Rabu, 26 Agustus 2026

Anda Bukan Pemilik Uang; Anda Hanya Mengelolanya

28 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 25:14-15 "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat."
--------------------
Yesus menceritakan tentang seorang kaya yang mempercayakan hartanya kepada hamba-hambanya ketika ia pergi melakukan perjalanan yang cukup lama. Ketika ia kembali, ia meminta setiap hamba memberikan pertanggungjawaban tentang bagaimana mereka mengelola uang yang telah dipercayakan kepada mereka.

Kisahnya seperti ini: "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat." Matius 25:14-15

Orang kaya tersebut mengharapkan pengelolaan yang baik. Istilah "stewardship" berkaitan dengan kata dalam bahasa Inggris Kuno yang berarti "pengelola." Cara Anda mengelola apa yang dipercayakan kepada Anda sangat penting bagi kebebasan finansial Anda.

Prinsip pertama kebebasan finansial adalah prinsip kepemilikan: segala sesuatu yang Anda miliki adalah milik Allah; Anda hanya bertugas mengelolanya!
Anda dipanggil untuk menjadi pengelola waktu Anda. Anda dipanggil untuk mengelola pengaruh Anda. Anda dipanggil untuk mengelola kesehatan, hubungan dan kesempatan yang Anda miliki. Allah memanggil Anda untuk menjadi pengelola segala sesuatu yang telah diberikan kepada Anda.

Anda mungkin berkata, "Tunggu dulu! Saya bekerja untuk mendapatkan uang saya, dan sekarang Anda mengatakan bahwa uang itu bukan milik saya?"

Dari mana Anda mendapatkan tubuh yang dapat bekerja untuk menghasilkan uang? Dari mana Anda mendapatkan pikiran untuk bekerja? Dari mana Anda mendapatkan tenaga untuk bekerja? Dari mana Anda mendapatkan kemampuan dan kecerdasan untuk bekerja?

Segala sesuatu yang Anda miliki berasal dari Allah.
Sebenarnya, Anda tidak benar-benar memiliki apa pun dalam kehidupan ini; semuanya hanya dipercayakan kepada Anda untuk sementara. Anda hanya menggunakan apa yang Allah berikan selama Anda hidup di dunia. Allah mempercayakannya kepada Anda selama beberapa puluh tahun. Sebelumnya, hal itu mungkin telah dipercayakan kepada orang lain, dan setelah Anda meninggal, hal itu akan dipercayakan kepada orang lain lagi.

Anda bukan pemiliknya; Sang Tuanlah yang memiliki semuanya. Anda hanya bertugas mengelolanya.

Tahukah Anda tanda bahwa seseorang telah melupakan prinsip kepemilikan ini?
Ketika Anda mulai berpikir bahwa uang adalah milik Anda sepenuhnya, Anda akan mulai mengkhawatirkannya. Anda akan merasakan tekanan dan stres yang sebenarnya tidak perlu Anda tanggung.

Mengelola uang adalah disiplin rohani. Allah memperhatikan bagaimana Anda mengelola apa yang Dia percayakan kepada Anda, untuk melihat seberapa besar kekayaan rohani yang dapat Dia percayakan kepada Anda di surga.
Hal ini mungkin terdengar seperti sebuah tekanan, tetapi sebenarnya ada kebebasan ketika Anda memahami prinsip kepemilikan.

Renungkan :

- Jika Anda menjadi pengelola sebuah bisnis, apakah tekanan untuk berhasil akan sebesar tekanan yang dirasakan pemiliknya? Apakah Anda tetap ingin bisnis tersebut berhasil sebesar keinginan pemiliknya? Mengapa?

- Bagaimana Anda belajar menjalankan disiplin rohani seperti mengelola keuangan?

- Apa peran doa dalam mengambil keputusan keuangan Anda? Mengapa doa penting dalam mengelola keuangan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 120-122; 1 Korintus 9
______________
Ketika Anda mengingat bahwa Allah adalah pemilik dan Anda adalah pengelola, Anda akan jauh lebih sedikit merasa khawatir dan dapat lebih berfokus pada bagaimana mengelola apa yang Allah percayakan kepada Anda dengan baik.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
You Don’t Own Money; You Manage It
By Rick Warren

“Once there was a man who was about to leave home on a trip; he called his servants and put them in charge of his property. He gave to each one according to his ability: to one he gave five thousand gold coins, to another he gave two thousand, and to another he gave one thousand. Then he left on his trip.” Matthew 25:14-15 (GNT)
----------------
Jesus told a story about a rich man who entrusted his property to his servants while he was away on a long trip. When he returned, he asked each one for an account of how they’d handled his money.

