhadap-Mu dan bahwa saya telah hidup untuk diri sendiri. Saya menerima Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan atas hidup saya. Yesus, saya ingin mengikuti dan melayani-Mu. Saya menyerahkan hidup saya kepada-Mu dan memohon agar Engkau menyelamatkan saya dan menerima saya ke dalam keluarga-Mu. Dalam nama-Mu saya berdoa. Amin."

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 4-6; Yohanes 6:1-21
___________
Semakin Anda hidup dalam kasih karunia, semakin besar sukacita yang akan Anda miliki.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Choose to Glory in God’s Grace - Daily Hope with Rick Warren - May 19, 2026

“I no longer count on my own righteousness through obeying the law; rather, I become righteous through faith in Christ. For God’s way of making us right with himself depends on faith.” Philippians 3:9 (NLT)
---------------------
Realizing there’s nothing you can do to make God love you more is one of the most liberating feelings in the world—and it’s a key to happiness.

The Bible says, “We Christians glory in what Christ Jesus has done for us and realize that we are helpless to save ourselves” (Philippians 3:3 TLB).

Each time you forget this truth and think you’ve got to somehow earn God’s love, that’s legalism, and it robs you of happiness.

Legalism is trusting in what you can do for God instead of trusting in what Jesus has already done for you. It’s following a list of rules and regulations to prove yourself worthy, and it’s a trap that keeps you from relaxing in God’s grace.

Paul knew how to relax in God’s grace. He said in Philippians 3:9, “I no longer count on my own righteousness through obeying the law; rather, I become righteous through faith in Christ” (NLT). In other words, the way you earn the love of God is this: You don’t earn it. It’s not about your performance; it’s about his pardon. 

How do you know when you’re being legalistic? When you’re being legalistic, you’re often judgmental of other people. That’s because it’s easier to be critical of others when you don’t feel accepted and loved yourself. Why would you want other people to feel good about themselves when you don’t feel good about yourself?

On the other hand, how do you know when you’re living by grace? When you’re living by grace, you’re gracious to others. You find it easier to forgive because you recognize that God continues to forgive you. And since you’re not trying to earn your way to heaven, you can relax.

Every morning, remind yourself of God’s grace by praying, “Lord, today I’m thankful that I am completely forgiven. There’s nothing I can do to make you love me more. And there’s nothing I could do that would make you love me less!”

The more you live by grace, the more joy you’ll have.

Minggu, 17 Mei 2026

DI VON1S PENJ4R4 R1JIK AHIRNYA DI RINGKUS❗ PRABOWO MODE "BRUTAL" 👈💯 HANT...

https://youtube.com/watch?v=3Qvy3oXKT-M&si=wQa7uefkJ3-jfwmF

Apa yang Dilakukan Doa yang Penuh Syukur?

18 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 4:6-7 "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."
-------------------
Dalam Filipi 4:6-7, Anda akan menemukan salah satu ajaran yang paling sulit ditaati dalam seluruh Alkitab: "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."

Tidak mudah untuk berhenti mengkhawatirkan bagian-bagian kehidupan sehari-hari yang sering kali menakutkan, tetapi Allah memberi tahu Anda caranya. Ia berkata bahwa Anda harus berdoa tentang segala sesuatu dan bersyukur kepada-Nya atas semua yang telah Ia lakukan. Doa yang penuh syukur membawa damai sejahtera. Allah berkata bahwa ketika Anda mulai khawatir, Anda seharusnya mulai berdoa.

Para orang tua memahami kuasa doa yang penuh syukur. Kebanyakan orang tua tidak akan senang jika anak-anak mereka hanya terus meminta sesuatu tanpa pernah mengucapkan "terima kasih" atas apa yang telah mereka terima.

Allah memandangnya dengan cara yang sama. Ia menunggu Anda meminta kepada-Nya apa yang Anda butuhkan dan inginkan. Lebih dari 20 kali dalam Perjanjian Baru, Anda diperintahkan untuk "meminta" kepada-Nya. Namun Ia ingin Anda meminta dengan hati yang penuh syukur.

