Selasa, 29 September 2026

Apakah Anda Memperhatikan Pernikahan Anda?

30 September 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 1:9 "Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian"
-----------------
Setiap pernikahan selalu berada dalam keadaan bertumbuh bersama atau semakin menjauh satu sama lain. Hubungan tidak dapat berhenti di tempat.

Jadi, bagaimana Anda dapat menjaga agar pernikahan Anda terus bertumbuh? Paulus berdoa, "Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian" (Filipi 1:9). Dibutuhkan pengetahuan dan pengertian! Pernikahan yang baik tidak terjadi begitu saja; dibutuhkan usaha.

Salah satu cara terpenting untuk menjaga pernikahan Anda terus bertumbuh adalah terus memberikan perhatian. Perhatian berarti kasih. Ketika Anda memperhatikan seseorang, Anda sedang mengatakan, "Saya menghargai Anda. Anda berarti bagi saya. Anda layak untuk didengarkan"

Ketika Anda memberikan perhatian kepada seseorang, sebenarnya Anda sedang memberikan hidup Anda kepada mereka, karena waktu Anda adalah hidup Anda dan Anda tidak akan pernah mendapatkan kembali waktu tersebut. Jadi, hal paling berharga yang dapat Anda berikan kepada seseorang adalah perhatian Anda.

Memberikan perhatian adalah bagaimana Anda pertama kali jatuh cinta! Anda mulai memperhatikan seseorang dan seseorang itu mulai memperhatikan Anda.

Apakah Anda ingat betapa banyak perhatian yang dulu Anda berikan kepada pasangan Anda di awal hubungan? Anda membeli bunga, menulis catatan dan menelepon. Anda berbicara selama berjam-jam. Dalam semua cara tersebut, Anda sedang mengatakan, "Anda mendapatkan seluruh perhatian saya". Tetapi semakin lama Anda menikah, semakin Anda cenderung menjadi terlena. Perhatian Anda terbagi kepada tagihan, bayi, anggaran, karier dan hobi. Dan pernikahan mulai memburuk.

Jadi izinkan saya mengingatkan Anda tentang beberapa alasan mengapa Anda perlu terus memperhatikan pasangan Anda. Yang pertama adalah karena Anda mengasihi pasangan Anda. Dan kasih berarti memberikan perhatian. Yang kedua adalah karena Allah mungkin sedang berbicara kepada Anda melalui pasangan Anda.

Alkitab berkata, "Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya." (Ayub 33:14). Terkadang kita tidak mengenali suara Allah karena kita tidak mendengarkan. Tetapi Allah mungkin sedang ingin mengatakan sesuatu kepada Anda saat ini, dan pasangan Anda adalah pengeras suara terdekat yang dapat Dia temukan!

Terkadang kita tidak memperhatikan pasangan kita karena kesombongan; kita berpikir bahwa kita tahu semuanya. Terkadang karena berasumsi; kita berpikir bahwa kita sudah tahu apa yang akan mereka katakan. Dan di waktu lain kita hanya sedang terburu-buru! Tetapi Allah memberikan penawarnya kepada kita: "Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah" (Yakobus 1:19).

Renungkan :

- Kapan Anda mengalami pengetahuan dan pengertian membantu kasih bertumbuh, seperti yang dikatakan Filipi 1:9?

- Apa yang telah Allah katakan kepada Anda melalui pasangan Anda atau seseorang yang dekat dengan Anda?

- Dalam hubungan apa Anda perlu lebih cepat mendengarkan atau lebih lambat berbicara?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 6-9; Efesus 4:1-16
___________
Jika Anda cepat mendengarkan dan lambat berbicara, secara otomatis Anda akan lambat untuk marah. Dan hal itu akan membuat pernikahan Anda terus bertumbuh dan terus berjalan. Anda harus terus memberikan perhatian.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Are You Paying Attention to Your Marriage?
By Rick Warren

“I pray that your love will keep on growing because of your knowledge and insight.” Philippians 1:9 (GW)
---------------------
Every marriage is always either growing together or growing apart. Relationships can’t stand still.

So how can you keep your marriage growing? Paul prayed, “I pray that your love will keep on growing because of your knowledge and insight” (Philippians 1:9 GW). It takes knowledge and insight! A good marriage doesn’t just happen; it takes effort.

One of the most important ways to keep your marriage growing is to keep on paying attention. Attention means love. When you’re paying attention to somebody, you’re saying, “I value you. You matter to me. You’re worth listening to.”

When you give somebody your attention, you’re actually giving them your life, because your time is your life and you’re never going to get that time back. So the most valuable thing you can give somebody is your attention.

Paying attention is how you fell in love in the first place! You began to pay attention to somebody, and that somebody began to pay attention to you.

Do you remember how much attention you used to give to your spouse early in your relationship? You bought flowers, wrote notes, and made phone calls. You talked for hours. In all those ways, you were saying, “You have my undivided attention.” But the longer you’re married, the more complacent you tend to become. Your attention is spread to bills, babies, budgets, careers, and hobbies. And the marriage begins to deteriorate.

So let me remind you of a couple of reasons you need to keep paying attention to your spouse. The first is that you love your spouse. And love means paying attention. The second is that God may be speaking to you through your spouse.

The Bible says, “God speaks in different ways, and we don’t always recognize his is voice” (Job 33:14 CEV). Sometimes we don’t recognize God’s voice because we’re not listening. But God may by wanting to say something to you right now, and your spouse is the closest megaphone he can find!

Sometimes we don’t pay attention to our spouse because of pride; we think we know it all. Sometimes it’s because of presumption; we think we know what they’re going to say. And other times we’re just in a hurry! But God gives us the antidote to that: “Be quick to listen, slow to speak and slow to become angry” (James 1:19 NIV).

If you are quick to listen and slow to speak, you automatically will be slow to get angry. And it will keep your marriage growing and going. You must keep on paying attention.


Senin, 28 September 2026

Tiga Cara Lagi untuk Memberikan Perubahan Baru dalam Pernikahan

29 September 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 2:13 *"karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya."*
--------------------
Kemarin kita belajar bahwa penting untuk menerima tanggung jawab atas bagian Anda, percaya bahwa Allah dapat mengubah pernikahan Anda dan berkomitmen untuk melakukan apa pun yang diperlukan. Berikut tiga hal lagi yang dapat Anda lakukan:

Untuk mendapatkan perubahan baru dalam pernikahan, Anda harus menangani luka yang belum terselesaikan. Anda melakukannya dengan dua cara—dengan meminta pengampunan dan dengan memberikan pengampunan.

