Sabtu, 25 Juli 2026

Allah Memakai Dukacita untuk Menolong Anda Bertumbuh

26 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 8:28 "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."
-----------------
Dukacita, kehilangan, dan penderitaan adalah bagian yang tidak dapat dihindari dari kehidupan. Tetapi tahukah Anda bahwa Allah memakai semua itu untuk menolong Anda bertumbuh? Dia melakukannya dengan tiga cara.

Pertama, Allah memakai penderitaan untuk menarik perhatian Anda. C. S. Lewis pernah menulis, "Allah berbisik kepada kita melalui kesenangan kita, berbicara melalui hati nurani kita, tetapi berseru melalui penderitaan kita." Penderitaan adalah pengeras suara Allah. Jarang sekali Anda berubah ketika melihat terang. Anda berubah ketika merasakan panasnya.

Amsal 20:30 berkata, "Bilur-bilur yang berdarah membersihkan kejahatan, dan pukulan membersihkan lubuk hati."

Kedua, Allah mendatangkan kebaikan dari hal-hal yang buruk. Salah satu ayat Alkitab yang paling terkenal adalah Roma 8:28: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Ketika Anda mengalami kehilangan, itu adalah kesempatan untuk bertumbuh dalam karakter. Anda tidak dapat mengendalikan penderitaan yang Anda alami, tetapi Anda dapat memutuskan apakah penderitaan itu akan membuat Anda menjadi pahit atau menjadi lebih baik. Anda dapat memutuskan apakah hal itu akan menjadi batu loncatan atau batu sandungan. Anda harus mengingat bahwa, bahkan di tengah penderitaan Anda, Allah sedang bekerja demi kebaikan Anda.

Ketiga, Allah mempersiapkan Anda untuk kekekalan. Alkitab berkata dalam 2 Korintus 4:17-18: "Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."

Anda mungkin pernah mendengar saya mengatakan sebelumnya bahwa Anda tidak akan membawa mobil Anda ke surga. Anda tidak akan membawa telepon pintar ataupun pakaian Anda ke surga. Anda tidak akan membawa karier Anda ke surga. Tetapi Anda akan membawa karakter Anda. Anda akan membawa diri Anda sendiri.

Allah lebih tertarik pada pembentukan karakter Anda daripada pada kenyamanan Anda. Mengapa? Karena Anda akan memiliki waktu yang tidak terbatas untuk hidup tanpa rasa sakit dan dukacita di surga. Tetapi sekarang bukan waktunya untuk itu; sekarang adalah masa persiapan. Sekarang adalah masa pembelajaran. Sekarang adalah tahap pemanasan. Allah memakai kesukaran yang Anda alami di dunia ini untuk mempersiapkan Anda bagi kemuliaan yang kekal. Itulah penghiburan yang sejati.

Ketika Anda sedang menderita, Anda perlu bertanya, "Apa yang sedang Allah kerjakan?" Apakah Dia sedang berusaha menarik perhatian Anda? Apakah Dia sedang mendatangkan kebaikan dari hal-hal yang buruk? Apakah Dia sedang mempersiapkan karakter Anda untuk surga?

Renungkan :

- Apa artinya bahwa Allah sedang bekerja demi kebaikan Anda? Apakah itu berarti Allah hanya mengizinkan hal-hal yang baik saja terjadi kepada orang-orang percaya?

- Mengapa sering kali lebih mudah berfokus pada kenyataan hidup hari ini daripada pada janji-janji tentang surga?

- Bagaimana Anda dapat mempersiapkan diri mulai sekarang agar siap mendengar suara Allah ketika Anda sedang mengalami masa-masa penderitaan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 37-39; Kisah Para Rasul 26
__________
Apa pun yang terjadi, Anda dapat percaya bahwa Allah akan memakai penderitaan Anda untuk menolong Anda bertumbuh.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
God Uses Grief to Help You Grow
By Rick Warren

“We know that in all things God works for the good of those who love him.” Romans 8:28 (NIV)
-----------------
Grief, loss, and pain are inevitable parts of life. But did you know that God uses these things to help you grow? He does it in three ways.

First, God uses pain to get your attention. C. S. Lewis wrote, “God whispers to us in our pleasures, speaks in our conscience, but shouts in our pain.” Pain is God’s megaphone. You rarely change when you see the light. You change when you feel the heat.

Proverbs 20:30 says, “Sometimes it takes a painful experience to make us change our ways” (GNT).