Alkitab mendorong Anda untuk bersikap spesifik dalam permohonan dan juga dalam ucapan syukur Anda. Daripada hanya berkata "terima kasih untuk semuanya," Allah ingin Anda menyebutkan secara khusus apa yang Anda syukuri.

Ketika saya berkata kepada istri saya, "Saya sangat bersyukur memilikimu," ia meminta saya untuk lebih spesifik. Ia senang mendengar apa yang saya hargai darinya dan apa yang membuat saya bersyukur atas dirinya. Allah juga demikian. Jadi ketika Anda berdoa, katakan kepada Allah secara spesifik apa yang Anda syukuri.

Sesuatu yang mungkin membutuhkan langkah iman yang lebih besar adalah ketika Anda bersyukur kepada Allah terlebih dahulu. Ketika Anda memiliki iman untuk mengucap syukur sebelum Anda melihat bagaimana Allah bekerja, mukjizat dapat terjadi.

Alkitab mengatakan bahwa Allah berdiam di tengah pujian umat-Nya. Ia menggunakan ucapan syukur Anda sebagai alat kuasa dalam hidup Anda.
Karena itu, luangkanlah waktu sekarang untuk mengatakan kepada Allah apa yang Anda syukuri. Kemudian teruslah melangkah, dari waktu ke waktu, mempraktikkan rasa syukur atas siapa Allah itu, apa yang telah Ia lakukan, dan semua yang Anda percaya akan Ia lakukan.

Renungkan:

- Bagaimana rasa syukur mendekatkan Anda kepada Yesus dan menolong Anda mencerminkan karakter-Nya?

- Apakah Anda pernah mencoba menuliskan doa dan rasa syukur Anda dalam jurnal? Menurut Anda, perbedaan apa yang dapat dihasilkannya?

- Dalam hal apa saja Anda percaya Allah akan memberkati Anda di masa depan? Bersyukurlah kepada Allah untuk hal-hal tersebut, bahkan sebelum semuanya terjadi.

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 1-3; Yohanes 5:25-47
____________
Semakin Anda bersyukur, semakin mudah Anda melihat Allah bekerja dalam hidup Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
What Does Grateful Prayer Do? - Daily Hope with Rick Warren - May 19, 2026

“Don’t worry about anything; instead, pray about everything. Tell God what you need, and thank him for all he has done. Then you will experience God’s peace.” Philippians 4:6-7 (NLT)
-------------------
In Philippians 4:6-7 you’ll find one of the most difficult teachings to obey in the entire Bible: “Don’t worry about anything; instead, pray about everything. Tell God what you need, and thank him for all he has done. Then you will experience God’s peace” (NLT).

It’s not easy to stop worrying about the often-scary, everyday parts of your life, but God tells you how. He says you should pray about everything and thank him for all he has done. Grateful prayer brings peace. God says that when you start to worry, you should pray.

Parents understand the power of grateful prayers. Most parents wouldn’t appreciate their children always making requests and never saying “thank you” for the things they’ve received.

God sees it the same way. He is waiting for you to ask him for what you need and want. More than 20 times in the New Testament, you’re told to “ask” him. But he wants you to ask with gratefulness.

The Bible urges you to be specific in your requests—and in your praises. Instead of a simple “thank you for everything,” God wants you to tell him what you’re grateful for.

When I say to my wife, “I’m so grateful for you,” she tells me to be specific. She likes to hear what I appreciate about her and what makes me grateful for her. God does too. So when you pray, tell God what you’re thankful for, and be specific.

Something that can require an even bigger step of faith is when you thank God in advance. When you have the faith to thank God ahead of time—before you can see how he’s working—miracles happen.

The more thankful you are, the easier it is to see God at work in your life. The Bible says that God inhabits the praise of his people. He uses your thanksgiving as an instrument of power in your life.

So, take a moment now, and tell God what you’re grateful for. Then keep going, moment by moment, practicing gratitude for who God is, what he has done, and all that you believe he will do.