Akan ada saat-saat ketika Anda perlu mengakui kepada pasangan Anda bahwa Anda telah melakukan kesalahan dan meminta pengampunan. Alkitab berkata, "Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya" (Yakobus 5:16). Ada tiga kata sederhana yang harus Anda pelajari untuk mengatakannya dalam pernikahan: Saya yang salah.

Alkitab berkata demikian: "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian." (Kolose 3:13). Jika Anda memutuskan, "Saya tidak akan mengampuni mereka," Anda memilih untuk menghancurkan pernikahan Anda. Pernikahan tidak dapat bertahan tanpa pengampunan setiap hari.

Selanjutnya, untuk mendapatkan perubahan baru dalam pernikahan, Anda harus meminta dukungan dari orang lain.

Jangan menghadapi pergumulan sendirian. Kenyataannya, budaya kita cenderung tidak mendukung pernikahan yang berhasil. Anda dapat menemukan banyak orang yang akan berkata kepada Anda, "Pergilah saja. Jangan membuat diri Anda mengalami semua ini."

Mungkin diperlukan usaha untuk menemukan orang-orang yang akan mendukung dan memperkuat pernikahan Anda. Amsal 24:3 berkata, "Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan". Carilah teman yang bijaksana atau konselor gereja, mentor pernikahan atau pasangan yang pernikahannya Anda kagumi.

Terakhir, untuk mendapatkan perubahan baru dalam pernikahan, Anda harus berfokus untuk percaya kepada Yesus.

Anda harus menempatkan Dia di pusat kehidupan dan pernikahan Anda. "Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa." (Ibrani 12:3).

Pernikahan adalah seperti bangku berkaki tiga. Bangku berkaki dua akan jatuh karena tidak memiliki kestabilan. Dibutuhkan tiga hal untuk membuat pernikahan berhasil—Anda, pasangan Anda dan Allah. Allah tidak pernah bermaksud agar pernikahan hanya terdiri dari dua orang. Anda membutuhkan Kristus di pusat kehidupan dan pernikahan Anda.

Beberapa dari Anda berpikir bahwa Anda menikah dengan orang yang salah. Jadi apa yang harus Anda lakukan? Menceraikannya? Allah ingin berkata kepada Anda hari ini, "Tidak! Anda telah mengucapkan janji. Biarkan Aku melakukan perubahan baru yang ajaib. Aku akan mengubah Anda dan pasangan Anda dan Aku akan memberikan pernikahan yang selalu Anda impikan jika Anda melakukannya dengan cara-Ku." Sahabat, kasih adalah sebuah pilihan. Kasih tidak sepenuhnya berada di luar kendali Anda. Jika Anda memilih untuk mengasihi, perasaan itu akan kembali.

Renungkan :

- Apakah sulit bagi Anda untuk meminta atau memberikan pengampunan? Mintalah Allah menolong Anda mempraktikkan pengampunan setiap hari dalam pernikahan Anda.

- Siapa dalam hidup Anda yang memiliki pernikahan yang Anda kagumi? Bagaimana Anda dapat menemukan cara untuk belajar dari pengalaman dan kerja keras mereka?

- Saat ini, apakah bangku pernikahan Anda memiliki dua atau tiga kaki? Jika Yesus tidak menjadi pusat kehidupan dan pernikahan Anda, tidak akan ada kestabilan. Apa satu langkah yang dapat Anda ambil untuk menempatkan Dia di pusat, sehingga pernikahan Anda tidak roboh?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 4-5; Efesus 3
____________
Agar pernikahan Anda dapat menjadi seperti yang seharusnya, Anda mungkin perlu meminta Allah memberikan perubahan baru dalam pernikahan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Three More Ways to Get a Marriage Makeover
By Rick Warren

“God is always at work in you to make you willing and able to obey his own purpose.” Philippians 2:13 (GNT)
-------------------
In order for your marriage to be all that it can be, you may need to ask God for a marriage makeover. Yesterday we learned it’s important to accept responsibility for your part, believe God can change your marriage, and commit to doing whatever it takes. Here are three things more you can do:

To get a marriage makeover, you must deal with unresolved hurt. You do that two ways—by asking for forgiveness and by offering forgiveness. 

There will be times when you need to admit to your spouse that you were wrong and ask for forgiveness. The Living Bible paraphrase says, “Admit your faults to one another and pray for each other so that you may be healed” (James 5:16). There are three little words you must learn to say in marriage: I was wrong.

The Living Bible says this: “Be gentle and ready to forgive; never hold grudges. Remember, the Lord forgave you, so you must forgive others” (Colossians 3:13). If you’ve decided “I’m not going to forgive them,” you are choosing to ruin your marriage. A marriage cannot make it without forgiveness on a daily basis. 

Next, to get a marriage makeover, you must enlist support from others.

Don’t go through struggles alone. The truth is our culture tends to work against successful marriages. You can find plenty of people who will say to you, “Just get out. Don’t put yourself through this.”

It might take some work to find people who will support and strengthen your marriage. Proverbs 24:3 says, “It takes wisdom to have a good family, and it takes understanding to make it strong” (NCV). Seek out a wise friend or church counselor, a marriage mentor, or a couple whose marriage you admire.

Lastly, to get a marriage makeover, you must focus on trusting Jesus.

You’ve got to put him at the center of your life and marriage. “We must focus on Jesus, the source and goal of our faith” (Hebrews 12:3 GW). 

Marriage is a three-legged stool. A two-legged stool will fall over because it has no stability. It takes three to make a marriage work—you, your spouse, and God. God never meant for marriage to be just two. You need Christ at the center of your life and marriage.

Some of you think you married the wrong person. So what should you do? Divorce them? God wants to say to you today, “No! You made a vow. Let me do a miracle makeover. I will change you and your spouse, and I will give you the marriage you’ve always dreamed of if you’ll do it my way.” Friend, love is a choice. It’s not totally out of your control. If you choose to love, the feelings will return.


Minggu, 27 September 2026

Cara Memberikan Perubahan Baru dalam Pernikahan

28 September 2026

Bacaan Hari ini:
Galatia 6:9 "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah"
-------------------
Allah ahli dalam memberikan perubahan baru dalam pernikahan. Dia ahli dalam menghidupkan kembali hal-hal yang sudah mati, tidak bergerak dan sudah kehilangan kesegarannya.

