Rabu, 19 Agustus 2026

Menghadapi Masa Depan Tanpa Rasa Takut

20 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 23:6 "Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa."
----------------
Suatu hari nanti, kehidupan Anda di dunia akan berakhir, tetapi itu bukan berarti akhir dari dirimu. Anda akan hidup selamanya di salah satu dari dua tempat: surga atau neraka. Tubuhmu akan mati, tetapi Anda tidak akan benar-benar berakhir, karena Anda diciptakan untuk hidup selama-lamanya.

Berapa lama kekekalan akan berlangsung? Selamanya!

Alkitab menjelaskan mengapa orang Kristen seharusnya memiliki keyakinan yang paling kuat terhadap masa depan:
"Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan, ... tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan." 2 Korintus 5:6, 8

Anda tidak akan benar-benar tahu bagaimana menjalani hidup dengan sepenuhnya sampai Anda siap menghadapi kematian. Hanya orang yang tidak bijaksana yang menjalani hidup tanpa mempersiapkan diri menghadapi sesuatu yang kita semua tahu pasti akan terjadi.

Suatu hari nanti Anda akan meninggal. Jika kamu sudah menerima Kristus, maka kamu akan pergi ke surga untuk: "..diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa." Mazmur 23:6

Di surga, Anda akan terbebas dari rasa sakit, kesedihan, penderitaan, depresi, dan ketakutan. Alkitab berkata: "Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." Wahyu 21:4

Bagi orang Kristen, kematian adalah perpindahan menuju kehidupan yang lebih baik, tanpa lagi menghadapi berbagai masalah.

Kebenaran ini seharusnya mengubah banyak hal dalam hidup Anda! Ini bukan berarti kehidupan akan selalu mudah. Ini juga bukan berarti Anda akan selalu bahagia, selalu tahu apa yang harus dilakukan atau tidak pernah berbuat dosa lagi.
Namun, ini berarti Anda dapat menghadapi masa depan tanpa rasa takut. Allah telah menyelesaikan masalah terbesar dalam hidup Anda , yaitu keselamatan Anda . Dia tidak akan pernah meninggalkan Anda dan Anda akan hidup bersama-Nya untuk selama-lamanya!

Renungkan :

- Bagaimana keyakinan Anda terhadap masa depan terlihat dalam kehidupan Anda sehari-hari?

- Ketika seorang pengikut Yesus meninggal, mengapa kita tetap dapat memiliki pengharapan di tengah kesedihan?

- Menurutmu, seperti apa surga itu? Apa yang Alkitab katakan tentang keadaan surga?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 102-103; 1 Korintus 2
__________
Bagi orang Kristen, kematian adalah perpindahan menuju kehidupan yang lebih baik, tanpa lagi menghadapi berbagai masalah.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Face the Future Without Fear
By Rick Warren

“Surely your goodness and unfailing love will pursue me all the days of my life, and I will live in the house of the Lord forever.” Psalm 23:6 (NLT)
-----------------
Someday your life on earth is going to end, but that’s not going to be the end of you. You’re going to live forever in one of two places: heaven or hell. Your body is going to die, but you’re not going to die, because you were made to last forever.

How long is forever going to last? Forever!

The Bible tells us why Christians should be the most confident about the future: “Therefore we are always confident and know that as long as we are at home in the body we are away from the Lord . . . We are confident, I say, and would prefer to be away from the body and at home with the Lord” (2 Corinthians 5:6, 8 NIV).

You will never know how to really live until you’re ready to die. Only a fool would go through life totally unprepared for something that everybody knows is inevitable.

You’re going to die someday. If you’ve accepted Christ, then you’re going to go to heaven, to “live in the house of the LORD forever” (Psalm 23:6 NLT). In heaven, you’ll be released from pain, sorrow, suffering, depression, and fear. The Message paraphrase says it like this:“He’ll wipe every tear from their eyes. Death is gone for good—tears gone, crying gone, pain gone—all the first order of things gone” (Revelation 21:4).

For Christians, death is a transfer, a promotion. It’s on to better things and no more problems.

Those truths should change everything for you! It doesn’t mean life is going to be easy. And it doesn’t mean you will always be happy or always know what you should do or that you will never sin again.

But it does mean you can face the future without fear. God has taken care of your biggest problem, your salvation. He is never going to leave you, and you will live with him forever!


Selasa, 18 Agustus 2026

6 Cara Menunjukkan Kemurahan Hati

19 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Yakobus 3:17 "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan."
-----------------
Kemurahan hati seperti berlian; memiliki banyak sisi. Alkitab menunjukkan tujuh sisi kemurahan hati, dan jika Anda belajar menjadi pribadi yang menunjukkan kemurahan hati, hal itu akan mengubah hubungan Anda.

