Selasa, 07 April 2026

BAGAIMANA LOGIKANYA KITAB TURUN DARI LANGIT ??? - DR. BAMBANG NOORSENA, ...

https://youtube.com/watch?v=NgAWrRppY4M&si=3He-NOac9kXcYc4D

Paskah Mengubah Segalanya

08 April 2026

Bacaan Hari ini:
Lukas 1:77-79 "..untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera."
-------------------
Saat kita memperingati Paskah, ratusan juta orang akan bangun sebelum fajar dan menghadiri kebaktian Paskah saat matahari terbit. Bahkan, Paskah adalah satu-satunya hari raya yang kita rayakan pada saat fajar menyingsing.

Mengapa kita melakukan hal ini?

Karena pada saat fajar, pada suatu hari yang benar-benar baru, para pengikut-Nya mendengar kabar bahwa Yesus Kristus telah bangkit dari kematian—dan hal itu mengubah segalanya.

Alkitab berkata, "Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. (Matius 28:1–6).

Mengapa Paskah begitu penting?

Karena Paskah membuktikan bahwa Yesus Kristus mengatakan kebenaran. Yesus membuat beberapa pernyataan yang luar biasa. Ia menyatakan bahwa Ia adalah Anak Allah dan satu-satunya jalan ke surga. Ia berkata, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun datang kepada Bapa jika tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6).

Banyak orang sepanjang sejarah mengaku sebagai Allah. Namun perbedaannya dengan Yesus adalah bahwa Ia satu-satunya yang membuktikan bahwa Ia adalah Allah. Seolah-olah Yesus berkata, "Aku akan membuktikannya. Aku akan mati untuk dosa dunia, dan tiga hari kemudian Aku akan membangkitkan diri-Ku kembali." Dan itulah tepatnya yang Ia lakukan.

Kebangkitan Yesus adalah peristiwa paling penting sepanjang masa. Peristiwa ini membagi sejarah menjadi Masehi (A.D.) dan Sebelum Masehi (B.C.). Sekarang setiap kali Anda menulis tanggal, Anda menggunakan Yesus Kristus sebagai titik acuan. Bahkan hari ulang tahun Anda sendiri—hari, bulan dan tahun—ditentukan berdasarkan kebangkitan Yesus Kristus.

Dan semua itu terjadi pada fajar hari yang baru. Lukas 1:78 berkata, "oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera."

Renungkan:

- Apakah Anda pernah mengikuti kebaktian Paskah saat matahari terbit? Bagaimana rasanya merayakan Paskah pada saat fajar?

- Yesus menyatakan diri-Nya sebagai "jalan, kebenaran, dan hidup." Manakah dari pernyataan ini yang paling berarti bagi Anda pada musim Paskah ini?

- Bukti apa yang Anda lihat bahwa kebangkitan Yesus adalah peristiwa paling penting sepanjang masa?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 7-9; Lukas 9:18-36
___________
Yesus sungguh telah menang dari maut. Kita juga mampu menjadi pemenang yang sama lewat KebangkitanNya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Easter Changed Everything - Daily Hope with Rick Warren - April 8, 2026

“A new day will dawn on us from above because our God is loving and merciful.” Luke 1:78 (GW)
------------------
This Easter, hundreds of millions of people will wake up before daylight and attend an Easter sunrise service. In fact, Easter is the only holiday we celebrate at the break of dawn.

Why do we do this?

Because it was at the break of dawn, on a brand-new day, when his followers heard the news that Jesus Christ had risen from the dead—and it changed everything.

The Bible says, “At dawn on the first day of the week, Mary Magdalene and the other Mary went to look at the tomb. There was a violent earthquake, for an angel of the Lord came down from heaven and, going to the tomb, rolled back the stone and sat on it. His appearance was like lightning, and his clothes were white as snow. The guards were so afraid of him that they shook and became like dead men. The angel said to the women, ‘Do not be afraid, for I know that you are looking for Jesus, who was crucified. He is not here; he has risen, just as he said. Come and see the place where he lay’”(Matthew 28:1-6 NIV).
Why is Easter so important?

Because it proved that Jesus Christ was telling the truth. Jesus made some outrageous claims. He claimed to be the Son of God and the only way to heaven. He said, “I am the way and the truth and the life. No one comes to the Father except through me” (John 14:6 NIV).

