Kamis, 12 Februari 2026

Bagaimana Keluarga Saling Menolong untuk Bertumbuh

13 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Yohanes 13:14–15 "Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu."
------------------
Salah satu ciri keluarga yang sehat—baik keluarga biologis, keluarga adopsi, maupun keluarga gereja—adalah kemauan untuk saling menolong agar setiap anggotanya bertumbuh. Namun, bagaimana caranya menolong satu sama lain untuk bertumbuh dengan benar?

Ada dua cara yang efektif untuk menolong orang bertumbuh, dan ada dua cara yang justru tidak membantu. Prinsip-prinsip ini berlaku dalam semua relasi, bukan hanya di dalam keluarga.

Cara yang menolong pertumbuhan

1. Melalui teladan

Yesus mengajar murid-murid-Nya melalui teladan hidup. Alkitab mencatat: "Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu." (Yohanes 13:14–15).
Anak-anak—dan sesungguhnya siapa pun—tidak terlalu membutuhkan khotbah panjang. Mereka membutuhkan contoh nyata. Mereka ingin melihat bagaimana Yesus dinyatakan melalui sikap, perkataan, dan tindakan Anda setiap hari.

2. Melalui percakapan yang bermakna

Jika Anda tidak memiliki percakapan yang jujur dan bermakna tentang kehidupan, Anda sedang melewatkan banyak kesempatan untuk menolong orang lain bertumbuh. Sayangnya, banyak percakapan dalam keluarga hanya berkisar pada jadwal, makanan atau tugas—bukan tentang hal-hal yang sungguh penting dalam hidup.
Ulangan 6:7 menasihatkan: "haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun."

Cara yang tidak menolong pertumbuhan

1. Melalui kritik dan celaan

Mengomel, menyalahkan, atau mengkritik tidak pernah efektif untuk membawa perubahan sejati. Ketika Anda mengkritik, fokus Anda tertuju pada apa yang tidak Anda inginkan, bukan pada pertumbuhan yang Anda harapkan.
Alkitab mengingatkan: "Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu ,tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan." (Efesus 6:4).

2. Melalui perbandingan

Setiap orang diciptakan unik. Tidak ada seorang pun yang sama persis dengan orang lain. Karena itu, membandingkan satu orang dengan yang lain tidak pernah menghasilkan pertumbuhan—bahkan sering merusak relasi.
Alkitab berkata: "Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain." (Galatia 6:4).

Inilah rancangan Allah bagi keluarga dan komunitas. Alkitab menasihatkan: "Karena itu, nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu, seperti yang memang kamu lakukan" (1 Tesalonika 5:11).

Renungkan :

- Perhatikan percakapan Anda dengan keluarga atau sahabat dalam satu atau dua hari terakhir. Apakah percakapan itu menyentuh hal-hal yang sungguh penting dalam hidup? Jika belum, bagaimana Anda dapat mengarahkannya ke sana?

- Jika Anda seorang orang tua, dalam hal apa terakhir kali Anda menegur anak Anda? Bagaimana Anda dapat menjadi teladan terlebih dahulu dalam hal tersebut, bukan hanya memberi perintah?

- Daripada membandingkan atau mengkritik, langkah apa yang dapat Anda ambil hari ini untuk membangun dan menguatkan orang-orang di sekitar Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 13; Matius 26:26-50
_____________
Alkitab penuh dengan arahan tentang bagaimana manusia seharusnya saling memperlakukan. Bahkan terdapat puluhan perintah "saling": saling mengasihi, saling peduli, saling mendoakan, saling menguatkan, saling menolong, saling menasihati, dan saling menopang.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
How Families Can Help Each Other Grow - Daily Hope with Rick Warren - February 13, 2026

"Since I . . . have washed your feet, you ought to wash each other's feet. I have given you an example to follow. Do as I have done to you." John 13:14-15 (NLT)
------------------
One of the marks of an awesome family—whether it's your biological family, your adoptive family, or your church family—is that you help each other grow. But how do you do that?

Let me give you two methods that help people grow and two that don't. These apply in every area of life, not just in families.

