Selasa, 25 Agustus 2026

4 Alasan Mengapa Menunjukkan Belas Kasihan Itu Penting

26 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 5:7 "Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan"
--------------------
Pernahkah Anda memperhatikan bahwa ketika Anda kritis terhadap orang lain, mereka juga cenderung kritis terhadap Anda? Ketika Anda bersikap baik kepada orang lain, mereka juga cenderung bersikap baik kepada Anda? Atau ketika Anda murah hati kepada orang lain, mereka juga cenderung murah hati kepada Anda? Apa pun yang Anda berikan dalam hidup, biasanya akan kembali kepada Anda.

Hal yang sama juga berlaku dalam hal belas kasihan Allah.
Yesus berkata dalam Matius 5:7: "Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan"

Tetapi mengapa Allah ingin Anda menunjukkan belas kasihan kepada orang lain? Mengapa menjadi orang yang penuh belas kasihan begitu penting?

1. Karena Allah telah menunjukkan belas kasihan kepada Anda.

Efesus 2:4-5 berkata: "Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita--oleh kasih karunia kamu diselamatkan"
Allah ingin Anda meneruskan belas kasihan yang telah Anda terima dari-Nya kepada orang lain.

2. Karena Allah memerintahkan Anda untuk berbelas kasihan.

Apakah Anda ingin mengetahui ringkasan tentang apa yang seharusnya menjadi tujuan hidup? Inilah jawabannya:
"Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu : selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?" Mikha 6:8
Allah ingin Anda melakukan apa yang benar, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan-Nya.

3. Karena Anda akan membutuhkan lebih banyak belas kasihan di masa depan.

Anda akan melakukan banyak kesalahan antara sekarang sampai Anda tiba di surga, dan Anda akan membutuhkan belas kasihan Allah. Namun, Anda tidak dapat menerima sesuatu yang tidak bersedia Anda berikan kepada orang lain.
Yakobus 2:13 berkata: "Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman."

4. Karena menunjukkan belas kasihan membawa kebahagiaan.

Matius 5:7 berkata: "Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan"
Kata "berbahagialah" juga memiliki arti "bahagia." Jadi, semakin Anda belajar dan mempraktikkan belas kasihan, semakin Anda akan mengalami kebahagiaan dan berkat.
Karena begitu banyak orang di dunia hidup hanya untuk kepentingan diri sendiri, menunjukkan belas kasihan dan kasih karunia kepada orang lain akan selalu terlihat berbeda.

Renungkan :

- Menurut Anda, apa artinya "mencintai kesetiaan"? (Mikha 6:8)

- Bagaimana Anda pernah melihat Allah memberkati Anda ketika Anda menunjukkan belas kasihan kepada seseorang, bahkan ketika hal itu sulit dilakukan?

- Pikirkan satu kesempatan dalam minggu terakhir ketika Anda sebenarnya bisa menunjukkan belas kasihan kepada seseorang, tetapi tidak melakukannya. Menurut Anda, bagaimana hasil dari situasi tersebut mungkin akan berbeda jika Anda menunjukkan belas kasihan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 119:1-88; 1 Korintus 7:20-40
___________
Jadilah seseorang yang dikenal karena belas kasihannya. Tunjukkan kepada orang lain betapa baiknya Allah kepada Anda melalui cara Anda memperlakukan mereka. Dengan demikian, Anda dapat membawa perubahan yang berdampak sampai kepada kekekalan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
4 Reasons Why Showing Mercy Is Important
By Rick Warren

“God blesses those who are merciful, for they will be shown mercy.” Matthew 5:7 (NLT)
------------------
Have you ever noticed that if you’re critical of others, they’re critical of you? If you’re kind to others, they’re kind to you? Or if you’re generous to others, they’re generous to you? Whatever you give in life, you’re going to get in return.

The same is true of God’s mercy.

Jesus says in Matthew 5:7, “God blesses those who are merciful, for they will be shown mercy” (NLT).

But why does God want you to show mercy to others? Why is being merciful so important?

Because God has shown you mercy.

Ephesians 2:4-5 says, “God’s mercy is so abundant, and his love for us is so great, that while we were spiritually dead in our disobedience he brought us to life with Christ. It is by God’s grace that you have been saved” (GNT). God wants you to pass on the mercy that you’ve received from him.

