18 September 2026
Bacaan Hari ini:
Kisah Para Rasul 2:44 "Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama"
--------------------
Ketika Anda sedang melalui masa yang sulit, tidak ada seorang pun yang dapat memperhatikan Anda seperti keluarga gereja yang penuh kasih. Begitulah keadaannya sejak awal gereja.
Pada tahun-tahun awal Kekristenan, para pengikut Yesus menghadapi banyak penganiayaan dari Kekaisaran Romawi. Banyak dari mereka bahkan dibunuh. Jadi, mereka berkumpul bersama dan benar-benar saling memperhatikan. Mereka saling mengasihi dan mendukung.
Ada sebuah istilah Alkitab untuk jaringan dukungan tersebut. Istilah itu disebut persekutuan. Persekutuan berarti kita berkomitmen satu sama lain sama seperti kita berkomitmen kepada Yesus.
Alkitab mengatakan dalam Kisah Para Rasul 2:42: "Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa"
Terjemahan lainnya mengatakan, "Mereka seperti keluarga satu sama lain."
Berulang kali gereja disebut sebagai sebuah keluarga. Gereja bukanlah sebuah bisnis; gereja bukanlah sebuah organisasi; gereja bukanlah sebuah klub sosial. Gereja adalah sebuah keluarga.
Bahkan, Alkitab memberi tahu kita untuk memperlakukan pria yang lebih tua di gereja sebagai ayah rohani dan wanita yang lebih tua sebagai ibu rohani, serta memperlakukan orang-orang yang sebaya dengan kita sebagai saudara laki-laki dan saudara perempuan. Bahkan, dalam beberapa tradisi Kristen, anggota gereja masih saling memanggil “saudara” dan “saudari.”
Apa yang Anda lakukan terhadap keluarga? Anda menerima mereka dan membela mereka, bahkan jika mereka sedikit aneh. Anda membantu mereka ketika mereka berada dalam masalah. Anda menyediakan kebutuhan mereka ketika mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Anda menunjukkan kasih sayang secara fisik satu sama lain, dengan memberikan pelukan atau menepuk punggung ketika seseorang membutuhkannya.
Dan persekutuan seperti ini sering terjadi di rumah satu sama lain. Kisah Para Rasul 2:46 berkata: "Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. d Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati"
Gereja mula-mula bertumbuh dengan cepat karena dukungan penuh kasih ini. Bahkan ketika orang-orang yang bukan Kristen tidak memahami kepercayaan orang-orang Kristen, mereka harus mengakui bahwa orang-orang Kristen benar-benar saling mengasihi dengan sangat baik.
Bahkan, tidak seorang pun di Kekaisaran Romawi mengasihi orang lain seperti yang dilakukan orang-orang Kristen. Kisah Para Rasul 2:44 berkata: "Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama"
Apakah Anda menawarkan persekutuan yang penuh kasih seperti itu ?
Renungkan :
- Kapan Anda mengalami persekutuan yang sejati di rumah orang percaya lainnya?
- Bagaimana Anda melihat orang-orang percaya saling memperhatikan seperti keluarga?
- Mengapa menurut Anda orang-orang yang bukan percaya tertarik pada gereja yang penuh kasih?
Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 28-29; II Korintus 11
____________
Kasih menarik orang. Ketika orang-orang Kristen benar-benar saling mengasihi, Anda tidak dapat menjauhkan orang dari mereka.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Where Can You Find Love?
By Rick Warren
“All the believers continued together in close fellowship.” Acts 2:44 (GNT)
---------------
When you’re going through a tough time, there’s no one who can care for you like a loving church family.
It’s been that way since the beginning of the church. In the early years of Christianity, followers of Jesus faced a lot of persecution from the Roman Empire. Many of them were even killed. So they banded together and really took care of each other. They loved and supported each other.
There’s a biblical word for that support network. It’s called fellowship. Fellowship means we are as committed to each other as we are to Jesus
The Bible says this in Acts 2:42: “All the believers devoted themselves to the apostles’ teaching, and to fellowship, and to sharing in meals (including the Lord’s Supper), and to prayer” (NLT). Another translation says, “They were like family to each other” (CEV).
Over and over again the church is called a family. It’s not a business; it’s not an organization; it’s not a social club. The church is a family. In fact, the Bible tells us to treat older men in the church as spiritual fathers and older women as spiritual mothers, and to treat your peers as brothers and sisters. In fact, in some Christian traditions, church members still call each other “brother” and “sister.”
What do you do with family? You accept them and stick up for them, even if they’re a little weird. You help them when they’re in trouble. You provide for them when they can’t provide for themselves. You show physical affection to each other, offering a hug or pat on the back when someone needs it.
And this kind of fellowship often happens in each other’s homes. Acts 2:46 says, “They . . . met in homes for the Lord’s Supper, and shared their meals with great joy and generosity” (NLT).
The early church grew quickly because of this loving support. Even when non-Christians didn’t understand Christians’ beliefs, they had to acknowledge that they loved each other really well.
In fact, nobody in the Roman Empire loved people like the Christians did. Acts 2:44 says, “All the believers continued together in close fellowship” (GNT).
Love attracts. When Christians genuinely love each other, you can’t keep people away. Are you offering that kind of loving fellowship in your church?