Jika Anda pernah menonton perubahan penampilan di televisi, Anda tahu bahwa tujuannya bukan untuk membuat seseorang menjadi benar-benar berbeda, tetapi untuk meningkatkan apa yang sudah mereka miliki. Dalam perubahan baru dalam pernikahan, Allah melakukan hal yang sama. Dia ingin mengambil apa yang sudah Anda dan pasangan miliki dan menjadikannya sesuatu yang baru, menarik, menyenangkan, memuaskan dan luar biasa.

Langkah pertama untuk memberikan perubahan baru dalam pernikahan adalah menerima tanggung jawab atas bagian Anda.

Galatia 6:5 berkata,"Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri." Anda tidak dapat mengendalikan tindakan atau sikap pasangan Anda. Yang dapat Anda lakukan hanyalah berusaha mengubah diri Anda sendiri. Ketika Anda memperbaiki diri dan berhenti berusaha memperbaiki pasangan Anda, keadaan akan berubah. Ketika Anda bertindak secara berbeda, pasangan Anda tidak punya pilihan selain berhubungan dengan Anda dengan cara yang baru.

Hambatan terbesar untuk menerima tanggung jawab adalah apa yang saya sebut sebagai mitos ketidakcocokan. Kita semua pernah mendengar seseorang berkata, "Kami memang tidak cocok." Masalah sebenarnya adalah masalah kedewasaan. Saya menginginkan apa yang saya inginkan; Anda menginginkan apa yang Anda inginkan. Saya keras kepala; Anda keras kepala. Saya egois; Anda egois. Sebaliknya, jika Anda dapat menerima tanggung jawab atas bagian Anda dalam masalah-masalah tersebut, Anda dapat mulai memulihkan pernikahan Anda.

Langkah kedua untuk memberikan perubahan baru dalam pernikahan adalah percaya bahwa Allah dapat mengubah pernikahan Anda.

Anda mungkin sedang merasakan luka yang mendalam, kekecewaan atau ketidakpedulian terhadap pernikahan Anda. Terlepas dari apa yang Anda rasakan, izinkan saya mengatakan satu kebenaran ini kepada Anda: Allah tidak menyerah pada pernikahan Anda; Dia dapat melakukan apa yang tidak dapat Anda lakukan.

Allah tidak ingin memberikan perubahan baru dalam pernikahan Anda untuk menjebak Anda atau membuat hidup Anda sengsara. Dia membenci perceraian; Dia tahu betapa perceraian menyakiti anak-anak-Nya. Dia ingin pernikahan Anda berhasil karena Dia tahu sukacita yang dapat dibawanya ke dalam hidup Anda.

Langkah ketiga untuk memberikan perubahan baru dalam pernikahan adalah berkomitmen untuk melakukan apa pun yang diperlukan.

Alkitab berkata demikian: "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah" (Galatia 6:9). Setiap kali Anda melihat pernikahan yang hebat, Anda dapat yakin bahwa pernikahan itu tidak terjadi karena keberuntungan. Pernikahan itu terwujud melalui banyak usaha. Pernikahan yang hebat tidak terjadi begitu saja. Jika pernikahan Anda akan menjadi lebih baik, itu akan membutuhkan usaha yang sungguh-sungguh.

Renungkan :

- Seperti perubahan penampilan pada umumnya, Allah dapat menggunakan apa yang sudah Anda miliki dan memperbaiki pernikahan Anda dari sana. Hal-hal positif apa yang sudah Anda lihat dalam pernikahan Anda?

- Masalah apa dalam pernikahan Anda yang dapat Anda tanggung jawabkan? Apakah hal itu sedikit mengubah cara pandang Anda terhadap pasangan?

- Bagaimana perasaan Anda ketika mengetahui bahwa Allah tidak menyerah pada pernikahan Anda? Biarkan kebenaran itu menolong Anda berkomitmen untuk melakukan apa pun yang diperlukan.

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 1-3; Efesus 2
______________
Bagaimana Anda menemukan energi untuk mulai berusaha? Berdoa dan taat. Berdoalah kepada Allah untuk kekuatan agar terus memperjuangkan pernikahan Anda, lalu taatilah apa yang Dia perintahkan untuk Anda lakukan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
How to Get a Marriage Makeover
By Rick Warren

“Let us not get tired of doing what is right, for after a while we will reap a harvest of blessing if we don’t get discouraged and give up.” Galatians 6:9 (TLB)
--------------------
God specializes in marriage makeovers. He specializes in bringing dead, stagnant, and stale things to life again. 

If you’ve ever watched a makeover on TV, you know that the point isn’t to make someone totally different but to enhance what they’ve already got. In a marriage makeover, God does the same thing. He wants to take what you and your spouse already have and make something fresh, exciting, attractive, fulfilling, and wonderful out of it. 

The first step to a marriage makeover is to accept responsibility for your part.

Galatians 6:5 says, “Each person must be responsible for himself” (NCV). You can’t control your spouse’s actions or attitudes. All you can do is work on changing yourself. When you work on you and stop trying to work on them, the equation changes. When you act differently, your spouse will have no choice but to relate to you in a new way.

The biggest barrier to accepting responsibility is what I call the myth of incompatibility. We’ve all heard someone say, “We’re just incompatible.” The problem is really an issue of maturity. I want what I want; you want what you want. I’m stubborn; you’re stubborn. I’m selfish; you’re selfish. On the other hand, if you can accept responsibility for your part in the problems, you can begin to heal your marriage.

The second step to a marriage makeover is to believe God can change your marriage.

You may be feeling deep hurt or disappointment or apathy about your marriage. Regardless of how you feel, let me tell you this one truth: God has not given up on your marriage; he can do what you can’t do. 

God doesn’t want to give you a marriage makeover in order to trap you or make your life miserable. He hates divorce; he knows how it hurts his children. He wants your marriage to work because he knows the joy it can bring to your life.

The third step to a marriage makeover is to commit to doing whatever it takes.

The Living Bible paraphrase says this: “Let us not get tired of doing what is right, for after a while we will reap a harvest of blessing if we don’t get discouraged and give up” (Galatians 6:9). Whenever you see a great marriage, you can be sure it didn’t come from luck. It came from a lot of effort. Great marriages don’t just happen. If your marriage is going to get better, it’s going to take real effort.

How do you find the emotional energy to begin to make the effort? Pray and obey. Pray to God for the strength to keep fighting for your marriage, and then obey what he tells you to do.


