Selasa, 07 Juli 2026

Bagaimana Mempercayai Kebaikan Allah Saat Hidup Menjadi Sulit

08 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 100:5 "Sebab TUHAN itu baik. Kasih-Nya yang untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun."
-------------------
Jika Anda dibesarkan dalam keluarga Kristen, mungkin Anda pernah mempelajari doa masa kecil ini: "Allah itu besar. Allah itu baik. Marilah kita mengucap syukur kepada-Nya atas makanan kami. Amin." Walaupun sederhana, doa itu mencakup satu sifat utama Allah: kebaikan-Nya.

Benarkah Allah selalu baik setiap saat? Tentu saja! Namun banyak orang tidak hidup seolah-olah mereka mempercayainya. Mempercayai kebaikan Allah bisa menjadi sulit karena banyak alasan, terutama ketika Anda sedang mengalami penderitaan dan konflik. Pada saat-saat seperti itulah Anda melupakan kebaikan Allah. Ketika Anda tertekan, Anda berpikir bahwa kebaikan-Nya berlaku bagi semua orang kecuali bagi Anda. Dan ketika Anda khawatir atau berada di bawah tekanan, Anda seolah tidak dapat menemukan—apalagi memikirkan—kebaikan Allah, sekalipun kebaikan itu ada tepat di depan mata Anda.

Lalu bagaimana Anda dapat mempercayai kebaikan Allah ketika Anda tidak merasakannya? Alkitab berulang kali mengingatkan Anda tentang kebaikan-Nya. Mazmur 100:5 berkata, "Sebab TUHAN itu baik. Kasih-Nya yang untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun."

Memusatkan perhatian pada kebaikan Allah sangat penting bagi kehidupan Anda. Hal itu memberi Anda sudut pandang yang baru pada hari-hari tergelap dalam hidup. Tetapi ketika Anda melupakan kebaikan Allah, Anda kehilangan perspektif dan hanya dapat melihat kesulitan yang sedang Anda hadapi.

Allah ingin memberikan kepada Anda kehidupan yang penuh keyakinan dengan meyakinkan Anda akan kasih dan pemeliharaan-Nya. Dia ingin memberikan kepada Anda kehidupan yang penuh pengaruh dan kesempatan sehingga Anda dapat membawa perubahan bagi dunia. Dan Dia ingin memberikan kepada Anda warisan serta rumah di surga bersama-Nya untuk selama-lamanya. Siapa yang tidak menginginkan itu? Siapa yang tidak membutuhkannya?

Lalu bagaimana Anda dapat mengalami kebaikan Allah? Tentu saja Anda dapat belajar tentang kebaikan Allah ketika membaca Alkitab atau mendengarkan khotbah tentang hal itu. Tetapi Anda benar-benar mengalami kebaikan Allah ketika Anda menyembah-Nya. Tidak ada yang lebih menolong Anda untuk memusatkan perhatian selain penyembahan!

Alkitab berkata, "Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!" (Mazmur 34:9). Cara Anda mengalami kebaikan Allah adalah melalui penyembahan—ketika Anda memuji Allah dan mengucap syukur kepada-Nya atas siapa Dia dan atas apa yang telah Dia janjikan kepada Anda.

Renungkan :

- Bagaimana mengingat kebaikan Allah kepada Anda di masa lalu menolong Anda menghadapi penderitaan yang Anda alami saat ini?

- Mengapa mempercayai kebaikan Allah memberi Anda keyakinan saat menjalani kehidupan?

- Ayat-ayat Firman Tuhan apa yang mengingatkan Anda akan kebaikan-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 34-35; Kisah Para Rasul 15:1-21
____________
Mempercayai dan memahami kebaikan Allah akan mengubah hidup Anda secara menyeluruh dan memberi Anda perspektif baru terhadap keadaan yang Anda hadapi. Hal itu akan mengubah hidup Anda!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
How to Trust God’s Goodness When Life Gets Tough - Daily Hope with Rick Warren - July 8, 2026

“For the LORD is good. His unfailing love continues forever, and his faithfulness continues to each generation.” Psalm 100:5 (NLT)
------------------
If you grew up in a Christian home, you may have learned this childhood prayer: “God is great. God is good. Let us thank him for our food. Amen.” While simplistic, that prayer covers one key characteristic of God: his goodness.

Is it really true that God is good all the time? Absolutely! But many people don’t live like they believe it. It can be hard to believe in God’s goodness for many reasons, especially when you’re in pain and conflict. Those are the times you forget about God’s goodness. When you’re depressed, you think his goodness is for everyone except you. And when you’re worried or stressed out, you can’t seem to find—much less think about—God’s goodness, even when it’s right in front of you.

So how can you trust in God’s goodness when you don’t feel it? The Bible reminds you of his goodness over and over. Psalm 100:5 says, “For the LORD is good. His unfailing love continues forever, and his faithfulness continues to each generation” (NLT).