Because God commands you to be merciful.

Do you want a summary of what life’s all about? Here it is: “The Lord has told you what is good. This is what the Lord requires from you: to do what is right, to love mercy, and to live humbly with your God” (Micah 6:8 GW).

Because you’re going to need more mercy in the future.

You’re going to make a lot of mistakes between now and when you get to heaven, and you’re going to need God’s mercy. But you cannot receive what you are unwilling to give. James 2:13 says, “You must show mercy to others, or God will not show mercy to you when he judges you. But the person who shows mercy can stand without fear at the judgment” (NCV).

Because showing mercy brings happiness.

Matthew 5:7 says, “Blessed are the merciful” (NIV). The word “blessed” also means “happy,” so the more you learn and demonstrate mercy, the happier and more blessed you’re going to be.

Because so many people in the world are living for themselves, showing mercy and grace to others will always stand out. Be known for your mercy as you model for others how good God has been to you, and you will make an eternal difference!


Senin, 24 Agustus 2026

Dibalik kabut ada kemenangan

Lampiran foto: IMG-20260825-WA0007.jpg

== Inspirasi pagi ==

*KESULITAN* itu seperti air dikolam  yang sedang keruh, *BERSABARLAH*, jangan mengaduknya, karena sebentar lagi ia akan *JERNIH* dengan sendirinya

*KEMARAHAN* hanyalah membuat kita bertindak terlalu sembrono karena *EMOSI*

*PIKIRAN* yang besar membicarakan ide ide*POSITIF*
*PIKIRAN* yang rata-rata membicarakan *KEJADIAN* masa lalu,
Dan *PIKIRAN* yang kerdil membicarakan orang sekitarnya atau biasa disebut *ngegossip*

Belajarlah dari *KESALAHAN* orang lain, karena Kita tidak dapat hidup cukup lama utk mendapatkan *SEMUA* pelajaran atau pengalaman itu dari diri kita sendiri, Orang pintar *BELAJAR* dari kesalahan diri sendiri, tetapi org yg *LEBIH* pintar belajar dari *KESALAHAN* orang lain

Orang yang paling *BERKUASA* adalah org yang dapat *MENGUASAI* dirinya sendiri

Melihat *TUJUAN* hidup adalah hal *PENTING* bagi kita. Namun Kehidupan melatih kita bukan *HIDUP* karena *MELIHAT*, tapi *HIDUP* karena *KEADAAN* Sehingga saat *KABUT KEHIDUPAN* membuat *TUJUAN* kita terlihat *KABUR* & *SAMAR*, tetaplah *BERJUANG* & terus *MELANGKAH*.

Jika kita sudah *MELANGKAH* serta *BERJUANG*, percayalah bahwa, *KEMENANGAN* sudah ada di depan mata.
Jangan justru *MENYERAH* dalam dalam keadaan *TERTEKAN*, karena semua itu pasti akan *BERAKHIR* Tetaplah *BERSEMANGAT* & Yakin bhw di suatu *TITIK*, dibalik *KABUT* itu αdα *KEMENANGAN* kita.

Seribu *LANGKAH* dimulai dari *LANGKAH* pertama tidak ada kata *TERLAMBAT* untuk *MEMULAI*, setelah memulai
*SELESAIKANLAH* αƿα yg telah kita *MULAI*..!!

Selamat pagi ...........
Good morning .........
早上好 .....................
Selamat Beraktivitas. Sehat dan Sukses selalu. GBU. 🙏🏼🙏🏼🙏🏼


Uploaded Image

Allah Sangat Mengasihi Anda

25 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
1 Yohanes 4:9-10 "Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita."
------------------
Segala sesuatu dalam hidup berubah—hubungan, pekerjaan, kesehatan, keuangan. Namun, ada satu hal di alam semesta yang tidak akan pernah berubah: kasih Allah.

Allah mengasihi Anda, apa pun yang terjadi. Kegagalan, kelemahan dan dosa Anda tidak pernah dapat mengurangi kasih-Nya. Mengetahui bahwa Anda dapat selalu mengandalkan kasih Allah memberikan dasar yang kokoh bagi kehidupan Anda.