Sabtu, 26 September 2026

Menjaga Pernikahan Tetap Bertahan

27 September 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 4:17 "Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada."
---------------
Allah ingin Anda menikmati pernikahan Anda, tetapi Dia juga ingin menggunakannya untuk membantu Anda bertumbuh secara rohani. Kemarin kita melihat dua hal yang dapat membuat pernikahan goyah dan hari ini kita akan melihat dua hal lagi.

Hal ketiga yang dapat membuat pernikahan goyah adalah masalah yang tidak terselesaikan.
Beberapa masalah muncul dalam pernikahan berulang kali, tetapi Anda tidak pernah menyelesaikannya. Mungkin Anda tidak ingin membicarakannya atau masalah itu terlalu pribadi. Masalahnya bisa berupa keuangan, hubungan seksual, keluarga dari pihak pasangan, anak-anak atau komunikasi. Masalah yang tidak terselesaikan dapat membuat pernikahan berubah dari keharmonisan menjadi permusuhan lalu menjadi ketidakpedulian.

Beberapa masalah yang tidak terselesaikan berasal dari apa yang Anda pelajari saat bertumbuh. Ketika Anda menikah, Anda tidak memulai dengan pikiran yang kosong. Anda bertumbuh dalam sebuah keluarga yang memiliki cara-cara tertentu dalam melakukan berbagai hal—kebiasaan dan pola yang Anda anggap normal—sebagian sehat, sebagian tidak sehat. Pasangan Anda bertumbuh dalam keluarga lain dengan cara-cara melakukan berbagai hal yang mereka anggap normal. Jadi, Anda berdua memasuki pernikahan dengan definisi "normal" yang berbeda, dan hal itu dapat menciptakan masalah yang tidak terselesaikan.

Pernikahan tidak menciptakan masalah, tetapi mengungkapkannya. Pernikahan menunjukkan area-area yang perlu Anda kerjakan. Misalnya, mungkin Anda menyimpan dendam terhadap orang tua Anda. Setelah menikah, setiap kali pasangan Anda mengingatkan Anda pada sesuatu yang tidak Anda sukai dari orang tua Anda, Anda mungkin membawa kemarahan yang belum terselesaikan dari masa lalu dan melampiaskannya kepada orang yang paling Anda cintai.

Jika Anda melakukan hal itu, izinkan saya mengatakan dua hal: pertama, itu tidak adil bagi pasangan Anda. Dan kedua, Anda sedang menghancurkan pernikahan Anda. Cara terbaik untuk memulihkan pernikahan adalah menyelesaikan masalah dari masa lalu.

Hal keempat yang dapat membuat pernikahan goyah adalah luka yang tidak diampuni.
Kesalahan yang tidak diampuni membangun tembok dan membuat pernikahan berubah dari keharmonisan menjadi permusuhan lalu menjadi ketidakpedulian. Kenyataannya adalah kita tidak sempurna dan kita saling menyakiti—terkadang dengan sengaja, terkadang tanpa sengaja. Kita berdosa. Kita gagal. Kita egois. Anda akan mengalami luka dalam hidup dan orang yang memiliki potensi terbesar untuk menyakiti Anda adalah orang yang paling Anda cintai.

Itulah sebabnya pengampunan harus menjadi kebiasaan setiap hari dalam pernikahan. Jika Anda menyimpan luka dan tidak melepaskan kesalahan, luka-luka tersebut akan terus membusuk dan menjadi semakin buruk.

Apa dosa terburuk dalam pernikahan? Bukan seperti yang Anda pikirkan. Sebenarnya, itu adalah tidak mau mengampuni. Ketidakmauan untuk mengampuni membuat setiap dosa lainnya tetap terbelenggu. Jika Anda menyimpan setiap luka dan menggunakannya sebagai senjata, hal itu akan membuat pernikahan Anda goyah. Ampunilah. Lepaskanlah. Tidak ada yang menghancurkan pernikahan lebih cepat daripada ketidakmauan untuk mengampuni.

Setelah mempelajari empat hal yang dapat menghancurkan pernikahan, mungkin Anda berpikir, "Rick, Anda baru saja menggambarkan pernikahan saya. Apakah masih ada harapan?" Ya, masih ada. Roma 4:17 berkata, "Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada." Dan jika Allah dapat menghidupkan orang yang sudah mati, Dia dapat menghidupkan kembali pernikahan yang sudah mati.

Baca kembali besok ketika kita akan melihat bagaimana Allah dapat memberikan perubahan baru dalam pernikahan Anda.

Renungkan :

- Di mana Anda pernah melihat atau mengalami kebenaran bahwa pernikahan tidak menciptakan masalah, tetapi mengungkapkannya? Apa yang dapat Anda pelajari dari pengalaman-pengalaman tersebut?

- Apakah Anda cenderung menyimpan luka atau apakah pengampunan setiap hari sudah menjadi kebiasaan dalam pernikahan Anda? Bagaimana Anda dapat berusaha lebih keras untuk memastikan bahwa ketidakmauan untuk mengampuni tidak berkembang menjadi kepahitan?

- Apakah Anda pernah melihat Allah menghidupkan kembali pernikahan yang sudah mati? Apa yang terjadi dan apa yang dapat Anda pelajari dari pasangan yang berusaha keras menyelamatkan pernikahan mereka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kidung Agung 7-8; Efesus 1
____________
Jika Allah dapat menghidupkan orang yang sudah mati, Dia dapat menghidupkan kembali pernikahan yang sudah mati.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
Keeping Your Marriage Afloat
By Rick Warren

“God . . . gives life to the dead and . . . creates something out of nothing.” Romans 4:17 (NCV)
-------------------
God wants you to enjoy your marriage, but he also wants to use it to help you grow spiritually. Yesterday we looked at two things that can sink a marriage, and today we’re going to look at two more.

The third thing that can sink a marriage is unresolved issues. 

Some issues come up in marriage over and over, and yet you never resolve them. Maybe you don’t want to talk about them or they’re too personal. It could be finances or sex or in-laws or kids or communication. Unresolved issues can move a marriage from harmony to hostility to apathy.

Some unresolved issues come from what you learned growing up. When you got married, you weren’t a blank slate. You grew up in a family that had certain ways of doing things—habits and patterns that you thought were normal—some healthy, some unhealthy. Your spouse grew up in another family with ways of doing things that they thought were normal. So you both came into the marriage with different definitions of “normal,” and that can create unresolved issues. 

