Selasa, 28 April 2026

🚖🚔🚘 *HIMBAUAN UNTUK PENGGUNA MOBIL LISTRIK**

COPAS:

Senin malam 27 April 2026 sekitar 20:55 WIB di Bekasi Timur: taksi listrik VinFast mogok di perlintasan rel Ampera, rodanya terkunci saat palang turun. KRL dari Cikarang nabrak taksi itu, lalu KA Argo Bromo Anggrek menghantam ekor KRL yang berhenti. Pengemudi selamat, tanpa penumpang.

*Ini versi singkatnya biar gampang diinget:*

*Kenapa EV lebih bahaya kalau mogok di rel:*

1. *Autolock*: Baterai habis/error → roda/motor ngunci, nggak bisa didorong warga

2. *Risiko baterai*: KRL 1500V DC + baterai lithium pecah = korslet, api, _thermal runaway_ susah padam

3. *Waktu sempit*: KRL datang tiap 5-10 menit, rem butuh 200-300m.

4. *Telat 30 detik = fatal.*

*Kalau terlanjur mogok di rel:*

1. *Langsung keluar semua orang* — tinggalin HP, tas, mobil. Nyawa dulu.

2. *Lari 45° menjauh searah datang kereta* biar nggak kena serpihan

3. *Hubungi 112 / pos PJL / tekan tombol darurat* di palang

4. *Jangan balik dorong* kalau roda udah ngunci

*Pencegahan khusus mobil listrik:*

1. *Baterai <20% jangan nekat nyebrang rel* — apalagi macet/antri

2. *Ada indikator error = jangan lewat perlintasan*. Menepi dulu

3. *Jangan berhenti di tengah rel*. Pastikan lancar baru jalan

4. *Servis rutin sistem proteksi & software* biar nggak _autolock_ sembarangan

*Intinya: EV sehat = aman lewat rel. EV error/habis baterai = jebakan.*

Mobil bensin masih bisa didorong netral, EV yang ngunci total cuma bisa ditowing. Dan itu nggak keburu kalau KRL udah deket.

Share info ini ke grup komunitas EV/taksi online. Banyak yang belum tau risiko _autolock_ di rel.


Seperti Apa Belas Kasihan di Dunia yang Tidak Ramah

29 April 2026

Bacaan Hari ini:
Kolose 4:6 "Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang."
-----------------
Salah satu cara terbaik untuk menjadi saksi bagi Yesus di dunia yang semakin suka menghakimi, egois dan tidak mau mengampuni adalah dengan menunjukkan belas kasihan kepada orang lain.

Kemarin kita telah melihat dua hal yang dapat Anda lakukan untuk membangun gaya hidup penuh belas kasihan: memperhatikan dan mendengarkan kebutuhan orang lain, serta tidak tersinggung oleh dosa orang lain.

Berikut dua cara lainnya untuk menunjukkan belas kasihan:

Pilihlah kata-kata Anda dengan hati-hati.
Jika Anda ingin menunjukkan belas kasihan, ada beberapa hal yang tidak dapat Anda katakan. Anda tidak dapat bersikap kasar atau sarkastis. Belas kasihan menempatkan "penyaring" pada mulut Anda dan menolong Anda memilih kata-kata yang membangun orang lain, bukan menjatuhkan mereka.

Kolose 4:6 berkata,"Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang."

Mungkin Anda dibesarkan dalam keluarga yang terbiasa saling merendahkan, dan sekarang Anda mengembangkan pola yang sama dalam hidup Anda. Bagaimana Anda memutuskan kebiasaan itu? Mintalah hikmat kepada Allah karena "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik." (Yakobus 3:17).

Semakin bijaksana Anda, semakin besar belas kasihan Anda kepada orang-orang di sekitar Anda—tidak peduli seberapa besar mereka tidak setuju atau tidak menyukai Anda. Hal ini karena semakin Anda memahami luka orang lain, semakin Anda cenderung memberi kelonggaran kepada mereka dan menunjukkan belas kasihan.

Hargai keselamatan orang lebih daripada sekadar menaati aturan.
Yesus berulang kali menunjukkan hal ini. Salah satu contohnya terdapat dalam Injil Matius. Yesus berkata kepada orang-orang Farisi yang legalistik: "Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan." (Matius 23:23).

Yesus tidak menyukai bagaimana orang-orang Farisi memprioritaskan persepuluhan dibandingkan hal-hal yang lebih penting, seperti memperlakukan orang dengan adil, menunjukkan belas kasihan, dan memiliki iman. Ia juga ingin kita "tidak mengabaikan hal-hal yang lebih penting." Ia lebih ingin melihat kebaikan kita menjangkau orang lain sehingga suatu hari mereka menyerahkan hidup mereka kepada-Nya. Yesus lebih menaruh perhatian pada pembangunan Kerajaan Allah daripada sekadar ketaatan pada aturan.