Second, God brings good out of bad. One of the most famous verses in the Bible is Romans 8:28: “We know that in all things God works for the good of those who love him” (NIV).

When you experience a loss, it’s an opportunity to grow in character. You can’t control the pain you go through, but you can decide whether it’s going to make you bitter or better. You can decide whether it’s going to be a stepping stone or a stumbling block. You have to remember that, even in your pain, God is working for your good.

Third, God prepares you for eternity. The Bible says in 2 Corinthians 4:17-18: “These little troubles are getting us ready for an eternal glory that will make all our troubles seem like nothing. Things that are seen don’t last forever, but things that are not seen are eternal. This is why we keep our minds on the things that cannot be seen” (CEV).

You’ve probably heard me say before that you’re not taking your car to heaven. You’re not taking your smartphone and your clothes to heaven. You’re not taking your career to heaven. But you are taking your character. You are taking you.

God is more interested in your character development than in your comfort. Why? Because you’ll have plenty of time to live free from pain and sorrow in heaven, but now is not the time for that; this is the get-ready stage. This is the learning stage. This is the warm-up act. God uses your troubles here on earth to get you ready for an eternal glory. That’s a comfort.

When you’re in pain, you need to ask, “What is God doing?” Is he trying to get your attention? Is he trying to bring good out of bad? Is he preparing your character for heaven?

No matter what, you can trust that God will use your pain to help you grow.


Jumat, 24 Juli 2026

Anda Dapat Beristirahat dalam Kasih Karunia Allah yang Ajaib

25 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 103:14 "Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu."
--------------------
Kegagalan-kegagalan Anda tidak pernah mengejutkan Allah. Bahkan, Dia sudah mengetahuinya sebelumnya!

Alkitab berkata, "Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu." (Mazmur 103:14). Allah tahu bagaimana Anda diciptakan karena Dialah yang menciptakan Anda. Allah tidak akan berhenti mengasihi Anda ketika Anda melakukan kesalahan. Dia mengasihi Anda bukan karena siapa Anda atau apa yang telah Anda lakukan, melainkan karena siapa Dia dan apa yang telah Dia lakukan.

Allah menciptakan Anda. Dia mengasihi Anda. Itu sudah pasti. Anda tidak dapat membuat Allah mengasihi Anda lebih lagi. Anda juga tidak dapat membuat Allah mengasihi Anda lebih sedikit. Dia mengasihi Anda sama besarnya pada hari-hari ketika Anda gagal maupun pada hari-hari ketika Anda berhasil. Kasih-Nya tidak didasarkan pada kinerja Anda.

Alkitab memiliki satu kata untuk kasih seperti ini: kasih karunia. Dan kasih karunia itu sungguh luar biasa! Bahkan ketika Anda melakukan hal-hal yang sangat buruk, Allah tidak akan berhenti mengasihi Anda. Itulah benar-benar kasih karunia yang ajaib. Ketika Anda menerima kasih karunia-Nya, Anda dapat merasa tenang menghadapi kegagalan-kegagalan Anda dan memiliki keberanian untuk melangkah dalam iman serta mengambil lebih banyak risiko.

Mungkin Anda sudah berkali-kali datang kepada Allah memohon pengampunan untuk kesalahan yang sama. Mungkin Anda merasa tidak layak menerima kasih dan kasih karunia-Nya. (Dan Anda dapat menyelesaikan pertanyaan itu sekarang: memang tidak ada seorang pun yang layak menerimanya.) Mungkin Anda juga yakin bahwa Allah sudah bosan melihat usaha Anda yang terus-menerus untuk berubah. (Dia tidak pernah bosan.)

Allah tidak pernah lelah berbicara dengan Anda. Dia tidak pernah terlalu sibuk. Tidak peduli berapa kali Anda datang kepada-Nya memohon pengampunan, Dia akan selalu menanti Anda dengan tangan terbuka.

Mungkin Anda dibesarkan dalam keluarga yang kasihnya bersyarat. Kasih sayang orang tua Anda mungkin bergantung pada keberhasilan akademis, prestasi olahraga, atau pencapaian sosial Anda. Ketika Anda gagal dalam salah satu bidang itu, Anda merasakan seolah-olah kasih keluarga Anda berkurang.

Anda dapat merasa tenang. Allah tidak memperlakukan Anda seperti itu.
Alkitab berkata bahwa Allah "dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib" (Kolose 2:14).