Marriage doesn’t create problems, it reveals them. It shows the areas you need to work on. For example, maybe you have a grudge against your parent. After you get married, any time your spouse reminds you of something you disliked about your parents, you may take that unresolved anger from the past and turn it on the person you love most. 

If you’re doing that, let me just say two things: one, it’s not fair to your spouse. And two, you are killing your marriage. The best way to heal a marriage is to get some closure on the past. 

The fourth thing that can sink a marriage is unforgiven hurts. 

Mistakes that aren’t forgiven put up walls and move marriages from harmony to hostility to apathy. The truth is we’re imperfect and we hurt each other—sometimes intentionally, sometimes unintentionally. We sin. We fail. We’re selfish. You’re going to be hurt in life, and the person who has the greatest potential to hurt you is the person you love most. 

That’s why forgiveness must become a daily habit in marriage. If you hold on to hurts and don’t let go of mistakes, those wounds fester and get worse.

What is the worst sin in marriage? It’s not what you’re thinking. It’s actually unforgiveness. Unforgiveness holds every other sin captive. If you hold on to every hurt and use it as ammunition, that will sink your marriage. Forgive. Let it go. Nothing destroys a marriage faster than unforgiveness. 

After learning about the four things that can destroy a marriage, you might be thinking, “Rick, you just described my marriage. Is there any hope?” Yes, there is. Romans 4:17 says, “God who gives life to the dead and who creates something out of nothing” (NCV). And if God can raise a dead person, he can raise a dead marriage. 

Read again tomorrow when we’ll take a look at how God can give you a marriage makeover.


Jumat, 25 September 2026

Cara Menjaga Pernikahan Anda agar Tidak Goyah

26 September 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 4:17 "Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada."
--------------------
Anda dapat memiliki pernikahan yang selalu Anda impikan jika Anda menjalaninya dengan cara Allah. Alkitab berkata, "Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada." (Roma 4:17).

Di dunia kita saat ini, banyak orang mendapati bahwa pernikahan seperti dalam dongeng mereka telah berubah menjadi cerita horor. Jika Anda dapat memahami hal itu, Allah ingin memberikan perubahan baru dalam pernikahan Anda untuk mengubah Anda, mengubah pasangan Anda dan mengubah pernikahan Anda menjadi pernikahan yang bahagia dan menghormati Anda serta Allah.

Sebelum Anda dapat memperbaiki pernikahan Anda, Anda harus memahami apa yang menyebabkan pernikahan berubah dari keharmonisan menjadi permusuhan lalu menjadi ketidakpedulian. Ada empat hal yang dapat menyebabkan hal ini, dan hari ini kita akan melihat dua yang pertama.

Hal pertama yang dapat membuat pernikahan goyah adalah harapan yang tidak realistis.
Tidak ada bidang kehidupan di mana kita memiliki harapan yang lebih tinggi dan lebih tidak realistis daripada dalam pernikahan. Orang-orang berpikir pernikahan akan membuat hidup mereka sepenuhnya sempurna, tetapi mereka telah disesatkan. Hollywood suka menunjukkan kepada kita kisah cinta dalam film yang tidak realistis, hari pernikahan yang sempurna seperti dalam gambar atau bulan madu yang tanpa cela.

Kenyataannya adalah setiap pernikahan terdiri dari dua orang yang tidak sempurna. Dan ketika Anda menyatukan dua orang yang tidak sempurna, tidak ada yang namanya hubungan yang sempurna. Salah satu bagian dari menjaga pernikahan agar tidak menjadi penuh permusuhan atau ketidakpedulian adalah menyadari bahwa Anda perlu menjadi dewasa. Bersikaplah realistis. Pasangan Anda tidak sempurna dan Anda juga tidak.

Hal kedua yang dapat membuat pernikahan goyah adalah perbedaan yang tidak diterima.
Anda dan pasangan Anda berbeda. Apakah Anda sudah menyadari hal itu? Setelah Anda menyadarinya, Anda perlu memilih untuk menerima perbedaan mereka. Jika tidak, pada akhirnya Anda akan mulai merasa kesal terhadap mereka.

Anda semua pernah mendengar ungkapan klise bahwa hal-hal yang berlawanan saling menarik. Itu benar. Sebelum menikah, Anda cenderung melebih-lebihkan hal-hal yang Anda miliki bersama dan meremehkan hal-hal yang tidak Anda miliki bersama.

Tetapi setelah menikah, terlalu sering hal-hal yang berlawanan justru saling menyerang. Apa yang dulu membuat Anda tertarik sekarang membuat Anda frustrasi. Pria dan wanita berpikir dengan cara yang sangat berbeda. Anda mungkin pernah mendengar ungkapan lama bahwa pria berasal dari Mars dan wanita berasal dari Venus. Itu tidak benar. Kita bukan berasal dari dua planet yang berbeda; kita berasal dari dua galaksi yang berbeda! Jadi Anda harus belajar untuk hidup rukun dan menerima perbedaan Anda.

Itu bukan berarti Anda hanya menoleransi perbedaan tersebut. Itu berarti Anda menghargainya. Dalam hikmat Allah, Dia selalu menyatukan hal-hal yang berlawanan untuk suatu tujuan.
Tahukah Anda bahwa jika Anda sudah menikah, alat utama Allah untuk membantu Anda bertumbuh secara rohani adalah pasangan Anda?

Besok, kita akan melihat dua penyebab lainnya yang dapat membuat pernikahan goyah, yang perlu Anda pahami sebelum Anda mulai berusaha memperbaiki hubungan Anda dengan pasangan.

Renungkan :

- Jika Anda sudah menikah, harapan tidak realistis apa yang Anda miliki sebelum menikah? Dari mana harapan tersebut berasal?

- Dalam hal apa Anda perlu memberi kelonggaran kepada pasangan Anda, dengan menyadari bahwa mereka tidak sempurna tetapi Anda juga tidak sempurna?

- Perbedaan apa dalam diri pasangan Anda yang menurut Anda Allah ingin Anda berhenti kesal terhadapnya dan mulai menerimanya? Bagaimana perbedaan dalam diri pasangan Anda dapat membantu Anda menjadi dewasa? Bagaimana Anda dapat merayakan perbedaan mereka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Kidung Agung 4-6; Galatia 6
____________
Allah dengan sengaja menggunakan perbedaan dalam pernikahan untuk membantu Anda bertumbuh dalam iman dan karakter Kristus.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
How to Keep Your Marriage from Sinking
By Rick Warren

“God . . . raises the dead to life and creates new things.” Romans 4:17 (CEV)
------------------
It’s possible to have the marriage you’ve always dreamed of if you do it God’s way. The Bible says, “God . . . raises the dead to life and creates new things” (Romans 4:17 CEV).