Ayat Alkitab yang paling terkenal, Yohanes 3:16, berkata: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal."

Perhatikan kata kecil "begitu" yang terdapat sebelum kata "mengasihi" dalam ayat tersebut. Kata "begitu" menunjukkan betapa luar biasanya kasih Allah. Allah mengasihi Anda dengan kasih yang besar dan berlimpah, yang tidak dapat diambil dari Anda. Kasih-Nya melampaui pemahaman kita. Dia mengasihi Anda pada hari-hari ketika keadaan Anda baik maupun pada hari-hari yang buruk. Dia mengasihi Anda ketika Anda berdosa maupun ketika Anda setia kepada-Nya.

Penting bagi Anda untuk tidak hanya memahami kasih yang begitu besar ini secara intelektual. Anda perlu mengalaminya secara emosional, sehingga benar-benar memahaminya jauh di dalam hati dan roh Anda. Kasih adalah sifat Allah. Allah menciptakan alam semesta dan segala sesuatu di dalamnya supaya Dia dapat menyatakan kasih-Nya. Dan Allah menciptakan Anda supaya Dia dapat mengasihi Anda.

Bahkan, melalui Yesus, Allah menunjukkan seperti apa kasih yang sejati—kasih-Nya—itu. Alkitab berkata: "Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita." 1 Yohanes 4:9-10

Banyak orang mengatakan bahwa mereka mengasihi Anda. Tetapi Allah menunjukkan kepada Anda bahwa Dia mengasihi Anda. Dia sangat mengasihi Anda sampai kasih itu menuntut pengorbanan. Dia mengorbankan Anak-Nya. Ketika Yesus mati bagi Anda, Dia menunjukkan bahwa Dia sangat mengasihi Anda sehingga Dia rela mati daripada hidup tanpa Anda.

Alkitab mengatakan bahwa itulah kasih yang sejati—kasih yang dapat menjadi dasar kehidupan Anda. Kasih yang sejati rela berkorban. Kasih yang sejati memberikan segalanya. Kasih yang sejati bertahan untuk selama-lamanya.
Itulah kasih yang hanya Allah miliki bagi Anda. Dia menantikan Anda dengan tangan terbuka untuk menunjukkan kebaikan, belas kasih dan kasih-Nya kepada Anda.

Renungkan :

- Mengapa Anda perlu membangun hidup Anda di atas sesuatu yang tidak dapat hilang atau diambil dari Anda?

- Kapan Anda paling sering meragukan kasih Allah?

- Apa yang kasih Allah, yang dinyatakan melalui Yesus, ajarkan kepada Anda tentang bagaimana seharusnya Anda mengasihi orang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 116-118; 1 Korintus 7:1-19
_____________
Allah mengasihi Anda, apa pun yang terjadi. Kegagalan, kelemahan dan dosa Anda tidak pernah dapat mengurangi kasih-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
God So Loves You
By Rick Warren

“God showed how much he loved us by sending his one and only Son into the world so that we might have eternal life through him. This is real love—not that we loved God, but that he loved us and sent his Son as a sacrifice to take away our sins.” 1 John 4:9-10 (NLT)
-----------------
Everything in life changes—relationships, jobs, health, finances. But there’s one thing in the universe that will never change: God’s love.

God loves you, no matter what. Your failures, your brokenness, and your sin can never diminish his love. Knowing you can count on God's love provides a rock-solid foundation for your life.

The Bible’s most famous verse, John 3:16, says, “God so loved the world that he gave his one and only Son” (NIV).

Consider the small word “so” that goes before “loved” in that verse. “So” suggests the extravagance of God’s love. God loves you with a generous, extravagant love that can never be taken away. It’s beyond comprehension. He loves you on your good days and your bad days. He loves you when you sin and when you are faithful to him.

It's important that you don't just recognize this lavish love intellectually. You need to experience it emotionally, to really understand it deep down in your spirit. Love is God’s nature. God created the universe and everything in it just so that he could love it. And God created you so he could love you.

In fact, in Jesus, God shows what real love, his love, looks like. The Bible says, “God showed how much he loved us by sending his one and only Son into the world so that we might have eternal life through him. This is real love—not that we loved God, but that he loved us and sent his Son as a sacrifice to take away our sins” (1 John 4:9-10 NLT). 

