Minggu, 18 Oktober 2026

Dasar Ketangguhan Anda

19 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
1 Yohanes 3:1 "Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah."
-------------------
Kita hidup di masa yang penuh tekanan. Lebih dari sebelumnya, kita perlu belajar menjadi tangguh agar dapat melakukan apa yang telah Allah panggil untuk kita lakukan. Itulah sebabnya langkah pertama untuk menjadi tangguh adalah mengingat betapa besar kasih Allah kepada Anda. Itulah penawar stres!

Bagian dari memenuhi tujuan hidup Anda adalah menjadi semakin serupa dengan Yesus. Dan Yesus sama sekali tidak meragukan bahwa Allah Bapa mengasihi-Nya. Dia berulang kali membicarakan hal itu dalam ayat-ayat seperti Yohanes 10:17, yang mengatakan, "Bapa mengasihi Aku"

Mengetahui dan mengingat bahwa Allah memiliki kasih yang tanpa syarat, berlimpah, terus-menerus, dan tidak pernah berakhir bagi Anda, sama seperti kasih-Nya kepada Yesus, merupakan dasar kehidupan yang tangguh. Seperti yang dikatakan Paulus, "Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita" (Roma 8:38-39).

Anda mungkin berpikir, "Tentu saja Allah mengasihi Yesus. Dia adalah Anak-Nya." Namun, tahukah Anda bahwa Yesus mengatakan hal yang sama tentang kasih-Nya kepada Anda? Dalam Yohanes 15:9-10, Yesus berkata, "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya."

Memahami betapa besar kasih Allah kepada Anda adalah dasar ketangguhan Anda. Jika Anda tidak yakin bahwa Allah mengasihi Anda setiap saat—tanpa syarat dan sepenuhnya—Anda akan mudah menjadi sasaran ketidaksetujuan orang lain. Anda akan menjadi orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain.

Namun, ketika Anda merasa aman dengan jati diri Anda sebagai anak Allah—ketika Anda memahami dan menerima bagaimana Allah memandang Anda—Anda dapat menghadapi masa-masa sulit dengan penuh keyakinan dan lebih sedikit stres.

Ketika Anda perlu diingatkan tentang betapa besar kasih Allah kepada Anda, lihatlah Firman-Nya.
"Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah." (1 Yohanes 3:1).

Renungkan :

- Menurut Anda, mengapa mengingat kasih Allah kepada Anda membuat Anda menjadi lebih tangguh?

- Mengapa penting untuk tidak hanya memahami kasih Allah kepada Anda, tetapi juga menerimanya?

- Dalam situasi apa Anda perlu menunjukkan ketangguhan yang lebih besar? Apa yang akan Anda lakukan untuk tetap terhubung dengan Firman Allah?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 17-20; I Tesalonika 2
_____________
Kita dapat menjadi tangguh karena mengetahui bahwa kita tidak akan pernah terpisah dari kasih Allah.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
The Foundation of Your Resilience
By Rick Warren

“See what great love the Father has lavished on us, that we should be called children of God! And that is what we are!” 1 John 3:1 (NIV)
---------------------
We are living in stressful times. More than ever, we need to learn resilience so that we can do what God has called us to do. That’s why the first step to being resilient is to remember how much God loves you. That’s the antidote to stress!

Part of fulfilling your purpose is becoming more like Jesus. And Jesus had no doubt in his mind that God the Father loved him. He talked about it over and over in verses like John 10:17, which says, “The Father loves me” (NLT).

Knowing and remembering that God has unconditional, extravagant, continuous, and never-ending love for you, just like he did for Jesus, is the foundation of a resilient life. As Paul says, “I am convinced that neither death nor life . . . nor anything else in all creation, will be able to separate us from the love of God that is in Christ Jesus our Lord” (Romans 8:38-39 NIV). We can be resilient, knowing that we can never be separated from God’s love.

You may be thinking, “Well, of course God loves Jesus. That’s his Son.” But did you know that Jesus says the same thing about his love for you? In John 15:9-10, Jesus says, “As the Father has loved me, so have I loved you. Now remain in my love. If you keep my commands, you will remain in my love” (NIV).

Understanding how much God loves you is the basis of your resilience. If you are not convinced that God loves you at all times—unconditionally and completely—then you’re going to be easy prey for the disapproval of other people. You’re going to be a people pleaser.

