Selasa, 16 Juni 2026

Pemimpin yang Efektif Bersikap Lembut

17 Juni 2026

Bacaan Hari ini:
Amsal 11:16 "Perempuan yang baik hati beroleh hormat; sedangkan seorang penindas beroleh kekayaan."
---------------------
Kelemahlembutan adalah salah satu syarat penting untuk menjadi pemimpin yang efektif. Di mana pun Anda ingin memimpin—di gereja, pemerintahan, bisnis, keluarga, sekolah atau masyarakat—Anda perlu belajar bersikap lemah lembut terlebih dahulu.

Amsal 11:16 mengatakan, "Perempuan yang baik hati beroleh hormat; sedangkan seorang penindas beroleh kekayaan." Prinsip ini berlaku bukan hanya bagi perempuan, tetapi juga bagi laki-laki. Kelemahlembutan menghasilkan rasa hormat, dan tidak ada seorang pun yang dapat memimpin dengan baik tanpa terlebih dahulu dihormati.

Yesus: Teladan Kelemahlembutan
Yesus berkata bahwa Dia "lemah lembut dan rendah hati" (Matius 11:29).
Padahal Yesus sangat kuat. Ia mampu membuat para pemimpin agama yang sombong terdiam. Ia juga pernah membalikkan meja-meja para pedagang di Bait Allah. Namun, Ia tidak pernah kehilangan kendali diri. Kekuatan-Nya selalu berada di bawah kendali Bapa. Itulah kelemahlembutan sejati.

Musa: Pemimpin Besar yang Belajar Menjadi Lembut
Selain Yesus, salah satu tokoh Alkitab yang secara khusus disebut sangat lemah lembut adalah Moses.
Kita mengenal Musa sebagai pemimpin yang berani menghadapi Firaun, penguasa paling kuat pada zamannya. Namun Alkitab berkata: "Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi." Bilangan 12:3

Menariknya, kelemahlembutan tidak datang secara alami bagi Musa. Ia memiliki masalah besar dengan kemarahan.

- Ia pernah membunuh seorang Mesir karena marah.

- Ia pernah menghancurkan loh batu berisi Sepuluh Perintah Allah karena kecewa kepada bangsa Israel.

- Bahkan kemarahannya membuatnya tidak masuk ke Tanah Perjanjian.

Lalu bagaimana seseorang yang bergumul dengan amarah bisa disebut sangat lemah lembut?
Karena Musa memiliki hati yang mau diajar. Ketika ditegur atau dikoreksi, ia belajar dan bertumbuh. Ia tidak membiarkan kesombongan menguasainya.

Roh yang Mau Diajar
Kelemahlembutan bukan berarti lemah. Kelemahlembutan berarti memiliki hati yang terbuka untuk belajar, dikoreksi dan dibentuk oleh Tuhan.
Mungkin pergumulan Anda bukan kemarahan seperti Musa.

Mungkin pergumulan Anda adalah :

- Tidak sabar.

- Mudah tersinggung.

- Terlalu pasif.

- Malas.

- Sulit menerima masukan.

Apa pun pergumulan Anda, mintalah Tuhan membentuk roh yang lemah lembut dan mau diajar.

Semakin Anda memiliki sikap seperti itu, semakin Anda akan dihormati oleh orang-orang di sekitar Anda. Dan rasa hormat itulah yang membuat kepemimpinan Anda menjadi lebih efektif.

Renungkan :

- Siapa pemimpin yang paling Anda hormati? Apa bentuk kelemahlembutan yang Anda lihat dalam hidupnya?

- Apakah menurut Anda kelemahlembutan adalah kualitas yang mengagumkan? Mengapa?

- Dalam area apa Tuhan sedang mengajar Anda untuk memiliki hati yang lebih mudah dibentuk dan diajar?

Bacaan Alkitab Setahun :
Nehemia 4-6; Kisah Para Rasul 2:22-47
___________
Kelemahlembutan menghasilkan rasa hormat, dan tidak ada seorang pun yang dapat memimpin dengan baik tanpa terlebih dahulu dihormati.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Effective Leaders Are Gentle - Daily Hope with Rick Warren - June 17, 2026

“A woman of gentle grace gets respect.” Proverbs 11:16 (MSG)
------------------
Gentleness is a prerequisite to leadership. No matter where you want to be a leader—in church, government, business, home, school, or your community—you first have to be gentle.

