Kamis, 23 Juli 2026

PERLINDUNGAN DI TENGAH BADAI

Lampiran foto: IMG-20260723-WA0018.jpg

*_🌹MORNING SPIRIT🌹_*

*_PERLINDUNGAN DI TENGAH BADAI_*

*_Mazmur 18:3 (TB)_*
_“Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!”_

_Hidup sering kali membawa kita ke dalam situasi yang tidak terduga, kala badai persoalan datang bertubi-tubi hingga membuat kita merasa tersudut dan kehilangan kendali. Saat ruang gerak kita menyempit oleh tekanan kerja, konflik keluarga, atau kecemasan masa depan, respons spontan kita adalah mencari sandaran yang kelihatan, seperti kekuatan diri sendiri, koneksi, atau materi._

_Namun, semua perlindungan duniawi itu sering kali runtuh justru di saat kita paling membutuhkan ketenangan, lalu yang terjadi meninggalkan jiwa kita dalam ketakutan yang semakin dalam._

_Daud memahami betul keputusasaan ini ketika ia menggubah Mazmur 18:1-20 setelah Tuhan melepaskannya dari cengkeraman musuh-musuhnya, termasuk Saul. Dengan menggunakan metafora yang sangat personal, Daud tidak sekadar menyebut Tuhan sebagai penolong, melainkan sebagai bukit batu, kubu pertahanan, dan kota benteng tempat ia bersembunyi._

_Ketika tali-tali maut telah melilitnya dan banjir jahanam menimpanya, Daud memilih untuk tidak mengandalkan strategi militernya, melainkan berseru dari dalam bait-Nya yang kudus, memicu intervensi dahsyat yaitu Allah turun dari langit untuk merenggutnya dari air yang banjir._

_Pengalaman Daud ini menyingkapkan kebenaran penting bahwa kedekatan intim dengan_ _Pencipta adalah fondasi utama keselamatan kita, bukan sekadar pelarian saat keadaan mendesak. Kata "mengasihi" di awal mazmur ini dalam teks aslinya menggambarkan rasa cinta yang mendalam dan penuh kehangatan, yang lahir dari kesadaran bahwa ia begitu berharga di mata Tuhan._

_Penyelamatan yang dialami Daud terjadi bukan karena ia hebat, melainkan karena Tuhan berkenan kepadanya, membawa dia keluar ke tempat yang lapang, dan membebaskannya dari musuh yang terlalu kuat bagi kekuatannya sendiri._

_Kesaksian kuno ini menjadi pengingat yang sangat sejuk bagi kita hari ini agar tidak menjadi panik ketika gelombang hidup terasa menenggelamkan pengharapan kita. Kita diajak untuk mengevaluasi kembali ke mana arah hati kita berpaling saat menghadapi masa-masa sulit yang menguras energi dan air mata._
_Alih-alih membiarkan kecemasan menguasai pikiran, mari kita datang dengan sujud yang tulus dan membangun hubungan yang intim dengan Pribadi yang kedaulatan-Nya melampaui segala badai._

_Selamat pagi Saudaraku yang terkasih, Percayalah bahwa tangan-Nya yang kuat selalu cukup panjang untuk merengkuh kita dari kedalaman persoalan, dan membawa jiwa kita masuk ke dalam ketenangan yang sejati, serta memerdekakan kita untuk berjalan dalam kemenangan bersama-Nya._

_Selamat beraktifitas dengan selalu bersyukur sebab kasihNya yg tak berkesudahan, sertakan Tuhan dalam segala rencana kita hari ini, percayalah semua akan dibuatnya berhasil, tetap semangat Tuhan berkati Amin._🙏


Uploaded Image

Belajar Menjadi Pribadi Yang Bijaksana

Lampiran foto: IMG-20260723-WA0016.jpg

Hal yang sangat menyedihkan adalah..

