Senin, 09 Februari 2026

Pernikahan Diciptakan untuk Kebersamaan

10 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
1 Korintus 11:11 "Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan."
------------------
Pernikahan tidak menyelesaikan masalah Anda. Pernikahan juga tidak menciptakan masalah baru. Pernikahan justru menyingkapkan apa yang sudah ada di dalam diri Anda sejak awal. Apa pun yang menjadi pergumulan ketika Anda hidup sendiri, akan terlihat lebih jelas ketika Anda hidup bersama orang lain.

Lalu, jika demikian, mengapa Allah merancang pernikahan? Salah satu jawabannya sederhana namun penting: Allah menciptakan pernikahan untuk kebersamaan.

Alkitab menyatakan: "Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan." (1 Korintus 11:11). Tidak seorang pun diciptakan untuk menjalani hidup sendirian. Allah membentuk manusia dengan kebutuhan untuk berjalan bersama, saling melengkapi dan saling menopang.

Kebenaran ini berlaku bagi semua orang, baik yang menikah maupun yang belum menikah. Tidak ada satu pribadi pun yang mencerminkan gambaran Allah secara utuh sendirian. Karena itu, Allah merancang kita untuk hidup berdampingan, bukan terpisah.

Sejak awal penciptaan, Allah sudah menyatakan hal ini dengan jelas: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja; Aku akan menjadikan seorang penolong baginya" (Kejadian 2:18). Pernyataan ini menunjukkan bahwa kebersamaan bukanlah tambahan, melainkan bagian dari rancangan Allah sejak semula.

Setiap orang membutuhkan kebersamaan dalam berbagai aspek kehidupan. Namun pernikahan memiliki tempat yang sangat khusus. Ia adalah bentuk kebersamaan yang unik, yang mengajak dua pribadi untuk belajar hidup berdampingan dalam komitmen, kesetiaan dan tanggung jawab.

Yesus sendiri menegaskan maksud Allah tentang pernikahan:
"Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan… keduanya menjadi satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." (Markus 10:6–9).

Dari perkataan Yesus ini, kita melihat bahwa pernikahan adalah rencana Allah, dijalani dalam kebersamaan antara laki-laki dan perempuan dan dimaksudkan untuk dipelihara sepanjang hidup.

Renungkan :

- Mengapa kebersamaan menjadi bagian penting dari rancangan Allah bagi pernikahan?

- Apa tantangan terbesar dalam menjalani kebersamaan dengan orang lain?

- Bagaimana Anda dapat belajar membangun kebersamaan yang sehat dan saling membangun dalam relasi Anda hari ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 6-7; Matius 25:1-30
_____________
Walaupun realitas kehidupan tidak selalu mencerminkan rancangan ini, kebenaran Allah tetap tidak berubah. Ketika Anda memilih untuk hidup sesuai dengan batas-batas yang Allah tetapkan, Anda sedang membuka diri untuk mengalami kebersamaan sebagaimana yang sejak semula Ia kehendaki.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Marriage Was Intended for Connection - Daily Hope with Rick Warren - February 10, 2026

"In God's plan men and women need each other." 1 Corinthians 11:11 (TLB)
--------------------
Marriage doesn't solve your problems. Marriage doesn't create your problems. Marriage reveals your problems. It simply magnifies what was already a problem when you were living as a single adult.

So if marriage doesn't solve your problems, what does marriage do? Why did God design marriage in the first place?

One reason is this: God created marriage for the deep companionship of men and women.

The Living Bible paraphrase says, "In God's plan men and women need each other" (1 Corinthians 11:11).

Whether or not you get married, if you're a woman, you need men in your life; if you're a man, you need women in your life. Why? Because nobody holds the full image of God. Women get part of it and men get part of it, and we need each other. God wired us this way. God thought up gender, sex, and marriage. What a God!

Did you ever wonder why God made man first and then woman a little bit later? Why didn't he make them both at the same time?