It goes like this: “Once there was a man who was about to leave home on a trip; he called his servants and put them in charge of his property. He gave to each one according to his ability: to one he gave five thousand gold coins, to another he gave two thousand, and to another he gave one thousand. Then he left on his trip” (Matthew 25:14-15 GNT).

The rich man was looking for good stewardship. The word stewardship is related to the Old English word for “manager.” Your stewardship, your management, is key to your financial freedom. The first law of financial freedom is the law of possession: Everything you have belongs to God; you are only a manager!

You are called to be a steward of your time. You are called to be a steward of your influence. You are called to be a steward of your health, your relationships, and your opportunities. God calls you to be a steward or manager of everything you have.

You may say, “But wait a minute! I worked for my money, and now you want to tell me it isn’t mine?” Where do you think you got your body to work for your money? Where do you think you got your mind to work for it? Where do you think you got the energy to work for it? Where do you think you got the intelligence to work for it? Everything you have comes from God.

You don’t really own anything in life; it’s all on loan. You only get to use God’s money while you’re here on earth. He’s loaned it to you for a few decades. He loaned it to somebody before you, and he’s going to loan it to somebody else after you die. You don’t own it; the Master owns it all. You just get to manage it.

Do you know what the sign is that you’ve forgotten the law of possession? When you think your money is yours, you worry about it. You feel pressure and stress that you weren’t meant to.

Money management is a spiritual discipline. God is watching how you handle his money to see what spiritual riches he can trust you with in heaven. This might make you feel pressure, but there is actually freedom in the law of possession.

When you remember that God is the owner and you are the manager, you’ll worry a whole lot less and focus more on managing God’s money well.


Allah Menghargai Kesetiaan dalam Mengelola Keuangan

27 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 25:21 "Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu."
-------------------
Allah menggunakan uang lebih daripada banyak hal lain dalam hidup Anda untuk menguji iman Anda. Mengapa? Karena uang adalah salah satu hal yang paling sulit untuk kita kelola dengan benar.

Perhatikan penghargaan yang Allah berikan untuk pengelolaan uang yang bijaksana: "Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu." Matius 25:21

Prinsipnya adalah: Allah akan menghargai Anda ketika Anda mengelola uang dengan baik. Matius 25 menunjukkan tiga tahap penghargaan tersebut: pengakuan, tanggung jawab yang lebih besar dan sukacita.

Seolah-olah Allah memberikan pengakuan kepada Anda dengan berkata, "Bagus! Aku sedang menguji apakah Aku dapat mempercayakan apa yang telah Kuberikan kepadamu dan Anda telah melewati ujian itu. Baik sekali, hai hamba yang baik dan setia."

Tahap kedua adalah tanggung jawab yang lebih besar. Ketika Anda menunjukkan kesetiaan dalam mengelola perkara-perkara kecil, Allah dapat memberikan kepada Anda tanggung jawab yang lebih besar.
Kemudian, ketika Anda menunjukkan bahwa Anda dapat menjalankan tanggung jawab tersebut dengan baik, Allah akan berbagi sukacita bersama Anda. Anda akan turut menikmati kebahagiaan yang berasal dari Allah.

Yesus berkata: "Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon" Matius 6:24

Perhatikan bahwa Yesus tidak mengatakan bahwa Anda sebaiknya tidak mengabdi kepada Allah dan uang. Dia mengatakan bahwa Anda tidak dapat melakukannya. Itu tidak mungkin. Tidak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan.
Jadi, Anda harus menentukan apa yang menjadi nomor satu dalam hidup Anda: Allah atau uang.

Uang adalah pelayan yang sangat baik, tetapi tuan yang sangat buruk. Ketika uang menguasai Anda, Anda akan terus berada dalam tekanan. Anda akan terus merasa khawatir dan gelisah tentang uang.

Namun, ketika Anda dapat mengendalikan uang Anda dan menjadikannya sebagai pelayan, uang dapat membantu Anda. Ketika uang bekerja untuk Anda, bukan Anda yang terus-menerus bekerja hanya demi uang, Anda akan memiliki lebih banyak ketenangan.

