Rabu, 25 Maret 2026

Seperti Apa Pengampunan yang Sejati ?

26 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
Efesus 4:32 "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu."
-----------------
Pengampunan bukanlah sekadar kata yang diucapkan dengan mudah untuk membuat keadaan terasa lebih baik. Pengampunan sejati memiliki makna yang dalam dan membutuhkan proses.

Alkitab menunjukkan empat ciri dari pengampunan yang sejati:

1. Pengampunan dimulai dengan menyadari bahwa Anda telah diampuni

Alkitab berkata: "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu." (Efesus 4:32)
Inilah dasar dari pengampunan yang sejati. Jika Anda tidak merasakan bahwa Anda telah diampuni, Anda akan sulit mengampuni orang lain. Jika Anda keras terhadap diri sendiri, Anda cenderung keras terhadap orang lain.
Namun semakin Anda menerima kasih karunia dan pengampunan dari Tuhan, semakin Anda mampu menunjukkan pengampunan kepada orang lain.

2. Pengampunan berarti melepaskan hak untuk membalas

Alkitab berkata: "Janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan" (Roma 12:19)
Hidup memang tidak selalu adil. Namun Tuhan adalah hakim yang adil. Ia akan memperbaiki segala yang salah pada waktu-Nya. Karena itu, Anda tidak perlu membalas. Serahkanlah semuanya kepada Tuhan.

3. Pengampunan berarti membalas kejahatan dengan kebaikan

Alkitab berkata: "berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu." (Lukas 6:27–28)

Bagaimana Anda tahu bahwa Anda benar-benar telah mengampuni? Ketika Anda dapat melihat luka orang lain, bukan hanya luka Anda sendiri, dan mulai mendoakan agar Tuhan memberkati mereka.
Mungkin Anda berpikir, "Bagaimana mungkin saya mengampuni mereka? Mereka benar-benar menyakiti saya."
Hanya kasih Tuhan yang memampukan Anda melakukan hal itu. Karena itu, penting untuk memenuhi hidup Anda dengan kasih Tuhan.

4. Pengampunan adalah proses yang perlu diulang

Alkitab berkata: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali." (Matius 18:21–22)

Pengampunan bukanlah tindakan satu kali saja. Anda mungkin perlu melakukannya berulang kali. Berapa lama Anda harus terus mengampuni?
Sampai luka itu tidak lagi menguasai hati Anda, dan keinginan untuk membalas hilang. Dengan kata lain, selama masih diperlukan.

Renungkan :

- Apa perbedaan yang Anda rasakan dalam hidup ketika Anda menyadari bahwa Tuhan telah mengampuni Anda? Bagaimana Anda dapat meneruskan kasih karunia itu kepada orang lain?

- Siapa yang dapat Anda doakan hari ini agar Tuhan memberkati mereka? Bagaimana doa itu menolong Anda melepaskan luka hati?

- Kebaikan apa yang dapat Anda lakukan kepada seseorang yang pernah menyakiti Anda atau tidak menyukai Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 19-21; Lukas 2:25-52
___________
Pengampunan bukan berarti melupakan atau membenarkan kesalahan. Pengampunan berarti Anda memilih untuk melepaskan beban itu kepada Tuhan dan tidak lagi hidup dalam kepahitan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
What Real Forgiveness Looks Like - Daily Hope with Rick Warren - March 26, 2026

"Be kind and compassionate to one another, forgiving each other, just as in Christ God forgave you." Ephesians 4:32 (NIV)
------------------
Forgiveness is not a term you can casually throw around, making everyone instantly feel better. That's not real forgiveness.

The Bible says there are four characteristics of real forgiveness:

1. Forgiveness is remembering how much you've been forgiven. Ephesians 4:32 says, "Be kind and compassionate to one another, forgiving each other, just as in Christ God forgave you" (NIV). This is the starting point for genuine forgiveness. If you don't feel forgiven, you probably won't want to forgive anyone else. If you're hard on yourself, you're going to be hard on others. But the more grace you receive from God, the more gracious you're going to be with others. The more you receive God's forgiveness, the more forgiving you'll be toward others.

2. Forgiveness is relinquishing your right to get even. The Bible says in the Living Bible paraphrase, "Never avenge yourselves. Leave that to God, for he has said that he will repay those who deserve it" (Romans 12:19). Life is not fair, but one day God's going to settle the score. He's going to right the wrongs. So who's better at getting justice—you or God?

3. Forgiveness is responding to evil with good. The Bible says in Luke 6:27-28, "Do good to those who hate you, bless those who curse you, pray for those who mistreat you" (NIV). How can you tell when you've really forgiven someone? When you can look at that person's hurt, not just your own, and pray for God to bless them.