1. Kemurahan hati berarti bersabar menghadapi kebiasaan unik orang lain.

Alkitab berkata dalam Yakobus 3:17, "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan." Semakin Anda menjadi bijaksana, semakin Anda menjadi sabar dan penuh kemurahan hati.

2. Kemurahan hati berarti menolong siapa pun di sekitar Anda yang sedang terluka.

Anda tidak dapat mengasihi sesama seperti diri sendiri tanpa menunjukkan kemurahan hati. Amsal 3:27 berkata, "Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya."

3. Kemurahan hati berarti memberikan kesempatan kedua kepada orang lain.

Ketika seseorang menyakiti Anda, wajar jika Anda ingin membalas atau menganggap orang itu tidak layak lagi diberi kesempatan. Tetapi Alkitab berkata, "Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu." (Efesus 4:31-32).

4. Kemurahan hati berarti berbuat baik kepada orang yang menyakiti Anda.

Kemurahan hati berarti memberikan kepada orang apa yang mereka butuhkan, bukan apa yang pantas mereka terima. Mengapa Anda harus melakukan itu? Karena itulah yang Allah lakukan kepada Anda: "Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, ....Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." (Lukas 6:35-36).

5. Kemurahan hati berarti bersikap baik kepada orang yang menyinggung Anda.

Anda perlu lebih tertarik untuk memenangkan orang bagi Kristus daripada memenangkan sebuah perdebatan. Ayat dalam Alkitab mengatakannya seperti ini: "Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa" (Yudas 1:23).

6. Kemurahan hati berarti membangun jembatan kasih kepada orang-orang yang tidak populer.

Inilah yang saya sebut kemurahan hati yang disengaja, karena Anda dengan sengaja membangun persahabatan dengan orang-orang yang tidak memiliki teman atau tidak diterima di tempat kerja maupun di masyarakat. Ketika orang-orang Farisi mempertanyakan mengapa Yesus makan bersama para pemungut pajak dan orang-orang lain yang tidak populer, Yesus berkata, "Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa" (Matius 9:13).

Renungkan :

- Di bagian masyarakat mana Anda melihat orang-orang lebih tertarik untuk memenangkan perdebatan daripada memenangkan orang bagi Kristus? Apakah ada saat dalam hidup Anda sendiri ketika Anda melakukan hal tersebut?

- Jika kemurahan hati berarti mengutamakan hubungan daripada aturan, apa yang perlu Anda ubah dalam cara Anda berinteraksi dengan rekan kerja atau tetangga? Bagaimana dengan anggota keluarga Anda?

- Minggu ini, bagaimana Anda dapat dengan sengaja menunjukkan kemurahan hati kepada orang-orang di sekitar Anda yang sedang terluka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 99-101; 1 Korintus 1:18-31
___________
Berkemurahanlah sebagaimana Anda telah menerima banyak kemurahan hati dari Tuhan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
6 Ways to Be Merciful
By Rick Warren

“The wisdom from above is first of all pure. It is also peace loving, gentle at all times, and willing to yield to others. It is full of mercy.” James 3:17 (NLT)
-----------------
Mercy is like a diamond; it is multifaceted. The Bible reveals seven facets of mercy, and if you will learn how to be an agent of mercy, it will transform your relationships.

1. Mercy means being patient with people’s quirks.

The Bible says in James 3:17, “The wisdom from above is first of all pure. It is also peace loving, gentle at all times, and willing to yield to others. It is full of mercy” (NLT). The wiser you become, the more patient and merciful you become.

2. Mercy means helping anyone around you who is hurting.

You cannot love your neighbor as yourself without being merciful. Proverbs 3:27 says, “Whenever you possibly can, do good to those who need it” (GNT).

3. Mercy means giving people a second chance.

When somebody hurts you, it’s natural to want to get even or write that person off. But the Bible says, “Stop being bitter and angry and mad at others . . . Instead, be kind and merciful, and forgive others, just as God forgave you because of Christ” (Ephesians 4:31-32 CEV).

4. Mercy means doing good to those who hurt you.

Mercy is giving people what they need, not what they deserve. Why should you do that? Because that’s what God does with you: “Love your enemies, do good to them, and lend to them without expecting to get anything back . . . Be merciful, just as your Father is merciful” (Luke 6:35-36 NIV).

5. Mercy means being kind to those who offend you.

You need to be more interested in winning people to Christ than in winning an argument. The Living Bible paraphrase says it like this: “As for others, help them to find the Lord by being kind to them. . . . Hate every trace of their sin while being merciful to them as sinners” (Jude 1:23).

6. Mercy means building bridges of love to the unpopular.

This is what I call premeditated mercy, because you intentionally build friendships with people who don’t have friends or aren’t accepted at work or in society. When the Pharisees questioned why Jesus ate with tax collectors and other unpopular people, Jesus said, “‘I want you to show mercy, not offer sacrifices.’ For I have come to call not those who think they are righteous, but those who know they are sinners” (Matthew 9:13 NLT).


