Jumat, 29 Mei 2026

Surat Terbuka Kadin Tiongkok Kepada Presiden. Pertanda Gawat Darurat? | ...

https://youtube.com/watch?v=kjrPh7AvZgM&si=8sHYd3WKoSoQ_Wct

Islah Bahrawi Bungkam Egy Sudjana #shorts

https://youtube.com/shorts/w8ydkBoqfjU?si=cfkXIqI4aSx7Q3N8

Di Mana Anda Ingin Menerima Upah Anda?

30 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Lukas 6:35 "Kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi"
----------------------
Surga mungkin sudah terdengar sangat indah bagi Anda. Tetapi tahukah Anda bahwa akan ada upah di surga?

Anda akan menerima upah untuk setiap hal yang Anda lakukan dalam ketaatan kepada Yesus selama hidup di dunia ini.

Allah memperhatikan segala sesuatu dalam hidup Anda. Anda akan menerima upah di surga atas tindakan, perkataan, dan pikiran Anda yang baik; atas karakter dan keputusan-keputusan baik Anda; serta atas kemurahan hati dan pengorbanan Anda. Anda juga akan menerima upah karena mengasihi musuh-musuh Anda dan karena tidak menyerah ketika sulit melakukan hal yang benar.

Anda akan menerima upah karena membawa orang lain kepada Yesus Kristus. (Apakah ada seseorang yang akan berada di surga karena Anda?)

Anda juga akan menerima upah karena menanggung kritik akibat menjadi orang Kristen dan karena mengalami penganiayaan sebagai orang percaya. Itulah sebabnya Yesus berkata, "Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." (Matius 5:11-12).

Allah memperhatikan semuanya dan akan memberikan upah untuk semuanya.

Upah-upah ini tidak ada hubungannya dengan keselamatan Anda. Satu-satunya jalan masuk ke surga adalah melalui iman kepada apa yang telah Yesus Kristus lakukan bagi Anda. Anda tidak dapat masuk surga melalui perbuatan baik Anda. Tetapi Alkitab mengatakan bahwa ketika Anda tiba di surga, Anda akan menerima upah sesuai dengan perbuatan baik Anda.

Ada banyak ayat tentang hal ini. Matius 10:42 berkata, "Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya." Memberi secangkir air atau berbagi makanan tampaknya adalah hal yang sederhana. Tetapi setiap kali Anda melakukannya, seolah-olah Allah berkata, "Aku mencatat itu. Semuanya tercatat."

Anda dapat memilih di mana Anda ingin menerima upah Anda. Apakah Anda ingin menerimanya dalam hidup ini, atau dalam kehidupan yang akan datang?

Yesus berkata, "Kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi" (Lukas 6:35).

Jika Anda memilih upah dunia ini—seperti popularitas, kekayaan, ketenaran, kesuksesan dan kenyamanan—maka Anda hanya akan menikmatinya sekitar 80 tahun atau lebih. Tetapi jika Anda mengumpulkan upah di surga, Anda akan menikmatinya untuk selama-lamanya.

Renungkan:

- Ungkapan "Apa yang akan Yesus lakukan?" mungkin terdengar terlalu sering digunakan dalam budaya Kristen, tetapi bagaimana pertanyaan itu membantu Anda membuat pilihan yang akan mendapat upah di surga?

- Mengapa menurut Anda Allah ingin memberi upah atas ketaatan Anda?

- Dalam hal apa saja Anda sedang bekerja untuk memperoleh upah di bumi? Dalam hal apa saja Anda sedang bekerja untuk memperoleh upah di surga?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 7-9; Yohanes 11:1-29
______________
Jangan puas dengan upah yang ditawarkan dunia ini. Sebagai anak Allah, ada jauh lebih banyak hal indah yang menanti Anda!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
============
Where Do You Want Your Rewards? - Daily Hope with Rick Warren - May 30, 2026

“Love your enemies! Do good to them. Lend to them without expecting to be repaid. Then your reward from heaven will be very great.” Luke 6:35 (NLT)
---------------------
Heaven probably already sounds pretty good to you. But did you know there are going to be rewards in heaven?