Focusing on God’s goodness is so important to your life. It gives you a new perspective on your darkest days. But when you forget God’s goodness, you lose perspective and can only see the difficulty you’re facing.

God wants to give you a life of confidence by assuring you of his love and care. He wants to give you a life of influence and opportunities so that you can make a difference in the world. And he wants to give you an inheritance and a home in heaven with him forever. Who doesn’t want that? Who doesn’t need that?

So how can you experience God’s goodness? Sure, you can learn about God’s goodness when you read the Bible or hear a message about it. But you actually experience God’s goodness when you worship him. Nothing helps you focus like worship!

The Message paraphrase says, "Worship GOD if you want the best; worship opens doors to all his goodness" (Psalm 34:9). The way you experience God's goodness is through worship—when you praise God and thank him for who he is and what he has promised you.

Believing and understanding the goodness of God will revolutionize your life and give you a new perspective on your circumstances. It will transform your life!


Senin, 06 Juli 2026

Hiduplah dalam Terang Kekekalan

07 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
2 Petrus 1:3 "Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib."
-----------------------
Sebagian besar orang tidak memperhatikan kekekalan. Mereka hidup hanya untuk saat ini, padahal itu adalah kesia-siaan. Sebagian besar dari apa yang ada "di sini dan saat ini" tidak akan berarti lagi dalam lima hari, apalagi lima puluh tahun—dan tentu saja tidak untuk selama-lamanya.

Seandainya kita membentangkan seutas tali dari California sampai Tokyo dan tali itu melambangkan seluruh kekekalan, maka kehidupan Anda di bumi bahkan tidak akan terlihat jika dibandingkan dengannya—bahkan tidak sampai satu milimeter!

Lalu, bagaimana Anda hidup dalam terang kekekalan? Anda hidup untuk kemuliaan Allah, karena kelak Dia akan membagikan kemuliaan-Nya kepada Anda di surga.
Alkitab berkata dalam 2 Petrus 1:3, "Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib."

Anda tidak dapat memilih apa yang akan terjadi dalam sisa hidup Anda. Tetapi Anda dapat memilih bagaimana Anda akan menanggapinya.
Anda dapat menghadapi masa depan sebagai seorang yang sinis, suka mengkritik, pesimis atau penuh keraguan. Anda dapat menghadapi masa depan dengan selalu mengharapkan yang terburuk dan akhirnya mengalami yang terburuk. Anda dapat menghadapi masa depan dengan tidak menunjukkan kemurahan hati kepada orang lain dan hidup demi kemuliaan diri sendiri.
Atau Anda dapat menghadapi masa depan dengan penuh rasa syukur, kemurahan hati dan kasih karunia... serta hidup untuk kemuliaan Allah.

Menurut Anda, pilihan yang mana yang akan membuat Anda lebih bahagia? Pilihan yang mana yang akan membuat Anda lebih berhasil? Pilihan yang mana yang akan membuat Allah berkenan dan membawa upah di surga?
Matius 5:16 berkata, "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga."

Kita diciptakan karena Allah menginginkan sebuah keluarga. Dia ingin menghabiskan kekekalan bersama keluarga-Nya. Dia ingin menghabiskan kekekalan bersama Anda dan saya! Surga adalah salah satu alasan utama mengapa kita dapat bersukacita.

Renungkan :

- Dengan cara apa Allah memakai waktu Anda di bumi untuk mempersiapkan Anda bagi kekekalan?

- Bagaimana rasa syukur dan kemurahan hati membuat Anda lebih bahagia?

- Ketika Anda selalu mengharapkan yang terburuk dalam hidup, apa yang hal itu katakan tentang apa yang Anda percayai mengenai Allah?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 32-33; Kisah Para Rasul 14
_____________
Allah telah memberikan hidup yang kekal kepada kita dan hidup bersama-Nya di surga akan menjadi sesuatu yang luar biasa!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
How to Live in Light of Eternity - Daily Hope with Rick Warren - July 07, 2026

“For as you know him better, he will give you, through his great power, everything you need for living a truly good life: he even shares his own glory and his own goodness with us!” 2 Peter 1:3 (TLB)
---------------------
The vast majority of people pay no attention to eternity. They’re living for the here and now, which is a waste. Most of what’s “here and now” isn’t going to matter in five days, much less 50 years—and certainly not for eternity.

If we stretched a rope from California to Tokyo, and that represented all of eternity, your life on earth wouldn’t even register by comparison—not even a millimeter!

So how do you live in light of eternity? You live for God’s glory, because he’s going to share his glory with you in heaven.

The Living Bible paraphrase says in 2 Peter 1:3, “For as you know him better, he will give you, through his great power, everything you need for living a truly good life: he even shares his own glory and his own goodness with us!”

You don’t get to choose what’s going to happen to you the rest of your life. But you do get to choose how you respond.

You can face the future as a cynic, a critic, a pessimist, or a doubter. You can face the future expecting the worst and experiencing the worst. You can face your future being ungracious to other people, and you can live for your own glory.

