Jumat, 21 Agustus 2026

Apa yang Benar-Benar Berarti dalam Hidup

22 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 3:8 "Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya."
----------------
Setiap hari ketika Anda bangun, Anda perlu mengingatkan diri sendiri tentang apa yang benar-benar berarti dan apa yang tidak berarti. Jangan sampai Anda terdistraksi oleh hal-hal yang tidak penting dan sepele.

Mengapa penting untuk mengingatkan diri sendiri tentang apa yang benar-benar penting? Karena sangat mudah kehilangan sukacita hanya karena sesuatu yang kecil. Bahkan, biasanya hal-hal kecil yang menjengkelkan—bukan masalah besar—yang membuat Anda kehilangan kebahagiaan.

Seseorang memotong jalan Anda ketika Anda sedang berbelok, lalu Anda kehilangan kebahagiaan. Pakaian yang Anda kenakan sudah tidak lagi pas, lalu Anda kehilangan kebahagiaan. Hal-hal kecil terkadang justru paling memengaruhi seseorang, padahal sebenarnya hal-hal tersebut tidak terlalu berarti.

Paulus berkata: "Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus." Filipi 3:7

Apa hal yang paling penting dalam hidup Anda sebelum Anda mengenal Yesus Kristus? Apakah karier Anda? Menghasilkan uang? Mungkin mendapatkan pasangan atau menjadi populer. Bagi sebagian orang percaya, hal yang paling penting adalah mengumpulkan harta, mencapai kesuksesan, atau membuktikan kemampuan diri.

Paulus berkata bahwa semua hal tersebut adalah: "..rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya." Filipi 3:8

Berikut pertanyaan yang baik untuk Anda tanyakan ketika Anda mulai terganggu oleh hal-hal yang sebenarnya tidak berarti: "Seberapa pentingkah hal ini dalam 100 tahun lagi?"

Banyak hal bahkan tidak akan penting lagi besok, apalagi untuk kekekalan. Ketika Anda mengajukan pertanyaan ini, perspektif Anda akan berubah. Anda akan memahami bahwa semua hal yang dahulu begitu Anda pedulikan tidak dapat dibandingkan dengan sukacita yang berasal dari hubungan Anda dengan Yesus.

Ketika Anda menjadi orang Kristen, Yesus tidak hanya mengubah cara pandang Anda. Dia juga mengubah nilai-nilai yang Anda pegang. Anda tidak lagi ingin melakukan hal-hal yang dahulu Anda lakukan. Dia mengubah apa yang Anda inginkan.

Renungkan :

- Hal-hal kecil apa yang selama ini Anda khawatirkan dan justru merampas kebahagiaan Anda?

- Apa yang paling penting bagi Anda sebelum Anda percaya kepada Yesus Kristus? Bagaimana perasaan Anda terhadap hal tersebut sekarang?

- Apa saja cara praktis yang dapat Anda lakukan untuk mengarahkan kembali fokus Anda kepada Allah dan mempertahankan perspektif kekekalan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 106-108; 1 Korintus 4
____________
Ketika Allah hadir dalam hidup Anda, Anda belajar menikmati sukacita karena mengenal Yesus. Dan itulah yang benar-benar berarti dalam hidup.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
What Really Counts in Life
By Rick Warren

“Everything else is worthless when compared with the infinite value of knowing Christ Jesus my Lord.” Philippians 3:8 (NLT)
-------------------
Every day when you wake up, you need to remind yourself of what counts and what doesn’t count. Don’t be distracted by things that are insignificant and petty.

Why is it important to remind yourself of what matters? It’s easy to lose your joy over some small thing. In fact, it’s usually the small irritations—not the big issues—that cause you to lose your happiness. Somebody cuts you off when you’re trying to make a turn, and you lose your happiness. The clothes you put on don’t fit anymore, and you lose your happiness. It’s the little things that sometimes affect people the most, and yet they don’t really matter.

Paul said in Philippians 3:7, “I once thought these things were valuable, but now I consider them worthless because of what Christ has done” (NLT).

What was the most important thing in your life before you met Jesus Christ? Was it your career? Making money? Maybe it was getting a date or being popular. For some believers, the most important thing was collecting possessions or getting ahead or proving themselves.