People do help each other grow:

1. Through example. Jesus did this in teaching his disciples. John 13:14-15 says, "Since I . . . have washed your feet, you ought to wash each other's feet. I have given you an example to follow. Do as I have done to you" (NLT). Your kids don't want to hear a sermon. They want to see Jesus' example in your life.

2. Through conversations. If you're not having critical conversations with your kids about real issues, you're missing opportunities to help them grow. Unfortunately, most conversations parents have with kids are about schedules, eating, or homework—not about the things that really matter in life.

Deuteronomy 6:7 says, "Repeat [God's commandments] again and again to your children. Talk about them when you are at home and when you are on the road, when you are going to bed and when you are getting up" (NLT).

On the other hand, people don't help each other grow:

1. Through criticism. Nagging doesn't work. Condemning doesn't work. Criticizing and complaining are totally ineffective in helping a person change. Why? Because when you criticize, you're focusing on what you don't want rather than what you do want.

The Living Bible paraphrase says, "Don't keep on scolding and nagging your children, making them angry and resentful. Rather, bring them up with the loving discipline the Lord himself approves, with suggestions and godly advice"(Ephesians 6:4).

2. Through comparing. Everybody's unique. There's nobody in the world like you! That's why comparing never, ever works. In fact, it's lethal to any relationship. The Bible says, "Each person should judge his own actions and not compare himself with others. Then he can be proud for what he himself has done" (Galatians 6:4 NCV).

The Bible is full of instructions and examples about how people should treat each other. In fact, the Bible includes 58 "one another" statements—things like love one another, care for one another, pray for one another, encourage one another, help one another, counsel one another, and support one another.

That's the way God meant for it to be. The New Testament tells us to "encourage one another and build each other up, just as in fact you are doing" (1 Thessalonians 5:11 NIV).


Rabu, 11 Februari 2026

Lima Hal yang Perlu Dipelajari dalam Keluarga

12 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Lukas 2:52 "Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia."
----------------
Keluarga yang sehat mendorong pertumbuhan. Keluarga seperti ini menciptakan suasana belajar seumur hidup—saling menolong untuk berkembang, mendorong penemuan karunia dan kemampuan rohani setiap pribadi, serta memberi ruang untuk mempelajari hal-hal baru dan menumbuhkan minat yang baru.

Anda tidak selalu membutuhkan keluarga "ideal" untuk dapat bertumbuh. Keluarga gereja Anda juga dapat—dan seharusnya—menjadi kekuatan yang menumbuhkan hidup Anda. Ada pelajaran-pelajaran tertentu yang tidak bisa dipelajari di sekolah atau di tempat kerja. Pelajaran-pelajaran itu hanya dapat dipelajari melalui relasi dengan orang lain. Karena itu, Anda membutuhkan komunitas.

Faktanya, banyak pergumulan orang dewasa berakar pada hal-hal penting yang tidak dipelajari dengan baik sejak kecil. Berikut lima hal penting yang seharusnya dipelajari dalam keluarga, baik keluarga biologis maupun keluarga rohani:

1. Mengelola perasaan

Dalam keluarga yang sehat, Anda belajar mengenali, mengakui, mengekspresikan, dan mengelola perasaan dengan benar. Keluarga yang baik memberi ruang bagi kejujuran, termasuk membiarkan anak-anak mengekspresikan emosi mereka tanpa rasa takut.

2. Menghadapi konflik dengan sehat

Anak-anak perlu melihat bagaimana orang dewasa menyelesaikan perbedaan dengan cara yang dewasa dan penuh kasih. Konflik tidak harus dihindari, tetapi dikelola dengan bijaksana.

3. Menghadapi kehilangan dan kegagalan

Anak-anak tidak perlu selalu menang. Jika mereka selalu menang, kegagalan di masa dewasa dapat terasa menghancurkan. Mereka perlu belajar bahwa kegagalan tidak mengakhiri hidup dan kehilangan bukanlah akhir dari segalanya.

4. Menentukan nilai-nilai yang paling penting

Penting untuk mengajarkan nilai-nilai yang benar agar seseorang tidak mudah terbawa oleh nilai dunia. Godaan hidup sering berpusat pada apa yang dirasakan, apa yang dilakukan dan apa yang dimiliki—atau yang sering diringkas sebagai seks, penghasilan dan status. Keluarga perlu menolong anggotanya melihat nilai-nilai Allah sebagai yang utama.

