Jumat, 12 Juni 2026

Apa yang Tuhan Sedang Kerjakan Melalui Rasa Sakitmu?

13 Juni 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 8:28 "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia"
---------------------
Dukacita, kehilangan dan penderitaan adalah bagian yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan. Namun kabar baiknya adalah bahwa Tuhan tidak menyia-nyiakan rasa sakit yang kita alami. Dia dapat memakai masa-masa sulit untuk membentuk dan menumbuhkan kita.

Berikut tiga cara Tuhan bekerja melalui penderitaan.

1. Tuhan Memakai Rasa Sakit untuk Menarik Perhatian Kita

Penulis Kristen terkenal, C. S. Lewis, pernah berkata: "Tuhan berbisik dalam kesenangan kita, berbicara melalui hati nurani kita, tetapi berseru melalui penderitaan kita."
Saat semuanya berjalan lancar, sering kali kita merasa tidak membutuhkan Tuhan. Namun ketika kesulitan datang, kita mulai mencari-Nya dengan sungguh-sungguh.
Alkitab berkata: "Bilur-bilur yang berdarah membersihkan kejahatan, dan pukulan membersihkan lubuk hati." Amsal 20:30

Tuhan dapat memakai penderitaan untuk mengingatkan kita kembali kepada-Nya dan menolong kita melihat apa yang benar-benar penting dalam hidup.

2. Tuhan Dapat Mendatangkan Kebaikan dari Hal yang Buruk

Salah satu janji paling terkenal dalam Alkitab adalah: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia" Roma 8:28

Ayat ini tidak mengatakan bahwa semua hal yang terjadi adalah baik. Kehilangan, penyakit, penolakan, dan penderitaan tetaplah menyakitkan.
Namun Tuhan sanggup bekerja melalui semua itu untuk menghasilkan sesuatu yang baik.
Saat menghadapi kesulitan, kita memiliki pilihan:

- Menjadi lebih pahit (bitter), atau

- Menjadi lebih baik (better).

Kita dapat membiarkan penderitaan menjadi batu sandungan, atau menjadikannya batu loncatan menuju kedewasaan rohani.

3. Tuhan Sedang Mempersiapkan Kita untuk Kekekalan

"Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami" 2 Korintus 4:17-18

Segala sesuatu yang kita miliki di dunia ini bersifat sementara.
Kita tidak akan membawa:

- Rumah,

- Mobil,

- Pakaian,

- Perhiasan,

- Jabatan,

- Karier,

ke dalam kekekalan.

Tetapi kita akan membawa karakter yang telah Tuhan bentuk selama hidup kita.
Karena itu Tuhan lebih peduli pada pembentukan karakter daripada kenyamanan sesaat. Hidup di dunia ini adalah masa persiapan menuju kekekalan.

Apa yang sedang Tuhan bangun dalam diri Anda hari ini akan memiliki nilai yang jauh melampaui kehidupan sekarang.
Saat Mengalami Penderitaan, Tanyakan:

- Apakah Tuhan sedang menarik perhatian saya?

- Apakah Tuhan sedang mengubah sesuatu yang buruk menjadi kebaikan?

- Apakah Tuhan sedang membentuk karakter saya untuk kekekalan?

Renungkan

- Kesulitan apa yang pernah Tuhan pakai untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik?

- Dalam situasi sulit yang sedang Anda hadapi sekarang, pelajaran apa yang mungkin sedang Tuhan ajarkan?

- Bagaimana fokus pada kekekalan dapat membantu Anda menghadapi tantangan hari ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ezra 3-5; Yohanes 20
_____________
Mungkin Anda belum memahami alasan di balik semua yang terjadi. Namun Anda tetap dapat mempercayai Tuhan, karena Dia melihat gambaran yang jauh lebih besar daripada yang dapat kita lihat saat ini.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
What Is God Doing in Your Pain? - Daily Hope with Rick Warren - June 13, 2026

“We know that in all things God works for the good of those who love him.” Romans 8:28 (NIV)
-----------------
Grief, loss, and pain are inevitable parts of life. But did you know that God uses these things to help you grow? He does it in three ways.

First, God uses pain to get your attention. C. S. Lewis wrote, “God whispers to us in our pleasures, speaks in our conscience, but shouts in our pain.” Pain is God’s megaphone. We rarely change when we see the light. We change when we feel the heat.

Proverbs 20:30 says, “Sometimes it takes a painful experience to make us change our ways” (GNT).

