Rabu, 25 Februari 2026

Ciri Kepribadian Orang yang Miliki Tulisan Tangan Sangat Rapi

https://www.beautynesia.id/life/5-ciri-kepribadian-orang-yang-miliki-tulisan-tangan-sangat-rapi/b-315980

Lapor SPT Pakai Coretax Form, WP Orang Pribadi Harus Penuhi 3 Kriteria

https://news.ddtc.co.id/berita/nasional/1817576/lapor-spt-pakai-coretax-form-wp-orang-pribadi-harus-penuhi-3-kriteria

Apakah Anda Mengasihi Apa yang Tuhan Kasihi?

26 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
1 Timotius 6:21 "karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman."
----------------
Kunci untuk memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan adalah menentukan siapa yang paling Anda utamakan dalam hidup Anda.

Anda tidak dapat menjadikan semua orang sebagai sahabat terdekat. Anda harus memilih siapa yang paling Anda ingin dekati. Demikian juga, jika Anda ingin menjadi sahabat Tuhan, Anda perlu menjadikan hubungan dengan-Nya sebagai prioritas utama.

Banyak orang mengetahui banyak hal tentang dunia ini. Mereka mengetahui berita terbaru, hiburan, dan berbagai informasi lainnya. Namun, mereka tidak mengenal Tuhan. Padahal, mengenal Tuhan adalah hal yang paling penting dalam hidup.

Alkitab mengingatkan bahwa ketika seseorang lebih mengasihi nilai-nilai dunia daripada Tuhan, ia menjauh dari hubungan dengan Tuhan (Yakobus 4:4). Mengasihi dunia di sini berarti mengutamakan hal-hal seperti materi, popularitas, kedudukan, dan kesenangan, melebihi hubungan dengan Tuhan.

Dunia sering mengajarkan untuk mengejar penampilan, keberhasilan, dan pengakuan. Namun Tuhan melihat sesuatu yang berbeda. Tuhan tidak terutama melihat penampilan atau status Anda. Tuhan melihat hati dan karakter Anda.

Tuhan mengasihi manusia, dan Ia ingin Anda juga mengasihi manusia. Jika Anda ingin menjadi sahabat Tuhan, Anda perlu belajar mengasihi apa yang Tuhan kasihi dan menghargai apa yang Tuhan hargai.

Semakin Anda menyelaraskan hati Anda dengan hati Tuhan, semakin dekat hubungan Anda dengan-Nya.

Renungkan

- Bagaimana Anda menggambarkan hubungan Anda dengan Tuhan saat ini?

- Apa yang selama ini lebih Anda utamakan daripada hubungan Anda dengan Tuhan?

- Nilai-nilai apa yang Tuhan anggap penting, dan bagaimana Anda dapat mulai menjalaninya dalam hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 12-14; Markus 5:21-43
_____________
Hari ini, Anda dapat mengambil langkah sederhana: pilih untuk menghargai apa yang Tuhan anggap penting.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Do You Love What God Loves? - Daily Hope with Rick Warren - February 26, 2026

"Some of these people have missed the most important thing in life—they don't know God." 1 Timothy 6:21 (TLB)
------------------
The key to a friendship with God is deciding whose friendship you want most.

You don't have time for everyone to be your best friend. You've got to decide who you most want to be your closest friend.

The Living Bible paraphrase says, "Some of these people have missed the most important thing in life—they don't know God" (1 Timothy 6:21).

They know all the baseball scores. They know the stock market quotes. They know the top 10 songs. They know who's in and who's out in every soap opera. But they don't know God. They've missed the most important thing in life!

If you're not a friend of God, it means you care about something else more. James 4:4 says, "You should know that loving the world is the same as hating God. Anyone who wants to be a friend of the world becomes God's enemy" (NCV).

When James writes "loving the world," he means loving the value system of the world. God wants you to love people, but that doesn't mean you have to love the world's value system.

It's so easy to get caught up in the distractions of life. And when you're distracted by loving the world's value system, there's not much room to love people. Instead, you love materialism. You love pleasure. You love popularity. You love prestige. You love passion, possessions, and position.

But God loves people. And he wants you to love them too. One way to show your love of others is by taking an interest in their interests. In other words, what is important to you becomes important to me (always within the context of biblical truth).