Or you can face the future with gratitude, generosity, and graciousness . . . and live for God’s glory.

Which one do you think will make you happier? Which one do you think will make you more successful? Which one do you think will bring a smile to God and rewards in heaven?

Matthew 5:16 says, “Let your light shine before others, so that they may see your good works and give glory to your Father who is in heaven” (ESV).

We were created because God wants a family. He wants to spend eternity with his family. He wants to spend eternity with you and me! Heaven is one of the main reasons you can have joy—God has given us eternal life, and living in heaven with him will be amazing!


Indahnya Hidup


HIDUP POSITIF ITU .....
▫Membina, bukan menghina.
▫Mendidik, bukan 'membidik'
▫Mengobati, bukan melukai.
▫Mengukuhkan bukan meruntuhkan.
▫saling menguatkan, bukan saling melemahkan.

Hidup positif itu...
▫Mengajak, bukan mengejek.
▫Menyejukkan, bukan memojokkan.
▫Mengajar, bukan menghajar.
▫Saling belajar, bukan saling bertengkar.
▫Menasehati, bukan mencaci maki
▫Merangkul, bukan memukul.
▫Mengajak bersabar, bukan mengajak saling mencakar.

Hidup positif itu...
▫Argumentative, bukan provokatif.
▫Bergerak cepat, bukan sibuk berdebat.
▫Realistis, bukan fantastis.
▫Mencerdaskan, bukan membodohkan.
▫Menawarkan solusi, bukan mengintimidasi.
▫Berlomba dalam kebaikan, bukan berlomba saling menjatuhkan.
▫Mengatasi keadaan, bukan meratapi kenyataan.

Hidup positif itu...
▫Suka berhikmat, bukan mahir mengumpat.
▫Menebar kebaikan, bukan mengorek kesalahan.
▫Menutup aib dan memperbaikinya, bukan mencari² aib dan menyebarkannya.
▫Menghargai perbedaan, bukan memonopoli kebenaran.
▫Mendukung semua program kebaikan, bukan memunculkan keraguan.

Hidup positif itu...
▫Memberi senyum manis, bukan menjatuhkan vonis.
▫Berletih-letih menanggung problema umat, bukan meletihkan umat.
▫Menyatukan kekuatan, bukan memecah belah barisan.
▫Kompak dalam perbedaan, bukan ribut mengklaim kebenaran.
▫Siap menghadapi musuh, bukan selalu mencari musuh.

Hidup positif itu...
▫Mencari teman, bukan mencari lawan.
▫Melawan kesesatan, bukan mengotak atik kebenaran.
▫Asyik dalam kebersamaan, bukan bangga dengan kesendirian.
▫Menampung semua lapisan, bukan memecah belah persatuan.
▫Mengatakan: "aku cinta kamu", bukan "aku benci kamu"

Hidup positif itu...
▫Kita mengatakan: "Mari bersama kami" bukan "Kamu harus ikut kami".
▫"Habis berapa ?" bukan "Dapat berapa ?"
▫"Mendatangi" bukan "Menunggu Dipanggil"
▫"Saling memaafkan" bukan "Saling menyalahkan"
indah nya silaturahim ... Menguatkan tali persaudaraan di antara kita                      

"WAKTU KITA"

🕯Waktu sedang  "Jaya",  kita merasa banyak teman di sekeliling kita

🕯Waktu sedang  "Berkuasa",  kita percaya diri melakukan apa saja

🕯Waktu sedang  "Tak Berdaya",  barulah kita sadar siapa saja sahabat sejati yang ada

🕯Waktu sedang  "Jatuh",  kita baru sadar selama ini siapa saja teman yang memperalat dan memanfaatkan kita

🕯Waktu sedang  "Sakit",  kita baru tahu bahwa sehat itu sangat penting,  jauh melebihi harta

🕯Manakala  "Miskin",  kita baru tahu jadi orang harus banyak memberi/menderma dan saling membantu

🕯Masuk  "Usia Tua",  kita baru tahu kalau masih banyak yang belum dikerjakan

🕯Saat  "di Ambang Ajal",  kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia sia

🕯Hidup tidaklah lama.
Sudah saatnya kita bersama sama membuat
HIDUP LEBIH BERHARGA
Saling menghargai, 
Saling membantu,
Saling memberi,
Saling mendukung, dan
Saling mencintai

🕯Jadilah teman setia tanpa syarat
Tunjukkanlah bahwa kita masih mempunyai Hati Nurani yang tulus
Apa yang ditabur itulah yang akan dituai

🕯Allah tidak pernah menjanjikan
bahwa : langit itu selalu biru,  bunga selalu mekar,  dan mentari selalu bersinar

🕯Tapi ketahuilah bahwa Allah :
Selalu memberi pelangi di setiap badai.
Memberi senyum di setiap air mata.
Memberi kasih sayang dan berkah di setiap cobaan,  dan
Jawaban di setiap doa.