Paul said all those things are “worthless when compared with the infinite value of knowing Christ Jesus my Lord” (Philippians 3:8 NLT).

Here’s a good question to ask when you’re distracted by worthless things: How much will this matter in 100 years? Many things won’t even matter tomorrow, much less for eternity. When you ask this question, it changes your perspective. You understand that all the things you used to care about don’t even compare to the joy that comes from having a relationship with Jesus.

When you become a Christian, Jesus doesn’t just change your perspective. He changes your values. You no longer want to do the things you used to do. He changes your “wants.”

When God comes into your life, you learn the joy of knowing Jesus. And that’s what really counts.


Kamis, 20 Agustus 2026

Murah Hati Tanpa Membandingkan

Lampiran foto: IMG-20260820-WA0012.jpg
Seorang ibu rumah tangga bercerita tentang pengalamannya ketika mendaftarkan anak-anaknya ke sebuah kegiatan ekstrakurikuler di lingkungan sekitarnya. Ibu tersebut rela membayar biaya penuh agar anak-anak keluarga kurang mampu juga bisa ikut serta secara gratis. Suatu hari, salah seorang peserta yang mendapat fasilitas gratis justru mengeluh karena tidak mendapatkan perlengkapan tambahan yang sama dengan peserta berbayar. Ibu tersebut sempat merasa kecewa dan tersinggung oleh keluhan tersebut.

​Namun, saat ia merenungkan kembali niat awalnya, ia menyadari bahwa kebaikannya tidak boleh ternodai oleh rasa ingin dihargai. Ia belajar bahwa kemurahan hati yang sejati adalah memberi tanpa menuntut kepuasan ego atau penghormatan balik dari orang yang dibantu.

​Pengalaman ini mencerminkan pesan Injil Matius 20:1-16a, di mana seorang tuan rumah memberi upah yang sama yaitu satu dinar kepada semua pekerja, baik yang bekerja seharian penuh maupun yang baru bekerja satu jam. Para pekerja yang masuk lebih awal merasa iri dan menuntut lebih, namun sang tuan mengingatkan bahwa ia berhak murah hati sesuai kehendaknya. Tuhan mengajar kita bahwa kasih dan rahmat-Nya adalah anugerah cuma-cuma, bukan transaksi perhitungan manusia.  

​Saudaraku, sering kali kita terjebak dalam perhitungan duniawi saat mengikut Tuhan maupun saat berbuat baik kepada sesama. Kita merasa lebih berhak mendapatkan lebih karena telah berjuang lebih lama atau berkorban lebih banyak. Mari kita bersihkan hati dari rasa iri dan kesombongan, serta belajar bersyukur atas kemurahan hati Allah yang tak terbatas bagi setiap orang.  
​"Iri hatikah engkau, karena aku murah hati?" (Matius 20:15b)  
​Bacaan: Matius 20:1-16a  
​(Gbu!)

Uploaded Image

Kasih Setia Allah Selalu Mengejar Anda

21 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 23:6 "Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku"
---------------
Bahkan di tengah luka, kebiasaan buruk dan berbagai pergumulan dalam hidup, Allah tetap memperhatikan Anda. Kebaikan-Nya mengikuti Anda dalam kehidupan dan kasih setia-Nya selalu mengejar Anda.

Begini cara lain untuk memahaminya: Bayangkan seorang ayah atau ibu yang mengikuti anak kecilnya ke mana pun ia pergi, sambil membereskan apa yang dibuat berantakan oleh anak tersebut. Apa pun yang sedang Anda lalui, Allah datang mendampingi Anda, membantu membereskan kekacauan dalam hidup Anda dan mengingatkan bahwa kasih setia-Nya selalu ada.

Ini berarti, daripada memasuki masa depan dengan tanda tanya, Anda dapat menjalaninya dengan tanda seru! Allah akan menyertai Anda, apa pun yang terjadi. Dia akan menolong Anda: "Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa." Mazmur 23:6

Apa yang dimaksud dengan kebaikan Allah dan kasih setia-Nya? Kebaikan Allah berarti Dia memberikan kepada kita hal-hal baik dalam hidup yang sebenarnya tidak layak kita terima. Kasih setia-Nya—belas kasihan-Nya—berarti Allah menahan hukuman yang sebenarnya layak kita terima.