But when you are secure in who you are as God’s child—when you understand and accept how God feels about you—then you can face difficult times with confidence and less stress.

When you need to be reminded of how much God loves you, just look to his Word.

“See what great love the Father has lavished on us, that we should be called children of God! And that is what we are!” (1 John 3:1 NIV).


Sabtu, 17 Oktober 2026

Mengembalikan Segambar dengan Pencipta

Di sebuah rimba yang luas, ada seekor kancil yang menemukan kepingan koin emas berukir gambar sang Raja Hutan, Sang Singa. Dengan bangga, kancil menyimpannya dan menganggap koin itu sebagai miliknya yang paling berharga. Namun, sang kancil tersadar bahwa pada koin itu terukir wajah dan stempel kekuasaan sang raja, sehingga koin itu pada hakikatnya milik istana.

​Namun, ketika kancil memandang bayangan dirinya di jernihnya air sungai, ia teringat akan nasihat tua-tua rimba: "Setiap hewan diciptakan oleh Sang Pencipta Agung dan membawa ciptaan-Nya di dalam napas hidup mereka." Kancil menyadari bahwa benda berukir wajah raja memang harus dikembalikan kepada raja, tetapi seluruh jiwa dan raga ciptaan harus diserahkan seutuhnya kepada Sang Pencipta.

​Melalui kisah fabel ini, kita diajak memahami pengajaran Yesus dalam Matius 22:15-21. Ketika orang-orang Farisi mencoba menjerat-Nya dengan pertanyaan tentang kewajiban membayar pajak kepada Kaisar, Yesus meminta tunjukkan mata uang dinar dan bertanya gambar siapakah yang ada pada uang itu. Yesus menjawab, "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah" (Matius 22:21). Uang koin mencantumkan gambar kaisar sehingga itu milik duniawi/pemerintah, namun diri manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:27), sehingga hidup dan hati kita sepenuhnya adalah milik Allah.  

​Saudaraku, kita sering kali disibukkan dan terikat oleh tuntutan duniawi hingga lupa menyerahkan hati dan hidup kita kepada Pemilik sesungguhnya. Menjalankan kewajiban di dunia adalah hal yang baik dan wajar, tetapi jangan sampai kita menyerahkan seluruh jiwa kita kepada hal-hal fana. Ingatlah bahwa gambar Allah terpateri di dalam jiwa kita, maka serahkanlah seluruh hidup, kesetiaan, dan kasih kita kembali kepada-Nya.
​"Lalu kata Yesus kepada mereka: 'Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.'" (Matius 22:21)  
​Bacaan: Matius 22:15-21  
​(Have a blessed Sunday! Gbu!)

Lampiran foto: IMG-20261018-WA0003.jpg
Uploaded Image

Penawar untuk Kecemasan

18 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 11:29 "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati, dan jiwamu akan mendapat ketenangan."
---------------------
Semua orang ingin mengetahui penawar untuk kecemasan karena kita semua mengalaminya. Kita hidup di masa yang penuh tekanan, dan ketenangan bagi tubuh serta jiwa kita terasa sulit diperoleh.

Namun, ini bukanlah rahasia: Yesus ingin Anda mengurangi kekhawatiran dan lebih mempercayai-Nya. Dia berkata dalam Matius 11:29, "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati, dan jiwamu akan mendapat ketenangan."

Setelah Anda datang kepada Yesus dan membiarkan Dia ikut memikul beban Anda, Dia ingin Anda belajar dari-Nya. Mengapa? Karena Yesus tidak pernah terburu-buru. Dia menetapkan ritme kehidupan yang berasal dari hati yang lemah lembut dan rendah hati, yang bertujuan membawa kehidupan, bukan keletihan. Yesus memberikan teladan kepada kita tentang bagaimana menjalani hidup dengan damai sejahtera dan tujuan yang jelas dan mengikuti teladan-Nya adalah cara kita mengisi kembali tangki rohani dan emosional kita. Perhatikan bagaimana Dia menjalani hidup, lalu lakukanlah seperti yang Dia lakukan.

Belajar menjalani hidup seperti Yesus adalah sebuah proses. Anda tidak akan mempelajarinya dalam semalam karena gaya hidup Anda yang penuh beban juga tidak terbentuk dalam semalam. Namun, tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan, Anda dapat belajar untuk mempercayai-Nya.

