https://youtube.com/live/7XajdNXNzA0?si=vy4U5966IXsbbzwv
Kamis, 30 April 2026
Anda Tidak Harus Melihatnya untuk Mempercayainya
01 Mei 2026
Bacaan Hari ini:
Ibrani 11:7 "Karena iman, maka Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya"
----------------
Apakah Allah telah memberikan Anda suatu visi? Mungkin hal itu sudah ada di hati Anda sejak Anda masih kecil, atau Anda baru mulai memahami apa yang Allah ingin lakukan dalam hidup Anda dan melalui Anda.
Segera setelah Allah memberikan sebuah impian, akan ada suara-suara keraguan. Untuk mengejar rencana Allah dengan segenap hati Anda, Anda harus mendengarkan Allah dan menolak suara-suara keraguan tersebut.
Suara-suara keraguan dapat datang dari berbagai tempat—dari para pengkritik, dari persaingan, dari Iblis, dari teman dan keluarga yang berkata, "Kami sudah mengenal Anda sepanjang hidup Anda. Siapa Anda sehingga berpikir demikian?"
Pikirkan semua suara dalam hidup Nuh yang mencoba membuatnya meragukan apa yang Allah katakan—untuk mempersiapkan diri menghadapi penghakiman yang akan datang dengan membangun sebuah bahtera. Anak-anak Nuh mungkin tidak senang melihat ayah mereka membangun kapal besar di halaman depan rumah. Mereka kemungkinan besar tidak ragu untuk menyampaikan perasaan mereka!
Nuh juga harus menjalani tahun demi tahun sambil diejek oleh para tetangganya, yang pasti menganggapnya gila. Bagaimanapun, Nuh percaya bahwa Allah berbicara kepadanya, dan ia membangun sebuah bahtera untuk menghadapi air bah, padahal belum pernah ada yang melihat hujan sebelumnya.
Penghancur impian akan mencoba menghentikan impian Anda. Para pengkritik dan orang-orang sinis akan mempertanyakan usaha Anda untuk melakukan sesuatu yang besar bagi Allah.
Namun suara keraguan terbesar bisa berasal dari dalam diri Anda sendiri. Anda terus berbicara kepada diri Anda—baik menanam benih keraguan dalam pikiran Anda atau mengingatkan diri Anda tentang apa yang Allah katakan tentang Anda.
Allah tidak akan pernah memanggil Anda untuk melakukan sesuatu tanpa memberikan kuasa, sumber daya, dan kasih karunia untuk melakukannya.
Anda harus mempercayai hal ini, dan kemudian Anda harus terus mengingatkan diri Anda bahwa hal itu benar. Iman adalah penawar terhadap ketakutan dan keraguan dalam hidup Anda. Ibrani 11:7 berkata, "Karena iman, maka Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya"
Renungkan:
- Tidaklah keliru untuk percaya bahwa Allah telah memberikan Anda impian besar dalam hidup Anda. Hal besar apa yang Anda pikir Allah ingin Anda capai bagi-Nya?
- Alat atau sarana apa yang telah Allah berikan untuk mengingatkan Anda akan janji-janji-Nya?
- Dalam hal apa Anda dapat melatih iman Anda seperti otot agar menjadi semakin kuat?
Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 8-9; Lukas 21:1-19
____________
Nuh tidak dapat melihat air bah itu, tetapi ia mempercayai apa yang Allah katakan kepadanya. Anda juga tidak selalu dapat melihat tujuan Allah bagi hidup Anda. Namun ketika Anda mempercayakan masa depan Anda kepada Allah—ketika Anda yakin akan apa yang Anda harapkan dan percaya akan apa yang tidak Anda lihat—suara-suara keraguan akan memudar, dan Anda akan melangkah menuju tujuan Anda dengan keyakinan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
You Don’t Have to See It to Believe It - Daily Hope with Rick Warren - May 01, 2026
“It was faith that made Noah hear God's warnings about things in the future that he could not see.” Hebrews 11:7 (GNT)
--------------------
Has God given you a vision? Maybe it’s been in your heart since you were young, or you are just learning about what God wants to do in your life and through you.
As soon as God gives you a dream, there are going to be voices of doubt. To pursue God’s plan with your whole heart, you’re going to have to listen to God and reject the voices of doubt.
Voices of doubt can come from a lot of places—from critics, from competition, from Satan, from friends and family who say, "We’ve known you all your life. Who do you think you are?"
Think of all the voices in Noah’s life that tried to make him doubt what God had said—to prepare for a coming reckoning by building an ark. Noah’s children would not have been thrilled with their dad building a huge boat in the front yard. They probably had no problem letting Noah know exactly how they felt!
Noah also had to live year after year being ridiculed by his neighbors, who must have thought he was insane. After all, Noah thought God spoke to him, and he was building an ark for a flood when no one had ever seen rain before.
Dream busters will try to stop your dream. Critics and cynics are going to question your pursuit of something great for God.
But the biggest voices of doubt can come from inside you. You talk to yourself constantly—either planting seeds of doubt in your mind or reminding yourself what God says about you.
God will never call you to do something that he doesn't give you the power and the resources and the grace to do.
You have to believe this, and then you have to remind yourself that it is true. Faith is the antidote to fear and doubt in your life. Hebrews 11:7 says, “It was faith that made Noah hear God's warnings about things in the future that he could not see” (GNT).
Noah couldn't see the flood, but he believed what God told him. You can't always see God's destiny for you either. But when you trust your future to God—when you are sure of what you hope for and certain of what you do not see—the voices of doubt will fade, and you will move toward your goals with confidence.
Rabu, 29 April 2026
Berani Menjadi Berbeda
30 April 2026
Bacaan Hari ini:
Kejadian 6:9 "Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah"
---------------
Anda tidak dapat menyesuaikan diri dengan budaya dunia sekaligus menyesuaikan diri dengan rencana Allah bagi hidup Anda.
Kejadian 6:9 berkata, "Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah"
Nuh melakukan sesuatu yang berarti dalam hidupnya meskipun lingkungannya—bukan karena lingkungannya. Ia menyadari bahwa budaya di sekitarnya dapat menjadi godaan yang mengalihkan dirinya dari tujuan Allah bagi hidupnya.
Dunia kita hidup untuk kesenangan, kenyamanan, dan hiburan. Anda tidak dapat hidup untuk hal-hal tersebut sekaligus hidup bagi Allah. Anda tidak dapat menilai keberhasilan berdasarkan harta, kesenangan, atau keuntungan. Anda tidak dapat berfokus untuk menyenangkan orang lain dan pada saat yang sama melakukan apa yang Allah panggil Anda untuk lakukan dalam hidup Anda.
Pada zaman Nuh, manusia telah mencapai titik terendah secara moral. Kejadian 6:11-12 berkata, "Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi."
Allah melihat betapa rusaknya dunia, ketika manusia semakin berpaling kepada kejahatan. Hal itu menyedihkan hati Allah. Namun, bahkan dalam keadaan itu, Nuh tetap berbeda.
Ketika Allah menciptakan bumi, Ia menyatakan bahwa semuanya baik, tetapi keadaan itu tidak bertahan. Apakah hal ini terasa familiar? Budaya kita saat ini juga bergerak menuju ketidakadaban, sama seperti pada zaman Nuh.
Satu-satunya titik terang dalam Kejadian 6 adalah Nuh. Ayat 8 menyatakan bahwa Allah berkenan kepada Nuh, yang berarti Nuh berbeda. Ketika seluruh budaya bergerak ke arah yang salah, Nuh justru bergerak menuju kebenaran dengan mengikuti Allah. Ia hidup melawan arus budaya.
Yang terpenting bukanlah berada di pihak tren yang benar. Yang terpenting adalah melakukan apa yang benar. Jika Anda ingin menjadi seperti yang Allah maksudkan dan menggenapi tujuan hidup yang Ia tetapkan bagi Anda, maka Anda harus bersedia untuk menjadi berbeda.