Kehidupan Kristen bukanlah kehidupan tanpa kesalahan, tetapi kehidupan yang bebas dari rasa bersalah. Allah memahami kegagalan-kegagalan Anda—dan Dia tetap mengasihi Anda.
Itulah kasih karunia Allah yang ajaib! Itulah kebaikan-Nya bagi Anda, dan Anda dapat beristirahat di dalamnya hari ini.

Renungkan :

- Karena Allah telah menghapus utang dosa Anda melalui salib, Anda dapat hidup tanpa dibelenggu rasa bersalah. Bagaimana kebenaran itu memengaruhi kehidupan Anda sehari-hari?

- Allah menanggapi kesalahan dan kegagalan Anda dengan kasih karunia, kasih, dan pengampunan. Bagaimana hal itu memengaruhi cara Anda menanggapi kesalahan dan kegagalan orang lain?

- Kepada siapa Anda dapat membagikan Kabar Baik tentang kasih karunia Allah yang ajaib minggu ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 35-36; Kisah Para Rasul 25
___________
Tidak peduli berapa kali Anda datang kepada-Nya memohon pengampunan, Allah akan selalu menanti Anda dengan tangan terbuka.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren
========
You Can Relax in God’s Amazing Grace
By Rick Warren

“[God] knows what we are made of; he remembers that we are dust.” Psalm 103:14 (GNT)
---------------
Your failures don’t surprise God. In fact, he expects them!

The Bible says, “[God] knows what we are made of; he remembers that we are dust” (Psalm 103:14 GNT). God knows what you’re made of because he created you. God won’t stop loving you when you mess up. He doesn’t love you because of who you are or what you’ve done but because of who he is and what he has done.

God made you. He loves you. It’s settled. You can’t make God love you more. You can’t make God love you less. He loves you just as much on your bad days as he does on your good days. His love is not performance-based.

The Bible has a word for this kind of love: grace. And it’s absolutely amazing! Even when you do ridiculously bad things, God won’t stop loving you. It truly is amazing grace. When you accept his grace, you can relax about your failures and have the confidence to take more risks.

You may have gone to God multiple times for forgiveness on the same issue. Maybe you’re not sure you deserve his love and grace. (You can settle that now: You don’t.) And you’re convinced that God has grown tired of your constant efforts at change. (He hasn’t.)

God never tires of a conversation with you. He’s never too busy. No matter how many times you go to him for forgiveness, he’ll always be waiting with open arms.

You may have grown up in a home where conditional love was the norm. Your parents’ affections may have been based on your academic, athletic, or social successes. When you failed in one of those areas, you felt the loss of your family’s love.

You can relax. That is not how God relates to you.

The Bible says God “canceled the debt, which listed all the rules we failed to follow. He took away that record with its rules and nailed it to the cross” (Colossians 2:14 NCV).

The Bible says God “canceled the debt, which listed all the rules we failed to follow. He took away that record with its rules and nailed it to the cross” (Colossians 2:14 NCV).


Kamis, 23 Juli 2026

Kebiasaan-Kebiasaan untuk Berubah dari Terbebani Menjadi Berkelimpahan

24 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Yohanes 15:5 "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa."
---------------------
Lebih baik beristirahat dalam kebaikan Allah daripada kewalahan oleh pekerjaan dan kekhawatiran. Namun, hal itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Terkadang sulit untuk mengambil langkah-langkah yang membawa kita kepada istirahat dan kepada kehidupan berkelimpahan yang Allah sediakan bagi kita.

Berikut adalah empat kebiasaan harian yang akan menolong Anda beralih dari hidup yang kewalahan menjadi hidup yang berkelimpahan.

Tetaplah terhubung dengan Yesus setiap hari.
"Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." (Yohanes 15:5)

Jika Anda mencoba menjalani hidup dengan kekuatan sendiri, Anda akan menjadi kewalahan. Anda tidak dapat memenuhi tujuan hidup Anda maupun menikmati kebaikan Allah jika Anda tidak terhubung dengan kuasa-Nya.

Gantilah kebiasaan mengeluh dengan rasa syukur.
"Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan." (Filipi 2:14).
Ketika orang mengeluh, sering kali hal itu terjadi karena mereka tidak bersyukur, dan rasa tidak bersyukur adalah sikap yang sangat tidak sehat. Sebaliknya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa rasa syukur adalah emosi yang paling menyehatkan. Rasa syukur merangsang produksi serotonin, dopamin, dan oksitosin di dalam otak; zat-zat kimia inilah yang meningkatkan kebahagiaan dan mengurangi stres.