Renungkan :

- Jika Allah memeriksa keuangan Anda, menurut Anda nilai apa yang akan Dia berikan kepada Anda, dan mengapa?

- Kapan uang pernah menguasai Anda? Kapan Anda berhasil mengendalikan uang Anda? Apa perbedaan hubungan Anda dengan Allah pada masa-masa tersebut?

- Bagaimana Anda dapat mengelola uang dengan lebih bijaksana sehingga uang dapat bekerja untuk Anda, bukan mengendalikan Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 119:89-176; 1 Korintus 8
____________
Uang adalah salah satu ujian terbesar terhadap kesetiaan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
God Rewards Financial Faithfulness
By Rick Warren

“[The] master replied, ‘Well done, good and faithful servant! You have been faithful with a few things; I will put you in charge of many things. Come and share your master’s happiness!’” Matthew 25:21 (NIV)
--------------------
Money is the acid test of your faithfulness. God uses it more than any other thing in your life to test your faith. Why? Because it’s the thing people have the hardest time with.

Look at the rewards God gives for wise money management: “[The] master replied, ‘Well done, good and faithful servant! You have been faithful with a few things; I will put you in charge of many things. Come and share your master’s happiness!’” (Matthew 25:21 NIV).

The law of compensation is this: God will reward you for good money management. Matthew 25 suggests three steps of this reward: affirmation, promotion, and celebration.

It’s as if God affirms you by saying, “Good job! I was testing you to see if you could be trusted with what I gave you, and you passed the test. Well done, good and faithful servant.”

The second step is promotion. As you show faithfulness with a few things, God will give you greater responsibility.

Then, as you show your responsibility, God will celebrate with you. You will share in God’s happiness!

Jesus said, “No one can serve two masters. Either you will hate the one and love the other, or you will be devoted to the one and despise the other. You cannot serve both God and money” (Matthew 6:24 NIV).

Notice he doesn’t say you shouldn’t serve God and money. He says you can’t. It’s impossible. Nobody can serve two masters. So you’re going to have to decide what will be number one in your life: God or money.

Money is a terrific servant but a terrible master. When it masters you, you’re always under stress. You’re always worried. You’re always uptight about it.

But when you master your money, when you make it your servant, it serves you. When money works for you, instead of you working for your money, you will have peace.


Selasa, 25 Agustus 2026

4 Alasan Mengapa Menunjukkan Belas Kasihan Itu Penting

26 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 5:7 "Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan"
--------------------
Pernahkah Anda memperhatikan bahwa ketika Anda kritis terhadap orang lain, mereka juga cenderung kritis terhadap Anda? Ketika Anda bersikap baik kepada orang lain, mereka juga cenderung bersikap baik kepada Anda? Atau ketika Anda murah hati kepada orang lain, mereka juga cenderung murah hati kepada Anda? Apa pun yang Anda berikan dalam hidup, biasanya akan kembali kepada Anda.

Hal yang sama juga berlaku dalam hal belas kasihan Allah.
Yesus berkata dalam Matius 5:7: "Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan"

Tetapi mengapa Allah ingin Anda menunjukkan belas kasihan kepada orang lain? Mengapa menjadi orang yang penuh belas kasihan begitu penting?

1. Karena Allah telah menunjukkan belas kasihan kepada Anda.

Efesus 2:4-5 berkata: "Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita--oleh kasih karunia kamu diselamatkan"
Allah ingin Anda meneruskan belas kasihan yang telah Anda terima dari-Nya kepada orang lain.

2. Karena Allah memerintahkan Anda untuk berbelas kasihan.

Apakah Anda ingin mengetahui ringkasan tentang apa yang seharusnya menjadi tujuan hidup? Inilah jawabannya:
"Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu : selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?" Mikha 6:8
Allah ingin Anda melakukan apa yang benar, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan-Nya.

3. Karena Anda akan membutuhkan lebih banyak belas kasihan di masa depan.

Anda akan melakukan banyak kesalahan antara sekarang sampai Anda tiba di surga, dan Anda akan membutuhkan belas kasihan Allah. Namun, Anda tidak dapat menerima sesuatu yang tidak bersedia Anda berikan kepada orang lain.
Yakobus 2:13 berkata: "Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman."

