Rabu, 05 Agustus 2026

Anda Membutuhkan Gembala yang Baik

06 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Yohanes 10:10-11 "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya."
-------------------
Domba pada dasarnya adalah hewan yang tidak memiliki kemampuan untuk membela diri. Karena itu, seorang gembala membawa beberapa alat untuk merawat dan melindungi domba-dombanya. Ia memiliki gada untuk menjaga dan melindungi, serta tongkat yang ujungnya melengkung untuk menyelamatkan domba.

Kita seperti domba yang tersesat dan membutuhkan perlindungan serta tuntunan. Itulah sebabnya Yesus datang ke dunia untuk menjadi Gembala yang Baik bagi kita. Dia berkata, "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya." (Yohanes 10:10-11).

Sebagaimana seorang gembala menggunakan gada dan tongkatnya untuk menuntun dan melindungi domba-dombanya, Allah juga ingin menuntun dan melindungi Anda. Berikut adalah dua cara Dia melakukannya:

1. Jika Anda mengikuti-Nya, Yesus akan menuntun Anda ke arah yang benar.

Anda membutuhkan seorang penuntun—seorang gembala—yang berjalan di depan Anda dalam kehidupan. Anda membutuhkan Yesus, Gembala yang Baik, yang memimpin dari depan dan memanggil Anda untuk terus maju. Hal ini berbeda dengan seorang penggembala sapi, yang menggiring ternaknya dari belakang. Yesus tidak akan mendorong Anda menjalani kehidupan. Dia berjalan di depan Anda dan seolah-olah berkata, “Perhatikan bagaimana Aku melakukannya. Lihatlah ke mana Aku pergi.”

Yohanes 10:4 berkata,"Jika semua dombanya telah dibawa ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya."

2. Jika Anda membawa luka-luka Anda kepada-Nya, Yesus penuh belas kasihan.

Yesus berbelaskasihan kepada kita, karena Dia tahu bahwa tanpa Dia kita tidak berdaya. Matius 9:36 berkata, "Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala."

Dalam naskah Yunani aslinya, maknanya adalah bahwa Yesus merasakan kepedihan yang sangat dalam terhadap orang banyak itu dan ingin menolong mereka.

Demikian pula, ketika Anda membawa penderitaan Anda kepada Yesus, Dia tidak merendahkan Anda; Dia mengangkat Anda. Dia tidak mempersulit hidup Anda; Dia menyembuhkan Anda.
Karena kebaikan Allah, Yesus menuntun dan melindungi Anda. Yesus adalah Gembala yang Baik, yang "datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Matius 20:28)

Besok kita akan melihat tiga lagi manfaat dari kebaikan Allah: Bagaimana Dia membimbing, menjaga dan menyelamatkan.

Renungkan :

- Kapan Anda pernah merasakan Allah berjalan di depan Anda untuk menuntun Anda? Dengan cara apa pengalaman itu menumbuhkan iman Anda?

- Bagaimana Anda telah melihat belas kasihan Yesus membawa kesembuhan dalam hidup Anda sendiri atau dalam kehidupan orang lain?

- Ke arah mana Yesus sedang menuntun Anda saat ini? Dalam pekerjaan Anda? Keluarga Anda? Komunitas Anda? Gereja Anda? Hubungan-hubungan Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 68-69; Roma 8:1-21
___________
Kita seperti domba yang tersesat dan membutuhkan perlindungan serta tuntunan dari Tuhan

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
You Need a Good Shepherd
By Rick Warren

“My purpose is to give them a rich and satisfying life. I am the good shepherd. The good shepherd sacrifices his life for the sheep.” John 10:10-11 (NLT)
----------------
Sheep are essentially defenseless animals, so a shepherd carries a few tools to care for and protect his sheep. He has a rod for guarding and protecting, and he uses a staff with a little crook in it to rescue the sheep.

We are like lost sheep in need of protection and direction, so Jesus came to earth to be our Good Shepherd. He said, “My purpose is to give them a rich and satisfying life. I am the good shepherd. The good shepherd sacrifices his life for the sheep” (John 10:10-11 NLT).