Sabtu, 16 Mei 2026

Inilah Kehendak Allah: Bersyukur

17 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
1 Tesalonika 5:18 "Mengucap syukurlah dalam segala keadaan, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu"
--------------------
Di banyak budaya di seluruh dunia, orang-orang menetapkan hari atau musim tertentu untuk mengucap syukur. Namun Allah ingin Anda dengan sengaja hidup dalam rasa syukur setiap hari. Ia ingin Anda membangun kebiasaan rohani ini, yang terlihat dalam kehidupan seorang pengikut Yesus yang setia. Karena semakin dekat Anda kepada Yesus, semakin dalam Anda memahami kasih Allah, dan semakin besar rasa syukur Anda.

Apa artinya memiliki rasa syukur yang radikal?

Alkitab berkata dalam 1 Tesalonika 5:18, "Mengucap syukurlah dalam segala keadaan, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu". Bersyukur dalam setiap keadaan—itulah rasa syukur yang radikal.

Bagaimana Anda dapat tetap bersyukur bahkan dalam keadaan yang sulit? Anda dapat bersyukur kepada Allah dalam setiap keadaan karena Ia memegang kendali. Ia dapat mendatangkan kebaikan dari kejahatan. Ia dapat membalikkan kesalahan terbesar yang pernah Anda lakukan. Apa pun yang terjadi, Allah tidak akan berhenti mengasihi Anda.

Rasa syukur yang radikal—bersyukur dalam segala keadaan—adalah kehendak Allah karena hal itu membangun persekutuan. Apa maksudnya? Rasa syukur selalu memperdalam hubungan antara Anda dengan orang lain dan antara Anda dengan Allah.

Jika Anda ingin menjadi lebih dekat dengan seseorang, mulailah mengungkapkan rasa syukur kepada orang tersebut. Mungkin Anda merasa hubungan dengan pasangan Anda menjadi jauh. Anda kehilangan kehangatan itu karena Anda berhenti melakukan hal-hal yang dahulu membangun kedekatan, dan sekarang Anda saling menganggap biasa saja. Mulailah kembali melakukan apa yang dahulu Anda lakukan saat masa pendekatan: Ungkapkan rasa syukur. Tulislah catatan kecil yang penuh kebaikan dan dorongan semangat. Telepon atau kirim pesan di tengah hari hanya untuk mengatakan bahwa Anda bersyukur memiliki pasangan Anda.

Apakah Anda ingin membangun hubungan yang lebih baik dalam kelompok kecil Anda? Jangan hanya datang saat pertemuan. Hubungi anggota kelompok Anda selama minggu berjalan. Katakan, "Saya bersyukur atas Anda, dan inilah alasannya." Anda akan menemukan bahwa semakin besar rasa syukur Anda terhadap kelompok Anda, semakin erat hubungan di dalamnya—dan semakin Anda bertumbuh dalam rasa syukur yang radikal.

Marilah kita "Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun." (Mazmur 100:4-5).

Renungkan:

- Dalam keadaan apa saat ini Anda merasa sulit untuk bersyukur? Apa satu hal yang masih dapat Anda syukuri dalam keadaan tersebut?

- Apa saja cara sederhana dan spesifik yang dapat Anda lakukan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada pasangan, teman, atau anggota kelompok kecil Anda?

- Ketika Anda membangun sikap hidup yang penuh syukur, perubahan apa yang menurut Anda akan terjadi dalam diri Anda dan hubungan-hubungan Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 24-25; Yohanes 5:1-24
____________
Anda dapat menemukan ratusan hal untuk disyukuri dalam keadaan apa pun, bahkan ketika keadaan itu terasa sangat buruk.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
This Is God’s Will: Give Thanks - Daily Hope with Rick Warren - May 17, 2026

“Give thanks in all circumstances; for this is God’s will for you in Christ Jesus.” 1 Thessalonians 5:18 (NIV)
-----------------
In many cultures around the world, people set aside certain days or seasons for giving thanks.  But God wants you to be intentional about your thankfulness every day. He wants you to develop this spiritual habit, one that is reflected in the life of a faithful follower of Jesus. Because the closer you get to Jesus, the more deeply you understand God’s love, and the more grateful you’re going to be.

