https://youtube.com/live/7XajdNXNzA0?si=vy4U5966IXsbbzwv
Veni Vidi Vici
Kamis, 30 April 2026
Anda Tidak Harus Melihatnya untuk Mempercayainya
01 Mei 2026
Bacaan Hari ini:
Ibrani 11:7 "Karena iman, maka Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya"
----------------
Apakah Allah telah memberikan Anda suatu visi? Mungkin hal itu sudah ada di hati Anda sejak Anda masih kecil, atau Anda baru mulai memahami apa yang Allah ingin lakukan dalam hidup Anda dan melalui Anda.
Segera setelah Allah memberikan sebuah impian, akan ada suara-suara keraguan. Untuk mengejar rencana Allah dengan segenap hati Anda, Anda harus mendengarkan Allah dan menolak suara-suara keraguan tersebut.
Suara-suara keraguan dapat datang dari berbagai tempat—dari para pengkritik, dari persaingan, dari Iblis, dari teman dan keluarga yang berkata, "Kami sudah mengenal Anda sepanjang hidup Anda. Siapa Anda sehingga berpikir demikian?"
Pikirkan semua suara dalam hidup Nuh yang mencoba membuatnya meragukan apa yang Allah katakan—untuk mempersiapkan diri menghadapi penghakiman yang akan datang dengan membangun sebuah bahtera. Anak-anak Nuh mungkin tidak senang melihat ayah mereka membangun kapal besar di halaman depan rumah. Mereka kemungkinan besar tidak ragu untuk menyampaikan perasaan mereka!
Nuh juga harus menjalani tahun demi tahun sambil diejek oleh para tetangganya, yang pasti menganggapnya gila. Bagaimanapun, Nuh percaya bahwa Allah berbicara kepadanya, dan ia membangun sebuah bahtera untuk menghadapi air bah, padahal belum pernah ada yang melihat hujan sebelumnya.
Penghancur impian akan mencoba menghentikan impian Anda. Para pengkritik dan orang-orang sinis akan mempertanyakan usaha Anda untuk melakukan sesuatu yang besar bagi Allah.
Namun suara keraguan terbesar bisa berasal dari dalam diri Anda sendiri. Anda terus berbicara kepada diri Anda—baik menanam benih keraguan dalam pikiran Anda atau mengingatkan diri Anda tentang apa yang Allah katakan tentang Anda.
Allah tidak akan pernah memanggil Anda untuk melakukan sesuatu tanpa memberikan kuasa, sumber daya, dan kasih karunia untuk melakukannya.
Anda harus mempercayai hal ini, dan kemudian Anda harus terus mengingatkan diri Anda bahwa hal itu benar. Iman adalah penawar terhadap ketakutan dan keraguan dalam hidup Anda. Ibrani 11:7 berkata, "Karena iman, maka Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya"
Renungkan:
- Tidaklah keliru untuk percaya bahwa Allah telah memberikan Anda impian besar dalam hidup Anda. Hal besar apa yang Anda pikir Allah ingin Anda capai bagi-Nya?
- Alat atau sarana apa yang telah Allah berikan untuk mengingatkan Anda akan janji-janji-Nya?
- Dalam hal apa Anda dapat melatih iman Anda seperti otot agar menjadi semakin kuat?
Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 8-9; Lukas 21:1-19
____________
Nuh tidak dapat melihat air bah itu, tetapi ia mempercayai apa yang Allah katakan kepadanya. Anda juga tidak selalu dapat melihat tujuan Allah bagi hidup Anda. Namun ketika Anda mempercayakan masa depan Anda kepada Allah—ketika Anda yakin akan apa yang Anda harapkan dan percaya akan apa yang tidak Anda lihat—suara-suara keraguan akan memudar, dan Anda akan melangkah menuju tujuan Anda dengan keyakinan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
You Don’t Have to See It to Believe It - Daily Hope with Rick Warren - May 01, 2026
“It was faith that made Noah hear God's warnings about things in the future that he could not see.” Hebrews 11:7 (GNT)
--------------------
Has God given you a vision? Maybe it’s been in your heart since you were young, or you are just learning about what God wants to do in your life and through you.
As soon as God gives you a dream, there are going to be voices of doubt. To pursue God’s plan with your whole heart, you’re going to have to listen to God and reject the voices of doubt.
Voices of doubt can come from a lot of places—from critics, from competition, from Satan, from friends and family who say, "We’ve known you all your life. Who do you think you are?"
Think of all the voices in Noah’s life that tried to make him doubt what God had said—to prepare for a coming reckoning by building an ark. Noah’s children would not have been thrilled with their dad building a huge boat in the front yard. They probably had no problem letting Noah know exactly how they felt!