Senin, 17 Agustus 2026

Dilindungi dari Depan dan Belakang

18 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 145:20 "TUHAN menjaga semua orang yang mengasihi-Nya."
--------------
Ketika Anda menaruh kepercayaan kepada Yesus, Anda tidak perlu takut akan masa depan. Kebaikan dan kemurahan-Nya menyertai Anda setiap hari.

Sesungguhnya, Alkitab berkata, "Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku" (Mazmur 23:6).

Anda memiliki Gembala yang Baik dan Dia berada di depan Anda dengan gada dan tongkat-Nya. Di belakang Anda ada beberapa anjing gembala. Dalam hidup Anda, anjing-anjing gembala itu adalah kebaikan dan kemurahan, yang menjaga kawanan domba dan menggigit tumit Anda untuk menjaga Anda agar tidak menyimpang ke dalam jurang. Kedua anjing gembala itu membantu menjaga Anda tetap berada di jalan yang benar saat Anda mengikuti Gembala yang Baik.

Kebaikan Allah menjaga Anda. Tahukah Anda bahwa tidak pernah ada satu detik pun dalam hidup Anda ketika Allah tidak memperhatikan Anda? Allah selalu memperhatikan Anda, karena Dia menciptakan Anda untuk mengasihi Anda. Dia mengetahui setiap detail kehidupan Anda.

Mazmur 145:20 berkata, "TUHAN menjaga semua orang yang mengasihi-Nya."

Dia tidak hanya memperhatikan Anda, tetapi Dia juga melindungi Anda. Alkitab berkata, "sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu" (Mazmur 91:11).

Perlindungan Allah tidak berarti bahwa hanya hal-hal baik yang akan terjadi kepada Anda. Penderitaan dan kekecewaan tetap akan datang dalam hidup Anda. Tetapi Allah akan memastikan bahwa kebaikan akan keluar dari segala sesuatu yang terjadi kepada Anda—entah Anda mampu melihat dalam kehidupan ini bagaimana Dia telah bekerja atau tidak.

Kemurahan dan kasih karunia Allah bekerja dalam diri Anda. Firman dalam Alkitab mengatakan, "sebab dalam murka-Ku Aku telah menghajar engkau, namun Aku telah berkenan untuk mengasihani engkau." (Yesaya 60:10).

Kasih karunia adalah ketika Allah memberikan kepada Anda sesuatu yang tidak layak Anda terima. Kemurahan adalah ketika Allah tidak memberikan kepada Anda apa yang sebenarnya layak Anda terima. Untuk semua cara Anda telah berdosa, gagal dan melakukan kesalahan, Anda layak menerima hukuman, tetapi Allah mengampuni dan menghapus kesalahan Anda melalui Kristus. Itulah kemurahan.

Memang merupakan sifat Allah untuk berbelas kasihan. Dia senang menunjukkan kemurahan-Nya! Dia tidak bosan melakukannya. Dia tidak lelah melakukannya. Dia tidak merasa frustrasi karena Anda terus datang kembali untuk meminta lebih banyak. Allah tidak berkata, "Baiklah, pada hari Senin, Rabu dan Jumat, Aku akan memberikan kebaikan dan pada hari Selasa dan Kamis, Aku akan memberikan kemurahan, lalu pada hari Sabtu dan Minggu, kamu harus mengurus dirimu sendiri." Itu sama sekali tidak benar!

Kebenarannya adalah, Allah menyertai Anda setiap saat, setiap hari, selalu menawarkan kebaikan dan kemurahan-Nya.

Renungkan :

- Bacalah Mazmur 103:2-13. Pikirkan tentang semua cara Allah menunjukkan kemurahan-Nya.

- Bagaimana pandangan yang benar tentang kemurahan Allah memengaruhi rasa cukup Anda dalam hidup?

- Jika Anda benar-benar percaya bahwa Allah selalu bekerja untuk kebaikan Anda, apa yang akan Anda berani lakukan bagi-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 96-98; 1 Korintus 1:1-17
____________
Tidak seorang pun tahu apa yang akan terjadi minggu depan, apalagi tahun depan atau dalam 10 tahun ke depan. Tetapi ketika Anda menghadapi masa depan, Anda dapat mengetahui hal ini: Allah akan memenuhi hidup Anda sampai berkelimpahan dan kebaikan serta kemurahan-Nya akan menyertai Anda. Tidak ada alasan untuk takut.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Protected in Front and Behind
By Rick Warren

“The Lord watches over all who love him.” Psalm 145:20 (NIV)
-------------
When you put your trust in Jesus, you never need to fear the future. His goodness and mercy are with you every day.