Apakah Anda ingin membuat perbedaan di dunia ini? Apakah Anda ingin memberi dampak dalam keluarga, komunitas, sekolah, atau pekerjaan Anda? Nuh menggenapi panggilannya dengan mengabaikan gangguan dari budaya dan menolak mengikuti arus.
Renungkan:
- Dalam hal apa saja Anda akan melawan arus budaya jika Anda mengikuti Allah dalam pekerjaan, sekolah, atau keluarga Anda?
- Bagaimana Anda dapat mengetahui apakah sesuatu menyenangkan Allah atau hanya sekadar mengikuti budaya?
- Siapa yang dapat mendorong Anda untuk menolak arus budaya ketika hal itu bertentangan dengan firman Allah? Siapa yang dapat Anda dorong dalam hal ini? Mengapa kita saling membutuhkan untuk mengikuti Yesus dengan setia?
Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 6-7; Lukas 20:27-47
____________
Anda hanya dapat membuat perbedaan dengan menjadi berbeda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
Dare to Be Different - Daily Hope with Rick Warren - April 30, 2026
“This is the account of Noah and his descendants. Noah had God's approval and was a man of integrity among the people of his time. He walked with God.” Genesis 6:9 (GW)
-------------------
You can't fit in with culture and fit in with God's plan for your life.
Genesis 6:9 says, “This is the account of Noah and his descendants. Noah had God's approval and was a man of integrity among the people of his time. He walked with God” (GW).
Noah did something significant with his life despite his culture—not because of it. He knew the culture’s temptation to distract him from God's purpose for his life.
Our world is living for fun, comfort, and entertainment. You can't live for those things and live for God. You can’t judge your success by your possessions, pleasure, or profit. You can't focus on pleasing people and doing what God has called you to do with your life.
In Noah's day, humans had hit bottom morally. Genesis 6:11-12 says, “The world was corrupt in God's sight and full of violence . . . all people on earth lived evil lives” (GW).
God saw how broken the world had become, with people turning more and more toward evil. It broke God’s heart. But even then, Noah stood out.
When God made the earth, he said it was good, but it didn’t stay that way. Sound familiar? Our culture today is moving toward incivility, much like it did in Noah’s day.
The one bright spot in Genesis 6 was Noah. Verse 8 says God was pleased with Noah, which means Noah was different. All of culture was headed in the wrong direction, but Noah was moving toward righteousness as he followed God. He was living counterculturally.
It's not important to be on the right side of a trend. What’s important is doing what is right. If you're going to be all that God created you to be and fulfill the purpose he created you for, then you must be willing to be different.
Do you want to make a difference in this world? Do you want to make a difference in your family, in your community, in your school, or in your business? Noah fulfilled his destiny by ignoring cultural distractions and refusing to follow the crowd.
You can only make a difference by being different.
Selasa, 28 April 2026
🚖🚔🚘 *HIMBAUAN UNTUK PENGGUNA MOBIL LISTRIK**
COPAS:
Senin malam 27 April 2026 sekitar 20:55 WIB di Bekasi Timur: taksi listrik VinFast mogok di perlintasan rel Ampera, rodanya terkunci saat palang turun. KRL dari Cikarang nabrak taksi itu, lalu KA Argo Bromo Anggrek menghantam ekor KRL yang berhenti. Pengemudi selamat, tanpa penumpang.
*Ini versi singkatnya biar gampang diinget:*
*Kenapa EV lebih bahaya kalau mogok di rel:*
1. *Autolock*: Baterai habis/error → roda/motor ngunci, nggak bisa didorong warga
2. *Risiko baterai*: KRL 1500V DC + baterai lithium pecah = korslet, api, _thermal runaway_ susah padam
3. *Waktu sempit*: KRL datang tiap 5-10 menit, rem butuh 200-300m.
4. *Telat 30 detik = fatal.*
*Kalau terlanjur mogok di rel:*
1. *Langsung keluar semua orang* — tinggalin HP, tas, mobil. Nyawa dulu.
2. *Lari 45° menjauh searah datang kereta* biar nggak kena serpihan
3. *Hubungi 112 / pos PJL / tekan tombol darurat* di palang
4. *Jangan balik dorong* kalau roda udah ngunci
*Pencegahan khusus mobil listrik:*
1. *Baterai <20% jangan nekat nyebrang rel* — apalagi macet/antri
2. *Ada indikator error = jangan lewat perlintasan*. Menepi dulu
3. *Jangan berhenti di tengah rel*. Pastikan lancar baru jalan
4. *Servis rutin sistem proteksi & software* biar nggak _autolock_ sembarangan
*Intinya: EV sehat = aman lewat rel. EV error/habis baterai = jebakan.*
Mobil bensin masih bisa didorong netral, EV yang ngunci total cuma bisa ditowing. Dan itu nggak keburu kalau KRL udah deket.
Share info ini ke grup komunitas EV/taksi online. Banyak yang belum tau risiko _autolock_ di rel.
Seperti Apa Belas Kasihan di Dunia yang Tidak Ramah
29 April 2026
Bacaan Hari ini:
Kolose 4:6 "Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang."
-----------------
Salah satu cara terbaik untuk menjadi saksi bagi Yesus di dunia yang semakin suka menghakimi, egois dan tidak mau mengampuni adalah dengan menunjukkan belas kasihan kepada orang lain.
Kemarin kita telah melihat dua hal yang dapat Anda lakukan untuk membangun gaya hidup penuh belas kasihan: memperhatikan dan mendengarkan kebutuhan orang lain, serta tidak tersinggung oleh dosa orang lain.
Berikut dua cara lainnya untuk menunjukkan belas kasihan:
Pilihlah kata-kata Anda dengan hati-hati.
Jika Anda ingin menunjukkan belas kasihan, ada beberapa hal yang tidak dapat Anda katakan. Anda tidak dapat bersikap kasar atau sarkastis. Belas kasihan menempatkan "penyaring" pada mulut Anda dan menolong Anda memilih kata-kata yang membangun orang lain, bukan menjatuhkan mereka.
Kolose 4:6 berkata,"Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang."
Mungkin Anda dibesarkan dalam keluarga yang terbiasa saling merendahkan, dan sekarang Anda mengembangkan pola yang sama dalam hidup Anda. Bagaimana Anda memutuskan kebiasaan itu? Mintalah hikmat kepada Allah karena "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik." (Yakobus 3:17).
Semakin bijaksana Anda, semakin besar belas kasihan Anda kepada orang-orang di sekitar Anda—tidak peduli seberapa besar mereka tidak setuju atau tidak menyukai Anda. Hal ini karena semakin Anda memahami luka orang lain, semakin Anda cenderung memberi kelonggaran kepada mereka dan menunjukkan belas kasihan.
Hargai keselamatan orang lebih daripada sekadar menaati aturan.
Yesus berulang kali menunjukkan hal ini. Salah satu contohnya terdapat dalam Injil Matius. Yesus berkata kepada orang-orang Farisi yang legalistik: "Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan." (Matius 23:23).
Yesus tidak menyukai bagaimana orang-orang Farisi memprioritaskan persepuluhan dibandingkan hal-hal yang lebih penting, seperti memperlakukan orang dengan adil, menunjukkan belas kasihan, dan memiliki iman. Ia juga ingin kita "tidak mengabaikan hal-hal yang lebih penting." Ia lebih ingin melihat kebaikan kita menjangkau orang lain sehingga suatu hari mereka menyerahkan hidup mereka kepada-Nya. Yesus lebih menaruh perhatian pada pembangunan Kerajaan Allah daripada sekadar ketaatan pada aturan.
Renungkan:
- Ketika Anda masih kecil, bagaimana keluarga Anda menunjukkan belas kasihan melalui kata-kata mereka? Dalam hal apa mereka tidak menunjukkan belas kasihan melalui kata-kata?