-Saat kita jujur pada teman kita, tapi dia berdusta pada kita.
-Saat dia telah berjanji pada kita, tapi dia pula mengingkarinya.
-Saat kita memberikan perhatian, namun dia tidak menghargainya.
Biarlah…
Jangan pernah menyesali atas apa yang telah terjadi pada kita, karena sebenarnya hal yang kita alami sedang mengajarkan pada kita.
Saat teman kita berdusta pada kita atau tidak menepati janjinya pada kita atau tidak menghargai perhatian yang kita berikan,
sebenarnya dia telah mengajarkan kita agar kita tidak berperilaku seperti dia.
Bila kita diperlukan hanya pada saat dia kesulitan, sebenarnya juga telah mengajarkan kita untuk menjadi orang yang bijaksana dan santun. Kita membantunya saat dia kesulitan.
Begitu banyak hal tidak menyenangkan yang sering kita alami, atau bertemu dengan orang yang menjengkelkan, egois dan sikap yang tidak menggembirakan.
Dan betapa tidak menyenangkan menjadi orang yang dikecewakan, disakiti, tidak diperdulikan, diabaikan, bahkan dicaci dan dihina.
Biarlah…
Sebenarnya orang tersebut sedang mengajarkan kita
-untuk melatih membersihkan hati dan jiwa,
-melatih untuk menjadi orang yang sabar,
-dan melatih untuk tidak berperilaku demikian.
Itu semua diperlukan agar kelak diri kita menjadi pribadi yang bijaksana.
Bijaksana tidak diukur dari cekapnya kita *menasihati orang lain, tetapi dari "mengalami nasihat itu sendiri.
Kesabaran itu perlu pengalaman, berani_ _*menghadapi kenyataan*_ _di dalam proses kehidupan agar boleh mendewasakan._
_*Menjadi orang jujur*_ _jauh lebih penting dari pada menjadi orang pintar._
_*Karena*_ _orang jujur  boleh_ _*menjadi*_ _orang pintar._
_*Tetapi*_ _orang pintar belum tentu boleh_ _*menjadi*_ _orang jujur.
_*Tidak semua*_ _orang baik  itu benar._
_*Tetapi*_ _orang benar sudah pasti baik._
_*Jadilah*_ _orang yang paling_ _*tulus*_ _bukan yang paling_ _*baik,*_ _karena dalam_ _*kebaikan*_ _belum tentu ada_ _*ketulusan.*_
Selamat Pagi. Selamat Beraktivitas. Sehat dan Sukses selalu. GBU🙏🙏🙏

Uploaded Image

Perencanaan Allah

Lampiran foto: IMG-20260723-WA0014.jpg
Bayangkan respons sepasang suami istri ketika mengetahui kalau sebentar lagi mereka akan mempunyai anak! Mereka akan mempersiapkan segala hal terbaik untuk si calon bayi. Sebelum anak itu lahir, mereka sudah membeli ranjang bayi, pakaian, botol susu, dan berbagai perlengkapan lainnya. 

Tuhan menciptakan manusia pertama dan menempatkannya di Taman Eden. Kepada manusia itu, Tuhan memberi perintah untuk mengusahakan dan memelihara taman (Kej. 2:15). Ketika sedang asyik memberi nama makhluk-makhluk di sekelilingnya, manusia itu tiba-tiba menyadari kalau bagi dirinya tidak ada penolong yang sepadan. Dari situ, muncullah sebuah kebutuhan (Kej. 2:20). Menariknya, sebelum manusia itu menyadari kebutuhannya, Allah sudah mengetahuinya! Dia bahkan sudah merencanakan pemenuhan kebutuhan itu. Tercatat di ayat sebelumnya, Allah berfirman, “Aku akan menjadikan penolong baginya” (Kej. 2:18). Tidak seperti manusia yang terkadang hanya sekadar membuat perencanaan, Allah benar-benar merealisasikan rencana-Nya! Terbukti, Allah membuat manusia itu tertidur, mengambil salah satu rusuknya, dan membangunkan seorang perempuan baginya (Kej. 2:21-22). 

Saudaraku, tidak benar jika seseorang berpendapat, “Tuhan tidak tahu apa yang aku perlu!” Faktanya, Tuhan mengetahui apa yang kita butuhkan, bahkan sebelum kita memintanya dalam doa (Mat. 6:8). Tidak semua keinginan kita dikabulkan Tuhan, memang benar. Sekalipun demikian, percayalah bahwa apa yang kita butuhkan tidak pernah luput dari perhatian Tuhan.
"TUHAN Allah berfirman: 'Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.'” (Kejadian 2:18)
Bac: Kejadian 2:15-25
(Gbu!)