4. Karena menunjukkan belas kasihan membawa kebahagiaan.

Matius 5:7 berkata: "Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan"
Kata "berbahagialah" juga memiliki arti "bahagia." Jadi, semakin Anda belajar dan mempraktikkan belas kasihan, semakin Anda akan mengalami kebahagiaan dan berkat.
Karena begitu banyak orang di dunia hidup hanya untuk kepentingan diri sendiri, menunjukkan belas kasihan dan kasih karunia kepada orang lain akan selalu terlihat berbeda.

Renungkan :

- Menurut Anda, apa artinya "mencintai kesetiaan"? (Mikha 6:8)

- Bagaimana Anda pernah melihat Allah memberkati Anda ketika Anda menunjukkan belas kasihan kepada seseorang, bahkan ketika hal itu sulit dilakukan?

- Pikirkan satu kesempatan dalam minggu terakhir ketika Anda sebenarnya bisa menunjukkan belas kasihan kepada seseorang, tetapi tidak melakukannya. Menurut Anda, bagaimana hasil dari situasi tersebut mungkin akan berbeda jika Anda menunjukkan belas kasihan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 119:1-88; 1 Korintus 7:20-40
___________
Jadilah seseorang yang dikenal karena belas kasihannya. Tunjukkan kepada orang lain betapa baiknya Allah kepada Anda melalui cara Anda memperlakukan mereka. Dengan demikian, Anda dapat membawa perubahan yang berdampak sampai kepada kekekalan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
4 Reasons Why Showing Mercy Is Important
By Rick Warren

“God blesses those who are merciful, for they will be shown mercy.” Matthew 5:7 (NLT)
------------------
Have you ever noticed that if you’re critical of others, they’re critical of you? If you’re kind to others, they’re kind to you? Or if you’re generous to others, they’re generous to you? Whatever you give in life, you’re going to get in return.

The same is true of God’s mercy.

Jesus says in Matthew 5:7, “God blesses those who are merciful, for they will be shown mercy” (NLT).

But why does God want you to show mercy to others? Why is being merciful so important?

Because God has shown you mercy.

Ephesians 2:4-5 says, “God’s mercy is so abundant, and his love for us is so great, that while we were spiritually dead in our disobedience he brought us to life with Christ. It is by God’s grace that you have been saved” (GNT). God wants you to pass on the mercy that you’ve received from him.

Because God commands you to be merciful.

Do you want a summary of what life’s all about? Here it is: “The Lord has told you what is good. This is what the Lord requires from you: to do what is right, to love mercy, and to live humbly with your God” (Micah 6:8 GW).

Because you’re going to need more mercy in the future.

You’re going to make a lot of mistakes between now and when you get to heaven, and you’re going to need God’s mercy. But you cannot receive what you are unwilling to give. James 2:13 says, “You must show mercy to others, or God will not show mercy to you when he judges you. But the person who shows mercy can stand without fear at the judgment” (NCV).

Because showing mercy brings happiness.

Matthew 5:7 says, “Blessed are the merciful” (NIV). The word “blessed” also means “happy,” so the more you learn and demonstrate mercy, the happier and more blessed you’re going to be.

Because so many people in the world are living for themselves, showing mercy and grace to others will always stand out. Be known for your mercy as you model for others how good God has been to you, and you will make an eternal difference!


Senin, 24 Agustus 2026

Dibalik kabut ada kemenangan

Lampiran foto: IMG-20260825-WA0007.jpg

== Inspirasi pagi ==

*KESULITAN* itu seperti air dikolam  yang sedang keruh, *BERSABARLAH*, jangan mengaduknya, karena sebentar lagi ia akan *JERNIH* dengan sendirinya

*KEMARAHAN* hanyalah membuat kita bertindak terlalu sembrono karena *EMOSI*

*PIKIRAN* yang besar membicarakan ide ide*POSITIF*
*PIKIRAN* yang rata-rata membicarakan *KEJADIAN* masa lalu,
Dan *PIKIRAN* yang kerdil membicarakan orang sekitarnya atau biasa disebut *ngegossip*

Belajarlah dari *KESALAHAN* orang lain, karena Kita tidak dapat hidup cukup lama utk mendapatkan *SEMUA* pelajaran atau pengalaman itu dari diri kita sendiri, Orang pintar *BELAJAR* dari kesalahan diri sendiri, tetapi org yg *LEBIH* pintar belajar dari *KESALAHAN* orang lain

Orang yang paling *BERKUASA* adalah org yang dapat *MENGUASAI* dirinya sendiri

Melihat *TUJUAN* hidup adalah hal *PENTING* bagi kita. Namun Kehidupan melatih kita bukan *HIDUP* karena *MELIHAT*, tapi *HIDUP* karena *KEADAAN* Sehingga saat *KABUT KEHIDUPAN* membuat *TUJUAN* kita terlihat *KABUR* & *SAMAR*, tetaplah *BERJUANG* & terus *MELANGKAH*.