In fact, the Bible says, “Surely goodness and mercy shall follow me all the days of my life” (Psalm 23:6 ESV).

You have a Good Shepherd, and he is out in front of you with his rod and staff. Behind you are a couple of sheepdogs. In your life, those sheepdogs are goodness and mercy, guarding the flock and nipping at your heels to keep you from wandering off into a ravine. Those two sheepdogs help keep you on track as you follow the Good Shepherd

God’s goodness is watching over you. Did you know that a second has never passed in your life when God was not watching you? God is always paying attention to you, because he created you to love you. He knows every detail of your life.

Psalm 145:20 says, “The Lord watches over all who love him” (NIV).

Not only does he watch over you, but he also protects you. The Bible says, “God will command his angels to protect you wherever you go” (Psalm 91:11 CEV).

God’s protection doesn’t mean that only good things will happen to you. Suffering and disappointment will still come your way. But God will ensure that good will come out of everything that happens to you—whether or not you’re able to see in this lifetime how he has been working.

God’s mercy and grace is working in you. The Living Bible paraphrase says, “I will have mercy on you through my grace” (Isaiah 60:10).

Grace is when God gives you what you don’t deserve. Mercy is when God doesn’t give you what you do deserve. For all the ways you’ve sinned, failed, and made mistakes, you deserve punishment, yet God pardons and forgives you through Christ. That’s mercy.

It is God’s nature to be merciful. He loves to show his mercy! He doesn’t get bored with it. He doesn’t get tired of it. He doesn’t get frustrated that you keep coming back for more. God doesn’t say, “Okay, on Monday, Wednesday, Friday, I’ll give goodness, and on Tuesday and Thursday, I’ll give mercy, and on Saturday and Sunday, you’re on your own.” That’s simply not true!

The truth is, God is with you every moment of every day, always offering his goodness and mercy.

Nobody knows what’s going to happen next week, much less next year or in the next 10 years. But when you face the future, you can know this: God will fill your life to overflowing, and his goodness and mercy will be with you. There is no need to fear.


Minggu, 16 Agustus 2026

Tidak Ada Orang Lain yang Bisa Menjadi Dirimu

17 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Amsal 14:30 "Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang"
-----------------
Untuk menjalani kehidupan yang berkelimpahan dan dipenuhi kebaikan Allah, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mulai bersyukur dan berhenti mengeluh. Hal kedua yang perlu Anda lakukan adalah mulai merasa cukup dan berhenti membandingkan diri.

Allah menciptakan Anda untuk menjadi diri Anda sendiri. Dia tidak ingin Anda menjadi orang lain! Ketika Anda membandingkan diri dengan orang lain, Anda menjadi iri dan kesal, bahkan mungkin mulai meniru mereka.

Namun Allah tidak pernah membuat manusia yang sama persis. Allah hanya menciptakan pribadi-pribadi yang unik. Bahkan anak kembar identik pun berbeda dalam ribuan hal. Jika Anda tidak menjadi diri Anda sendiri, lalu siapa yang akan menjadi diri Anda?

Kenyataannya, membandingkan diri hanya akan membawa masalah. Ketika Anda membandingkan penampilan, nilai, pasangan, karier, atau anak-anak Anda dengan orang lain, hal itu menimbulkan dua masalah.

Pertama, Anda dipenuhi rasa kecewa, karena Anda selalu dapat menemukan seseorang yang melakukan sesuatu lebih baik daripada Anda—seseorang yang lebih menarik, menghasilkan lebih banyak uang, atau memiliki lebih banyak bakat. Kedua, Anda dipenuhi kesombongan. Mengapa? Karena Anda selalu dapat menemukan seseorang yang tidak melakukan sesuatu sebaik Anda.

Alkitab berkata, "Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin." (Pengkhotbah 4:6).

Karena media sosial, sekarang jauh lebih mudah untuk membandingkan diri dengan orang lain. Ketika setiap hari Anda melihat unggahan yang seolah-olah berkata, “Lihat saya! Lihat apa yang bisa saya lakukan! Lihat apa yang saya punya!”, hal itu dapat membuat Anda terjebak dalam rasa iri dan tidak puas. Bahkan hal itu dapat membuat Anda mencoba mengesankan orang lain melalui unggahan Anda sendiri. Tetapi kenyataannya, Anda tidak perlu mengesankan siapa pun. Salah satu kunci untuk menjalani hidup yang penuh sukacita adalah menjadi diri sendiri dan merasa puas dengan diri Anda sebagaimana Allah telah menciptakan Anda.

Apakah Anda lelah merasa kewalahan? Apakah Anda ingin menjadi sehat secara rohani dan emosional? Alkitab berkata, "Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang" (Amsal 14:30).

Berhentilah membandingkan diri Anda dengan orang lain, dan mulailah merasa cukup dengan apa yang Allah telah berikan kepada Anda—lalu lihatlah sukacita Anda melimpah!

