https://youtube.com/watch?v=6VfaulFYolo&si=W3ii9k8AnSz4EZIZ
Veni Vidi Vici
Kamis, 12 Maret 2026
Rabu, 11 Maret 2026
Menghadapi Perundungan di Dunia Digital
12 Maret 2026
Bacaan Hari ini:
Efesus 6:12 "karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara"
-----------------
Perundungan semakin sering terjadi di sekolah, di tempat kerja, bahkan di dunia online. Ketika seseorang menggunakan kekerasan, ancaman atau berusaha mengendalikan serta menakut-nakuti orang lain, hal itu dapat menjadi bentuk perundungan. Perilaku ini bisa berupa ancaman, menyebarkan rumor, serangan verbal, pelecehan atau dengan sengaja mengucilkan seseorang dari suatu kelompok.
Perundungan tidak hanya terjadi secara langsung. Saat ini banyak orang terhubung melalui pesan singkat, media sosial, permainan daring dan berbagai aplikasi. Karena itu, perundungan digital (cyberbullying) juga semakin sering terjadi. Pada masa lalu, seseorang bisa menjauh dari perundung dengan meninggalkan tempat bermain atau sekolah. Namun sekarang, perundung dapat menjangkau seseorang melalui ponsel, tablet atau komputer. Kadang-kadang hal ini membuat seseorang merasa seolah tidak ada tempat untuk menghindar.
Ketika Anda atau anak Anda menghadapi situasi seperti ini, penting untuk memahami sumber sebenarnya dari perundungan tersebut.
Alkitab berkata: "karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara" (Efesus 6:12)
Orang yang melakukan perundungan bukanlah musuh yang sebenarnya. Pertarungan yang sesungguhnya bersifat rohani. Kejahatan itu nyata dan Alkitab mengajarkan bahwa kita tidak hanya berhadapan dengan manusia, tetapi juga dengan kuasa kegelapan. Iblis berusaha menimbulkan ketakutan, kemarahan dan kebencian. Ia dapat memengaruhi siapa saja yang memberinya kesempatan, terutama mereka yang tidak memiliki hubungan dengan Tuhan atau tidak dipimpin oleh Roh Kudus.
Itulah sebabnya doa sangat penting ketika menghadapi perundungan di sekolah, tempat kerja atau di dunia online. Anda tidak hanya berhadapan dengan manusia, tetapi juga dengan pergumulan rohani di baliknya.
Mungkin Anda tidak selalu memiliki kekuatan untuk menghentikan perundungan. Tetapi Tuhan memiliki kuasa untuk menolong Anda. Karena itu, mulailah dengan doa. Melalui doa, Anda terhubung dengan kuasa Tuhan untuk menghadapi setiap tantangan yang ada di sekitar Anda.
Renungkan :
- Jika seorang rekan kerja atau anak Anda mengalami perundungan, bagaimana Anda akan menasihati mereka untuk meresponsnya?
- Bagaimana cara pandang Anda berubah ketika menyadari bahwa ada pergumulan rohani di balik perundungan?
- Bagaimana doa menghubungkan Anda dengan kuasa Tuhan dalam menghadapi situasi sulit?
Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 17-19; Markus 13:1-20
__________
Iblis ingin menyakiti Tuhan, tetapi ia tidak dapat melakukannya secara langsung. Karena itu ia berusaha menyakiti anak-anak Tuhan. Cara tercepat untuk menyakiti seorang orang tua adalah dengan menyakiti anaknya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Dealing with Bullying in a Digital World - Daily Hope with Rick Warren - March 12, 2026
"We are not fighting against human beings but against the wicked spiritual forces in the heavenly world." Ephesians 6:12 (GNT)
--------------------
Bullying is on the rise in our schools, our workplaces, and even online.
Whenever someone uses aggression or tries to control or intimidate another person, it can sometimes be a form of bullying. This may include threats, rumor-spreading, verbal attacks, harassment, or intentionally excluding someone from a group.
Bullying doesn't just happen in person. Today we're increasingly connected through texts, social media, video games, and apps. And that means cyber bullying happens in all those spheres. In previous generations, kids could escape bullies by leaving the playground, but today the bullies can reach you through your phone, tablet, or computer. Sometimes it can seem like there is no escape.
When you or your children face this kind of behavior, it's important to recognize the source behind the bully.
"We are not fighting against human beings but against the wicked spiritual forces in the heavenly world" (Ephesians 6:12 GNT).