Just as a shepherd uses the physical tools of the rod and the staff for direction and protection, God wants to direct and protect you. Here are two ways he does that:

If you follow him, Jesus leads you in the right direction.

You need a guide—a shepherd—to go before you in life. You need Jesus, the Good Shepherd, who leads from the front and calls you forward. This is different from a cowboy, who drives cattle from the back. Jesus is not going to push you through life. He gets in front of you and essentially says, “Watch how I do it. Look where I go.”

John 10:4 says, “When he has led out all of his sheep, he walks in front of them, and they follow, because they know his voice” (CEV).

If you bring your hurts to him, Jesus is compassionate.

Jesus has compassion on us, because he knows that we are helpless without him. Matthew 9:36 says, “When [Jesus] saw the crowds, he had compassion on them, because they were harassed and helpless, like sheep without a shepherd” (NIV). The sense in the original Greek text is that Jesus hurt deeply for the people in the crowd and wanted to help them.

In the same way, when you bring your pain to Jesus, he doesn’t put you down; he lifts you up. He doesn’t hassle you; he heals you.

Because of God’s goodness, Jesus directs and protects you. Jesus is our Good Shepherd, who “came not to be served but to serve, and to give his life as a ransom for many” (Matthew 20:28 ESV).

Tomorrow we’ll look at three more benefits of God’s goodness: how he guides, guards, and saves.


Selasa, 04 Agustus 2026

Doa untuk Lembah-Lembah Kehidupan

05 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 23:4 "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku"
-----------------
Apa yang Anda khawatirkan hari ini? Perekonomian? Kesehatan Anda? Tagihan-tagihan Anda? Anak-anak Anda? Apakah Anda mengkhawatirkan masa depan? Faktanya, ada banyak alasan untuk merasa takut di dunia saat ini. Lebih dari sebelumnya, kita merasakan tekanan bahkan dari tugas-tugas sehari-hari yang tampaknya jauh lebih sulit karena keadaan dunia. Hidup memang tidak mudah.

Namun Allah berjanji bahwa, bahkan di dalam lembah Anda yang paling gelap sekalipun, Dia berjalan di samping Anda.

Menarik untuk diperhatikan bahwa ada 365 ayat di dalam Alkitab yang mengatakan, "Jangan takut." Allah memberikan satu pesan "Jangan takut" untuk setiap hari dalam setahun! Dia ingin kita mendengar pesan ini: Jangan takut!

Mengapa Allah harus mengulanginya begitu sering ketika berbicara tentang kekhawatiran dan ketakutan kita? Karena luka-luka dan pergumulan kita sering kali membuat kita berpikir bahwa Allah ingin menghukum kita, bahwa yang ingin Dia lakukan hanyalah menghakimi dan menghukum kita. Tetapi itu sama sekali tidak benar. Yesus adalah buktinya.

Ketika Anda memahami kasih karunia dan kemurahan Allah, Anda tidak perlu takut menghadapi masa depan. Allah tidak sedang berusaha membalas Anda. Yesus telah menanggung hukuman atas semua dosa yang pernah Anda lakukan maupun yang akan Anda lakukan. Dia telah membayarnya di kayu salib. Jadi, ketika sesuatu yang buruk terjadi, Anda tidak perlu berpikir, "Allah sedang membalas saya" Sebaliknya, ingatlah dan doakanlah ayat ini:
"Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku" (Mazmur 23:4).

Namun Anda tidak bisa hanya mengucapkan ayat ini lalu berharap semua ketakutan Anda hilang untuk selamanya. Ayat-ayat seperti ini perlu terus Anda doakan berulang kali ketika sifat manusia Anda kembali dipenuhi kekhawatiran. Tetapi teruslah berdoa. Teruslah mengingatkan diri Anda akan janji-janji Allah.

Renungkan :

- Janji-janji apa dari Firman Allah yang dapat Anda pegang ketika Anda tergoda untuk mengkhawatirkan sesuatu dalam hidup Anda?

- Dengan cara-cara apa Allah melindungi Anda?