Noah also had to live year after year being ridiculed by his neighbors, who must have thought he was insane. After all, Noah thought God spoke to him, and he was building an ark for a flood when no one had ever seen rain before.
Dream busters will try to stop your dream. Critics and cynics are going to question your pursuit of something great for God.
But the biggest voices of doubt can come from inside you. You talk to yourself constantly—either planting seeds of doubt in your mind or reminding yourself what God says about you.
God will never call you to do something that he doesn't give you the power and the resources and the grace to do.
You have to believe this, and then you have to remind yourself that it is true. Faith is the antidote to fear and doubt in your life. Hebrews 11:7 says, “It was faith that made Noah hear God's warnings about things in the future that he could not see” (GNT).
Noah couldn't see the flood, but he believed what God told him. You can't always see God's destiny for you either. But when you trust your future to God—when you are sure of what you hope for and certain of what you do not see—the voices of doubt will fade, and you will move toward your goals with confidence.
Rabu, 29 April 2026
Berani Menjadi Berbeda
30 April 2026
Bacaan Hari ini:
Kejadian 6:9 "Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah"
---------------
Anda tidak dapat menyesuaikan diri dengan budaya dunia sekaligus menyesuaikan diri dengan rencana Allah bagi hidup Anda.
Kejadian 6:9 berkata, "Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah"
Nuh melakukan sesuatu yang berarti dalam hidupnya meskipun lingkungannya—bukan karena lingkungannya. Ia menyadari bahwa budaya di sekitarnya dapat menjadi godaan yang mengalihkan dirinya dari tujuan Allah bagi hidupnya.
Dunia kita hidup untuk kesenangan, kenyamanan, dan hiburan. Anda tidak dapat hidup untuk hal-hal tersebut sekaligus hidup bagi Allah. Anda tidak dapat menilai keberhasilan berdasarkan harta, kesenangan, atau keuntungan. Anda tidak dapat berfokus untuk menyenangkan orang lain dan pada saat yang sama melakukan apa yang Allah panggil Anda untuk lakukan dalam hidup Anda.
Pada zaman Nuh, manusia telah mencapai titik terendah secara moral. Kejadian 6:11-12 berkata, "Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi."
Allah melihat betapa rusaknya dunia, ketika manusia semakin berpaling kepada kejahatan. Hal itu menyedihkan hati Allah. Namun, bahkan dalam keadaan itu, Nuh tetap berbeda.
Ketika Allah menciptakan bumi, Ia menyatakan bahwa semuanya baik, tetapi keadaan itu tidak bertahan. Apakah hal ini terasa familiar? Budaya kita saat ini juga bergerak menuju ketidakadaban, sama seperti pada zaman Nuh.
Satu-satunya titik terang dalam Kejadian 6 adalah Nuh. Ayat 8 menyatakan bahwa Allah berkenan kepada Nuh, yang berarti Nuh berbeda. Ketika seluruh budaya bergerak ke arah yang salah, Nuh justru bergerak menuju kebenaran dengan mengikuti Allah. Ia hidup melawan arus budaya.
Yang terpenting bukanlah berada di pihak tren yang benar. Yang terpenting adalah melakukan apa yang benar. Jika Anda ingin menjadi seperti yang Allah maksudkan dan menggenapi tujuan hidup yang Ia tetapkan bagi Anda, maka Anda harus bersedia untuk menjadi berbeda.
Apakah Anda ingin membuat perbedaan di dunia ini? Apakah Anda ingin memberi dampak dalam keluarga, komunitas, sekolah, atau pekerjaan Anda? Nuh menggenapi panggilannya dengan mengabaikan gangguan dari budaya dan menolak mengikuti arus.
Renungkan:
- Dalam hal apa saja Anda akan melawan arus budaya jika Anda mengikuti Allah dalam pekerjaan, sekolah, atau keluarga Anda?
- Bagaimana Anda dapat mengetahui apakah sesuatu menyenangkan Allah atau hanya sekadar mengikuti budaya?
- Siapa yang dapat mendorong Anda untuk menolak arus budaya ketika hal itu bertentangan dengan firman Allah? Siapa yang dapat Anda dorong dalam hal ini? Mengapa kita saling membutuhkan untuk mengikuti Yesus dengan setia?
Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 6-7; Lukas 20:27-47
____________
Anda hanya dapat membuat perbedaan dengan menjadi berbeda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
Dare to Be Different - Daily Hope with Rick Warren - April 30, 2026
“This is the account of Noah and his descendants. Noah had God's approval and was a man of integrity among the people of his time. He walked with God.” Genesis 6:9 (GW)
-------------------
You can't fit in with culture and fit in with God's plan for your life.