5. Membentuk kebiasaan yang baik

Kebiasaan membentuk karakter. Karena itu, keluarga seharusnya saling menolong untuk bertumbuh sehingga karakter setiap anggotanya semakin mencerminkan karakter Yesus Kristus.

Mulailah melakukan perubahan hari ini, agar keluarga Anda—baik keluarga biologis, keluarga adopsi, maupun keluarga rohani—menjadi tempat yang aman bagi setiap orang untuk belajar, bertumbuh dan mengalami kebersamaan yang membangun.

Renungkan

- Bagaimana Anda dapat menciptakan suasana belajar dan pertumbuhan di dalam keluarga Anda?

- Mengapa mengajarkan cara menghadapi kegagalan menjadi semakin sulit dalam budaya saat ini?

- Nilai apa yang paling penting bagi Anda? Nilai-nilai Alkitab apa yang ingin Anda tanamkan kepada anak-anak atau generasi muda dalam hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 11-12; Matius 26:1-25
____________
Keluarga yang sehat mendorong pertumbuhan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Five Things to Learn in a Family - Daily Hope with Rick Warren - February 12, 2026

"Jesus grew in wisdom and stature, and in favor with God and man." Luke 2:52 (NIV)
--------------------
Awesome families encourage growth.

How? They create an atmosphere of lifelong learning. They help each other develop. They encourage the discovery of each person's spiritual gifts and abilities. They allow people to learn new things and develop new interests.

But you don't necessarily need a typical family to help you grow. Your church family can—and should—be a force for growth in your life.

There are some things you're never going to learn if you don't learn them in relationship with others. You can't learn them at school. You can't learn them at work. You only can learn them with other people.

You need community.

In fact, most of your problems as an adult come from the fact that you didn't learn certain things correctly as a child. Here are five things you must learn in your family—whether biological or otherwise:

1. You learn what to do with feelings. In a healthy family, you learn how to identify, own up to, express, and deal with your feelings. Awesome families should let everyone be honest and let kids express their emotions too.

2. You learn how to handle conflict. Kids need to see their parents working problems out in front of them and dealing with differences in a healthy way.

3. You learn how to handle loss. You don't want your kids to win all the time. If they do, they'll find it devastating when they face inevitable losses as adults in the real world. They need to learn that failure won't destroy them, that a loss isn't the end of life.

4. You learn which values matter most. It's important to teach kids the three basic temptations of life so they are not swayed by what the world values. Those temptations have to do with how you feel, what you do, and what you get in life. In other words, that's sex, salary, and status.

5. You learn good habits. Habits determine your character. Families should help each other grow so that everyone's character is more like Jesus Christ.

Start to make changes today so that your family—whether it's biological, adoptive, or spiritual—is a safe place for everyone to learn and grow.


Selasa, 10 Februari 2026

Pernikahan yang Kuat Memberi Manfaat bagi Semua Orang

11 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 12:9–10 "Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat."
----------------
Pernikahan yang kuat membawa kebaikan bagi semua orang. Pernikahan seperti ini tidak hanya memberkati mereka yang menjalaninya, tetapi juga membantu menguatkan komunitas dan masyarakat di sekitarnya.

Sepanjang sejarah, pernikahan telah menjadi fondasi utama setiap masyarakat dan kebudayaan. Ketika pernikahan-pernikahan kuat, bangsa-bangsa pun menjadi kuat. Sebaliknya, ketika pernikahan dan keluarga melemah, budaya dan masyarakat ikut merosot.

Pernikahan yang sehat juga memberi dampak bagi orang-orang di sekitarnya. Melalui hubungan ini, Allah membentuk karakter Anda—mengajar Anda untuk hidup tidak mementingkan diri sendiri dan belajar mengasihi dengan sungguh. Jika Anda menikah, tidak ada relasi lain yang memiliki pengaruh sebesar pernikahan terhadap pembentukan hidup Anda.