Second, God brings good out of bad. One of the most famous verses in the Bible is Romans 8:28: “We know that in all things God works for the good of those who love him” (NIV).
=========
When you experience a loss, it’s an opportunity to grow in character. You can’t control the pain you go through, but you can decide whether it’s going to make you bitter or better. You decide whether it’s going to be a steppingstone or a stumbling block. Remember, even in your pain, God is working for your good.

Third, God prepares you for eternity. The Bible says in 2 Corinthians 4:17-18, “These little troubles are getting us ready for an eternal glory that will make all our troubles seem like nothing. Things that are seen don’t last forever, but things that are not seen are eternal. This is why we keep our minds on the things that cannot be seen” (CEV).

You’re not taking your car to heaven; you’re not taking your jewelry or your clothes to heaven; you’re not taking your career to heaven. But you are taking your character. You are taking you.

God is more interested in your character development than in your comfort. Why? Because when you get to heaven, you’ll have plenty of time to be comfortable. But life on earth is the get-ready stage; it’s the learning phase or the warm-up act. God uses your troubles here on earth to get you ready for an eternal glory. That’s a comfort.

When you’re in pain, you need to ask, “What is God doing?” Is he trying to get your attention? Is he trying to bring good out of bad? Is he preparing your character for heaven?

You can trust him through it al


Kamis, 11 Juni 2026

Presiden Prabowo Jelaskan Konteks Laporan Palsu & Penyiraman Air Keras A...

https://youtube.com/watch?v=zMPURfElZpw&si=RzZL15Ar5oask3Bw

MITIGASI AKSI DEMO MAHASISWA UI DI BUNDARAN HI PADA 12 JUNI 2026* 🚨

*ANALISIS: MITIGASI AKSI DEMO MAHASISWA UI DI BUNDARAN HI PADA 12 JUNI 2026* 🚨
*PT United Tractors Tbk*
_Tanggal: 11 Juni 2026_

*A. PROFIL ANCAMAN SKALA KOTA*
* *Agenda:* Demonstrasi Mahasiswa (BEM UI & Aliansi Jabodetabek)
* *Waktu:* Jumat, 12 Juni 2026 | Pukul 10:00 WIB
* *Pusat Konsentrasi:* Bundaran HI, Jakarta Pusat
* *Estimasi Massa:* ±1.500 Partisipan

*B. TUNTUTAN UTAMA*
1. Penghentian pemborosan anggaran APBN.
2. Penurunan harga bahan pokok serta bahan bakar minyak (BBM).
3. Penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan proyek Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
4. Penghapusan praktik militerisme di ruang sipil.
5. Desakan tegas agar Presiden mengakui kekeliruan dalam kebijakan pemerintah.

*C. TITIK RAWAN KEPADATAN & REKOMENDASI JALUR ALTERNATIF*
📍 *1. Jl. Jenderal Sudirman (Depan Kantor Pusat BRI)*
Koridor utama penghubung Jakarta Selatan dan Pusat.
*Skenario Pengalihan Arah Semanggi ➡️ Jakarta Pusat:*
* Semanggi - Jl. Gatot Subroto - Jl. HR Rasuna Said - Jl. Prof Dr Satrio - Casablanca - Menteng
* Semanggi - Jl. Gatot Subroto - Jl. MT Haryono - Cikini - Menteng
* Semanggi - Jl. KH Mas Mansyur - Tanah Abang - Harmoni
*Skenario Pengalihan Arah Bundaran HI ➡️ Jakarta Selatan:*
* Bundaran HI - Jl. Imam Bonjol - Jl. Diponegoro - Jl. Proklamasi - Jl. Ahmad Yani
* Bundaran HI - Jl. Kebon Sirih - Jl. Fachrudin - Jl. KH Mas Mansyur

📍 *2. Jl. Kebon Sirih (Depan Kantor Badan Gizi Nasional/BGN)*
Titik penghubung kawasan Menteng, Tanah Abang, dan Gambir.
*Skenario Pengalihan Arah Tanah Abang ➡️ Menteng:*
* Jl. Fachrudin - Jl. KH Wahid Hasyim - Jl. Sabang - Menteng
* Jl. Abdul Muis - Jl. Majapahit - Jl. Juanda - Cikini
*Skenario Pengalihan Arah Menteng ➡️ Gambir:*
* Jl. Diponegoro - Jl. Salemba Raya - Jl. Kramat Raya - Pasar Senen
* Jl. Teuku Umar - Jl. Cut Mutiah - Jl. Taman Suropati