What does it mean to be radically grateful?

The Bible says in 1 Thessalonians 5:18, “Give thanks in all circumstances; for this is God’s will for you in Christ Jesus”(NIV). In every circumstance give thanks—that’s radical gratitude.

How can you be thankful even in difficult circumstances? You can thank God in every circumstance because he is in control. He can bring good out of evil. He can turn around the worst mistakes you’ve made. No matter what happens, God isn’t going to stop loving you.

You can find a hundred things to be thankful for in any circumstance, even when the circumstance stinks.

Radical gratitude—being thankful in all circumstances—is God’s will because it creates fellowship. What do I mean by that? Gratitude always builds deeper relationships between you and other people and between you and God.

If you want to get closer to someone, start expressing gratitude to that person. Maybe you’re feeling distant from your spouse. You’ve lost that spark because you stopped doing the things that created the spark early on—and now you take each other for granted. Start doing what you did when you were dating: Express gratitude. Write little notes of kindness and encouragement. Call or text during the day, just to tell your spouse that you’re thankful for them.

Do you want to build better connection in your small group? Don’t just go to your gathering. During the week, contact the people in your group. Say, “I’m grateful for you, and here’s why.” You’ll find that the more grateful you are for your group, the more your group will bond—and the more you’ll grow in radical gratitude.

Let us “enter his gates with thanksgiving and his courts with praise; give thanks to him and praise his name. For the LORD is good and his love endures forever; his faithfulness continues through all generations” (Psalm 100:4-5 NIV).


Kamis, 14 Mei 2026

Manfaat Daun Kencur untuk Kesehatan Tubuh - Gen Amikom

https://blog.amikom.ac.id/manfaat-daun-kencur-untuk-kesehatan-tubuh/

Manfaat Daun Sirih Cina untuk Kesehatan Tubuh - Gen Amikom

https://blog.amikom.ac.id/manfaat-daun-sirih-cina-untuk-kesehatan-tubuh/

TERUNGKAP‼️MISTERI PIDATO GUS DUR SETELAH di HIANATI dan.. WOW! RIZIEQ S...

https://youtube.com/watch?v=O6FDbcy1pFc&si=DgCAO8G8_Aqf9Iir

Xi Jinping Ajak Donald Trump Nakhodai 'Kapal Raksasa' Hubungan China-AS

https://youtube.com/watch?v=Pc7IX4l34n8&si=SCvWNOUN6XSqfDwD

Mulai 12 Mei 2026 BPJS Berubah Besar! Lansia & Pensiunan Wajib Tahu 5 Pe...

https://youtube.com/watch?v=Vuo2nIX3nCQ&si=rt0p_HJ_a9R9ZJI7

🔴 RIZIEQ DI UJUNG TANDUK‼️KH IMADUDDIN SERAHKAN BUKTI KUAT BAHAR DAN RIZ...

https://youtube.com/watch?v=gkiqHNCtuVI&si=XR9ZBbTuAidainVt

Allah Menyertai Anda—Jangan Takut!

15 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 2:13 "karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya."
----------------
Apa pun yang akan Anda hadapi hari ini, minggu ini atau tahun depan, Anda tidak akan menghadapinya sendirian.

Filipi 2:13 berkata, "karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. "

Allah sedang bekerja di dalam Anda. Kata "bekerja" dalam bahasa Yunani adalah energos, yang menjadi asal kata "energi." Allah adalah sumber kekuatan dalam hidup Anda. Anda tidak hanya mengandalkan kemauan sendiri. Anda juga tidak hanya mengandalkan kekuatan Anda sendiri. Allah berkata bahwa Ia akan memberikan kuasa yang Anda perlukan, apa pun yang sedang Anda hadapi.

Bukan hanya Ia bekerja di dalam Anda, tetapi Ia juga menyertai Anda. Alkitab berkata, "Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.. Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu" (Yohanes 14:18, 20).

