Sabtu, 17 Oktober 2026

Penawar untuk Kecemasan

18 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 11:29 "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati, dan jiwamu akan mendapat ketenangan."
---------------------
Semua orang ingin mengetahui penawar untuk kecemasan karena kita semua mengalaminya. Kita hidup di masa yang penuh tekanan, dan ketenangan bagi tubuh serta jiwa kita terasa sulit diperoleh.

Namun, ini bukanlah rahasia: Yesus ingin Anda mengurangi kekhawatiran dan lebih mempercayai-Nya. Dia berkata dalam Matius 11:29, "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati, dan jiwamu akan mendapat ketenangan."

Setelah Anda datang kepada Yesus dan membiarkan Dia ikut memikul beban Anda, Dia ingin Anda belajar dari-Nya. Mengapa? Karena Yesus tidak pernah terburu-buru. Dia menetapkan ritme kehidupan yang berasal dari hati yang lemah lembut dan rendah hati, yang bertujuan membawa kehidupan, bukan keletihan. Yesus memberikan teladan kepada kita tentang bagaimana menjalani hidup dengan damai sejahtera dan tujuan yang jelas dan mengikuti teladan-Nya adalah cara kita mengisi kembali tangki rohani dan emosional kita. Perhatikan bagaimana Dia menjalani hidup, lalu lakukanlah seperti yang Dia lakukan.

Belajar menjalani hidup seperti Yesus adalah sebuah proses. Anda tidak akan mempelajarinya dalam semalam karena gaya hidup Anda yang penuh beban juga tidak terbentuk dalam semalam. Namun, tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan, Anda dapat belajar untuk mempercayai-Nya.

Anda dapat belajar dari Yesus bagaimana menjadi lemah lembut dan rendah hati. Namun, bagaimana hal itu akan membantu Anda? Kelemahlembutan dan kerendahan hati sepertinya bukan solusi alami untuk mengatasi stres dan kelelahan. Mungkin Anda berharap Dia berkata, "Belajarlah dari-Ku dan Aku akan mengajarkan Anda cara memiliki daya tahan dan stamina."

Yesus ingin Anda belajar menjadi lemah lembut dan rendah hati karena sikap agresif dan kesombongan merupakan dua penyebab terbesar stres dan kekosongan dalam hidup.

Sikap agresif muncul ketika kita tidak mau menunggu apa pun dan mengambil terlalu banyak tanggung jawab. Sikap ini merupakan kebalikan dari kelemahlembutan.
Kesombongan muncul ketika kita berusaha mengendalikan segala sesuatu. Ego kita menjadi penyebab lebih banyak stres dan kesombongan dalam hidup daripada yang kita sadari.

Penawar bagi dua penyebab stres terbesar dalam hidup Anda adalah kelemahlembutan dan kerendahan hati. Anda mempelajarinya dengan mengingatkan diri sendiri setiap hari bahwa Anda bukan Allah dan Anda bukan penyelamat siapa pun.

Renungkan :

- Menurut Anda, apakah Anda pernah dituntut untuk selalu terburu-buru? Mengapa ya atau mengapa tidak?

- Apa yang selama ini berusaha Anda kendalikan hingga membuat Anda kelelahan?

- Dalam hal apa saja Anda pernah bertindak seolah-olah menjadi penyelamat seseorang? Bagaimana hal itu memengaruhi diri Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 13-16; I Tesalonika 1
____________
Luangkan waktu bersama Yesus, dan Anda akan melihat bagaimana kelemahlembutan dan kerendahan hati membawa ketenangan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
The Antidote to Anxiety
By Rick Warren

“Take my yoke upon you. Let me teach you, because I am humble and gentle at heart, and you will find rest for your souls.” Matthew 11:29 (NLT)
----------------
Everyone wants to know the antidote to anxiety because we all experience it. We live in stressful times and rest for our bodies and souls seems elusive.

But it’s not a secret: Jesus wants you to worry less and trust him more. He says in Matthew 11:29, “Take my yoke upon you. Let me teach you, because I am humble and gentle at heart, and you will find rest for your souls” (NLT).

After you come to Jesus and let him share your load, he wants you to learn from him. Why? Because Jesus is never in a hurry. He sets a pace that comes from a gentle and humble heart that is meant to bring life and not weariness. Jesus modeled for us how to live with peace and purpose, and following his example is how we refill our spiritual and emotional tanks. Watch how he lived, and do it the way he did.

