Selasa, 21 Juli 2026

Apakah Anda Sedang Berusaha Membuktikan Nilai Diri Anda?

22 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Yesaya 49:15-16 "Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku."
----------------
Ketika Anda mendapati diri Anda terjebak dalam siklus bekerja berlebihan, Anda perlu mengingat betapa berharganya Anda di mata Allah.

Hal ini benar-benar bertolak belakang dengan mendasarkan nilai diri pada pekerjaan, karier atau peran Anda sebagai pekerja penuh waktu. Cara pandang ini berlawanan dengan budaya dan mungkin menuntut perubahan besar dalam cara Anda berpikir, terutama jika ada suara kecil dalam benak Anda yang terus berkata, "Kamu harus membuktikan bahwa dirimu berharga."

Salah satu alasan orang tidak dapat beristirahat adalah karena mereka mencampuradukkan pekerjaan dengan nilai diri mereka. Mereka mencampuradukkan nilai kekayaan mereka dengan nilai diri mereka. Mereka berpikir, "Jika aku bekerja sangat keras dan berhasil dalam pekerjaan, berarti aku berharga. Jika aku tidak produktif, berarti aku tidak berharga." Itu adalah kebohongan! Tetapi dalam budaya Barat, identitas kita sering kali berpusat pada pekerjaan kita, sehingga kita bekerja berlebihan dalam usaha membuktikan diri. Kita percaya bahwa jika kita mencapai banyak hal, berarti nilai diri kita juga besar.

Namun, arti penting diri Anda tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, karier atau pencapaian Anda.

Anda tidak perlu membuktikan nilai diri Anda. Allah mengatakan bahwa Anda sudah sangat berharga. Anda tidak akan pernah lebih berharga di mata Allah daripada saat ini dan Anda juga tidak akan pernah kurang berharga di mata Allah daripada saat ini.

Seberapa berhargakah Anda? Bapa Anda di surga telah menciptakan Anda; Yesus telah mati bagi Anda. Dan jika Anda adalah pengikut Kristus, Roh Kudus tinggal di dalam Anda.

Allah tidak pernah menciptakan sesuatu tanpa tujuan dan maksud. Fakta bahwa Anda masih hidup berarti Allah mengasihi Anda dan menghendaki Anda tetap hidup. Anda tidak ternilai harganya. Anda adalah sebuah karya agung.
Bukan apa yang Anda lakukan yang memberi Anda nilai, melainkan milik siapa Anda.

Tahukah Anda bahwa Allah tidak akan pernah melupakan Anda? Firman dalam Alkitab berkata, "Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku." (Yesaya 49:15-16).

Apakah Anda sempurna? Tentu tidak. Apakah Anda telah rusak oleh dosa? Ya. Apakah Anda seorang berdosa? Ya. Tetapi apakah Anda memiliki nilai yang tidak terbatas? Ya! Dan Anda sangat dikasihi oleh Allah.
Dia telah membuktikan nilai diri Anda melalui salib.

Renungkan :

- Kepada siapa Anda selama ini berusaha membuktikan diri? Mengapa?

- Bagaimana mengetahui betapa berharganya Anda di mata Allah menolong Anda untuk beristirahat?

- Menurut Anda, bagaimana pengalaman Anda dalam bekerja akan berubah jika Anda berusaha menyenangkan Allah saja melalui pekerjaan Anda, dan bukan siapa pun yang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 29-30; Kisah Para Rasul 23:1-11
_____________
Anda tidak perlu membuktikan nilai diri Anda. Allah mengatakan bahwa Anda sudah sangat berharga. Anda tidak akan pernah lebih berharga di mata Allah daripada saat ini dan Anda juga tidak akan pernah kurang berharga di mata Allah daripada saat ini.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Are You Trying to Prove Your Worth?
By Rick Warren

“Can a mother forget her little child and not have love for her own son? Yet even if that should be, I will not forget you. See, I have tattooed your name upon my palm.” Isaiah 49:15-16 (TLB)
------------------
When you find yourself stuck in a cycle of overworking, you need to remember your value to God.

This is the exact opposite of basing your worth on your work, your career, or your full-time role. It is countercultural and may require a major change in your thinking, especially if a little voice in your head keeps saying, “You’ve got to prove you matter.”

One reason people can't relax is because they confuse their work and their worth. They confuse their net worth with their self-worth. They think, “If I work really hard and succeed at work, then I am valuable. If I'm not productive, then I'm not valuable.” That's a lie! But in Western culture, our identity often revolves around our work, so we overwork in an attempt to prove ourselves. We believe that if we achieve a lot, then we must be worth a lot.