- Situasi apa yang Anda perkirakan akan Anda hadapi minggu ini yang menuntut Anda untuk menunjukkan belas kasihan?
- Pernahkah Anda kesulitan menunjukkan belas kasihan kepada seseorang, tetapi setelah mengetahui latar belakang mereka, hal itu menjadi lebih mudah? Mengapa demikian?
Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 3-5; Lukas 20:1-26
_____________
Setiap kali Anda menunjukkan belas kasihan, itulah kesaksian Kristen terbesar Anda kepada dunia.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
What Mercy Looks Like in an Unkind World - Daily Hope with Rick Warren - April 29, 2026
“When you talk, you should always be kind and pleasant so you will be able to answer everyone in the way you should.” Colossians 4:6 (NCV)
----------------------
One of the best ways to be a witness for Jesus in a world that’s becoming more judgmental, selfish, and unforgiving is to show mercy to others.
Yesterday we looked at two things you can do to build a lifestyle of mercy: Watch and listen for the needs of others, and don’t be offended by the sins of others.
Here are two more ways to show mercy:
Choose your words carefully. If you’re going to show mercy, there are some things you just can’t say. You can’t be rude or sarcastic. Mercy puts a filter on your mouth and helps you choose words that build people up instead of tearing them down.
Colossians 4:6 says, “When you talk, you should always be kind and pleasant so you will be able to answer everyone in the way you should” (NCV).
Maybe you grew up in a family where it was common to put each other down, and now you’ve developed the same pattern in your own life. How do you break that habit? Ask God for wisdom because “the wisdom from above is first pure, then peaceable, gentle, open to reason, full of mercy” (James 3:17 ESV).
The wiser you become, the more merciful you’ll be to the people around you—no matter how much they disagree with you or dislike you. That’s because the more you understand the hurts of other people, the more likely you are to cut them slack and show them mercy.
Value people’s salvation over keeping rules. Jesus modeled this over and over. A good example is found in the book of Matthew. Jesus says this to the legalistic Pharisees: “You are careful to tithe even the tiniest income from your herb gardens, but you ignore the more important aspects of the law—justice, mercy, and faith. You should tithe, yes, but do not neglect the more important things” (Matthew 23:23 NLT).
Jesus didn’t like how the Pharisees prioritized tithing over more important things, such as treating people fairly, showing mercy, and having faith. He wants us to “not neglect the more important things” too. He would rather see our kindness break through to others so that, one day, they will give their lives to him. Jesus is more interested in kingdom building than in rule following.
Every time you show mercy, it’s your greatest Christian witness to the world.
Senin, 27 April 2026
Kesaksian Terbesar Anda adalah Belas Kasihan
28 April 2026
Bacaan Hari ini:
Lukas 6:36 "Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."
----------------
Apakah Anda menyadari betapa dunia saat ini sering kali tidak berbelas kasihan dan tidak mau mengampuni? Seolah-olah bentuk humor tertinggi adalah merendahkan orang lain. Bahkan para komedian dibayar untuk sindiran yang sarkastis dan sinis terhadap orang lain.
Namun ketika orang melihat Anda menunjukkan belas kasihan, terutama di tengah masyarakat yang semakin kasar dan tidak ramah, mereka akan berkata, "Inilah yang saya harapkan dari seorang Kristen—seperti Yesus."
Yesus berkata dalam Lukas 6:36, "Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."
Ada empat hal yang dapat Anda lakukan untuk membangun gaya hidup penuh belas kasihan. Kita akan melihat dua hal hari ini dan dua hal lainnya besok.
Perhatikan dan dengarkan kebutuhan orang lain.
Kebutuhan siapa? Kebutuhan orang-orang di lingkungan Anda, di tempat kerja Anda dan dalam keluarga Anda. Belas kasihan selalu dimulai dengan kesadaran. Jika Anda tidak menyadari, Anda tidak akan peduli.
Alkitab berkata, "dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga." (Filipi 2:4).
Anda tidak kesulitan menunjukkan belas kasihan karena Anda orang yang buruk. Hal itu terjadi karena Anda terlalu sibuk. Kesibukan adalah perusak utama belas kasihan dalam hidup Anda. Ketika Anda berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan lain dan dari satu tugas ke tugas berikutnya, sulit untuk memperhatikan orang-orang di sekitar Anda. Dan ketika Anda tidak melihat dan mendengarkan kebutuhan orang lain, hampir mustahil untuk menunjukkan belas kasihan.
Jangan tersinggung oleh dosa orang lain.
Anda tidak dapat berkata, "Perbaiki hidup Anda terlebih dahulu, baru saya akan menerima Anda." Tidak—belas kasihan itu tanpa syarat! Jika Anda ingin menunjukkan belas kasihan kepada orang lain, Anda tidak boleh merasa tersinggung oleh mereka. Anda tidak dapat melayani orang lain jika Anda memandang mereka lebih rendah.
Yesus tidak tersinggung oleh dosa orang lain. Bahkan, Ia bergaul dengan orang-orang yang dianggap sebagai pendosa paling buruk. Ia bahkan dituduh bersalah karena bergaul dengan orang-orang yang korup, tidak mengasihi dan manipulatif.
Ini tidak berarti bahwa Yesus menyetujui semua yang mereka lakukan. Allah juga tidak menyetujui semua yang Anda lakukan, tetapi Ia tetap menerima Anda sepenuhnya. Menunjukkan belas kasihan tidak berarti Anda mengatakan bahwa semua yang dilakukan seseorang itu benar. Kecanduan narkoba dan perzinahan, misalnya, bukanlah hal yang benar.
Namun, Anda tetap dapat menunjukkan belas kasihan. Anda dapat melakukan kepada orang lain apa yang Kristus telah lakukan bagi Anda.
"Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa." (1 Petrus 4:8).
Renungkan:
- Mengapa belas kasihan sulit ditemukan di dunia saat ini?
- Siapa yang pernah menunjukkan belas kasihan kepada Anda, bahkan ketika Anda tidak layak menerimanya? Bagaimana kejadiannya?
- Pernahkah Anda menahan belas kasihan dari seseorang karena Anda tidak setuju dengan gaya hidupnya? Jika ya, bagaimana Anda dapat merespons mereka secara berbeda hari ini?
Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 1-2; Lukas 19:28-48
___________
Di dunia yang semakin tidak ramah, kesaksian Kristen terbesar Anda dapat terlihat melalui sikap Anda yang menunjukkan belas kasihan kepada orang lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Your Greatest Witness Is Mercy - Daily Hope with Rick Warren - April 28, 2026
“Be merciful, just as your Father is merciful.” Luke 6:36 (NIV)
-----------------
In an increasingly unkind world, your greatest Christian witness can be showing people mercy.
Have you noticed how unmerciful and unforgiving our world is? It seems the highest form of humor is the put-down. Even comedians get paid for their sarcastic and cynical jabs at others.
But when people see you showing mercy, especially considering how rude and mean society has become, they’ll say, “That’s what I expect a Christian to be like—like Jesus.”
Jesus says in Luke 6:36, “Be merciful, just as your Father is merciful” (NIV).
There are four things you can do to build a lifestyle of mercy. We’ll look at two today and two tomorrow.
Watch and listen for the needs of others. Whose needs? The needs of people in your neighborhood, at your work, and in your family. Mercy always begins with awareness. If you’re not aware, then you don’t care.
The Bible says, “Look out for one another’s interests, not just for your own” (Philippians 2:4 GNT).
You don’t struggle to be merciful because you’re a bad person. It’s because you’re too busy. Busyness is the number one destroyer of mercy in your life. When you’re moving from event to event and task to task, it’s hard to pay attention to the people around you. And when you’re not looking and listening for people’s needs, it’s nearly impossible to be merciful.