Ingatlah hal-hal berikut:

- Kebaikan Allah akan menyediakan dan melindungi.

- Kasih setia-Nya akan mengampuni dan memberikan pengampunan.

- Kebaikan Allah akan mencukupi setiap kebutuhan Anda.

- Kasih setia-Nya akan menenangkan.

- Kebaikan Allah akan menolong.

- Kasih setia-Nya akan menyembuhkan.

Anda dapat mengandalkan janji-janji Allah, termasuk janji bahwa Anda akan: "...diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa." Mazmur 23:6

Jadi, setelah Allah menyediakan segala sesuatu yang Anda perlukan untuk mengikuti-Nya dalam kehidupan ini, Dia masih menyediakan kehidupan kekal bagi Anda di tempat sempurna yang telah dipersiapkan-Nya.
Allah akan terus mengejar Anda dengan kasih-Nya sepanjang hidup Anda dan kemudian Anda akan menikmati hadirat-Nya untuk selama-lamanya.
Itulah kabar terbaik!

Renungkan :

- Apa impian besar yang Anda miliki? Bagaimana keyakinan bahwa kebaikan dan kasih Allah sedang mengejar Anda membantu Anda mengerjakan tujuan-tujuan tersebut setiap hari?

- Apa arti bagi Anda memasuki masa depan dengan tanda seru, bukan dengan tanda tanya?

- Bagaimana Anda dapat membagikan kepada orang lain tentang kebaikan Allah yang Anda alami dan bahwa Dia juga menawarkan kebaikan yang sama kepada mereka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 104-105; 1 Korintus 3
____________
Kebaikan Allah berarti Dia memberikan kepada kita hal-hal baik dalam hidup yang sebenarnya tidak layak kita terima. Kasih setia-Nya—belas kasihan-Nya—berarti Allah menahan hukuman yang sebenarnya layak kita terima.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
God’s Unfailing Love Pursues You
By Rick Warren

“Surely your goodness and unfailing love will pursue me all the days of my life.” Psalm 23:6 (NLT)
---------------------
Even in the middle of hurts, habits, and hang-ups, God is watching over you. His goodness follows you in life, and his unfailing love pursues you.

Here’s another way to look at it: Picture a parent following a little kid around, picking up after the child. No matter what you’re going through, God comes right alongside you, helping to pick up your messes and telling you that his unfailing love is always there.

This means that, rather than entering the future with a question mark, you can do it with an exclamation point! God will be with you, no matter what happens. He will help you out: “Surely your goodness and unfailing love will pursue me all the days of my life, and I will live in the house of the Lord forever” (Psalm 23:6 NLT).

What is God’s goodness, and what is his unfailing love? God’s goodness is the fact that he gives us good things in life that we don’t deserve. His unfailing love—his mercy—means that God holds back the condemnation we do deserve.

Remember this:

God’s goodness will provide and protect.
His unfailing love will pardon and forgive.
God’s goodness will supply your every need.
His unfailing love will soothe.
God’s goodness will help.
His unfailing love will heal. 
You can count on God’s promises, including his promise that you “will live in the house of the LORD forever.” So, even after God supplies everything you need to follow him in this life, he still has eternity waiting for you in the perfect place he’s prepared in advance.

God is going to pursue you with his love throughout your life, and then you’re going to enjoy being in his presence forever and ever.

That’s the best news!


Rabu, 19 Agustus 2026

Menghadapi Masa Depan Tanpa Rasa Takut

20 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 23:6 "Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa."
----------------
Suatu hari nanti, kehidupan Anda di dunia akan berakhir, tetapi itu bukan berarti akhir dari dirimu. Anda akan hidup selamanya di salah satu dari dua tempat: surga atau neraka. Tubuhmu akan mati, tetapi Anda tidak akan benar-benar berakhir, karena Anda diciptakan untuk hidup selama-lamanya.

Berapa lama kekekalan akan berlangsung? Selamanya!