But your significance has nothing to do with your job, your career, or your achievements.

You don’t have to prove your worth. God says that you are already extremely valuable. You’ll never be more valuable to God than you are right now; you’ll never be less valuable to God than you are right now.

How valuable are you? Your heavenly Father created you; Jesus died for you. And if you are a follower of Christ, the Holy Spirit lives in you.

God doesn’t create anything without purpose or intention. The fact that you’re alive means God loves you and wants you alive. You’re priceless. You’re a masterpiece.

It’s not what you do that gives you worth but who you belong to.

Did you know that God has a tattoo of you? The Living Bible paraphrase says, “Can a mother forget her little child and not have love for her own son? Yet even if that should be, I will not forget you. See, I have tattooed your name upon my palm” (Isaiah 49:15-16).

Are you perfect? Absolutely not. Are you broken? Yes. Are you a sinner? Yes. But are you of infinite value? Yes! And you are deeply loved by God.

He has already proved your worth on the cross.


Senin, 20 Juli 2026

Allah Menciptakan Anda untuk Membutuhkan Istirahat

21 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 127:2 "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur"
------------------
Ketika kami memulai Saddleback Church, saya bekerja 18 jam sehari. Kami menerima tamu di rumah kami dua kali seminggu, setiap minggu. Pada hari Minggu terakhir di tahun pertama, saya berdiri untuk berkhotbah—lalu pingsan. Saya benar-benar kelelahan secara fisik, rohani dan dalam hubungan dengan orang lain.

Selama tahun berikutnya, Allah mengajarkan kepada saya beberapa hal tentang keseimbangan—pelajaran yang harus saya pelajari berulang kali sejak saat itu. Inilah yang saya pelajari: Menolak untuk beristirahat adalah tanda ketidakdewasaan. Ingatlah, Roma tidak dibangun dalam satu hari, demikian juga gereja ataupun hal lain yang benar-benar berharga.

Alkitab berkata dalam Mazmur 127:2: "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur"

Allah tidak ingin Anda menyelesaikan segala sesuatu sekaligus. Dia ingin Anda belajar mengatur langkah, sementara Dia memakai keadaan-keadaan dalam hidup Anda untuk menolong Anda bertumbuh sedikit demi sedikit menuju kedewasaan. Ketika Allah sedang mengembangkan usaha Anda, Dia juga sedang membentuk Anda. Ketika Allah sedang membesarkan anak-anak Anda, Dia juga sedang membentuk Anda. Ketika Allah sedang mengembangkan karier Anda, Dia juga sedang membentuk Anda.

Sebagian orang berpikir bahwa Allah hanya berkenan kepada mereka ketika mereka bekerja, berdoa atau melakukan hal-hal yang "rohani." Tetapi Allah juga berkenan kepada Anda ketika Anda beristirahat.

Jika Anda seorang orang tua dan pernah masuk ke kamar anak-anak Anda pada malam hari untuk melihat mereka, Anda pasti tahu sukacita yang muncul hanya dengan melihat mereka tidur. Bapa Anda yang di surga juga senang melihat Anda tidur dan beristirahat. Dia menciptakan Anda untuk membutuhkan istirahat. Bahkan Allah sendiri beristirahat! Apakah Anda lebih sibuk daripada Allah?

Firman Allah dalam Alkitab berkata, "Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat." (Keluaran 31:17).

Mengapa Allah beristirahat dan bersantai pada hari ketujuh? Bukan karena Dia lelah, sebab Allah tidak pernah menjadi lelah. Dia sedang memberikan teladan tentang apa yang Dia ingin Anda lakukan: Berhentilah bekerja dan beristirahat. Peliharalah hari Sabat dan beristirahatlah dalam kebaikan Allah.

Renungkan :

- Apa alasan Anda bekerja terlalu keras di rumah, di sekolah, atau di tempat kerja?

- Bagaimana menyediakan ruang dalam hidup Anda untuk beristirahat merupakan suatu disiplin rohani?

- Apakah jadwal harian Anda lebih mencerminkan prioritas untuk menyelesaikan daftar pekerjaan atau untuk bertumbuh secara rohani? Dalam hal apa?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 26-28; Kisah Para Rasul 22
__________
Agar Anda bertumbuh, Anda harus belajar beristirahat dalam kebaikan Allah.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
God Created You to Need Rest
By Rick Warren

“It is useless for you to work so hard from early morning until late at night, anxiously working for food to eat; for God gives rest to his loved ones.” Psalm 127:2 (NLT)
-------------
When we started Saddleback Church, I was working 18 hours a day. We hosted people in our home twice a week, every week. On the last Sunday of the first year, I stood up to speak—and fainted. I was worn out from physical, spiritual, and relational exhaustion.