- Mengapa pemahaman tentang pengorbanan Yesus di kayu salib seharusnya membuat Anda tidak takut menghadapi masa depan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 66-67; Roma 7
______________
Janji-janji Tuhan tidak akan pernah gagal!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
A Prayer for the Valleys
By Rick Warren

“Even when I walk through the darkest valley, I will not be afraid, for you are close beside me. Your rod and your staff protect and comfort me.” Psalm 23:4 (NLT)
------------------
What are you worried about today? The economy? Your health? Your bills? Your kids? Are you worried about the future? The fact is there are a lot of reasons to be afraid in today’s world. More than ever, we feel the stress of even everyday tasks that seem infinitely more difficult because of the state of the world. Life is just hard.

But God promises that, even in your darkest valleys, he is walking beside you.

It’s interesting to note that there are 365 verses in the Bible that say, “Fear not.” God provided us with one “Fear not” message for every day of the year! He wants us to hear the message: Don’t be afraid!

Why does God have to repeat himself so often when it comes to our worries and fears? It’s because our hurts and hang-ups can often cause us to think that God is out to get us, that all he wants to do is condemn us and punish us. But that simply isn’t true. Jesus is the proof of that.

When you understand God’s grace and mercy, then you have no need to fear the future. God isn’t trying to get even with you. Jesus has taken the penalty for everything you’ve ever done wrong or will do wrong. He paid for it on the cross. So, when a bad thing happens, you don’t have to think, “God’s getting even with me.” Instead, remember and pray this verse:“Even when I walk through the darkest valley, I will not be afraid, for you are close beside me. Your rod and your staff protect and comfort me” (Psalm 23:4 NLT).

But you can’t just say this Scripture and then expect all your fears to go away once and for all. These are verses you will have to pray over and over again as your human nature slips back into worry. But keep praying. Keep reminding yourself of God’s promises.

They never fail!


Senin, 03 Agustus 2026

Pada Akhirnya Anda Akan Menang, Apa Pun yang Terjadi

04 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 4:8-9, 14 "Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian; kami dihempaskan, namun tidak binasa. ... Sebab kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya."
------------------
Ketika masa depan terasa tidak pasti dan begitu banyak ketakutan di sekeliling Anda, mungkin rasanya seolah-olah kisah hidup Anda akan segera berakhir.

Namun Alkitab berkata, "Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian; kami dihempaskan, namun tidak binasa. ... Sebab kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya." (2 Korintus 4:8-9,14).

Ketika hidup terasa tidak pasti, ingatlah kebenaran ini: Anda tidak dapat kalah! Pada akhirnya Anda akan menang, apa pun yang terjadi. Bahkan jika Anda kehilangan hidup ini, Anda akan langsung masuk ke hadirat Allah apabila Anda percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat.

Dan ketika Anda tiba di surga, kisah Anda sesungguhnya baru saja dimulai.
Pernahkah Anda menonton sebuah serial televisi yang setiap episodenya berakhir dengan ketegangan, sehingga Anda bertanya-tanya apakah tokoh utamanya akan selamat?
Meskipun itu hanya sebuah cerita, ketegangannya bisa terasa sangat nyata.

Namun, ketika seluruh episode dari serial tersebut sudah tersedia untuk ditonton, Anda tidak lagi merasa terlalu tegang karena Anda tahu tokoh utamanya masih akan muncul selama enam musim berikutnya. Ketika Anda tahu ceritanya masih berlanjut, Anda tahu bahwa setiap episode bukanlah akhir dari kisah itu. Tokoh utama akan berhasil keluar dari situasi sulit dan melanjutkan ke musim berikutnya.

Begitulah kehidupan Anda. Sekalipun Anda sedang berada dalam keadaan yang sulit, Anda tahu bahwa masa sulit itu bukanlah akhir dari kisah hidup Anda. Anda dapat hidup dengan pengharapan di tengah krisis karena Anda memiliki perspektif kekekalan.