You will be rewarded for everything you did in obedience to Jesus while on this earth.

God is watching everything in your life. You will be rewarded in heaven for your good actions, speech, and thoughts; for your character and good decisions; and for your generosity and sacrifices. You’ll be rewarded for loving your enemies and for not giving up when it was difficult to do the right thing.

You will be rewarded for bringing other people to Jesus Christ. (Is anybody going to be in heaven because of you?)

You will be rewarded for putting up with criticism for being a Christian and for being persecuted as a believer. That’s why Jesus said, “Blessed are you when people insult you, persecute you and falsely say all kinds of evil against you because of me. Rejoice and be glad, because great is your reward in heaven, for in the same way they persecuted the prophets who were before you” (Matthew 5:11-12 NIV).

God is watching it all and is going to reward it all.

These rewards have nothing to do with your salvation. The only way you get into heaven is by faith in what Jesus Christ has already done for you. You can’t get into heaven by your good works. But the Bible says that when you get to heaven, you will be rewarded according to your good works.

There are all kinds of verses about this. Matthew 10:42 says, “If you give even a cup of cold water to one of the least of my followers, you will surely be rewarded” (NLT). It seems like such a simple thing to give a cup of water to someone or to share a meal. But every time you do that, it’s like God says, “I’m writing that one down. I’ve got them all recorded.”

You get to decide where you want your rewards. Do you want them in this life, or do you want them in the next life?

Jesus said, “Love your enemies! Do good to them. Lend to them without expecting to be repaid. Then your reward from heaven will be very great” (Luke 6:35 NLT).

If you choose this life’s rewards—like popularity, wealth, fame, success, and comfort—then you will enjoy them for only 80 years or so. But if you build up rewards in heaven, you’ll get to enjoy those rewards forever.

Don’t settle for the rewards this world has to offer. As a child of God, you have so much more to look forward to!


Jangan Salah Pilih

Jika tidak *MELIHAT* dengan mata kepala sendiri, maka tidak perlu _menggunakan_ *MULUT* untuk _membuktikannya_.

Untuk hal yang tidak *DIKETAHUI*, langsung katakan _tidak tahu_, itu adalah hal yang paling *MUDAH*.

Jika orang lain *MELEMPARI* kita dengan _batu_, jangan _melemparkan_ *balik*, sebaiknya
_Simpan_ dan _kumpulkan_ batu itu  untuk _membangun_ *PONDASI* _Kerajaan_ kita kemudian hari.

Yang bisa *DITAHAN*, _tahanlah_
Yang tidak bisa *DITAHAN*, _berubahlah_ !!!
Jika tidak bisa *BERUBAH*, maka _mengakulah_.

Hadapilah *MASALAH* secara perlahan.
Jangan *LUPA* utk _berhenti_ sejenak saat kita *berbicara*, maka segala hal akan menjadi lebih *JELAS*.

Setiap orang pasti punya *RAHASIA* yang tidak mau *DIBUKA*.
Jangan pernah *MEMAKSA* utk _membukanya_.

Banyak orang *mengerjakan* hal yang sama disaat kita tidak _melakukannya_
Itu tidak berarti kita *SALAH*, _kerjakanlah_ hal yg menurut kita lebih *BERGUNA* n *COCOK*.

Jika kita *menyadari* bahwa kita *SALAH*, maka sebenarnya kita sudah _bertindak_ *BENAR*.

Jangan _menganggap_ diri kita selalu *SALAH*, jangan juga _menganggap_ diri kita selalu *BENAR*.

Kita tidak bisa _menentukan_ *baik buruknya* seseorang
Namun kita pasti bisa _menjadi_ orang yang *BAIK*.

Jangan pernah *MEMBOHONGI* orang, karena orang yang bisa kita *bohongi* sesungguhnya adalah orang yang *PERCAYA* pada kita.

Hati orang yang *dipenuhi* dengan _pemikiran_ dan _pendapat_ diri sendiri, selamanya tidak pernah mau mendengar *NASEHAT* orang lain.

