Rabu, 14 Oktober 2026

Yesus Dapat Memulihkan Jiwa Anda yang Letih

15 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 11:28 "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu"
--------------------
Ketika Yesus berkata, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Matius 11:28), kelegaan seperti apa yang Dia maksudkan?

Yesus menawarkan kelegaan bagi jiwa Anda yang jauh lebih mendalam daripada istirahat fisik—karena Dia tahu bahwa masalah yang saat ini membutuhkan pertolongan kemungkinan besar bukanlah otot yang terlalu lelah akibat bekerja.

Ketika Anda datang kepada Yesus dalam keadaan kosong, kemungkinan besar pikiran, jiwa dan roh Anda sedang terbebani. Anda membutuhkan kelegaan bukan hanya dari pekerjaan fisik, tetapi juga dari ketegangan, stres, kecemasan, kesibukan yang terburu-buru dan kekhawatiran. Anda membutuhkan jenis kelegaan yang tidak bisa diperoleh hanya dengan tidur siang yang nyenyak atau pergi berlibur.

Kebanyakan orang memiliki cara untuk melepas penat ketika tubuh mereka lelah dan cara itu berbeda dari cara mereka memulihkan diri ketika mengalami kelelahan emosional dan rohani. Mungkin ketika Anda lelah, Anda menonton film atau menghabiskan waktu menggunakan ponsel. Mungkin Anda berbaring atau berjalan-jalan di luar. Mungkin Anda memilih menghabiskan waktu bersama teman-teman, atau mungkin Anda justru merasa lebih baik ketika sendirian.

Semua itu bisa menjadi hal yang baik—tetapi tidak satu pun dapat memulihkan jiwa Anda.

Hanya Allah yang dapat memulihkan jiwa Anda. Itulah sebabnya, ketika jiwa Anda terasa kosong, tertekan atau terbebani, Yesus ingin Anda datang kepada-Nya.

Alkitab mengatakan, "Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya" (Yesaya 40:29).

Ketika batin Anda terasa kosong, budaya di sekitar Anda mengatakan bahwa Anda perlu melakukan lebih banyak hal. Anda perlu menghasilkan lebih banyak uang, mendapatkan lebih banyak barang, melakukan lebih banyak kegiatan, dan bepergian ke lebih banyak tempat. Pergi, pergi, pergi. Lebih banyak, lebih banyak, lebih banyak. Namun, justru itulah alasan Anda merasa kosong!

Yesus ingin Anda melakukan yang sebaliknya: Jangan pergi ke mana-mana. Datanglah. Datanglah kepada-Nya—dan datanglah apa adanya.

Jiwa Anda tidak akan pernah menemukan kelegaan dalam apa pun yang ditawarkan dunia. Itu karena jiwa Anda tidak diciptakan untuk dipenuhi oleh apa pun yang ada di dunia ini.

Renungkan :

- Apakah Anda pernah merasa bersalah ketika memperlambat langkah dan beristirahat? Apa yang akan Anda ingatkan kepada diri sendiri ketika mulai merasa seperti itu?

- Bagaimana Anda mengetahui bahwa keletihan yang Anda rasakan berasal dari jiwa Anda, bukan sekadar dari tubuh Anda?

- Ketika Yesus memulihkan jiwa Anda, untuk melakukan apa Anda merasa dikuatkan dan diperlengkapi?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 1-3; Kolose 3 : 1-17
________________
Anda diciptakan untuk Allah dan Anda hanya akan menemukan kelegaan sejati ketika membawa jiwa Anda yang letih kepada-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Jesus Can Restore Your Weary Soul
By Rick Warren

“Come to me and I will give you rest.” Matthew 11:28 (CEV)
--------------------
When Jesus says, “Come to me and I will give you rest” (Matthew 11:28 CEV), what kind of rest is he talking about?

Jesus offers a rest for your soul that’s much deeper than physical rest—because he knows that the problem you need help with right now is probably not overworked muscles.

When you come to Jesus in your emptiness, what you probably have is an overloaded mind, soul, and spirit. You need rest not just from physical work but from tension, stress, anxiety, hurry, and worry. You need the kind of rest that can’t come from taking a good nap or going on vacation

Most people have a way to unwind when they’re physically tired that’s different from how they unwind when they’re emotionally and spiritually exhausted. Maybe when you’re tired, you watch a movie or spend time on your phone. Maybe you lie down or walk outside. Maybe you choose to spend time with friends, or maybe it’s better for you to be alone.

Those can all be good things—but none of them can restore your soul.

Only God can restore your soul. That’s why, when you have soul emptiness, soul depression, or soul overload, Jesus wants you to come to him.

The Living Bible paraphrase says, “He gives power to the tired and worn out, and strength to the weak” (Isaiah 40:29).

When you’re empty inside, culture says you need to do more. You need to make more money, get more stuff, do more things, travel more places. Go, go, go. More, more, more. But that’s the very reason you’re empty!

Jesus wants you to do the opposite: Don’t go. Come. Come to him—and come just as you are.

Your soul will never find rest in anything the world has to offer. That’s because your soul was not created to be filled by anything in this world.

You were made for God, and you only find real rest when you bring your weary soul to him.