Uploaded Image

Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah

 
Lampiran foto: IMG-20260723-WA0013.jpg

Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah setiap hari—bukan hanya di saat krisis. Orang Kristen yang bertahan adalah orang yang tetap memusatkan pandangannya pada Kristus, hatinya dijaga oleh kebenaran, dan jiwanya siap berperang sampai hari ia melihat Tuhannya muka dengan muka. DAN DOA TAK PERNAH BERHENTI “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.” ‭‭1 Petrus‬ ‭5‬:‭8‬-‭9 “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;” ‭‭Efesus‬ ‭6‬:‭11

Uploaded Image

Rabu, 22 Juli 2026

Hidup Adalah Tentang Hubungan

23 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 4:12-13 "Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."
-------------------
Rasa cukup tidak datang secara alami bagi kebanyakan orang. Pada dasarnya, kita adalah domba-domba yang gelisah. Namun, kita dapat belajar untuk merasa cukup. Untuk mempelajari rasa cukup, kita perlu berhenti terus-menerus mengejar lebih banyak lagi.

Filipi 4:12-13 berkata, "Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."

Jika Anda pergi ke pantai di California Selatan, Anda akan melihat rumah-rumah yang indah dan sangat mewah, tetapi para pemiliknya sering kali tidak pernah berada di sana untuk menikmatinya. Mereka selalu bekerja, mencari uang untuk membayar cicilan rumah yang sangat besar.

Mereka, seperti banyak orang di seluruh dunia, dikuasai oleh keinginan untuk terus memiliki lebih banyak. Keinginan ini mendorong Anda membeli sesuatu yang sebenarnya tidak mampu Anda beli, seperti mengambil cicilan rumah yang terlalu besar. Kemudian Anda menjadi terbebani secara finansial, sehingga harus terus bekerja keras hanya untuk memenuhi kebutuhan. Tidak lama kemudian, Anda kelelahan secara emosional dan fisik, dan hubungan-hubungan Anda mulai memburuk. Akhirnya, Anda bahkan tidak lagi memiliki tujuan menikmati rumah mewah itu.

Alkitab berkata dalam Pengkhotbah 4:6,"Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin"

Hal-hal terbesar dalam hidup bukanlah benda-benda.
Sebagian orang menganggap meninggal dunia tanpa harta sebagai suatu tragedi. Tetapi tidak ada waktu yang lebih baik untuk pergi! Jika Anda meninggalkan dunia ini tepat ketika Anda telah menghabiskan uang terakhir Anda, saya akan menyebut itu bijaksana, bukan bodoh.

Tidak seorang pun meminta benda-benda pada saat-saat terakhir hidupnya. Mereka selalu meminta orang-orang yang mereka kasihi, karena pada akhirnya setiap orang menyadari bahwa hidup adalah tentang hubungan. Mengapa tidak mempelajari hal itu lebih awal? Hal itu pasti akan mengurangi banyak tekanan dalam hidup.

Renungkan :

- Mana yang lebih penting bagi Anda—mengumpulkan harta atau membangun hubungan? Apakah keluarga dan teman-teman Anda akan setuju dengan penilaian Anda terhadap diri sendiri?

- Pengkhotbah 4:6 mengatakan bahwa “lebih baik memiliki sedikit disertai ketenangan hati” daripada terus-menerus sibuk mengejar lebih banyak lagi. Kapan Anda pernah mengalami memiliki “sedikit disertai ketenangan hati”? Bagaimana pengalaman itu lebih baik daripada terus bekerja demi memperoleh lebih banyak?

- Menurut Anda, apa artinya meninggalkan sebuah warisan? Warisan seperti apa yang ingin Anda tinggalkan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 31-32; Kisah Para Rasul 23:12-35
___________
Hidup bukanlah tentang prestasi, pencapaian atau mengumpulkan lebih banyak harta.
Hidup adalah tentang hubungan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Life Is about Relationships
By Rick Warren

“I have learned the secret of being content in any and every situation, whether well fed or hungry, whether living in plenty or in want. I can do all this through him who gives me strength.” Philippians 4:12-13 (NIV)
----------------------
Contentment does not come naturally to most people. By nature, we are restless sheep. Yet we can learn contentment. To learn contentment, we need to stop incessantly grabbing for more.