Over the next year, God taught me some things about balance—which I’ve had to learn over and over again since then. Here’s what I learned: Resistance to rest is immaturity. Remember, Rome wasn’t built in a day, and neither is the church nor anything else that is worthwhile.

The Bible says in Psalm 127:2: “It is useless for you to work so hard from early morning until late at night, anxiously working for food to eat; for God gives rest to his loved ones” (NLT).

God doesn't want you to accomplish everything all at once. He wants you to learn to pace yourself as he uses the circumstances of your life to help you mature little by little. While God is growing your business, he’s growing you. While God is growing your children, he’s growing you. While God is growing your career, he’s growing you. For you to grow, you have to learn to rest in God’s goodness.

Some people think God only smiles on them when they're working, praying, or doing “spiritual” things. But God also smiles on you when you rest.

If you’re a parent, and you’ve ever gone into your kids’ room and checked on them at night, you know the joy it gives you just to watch them sleep. Your heavenly Father enjoys watching you sleep and rest too. He created you to need rest. Even God rested! Are you busier than God?

The Living Bible paraphrase says, "Work six days only, for the seventh day is a special day to remind you of my covenant—a weekly reminder forever of my promises to the people of Israel. For in six days the Lord made heaven and earth, and rested on the seventh day, and was refreshed" (Exodus 31:17).

Why did God rest and relax on the seventh day? It’s not because he was tired, because God doesn't get tired. He was modeling what he wants you to do: Stop work and relax. Keep a Sabbath, and rest in God’s goodness.


Minggu, 19 Juli 2026

Anda Dapat Beristirahat dalam Kebaikan Allah

20 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 23:2 "Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang."
----------------
Apakah Anda selalu terburu-buru? Apakah daftar pekerjaan Anda terlalu panjang dan tidak realistis? Pernahkah lebih dari satu orang mengatakan kepada Anda agar memperlambat langkah? Apakah Anda merasa bersalah ketika beristirahat?
Apakah Anda harus sakit terlebih dahulu agar mau mengambil waktu untuk beristirahat?

Laju masyarakat modern mendorong kita untuk terus bekerja tanpa henti. Banyak orang tetap bekerja bahkan pada hari libur mereka. Dan mereka yang pergi beribadah ke gereja sering kali pulang hanya untuk langsung kembali bekerja (baik
pekerjaan rumah, tugas sekolah, maupun pekerjaan kantor), berusaha menyelesaikan semua hal yang tidak sempat mereka kerjakan selama hari-hari kerja biasa.

Tidak heran kita menjadi kelelahan! Kebanyakan dari kita sudah berada di batas kemampuan. Tetapi itulah bukan cara Sang Gembala yang Baik.

Mazmur 23:2 berkata,"Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang."
Allah membaringkan Anda di padang yang hijau—itulah istirahat. Dan Dia membimbing Anda ke air yang tenang—itulah penyegaran.

Allah, dalam kebaikan-Nya, menciptakan istirahat dan Dia menganggapnya sama pentingnya dengan pekerjaan. Seorang gembala yang penuh kasih memastikan domba-dombanya mendapatkan cukup istirahat agar tetap sehat. Demikian juga
Allah, Gembala Anda yang Baik. Jika Anda tidak mau berbaring untuk beristirahat, Allah akan membuat Anda berbaring. Kadang-kadang satu-satunya cara Allah dapat membuat Anda memandang kepada-Nya adalah dengan membaringkan
Anda telentang. Dia melakukan itu karena Dia peduli terhadap kesehatan fisik, emosional, dan rohani Anda.

Bukankah menakjubkan betapa jauh lebih baik segala sesuatu terlihat setelah tidur malam yang nyenyak?

Banyak dari kekhawatiran, kesibukan, tergesa-gesa, dan kegelisahan Anda berasal dari tidak memahami kebaikan Allah dalam hidup Anda. Ketika Anda memahami apa yang telah Allah lakukan bagi Anda dan apa yang ingin Dia lakukan bagi
Anda di masa depan, Anda dapat bersantai, melepaskan beban dan belajar untuk beristirahat.
Anda dapat hidup di dalam kebaikan Allah.

Renungkan :

- Istirahat dan penyegaran memiliki bentuk yang berbeda bagi setiap orang. Hal apa yang membuat Anda benar-benar merasa beristirahat dan segar kembali?