Alkitab menjelaskan mengapa orang Kristen seharusnya memiliki keyakinan yang paling kuat terhadap masa depan:
"Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan, ... tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan." 2 Korintus 5:6, 8

Anda tidak akan benar-benar tahu bagaimana menjalani hidup dengan sepenuhnya sampai Anda siap menghadapi kematian. Hanya orang yang tidak bijaksana yang menjalani hidup tanpa mempersiapkan diri menghadapi sesuatu yang kita semua tahu pasti akan terjadi.

Suatu hari nanti Anda akan meninggal. Jika kamu sudah menerima Kristus, maka kamu akan pergi ke surga untuk: "..diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa." Mazmur 23:6

Di surga, Anda akan terbebas dari rasa sakit, kesedihan, penderitaan, depresi, dan ketakutan. Alkitab berkata: "Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." Wahyu 21:4

Bagi orang Kristen, kematian adalah perpindahan menuju kehidupan yang lebih baik, tanpa lagi menghadapi berbagai masalah.

Kebenaran ini seharusnya mengubah banyak hal dalam hidup Anda! Ini bukan berarti kehidupan akan selalu mudah. Ini juga bukan berarti Anda akan selalu bahagia, selalu tahu apa yang harus dilakukan atau tidak pernah berbuat dosa lagi.
Namun, ini berarti Anda dapat menghadapi masa depan tanpa rasa takut. Allah telah menyelesaikan masalah terbesar dalam hidup Anda , yaitu keselamatan Anda . Dia tidak akan pernah meninggalkan Anda dan Anda akan hidup bersama-Nya untuk selama-lamanya!

Renungkan :

- Bagaimana keyakinan Anda terhadap masa depan terlihat dalam kehidupan Anda sehari-hari?

- Ketika seorang pengikut Yesus meninggal, mengapa kita tetap dapat memiliki pengharapan di tengah kesedihan?

- Menurutmu, seperti apa surga itu? Apa yang Alkitab katakan tentang keadaan surga?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 102-103; 1 Korintus 2
__________
Bagi orang Kristen, kematian adalah perpindahan menuju kehidupan yang lebih baik, tanpa lagi menghadapi berbagai masalah.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Face the Future Without Fear
By Rick Warren

“Surely your goodness and unfailing love will pursue me all the days of my life, and I will live in the house of the Lord forever.” Psalm 23:6 (NLT)
-----------------
Someday your life on earth is going to end, but that’s not going to be the end of you. You’re going to live forever in one of two places: heaven or hell. Your body is going to die, but you’re not going to die, because you were made to last forever.

How long is forever going to last? Forever!

The Bible tells us why Christians should be the most confident about the future: “Therefore we are always confident and know that as long as we are at home in the body we are away from the Lord . . . We are confident, I say, and would prefer to be away from the body and at home with the Lord” (2 Corinthians 5:6, 8 NIV).

You will never know how to really live until you’re ready to die. Only a fool would go through life totally unprepared for something that everybody knows is inevitable.

You’re going to die someday. If you’ve accepted Christ, then you’re going to go to heaven, to “live in the house of the LORD forever” (Psalm 23:6 NLT). In heaven, you’ll be released from pain, sorrow, suffering, depression, and fear. The Message paraphrase says it like this:“He’ll wipe every tear from their eyes. Death is gone for good—tears gone, crying gone, pain gone—all the first order of things gone” (Revelation 21:4).

For Christians, death is a transfer, a promotion. It’s on to better things and no more problems.

Those truths should change everything for you! It doesn’t mean life is going to be easy. And it doesn’t mean you will always be happy or always know what you should do or that you will never sin again.

But it does mean you can face the future without fear. God has taken care of your biggest problem, your salvation. He is never going to leave you, and you will live with him forever!


Selasa, 18 Agustus 2026

6 Cara Menunjukkan Kemurahan Hati

19 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Yakobus 3:17 "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan."
-----------------
Kemurahan hati seperti berlian; memiliki banyak sisi. Alkitab menunjukkan tujuh sisi kemurahan hati, dan jika Anda belajar menjadi pribadi yang menunjukkan kemurahan hati, hal itu akan mengubah hubungan Anda.

1. Kemurahan hati berarti bersabar menghadapi kebiasaan unik orang lain.

Alkitab berkata dalam Yakobus 3:17, "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan." Semakin Anda menjadi bijaksana, semakin Anda menjadi sabar dan penuh kemurahan hati.