Many people say they love you. But God showed you he loves you. He loves you so much that it hurt. He sacrificed his Son. When Jesus died for you, he was saying he loved you so much he’d rather die than live without you.

The Bible says that’s what real love—the kind of love you can build your life on—looks like. Real love makes sacrifices. Real love gives all. Real love endures for all eternity.

That’s the kind of love only God has for you. He’s waiting with open arms to show you his goodness, mercy, and love.


Minggu, 23 Agustus 2026

Pertemuan Keluarga Kembali untuk Selamanya

24 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
1 Tesalonika 4:17-18 "sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini."
---------------
Ketika saya masih muda, saya tidak terlalu memikirkan tentang surga. Pertama, surga terlihat membosankan—setidaknya seperti yang sering digambarkan oleh dunia. Kedua, surga terasa masih sangat jauh. Dan ketiga, belum ada seorang pun yang saya kenal berada di sana. Tetapi sekarang saya mengenal banyak orang yang sudah berada di surga dan saya tidak sabar untuk sampai di sana dan bersama mereka.

Di surga, kita akan dipertemukan kembali dengan orang-orang yang kita kasihi yang mengasihi Tuhan. Semua orang yang menjadi bagian dari keluarga Allah akan berada di sana.

Siapa yang ingin Anda ajak berbicara terlebih dahulu di surga? Tentu saja, Anda akan bertemu dan menyembah Tuhan terlebih dahulu. Tetapi siapa yang paling ingin Anda temui setelah itu? Setiap orang percaya sepanjang sejarah akan berada di sana.

Apakah Anda ingin berbicara dengan Musa? Anda bisa! Bagaimana dengan Abraham, Maria atau Paulus? Entah bagaimana dengan Anda, tetapi saya pasti memiliki beberapa pertanyaan untuk Yunus. Anda akan melihat orang-orang terkenal sepanjang sejarah Kekristenan, para ilmuwan, para pemimpin dunia, serta orang-orang dari setiap suku dan bangsa. Anda akan memiliki seluruh kekekalan untuk berbicara dengan mereka!

Alkitab menggambarkannya sebagai suatu pertemuan besar bersama Tuhan: "sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan" 1 Tesalonika 4:17

Dapatkah Anda membayangkan betapa mengharukan dan betapa penuh sukacitanya peristiwa itu? Kemudian ayat 18 berkata: "Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini." 1 Tesalonika 4:18

Ibu saya berada di surga, ayah saya berada di surga, kakak laki-laki saya, Jim, berada di surga dan anak saya yang paling kecil, Matthew, berada di surga. Saya juga memiliki banyak orang terkasih yang pernah melayani bersama saya dalam pelayanan dan sekarang berada di surga. Semakin banyak keluarga dan teman saya yang berada di seberang kematian, semakin berharga surga bagi saya.

Apakah Anda dikuatkan oleh pemikiran bahwa Anda akan berada di hadirat Yesus dan dipertemukan kembali dengan teman-teman serta keluarga Anda? Ketika kita sedang berduka bersama seseorang, kita seharusnya membagikan penghiburan itu kepada mereka. Jika mereka dan orang yang mereka kasihi mengenal Yesus sebagai Juruselamat, maka kematian bukanlah akhir. Mereka akan bertemu kembali!

Renungkan

- Bagaimana mengetahui bahwa Anda akan bertemu dengan anggota keluarga Allah lainnya di surga mendorong Anda untuk membagikan Injil?

- Siapa dalam kehidupan Anda yang perlu mendengar tentang tawaran Allah berupa rumah kekal di surga? Apa yang akan Anda lakukan untuk menyampaikannya kepada mereka?

- Menurut Anda, hal-hal apa yang ingin Anda bicarakan di surga setelah Anda meninggalkan dunia ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 112-115; 1 Korintus 6
__________
Inilah kebaikan Allah bagi kita: tidak ada pengharapan yang lebih besar dalam hidup selain pertemuan keluarga kembali untuk selama-lamanya!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
A Family Reunion For Eternity
By Rick Warren

"There will be one huge family reunion with the Master. So reassure one another with these words." 1 Thessalonians 4:17-18 (MSG)
------------------
When I was young, I didn't really think about heaven that much. First, it seemed so boring—at least the way the world describes it. Second, it seemed like a long way off. And third, no one I knew was there yet. But I know a lot of people who are in heaven now, and I can't wait to get there and be with them.