Itu adalah janji yang luar biasa! Alkitab mengatakan bahwa Kristus ada di dalam Anda, bahwa Anda terlindung di dalam-Nya dan bahwa Anda dimeteraikan dengan Roh Kudus. Artinya, jika Iblis ingin menjangkau Anda, ia harus melewati Allah Tritunggal terlebih dahulu. Itu adalah perlindungan yang sangat besar dan memberikan kelegaan dari rasa takut.

Bukan hanya Allah menyertai dan ada di dalam Anda, tetapi Allah juga berada di pihak Anda. Mazmur 23:6 berkata, "Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa."

Ketika seorang gembala memimpin domba-dombanya, anjing penjaga selalu berada di belakang, mengawasi dan memastikan domba-domba berjalan ke arah yang benar. Alkitab mengatakan bahwa "anjing penjaga" dalam hidup Anda adalah kebaikan dan kemurahan Allah.

Kebaikan dan kemurahan Allah selalu bekerja dalam hidup Anda. Allah memberikan kepada Anda hal-hal yang sebenarnya tidak layak Anda terima—itulah kebaikan-Nya. Dan Ia tidak memberikan hukuman yang layak Anda terima karena dosa-dosa Anda—itulah kemurahan-Nya.

Kebaikan-Nya mencakup berkat-berkat yang Anda alami sekarang, tetapi juga anugerah keselamatan Anda: "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri." (Efesus 2:8-9).

Allah menjaga hidup Anda! Anda seharusnya bangun setiap pagi dan berkata dengan penuh keyakinan, "Tuhan, terima kasih karena Engkau akan menyertai saya hari ini, Engkau akan bekerja di dalam saya hari ini dan Engkau akan berada di pihak saya hari ini."

Itu adalah kabar baik! Hal itu menolong Anda melepaskan rasa takut terhadap apa yang Anda hadapi dan menggantikannya dengan sukacita.

Renungkan:

- Seperti apa ketika Anda beralih dari hidup dengan kekuatan sendiri menjadi hidup dengan kekuatan Allah?

- Kapan Anda paling sering meragukan kehadiran Allah? Mintalah kepada Allah iman untuk melihat bahwa Ia sedang bekerja dalam area tersebut di hidup Anda.

- Bagaimana sudut pandang Anda terhadap situasi sulit berubah ketika Anda mengetahui bahwa Allah berada di pihak Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 19-21; Yohanes 4:1-30
_____________
Allah menyertai Anda, bekerja di dalam Anda dan berada di pihak Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
God Is with You—Don’t Be Afraid! - Daily Hope with Rick Warren - May 16, 2026

“God is working in you, giving you the desire and the power to do what pleases him.” Philippians 2:13 (NLT)
-----------------
No matter what you’re going to face today, this week, or next year, you won’t face it alone. God is with you, he’s working in you, and he is for you.

Philippians 2:13 says, “God is working in you, giving you the desire and the power to do what pleases him” (NLT).

God is working in you. The word “working” in Greek is the word energos, from which we get our word “energy.” God is the energy driver in your life. You’re not just going on willpower. You’re not just going on your own power. God says he will give you the power you need, no matter what you’re facing.

Not only is he working in you, but he is also with you. The Bible says, “I will not leave you as orphans; I will come to you. . . . On that day you will realize that I am in my Father, and you are in me, and I am in you” (John 14:18, 20 NIV).

That’s quite a promise! The Bible says that Christ is in you, that you’re sheltered with him, and that you’re sealed with the Holy Spirit. That means that, for the devil to get to you, he’s got to get through the Trinity. That’s pretty good protection and a great relief from fear.

Not only is God with you and in you, but God is also for you. Psalm 23:6 says, “Surely goodness and mercy shall follow me all the days of my life” (ESV).

When a shepherd leads the sheep, guard dogs are always at the back, keeping watch and making sure the sheep move in the right direction. The Bible says that the guard dogs in your life are God’s goodness and mercy.

God’s goodness and mercy are always at work in your life. God gives you the things you don’t deserve—that’s his goodness. And he doesn’t give you the punishment you deserve for your sins—that’s his mercy.

His goodness includes the blessings you experience now but also the gift of your salvation: “For it is by grace you have been saved, through faith—and this is not from yourselves, it is the gift of God—not by works, so that no one can boast”(Ephesians 2:8-9 NIV).