The Message paraphrase says, “A woman of gentle grace gets respect” (Proverbs 11:16)—and that’s true for men too. Gentleness leads to respect, and no one can truly lead without being respected. 

Jesus was “gentle and humble in heart” (Matthew 11:29 NIV). He was strong in every way. He could make arrogant leaders speechless and overturn tables in the temple. But he never lost his temper. He kept his strength under control. He was gentle.

Other than Jesus, Moses is one of the few people in the Bible described as deeply humble—the kind of humility that shows up as gentleness

You probably think of Moses as a strong leader. He took on Pharaoh, the most powerful man in the world at the time, and demanded that Pharaoh let God’s people go. Moses had nothing but God on his side—and that was enough for him. But before Moses was a leader, Moses was gentle.

Here’s what the Bible says about Moses: “Now the man Moses was very humble (gentle, kind, devoid of self-righteousness), more than any man who was on the face of the earth” (Numbers 12:3 AMP).

But it’s likely that gentleness didn’t come naturally for Moses. His persistent sin was uncontrolled anger; he had a violent temper, and he had trouble managing it.

One time Moses got so angry that he killed an Egyptian. Another time, when Moses came down from the mountain after receiving the Ten Commandments, he found the Hebrew people worshiping an idol. He was so angry that he threw down the Ten Commandments and broke them. And anger kept Moses from entering the Promised Land.

So how could the guy who had a lifelong problem with anger be the only one in the Bible besides Jesus who is called gentle? Because Moses was teachable. When people spoke to him about areas of his life that needed changing, it didn’t make him angry. Instead, he learned from them.

He was gentle. And that gentleness earned him respect. And that respect made him a leader.

Maybe you struggle with anger like Moses. Or maybe you’re too submissive, or impatient, or lazy. Whatever you struggle with, choose to have a gentle, teachable spirit. You’ll find that your gentleness earns you the respect of the people around you.


Senin, 15 Juni 2026

Kelemahlembutan Membuat Anda Menarik

16 Juni 2026

Bacaan Hari ini:
1 Timotius 6:11 "Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan."
---------------------
Ketika mendengar kata menarik, banyak orang langsung berpikir tentang penampilan fisik. Namun daya tarik yang sejati jauh lebih dalam daripada sekadar penampilan luar.
Orang yang benar-benar menarik biasanya disukai bukan hanya karena wajah atau penampilannya, tetapi karena karakter dan sikap hatinya.
Alkitab mengajarkan bahwa salah satu sifat yang membuat seseorang menarik adalah kelemahlembutan.

Kelemahlembutan adalah Kekuatan yang Terkendali
Kelemahlembutan bukanlah kelemahan.
Kelemahlembutan adalah kekuatan yang berada di bawah kendali.

Orang yang lemah lembut:

- Tidak mudah meledak emosinya.

- Tidak menggunakan kekuatannya untuk menindas.

- Tidak memanfaatkan posisinya untuk merendahkan orang lain.

- Memilih kasih daripada kekerasan.

- Memilih kesabaran daripada kemarahan.

Itulah sebabnya kelemahlembutan sangat menarik. Orang merasa aman berada di dekat pribadi yang lemah lembut.

Teladan Rut dan Boas
Dalam Alkitab, kisah Rut dan Boas menunjukkan bagaimana kelemahlembutan dapat mengubah kehidupan.
Rut adalah seorang janda miskin yang tetap setia merawat mertuanya, Naomi. Kesetiaannya menunjukkan kekuatan karakter yang luar biasa.
Boas adalah seorang pemilik ladang yang kaya dan berpengaruh. Ia memiliki kuasa untuk mengusir Rut dari ladangnya, tetapi ia memilih untuk menunjukkan belas kasih dan kelemahlembutan.
Boas berbicara dengan hormat, memperhatikan kebutuhan Rut dan memperlakukannya dengan penuh kebaikan.
Rut berkata:"Memang aku mendapat belas kasihan dari padamu, ya tuanku, sebab tuan telah menghiburkan aku dan telah menenangkan hati hambamu ini" Rut 2:13

Hubungan mereka dibangun bukan atas dasar kekuasaan atau kepentingan pribadi, tetapi melalui karakter yang mencerminkan hati Tuhan.
Dari keturunan mereka lahirlah Raja Daud, dan melalui garis keturunan itu akhirnya lahir Tuhan Yesus.

Kelemahlembutan Menarik Orang kepada Anda
Pikirkan orang-orang yang paling Anda hormati. Kemungkinan besar mereka memiliki sifat-sifat seperti:

- Rendah hati.