In heaven, we're going to be reunited with our loved ones who love the Lord. Those who are in the family of God are all going to be there.

Who would you like to talk to first in heaven? Of course, you’re going to meet and worship the Lord first. But who are you excited to see next? Every believer throughout history will be there. Would you like to talk to Moses? You can! How about Abraham or Mary or Paul? I don’t know about you, but I definitely have some questions for Jonah. You’ll see famous people from throughout Christian history and scientists and world leaders and people from every tribe and nation. You're going to have all of eternity to talk with them!

The Message paraphrase says, "There will be one huge family reunion with the Master" (1 Thessalonians 4:17). Can you imagine how emotional, how joyful that's going to be? Then verse 18 says, “So reassure one another with these words.”

My mother is in heaven, my father is in heaven, my older brother, Jim, is in heaven, and my youngest child, Matthew, is in heaven. I have many dear people who served with me in ministry in heaven. The more of my family and friends who are on that side of death, the dearer heaven becomes to me.

Are you encouraged by the thought of being in the presence of Jesus and reunited with your friends and family? When we are grieving with someone, we should share that encouragement with them. If they and their loved one know Jesus as their Savior, then death is not the end. They will see them again!

This is God’s goodness to us, that there is no greater hope in life than a big family reunion for eternity!


Sabtu, 22 Agustus 2026

*"NENEK LINDA" vs "NENEK DEWI"*

Nenek *Linda* bolak-balik nelpon Nenek *Dewi*.

Karena gak diangkat-angkat,
Nenek Linda sms ke Nenek Dewi,

*"Wi.., di mana elu ?"*

Gak dibales, terus di sms lagi : 

*"Lagi sibuk ya, Wi.. ?"*

Gak dibales juga...
Akhirnya sms yang ketiga kali ,

*"Wi... elu sehat, nggak sakit kan ?"*

Masih juga gak dibales...

*"Dewiiiiiii..., elu lagi marahan sama gue ?"*

Masih gak dibales..                                   
Nenek Linda mulai naik darah tingginya, 
terus sms lagi : 

*"Kenapa elu Dewi... bolak balik ditelepon nggak di-angkat², di sms juga nggak lu bales... dah kaya pejabat aja...,* 
*Gue nelepon sama sms nggak ada maksud apa²..., Gue cuman mau kasih tau, HP elu ketinggalan di rumah gue."*
*"Pusing gue, itu HP dari tadi bunyi melulu".*

😉😅😆😄🤪😂😂🤣

Kristus Membawa Kejelasan dalam Kehidupan Orang

23 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
1 Korintus 14:33 "Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera."
-----------------
Allah memanggil Anda untuk mewakili-Nya di mana pun Anda berada. Sama seperti negara mengirimkan duta besar untuk mewakili negaranya, Allah mengutus Anda untuk memberitakan kasih dan pengampunan-Nya kepada orang lain.

Namun, mungkin Anda merasa kurang percaya diri untuk membagikan iman Anda. Mungkin Anda berpikir bahwa Anda harus memiliki kemampuan seperti seorang tenaga penjual. Tetapi sebenarnya tidak demikian! Anda tidak harus pandai dalam "meyakinkan orang" untuk mengundang mereka menjadi bagian dari keluarga Allah.

Setiap manusia memiliki kerinduan batin yang sama. Jadi, ketika Anda berbicara kepada orang lain tentang Yesus, Anda sedang menawarkan sesuatu yang sebenarnya sudah mereka cari. Hal ini dapat membuat Anda lebih percaya diri!

Hal lain yang dapat membuat Anda lebih percaya diri dalam membagikan iman adalah ini: kebanyakan orang sebenarnya tidak benar-benar tahu apa yang mereka percayai. Mereka mungkin menyebut diri mereka sebagai penganut suatu pandangan tertentu, tetapi ketika ditelusuri lebih dalam, terkadang mereka sendiri tidak memahami apa yang sebenarnya dipercayai oleh pandangan tersebut.