2. Kemurahan hati berarti menolong siapa pun di sekitar Anda yang sedang terluka.

Anda tidak dapat mengasihi sesama seperti diri sendiri tanpa menunjukkan kemurahan hati. Amsal 3:27 berkata, "Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya."

3. Kemurahan hati berarti memberikan kesempatan kedua kepada orang lain.

Ketika seseorang menyakiti Anda, wajar jika Anda ingin membalas atau menganggap orang itu tidak layak lagi diberi kesempatan. Tetapi Alkitab berkata, "Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu." (Efesus 4:31-32).

4. Kemurahan hati berarti berbuat baik kepada orang yang menyakiti Anda.

Kemurahan hati berarti memberikan kepada orang apa yang mereka butuhkan, bukan apa yang pantas mereka terima. Mengapa Anda harus melakukan itu? Karena itulah yang Allah lakukan kepada Anda: "Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, ....Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." (Lukas 6:35-36).

5. Kemurahan hati berarti bersikap baik kepada orang yang menyinggung Anda.

Anda perlu lebih tertarik untuk memenangkan orang bagi Kristus daripada memenangkan sebuah perdebatan. Ayat dalam Alkitab mengatakannya seperti ini: "Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa" (Yudas 1:23).

6. Kemurahan hati berarti membangun jembatan kasih kepada orang-orang yang tidak populer.

Inilah yang saya sebut kemurahan hati yang disengaja, karena Anda dengan sengaja membangun persahabatan dengan orang-orang yang tidak memiliki teman atau tidak diterima di tempat kerja maupun di masyarakat. Ketika orang-orang Farisi mempertanyakan mengapa Yesus makan bersama para pemungut pajak dan orang-orang lain yang tidak populer, Yesus berkata, "Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa" (Matius 9:13).

Renungkan :

- Di bagian masyarakat mana Anda melihat orang-orang lebih tertarik untuk memenangkan perdebatan daripada memenangkan orang bagi Kristus? Apakah ada saat dalam hidup Anda sendiri ketika Anda melakukan hal tersebut?

- Jika kemurahan hati berarti mengutamakan hubungan daripada aturan, apa yang perlu Anda ubah dalam cara Anda berinteraksi dengan rekan kerja atau tetangga? Bagaimana dengan anggota keluarga Anda?

- Minggu ini, bagaimana Anda dapat dengan sengaja menunjukkan kemurahan hati kepada orang-orang di sekitar Anda yang sedang terluka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 99-101; 1 Korintus 1:18-31
___________
Berkemurahanlah sebagaimana Anda telah menerima banyak kemurahan hati dari Tuhan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
6 Ways to Be Merciful
By Rick Warren

“The wisdom from above is first of all pure. It is also peace loving, gentle at all times, and willing to yield to others. It is full of mercy.” James 3:17 (NLT)
-----------------
Mercy is like a diamond; it is multifaceted. The Bible reveals seven facets of mercy, and if you will learn how to be an agent of mercy, it will transform your relationships.

1. Mercy means being patient with people’s quirks.

The Bible says in James 3:17, “The wisdom from above is first of all pure. It is also peace loving, gentle at all times, and willing to yield to others. It is full of mercy” (NLT). The wiser you become, the more patient and merciful you become.

2. Mercy means helping anyone around you who is hurting.

You cannot love your neighbor as yourself without being merciful. Proverbs 3:27 says, “Whenever you possibly can, do good to those who need it” (GNT).

3. Mercy means giving people a second chance.

When somebody hurts you, it’s natural to want to get even or write that person off. But the Bible says, “Stop being bitter and angry and mad at others . . . Instead, be kind and merciful, and forgive others, just as God forgave you because of Christ” (Ephesians 4:31-32 CEV).

4. Mercy means doing good to those who hurt you.

Mercy is giving people what they need, not what they deserve. Why should you do that? Because that’s what God does with you: “Love your enemies, do good to them, and lend to them without expecting to get anything back . . . Be merciful, just as your Father is merciful” (Luke 6:35-36 NIV).