Don’t be offended by the sins of others. You can’t say, “Go clean up your life, and then I will accept you.” No—mercy is unconditional! If you’re going to show mercy to people, you can’t be offended by them. You can’t minister to people if you’re looking down on them.
Jesus wasn’t offended by people’s sins. In fact, he hung out with the worst kinds of sinners. He was even accused of “guilt by association” because he spent time with people who were corrupt, unloving, and manipulative.
This doesn’t mean Jesus approved of everything they did. God doesn’t approve of everything you do, but he accepts you completely. Showing mercy doesn’t mean you say everything someone does is okay. Drug addiction and adultery, for example, are not okay.
But you can still show mercy. You can do for others what Christ has done for you.
“Most importantly, love each other deeply. Love has a way of not looking at others’ sins” (1 Peter 4:8 ICB).
Minggu, 26 April 2026
Apa yang Terjadi Ketika Anda Diselamatkan?
27 April 2026
Bacaan Hari ini:
2 Korintus 5:17-18 "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami."
--------------------
Karena belas kasihan Allah yang besar, Yesus datang "untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang" (Lukas 19:10). Ia menunjukkan betapa berharganya Anda bagi-Nya dengan mengutus Anak-Nya untuk mati di kayu salib bagi dosa-dosa Anda. Itulah kasih yang Allah miliki bagi Anda.
Anda mungkin pernah mendengar orang berkata, "Saya diselamatkan." Anda bahkan mungkin mengatakannya sendiri ketika berbicara tentang hubungan Anda dengan Yesus. Namun, apa arti diselamatkan itu? Apa yang terjadi ketika Anda menerima anugerah keselamatan dari Allah?
Keselamatan menyelamatkan Anda dari diri Anda sendiri.
Banyak orang tidak berpikir bahwa mereka perlu diselamatkan atau "ditolong" dari apa pun. Namun saya bertanya kepada mereka, "Benarkah? Anda tidak memiliki rasa sakit dalam hidup? Anda tidak memiliki kepahitan, tekanan, rasa bersalah atau kecemasan?" Setiap orang memiliki masalah yang tidak dapat mereka selesaikan sendiri. Setiap orang membutuhkan pertolongan. Setiap orang membutuhkan Yesus.
Alkitab berkata, "Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku" (Mazmur 50:15).
Keselamatan memulihkan apa yang Anda hilangkan.
Apa yang ingin Anda dapatkan kembali? Mungkin Anda telah kehilangan kepercayaan diri, sukacita, reputasi, impian atau kemurnian. Yesus datang untuk memulihkan apa yang telah Anda hilangkan.
Jika Anda memahami dunia pertanian, Anda mungkin mengetahui betapa merusaknya kawanan belalang. Mereka dapat menghancurkan ladang jagung dalam waktu sekitar dua jam.
Apa yang telah menggerogoti hidup Anda? Apa yang telah merusak keuntungan, rencana atau hubungan Anda? Hanya Allah yang dapat memulihkan semuanya. Yoel 2:25 berkata, "Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu."
Keselamatan menghubungkan kembali Anda dengan Allah.
Ketika Anda menyerahkan hidup Anda kepada Allah, Yesus mendamaikan Anda dengan-Nya. Ia meruntuhkan semua penghalang yang dahulu memisahkan Anda dari Pencipta Anda. Ada satu istilah untuk itu: pendamaian.
Alkitab berkata, "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami." (2 Korintus 5:17-18).
Didamaikan dengan Allah juga berarti Anda akan hidup bersama-Nya selamanya. Anda tidak akan menjalani kekekalan di neraka, terpisah dari Allah; sebaliknya, Anda akan memiliki tempat yang pasti di surga. Itulah sebabnya mempersiapkan kehidupan yang akan datang adalah hal yang paling penting yang dapat Anda lakukan dalam hidup ini.
Renungkan:
- Apakah Anda kesulitan mengakui bahwa Anda membutuhkan pertolongan Allah? Dalam hal apa Anda terkadang mencoba menyelamatkan diri Anda sendiri?
- Apa yang telah Anda kehilangan dalam hidup? Luangkan waktu untuk mengucap syukur kepada Allah sebagai Allah yang memulihkan dan mintalah Dia untuk mengembalikan "apa yang hilang pada tahun-tahun ketika kawanan belalang memakan hasil panen Anda."
- Jika Anda sudah menjadi seorang Kristen, dalam hal apa keselamatan Anda telah menghubungkan kembali Anda dengan Allah? Jika Anda belum memutuskan untuk mengikuti Yesus, dalam bidang apa dalam hidup Anda Anda melihat kebutuhan untuk terhubung dengan Allah?
Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 23-24; Lukas 19:1-27
______________
Anda sudah diselamatkan dan akan terus diselamatkan kembali oleh Yesus.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
What Happens When You’re Saved? - Daily Hope with Rick Warren - April 27, 2026
“Anyone who belongs to Christ is a new person. The past is forgotten, and everything is new. God has done it all! He sent Christ to make peace between himself and us, and he has given us the work of making peace between himself and others.” 2 Corinthians 5:17-18 (CEV)
---------------------
Because of God’s great mercy, Jesus came “to seek and to save the lost” (Luke 19:10 NIV). He showed you how much you matter to him by sending his Son to die on the cross for your sins. That’s the kind of love God has for you.
You may have heard people say, “I’m saved.” You may even say that yourself when you talk about your relationship with Jesus. But what does it mean to be saved? What happens when you accept God’s gift of salvation?
Salvation rescues you from yourself. Many people don’t think they need to be saved or “rescued” from anything. And I ask them, “Really? You have no pain in your life? You have no resentment, pressures, guilt, or anxiety?” Everyone has problems they can’t solve on their own. Everyone needs to be rescued. Everyone needs Jesus.
The Bible says, “Call on me in times of trouble. I will rescue you, and you will honor me” (Psalm 50:15 GW).
Salvation recovers what you lost. What would you like to get back? Maybe you’ve lost your confidence, your joy, your reputation, your dream, or your innocence. Jesus came to recover what you’ve lost.
If you’re familiar with farming, you probably know how damaging a swarm of locusts can be. They can destroy a field of corn in about two hours.
What has eaten away at your life? What has destroyed your profitability, plans, or relationships? Only God can restore it all. Joel 2:25 says, “I will give you back what you lost in the years when swarms of locusts ate your crops” (GNT).
Salvation reconnects you to God. When you surrender your life to God, Jesus makes peace between you and him. He tears down all the barriers that once separated you from your Creator. There’s a word for that: reconciliation.
The Bible says, “Anyone who belongs to Christ is a new person. The past is forgotten, and everything is new. God has done it all! He sent Christ to make peace between himself and us, and he has given us the work of making peace between himself and others” (2 Corinthians 5:17-18 CEV).
Being reconciled to God also means you will live with him forever. You won’t spend eternity in hell, separated from God; instead, you will have a secure home in heaven! That’s why preparing for the next life is the most important thing you can do in this life.
Sabtu, 25 April 2026
Anda Tidak Menjalani Ini Sendirian
26 April 2026
Bacaan Hari ini:
Kisah Para Rasul 7:9-10 "Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia, dan melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya kasih karunia dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya."
--------------------
Ketika menghadapi kesulitan dan penderitaan yang besar, Yusuf tetap teguh karena ia bergantung pada kehadiran Allah, di mana pun ia berada.
Ada sebuah frasa yang digunakan lima kali dalam kisah Yusuf—dan setiap kali sesuatu disebutkan lima kali dalam Kitab Suci, Allah ingin Anda memperhatikannya dengan sungguh-sungguh. Frasa tersebut pada dasarnya adalah, "Tuhan menyertai Yusuf."
Kisah Para Rasul 7:9-10 berkata, "Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia, dan melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya kasih karunia dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya."