You ask, "How could I possibly forgive them? They really hurt me." Only the love of God can help you do something like that. It's why you must fill your life with God's love.

4. Forgiveness is repeating the process as long as necessary. "Peter came to him and asked, 'Lord, how often should I forgive someone who sins against me? Seven times?' 'No, not seven times,' Jesus replied, 'but seventy times seven!'" (Matthew 18:21-22 NLT). Jewish law said you had to forgive a person three times, so Peter doubled it and threw one in for good measure. But Jesus said to go even further with your forgiveness!

How long do you have to keep forgiving someone? Until the pain stops and the desire to get revenge goes away. In other words, as long as it takes.


Amerika Serikat Temukan Rahasia Bawah Tanah Terbesar Iran, Lalu B-2 Bomb...

https://youtube.com/watch?v=MUh_YDe0J4U&si=XhF7l9ESc_uQWxes

Selasa, 24 Maret 2026

YANG DISALIB ITU YESUS? ATAUKAH ORANG LAIN (Oei Podcast)

https://youtube.com/watch?v=Uoh_AbMwgR4&si=3WDVpmDWwjt0mt91

Iran Melanggar Batas Tak Termaafkan... Balasan AS Langsung dan Tanpa Ampun

https://youtube.com/watch?v=9-pI_v6_v-s&si=T1rCGCaniG0xlMLe

Ketika Harus Memilih


"Berikan aku tiga permintaan" merupakan salah satu bagian kalimat populer yang diucapkan oleh pemilik lampu ajaib dalam kisah Aladin. Permintaan yang dapat mengubah hidup seseorang, miskin menjadi kaya, lemah menjadi kuat dan berbagai permintaan menggiurkan lainnya. Namun apa jadinya jika yang diberikan bukanlah permintaan, melainkan pilihan akan malapetaka?

Melakukan penghitungan bangsa Israel tanpa diperintahkan dan tanpa seizin Tuhan, Daud harus menerima konsekuensi dari perbuatannya. Bukan tiga permintaan yang harus diajukannya, sebaliknya ia harus memilih satu dari tiga malapetaka yang nyaris sama berat. Tiga tahun kelaparan, tiga bulan masa pelarian, atau wabah penyakit sampar di negerinya (1 Taw. 21:12). Menyadari kesalahannya, menghadapi pilihan yang berat dan membingungkan itu, Daud memilih untuk menyerahkan keputusannya kepada Sang Pemberi hukuman. Bagi Daud, menghadapi malapetaka itu bersama Tuhan menjadi pilihannya ketimbang jatuh ke tangan manusia (1 Taw. 21:13).

Saudaraku, keputusan Daud yang tak mudah ini tentu tidak diperolehnya dari hasil pemikiran sesaat, namun merupakan buah pengalamannya berjalan bersama Allah dalam tahun-tahun kehidupannya. Setelah semua hal baik dan buruk yang dialaminya, Daud pun memiliki keberanian untuk tetap memilih dan mengandalkan Allah dalam situasi yang sulit. Ia tak khawatir akan malapetaka karena tahu bahwa Yang Mahakuasa tetap menggenggam tangannya bahkan saat ia jatuh. Perjalanannya bersama Allah tak hanya membuatnya mampu menentukan pilihan yang tepat, namun juga membawanya kepada Pribadi yang tepat.
"'... biarlah kiranya aku jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab sangat besar kasih sayang-Nya....'" (1 Tawarikh 21:13)
Bac: 1 Tawarikh 21:1-13
(Gbu!)

Terimalah Kasih Karunia Tuhan dan Hiduplah dengan Tenang

25 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
Ibrani 12:15 "Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah"
---------------------
Bagaimana Anda dapat hidup dengan tenang dalam kasih karunia Tuhan yang membebaskan? Firman Tuhan memberi kita beberapa langkah sederhana untuk melakukannya:

R — Realize : Sadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna
Alkitab berkata : "Aku melihat batas-batas kesempurnaan, tetapi perintah-Mu luas sekali." (Mazmur 119:96)
Hanya Tuhan yang sempurna. Tidak ada sistem, pendapat manusia, atau pengalaman hidup yang benar-benar sempurna. Tetapi firman Tuhan adalah sempurna. Ketika Anda membangun hidup di atas firman-Nya, Anda memiliki dasar yang kokoh.