- Mengapa menurut Anda bekerja berlebihan begitu dihargai dalam banyak budaya?

- Dengan cara apa Anda dapat mengubah jadwal atau harapan Anda di rumah maupun di tempat kerja agar Anda memperoleh istirahat yang cukup?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 23-25; Kisah Para Rasul 21:15-40
___________
Perbedaan antara hidup yang penuh tekanan dan hidup yang diberkati sering kali hanyalah istirahat.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
You Can Rest in God’s Goodness
By Rick Warren

“He makes me lie down in green pastures, he leads me beside quiet waters.” Psalm 23:2 (NIV)
--------------
Are you always in a hurry? Is your to-do list unrealistically long? Has more than one person ever told you to slow down? Do you feel guilty when you relax? Do you have to get sick to take time off?

The pace of modern society pushes us to keep going and going and going. Many people work even on their day off. And those who go to a church service often head home afterward only to dive right into work (whether it’s housework, schoolwork, or career work), trying to do all the stuff they didn’t accomplish during the regular workweek.

No wonder we’re exhausted! Most of us are maxed out. But that’s not the way of the Good Shepherd.

Psalm 23:2 says, “He makes me lie down in green pastures, he leads me beside quiet waters” (NIV).

God makes you lie down in green pastures—that's rest. And he leads you beside quiet waters—that's refreshment.

God, in his goodness, created rest, and he considers it as important as work. A loving shepherd makes sure his sheep get enough rest to stay healthy. It’s the same with God, your Good Shepherd. If you won’t lie down, God will make you lie down. Sometimes the only way God can get you to look up is to lay you flat on your back. He will do that because he cares about your physical, emotional, and spiritual health.

Isn't it amazing how much better things look after a good night's sleep? The difference between being stressed and being blessed is often rest.

A lot of your worry, hurry, scurry, and restlessness comes from not understanding the goodness of God in your life. When you understand what God has done for you and wants to do for you in the future, you can relax, let go, and learn to rest.

You can live in the goodness of God.

Sabtu, 18 Juli 2026

Empat Langkah untuk Mengatasi Kekhawatiran

19 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
1 Petrus 5:7 "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu."
------------------
Dibutuhkan lebih dari sekadar kemauan untuk berhenti khawatir—tetapi Anda sudah mengetahui hal itu, karena Anda sudah pernah mencobanya. Anda mungkin berpikir, "Aku seharusnya tidak mengkhawatirkan hal ini", tetapi kekhawatiran itu tetap ada dalam pikiran Anda.

Berikut adalah empat langkah untuk membantu Anda berhenti khawatir:

Kenalilah Allah.
Yesus berkata dalam Matius 6:32, "Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu". Jika Anda tidak memiliki hubungan dengan Allah, Anda memang memiliki banyak alasan untuk khawatir. Itulah sebabnya Anda perlu mengenal Allah!
Sebagai orang percaya, Anda memiliki Bapa di surga yang telah berjanji untuk memelihara Anda. Anda adalah anak Allah dan anak-anak memperoleh hak-hak istimewa. Ketika Anda khawatir, Anda bertindak seolah-olah Anda tidak memiliki Bapa yang penuh kasih, yang menyertai dan berpihak kepada Anda.

Tempatkan Allah sebagai yang terutama dalam setiap bidang kehidupan Anda.
Firman dalam Alkitab berkata, "Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" (Matius 6:31-33).
Setiap kali Anda mengeluarkan Allah dari pusat kehidupan Anda dan menggantinya dengan hal lain—betapapun baiknya hal itu—Anda akan mulai khawatir.

Jalanilah hidup satu hari pada satu waktu.
Alkitab berkata, "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari" (Matius 6:34).
Jika Anda mengkhawatirkan hari esok, Anda tidak dapat menikmati hari ini. Selain itu, ketika Anda selalu khawatir tentang hari esok, masa depan akan terasa begitu membebani. Tetapi Allah berjanji akan memberikan kasih karunia dan kekuatan yang Anda perlukan pada saat Anda membutuhkannya. Saat ini, Anda hanya memerlukan kekuatan yang cukup untuk hari ini.

Percayalah kepada Allah yang memelihara Anda.
"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu." (1 Petrus 5:7).
Bagaimana Anda melakukannya? Salah satu caranya adalah dengan menghafalkan janji-janji Allah di dalam Alkitab. Janji-janji itu seperti polis asuransi bagi orang percaya. Ketika Anda tahu bahwa sesuatu sudah dijamin, Anda tidak lagi mengkhawatirkannya. Cara lain untuk mempercayai Allah adalah dengan berdoa. Jika Anda berdoa sebanyak Anda khawatir, Anda akan memiliki jauh lebih sedikit hal untuk dikhawatirkan.