Anda dapat belajar dari Yesus bagaimana menjadi lemah lembut dan rendah hati. Namun, bagaimana hal itu akan membantu Anda? Kelemahlembutan dan kerendahan hati sepertinya bukan solusi alami untuk mengatasi stres dan kelelahan. Mungkin Anda berharap Dia berkata, "Belajarlah dari-Ku dan Aku akan mengajarkan Anda cara memiliki daya tahan dan stamina."

Yesus ingin Anda belajar menjadi lemah lembut dan rendah hati karena sikap agresif dan kesombongan merupakan dua penyebab terbesar stres dan kekosongan dalam hidup.

Sikap agresif muncul ketika kita tidak mau menunggu apa pun dan mengambil terlalu banyak tanggung jawab. Sikap ini merupakan kebalikan dari kelemahlembutan.
Kesombongan muncul ketika kita berusaha mengendalikan segala sesuatu. Ego kita menjadi penyebab lebih banyak stres dan kesombongan dalam hidup daripada yang kita sadari.

Penawar bagi dua penyebab stres terbesar dalam hidup Anda adalah kelemahlembutan dan kerendahan hati. Anda mempelajarinya dengan mengingatkan diri sendiri setiap hari bahwa Anda bukan Allah dan Anda bukan penyelamat siapa pun.

Renungkan :

- Menurut Anda, apakah Anda pernah dituntut untuk selalu terburu-buru? Mengapa ya atau mengapa tidak?

- Apa yang selama ini berusaha Anda kendalikan hingga membuat Anda kelelahan?

- Dalam hal apa saja Anda pernah bertindak seolah-olah menjadi penyelamat seseorang? Bagaimana hal itu memengaruhi diri Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 13-16; I Tesalonika 1
____________
Luangkan waktu bersama Yesus, dan Anda akan melihat bagaimana kelemahlembutan dan kerendahan hati membawa ketenangan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
The Antidote to Anxiety
By Rick Warren

“Take my yoke upon you. Let me teach you, because I am humble and gentle at heart, and you will find rest for your souls.” Matthew 11:29 (NLT)
----------------
Everyone wants to know the antidote to anxiety because we all experience it. We live in stressful times and rest for our bodies and souls seems elusive.

But it’s not a secret: Jesus wants you to worry less and trust him more. He says in Matthew 11:29, “Take my yoke upon you. Let me teach you, because I am humble and gentle at heart, and you will find rest for your souls” (NLT).

After you come to Jesus and let him share your load, he wants you to learn from him. Why? Because Jesus is never in a hurry. He sets a pace that comes from a gentle and humble heart that is meant to bring life and not weariness. Jesus modeled for us how to live with peace and purpose, and following his example is how we refill our spiritual and emotional tanks. Watch how he lived, and do it the way he did.

Learning to live like Jesus is a process. You won't learn it overnight because you didn't develop your overloaded lifestyle overnight. But no matter how long it takes, you can learn to trust him.

You can learn from Jesus how to be gentle and humble. But how is that going to help you? Gentleness and humility don’t seem like the natural cure for being stressed out and tired. Maybe you would expect him to say, "Learn from me, and I'll teach you how to have endurance and stamina."

Jesus wants you to learn to be gentle and humble because aggression and arrogance are two of the biggest causes of stress and emptiness in life.

Aggression is when we don't want to wait for anything, and we over-commit ourselves. It's the opposite of gentleness.

Arrogance is when we try to control everything. Our ego is responsible for more stress and arrogance in our lives than we realize.

The antidote to the two biggest causes of stress in your life is gentleness and humility. You learn them by reminding yourself every day that you’re not God and you’re not anybody's savior.

Spend time with Jesus, and you’ll see how gentleness and humility lead to rest.


Jumat, 16 Oktober 2026

Menemukan Kunci Kebijaksanaan Hati

Selama bertahun-tahun, seorang kepala bagian di sebuah perusahaan manufaktur selalu merasa bangga dengan kerapian laporan dan ketaatannya pada aturan kantor. Namun, di balik sikap profesionalnya yang sempurna, ia menyimpan rasa iri dan dendam yang mendalam terhadap rekan kerja yang kerap mendapat promosi lebih cepat darinya. Ia sering kali melontarkan kritikan tajam terselubung untuk menjatuhkan mental bawahannya, sembari tetap tampil sebagai sosok pimpinan yang saleh dan santun di depan publik.

​Titik balik hidupnya terjadi ketika ia mendadak terbaring sakit di rumah sakit akibat serangan jantung. Di tengah kesendirian dan bayang-bayang kematian, ia menyadari betapa hampa seluruh pencapaian dan citra luar yang selama ini ia bangun dengan gigih. Dalam tangis penyesalannya di atas ranjang rumah sakit, ia memohon ampun kepada Tuhan atas kecongkakan serta kebusukan hati yang selama ini tersembunyi di balik jubah kesalehan semacam itu.

​Kesaksian hidup ini membuka mata kita bahwa integritas batin jauh lebih berharga daripada sekadar penampilan lahiriah. Sering kali manusia terjebak pada formalisme—rajin menjalankan ritual, fasih berbicara hal-hal rohani, dan tampak tanpa cela dari luar—namun di dalam batinnya masih dipenuhi kesombongan, kehakiman, dan penolakan terhadap kebenaran. Kristus menegur keras sikap hipokrisi ini karena kebenaran sejati tidak diukur dari apa yang tampak oleh mata manusia, melainkan dari ketulusan dan kerendahan hati yang mengalir dari dalam jiwa (Lukas 11:47-54).

​Saudaraku, mari kita memeriksa relasi kita dengan Tuhan dan sesama hari ini. Jangan sampai kita sibuk membangun "monumen" kesalehan lahiriah untuk dilihat orang lain, namun tanpa sadar menutup pintu hati bagi pertobatan yang sesungguhnya. Kiranya kita dimampukan untuk menyelaraskan tutur kata, tindakan, dan isi hati kita agar senantiasa mencerminkan kasih Kristus yang murni.
​"Sebab Allah tidak memandang apa yang dilihat manusia; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." (1 Samuel 16:7b)  
​Bacaan: Efesus 1:3-10 / Lukas 11:47-54
​(Gbu!)

Lampiran foto: IMG-20261017-WA0002.jpg
Uploaded Image

Berjalan Selaras dengan Yesus

17 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 11:29-30 "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
------------------
Apakah Anda merasa terbebani oleh terlalu banyak hal? Mungkin Anda sedang berusaha mengendalikan segala sesuatu secara berlebihan. Kita semua pernah melakukannya, terkadang bahkan tanpa menyadarinya. Tanpa sadar, kita bertindak seolah-olah semuanya bergantung pada diri kita sendiri. Kita berpikir bahwa kita harus menjaga agar semuanya tetap berjalan dengan baik. Kita berpikir bahwa kita harus membuat segala sesuatu terjadi.

Semakin besar kebutuhan Anda untuk mengendalikan segala sesuatu, semakin Anda akan merasa terbebani, stres dan kosong dalam hidup. Anda perlu belajar melepaskan kendali!

Ketika Anda datang kepada Yesus karena merasa kehabisan tenaga, langkah ketaatan Anda berikutnya adalah ini: "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan." (Matius 11:29-30).

Ketika Anda sudah merasa jenuh dan tidak sanggup lagi, inilah saatnya untuk melepaskan kendali.

Kuk adalah rangka kayu yang dipasang pada dua hewan agar mereka dapat menarik peralatan pertanian bersama-sama. Tujuan kuk adalah meringankan beban, bukan membuatnya semakin berat. Berbagi kuk berarti berbagi beban yang sedang Anda pikul.

Ketika Anda sudah merasa sedang memikul beban yang berat, menerima kuk Yesus mungkin terdengar seperti menambah beban. Namun, sebenarnya justru sebaliknya—karena ketika Anda tidak berada di bawah kuk bersama Yesus, Anda memikul beban itu sendirian dan Anda mungkin bergerak terlalu cepat hingga akhirnya terperosok ke dalam parit.

Namun, jika Anda berada di bawah kuk bersama-Nya, Dia ikut memikul beban Anda, menjaga kecepatan langkah Anda agar tetap sesuai dengan yang seharusnya dan membantu Anda tetap berada di jalan yang benar.

Sederhananya, kuk membuat beban menjadi lebih ringan dan mencegah Anda terjerumus ke dalam masalah. Galatia 5:25 mengatakan, "Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh"

Renungkan :

- Menurut Anda, mengapa Allah tidak langsung mengangkat seluruh beban Anda setiap kali Anda datang kepada-Nya dan meminta pertolongan?

- Seperti apa ritme kehidupan yang Anda inginkan? Ritme seperti apa yang akan membawa kesehatan dan ketenangan?