Learning to live like Jesus is a process. You won't learn it overnight because you didn't develop your overloaded lifestyle overnight. But no matter how long it takes, you can learn to trust him.

You can learn from Jesus how to be gentle and humble. But how is that going to help you? Gentleness and humility don’t seem like the natural cure for being stressed out and tired. Maybe you would expect him to say, "Learn from me, and I'll teach you how to have endurance and stamina."

Jesus wants you to learn to be gentle and humble because aggression and arrogance are two of the biggest causes of stress and emptiness in life.

Aggression is when we don't want to wait for anything, and we over-commit ourselves. It's the opposite of gentleness.

Arrogance is when we try to control everything. Our ego is responsible for more stress and arrogance in our lives than we realize.

The antidote to the two biggest causes of stress in your life is gentleness and humility. You learn them by reminding yourself every day that you’re not God and you’re not anybody's savior.

Spend time with Jesus, and you’ll see how gentleness and humility lead to rest.


Jumat, 16 Oktober 2026

Menemukan Kunci Kebijaksanaan Hati

Selama bertahun-tahun, seorang kepala bagian di sebuah perusahaan manufaktur selalu merasa bangga dengan kerapian laporan dan ketaatannya pada aturan kantor. Namun, di balik sikap profesionalnya yang sempurna, ia menyimpan rasa iri dan dendam yang mendalam terhadap rekan kerja yang kerap mendapat promosi lebih cepat darinya. Ia sering kali melontarkan kritikan tajam terselubung untuk menjatuhkan mental bawahannya, sembari tetap tampil sebagai sosok pimpinan yang saleh dan santun di depan publik.

​Titik balik hidupnya terjadi ketika ia mendadak terbaring sakit di rumah sakit akibat serangan jantung. Di tengah kesendirian dan bayang-bayang kematian, ia menyadari betapa hampa seluruh pencapaian dan citra luar yang selama ini ia bangun dengan gigih. Dalam tangis penyesalannya di atas ranjang rumah sakit, ia memohon ampun kepada Tuhan atas kecongkakan serta kebusukan hati yang selama ini tersembunyi di balik jubah kesalehan semacam itu.

​Kesaksian hidup ini membuka mata kita bahwa integritas batin jauh lebih berharga daripada sekadar penampilan lahiriah. Sering kali manusia terjebak pada formalisme—rajin menjalankan ritual, fasih berbicara hal-hal rohani, dan tampak tanpa cela dari luar—namun di dalam batinnya masih dipenuhi kesombongan, kehakiman, dan penolakan terhadap kebenaran. Kristus menegur keras sikap hipokrisi ini karena kebenaran sejati tidak diukur dari apa yang tampak oleh mata manusia, melainkan dari ketulusan dan kerendahan hati yang mengalir dari dalam jiwa (Lukas 11:47-54).

​Saudaraku, mari kita memeriksa relasi kita dengan Tuhan dan sesama hari ini. Jangan sampai kita sibuk membangun "monumen" kesalehan lahiriah untuk dilihat orang lain, namun tanpa sadar menutup pintu hati bagi pertobatan yang sesungguhnya. Kiranya kita dimampukan untuk menyelaraskan tutur kata, tindakan, dan isi hati kita agar senantiasa mencerminkan kasih Kristus yang murni.
​"Sebab Allah tidak memandang apa yang dilihat manusia; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." (1 Samuel 16:7b)  
​Bacaan: Efesus 1:3-10 / Lukas 11:47-54
​(Gbu!)

Lampiran foto: IMG-20261017-WA0002.jpg
Uploaded Image

Berjalan Selaras dengan Yesus

17 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 11:29-30 "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
------------------
Apakah Anda merasa terbebani oleh terlalu banyak hal? Mungkin Anda sedang berusaha mengendalikan segala sesuatu secara berlebihan. Kita semua pernah melakukannya, terkadang bahkan tanpa menyadarinya. Tanpa sadar, kita bertindak seolah-olah semuanya bergantung pada diri kita sendiri. Kita berpikir bahwa kita harus menjaga agar semuanya tetap berjalan dengan baik. Kita berpikir bahwa kita harus membuat segala sesuatu terjadi.

Semakin besar kebutuhan Anda untuk mengendalikan segala sesuatu, semakin Anda akan merasa terbebani, stres dan kosong dalam hidup. Anda perlu belajar melepaskan kendali!