Renungkan:

- Ketika Anda masih kecil, bagaimana keluarga Anda menunjukkan belas kasihan melalui kata-kata mereka? Dalam hal apa mereka tidak menunjukkan belas kasihan melalui kata-kata?

- Situasi apa yang Anda perkirakan akan Anda hadapi minggu ini yang menuntut Anda untuk menunjukkan belas kasihan?

- Pernahkah Anda kesulitan menunjukkan belas kasihan kepada seseorang, tetapi setelah mengetahui latar belakang mereka, hal itu menjadi lebih mudah? Mengapa demikian?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 3-5; Lukas 20:1-26
_____________
Setiap kali Anda menunjukkan belas kasihan, itulah kesaksian Kristen terbesar Anda kepada dunia.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
What Mercy Looks Like in an Unkind World - Daily Hope with Rick Warren - April 29, 2026

“When you talk, you should always be kind and pleasant so you will be able to answer everyone in the way you should.” Colossians 4:6 (NCV)
----------------------
One of the best ways to be a witness for Jesus in a world that’s becoming more judgmental, selfish, and unforgiving is to show mercy to others.

Yesterday we looked at two things you can do to build a lifestyle of mercy: Watch and listen for the needs of others, and don’t be offended by the sins of others.

Here are two more ways to show mercy:

Choose your words carefully. If you’re going to show mercy, there are some things you just can’t say. You can’t be rude or sarcastic. Mercy puts a filter on your mouth and helps you choose words that build people up instead of tearing them down.

Colossians 4:6 says, “When you talk, you should always be kind and pleasant so you will be able to answer everyone in the way you should” (NCV).

Maybe you grew up in a family where it was common to put each other down, and now you’ve developed the same pattern in your own life. How do you break that habit? Ask God for wisdom because “the wisdom from above is first pure, then peaceable, gentle, open to reason, full of mercy” (James 3:17 ESV).

The wiser you become, the more merciful you’ll be to the people around you—no matter how much they disagree with you or dislike you. That’s because the more you understand the hurts of other people, the more likely you are to cut them slack and show them mercy.

Value people’s salvation over keeping rules. Jesus modeled this over and over. A good example is found in the book of Matthew. Jesus says this to the legalistic Pharisees: “You are careful to tithe even the tiniest income from your herb gardens, but you ignore the more important aspects of the law—justice, mercy, and faith. You should tithe, yes, but do not neglect the more important things” (Matthew 23:23 NLT).

Jesus didn’t like how the Pharisees prioritized tithing over more important things, such as treating people fairly, showing mercy, and having faith. He wants us to “not neglect the more important things” too. He would rather see our kindness break through to others so that, one day, they will give their lives to him. Jesus is more interested in kingdom building than in rule following. 

Every time you show mercy, it’s your greatest Christian witness to the world.


Israel Kosongkan Lebanon dari Hizbullah?! Desa Diratakan Saat Gencatan

https://youtube.com/watch?v=qETxo1VZue8&si=O8qIitDbLyGNWDhC

Israel Kosongkan Lebanon dari Hizbullah?! Desa Diratakan Saat Gencatan

https://youtube.com/watch?v=qETxo1VZue8&si=O8qIitDbLyGNWDhC

Senin, 27 April 2026

Kesaksian Terbesar Anda adalah Belas Kasihan

28 April 2026

Bacaan Hari ini:
Lukas 6:36 "Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."
----------------
Apakah Anda menyadari betapa dunia saat ini sering kali tidak berbelas kasihan dan tidak mau mengampuni? Seolah-olah bentuk humor tertinggi adalah merendahkan orang lain. Bahkan para komedian dibayar untuk sindiran yang sarkastis dan sinis terhadap orang lain.

Namun ketika orang melihat Anda menunjukkan belas kasihan, terutama di tengah masyarakat yang semakin kasar dan tidak ramah, mereka akan berkata, "Inilah yang saya harapkan dari seorang Kristen—seperti Yesus."

Yesus berkata dalam Lukas 6:36, "Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."

Ada empat hal yang dapat Anda lakukan untuk membangun gaya hidup penuh belas kasihan. Kita akan melihat dua hal hari ini dan dua hal lainnya besok.

Perhatikan dan dengarkan kebutuhan orang lain.
Kebutuhan siapa? Kebutuhan orang-orang di lingkungan Anda, di tempat kerja Anda dan dalam keluarga Anda. Belas kasihan selalu dimulai dengan kesadaran. Jika Anda tidak menyadari, Anda tidak akan peduli.

Alkitab berkata, "dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga." (Filipi 2:4).

Anda tidak kesulitan menunjukkan belas kasihan karena Anda orang yang buruk. Hal itu terjadi karena Anda terlalu sibuk. Kesibukan adalah perusak utama belas kasihan dalam hidup Anda. Ketika Anda berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan lain dan dari satu tugas ke tugas berikutnya, sulit untuk memperhatikan orang-orang di sekitar Anda. Dan ketika Anda tidak melihat dan mendengarkan kebutuhan orang lain, hampir mustahil untuk menunjukkan belas kasihan.