- Baca kembali Matius 11:29-30. Apa yang Yesus ingin Anda lakukan setelah memikul kuk-Nya? Bagaimana Anda dapat melakukannya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 8-12; Kolose 4
_______________
Anda berjalan selaras dengan Roh Allah dengan berada di bawah kuk bersama Yesus—bermitra dengan-Nya dan membiarkan Dia menentukan kecepatan langkah Anda. Yesus tidak pernah terburu-buru dan Anda pun tidak akan terburu-buru ketika terhubung dengan-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Walk in Step with Jesus
By Rick Warren

“Take my yoke upon you and learn from me, for I am gentle and humble in heart, and you will find rest for your souls. For my yoke is easy and my burden is light.” Matthew 11:29-30 (NIV)
------------------
Are you feeling overloaded? You may be trying to control things too much. We all do it, sometimes without even realizing it. We subconsciously act as if it all depends on us. We think we have to hold everything together. We think we have to make everything happen.

The greater your need to control things, the more overloaded, stressed, and empty you’re going to feel in life. You need to learn to give up control!

When you come to Jesus because you’re running on empty, your next step of obedience is this: “Take my yoke upon you and learn from me, for I am gentle and humble in heart, and you will find rest for your souls. For my yoke is easy and my burden is light” (Matthew 11:29-30 NIV).

When you get fed up, it’s time to give up control.

A yoke is not the middle of an egg (that’s a yolk). It’s the wooden frame you put over two animals so they can pull a piece of farm equipment together. The purpose of a yoke is to lighten the load, not to make it heavier. Sharing a yoke means sharing the load you’re carrying.

When you already feel like you’re carrying a heavy load, taking on Jesus’ yoke may sound like more of a burden. It’s actually the exact opposite—because when you’re not yoked to Jesus, you’re carrying the burden alone, and you might move at a pace that is too fast and throws you into a ditch.

But if you’re yoked to him, he shares the burden of the load with you, keeps your pace exactly where it needs to be, and helps you to say on the right path.

Put simply, a yoke makes the load lighter, and it keeps you from getting in trouble. Galatians 5:25 says, “Since we live by the Spirit, let us keep in step with the Spirit” (NIV).

You keep in step with God’s Spirit by being yoked to Jesus—partnering with him and letting him set the pace. Jesus was never in a hurry, and you won’t be either when you’re connected to him.


Kamis, 15 Oktober 2026

Allah Tidak Akan Membiarkan Anda Menghadapi Hidup Sendirian

16 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 2:13 "karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya"
--------------------
Apa pun yang akan Anda hadapi dalam minggu, bulan, atau tahun berikutnya, Anda tidak akan menghadapinya sendirian. Allah menyertai Anda, Dia ada di dalam diri Anda, dan Dia berpihak kepada Anda.

Filipi 2:13 mengatakan, "karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya"

Allah sedang bekerja di dalam diri Anda. Kata "bekerja" dalam bahasa Yunani adalah energeo, yang menjadi asal kata "energi". Allah adalah sumber energi yang menggerakkan hidup Anda. Anda tidak dapat bertahan hanya dengan kekuatan kemauan. Allah dapat memberikan kuasa yang Anda butuhkan melalui Roh-Nya yang bekerja dalam hidup Anda, apa pun yang sedang Anda hadapi.

Allah bekerja bersama Anda. Dia bukan hanya ada di dalam diri Anda, tetapi Dia juga menyertai Anda. Alkitab berkata, "Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. ... Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu." (Yohanes 14:18, 20). Itu adalah janji yang luar biasa! Alkitab mengatakan bahwa Kristus ada di dalam diri Anda, Anda tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah dan Anda dimeteraikan dengan Roh Kudus. Itu berarti agar iblis dapat mencapai Anda, ia harus melewati Tritunggal! Itu adalah perlindungan yang sangat baik. Itu juga sangat membantu menghilangkan rasa takut.

Allah berpihak kepada Anda. Allah bukan hanya menyertai Anda dan ada di dalam diri Anda, tetapi Dia juga berpihak kepada Anda. Roma 8:31 mengatakan, "Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?"

Ketika seorang gembala memimpin domba-dombanya, selalu ada anjing penjaga di belakang yang menggigit-gigit domba untuk membuat mereka terus bergerak ke arah yang benar.