Ketika Anda datang kepada Yesus karena merasa kehabisan tenaga, langkah ketaatan Anda berikutnya adalah ini: "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan." (Matius 11:29-30).

Ketika Anda sudah merasa jenuh dan tidak sanggup lagi, inilah saatnya untuk melepaskan kendali.

Kuk adalah rangka kayu yang dipasang pada dua hewan agar mereka dapat menarik peralatan pertanian bersama-sama. Tujuan kuk adalah meringankan beban, bukan membuatnya semakin berat. Berbagi kuk berarti berbagi beban yang sedang Anda pikul.

Ketika Anda sudah merasa sedang memikul beban yang berat, menerima kuk Yesus mungkin terdengar seperti menambah beban. Namun, sebenarnya justru sebaliknya—karena ketika Anda tidak berada di bawah kuk bersama Yesus, Anda memikul beban itu sendirian dan Anda mungkin bergerak terlalu cepat hingga akhirnya terperosok ke dalam parit.

Namun, jika Anda berada di bawah kuk bersama-Nya, Dia ikut memikul beban Anda, menjaga kecepatan langkah Anda agar tetap sesuai dengan yang seharusnya dan membantu Anda tetap berada di jalan yang benar.

Sederhananya, kuk membuat beban menjadi lebih ringan dan mencegah Anda terjerumus ke dalam masalah. Galatia 5:25 mengatakan, "Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh"

Renungkan :

- Menurut Anda, mengapa Allah tidak langsung mengangkat seluruh beban Anda setiap kali Anda datang kepada-Nya dan meminta pertolongan?

- Seperti apa ritme kehidupan yang Anda inginkan? Ritme seperti apa yang akan membawa kesehatan dan ketenangan?

- Baca kembali Matius 11:29-30. Apa yang Yesus ingin Anda lakukan setelah memikul kuk-Nya? Bagaimana Anda dapat melakukannya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 8-12; Kolose 4
_______________
Anda berjalan selaras dengan Roh Allah dengan berada di bawah kuk bersama Yesus—bermitra dengan-Nya dan membiarkan Dia menentukan kecepatan langkah Anda. Yesus tidak pernah terburu-buru dan Anda pun tidak akan terburu-buru ketika terhubung dengan-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Walk in Step with Jesus
By Rick Warren

“Take my yoke upon you and learn from me, for I am gentle and humble in heart, and you will find rest for your souls. For my yoke is easy and my burden is light.” Matthew 11:29-30 (NIV)
------------------
Are you feeling overloaded? You may be trying to control things too much. We all do it, sometimes without even realizing it. We subconsciously act as if it all depends on us. We think we have to hold everything together. We think we have to make everything happen.

The greater your need to control things, the more overloaded, stressed, and empty you’re going to feel in life. You need to learn to give up control!

When you come to Jesus because you’re running on empty, your next step of obedience is this: “Take my yoke upon you and learn from me, for I am gentle and humble in heart, and you will find rest for your souls. For my yoke is easy and my burden is light” (Matthew 11:29-30 NIV).

When you get fed up, it’s time to give up control.

A yoke is not the middle of an egg (that’s a yolk). It’s the wooden frame you put over two animals so they can pull a piece of farm equipment together. The purpose of a yoke is to lighten the load, not to make it heavier. Sharing a yoke means sharing the load you’re carrying.

When you already feel like you’re carrying a heavy load, taking on Jesus’ yoke may sound like more of a burden. It’s actually the exact opposite—because when you’re not yoked to Jesus, you’re carrying the burden alone, and you might move at a pace that is too fast and throws you into a ditch.

But if you’re yoked to him, he shares the burden of the load with you, keeps your pace exactly where it needs to be, and helps you to say on the right path.

Put simply, a yoke makes the load lighter, and it keeps you from getting in trouble. Galatians 5:25 says, “Since we live by the Spirit, let us keep in step with the Spirit” (NIV).

You keep in step with God’s Spirit by being yoked to Jesus—partnering with him and letting him set the pace. Jesus was never in a hurry, and you won’t be either when you’re connected to him.


Kamis, 15 Oktober 2026

Allah Tidak Akan Membiarkan Anda Menghadapi Hidup Sendirian

16 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 2:13 "karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya"
--------------------
Apa pun yang akan Anda hadapi dalam minggu, bulan, atau tahun berikutnya, Anda tidak akan menghadapinya sendirian. Allah menyertai Anda, Dia ada di dalam diri Anda, dan Dia berpihak kepada Anda.