📍 *3. Jl. Merdeka Selatan (Area Balai Kota, Monas, Gambir)*
Berpotensi berdampak pada arus lalin di sekitar Balai Kota hingga Harmoni.
*Skenario Pengalihan Arah Harmoni:*
* Harmoni - Jl. Juanda - Pasar Senen - Salemba
* Harmoni - Jl. Suryopranoto - Tomang - Slipi
*Skenario Pengalihan Arah Cikini / Menteng:*
* Cikini - Jl. Diponegoro - Salemba - Matraman
* Menteng - Jl. Teuku Umar - Jl. Cut Mutiah - Jl. Suprapto

*D. AREA JAKARTA TIMUR (Fokus Aksi: Sekitar Sekitar Kampus UNJ)*
Aksi long march dilakukan mulai pukul 13.00 WIB (Ba'da Jumat).
* Potensi Penutupan/Pengalihan Jalan: Sebagian ruas Jalan Pemuda (Rawamangun) terutama jalur perimeter luar kampus UNJ dan lapangan golf karena adanya aksi long march melawan arus.
* Rekomendasi Rute Alternatif untuk Karyawan: Hindari melewati perempatan Tugas/Jalan Pemuda pada siang hari. Pengendara dari arah Pulogadung menuju Pramuka disarankan beralih melalui Jalan I Gusti Ngurah Rai (Klender) atau masuk ke akses Tol Dalam Kota/Tol Wiyoto Wiyono jika memungkinkan.
Akses dari arah Cempaka Putih menuju Rawamangun dialihkan melalui Jl. Ahmad Yani (jalur lambat bypass) atau memutar via Rawamangun Muka.

*E. Data Kesiapan InternaL* 
* Status Gerbang/Akses: Status terkini gerbang buka (Situsional) apabila dilihat risiko membahayakan dari eksternal, maka gerbang akan di tutup dan akses akan di informasikan lebih lanjut
* Kekuatan Personel Pengamanan: Pengamanan telah disesuaikan dengan potensi risiko diantaranya koordinasi dengan Polsek/Polres setempat dan penambahan personel internal di perimeter luar.

*F. REKOMENDASI OPERASIONAL*
Seluruh karyawan dan armada operasional diimbau untuk *menghindari* ruas jalan yang disebutkan di atas pada waktu pelaksanaan aksi dan senantiasa menggunakan jalur alternatif guna mencegah keterlambatan aktivitas operasional.

Demikian laporan ini disampaikan untuk menjadi perhatian bersama.

*Security Dept - CCS Division*

Bagaimana Tuhan Memberkati Hati yang Hancur

12 Juni 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 34:18 "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya."
-------------------
Anda tidak bisa begitu saja "melupakan" sebuah kehilangan. Anda tidak bisa melewatinya dengan menghindar, memendamnya atau berpura-pura semuanya baik-baik saja. Anda harus melewati proses dukacita itu.
Dan kabar baiknya adalah: Anda tidak perlu melewatinya sendirian. Tuhan menyertai Anda di setiap langkahnya.

Berikut enam cara Tuhan memberkati hati yang sedang terluka.

1. Tuhan Mendekat kepada Anda

"TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya." Mazmur 34:18
Saat hati Anda hancur, mungkin terasa seolah Tuhan jauh. Namun kenyataannya justru sebaliknya. Dalam masa-masa paling sulit, Tuhan sering kali hadir lebih dekat daripada yang kita sadari.
Ketika air mata mengalir dan kata-kata sulit diucapkan, Tuhan tetap ada di samping Anda.

2. Tuhan Turut Berdukacita Bersama Anda

Yesus memahami rasa sakit dan kehilangan.
"Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan" — Yesaya 53:3

Tuhan bukan pribadi yang tidak peduli terhadap penderitaan Anda. Dia mengerti luka, penolakan, kesedihan, dan kehilangan.
Karena itu, ketika Anda menangis, Tuhan tidak hanya melihat dari jauh—Dia turut merasakan penderitaan Anda.

3. Tuhan Memberikan Keluarga Rohani untuk Mendukung Anda

Kita tidak diciptakan untuk menanggung beban sendirian.
Alkitab mengajarkan: Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita dan menangislah dengan orang yang menangis." Roma 12:15
Tuhan sering menghibur melalui kehadiran orang lain: keluarga, sahabat, kelompok kecil, gereja atau sesama orang percaya yang bersedia mendengar dan berjalan bersama Anda.