Orang yang *MENGERTI* kita, belum tentu adalah orang yang *perhatian* pada kita
Mungkin dia hanyalah orang yang *PINTAR* mengambil *hati* kita.

Mereka yang *menyakiti* kita, jika bukan lebih *KUAT* dari kita, maka dia lebih *LEMAH* dari kita.

- untuk orang yang lebih *lemah* dari kita, _maafkanlah_ mereka.

- untuk orang yang lebih *kuat* dari kita, _maafkanlah_ diri kita sendiri.

Jadi orang harus *percaya diri*, namun jangan _berlebihan_ sehingga menjadi *AROGAN*.
Jadi orang harus *rendah hati*, namun jangan _berlebihan_ hingga _kehilangan_ *KEPERCAYAAN* diri.

Hidup di dunia ini sangat _melelahkan_, karena banyak orang yang ingin *memamerkan* hal yang sebenarnya tidak dia *MILIKI*.

Hal yang *sederhana* tidak perlu _diributkan_, hal yang *RUMIT* tidak usah _dikhawatirkan_, saat *EMOSI* janganlah _berbicara_, saat *MARAH* janganlah membuat _keputusan_.

Jika *SALAH* _pilih_ *barang*, akan *RUGI* sesaat.
Jika *SALAH* _pilih_ *teman* /*sahabat*, akan _menyesal_ selamanya

*Selamat pagi*


Foto dari deka

Guys, Purbaya baru mengungkap sesuatu yang menurut gue paling mengejutkan sekaligus paling mengungkapkan siapa yang sebenarnya berkuasa di negeri ini.

Dia membawa data ke makan siang bersama Prabowo. 
Hasil pengecekan acak terhadap 10 perusahaan sawit besar. 
Dan temuannya mengerikan.

Satu perusahaan mengekspor CPO dari Indonesia dengan harga Rp2.600 per kilogram. 
Di Amerika dicatat sebagai impor dengan harga Rp4.200. Selisih 57%.

Perusahaan lain: 
ekspor dari Indonesia Rp1.000. 
Di Amerika dicatat Rp4.400. Selisih 200%.

Dan ini bukan satu atau dua perusahaan. 
Dari 10 perusahaan sawit terbesar yang Purbaya periksa secara acak semuanya seperti itu.

"10 besar semuanya seperti itu."

Dan ini yang paling penting untuk dipahami:
Ini bukan kejahatan kecil.
ini bukan penyelundupan dalam arti konvensional.

Ini adalah manipulasi sistematis yang berlangsung selama puluhan tahun dengan cara yang sangat canggih dan sangat terencana.

Perusahaan membuat entitas di luar negeri di British Virgin Islands, di Singapura, di tempat-tempat dengan pajak rendah. 

Lalu menjual dari Indonesia ke entitas mereka sendiri di luar negeri dengan harga sangat murah. 
Entitas luar negeri itu yang menjual ke pembeli akhir dengan harga riil. 

Selisihnya yang bisa mencapai 200% parkir di rekening luar negeri. 
Tidak kena pajak Indonesia. 
Tidak masuk devisa Indonesia. Hilang.

Dan Bea Cukai yang seharusnya mencegat ini selama 34 tahun membiarkan atau bahkan memfasilitasinya.

Dan sekarang buka data kekayaan para raja sawit Indonesia:

Keluarga Widjaja — Rp140 triliun.
Anthoni Salim — Rp122,7 triliun. 
Susilo Wonowidjojo — Rp69,3 triliun.
 Bachtiar Karim — Rp50,5 triliun. 
Theodore Rachmat — Rp49,1 triliun. 
Martua Sitorus — Rp39 triliun. 
Peter Sondakh — Rp28,9 triliun. 
Sukanto Tanoto — Rp27,4 triliun. 
Ciliandra Fangiono — Rp26,4 triliun. 
Putera Sampoerna — Rp26 triliun.

Dan di urutan paling bawah dari daftar konglomerat Indonesia ada dua nama yang sangat menarik perhatian:

Arini Subianto — Rp14,1 triliun.