God is watching over your life! You ought to get up every morning and say with confidence, “God, thank you that you’re going to be with me today, you’re going to be working in me today, and you’re going to be for me today.”

That’s good news! It helps you let go of fear about what you’re facing and replace it with happiness.


Rabu, 13 Mei 2026

Kesaksian Mengejutkan Agum Gumelar: Syam Kamaruzaman, Otak di Balik Penc...

https://youtube.com/watch?v=KPnXILgVZDM&si=fkT-eay0TkOwgjbM

MISTERI G30S TERUNGKAP: Dalang Sebenarnya Bukan PKI?

https://youtube.com/watch?v=7-dybVlul4I&si=AqeccKvVQCzwOscn

INI SEJARAH G30SPKI PALING BENAR! AMELIA YANI BONGKAR TULISAN TANGAN ASL...

https://youtube.com/watch?v=CTuQymAGojY&si=Sgh9c9fMNsY-1MMP

VIRAL HABIB RIZIQ TERTANGKAP DI YAMAN PASRAH ADAKAH INI BENAR ADANYA!?S...

https://youtube.com/watch?v=Q0zcYVCgGV8&si=DV8keAyiB00RedHj

Menemukan Kebahagiaan dalam Firman Allah

14 Mei 2026

Bacaan Hari ini:

Filipi 2:16 "sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah"
--------------------
Ketika Anda memilih untuk terus memikirkan kekhawatiran, kekhawatiran itu akan selalu tampak semakin besar dalam pikiran Anda. Jadi, jika Anda ingin mengubah cara berpikir dan memperbarui pikiran Anda, Anda harus berhenti berfokus pada kekhawatiran dan mulai merenungkan firman Allah.

Bagaimana cara merenungkan firman Tuhan? Jika Anda tahu cara khawatir, sebenarnya Anda sudah tahu cara bermeditasi. Kekhawatiran adalah ketika Anda mengambil satu pikiran negatif lalu memikirkannya berulang kali. Sebaliknya, ketika Anda mengambil satu bagian firman Tuhan dan memikirkannya berulang kali, itulah meditasi.

Jika satu-satunya hubungan Anda dengan Alkitab hanyalah ketika mendengarnya di gereja, maka pegangan Anda terhadap Firman Allah akan lemah dan Firman itu mudah hilang dari pikiran Anda.

Namun jika Anda mendengar Firman Allah dan juga membacanya setiap hari, Anda akan mulai memiliki pegangan yang lebih kuat. Kemudian, jika Anda mendengar, membaca dan mempelajarinya, pegangan Anda akan semakin kuat. Dan jika Anda mendengar, membaca, mempelajari, menghafal dan merenungkannya, Anda akan memiliki pegangan yang kokoh terhadap Firman Allah.

Anda akan sulit berpegang teguh pada Firman Allah jika Anda tidak menjalani semua langkah penting dalam mempelajari Alkitab.

Mazmur 119:16 berkata, "Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan" . Apakah Anda ingin bahagia? Mengikuti prinsip-prinsip Allah akan menghasilkan kebahagiaan. Anda mengingat prinsip-prinsip itu dengan mendengarnya, membacanya, mempelajarinya, menghafalnya, merenungkannya, lalu menerapkannya dalam hidup Anda.

Alkitab berkata dalam Mazmur 119:35, "Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainya."

Renungkan:

- Gangguan apa yang membuat Anda sulit merenungkan firman Allah?

- Siapa dalam hidup Anda yang dapat membantu Anda saat menghafal firman Tuhan? Bagaimana Anda dapat saling menolong untuk membangun kebiasaan yang baik ini?