Selasa, 13 Oktober 2026

Allah Dapat Menggunakan Segala Sesuatu untuk Mendatangkan Kebaikan

14 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
Kejadian 50:20 "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar."
------------------
Ingatkah Anda kisah Yusuf?

Saudara-saudaranya iri hati karena Yusuf adalah anak kesayangan ayah mereka, sehingga mereka menjualnya sebagai budak. Yusuf dibawa ke Mesir, dan selama 40 tahun pertama hidupnya, segala sesuatunya berjalan buruk. Ia bekerja sebagai budak, dituduh melakukan pemerkosaan padahal tidak bersalah dan dijebloskan ke penjara atas kejahatan yang tidak dilakukannya, hanya untuk menyebutkan beberapa hal.

Selama puluhan tahun, sepertinya tidak ada satu pun yang berjalan baik bagi Yusuf - tetapi Allah menempatkannya tepat di tempat yang Dia kehendaki. Allah tahu bahwa Yusuf akan diangkat menjadi pemimpin paling berkuasa kedua di Mesir, bangsa paling berkuasa di dunia pada waktu itu. Karena itulah, Yusuf dapat menyelamatkan Mesir dan Israel dari bencana kelaparan.

Ia bukan hanya menyelamatkan dua bangsa dari kelaparan, tetapi juga menyelamatkan keluarganya sendiri - orang-orang yang telah menjualnya sebagai budak. Ketika saudara-saudaranya datang menghadapnya, Yusuf sebenarnya dapat menghadapi mereka dan menghukum mereka atas apa yang telah mereka lakukan kepadanya.

Namun, bagaimana sikap Yusuf terhadap saudara-saudaranya? Ia memperlakukan mereka dengan kasih karunia, bukan dengan kepahitan. Ia mampu melakukan hal itu karena ia melihat segala sesuatu dari sudut pandang dan tujuan Allah yang lebih besar. Ia tahu bahwa Allah dapat menggunakan bahkan luka terbesar dalam hidupnya untuk mendatangkan kebaikan.

Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya, "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar." (Kejadian 50:20). Allah mengambil kejahatan mengerikan yang dilakukan saudara-saudara Yusuf dan menggunakannya untuk menyelamatkan banyak orang pada akhirnya.

Akan selalu ada orang dalam hidup Anda yang memiliki niat buruk, yang akan merasa iri terhadap Anda, mengkritik Anda dan menyakiti Anda. Akan ada saat-saat ketika Anda menjadi korban yang tidak bersalah atas dosa orang lain. Tidak ada cara untuk menghindarinya.

Anda mungkin tidak memahaminya-tetapi Anda tidak harus memahaminya! Seperti Yusuf, mungkin Anda tidak dapat mengubah keadaan Anda. Atau mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana Anda akan melewati semua ini atau apa yang sedang Allah lakukan. Anda dapat percaya bahwa Allah melihat semuanya, Dia peduli kepada Anda, dan Dia akan menegakkan keadilan.

Allah dapat menggunakan segala sesuatu, baik maupun buruk, untuk mencapai tujuan-Nya. Rencana-Nya yang baik untuk membentuk karakter Anda dan membuat Anda semakin serupa dengan Yesus tidak akan berubah karena orang lain.

Renungkan :

- Terkadang kita baru melihat bagaimana Allah menggunakan penderitaan kita untuk mendatangkan kebaikan bertahun-tahun kemudian. Apakah Anda memiliki contoh pengalaman seperti itu dalam hidup Anda? Apa yang akhirnya Anda pelajari tentang Allah melalui situasi menyakitkan tersebut?

- Mengapa keadaan yang menyakitkan terkadang menjadi cara terbaik bagi kita untuk bertumbuh semakin serupa dengan Yesus?

- Dari mana Anda mendapatkan kekuatan untuk memperlakukan orang yang menyakiti Anda dengan kasih karunia dan bukan dengan kepahitan? Dapatkah Anda melakukannya dengan kekuatan sendiri?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 63-66; Kolose 2 : 16-23
______________
Apa yang diniatkan orang lain untuk mendatangkan keburukan akan digunakan Allah untuk mendatangkan kebaikan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
God Can Use Everything for Good
By Rick Warren

“You intended to harm me, but God intended it all for good. He brought me to this position so I could save the lives of many people.” Genesis 50:20 (NLT)
-------------------
Remember the story of Joseph?

His brothers were jealous because he was the favorite son, so they sold him into slavery. He was taken to Egypt, and for the first 40 years of his life, everything went wrong. He worked as a slave, was falsely accused of rape, and was thrown in jail for a crime he didn’t commit, just to name a few.

For decades, nothing seemed to go right for Joseph—but God put him exactly where he wanted him to be. He knew that Joseph would be raised up to become the second most powerful leader in Egypt, the most powerful nation in the world at that time. And because of that, Joseph was able to save Egypt and Israel from famine.

Not only did he save two nations from starvation, but he also saved his family—the ones who sold him into slavery. When his brothers appeared before him, Joseph could have confronted them and punished them for what they did to him.

But what was Joseph’s attitude toward his brothers? He treated them with grace, not bitterness. He was able to do that because he saw God’s greater perspective and purpose. He knew God could use even the biggest hurt in his life for good.

Joseph said to his brothers, “You intended to harm me, but God intended it all for good. He brought me to this position so I could save the lives of many people” (Genesis 50:20 NLT). God took the terrible sin of Joseph’s brothers and used it to eventually save many people.