Jika kita sudah *MELANGKAH* serta *BERJUANG*, percayalah bahwa, *KEMENANGAN* sudah ada di depan mata.
Jangan justru *MENYERAH* dalam dalam keadaan *TERTEKAN*, karena semua itu pasti akan *BERAKHIR* Tetaplah *BERSEMANGAT* & Yakin bhw di suatu *TITIK*, dibalik *KABUT* itu αdα *KEMENANGAN* kita.

Seribu *LANGKAH* dimulai dari *LANGKAH* pertama tidak ada kata *TERLAMBAT* untuk *MEMULAI*, setelah memulai
*SELESAIKANLAH* αƿα yg telah kita *MULAI*..!!

Selamat pagi ...........
Good morning .........
早上好 .....................
Selamat Beraktivitas. Sehat dan Sukses selalu. GBU. 🙏🏼🙏🏼🙏🏼


Uploaded Image

Allah Sangat Mengasihi Anda

25 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
1 Yohanes 4:9-10 "Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita."
------------------
Segala sesuatu dalam hidup berubah—hubungan, pekerjaan, kesehatan, keuangan. Namun, ada satu hal di alam semesta yang tidak akan pernah berubah: kasih Allah.

Allah mengasihi Anda, apa pun yang terjadi. Kegagalan, kelemahan dan dosa Anda tidak pernah dapat mengurangi kasih-Nya. Mengetahui bahwa Anda dapat selalu mengandalkan kasih Allah memberikan dasar yang kokoh bagi kehidupan Anda.

Ayat Alkitab yang paling terkenal, Yohanes 3:16, berkata: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal."

Perhatikan kata kecil "begitu" yang terdapat sebelum kata "mengasihi" dalam ayat tersebut. Kata "begitu" menunjukkan betapa luar biasanya kasih Allah. Allah mengasihi Anda dengan kasih yang besar dan berlimpah, yang tidak dapat diambil dari Anda. Kasih-Nya melampaui pemahaman kita. Dia mengasihi Anda pada hari-hari ketika keadaan Anda baik maupun pada hari-hari yang buruk. Dia mengasihi Anda ketika Anda berdosa maupun ketika Anda setia kepada-Nya.

Penting bagi Anda untuk tidak hanya memahami kasih yang begitu besar ini secara intelektual. Anda perlu mengalaminya secara emosional, sehingga benar-benar memahaminya jauh di dalam hati dan roh Anda. Kasih adalah sifat Allah. Allah menciptakan alam semesta dan segala sesuatu di dalamnya supaya Dia dapat menyatakan kasih-Nya. Dan Allah menciptakan Anda supaya Dia dapat mengasihi Anda.

Bahkan, melalui Yesus, Allah menunjukkan seperti apa kasih yang sejati—kasih-Nya—itu. Alkitab berkata: "Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita." 1 Yohanes 4:9-10

Banyak orang mengatakan bahwa mereka mengasihi Anda. Tetapi Allah menunjukkan kepada Anda bahwa Dia mengasihi Anda. Dia sangat mengasihi Anda sampai kasih itu menuntut pengorbanan. Dia mengorbankan Anak-Nya. Ketika Yesus mati bagi Anda, Dia menunjukkan bahwa Dia sangat mengasihi Anda sehingga Dia rela mati daripada hidup tanpa Anda.

Alkitab mengatakan bahwa itulah kasih yang sejati—kasih yang dapat menjadi dasar kehidupan Anda. Kasih yang sejati rela berkorban. Kasih yang sejati memberikan segalanya. Kasih yang sejati bertahan untuk selama-lamanya.
Itulah kasih yang hanya Allah miliki bagi Anda. Dia menantikan Anda dengan tangan terbuka untuk menunjukkan kebaikan, belas kasih dan kasih-Nya kepada Anda.

Renungkan :

- Mengapa Anda perlu membangun hidup Anda di atas sesuatu yang tidak dapat hilang atau diambil dari Anda?