In our world today, many people find that their fairytale wedding has turned into a horror story.  If you can relate, God wants to give you a marriage makeover to change you, change your spouse, and change your marriage into one that’s happy and honoring to you and God.

Before you can improve your marriage, you’ve got to understand what causes marriages to go from harmony to hostility to apathy. There are four things that can cause this, and today we’re going to look at the first two.  

The first thing that can sink a marriage is unrealistic expectations. 

There is no area of life where we have higher and more unrealistic expectations than we do in marriage. People think marriage will make their lives completely perfect, but they’ve been misled. Hollywood loves to show us the unrealistic movie romance or the picture-perfect wedding day or the flawless honeymoon.

The truth is, every marriage is made up of two imperfect people. And when you put two imperfect people together, there’s no such thing as a perfect relationship. Part of keeping a marriage from becoming hostile or apathetic is realizing you need to grow up. Be realistic. Your spouse isn’t perfect, and neither are you.

The second thing that can sink a marriage is unaccepted differences. 

You and your spouse are different. Have you learned that yet? Once you recognize that, then you need to choose to accept their differences. If you don’t, you’ll eventually start to resent them.

You’ve all heard the cliché that opposites attract. It’s true. Before marriage, you tend to overestimate what you do have in common and underestimate what you don’t have in common.

But after marriage, too often opposites attack. What used to fascinate you now frustrates you. Men and women think very differently. You’ve probably heard the old saying that men are from Mars and women are from Venus. That’s not true. We’re not from two different planets; we’re from two different galaxies! So you have to learn to get along and accept your differences.

That doesn’t mean to just tolerate them. It means to value them. In God’s wisdom, he always puts opposites together for a purpose. 

Did you know that if you’re married, God’s number one tool for helping you grow spiritually is your spouse? He uses your differences intentionally to help you grow.

Tomorrow, we’re going to look at the other two causes that can sink a marriage, which you need to understand before you begin the work of improving your relationship with your spouse.