- Anda menemukan kebahagiaan ketika menaati perintah Allah. Apa yang kebenaran itu katakan kepada Anda tentang Allah?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 17-18; Yohanes 3:19-36
____________
Jika selama ini Anda mencari kebahagiaan di tempat yang salah, berbaliklah sekarang. Allah mengatakan bahwa kebahagiaan ditemukan dalam jalan perintah-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Finding Happiness in God’s Word - Daily Hope with Rick Warren - May 14, 2026

“Hold firmly to the word of life.” Philippians 2:16 (NLT)
---------------
When you choose to dwell on a worry, it will always get bigger in your mind. So if you want to change the way you think and renew your mind, then you’ve got to stop dwelling on your worries and meditate on God’s Word instead.

How do you meditate? Well, if you know how to worry, then you already know how to meditate. Worry is when you take a negative thought and think on it over and over and over. On the other hand, when you take a passage of Scripture and think on it over and over and over, that’s meditation.

If your only contact with the Bible is when you hear it at church, you’ll have a weak grip on God’s Word, and it can easily be pulled out of your mind.

But if you hear God’s Word and you also read it every day, then you’ll start to get a better grip. Then, if you hear it and read it and study it, you’ll get an even better grip. And then, if you hear it and read it and study it and start memorizing and meditating on it, you’ll have a solid grip on the Word of God.

You’ll struggle to hold tightly to God’s Word if you’re not doing all the important steps of Bible study.

Psalm 119:16 says, “Your laws make me happy. I never forget your word” (GW). Do you want to be happy? Following God’s principles will produce happiness. You remember those principles by hearing them, reading them, studying them, memorizing them, meditating on them, and then applying them to your life.

The Bible says in Psalm 119:35, “Make me walk along the path of your commands, for that is where my happiness is found” (NLT).

If you’ve been looking for happiness in all the wrong places, then turn around. God says happiness is found in the path of his commands.


Akhirnya Para Habib Sudah Siap Hengkang Dari Indonesia Akankah Para Toko...

https://youtube.com/watch?v=UfjTalYaGD8&si=J3EAIL1WxJDmltmr

VIRAL..! RUMAH HABIB PEMALSU MAKAM LAGI VIRAL DI JAWA TIMUR

https://youtube.com/watch?v=PKMxw89Idyk&si=xV4EKFmT3dS7Kc9t

TANGKAP PELAKU P3MBAK4R4N FOTO PRESIDEN || PAK DUDUNG: RAKYAT JANGAN TE...

https://youtube.com/watch?v=_i3iL3_G8H4&si=5UCgcJZGGr43PiVk

KETIKA PANGLIMA KOPASSUS DISINGKIRKAN SOEHARTO | SARWO EDHIE WIBOWO

https://youtube.com/watch?v=qWGxaS9MzFU&si=N-kOyyIhyapw-Ui5

🔴 RIZIEQ TIBA DI YAMAN⁉️ BAALAWI HARUS PULANG CERAMAH SEIF ALWI T4MP4R P...

https://youtube.com/watch?v=LY00awWFoqw&si=9RO_PJ-OgeB0cvPJ

Selasa, 12 Mei 2026

BA'ALAWI TIDAK ADA MANFAATNYA DI INDONESIA‼️ SILAHKAN RIZIEQ SIHAB DAN K...

https://youtube.com/watch?v=CYbyLS6mPFo&si=KUgBAgCjwQaAtvzZ

BLAK-BLAKAN‼️ INFO A1 PAUL ZHANG BEBERKAN AMBISI JK⁉️SESUAI PREDIKSI IYY...

https://youtube.com/watch?v=5kRvj60vd4o&si=eGbSopiZYuVKWML8

Baalawi menangis melihat video ini. Nasab palsu, membelokan sejarah RI, ...

https://youtube.com/shorts/nFl15-9At6g?si=qymy3pC5fYj3P86O

Kebahagiaan dari Hati Nurani yang Bersih

13 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 32:1-2 "Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!"
---------------------
Perasaan bersalah atau malu dapat membuat Anda kehilangan kebahagiaan. Jadi, jika Anda ingin bahagia, Anda harus melepaskan rasa bersalah dan menjaga hati nurani yang bersih—karena Anda tidak dapat merasa bersalah dan bahagia pada saat yang sama.