There will always be people in your life who have bad intentions, who will resent you, criticize you, and hurt you. There will be times when you are the innocent victim of someone else’s sin. There is no way around it.

You may not understand it—but you don’t have to! Like Joseph, maybe you can’t change your circumstances. Or maybe you’re wondering how you’re going to make it through or what God is doing. You can trust that God sees, he cares, and he will bring justice.

God can use everything, good or bad, to accomplish his purposes. His good plan to grow your character and make you more like Jesus will not be changed by other people. What others intend for bad, he will use for good


Trs: Allah Mengubah Kepahitan Menjadi Kebaikan




----- Pesan yang Diteruskan -----
Dari: "Petrus Kurniadi" <tan_petrus@yahoo.com>
Kepada: "Yung Benson" <yung_benson@yahoo.com.au>
Cc:
Terkirim: Sen, 12 Okt 2026 pada 5:40
Judul: Allah Mengubah Kepahitan Menjadi Kebaikan

12 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 8:28 "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."*
------------------
Kebanyakan orang tidak tahu bahwa saya adalah seorang "ahli" pembuat kue (setidaknya keluarga saya menganggap saya demikian). Bertahun-tahun yang lalu, saya memutuskan untuk belajar membuat kue. Saya berpikir bahwa jika saya ingin memakannya, saya seharusnya tahu cara membuatnya. Salah satu kue favorit yang pernah saya buat adalah salah satu kue yang lebih sulit untuk dibuat: kue cokelat Jerman yang dibuat dari awal untuk ulang tahun istri saya.

Membuat kue membuat saya menyadari bahwa bahan-bahan untuk sebuah kue tidak terasa enak jika dimakan sendiri-sendiri. Beberapa di antaranya cukup pahit. Jika Anda makan tepung begitu saja, rasanya tidak enak. Jika Anda makan baking powder, telur mentah atau minyak begitu saja, Anda akan menyesalinya. Bahkan vanila saja tidak terasa enak. Tetapi jika Anda mencampurkan semuanya dan memanggangnya, hasilnya lezat.

Salah satu janji terbesar dalam Alkitab terdapat dalam Roma 8:28: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Perhatikan bahwa ayat tersebut tidak mengatakan bahwa segala sesuatu itu baik. Melihat sekilas berita utama sudah membuktikan bahwa hal itu tidak benar. Ayat tersebut juga tidak mengatakan bahwa janji ini berlaku untuk semua orang—hanya bagi mereka yang mengasihi Allah. Cara Allah membuat segala sesuatu bekerja bersama-sama untuk kebaikan kurang lebih seperti membuat kue. Allah dapat mengubah yang pahit menjadi lebih baik.

Dalam hidup Anda dan di dunia ini, akan ada hal-hal yang pahit dan tidak menyenangkan. Anda mungkin berpikir, "Ini tidak terasa enak. Saya tidak menyukai perubahan dalam hidup saya. Saya tidak menyukai apa yang sedang terjadi di dunia saat ini."

Ketika Anda berada dalam masa perubahan yang cepat dan tidak henti-hentinya, dan beberapa hal terasa tidak menyenangkan, tentukanlah bahwa Anda tidak akan menjadi pahit dengan hanya melihat sisi negatif dari keadaan Anda. Karena bahkan ketika tidak ada sesuatu pun yang masuk akal, Anda dapat percaya bahwa Allah mengambil semuanya—yang baik dan yang pahit—dan menggunakannya untuk rencana-Nya yang baik.

Renungkan :

- Bagaimana berfokus pada hal-hal yang tidak Anda pahami dapat membuat Anda menjadi pahit?

- Apa yang perlu Anda fokuskan ketika berada dalam masa perubahan besar? Bagaimana hal itu akan membantu Anda melihat dengan jelas?

- Menurut Anda, mengapa Allah memberikan janji Roma 8:28 hanya kepada mereka yang mengasihi dan mengikuti-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 52-57; Kolose 1 : 15-29
_______________
Anda mungkin tidak dapat melihatnya sekarang, tetapi suatu hari nanti Anda akan merasakan manisnya di surga.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
God Turns Bitter into Better
By Rick Warren

“We know that God causes everything to work together for the good of those who love God and are called according to his purpose for them.” Romans 8:28 (NLT)
-------------------
Most people don’t know that I am a “master” cake builder (at least my family thinks I am). Years ago, I decided to learn how to bake cakes. I figured that if I wanted to eat them, I ought to know how to make them. One of my favorite creations was one of the more difficult cakes to make: a German chocolate cake made from scratch for my wife’s birthday.

Making cakes has made me appreciate that the individual ingredients for a cake don’t taste good on their own. Some of them are quite bitter. If you eat flour by itself, it doesn’t taste good. If you eat baking powder or raw egg or oil by itself, you’ll regret it. Even the vanilla by itself doesn’t taste good. But if you mix them all together and bake it, it’s delicious.

One of the greatest promises of the Bible is in Romans 8:28: “We know that God causes everything to work together for the good of those who love God and are called according to his purpose for them” (NLT).

Notice that verse does not say that everything is good. A quick look at the news headlines proves that isn’t true. And it doesn’t say this promise is for everyone—just those who love God. The way God works all things together for good is kind of like baking a cake. God can make the bitter, better.