Hashim Djojohadikusumo — Rp9,9 triliun.

Arini Subianto adalah putri mendiang Benny Subianto yang merupakan paman dari Prabowo Subianto. Keluarga Subianto punya kepentingan bisnis di sektor perkebunan dan tambang.

Hashim Djojohadikusumo adalah adik kandung Prabowo Subianto.

Dan ini pertanyaan yang tidak bisa dihindari:

Prabowo baru pidato lantang soal under invoicing. Soal penipuan ekspor selama 34 tahun. Soal bagaimana negara dirugikan triliunan rupiah.

Tapi di antara 10 perusahaan sawit besar yang Purbaya sebut semuanya melakukan under invoicing ada ekosistem bisnis yang terhubung langsung dengan keluarga presiden.

Apakah nama-nama itu termasuk dalam 10 yang diperiksa Purbaya? Purbaya tidak mau menyebut namanya. "Tidak boleh."

Tapi Purbaya bilang: "Lebih dari 10 lah." Artinya bukan hanya 10.

Dan kalau semua 10 besar melakukan ini berapa besar kemungkinan bahwa konglomerat-konglomerat yang namanya ada di daftar kekayaan terbesar Indonesia tidak termasuk?

Dan ini yang paling mengerikan:

Prabowo adalah presiden yang sedang berteriak soal under invoicing. Yang mengumumkan ekspor satu pintu melalui Danantara untuk menghentikan praktik ini.

Tapi adik kandungnya Hashim adalah salah satu konglomerat dengan kepentingan bisnis di sektor yang sama. 

Dan keluarga besarnya terhubung dengan bisnis perkebunan yang masuk dalam ekosistem yang selama ini beroperasi di bawah sistem yang Prabowo sendiri sebut sebagai penipuan selama 34 tahun.

Ini bukan tuduhan bahwa Hashim atau Arini melakukan under invoicing. 
Proses hukum yang harus membuktikan itu.

Ini adalah pertanyaan yang jauh lebih fundamental: apakah Prabowo berani menegakkan aturan yang sama kepada orang-orang yang paling dekat dengannya?

Karena itulah yang membedakan reformasi sungguhan dari sekadar pertunjukan.

Dan ini yang Mahfud MD sudah peringatkan:

"Autocratic legalism hukum dibuat untuk melegalkan sesuatu yang salah. 

Orang yang tepat dalam posisi yang tepat untuk memastikan kesalahan itu tidak tersentuh."

Kalau 10 perusahaan terbesar semuanya melakukan under invoicing dan tidak ada satupun namanya yang boleh disebutkan dan reformasi Bea Cukai dipimpin oleh Dirjen yang sedang diduga korupsi dan badan ekspor baru yang harusnya menyelesaikan masalah ini tidak punya laporan keuangan yang transparan —

Maka ini bukan reformasi. 
Ini adalah pengumuman reformasi yang tidak pernah dimaksudkan untuk benar-benar terjadi.

Dan ini yang paling mematikan dari seluruh cerita ini:
Purbaya bilang kalau dia tarik data ke belakang beberapa tahun "saya bisa panen berapa."

Artinya: datanya ada. 
Kapal per kapal bisa dilacak. 
Selisihnya bisa dihitung. Kerugian negaranya bisa dikalkulasi.

Tapi selama 34 tahun tidak ada yang mau melihat data itu.

Atau lebih tepatnya: ada yang melihat. 
Tapi tidak ada yang berani atau tidak ada yang diizinkan untuk bertindak.

Dan sekarang datanya ada. Selisihnya sampai 200%. Perusahaannya jelas. Kapalnya bisa dilacak.

Pertanyaannya cuma satu: 
apakah kali ini ada yang cukup berani untuk bertindak termasuk ketika nama yang muncul terhubung dengan lingkaran paling dalam dari kekuasaan?