4. Tuhan Memakai Dukacita untuk Membentuk Anda

Tuhan tidak menyebabkan semua penderitaan yang terjadi dalam hidup, tetapi Dia sanggup memakai penderitaan untuk tujuan yang baik.
Melalui masa-masa sulit:

- Tuhan menarik perhatian kita kembali kepada-Nya.

- Tuhan membentuk karakter kita menjadi semakin serupa Kristus.

- Tuhan mengajarkan ketergantungan kepada-Nya.

- Tuhan mempersiapkan kita untuk kekekalan.

Sering kali pertumbuhan terbesar terjadi bukan saat hidup mudah, tetapi saat kita belajar tetap percaya di tengah kesulitan.

5. Tuhan Memberikan Pengharapan Akan Surga

Sebagai orang percaya, dukacita bukanlah akhir cerita.
"supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan" 1 Tesalonika 4:13

Kehilangan memang menyakitkan, tetapi Tuhan menjanjikan bahwa suatu hari nanti tidak akan ada lagi kematian, air mata, kesedihan, atau penderitaan.
Pengharapan akan kekekalan memberi kekuatan untuk terus melangkah hari ini.

6. Tuhan Memakai Luka Anda untuk Menolong Orang Lain

Ini mungkin salah satu tujuan tertinggi dari penderitaan yang kita alami.
"yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah." 2 Korintus 1:4
Luka yang telah dipulihkan Tuhan dapat menjadi sumber penghiburan bagi orang lain.

Renungkan

- Kehilangan atau luka apa yang paling membentuk hidup Anda?

- Bagaimana Anda melihat Tuhan bekerja melalui masa sulit tersebut?

- Siapa di sekitar Anda yang sedang berduka dan membutuhkan penghiburan yang pernah Anda terima dari Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ezra 1-2; Yohanes 19:23-42
____________
Orang yang pernah kehilangan dapat menguatkan mereka yang berduka. Orang yang pernah gagal dapat menghibur mereka yang jatuh. Orang yang pernah mengalami kesakitan dapat menunjukkan jalan menuju pemulihan.
Tuhan tidak ingin penderitaan Anda sia-sia.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
How God Blesses Your Broken Heart - Daily Hope with Rick Warren - June 12, 2026

“The LORD is close to the brokenhearted, and he saves those whose spirits have been crushed.” Psalm 34:18 (NCV)
----------------
You don’t get over a loss. You can’t go under it; you can’t go around it. You’ve got to go through the grief. And if you’re scared to express emotion and refuse to go through it, you just get stuck.

You get unstuck by letting God help you. Here are six ways God blesses a broken heart.

1. God draws you close to himself.

Psalm 34:18 says, “The LORD is close to the brokenhearted, and he saves those whose spirits have been crushed”(NCV). When you grieve, God is not a million miles away, even though it may feel like it. In fact, he’s never been any closer.

2. God grieves with you.

The Bible tells us that Jesus was “a man of sorrows, acquainted with deepest grief” (Isaiah 53:3 NLT). When you come to Jesus with your grief, he knows what you’re talking about, and he understands your pain. God is not apathetic. He is sympathetic, and he grieves with you.

3. God gives you a church family for support.

We’re meant to grieve and heal in community. We’re better together! The Bible says, “In Christ we, though many, form one body, and each member belongs to all the others. . . . Be devoted to one another in love. . . . Rejoice with those who rejoice; mourn with those who mourn” (Romans 12:5, 10, 15 NIV).

4. God uses grief to help you grow.

God uses grief and pain to help you become more like Christ, and he does it in three ways:

God uses pain to get your attention (Romans 5:3-5), he brings good out of bad (Romans 8:28), and he prepares you for eternity (2 Corinthians 4:17-18).

5. God gives you the hope of heaven.

Your life on earth is short, but if you trust Jesus Christ for your salvation, then you have the hope of spending eternity in heaven with God. That hope will sustain you through your time of loss. The Bible says in 1 Thessalonians 4:13, “We don’t want you to be ignorant about those who have died. We don’t want you to grieve like other people who have no hope”(GW).

6. God uses your pain to help others.

This is called redemptive pain, and it is the highest and best use of the pain you go through. God does not want you to waste a hurt. “[God] comforts us in all our troubles so that we can comfort others. When they are troubled, we will be able to give them the same comfort God has given us” (2 Corinthians 1:4 NLT).