The bully is not your real problem. The real battle is spiritual. Evil is real, and the Bible says we're not fighting against people, but against spiritual forces of darkness. Satan loves to stir up fear, anger, and hatred, and he can influence anyone who gives him room—especially those who don't have a relationship with God or have the Holy Spirit guiding them.
Satan wants to hurt God, but he can't—so he does the next best thing: He goes after God's children. The fastest way to hurt a parent is to hurt their child. That's why prayer is such an important part of dealing with harassment or bullying at school or work, because you're not dealing with just human beings. There's a spiritual battle behind it all.
You may not have the power to stop bullying, but God does.
So always start with prayer. That's where you get God's power to fight the spiritual forces at work around you.
Selasa, 10 Maret 2026
Menggunakan Ponsel Anda untuk Menjangkau Bangsa-Bangsa
11 Maret 2026
Bacaan Hari ini:
2 Korintus 5:18 "Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. "
---------------
Anda mungkin dapat menemukan saya di media sosial. Namun Anda mungkin tidak akan melihat saya mengunggah tentang minuman kopi yang saya pesan atau pendapat saya tentang acara televisi terbaru.
Ketika saya mulai menggunakan Twitter, Facebook, dan Instagram beberapa tahun yang lalu, saya memutuskan untuk memakainya sebagai sarana untuk menguatkan orang lain dan mengajarkan mereka bagaimana mengikuti Yesus. Itu jauh lebih bermanfaat daripada sekadar membagikan hal-hal kecil tentang kehidupan sehari-hari.
Alkitab berkata: "Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. " (2 Korintus 5:18)
Tidak ada yang salah dengan menggunakan media sosial untuk membagikan foto keluarga atau pengalaman menyenangkan yang Anda alami. Namun jika Anda tidak pernah menggunakan media sosial untuk memberitakan tentang damai sejahtera yang dapat dimiliki seseorang melalui Tuhan, Anda sebenarnya melewatkan kesempatan yang sangat besar untuk menjalankan tujuan hidup Anda.
Tuhan telah memberikan kepada kita tugas yang sangat penting, yaitu memberitakan keselamatan melalui Yesus Kristus kepada orang lain. Ketika Yesus memerintahkan untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya, perintah itu juga ditujukan kepada Anda.
Selama hampir dua ribu tahun, menjangkau seluruh dunia berarti seseorang harus berlayar dengan kapal atau terbang dengan pesawat untuk pergi ke berbagai tempat. Namun sekarang, Anda dapat menjangkau orang di seluruh dunia tanpa meninggalkan rumah.
Anda bahkan dapat duduk di kamar Anda dan membagikan pesan tentang Tuhan, dan dalam hitungan detik pesan itu dapat dibaca oleh orang-orang dari berbagai negara. Ini adalah kesempatan yang luar biasa yang tidak dimiliki oleh generasi sebelumnya. Namun kesempatan ini juga membawa tanggung jawab yang besar, yaitu menggunakan teknologi ini untuk memberitakan Injil kepada dunia.
Alkitab berkata: "Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa"(1 Tawarikh 16:24)
Renungkan :
- Apa ketakutan yang Anda rasakan ketika memikirkan untuk berbicara tentang Yesus di media sosial?
- Bagaimana media sosial dapat menjadi sarana yang efektif untuk memberitakan Injil?
- Selain media sosial, kesempatan apa lagi yang Tuhan berikan kepada Anda untuk menceritakan keselamatan melalui Yesus kepada orang lain?
Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 11-13; Markus 12:1-27
____________
Hari ini Anda memiliki kesempatan untuk memberitakan kepada orang-orang dari berbagai bangsa tentang hal-hal luar biasa yang Tuhan telah lakukan dalam hidup Anda. Kesempatan itu ada tepat di tangan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
How to Use Your Phone to Reach the Nations - Daily Hope with Rick Warren - March 11, 2026
"Through Christ, God made peace between us and himself, and God gave us the work of telling everyone about the peace we can have with him." 2 Corinthians 5:18 (NCV)
------------------
You can find me on social media. But you probably won't see me posting about what flavor latte I had or what I thought of the most recent episode of The Voice.
When I signed up for Twitter and Facebook and Instagram years ago, I decided I was going to use them as a tool to encourage people and teach them how to follow Jesus. That's a much better use of social media then posting about my favorite coffee.
"Through Christ, God made peace between us and himself, and God gave us the work of telling everyone about the peace we can have with him" (2 Corinthians 5:18 NCV).