🕯Jangan pernah menyerah
Terus berjuanglah,  Life is so beautiful and colourful.

🕯Hidup
Bukanlah suatu tujuan,  melainkan sebuah perjalanan

🕯Saudaraku
Indahnya hidup bukan karena banyak orang mengenal kita,  namun berapa banyak orang yang bahagia karena kita.

✂Jangan pernah menjadi  "gunting".
Karena gunting bisa  memotong sesuatu menjadi terpisah,  jadilah "jarum",  meskipun tajam tetapi bisa menyatukan apa yang sudah terpisah.

Semoga bermanfaat..😊

Selamat Beraktivitas. Sehat dan Sukses selalu. GBU🙏🏼🙏🏼🙏🏼

hi

Uploaded Image

Minggu, 05 Juli 2026

Empat Kebiasaan untuk Menguatkan Iman Anda

06 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
1 Timotius 4:7 "Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah"
--------------------
Jika Anda ingin dipakai oleh Allah, maka praktikkanlah kebiasaan-kebiasaan yang akan menguatkan iman Anda.
Alkitab berkata, "Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah" (1 Timotius 4:7).

Saya bertanya-tanya, berapa banyak orang yang bangun pagi sambil berpikir, "Hari ini saya bisa berolahraga!" Saya sendiri tentu tidak. Namun saya tahu bahwa kita semua membutuhkan latihan, baik secara jasmani maupun rohani. Saya juga tahu satu hal tentang latihan: Saya ingin mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dari setiap menit saya berlatih, baik secara fisik maupun rohani.
Untuk memperoleh manfaat maksimal dari latihan rohani Anda, praktikkanlah empat kebiasaan rohani berikut yang akan menguatkan iman Anda.

Pelajari Alkitab.
Anda perlu mempelajari Alkitab sendiri. Anda tidak bisa bergantung pada hasil pembelajaran Firman Tuhan dari orang lain. Anda perlu meluangkan waktu untuk mempelajarinya secara pribadi.
Alkitab berkata, "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik." (2 Timotius 3:16-17).

Firman Allah adalah pedoman untuk mempersiapkan diri menjalani kehidupan. Jika Anda ingin siap dipakai Allah, Anda harus mempelajari Alkitab.

Bacalah buku-buku yang membantu Anda bertumbuh secara rohani.
Amsal 19:8 berkata, "Siapa memperoleh akal budi, mengasihi dirinya; siapa berpegang pada pengertian, mendapat kebahagiaan" Itu berarti belajar dari Firman Allah dan dari orang-orang yang dengan setia mengikut Dia—buku-buku yang menginspirasi Anda, menantang Anda dan menguatkan iman Anda.

Tuliskan kesaksian hidup Anda.
Alkitab berkata dalam 1 Petrus 3:15, "Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat," Sama seperti tidak ada orang lain yang dapat mempelajari Alkitab untuk Anda, demikian juga tidak ada orang lain yang dapat menceritakan kisah hidup Anda. Ada empat bagian dalam sebuah kesaksian: bagaimana kehidupan Anda sebelum mengenal Kristus, bagaimana Anda menyadari bahwa Anda membutuhkan Kristus dalam hidup Anda, bagaimana Anda menyerahkan hidup kepada Kristus, dan bagaimana kehidupan Anda sekarang.

Bergabunglah dengan kelompok kecil.
"Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan." (1 Tesalonika 5:11). Dalam hal menguatkan iman, hanya sedikit hal yang dapat menandingi persekutuan yang teratur dengan kelompok kecil orang-orang percaya yang Anda kenal dan percayai. Jika Anda belum bergabung dalam kelompok kecil, carilah orang-orang yang dapat berbagi hidup bersama Anda dan mendukung Anda saat bertumbuh dalam iman.

Keempat kebiasaan ini akan membantu Anda tetap sehat secara rohani sehingga Anda siap dipakai oleh Allah. Manakah yang akan mulai Anda praktikkan minggu ini?

Renungkan :

- Mengapa menurut Anda proses menuliskan kesaksian hidup Anda bermanfaat?

- Apa saja cara Anda dan kelompok kecil Anda dapat saling membantu untuk bertumbuh dalam iman?

- Bagaimana Anda dapat membuat kegiatan membaca buku-buku Kristen menjadi lebih menarik dan menyesuaikannya dengan jadwal Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 30-31; Kisah Para Rasul 13:26-52
____________
Jika Anda ingin dipakai oleh Allah, maka praktikkanlah kebiasaan-kebiasaan yang akan menguatkan iman Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Four Habits to Strengthen Your Faith - Daily Hope with Rick Warren - July 06, 2026

“Spend your time and energy in the exercise of keeping spiritually fit.” 1 Timothy 4:7 (TLB)
----------------------
If you want God to use you, then practice the habits that strengthen your faith.

The Bible says in the Living Bible paraphrase, “Spend your time and energy in the exercise of keeping spiritually fit” (1 Timothy 4:7).