Filipi 2:13 mengatakan, "karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya"

Allah sedang bekerja di dalam diri Anda. Kata "bekerja" dalam bahasa Yunani adalah energeo, yang menjadi asal kata "energi". Allah adalah sumber energi yang menggerakkan hidup Anda. Anda tidak dapat bertahan hanya dengan kekuatan kemauan. Allah dapat memberikan kuasa yang Anda butuhkan melalui Roh-Nya yang bekerja dalam hidup Anda, apa pun yang sedang Anda hadapi.

Allah bekerja bersama Anda. Dia bukan hanya ada di dalam diri Anda, tetapi Dia juga menyertai Anda. Alkitab berkata, "Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. ... Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu." (Yohanes 14:18, 20). Itu adalah janji yang luar biasa! Alkitab mengatakan bahwa Kristus ada di dalam diri Anda, Anda tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah dan Anda dimeteraikan dengan Roh Kudus. Itu berarti agar iblis dapat mencapai Anda, ia harus melewati Tritunggal! Itu adalah perlindungan yang sangat baik. Itu juga sangat membantu menghilangkan rasa takut.

Allah berpihak kepada Anda. Allah bukan hanya menyertai Anda dan ada di dalam diri Anda, tetapi Dia juga berpihak kepada Anda. Roma 8:31 mengatakan, "Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?"

Ketika seorang gembala memimpin domba-dombanya, selalu ada anjing penjaga di belakang yang menggigit-gigit domba untuk membuat mereka terus bergerak ke arah yang benar.

Anda dapat menganggap kebaikan dan belas kasih Allah seperti anjing penjaga dalam hidup Anda. Alkitab berkata, "Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa." (Mazmur 23:7). Allah memberikan kepada Anda hal-hal yang tidak layak Anda terima—itulah kebaikan-Nya. Dan Dia tidak memberikan kepada Anda hal-hal yang sebenarnya layak Anda terima—itulah belas kasih-Nya.

Apakah Anda pernah merasakan senyum Allah dalam hidup Anda? Jika tidak, mungkin Anda belum benar-benar mengenal Allah. Sebagian orang berpikir bahwa Allah seperti orang tua yang marah dan selalu marah kepada mereka. Tidak. Allah berpihak kepada Anda!

Renungkan :

- Kuasa Allah tersedia bagi Anda. Bagaimana Anda dapat mulai mengalaminya?

- Kapan Anda paling sering meragukan kehadiran Allah? Mintalah kepada-Nya untuk memberikan iman kepada Anda agar dapat menyadari bahwa Dia sedang bekerja dalam hidup Anda.

- Bagaimana pandangan Anda terhadap situasi yang sulit dapat berubah ketika Anda mengetahui bahwa Allah berada di pihak Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 4-7; Kolose 3 : 18-25
_____________
Jika Anda ingin bahagia, setiap pagi Anda perlu bangun dan berkata, "Allah, terima kasih karena Engkau menyertai saya hari ini, berada di dalam diri saya hari ini dan berpihak kepada saya hari ini"

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
God Will Not Let You Face Life Alone

October 16, 2026

Today's Reading:
Philippians 2:13 "For it is God who works in you both to will and to do for His good pleasure"
--------------------
Whatever you will face in the next week, month, or year, you will not face it alone. God is with you, He is within you, and He is on your side.

Philippians 2:13 says, "For it is God who works in you both to will and to do for His good pleasure"

God is working within you. The word for “work” in Greek is energeo, which is where the word “energy” comes from. God is the source of energy that drives your life. You cannot survive by sheer force of will. God can give you the power you need through His Spirit working in your life, whatever you are facing.

God works with you. He is not only within you, but He is also with you. The Bible says, "I will not leave you as orphans. I am coming to you again. ... At that time you will know that I am in My Father and you in Me and I in you." (John 14:18, 20). That is a great promise! The Bible says that Christ is within you, you are hidden with Christ in God and you are sealed with the Holy Spirit. That means in order for the devil to reach you, he must pass through the Trinity! That is excellent protection. It also really helps eliminate fear.

Allah is on your side. God is not only with you and within you, but He is also on your side. Romans 8:31 says, "Therefore what shall we say to all these things? If God is for us, who can be against us?"