I think he did it for Adam's benefit. I think he wanted Adam to realize how much he needed a woman in his life.

The Living Bible paraphrase says, "It isn't good for man to be alone; I will make a companion for him" (Genesis 2:18).

You need companions in all different areas of your life. But marriage is a particularly significant way to provide companionship; it's in a relational class all by itself.

Here's what Jesus had to say about it: "'God made them male and female' from the beginning of creation. 'This explains why a man leaves his father and mother and is joined to his wife, and the two are united into one.' Since they are no longer two but one, let no one split apart what God has joined together" (Mark 10:6-9 NLT).

This passage makes three major points about marriage:

1. Marriage is God's plan. It's not a tradition you can just throw out.

2. Marriage is between a man and a woman. They were created to fit together for a purpose—the creation of everybody else.

3. Marriage is designed to be permanent. That doesn't always happen, but marriage is meant to be for life.

Do you realize how radical those three statements are? Even if many people don't believe them, they're still the truth!

The reality of life today is that many people live outside of this marriage ideal. But the ideal still exists—even if it's not the reality many people are living in or willing to accept.

When you choose to live within the boundaries God designed for marriage, you'll enjoy the deep connection he intended it to bring.


Minggu, 08 Februari 2026

NGOPI DIISTANA



Semua akan setuju klo diajak ngopi di istana bukan diwarkop ================================ Sama seperti MUI dan ormas-ormas Islam besar yg awalnya menolak keras BoP (Board of Peace) bentukan Donald Trump, sekarang giliran si Dino Patti Djalal dan prof Alwi Shihab (pamannya Najwa Shihab sekaligus mantan menlu Indonesia di jaman Gusdur dulu) Akhirnya setuju dan mendukung penuh keputusan Prabowo Subianto untuk bergabung di BoP dan nyumbang 1 Miliar dollar (16 Triliun rupiah). --------------------------------------------------- Padahal beberapa hari lalu Dino Patti Djalal masih ngotot menolak dan mengecam Prabowo beserta kementrian luar negri karena dianggap gak becus diplomasi luar negri karena mau tunduk dengan Donald Trump dan tidak berpihak kepada Palestina. Tapi begitu diajak Prabowo ngopi-ngopi di istana negara, sama seperti MUI kmrn juga yg diajak cangkruk di istana negara, pernyataan di Dino Patti Djalal berubah 180 derajat. Sekarang Dino malah memuji setinggi langit keputusan Prabowo ini, dengan mengatakan : "Saya surprise karena suasana totally open, diskusi ini tidak ada batasannya, tidak ada dibilang kita tidak boleh nanya ini, tidak boleh nanya itu, dan diskusi ini dua arah, jadi bukan satu arah" "Kesan saya adalah Beliau, Presiden Prabowo itu, mempunyai pendekatan yang realistis; sekarang ini memang satu-satunya opsi di atas meja adalah mengenai Board of Peace, tidak ada formula lain, tidak ada solusi lain, tidak ada jalur lain." "Yang saya paling suka, dan ini align juga dengan posisi core policy luar negeri Indonesia, adalah bahwa kita masuk dengan hati-hati dan terus berpegang pada opsi untuk bisa keluar kalau ini bertentangan dengan prinsip kita dan kepentingan kita." --------------------------------------------------- Tapi selain si Dino, pro Alwi Shihab yg juga awalnya menolak keputusan Prabowo ini walaupun tidak sekencang si Dino juga akhirnya setuju dengan keputusan Prabowo dan kementrian luar negri, dengan mengatakan : "Pertemuan tadi ini membuka cakrawala kita sebenarnya dan banyak pertanyaan-pertanyaan yang selama ini kita ingin ketahui tadi oleh Bapak Presiden dijelaskan sejelas-jelasnya." "Yang paling penting dalam hal penjelasan beliau itu bahwa Indonesia tidak pernah meninggalkan komitmen terhadap perjuangan Palestina dan tetap menginginkan adanya two-state solution, itu 'harga mati." --------------------------------------------------- Lihatkan semua akan cincai pada waktunya klo sudah diajakin ngopi di Istana, gak MUI, gak NU, gak Muhamadiyah, gak Dino, semua sama aja. Yg masih ribut gak setuju cuman netizen rakyat jelata yg ngopinya sachetan diwarkop pula bukan di Istana wkwkwkwkw *Agungbaster Perjuangan*

Apa Kunci untuk Menyentuh Hati Mereka?