I wonder how many people wake up thinking, “I get to exercise today!” I certainly don’t. But I do know that we all need both physical and spiritual exercise. I also know this about exercise: I want the most benefit I can get out of every minute I exercise, whether it’s physical or spiritual.

To get the most out of your spiritual exercise, practice these four spiritual habits that will strengthen your faith.

Study the Bible. You need to study the Bible for yourself. You can’t depend on someone else’s study of God’s Word. You need to spend time in it on your own.

The Bible says, “All Scripture is inspired by God and is useful to teach us what is true and to make us realize what is wrong in our lives. It corrects us when we are wrong and teaches us to do what is right. God uses it to prepare and equip his people to do every good work” (2 Timothy 3:16-17 NLT).

God’s Word is the “get ready” manual for life. If you want to get ready for God to use you, you’ve got to study the Bible.

Read books that help you grow spiritually. Proverbs 19:8 says, “Do yourself a favor and learn all you can” (GNT).That means learning from God’s Word and from people who have faithfully followed him—books that inspire you, challenge you, and strengthen your faith.

Write out your testimony. The Bible says in 1 Peter 3:15, “Always be ready to answer everyone who asks you to explain about the hope you have” (NCV). Just like nobody else can study the Bible for you, nobody else can tell your story. There are four parts to a testimony: what your life was like before you came to Christ, how you realized you needed Christ in your life, how you committed your life to Christ, and what your life is like now.

Join a small group. “Encourage each other and build each other up” (1 Thessalonians 5:11 NLT). When it comes to strengthening your faith, few things compare to regular contact with a small group of believers you know and trust. If you are not in a small group, find people you can share life with and who will support you as you grow in faith.

These four habits will help you stay spiritually fit so that you’re ready for God to use you. Which one will you start practicing this week?


Sabtu, 04 Juli 2026

Siapa yang Ada di Balik Penentangan?

05 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
2 Timotius 2:25-26 "dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya."
---------------------
Ketika Anda menghadapi penentangan karena iman Anda, Anda perlu mengenali sumbernya.

Itu bukan orang lain. Bukan rekan kerja Anda. Bukan partai politik. Bukan pesaing. Tekanan yang Anda rasakan untuk menyerah diam, atau duduk ketika seharusnya Anda berdiri—tekanan itu bukan berasal dari orang lain. Sebenarnya, tekanan itu berasal dari Iblis.

Dalam Wahyu 12:10, Iblis disebut "pendakwa saudara-saudara kita". Dengan kata lain, ia adalah pendakwa orang-orang Kristen. Tugas utamanya adalah menjatuhkan Anda.

Ada peperangan rohani yang tidak terlihat sedang berlangsung di sekeliling Anda. Tekanan yang berusaha menghalangi Anda melakukan yang benar sebenarnya bukan berasal dari orang lain. Mereka hanyalah alat. Sebagian besar dari mereka bahkan tidak menyadari bahwa mereka sedang dipakai. Persoalan yang sebenarnya adalah peperangan rohani.

Efesus 6:12 berkata, "karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara."

Iblis tahu bahwa menyerang Yesus secara langsung tidak akan berhasil, sehingga ia menyerang para pengikut Yesus. Ia menggunakan media, musik, budaya populer, dan apa pun yang dapat dipakainya untuk mengejek mereka yang menjadi milik Yesus. Dialah yang berada di balik suara-suara yang berkata, "Orang-orang Kristen itu sudah ketinggalan zaman. Mereka tidak tahu apa yang mereka bicarakan."

Inilah yang Alkitab katakan harus Anda lakukan: "Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran, sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya." (2 Timotius 2:23-26).

Allah telah memberikan Roh Kudus kepada Anda untuk menolong Anda berdiri melawan serangan Iblis. Roh-Nya memberi Anda kuasa untuk bertumbuh dalam penguasaan diri, bahkan atas suasana hati Anda. Ia menolong Anda melawan hal-hal seperti iri hati yang digunakan Iblis untuk mencobai Anda. Ia memberi Anda kekuatan pada masa-masa depresi dan pergumulan. Dan Ia menolong Anda mengalahkan hal-hal seperti kemarahan dan amarah yang meledak-ledak.

Anda mungkin menganggap diri Anda kuat, tetapi Anda tidak cukup kuat untuk melawan serangan Iblis seorang diri. Yang perlu Anda lakukan adalah mengenali sumbernya—Iblis, bukan orang itu—dan menghadapi penentangan dengan cara yang sama seperti Yesus.

Bagaimana Yesus memperlakukan orang-orang yang menentang-Nya? Bahkan ketika berada di kayu salib, Ia berkata, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." (Lukas 23:34).

Orang-orang yang menyerang Anda—yang merendahkan Yesus, gereja dan Kekristenan—sering kali tidak menyadari sepenuhnya apa yang sedang mereka lakukan.