Jawabannya akan sangat jelas dalam beberapa bulan ke depan. Bukan dari pidato. 
Bukan dari pengumuman. 
Tapi dari apakah ada nama yang akhirnya disebutkan dan dihukum atau tidak.. Bagaimana prabowo menyikapi tentang para koruptor tersebut, termasuk menyeret keluarga besarnya. Apakah prabowo berani menindak tegas ⁉️⁉️⁉️

Under Invoicing Sawit

 
Lampiran foto: IMG-20260529-WA0022.jpg

Guys, Purbaya baru mengungkap sesuatu yang menurut gue paling mengejutkan sekaligus paling mengungkapkan siapa yang sebenarnya berkuasa di negeri ini. Dia membawa data ke makan siang bersama Prabowo. Hasil pengecekan acak terhadap 10 perusahaan sawit besar. Dan temuannya mengerikan. Satu perusahaan mengekspor CPO dari Indonesia dengan harga Rp2.600 per kilogram. Di Amerika dicatat sebagai impor dengan harga Rp4.200. Selisih 57%. Perusahaan lain: ekspor dari Indonesia Rp1.000. Di Amerika dicatat Rp4.400. Selisih 200%. Dan ini bukan satu atau dua perusahaan. Dari 10 perusahaan sawit terbesar yang Purbaya periksa secara acak semuanya seperti itu. "10 besar semuanya seperti itu." Dan ini yang paling penting untuk dipahami: Ini bukan kejahatan kecil. ini bukan penyelundupan dalam arti konvensional. Ini adalah manipulasi sistematis yang berlangsung selama puluhan tahun dengan cara yang sangat canggih dan sangat terencana. Perusahaan membuat entitas di luar negeri di British Virgin Islands, di Singapura, di tempat-tempat dengan pajak rendah. Lalu menjual dari Indonesia ke entitas mereka sendiri di luar negeri dengan harga sangat murah. Entitas luar negeri itu yang menjual ke pembeli akhir dengan harga riil. Selisihnya yang bisa mencapai 200% parkir di rekening luar negeri. Tidak kena pajak Indonesia. Tidak masuk devisa Indonesia. Hilang. Dan Bea Cukai yang seharusnya mencegat ini selama 34 tahun membiarkan atau bahkan memfasilitasinya. Dan sekarang buka data kekayaan para raja sawit Indonesia: Keluarga Widjaja — Rp140 triliun. Anthoni Salim — Rp122,7 triliun. Susilo Wonowidjojo — Rp69,3 triliun. Bachtiar Karim — Rp50,5 triliun. Theodore Rachmat — Rp49,1 triliun. Martua Sitorus — Rp39 triliun. Peter Sondakh — Rp28,9 triliun. Sukanto Tanoto — Rp27,4 triliun. Ciliandra Fangiono — Rp26,4 triliun. Putera Sampoerna — Rp26 triliun. Dan di urutan paling bawah dari daftar konglomerat Indonesia ada dua nama yang sangat menarik perhatian: Arini Subianto — Rp14,1 triliun. Hashim Djojohadikusumo — Rp9,9 triliun. Arini Subianto adalah putri mendiang Benny Subianto yang merupakan paman dari Prabowo Subianto. Keluarga Subianto punya kepentingan bisnis di sektor perkebunan dan tambang. Hashim Djojohadikusumo adalah adik kandung Prabowo Subianto. Dan ini pertanyaan yang tidak bisa dihindari: Prabowo baru pidato lantang soal under invoicing. Soal penipuan ekspor selama 34 tahun. Soal bagaimana negara dirugikan triliunan rupiah. Tapi di antara 10 perusahaan sawit besar yang Purbaya sebut