Many people throughout history have claimed to be God. But the difference with Jesus is that he was the only one who proved he was God. It’s as if Jesus said, “I’m going to prove it. I’m going to die for the sins of the world, and three days later I’m going to raise myself back to life.” And that’s exactly what he did.

The resurrection of Jesus is the most important event of all time. It split history into A.D. and B.C. Now every time you write a date, you are using Jesus Christ as the reference point. Even your own birthday—the day, the month, and the year—is dated from the resurrection of Jesus Christ.

And it all happened on the dawn of a new day. Luke 1:78 says, “A new day will dawn on us from above because our God is loving and merciful” (GW).

Notice the word “merciful.” Over the next several days, we’re going take a closer look at God’s mercy and answer the questions: When do I need God’s mercy in my life? and What happens when I accept it?


HANYA ORANG PENGECUT YANG BERANI MELARANG RUMAH DOA TANGERANG I Kupas Be...

https://youtube.com/watch?v=sDDyqlGThag&si=GulhzjG7JTxUXoAN

Kapal Induk AS Menyembunyikan Sesuatu yang Sangat Rahasia, China, Iran, ...

https://youtube.com/watch?v=bvU3dVnY_w8&si=VM-cSABZZzLa3w0E

Senin, 06 April 2026

Bagaimana Tuhan Memanggil Kita Memperlakukan Sesama

07 April 2026

Bacaan Hari ini:
Yohanes 8:11 "Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."
-----------------
Jika Anda adalah pengikut Yesus Kristus, Tuhan memanggil Anda untuk memperlakukan setiap orang dengan hormat. Tidak peduli apakah mereka bertindak, berpikir, atau beribadah secara berbeda dari Anda. Tuhan tetap ingin Anda memperlakukan mereka dengan hormat. Mengapa?
Karena itulah yang Yesus lakukan.

Yesus menerima semua orang. Ini tidak berarti Ia menyetujui semua yang mereka lakukan. Ia juga tidak menyetujui semua yang Anda lakukan, tetapi Ia menerima Anda dan memperlakukan Anda dengan hormat.

Dalam Yohanes 8, Yesus memperlakukan seorang perempuan yang dipermalukan dengan penuh hormat, tetapi para penuduhnya tidak demikian. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?" (Yohanes 8:4-5).

Yesus mengetahui bahwa mereka hanya ingin menjebak-Nya agar Ia mengatakan sesuatu yang bisa digunakan untuk melawan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." (Yohanes 8:6-7).

Tidak ada yang tahu apa yang Yesus tulis di tanah, karena Alkitab tidak menjelaskannya. Beberapa ahli berpendapat bahwa Ia menuliskan dosa-dosa para penuduh itu: sikap menghakimi, kesombongan, ketidakjujuran, atau dosa lainnya. Sebagai Allah, Yesus mengetahui dosa-dosa tersembunyi mereka dan ingin menunjukkan inti persoalannya.

Apa yang dilakukan para penuduh itu? Yohanes 8:9 berkata, "Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. "

Yesus pun tidak menghukumnya. Sebaliknya, Ia menunjukkan belas kasihan. Yohanes 8:11 berkata, "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

Apakah perempuan itu melakukan kesalahan? Ya. Ia berbuat zina. Namun Yesus melindungi martabatnya di hadapan umum dan menegur dosanya dengan lembut. Ia pada dasarnya berkata, "Jangan lakukan ini lagi" Ia mengubah hidup perempuan itu.

Itulah sebabnya saya mengasihi Yesus—karena Ia melakukan hal yang sama dalam hidup saya. Ia memperlakukan saya dengan belas kasihan, meskipun saya tidak layak menerimanya. Ia juga melakukan hal yang sama dalam hidup Anda—dan itulah cara Ia ingin Anda memperlakukan orang lain.

Renungkan

- Kapan Anda merasakan bahwa Yesus memperlakukan Anda dengan hormat dan menunjukkan belas kasihan, bukan menghukum Anda?

- Apa artinya bagi Anda mengetahui bahwa Yesus memberikan belas kasihan dan penghargaan, bukan penghukuman?