5. Mercy means being kind to those who offend you.

You need to be more interested in winning people to Christ than in winning an argument. The Living Bible paraphrase says it like this: “As for others, help them to find the Lord by being kind to them. . . . Hate every trace of their sin while being merciful to them as sinners” (Jude 1:23).

6. Mercy means building bridges of love to the unpopular.

This is what I call premeditated mercy, because you intentionally build friendships with people who don’t have friends or aren’t accepted at work or in society. When the Pharisees questioned why Jesus ate with tax collectors and other unpopular people, Jesus said, “‘I want you to show mercy, not offer sacrifices.’ For I have come to call not those who think they are righteous, but those who know they are sinners” (Matthew 9:13 NLT).


Senin, 17 Agustus 2026

Dilindungi dari Depan dan Belakang

18 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 145:20 "TUHAN menjaga semua orang yang mengasihi-Nya."
--------------
Ketika Anda menaruh kepercayaan kepada Yesus, Anda tidak perlu takut akan masa depan. Kebaikan dan kemurahan-Nya menyertai Anda setiap hari.

Sesungguhnya, Alkitab berkata, "Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku" (Mazmur 23:6).

Anda memiliki Gembala yang Baik dan Dia berada di depan Anda dengan gada dan tongkat-Nya. Di belakang Anda ada beberapa anjing gembala. Dalam hidup Anda, anjing-anjing gembala itu adalah kebaikan dan kemurahan, yang menjaga kawanan domba dan menggigit tumit Anda untuk menjaga Anda agar tidak menyimpang ke dalam jurang. Kedua anjing gembala itu membantu menjaga Anda tetap berada di jalan yang benar saat Anda mengikuti Gembala yang Baik.

Kebaikan Allah menjaga Anda. Tahukah Anda bahwa tidak pernah ada satu detik pun dalam hidup Anda ketika Allah tidak memperhatikan Anda? Allah selalu memperhatikan Anda, karena Dia menciptakan Anda untuk mengasihi Anda. Dia mengetahui setiap detail kehidupan Anda.

Mazmur 145:20 berkata, "TUHAN menjaga semua orang yang mengasihi-Nya."

Dia tidak hanya memperhatikan Anda, tetapi Dia juga melindungi Anda. Alkitab berkata, "sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu" (Mazmur 91:11).

Perlindungan Allah tidak berarti bahwa hanya hal-hal baik yang akan terjadi kepada Anda. Penderitaan dan kekecewaan tetap akan datang dalam hidup Anda. Tetapi Allah akan memastikan bahwa kebaikan akan keluar dari segala sesuatu yang terjadi kepada Anda—entah Anda mampu melihat dalam kehidupan ini bagaimana Dia telah bekerja atau tidak.

Kemurahan dan kasih karunia Allah bekerja dalam diri Anda. Firman dalam Alkitab mengatakan, "sebab dalam murka-Ku Aku telah menghajar engkau, namun Aku telah berkenan untuk mengasihani engkau." (Yesaya 60:10).

Kasih karunia adalah ketika Allah memberikan kepada Anda sesuatu yang tidak layak Anda terima. Kemurahan adalah ketika Allah tidak memberikan kepada Anda apa yang sebenarnya layak Anda terima. Untuk semua cara Anda telah berdosa, gagal dan melakukan kesalahan, Anda layak menerima hukuman, tetapi Allah mengampuni dan menghapus kesalahan Anda melalui Kristus. Itulah kemurahan.

Memang merupakan sifat Allah untuk berbelas kasihan. Dia senang menunjukkan kemurahan-Nya! Dia tidak bosan melakukannya. Dia tidak lelah melakukannya. Dia tidak merasa frustrasi karena Anda terus datang kembali untuk meminta lebih banyak. Allah tidak berkata, "Baiklah, pada hari Senin, Rabu dan Jumat, Aku akan memberikan kebaikan dan pada hari Selasa dan Kamis, Aku akan memberikan kemurahan, lalu pada hari Sabtu dan Minggu, kamu harus mengurus dirimu sendiri." Itu sama sekali tidak benar!

Kebenarannya adalah, Allah menyertai Anda setiap saat, setiap hari, selalu menawarkan kebaikan dan kemurahan-Nya.

Renungkan :

- Bacalah Mazmur 103:2-13. Pikirkan tentang semua cara Allah menunjukkan kemurahan-Nya.