Suatu hari nanti, ketika Anda bertemu Yesus di surga, semua rasa sakit, penyakit, dukacita, kesedihan, tekanan hidup, dan penderitaan akan berakhir. Inilah yang dapat Anda nantikan di surga:
"Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." (Wahyu 21:4).

Renungkan :

- Dalam bagian mana dari hidup Anda secara khusus Anda perlu mengalihkan fokus dari ketakutan kepada pengharapan?

- Apa saja yang dapat mengingatkan Anda akan pengharapan di dalam Yesus ketika Anda merasa putus asa atau takut?

- Mengapa penting bagi dunia untuk melihat bahwa orang-orang Kristen memiliki pengharapan dan keyakinan, bahkan di tengah-tengah krisis?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 63-65; Roma 6
____________
Kehidupan ini bukanlah akhir dari kisah Anda. Kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi kita mengenal Dia yang memegang masa depan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
You’ll Win in the End, No Matter What Happens
By Rick Warren

"We often suffer, but we are never crushed. Even when we don't know what to do, we never give up. In times of trouble, God is with us, and when we are knocked down, we get up again . . . we know that God raised the Lord Jesus to life. And just as God raised Jesus, he will also raise us to life. Then he will bring us into his presence together." 2 Corinthians 4:8-9, 14 (CEV)
--------------------
When the future is uncertain and there is a lot of fear, it might seem like your story is coming to an end.

But the Bible says, "We often suffer, but we are never crushed. Even when we don't know what to do, we never give up. In times of trouble, God is with us, and when we are knocked down, we get up again . . . we know that God raised the Lord Jesus back to life. And just as God raised Jesus, he will also raise us to life. Then he will bring us into his presence together" (2 Corinthians 4:8-9, 14 CEV).

When life seems uncertain, remember this truth: You can’t lose! You’ll win in the end, no matter what happens. Even when you lose your life, you’re going straight into the presence of God if you believe in Jesus Christ as Savior.

And when you arrive in heaven, your story is only just beginning.

Have you ever watched a TV show where every single episode ended in a cliffhanger and left you thinking the hero might not survive? Even though it’s just a story, the tension can feel enormous.

But when all the episodes from the entire series are available to stream, you don’t feel as much tension because you know the hero survives for another six seasons. When you know the series will continue, then you know each episode is not the end of the story. The hero will make it out of a tight spot and on to the next season.

That’s how your life is. Even when you’re in a difficult circumstance, you know that the tough spot isn’t the end of your story. You can live with hope in the middle of a crisis because you have an eternal perspective.

One day, when you meet Jesus in heaven, all your pain, sickness, sorrow, sadness, stress, and grief will end. Here's what you can look forward to in heaven: "He will wipe every tear from their eyes. There will be no more death or mourning or crying or pain, for the old order of things has passed away" (Revelation 21:4 NIV).

This life is not the end of the story. We don't know what the future holds, but we do know who holds the future