09 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Amsal 20:5 "Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya"
-------------------
Apakah Anda membutuhkan lebih banyak kepercayaan diri untuk membagikan pengharapan yang Anda miliki di dalam Yesus? Penguat kepercayaan diri hari ini adalah ini: Anda dapat menuntun siapa pun kepada Yesus jika Anda mau mendengarkan dan menemukan kunci hati mereka.

Lalu, apakah yang dimaksud dengan kunci hati seseorang? Kunci itu adalah luka tersembunyi atau kebutuhan yang belum terpenuhi dalam hidup mereka.

Setiap orang memiliki rahasia—hal-hal dalam hidup yang tidak ingin diketahui orang lain. Alkitab menyatakan: "Semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah" (Roma 3:23). Namun ketika Anda sungguh-sungguh mendengarkan dan mampu menangkap pergumulan seseorang dari hatinya, pada saat itulah Anda menemukan jalan untuk menuntun mereka kepada Yesus.

Alkitab berkata:"Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya" (Amsal 20:5).

Ingatlah satu hal penting: hanya ada satu jalan kepada Allah Bapa, yaitu melalui Yesus Kristus. Yesus sendiri berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6 ). Namun, meskipun jalannya satu, alasan orang datang kepada Yesus sangat beragam.

Ada orang yang datang kepada Yesus karena membutuhkan mukjizat atau jawaban atas pertanyaan hidupnya. Ada yang datang karena kesepian, rasa bersalah, atau ketakutan. Ada pula yang sedang mencari makna dan tujuan hidup, sementara yang lain berada di tengah krisis relasi atau kesulitan keuangan.

Ada begitu banyak alasan yang menarik orang kepada Allah. Stres, rasa sakit dan penderitaan sering kali menjadi cara yang efektif untuk membuka hati seseorang.

Apa pun alasannya, jangan sia-siakan kesempatan apa pun untuk menunjukkan bahwa semua jawaban dan kerinduan terdalam manusia hanya dapat ditemukan dan dipenuhi di dalam Yesus.

Renungkan :

- Apakah mendengarkan orang lain—benar-benar mendengarkan—merupakan hal yang mudah bagi Anda? Langkah apa yang dapat Anda ambil hari ini untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan Anda?

- Luka tersembunyi atau kebutuhan apa yang pernah menarik Anda semakin dekat kepada Allah?

- Pikirkan seseorang dalam hidup Anda yang belum mengenal Yesus. Mintalah kepada Allah agar Ia menolong Anda memahami kunci hati orang tersebut.

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 4-5; Matius 24:29-51
____________
Jika Anda rindu menjangkau seseorang bagi Tuhan, temukanlah kunci hatinya dengan memulai percakapan yang tulus dan penuh kasih—percakapan yang dapat mengubah hidup.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
What's the Key to Their Heart? - Daily Hope with Rick Warren - February 9, 2026

"Someone's thoughts may be as deep as the ocean, but if you are smart, you will discover them." Proverbs 20:5 (CEV)
-------------
Do you need more confidence in sharing the hope you have in Jesus? Today's confidence builder is this: You can help lead anyone to Jesus if you'll just listen for the key to their heart.

What is the key to someone's heart? It's their hidden hurt or unmet need.