Genesis 6:9 says, “This is the account of Noah and his descendants. Noah had God's approval and was a man of integrity among the people of his time. He walked with God” (GW).
Noah did something significant with his life despite his culture—not because of it. He knew the culture’s temptation to distract him from God's purpose for his life.
Our world is living for fun, comfort, and entertainment. You can't live for those things and live for God. You can’t judge your success by your possessions, pleasure, or profit. You can't focus on pleasing people and doing what God has called you to do with your life.
In Noah's day, humans had hit bottom morally. Genesis 6:11-12 says, “The world was corrupt in God's sight and full of violence . . . all people on earth lived evil lives” (GW).
God saw how broken the world had become, with people turning more and more toward evil. It broke God’s heart. But even then, Noah stood out.
When God made the earth, he said it was good, but it didn’t stay that way. Sound familiar? Our culture today is moving toward incivility, much like it did in Noah’s day.
The one bright spot in Genesis 6 was Noah. Verse 8 says God was pleased with Noah, which means Noah was different. All of culture was headed in the wrong direction, but Noah was moving toward righteousness as he followed God. He was living counterculturally.
It's not important to be on the right side of a trend. What’s important is doing what is right. If you're going to be all that God created you to be and fulfill the purpose he created you for, then you must be willing to be different.
Do you want to make a difference in this world? Do you want to make a difference in your family, in your community, in your school, or in your business? Noah fulfilled his destiny by ignoring cultural distractions and refusing to follow the crowd.
You can only make a difference by being different.
Selasa, 28 April 2026
🚖🚔🚘 *HIMBAUAN UNTUK PENGGUNA MOBIL LISTRIK**
COPAS:
Senin malam 27 April 2026 sekitar 20:55 WIB di Bekasi Timur: taksi listrik VinFast mogok di perlintasan rel Ampera, rodanya terkunci saat palang turun. KRL dari Cikarang nabrak taksi itu, lalu KA Argo Bromo Anggrek menghantam ekor KRL yang berhenti. Pengemudi selamat, tanpa penumpang.
*Ini versi singkatnya biar gampang diinget:*
*Kenapa EV lebih bahaya kalau mogok di rel:*
1. *Autolock*: Baterai habis/error → roda/motor ngunci, nggak bisa didorong warga
2. *Risiko baterai*: KRL 1500V DC + baterai lithium pecah = korslet, api, _thermal runaway_ susah padam
3. *Waktu sempit*: KRL datang tiap 5-10 menit, rem butuh 200-300m.
4. *Telat 30 detik = fatal.*
*Kalau terlanjur mogok di rel:*
1. *Langsung keluar semua orang* — tinggalin HP, tas, mobil. Nyawa dulu.
2. *Lari 45° menjauh searah datang kereta* biar nggak kena serpihan
3. *Hubungi 112 / pos PJL / tekan tombol darurat* di palang
4. *Jangan balik dorong* kalau roda udah ngunci
*Pencegahan khusus mobil listrik:*
1. *Baterai <20% jangan nekat nyebrang rel* — apalagi macet/antri
2. *Ada indikator error = jangan lewat perlintasan*. Menepi dulu
3. *Jangan berhenti di tengah rel*. Pastikan lancar baru jalan
4. *Servis rutin sistem proteksi & software* biar nggak _autolock_ sembarangan
*Intinya: EV sehat = aman lewat rel. EV error/habis baterai = jebakan.*
Mobil bensin masih bisa didorong netral, EV yang ngunci total cuma bisa ditowing. Dan itu nggak keburu kalau KRL udah deket.
Share info ini ke grup komunitas EV/taksi online. Banyak yang belum tau risiko _autolock_ di rel.
Seperti Apa Belas Kasihan di Dunia yang Tidak Ramah
29 April 2026
Bacaan Hari ini:
Kolose 4:6 "Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang."
-----------------
Salah satu cara terbaik untuk menjadi saksi bagi Yesus di dunia yang semakin suka menghakimi, egois dan tidak mau mengampuni adalah dengan menunjukkan belas kasihan kepada orang lain.
Kemarin kita telah melihat dua hal yang dapat Anda lakukan untuk membangun gaya hidup penuh belas kasihan: memperhatikan dan mendengarkan kebutuhan orang lain, serta tidak tersinggung oleh dosa orang lain.
Berikut dua cara lainnya untuk menunjukkan belas kasihan:
Pilihlah kata-kata Anda dengan hati-hati.