Ujian Kita Belum Selesai



Lampiran foto: IMG-20260925-WA0028.jpg

*SHALOM*
*SELAMAT SORE*
*大 家 早 上 好*
Sahabat, Keluarga
Saudara Semuanya
*Damai Sejahtera*
Bagi Kita Semuanya
🌄Pagi Yang Indah
💖Hati Yang Bahagia
🕓Waktu 🛐Berdoa
📖BACA FIRMAN
📖BACA AYAT SUCI
🔥 *SEMANGAT* 🔥
_Firman-Mu Berkata_
*_Mazmur 34:18_*
*_Tuhan Itu Dekat_*
Kepada orang-orang
Yang Patah Hati Dan
*Ia Menyelamatkan*
_Orang-orang Yang_
  *Remuk Jiwanya*
      *YA, TUHAN*
*_Aku Tidak Minta_*
    *MASALAHKU*
LANGSUNG HILANG
         *TETAPI*
Aku Minta Kekuatan
_Untuk Melewatinya_
             *DAN*
_Untuk Menghadapi_
*Masalah Tersebut*
   *DAN BIARLAH*
*Kasih Karunia-Mu*
Cukup Bagiku Karena
   *_Justru Dalam_*
*KELEMAHANKU*
*Kuasa-Mu Menjadi*
      *SEMPURNA*
        (2 Kor 12:9)
      *YA, TUHAN*
Jika Jalanku Buntu
*_Engkaulah Jalan_*
            *DAN*
*_Jika Hatiku Takut_*
*_Engkaulah Damai_*
             *DAN*
Jika Aku Tidak Tahu
_Harus Berbuat Apa_
Tuntunlah Tanganku
       *YA, TUHAN*
              *DAN*
Hari Ini aku lepaskan
*PERGUMULANKU*
Kedalam Tangan-Mu
        *YA, TUHAN*
Jadikan Pergumulan
Ini Kesaksianku nanti
              *YA*
_Yang Sekarang Aku_
         *TANGISI*
_TAPI BESOK AKAN_
Kuceritakan Sebagai
*Bukti Kebaikan-Mu*
_Dan Kasih Setia-Mu_
             *DAN*
Penolong Yang Setia
         *YA, AYO*
      *TENANG YA*
_Tuhan Tidak Pernah_
*_Janji Pergumulan_*
_Tidak Akan Datang_
           *TETAPI*
*TUHAN BERJANJI*
*MENYERTAI DAN*
   *_TUHAN ADA_*
*Bersama Ditengah*
*PERGUMULANMU*
              *YA*
Kamu Tak Bergumul 
      *SENDIRIAN*
    *YA, AYO DOA*
*Dalam Pergumulan*
              *YA*
Tuhan Dengarkanlah
🛐 Doaku Pada-Mu
        *TERIAKKU*
*_MINTA TOLONG_*
_Sampai Kepada-Mu_
    *JANGANLAH*
Sembunyikan Wajah
  *TUHAN PADAKU*
      *YA, TUHAN*
Jawablah Seruanku
       *YA, TUHAN*
_JAWABLAH DOAKU_
       *YA, TUHAN*
🗣️ Aku Berseru
            *DAN*
🗣️ Kami Berseru
     *YA, TUHAN*
     *Kami Mohon*
   *PERTOLONGAN*
             *DAN*
Ampuni Kami Tuhan
             *DAN*
   *Berikanlah Kami*
_Belas Kasihan-MU_
  *DAN BERI KAMI*
*_Kekuatan Tuhan_*
          *SERTA*
Berikan Kesembuhan
            *DAN*
_Berikan Pemulihan_
             *DAN*
Berikan Kemenangan
💥🔥 *AMIN* 💥🔥
*Kita Dalam Proses*
      *DAN INGAT*
Pergumulanmu Atau
*_Persoalanmu Itu_*
Tak Akan Membunuh
      *MELAINKAN*
          *UNTUK*
*MENDEWASAKAN*
          *NAMUN*
*_Masih Ada Yang_*
      *BERTANYA*
   *Dalam Doanya*
*Dan Menyalahkan*
        *TUHAN*
*Mengapakah Saya*
Mengalami Masalah
           *ATAU*
*Mengalami Sakit?*
           *ATAU*
*Mengalami Kuatir?*
Dan Kekurangan Dan
    *KEGAGALAN?*
             *YA*
*Tanpa Disadarinya*
_Waktu Buka Mulut_
            *ATAU*
*Waktu Berbicara*
       *DAN YANG*
*Keluar Dari Mulut*
*SEGALA KELUHAN*
_Bukanlah Bersyukur_
         *YA, AYO*
*Semangat Dan Doa*
*Jangan Stress Dan*
   *JANGAN PANIK*
          *TETAPI*
Sabarlah Jika Dalam
Proses Kesembuhan
             *DAN*
Sabarlah Jika Dalam
     *PEMULIHAN*
               *YA*
*Tuhan Pasti Tolong*
💥🔥 *AMIN* 💥🔥
     *YA, MEMANG*
Dalam situasi saat ini
Orang Sangat Mudah
   *Salahkan Tuhan*
Dan Selalu Bertanya
        *MENGAPA*
🗣️ Saya Sakit?
        *MENGAPA*
🗣️ Saya Gagal?
        *MENGAPA*
🗣️ Saya Bangkrut?
        *MENGAPA*
🗣️ Saya Susah?
            *DAN*
*Mengapa Tuhan*
  *_Membiarkan_*
*_Semua Terjadi?_*
             *YA*
*MENGAPA TUHAN*
        *YA, AYO*
👂 *DENGARKAN*
*Apa Yang Engkau*
_Makan Setiap Hari_
           *AKAN*
*Menentukan Sehat*
_Atau Timbul Sakit_
*Dikemudian Hari*
             *DAN*
*Apa Yang Engkau*
  *Kerjakan Hari Ini*
            *AKAN*
Menentukan Berhasil
   *Atau Kegagalan*
           *JADI*
*Jangan Salahkan*
         *TUHAN*
        *_SEBAB_*
*TUHAN ITU BAIK*
🔥💥 *AMIN* 💥🔥
🏛️ Gedung Sebelum
   *Diproses Adalah*
*Seonggokan Kayu*
           *ATAU*
_Semen & Batu Bata_
      *ATAU HANYA*
   *_Paku Dan Besi_*
_Dan Bahan Lainnya_
              *YA*
*Sebelum Diproses*
            *ATAU*
_Sebelum Dikerjakan_
BAHAN2 TERSEBUT
*_Apakah Indah?_*
          *ATAU*
*_Apakah Bagus?_*
       *YA, TIDAK*
           *SEBAB*
*Sebelum Diproses*
Hanya Berupa Bahan
  *_Bangunan Dan_*
Belum Kelihatan Baik
  *Atau Belum Indah*
*Dan Belum Mewah*
             *DAN*
Perlu Waktu Diproses
Atau perlu Dikerjakan
    *DAN SETELAH*
    *Selesai Proses*
         *JADILAH*
🏛️ Gedung Megah
             *DAN*
🏛️ Gedung Indah
           *YANG*
🏛️ Nilainya Tinggi
💥🔥 *AMIN* 💥🔥
             *YA*
*TUHAN BEKERJA*
*Dengan Cara Sama*
         *NAMUN*
*Sering Kita Tanya*
   *Kenapa Tuhan*
*Membiarkan Kita*
*_Alami Masa Sulit_*
            *ATAU*
_Alami Jalan Buntu_
            *ATAU*
*_Alami Persoalan_*
             *DAN*
*Alami  Kesusahan*
             *DAN*
*_Alami Kesedihan_*
           *SERTA*
*_Alami Kehilangan_*
             *DAN*
*_Alami Kegagalan_*
            *ATAU*
Alami Sakit Penyakit
         *YA, AYO*
👂 *DENGARKAN*
           *BAHWA*
    *TUHAN TAHU*
_Semua Yang Terjadi_
             *DAN*
Semua Yang Dialami
            *SERTA*
semua yang dihadapi
*TUHAN MENGERTI*
              *DAN*
  *TUHAN PEDULI*
          *NAMUN*
Satu Hal Yang Tuhan
          *MINTA*
_Agar Tetap Percaya_
             *YA*
*TETAP PERCAYA*
  *KEPADA TUHAN*
            *DAN*
Percayalah Ini Hanya
  *PROSES UNTUK*
MENYEMPURNAKAN
        *HIDUPMU*
          *SEBAB*
💖 Tuhan Sayang
             *DAN*
💖 Tuhan Cinta
           *SERTA*
💖 Tuhan Mengasihi
_Kepada Kita Semua_
DAN YANG TERBAIK
*TUHAN SEDIAKAN*
         *SEPERTI*
   *Tuhan Kirimkan*
☀️ *Matahari Pagi*
           *UNTUK*
_Menyinari Kita Dan_
*_Menerangi Kita_*
          *SERTA*
*Udara Yang Segar*
*_Dapat Kita Hirup_*
Ya, Tariklah Nafasmu
  *TUHAN ITU BAIK*
💥🔥 *AMIN* 🔥💥
               *YA*
🗣️ Saat Kita Bicara
             *DAN*
🗣️ Saat Kita Doa 🛐
👂 *Tuhan Dengar*
               *YA*
🕓 Waktu Kita Butuh
        *Tuhan Ada*
🕓 Disetiap Waktu
              *DAN*
🏝️ Disetiap Tempat
              *YA*
*TUHAN MEMILIH*
💟Berdiam Dihatimu
              *DAN*
💟Bersama Kita
             *ATAU*
💟Diam Didalammu             
🕓  *Waktu Dalam*
      *MEMPROSES*
_Kelemahanmu Dan_
_Ketakutanmu Serta_
*Kekuatiranmu Dan*
Kesusahanmu Serta
*_Kesulitanmu Dan_*
_Kemarahanmu Dan_
*Kesombonganmu*
*SEDANG DIBAKAR*
             *YA*
*Perlu Waktu Dan*
*Rasanya Sakit Dan*
MENDERITA PANAS
*WAKTU DIPROSES*
           *YA, AYO*
_Tetap Bertahan Dan_
*_Tetap Kuat Dan_*
*Jangan Menyerah*
           *TETAPI*
*Tetap Percaya Dan*
_Tetap Tekun Berdoa_
          *SAMPAI*
💥 PROSES SELESAI
        *SEHINGGA*
♧ *SEMUA BAIK*
             *DAN*
♧ *SEMUA MURNI*
           *SERTA*
♧ *SEMUA INDAH*
             *DAN*
♧ *SEMUA SEHAT*
             *DAN*
♧ *SEMUA DAMAI*
🗣️ Saya Bersyukur
🗣️ Saya Sabar Dan
🗣️ Saya Taat Serta
🗣️ Saya Setia Dan
🗣️ Saya Murah Hati
        *SEHINGGA*
🗣️ Saya Menang dan
🗣️ Saya Sehat Dan
🗣️ Saya Berkata
  *TUHAN ITU BAIK*
             *YA*
*TUHAN ITU BAIK*
          *SEBAB*
Tak Ada Yang Jahat
_Didalam Diri Tuhan_
              *YA*
*Semua Rancangan*
*TUHAN ITU BAIK*
          *YA, AYO*
👂  *DENGARKAN*
🗣️ *AKU PERCAYA*
              *DAN*
*Aku Tahu Rencana*
             *DAN*
*Rancangan Tuhan*
*Hari Depan Yang*
_Penuh Harapan Dan_
_Penuh Bahagia Dan_
Penuh Sukacita Dan
Penuh Berkat Tuhan
           *SERTA*
*Penuh Kesuksesan*
              *DAN*
Penuh Kemenangan
        *YA, SAAT*
*PROSES SELESAI*
           *MAKA*
Yang Sakit Sembuh
*Tuhan Sembuhkan*
• Kanker Payudara
• Kanker Rahim
•  Kanker Darah
• Kanker Otak
• Semua Kanker
*Tuhan Sembuhkan*
             *YA*
Yang Sakit Katakan
🗣️ SAYA SEMBUH
              *YA*
   *PERCAYA SAJA*
• Yang Sakit Diabetes
• Yang Sakit Stroke
• Yang Sakit Maag
• Yang Sakit Migrain
• Yang Sakit Vertigo
• Yang Sakit Tulang
• Yang Sakit Demam
• Yang Nyeri Sendi
• Yang Sakit Lupus
• Yang Hipertensi
• Yang Lumpuh Dan
SEMUA YANG SAKIT
*Tuhan Sembuhkan*
🗣️ Sudah Sembuh
              *YA*
🗣️ Saya Sembuh
*MUJIZAT TERJADI*
*TUHAN ITU BAIK*
        *YA, SAAT*
*PROSES SELESAI*
*_Berkat Melimpah_*
• SUKSES DAN
• BERHASIL SERTA
• MENANG DAN
• Kariermu Naik
• Jabatanmu Naik
• Pekerjaan Baik
• Hidupmu Baik
• Keluargamu Baik
• Masa Depan Baik
• Hubungan Baik
• Keuntungan Baik
🏝️  *SEMUA INDAH*
             *JADI*
*Saat Dalam Proses*
Selalu Bersyukur Dan
*_Selalu Kuat Serta_*
*_Selalu Sabar Dan_*
Selalu Bertekun Dan
*Jangan Mengomel*
           *ATAU*
_Jangan Mengeluh_
            *DAN*
Tetap Jaga Hati Baik
            *DAN*
*Jaga Pikiran Benar*
             *DAN*
*Jaga Mulut Untuk*
      *BERSYUKUR*
              *YA*
*Hanya Sesaat Saja*
             *DAN*
    *Sebentar Lagi*
  *PROSES SELESAI*
              *DAN*
🗣️ SAYA MENANG
              *YA*
🗣️ SAYA BEBAS
            *DAN*
🗣️ SAYA KUAT
            *DAN*
🗣️ SAYA BERDOA
• Indonesia Baik
• Indonesia Baru
• Indonesia Aman
• Indonedia Damai
• Indonesia Sehat
• DUNIA IBADAH
• DUNIA BERDOA
• DUNIA SEHAT
• DUNIA DAMAI
🔥💥 *AMIN* 🔥💥
*PROSES SELESAI*
*MUJIZAT TERJADI*
     *SEMUA BAIK*
              *YA*
Tuhan Kabulkan Doa
             *AYO*
🛐Tetaplah Berdoa
              *DAN*
🛐Tekunlah Berdoa
               *YA*
Tuhan Jawab Doamu
  *Terpujilah Tuhan*
  *☆ HALELUYAH ☆*
💥🔥 *AMIN*  🔥💥