We all have secrets in our lives, things we don't want other people to know about. The Living Bible paraphrase says, "Yes, all have sinned; all fall short of God's glorious ideal" (Romans 3:23). But when you're able to discern a person's struggles by listening to their heart, you've just discovered how to lead them to Jesus.

The Bible says, "Someone's thoughts may be as deep as the ocean, but if you are smart, you will discover them"(Proverbs 20:5 CEV).

Keep in mind, there's only one way to God the Father, and that is through Jesus Christ. Jesus said, "I am the way and the truth and the life. No one comes to the Father except through me" (John 14:6 NIV). But there are many reasons people come to Jesus.

Some people come to Jesus for a miracle or to get a question answered. Some come out of loneliness, guilt, or fear. Others are looking for purpose in life, while others are in the middle of a relational or financial crisis.

There are a thousand different reasons people are drawn to God. Stress, pain, and suffering always have a way of getting your attention.

Whatever the reason, don't waste any opportunity to show people that all their answers and longings are found and fulfilled in Jesus.

If you want to reach a particular person for the Lord, find the key to their heart by opening up a life-changing conversation with them.


Sabtu, 07 Februari 2026

Allah Akan Memberikan Kata-Kata yang Perlu Anda Ucapkan

08 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
2 Timotius 1:7–8 "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah."
--------------
Anda dapat membagikan iman dengan penuh keyakinan ketika Anda menyadari bahwa Anda tidak harus mengetahui semua jawabannya. Mengapa? Karena Yesuslah yang mengetahui segalanya.

Ada satu hal penting yang perlu selalu Anda ingat: ketika Anda membagikan pengharapan yang Anda miliki di dalam Kristus kepada orang lain, Anda tidak melakukannya sendirian. Allah menyertai Anda dan pada saat yang sama Roh-Nya sedang bekerja di dalam hati orang yang Anda ajak berbicara.

Alkitab menyatakan: "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan @ hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah." (2 Timotius 1:7–8).

Ketika Anda menyadari bahwa kuasa Roh Kudus dan kebenaran Allah tinggal di dalam diri Anda, tidak ada lagi alasan untuk takut menceritakan Yesus kepada orang lain. Kesadaran ini seharusnya memberi Anda kepercayaan diri yang besar.

Lukas 21:13–15 juga memberikan penguatan bagi Anda dalam membagikan iman: "Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu."

Rasa takut ketika membagikan iman adalah hal yang wajar. Anda mungkin berpikir, "Saya tidak tahu harus mengatakan apa kepada rekan kerja, tetangga atau orang-orang di sekitar saya." Namun pada dasarnya Allah berkata kepada Anda, "Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang harus engkau katakan pada saat engkau membutuhkannya."

Renungkan :

- Ceritakan pengalaman ketika Anda merasakan kuasa Allah bekerja di dalam diri Anda saat membagikan kasih Allah kepada seseorang.

- Siapa dalam hidup Anda yang Anda teladani sebagai pribadi yang tidak takut membagikan imannya?

- Bagaimana kehidupan Anda minggu ini akan berbeda jika Anda terus menyadari kehadiran Roh Kudus dalam hidup Anda setiap hari?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 1-3; Matius 24:1-28
____________
Betapa luar biasanya janji ini. Mungkin Anda merasa belum siap atau belum cukup mampu untuk memberitakan Injil. Namun kenyataannya, Anda telah memiliki segala yang Anda perlukan—karena kehadiran Allah dan kuasa-Nya tinggal di dalam diri Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
God Will Give You the Words to Say - Daily Hope with Rick Warren - February 8, 2026

"The Holy Spirit, God's gift, does not want you to be afraid of people, but to be wise and strong, and to love them and enjoy being with them. If you will stir up this inner power, you will never be afraid to tell others about our Lord." 2 Timothy 1:7-8 (TLB)
------------------
You can be confident in sharing your faith when you remember you don't have to know all the answers. Why? Because Jesus does!