Minggu, 02 Agustus 2026

Tukang Becak jadi Miliarder

 
Lampiran foto: IMG-20260803-WA0008.jpg

Pono Geneng saat masih menjadi tukang becak di kawasan Prawirotaman, Yogyakarta, Pono menemukan tas milik wisatawan asal Swiss bernama Charli Morandi dan istrinya. Tas itu berisi uang tunai dalam dolar AS yang nilainya disebut-sebut 42 miliar rupiah jika dikonversikan ke nilai saat itu. Pono membawa tas itu pulang dan memperlihatkan pada ibunya. Ia membayangkan dengan uang yang ia temukan bisa merubah hidup mereka yang sangat sederhana. Tapi sang ibu mengingatkan, kalau itu bukan miliknya, tidak akan berkah hidupnya jika menggunakan uang itu, jadi sang ibu menyuruh Pono untuk mengembalikan uang yang ditemukannya. Namun sayangnya, uang dikembalikan, pasangan turis itu tak memberikan apa-apa pada Pono, mereka hanya minta Pono memperlihatkan KTP untuk difoto. Saat keluar dari hotel, becak yang ia parkir di depan sudah raib pula dibawa maling. Pono pun pulang dengan tangan kosong dan berjalan kaki. Pemilik tas pun melanjutkan perjalanan mereka ke Bali, tapi 3 hari kemudian mereka kembali ke Jogja, mencari Pono berbekal alamat di KTP. Setelah ketemu, mereka memutuskan menginap di rumah Pono yang sederhana, mereka bilang 3 hari belakangan tak bisa tidur karena memikirkan Pono. Kejujuran Pono yang langka, membuat mereka ingin mengajak Pono untuk mengubah nasibnya di Swiss. Pono pun berangkat ke Swiss dengan semua biaya dan fasilitas ditanggung Charly. Charly dan istrinya sudah menganggap Pono seperti anak sendiri, karena selain jujur, Pono dikenal baik budi. Sampai di Swiss Pono bertani dan belajar. Sebelumnya selama jadi tukang becak Pono juga belajar berbagai bahasa, hingga ia menguasai 5 bahasa, jadi di Swiss pun ia tak ada kendala bahasa. Pono kemudian mulai memiliki bisnis, dan terus berkembang. Hingga kedua orangtua angkat Pono meninggal, mereka mewariskan semua hartanya pada Pono. Bisnis Pono pun makin berkembang pesat, ia memegang bisnis bidang perdagangan (trading), terutama komoditas pertanian seperti kopi, kakao, lada, cengkeh, dan hasil bumi lain dari Indonesia untuk pasar Eropa. Kejujuran Pono Geneng, telah membawanya menjadi pengusaha kaya di Swiss, tapi ia tetap memilih jadi WNI. Kisah inspiratif Pono menunjukkan betapa kejujuran itu mahal harganya. Bayangkan siapa yang mau mengembalikan uang sebanyak itu padahal tak tau siapa pemiliknya. Keberuntungan Pono memiliki orangtua yang tidak serakah, telah membawanya pada kesuksesan luar biasa.

Uploaded Image

Terang Kecil Yang Membawa Harapan

  
Lampiran foto: IMG-20260803-WA0007.jpg
Di sebuah hutan, seekor kunang-kunang kecil merasa dirinya tidak berguna. “Cahayaku terlalu redup,” keluhnya. Ia iri melihat matahari yang terang dan bulan yang indah. Suatu malam, seekor burung kecil tersesat di tengah hutan yang gelap. Tidak ada matahari atau bulan yang dapat menolongnya karena langit tertutup awan. Kunang-kunang itu memberanikan diri terbang sambil memancarkan cahayanya yang kecil. Burung itu pun berhasil menemukan jalan pulang. Saat itulah kunang-kunang sadar bahwa cahaya kecil yang dipakai dengan setia dapat menjadi berkat besar bagi orang lain. Yesus mengajarkan bahwa setiap orang dipanggil menjadi terang bagi dunia. Terang itu bukan berasal dari kehebatan kita, melainkan dari Tuhan yang bekerja melalui hidup kita. Dalam Matius 5:14-16, Yesus berkata, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.” Tuhan tidak menuntut kita menjadi yang paling hebat, tetapi menjadi setia dalam melakukan kebaikan sekecil apa pun. Saudaraku, jangan pernah meremehkan hal-hal kecil yang dapat kita lakukan hari ini. Senyuman, doa, pengampunan, perhatian, atau pertolongan sederhana dapat menjadi terang yang membawa harapan bagi seseorang. Ketika kita membiarkan Tuhan bersinar melalui hidup kita, orang lain akan melihat kasih-Nya dan dimuliakanlah nama Tuhan. “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.” (Matius 5:16) Bacaan: Yeremia 26:1-9; Mazmur 69:5, 8-10, 14; Matius 13:54-58. (Gbu!)