Philippians 4:12-13 says, “I know what it is to be in need, and I know what it is to have plenty. I have learned the secret of being content in any and every situation, whether well fed or hungry, whether living in plenty or in want. I can do all this through him who gives me strength” (NIV).

If you go to the beach in Southern California, you’ll see some beautiful, over-the-top homes, but the owners are often never around to enjoy them. They're always at work, making money to pay those massive mortgages.

They, like many people around the world, get overwhelmed with the desire to acquire. This desire pushes you to buy something you really can't afford, like a mortgage that's over your head. Then you get overextended financially, and you have to constantly hustle to make ends meet. Soon, you’re emotionally and physically exhausted, and your relationships start to deteriorate. Then you don't even have a purpose for that fancy home.

The Bible says in Ecclesiastes 4:6, “It is better to have only a little, with peace of mind, than be busy all the time with both hands, trying to catch the wind” (GNT).

The greatest things in life aren’t things.

Some people consider it a tragedy to “die penniless.” But there’s no better time to go! If you were out of here the moment you spent your last cent, I’d call that wise, not foolish.

Nobody ever asks for things in the final moments of life. They always ask for people, because eventually everyone learns that life is all about relationships. Why not learn that sooner? It sure would relieve a lot of stress.

Life is not about achievements, accomplishments, or acquiring more things.

Life is about relationships.


Selasa, 21 Juli 2026

Apakah Anda Sedang Berusaha Membuktikan Nilai Diri Anda?

22 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Yesaya 49:15-16 "Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku."
----------------
Ketika Anda mendapati diri Anda terjebak dalam siklus bekerja berlebihan, Anda perlu mengingat betapa berharganya Anda di mata Allah.

Hal ini benar-benar bertolak belakang dengan mendasarkan nilai diri pada pekerjaan, karier atau peran Anda sebagai pekerja penuh waktu. Cara pandang ini berlawanan dengan budaya dan mungkin menuntut perubahan besar dalam cara Anda berpikir, terutama jika ada suara kecil dalam benak Anda yang terus berkata, "Kamu harus membuktikan bahwa dirimu berharga."

Salah satu alasan orang tidak dapat beristirahat adalah karena mereka mencampuradukkan pekerjaan dengan nilai diri mereka. Mereka mencampuradukkan nilai kekayaan mereka dengan nilai diri mereka. Mereka berpikir, "Jika aku bekerja sangat keras dan berhasil dalam pekerjaan, berarti aku berharga. Jika aku tidak produktif, berarti aku tidak berharga." Itu adalah kebohongan! Tetapi dalam budaya Barat, identitas kita sering kali berpusat pada pekerjaan kita, sehingga kita bekerja berlebihan dalam usaha membuktikan diri. Kita percaya bahwa jika kita mencapai banyak hal, berarti nilai diri kita juga besar.

Namun, arti penting diri Anda tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, karier atau pencapaian Anda.

Anda tidak perlu membuktikan nilai diri Anda. Allah mengatakan bahwa Anda sudah sangat berharga. Anda tidak akan pernah lebih berharga di mata Allah daripada saat ini dan Anda juga tidak akan pernah kurang berharga di mata Allah daripada saat ini.

Seberapa berhargakah Anda? Bapa Anda di surga telah menciptakan Anda; Yesus telah mati bagi Anda. Dan jika Anda adalah pengikut Kristus, Roh Kudus tinggal di dalam Anda.

Allah tidak pernah menciptakan sesuatu tanpa tujuan dan maksud. Fakta bahwa Anda masih hidup berarti Allah mengasihi Anda dan menghendaki Anda tetap hidup. Anda tidak ternilai harganya. Anda adalah sebuah karya agung.
Bukan apa yang Anda lakukan yang memberi Anda nilai, melainkan milik siapa Anda.

Tahukah Anda bahwa Allah tidak akan pernah melupakan Anda? Firman dalam Alkitab berkata, "Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku." (Yesaya 49:15-16).