There's nothing wrong with using Instagram to share photos of your kids or the amazing meal you had at your favorite restaurant. But if you're not using social media to also tell people about the peace they can have with God, then you're missing a huge opportunity to fulfill your purpose.
God has given us the most important work on the planet: telling others about salvation through Jesus Christ. When Jesus said to go and make disciples of every nation, he was talking to you! For almost 2,000 years, going to the whole world meant getting on a ship or, more recently, a plane to get to the ends of the earth.
Today you don't have to leave your home to reach the other side of the globe. You can sit in your bedroom in your pajamas and share a good word about the Lord—and in seconds it can reach people around the world. That's an incredible blessing that no other generation of Christians has ever had. And with that opportunity comes a great responsibility: to use this tool to take the gospel to the nations.
The Bible says in 1 Chronicles 16:24, "Publish his glorious deeds among the nations. Tell everyone about the amazing things he does" (NLT).
You have the opportunity today to tell people from all over the world the amazing things God has done for you. It's right at your fingertips.
Senin, 09 Maret 2026
Hanya Ada Satu Persetujuan yang Benar-Benar Anda Perlukan
10 Maret 2026
Bacaan Hari ini:
Pengkhotbah 7:21 "Juga janganlah memperhatikan segala perkataan yang diucapkan orang"
-----------------
Pernahkah Anda mengunggah sesuatu di media sosial lalu meninggalkannya begitu saja tanpa memikirkan bagaimana orang lain akan bereaksi? Bagi kebanyakan orang, hal itu sulit dibayangkan.
Apa yang membuat media sosial begitu membuat ketagihan? Mengapa setelah mengunggah sebuah foto Anda ingin memeriksanya berulang kali? Mengapa Anda terus mengecek ponsel Anda?
Setiap orang pada dasarnya ingin diterima dan disukai. Ketika Anda mendengar bunyi notifikasi, otak melepaskan dopamin yang memberi rasa senang. Setiap notifikasi seolah-olah memuaskan kebutuhan akan pengakuan, sehingga Anda ingin mendapatkannya lagi dan lagi.
Namun Alkitab mengingatkan : "Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka." (Yakobus 2:1)
Artinya, pendapat umum tidak seharusnya menentukan bagaimana Anda hidup dalam iman. Jangan biarkan opini orang lain menentukan apa yang Anda percaya, rasakan, atau lakukan. Berapa pun jumlah "like" atau notifikasi yang Anda terima, hal itu tidak akan membawa Anda semakin dekat kepada Kristus.
Alkitab juga berkata: "Janganlah memperhatikan segala perkataan yang diucapkan orang" (Pengkhotbah 7:21)
Bahkan jika Anda membuat unggahan yang baik dan membangun, selalu ada kemungkinan seseorang memberi komentar yang tidak menyenangkan. Jika Anda mengunggah sesuatu dengan harapan mendapatkan banyak "like" agar merasa lebih baik tentang diri Anda, Anda mungkin akan merasa kecewa.
Namun ketika Anda tidak hidup untuk mencari persetujuan manusia, komentar seseorang di media sosial tidak akan menentukan kebahagiaan Anda. Ketika Anda dapat mengunggah sesuatu tanpa takut pada reaksi orang lain, maka kebahagiaan Anda tidak lagi bergantung pada jumlah "like".
Semua orang memang menginginkan penerimaan dari orang lain. Tetapi ketika fokus Anda benar, seperti Yesus, Anda hanya berusaha menyenangkan Bapa di surga.
Yesus berkata: "Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku." (Yohanes 5:30)
Ketika Anda hidup untuk menyenangkan Satu Pribadi saja—yaitu Tuhan—Anda akan lebih mudah menggunakan media sosial dengan bijaksana.
Renungkan :
- Apa motivasi Anda ketika mengunggah sesuatu di media sosial?
- Bagaimana waktu yang Anda habiskan dengan ponsel menunjukkan siapa yang sebenarnya Anda ingin senangkan?
- Dalam hal apa saja Anda pernah membiarkan pendapat orang lain memengaruhi apa yang Anda percaya atau lakukan?
Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 8-10; Markus 11:19-33
_______________
Media sosial akan menjadi alat yang berguna, bukan sesuatu yang Anda andalkan untuk mencari pengakuan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
There's Only One 'Like' You Really Need - Daily Hope with Rick Warren - March 10, 2026
"Don't pay attention to everything people say." Ecclesiastes 7:21 (GNT)
------------------
Have you ever posted something online and then walked away, not caring what anyone thought or how people reacted to it? Most people can't imagine that!