- Sabar.

- Tidak mudah marah.

- Mau mendengarkan.

- Menghormati orang lain.

Sifat-sifat itu adalah buah dari kelemahlembutan.
Sebaliknya, orang yang kasar, mudah tersinggung dan suka memaksakan kehendak mungkin dapat membuat orang takut, tetapi jarang membuat orang sungguh-sungguh menghormati atau menyukai mereka.

Apa Artinya "Mengejar" Kelemahlembutan?
Kelemahlembutan tidak muncul begitu saja. Alkitab berkata untuk mengejarnya.
Artinya:

- Memilih untuk tenang saat emosi memuncak.

- Memilih untuk mendengar sebelum berbicara.

- Memilih untuk mengampuni daripada membalas.

- Memilih untuk menggunakan kekuatan demi menolong, bukan menguasai.

Renungkan

- Apakah Anda biasanya menghubungkan kelemahlembutan dengan kekuatan atau kelemahan? Mengapa?

- Siapa orang paling lemah lembut yang Anda kenal? Apa yang membuat mereka begitu menarik?

- Dalam situasi apa minggu ini Anda dapat mempraktikkan kelemahlembutan dengan sengaja?

Bacaan Alkitab Setahun :
Nehemia 1-3; Kisah Para Rasul 2:1-21
______________
Semakin Anda menyerahkan hati dan emosi kepada Tuhan, semakin karakter Kristus akan terlihat dalam hidup Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========*Gentleness Makes You Attractive - Daily Hope with Rick Warren - June 16, 2026

“Pursue what God approves of: a godly life, faith, love, endurance, and gentleness.” 1 Timothy 6:11 (GW)
--------------------
Do you want to be attractive? You might say you don’t care about being good-looking—but attractiveness goes much deeper than the skin. An attractive person often appeals to others more for who they are on the inside than how they look on the outside.

The Bible says that, if you want to be more attractive, you need to learn to be gentle: “Pursue what God approves of: a godly life, faith, love, endurance, and gentleness” (1 Timothy 6:11 GW).

Gentleness is strength under control. It’s one of the marks of someone who follows Jesus. And gentleness makes you more attractive to the people around you.

The Bible tells the story of Ruth and Boaz, two gentle people who were attracted to each other and ended up changing the world together.

Boaz was a successful young farmer. One day he saw strangers out in his field taking what was left after his workers had harvested. This wasn’t unusual; it was common for the poor to find food that way.

But he noticed in particular a young woman named Ruth. She was poor because her husband had died, leaving her with very little. Her mother-in-law also was a widow, and Ruth had decided to stay with Naomi to care for her. Why did Ruth do that? Because she was gentle; she had strength under control.

When Boaz saw Ruth in his field, he could have demanded she leave. Instead, he allowed her to continue picking from his field and even commended her for caring for her mother-in-law.

Ruth responded by saying, “You are very kind to me, sir. You have made me feel better by speaking gently to me” (Ruth 2:13-14 GNT).

Eventually, Boaz invited Ruth to share a meal with him. She ate until she was satisfied, and then he gave her more food to take home. He was kind; he was gentle. He was a powerful man and chose to keep that strength under control and use it to care for other people.

Boaz and Ruth married, and their great-grandson was King David. And it was through King David’s line that Jesus eventually was born.

Are you attractive to other people? Do you have a gentleness that makes other people want to be around you, like Ruth and Boaz?

If not, you can change that today by intentionally pursuing the things God approves of—starting with gentleness!


Minggu, 14 Juni 2026

Jadilah Menyenangkan Sebelum Berusaha Meyakinkan

15 Juni 2026

Bacaan Hari ini:
Amsal 25:15 "Dengan kesabaran seorang penguasa dapat diyakinkan dan lidah lembut mematahkan tulang."
--------------------
Kelemahlembutan memiliki kekuatan untuk memengaruhi orang lain.
Banyak orang berpikir bahwa cara terbaik untuk meyakinkan seseorang adalah dengan berbicara lebih keras, berdebat lebih kuat atau memaksa pendapat mereka. Namun Alkitab mengajarkan prinsip yang berbeda: "Dengan kesabaran seorang penguasa dapat diyakinkan dan lidah lembut mematahkan tulang." Amsal 25:15

Ketika seseorang merasa diserang, biasanya mereka akan memasang pertahanan. Tetapi ketika mereka diperlakukan dengan hormat, kesabaran dan kelemahlembutan, hati mereka lebih mudah terbuka.

Kelemahlembutan Lebih Kuat daripada Paksaan
Apakah Anda sedang mencoba:

- Menasihati anggota keluarga?

- Membimbing anak?

- Menyelesaikan konflik dengan pasangan?

- Meyakinkan rekan kerja?

- Membagikan iman kepada seseorang?

Dorongan yang keras sering kali menghasilkan perlawanan. Sebaliknya, perkataan yang lembut dapat menembus tembok yang tampaknya tidak bisa ditembus.
Alkitab bahkan mengatakan: "Dengan kesabaran seorang penguasa dapat diyakinkan dan lidah lembut mematahkan tulang." Amsal 25:15

Anda Tidak Akan Pernah Persuasif Jika Bersikap Kasar
Salah satu prinsip penting dalam hubungan adalah:
Anda tidak akan pernah menjadi persuasif jika Anda bersikap abrasif (kasar atau menyakitkan).
Banyak orang sebenarnya memiliki pesan yang benar, tetapi menyampaikannya dengan cara yang salah.
Kebenaran yang disampaikan tanpa kasih sering kali ditolak.
Namun kebenaran yang disampaikan dengan kelemahlembutan dan kasih dapat mengubahnya  hidup seseorang.

Kelemahlembutan Adalah Tanda Kedewasaan
Alkitab berkata: "Orang yang bijak hati disebut berpengertian, dan berbicara manis lebih dapat meyakinkan." Amsal 16:21
Perhatikan hubungan antara kata "menyenangkan" dan "meyakinkan".
Jika Anda ingin memengaruhi orang lain secara positif:

- Jadilah ramah.

- Jadilah sabar.

- Jadilah penuh hormat.

- Dengarkan sebelum berbicara.

- Pilih kata-kata yang membangun.

Orang yang dewasa secara rohani tidak merasa perlu memenangkan setiap perdebatan. Mereka lebih fokus memenangkan hati daripada memenangkan argumen.

Teladan Yesus
Yesus adalah contoh sempurna dari kelemahlembutan.
Dia mengajarkan kebenaran dengan tegas, tetapi penuh kasih. Dia tidak mengintimidasi orang untuk mengikuti-Nya. Sebaliknya, Dia menarik orang melalui kasih, belas kasihan dan kebenaran.
Karena itu, ketika kita belajar berbicara dengan lembut dan penuh kasih, kita sedang mencerminkan karakter Kristus.

Renungkan

- Pernahkah Anda mencoba meyakinkan seseorang dengan nada keras atau kasar? Apa hasilnya?

- Siapa dalam hidup Anda yang berhasil memengaruhi Anda melalui kelemahlembutan?

- Dalam hubungan apa Anda perlu lebih banyak menunjukkan kesabaran dan kelemahlembutan minggu ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ezra 9-10; Kisah Para Rasul 1
___________
Ketika seseorang merasa diserang, biasanya mereka akan memasang pertahanan. Tetapi ketika mereka diperlakukan dengan hormat, kesabaran dan kelemahlembutan, hati mereka lebih mudah terbuka.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Be Pleasant Before You’re Persuasive - Daily Hope with Rick Warren - June 15, 2026

“Gentle speech breaks down rigid defenses.” Proverbs 25:15 (MSG)
--------------------
Gentleness is persuasive.

If you have a successful career in sales, you may know that truth already! There was a time when the hard sell—the loudest advertisement or the strongest sales pitch—might have closed a deal. But today, gentleness works. Most people today buy something because someone they trust recommended it. A trusted friend or salesperson’s gentle recommendation is far more persuasive than a loud sales pitch.

And that’s not just true in sales; it’s true in just about every area of life.

The Bible says this over and over again. The Message paraphrase of Proverbs 25:15 says, “Gentle speech breaks down rigid defenses.” Are you trying to convince a family member or coworker to do something that they’re feeling defensive about? Gentle words, not pushy tactics, will get through their defenses.

In my own ministry, I want to persuade everyone who hears me to live for Jesus, but I have to do that in a gentle way. If I stood in front of people yelling at them, they’d eventually stop listening. But gentleness is persuasive.

A different translation of Proverbs 25:15 says it this way: “A gentle word can get through to the hard-headed” (NCV). What does this mean for you? If you’re a parent or teacher, screaming at a child never works. Anger and frustration only create fear, resentment, and defensiveness. What does work? Gently disciplining in love.