Yusuf mengetahui bahwa apa pun kemunduran yang terjadi, Allah menyertainya. Allah menyertai Yusuf ketika saudara-saudaranya melemparkannya ke dalam sumur dan ketika mereka menjualnya kepada para pedagang. Allah membawanya dengan selamat melalui semua kesusahannya.
Perhatikan bahwa tidak dikatakan Allah menyelamatkan Yusuf dari kesusahannya. Dikatakan bahwa Allah membawanya melalui kesusahan itu dengan selamat.
Ketika Anda memiliki kehadiran Allah, itu tidak berarti bahwa Ia akan mencegah hal-hal buruk atau sulit terjadi dalam hidup Anda. Itu berarti Ia akan membawa Anda melaluinya. Jika Allah telah mencegah semua hal buruk yang terjadi pada Yusuf, maka Yusuf tidak akan sampai ke Mesir, di mana ia menjadi seorang pemimpin yang berkuasa yang menyelamatkan bangsanya dari kelaparan. Ia tidak akan pernah mengalami pemulihan hidupnya.
Apa pun yang Anda hadapi hari ini, Allah sebenarnya dapat saja membawa Anda menghindarinya atau menjauhkan Anda darinya. Namun Ia membawa Anda melaluinya untuk kebaikan Anda dan untuk kemuliaan-Nya.
Bahkan ketika Anda tidak merasakannya, kehadiran Allah tidak pernah meninggalkan Anda. Ia menyertai Yusuf di dalam sumur, dalam perjalanan ke Mesir, di rumah Potifar, di penjara dan di istana Firaun. Tidak ada tempat yang dapat Anda datangi di mana Ia tidak akan menyertai Anda juga.
Selalu ada sesuatu yang dapat dipelajari dari kemunduran dalam hidup. Mungkin satu-satunya hal yang Anda pelajari dalam kesusahan adalah bagaimana bergantung pada kehadiran dan kuasa Allah—tetapi itu berarti iman yang lebih dalam dan lebih kuat akan menjadi salah satu pemulihan terbesar dalam hidup Anda.
Renungkan:
- Siapa atau apa yang dapat menolong Anda mengingat kehadiran Allah ketika Anda mengalami kemunduran?
- Menurut Anda, apa yang Allah ingin Anda lakukan ketika Anda tidak merasakan kehadiran-Nya?
- Pikirkan beberapa pelajaran terbesar yang Anda pelajari melalui kemunduran dalam hidup Anda. Bagaimana mengingat kesetiaan Allah melalui hal-hal tersebut menolong Anda mempercayai kehadiran-Nya sekarang?
Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 21-22; Lukas 18:24-43
______________
Allah tidak menyebabkan masalah Anda, tetapi Ia dapat menggunakannya untuk tujuan-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
You’re Not Going through It Alone - Daily Hope with Rick Warren - April 26, 2026
“Jacob’s sons became jealous of their brother Joseph and sold him to be a slave in Egypt. But God was with him and brought him safely through all his troubles.” Acts 7:9-10 (GNT)
----------------------
When faced with great adversity and hardship, Joseph remained resilient because he depended on God’s presence, no matter where he was.
There’s a phrase that’s used five times in Joseph’s story—and anytime something is said five times in Scripture, God wants you to pay close attention. This phrase is essentially, “The Lord was with Joseph.”
Acts 7:9-10 says, “Jacob’s sons became jealous of their brother Joseph and sold him to be a slave in Egypt. But God was with him and brought him safely through all his troubles” (GNT).
Jospeh knew that no matter what the setback was, God was with him. God was with Joseph when his brothers threw him in the pit and when they sold him to the traders. God brought him safely through all his troubles.
Notice that it doesn’t say God spared Joseph from his troubles. It says God brought him safely through.
When you have God’s presence, it doesn’t mean he’s going to keep bad or hard things from happening to you. It means he’s going to bring you through it. If God had spared Joseph from all the terrible things that happened to him, then Joseph would not have made it to Egypt, where he became a powerful leader who saved his people from famine. He would have never had his comeback.
God doesn’t cause your problems, but he can use them for his purposes.
Whatever you’re facing today, God could have taken you around it or kept you out of it altogether. But he’s taking you through it for your good and for his glory.
Even when you don’t feel it, God’s presence has never left you. He was with Joseph in the pit, on the path to Egypt, in Potiphar’s palazzo, in prison, and in Pharaoh’s palace. There is no place you can go that he will not be with you too.
There is always something to learn in the setbacks of life. Maybe the only thing you learn in your troubles is how to depend on God’s presence and power—but that means a deeper, stronger faith will be one of your greatest comebacks.
Jumat, 24 April 2026
Pendekatan yang Lebih Baik terhadap Pekerjaan
25 April 2026
Bacaan Hari ini:
Efesus 6:7-8 "..dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia. Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan."
-----------------
Pernahkah Anda terpaksa mengambil pekerjaan yang sebenarnya tidak Anda inginkan? Mungkin Anda tidak mendapatkan pekerjaan impian Anda atau kebutuhan finansial membuat Anda harus mengambil pekerjaan yang tersedia, bukan yang Anda inginkan. Anda harus menerima apa yang Anda anggap sebagai pilihan terbaik.
Hal ini juga merupakan salah satu dari banyak kemunduran yang dialami Yusuf dalam Alkitab—bahkan dalam tingkat yang jauh lebih berat daripada yang mungkin pernah Anda alami. Kejadian 37:36 berkata, "Adapun Yusuf, ia dijual oleh orang Midian itu ke Mesir, kepada Potifar, seorang pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja."
Dalam hitungan hari, Yusuf berubah dari seorang anak yang dimanjakan di rumah ayahnya menjadi seorang budak di rumah orang lain di negeri asing. Ia melakukan pekerjaan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, tanpa memiliki pilihan dalam hal tersebut.
Anda mungkin saat ini berada dalam pekerjaan yang benar-benar tidak Anda sukai atau tidak ingin Anda lakukan, pekerjaan yang Anda harapkan tidak perlu Anda jalani. Anda berharap dapat melakukan hal lain di tempat lain. Bahkan pada hari-hari terburuk, hal itu mungkin terasa seperti kerja paksa. Ini tampak seperti sebuah kemunduran, dan Anda tidak melihat akhirnya.
Jika demikian, Anda kemungkinan dapat memahami Yusuf dan perasaannya.
Namun, Yusuf mengambil keputusan yang luar biasa: ke mana pun ia pergi dan apa pun yang ia lakukan, ia memilih untuk melakukan yang terbaik dengan apa yang ia miliki bagi Allah. Bahkan sebagai seorang budak, jauh dari rumahnya, ia melayani dengan sepenuh hati dan berusaha menghormati Allah melalui pekerjaan dan karakter yang baik.
Yusuf memberi makna pada pekerjaan seorang budak. Ia melakukannya dengan bekerja untuk Allah, bukan untuk tuan manusia. Ia memandang Allah sebagai atasannya, sehingga ia memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya bagi Allah.
Dan hal itu tidak luput dari perhatian: pekerjaan Yusuf yang luar biasa menonjol dan membawanya pada kenaikan posisi dari tuannya, yang pada akhirnya menempatkannya dalam pelayanan kepada raja.
Efesus 6:7-8 berkata, "..dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia. Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan."
Renungkan :
- Apakah Anda membutuhkan orang lain untuk mengakui kerja keras Anda agar hal itu terasa bernilai? Mengapa demikian atau tidak?
- Seberapa sering Anda harus mengambil keputusan untuk bekerja dengan tekun?
- Dalam hal apa menjaga hubungan dengan Allah melalui pembacaan Alkitab dan doa membantu Anda tetap fokus dan tekun dalam pekerjaan?
Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 19-20; Lukas 18:1-23
_____________
Mungkin tidak ada orang lain yang memperhatikan usaha Anda dan Anda mungkin tidak melihat hasilnya sampai Anda berada di surga. Namun, kerja keras dan kesetiaan Anda dalam pekerjaan tidak akan pernah luput dari perhatian Tuhan, dimana pendapat-Nya adalah yang paling penting bagi hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
============
A Better Approach to Work - Daily Hope with Rick Warren - April 25, 2026
“Work with enthusiasm, as though you were working for the Lord rather than for people. Remember that the Lord will reward each one of us for the good we do.” Ephesians 6:7-8 (NLT)
-------------------
Have you ever been forced to take a job you didn’t really want? Maybe you couldn’t find your dream job or financial needs made you take the job that was available but not the one you wanted. You had to settle for what you thought was best.
This was one of the many setbacks Joseph in the Bible faced—to ah ko l much greater degree than we will ever experience. Genesis 37:36 says, “Meanwhile, in Egypt, the traders sold Joseph to Potiphar, an officer of the Pharaoh—the king of Egypt” (TLB).
In a matter of days, Joseph went from being a pampered son in his father's home to being a slave in someone else's home in a foreign country. He was doing work he never expected to do, without having any say in the matter.
You may be in a job right now that you really don't like or don’t want to do, that you wish you didn't have to do. You wish you were doing something else somewhere else. Maybe on your worst days, it even feels like forced labor. It seems like a setback, and you don’t see an end in sight.
If that’s you, then you probably can identify with Joseph and how he felt.
But Joseph made a pretty remarkable decision: Wherever Joseph went and whatever he did, he chose to do the best he could with what he had for God. Even as a slave, away from his home, he served with his whole heart and tried to honor God with good work and good character.
Joseph took the work of a slave and gave it meaning. He did this by working for God and not for his human master. He saw God as his boss, and so he gave God his best in his work.
And it didn’t go unnoticed: Joseph’s excellent work stood out and led to promotions by his master that eventually landed him in the service of the king.
Ephesians 6:7-8 says, “Work with enthusiasm, as though you were working for the Lord rather than for people. Remember that the Lord will reward each one of us for the good we do” (NLT).
No one else may notice your efforts, and you may not see your reward until you get to heaven. But your diligent, faithful work in your job will never go unnoticed by the One whose opinion matters most.
Kamis, 23 April 2026
Orang yang Tidak Terhubung dengan Tuhan, Kehilangan Potensi Mereka
24 April 2026
Bacaan Hari ini:
1 Korintus 2:9 "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia"
-----------------
Allah memiliki rencana yang luar biasa bagi Anda! Namun, jika Anda tidak terhubung dengan-Nya, Anda akan kehilangan semua yang ingin Ia lakukan dalam hidup Anda.
Kemarin kita telah melihat dua hal yang hilang dari orang yang hilang secara rohani: arah dan perlindungan mereka. Hari ini kita akan melihat hal lainnya yang hilang: potensi mereka.
Potensi Anda untuk melakukan hal-hal baik di dunia ini menjadi sangat terbatas ketika Anda tidak terhubung dengan Allah.
Hal ini dapat dianalogikan seperti koin. Jika dikumpulkan dalam jumlah yang cukup, koin memiliki potensi besar untuk kebaikan. Anda dapat memberi makan sebuah keluarga, memulai usaha, atau bahkan menyelamatkan nyawa. Namun, Anda tidak dapat melakukan hal-hal baik tersebut jika koin-koin itu hilang.
Kisah tentang koin yang hilang dalam Lukas 15:8-10 adalah contoh yang baik. Kisah ini tentang seorang perempuan yang memiliki 10 koin berharga. Namun, salah satunya hilang. Ia tidak berkata, "Saya masih memiliki sembilan koin, jadi saya tidak perlu memikirkan yang hilang." Sebaliknya, ia menggeledah seluruh rumahnya untuk mencarinya dan bersukacita ketika akhirnya ditemukan.
Hanya karena koin tersebut hilang bukan berarti nilainya hilang. Koin itu tetap sangat berharga! Namun, yang hilang adalah potensinya untuk melakukan kebaikan.
Allah menciptakan Anda untuk melakukan hal-hal besar, jauh melampaui apa yang dapat Anda bayangkan. Bahkan, jika Allah menunjukkan kepada Anda apa yang ingin Ia lakukan melalui hidup Anda ketika Anda sepenuhnya menyerahkannya kepada-Nya, hal itu akan sangat mengagumkan bagi Anda.
Alkitab berkata, "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia" (1 Korintus 2:9).
Mungkin Anda telah lama tidak terhubung dengan Allah, dan Anda berpikir bahwa sudah terlambat bagi-Nya untuk memakai Anda. Namun, itu tidak terlambat! Ia adalah Pencipta Anda. Ia memandang Anda sangat berharga dan Ia mengetahui potensi Anda.
Renungkan :
- Kapan Anda pernah kehilangan sesuatu yang sangat berharga bagi Anda? Sejauh apa Anda berusaha untuk menemukannya kembali?
- Bagaimana dampaknya ketika seseorang menyia-nyiakan potensinya terhadap orang lain?
- Allah telah menyediakan hal-hal luar biasa bagi mereka yang mengasihi-Nya. Bagaimana pengetahuan ini memengaruhi keinginan Anda untuk hidup sepenuhnya bagi-Nya?
Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 16-18; Lukas 17:20-37
________________
Jika Anda menyerahkan setiap bagian hidup Anda kepada-Nya hari ini, Anda akan mulai melihat semua hal yang telah Ia siapkan bagi Anda menjadi nyata.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Disconnected People Lose Their Potential - Daily Hope with Rick Warren - April 24, 2026
“No eye has seen, no ear has heard, and no mind has imagined what God has prepared for those who love him.” 1 Corinthians 2:9 (NLT)
----------------------
God has amazing plans for you! But if you’re not connected to him, you lose out on everything he wants to do in your life.
Yesterday we looked at two things people lose when they’re spiritually lost: their direction and protection. Today we’ll be looking at another thing they lose: their potential.
Your potential to do good things in the world is dramatically limited when you’re disconnected from God.
It’s a lot like coins. Put enough of them together, and they have great potential for good. You could feed a family, start a business, or even save a life. But you can’t do any of those good things if the coins are lost.
The story of the lost coin in Luke 15:8-10 is a good example of this. It’s about a woman who has 10 valuable coins. But, somehow, one of them gets lost. She doesn’t say, “I’ve got nine coins, so I’m not going to worry about the lost one.” Instead, she turns her house upside down to look for it and celebrates when it’s finally found.
Just because her coin was lost didn’t mean it had lost its value. It still had great value! But what it lost was its potential to do any good.
God made you to do great things, far greater than you could possibly imagine. In fact, if God showed you what he wants to do with your life when you completely place it in his hands, it would astound you!
The Bible says, “No eye has seen, no ear has heard, and no mind has imagined what God has prepared for those who love him” (1 Corinthians 2:9 NLT).
Maybe you’ve been disconnected from God for many years, and you think it’s too late for him to use you. It’s not too late! He’s your Creator. He sees you as highly valuable, and he knows your potential.
If you’ll surrender every part of your life to him today, you’ll start to see all the things he has prepared for you come to life.
Rabu, 22 April 2026
Arah dan Perlindungan Allah bagi Anda
23 April 2026
Bacaan Hari ini:
Yesaya 53:6 "Kita sekalian sesat seperti domba , masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian."
-----------------
Allah memandang setiap orang berharga dan layak untuk dicari, ditemukan dan diselamatkan. Alkitab berkata, "[Allah] menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran" (1 Timotius 2:4).
Namun, banyak orang hilang secara rohani. Ini berarti mereka mengikuti rencana hidup mereka sendiri, bukan rencana Allah.
Lalu, apa sebenarnya yang hilang dari orang yang hilang secara rohani? Mereka kehilangan beberapa hal, tetapi hari ini kita akan melihat dua hal saja: mereka kehilangan arah dan perlindungan.