When a shepherd leads his sheep, there is always a guard dog behind who bites-Bite the sheep to keep them moving in the right direction.

You can think of God's goodness and mercy as a guard dog in your life. The Bible says, "Just goodness and mercy will follow me all the days of my life; and I will dwell in the house of the LORD forever." (Psalm 23:7). God gives you things you don't deserve—that's His goodness. And He doesn't give you the things you deserve—that's His mercy.

Have you ever felt God's smile in your life? If not, maybe you don't really know God. Some people think that God is like an angry parent who is always angry with them. No. Allah is on your side!

Think about it:

- God's power is available to you. How can you start experiencing it?

- When do you most often doubt God's presence? Ask Him to give you the faith to realize that He is working in your life.

- How might your outlook on difficult situations change when you know that God is on your side?

Bible Reading a Year:
Jeremiah 4-7; Colossians 3 : 18-25
_____________
If you want to be happy, every morning you need to wake up and say, "God, thank you for being with me today, being in me today and on my side today.(Translated from Daily Devotional by Rick Warren)


Rabu, 14 Oktober 2026

Yesus Dapat Memulihkan Jiwa Anda yang Letih

15 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 11:28 "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu"
--------------------
Ketika Yesus berkata, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Matius 11:28), kelegaan seperti apa yang Dia maksudkan?

Yesus menawarkan kelegaan bagi jiwa Anda yang jauh lebih mendalam daripada istirahat fisik—karena Dia tahu bahwa masalah yang saat ini membutuhkan pertolongan kemungkinan besar bukanlah otot yang terlalu lelah akibat bekerja.

Ketika Anda datang kepada Yesus dalam keadaan kosong, kemungkinan besar pikiran, jiwa dan roh Anda sedang terbebani. Anda membutuhkan kelegaan bukan hanya dari pekerjaan fisik, tetapi juga dari ketegangan, stres, kecemasan, kesibukan yang terburu-buru dan kekhawatiran. Anda membutuhkan jenis kelegaan yang tidak bisa diperoleh hanya dengan tidur siang yang nyenyak atau pergi berlibur.

Kebanyakan orang memiliki cara untuk melepas penat ketika tubuh mereka lelah dan cara itu berbeda dari cara mereka memulihkan diri ketika mengalami kelelahan emosional dan rohani. Mungkin ketika Anda lelah, Anda menonton film atau menghabiskan waktu menggunakan ponsel. Mungkin Anda berbaring atau berjalan-jalan di luar. Mungkin Anda memilih menghabiskan waktu bersama teman-teman, atau mungkin Anda justru merasa lebih baik ketika sendirian.

Semua itu bisa menjadi hal yang baik—tetapi tidak satu pun dapat memulihkan jiwa Anda.

Hanya Allah yang dapat memulihkan jiwa Anda. Itulah sebabnya, ketika jiwa Anda terasa kosong, tertekan atau terbebani, Yesus ingin Anda datang kepada-Nya.

Alkitab mengatakan, "Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya" (Yesaya 40:29).

Ketika batin Anda terasa kosong, budaya di sekitar Anda mengatakan bahwa Anda perlu melakukan lebih banyak hal. Anda perlu menghasilkan lebih banyak uang, mendapatkan lebih banyak barang, melakukan lebih banyak kegiatan, dan bepergian ke lebih banyak tempat. Pergi, pergi, pergi. Lebih banyak, lebih banyak, lebih banyak. Namun, justru itulah alasan Anda merasa kosong!

Yesus ingin Anda melakukan yang sebaliknya: Jangan pergi ke mana-mana. Datanglah. Datanglah kepada-Nya—dan datanglah apa adanya.

Jiwa Anda tidak akan pernah menemukan kelegaan dalam apa pun yang ditawarkan dunia. Itu karena jiwa Anda tidak diciptakan untuk dipenuhi oleh apa pun yang ada di dunia ini.

Renungkan :

- Apakah Anda pernah merasa bersalah ketika memperlambat langkah dan beristirahat? Apa yang akan Anda ingatkan kepada diri sendiri ketika mulai merasa seperti itu?

- Bagaimana Anda mengetahui bahwa keletihan yang Anda rasakan berasal dari jiwa Anda, bukan sekadar dari tubuh Anda?