- Dalam situasi apa Anda memiliki kesempatan untuk memperlakukan orang lain dengan cara yang sama seperti Yesus?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 4-6; Lukas 9:1-17
___________
Tuhan memberikan kasih karuniaNya. Besar anugerah dan belas kasihanNya, meskipun saya tidak layak menerimanya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
,How God Calls Us to Treat Others - Daily Hope with Rick Warren - April 7, 2026

“‘Neither do I condemn you,’ Jesus declared. ‘Go now and leave your life of sin.’” John 8:11 (NIV)
----------------
If you are a follower of Jesus Christ, God calls you to treat everyone with dignity. It doesn’t matter if they act, think, or worship differently than you. He still wants you to treat them with dignity. Why?

Because that’s what Jesus did.

Jesus accepted everyone. This doesn’t mean he approved of everything people did. He doesn’t approve of everything you do either, but he accepts you and treats you with dignity.

In John 8, Jesus treated a humiliated woman with dignity, but her accusers did not. Instead, they brought her before Jesus and said, “This woman was caught in the act of adultery. The law of Moses says to stone her. What do you say?” (John 8:4-5 NLT)

“‘Neither do I condemn you,’ Jesus declared. ‘Go now and leave your life of sin.’” John 8:11 (NIV)

If you are a follower of Jesus Christ, God calls you to treat everyone with dignity. It doesn’t matter if they act, think, or worship differently than you. He still wants you to treat them with dignity. Why?

Because that’s what Jesus did.

Jesus accepted everyone. This doesn’t mean he approved of everything people did. He doesn’t approve of everything you do either, but he accepts you and treats you with dignity.

In John 8, Jesus treated a humiliated woman with dignity, but her accusers did not. Instead, they brought her before Jesus and said, “This woman was caught in the act of adultery. The law of Moses says to stone her. What do you say?” (John 8:4-5 NLT)

Jesus knew they were just trying to trap him into saying something they could use against him, so he “stooped down and wrote in the dust with his finger. . . . [Then] he stood up again and said, ‘All right, but let the one who has never sinned throw the first stone!’” (John 8:6-7 NLT).

Nobody knows what Jesus wrote in the dirt, because the Bible doesn’t tell us. Some scholars think he wrote down the sins of the woman’s accusers: judgmentalism, arrogance, dishonesty, or spousal abuse. After all, Jesus, being God, knew their secret sins and wanted to get to the heart of the matter.

What did her accusers end up doing? John 8:9 says, “They slipped away one by one . . . until only Jesus was left in the middle of the crowd with the woman” (NLT). They didn’t stick around to condemn her.

And Jesus didn’t condemn her either. Instead, he showed her mercy. John 8:11 says, “‘Neither do I condemn you,’ Jesus declared. ‘Go now and leave your life of sin’” (NIV).

Did this woman do something wrong? Yes. She cheated on her husband. But Jesus protected her dignity in a public situation and dealt with her sin gently. He, in effect, said, “Don’t do this anymore.” He changed her.

That’s why I love Jesus—because he does the same thing with me. He treats me with mercy, even though I don’t deserve it. That’s what he does in your life, too—and it’s how he wants you to treat others.


Minggu, 05 April 2026

Apa Langkah Berikutnya?

06 April 2026

Bacaan Hari ini:
Markus 10:52 "Lalu kata Yesus kepadanya: "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya."
-------------
Apa langkah berikutnya yang perlu Anda ambil dalam perjalanan iman Anda?

Mungkin langkah berikutnya adalah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda. Atau mungkin dibaptis, bergabung dengan gereja, ikut kelompok kecil, mulai memberi persepuluhan, melayani dalam pelayanan, mengikuti perjalanan misi atau mengundang seorang teman ke gereja. Saya tidak tahu apa langkah Anda berikutnya, tetapi saya tahu satu hal: Tuhan tidak pernah berhenti membawa Anda semakin bertumbuh dalam iman. Selalu ada langkah berikutnya.

Jika Anda tidak segera mengambil langkah berikutnya, Anda akan terjebak dalam keadaan yang sama. Jika Anda tidak maju dalam iman, hati Anda akan menjadi dingin dan Anda akan merasa semakin jauh dari Tuhan. Sebelum Tuhan menolong Anda dalam langkah kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya, Anda perlu mengambil langkah pertama. Jika Anda meminta Tuhan menolong Anda dalam sesuatu, mungkin Ia bertanya, "Mengapa kamu belum melakukan apa yang sudah Aku perintahkan?" Mungkin selama ini Anda hanya berniat melakukannya. Berhentilah hanya berniat, dan mulailah bertindak.