- Bagaimana pandangan yang benar tentang kemurahan Allah memengaruhi rasa cukup Anda dalam hidup?

- Jika Anda benar-benar percaya bahwa Allah selalu bekerja untuk kebaikan Anda, apa yang akan Anda berani lakukan bagi-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 96-98; 1 Korintus 1:1-17
____________
Tidak seorang pun tahu apa yang akan terjadi minggu depan, apalagi tahun depan atau dalam 10 tahun ke depan. Tetapi ketika Anda menghadapi masa depan, Anda dapat mengetahui hal ini: Allah akan memenuhi hidup Anda sampai berkelimpahan dan kebaikan serta kemurahan-Nya akan menyertai Anda. Tidak ada alasan untuk takut.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Protected in Front and Behind
By Rick Warren

“The Lord watches over all who love him.” Psalm 145:20 (NIV)
-------------
When you put your trust in Jesus, you never need to fear the future. His goodness and mercy are with you every day.

In fact, the Bible says, “Surely goodness and mercy shall follow me all the days of my life” (Psalm 23:6 ESV).

You have a Good Shepherd, and he is out in front of you with his rod and staff. Behind you are a couple of sheepdogs. In your life, those sheepdogs are goodness and mercy, guarding the flock and nipping at your heels to keep you from wandering off into a ravine. Those two sheepdogs help keep you on track as you follow the Good Shepherd

God’s goodness is watching over you. Did you know that a second has never passed in your life when God was not watching you? God is always paying attention to you, because he created you to love you. He knows every detail of your life.

Psalm 145:20 says, “The Lord watches over all who love him” (NIV).

Not only does he watch over you, but he also protects you. The Bible says, “God will command his angels to protect you wherever you go” (Psalm 91:11 CEV).

God’s protection doesn’t mean that only good things will happen to you. Suffering and disappointment will still come your way. But God will ensure that good will come out of everything that happens to you—whether or not you’re able to see in this lifetime how he has been working.

God’s mercy and grace is working in you. The Living Bible paraphrase says, “I will have mercy on you through my grace” (Isaiah 60:10).

Grace is when God gives you what you don’t deserve. Mercy is when God doesn’t give you what you do deserve. For all the ways you’ve sinned, failed, and made mistakes, you deserve punishment, yet God pardons and forgives you through Christ. That’s mercy.

It is God’s nature to be merciful. He loves to show his mercy! He doesn’t get bored with it. He doesn’t get tired of it. He doesn’t get frustrated that you keep coming back for more. God doesn’t say, “Okay, on Monday, Wednesday, Friday, I’ll give goodness, and on Tuesday and Thursday, I’ll give mercy, and on Saturday and Sunday, you’re on your own.” That’s simply not true!

The truth is, God is with you every moment of every day, always offering his goodness and mercy.

Nobody knows what’s going to happen next week, much less next year or in the next 10 years. But when you face the future, you can know this: God will fill your life to overflowing, and his goodness and mercy will be with you. There is no need to fear.


Minggu, 16 Agustus 2026

Tidak Ada Orang Lain yang Bisa Menjadi Dirimu

17 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Amsal 14:30 "Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang"
-----------------
Untuk menjalani kehidupan yang berkelimpahan dan dipenuhi kebaikan Allah, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mulai bersyukur dan berhenti mengeluh. Hal kedua yang perlu Anda lakukan adalah mulai merasa cukup dan berhenti membandingkan diri.

Allah menciptakan Anda untuk menjadi diri Anda sendiri. Dia tidak ingin Anda menjadi orang lain! Ketika Anda membandingkan diri dengan orang lain, Anda menjadi iri dan kesal, bahkan mungkin mulai meniru mereka.

Namun Allah tidak pernah membuat manusia yang sama persis. Allah hanya menciptakan pribadi-pribadi yang unik. Bahkan anak kembar identik pun berbeda dalam ribuan hal. Jika Anda tidak menjadi diri Anda sendiri, lalu siapa yang akan menjadi diri Anda?

Kenyataannya, membandingkan diri hanya akan membawa masalah. Ketika Anda membandingkan penampilan, nilai, pasangan, karier, atau anak-anak Anda dengan orang lain, hal itu menimbulkan dua masalah.