Jika Anda ingin menunjukkan belas kasihan, ada beberapa hal yang tidak dapat Anda katakan. Anda tidak dapat bersikap kasar atau sarkastis. Belas kasihan menempatkan "penyaring" pada mulut Anda dan menolong Anda memilih kata-kata yang membangun orang lain, bukan menjatuhkan mereka.
Kolose 4:6 berkata,"Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang."
Mungkin Anda dibesarkan dalam keluarga yang terbiasa saling merendahkan, dan sekarang Anda mengembangkan pola yang sama dalam hidup Anda. Bagaimana Anda memutuskan kebiasaan itu? Mintalah hikmat kepada Allah karena "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik." (Yakobus 3:17).
Semakin bijaksana Anda, semakin besar belas kasihan Anda kepada orang-orang di sekitar Anda—tidak peduli seberapa besar mereka tidak setuju atau tidak menyukai Anda. Hal ini karena semakin Anda memahami luka orang lain, semakin Anda cenderung memberi kelonggaran kepada mereka dan menunjukkan belas kasihan.
Hargai keselamatan orang lebih daripada sekadar menaati aturan.
Yesus berulang kali menunjukkan hal ini. Salah satu contohnya terdapat dalam Injil Matius. Yesus berkata kepada orang-orang Farisi yang legalistik: "Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan." (Matius 23:23).
Yesus tidak menyukai bagaimana orang-orang Farisi memprioritaskan persepuluhan dibandingkan hal-hal yang lebih penting, seperti memperlakukan orang dengan adil, menunjukkan belas kasihan, dan memiliki iman. Ia juga ingin kita "tidak mengabaikan hal-hal yang lebih penting." Ia lebih ingin melihat kebaikan kita menjangkau orang lain sehingga suatu hari mereka menyerahkan hidup mereka kepada-Nya. Yesus lebih menaruh perhatian pada pembangunan Kerajaan Allah daripada sekadar ketaatan pada aturan.
Renungkan:
- Ketika Anda masih kecil, bagaimana keluarga Anda menunjukkan belas kasihan melalui kata-kata mereka? Dalam hal apa mereka tidak menunjukkan belas kasihan melalui kata-kata?
- Situasi apa yang Anda perkirakan akan Anda hadapi minggu ini yang menuntut Anda untuk menunjukkan belas kasihan?
- Pernahkah Anda kesulitan menunjukkan belas kasihan kepada seseorang, tetapi setelah mengetahui latar belakang mereka, hal itu menjadi lebih mudah? Mengapa demikian?
Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 3-5; Lukas 20:1-26
_____________
Setiap kali Anda menunjukkan belas kasihan, itulah kesaksian Kristen terbesar Anda kepada dunia.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
What Mercy Looks Like in an Unkind World - Daily Hope with Rick Warren - April 29, 2026
“When you talk, you should always be kind and pleasant so you will be able to answer everyone in the way you should.” Colossians 4:6 (NCV)
----------------------
One of the best ways to be a witness for Jesus in a world that’s becoming more judgmental, selfish, and unforgiving is to show mercy to others.
Yesterday we looked at two things you can do to build a lifestyle of mercy: Watch and listen for the needs of others, and don’t be offended by the sins of others.
Here are two more ways to show mercy:
Choose your words carefully. If you’re going to show mercy, there are some things you just can’t say. You can’t be rude or sarcastic. Mercy puts a filter on your mouth and helps you choose words that build people up instead of tearing them down.
Colossians 4:6 says, “When you talk, you should always be kind and pleasant so you will be able to answer everyone in the way you should” (NCV).
Maybe you grew up in a family where it was common to put each other down, and now you’ve developed the same pattern in your own life. How do you break that habit? Ask God for wisdom because “the wisdom from above is first pure, then peaceable, gentle, open to reason, full of mercy” (James 3:17 ESV).
The wiser you become, the more merciful you’ll be to the people around you—no matter how much they disagree with you or dislike you. That’s because the more you understand the hurts of other people, the more likely you are to cut them slack and show them mercy.
Value people’s salvation over keeping rules. Jesus modeled this over and over. A good example is found in the book of Matthew. Jesus says this to the legalistic Pharisees: “You are careful to tithe even the tiniest income from your herb gardens, but you ignore the more important aspects of the law—justice, mercy, and faith. You should tithe, yes, but do not neglect the more important things” (Matthew 23:23 NLT).
Jesus didn’t like how the Pharisees prioritized tithing over more important things, such as treating people fairly, showing mercy, and having faith. He wants us to “not neglect the more important things” too. He would rather see our kindness break through to others so that, one day, they will give their lives to him. Jesus is more interested in kingdom building than in rule following.
Every time you show mercy, it’s your greatest Christian witness to the world.