Jangan tersinggung oleh dosa orang lain.
Anda tidak dapat berkata, "Perbaiki hidup Anda terlebih dahulu, baru saya akan menerima Anda." Tidak—belas kasihan itu tanpa syarat! Jika Anda ingin menunjukkan belas kasihan kepada orang lain, Anda tidak boleh merasa tersinggung oleh mereka. Anda tidak dapat melayani orang lain jika Anda memandang mereka lebih rendah.

Yesus tidak tersinggung oleh dosa orang lain. Bahkan, Ia bergaul dengan orang-orang yang dianggap sebagai pendosa paling buruk. Ia bahkan dituduh bersalah karena bergaul dengan orang-orang yang korup, tidak mengasihi dan manipulatif.

Ini tidak berarti bahwa Yesus menyetujui semua yang mereka lakukan. Allah juga tidak menyetujui semua yang Anda lakukan, tetapi Ia tetap menerima Anda sepenuhnya. Menunjukkan belas kasihan tidak berarti Anda mengatakan bahwa semua yang dilakukan seseorang itu benar. Kecanduan narkoba dan perzinahan, misalnya, bukanlah hal yang benar.

Namun, Anda tetap dapat menunjukkan belas kasihan. Anda dapat melakukan kepada orang lain apa yang Kristus telah lakukan bagi Anda.

"Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa." (1 Petrus 4:8).

Renungkan:

- Mengapa belas kasihan sulit ditemukan di dunia saat ini?

- Siapa yang pernah menunjukkan belas kasihan kepada Anda, bahkan ketika Anda tidak layak menerimanya? Bagaimana kejadiannya?

- Pernahkah Anda menahan belas kasihan dari seseorang karena Anda tidak setuju dengan gaya hidupnya? Jika ya, bagaimana Anda dapat merespons mereka secara berbeda hari ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 1-2; Lukas 19:28-48
___________
Di dunia yang semakin tidak ramah, kesaksian Kristen terbesar Anda dapat terlihat melalui sikap Anda yang menunjukkan belas kasihan kepada orang lain.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Your Greatest Witness Is Mercy - Daily Hope with Rick Warren - April 28, 2026

“Be merciful, just as your Father is merciful.” Luke 6:36 (NIV)
-----------------
In an increasingly unkind world, your greatest Christian witness can be showing people mercy.

Have you noticed how unmerciful and unforgiving our world is? It seems the highest form of humor is the put-down. Even comedians get paid for their sarcastic and cynical jabs at others.

But when people see you showing mercy, especially considering how rude and mean society has become, they’ll say, “That’s what I expect a Christian to be like—like Jesus.”

Jesus says in Luke 6:36, “Be merciful, just as your Father is merciful” (NIV). 

There are four things you can do to build a lifestyle of mercy. We’ll look at two today and two tomorrow.

Watch and listen for the needs of others. Whose needs? The needs of people in your neighborhood, at your work, and in your family. Mercy always begins with awareness. If you’re not aware, then you don’t care.

The Bible says, “Look out for one another’s interests, not just for your own” (Philippians 2:4 GNT).

You don’t struggle to be merciful because you’re a bad person. It’s because you’re too busy. Busyness is the number one destroyer of mercy in your life. When you’re moving from event to event and task to task, it’s hard to pay attention to the people around you. And when you’re not looking and listening for people’s needs, it’s nearly impossible to be merciful.

Don’t be offended by the sins of others. You can’t say, “Go clean up your life, and then I will accept you.” No—mercy is unconditional! If you’re going to show mercy to people, you can’t be offended by them. You can’t minister to people if you’re looking down on them.

Jesus wasn’t offended by people’s sins. In fact, he hung out with the worst kinds of sinners. He was even accused of “guilt by association” because he spent time with people who were corrupt, unloving, and manipulative.

This doesn’t mean Jesus approved of everything they did. God doesn’t approve of everything you do, but he accepts you completely. Showing mercy doesn’t mean you say everything someone does is okay. Drug addiction and adultery, for example, are not okay.

But you can still show mercy. You can do for others what Christ has done for you.

“Most importantly, love each other deeply. Love has a way of not looking at others’ sins” (1 Peter 4:8 ICB).


Kesaksian Soebandrio: Di Balik Bayang-Bayang Kudeta 1965

https://youtube.com/watch?v=u9FGZIdHhXM&si=5lSrJ-3r8aCnG25N

Sejarah Lengkap Tragedi Trisakti Yang Memilukan Tahun 1998 - Full Docume...

https://youtube.com/watch?v=L5qf2GcVfYE&si=r3lzYndCQGdl1jB3