29 April 2026
Bacaan Hari ini:
Kolose 4:6 "Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang."
-----------------
Salah satu cara terbaik untuk menjadi saksi bagi Yesus di dunia yang semakin suka menghakimi, egois dan tidak mau mengampuni adalah dengan menunjukkan belas kasihan kepada orang lain.
Kemarin kita telah melihat dua hal yang dapat Anda lakukan untuk membangun gaya hidup penuh belas kasihan: memperhatikan dan mendengarkan kebutuhan orang lain, serta tidak tersinggung oleh dosa orang lain.
Berikut dua cara lainnya untuk menunjukkan belas kasihan:
Pilihlah kata-kata Anda dengan hati-hati.
Jika Anda ingin menunjukkan belas kasihan, ada beberapa hal yang tidak dapat Anda katakan. Anda tidak dapat bersikap kasar atau sarkastis. Belas kasihan menempatkan "penyaring" pada mulut Anda dan menolong Anda memilih kata-kata yang membangun orang lain, bukan menjatuhkan mereka.
Kolose 4:6 berkata,"Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang."
Mungkin Anda dibesarkan dalam keluarga yang terbiasa saling merendahkan, dan sekarang Anda mengembangkan pola yang sama dalam hidup Anda. Bagaimana Anda memutuskan kebiasaan itu? Mintalah hikmat kepada Allah karena "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik." (Yakobus 3:17).
Semakin bijaksana Anda, semakin besar belas kasihan Anda kepada orang-orang di sekitar Anda—tidak peduli seberapa besar mereka tidak setuju atau tidak menyukai Anda. Hal ini karena semakin Anda memahami luka orang lain, semakin Anda cenderung memberi kelonggaran kepada mereka dan menunjukkan belas kasihan.
Hargai keselamatan orang lebih daripada sekadar menaati aturan.
Yesus berulang kali menunjukkan hal ini. Salah satu contohnya terdapat dalam Injil Matius. Yesus berkata kepada orang-orang Farisi yang legalistik: "Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan." (Matius 23:23).
Yesus tidak menyukai bagaimana orang-orang Farisi memprioritaskan persepuluhan dibandingkan hal-hal yang lebih penting, seperti memperlakukan orang dengan adil, menunjukkan belas kasihan, dan memiliki iman. Ia juga ingin kita "tidak mengabaikan hal-hal yang lebih penting." Ia lebih ingin melihat kebaikan kita menjangkau orang lain sehingga suatu hari mereka menyerahkan hidup mereka kepada-Nya. Yesus lebih menaruh perhatian pada pembangunan Kerajaan Allah daripada sekadar ketaatan pada aturan.
Renungkan:
- Ketika Anda masih kecil, bagaimana keluarga Anda menunjukkan belas kasihan melalui kata-kata mereka? Dalam hal apa mereka tidak menunjukkan belas kasihan melalui kata-kata?
- Situasi apa yang Anda perkirakan akan Anda hadapi minggu ini yang menuntut Anda untuk menunjukkan belas kasihan?
- Pernahkah Anda kesulitan menunjukkan belas kasihan kepada seseorang, tetapi setelah mengetahui latar belakang mereka, hal itu menjadi lebih mudah? Mengapa demikian?
Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 3-5; Lukas 20:1-26
_____________
Setiap kali Anda menunjukkan belas kasihan, itulah kesaksian Kristen terbesar Anda kepada dunia.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
What Mercy Looks Like in an Unkind World - Daily Hope with Rick Warren - April 29, 2026
“When you talk, you should always be kind and pleasant so you will be able to answer everyone in the way you should.” Colossians 4:6 (NCV)
----------------------
One of the best ways to be a witness for Jesus in a world that’s becoming more judgmental, selfish, and unforgiving is to show mercy to others.
Yesterday we looked at two things you can do to build a lifestyle of mercy: Watch and listen for the needs of others, and don’t be offended by the sins of others.
Here are two more ways to show mercy:
Choose your words carefully. If you’re going to show mercy, there are some things you just can’t say. You can’t be rude or sarcastic. Mercy puts a filter on your mouth and helps you choose words that build people up instead of tearing them down.
Colossians 4:6 says, “When you talk, you should always be kind and pleasant so you will be able to answer everyone in the way you should” (NCV).
Maybe you grew up in a family where it was common to put each other down, and now you’ve developed the same pattern in your own life. How do you break that habit? Ask God for wisdom because “the wisdom from above is first pure, then peaceable, gentle, open to reason, full of mercy” (James 3:17 ESV).
The wiser you become, the more merciful you’ll be to the people around you—no matter how much they disagree with you or dislike you. That’s because the more you understand the hurts of other people, the more likely you are to cut them slack and show them mercy.
Value people’s salvation over keeping rules. Jesus modeled this over and over. A good example is found in the book of Matthew. Jesus says this to the legalistic Pharisees: “You are careful to tithe even the tiniest income from your herb gardens, but you ignore the more important aspects of the law—justice, mercy, and faith. You should tithe, yes, but do not neglect the more important things” (Matthew 23:23 NLT).
Jesus didn’t like how the Pharisees prioritized tithing over more important things, such as treating people fairly, showing mercy, and having faith. He wants us to “not neglect the more important things” too. He would rather see our kindness break through to others so that, one day, they will give their lives to him. Jesus is more interested in kingdom building than in rule following.
Every time you show mercy, it’s your greatest Christian witness to the world.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar