27 Juli 2026
Bacaan Hari ini:
Mazmur 23:1-3 "TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya."
-----------------
Dalam Mazmur 23, Alkitab mengatakan bahwa Tuhan memulihkan jiwa kita. Namun, mengapa jiwa kita perlu dipulihkan dan bagaimana Tuhan memulihkannya?
Ada banyak hal yang dapat melukai jiwa kita, tetapi yang paling sering terjadi adalah ketika kita berusaha menghadapi sendiri kepahitan, rasa bersalah dan dukacita. Padahal, Tuhan tidak pernah menghendaki kita memikul beban-beban itu sendirian. Lalu, bagaimana Yesus memberikan kelegaan dan memulihkan jiwa kita?
Yesus Mengubah Luka Menjadi Kekudusan
Sering kali kita terus menyimpan luka hati. Dengan kata lain, kita menyimpan kepahitan terhadap orang yang telah menyakiti kita. Ketika kita mulai memikirkan pembalasan atau ingin membalas dendam, hati kita akan dipenuhi kepahitan.
Namun, kita dapat mempercayakan luka itu kepada Tuhan. Dia sanggup mendatangkan kebaikan bahkan dari keadaan yang paling buruk.
Firman Tuhan menjanjikan: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28)
Yesus Menanggung Dosa-Dosa Kita
Rasa bersalah seharusnya hanya berlangsung sesaat—cukup lama untuk menyadari bahwa kita telah berbuat salah, mengakuinya kepada Tuhan, lalu melepaskannya. Namun, banyak orang terus membawa beban rasa bersalah karena dosa yang belum mereka akui di hadapan Tuhan.
Alkitab mengajarkan: "Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak" (Yesaya 53:12)
Karena Yesus telah menanggung dosa-dosa kita, kita tidak perlu terus hidup dalam rasa bersalah atas dosa yang telah Tuhan ampuni. Terimalah pengampunan-Nya dan hiduplah dalam kebebasan sebagai orang yang telah ditebus.
Yesus Merasakan Dukacita Kita dan Menyembuhkan Hati Kita
Berdukacita bukanlah sesuatu yang buruk. Dukacita adalah bagian dari proses menghadapi kehilangan dan perubahan dalam hidup. Namun, terkadang kita terjebak di dalamnya. Dukacita yang tidak diproses dapat melukai hati dan kehidupan kita. Kabar baiknya, Yesus memahami dukacita kita karena Dia sendiri pernah mengalaminya.
Firman Tuhan berkata: "Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah." (Yesaya 53:3-4)
Namun, Yesus tidak hanya memahami penderitaan kita, Dia juga menyembuhkan hati kita.
Firman Tuhan berkata: "Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka." (Mazmur 147:3)
Tuhan tidak pernah menghendaki kita menjalani hidup dengan memikul sendiri kepahitan, rasa bersalah dan dukacita. Yesus mengundang kita datang kepada-Nya untuk menerima pemulihan.
Dia berjanji: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." (Matius 11:28)
Renungkan :
- Luka hati apa yang masih Anda simpan hingga berubah menjadi kepahitan? Serahkanlah luka itu kepada Tuhan dan percayalah bahwa Dia sanggup mendatangkan kebaikan melaluinya.
- Dosa lama apa yang masih membuat Anda merasa bersalah? Luangkan waktu untuk mengakuinya kepada Tuhan, menerima pengampunan-Nya dan memohon agar Dia menolong Anda hidup dalam kebebasan sebagai orang yang telah diampuni.
- Dukacita apa yang belum pernah benar-benar Anda proses? Mintalah Tuhan menolong Anda melewati proses itu dan membawa pemulihan bagi hati Anda.
Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 40-42; Kisah Para Rasul 27
___________
Yesus tidak hanya memahami penderitaan kita, Dia juga menyembuhkan hati kita.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
How Jesus Restores Your Soul
By Rick Warren
“The LORD is my shepherd; I shall not want. He makes me lie down in green pastures. He leads me beside still waters. He restores my soul.” Psalm 23:1-3 (ESV)
------------------
In Psalm 23, the Bible says that God will restore your soul. But why does your soul need to be restored—and how can God restore it?
There are all kinds of ways that souls are damaged, but they most often are damaged when we try to deal with our grudges, our guilt, and our grief on our own. The truth is, God never intended for you to carry those burdens alone. So how does Jesus bring you rest and restore your soul?
Jesus turns your hurts into holiness.
Sometimes we hold onto our hurt; in other words, we hold grudges. And when you start thinking about retaliation or getting revenge against someone who’s hurt you, you become bitter.
But you can trust God with your hurt. He has a way of bringing good even out of evil. Romans 8:28 promises, “We know that in all things God works for the good of those who love him” (NIV).
Jesus takes your sins on himself.
You should only hold on to guilt for about five seconds—long enough to realize you were wrong, confess it to God, and let it go. But instead, many people carry around the burden of unconfessed guilt.
The Bible teaches, “[Jesus] was willing to give his life as a sacrifice. He was counted among those who had committed crimes. He took the sins of many people on himself. And he gave his life for those who had done what is wrong” (Isaiah 53:12 NIRV). There’s no need for you to keep living with guilt for something that God has already forgiven and forgotten.
Jesus feels your grief and heals your heart.
Grief is good; it’s how we get through life transitions. But sometimes we get stuck in our grief. And unprocessed grief will hurt you. But there’s good news: Jesus understands your grief because he’s experienced it too.
Isaiah 53:3-4 says, “He was hated and rejected by people. He had much pain and suffering. . . . But he took our suffering on him and felt our pain for us” (NCV). But he doesn’t just feel your grief; he heals it: “He heals the brokenhearted and binds up their wounds” (Psalm 147:3 NIV).
God never intended for you to go through life carrying all your grudges, guilt, and grief alone. Jesus wants you to come to him for restoration. He promises, “Come to me, all of you who are weary and carry heavy burdens, and I will give you rest” (Matthew 11:28 NLT).