In your life and in the world, there will be elements that are bitter and unpleasant. You might think, “That doesn’t taste good. I don’t like that change in my life. I don’t like what’s happening in the world today.”

When you’re in a season of rapid and relentless change, and some things don’t taste very good, determine that you won’t become bitter by seeing only the negative in your circumstances. Because even when nothing makes sense, you can trust that God takes it all—the good and the bitter—and uses it for his good plan.

You can’t see it now, but you will taste its sweetness in heaven one day.


Senin, 12 Oktober 2026

Cara Menumbuhkan Buah Roh

13 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
Galatia 5:22-23 *
"Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu."
----------------------
Tujuan Allah di balik setiap perubahan dalam hidup Anda adalah untuk membuat Anda semakin serupa dengan Yesus.

Janji dalam Roma 8:28 sungguh luar biasa:"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."
Namun, janji itu belum sepenuhnya masuk akal sampai Anda membaca ayat berikutnya: "Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula ,mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara." (Roma 8:29).

Allah tidak hanya menginginkan Anda menjadi bagian dari keluarga-Nya. Dia juga ingin Anda mengembangkan karakter sebagai anak Allah. Dia ingin Anda bertumbuh secara rohani. Dan teladan kedewasaan Anda adalah Yesus.

Jadi, seperti apakah Yesus itu? Gambaran terbaik tentang karakter Yesus adalah buah Roh dalam Galatia 5:22-23: "Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu."

Allah menghasilkan buah seperti itu dalam diri Anda dengan menempatkan Anda dalam situasi yang mengharuskan Anda belajar dan mempraktikkan kualitas-kualitas karakter tersebut.

Anda tidak belajar menjadi baik ketika berada di sekitar orang-orang yang baik; Anda tidak belajar merasa cukup ketika memiliki segala sesuatu yang Anda inginkan.

Jadi, ketika Allah ingin mengajarkan Anda untuk menjadi lebih penuh kasih, Dia tidak menempatkan Anda di sekitar orang-orang yang mudah dikasihi; Dia menempatkan Anda di sekitar orang-orang yang sulit dikasihi—orang-orang yang saya sebut "amplas kudus."

Siapa pun dapat merasa bahagia ketika segala sesuatu berjalan sesuai keinginannya. Tetapi Allah mengajarkan kepada Anda sukacita yang sejati di tengah penderitaan, dukacita dan patah hati.

Mudah untuk merasa damai ketika tidak ada pergumulan dalam hidup Anda. Ketika Allah mengajarkan Anda tentang damai sejahtera, Dia akan mengizinkan kekacauan dan konflik mengajarkan kepada Anda damai sejahtera yang melampaui segala pengertian (Filipi 4:7).

Bagaimana Allah mengajarkan Anda kesabaran? Dengan menempatkan Anda dalam antrean panjang di untuk perpanjangan SIM atau ketika janji dengan dokter mengalami penundaan. Setiap kali Anda harus menunggu, Allah sedang membuat Anda semakin serupa dengan Yesus.

Renungkan :

- Apakah Anda ingin bertumbuh secara rohani? Bagaimana jawaban Anda tercermin dalam cara Anda mengizinkan kesulitan hidup menumbuhkan (atau tidak menumbuhkan) buah Roh dalam diri Anda?

- Dalam hal apa saja Allah akhir-akhir ini sedang membentuk Anda agar semakin serupa dengan Yesus? Bagaimana Anda melihat Dia bekerja dalam diri Anda?

- Menurut Anda, bagaimana Allah memberkati doa-doa Anda ketika Anda meminta-Nya untuk membuat Anda semakin serupa dengan Yesus, bahkan jika hal itu membutuhkan perubahan yang sulit?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 58-62; Kolose 2 : 1-15
_____________
Hidup dan perubahan tidak selalu mudah, tetapi cara-cara besar maupun kecil di mana Anda bertumbuh dalam kedewasaan rohani akan membuat semuanya sepadan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
====≠===
How to Grow the Fruit of the Spirit
By Rick Warren

“The fruit of the Spirit is love, joy, peace, patience, kindness, goodness, faithfulness, gentleness, self-control.” Galatians 5:22-23 (ESV)
------------------
God's purpose behind every change in your life is to make you more like Jesus.

The promise of Romans 8:28 is wonderful: “We know that God causes everything to work together for the good of those who love God and are called according to his purpose for them” (NLT). But it doesn't fully make sense until you read the next verse: "For God knew his people in advance, and he chose them to become like his Son" (Romans 8:29 NLT).

God doesn't just want you in his family. He also wants you to develop the family characteristics of a child of God. He wants you to grow spiritually. And your model for maturity is Jesus.

So what is Jesus like? The best picture of Jesus’ character is the fruit of the Spirit in Galatians 5:22-23: “The fruit of the Spirit is love, joy, peace, patience, kindness, goodness, faithfulness, gentleness, self-control” (ESV).

God produces that kind of fruit in you by putting you in situations that require you to learn and practice those character qualities.

You don’t learn kindness when you’re around nice people; you don’t learn contentment when you have everything you want.

So when God wants to teach you to be more loving, he doesn’t put you around people who are easy to love; he puts you around people who are hard to love—people who I call “holy sandpaper.”