Itulah sebabnya, sama seperti Yesus, Anda perlu berdoa, "Ya Bapa, ampunilah mereka," supaya Anda dapat tetap menunjukkan kasih bahkan ketika sedang diserang. Dengan demikian, Anda akan memiliki lebih banyak kekuatan untuk melawan musuh yang sebenarnya.

Renungkan :

- Jika Iblis berada di balik tindakan-tindakan yang salah dari manusia, mengapa mereka tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan Allah?

- Apa pengaruhnya bagi Anda secara fisik, emosional, dan rohani ketika Anda mampu mengampuni musuh-musuh Anda?

- Dalam bagian kelemahan apa dalam hidup Anda Iblis paling mudah menyerang? Mintalah kepada Allah untuk menumbuhkan iman Anda dalam bidang-bidang tersebut dan memberi Anda kekuatan untuk tetap berdiri teguh.

Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 28-29; Kisah Para Rasul 13:1-25
_____________
Allah telah memberikan Roh Kudus kepada Anda untuk menolong Anda berdiri melawan serangan Iblis.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Who’s Behind the Opposition? - Daily Hope with Rick Warren - July 05, 2026

“Be humble when you correct people who oppose you . . . They have been trapped by the devil, and he makes them obey him, but God may help them escape.” 2 Timothy 2:25-26 (CEV)
-------------------
When you face opposition because of your faith, you need to recognize its source.

It’s not other people. It’s not your coworkers. It’s not a political party. It’s not a competitor. The pressure you feel to cave in or be quiet or sit down when you should stand up—that pressure is not coming from other people. It’s really coming from Satan.

In Revelation 12:10 Satan is called “the accuser of our brothers and sisters” (NIV). In other words, he’s the accuser of Christians. His number one job is to put you down.

There is an unseen spiritual battle going on all around you. The pressure to keep you from doing the right thing is not really coming from other people. They’re just weapons. Most of the time they don’t even know they’re being used. The real issue is spiritual warfare.

Ephesians 6:12 says, “We are not fighting against human beings but against the wicked spiritual forces in the heavenly world” (GNT).

Satan knows it’s ineffective to attack Jesus directly, so instead he attacks Jesus’ followers. He uses the media, music, popular culture, and anything he can to ridicule those who belong to Jesus. He’s behind the voices saying, “Those Christians are out of date. They don’t know what they’re talking about.”
Here’s what the Bible says you should do: “Stay away from stupid and senseless arguments. These only lead to trouble, and God’s servants must not be troublemakers. They must be kind to everyone, and they must be good teachers and very patient. Be humble when you correct people who oppose you . . . They have been trapped by the devil, and he makes them obey him, but God may help them escape” (2 Timothy 2:23-26 CEV).

God has given you the Holy Spirit to help you stand against the devil’s attacks. His Spirit gives you the power to grow in self-control, even over your moods. He helps you resist things like jealousy that Satan uses to tempt you. He gives you strength in seasons of depression and struggle. And he helps you overcome things like anger and rage.

You may think you’re strong, but you’re not strong enough to fight Satan’s attacks on your own. What you need to do is recognize the source—the devil, not that person—and treat the opposition the way Jesus did.

How did Jesus treat those who opposed him? Even on the cross he said, “Father, forgive them. They don’t know what they’re doing” (Luke 23:34 GW).

The people who attack you—who put down Jesus and church and Christianity—often don’t know the extent of what they’re doing.

That’s why, just like Jesus, you need to pray, “Father, forgive them,” so that you can show love even under attack. Then you’ll have more energy to fight the real enemy.


Jumat, 03 Juli 2026

Hanya Persetujuan Allah yang Penting

04 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
1 Petrus 4:16 "Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu."
--------------------
Ketika Anda berdiri untuk kebenaran dan melakukan apa yang benar, tidak ada alasan untuk merasa malu atau dipermalukan. Alkitab berkata dalam 1 Petrus 4:16, "Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu."

Izinkan saya bertanya kepada Anda: Apakah sebuah hinaan atau ejekan akan menentukan siapa diri Anda? Tidak. Apakah ketika seseorang memanggil Anda dengan sebutan tertentu atau memberi Anda label karena Anda berdiri bagi Kristus benar-benar akan mencelakakan Anda? Tidak. Apakah seseorang di media sosial yang sengaja memancing Anda untuk berdebat akan menjatuhkan Anda? Tidak.

Tidak satu pun dari hal-hal itu harus mengendalikan hidup Anda. Bahkan, tidak satu pun dari hal-hal itu harus memberikan dampak yang nyata dalam hidup Anda.

Inilah sebuah kebenaran yang sangat penting: Anda tidak memerlukan persetujuan orang lain untuk menjadi bahagia. Memahami kebenaran ini akan membebaskan hidup Anda.

Mungkin selama bertahun-tahun Anda telah berusaha diterima oleh kelompok tertentu atau mencari persetujuan dari seseorang. Saya tidak suka mengatakannya, tetapi jika sampai sekarang Anda belum mendapatkannya, mungkin Anda memang tidak akan pernah mendapatkannya. Kabar baiknya adalah Anda tidak membutuhkannya! Anda tidak memerlukan persetujuan siapa pun untuk menjadi bahagia.