Hal ini dapat dilihat dalam kisah domba yang hilang dalam Lukas 15:3-6. Kisah ini tentang seorang gembala yang meninggalkan 99 domba yang selamat untuk mencari satu dombanya yang hilang. Ia tidak berkata, "Saya memiliki 99 domba yang selamat, jadi abaikan saja yang satu itu!" Tidak, semuanya penting baginya. Dan ketika ia menemukan domba yang hilang itu, "Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira" (Lukas 15:5) untuk merayakannya.
Seperti domba, orang yang hilang secara rohani kehilangan arah. Sebenarnya, semua manusia memiliki kecenderungan ini. Anda tidak berniat untuk tersesat. Anda hanya berpikir, "Rumput di sana tampak lebih hijau." Lalu Anda mulai mengikuti jalan Anda sendiri dan kehilangan arah.
Alkitab berkata, "Kita sekalian sesat seperti domba , masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian." (Yesaya 53:6).
Hal lain yang hilang dari orang yang hilang secara rohani adalah perlindungan Allah. Seperti domba yang menjauh dari gembalanya, Anda menjadi rentan ketika tidak memiliki gembala yang melindungi Anda dari "serigala" kehidupan. Itulah sebabnya Anda perlu mengikuti Yesus, Sang Gembala yang Baik. Tanpa itu, Anda sendirian dan tidak memiliki perlindungan—dan Anda kehilangan perlindungan Allah.
Alkitab juga berkata, "bangsa itu berkeliaran seperti kawanan domba dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala" (Zakharia 10:2).
Namun, ketika Anda menempatkan diri di bawah pemeliharaan Sang Gembala yang Baik, Anda akan memperoleh arah dan perlindungan. Ini tidak berarti Anda akan bebas dari masalah. Tetapi ini berarti Allah akan membuat "segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia" (Roma 8:28).
Renungkan :
- Kapan Anda pertama kali menyadari bahwa Anda berharga di mata Allah? Situasi atau siapa yang membantu Anda menyadarinya?
- Kebiasaan harian apa yang membuat Anda tetap dekat dengan Yesus, Sang Gembala yang Baik? Kebiasaan apa yang justru membuat Anda lebih mudah menjauh dari-Nya?
- Siapa dalam hidup Anda yang tampaknya belum memiliki arah dan perlindungan dari Allah? Buatlah rencana untuk menyampaikan kepada mereka betapa berharganya mereka di mata-Nya.
Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 14-15: Lukas 17:1-19
_____________
Mungkin Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang kekurangan arah dan perlindungan dari Allah saat ini. Ingatlah: Yesus adalah Gembala yang Baik yang memandang setiap orang sangat berharga dan "menghendaki supaya semua orang diselamatkan."
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
God’s Direction and Protection for You - Daily Hope with Rick Warren - April 23, 2026
“All of us, like sheep, have strayed away. We have left God’s paths to follow our own.” Isaiah 53:6 (NLT)
------------------
God sees everyone as valuable and worth seeking, finding, and saving. The Bible says, “[God] desires all people to be saved and to come to the knowledge of the truth” (1 Timothy 2:4 ESV).
But many people are spiritually lost. This means they’re following their own plan for their lives rather than God’s plan.
But what do spiritually lost people actually lose? They lose several things, but today we’ll look at just two: They lose their direction and their protection.
You can see this in the story of the lost sheep in Luke 15:3-6. It’s about a shepherd who leaves 99 saved sheep to go and search for his one lost sheep. He doesn’t say, “I’ve got 99 saved sheep, so forget the lost one!” No, they all matter to him. And when he finds the lost sheep, “he joyfully puts it on his shoulders and goes home” (Luke 15:5 NIV) to celebrate.
Like sheep, people who are spiritually lost lose their direction. In fact, all humans are this way. You don’t intend to get lost. You just think, “That grass over there looks greener.” And soon you follow your own way and lose your direction.
The Bible says, “All of us, like sheep, have strayed away. We have left God’s paths to follow our own” (Isaiah 53:6 NLT).
Another thing spiritually lost people lose is God’s protection. Like sheep who wander away from their shepherd, you too are vulnerable when you don’t have a shepherd to protect you from the wolves of life. That’s why you need to follow Jesus, the Good Shepherd. Otherwise, you are alone and defenseless—and you lose God’s protection.
The Bible also says, “My people are wandering like lost sheep; they are attacked because they have no shepherd” (Zechariah 10:2 NLT).
But when you place yourself under the Good Shepherd’s care, you get direction and protection. This doesn’t mean you will be free from trouble. But it does mean that God will work “all things together for the good of those who love Him” (Romans 8:28 BSB).
Maybe you or someone you know is lacking God’s direction and protection today. Remember: Jesus is the Good Shepherd who sees everyone as extremely valuable and “desires all people to be saved.”
Selasa, 21 April 2026
Nilai Anda di Mata Allah
22 April 2026
Bacaan Hari ini:
Lukas 19:10 "Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."
--------------------
Di mata Allah, hanya ada dua jenis manusia—orang yang diselamatkan dan orang yang hilang. Setiap kita termasuk dalam salah satu dari dua kategori ini. Dan pada akhirnya, tidak ada perbedaan manusia lainnya yang benar-benar penting.
Allah mengasihi semua orang, tanpa memandang jenis kelamin, ras atau budaya. Bahkan, Dialah yang menciptakan semua perbedaan tersebut. Ia juga tidak membedakan manusia berdasarkan pendidikan, penampilan, kekayaan, atau talenta. Yang paling penting bagi-Nya adalah apakah seseorang diselamatkan secara rohani atau hilang, apakah ia termasuk dalam keluarga-Nya atau tidak.
Kata "diselamatkan" dan "hilang" mengandung makna nilai—artinya Allah memandang Anda layak untuk dicari, diselamatkan dan ditemukan. Istilah "diselamatkan" dan "hilang" adalah ungkapan kasih-Nya.
Alkitab berkata, "Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." (Lukas 19:10). Itulah betapa berharganya Anda. Yesus Kristus datang ke dunia untuk mencari dan menyelamatkan Anda.
Hanya hal yang berharga yang bisa hilang; hal yang tidak berharga hanya sekadar terselip. Dengan kata lain, tidak ada orang yang kehilangan tusuk gigi. Anda mungkin hanya menaruhnya di tempat yang salah, tetapi Anda tidak benar-benar "kehilangan" tusuk gigi, karena nilainya tidak terlalu tinggi.
Jika saya kehilangan cincin pernikahan, itu adalah kehilangan yang nyata karena cincin tersebut melambangkan puluhan tahun komitmen kepada pasangan saya. Bukan hanya itu, cincin tersebut diberikan oleh pasangan saya, dan saya mengasihinya. Saya mungkin tidak sekadar salah menaruh cincin pernikahan; saya benar-benar bisa kehilangannya.
Jadi, ketika kita berbicara tentang apakah seseorang diselamatkan atau hilang secara rohani, kita tidak sedang membicarakan nilainya. Setiap orang—baik yang diselamatkan maupun yang belum—sangat berharga di mata Allah.
Namun, Allah tidak menghendaki siapa pun untuk tetap hilang secara rohani. Mengapa? Karena itu berarti mereka terputus dari-Nya dan tidak memiliki hubungan dengan-Nya.
Dalam beberapa hari ke depan, kita akan melihat pertanyaan, "Apa yang sebenarnya Anda kehilangan ketika Anda hilang secara rohani?" Jawaban atas pertanyaan ini akan membantu Anda memahami betapa berharganya Anda di mata Allah dan menolong Anda membagikan kabar yang menguatkan ini kepada orang lain.