Anda dapat menganggap kebaikan dan belas kasih Allah seperti anjing penjaga dalam hidup Anda. Alkitab berkata, "Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa." (Mazmur 23:7). Allah memberikan kepada Anda hal-hal yang tidak layak Anda terima—itulah kebaikan-Nya. Dan Dia tidak memberikan kepada Anda hal-hal yang sebenarnya layak Anda terima—itulah belas kasih-Nya.

Apakah Anda pernah merasakan senyum Allah dalam hidup Anda? Jika tidak, mungkin Anda belum benar-benar mengenal Allah. Sebagian orang berpikir bahwa Allah seperti orang tua yang marah dan selalu marah kepada mereka. Tidak. Allah berpihak kepada Anda!

Renungkan :

- Kuasa Allah tersedia bagi Anda. Bagaimana Anda dapat mulai mengalaminya?

- Kapan Anda paling sering meragukan kehadiran Allah? Mintalah kepada-Nya untuk memberikan iman kepada Anda agar dapat menyadari bahwa Dia sedang bekerja dalam hidup Anda.

- Bagaimana pandangan Anda terhadap situasi yang sulit dapat berubah ketika Anda mengetahui bahwa Allah berada di pihak Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 4-7; Kolose 3 : 18-25
_____________
Jika Anda ingin bahagia, setiap pagi Anda perlu bangun dan berkata, "Allah, terima kasih karena Engkau menyertai saya hari ini, berada di dalam diri saya hari ini dan berpihak kepada saya hari ini"

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
God Will Not Let You Face Life Alone

October 16, 2026

Today's Reading:
Philippians 2:13 "For it is God who works in you both to will and to do for His good pleasure"
--------------------
Whatever you will face in the next week, month, or year, you will not face it alone. God is with you, He is within you, and He is on your side.

Philippians 2:13 says, "For it is God who works in you both to will and to do for His good pleasure"

God is working within you. The word for “work” in Greek is energeo, which is where the word “energy” comes from. God is the source of energy that drives your life. You cannot survive by sheer force of will. God can give you the power you need through His Spirit working in your life, whatever you are facing.

God works with you. He is not only within you, but He is also with you. The Bible says, "I will not leave you as orphans. I am coming to you again. ... At that time you will know that I am in My Father and you in Me and I in you." (John 14:18, 20). That is a great promise! The Bible says that Christ is within you, you are hidden with Christ in God and you are sealed with the Holy Spirit. That means in order for the devil to reach you, he must pass through the Trinity! That is excellent protection. It also really helps eliminate fear.

Allah is on your side. God is not only with you and within you, but He is also on your side. Romans 8:31 says, "Therefore what shall we say to all these things? If God is for us, who can be against us?"

When a shepherd leads his sheep, there is always a guard dog behind who bites-Bite the sheep to keep them moving in the right direction.

You can think of God's goodness and mercy as a guard dog in your life. The Bible says, "Just goodness and mercy will follow me all the days of my life; and I will dwell in the house of the LORD forever." (Psalm 23:7). God gives you things you don't deserve—that's His goodness. And He doesn't give you the things you deserve—that's His mercy.

Have you ever felt God's smile in your life? If not, maybe you don't really know God. Some people think that God is like an angry parent who is always angry with them. No. Allah is on your side!

Think about it:

- God's power is available to you. How can you start experiencing it?

- When do you most often doubt God's presence? Ask Him to give you the faith to realize that He is working in your life.

- How might your outlook on difficult situations change when you know that God is on your side?

Bible Reading a Year:
Jeremiah 4-7; Colossians 3 : 18-25
_____________
If you want to be happy, every morning you need to wake up and say, "God, thank you for being with me today, being in me today and on my side today.(Translated from Daily Devotional by Rick Warren)


Rabu, 14 Oktober 2026

Yesus Dapat Memulihkan Jiwa Anda yang Letih

15 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 11:28 "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu"
--------------------
Ketika Yesus berkata, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Matius 11:28), kelegaan seperti apa yang Dia maksudkan?

Yesus menawarkan kelegaan bagi jiwa Anda yang jauh lebih mendalam daripada istirahat fisik—karena Dia tahu bahwa masalah yang saat ini membutuhkan pertolongan kemungkinan besar bukanlah otot yang terlalu lelah akibat bekerja.