Anybody can be happy when everything's going their way. But God teaches you true joy in the middle of suffering, grief, and heartbreak.

It's easy to be at peace when there’s no struggle in your life. When God teaches you peace, he'll allow chaos and conflict to teach you the peace that passes understanding (Philippians 4:7).

How does God teach you patience? By placing you in long lines at the Department of Motor Vehicles or at a delayed doctor appointment. Anytime you have to wait, God is making you more like Jesus. 

Life and change are not always easy, but the big and small ways you’re growing in spiritual maturity will make it worth it.


Sabtu, 10 Oktober 2026

Allah Menggunakan Perubahan untuk Kebaikan Anda

11 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
Kejadian 8:22 "Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."
---------------------
Perubahan tidak dapat dihindari. Kita semua tahu itu—tetapi kita sering tetap terkejut ketika segala sesuatu tidak tetap sama.

Ketika perubahan terjadi, kita dapat mengeluh dan bersungut-sungut, menjadi marah, atau menyalahkan orang lain. Kita bahkan mungkin mencoba menghentikan sesuatu yang tidak dapat dihindari, seolah-olah kita memiliki kendali atasnya.

Namun, segala sesuatu di bumi tidak pernah tetap sama. Dalam setiap momen kehidupan kita, selalu ada perubahan, baik atau buruk.

Ketika Allah menciptakan bumi, ini adalah salah satu hal pertama yang Dia katakan: "Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam." (Kejadian 8:22). Dalam rancangan-Nya yang sempurna, Allah membuat segala sesuatu di planet ini memiliki musimnya. Segala sesuatu berubah, bahkan ketika kita tidak dapat melihat atau merasakannya. Keluarga Anda tidak sama seperti dulu. Pekerjaan Anda tidak sama seperti dulu. Anda tidak sama seperti dulu.

Namun, karena Allah merancangnya dan mengatakan bahwa semuanya itu baik, kita tahu bahwa perubahan adalah demi kebaikan kita. Perubahan membuat kita tidak menjadi terlena dan membantu kita terus mempercayai Allah untuk hal-hal yang tidak dapat kita pahami. Ketika perubahan membawa rasa sakit ke dalam hidup kita, perubahan membuat kita bergantung kepada-Nya. Dan perubahan menjadikan pertumbuhan rohani, fisik dan emosional sebagai bagian alami dari kehidupan. Perubahan menjadi lebih baik dalam perjalanan Anda bersama Yesus berarti Anda menjadi semakin serupa dengan-Nya.

Tidak ada pertumbuhan tanpa perubahan, tidak ada perubahan tanpa kehilangan, tidak ada kehilangan tanpa kesedihan dan tidak ada kesedihan tanpa rasa sakit. Seseorang yang ingin bertumbuh dan menjadi lebih baik tetapi tidak ingin melalui rasa sakit akibat perubahan adalah seperti seorang wanita yang berkata, "Saya ingin memiliki bayi, tetapi saya tidak ingin melalui proses persalinan". Itu tidak akan terjadi! Untuk membawa kehidupan baru ke dunia membutuhkan rasa sakit. Untuk menikmati setiap pemberian yang baik, terkadang kita harus mengalami perubahan yang menyakitkan yang diperlukan untuk menerimanya.

Renungkan :

- Dalam hal apa saja Anda sedang berubah dan bertumbuh menjadi lebih baik?

- Mengapa penting untuk berterima kasih kepada Allah terlebih dahulu atas bagaimana Dia sedang mengubah Anda, bahkan ketika Anda tidak menyadarinya?

- Perubahan apa yang ingin Anda lihat Allah lakukan dalam hidup Anda atau dalam kehidupan seseorang yang Anda kasihi? Apakah Anda sudah memintanya kepada-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 48-51; Kolose 1 : 1-14
______________
Perubahan tidak selalu mudah dan Anda mungkin tidak selalu memahaminya. Namun, ingatlah ini: Perubahan apa pun yang Allah minta dari Anda, Anda dapat yakin bahwa itu adalah demi kebaikan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
God Uses Change for Your Good
By Rick Warren

“As long as the earth remains, there will be planting and harvest, cold and heat, summer and winter, day and night.” Genesis 8:22 (NLT)
-------------------
Change is unavoidable. We all know that—but we often still act surprised when things don’t stay the same.

When change happens, we can complain and grumble, get mad, or blame other people. We may even try to stop the inevitable, as if we have any control. But things on earth never stay the same. In every moment of our lives, there is change, for good or bad.

When God created the earth, this is one of the first things he said: “As long as the earth remains, there will be planting and harvest, cold and heat, summer and winter, day and night” (Genesis 8:22 NLT). In his perfect design, God made everything on this planet seasonal. Everything is changing, even when we can’t see or feel it. Your family isn’t the same as it used to be. Your job isn’t the same as it used to be. You are not the same as you used to be.

But because God designed it and said it was good, we know that change is for our benefit. Change keeps us from becoming complacent and helps us continue to trust God for the things we cannot understand. When change brings pain into our lives, it makes us depend on him. And change makes spiritual, physical, and emotional growth a natural part of life. Change for the better in your walk with Jesus means you are becoming more like him.