Namun jika Anda belum menikah, Allah tetap sedang bekerja membentuk karakter Anda melalui relasi-relasi lain. Anda tidak dikecualikan. Pribadi lajang yang hidup benar dan berfokus pada sesama memiliki peran yang sangat penting dalam membangun masyarakat yang sehat. Bahkan, dalam beberapa hal, mereka dapat menjalankan peran yang tidak selalu dapat dilakukan oleh pasangan menikah.

Hidup ini adalah ruang pembelajaran untuk mengasihi. Belajar mengasihi adalah hal terpenting yang dapat Anda lakukan, karena Allah adalah kasih dan Ia rindu Anda menjadi serupa dengan-Nya—menjadi semakin seperti Yesus Kristus. Allah ingin membangun karakter Anda, baik Anda menikah maupun tidak.

Jika Anda menikah, salah satu alat utama yang Allah gunakan untuk membentuk karakter Kristus dalam diri Anda adalah pasangan Anda. Setiap hari, Allah memberi Anda banyak kesempatan untuk memikirkan kebutuhan orang lain lebih dahulu daripada kebutuhan diri sendiri.

Alkitab menasihatkan: "Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat." (Roma 12:9–10).

Apakah prinsip ini Anda hidupi dalam pernikahan Anda? Sebelum menikah, seseorang mungkin merasa sudah memahami arti kasih. Namun seiring waktu, kasih itu nyata dalam hal-hal sederhana: melakukan tugas rumah, memperhatikan hal kecil, dan menempatkan pasangan lebih dahulu. Kasih sejati diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.

Karena itu, "kasihilah dengan tulus dan saling mendahului dalam memberi hormat." Ketika Anda hidup dengan cara ini, Anda akan bertumbuh semakin serupa dengan Kristus. Hasilnya bukan hanya pernikahan yang lebih kuat, tetapi juga masyarakat yang lebih sehat bagi semua orang.

Renungkan :

- Dalam hal apa Anda pernah melihat pernikahan yang kuat membawa dampak positif bagi lingkungan atau masyarakat sekitar?

- Baik Anda menikah maupun tidak, relasi apa yang saat ini Allah pakai untuk membentuk karakter Anda? Apa yang sedang Anda pelajari tentang mengasihi dan menghormati sesama?

- Hari ini, cobalah untuk lebih dahulu menunjukkan kasih dan hormat kepada pasangan Anda. (Jika Anda belum menikah, terapkan prinsip yang sama kepada anggota keluarga, teman serumah, atau rekan kerja.) Apa dampaknya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 8-10; Matius 25:31-46
_______________
Pernikahan yang sehat memberi dampak bagi orang-orang di sekitarnya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Strong Marriages Benefit Everyone - Daily Hope with Rick Warren - February 11, 2026

"Love sincerely. . . . Hold on to what is good. Be devoted to each other like a loving family. Excel in showing respect for each other." Romans 12:9-10 (GW)
------------------
Strong marriages are good for everyone. They benefit those who are part of those relationships and even help strengthen whole communities.

Throughout history, marriage has been the fundamental building block of every society and culture. When marriages have been strong, nations have been strong. When marriages and families weaken, cultures decline.

Healthy marriages also benefit the people around them. God uses these relationships to shape your character, helping you learn how to be unselfish and loving. And if you get married, no other relationship will have a greater impact on your life.

If you're not married, God can still use and will use other people to build your character. You're not off the hook! Single people who are godly and others-focused play a critical role in flourishing cultures. In fact, sometimes they play roles that married couples can't.

Life is a laboratory for learning how to love. Learning to love is the most important thing you can do because God is love, and he wants you to become like him. He wants to make you like Jesus Christ. He wants to build your character—and he wants to do that whether or not you're married.

If you're married, one tool God uses in your life to build Christ-like character is your spouse. Every day, he gives you hundreds of opportunities to think about the other person's needs instead of your own.

The Bible says, "Love sincerely. . . . Hold on to what is good. Be devoted to each other like a loving family. Excel in showing respect for each other" (Romans 12:9-10 GW).

Do you do that in your marriage? Before I got married so many years ago, I really thought I knew how to love a woman. But I knew nothing about love! Now, after 50 years of marriage, I know that love washes the dishes. I know that love takes out the garbage. I know that love puts the other person first.