Here's something else you need to remember: When you share the hope you have in Christ with others, you're not doing it alone. God is with you! And his Spirit is working in the other person's heart as you're sharing with them.

The Bible says, "The Holy Spirit, God's gift, does not want you to be afraid of people, but to be wise and strong, and to love them and enjoy being with them. If you will stir up this inner power, you will never be afraid to tell others about our Lord" (2 Timothy 1:7-8 TLB).

When you realize the Holy Spirit's power and God's truth are in you, you never have to be afraid to tell others about Jesus. That should give you a lot of confidence!

Luke 21:13-15 also gives encouragement for sharing your faith: "This will be your chance to tell about your faith. Don't worry about what you will say to defend yourselves. I will give you the wisdom to know what to say" (CEV).

It's common to be fearful about sharing your faith with someone. You might think, "I don't know what to say to that person at the office, on the soccer field, or in my neighborhood." But God essentially says to you, "I will tell you what to say when you need it."

What an amazing promise! You may not feel ready or equipped to share the gospel, but the truth is, you have everything you need because of God's presence and power in you.


Allah Akan Memberikan Kata-Kata yang Perlu Anda Ucapkan

08 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
2 Timotius 1:7–8 "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah."
--------------
Anda dapat membagikan iman dengan penuh keyakinan ketika Anda menyadari bahwa Anda tidak harus mengetahui semua jawabannya. Mengapa? Karena Yesuslah yang mengetahui segalanya.

Ada satu hal penting yang perlu selalu Anda ingat: ketika Anda membagikan pengharapan yang Anda miliki di dalam Kristus kepada orang lain, Anda tidak melakukannya sendirian. Allah menyertai Anda dan pada saat yang sama Roh-Nya sedang bekerja di dalam hati orang yang Anda ajak berbicara.

Alkitab menyatakan: "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan @ hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah." (2 Timotius 1:7–8).

Ketika Anda menyadari bahwa kuasa Roh Kudus dan kebenaran Allah tinggal di dalam diri Anda, tidak ada lagi alasan untuk takut menceritakan Yesus kepada orang lain. Kesadaran ini seharusnya memberi Anda kepercayaan diri yang besar.

Lukas 21:13–15 juga memberikan penguatan bagi Anda dalam membagikan iman: "Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu."

Rasa takut ketika membagikan iman adalah hal yang wajar. Anda mungkin berpikir, "Saya tidak tahu harus mengatakan apa kepada rekan kerja, tetangga atau orang-orang di sekitar saya." Namun pada dasarnya Allah berkata kepada Anda, "Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang harus engkau katakan pada saat engkau membutuhkannya."

Renungkan :

- Ceritakan pengalaman ketika Anda merasakan kuasa Allah bekerja di dalam diri Anda saat membagikan kasih Allah kepada seseorang.

- Siapa dalam hidup Anda yang Anda teladani sebagai pribadi yang tidak takut membagikan imannya?

- Bagaimana kehidupan Anda minggu ini akan berbeda jika Anda terus menyadari kehadiran Roh Kudus dalam hidup Anda setiap hari?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 1-3; Matius 24:1-28
____________
Betapa luar biasanya janji ini. Mungkin Anda merasa belum siap atau belum cukup mampu untuk memberitakan Injil. Namun kenyataannya, Anda telah memiliki segala yang Anda perlukan—karena kehadiran Allah dan kuasa-Nya tinggal di dalam diri Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
============
God Will Give You the Words to Say - Daily Hope with Rick Warren - February 8, 2026

"The Holy Spirit, God's gift, does not want you to be afraid of people, but to be wise and strong, and to love them and enjoy being with them. If you will stir up this inner power, you will never be afraid to tell others about our Lord." 2 Timothy 1:7-8 (TLB)
---------------------
You can be confident in sharing your faith when you remember you don't have to know all the answers. Why? Because Jesus does!

Here's something else you need to remember: When you share the hope you have in Christ with others, you're not doing it alone. God is with you! And his Spirit is working in the other person's heart as you're sharing with them.