What makes social media so addictive? Why do you have to go back and check a picture 50 times after you post it? Why are you constantly checking your phone?
Everybody wants the approval of others. People desperately need to be liked! When you hear the "ding" of a notification, dopamine is released in your brain, and it's extremely satisfying. Every "ding" feeds your need for approval, and it feels like you can't get enough.
But the Bible says, "Dear friends, don't let public opinion influence how you live out our glorious, Christ-originated faith" (James 2:1 MSG).
The truth is that public opinion doesn't have anything to do with your faith. So don't let public opinion decide what you believe, feel, or do. No matter how many likes or notifications you get, it will never lead you in the direction of Jesus Christ.
The Bible also says in Ecclesiastes 7:21, "Don't pay attention to everything people say" (GNT).
Even when you make the wisest, happiest, most encouraging social media post, some people will still post comments that won't meet your expectations or may be just downright mean. If you create a post because you need a certain number of likes to feel better about yourself, then you're going to be disappointed.
But when you don't live for the approval of others, what one person says on social media is not going to make or break you. When you can say something online without worrying about how people will react to it, then your happiness is not determined by how many like the post.
Everyone wants the approval of others. But when you have the right focus, like Jesus did, you're only concerned about pleasing your heavenly Father. Jesus said, "I try to please the One who sent me" (John 5:30 NCV). When you live for the approval of One, it'll become easier to use social media as a useful tool and not a crutch.
Minggu, 08 Maret 2026
CEPAT TAPI TIDAK TEPAT!
"Bukan soal seberapa CEPAT MELANGKAH, tetapi seberapa TEPAT MEMILIH ARAH. Kadang TIDAK PENTING seberapa CEPAT MELANGKAH maju, yang LEBIH PENTING adalah BAGAIMANA MELANGKAH dengan BENAR. "
ARTINYA: CEPAT tapi SALAH ARAH adalah sesuatu yang TIDAK ADA GUNANYA, bahkan justru membuat kita SEMAKIN JAUH dari TUJUAN yang BENAR.
Sayangnya, kita INGINNYA CEPAT saja, bahkan TIDAK MENCERMATI APAKAH kita sudah di JALAN yang BENAR atau BELUM.
Baru, setelah kita TERSESAT dan HILANG ARAH, kita jadi KELABAKAN sendiri.
WAKTU yang DIBUTUHKAN untuk KEMBALI ke JALAN yang BENAR menjadi LEBIH LAMA jika dibandingkan kita DARI AWAL BERTINDAK HATI-HATI dan TIDAK TERGESA-GESA.
Ketika MENGENDARAI MOBIL, kita harus berada di JALUR yang TEPAT.
jika ingin BELOK ke KIRI, kita harus ambil LAJUR KIRI.
Jika ingin LURUS, harus mengambil LAJUR di TENGAH.
Jika hendak BELOK ke KANAN, kita harus mengambil LAJUR KANAN.
Karena TERBURU-BURU dan INGIN CEPAT tiba di tujuan, saya ambil JALUR yang SALAH hanya gara-gara ANTREAN mobilnya SANGAT SEDIKIT dibandingkan JALUR saya yang SEHARUSNYA.
INGIN CEPAT, tapi malah MOLOR SANGAT LAMA karena ternyata polisi MEMBERHENTIKAN saya.
Sudah MOLOR LAMA, masih harus BAYAR DENDA karena tilang!
BENAR DULU, BARU CEPAT.
JANGAN DIBALIK!
"TANPA PENGETAHUAN KERAJINAN pun TIDAK BAIK; orang yang TERGESA-GESA akan SALAH LANGKAH."
TERGESA-GESA hanya menambah MASALAH saja.
INGINNYA CEPAT, tapi malah SEMAKIN LAMBAT.
Hal ini BERLAKU dalam BIDANG APAPUN, termasuk dalam hal KEUANGAN.
Banyak orang INGIN CEPAT KAYA.
TERGESA-GESA untuk KAYA, justru membuatnya semakin BERKEKURANGAN.
JANGAN menjadi TIDAK SABARAN.
JANGAN TERGESA-GESA.
JANGAN menginginkan yang SERBA INSTAN.
Kalau SALAH ARAH, itu BAHAYA!
*TETAP SEMANGAT,PANTANG MENYERAH & HANYA BERHARAP KEPADA TUHAN*. Selamat Pagi. Selamat Beraktivitas. Sehat dan Sukses selalu. GBUππΌππΌππΌ