So, "Love sincerely. . . . Excel in showing respect for each other" so that you grow to be more like Christ. It will lead to a stronger relationship for you and a stronger society for everyone.


Senin, 09 Februari 2026

Pernikahan Diciptakan untuk Kebersamaan

10 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
1 Korintus 11:11 "Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan."
------------------
Pernikahan tidak menyelesaikan masalah Anda. Pernikahan juga tidak menciptakan masalah baru. Pernikahan justru menyingkapkan apa yang sudah ada di dalam diri Anda sejak awal. Apa pun yang menjadi pergumulan ketika Anda hidup sendiri, akan terlihat lebih jelas ketika Anda hidup bersama orang lain.

Lalu, jika demikian, mengapa Allah merancang pernikahan? Salah satu jawabannya sederhana namun penting: Allah menciptakan pernikahan untuk kebersamaan.

Alkitab menyatakan: "Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan." (1 Korintus 11:11). Tidak seorang pun diciptakan untuk menjalani hidup sendirian. Allah membentuk manusia dengan kebutuhan untuk berjalan bersama, saling melengkapi dan saling menopang.

Kebenaran ini berlaku bagi semua orang, baik yang menikah maupun yang belum menikah. Tidak ada satu pribadi pun yang mencerminkan gambaran Allah secara utuh sendirian. Karena itu, Allah merancang kita untuk hidup berdampingan, bukan terpisah.

Sejak awal penciptaan, Allah sudah menyatakan hal ini dengan jelas: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja; Aku akan menjadikan seorang penolong baginya" (Kejadian 2:18). Pernyataan ini menunjukkan bahwa kebersamaan bukanlah tambahan, melainkan bagian dari rancangan Allah sejak semula.

Setiap orang membutuhkan kebersamaan dalam berbagai aspek kehidupan. Namun pernikahan memiliki tempat yang sangat khusus. Ia adalah bentuk kebersamaan yang unik, yang mengajak dua pribadi untuk belajar hidup berdampingan dalam komitmen, kesetiaan dan tanggung jawab.

Yesus sendiri menegaskan maksud Allah tentang pernikahan:
"Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan… keduanya menjadi satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." (Markus 10:6–9).

Dari perkataan Yesus ini, kita melihat bahwa pernikahan adalah rencana Allah, dijalani dalam kebersamaan antara laki-laki dan perempuan dan dimaksudkan untuk dipelihara sepanjang hidup.

Renungkan :

- Mengapa kebersamaan menjadi bagian penting dari rancangan Allah bagi pernikahan?

- Apa tantangan terbesar dalam menjalani kebersamaan dengan orang lain?

- Bagaimana Anda dapat belajar membangun kebersamaan yang sehat dan saling membangun dalam relasi Anda hari ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 6-7; Matius 25:1-30
_____________
Walaupun realitas kehidupan tidak selalu mencerminkan rancangan ini, kebenaran Allah tetap tidak berubah. Ketika Anda memilih untuk hidup sesuai dengan batas-batas yang Allah tetapkan, Anda sedang membuka diri untuk mengalami kebersamaan sebagaimana yang sejak semula Ia kehendaki.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Marriage Was Intended for Connection - Daily Hope with Rick Warren - February 10, 2026

"In God's plan men and women need each other." 1 Corinthians 11:11 (TLB)
--------------------
Marriage doesn't solve your problems. Marriage doesn't create your problems. Marriage reveals your problems. It simply magnifies what was already a problem when you were living as a single adult.

So if marriage doesn't solve your problems, what does marriage do? Why did God design marriage in the first place?

One reason is this: God created marriage for the deep companionship of men and women.

The Living Bible paraphrase says, "In God's plan men and women need each other" (1 Corinthians 11:11).

Whether or not you get married, if you're a woman, you need men in your life; if you're a man, you need women in your life. Why? Because nobody holds the full image of God. Women get part of it and men get part of it, and we need each other. God wired us this way. God thought up gender, sex, and marriage. What a God!

Did you ever wonder why God made man first and then woman a little bit later? Why didn't he make them both at the same time?

I think he did it for Adam's benefit. I think he wanted Adam to realize how much he needed a woman in his life.

The Living Bible paraphrase says, "It isn't good for man to be alone; I will make a companion for him" (Genesis 2:18).