Ada orang yang mengaku memiliki cara berpikir tertentu, tetapi pada akhirnya justru bertentangan dengan pemikirannya sendiri. Misalnya, mereka berkata, "Tidak ada kebenaran yang mutlak dalam hidup" Tetapi pernyataan itu sendiri bertentangan dengan apa yang mereka katakan. Mereka sebenarnya dapat mengatakan, "Tidak ada satu pun hal yang mutlak dalam hidup." Padahal, orang yang membuat pernyataan seperti itu sering kali tetap menjalani hidup berdasarkan aturan dan keyakinan yang mereka anggap mutlak.

Membagikan pengharapan Anda di dalam Kristus dapat membantu membawa kejelasan dalam kehidupan orang lain. Hal itu memberikan pemahaman yang mereka butuhkan. Alkitab berkata:
"Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera." 1 Korintus 14:33

Kebenaran Firman Allah membebaskan orang dari pertentangan, kebingungan dan segala sesuatu yang membelenggu kehidupan mereka.
"Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Yohanes 8:32

Renungkan

- Apakah Anda menjalani hidup dengan kesadaran bahwa Anda adalah duta Kristus di mana pun Anda berada? Jika belum, bagaimana kebiasaan tersebut dapat mengubah hidup Anda dan kehidupan orang-orang di sekitar Anda?

- Keyakinan yang membingungkan atau saling bertentangan apa yang dahulu pernah Anda miliki? Bagaimana Firman Allah membawa kejelasan terhadap keyakinan tersebut?

- Siapa yang dapat membantu mengingatkan dan mendorong Anda untuk membagikan iman Anda, sementara Anda juga melakukan hal yang sama untuknya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 109-111; 1 Korintus 5
_____________
Ketika Anda merasa kurang percaya diri untuk membagikan iman Anda, Anda dapat merasa tenang karena mengetahui bahwa pesan tentang Yesus dapat membawa kejelasan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan orang lain.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Christ Brings Clarity to People’s Lives
By Rick Warren

“God is not a God of confusion but of peace.” 1 Corinthians 14:33 (ESV)
------------------
God has called you to represent him everywhere you go. Similar to how countries send out ambassadors, God is sending you out to tell others about his love and forgiveness.

But maybe you lack the confidence needed to share your faith. Maybe you think it requires having a salesperson mentality. But that simply isn’t true! You don’t have to be good at “closing the deal” to invite people into God’s family.

You see, all humans have the same inner longings. So, when you tell others about Jesus, you’re offering them something they’re already looking for. What a confidence booster!

Another confidence booster in sharing your faith is this: Most people don’t really know what they believe. They may label themselves a certain way, but when you scratch beneath the surface, they sometimes don’t even know what that system believes.

Some people claim to think a certain way but end up contradicting themselves. For example, they’ll say, "There are no absolutes in life." But that’s nonsense because that statement contradicts itself. They may as well say, “There are absolutely no absolutes in life.” In fact, people who make that claim live by rules and beliefs based on absolutes all the time.

Sharing your hope in Christ can help bring clarity to people’s lives. It gives them the understanding they need. The Bible says in 1 Corinthians 14:33, “God is not a God of confusion but of peace” (ESV). The truth of God’s Word sets people free from contradiction, confusion, and everything else that binds up their lives.

“You will know the truth, and the truth will set you free” (John 8:32 NIV).

Next time you lack the confidence to share your faith, you can relax, knowing that the message of Jesus will bring much-needed clarity to people’s lives.


Jumat, 21 Agustus 2026

Apa yang Benar-Benar Berarti dalam Hidup

22 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 3:8 "Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya."
----------------
Setiap hari ketika Anda bangun, Anda perlu mengingatkan diri sendiri tentang apa yang benar-benar berarti dan apa yang tidak berarti. Jangan sampai Anda terdistraksi oleh hal-hal yang tidak penting dan sepele.

Mengapa penting untuk mengingatkan diri sendiri tentang apa yang benar-benar penting? Karena sangat mudah kehilangan sukacita hanya karena sesuatu yang kecil. Bahkan, biasanya hal-hal kecil yang menjengkelkan—bukan masalah besar—yang membuat Anda kehilangan kebahagiaan.