That's how you show your love of God too. If you're going to be a friend of God, then you've got to care about what he cares about and stop caring about the things he doesn't care about. God doesn't care about your image. He's not interested in your status. He's interested in your character—not how you look but who you are.

Are you ready to take a practical step toward friendship with God? Choose to value what he values.


Selasa, 24 Februari 2026

TAHUN BARU IMLEK JADI HARI LIBUR DUNIA

Perserikatan Bangsa-Bangsa Resmi Mengumumkan: Tahun Baru Imlek Menjadi Hari Libur Global!
"Ekspor budaya" Tiongkok yang paling luar biasa

Dari Tahun Baru versi Tiongkok, kini menjadi perayaan Tahun Baru bersama dunia.
Disahkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, disetujui secara bulat oleh 193 negara—inilah wujud sejati kepercayaan diri budaya.

Pada hari pertama Tahun Baru Imlek, sebuah kabar yang benar-benar membanggakan bangsa Tiongkok menyebar ke seluruh dunia:
Tahun Baru Imlek resmi ditetapkan sebagai hari libur terapung PBB.

Bukan sekadar perayaan yang ditiru oleh segelintir negara,
bukan pula sekadar hiburan komunitas Tionghoa di luar negeri.
Ini adalah keputusan yang disetujui oleh 193 negara anggota tanpa satu pun penolakan.
Ini berarti kantor pusat PBB tidak menjadwalkan rapat, dan staf berhak mengambil cuti.
Bahkan Sekretaris Jenderal António Guterres secara langsung menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek Tahun Kuda.

Dalam semalam,
Tahun Baru Tiongkok berubah menjadi Tahun Baru Dunia.

Banyak orang belum sepenuhnya menyadari bobot peristiwa ini.
Ini bukan sekadar soal "libur",
melainkan pengakuan tertinggi dunia terhadap budaya Tiongkok.

Dulu, Imlek hanyalah kerinduan kampung halaman bagi masyarakat Tionghoa;
kini, Imlek adalah hari raya internasional yang diakui PBB.
Dulu, kita mengagumi bagaimana perayaan negara lain mendunia;
kini, tradisi kita sendiri diterima dunia dengan penuh penghormatan.

Di balik semua ini, terdapat tiga kenyataan yang menusuk sekaligus membangkitkan semangat:

1. Bukan ikut-ikutan, dunia memang membutuhkan "Tahun Baru Tiongkok"

Imlek berbicara tentang kebersamaan, keharmonisan, harapan, dan awal yang baru.
Ini bukan sekadar sentimen satu bangsa, melainkan resonansi seluruh umat manusia.
Dalam resolusi PBB dinyatakan secara tegas:
Imlek mencerminkan nilai-nilai universal umat manusia.

Di saat dunia dilanda kelelahan, konflik berkepanjangan, dan kegelisahan batin,
kehangatan, inklusivitas, dan doa-doa baik dalam Imlek
justru menjadi hal yang paling langka dan paling dibutuhkan di zaman ini.

Bukan karena kita memaksakan pengaruh,
melainkan karena dunia dengan sendirinya memilih untuk merangkulnya.

2. Hampir 20 negara menetapkan libur resmi—Imlek telah benar-benar "mengglobal"

Hingga tahun 2026,
hampir 20 negara di dunia telah menetapkan Imlek sebagai hari libur nasional.
New York, London, Sydney, Tokyo…
lebih dari 50 kota di dunia bersinar dengan warna merah Tiongkok.
Tarian naga dan barongsai, lampion, amplop merah—
bahkan orang asing pun merayakannya dengan penuh antusias.

Dulu, kita "berlibur ke luar negeri saat Imlek";
kini, di dalam negeri kita merayakan Imlek bersama seluruh dunia.

3. Kekuatan tertinggi adalah ketika budaya dihormati

Kepercayaan diri sebuah negara besar
bukan terletak pada seberapa keras suaranya,
melainkan pada apakah tradisi, hari raya, dan estetikanya
dihormati, diteladani, dan diakui secara sukarela oleh dunia.

Masuknya Imlek ke dalam daftar hari libur PBB
jauh lebih meyakinkan daripada tren apa pun di media sosial:
budaya Tiongkok sedang menaklukkan dunia dengan cara yang lembut.

Tahun ini, kita dapat dengan bangga mengatakan:
yang kita rayakan bukan sekadar Tahun Baru Tiongkok,
melainkan hari raya global yang diakui PBB dan dirayakan serentak oleh dunia.