Here’s yet another translation of the same verse: “Patience and gentle talk can convince a ruler and overcome any problem” (Proverbs 25:15 CEV). Many of us don’t live in cultures with a “ruler,” but we all have some kind of boss, supervisor, or authority in our lives. This translation reminds us that, with gentleness, we can persuade even those in authority over us.

The Bible says in Proverbs 16:21, “A wise, mature person is known for his understanding. The more pleasant his words, the more persuasive he is” (GNT).

In that verse, there’s a connection between the words “pleasant” and “persuasive.” If you want to be persuasive, you must first be pleasant.

Being pleasant is a mark of maturity. Fools are rude and unpleasant. The wiser and more mature you are, the more pleasant and positive your speech becomes.

Remember this: You’re never persuasive when you’re abrasive. Gentleness is persuasive.


Sabtu, 13 Juni 2026

Kelemahlembutan Meredakan Konflik

14 Juni 2026

Bacaan Hari ini:
Amsal 15:1 "Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah."
-------------------
Pernahkah Anda memperhatikan bahwa manusia cenderung meniru emosi orang lain?
Ketika seseorang marah kepada kita, kita sering kali ikut marah. Ketika seseorang meninggikan suara, kita cenderung membalas dengan suara yang lebih tinggi. Akibatnya, emosi semakin memanas dan konflik semakin membesar.
Namun Firman Tuhan mengajarkan cara yang berbeda: "Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah" Amsal 15:1

Ketika Orang Lain Meninggikan Suara, Rendahkan Suara Anda
Prinsip sederhana ini dapat menyelamatkan banyak hubungan:

- Dalam pernikahan

- Dalam keluarga

- Dalam persahabatan

- Di tempat kerja

Saat orang lain meninggikan suara, jangan ikut meninggikan suara.
Sebaliknya, berbicaralah dengan tenang dan lembut.
Tindakan itu bukan tanda kelemahan. Justru itu adalah tanda kekuatan yang terkendali.

Apa Itu Kelemahlembutan?
Dalam Perjanjian Baru, kata Yunani untuk "kelemahlembutan" adalah prautes.
Kata ini sering diterjemahkan sebagai "lemah lembut" atau "meek". Namun kelemahlembutan bukan berarti pasif, takut atau tidak berani.
Salah satu gambaran yang digunakan untuk kata prautes adalah seekor kuda liar yang telah dijinakkan.
Bayangkan seekor kuda liar yang sangat kuat. Setelah dijinakkan, kekuatannya tidak berkurang sedikit pun. Ia tetap kuat, tetapi kekuatan itu sekarang berada di bawah kendali.
Begitu juga dengan orang yang lemah lembut.
Mereka tetap memiliki kekuatan, keberanian dan kemampuan untuk bertindak. Namun semua itu berada di bawah kendali Tuhan.

Kelemahlembutan Meredakan Konflik
Orang yang lemah lembut:

- Tidak mudah terpancing emosi.

- Tidak bereaksi berlebihan.

- Tidak membalas kemarahan dengan kemarahan.

- Memilih respons yang membangun daripada merusak.

Kelemahlembutan memiliki kekuatan untuk menenangkan situasi yang tegang dan membuka jalan menuju perdamaian.

Sering kali, respons yang lembut membuat orang lain berhenti sejenak dan menyadari bahwa mereka tidak sedang berhadapan dengan musuh.

Kekuatan di Bawah Kendali Tuhan
Menjadi lemah lembut bukan berarti menjadi lemah.
Sebaliknya, itu berarti menyerahkan kekuatan, emosi dan reaksi kita kepada Tuhan agar dipakai sesuai kehendak-Nya.

Renungkan :

- Bagaimana biasanya respons Anda ketika seseorang berbicara dengan nada tinggi atau marah kepada Anda?

- Dalam hubungan apa Anda paling perlu mempraktikkan kelemahlembutan saat ini?

- Apa yang akan berubah jika minggu ini Anda memilih merespons dengan tenang daripada bereaksi dengan emosi?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ezra 6-8; Yohanes 21
____________
Ketika kita belajar hidup dalam kelemahlembutan, kita menjadi semakin serupa dengan Kristus, yang tetap tenang, penuh kasih dan terkendali bahkan saat menghadapi penolakan, hinaan dan penderitaan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Gentleness Calms Conflict - Daily Hope with Rick Warren - June 14, 2026

“A gentle answer turns away wrath, but a harsh word stirs up anger.” Proverbs 15:1 (NIV)
-------------------
Have you noticed that human beings tend to mimic other people’s emotions, especially if we’re sitting or standing right across from them? We do that because of mirror neurons in our brains that allow us to sympathize and to mirror what other people feel.