Berhentilah menjadi kikir, dan mulailah menjadi murah hati.
"Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan" (Maleakhi 3:10).
Allah telah menetapkan suatu hukum yang berlaku bagi semua orang di dunia ini: Semakin banyak Anda memberi, semakin banyak pula yang akan Anda terima. Allah melakukan hal itu karena Dia ingin Anda menjadi semakin serupa dengan-Nya—dan Dia adalah Pribadi yang memberi.

Berhentilah membandingkan diri dengan orang lain, dan mulailah merasa cukup.
"Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin." (Pengkhotbah 4:6).
Merasa cukup bukan berarti Anda tidak memiliki tujuan, impian atau rencana dalam hidup. Hal itu hanya berarti bahwa Anda tidak membutuhkan lebih banyak lagi agar dapat merasa bahagia.

Ketika Anda memahami bahwa sebagian besar hal yang Anda miliki dalam hidup hanyalah pemberian kasih karunia dari Allah, hidup Anda akan berubah dari hidup yang penuh beban menjadi hidup yang dipenuhi oleh kelimpahan berkat Allah.

Renungkan :

- Salah satu cara untuk tetap terhubung dengan Yesus adalah melalui firman-Nya. Jika saat teduh atau membaca Alkitab setiap hari terasa berat, mulailah dari hal yang kecil—bahkan hanya beberapa menit setiap hari. Seperti apa hal itu dapat diterapkan dalam hidup Anda?

- Menurut Anda, bagaimana media sosial memengaruhi rasa cukup dalam hidup Anda?

- Buatlah komitmen untuk bersyukur daripada mengeluh selama tiga hari ke depan. Pada akhir tiga hari itu, tanyakan kepada diri Anda sendiri: Perbedaan apa yang dihasilkan oleh sikap hati yang penuh syukur?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 33-34; Kisah Para Rasul 24
____________
Secara alami, manusia tidak pernah merasa puas. Tetapi oleh kasih karunia Allah, Anda dapat beristirahat dengan rasa cukup di dalam kebaikan-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Habits for Moving from Overwhelmed to Overflowing
By Rick Warren

“I am the vine, and you are the branches. If you stay joined to me, and I stay joined to you, then you will produce lots of fruit. But you cannot do anything without me.” John 15:5 (CEV)
------------------
It’s better to rest in God’s goodness than to be overwhelmed with work and worry. But it’s also easier said than done. It can be hard to take the steps that lead to rest and the abundant life God has for you.

Here are four daily habits that will help move you from overwhelmed to overflowing.

Stay connected to Jesus every day. “I am the vine, and you are the branches. If you stay joined to me, and I stay joined to you, then you will produce lots of fruit. But you cannot do anything without me” (John 15:5 CEV).

If you try to go through life on your own power, you’re going to be overwhelmed. You cannot fulfill your purpose and enjoy God’s goodness unless you’re plugged in to his power.

Replace your complaining with gratefulness. “Do everything without complaining and arguing” (Philippians 2:14 NLT).

When people complain, it’s often because they’re ungrateful, which is a deeply unhealthy emotion. On the other hand, studies have shown that gratitude is the healthiest emotion. It produces serotonin, dopamine, and oxytocin in your brain; those are the chemicals that boost happiness and lower stress.

Stop being stingy, and start being generous. “Bring the full amount of your tithes to the Temple, so that there will be plenty of food there. Put me to the test and you will see that I will open the windows of heaven and pour out on you in abundance all kinds of good things” (Malachi 3:10 GNT).

God wired a universal law into the world: The more you give away, the more you’re going to get. God did that because he wants you to become more like him—and he is a giver.

Stop comparing, and start being content. “It is better to be content with what little you have. Otherwise, you will always be struggling for more, and that is like chasing the wind” (Ecclesiastes 4:6 NCV).

Contentment doesn’t mean you don’t have any goals, dreams, or plans for your life. It simply means you don’t need more in order to be happy.

By nature, people are discontent. But by God’s grace, you can rest contentedly in his goodness to you. When you grasp that most things in your life are simply gracious gifts from God, your life will go from overwhelming to overflowing with God’s abundance.