The Bible says, "The Holy Spirit, God's gift, does not want you to be afraid of people, but to be wise and strong, and to love them and enjoy being with them. If you will stir up this inner power, you will never be afraid to tell others about our Lord" (2 Timothy 1:7-8 TLB).

When you realize the Holy Spirit's power and God's truth are in you, you never have to be afraid to tell others about Jesus. That should give you a lot of confidence!

Luke 21:13-15 also gives encouragement for sharing your faith: "This will be your chance to tell about your faith. Don't worry about what you will say to defend yourselves. I will give you the wisdom to know what to say" (CEV).

It's common to be fearful about sharing your faith with someone. You might think, "I don't know what to say to that person at the office, on the soccer field, or in my neighborhood." But God essentially says to you, "I will tell you what to say when you need it."

What an amazing promise! You may not feel ready or equipped to share the gospel, but the truth is, you have everything you need because of God's presence and power in you.


Jumat, 06 Februari 2026

Perkataan Pertama dan Terakhir Yesus

07 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 28:18–19 "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus"
------------------
Satu hal dinyatakan dengan sangat jelas dalam Alkitab : Allah menghendaki Anda menyampaikan Kabar Baik tentang keselamatan melalui Yesus Kristus kepada orang lain. Bahkan, sebagian dari perkataan pertama dan terakhir Yesus yang dicatat dalam Alkitab secara langsung berkaitan dengan panggilan untuk membagikan pengharapan di dalam Dia.

Pada awal pelayanan-Nya, Yesus mengumpulkan sekelompok kecil nelayan—orang-orang biasa—dan berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan Aku akan menjadikan kamu penjala manusia" (Matius 4:19). Ini adalah beberapa dari perkataan pertama yang Yesus ucapkan kepada para pengikut-Nya.

Perhatikan logika Yesus dalam perkataan ini. Ketika Anda mengikuti Dia, Ia mengajar Anda untuk peduli terhadap orang lain—khususnya agar mereka juga dapat mengenal-Nya. Mengikut Yesus bukan hanya tentang hubungan pribadi dengan Allah, tetapi juga tentang membawa orang lain masuk ke dalam keluarga Allah. Itulah bagian dari makna sejati menjadi anggota keluarga-Nya.

Kemudian, menjelang akhir pelayanan-Nya di dunia, Yesus kembali menegaskan hal yang sama. Dalam bagian Alkitab yang dikenal sebagai Amanat Agung, Yesus berkata:"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (Matius 28:18–19). Ini adalah beberapa dari perkataan terakhir Yesus sebelum Ia kembali ke surga.

Mengapa Yesus memiliki segala kuasa di surga dan di bumi? Karena Dialah Pencipta alam semesta. Oleh sebab itu, Ia memiliki otoritas penuh atas segala sesuatu. Dan dengan otoritas itu, Yesus mengutus Anda untuk pergi dan menjadikan orang lain murid-Nya. Dengan kata lain, Anda diutus sebagai wakil Allah—sebagai agen-Nya—untuk melanjutkan misi-Nya di dunia ini.

Sekarang, renungkanlah pertanyaan ini dengan sungguh-sungguh:
Apakah akan ada seseorang di surga kelak karena kesaksian Anda? Pernahkah Anda menuntun seseorang untuk percaya kepada Kristus?

Renungkan :

- Siapa orang pertama yang memberitakan Yesus kepada Anda?

- Fakta bahwa perkataan pertama dan terakhir Yesus berfokus pada membawa orang kepada-Nya menunjukkan apa tentang kerinduan Allah untuk menumbuhkan keluarga-Nya?

- Kepada siapa Anda dapat membagikan pengharapan yang Anda miliki di dalam Yesus minggu ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 39-40; Matius 23:23-39
____________
Jika Anda mengikuti perkataan pertama dan terakhir Yesus, suatu hari nanti akan ada orang yang berkata kepada Anda di surga: "Terima kasih. Hari ini saya ada di surga karena Anda."