Uploaded Image

Anda Pengemudi bukan Penumpang

Lampiran foto: IMG-20260803-WA0006.jpg
_*Ada sebuah kebenaran sederhana yang dapat mengubah cara Hidup kita :*_
_*Anda bukanlah penumpang dalam Hidup Anda.*_
_*Anda adalah Pengemudi nya ... !!*_
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
_*Terlalu sering, kita menyalahkan keadaan, masa lalu, atau orang lain atas keadaan kita saat ini.*_
_*Kita menunggu kesempatan dari pada menciptakannya.*_
_*Kita menunggu seseorang untuk menyelamatkan kita, memotivasi kita, atau percaya pada kita sebelum kita percaya pada diri sendiri.*_

_*Tetapi, setiap hari kita bangun, kita di beri pilihan.*_
_*Kita dapat duduk santai dan membiarkan Hidup menentukan Arah kita, atau kita dapat mengambil kemudi dan memilih Jalan kita sendiri ... ??*_

_*Menjadi pengemudi, bukan berarti Hidup akan selalu mudah.*_
_*​Setiap perjalanan memiliki Belokan tak terduga, Jalan yang sulit, dan Musim yang berat.*_
_*Kesuksesan bukan lah tentang menghindari tantangan ; tetapi tentang menolak membiarkan tantangan menghentikan Anda.*_

_*Ingat, masa lalu Anda adalah pelajaran, bukan Hukuman se Umur Hidup.*_
_*Kegagalan Anda adalah Batu Loncatan, bukan titik berhenti.*_
_*Mimpi Anda menjadi Kenyataan, hanya ketika Anda memiliki Keberanian untuk Maju, meski pun ada Ketidak-pastian.*_

_*Kendalikan Hidup Anda dengan Integritas.*_
_*Isi dengan Harapan.*_
_*Arahkan dengan Kebijaksanaan.*_
_*Percepat dengan Tekad.*_
_*Dan, ketika Anda menghadapi Kemunduran, jangan tinggalkan perjalanan, sesuaikan Arah Anda dan terus lah bergerak.*_

_*Tujuan Hidup Anda tidak akan di tentukan oleh tempat Anda memulai, tetapi oleh pilihan-pilihan yang Anda buat di sepanjang jalan.*_

_*Jadi hari ini, buat lah keputusan ... !!*_
_*Ambil kembali Kemudi.*_
_*Pilih Tujuan dari pada cari Alasan.*_
_*Pilih Keberanian dari pada Ketakutan.*_
_*Pilih Keyakinan dari pada Keraguan.*_

_*Karena, Anda bukan lah Penumpang dalam Hidup Anda.*_
_*Anda adalah Pengemudi nya ... !!*_

Selamat Pagi. Selamat Beraktivitas. Sehat dan Sukses selalu. GBU🙏🙏🙏

Uploaded Image

Suatu Hari Nanti Anda Akan Melihat Semuanya dengan Jelas

03 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 4:17-18 "Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar daripada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."
----------------
Ketika krisis melanda, Anda harus melakukan hal-hal bijaksana yang diperlukan untuk melewatinya. Dengarkan Firman Allah dan nasihat yang saleh, ambillah keputusan-keputusan yang benar dan teruslah melangkah maju sambil mengingat bahwa semua ini akan berlalu. Semua ini tidak akan berlangsung selamanya!

Alkitab menyatakan dalam 1 Petrus 4:12 demikian: "Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu"

Di dunia ini akan selalu ada masa-masa pencobaan dan ujian. Hal itu sudah pasti! Sejak dosa masuk ke dalam dunia, tidak ada lagi yang berjalan dengan sempurna. Segala sesuatu di planet ini telah rusak—cuaca, perekonomian, tubuh Anda, bahkan rencana terbaik Anda sekalipun. Tidak ada yang berjalan sempurna dalam hidup ini karena dosa telah merusak segala sesuatu di bumi.

Alkitab berkata, "Bumi cemar karena penduduknya, sebab mereka melanggar undang-undang, mengubah ketetapan dan mengingkari perjanjian abadi.... Bumi remuk redam, bumi hancur luluh." (Yesaya 24:5, 19).

Di bumi ini, segala sesuatu dapat hilang, ditinggalkan, dan menjadi kacau. Bahkan alam semesta pun mengeluh. Kita mungkin bertanya-tanya mengapa Allah mengizinkan dosa dan kejahatan masuk ke dalam dunia. Jawabannya adalah karena Allah menghendaki agar kita memiliki pilihan.