Renungkan :

- Apa yang Anda nikmati dari hidup Anda saat ini?

- Ketika Anda melihat seolah-olah Allah memberkati orang lain dengan cara yang tidak Anda alami, bagaimana perasaan Anda? Pada saat-saat seperti itu, apa yang dapat Anda ingatkan kepada diri sendiri tentang kebaikan Allah?

- Jika Anda tahu bahwa sesuatu seperti media sosial akan membuat Anda merasa tidak puas, apa yang akan Anda lakukan untuk mengurangi pengaruhnya terhadap diri Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 93-95; Roma 16
______________
Rasa cukup muncul ketika Anda menikmati apa yang Anda miliki, bukan menunggu sesuatu yang lain untuk membuat Anda bahagia.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
No One Else Can Be You
By Rick Warren

“It's healthy to be content, but envy can eat you up.” Proverbs 14:30 (CEV)
-----------------
To live an abundant life that overflows with God’s goodness, the first thing you need to do is start being grateful and stop complaining. The second thing you need to do is start being content and stop comparing.

God made you to be you. He doesn't want you to be anybody else! When you compare yourself to other people, you get envious and resentful, and you might even start to copy them.

But God has never made a clone. God only makes originals. Even identical twins are different in thousands of ways. If you won’t be you, then who will be?

The truth is that comparing only gets you into trouble. When you compare your looks, your grades, your spouse, your career, or your kids, it causes two problems.

One, you get full of discouragement, because you can always find someone who's doing a better job than you—someone who is better looking, makes more money, or has more talent. And two, you get full of pride. Why? Because you can always find someone who’s not doing as good a job as you.

The Bible says, “It is better to be content with what little you have. Otherwise, you will always be struggling for more, and that is like chasing the wind” (Ecclesiastes 4:6 NCV).

Because of social media, it's easier than ever to compare yourself to others. When you see posts every day that shout, “Look at me! Look what I can do! Look what I’ve got!” it can draw you into a state of envy and discontentment. It can even cause you to try to impress others with your own posts. But the thing is, you don’t have to impress anyone. A key to living a life overflowing with joy is to just be yourself, content with who God made you to be.

Are you tired of feeling overwhelmed? Do you want to be spiritually and emotionally healthy? The Bible says, "It's healthy to be content, but envy can eat you up” (Proverbs 14:30 CEV).

Contentment comes when you enjoy what you have rather than waiting for something else to make you happy. Stop comparing yourself to other people, and start being content with what God has given you—and then watch your joy overflow!


Sabtu, 15 Agustus 2026

Kebiasaan yang Mengubah Otak Anda

16 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 2:14 "Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan"
-----------------
Jika Anda ingin berpindah dari kehidupan yang penuh kewalahan menuju kehidupan yang berkelimpahan, ada dua hal yang perlu mulai Anda lakukan dan tiga hal yang perlu berhenti Anda lakukan.

Hari ini kita akan melihat pasangan yang pertama: Mulailah bersyukur dan berhentilah mengeluh.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa rasa syukur menghasilkan zat-zat kimia di dalam otak—dopamin, serotonin dan oksitosin—yang membuat Anda merasa damai dan bahagia.

Sikap bersyukur adalah sesuatu yang dapat Anda mulai segera setelah bangun tidur. Sebelum Anda bangun dari tempat tidur, buatlah daftar hal-hal yang Anda syukuri. Misalnya, daftar Anda mungkin berbunyi, "Tuhan, saya bersyukur untuk udara; saya bersyukur untuk tempat tidur ini; saya bersyukur karena saya tidak sedang dalam bahaya." Bahkan jika Anda tidak dapat memikirkan apa pun untuk disyukuri, tindakan sederhana untuk mencoba bersyukur akan mengubah kimia otak Anda.

Alkitab mengatakan, "Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan" (Filipi 2:14).

Ketika Anda mengeluhkan sesuatu, bagaimana hal itu membantu Anda? Jika Anda mengeluhkan cuaca, apakah cuacanya berubah? Jika Anda mengeluhkan penampilan Anda, apakah penampilan Anda berubah? Jika Anda mengeluhkan pasangan, anak-anak, atau pekerjaan Anda, apakah semua itu berubah?

Mengeluh adalah pemborosan waktu. Itu seperti terus memikirkan masalah tanpa melakukan apa-apa. Tidak ada gunanya. Mengeluh tidak akan pernah membuat Anda merasa lebih baik. Sebaliknya, Allah ingin hidup Anda "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur." (Kolose 2:7).

Kadang-kadang orang berkata kepada saya, "Anda tahu, Pendeta Rick, saya hanya ingin mengetahui kehendak Allah. Apa yang Allah ingin saya lakukan dalam hubungan saya? Apa yang Dia ingin saya lakukan dalam karier saya? Apa yang Dia ingin saya lakukan di sekolah?"