Sebelum Bartimeus bertemu Yesus, ia duduk di pinggir jalan sebagai seorang pengemis yang buta. Setelah ia menerima penglihatan dari Tuhan, Bartimeus "mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya." (Markus 10:52).

Manakah yang menggambarkan hidup Anda: duduk di pinggir jalan atau mengikuti Yesus di jalan? Manakah yang lebih memberi kepuasan? Manakah yang memiliki lebih banyak sukacita, makna, dan kepuasan? Manakah yang Anda inginkan untuk menggambarkan hidup Anda?

Hanya ada satu cara untuk mengikuti Yesus di jalan: ambil langkah berikutnya.

Iman lebih dari sekadar percaya. Iman lebih dari sekadar berpikir, berbicara atau memiliki keyakinan tentang Yesus. Iman adalah tindakan. Iman adalah gerakan, iman adalah aktivitas. Iman adalah sesuatu yang Anda lakukan. Alkitab berkata, "Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?' (Yakobus 2:14).

Dari mana Anda mendapatkan iman untuk memulai kembali? Hanya ada satu sumber: Yesus Kristus.

Alkitab berkata, "Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita." (1 Korintus 1:30).

Bartimeus tidak tahu bahwa Yesus akan melewati jalannya hari itu. Bagi dia, itu hanyalah hari biasa. Namun Tuhan memberinya kesempatan yang tidak terduga untuk memulai hidup yang baru.

Renungkan :

- Apa yang Anda tunggu untuk mengambil langkah iman berikutnya?

- Mengapa Tuhan ingin Anda terus maju dan bertumbuh secara rohani?

- Apakah langkah iman yang ingin Anda ambil terasa kecil dan tidak berarti? Mengapa langkah kecil tetap penting?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 1-3; Lukas 8:26-56
___________
Tuhan memberikan kesempatan yang sama kepada Anda. Jangan lewatkan kesempatan itu. Ambillah langkah iman Anda berikutnya sebelum kesempatan itu berlalu.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
What’s Your Next Step? - Daily Hope with Rick Warren - April 06, 2026

“Jesus told him, ‘Go, your faith has made you well.’ At once he could see again, and he followed Jesus on the road.” Mark 10:52 (GW)
--------------------
What’s the next step you need to take in your faith journey?

Maybe your next step is to accept Jesus Christ as your Lord and Savior. Or maybe it’s to get baptized, join a church, get into a small group, start tithing, find a place to serve in ministry, go on a mission trip, or invite a friend to church. I don’t know what your next step is, but I do know this: God will never be finished taking you deeper in faith. There is always a next step.

If you don’t take the next step without delay, then you’re going to get stuck in a rut. If you don’t move forward in faith, your heart will grow cold, and you will feel more distant from God. Before he helps you with steps two, three, four, and five, you need to take step one. If you’re asking God to help you with something, he’s asking you, “Why haven’t you done what I’ve already told you to do?” You may have been “aiming” to do something. Stop aiming, and take a shot!

Before Bartimaeus met Jesus, he was sitting beside the road, a blind man begging for handouts. After he received his sight from the Lord, Bartimaeus “followed Jesus on the road” (Mark 10:52 GW).

Which of those two phrases describes your life: sitting beside the road or following Jesus on the road? Which of those two lifestyles do you think is more fulfilling? Which do you think has more joy, more meaning, and more satisfaction? Which one do you want to represent your life?

There’s only one way to follow Jesus on the road: Take the next step.

Faith is more than believing. Faith is more than thinking, talking, or having convictions about Jesus. Faith is action. It is movement; it is activity. Faith is something you do. In fact, the Bible says in James 2:14, “If people say they have faith, but do nothing, their faith is worth nothing” (NCV).

Where do you get the faith to begin a fresh start? There’s only one source: Jesus Christ.

The Bible says in The Message paraphrase: “Everything that we have—right thinking and right living, a clean slate and a fresh start—comes from God by way of Jesus Christ” (1 Corinthians 1:30).

Bartimaeus had no idea that Jesus Christ was going to pass his way that day. To him, it was just another day. But God gave him an unexpected opportunity that offered him a fresh start.

God is giving you the same opportunity. Don’t miss it! Take your next step of faith before the opportunity passes you by.


Pasukan Khusus AS Masuk Iran, Rezim Iran Panik

https://youtube.com/watch?v=oL2Zd-_kte0&si=PSWLWHKDQNaVWsmG