PERLINDUNGAN DI TENGAH BADAI

Lampiran foto: IMG-20260723-WA0018.jpg

*_🌹MORNING SPIRIT🌹_*

*_PERLINDUNGAN DI TENGAH BADAI_*

*_Mazmur 18:3 (TB)_*
_“Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!”_

_Hidup sering kali membawa kita ke dalam situasi yang tidak terduga, kala badai persoalan datang bertubi-tubi hingga membuat kita merasa tersudut dan kehilangan kendali. Saat ruang gerak kita menyempit oleh tekanan kerja, konflik keluarga, atau kecemasan masa depan, respons spontan kita adalah mencari sandaran yang kelihatan, seperti kekuatan diri sendiri, koneksi, atau materi._

_Namun, semua perlindungan duniawi itu sering kali runtuh justru di saat kita paling membutuhkan ketenangan, lalu yang terjadi meninggalkan jiwa kita dalam ketakutan yang semakin dalam._

_Daud memahami betul keputusasaan ini ketika ia menggubah Mazmur 18:1-20 setelah Tuhan melepaskannya dari cengkeraman musuh-musuhnya, termasuk Saul. Dengan menggunakan metafora yang sangat personal, Daud tidak sekadar menyebut Tuhan sebagai penolong, melainkan sebagai bukit batu, kubu pertahanan, dan kota benteng tempat ia bersembunyi._

_Ketika tali-tali maut telah melilitnya dan banjir jahanam menimpanya, Daud memilih untuk tidak mengandalkan strategi militernya, melainkan berseru dari dalam bait-Nya yang kudus, memicu intervensi dahsyat yaitu Allah turun dari langit untuk merenggutnya dari air yang banjir._

_Pengalaman Daud ini menyingkapkan kebenaran penting bahwa kedekatan intim dengan_ _Pencipta adalah fondasi utama keselamatan kita, bukan sekadar pelarian saat keadaan mendesak. Kata "mengasihi" di awal mazmur ini dalam teks aslinya menggambarkan rasa cinta yang mendalam dan penuh kehangatan, yang lahir dari kesadaran bahwa ia begitu berharga di mata Tuhan._

_Penyelamatan yang dialami Daud terjadi bukan karena ia hebat, melainkan karena Tuhan berkenan kepadanya, membawa dia keluar ke tempat yang lapang, dan membebaskannya dari musuh yang terlalu kuat bagi kekuatannya sendiri._

_Kesaksian kuno ini menjadi pengingat yang sangat sejuk bagi kita hari ini agar tidak menjadi panik ketika gelombang hidup terasa menenggelamkan pengharapan kita. Kita diajak untuk mengevaluasi kembali ke mana arah hati kita berpaling saat menghadapi masa-masa sulit yang menguras energi dan air mata._
_Alih-alih membiarkan kecemasan menguasai pikiran, mari kita datang dengan sujud yang tulus dan membangun hubungan yang intim dengan Pribadi yang kedaulatan-Nya melampaui segala badai._

_Selamat pagi Saudaraku yang terkasih, Percayalah bahwa tangan-Nya yang kuat selalu cukup panjang untuk merengkuh kita dari kedalaman persoalan, dan membawa jiwa kita masuk ke dalam ketenangan yang sejati, serta memerdekakan kita untuk berjalan dalam kemenangan bersama-Nya._

_Selamat beraktifitas dengan selalu bersyukur sebab kasihNya yg tak berkesudahan, sertakan Tuhan dalam segala rencana kita hari ini, percayalah semua akan dibuatnya berhasil, tetap semangat Tuhan berkati Amin._🙏


Uploaded Image

Belajar Menjadi Pribadi Yang Bijaksana

Lampiran foto: IMG-20260723-WA0016.jpg

Hal yang sangat menyedihkan adalah..