Renungkan :
- Apakah Anda pernah—mungkin tanpa sadar—menganggap bahwa orang yang hilang memiliki nilai yang berbeda dibandingkan dengan orang yang diselamatkan? Bagaimana perasaan Anda ketika mengetahui bahwa semua orang memiliki nilai yang sama di mata Allah?
- Apa contoh sesuatu yang pernah Anda kehilangan? Apa sesuatu yang pernah Anda salah tempatkan? Seberapa besar nilai masing-masing hal tersebut bagi Anda?
- Siapa dalam hidup Anda yang perlu mendengar betapa berharganya mereka di mata Allah? Bagaimana Anda dapat meluangkan waktu untuk menguatkan mereka dengan menyampaikan hal itu hari ini?
Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 12-13; Lukas 16
___________
Anda sangat berharga bagi Tuhan. Nilai korban Kristus sama dengan nilai hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Your Value to God - Daily Hope with Rick Warren - April 22, 2026
“For the Son of Man came to seek and save those who are lost.” Luke 19:10 (NLT)
-----------------------
In God’s eyes, there are only two kinds of people—saved people and lost people. Every one of us falls into one of these two categories. And, ultimately, no other human distinction matters.
God loves all people, regardless of gender, race, or culture. In fact, he created them with those characteristics. And he doesn’t distinguish people by their education, looks, wealth, or talent. What matters most to him is whether people are spiritually saved or lost, whether they’re in his family or not.
The words “saved” and “lost” imply value—they mean that God sees you as being worthy of seeking, saving, and finding. “Saved” and “lost” are expressions of his love.
The Bible says, “For the Son of Man came to seek and save those who are lost” (Luke 19:10 NLT). That’s how valuable you are. Jesus Christ came to earth to seek you and to save you.
Only valuable things get lost; invaluable things just get misplaced. In other words, nobody loses a toothpick. You may misplace a toothpick, but you don’t lose it, because it’s not that valuable.
If I lost my wedding ring, it would be a real loss because it represents decades of commitment to my wife. Not only that, but Kay gave it to me, and I love her. I could never misplace my wedding ring; I could, however, lose it.
So, when we talk about whether a person is spiritually saved or lost, we’re not talking about their value. Every person—saved or not—is incredibly valuable to God.
But God doesn’t want anyone to be spiritually lost. Why? Because it means they are disconnected from him and don’t have a relationship with him.
Over the next couple days, we’re going to look at the question, “What do you actually lose when you’re spiritually lost?” The answers to this question will help you understand how much you matter to God and help you share this encouraging news with others.
Senin, 20 April 2026
Kegagalan Terbesar Anda Dapat Menghasilkan Keberhasilan Terbesar Anda Rezim Iran
Menghasilkan Keberhasilan Terbesar Anda
21 April 2026
Bacaan Hari ini:
Lukas 22:32 "tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu" ------------------- Ketika Anda berada di tengah kegagalan, mungkin terasa bahwa tidak ada hal baik yang akan muncul darinya. Namun, Allah selalu dapat mendatangkan kebaikan dari kegagalan Anda. Bahkan, kegagalan terburuk Anda dapat menjadi keberhasilan terbesar Anda. Jika Anda mengizinkan-Nya, Allah akan menggunakan kegagalan Anda untuk membangun gereja-Nya.Yesus berkata kepada Petrus dalam Lukas 22:32, "tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu". Bahkan sebelum Petrus gagal, Yesus telah memberikan gambaran tentang bagaimana Allah dapat menggunakan kegagalannya untuk kebaikan.
Setelah kegagalan Petrus (ketika ia menyangkal Yesus tiga kali), Yesus mati lalu bangkit kembali. Ketika Ia dan Petrus bertemu kembali di tepi pantai, Yesus menunjukkan kebaikan yang akan Allah hasilkan dari kegagalan tersebut. Berikut percakapannya:
"Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." (Yohanes 21:15-17).Tiga kali Yesus bertanya kepada Petrus, “Apakah engkau mengasihi Aku?” Mengapa Ia bertanya tiga kali? Ia memberi Petrus kesempatan untuk memperbaiki tiga kali penyangkalannya terhadap Yesus.
Dan setiap kali, Yesus memberikan cara lain agar kegagalannya dapat digunakan untuk kebaikan: "Gembalakanlah domba-domba-Ku... Gembalakanlah domba-domba-Ku... Gembalakanlah domba-domba-Ku."
Pada malam yang sama ketika Petrus menyangkal Yesus, murid lain, Yudas, juga gagal terhadap Yesus. Namun pada akhirnya, Yudas menjadi pengkhianat Yesus, sementara Petrus memilih menjadi pengajar dan pemimpin.
Dalam Matius 16:18 Yesus berkata, "Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini ,Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya"
Allah masih membangun gereja-Nya dengan menggunakan orang-orang yang pernah gagal. Bahkan, Allah hanya menggunakan orang-orang yang pernah gagal—karena tidak ada manusia yang sempurna.
Renungkan
- Apa satu cara Anda ingin melihat Allah menggunakan kegagalan Anda untuk kebaikan? Apakah Anda percaya bahwa Ia dapat melakukan lebih dari yang dapat Anda minta atau bayangkan?
- Pikirkan seorang sesama orang percaya yang Anda kagumi. Bagaimana Anda melihat Allah mengubah kegagalan besar menjadi pelayanan yang besar dalam hidupnya?
- Kegagalan besar apa yang pernah Anda alami? Apakah Anda siap menyerahkannya kepada Allah hari ini agar Anda dapat melihat bagaimana Ia mendatangkan kebaikan darinya?
Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 9-11; Lukas 15:11-32 _____________ Apa yang akan Anda menjadi sebagai respons terhadap kegagalan Anda? Itu adalah pilihan Anda.(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) ========== "Your Biggest Failure Can Produce Your Greatest Success - Daily Hope with Rick Warren - April 21, 2026
*“When you have repented and turned to me again, strengthen your brothers.”* Luke 22:32 (NLT) ------------------------ When you’re in the middle of a failure, it can seem like nothing good will ever come from it. But God can always bring good from your failures. In fact, your worst failure can become your greatest success. If you let him, God will use your failures to build his church!
Jesus told Peter in Luke 22:32, “When you have repented and turned to me again, strengthen your brothers” (NLT). Before Peter had even failed, Jesus gave him a vision of how God could use his failure for good.
After Peter’s failure (when he denied Jesus three times), Jesus died and then was resurrected. And when he and Peter met again on a seashore, Jesus pointed him to the good God would bring out of his failure. Here’s how the conversation went:
“Jesus said to Simon Peter, ‘Simon son of John, do you love me more than these?’ ‘Yes, Lord,’ he said, ‘you know that I love you.’ Jesus said, ‘Feed my lambs.’ Again Jesus said, ‘Simon son of John, do you love me?’ He answered, ‘Yes, Lord, you know that I love you.’ Jesus said, ‘Take care of my sheep.’ The third time he said to him, ‘Simon son of John, do you love me?’ Peter was hurt because Jesus asked him the third time, ‘Do you love me?’ He said, ‘Lord, you know all things; you know that I love you.’ Jesus said, ‘Feed my sheep’” (John 21:15-17 NIV).
Three times Jesus asked Peter, “Do you love me?” Why did he ask that three times? He was giving Peter the opportunity to make up for the three times he had denied Jesus.
And each time, Jesus gave Peter another way he could use his failure for good: “Feed my lambs. . . . Take care of my sheep. . . . Feed my sheep.”
On the same night that Peter had denied Jesus, another disciple, Judas, also failed Jesus. But, ultimately, Judas became a traitor to Jesus, while Peter chose to become a teacher and a leader.
In Matthew 16:18 Jesus says, “And I tell you, you are Peter, and on this rock I will build my church, and the gates of hell shall not prevail against it” (ESV).
God is still building his church by using people who’ve failed. In fact, God only uses failed people—because there aren’t any perfect people!
What are you going to become in light of your failure? It’s your choice.