"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." (1 Tesalonika 5:18). Mengapa Allah akan mengajarkan Anda langkah kedua jika Anda belum melakukan langkah pertama? Jika Anda ingin mengetahui kehendak Allah tentang siapa yang harus Anda nikahi, Allah ingin Anda melakukan langkah pertama—selalu bersyukur—lalu Anda dapat melanjutkan ke langkah kedua, kemudian langkah ketiga, dan seterusnya.

Renungkan :

- Apa satu hal dari hari ini yang tidak ingin Anda ubah? Tambahkanlah itu ke dalam daftar ucapan syukur Anda.

- Ketika Anda tergoda untuk mengeluh minggu ini, pikirkan satu hal spesifik tentang bagaimana Allah telah menunjukkan kebaikan-Nya kepada Anda. Menurut Anda, perbedaan apa yang akan dihasilkannya?

- Siapa dalam hidup Anda yang Anda syukuri? Apa satu cara yang dapat Anda lakukan untuk menunjukkan perasaan Anda kepada mereka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 91-92; Roma 15:14-33
____________
Jika Anda ingin menjalani kehidupan yang berkelimpahan daripada kehidupan yang penuh kewalahan, berhentilah mengeluh dan mulailah bersyukur.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
The Habit That Changes Your Brain
By Rick Warren

“In everything you do, stay away from complaining and arguing.” Philippians 2:14 (TLB)
-----------------
If you want to move from an overwhelmed life to an overflowing life, there are two things you need to start doing and three things you need to stop doing. 

Today we’ll look at the first pair: Start being grateful and stop complaining.

Studies have shown that gratitude produces chemicals in your brain—dopamine, serotonin, and oxytocin—that make you feel peaceful and happy.

An attitude of gratitude is something you can start the moment you wake up. Before you get out of bed, make a list of things you're grateful for. For example, your list might say, “God, I'm grateful for air; I'm grateful for this bed; I'm grateful I’m not in danger.” Even if you can't think of anything to be grateful for, the simple act of trying to be grateful will change your brain chemistry.

The Living Bible paraphrase says, “In everything you do, stay away from complaining and arguing” (Philippians 2:14).

When you complain about something, how does that help you? If you complain about the weather, does it change the weather? If you complain about the way you look, does it change the way you look? If you complain about your spouse, your children, or your job, does it change any of those things?

Complaining is a total waste of time. It's stewing without doing. It's worthless. Complaining will never make you feel better. Instead, God wants your life to “overflow with joy and thanksgiving for all he has done” (Colossians 2:7 TLB).

Sometimes people will say to me, “You know, Pastor Rick, I just want to know God's will. What does God want me to do in my relationship? What does he want me to do in my career? What does he want me to do in school?”

“Whatever happens, give thanks, because it is God's will in Christ Jesus that you do this” (1 Thessalonians 5:18 GW). Why would God teach you step two when you haven't done step one? If you want to know God's will on who to marry, God wants you to do step one—always be thankful—and then you can move on to step two, then step three, and so on.

If you want to live an overflowing life rather than an overwhelmed life, stop complaining, and start being grateful.

Jumat, 14 Agustus 2026

Allah Ingin Memberi Anda Hidup yang Berkelimpahan

15 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Yohanes 15:5 *"Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tetap tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia akan berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa"*
------------------
Saat Anda mulai meragukan kebaikan Allah dan menentukan sendiri apa yang akan membuat Anda bahagia, berbagai masalah mulai muncul dalam hidup Anda. Akhirnya Anda bekerja terlalu keras, terlalu cemas dan terlalu terbebani—dan secara umum merasa kewalahan!

Tetapi Allah menjanjikan kepada Anda kehidupan yang berkelimpahan, bukan kehidupan yang penuh kewalahan.

Yesus berkata, "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." (Yohanes 10:10).

Bagaimana Anda dapat mengalami kehidupan yang berlimpah dan penuh kelimpahan? Ada satu kebiasaan yang, jika Anda melakukannya setiap hari, akan memenuhi Anda dengan persediaan kebaikan Allah yang tidak pernah habis: Tetaplah terhubung dengan Yesus.

Dalam Yohanes 15:5, Yesus membandingkan hubungan yang terus terhubung dengan-Nya dengan pokok anggur: "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tetap tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia akan berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa"

Apa yang terjadi ketika setangkai buah anggur dipotong dari pokok anggurnya? Ia akan mati. Hal yang sama juga berlaku bagi Anda.