Apa hasil dari menjalankan keempat langkah ini? "Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus" (Filipi 4:7).

Renungkan :

- Dapatkah Anda memiliki hubungan dengan seseorang jika Anda tidak terus-menerus belajar mengenal dia lebih dalam? Mengapa atau mengapa tidak?

- Bagaimana Anda mengetahui bahwa Allah benar-benar menjadi yang terutama dalam suatu bidang kehidupan Anda?

- Apa satu cara yang spesifik dan praktis yang dapat Anda lakukan untuk mengingatkan diri sendiri agar berdoa, bukan khawatir?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 20-22; Kisah Para Rasul 21:1-14
_____________
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada Tuhan, sebab Ia yang memelihara Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Four Steps to Overcoming Worry
By Rick Warren

“Give all your worries and cares to God, for he cares about you.” 1 Peter 5:7 (NLT)
-----------------
It takes more than willpower to stop worrying—but you already know that, because you’ve already tried it. You’ve thought, “I shouldn’t worry about this,” yet it stays on your mind.

Here are four steps to help you stop worrying:

Get to know God.

Jesus says in Matthew 6:32, “Only people who don't know God are always worrying about such things” (CEV). If you don’t have a relationship with God, you have every reason to worry. That’s why you need to get to know God!

As a believer, you have a heavenly Father who has promised to take care of you. You are God’s child, and children get special privileges. When you worry, you are acting like you don't have a loving Father who is with you and for you.

Put God first in every area of your life.

The Living Bible paraphrase says, “Don’t worry at all about having enough food and clothing. Your heavenly Father already knows perfectly well that you need them, and he will give them to you if you give him first place in your life” (Matthew 6:31-33). Anytime you take God out of the center of your life and put anything else there—no matter how good it is—you’re going to worry.

Live one day at a time.

The Bible says, “Don’t worry about tomorrow, because tomorrow will have its own worries. Each day has enough trouble of its own” (Matthew 6:34 NCV). If you’re worrying about tomorrow, you can’t enjoy today. Also, when you’re always worried about tomorrow, the future gets overwhelming. But God promises to give you the grace and strength you need when you need it. Right now, you only need enough power for today.

Trust God to care.

“Give all your worries and cares to God, for he cares about you” (1 Peter 5:7 NLT). How do you do that? One way is to memorize God’s promises in the Bible. They’re like an insurance policy for believers. When you know something’s covered, you don’t worry about it anymore. Another way to trust God is to pray. If you prayed as much as you worried, you’d have a lot less to worry about.

What’s the result of taking these four steps? “You will experience God’s peace, which exceeds anything we can understand” (Philippians 4:7 NLT).


Rasakan Manisnya Firman Allah

18 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 119:103 "Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih manis daripada madu bagi mulutku."
------------------
Setelah saya dan istri saya, Kay, bertunangan, kami melakukan sesuatu yang tidak biasa: Kami pindah ke sisi dunia yang berlawanan. Kay pindah ke Birmingham, Alabama, untuk melayani di sebuah gereja di pusat kota, sedangkan saya pindah ke Nagasaki, Jepang, untuk merintis sebuah gereja. Kami terpisah hampir sepanjang masa pertunangan kami.

Pada masa itu, belum ada telepon seluler. Menelepon ke Jepang biayanya 15 dolar per menit, dan kami benar-benar miskin. Jadi kami hanya memiliki satu pilihan: menulis surat. Kami masing-masing menulis satu surat setiap hari, dan menerima surat darinya adalah momen yang paling saya nantikan setiap hari pada masa itu. Begitu surat cintanya tiba, saya langsung membukanya dan membacanya. Lalu saya membacanya lagi dan mencoba memahami makna di balik setiap kalimatnya. Saya menggarisbawahi bagian-bagian tertentu dan menghafalkannya. Saya berusaha mengumpulkan setiap tetes kasih yang wanita itu miliki untuk saya.

Pernahkah Anda membaca Alkitab—surat cinta Allah kepada Anda—dengan cara seperti itu?

Jika Anda tidak menyelidiki Alkitab dengan sungguh-sungguh, berusaha memperoleh setiap bagian hikmat darinya, maka Anda belum benar-benar menikmati perjamuan yang telah Allah sediakan bagi Anda. Mazmur 119:103 berkata, "Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih manis daripada madu bagi mulutku."