- Ketika Yesus memulihkan jiwa Anda, untuk melakukan apa Anda merasa dikuatkan dan diperlengkapi?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 1-3; Kolose 3 : 1-17
________________
Anda diciptakan untuk Allah dan Anda hanya akan menemukan kelegaan sejati ketika membawa jiwa Anda yang letih kepada-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Jesus Can Restore Your Weary Soul
By Rick Warren

“Come to me and I will give you rest.” Matthew 11:28 (CEV)
--------------------
When Jesus says, “Come to me and I will give you rest” (Matthew 11:28 CEV), what kind of rest is he talking about?

Jesus offers a rest for your soul that’s much deeper than physical rest—because he knows that the problem you need help with right now is probably not overworked muscles.

When you come to Jesus in your emptiness, what you probably have is an overloaded mind, soul, and spirit. You need rest not just from physical work but from tension, stress, anxiety, hurry, and worry. You need the kind of rest that can’t come from taking a good nap or going on vacation

Most people have a way to unwind when they’re physically tired that’s different from how they unwind when they’re emotionally and spiritually exhausted. Maybe when you’re tired, you watch a movie or spend time on your phone. Maybe you lie down or walk outside. Maybe you choose to spend time with friends, or maybe it’s better for you to be alone.

Those can all be good things—but none of them can restore your soul.

Only God can restore your soul. That’s why, when you have soul emptiness, soul depression, or soul overload, Jesus wants you to come to him.

The Living Bible paraphrase says, “He gives power to the tired and worn out, and strength to the weak” (Isaiah 40:29).

When you’re empty inside, culture says you need to do more. You need to make more money, get more stuff, do more things, travel more places. Go, go, go. More, more, more. But that’s the very reason you’re empty!

Jesus wants you to do the opposite: Don’t go. Come. Come to him—and come just as you are.

Your soul will never find rest in anything the world has to offer. That’s because your soul was not created to be filled by anything in this world.

You were made for God, and you only find real rest when you bring your weary soul to him.


Selasa, 13 Oktober 2026

Allah Dapat Menggunakan Segala Sesuatu untuk Mendatangkan Kebaikan

14 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
Kejadian 50:20 "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar."
------------------
Ingatkah Anda kisah Yusuf?

Saudara-saudaranya iri hati karena Yusuf adalah anak kesayangan ayah mereka, sehingga mereka menjualnya sebagai budak. Yusuf dibawa ke Mesir, dan selama 40 tahun pertama hidupnya, segala sesuatunya berjalan buruk. Ia bekerja sebagai budak, dituduh melakukan pemerkosaan padahal tidak bersalah dan dijebloskan ke penjara atas kejahatan yang tidak dilakukannya, hanya untuk menyebutkan beberapa hal.

Selama puluhan tahun, sepertinya tidak ada satu pun yang berjalan baik bagi Yusuf - tetapi Allah menempatkannya tepat di tempat yang Dia kehendaki. Allah tahu bahwa Yusuf akan diangkat menjadi pemimpin paling berkuasa kedua di Mesir, bangsa paling berkuasa di dunia pada waktu itu. Karena itulah, Yusuf dapat menyelamatkan Mesir dan Israel dari bencana kelaparan.

Ia bukan hanya menyelamatkan dua bangsa dari kelaparan, tetapi juga menyelamatkan keluarganya sendiri - orang-orang yang telah menjualnya sebagai budak. Ketika saudara-saudaranya datang menghadapnya, Yusuf sebenarnya dapat menghadapi mereka dan menghukum mereka atas apa yang telah mereka lakukan kepadanya.

Namun, bagaimana sikap Yusuf terhadap saudara-saudaranya? Ia memperlakukan mereka dengan kasih karunia, bukan dengan kepahitan. Ia mampu melakukan hal itu karena ia melihat segala sesuatu dari sudut pandang dan tujuan Allah yang lebih besar. Ia tahu bahwa Allah dapat menggunakan bahkan luka terbesar dalam hidupnya untuk mendatangkan kebaikan.

Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya, "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar." (Kejadian 50:20). Allah mengambil kejahatan mengerikan yang dilakukan saudara-saudara Yusuf dan menggunakannya untuk menyelamatkan banyak orang pada akhirnya.

Akan selalu ada orang dalam hidup Anda yang memiliki niat buruk, yang akan merasa iri terhadap Anda, mengkritik Anda dan menyakiti Anda. Akan ada saat-saat ketika Anda menjadi korban yang tidak bersalah atas dosa orang lain. Tidak ada cara untuk menghindarinya.