Dari kebersamaan satu keluarga,
menjadi cahaya ribuan rumah,
hingga perayaan bersama seluruh dunia—
inilah kisah Tiongkok yang paling romantis sekaligus paling kuat.

Bagaimana Bertumbuh dalam Hubungan engan Tuhan


25 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 25:14 "TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka."
--------------------
Jika Anda ingin memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan, Anda perlu belajar untuk memperlambat langkah dan menyediakan waktu khusus bersama-Nya.

Hubungan dengan Tuhan sama seperti hubungan persahabatan lainnya. Persahabatan membutuhkan waktu. Jika Anda tidak pernah meluangkan waktu untuk seseorang, hubungan itu tidak akan bertumbuh. Demikian juga, jika Anda ingin Tuhan menjadi sahabat terdekat Anda, Anda perlu memberikan waktu terbaik Anda kepada-Nya.

Alkitab berkata, "Diamlah dan ketahuilah bahwa Aku adalah Allah" (Mazmur 46:10). Untuk mengenal Tuhan lebih dalam, Anda perlu belajar untuk diam di hadapan-Nya.

Salah satu cara praktis untuk melakukannya adalah dengan memiliki waktu khusus setiap hari bersama Tuhan. Dalam waktu itu, Anda dapat membaca firman-Nya, berdoa dan membuka hati Anda kepada-Nya.

Mazmur 25:14 mengatakan bahwa Tuhan menyatakan diri-Nya kepada orang-orang yang menghormati Dia. Ini berarti Tuhan menyatakan kehendak-Nya kepada mereka yang sungguh-sungguh mencari dan meluangkan waktu bersama-Nya.

Anda tidak akan mengenal Tuhan secara mendalam hanya dengan menghadiri ibadah. Hubungan yang dekat dengan Tuhan bertumbuh ketika Anda berbicara kepada-Nya secara pribadi dan mendengarkan suara-Nya melalui Firman-Nya.

Anda tidak perlu menggunakan kata-kata yang sulit. Anda dapat berbicara kepada Tuhan dengan sederhana dan jujur. Sampaikan isi hati Anda, lalu belajarlah untuk diam dan mendengarkan.

Ketika Anda meluangkan waktu bersama Tuhan, Anda akan mulai merasakan kasih, damai sejahtera dan tuntunan-Nya dalam hidup Anda.

Renungkan :

- Apa saja hal yang sering mengalihkan perhatian Anda dari waktu bersama Tuhan?

- Apa yang dapat Anda lakukan untuk menyediakan waktu khusus bersama Tuhan setiap hari?

- Bagaimana hidup Anda dapat berubah jika Anda semakin dekat dengan Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 9-11; Markus 5:1-20
___________
Mulailah hari ini. Perlambat langkah Anda, datang kepada Tuhan dan berikan waktu Anda kepada-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
How to Grow Your Relationship with God - Daily Hope with Rick Warren - February 25, 2026

"Friendship with God is reserved for those who reverence him. With them alone he shares the secrets of his promises." Psalm 25:14 (TLB)
----------------
If you want to build a deep relationship with God, you have to slow down and be quiet.

Friendship with God is like any other friendship—you have to make time for it. If you don't make time for your human friends, they're not really your friends. You make time for your friends. If God is going to be your best friend, you've got to give him your best time.

The Bible says, "Be still, and know that I am God" (Psalm 46:10 NIV).

To know God better, you have to be still. And a great way to be still with God is by having a daily quiet time with him.

The Living Bible paraphrase says, "Friendship with God is reserved for those who reverence him. With them alone he shares the secrets of his promises" (Psalm 25:14).

Many people don't know God. They haven't experienced his love. They don't know why he does what he does. Yet the Bible says that friendship with God is reserved for those who reverence him—in other words, those who slow down and spend time with him.

What would a friendship be like if you never invested your time in it? Friendships need attention. You will never know God intimately if you only go to church services.

You've got to read God's Word and ask him, "God, is there anything you want to say to me?" You don't have to use any fancy phrases or words. Just talk to him authentically. And then listen!

The Message paraphrase says it like this: "When you come before God, don't turn that into a theatrical production. . . . Find a quiet, secluded place so you won't be tempted to role-play before God. Just be there as simply and honestly as you can manage. The focus will shift from you to God, and you will begin to sense his grace" (Matthew 6:5-6).