Apa pun yang Anda lakukan dalam hidup, selalu akan ada seseorang yang tidak menyukainya. Anda tidak dapat menghindari ketidaksetujuan orang lain. Jadi, jika Anda tetap akan menghadapi penolakan, lebih baik ditolak karena melakukan yang benar daripada karena melakukan yang salah.

Ketika Anda menghadapi penentangan, ingatlah hal ini: Jika pendapat orang lain lebih penting bagi Anda daripada pendapat Allah, Anda akan hancur ketika diserang karena iman Anda kepada Yesus. Tetapi jika Anda berfokus kepada Allah dan kepada apa yang Anda tahu benar, maka Anda akan mampu berdiri teguh.
Seperti yang diteguhkan dalam Firman di ayat ini: "Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama" (1 Petrus 5:9).

Renungkan :

- Ketika Anda memiliki kesempatan untuk berdiri bagi kebenaran, apakah keinginan Anda untuk mendapatkan persetujuan orang lain memengaruhi cara Anda menanggapi situasi tersebut?

- Di manakah Anda dapat menemukan dorongan yang Anda perlukan untuk tetap berdiri teguh ketika orang-orang menentang iman Anda?

- Ketika orang lain tidak menyetujui Anda karena iman Anda, bagaimana hal itu memberi Anda kekuatan ketika mengetahui bahwa orang-orang percaya di seluruh dunia juga menderita karena iman mereka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 25-27; Kisah Para Rasul 12
_____________
Anda tidak memerlukan persetujuan orang lain untuk menjadi bahagia. Hanya Persetujuan Allah yang Penting

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
Only God’s Approval Matters - Daily Hope with Rick Warren - July 04, 2026

“It is no shame to suffer for being a Christian. Praise God for the privilege of being called by his name!” 1 Peter 4:16 (NLT)
------------------
When you stand for the truth and do what’s right, there’s no need to be ashamed or embarrassed. The Bible says in 1 Peter 4:16, “It is no shame to suffer for being a Christian. Praise God for the privilege of being called by his name!” (NLT).

Let me ask you: Is an insult or a putdown going to define you? No. Is somebody calling you a name or labeling you because you’ve made a stand for Christ going to truly harm you? No. Is some troll online who’s trying to bait you and start arguments going to take you down? No.

None of these things have to control your life. In fact, none of these things have to make any real impact on you at all.

Here’s a vital truth: You don’t need other people’s approval to be happy. Understanding this truth will liberate your life.

Maybe you’ve been trying to fit in with a certain group or get the approval of a certain person for many years. I hate to tell you, but if you haven’t gotten it by now, you may never get it. The good news is you don’t need it! You don’t need anybody’s approval in order to be happy.

No matter what you do in life, somebody’s not going to like it. You can’t avoid disapproval. So if you’re going to have people’s disapproval either way, you may as well have their disapproval for doing the right thing rather than the wrong thing.

As you face opposition, remember this: If other people’s opinions matter more to you than God’s opinion, you’re going to crumble when you’re attacked because of your faith in Jesus. But if you focus on God and on what you know is right, then you can take a firm stand.

Be encouraged by these words: “Stand firm against [the devil], and be strong in your faith. Remember that your family of believers all over the world is going through the same kind of suffering you are” (1 Peter 5:9 NLT).


Kamis, 02 Juli 2026

Berfokuslah pada Rekonsiliasi, Bukan Penyelesaian

03 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 5:18-19 "Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami."
--------------------
Ketika Anda ingin memulihkan hubungan yang rusak karena konflik, Anda harus berfokus pada rekonsiliasi, bukan penyelesaian.

Dan ada perbedaan besar antara keduanya.

Rekonsiliasi berarti memulihkan kembali hubungan. Ini bukan berarti Anda akan menikah lagi dengan mantan pasangan Anda; ini hanya berarti Anda hidup dalam damai satu sama lain.

Penyelesaian berarti Anda menyelesaikan setiap perbedaan pendapat—dan hal itu tidak akan pernah sepenuhnya terjadi. Kenyataannya, ada beberapa hal dalam pernikahan, persahabatan dan hubungan kerja Anda yang tidak akan pernah Anda sepakati karena kita semua berbeda. Tetapi Anda dapat berbeda pendapat tanpa menjadi orang yang suka bertengkar. Itulah yang disebut kedewasaan. Itulah yang disebut hikmat. Itulah yang disebut menjadi serupa dengan Kristus.

Kita dapat memiliki kesatuan tanpa keseragaman. Kita dapat berjalan bergandengan tangan tanpa harus selalu sependapat. Saya dan istri saya, Kay, telah menikah selama puluhan tahun dan kami tidak selalu sependapat dalam banyak hal. Tetapi kami tetap berjalan bergandengan tangan dan saling mendukung. Kami hidup dalam damai.