Seseorang memotong jalan Anda ketika Anda sedang berbelok, lalu Anda kehilangan kebahagiaan. Pakaian yang Anda kenakan sudah tidak lagi pas, lalu Anda kehilangan kebahagiaan. Hal-hal kecil terkadang justru paling memengaruhi seseorang, padahal sebenarnya hal-hal tersebut tidak terlalu berarti.

Paulus berkata: "Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus." Filipi 3:7

Apa hal yang paling penting dalam hidup Anda sebelum Anda mengenal Yesus Kristus? Apakah karier Anda? Menghasilkan uang? Mungkin mendapatkan pasangan atau menjadi populer. Bagi sebagian orang percaya, hal yang paling penting adalah mengumpulkan harta, mencapai kesuksesan, atau membuktikan kemampuan diri.

Paulus berkata bahwa semua hal tersebut adalah: "..rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya." Filipi 3:8

Berikut pertanyaan yang baik untuk Anda tanyakan ketika Anda mulai terganggu oleh hal-hal yang sebenarnya tidak berarti: "Seberapa pentingkah hal ini dalam 100 tahun lagi?"

Banyak hal bahkan tidak akan penting lagi besok, apalagi untuk kekekalan. Ketika Anda mengajukan pertanyaan ini, perspektif Anda akan berubah. Anda akan memahami bahwa semua hal yang dahulu begitu Anda pedulikan tidak dapat dibandingkan dengan sukacita yang berasal dari hubungan Anda dengan Yesus.

Ketika Anda menjadi orang Kristen, Yesus tidak hanya mengubah cara pandang Anda. Dia juga mengubah nilai-nilai yang Anda pegang. Anda tidak lagi ingin melakukan hal-hal yang dahulu Anda lakukan. Dia mengubah apa yang Anda inginkan.

Renungkan :

- Hal-hal kecil apa yang selama ini Anda khawatirkan dan justru merampas kebahagiaan Anda?

- Apa yang paling penting bagi Anda sebelum Anda percaya kepada Yesus Kristus? Bagaimana perasaan Anda terhadap hal tersebut sekarang?

- Apa saja cara praktis yang dapat Anda lakukan untuk mengarahkan kembali fokus Anda kepada Allah dan mempertahankan perspektif kekekalan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 106-108; 1 Korintus 4
____________
Ketika Allah hadir dalam hidup Anda, Anda belajar menikmati sukacita karena mengenal Yesus. Dan itulah yang benar-benar berarti dalam hidup.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
What Really Counts in Life
By Rick Warren

“Everything else is worthless when compared with the infinite value of knowing Christ Jesus my Lord.” Philippians 3:8 (NLT)
-------------------
Every day when you wake up, you need to remind yourself of what counts and what doesn’t count. Don’t be distracted by things that are insignificant and petty.

Why is it important to remind yourself of what matters? It’s easy to lose your joy over some small thing. In fact, it’s usually the small irritations—not the big issues—that cause you to lose your happiness. Somebody cuts you off when you’re trying to make a turn, and you lose your happiness. The clothes you put on don’t fit anymore, and you lose your happiness. It’s the little things that sometimes affect people the most, and yet they don’t really matter.

Paul said in Philippians 3:7, “I once thought these things were valuable, but now I consider them worthless because of what Christ has done” (NLT).

What was the most important thing in your life before you met Jesus Christ? Was it your career? Making money? Maybe it was getting a date or being popular. For some believers, the most important thing was collecting possessions or getting ahead or proving themselves.

Paul said all those things are “worthless when compared with the infinite value of knowing Christ Jesus my Lord” (Philippians 3:8 NLT).

Here’s a good question to ask when you’re distracted by worthless things: How much will this matter in 100 years? Many things won’t even matter tomorrow, much less for eternity. When you ask this question, it changes your perspective. You understand that all the things you used to care about don’t even compare to the joy that comes from having a relationship with Jesus.

When you become a Christian, Jesus doesn’t just change your perspective. He changes your values. You no longer want to do the things you used to do. He changes your “wants.”

When God comes into your life, you learn the joy of knowing Jesus. And that’s what really counts.