Apakah Anda sempurna? Tentu tidak. Apakah Anda telah rusak oleh dosa? Ya. Apakah Anda seorang berdosa? Ya. Tetapi apakah Anda memiliki nilai yang tidak terbatas? Ya! Dan Anda sangat dikasihi oleh Allah.
Dia telah membuktikan nilai diri Anda melalui salib.

Renungkan :

- Kepada siapa Anda selama ini berusaha membuktikan diri? Mengapa?

- Bagaimana mengetahui betapa berharganya Anda di mata Allah menolong Anda untuk beristirahat?

- Menurut Anda, bagaimana pengalaman Anda dalam bekerja akan berubah jika Anda berusaha menyenangkan Allah saja melalui pekerjaan Anda, dan bukan siapa pun yang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 29-30; Kisah Para Rasul 23:1-11
_____________
Anda tidak perlu membuktikan nilai diri Anda. Allah mengatakan bahwa Anda sudah sangat berharga. Anda tidak akan pernah lebih berharga di mata Allah daripada saat ini dan Anda juga tidak akan pernah kurang berharga di mata Allah daripada saat ini.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Are You Trying to Prove Your Worth?
By Rick Warren

“Can a mother forget her little child and not have love for her own son? Yet even if that should be, I will not forget you. See, I have tattooed your name upon my palm.” Isaiah 49:15-16 (TLB)
------------------
When you find yourself stuck in a cycle of overworking, you need to remember your value to God.

This is the exact opposite of basing your worth on your work, your career, or your full-time role. It is countercultural and may require a major change in your thinking, especially if a little voice in your head keeps saying, “You’ve got to prove you matter.”

One reason people can't relax is because they confuse their work and their worth. They confuse their net worth with their self-worth. They think, “If I work really hard and succeed at work, then I am valuable. If I'm not productive, then I'm not valuable.” That's a lie! But in Western culture, our identity often revolves around our work, so we overwork in an attempt to prove ourselves. We believe that if we achieve a lot, then we must be worth a lot.

But your significance has nothing to do with your job, your career, or your achievements.

You don’t have to prove your worth. God says that you are already extremely valuable. You’ll never be more valuable to God than you are right now; you’ll never be less valuable to God than you are right now.

How valuable are you? Your heavenly Father created you; Jesus died for you. And if you are a follower of Christ, the Holy Spirit lives in you.

God doesn’t create anything without purpose or intention. The fact that you’re alive means God loves you and wants you alive. You’re priceless. You’re a masterpiece.

It’s not what you do that gives you worth but who you belong to.

Did you know that God has a tattoo of you? The Living Bible paraphrase says, “Can a mother forget her little child and not have love for her own son? Yet even if that should be, I will not forget you. See, I have tattooed your name upon my palm” (Isaiah 49:15-16).

Are you perfect? Absolutely not. Are you broken? Yes. Are you a sinner? Yes. But are you of infinite value? Yes! And you are deeply loved by God.

He has already proved your worth on the cross.


Senin, 20 Juli 2026

Allah Menciptakan Anda untuk Membutuhkan Istirahat

21 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 127:2 "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur"
------------------
Ketika kami memulai Saddleback Church, saya bekerja 18 jam sehari. Kami menerima tamu di rumah kami dua kali seminggu, setiap minggu. Pada hari Minggu terakhir di tahun pertama, saya berdiri untuk berkhotbah—lalu pingsan. Saya benar-benar kelelahan secara fisik, rohani dan dalam hubungan dengan orang lain.

Selama tahun berikutnya, Allah mengajarkan kepada saya beberapa hal tentang keseimbangan—pelajaran yang harus saya pelajari berulang kali sejak saat itu. Inilah yang saya pelajari: Menolak untuk beristirahat adalah tanda ketidakdewasaan. Ingatlah, Roma tidak dibangun dalam satu hari, demikian juga gereja ataupun hal lain yang benar-benar berharga.