-Saat kita jujur pada teman kita, tapi dia berdusta pada kita.
-Saat dia telah berjanji pada kita, tapi dia pula mengingkarinya.
-Saat kita memberikan perhatian, namun dia tidak menghargainya.
Biarlah…
Jangan pernah menyesali atas apa yang telah terjadi pada kita, karena sebenarnya hal yang kita alami sedang mengajarkan pada kita.
Saat teman kita berdusta pada kita atau tidak menepati janjinya pada kita atau tidak menghargai perhatian yang kita berikan,
sebenarnya dia telah mengajarkan kita agar kita tidak berperilaku seperti dia.
Bila kita diperlukan hanya pada saat dia kesulitan, sebenarnya juga telah mengajarkan kita untuk menjadi orang yang bijaksana dan santun. Kita membantunya saat dia kesulitan.
Begitu banyak hal tidak menyenangkan yang sering kita alami, atau bertemu dengan orang yang menjengkelkan, egois dan sikap yang tidak menggembirakan.
Dan betapa tidak menyenangkan menjadi orang yang dikecewakan, disakiti, tidak diperdulikan, diabaikan, bahkan dicaci dan dihina.
Biarlah…
Sebenarnya orang tersebut sedang mengajarkan kita
-untuk melatih membersihkan hati dan jiwa,
-melatih untuk menjadi orang yang sabar,
-dan melatih untuk tidak berperilaku demikian.
Itu semua diperlukan agar kelak diri kita menjadi pribadi yang bijaksana.
Bijaksana tidak diukur dari cekapnya kita *menasihati orang lain, tetapi dari "mengalami nasihat itu sendiri.
Kesabaran itu perlu pengalaman, berani_ _*menghadapi kenyataan*_ _di dalam proses kehidupan agar boleh mendewasakan._
_*Menjadi orang jujur*_ _jauh lebih penting dari pada menjadi orang pintar._
_*Karena*_ _orang jujur  boleh_ _*menjadi*_ _orang pintar._
_*Tetapi*_ _orang pintar belum tentu boleh_ _*menjadi*_ _orang jujur.
_*Tidak semua*_ _orang baik  itu benar._
_*Tetapi*_ _orang benar sudah pasti baik._
_*Jadilah*_ _orang yang paling_ _*tulus*_ _bukan yang paling_ _*baik,*_ _karena dalam_ _*kebaikan*_ _belum tentu ada_ _*ketulusan.*_
Selamat Pagi. Selamat Beraktivitas. Sehat dan Sukses selalu. GBU🙏🙏🙏

Uploaded Image

Perencanaan Allah

Lampiran foto: IMG-20260723-WA0014.jpg
Bayangkan respons sepasang suami istri ketika mengetahui kalau sebentar lagi mereka akan mempunyai anak! Mereka akan mempersiapkan segala hal terbaik untuk si calon bayi. Sebelum anak itu lahir, mereka sudah membeli ranjang bayi, pakaian, botol susu, dan berbagai perlengkapan lainnya. 

Tuhan menciptakan manusia pertama dan menempatkannya di Taman Eden. Kepada manusia itu, Tuhan memberi perintah untuk mengusahakan dan memelihara taman (Kej. 2:15). Ketika sedang asyik memberi nama makhluk-makhluk di sekelilingnya, manusia itu tiba-tiba menyadari kalau bagi dirinya tidak ada penolong yang sepadan. Dari situ, muncullah sebuah kebutuhan (Kej. 2:20). Menariknya, sebelum manusia itu menyadari kebutuhannya, Allah sudah mengetahuinya! Dia bahkan sudah merencanakan pemenuhan kebutuhan itu. Tercatat di ayat sebelumnya, Allah berfirman, “Aku akan menjadikan penolong baginya” (Kej. 2:18). Tidak seperti manusia yang terkadang hanya sekadar membuat perencanaan, Allah benar-benar merealisasikan rencana-Nya! Terbukti, Allah membuat manusia itu tertidur, mengambil salah satu rusuknya, dan membangunkan seorang perempuan baginya (Kej. 2:21-22). 

Saudaraku, tidak benar jika seseorang berpendapat, “Tuhan tidak tahu apa yang aku perlu!” Faktanya, Tuhan mengetahui apa yang kita butuhkan, bahkan sebelum kita memintanya dalam doa (Mat. 6:8). Tidak semua keinginan kita dikabulkan Tuhan, memang benar. Sekalipun demikian, percayalah bahwa apa yang kita butuhkan tidak pernah luput dari perhatian Tuhan.
"TUHAN Allah berfirman: 'Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.'” (Kejadian 2:18)
Bac: Kejadian 2:15-25
(Gbu!)

Uploaded Image

Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah

 
Lampiran foto: IMG-20260723-WA0013.jpg

Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah setiap hari—bukan hanya di saat krisis. Orang Kristen yang bertahan adalah orang yang tetap memusatkan pandangannya pada Kristus, hatinya dijaga oleh kebenaran, dan jiwanya siap berperang sampai hari ia melihat Tuhannya muka dengan muka. DAN DOA TAK PERNAH BERHENTI “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.” ‭‭1 Petrus‬ ‭5‬:‭8‬-‭9 “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;” ‭‭Efesus‬ ‭6‬:‭11

Uploaded Image