Inilah yang saya pelajari dari membimbing pasangan-pasangan yang menikah: Jika Anda berfokus pada memulihkan hubungan, sering kali persoalan-persoalan itu menjadi tidak begitu penting. Berapa banyak pertengkaran terbesar Anda sebenarnya terjadi karena hal-hal yang sangat kecil? Kita bertengkar mengenai begitu banyak hal kecil, tetapi kenyataannya pertengkaran itu bukanlah tentang hal-hal tersebut—melainkan tentang persoalan yang lebih besar. Daripada berusaha menyepakati setiap persoalan kecil, Anda perlu kembali berfokus pada hubungan itu sendiri.

Ada begitu banyak konflik di sekitar kita. Dunia kita dipenuhi perpecahan, pertengkaran, prasangka, rasisme dan perpecahan karena perbedaan pandangan politik. Akibatnya, kita memiliki hubungan yang rusak. Kita memiliki perekonomian yang rusak, pemerintahan yang rusak, pernikahan yang rusak, kehidupan yang rusak dan hati yang hancur.

Saya menantang Anda sebagai orang percaya untuk berkomitmen menjadi pembawa rekonsiliasi di dunia yang penuh konflik. Carilah cara untuk mempersatukan orang daripada memecah-belah mereka.

Alkitab berkata dalam 2 Korintus 5:18-19, "Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami."

Jika Anda adalah pengikut Yesus, Anda memiliki pelayanan rekonsiliasi. Tugas Anda adalah pergi ke tengah masyarakat dan berkata, "Allah telah melakukan segala sesuatu agar Anda dapat dipulihkan kembali dalam persekutuan dengan-Nya. Dia telah membayar semua dosa Anda. Anda tidak perlu menjadi musuh-Nya. Dia tidak marah kepada Anda. Dia sangat mengasihi Anda."

Renungkan :

- Apa satu bidang ketidaksepakatan dalam salah satu hubungan Anda yang belum dapat diselesaikan?

- Langkah-langkah apa yang dapat Anda ambil agar lebih berfokus pada memulihkan hubungan tersebut daripada berusaha menyelesaikan persoalannya?

- Bagaimana Anda dapat menjadi pembawa rekonsiliasi di tengah keluarga, tempat kerja dan komunitas Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 22-24; Kisah Para Rasul 11
______________
Berdamailah dengan Allah. Hiduplah dalam damai dengan Allah. Lalu sebarkanlah damai itu kepada semua orang.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========°°
Focus on Reconciliation, Not Resolution - Daily Hope with Rick Warren - July 03, 2026

“[God] has restored our relationship with him through Christ, and has given us this ministry of restoring relationships. In other words, God was using Christ to restore his relationship with humanity. He didn’t hold people’s faults against them, and he has given us this message of restored relationships to tell others.” 2 Corinthians 5:18-19 (GW)
----------------------
When you want to repair a relationship that’s been damaged by conflict, you have to focus on reconciliation, not resolution.

And there’s a big difference between the two.

Reconciliation means reestablishing the relationship. It doesn’t mean you’ll remarry your ex; it just means you’re at peace with each other.

Resolution means you resolve every disagreement—and that just isn’t going to happen. The truth is, there are some things in your marriage, your friendships, and your work relationships that you’re just never going to agree on—because we’re all different. But you can disagree without being disagreeable. That’s called maturity. That’s called wisdom. That’s called being like Christ.

We can have unity without uniformity. We can walk hand in hand together without seeing eye to eye. My wife, Kay, and I have been married for decades, and we don’t see eye to eye on a lot of things. But we walk hand in hand and support each other. We are at peace.

Here’s what I’ve learned from counseling married couples: If you focus on restoring your relationship, oftentimes the issues become insignificant. How many of your biggest arguments were over the smallest things? We fight about so many little things, but, in reality, the fights aren’t even about those things—they’re about bigger issues. Instead of trying to agree on every little issue, you need to get back to focusing on the relationship.

There’s a lot of conflict around us. Our world is filled with division, arguments, prejudice, racism, and partisanism. And as a result, we have broken relationships. We have broken economies, broken governments, broken marriages, broken lives, and broken hearts.

I challenge you as a believer to commit to becoming an agent of reconciliation in a world filled with conflict. Look for ways to bring people together rather than tear them apart.

The Bible says in 2 Corinthians 5:18-19, “[God] has restored our relationship with him through Christ, and has given us this ministry of restoring relationships. In other words, God was using Christ to restore his relationship with humanity. He didn’t hold people’s faults against them, and he has given us this message of restored relationships to tell others” (GW).

If you are a follower of Jesus, you have a ministry of reconciliation. It’s your job to go out in society and say, “God’s done everything to put you back in fellowship with him. He’s already paid for all your sins. You don’t have to be his enemy. He’s not mad at you. He’s mad about you.”

Be reconciled to God. Be at peace with God. Then spread that peace to everybody else.