For instance, if somebody gets angry with you, you get angry back. If somebody is really miserable and you hang around that person long enough, you get miserable too.

In the same way, when someone raises their voice against you, you usually raise your voice back. Then they raise theirvoice higher. Then you raise your voice higher. Then pretty soon things have escalated, and your emotions are out of control.

But the Bible offers a different way to respond: “A gentle answer turns away wrath, but a harsh word stirs up anger”(Proverbs 15:1 NIV).

Let me give you a little tip that will save you a lot of heartache and conflict in your marriage, in your parenting, in your friendships, and at work: When another person raises their voice, lower yours. When you do that, you’re demonstrating strength under control.

Another word for strength under control is gentleness. Gentleness defuses conflict. It de-escalates anger. A gentle person does not overreact and is not driven by emotions. A gentle person demonstrates strength under control.

The Greek word in the Bible for “gentleness” is the word prautes. Someone older English translations of the Bible translate prautes as “meek.” The word “meek” isn’t used much anymore because meek has become a synonym for weak. But gentleness—or prautes—is anything but weak. 

In fact, the word prautes was used to refer to a wild stallion that had been tamed. Think about that image. If you go out in the hills and find a wild stallion, it’s unbridled and even dangerous, with a strength that could kill you pretty quickly. But if you tame that stallion, it’s still just as strong, but the strength is brought under control. The strength is bottled up for the master’s use.

When you learn true gentleness as a man or woman of God, you don’t become weak. You just bring your strength under God’s control and use it for his purposes.


Jumat, 12 Juni 2026

Apa yang Tuhan Sedang Kerjakan Melalui Rasa Sakitmu?

13 Juni 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 8:28 "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia"
---------------------
Dukacita, kehilangan dan penderitaan adalah bagian yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan. Namun kabar baiknya adalah bahwa Tuhan tidak menyia-nyiakan rasa sakit yang kita alami. Dia dapat memakai masa-masa sulit untuk membentuk dan menumbuhkan kita.

Berikut tiga cara Tuhan bekerja melalui penderitaan.

1. Tuhan Memakai Rasa Sakit untuk Menarik Perhatian Kita

Penulis Kristen terkenal, C. S. Lewis, pernah berkata: "Tuhan berbisik dalam kesenangan kita, berbicara melalui hati nurani kita, tetapi berseru melalui penderitaan kita."
Saat semuanya berjalan lancar, sering kali kita merasa tidak membutuhkan Tuhan. Namun ketika kesulitan datang, kita mulai mencari-Nya dengan sungguh-sungguh.
Alkitab berkata: "Bilur-bilur yang berdarah membersihkan kejahatan, dan pukulan membersihkan lubuk hati." Amsal 20:30

Tuhan dapat memakai penderitaan untuk mengingatkan kita kembali kepada-Nya dan menolong kita melihat apa yang benar-benar penting dalam hidup.

2. Tuhan Dapat Mendatangkan Kebaikan dari Hal yang Buruk

Salah satu janji paling terkenal dalam Alkitab adalah: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia" Roma 8:28

Ayat ini tidak mengatakan bahwa semua hal yang terjadi adalah baik. Kehilangan, penyakit, penolakan, dan penderitaan tetaplah menyakitkan.
Namun Tuhan sanggup bekerja melalui semua itu untuk menghasilkan sesuatu yang baik.
Saat menghadapi kesulitan, kita memiliki pilihan:

- Menjadi lebih pahit (bitter), atau

- Menjadi lebih baik (better).

Kita dapat membiarkan penderitaan menjadi batu sandungan, atau menjadikannya batu loncatan menuju kedewasaan rohani.

3. Tuhan Sedang Mempersiapkan Kita untuk Kekekalan

"Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami" 2 Korintus 4:17-18

Segala sesuatu yang kita miliki di dunia ini bersifat sementara.
Kita tidak akan membawa:

- Rumah,

- Mobil,

- Pakaian,

- Perhiasan,

- Jabatan,

- Karier,

ke dalam kekekalan.