- Kapan Anda paling sering meragukan kasih Allah?

- Apa yang kasih Allah, yang dinyatakan melalui Yesus, ajarkan kepada Anda tentang bagaimana seharusnya Anda mengasihi orang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 116-118; 1 Korintus 7:1-19
_____________
Allah mengasihi Anda, apa pun yang terjadi. Kegagalan, kelemahan dan dosa Anda tidak pernah dapat mengurangi kasih-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
God So Loves You
By Rick Warren

“God showed how much he loved us by sending his one and only Son into the world so that we might have eternal life through him. This is real love—not that we loved God, but that he loved us and sent his Son as a sacrifice to take away our sins.” 1 John 4:9-10 (NLT)
-----------------
Everything in life changes—relationships, jobs, health, finances. But there’s one thing in the universe that will never change: God’s love.

God loves you, no matter what. Your failures, your brokenness, and your sin can never diminish his love. Knowing you can count on God's love provides a rock-solid foundation for your life.

The Bible’s most famous verse, John 3:16, says, “God so loved the world that he gave his one and only Son” (NIV).

Consider the small word “so” that goes before “loved” in that verse. “So” suggests the extravagance of God’s love. God loves you with a generous, extravagant love that can never be taken away. It’s beyond comprehension. He loves you on your good days and your bad days. He loves you when you sin and when you are faithful to him.

It's important that you don't just recognize this lavish love intellectually. You need to experience it emotionally, to really understand it deep down in your spirit. Love is God’s nature. God created the universe and everything in it just so that he could love it. And God created you so he could love you.

In fact, in Jesus, God shows what real love, his love, looks like. The Bible says, “God showed how much he loved us by sending his one and only Son into the world so that we might have eternal life through him. This is real love—not that we loved God, but that he loved us and sent his Son as a sacrifice to take away our sins” (1 John 4:9-10 NLT). 

Many people say they love you. But God showed you he loves you. He loves you so much that it hurt. He sacrificed his Son. When Jesus died for you, he was saying he loved you so much he’d rather die than live without you.

The Bible says that’s what real love—the kind of love you can build your life on—looks like. Real love makes sacrifices. Real love gives all. Real love endures for all eternity.

That’s the kind of love only God has for you. He’s waiting with open arms to show you his goodness, mercy, and love.


Minggu, 23 Agustus 2026

Pertemuan Keluarga Kembali untuk Selamanya

24 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
1 Tesalonika 4:17-18 "sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini."
---------------
Ketika saya masih muda, saya tidak terlalu memikirkan tentang surga. Pertama, surga terlihat membosankan—setidaknya seperti yang sering digambarkan oleh dunia. Kedua, surga terasa masih sangat jauh. Dan ketiga, belum ada seorang pun yang saya kenal berada di sana. Tetapi sekarang saya mengenal banyak orang yang sudah berada di surga dan saya tidak sabar untuk sampai di sana dan bersama mereka.

Di surga, kita akan dipertemukan kembali dengan orang-orang yang kita kasihi yang mengasihi Tuhan. Semua orang yang menjadi bagian dari keluarga Allah akan berada di sana.

Siapa yang ingin Anda ajak berbicara terlebih dahulu di surga? Tentu saja, Anda akan bertemu dan menyembah Tuhan terlebih dahulu. Tetapi siapa yang paling ingin Anda temui setelah itu? Setiap orang percaya sepanjang sejarah akan berada di sana.

Apakah Anda ingin berbicara dengan Musa? Anda bisa! Bagaimana dengan Abraham, Maria atau Paulus? Entah bagaimana dengan Anda, tetapi saya pasti memiliki beberapa pertanyaan untuk Yunus. Anda akan melihat orang-orang terkenal sepanjang sejarah Kekristenan, para ilmuwan, para pemimpin dunia, serta orang-orang dari setiap suku dan bangsa. Anda akan memiliki seluruh kekekalan untuk berbicara dengan mereka!

Alkitab menggambarkannya sebagai suatu pertemuan besar bersama Tuhan: "sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan" 1 Tesalonika 4:17

Dapatkah Anda membayangkan betapa mengharukan dan betapa penuh sukacitanya peristiwa itu? Kemudian ayat 18 berkata: "Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini." 1 Tesalonika 4:18

Ibu saya berada di surga, ayah saya berada di surga, kakak laki-laki saya, Jim, berada di surga dan anak saya yang paling kecil, Matthew, berada di surga. Saya juga memiliki banyak orang terkasih yang pernah melayani bersama saya dalam pelayanan dan sekarang berada di surga. Semakin banyak keluarga dan teman saya yang berada di seberang kematian, semakin berharga surga bagi saya.