Anda mungkin tidak memahaminya-tetapi Anda tidak harus memahaminya! Seperti Yusuf, mungkin Anda tidak dapat mengubah keadaan Anda. Atau mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana Anda akan melewati semua ini atau apa yang sedang Allah lakukan. Anda dapat percaya bahwa Allah melihat semuanya, Dia peduli kepada Anda, dan Dia akan menegakkan keadilan.

Allah dapat menggunakan segala sesuatu, baik maupun buruk, untuk mencapai tujuan-Nya. Rencana-Nya yang baik untuk membentuk karakter Anda dan membuat Anda semakin serupa dengan Yesus tidak akan berubah karena orang lain.

Renungkan :

- Terkadang kita baru melihat bagaimana Allah menggunakan penderitaan kita untuk mendatangkan kebaikan bertahun-tahun kemudian. Apakah Anda memiliki contoh pengalaman seperti itu dalam hidup Anda? Apa yang akhirnya Anda pelajari tentang Allah melalui situasi menyakitkan tersebut?

- Mengapa keadaan yang menyakitkan terkadang menjadi cara terbaik bagi kita untuk bertumbuh semakin serupa dengan Yesus?

- Dari mana Anda mendapatkan kekuatan untuk memperlakukan orang yang menyakiti Anda dengan kasih karunia dan bukan dengan kepahitan? Dapatkah Anda melakukannya dengan kekuatan sendiri?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 63-66; Kolose 2 : 16-23
______________
Apa yang diniatkan orang lain untuk mendatangkan keburukan akan digunakan Allah untuk mendatangkan kebaikan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
God Can Use Everything for Good
By Rick Warren

“You intended to harm me, but God intended it all for good. He brought me to this position so I could save the lives of many people.” Genesis 50:20 (NLT)
-------------------
Remember the story of Joseph?

His brothers were jealous because he was the favorite son, so they sold him into slavery. He was taken to Egypt, and for the first 40 years of his life, everything went wrong. He worked as a slave, was falsely accused of rape, and was thrown in jail for a crime he didn’t commit, just to name a few.

For decades, nothing seemed to go right for Joseph—but God put him exactly where he wanted him to be. He knew that Joseph would be raised up to become the second most powerful leader in Egypt, the most powerful nation in the world at that time. And because of that, Joseph was able to save Egypt and Israel from famine.

Not only did he save two nations from starvation, but he also saved his family—the ones who sold him into slavery. When his brothers appeared before him, Joseph could have confronted them and punished them for what they did to him.

But what was Joseph’s attitude toward his brothers? He treated them with grace, not bitterness. He was able to do that because he saw God’s greater perspective and purpose. He knew God could use even the biggest hurt in his life for good.

Joseph said to his brothers, “You intended to harm me, but God intended it all for good. He brought me to this position so I could save the lives of many people” (Genesis 50:20 NLT). God took the terrible sin of Joseph’s brothers and used it to eventually save many people.

There will always be people in your life who have bad intentions, who will resent you, criticize you, and hurt you. There will be times when you are the innocent victim of someone else’s sin. There is no way around it.

You may not understand it—but you don’t have to! Like Joseph, maybe you can’t change your circumstances. Or maybe you’re wondering how you’re going to make it through or what God is doing. You can trust that God sees, he cares, and he will bring justice.

God can use everything, good or bad, to accomplish his purposes. His good plan to grow your character and make you more like Jesus will not be changed by other people. What others intend for bad, he will use for good


Trs: Allah Mengubah Kepahitan Menjadi Kebaikan




----- Pesan yang Diteruskan -----
Dari: "Petrus Kurniadi" <tan_petrus@yahoo.com>
Kepada: "Yung Benson" <yung_benson@yahoo.com.au>
Cc:
Terkirim: Sen, 12 Okt 2026 pada 5:40
Judul: Allah Mengubah Kepahitan Menjadi Kebaikan

12 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 8:28 "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."*
------------------
Kebanyakan orang tidak tahu bahwa saya adalah seorang "ahli" pembuat kue (setidaknya keluarga saya menganggap saya demikian). Bertahun-tahun yang lalu, saya memutuskan untuk belajar membuat kue. Saya berpikir bahwa jika saya ingin memakannya, saya seharusnya tahu cara membuatnya. Salah satu kue favorit yang pernah saya buat adalah salah satu kue yang lebih sulit untuk dibuat: kue cokelat Jerman yang dibuat dari awal untuk ulang tahun istri saya.