Yahoo Mail: Cari, Atur, Taklukkan
Uploaded Image

Kesetiaan yang Menembus Zaman



Lampiran foto: IMG-20260925-WA0027.jpg

Pada abad ke-3 Masehi, ketika Kekaisaran Romawi melancarkan penganiayaan hebat terhadap umat Kristen, banyak orang percaya yang terpaksa beribadah secara tersembunyi di dalam katakombe—jaringan lorong bawah tanah yang gelap dan sempit. Di tempat yang sunyi dan jauh dari kemewahan dunia tersebut, mereka tidak hanya berlindung, tetapi juga saling menguatkan iman, memecahkan roti, dan memelihara pengharapan akan janji keselamatan dari Tuhan.

​Meski menghadapi ancaman hukuman mati dan penindasan yang berat, umat beriman saat itu memilih untuk tidak menyangkal iman mereka. Keteguhan dan kesetiaan mereka dalam menjaga api iman di tengah kegelapan katakombe menjadi saksi sejarah yang menginspirasi generasi-generasi selanjutnya, membuktikan bahwa iman yang sejati tidak akan pernah padam oleh tekanan zaman.

​Peristiwa sejarah tersebut menjadi cermin nyata dari panggilan hidup beriman kita. Yesus mengingatkan bahwa siapa pun yang mau mengikut Dia harus berani memikul salibnya setiap hari dan setia hingga akhir (Lukas 9:23). Sebagaimana ditegaskan dalam Surat Ibrani 10:23, kita dipanggil untuk berpegang teguh pada pengakuan pengharapan kita tanpa beranjak, sebab Ia yang menjanjikannya adalah setia.

​Saudaraku, mungkin tantangan yang kita hadapi saat ini tidak lagi berupa penganiayaan fisik seperti pada masa katakombe, melainkan godaan kompromi, kejenuhan, atau perlawanan terhadap nilai-nilai kebenaran. Mari kita belajar dari kesetiaan para pendahulu kita untuk tetap berdiri teguh dalam iman, memancarkan kasih Kristus, dan menjaga kebenaran firman Tuhan di mana pun kita berada.
​"Sebab itu jadilah kuat, hai anakku, oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus." (2 Timotius 2:1)
​Bacaan: Amsal 3:1-8
​(Gbu!)

Yahoo Mail: Cari, Atur, Taklukkan
Uploaded Image