Apakah Anda dikuatkan oleh pemikiran bahwa Anda akan berada di hadirat Yesus dan dipertemukan kembali dengan teman-teman serta keluarga Anda? Ketika kita sedang berduka bersama seseorang, kita seharusnya membagikan penghiburan itu kepada mereka. Jika mereka dan orang yang mereka kasihi mengenal Yesus sebagai Juruselamat, maka kematian bukanlah akhir. Mereka akan bertemu kembali!

Renungkan

- Bagaimana mengetahui bahwa Anda akan bertemu dengan anggota keluarga Allah lainnya di surga mendorong Anda untuk membagikan Injil?

- Siapa dalam kehidupan Anda yang perlu mendengar tentang tawaran Allah berupa rumah kekal di surga? Apa yang akan Anda lakukan untuk menyampaikannya kepada mereka?

- Menurut Anda, hal-hal apa yang ingin Anda bicarakan di surga setelah Anda meninggalkan dunia ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 112-115; 1 Korintus 6
__________
Inilah kebaikan Allah bagi kita: tidak ada pengharapan yang lebih besar dalam hidup selain pertemuan keluarga kembali untuk selama-lamanya!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
A Family Reunion For Eternity
By Rick Warren

"There will be one huge family reunion with the Master. So reassure one another with these words." 1 Thessalonians 4:17-18 (MSG)
------------------
When I was young, I didn't really think about heaven that much. First, it seemed so boring—at least the way the world describes it. Second, it seemed like a long way off. And third, no one I knew was there yet. But I know a lot of people who are in heaven now, and I can't wait to get there and be with them.

In heaven, we're going to be reunited with our loved ones who love the Lord. Those who are in the family of God are all going to be there.

Who would you like to talk to first in heaven? Of course, you’re going to meet and worship the Lord first. But who are you excited to see next? Every believer throughout history will be there. Would you like to talk to Moses? You can! How about Abraham or Mary or Paul? I don’t know about you, but I definitely have some questions for Jonah. You’ll see famous people from throughout Christian history and scientists and world leaders and people from every tribe and nation. You're going to have all of eternity to talk with them!

The Message paraphrase says, "There will be one huge family reunion with the Master" (1 Thessalonians 4:17). Can you imagine how emotional, how joyful that's going to be? Then verse 18 says, “So reassure one another with these words.”

My mother is in heaven, my father is in heaven, my older brother, Jim, is in heaven, and my youngest child, Matthew, is in heaven. I have many dear people who served with me in ministry in heaven. The more of my family and friends who are on that side of death, the dearer heaven becomes to me.

Are you encouraged by the thought of being in the presence of Jesus and reunited with your friends and family? When we are grieving with someone, we should share that encouragement with them. If they and their loved one know Jesus as their Savior, then death is not the end. They will see them again!

This is God’s goodness to us, that there is no greater hope in life than a big family reunion for eternity!


Sabtu, 22 Agustus 2026

*"NENEK LINDA" vs "NENEK DEWI"*

Nenek *Linda* bolak-balik nelpon Nenek *Dewi*.

Karena gak diangkat-angkat,
Nenek Linda sms ke Nenek Dewi,

*"Wi.., di mana elu ?"*

Gak dibales, terus di sms lagi : 

*"Lagi sibuk ya, Wi.. ?"*

Gak dibales juga...
Akhirnya sms yang ketiga kali ,

*"Wi... elu sehat, nggak sakit kan ?"*

Masih juga gak dibales...

*"Dewiiiiiii..., elu lagi marahan sama gue ?"*

Masih gak dibales..                                   
Nenek Linda mulai naik darah tingginya, 
terus sms lagi : 

*"Kenapa elu Dewi... bolak balik ditelepon nggak di-angkat², di sms juga nggak lu bales... dah kaya pejabat aja...,* 
*Gue nelepon sama sms nggak ada maksud apa²..., Gue cuman mau kasih tau, HP elu ketinggalan di rumah gue."*
*"Pusing gue, itu HP dari tadi bunyi melulu".*

😉😅😆😄🤪😂😂🤣