Alkitab berkata dalam Mazmur 127:2: "Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur"

Allah tidak ingin Anda menyelesaikan segala sesuatu sekaligus. Dia ingin Anda belajar mengatur langkah, sementara Dia memakai keadaan-keadaan dalam hidup Anda untuk menolong Anda bertumbuh sedikit demi sedikit menuju kedewasaan. Ketika Allah sedang mengembangkan usaha Anda, Dia juga sedang membentuk Anda. Ketika Allah sedang membesarkan anak-anak Anda, Dia juga sedang membentuk Anda. Ketika Allah sedang mengembangkan karier Anda, Dia juga sedang membentuk Anda.

Sebagian orang berpikir bahwa Allah hanya berkenan kepada mereka ketika mereka bekerja, berdoa atau melakukan hal-hal yang "rohani." Tetapi Allah juga berkenan kepada Anda ketika Anda beristirahat.

Jika Anda seorang orang tua dan pernah masuk ke kamar anak-anak Anda pada malam hari untuk melihat mereka, Anda pasti tahu sukacita yang muncul hanya dengan melihat mereka tidur. Bapa Anda yang di surga juga senang melihat Anda tidur dan beristirahat. Dia menciptakan Anda untuk membutuhkan istirahat. Bahkan Allah sendiri beristirahat! Apakah Anda lebih sibuk daripada Allah?

Firman Allah dalam Alkitab berkata, "Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat." (Keluaran 31:17).

Mengapa Allah beristirahat dan bersantai pada hari ketujuh? Bukan karena Dia lelah, sebab Allah tidak pernah menjadi lelah. Dia sedang memberikan teladan tentang apa yang Dia ingin Anda lakukan: Berhentilah bekerja dan beristirahat. Peliharalah hari Sabat dan beristirahatlah dalam kebaikan Allah.

Renungkan :

- Apa alasan Anda bekerja terlalu keras di rumah, di sekolah, atau di tempat kerja?

- Bagaimana menyediakan ruang dalam hidup Anda untuk beristirahat merupakan suatu disiplin rohani?

- Apakah jadwal harian Anda lebih mencerminkan prioritas untuk menyelesaikan daftar pekerjaan atau untuk bertumbuh secara rohani? Dalam hal apa?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 26-28; Kisah Para Rasul 22
__________
Agar Anda bertumbuh, Anda harus belajar beristirahat dalam kebaikan Allah.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
God Created You to Need Rest
By Rick Warren

“It is useless for you to work so hard from early morning until late at night, anxiously working for food to eat; for God gives rest to his loved ones.” Psalm 127:2 (NLT)
-------------
When we started Saddleback Church, I was working 18 hours a day. We hosted people in our home twice a week, every week. On the last Sunday of the first year, I stood up to speak—and fainted. I was worn out from physical, spiritual, and relational exhaustion.

Over the next year, God taught me some things about balance—which I’ve had to learn over and over again since then. Here’s what I learned: Resistance to rest is immaturity. Remember, Rome wasn’t built in a day, and neither is the church nor anything else that is worthwhile.

The Bible says in Psalm 127:2: “It is useless for you to work so hard from early morning until late at night, anxiously working for food to eat; for God gives rest to his loved ones” (NLT).

God doesn't want you to accomplish everything all at once. He wants you to learn to pace yourself as he uses the circumstances of your life to help you mature little by little. While God is growing your business, he’s growing you. While God is growing your children, he’s growing you. While God is growing your career, he’s growing you. For you to grow, you have to learn to rest in God’s goodness.

Some people think God only smiles on them when they're working, praying, or doing “spiritual” things. But God also smiles on you when you rest.

If you’re a parent, and you’ve ever gone into your kids’ room and checked on them at night, you know the joy it gives you just to watch them sleep. Your heavenly Father enjoys watching you sleep and rest too. He created you to need rest. Even God rested! Are you busier than God?

The Living Bible paraphrase says, "Work six days only, for the seventh day is a special day to remind you of my covenant—a weekly reminder forever of my promises to the people of Israel. For in six days the Lord made heaven and earth, and rested on the seventh day, and was refreshed" (Exodus 31:17).

Why did God rest and relax on the seventh day? It’s not because he was tired, because God doesn't get tired. He was modeling what he wants you to do: Stop work and relax. Keep a Sabbath, and rest in God’s goodness.