There is no growth without change, no change without loss, no loss without grief, and no grief without pain. A person who wants to grow and be better but not go through the pain of change is like a woman saying, “I want to have a baby, but I don’t want to go through labor.” It isn’t going to happen! To bring new life into the world requires pain. To enjoy every good gift, we sometimes have to experience the painful change required to receive it.

Change will not always be easy, and you might not always understand it. But remember this: Whatever change God requires from you, you can be sure it is for your good.

Jumat, 09 Oktober 2026

Empat Alasan untuk Tidak Pernah Menyerah

10 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 4:18 "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal"
--------------------
Jika fokus Anda hanya tertuju pada hal-hal yang terlihat dalam jangka pendek dan Anda hanya memikirkan kesulitan atau rasa sakit yang sedang Anda alami, wajar jika Anda ingin menyerah.

Namun, jika Anda memandang segala sesuatu dari perspektif kekekalan, Anda akan mampu terus melangkah, apa pun yang terjadi.

"Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal." (2 Korintus 4:16-18).

Bagian ini memberikan empat alasan bagi kita untuk tetap kuat secara emosional dan tidak pernah menyerah.

Kita tidak pernah menyerah karena "roh kita diperbarui setiap hari." Kita tidak akan pernah membayangkan melewati satu minggu penuh tanpa makan, tetapi ada orang yang tidak membuka Alkitab selama satu minggu penuh. Itu berarti Anda menghalangi jiwa Anda untuk mendapatkan asupan yang paling penting yang dibutuhkannya! Jika Anda ingin roh Anda diperbarui setiap hari, bacalah Firman Allah.

Kita tidak pernah menyerah karena "kesulitan yang kita alami sekarang hanya sebentar dan tidak akan berlangsung lama." Masalah tidak datang untuk menetap; masalah datang untuk berlalu. Sekalipun kita menghadapi masalah sepanjang hidup kita, masalah itu sangat kecil jika dibandingkan dengan triliunan tahun yang akan kita habiskan di surga. Ketahuilah hal ini: Masalah di bumi hanya sementara dan Allah memiliki rencana jangka panjang bagi Anda.

Kita tidak pernah menyerah karena kita tahu bahwa masalah kita akan "menghasilkan bagi kita kemuliaan yang jauh lebih besar daripada semua kesulitan tersebut dan yang akan bertahan selamanya!" Allah menggunakan segala sesuatu dalam hidup Anda—bahkan hal-hal yang sulit—untuk membentuk karakter Anda bagi kekekalan. Roma 8:28 mengatakan, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Kita tidak pernah menyerah karena kita "mengarahkan pandangan kita pada hal-hal yang tidak dapat dilihat." Ketika Anda berfokus pada hal-hal yang bertahan selamanya, Anda mampu menyelesaikan perlombaan karena Anda berpikir dalam jangka panjang. Perhatian Anda tertuju pada kekekalan.

Renungkan :

- Ceritakan bagaimana perasaan Anda ketika membandingkan kesulitan yang sedang Anda alami dengan triliunan tahun yang akan Anda habiskan dalam kekekalan.

- Apa saja disiplin rohani lainnya, selain mempelajari Alkitab, yang dapat membantu Anda tetap berfokus pada kekekalan?

- Ibrani 12:2 mengatakan, “Karena sukacita yang menanti-Nya, Dia menanggung salib dan tidak memedulikan kehinaannya. Sekarang Dia duduk di tempat terhormat di samping takhta Allah” (NLT). Sukacita apakah yang terbentang di hadapan Yesus sehingga Dia mampu bertahan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 44-47; Filipi 4 : 10-23
_______________
Jadi, apa yang menjadi fokus Anda hari ini? Alih-alih terus melihat masalah Anda, mulailah kembali memandang Yesus. Dan jangan menyerah!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Four Reasons to Never Give Up
By Rick Warren

“We don’t look at the troubles we can see now; rather, we fix our gaze on things that cannot be seen.” 2 Corinthians 4:18 (NLT)
-------------------
If your focus is shortsighted and you’re only thinking about your current difficulties or pain, then it’s only natural to want to give up.

But if you look at things from an eternal perspective, then you’ll be able to keep going, no matter what happens.

“That is why we never give up. Though our bodies are dying, our spirits are being renewed every day. For our present troubles are small and won’t last very long. Yet they produce for us a glory that vastly outweighs them and will last forever! So we don’t look at the troubles we can see now; rather, we fix our gaze on things that cannot be seen” (2 Corinthians 4:16-18 NLT

This passage gives us four reasons to stay strong emotionally and never give up.

We never give up, because “our spirits are being renewed every day.” We wouldn't dream of going a whole week without food, but some people don't open their Bibles for an entire week. That's depriving your soul of the most essential nourishment it needs! If you want to renew your spirit every day, then get into God's Word.

We never give up, because “our present troubles are small and won’t last very long.” Problems don’t come to stay; they come to pass. Even if we have problems that last our entire lives, they would be miniscule compared to the trillions of years we're going to spend in heaven. Know this: Problems on earth are temporary, and God has long-range plans for you.

We never give up, because we know our problems will “produce for us a glory that vastly outweighs them and will last forever!” God is using everything in your life—even the hard stuff—to build your character for eternity. Romans 8:28 says, “We know that in all things God works for the good of those who love him, who have been called according to his purpose” (NIV).