You need companions in all different areas of your life. But marriage is a particularly significant way to provide companionship; it's in a relational class all by itself.

Here's what Jesus had to say about it: "'God made them male and female' from the beginning of creation. 'This explains why a man leaves his father and mother and is joined to his wife, and the two are united into one.' Since they are no longer two but one, let no one split apart what God has joined together" (Mark 10:6-9 NLT).

This passage makes three major points about marriage:

1. Marriage is God's plan. It's not a tradition you can just throw out.

2. Marriage is between a man and a woman. They were created to fit together for a purpose—the creation of everybody else.

3. Marriage is designed to be permanent. That doesn't always happen, but marriage is meant to be for life.

Do you realize how radical those three statements are? Even if many people don't believe them, they're still the truth!

The reality of life today is that many people live outside of this marriage ideal. But the ideal still exists—even if it's not the reality many people are living in or willing to accept.

When you choose to live within the boundaries God designed for marriage, you'll enjoy the deep connection he intended it to bring.


Minggu, 08 Februari 2026

NGOPI DIISTANA



Semua akan setuju klo diajak ngopi di istana bukan diwarkop ================================ Sama seperti MUI dan ormas-ormas Islam besar yg awalnya menolak keras BoP (Board of Peace) bentukan Donald Trump, sekarang giliran si Dino Patti Djalal dan prof Alwi Shihab (pamannya Najwa Shihab sekaligus mantan menlu Indonesia di jaman Gusdur dulu) Akhirnya setuju dan mendukung penuh keputusan Prabowo Subianto untuk bergabung di BoP dan nyumbang 1 Miliar dollar (16 Triliun rupiah). --------------------------------------------------- Padahal beberapa hari lalu Dino Patti Djalal masih ngotot menolak dan mengecam Prabowo beserta kementrian luar negri karena dianggap gak becus diplomasi luar negri karena mau tunduk dengan Donald Trump dan tidak berpihak kepada Palestina. Tapi begitu diajak Prabowo ngopi-ngopi di istana negara, sama seperti MUI kmrn juga yg diajak cangkruk di istana negara, pernyataan di Dino Patti Djalal berubah 180 derajat. Sekarang Dino malah memuji setinggi langit keputusan Prabowo ini, dengan mengatakan : "Saya surprise karena suasana totally open, diskusi ini tidak ada batasannya, tidak ada dibilang kita tidak boleh nanya ini, tidak boleh nanya itu, dan diskusi ini dua arah, jadi bukan satu arah" "Kesan saya adalah Beliau, Presiden Prabowo itu, mempunyai pendekatan yang realistis; sekarang ini memang satu-satunya opsi di atas meja adalah mengenai Board of Peace, tidak ada formula lain, tidak ada solusi lain, tidak ada jalur lain." "Yang saya paling suka, dan ini align juga dengan posisi core policy luar negeri Indonesia, adalah bahwa kita masuk dengan hati-hati dan terus berpegang pada opsi untuk bisa keluar kalau ini bertentangan dengan prinsip kita dan kepentingan kita." --------------------------------------------------- Tapi selain si Dino, pro Alwi Shihab yg juga awalnya menolak keputusan Prabowo ini walaupun tidak sekencang si Dino juga akhirnya setuju dengan keputusan Prabowo dan kementrian luar negri, dengan mengatakan : "Pertemuan tadi ini membuka cakrawala kita sebenarnya dan banyak pertanyaan-pertanyaan yang selama ini kita ingin ketahui tadi oleh Bapak Presiden dijelaskan sejelas-jelasnya." "Yang paling penting dalam hal penjelasan beliau itu bahwa Indonesia tidak pernah meninggalkan komitmen terhadap perjuangan Palestina dan tetap menginginkan adanya two-state solution, itu 'harga mati." --------------------------------------------------- Lihatkan semua akan cincai pada waktunya klo sudah diajakin ngopi di Istana, gak MUI, gak NU, gak Muhamadiyah, gak Dino, semua sama aja. Yg masih ribut gak setuju cuman netizen rakyat jelata yg ngopinya sachetan diwarkop pula bukan di Istana wkwkwkwkw *Agungbaster Perjuangan*

Apa Kunci untuk Menyentuh Hati Mereka?