Allah adalah sumber energi dan kekuatan Anda yang sejati. Jika Anda mencoba menjalani hidup dengan kekuatan Anda sendiri, Anda akan merasa kewalahan. Tetapi jika Anda terhubung dengan-Nya, Anda akan memiliki semua kekuatan yang Anda perlukan. Atau, seperti yang dikatakan Alkitab, "Sukacitamu menjadi penuh" (Yohanes 15:11).

Salah satu cara untuk tetap terhubung dengan Yesus adalah melalui waktu teduh setiap hari. Dalam waktu teduh, Anda menyediakan waktu untuk menyendiri bersama Allah dan mengenal-Nya melalui membaca Firman-Nya dan berbicara kepada-Nya dalam doa.

Markus 1:35 berkata, "Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana."

Bahkan Yesus mengetahui kebutuhan pribadi-Nya untuk tetap terhubung dengan Allah—dan Dia adalah Anak Allah! Terlebih lagi, betapa Anda membutuhkan kekuatan yang berasal dari waktu bersama Tuhan setiap hari?

Ada hari-hari ketika Anda mungkin tidak merasa ingin melakukan waktu teduh—tetapi tetaplah melakukannya. Jika Anda menunggu sampai Anda merasa ingin melakukan waktu teduh, Iblis akan memastikan Anda tidak pernah merasa ingin melakukannya.

Apakah Anda merasa membutuhkan lebih banyak waktu, tenaga, pengetahuan atau kesempatan? Saya ingin menantang Anda untuk membangun kebiasaan menyediakan waktu setiap hari bersama Yesus.

Renungkan :

- Situasi apa dalam hidup Anda yang membuat Anda kewalahan dan ingin Anda gantikan dengan kebaikan Allah yang berlimpah?

- Semakin banyak waktu yang Anda habiskan bersama orang-orang yang Anda kasihi, semakin kuat hubungan Anda dengan mereka. Apa persamaannya dengan meluangkan waktu bersama Allah?

- Apa yang mengalihkan perhatian Anda sehingga sulit meluangkan waktu bersama Allah? Batasan apa yang dapat Anda buat minggu ini untuk membantu Anda tetap berfokus kepada Allah selama waktu teduh bersama-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 89-90; Roma 15:1-13
_________
Ketika Anda tetap terhubung dengan-Nya, Anda akan mendapati hidup Anda dipenuhi dengan kebaikan dan kuasa Allah—dan Anda akan menyadari bahwa sebenarnya hanya itulah yang Anda perlukan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
God Wants to Give You an Overflowing Life
By Rick Warren

“I am the vine; you are the branches. If you remain in me and I in you, you will bear much fruit; apart from me you can do nothing.” John 15:5 (NIV)
--------------------
The moment you start doubting the goodness of God and deciding for yourself what will make you happy, all kinds of problems begin in your life. You wind up overworked, overanxious, and overloaded—and just generally overwhelmed!

But God promises you an overflowing life, not an overwhelmed life. 

Jesus said, “I have come in order that you might have life—life in all its fullness” (John 10:10 GNT).

How do you experience an abundant, overflowing life? There is one habit that, if you do it every day, will fill you with an endless supply of God's goodness: Stay connected to Jesus.

In John 15:5, Jesus compared staying connected to him with a grapevine: “I am the vine; you are the branches. If you remain in me and I in you, you will bear much fruit; apart from me you can do nothing” (John 15:5 NIV).

What happens when a cluster of grapes is cut off from the vine? It dies. The same is true with you.

God is your true source of energy and power. If you try to go through life on your own power, you're going to be overwhelmed. But if you're connected to him, you'll have all the power you need. Or, as the Bible says, “Your joy will overflow!” (John 15:11 NLT).

One way to stay connected to Jesus is through a daily quiet time. In a quiet time, you set aside time to be alone with God and get to know him through reading his Word and talking to him in prayer.

Mark 1:35 says, “Very early in the morning, while it was still dark, Jesus got up, left the house and went off to a solitary place, where he prayed” (NIV).

Even Jesus knew his personal need for connection with God—and he was the Son of God! How much more do you need the strength that comes from daily time with the Lord?

Some days you may not feel like having a quiet time—but do it anyway. If you wait to have a quiet time until you feel like it, Satan will make sure you never feel like it.

Do you find yourself needing more time, energy, knowledge, or opportunity? I want to challenge you to develop the habit of spending daily time with Jesus. When you stay connected to him, you’ll find your life overflowing with God’s goodness and power—and you’ll realize that’s all you really need.