We never give up, because we “fix our gaze on things that cannot be seen.” When you focus on things that last forever, you’re able to finish the race because you have long-term thinking. Your attention is fixed on eternity.

So, what are you focused on today? Instead of looking at your problems, start looking at Jesus again. And don’t give up!


*Empat Alasan untuk Tidak Pernah Menyerah*Empat Alasan untuk Tidak Pernah Menyerah 10 Oktober 2026 Bacaan Hari ini: 2 Korintus 4:18 *"Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal"* -------------------- Jika fokus Anda hanya tertuju pada hal-hal yang terlihat dalam jangka pendek dan Anda hanya memikirkan kesulitan atau rasa sakit yang sedang Anda alami, wajar jika Anda ingin menyerah. Namun, jika Anda memandang segala sesuatu dari perspektif kekekalan, Anda akan mampu terus melangkah, apa pun yang terjadi. "Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal." (2 Korintus 4:16-18). Bagian ini memberikan empat alasan bagi kita untuk tetap kuat secara emosional dan tidak pernah menyerah. Kita tidak pernah menyerah karena "roh kita diperbarui setiap hari." Kita tidak akan pernah membayangkan melewati satu minggu penuh tanpa makan, tetapi ada orang yang tidak membuka Alkitab selama satu minggu penuh. Itu berarti Anda menghalangi jiwa Anda untuk mendapatkan asupan yang paling penting yang dibutuhkannya! Jika Anda ingin roh Anda diperbarui setiap hari, bacalah Firman Allah. Kita tidak pernah menyerah karena "kesulitan yang kita alami sekarang hanya sebentar dan tidak akan berlangsung lama." Masalah tidak datang untuk menetap; masalah datang untuk berlalu. Sekalipun kita menghadapi masalah sepanjang hidup kita, masalah itu sangat kecil jika dibandingkan dengan triliunan tahun yang akan kita habiskan di surga. Ketahuilah hal ini: Masalah di bumi hanya sementara dan Allah memiliki rencana jangka panjang bagi Anda. Kita tidak pernah menyerah karena kita tahu bahwa masalah kita akan "menghasilkan bagi kita kemuliaan yang jauh lebih besar daripada semua kesulitan tersebut dan yang akan bertahan selamanya!" Allah menggunakan segala sesuatu dalam hidup Anda—bahkan hal-hal yang sulit—untuk membentuk karakter Anda bagi kekekalan. Roma 8:28 mengatakan, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." Kita tidak pernah menyerah karena kita "mengarahkan pandangan kita pada hal-hal yang tidak dapat dilihat." Ketika Anda berfokus pada hal-hal yang bertahan selamanya, Anda mampu menyelesaikan perlombaan karena Anda berpikir dalam jangka panjang. Perhatian Anda tertuju pada kekekalan. Renungkan : - Ceritakan bagaimana perasaan Anda ketika membandingkan kesulitan yang sedang Anda alami dengan triliunan tahun yang akan Anda habiskan dalam kekekalan. - Apa saja disiplin rohani lainnya, selain mempelajari Alkitab, yang dapat membantu Anda tetap berfokus pada kekekalan? - Ibrani 12:2 mengatakan, “Karena sukacita yang menanti-Nya, Dia menanggung salib dan tidak memedulikan kehinaannya. Sekarang Dia duduk di tempat terhormat di samping takhta Allah” (NLT). Sukacita apakah yang terbentang di hadapan Yesus sehingga Dia mampu bertahan? Bacaan Alkitab Setahun : Yesaya 44-47; Filipi 4 : 10-23 _______________ Jadi, apa yang menjadi fokus Anda hari ini? Alih-alih terus melihat masalah Anda, mulailah kembali memandang Yesus. Dan jangan menyerah! (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) ======== *Four Reasons to Never Give Up* By Rick Warren *“We don’t look at the troubles we can see now; rather, we fix our gaze on things that cannot be seen.”* 2 Corinthians 4:18 (NLT) ------------------- If your focus is shortsighted and you’re only thinking about your current difficulties or pain, then it’s only natural to want to give up. But if you look at things from an eternal perspective, then you’ll be able to keep going, no matter what happens. “That is why we never give up. Though our bodies are dying, our spirits are being renewed every day. For our present troubles are small and won’t last very long. Yet they produce for us a glory that vastly outweighs them and will last forever! So we don’t look at the troubles we can see now; rather, we fix our gaze on things that cannot be seen” (2 Corinthians 4:16-18 NLT This passage gives us four reasons to stay strong emotionally and never give up. We never give up, because “our spirits are being renewed every day.” We wouldn't dream of going a whole week without food, but some people don't open their Bibles for an entire week. That's depriving your soul of the most essential nourishment it needs! If you want to renew your spirit every day, then get into God's Word. We never give up, because “our present troubles are small and won’t last very long.” Problems don’t come to stay; they come to pass. Even if we have problems that last our entire lives, they would be miniscule compared to the trillions of years we're going to spend in heaven. Know this: Problems on earth are temporary, and God has long-range plans for you. We never give up, because we know our problems will “produce for us a glory that vastly outweighs them and will last forever!” God is using everything in your life—even the hard stuff—to build your character for eternity. Romans 8:28 says, “We know that in all things God works for the good of those who love him, who have been called according to his purpose” (NIV). We never give up, because we “fix our gaze on things that cannot be seen.” When you focus on things that last forever, you’re able to finish the race because you have long-term thinking. Your attention is fixed on eternity. So, what are you focused on today? Instead of looking at your problems, start looking at Jesus again. And don’t give up!