Alkitab penuh dengan makanan rohani; di dalamnya terdapat makanan yang akan menjaga kesehatan rohani Anda.

Apakah Anda sedang berpuasa atau berpesta dengan Firman Allah? Ingatlah bahwa pergi ke gereja seminggu sekali dan mendengarkan khotbah bukanlah sebuah pesta. Jika Anda hanya makan satu kali seminggu, Anda tidak akan bertumbuh atau menjadi sehat. Hal yang sama juga berlaku bagi makanan rohani Anda.

Yesus berkata, "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Matius 4:4)

Renungkan :

- Pilihlah satu bagian dari Mazmur 119 dan bacalah beberapa kali. Nikmatilah Firman Allah. Kebaikan dan makanan rohani apa yang Allah sediakan bagi Anda melalui bagian tersebut?

- Satu perubahan apa yang dapat Anda lakukan dalam rutinitas pagi atau malam hari agar tersedia waktu untuk membaca dan merenungkan Firman Allah?

- Bagaimana keinginan Anda untuk membaca Firman Allah berubah ketika Anda memandang Alkitab sebagai surat cinta Allah kepada Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 18-19; Kisah Para Rasul 20:17-38
_____________
Anda akan benar-benar merasakan manisnya Firman Allah ketika Anda menikmatinya setiap hari—membacanya, mempelajarinya, dan merenungkannya—serta membiarkannya memenuhi hati dan pikiran Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Taste the Sweetness of God’s Word
By Rick Warren

“How sweet your words taste to me; they are sweeter than honey.” Psalm 119:103 (NLT)
------------------
After my wife, Kay, and I got engaged, we did something unusual: We moved to opposite sides of the world. She moved to Birmingham, Alabama, to work in an urban church, and I moved to Nagasaki, Japan, to plant a church. We were separated for most of our engagement.

In those days, we didn’t have cell phones. It cost $15 a minute to call Japan, and we were dirt poor. So we had only one alternative: writing letters. We each wrote a letter every day, and receiving hers was the highlight of my day during that time. The moment a love letter arrived, I would tear it open and read it. Then I would reread it and try to read between the lines. I’d underline and memorize portions of it. I was trying to gather every drop of love this woman had for me.

Have you ever read the Bible—God’s love letter to you—that same way?

If you’re not poring over the Bible, trying to glean every bit of wisdom from it, then you are not fully tasting the banquet that God has prepared for you. Psalm 119:103 says, “How sweet your words taste to me; they are sweeter than honey” (NLT).

The Bible is full of nourishment; it has spiritual food that will keep you healthy.

Are you fasting or are you feasting on the Word of God? Keep in mind that going to church once a week and hearing a sermon is not a feast. If you only ate one meal a week, then you wouldn’t grow or be healthy. The same is true for your spiritual nourishment.

Jesus said, “Man shall not live by bread alone, but by every word that comes from the mouth of God” (Matthew 4:4 ESV).

You’ll truly taste the sweetness of God’s Word when you feed on it every day—read it, study it, and meditate on it—and let it saturate your heart and mind.


Anda Belajar Mempercayai Allah Melalui Doa

17 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 7:7 "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu."
----------------------
Allah bukan hanya sanggup memenuhi semua kebutuhan Anda; Dia juga rindu untuk memenuhinya! Tetapi ketika Anda melupakan betapa besarnya komitmen Allah untuk menolong Anda, akan mudah bagi Anda untuk berhenti meminta pertolongan-Nya dan mulai bergantung pada diri sendiri.

Mungkin Anda hanya meminta kepada Allah untuk hal-hal yang "besar" dan bukan untuk hal-hal yang "kecil." Tahukah Anda? Bagi Allah, semuanya adalah hal yang kecil. Tidak ada satu pun permintaan Anda yang besar di mata Allah. Dia menghitung setiap helai rambut di kepala Anda dan Dia tahu berapa helai yang rontok di wastafel pagi ini.

Anda tidak mengganggu Allah ketika menyampaikan permintaan kepada-Nya; justru Dialah yang sejak awal menetapkan sistem doa. Itulah sebabnya Perjanjian Baru lebih dari 20 kali menyuruh Anda untuk meminta apa pun yang Anda perlukan dalam doa. Matius 7:7 berkata, "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu."

Terkadang, daripada meminta sesuatu kepada Allah, Anda malah mengkhawatirkannya. Tetapi jika sesuatu cukup besar untuk dikhawatirkan, maka itu juga cukup besar untuk didoakan. Kekhawatiran tidak akan menyelesaikan apa pun, tetapi doa akan melakukannya.