Tetapi kita akan membawa karakter yang telah Tuhan bentuk selama hidup kita.
Karena itu Tuhan lebih peduli pada pembentukan karakter daripada kenyamanan sesaat. Hidup di dunia ini adalah masa persiapan menuju kekekalan.

Apa yang sedang Tuhan bangun dalam diri Anda hari ini akan memiliki nilai yang jauh melampaui kehidupan sekarang.
Saat Mengalami Penderitaan, Tanyakan:

- Apakah Tuhan sedang menarik perhatian saya?

- Apakah Tuhan sedang mengubah sesuatu yang buruk menjadi kebaikan?

- Apakah Tuhan sedang membentuk karakter saya untuk kekekalan?

Renungkan

- Kesulitan apa yang pernah Tuhan pakai untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik?

- Dalam situasi sulit yang sedang Anda hadapi sekarang, pelajaran apa yang mungkin sedang Tuhan ajarkan?

- Bagaimana fokus pada kekekalan dapat membantu Anda menghadapi tantangan hari ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ezra 3-5; Yohanes 20
_____________
Mungkin Anda belum memahami alasan di balik semua yang terjadi. Namun Anda tetap dapat mempercayai Tuhan, karena Dia melihat gambaran yang jauh lebih besar daripada yang dapat kita lihat saat ini.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
What Is God Doing in Your Pain? - Daily Hope with Rick Warren - June 13, 2026

“We know that in all things God works for the good of those who love him.” Romans 8:28 (NIV)
-----------------
Grief, loss, and pain are inevitable parts of life. But did you know that God uses these things to help you grow? He does it in three ways.

First, God uses pain to get your attention. C. S. Lewis wrote, “God whispers to us in our pleasures, speaks in our conscience, but shouts in our pain.” Pain is God’s megaphone. We rarely change when we see the light. We change when we feel the heat.

Proverbs 20:30 says, “Sometimes it takes a painful experience to make us change our ways” (GNT).

Second, God brings good out of bad. One of the most famous verses in the Bible is Romans 8:28: “We know that in all things God works for the good of those who love him” (NIV).
=========
When you experience a loss, it’s an opportunity to grow in character. You can’t control the pain you go through, but you can decide whether it’s going to make you bitter or better. You decide whether it’s going to be a steppingstone or a stumbling block. Remember, even in your pain, God is working for your good.

Third, God prepares you for eternity. The Bible says in 2 Corinthians 4:17-18, “These little troubles are getting us ready for an eternal glory that will make all our troubles seem like nothing. Things that are seen don’t last forever, but things that are not seen are eternal. This is why we keep our minds on the things that cannot be seen” (CEV).

You’re not taking your car to heaven; you’re not taking your jewelry or your clothes to heaven; you’re not taking your career to heaven. But you are taking your character. You are taking you.

God is more interested in your character development than in your comfort. Why? Because when you get to heaven, you’ll have plenty of time to be comfortable. But life on earth is the get-ready stage; it’s the learning phase or the warm-up act. God uses your troubles here on earth to get you ready for an eternal glory. That’s a comfort.

When you’re in pain, you need to ask, “What is God doing?” Is he trying to get your attention? Is he trying to bring good out of bad? Is he preparing your character for heaven?

You can trust him through it al


Kamis, 11 Juni 2026

Presiden Prabowo Jelaskan Konteks Laporan Palsu & Penyiraman Air Keras A...

https://youtube.com/watch?v=zMPURfElZpw&si=RzZL15Ar5oask3Bw

MITIGASI AKSI DEMO MAHASISWA UI DI BUNDARAN HI PADA 12 JUNI 2026* 🚨

*ANALISIS: MITIGASI AKSI DEMO MAHASISWA UI DI BUNDARAN HI PADA 12 JUNI 2026* 🚨
*PT United Tractors Tbk*
_Tanggal: 11 Juni 2026_

*A. PROFIL ANCAMAN SKALA KOTA*
* *Agenda:* Demonstrasi Mahasiswa (BEM UI & Aliansi Jabodetabek)
* *Waktu:* Jumat, 12 Juni 2026 | Pukul 10:00 WIB
* *Pusat Konsentrasi:* Bundaran HI, Jakarta Pusat
* *Estimasi Massa:* ±1.500 Partisipan

*B. TUNTUTAN UTAMA*
1. Penghentian pemborosan anggaran APBN.
2. Penurunan harga bahan pokok serta bahan bakar minyak (BBM).
3. Penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan proyek Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
4. Penghapusan praktik militerisme di ruang sipil.
5. Desakan tegas agar Presiden mengakui kekeliruan dalam kebijakan pemerintah.