semuanya melakukan under invoicing ada ekosistem bisnis yang terhubung langsung dengan keluarga presiden. Apakah nama-nama itu termasuk dalam 10 yang diperiksa Purbaya? Purbaya tidak mau menyebut namanya. "Tidak boleh." Tapi Purbaya bilang: "Lebih dari 10 lah." Artinya bukan hanya 10. Dan kalau semua 10 besar melakukan ini berapa besar kemungkinan bahwa konglomerat-konglomerat yang namanya ada di daftar kekayaan terbesar Indonesia tidak termasuk? Dan ini yang paling mengerikan: Prabowo adalah presiden yang sedang berteriak soal under invoicing. Yang mengumumkan ekspor satu pintu melalui Danantara untuk menghentikan praktik ini. Tapi adik kandungnya Hashim adalah salah satu konglomerat dengan kepentingan bisnis di sektor yang sama. Dan keluarga besarnya terhubung dengan bisnis perkebunan yang masuk dalam ekosistem yang selama ini beroperasi di bawah sistem yang Prabowo sendiri sebut sebagai penipuan selama 34 tahun. Ini bukan tuduhan bahwa Hashim atau Arini melakukan under invoicing. Proses hukum yang harus membuktikan itu. Ini adalah pertanyaan yang jauh lebih fundamental: apakah Prabowo berani menegakkan aturan yang sama kepada orang-orang yang paling dekat dengannya? Karena itulah yang membedakan reformasi sungguhan dari sekadar pertunjukan. Dan ini yang Mahfud MD sudah peringatkan: "Autocratic legalism hukum dibuat untuk melegalkan sesuatu yang salah. Orang yang tepat dalam posisi yang tepat untuk memastikan kesalahan itu tidak tersentuh." Kalau 10 perusahaan terbesar semuanya melakukan under invoicing dan tidak ada satupun namanya yang boleh disebutkan dan reformasi Bea Cukai dipimpin oleh Dirjen yang sedang diduga korupsi dan badan ekspor baru yang harusnya menyelesaikan masalah ini tidak punya laporan keuangan yang transparan — Maka ini bukan reformasi. Ini adalah pengumuman reformasi yang tidak pernah dimaksudkan untuk benar-benar terjadi. Dan ini yang paling mematikan dari seluruh cerita ini: Purbaya bilang kalau dia tarik data ke belakang beberapa tahun "saya bisa panen berapa." Artinya: datanya ada. Kapal per kapal bisa dilacak. Selisihnya bisa dihitung. Kerugian negaranya bisa dikalkulasi. Tapi selama 34 tahun tidak ada yang mau melihat data itu. Atau lebih tepatnya: ada yang melihat. Tapi tidak ada yang berani atau tidak ada yang diizinkan untuk bertindak. Dan sekarang datanya ada. Selisihnya sampai 200%. Perusahaannya jelas. Kapalnya bisa dilacak. Pertanyaannya cuma satu: apakah kali ini ada yang cukup berani untuk bertindak termasuk ketika nama yang muncul terhubung dengan lingkaran paling dalam dari kekuasaan? Jawabannya akan sangat jelas dalam beberapa bulan ke depan. Bukan dari pidato. Bukan dari pengumuman. Tapi dari apakah ada nama yang akhirnya disebutkan dan dihukum atau tidak.. Bagaimana prabowo menyikapi tentang para koruptor tersebut, termasuk menyeret keluarga besarnya. Apakah prabowo berani menindak tegas ⁉️⁉️⁉️