Dan kitalah yang memilih untuk melakukan kejahatan. Kitalah yang hidup dalam keegoisan dan berpusat pada diri sendiri sehingga menimbulkan berbagai persoalan dalam masyarakat maupun lingkungan kita.

Bumi ini bukanlah surga. Itulah sebabnya Yesus mengajarkan kita untuk berdoa, "Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga." (Matius 6:10). Surga adalah tempat yang sempurna, tanpa dukacita, penyakit, kesedihan, maupun tekanan hidup. Namun, kita tidak boleh mengharapkan surga ada di bumi. Suatu hari nanti kita akan berada di sana, tetapi saat ini kita belum sampai di sana.

Masih akan ada tantangan dan kesukaran lain yang harus dihadapi. Namun, Anda selalu dapat berharap pada kebenaran ini:
"Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar daripada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal." (2 Korintus 4:17-18).

Renungkan :

- Dalam masa pencobaan yang sedang Anda alami saat ini, dengan cara apa Anda berharap dapat bertumbuh secara rohani, jasmani, dan emosional?

- Allah tidak menyebabkan hal-hal buruk terjadi, tetapi Dia dapat memakai hal-hal buruk itu untuk mendatangkan kebaikan. Bagaimana Anda pernah melihat Allah menebus suatu kesukaran dalam hidup Anda atau dalam kehidupan orang lain?

- Kepada apa Anda menaruh pengharapan ketika menghadapi krisis? Apakah itu cukup untuk menopang Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 60-62; Roma 5
__________
Anda akan melewati ujian apa pun yang sedang Anda hadapi saat ini. Kelak, Anda akan takjub melihat semua yang Allah kerjakan di tengah-tengah kesulitan Anda ketika Anda memandangnya dari sisi yang lain.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
One Day You’ll See It All Clearly
By Rick Warren

"Our light and momentary troubles are achieving for us an eternal glory that far outweighs them all. So we fix our eyes not on what is seen, but on what is unseen, since what is seen is temporary, but what is unseen is eternal." 2 Corinthians 4:17-18 (NIV)                                                     
------------------
When a crisis hits, you have to do the smart things necessary to get through it. You listen to God’s Word and godly advice, you make good choices, and you keep moving forward while remembering that this will pass. It’s not going to last forever!

The Living Bible paraphrases 1 Peter 4:12 this way: "Dear friends, don't be bewildered or surprised when you go through the fiery trials ahead, for this is no strange, unusual thing that is going to happen to you" (TLB).

In this world, there will be times of trial and testing. It’s guaranteed! Since sin entered the world, nothing works perfectly. Everything on this planet is broken—the weather, the economy, your body, and even your best plans. Nothing works perfectly in this life because sin broke everything on earth.

The Bible says, “The earth suffers for the sins of its people, for they have twisted God’s instructions, violated his laws, and broken his everlasting covenant . . . The earth has broken up. It has utterly collapsed" (Isaiah 24:5, 19 NLT).

On earth, everything is lost, abandoned, and confused. Even nature is groaning. We may wonder why God allowed sin and evil to enter the world; it’s because God wanted us to have a choice.

And we're the ones who have chosen to cause evil. We're the ones who are selfish and self-centered and cause problems in society and in our environment.

This earth is not heaven. That’s why Jesus taught us to pray the Lord's Prayer—"your will be done, on earth as it is in heaven" (Matthew 6:10 NIV). Heaven is a perfect place with no sorrow, sickness, sadness, or stress, but we shouldn't expect heaven on earth. One day we'll get there, but we're not there yet.

You will get through whatever trial you’re facing right now. Soon enough you will marvel at all that God did in the midst of your trouble as you look at it from the other side.

There will be more challenges to face and adversity to endure. But you can always hope in this truth: "Our light and momentary troubles are achieving for us an eternal glory that far outweighs them all. So we fix our eyes not on what is seen, but on what is unseen, since what is seen is temporary, but what is unseen is eternal" (2 Corinthians 4:17-18 NIV).