Rabu, 10 Juni 2026

Yesus adalah Pelindungku

 
Lampiran foto: IMG-20260611-WA0002.jpg

Pastikan ya, bahwa yang ada dalam perlindungan Allah itu anda, *bukan tetangga* anda 😉 Itulah yg akan terjadi di hari hari kedepan di akhir jaman ini. Semua itu sdh tertulis dalam Alkitab Perlindungan Allah itu lengkap dan sempurna, jadi anda akan baik2 saja Masa sukar diakhir jaman ini meliputi hal - hal : * Peperangan * Ekonomi * Penyakit * Bencana alam * Hubungan yg hancur * Pemisahan * Kejahatan dan semuanya itu pasti terjadi, dunia saat ini sedang menuju kearah sana... Bagaimana cara Anya agar anda *tetap aman dalam perlindungan Allah* : *1. Orang yg KESUKAANNYA DUDUK dalam lindungan yang Maha Tinggi* *2. Orang yg KESUKAANNYA BERMALAM dalam naungan yang Maha Kuasa* Karena orang yg model begitu : *adalah orang yang HATINYA MELEKAT KEPADA ALLAH* Akibatnya , Tuhan akan : * Meluputkan dari mara bahaya * Membentengi dari masa kesukaran * Menjawab doanya * Akan menyertai dalam kesesakan * Akan memuliakan nya * Akan memerintahkan Malaikat NYA untuk menjaga anda disetiap jalan2 yang anda lalui Hebat dan luar biasa sekali kan Allah kita ?😎💪👍

Uploaded Image

Mata Kita

Lampiran foto: IMG-20260611-WA0000.jpg
Mata Kita

Ornitolog, peneliti unggas, meyakini bahwa: tidak ada burung yang memiliki mata setajam rajawali. Mata rajawali bisa melihat puluhan kilometer saat terbang tinggi di angkasa. Rajawali bisa melihat unggas di semak sabana, reptil yang melata di rawa, kawanan kumbang di pepohonan, dan ikan-ikan yang berenang di perairan sungai atau lautan lepas.

Jika memiliki mata setajam rajawali, kita mungkin bisa melihat lebih banyak daripada yang dilihat orang lain; bisa melihat lebih jauh daripada yang dilihat orang lain; dan lebih awal melihat sebelum orang lain melihatnya. Namun ternyata tidak selalu demikian. Mata kita memiliki keterbatasan. Hidup yang sarat perubahan membuat kita sering terlambat atau tidak melihat realitas di sekitar kita. Tentu saja kita bisa melatih mata yang setajam rajawali, mata visioner yang mampu memandang jauh ke depan. Seperti kata penulis Amsal, "Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka" (Ams. 4:25). Tidaklah mustahil memiliki mata setajam rajawali, tetapi kita harus bijak. Setiap saat kita harus bersedia merawat hati dan pikiran kita agar tetap bersih.

Saudaraku, memiliki mata yang bisa memandang jauh ke depan itu penting, dan yang lebih penting adalah kita tetap melangkah searah dan sejalan dengan firman Tuhan. "Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan" (Ams. 4:27).
"Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka." (Amsal 4:25)
Bac: Amsal 4:23-27
(Gbu!)

Uploaded Image

Biarkan Diri Anda Berduka Atas Kehilangan dalam Hidup

11 Juni 2026

Bacaan Hari ini:
Pengkhotbah 3:1,4 "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya... ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa, ada waktu untuk meratap, ada waktu untuk menari."
------------------
Hidup itu tidak mudah. Dunia yang kita tinggali telah rusak oleh dosa, sehingga tidak ada yang berjalan dengan sempurna. Tubuh kita tidak sempurna, cuaca tidak sempurna, ekonomi tidak sempurna dan hubungan antarmanusia pun tidak sempurna. Karena itu, hidup penuh dengan kehilangan.

Saat belajar menghadapi berbagai kehilangan dalam hidup, ada dua kebenaran penting yang perlu kita pahami.

1. Tuhan Tidak Mengharapkan Anda Bahagia Setiap Saat

Ada anggapan bahwa orang Kristen harus selalu tersenyum, selalu ceria dan selalu terlihat bahagia.
Namun Alkitab tidak pernah mengatakan demikian.
Sebaliknya, Alkitab mengajarkan bahwa ada waktu untuk tertawa dan ada waktu untuk menangis. Ada waktu untuk bersukacita dan ada waktu untuk berduka.