Allah menumbuhkan iman dan kepercayaan Anda dengan cara yang sama seperti orang tua mengajar anak untuk percaya. Alkitab berkata,
"Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya" (Lukas 11:13).

Beginilah cara kerjanya antara orang tua dan anak. Pertama, anak menyadari ada kebutuhan yang belum terpenuhi. Kedua, anak mengungkapkan kebutuhan itu. Ketiga, orang tua memenuhi kebutuhan tersebut.

Allah memakai siklus yang sama untuk mengajar Anda mempercayai-Nya: Anda memiliki kebutuhan yang belum terpenuhi. Anda mengungkapkan kebutuhan itu kepada Allah. Dia memenuhi kebutuhan tersebut, dan Anda belajar semakin mempercayai-Nya.

Jika Anda tidak menyampaikan kebutuhan Anda kepada Allah, bagaimana Anda dapat bertumbuh dalam kepercayaan kepada-Nya?

Ketika Anda meminta kepada Allah, Dia akan selalu membuktikan kebaikan-Nya. Namun terkadang Anda harus menunggu dengan sabar waktu yang telah Dia tetapkan. Sering kali Dia tidak memberikan jawaban secara langsung karena Dia ingin menguji iman Anda.

Renungkan :

- Kebohongan apa tentang diri Anda atau tentang Allah yang membuat Anda enggan meminta pertolongan-Nya?

- Salah satu cara utama Allah menguji kepercayaan dan iman Anda kepada-Nya adalah melalui keuangan Anda. Mengapa menurut Anda demikian?

- Apa yang Anda butuhkan pertolongan untuk hari ini? Mulailah dengan mengucap syukur atas apa yang sudah Allah lakukan bagi Anda, lalu mintalah pertolongan-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 16-17; Kisah Para Rasul 20:1-16
____________
Silakan mencobanya hari ini. Bawalah kebutuhan Anda kepada Allah dalam doa. Lalu perhatikan bagaimana Dia menjawab doa-doa Anda dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu. Anda akan belajar untuk percaya bahwa Allah dapat diandalkan dan bahwa Anda dapat mengandalkan-Nya, apa pun yang terjadi.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
You Learn to Trust God Through Prayer
By Rick Warren

“Ask and it will be given to you; seek and you will find; knock and the door will be opened to you.” Matthew 7:7 (NIV)
-------------------
God is not only able to meet all of your needs; he’s eager to meet them! But when you forget how committed God is to helping you, it’s easy to stop asking for his help and to start depending on yourself.

Perhaps you only ask God for the “big stuff” and not the “small stuff.” Guess what? Everything is small to God. None of your requests are big in God’s eyes. He has every hair on your head numbered, and he knows how many fell out in the sink this morning.

You’re not bothering God when you give him your requests; he’s the one who set up the system of prayer in the first place. That’s why the New Testament tells you more than 20 times to ask for whatever you need in prayer. Matthew 7:7 says, “Ask and it will be given to you; seek and you will find; knock and the door will be opened to you” (NIV).

Sometimes, instead of asking God for something, you just worry about it. But if it’s big enough to worry about, it’s big enough to pray about. Worry won’t solve anything, but prayer will.

God grows your faith and trust the same way a parent teaches a child to trust. The Bible says,
“If you . . . know how to give good gifts to your children, how much more will your heavenly Father give . . . to those who ask him” (Luke 11:13 NLT).

Here’s how it works between a parent and child. First, the child recognizes an unmet need. Second, the child expresses that need. Third, the parent meets that need.

God uses this same cycle to teach you how to trust him: You have an unmet need. You express that unmet need to God. He meets that need, and you learn to trust him more.

If you’re not expressing your needs to God, how can you grow in trust?

When you ask God, he will always prove his goodness. But sometimes you’ll have to wait patiently for God’s timing to deliver. He often does not give immediate answers because he wants to test your faith.

Go ahead—try it today. Take your needs to God in prayer. Then watch for the ways he answers your prayers and meets those needs. You’ll learn to trust that God is reliable and that you can count on him, no matter what.


Percayalah kepada Yesus untuk Hari Ini

16 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 6:34 "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
-------------------
Ada dua hari yang seharusnya tidak pernah Anda khawatirkan: kemarin dan besok.

Yesus berkata, "janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." (Matius 6:34).

Anda tidak dapat hidup di masa lalu. Anda tidak dapat hidup di masa depan. Anda hanya dapat hidup untuk hari ini.