10 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 4:18 "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal"
--------------------
Jika fokus Anda hanya tertuju pada hal-hal yang terlihat dalam jangka pendek dan Anda hanya memikirkan kesulitan atau rasa sakit yang sedang Anda alami, wajar jika Anda ingin menyerah.

Namun, jika Anda memandang segala sesuatu dari perspektif kekekalan, Anda akan mampu terus melangkah, apa pun yang terjadi.

"Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal." (2 Korintus 4:16-18).

Bagian ini memberikan empat alasan bagi kita untuk tetap kuat secara emosional dan tidak pernah menyerah.

Kita tidak pernah menyerah karena "roh kita diperbarui setiap hari." Kita tidak akan pernah membayangkan melewati satu minggu penuh tanpa makan, tetapi ada orang yang tidak membuka Alkitab selama satu minggu penuh. Itu berarti Anda menghalangi jiwa Anda untuk mendapatkan asupan yang paling penting yang dibutuhkannya! Jika Anda ingin roh Anda diperbarui setiap hari, bacalah Firman Allah.

Kita tidak pernah menyerah karena "kesulitan yang kita alami sekarang hanya sebentar dan tidak akan berlangsung lama." Masalah tidak datang untuk menetap; masalah datang untuk berlalu. Sekalipun kita menghadapi masalah sepanjang hidup kita, masalah itu sangat kecil jika dibandingkan dengan triliunan tahun yang akan kita habiskan di surga. Ketahuilah hal ini: Masalah di bumi hanya sementara dan Allah memiliki rencana jangka panjang bagi Anda.

Kita tidak pernah menyerah karena kita tahu bahwa masalah kita akan "menghasilkan bagi kita kemuliaan yang jauh lebih besar daripada semua kesulitan tersebut dan yang akan bertahan selamanya!" Allah menggunakan segala sesuatu dalam hidup Anda—bahkan hal-hal yang sulit—untuk membentuk karakter Anda bagi kekekalan. Roma 8:28 mengatakan, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Kita tidak pernah menyerah karena kita "mengarahkan pandangan kita pada hal-hal yang tidak dapat dilihat." Ketika Anda berfokus pada hal-hal yang bertahan selamanya, Anda mampu menyelesaikan perlombaan karena Anda berpikir dalam jangka panjang. Perhatian Anda tertuju pada kekekalan.

Renungkan :

- Ceritakan bagaimana perasaan Anda ketika membandingkan kesulitan yang sedang Anda alami dengan triliunan tahun yang akan Anda habiskan dalam kekekalan.

- Apa saja disiplin rohani lainnya, selain mempelajari Alkitab, yang dapat membantu Anda tetap berfokus pada kekekalan?

- Ibrani 12:2 mengatakan, “Karena sukacita yang menanti-Nya, Dia menanggung salib dan tidak memedulikan kehinaannya. Sekarang Dia duduk di tempat terhormat di samping takhta Allah” (NLT). Sukacita apakah yang terbentang di hadapan Yesus sehingga Dia mampu bertahan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 44-47; Filipi 4 : 10-23
_______________
Jadi, apa yang menjadi fokus Anda hari ini? Alih-alih terus melihat masalah Anda, mulailah kembali memandang Yesus. Dan jangan menyerah!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Four Reasons to Never Give Up
By Rick Warren

“We don’t look at the troubles we can see now; rather, we fix our gaze on things that cannot be seen.” 2 Corinthians 4:18 (NLT)
-------------------
If your focus is shortsighted and you’re only thinking about your current difficulties or pain, then it’s only natural to want to give up.

But if you look at things from an eternal perspective, then you’ll be able to keep going, no matter what happens.

“That is why we never give up. Though our bodies are dying, our spirits are being renewed every day. For our present troubles are small and won’t last very long. Yet they produce for us a glory that vastly outweighs them and will last forever! So we don’t look at the troubles we can see now; rather, we fix our gaze on things that cannot be seen” (2 Corinthians 4:16-18 NLT

This passage gives us four reasons to stay strong emotionally and never give up.

We never give up, because “our spirits are being renewed every day.” We wouldn't dream of going a whole week without food, but some people don't open their Bibles for an entire week. That's depriving your soul of the most essential nourishment it needs! If you want to renew your spirit every day, then get into God's Word.

We never give up, because “our present troubles are small and won’t last very long.” Problems don’t come to stay; they come to pass. Even if we have problems that last our entire lives, they would be miniscule compared to the trillions of years we're going to spend in heaven. Know this: Problems on earth are temporary, and God has long-range plans for you.

We never give up, because we know our problems will “produce for us a glory that vastly outweighs them and will last forever!” God is using everything in your life—even the hard stuff—to build your character for eternity. Romans 8:28 says, “We know that in all things God works for the good of those who love him, who have been called according to his purpose” (NIV).

We never give up, because we “fix our gaze on things that cannot be seen.” When you focus on things that last forever, you’re able to finish the race because you have long-term thinking. Your attention is fixed on eternity.

So, what are you focused on today? Instead of looking at your problems, start looking at Jesus again. And don’t give up!