Membuat kue membuat saya menyadari bahwa bahan-bahan untuk sebuah kue tidak terasa enak jika dimakan sendiri-sendiri. Beberapa di antaranya cukup pahit. Jika Anda makan tepung begitu saja, rasanya tidak enak. Jika Anda makan baking powder, telur mentah atau minyak begitu saja, Anda akan menyesalinya. Bahkan vanila saja tidak terasa enak. Tetapi jika Anda mencampurkan semuanya dan memanggangnya, hasilnya lezat.

Salah satu janji terbesar dalam Alkitab terdapat dalam Roma 8:28: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Perhatikan bahwa ayat tersebut tidak mengatakan bahwa segala sesuatu itu baik. Melihat sekilas berita utama sudah membuktikan bahwa hal itu tidak benar. Ayat tersebut juga tidak mengatakan bahwa janji ini berlaku untuk semua orang—hanya bagi mereka yang mengasihi Allah. Cara Allah membuat segala sesuatu bekerja bersama-sama untuk kebaikan kurang lebih seperti membuat kue. Allah dapat mengubah yang pahit menjadi lebih baik.

Dalam hidup Anda dan di dunia ini, akan ada hal-hal yang pahit dan tidak menyenangkan. Anda mungkin berpikir, "Ini tidak terasa enak. Saya tidak menyukai perubahan dalam hidup saya. Saya tidak menyukai apa yang sedang terjadi di dunia saat ini."

Ketika Anda berada dalam masa perubahan yang cepat dan tidak henti-hentinya, dan beberapa hal terasa tidak menyenangkan, tentukanlah bahwa Anda tidak akan menjadi pahit dengan hanya melihat sisi negatif dari keadaan Anda. Karena bahkan ketika tidak ada sesuatu pun yang masuk akal, Anda dapat percaya bahwa Allah mengambil semuanya—yang baik dan yang pahit—dan menggunakannya untuk rencana-Nya yang baik.

Renungkan :

- Bagaimana berfokus pada hal-hal yang tidak Anda pahami dapat membuat Anda menjadi pahit?

- Apa yang perlu Anda fokuskan ketika berada dalam masa perubahan besar? Bagaimana hal itu akan membantu Anda melihat dengan jelas?

- Menurut Anda, mengapa Allah memberikan janji Roma 8:28 hanya kepada mereka yang mengasihi dan mengikuti-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 52-57; Kolose 1 : 15-29
_______________
Anda mungkin tidak dapat melihatnya sekarang, tetapi suatu hari nanti Anda akan merasakan manisnya di surga.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
God Turns Bitter into Better
By Rick Warren

“We know that God causes everything to work together for the good of those who love God and are called according to his purpose for them.” Romans 8:28 (NLT)
-------------------
Most people don’t know that I am a “master” cake builder (at least my family thinks I am). Years ago, I decided to learn how to bake cakes. I figured that if I wanted to eat them, I ought to know how to make them. One of my favorite creations was one of the more difficult cakes to make: a German chocolate cake made from scratch for my wife’s birthday.

Making cakes has made me appreciate that the individual ingredients for a cake don’t taste good on their own. Some of them are quite bitter. If you eat flour by itself, it doesn’t taste good. If you eat baking powder or raw egg or oil by itself, you’ll regret it. Even the vanilla by itself doesn’t taste good. But if you mix them all together and bake it, it’s delicious.

One of the greatest promises of the Bible is in Romans 8:28: “We know that God causes everything to work together for the good of those who love God and are called according to his purpose for them” (NLT).

Notice that verse does not say that everything is good. A quick look at the news headlines proves that isn’t true. And it doesn’t say this promise is for everyone—just those who love God. The way God works all things together for good is kind of like baking a cake. God can make the bitter, better.

In your life and in the world, there will be elements that are bitter and unpleasant. You might think, “That doesn’t taste good. I don’t like that change in my life. I don’t like what’s happening in the world today.”

When you’re in a season of rapid and relentless change, and some things don’t taste very good, determine that you won’t become bitter by seeing only the negative in your circumstances. Because even when nothing makes sense, you can trust that God takes it all—the good and the bitter—and uses it for his good plan.

You can’t see it now, but you will taste its sweetness in heaven one day.