Terkadang respons yang paling wajar dan sehat terhadap kehidupan adalah kesedihan.
Kita perlu berduka atas berbagai kehilangan: impian yang gagal, hubungan yang berakhir, dosa yang pernah dilakukan, penderitaan yang kita lihat di dunia, bahkan orang-orang yang kita kasihi yang belum mengenal Tuhan.
Tuhan tidak meminta kita menutupi kesedihan dengan senyum palsu. Ia mengizinkan kita merasakan duka dengan jujur di hadapan-Nya.

2. Dukacita Adalah Bagian Penting dari Pemulihan

Jika seseorang tidak pernah berduka atas apa pun, mungkin ia:

- Tidak menyadari kenyataan yang sedang terjadi.

- Tidak memahami emosinya sendiri.

- Atau tidak sungguh mengasihi.

Ketika kita mengasihi seseorang atau sesuatu, kehilangan akan menimbulkan kesedihan. Itu adalah respons yang normal dan sehat.
Dukacita adalah karunia Tuhan yang membantu kita melewati masa-masa perubahan dan kehilangan.

Mungkin ada luka lama yang belum pernah Anda hadapi:

- Perceraian orang tua.

- Penolakan.

- Pengkhianatan.

- Kata-kata yang melukai.

- Kegagalan besar.

- Kehilangan orang yang dicintai.

Sering kali kita mencoba menguburnya jauh di dalam hati dan berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Namun luka yang tidak diproses tidak akan hilang begitu saja.

Daud berkata:"Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari" Mazmur 32:3

Ketika kesedihan tidak diberi ruang untuk diproses, kita bisa terjebak secara emosional dan terus bereaksi terhadap luka lama, bahkan bertahun-tahun setelah peristiwa itu terjadi.
Karena itu, izinkan diri Anda berduka.

Kehilangan yang terjadi mungkin bukan pilihan Anda, tetapi memprosesnya dengan sehat adalah pilihan yang bisa Anda ambil hari ini.

Renungkan

- Kehilangan apa yang belum pernah Anda proses atau ratapi dengan sungguh-sungguh?

- Bagaimana luka tersebut masih memengaruhi hidup Anda hingga hari ini?

- Siapa di sekitar Anda yang sedang berduka dan membutuhkan dukungan, doa atau kehadiran Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 34-36; Yohanes 19:1-22
_______________
Saat Anda membawa kesedihan kepada Tuhan, Ia dapat memakai proses itu untuk membawa pemulihan emosional dan pertumbuhan rohani.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Let Yourself Grieve Life's Losses - Daily Hope with Rick Warren - June 11, 2026

“There is a time for everything, and a season for every activity under the heavens . . . a time to weep and a time to laugh, a time to mourn and a time to dance.” Ecclesiastes 3:1, 4 (NIV)
------------------
Life is tough. The world is broken, and nothing works perfectly. Your body doesn’t work perfectly, the weather doesn’t work perfectly, the economy doesn’t work perfectly, and no relationship works perfectly. Life is full of losses.

As you learn to rise above life’s inevitable losses, you need to understand a couple of truths that will give you better perspective.

First, God doesn’t expect you to be happy all the time.

There is this myth that Christians should be always smiling, always happy, always cheerful.

But the Bible says, “There is a time for everything, and a season for every activity under the heavens . . . a time to weep and a time to laugh, a time to mourn and a time to dance” (Ecclesiastes 3:1, 4 NIV).

Sometimes the only appropriate, logical response to life is grief. The Bible says you should grieve over your losses, including your disappointments, your sin, the suffering in the world, and your friends who are spiritually lost. God doesn’t expect you to be happy all the time. In fact, he wants you to be intentional in your grief.

Second, grief is essential to your health.

If you never grieve over anything, it means one of three things: You’re out of touch with reality, you’re out of touch with your own emotions, or you don’t love. When you love and you see sad things, grief is a natural response.

Grief is a healthy and helpful emotion. And it’s God’s gift that helps you get through the transitions of life.

Maybe you were hurt many years ago growing up. Maybe your parents divorced. Maybe you were abused. Maybe you were hurt by something somebody said about you. As a child, you didn’t know how to grieve in a healthy way, so you just pushed it down deep inside you.

You need to grieve that hurt. Why? Because if you don’t grieve, you get stuck emotionally, and you spend the rest of your life reacting to something that happened a long time ago and taking it out on the people around you. It’s unhealthy!

David talked about this in Psalm 32:3: “When I kept things to myself, I felt weak deep inside me. I moaned all day long”(NCV).

The bad things that happen to you are not your choice. But grief is a choice! You’ve got to let yourself mourn losses so that you can move forward to emotional and spiritual health.