Ketika Anda datang kepada Yesus dalam keadaan kosong, kemungkinan besar pikiran, jiwa dan roh Anda sedang terbebani. Anda membutuhkan kelegaan bukan hanya dari pekerjaan fisik, tetapi juga dari ketegangan, stres, kecemasan, kesibukan yang terburu-buru dan kekhawatiran. Anda membutuhkan jenis kelegaan yang tidak bisa diperoleh hanya dengan tidur siang yang nyenyak atau pergi berlibur.

Kebanyakan orang memiliki cara untuk melepas penat ketika tubuh mereka lelah dan cara itu berbeda dari cara mereka memulihkan diri ketika mengalami kelelahan emosional dan rohani. Mungkin ketika Anda lelah, Anda menonton film atau menghabiskan waktu menggunakan ponsel. Mungkin Anda berbaring atau berjalan-jalan di luar. Mungkin Anda memilih menghabiskan waktu bersama teman-teman, atau mungkin Anda justru merasa lebih baik ketika sendirian.

Semua itu bisa menjadi hal yang baik—tetapi tidak satu pun dapat memulihkan jiwa Anda.

Hanya Allah yang dapat memulihkan jiwa Anda. Itulah sebabnya, ketika jiwa Anda terasa kosong, tertekan atau terbebani, Yesus ingin Anda datang kepada-Nya.

Alkitab mengatakan, "Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya" (Yesaya 40:29).

Ketika batin Anda terasa kosong, budaya di sekitar Anda mengatakan bahwa Anda perlu melakukan lebih banyak hal. Anda perlu menghasilkan lebih banyak uang, mendapatkan lebih banyak barang, melakukan lebih banyak kegiatan, dan bepergian ke lebih banyak tempat. Pergi, pergi, pergi. Lebih banyak, lebih banyak, lebih banyak. Namun, justru itulah alasan Anda merasa kosong!

Yesus ingin Anda melakukan yang sebaliknya: Jangan pergi ke mana-mana. Datanglah. Datanglah kepada-Nya—dan datanglah apa adanya.

Jiwa Anda tidak akan pernah menemukan kelegaan dalam apa pun yang ditawarkan dunia. Itu karena jiwa Anda tidak diciptakan untuk dipenuhi oleh apa pun yang ada di dunia ini.

Renungkan :

- Apakah Anda pernah merasa bersalah ketika memperlambat langkah dan beristirahat? Apa yang akan Anda ingatkan kepada diri sendiri ketika mulai merasa seperti itu?

- Bagaimana Anda mengetahui bahwa keletihan yang Anda rasakan berasal dari jiwa Anda, bukan sekadar dari tubuh Anda?

- Ketika Yesus memulihkan jiwa Anda, untuk melakukan apa Anda merasa dikuatkan dan diperlengkapi?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 1-3; Kolose 3 : 1-17
________________
Anda diciptakan untuk Allah dan Anda hanya akan menemukan kelegaan sejati ketika membawa jiwa Anda yang letih kepada-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Jesus Can Restore Your Weary Soul
By Rick Warren

“Come to me and I will give you rest.” Matthew 11:28 (CEV)
--------------------
When Jesus says, “Come to me and I will give you rest” (Matthew 11:28 CEV), what kind of rest is he talking about?

Jesus offers a rest for your soul that’s much deeper than physical rest—because he knows that the problem you need help with right now is probably not overworked muscles.

When you come to Jesus in your emptiness, what you probably have is an overloaded mind, soul, and spirit. You need rest not just from physical work but from tension, stress, anxiety, hurry, and worry. You need the kind of rest that can’t come from taking a good nap or going on vacation

Most people have a way to unwind when they’re physically tired that’s different from how they unwind when they’re emotionally and spiritually exhausted. Maybe when you’re tired, you watch a movie or spend time on your phone. Maybe you lie down or walk outside. Maybe you choose to spend time with friends, or maybe it’s better for you to be alone.

Those can all be good things—but none of them can restore your soul.

Only God can restore your soul. That’s why, when you have soul emptiness, soul depression, or soul overload, Jesus wants you to come to him.

The Living Bible paraphrase says, “He gives power to the tired and worn out, and strength to the weak” (Isaiah 40:29).

When you’re empty inside, culture says you need to do more. You need to make more money, get more stuff, do more things, travel more places. Go, go, go. More, more, more. But that’s the very reason you’re empty!

Jesus wants you to do the opposite: Don’t go. Come. Come to him—and come just as you are.

Your soul will never find rest in anything the world has to offer. That’s because your soul was not created to be filled by anything in this world.

You were made for God, and you only find real rest when you bring your weary soul to him.