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Jesus' First and Last Words - Daily Hope with Rick Warren - February 07, 2026

"All authority in heaven and on earth has been given to me. Therefore go and make disciples of all nations." Matthew 28:18-19 (NIV)
--------------------
One thing is made very clear in Scripture: God wants you to tell people the Good News of salvation through Jesus Christ. In fact, some of the first and last recorded words of Jesus were about sharing the hope you have in him.

In Matthew 4:19, at the beginning of his ministry, Jesus gathered a small group of fishermen—just ordinary people—and said, "Follow me, and I will show you how to fish for people!" (NLT) These were some of the very first words Jesus spoke to his followers.

Do you see Jesus' logic in that verse? When we follow him, he teaches us to care about helping others come to know him too. That's part of what it looks like to belong to God's family, bringing other people into his family with you.

Later in the book of Matthew, Jesus talked again about reaching others with the Good News. This passage is called the Great Commission. Jesus said, "All authority in heaven and on earth has been given to me. Therefore go and make disciples of all nations" (Matthew 28:18-19 NIV). These were some of the very last words of Jesus before he went back to heaven.

Why does Jesus have "all authority in heaven and on earth"? Because he created the universe, so he's been given all authority over it. Jesus authorizes you to go make disciples. This means you are God's agent!

Is anyone going to be in heaven because of you? Have you ever led anybody to faith in Christ? Follow the first and last words of Jesus, and people will one day say to you in heaven, "Thank you! I'm in heaven today because of you."


Kamis, 05 Februari 2026

Mengapa Anda Perlu Memberitakan Yesus kepada Orang Lain

06 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 4:19 "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia"
--------------
Allah telah memanggil Anda untuk menjadi saksi-Nya di dunia ini. Sebagai anak Allah, Anda dipanggil bukan hanya untuk percaya kepada Yesus, tetapi juga untuk membagikan pengharapan yang Anda miliki di dalam Dia kepada orang lain.

Namun dalam kenyataannya, banyak orang Kristen memilih untuk diam. Saya sering menyebut mereka sebagai "orang Kristen sungai Artik"—airnya mengalir, tetapi mulutnya membeku. Mereka menahan diri dan tidak pernah berbicara tentang Yesus. Padahal Yesus dengan jelas menyatakan bahwa mengikut Dia berarti terlibat dalam misi-Nya.

Alkitab berkata: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia" (Matius 4:19).

Lalu, mengapa Allah begitu menekankan agar Anda membagikan pengharapan Anda kepada orang lain? Berikut beberapa alasannya.

1. Setiap orang membutuhkan Yesus

Kabar Baik tentang Yesus jauh lebih berharga daripada apa pun yang dapat ditawarkan dunia ini. Bahkan, nilainya melampaui kesembuhan dari penyakit apa pun, termasuk kanker atau Alzheimer. Ketika Anda mengarahkan seseorang kepada Yesus, Anda menawarkan hidup yang kekal—pengampunan atas masa lalu, tujuan hidup yang sejati, dan rumah kekal di surga. Tidak ada satu pun manusia yang tidak membutuhkan hal ini.

2. Yesus sendiri memerintahkannya

Yesus dengan tegas memberikan Amanat Agung: "Pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku" (Matius 28:19). Namun sering kali, Anda mungkin lebih memikirkan apa kata orang lain daripada apa yang Allah kehendaki. Kekhawatiran akan penilaian orang bisa membuat Anda diam. Meski demikian, perintah Yesus tetap berlaku—Ia memanggil Anda untuk berbagi pengharapan, bukan untuk menjaga kenyamanan pribadi.