Pertama, Anda dipenuhi rasa kecewa, karena Anda selalu dapat menemukan seseorang yang melakukan sesuatu lebih baik daripada Anda—seseorang yang lebih menarik, menghasilkan lebih banyak uang, atau memiliki lebih banyak bakat. Kedua, Anda dipenuhi kesombongan. Mengapa? Karena Anda selalu dapat menemukan seseorang yang tidak melakukan sesuatu sebaik Anda.

Alkitab berkata, "Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin." (Pengkhotbah 4:6).

Karena media sosial, sekarang jauh lebih mudah untuk membandingkan diri dengan orang lain. Ketika setiap hari Anda melihat unggahan yang seolah-olah berkata, “Lihat saya! Lihat apa yang bisa saya lakukan! Lihat apa yang saya punya!”, hal itu dapat membuat Anda terjebak dalam rasa iri dan tidak puas. Bahkan hal itu dapat membuat Anda mencoba mengesankan orang lain melalui unggahan Anda sendiri. Tetapi kenyataannya, Anda tidak perlu mengesankan siapa pun. Salah satu kunci untuk menjalani hidup yang penuh sukacita adalah menjadi diri sendiri dan merasa puas dengan diri Anda sebagaimana Allah telah menciptakan Anda.

Apakah Anda lelah merasa kewalahan? Apakah Anda ingin menjadi sehat secara rohani dan emosional? Alkitab berkata, "Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang" (Amsal 14:30).

Berhentilah membandingkan diri Anda dengan orang lain, dan mulailah merasa cukup dengan apa yang Allah telah berikan kepada Anda—lalu lihatlah sukacita Anda melimpah!

Renungkan :

- Apa yang Anda nikmati dari hidup Anda saat ini?

- Ketika Anda melihat seolah-olah Allah memberkati orang lain dengan cara yang tidak Anda alami, bagaimana perasaan Anda? Pada saat-saat seperti itu, apa yang dapat Anda ingatkan kepada diri sendiri tentang kebaikan Allah?

- Jika Anda tahu bahwa sesuatu seperti media sosial akan membuat Anda merasa tidak puas, apa yang akan Anda lakukan untuk mengurangi pengaruhnya terhadap diri Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 93-95; Roma 16
______________
Rasa cukup muncul ketika Anda menikmati apa yang Anda miliki, bukan menunggu sesuatu yang lain untuk membuat Anda bahagia.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
No One Else Can Be You
By Rick Warren

“It's healthy to be content, but envy can eat you up.” Proverbs 14:30 (CEV)
-----------------
To live an abundant life that overflows with God’s goodness, the first thing you need to do is start being grateful and stop complaining. The second thing you need to do is start being content and stop comparing.

God made you to be you. He doesn't want you to be anybody else! When you compare yourself to other people, you get envious and resentful, and you might even start to copy them.

But God has never made a clone. God only makes originals. Even identical twins are different in thousands of ways. If you won’t be you, then who will be?

The truth is that comparing only gets you into trouble. When you compare your looks, your grades, your spouse, your career, or your kids, it causes two problems.

One, you get full of discouragement, because you can always find someone who's doing a better job than you—someone who is better looking, makes more money, or has more talent. And two, you get full of pride. Why? Because you can always find someone who’s not doing as good a job as you.

The Bible says, “It is better to be content with what little you have. Otherwise, you will always be struggling for more, and that is like chasing the wind” (Ecclesiastes 4:6 NCV).

Because of social media, it's easier than ever to compare yourself to others. When you see posts every day that shout, “Look at me! Look what I can do! Look what I’ve got!” it can draw you into a state of envy and discontentment. It can even cause you to try to impress others with your own posts. But the thing is, you don’t have to impress anyone. A key to living a life overflowing with joy is to just be yourself, content with who God made you to be.

Are you tired of feeling overwhelmed? Do you want to be spiritually and emotionally healthy? The Bible says, "It's healthy to be content, but envy can eat you up” (Proverbs 14:30 CEV).

Contentment comes when you enjoy what you have rather than waiting for something else to make you happy. Stop comparing yourself to other people, and start being content with what God has given you—and then watch your joy overflow!