Slow down today, focus on God, and listen as he speaks to you about his grace.


Senin, 23 Februari 2026

Menjadikan Tuhan Prioritas Utama

24 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 3:8 "Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus"
----------------
Anda tidak akan bertumbuh dekat dengan Tuhan secara kebetulan. Kedekatan dengan Tuhan terjadi ketika Anda menjadikan Dia prioritas utama dalam hidup Anda.

Rasul Paulus berkata bahwa tidak ada yang lebih berharga daripada mengenal Kristus. Ia bahkan rela melepaskan segala sesuatu, karena ia menyadari bahwa hubungan dengan Tuhan jauh lebih berharga daripada apa pun di dunia ini.

Pertanyaannya adalah: apakah Anda juga menjadikan Tuhan sebagai prioritas utama setiap hari?

Kedekatan Anda dengan Tuhan bergantung pada pilihan Anda sendiri. Anda sedekat dengan Tuhan sejauh Anda memilih untuk mendekat kepada-Nya. Jika Anda merasa jauh dari Tuhan, bukan Tuhan yang menjauh. Tuhan tetap dekat. Anda hanya perlu kembali menjadikan Dia prioritas dalam hidup Anda.

Mengenal dan mengasihi Tuhan adalah kehormatan terbesar dalam hidup manusia. Dan mengetahui bahwa Tuhan mengenal dan mengasihi Anda adalah sumber sukacita dan kekuatan yang sejati.

Sering kali, apa yang paling penting bagi seseorang terlihat dari apa yang paling sering ia bicarakan. Jika seseorang paling menghargai pekerjaannya, ia akan sering membicarakan pekerjaannya. Jika seseorang paling menghargai harta atau pengalaman, itulah yang akan menjadi fokus pembicaraannya.

Firman Tuhan berkata dalam Yeremia 9:23–24 bahwa yang patut dibanggakan bukanlah kekuatan, kekayaan atau hikmat manusia, melainkan bahwa seseorang mengenal Tuhan.
Inilah yang paling penting dalam hidup: mengenal Tuhan.

Tuhan yang menciptakan Anda mengasihi Anda dan rindu memiliki hubungan yang dekat dengan Anda.

Renungkan :

- Apa yang perlu Anda ubah agar Tuhan benar-benar menjadi prioritas utama dalam hidup Anda?

- Jika orang lain melihat hidup Anda, apa yang mereka anggap paling penting bagi Anda?

- Langkah apa yang dapat Anda lakukan hari ini untuk semakin mendekat kepada Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 7-8; Markus 4:21-41
__________
Ketika Anda menjadikan Tuhan prioritas utama, Anda akan menemukan damai sejahtera, arah hidup dan kekuatan yang sejati.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
"Making God Your Priority* - Daily Hope with Rick Warren - February 25, 2026

"Everything else is worthless when compared with the infinite value of knowing Christ Jesus my Lord. For his sake I have discarded everything else, counting it all as garbage, so that I could gain Christ." Philippians 3:8 (NLT)
-------------------
You're never going to become a friend of God in your spare time. To become his friend, you have to make knowing him your number one priority.

Paul says it like this: "Everything else is worthless when compared with the infinite value of knowing Christ Jesus my Lord. For his sake I have discarded everything else, counting it all as garbage, so that I could gain Christ" (Philippians 3:8 NLT).

So let me ask you: Are you doing that? Are you seeking God with all your heart each day?

Remember: You are as close to God as you choose to be. Becoming a friend of God starts when you decide that's what you want.

If you feel far from God, think about who moved. It wasn't God. And you can't blame anyone else, not your spouse, your parents, or your kids. It's simply that you didn't make him your number one priority.

Knowing and loving God is humanity's greatest privilege. And being known and being loved by God is our greatest pleasure.

I've noticed that you can tell what's important to people by what they brag about. If their kids are most important, they brag about their kids. If their job is the most important thing in their life, they brag about their job. If travel and having experiences are most important, that's what they talk about. If partying or buying new clothes is what you talk about most, guess what you value most? You brag about what you value most.

God says in Jeremiah 9:23-24, "The wise should not boast of their wisdom, nor the strong of their strength, nor the rich of their wealth. If any want to boast, they should boast that they know and understand me" (GNT).