Mengapa Anda seharusnya menjalani hidup satu hari pada satu waktu? Pertama, ketika Anda mengkhawatirkan masalah hari esok, Anda akan kehilangan berkat hari ini. Kedua, Anda tidak dapat menyelesaikan masalah hari esok dengan kekuatan yang Anda miliki hari ini. Ketika hari esok tiba, Allah akan memberikan kepada Anda kekuatan, sudut pandang, kasih karunia, dan hikmat yang Anda perlukan.

Ketika saya masih kecil, saya tidak pernah mengkhawatirkan apa pun yang saya butuhkan dalam hidup. Sebaliknya, saya hanya datang kepada ayah atau ibu saya dan memberi tahu mereka apa yang saya butuhkan. Saya tidak pernah sekalipun khawatir tentang bagaimana mereka akan memenuhi kebutuhan kami, karena mereka yang memikul tanggung jawab itu.
Allah ingin Anda bersikap sama terhadap-Nya.

Matius 6:30 berkata, "Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?"

Ketika Anda khawatir, Anda mengambil tanggung jawab yang tidak pernah Allah maksudkan untuk Anda pikul. Mungkin hari ini Anda mengkhawatirkan banyak hal yang sebenarnya adalah tanggung jawab Allah. Bahkan, setiap kali Anda khawatir, itu adalah peringatan bahwa Anda sedang berperan sebagai Allah dan berpikir bahwa semuanya bergantung pada diri Anda sendiri. Anda bertindak seolah-olah Anda tidak memiliki Bapa di surga yang akan memberi makan, memimpin, dan memenuhi kebutuhan Anda.
Alkitab tidak berkata, "Berikanlah kami pada hari ini roti kami untuk seminggu.” Alkitab berkata, “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya." (Matius 6:11).

Allah ingin Anda bergantung kepada-Nya satu hari pada satu waktu. Dia akan menyediakan segala yang Anda butuhkan—untuk hari ini. Karena Dia adalah Allah yang baik, Anda dapat percaya bahwa Anda tidak akan kekurangan apa pun.

Renungkan :

- Luangkan waktu lima hingga sepuluh menit hari ini untuk mengucapkan dan merenungkan Mazmur 23. Bagian Kitab Suci lain apa yang akan membantu Anda ingat ketika Anda mulai merasa khawatir?

- Apa yang masih Anda khawatirkan dari masa lalu yang perlu Anda serahkan kepada Allah?

- Apa yang Anda khawatirkan mengenai masa depan yang perlu Anda percayakan kepada Allah hari ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 13-15; Kisah Para Rasul 19:21-40
____________
Tidak apa-apa merencanakan hari esok. Tetapi jangan mengkhawatirkan hari esok! Percayalah kepada Allah untuk setiap hari sebagaimana hari itu datang.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Trust Jesus for Today
By Rick Warren

“Don’t worry about tomorrow, because tomorrow will have its own worries. Each day has enough trouble of its own.” Matthew 6:34 (NCV)
---------------------
There are two days you should never worry about: yesterday and tomorrow.

Jesus said, “Don’t worry about tomorrow, because tomorrow will have its own worries. Each day has enough trouble of its own” (Matthew 6:34 NCV).

You can’t live in the past. You can’t live in the future. You can only live today.

Why should you only live one day at a time? First, when you worry about tomorrow’s problems, you miss the blessings of today. Second, you can’t solve tomorrow’s problems with today’s power. When tomorrow arrives, God will give you the power, perspective, grace, and wisdom you need.

When I was a kid, I didn't worry about anything I needed in my life. Instead, I just went to my dad or mom and told them what I needed. I was never once concerned about how they were going to meet our needs because they took on that responsibility.

God wants you to be the same way with him.

Matthew 6:30 says, “If God cares so wonderfully for wildflowers that are here today and thrown into the fire tomorrow, he will certainly care for you” (NLT).

When you worry, you assume responsibility that God never intended for you to have. You may be worrying today about a lot of things that are really God's responsibility. In fact, every time you worry, it's a warning that you’re playing God and that you believe it all depends on you. You’re acting like you don't have a heavenly Father who will feed and lead and meet your needs.

The Bible does not say, “Give us this day our weekly bread.” It says, “Give us this day our daily bread” (Matthew 6:11 ESV).

God wants you to depend on him one day at a time. He will provide everything you need—for today. Because he is a good God, you can trust that you will lack nothing.

It’s okay to plan for tomorrow. But don’t worry about tomorrow! Trust God for each day as it comes.