E — Enjoy : Nikmati kasih Tuhan yang tanpa syarat
Alkitab berkata: "Lihatlah, betapa besarnya kasih m yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah" (1 Yohanes 3:1)
Sebagai orang percaya, Anda bukan hanya hamba Tuhan, tetapi anak Tuhan. Seorang anak diterima bukan karena prestasinya, tetapi karena siapa dirinya. Anda dapat hidup dengan tenang karena Anda dikasihi dan diterima oleh Tuhan.

L — Let God : Serahkan segala sesuatu kepada Tuhan
Apa yang harus Anda lakukan terhadap hal-hal yang tidak dapat Anda kendalikan?
Alkitab berkata: "Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu." (1 Petrus 5:7)
Seperti seseorang yang melempar umpan saat memancing, ada saatnya Anda harus melepaskan dan membiarkan Tuhan bekerja. Anda tidak perlu mengendalikan semuanya.

A — Act : Bertindak dengan iman, bukan ketakutan
Alkitab berkata: "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman." (Efesus 2:8)
Keselamatan adalah pemberian Tuhan. Anda tidak perlu menjadi sempurna untuk menerimanya. Hidup dengan iman berarti mempercayai Tuhan, bukan dikendalikan oleh rasa takut.

X — Exchange : Tukarkan perfeksionisme dengan damai sejahtera dari Tuhan
Perfeksionisme merampas damai sejahtera. Tetapi Yesus berkata: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu…Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan." (Matius 11:28–29)
Dalam Tuhan, Anda dapat menemukan ketenangan yang sejati.

Satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah ini: jangan sampai Anda menolak kasih karunia Tuhan.

"Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah" (Ibrani 12:15)

Terimalah kasih karunia itu hari ini—dan hiduplah dengan tenang.

Renungkan :

- Kesalahan atau rasa bersalah apa yang dapat Anda lepaskan ketika Anda menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna?

- Bagian mana dari kasih Tuhan yang paling menolong Anda untuk hidup dengan tenang?

- Apa langkah yang perlu Anda ambil hari ini untuk merespons kasih karunia Tuhan dalam hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yosua 16-18; Lukas 2:1-24
____________
Anda mungkin akan mengalami kegagalan dalam hidup. Tetapi jika Anda telah menerima kasih karunia Tuhan, Anda tidak perlu hidup dalam ketakutan atau tekanan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Receive God's Grace So You Can Relax - Daily Hope with Rick Warren - March 15, 2026

"Be careful that no one fails to receive God's grace." Hebrews 12:15 (NCV)
-------------------
How do you learn to "RELAX" in the liberating grace of God?

R—Realize nobody's perfect.

The Bible says in the Living Bible paraphrase, "Nothing is perfect except your words" (Psalm 119:96). Those words are directed toward God, because only he is perfect! There isn't anything perfect about society or popular opinion. There isn't anything perfect about what you learned while growing up. But God's Word is perfect. When you get in the Bible and build your life on it, you will have a perfect foundation.

E—Enjoy God's unconditional love.

The Bible says, "See how very much our heavenly Father loves us, for he allows us to be called his children—think of it—and we really are!" (1 John 3:1 TLB). When you become a follower of Christ, you're not just a servant of God. You are a child of the King! A child is accepted on the basis of who they are. They can rest secure in the acceptance and love of their family.

L—Let God handle things.

What do you do about the uncontrollable things in life? "Cast all your anxiety on [God] because he cares for you" (1 Peter 5:7 NIV).

When you're fishing and you cast a line, there comes a point when you have to take your finger off the button and let it go. So just like casting requires letting go, to overcome perfectionism, you have to let go and let God do his work.

A—Act in faith, not fear.

Remember how you got into God's family in the first place. Ephesians 2:8 says, "For it is by grace you have been saved, through faith" (NIV). There's no other way to get into heaven except by grace. You'll never be good enough, and you can't buy your way in. It's a free gift from God.

X—Exchange your perfectionism for God's peace.

Perfectionism destroys peace. Jesus says in The Message paraphrase, "Are you tired? Worn out? Burned out on religion? Come to me. Get away with me and you'll recover your life. I'll show you how to take a real rest . . . Learn the unforced rhythms of grace" (Matthew 11:28-29). What a deal!

You're going to fail a lot in life. But you don't have to worry about it if you've received God's grace. In fact, there's only one failure you ever need to worry about: "Be careful that no one fails to receive God's grace" (Hebrews 12:15 NCV).

Receive it right now, and then relax!


Iran Serang Qatar, Jet Tempur Qatar Bikin Kejutan Lewati Batas

https://youtube.com/watch?v=0gOVQ6cSMrE&si=sjMM0WyNjIow7O7f