21 Mei 2026
Bacaan Hari ini:
Filipi 3:12-13 "Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku"
------------------
Alkitab berkata "Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji." (2 Korintus 13:5).
Apakah Anda melakukan pemeriksaan rutin terhadap diri sendiri? Cobalah ini: Bangun setiap hari dan bertanya kepada Allah, "Apa yang perlu saya perbaiki hari ini?" Hal ini membutuhkan kerendahan hati, tetapi itu adalah kebiasaan yang akan membawa kepada kebahagiaan.
Paulus memahami pentingnya bertumbuh dan belajar dengan rendah hati. Ia menulis dalam Filipi 3:12-13: "Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku"
Ketika Paulus menulis hal ini, ia sudah tua dan berada di penjara di Roma. Ia berada di akhir hidupnya. Ia adalah pribadi yang sangat dewasa secara rohani. Namun ia tetap mengatakan bahwa dirinya belum "sampai." Jika ada orang yang berhak berkata, "Saya sudah dewasa secara rohani," itu adalah orang yang menulis sebagian besar Perjanjian Baru. Tetapi Paulus berkata, "Tidak, saya belum sampai. Saya masih bertumbuh, belajar, dan menjadi semakin serupa dengan Kristus."
Kesombongan adalah jebakan yang sering membuat orang Kristen berhenti mengikuti teladan Paulus dan berhenti bertumbuh di dalam Kristus. Mengapa? Karena ketika Anda merasa sudah memiliki semuanya dengan baik, Anda menjadi sulit untuk terus berusaha bertumbuh secara rohani. Sebaliknya, kerendahan hati membawa kebahagiaan karena membuat Anda mau diajar.
Kebahagiaan dan kerendahan hati berjalan bersama karena keduanya mendorong Anda untuk bertanya, "Bagaimana saya dapat menjadi pasangan yang lebih baik? Bagaimana saya dapat menjadi teman yang lebih baik? Bagaimana saya dapat menjadi pemimpin yang lebih baik? Bagaimana saya dapat menjadi pengikut Yesus yang lebih baik?" Ketika Anda berhenti mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini, Anda kehilangan sesuatu yang penting karena Anda berhenti bertumbuh—padahal Allah menciptakan Anda untuk terus bertumbuh.
Ambillah langkah menuju kebahagiaan hari ini dengan rendah hati berdoa seperti dalam Mazmur 139:23-24: "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!"
Renungkan:
- Siapa dalam hidup Anda yang Anda anggap sebagai orang yang bahagia? Bagaimana mereka juga menunjukkan kerendahan hati?
- Bagaimana Anda telah bertumbuh secara rohani dalam satu tahun terakhir? Bukti pertumbuhan apa yang dapat dilihat orang lain dalam diri Anda?
- Mengapa penting memiliki dukungan dari kelompok kecil saat Anda berusaha bertumbuh secara rohani?
Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 10-12; Yohanes 6:45-71
Orang yang rendah hati adalah orang yang bahagia. Mengapa? Karena mereka tidak pernah berhenti bertumbuh dan belajar.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Questions Happy People Keep Asking - Daily Hope with Rick Warren - May 21, 2026
“I don’t mean to say I am perfect. I haven’t learned all I should even yet, but I keep working toward that day when I will finally be all that Christ saved me for and wants me to be. No, dear brothers, I am still not all I should be.” Philippians 3:12-13 (TLB)
------------------
Humble people are happy people. Why? Because they never stop growing and learning.
The Bible says in The Message paraphrase, “Test yourselves to make sure you are solid in the faith . . . Give yourselves regular checkups” (2 Corinthians 13:5).
Do you give yourself regular checkups? Try this: Wake up every day and ask God, “What do I need to work on today?” This takes humility, but it’s a habit that will lead to happiness.
Paul knew the importance of humbly growing and learning. He wrote in Philippians 3:12-13: “I don’t mean to say I am perfect. I haven’t learned all I should even yet, but I keep working toward that day when I will finally be all that Christ saved me for and wants me to be. No, dear brothers, I am still not all I should be” (TLB).
When Paul wrote this, he was an older man in prison in Rome. He was at the end of his life. He was an incredibly mature person. Yet he said he hadn’t arrived. If anybody had the right to say, “I’ve arrived spiritually,” it would be the guy who wrote so much of the New Testament. But Paul said, “No, I haven’t arrived. I’m still growing, learning, and becoming more like Christ.”
Pride is the trap that so often keeps Christians from following Paul’s example and continuing to grow in Christ. Why? Because when you think you’ve got it all together, it’s harder to make an effort to grow in spiritual maturity. Humility, on the other hand, leads to happiness because it makes you teachable.
Happiness and humility go together because you’re compelled to ask, “How can I be a better spouse? How can I be a better friend? How can I be a better boss? How can I be a better follower of Jesus?” When you aren’t asking these questions, you’re missing out because you’ve stopped growing—and God made you to grow.
Take a step toward happiness today by humbly praying Psalm 139:23-24: “Search me, O God, and know my heart! Try me and know my thoughts! And see if there be any grievous way in me, and lead me in the way everlasting!” (ESV).