3. Kasih kepada Allah dan sesama mendorong Anda

Alkitab menyatakan: "Kasih Kristus yang menguasai kami" (2 Korintus 5:14). Motivasi sejati untuk memberitakan Injil bukanlah kewajiban semata, melainkan kasih. Ketika Anda sungguh mengasihi Yesus dan mengasihi sesama, Anda tidak akan bisa tinggal diam. Kasih Kristus mendorong Anda untuk membagikan pengharapan yang telah mengubah hidup Anda.

4. Ada upah kekal yang Allah sediakan

Amsal 11:30 berkata: "Hasil orang benar adalah pohon kehidupan, dan siapa bijak, mengambil hati orang". Jika Anda rindu hidup yang berbuah dan bermakna, bawalah orang kepada Yesus. Jika Anda ingin meninggalkan warisan yang kekal, pastikan orang-orang yang Anda kenal memilikimu kesempatan untuk berada bersama Anda di surga kelak.

Sekarang, luangkan waktu sejenak. Pikirkan satu orang dalam hidup Anda yang belum mengenal Yesus. Lalu berdoalah dengan tulus:
"Allah, saya rindu mendapat kehormatan untuk membawa orang ini masuk ke dalam keluarga-Mu. Saya ingin mereka bersama saya dalam kekekalan. Tolonglah saya agar tidak lagi menahan diri."

Setelah itu, ambillah langkah iman. Pergilah dan ceritakan kepada mereka tentang Yesus.

Renungkan :

- Dalam situasi apa Anda pernah memilih diam dan tidak membagikan Yesus kepada seseorang yang belum mengenal-Nya?

- Apa ketakutan atau hambatan utama yang selama ini menahan Anda untuk memberitakan Kabar Baik?

- Bagaimana kasih Anda kepada Kristus dan sesama dapat mendorong Anda untuk lebih berani membagikan pengharapan di dalam Yesus?

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 36-38; Matius 23:1-22
_____________
Jika seseorang tidak menjala, maka sesungguhnya ia tidak sedang mengikuti Yesus.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Why Tell People About Jesus - Daily Hope with Rick Warren - February 06, 2026

"Come, follow me, and I will show you how to fish for people!" Matthew 4:19 (NLT)
-------------------
God has called you to be a witness for him in the world. He expects you to tell others about the hope you have in Jesus.

But many people are what I call "arctic river Christians." They're frozen at the mouth. They hold back or don't say anything about Jesus. But Jesus says, "If you're not fishing, then you're not following me."

The Bible says, "Come, follow me, and I will show you how to fish for people!" (Matthew 4:19 NLT)

Why does God want you to share your hope? Here are a few reasons.

Everybody needs Jesus. The Good News of Jesus is better than anything this world could offer. It's better than the cure for cancer, Alzheimer's, or any other sickness. When you point people to Jesus, you offer them eternal life. You show them how to have their past forgiven, a purpose for living, and a home in heaven. Everybody needs that!

Jesus commands it. Jesus' Great Commission is clear: "Go and make disciples of all the nations" (Matthew 28:19 NLT). But, if you're like most people, sometimes you care more about what others think than what God thinks. You're more worried about your reputation than the salvation of others. But Jesus commands you to share your hope despite your worries.

You love God and people. The Bible says, "Christ's love compels us, because we are convinced that [he] died for all" (2 Corinthians 5:14 NIV). People often ask me, "What motivates you year after year to keep sharing the gospel around the world?" I tell them, "It's because I love Jesus Christ with all my heart, and I love people." Christ's love compels me to tell others about the hope I have in him.

You will be rewarded in heaven. Proverbs 11:30 says, "The fruit of the righteous is a tree of life, and he who wins souls is wise" (NKJV). Do you want to bear fruit and be wise? Bring people to Jesus. Do you want to leave a legacy? Make sure the people you know will be with you in heaven one day.

Right now, think of one person in your life who doesn't know Jesus yet. Pray, "God, I want the privilege of bringing this person into your family. I want them to be in heaven with me. Please help me not to hold back anymore."

Now, go tell them about Jesus!