09 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Amsal 20:5 "Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya"
-------------------
Apakah Anda membutuhkan lebih banyak kepercayaan diri untuk membagikan pengharapan yang Anda miliki di dalam Yesus? Penguat kepercayaan diri hari ini adalah ini: Anda dapat menuntun siapa pun kepada Yesus jika Anda mau mendengarkan dan menemukan kunci hati mereka.

Lalu, apakah yang dimaksud dengan kunci hati seseorang? Kunci itu adalah luka tersembunyi atau kebutuhan yang belum terpenuhi dalam hidup mereka.

Setiap orang memiliki rahasia—hal-hal dalam hidup yang tidak ingin diketahui orang lain. Alkitab menyatakan: "Semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah" (Roma 3:23). Namun ketika Anda sungguh-sungguh mendengarkan dan mampu menangkap pergumulan seseorang dari hatinya, pada saat itulah Anda menemukan jalan untuk menuntun mereka kepada Yesus.

Alkitab berkata:"Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya" (Amsal 20:5).

Ingatlah satu hal penting: hanya ada satu jalan kepada Allah Bapa, yaitu melalui Yesus Kristus. Yesus sendiri berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6 ). Namun, meskipun jalannya satu, alasan orang datang kepada Yesus sangat beragam.

Ada orang yang datang kepada Yesus karena membutuhkan mukjizat atau jawaban atas pertanyaan hidupnya. Ada yang datang karena kesepian, rasa bersalah, atau ketakutan. Ada pula yang sedang mencari makna dan tujuan hidup, sementara yang lain berada di tengah krisis relasi atau kesulitan keuangan.

Ada begitu banyak alasan yang menarik orang kepada Allah. Stres, rasa sakit dan penderitaan sering kali menjadi cara yang efektif untuk membuka hati seseorang.

Apa pun alasannya, jangan sia-siakan kesempatan apa pun untuk menunjukkan bahwa semua jawaban dan kerinduan terdalam manusia hanya dapat ditemukan dan dipenuhi di dalam Yesus.

Renungkan :

- Apakah mendengarkan orang lain—benar-benar mendengarkan—merupakan hal yang mudah bagi Anda? Langkah apa yang dapat Anda ambil hari ini untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan Anda?

- Luka tersembunyi atau kebutuhan apa yang pernah menarik Anda semakin dekat kepada Allah?

- Pikirkan seseorang dalam hidup Anda yang belum mengenal Yesus. Mintalah kepada Allah agar Ia menolong Anda memahami kunci hati orang tersebut.

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 4-5; Matius 24:29-51
____________
Jika Anda rindu menjangkau seseorang bagi Tuhan, temukanlah kunci hatinya dengan memulai percakapan yang tulus dan penuh kasih—percakapan yang dapat mengubah hidup.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
What's the Key to Their Heart? - Daily Hope with Rick Warren - February 9, 2026

"Someone's thoughts may be as deep as the ocean, but if you are smart, you will discover them." Proverbs 20:5 (CEV)
-------------
Do you need more confidence in sharing the hope you have in Jesus? Today's confidence builder is this: You can help lead anyone to Jesus if you'll just listen for the key to their heart.

What is the key to someone's heart? It's their hidden hurt or unmet need.

We all have secrets in our lives, things we don't want other people to know about. The Living Bible paraphrase says, "Yes, all have sinned; all fall short of God's glorious ideal" (Romans 3:23). But when you're able to discern a person's struggles by listening to their heart, you've just discovered how to lead them to Jesus.

The Bible says, "Someone's thoughts may be as deep as the ocean, but if you are smart, you will discover them"(Proverbs 20:5 CEV).

Keep in mind, there's only one way to God the Father, and that is through Jesus Christ. Jesus said, "I am the way and the truth and the life. No one comes to the Father except through me" (John 14:6 NIV). But there are many reasons people come to Jesus.

Some people come to Jesus for a miracle or to get a question answered. Some come out of loneliness, guilt, or fear. Others are looking for purpose in life, while others are in the middle of a relational or financial crisis.