Uploaded Image

Kamis, 28 Mei 2026

Kenyataan Kekekalan tanpa Allah

29 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
1 Yohanes 5:13 "Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal"
------------------
Anda mungkin memiliki gambaran tertentu ketika memikirkan seperti apa neraka itu. Gambaran itu mungkin dipenuhi warna merah dan hitam, banyak api, dan mungkin Iblis yang tampak menguasai semuanya.

Dalam Alkitab, neraka digambarkan sebagai tempat siksaan. Matius 13:42 berkata bahwa itu adalah "Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api ; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi."

Gambaran itu terdengar mengerikan, tetapi tahukah Anda bagian terburuk dari neraka? Neraka adalah keterpisahan total dari Allah, yang berarti neraka adalah kebalikan dari segala sesuatu yang Allah adalah.

Alkitab berkata dalam 1 Yohanes 4:18, "Di dalam kasih tidak ada ketakutan. Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan" Lawan dari kasih adalah ketakutan. Hidup tanpa kasih berarti hidup dalam ketakutan terus-menerus.

Allah adalah kasih, jadi tidak ada kasih di neraka. Allah adalah terang, jadi neraka adalah kegelapan total. Allah adalah baik, jadi tidak ada sedikit pun kebaikan di neraka. Allah adalah hidup, jadi neraka berarti kematian kekal. Allah penuh kasih karunia, jadi tidak ada kasih karunia di neraka.

Bayangkan seperti apa kekekalan tanpa sukacita mengenal Allah dan dikasihi oleh-Nya—kekekalan tanpa sukacita sama sekali.

Itu akan sangat mengerikan—bahkan sulit dibayangkan. Tetapi itulah kenyataan bagi siapa pun yang tidak memilih untuk mengasihi dan mengikuti Yesus dalam hidup ini. Alkitab berkata, "Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia." (1 Korintus 16:22).

Jika sepanjang hidup Anda berkata, "Saya tidak ingin Allah ada dalam hidup saya," maka itu berarti Anda juga akan menghabiskan kekekalan tanpa Allah. Apa pun yang Anda pilih di bumi menjadi pilihan kekal Anda.

Namun ada kabar baik! Ada jalan bagi Anda untuk benar-benar yakin bahwa Anda akan masuk surga dan bukan neraka. Alkitab memberi tahu bagaimana memastikan tujuan kekal Anda: "Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal" (1 Yohanes 5:13).

Anda tidak perlu menebak-nebak atau merasa ragu tentang sesuatu yang pasti akan terjadi dan bisa datang kapan saja. Anda dapat mengetahui dengan pasti hari ini bahwa ketika Anda meninggal, Anda akan menghabiskan kekekalan dalam hadirat Allah. Jangan menundanya lagi.

Renungkan:

- Mengapa menurut Anda banyak orang menunda mengambil keputusan yang begitu penting padahal mereka tahu kematian bisa datang kapan saja?

- Apa yang akan Anda katakan kepada seseorang yang berpikir bahwa dirinya sudah cukup baik untuk masuk surga?

- Bagaimana Anda hidup secara berbeda karena Anda yakin tentang tempat di mana Anda akan menghabiskan kekekalan?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 4-6; Yohanes 10:24-42
____________
Pastikan masa depan kekal Anda hari ini.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
The Reality of Eternity without God - Daily Hope with Rick Warren - May 29, 2026

“I have written this to you who believe in the name of the Son of God, so that you may know you have eternal life.” 1 John 5:13 (NLT)
---------------------
You probably have a picture that comes to mind when you think about what hell must be like. Your image likely has some red and black tones in it, a lot of fire, and maybe the devil looming over everything.

Hell is described in the Bible as a place of torment. Matthew 13:42 says it is a “blazing furnace, where the people will cry and grind their teeth with pain” (NCV).

That description sounds terrible, but do you know what the worst part of hell is? Hell is total separation from God, which means hell is the exact opposite of everything God is.

The Bible says in 1 John 4:18, “There is no fear in love. But perfect love drives out fear” (NIV). The opposite of love is fear. Living without love means you’re scared to death all the time.

God is love, so there is no love in hell. God is light, so hell is complete darkness. God is good, so there is absolutely nothing good in hell. God is life, so that means hell is eternal death. God is gracious, so that means there’s no grace in hell.

Just think what eternity would be like without the joy of knowing God and being loved by him—an eternity without any joy at all.

It would be terrible—unthinkable, really. But that is the reality for anyone who does not choose to love and follow Jesus in this life. The Bible says, “If anyone does not love the Lord, let him be separated from God—lost forever!” (1 Corinthians 16:22 NCV).

If you go through your entire life saying, “I don’t want God in my life,” then that means you will also spend eternity without God. Whatever you choose on earth is your forever choice.

But there is good news! There is a way for you to be absolutely certain you’re going to heaven and not hell. The Bible tells you how to settle your destiny: “I have written this to you who believe in the name of the Son of God, so that you may know you have eternal life” (1 John 5:13 NLT).

You don’t have to guess or wonder about something that is inevitable and could happen at any moment. You can know for certain today that when you die, you will spend eternity in God’s presence. Don’t put it off any longer.