*C. TITIK RAWAN KEPADATAN & REKOMENDASI JALUR ALTERNATIF*
📍 *1. Jl. Jenderal Sudirman (Depan Kantor Pusat BRI)*
Koridor utama penghubung Jakarta Selatan dan Pusat.
*Skenario Pengalihan Arah Semanggi ➡️ Jakarta Pusat:*
* Semanggi - Jl. Gatot Subroto - Jl. HR Rasuna Said - Jl. Prof Dr Satrio - Casablanca - Menteng
* Semanggi - Jl. Gatot Subroto - Jl. MT Haryono - Cikini - Menteng
* Semanggi - Jl. KH Mas Mansyur - Tanah Abang - Harmoni
*Skenario Pengalihan Arah Bundaran HI ➡️ Jakarta Selatan:*
* Bundaran HI - Jl. Imam Bonjol - Jl. Diponegoro - Jl. Proklamasi - Jl. Ahmad Yani
* Bundaran HI - Jl. Kebon Sirih - Jl. Fachrudin - Jl. KH Mas Mansyur

📍 *2. Jl. Kebon Sirih (Depan Kantor Badan Gizi Nasional/BGN)*
Titik penghubung kawasan Menteng, Tanah Abang, dan Gambir.
*Skenario Pengalihan Arah Tanah Abang ➡️ Menteng:*
* Jl. Fachrudin - Jl. KH Wahid Hasyim - Jl. Sabang - Menteng
* Jl. Abdul Muis - Jl. Majapahit - Jl. Juanda - Cikini
*Skenario Pengalihan Arah Menteng ➡️ Gambir:*
* Jl. Diponegoro - Jl. Salemba Raya - Jl. Kramat Raya - Pasar Senen
* Jl. Teuku Umar - Jl. Cut Mutiah - Jl. Taman Suropati

📍 *3. Jl. Merdeka Selatan (Area Balai Kota, Monas, Gambir)*
Berpotensi berdampak pada arus lalin di sekitar Balai Kota hingga Harmoni.
*Skenario Pengalihan Arah Harmoni:*
* Harmoni - Jl. Juanda - Pasar Senen - Salemba
* Harmoni - Jl. Suryopranoto - Tomang - Slipi
*Skenario Pengalihan Arah Cikini / Menteng:*
* Cikini - Jl. Diponegoro - Salemba - Matraman
* Menteng - Jl. Teuku Umar - Jl. Cut Mutiah - Jl. Suprapto

*D. AREA JAKARTA TIMUR (Fokus Aksi: Sekitar Sekitar Kampus UNJ)*
Aksi long march dilakukan mulai pukul 13.00 WIB (Ba'da Jumat).
* Potensi Penutupan/Pengalihan Jalan: Sebagian ruas Jalan Pemuda (Rawamangun) terutama jalur perimeter luar kampus UNJ dan lapangan golf karena adanya aksi long march melawan arus.
* Rekomendasi Rute Alternatif untuk Karyawan: Hindari melewati perempatan Tugas/Jalan Pemuda pada siang hari. Pengendara dari arah Pulogadung menuju Pramuka disarankan beralih melalui Jalan I Gusti Ngurah Rai (Klender) atau masuk ke akses Tol Dalam Kota/Tol Wiyoto Wiyono jika memungkinkan.
Akses dari arah Cempaka Putih menuju Rawamangun dialihkan melalui Jl. Ahmad Yani (jalur lambat bypass) atau memutar via Rawamangun Muka.

*E. Data Kesiapan InternaL* 
* Status Gerbang/Akses: Status terkini gerbang buka (Situsional) apabila dilihat risiko membahayakan dari eksternal, maka gerbang akan di tutup dan akses akan di informasikan lebih lanjut
* Kekuatan Personel Pengamanan: Pengamanan telah disesuaikan dengan potensi risiko diantaranya koordinasi dengan Polsek/Polres setempat dan penambahan personel internal di perimeter luar.

*F. REKOMENDASI OPERASIONAL*
Seluruh karyawan dan armada operasional diimbau untuk *menghindari* ruas jalan yang disebutkan di atas pada waktu pelaksanaan aksi dan senantiasa menggunakan jalur alternatif guna mencegah keterlambatan aktivitas operasional.

Demikian laporan ini disampaikan untuk menjadi perhatian bersama.

*Security Dept - CCS Division*