Knowing God is what matters most—it's what life is all about. The God of the universe loves you and wants to have a relationship with you. And getting close to him will give you peace and perspective. That's good news!


Minggu, 22 Februari 2026

Dampak Ketakutan dalam Hubungan

23 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
1 Yohanes 4:18 "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih."
--------------------
Apakah hubungan Anda dipenuhi oleh rasa aman atau oleh rasa takut?

Banyak orang mengalami pergumulan yang sama: mereka ingin memiliki hubungan yang dekat dengan orang lain, tetapi pada saat yang sama mereka takut untuk membuka diri. Mereka merindukan kedekatan, tetapi takut ditolak, disakiti atau tidak diterima.

Ketakutan sering kali menciptakan keinginan untuk mengendalikan dalam hubungan. Ketika seseorang merasa tidak aman, ia berusaha mengontrol keadaan atau orang lain. Namun pada saat yang sama, ia juga tidak ingin dikendalikan. Akibatnya, hubungan dipenuhi ketegangan dan kedekatan menjadi sulit terbangun.

Jika ketakutan merusak hubungan, maka kasihlah yang membangunnya.

Alkitab berkata bahwa kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Kasih memindahkan fokus dari diri sendiri kepada orang lain. Ketika Anda lebih fokus mengasihi daripada melindungi diri sendiri, ketakutan mulai kehilangan kuasanya.

Sering kali ketakutan muncul karena seseorang merasa harus membuktikan dirinya atau takut dinilai oleh orang lain. Namun ketika Anda memahami bahwa Tuhan mengasihi Anda sepenuhnya, Anda tidak lagi perlu hidup dalam ketakutan atau berusaha mendapatkan penerimaan manusia.

Kasih Tuhan memberi rasa aman. Ketika Anda yakin akan kasih-Nya, Anda menjadi bebas untuk mengasihi orang lain tanpa rasa takut. Anda tidak lagi bergantung pada penilaian orang lain, karena identitas dan nilai diri Anda sudah aman di dalam Tuhan.

Renungkan :

- Ketakutan apa yang selama ini menghalangi Anda untuk membuka hati kepada orang lain?

- Dalam hubungan apa Anda pernah merasakan rasa aman dan penerimaan yang tulus?

- Bagaimana pemahaman tentang kasih Tuhan dapat menolong Anda membangun hubungan yang lebih sehat?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 4-6; Markus 4:1-20
____________
Kasih Allah membebaskan Anda untuk membangun hubungan yang sehat, terbuka dan penuh damai.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
*l"Love has no fear, because perfect love expels all fear. If we are afraid . . . this shows that we have not fully experienced his perfect love." 1 John 4:18 (NLT)
--------------
Are your relationships characterized by freedom or by fear?

If you're like most people, you find yourself in a dilemma: You long to be close to other people, but you also fear being close. You want the freedom of intimacy with others, but you're also scared to death of it.

Fear often causes a battle for control in relationships. When you're afraid, you're insecure. And insecurity makes you try to control others—and resist efforts to be controlled! As a result, you can't get close to other people because you're just battling back and forth for control. So insecurity prevents intimacy and destroys your relationships.

If insecurity destroys relationships, then what builds them? Love! Love builds relationships.

The Bible says in 1 John 4:18, "Love has no fear, because perfect love expels all fear. If we are afraid . . . this shows that we have not fully experienced his perfect love" (NLT).

Love expels fear by taking the focus off of you and putting it on others. People often ask me, "Do you ever get nervous when you're talking to a lot of people?" The answer is, "Of course!"

But here's what makes the difference: I take the focus off of myself and focus on the people in front of me instead. If I stood there thinking about what they thought of my hairstyle or my way of speaking, I would be afraid. But the minute I start thinking about how much I love the people I'm with, the fear leaves.

It's the same in any relationship. Focusing on the other person gives you the power to throw fear out of your life.

How do you find that power to focus on other people? You start by realizing how much God loves you. The moment you begin to understand how much God loves you, you don't have to prove yourself anymore. Because you're secure in God's love, you don't have to spend your life trying to impress other people.

Do you know how freeing and enjoyable it is to live life that way? When you're secure in your relationship with Christ, you're no longer pressured by everyone else's expectations. Your identity and self-worth are in Christ—not in what others might think of you.

God's love frees you to love others fearlessly.