There are a thousand different reasons people are drawn to God. Stress, pain, and suffering always have a way of getting your attention.

Whatever the reason, don't waste any opportunity to show people that all their answers and longings are found and fulfilled in Jesus.

If you want to reach a particular person for the Lord, find the key to their heart by opening up a life-changing conversation with them.


Sabtu, 07 Februari 2026

Allah Akan Memberikan Kata-Kata yang Perlu Anda Ucapkan

08 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
2 Timotius 1:7–8 "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah."
--------------
Anda dapat membagikan iman dengan penuh keyakinan ketika Anda menyadari bahwa Anda tidak harus mengetahui semua jawabannya. Mengapa? Karena Yesuslah yang mengetahui segalanya.

Ada satu hal penting yang perlu selalu Anda ingat: ketika Anda membagikan pengharapan yang Anda miliki di dalam Kristus kepada orang lain, Anda tidak melakukannya sendirian. Allah menyertai Anda dan pada saat yang sama Roh-Nya sedang bekerja di dalam hati orang yang Anda ajak berbicara.

Alkitab menyatakan: "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan @ hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah." (2 Timotius 1:7–8).

Ketika Anda menyadari bahwa kuasa Roh Kudus dan kebenaran Allah tinggal di dalam diri Anda, tidak ada lagi alasan untuk takut menceritakan Yesus kepada orang lain. Kesadaran ini seharusnya memberi Anda kepercayaan diri yang besar.

Lukas 21:13–15 juga memberikan penguatan bagi Anda dalam membagikan iman: "Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu."

Rasa takut ketika membagikan iman adalah hal yang wajar. Anda mungkin berpikir, "Saya tidak tahu harus mengatakan apa kepada rekan kerja, tetangga atau orang-orang di sekitar saya." Namun pada dasarnya Allah berkata kepada Anda, "Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang harus engkau katakan pada saat engkau membutuhkannya."

Renungkan :

- Ceritakan pengalaman ketika Anda merasakan kuasa Allah bekerja di dalam diri Anda saat membagikan kasih Allah kepada seseorang.

- Siapa dalam hidup Anda yang Anda teladani sebagai pribadi yang tidak takut membagikan imannya?

- Bagaimana kehidupan Anda minggu ini akan berbeda jika Anda terus menyadari kehadiran Roh Kudus dalam hidup Anda setiap hari?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 1-3; Matius 24:1-28
____________
Betapa luar biasanya janji ini. Mungkin Anda merasa belum siap atau belum cukup mampu untuk memberitakan Injil. Namun kenyataannya, Anda telah memiliki segala yang Anda perlukan—karena kehadiran Allah dan kuasa-Nya tinggal di dalam diri Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
God Will Give You the Words to Say - Daily Hope with Rick Warren - February 8, 2026

"The Holy Spirit, God's gift, does not want you to be afraid of people, but to be wise and strong, and to love them and enjoy being with them. If you will stir up this inner power, you will never be afraid to tell others about our Lord." 2 Timothy 1:7-8 (TLB)
------------------
You can be confident in sharing your faith when you remember you don't have to know all the answers. Why? Because Jesus does!

Here's something else you need to remember: When you share the hope you have in Christ with others, you're not doing it alone. God is with you! And his Spirit is working in the other person's heart as you're sharing with them.

The Bible says, "The Holy Spirit, God's gift, does not want you to be afraid of people, but to be wise and strong, and to love them and enjoy being with them. If you will stir up this inner power, you will never be afraid to tell others about our Lord" (2 Timothy 1:7-8 TLB).

When you realize the Holy Spirit's power and God's truth are in you, you never have to be afraid to tell others about Jesus. That should give you a lot of confidence!

Luke 21:13-15 also gives encouragement for sharing your faith: "This will be your chance to tell about your faith. Don't worry about what you will say to defend yourselves. I will give you the wisdom to know what to say" (CEV).

It's common to be fearful about sharing your faith with someone. You might think, "I don't know what to say to that person at the office, on the soccer field, or in my neighborhood." But God essentially says to you, "I will tell you what to say when you need it."

What an amazing promise! You may not feel ready or equipped to share the gospel, but the truth is, you have everything you need because of God's presence and power in you.