Filipi 2:15 berkata, "supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia"

Pernahkah Anda memperhatikan bahwa seorang perhiasan selalu meletakkan berlian di atas kain beludru hitam ketika menunjukkannya kepada pelanggan? Itu karena berlian akan bersinar lebih terang dengan latar belakang yang gelap.

Ketika budaya dunia semakin rusak dan dunia menjadi semakin gelap, orang Kristen justru dapat bersinar semakin terang. Anda dipanggil untuk hidup dengan integritas dan ketulusan sedemikian rupa sehingga ketika orang melihat Anda, mereka melihat perbedaan. Mereka melihat sukacita yang berasal dari hati nurani yang bersih.

Anda mungkin berkata, "Saya ingin bahagia, tetapi bagaimana saya dapat menjaga hati nurani tetap bersih jika saat ini hati nurani saya belum bersih?" Alkitab memberikan jawabannya: "Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!" (Mazmur 32:1-2).

Kebahagiaan, sukacita dan kelegaan adalah tiga hal yang dicari setiap orang dalam hidup. Kita semua ingin bahagia. Kita semua ingin menikmati hidup. Kita semua ingin kelegaan dari rasa sakit kita. Alkitab mengatakan bahwa kita memperoleh semua itu melalui kemurnian hidup—dan kemurnian datang melalui pengampunan oleh kasih karunia Allah.

Lalu bagaimana Anda menjaga hati nurani yang murni dan bersih?

Pada awal dan akhir setiap hari, lakukan pemeriksaan rohani terhadap diri Anda. Bicaralah kepada Allah tentang apa pun yang menjadi penghalang antara Anda dan Dia—lalu selesaikan "sampah" yang muncul sepanjang hari Anda.

Ketika kita mengakui dosa-dosa kita, "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." (1 Yohanes 1:9).

Renungkan:

- Apa yang perlu Anda bicarakan dengan Allah hari ini agar hati nurani Anda menjadi bersih?

- Bagaimana Anda dapat mengatur kembali kehidupan Anda agar memiliki waktu setiap hari untuk melakukan pemeriksaan rohani?

- Bagaimana Anda hidup sebagai “terang yang bercahaya” bagi Yesus Kristus di dunia ini? Apa yang dikatakan sukacita Anda di dalam Kristus kepada dunia di sekitar Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja15-16; Yohanes 3:1-18
____________
Perasaan bersalah atau malu dapat membuat Anda kehilangan kebahagiaan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
The Happiness of a Clear Conscience - Daily Hope with Rick Warren - May 13, 2026

“What happiness for those whose guilt has been forgiven! What joys when sins are covered over! What relief for those who have confessed their sins and God has cleared their record.” Psalm 32:1-2 (TLB)
------------------------
Feeling guilty or ashamed can cause you to lose your happiness. So if you want to be happy, you’ve got to get rid of guilt and maintain a clear conscience—because you can’t feel guilty and be happy at the same time.

Philippians 2:15 says, “Live clean, innocent lives as children of God, shining like bright lights in a world full of crooked and perverse people” (NLT).

Have you noticed that a jeweler will always put diamonds on black velvet when showing them to a customer? That’s because they shine brighter against a black backdrop. 

As cultures crumble and the world becomes darker and darker, Christians can shine brighter and brighter. You’re made to live with such integrity and authenticity that when people look at you, they see a difference. They see a joy that comes from having a clear conscience.

You might say, “I’d like to be happy, but how do I keep my conscience clear when it’s not clear right now?” The Living Bible paraphrase gives the answer: “What happiness for those whose guilt has been forgiven! What joys when sins are covered over! What relief for those who have confessed their sins and God has cleared their record” (Psalm 32:1-2).

Happiness, joy, and relief are three things everybody’s looking for in life. We all want to be happy. We all want to enjoy life. We all want relief from our pain. The Bible says we get those things through purity—and purity comes from forgiveness through God’s grace.

So how do you keep a pure, clear conscience?

At the beginning and the end of every day, do a spiritual inventory. Talk to God about anything that is standing between you and him—and then deal with the junk from your day.

When we confess our sins, “he is faithful and just and will forgive us our sins and purify us from all unrighteousness” (1 John 1:9 NIV).