Kamis, 13 Agustus 2026

Allah Adalah Sumber Kehidupan Anda

14 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 23:5-6 "Pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku."
----------------
Apakah hidup Anda berkelimpahan? Jika Anda seperti kebanyakan orang, mungkin hidup Anda memang berkelimpahan—tetapi bukan dengan kebaikan. Begitu banyak orang memenuhi kalender mereka dengan terlalu banyak kegiatan, menghabiskan terlalu banyak uang, menggunakan kredit secara berlebihan, membebani emosi mereka, bekerja terlalu keras, memenuhi hari-hari mereka dengan terlalu banyak hal, dan terlalu menghargai persetujuan orang lain. Akibatnya, mereka menjadi terlalu stres, terlalu cemas, dan terlalu kewalahan—dan mereka sudah muak dengan semuanya! Mereka jauh dari mengalami kebaikan Allah.

Mengapa kita membiarkan diri kita terbebani secara berlebihan? Sering kali rasa takut ketinggalan sesuatu memotivasi kita untuk melakukan lebih banyak hal. Namun kenyataannya, Anda tidak kehilangan apa pun ketika Anda beristirahat dalam kebaikan dan pemeliharaan Allah.

Allah ingin mengubah keadaan Anda dari kewalahan menjadi berkelimpahan. Dia ingin memenuhi semua kebutuhan Anda—dan Dia sanggup! Pertama, Anda perlu mengenali dua pendekatan yang pada dasarnya berbeda terhadap kehidupan, yang dapat menjauhkan Anda dari kelimpahan Allah atau membawa Anda ke dalam kelimpahan Allah: pola pikir kekurangan dan pola pikir kelimpahan.

Dengan pola pikir kekurangan, Anda terus-menerus berpikir, "Saya tidak punya cukup waktu. Saya tidak punya cukup uang. Saya tidak punya cukup tenaga, koneksi, kesempatan, pengetahuan atau pendidikan." Ada perasaan bahwa Anda selalu terlambat dan selalu kekurangan. Pola pikir kekurangan berfokus pada sumber daya Anda yang terbatas dan hasilnya adalah kehidupan yang penuh kewalahan.

Pola pikir kelimpahan berfokus pada sumber daya Allah yang tidak terbatas, dan hasilnya adalah kehidupan yang berkelimpahan.

Pernahkah Anda khawatir bahwa orang yang bernapas di sebelah Anda sedang mengambil udara Anda? Tentu saja tidak. Anda tahu bahwa Allah menciptakan udara yang lebih dari cukup sehingga setiap orang dapat memiliki semua yang mereka butuhkan.

Alkitab menggunakan kata-kata seperti kelimpahan, berlimpah, berlimpah-limpah, dan berlimpah ruah untuk menggambarkan apa yang Allah tawarkan kepada Anda. Allah memiliki lebih dari cukup untuk memenuhi semua kebutuhan Anda dan kebutuhan orang lain pada saat yang sama.

Alkitab menyampaikan perkataan Yesus demikian: "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan" (Yohanes 10:10).

Allah ingin memenuhi Anda dengan persediaan kebaikan, sukacita, berkat, pengharapan dan damai sejahtera-Nya yang tidak pernah habis, sehingga Anda dapat berkata "Pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku." (Mazmur 23:5-6).

Renungkan :

- Pandangan atau emosi apa yang mencerminkan pola pikir kekurangan?

- Bagaimana pola pikir kelimpahan menghasilkan damai sejahtera dalam hidup Anda?

- Mengapa kita begitu sering mengkhawatirkan apa yang dimiliki orang lain daripada berfokus pada pemeliharaan Allah yang berlimpah dalam hidup kita sendiri?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 87-88; Roma 14
___________
Anda tidak perlu khawatir akan kekurangan apa pun, karena Allah adalah sumber kehidupan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
God Is the Source of Your Life
By Rick Warren

“My cup overflows. Surely your goodness and love will follow me all the days of my life.”* Psalm 23:5-6 (NIV)
----------------
Is your life overflowing? If you’re like most people, it may be overflowing—but not with goodness. So many people have overbooked their calendars, overspent their money, overdrawn their credit, overloaded their emotions, overworked their bodies, overcrowded their days, and overvalued the approval of others. As a result, they wind up overstressed, overanxious, and overwhelmed—and they’re over it! They are far from experiencing the goodness of God.

Why do we do let ourselves get overextended? Often the fear of missing out motivates us to do more. But the truth is you’re not missing out on anything when you rest in the goodness and provision of God.

God wants to move you from being overwhelmed to overflowing. He wants to meet all your needs—and he can! First, you need to recognize two fundamentally different approaches to life that either keep you from God’s abundance or bring you into God’s abundance: a shortage mindset and a surplus mindset.

With a shortage mindset, you constantly think, “I don’t have enough time. I don’t have enough money. I don’t have enough energy or contacts or opportunities or knowledge or education.” It’s the sense that you’re always a day late and a dollar short. A shortage mindset focuses on your limited resources, and the result is an overwhelmed life.

A surplus mindset focuses on God’s limitless resources, and the result is an overflowing life.

Have you ever worried that the person breathing next to you is stealing your air? Of course not. You know that God created more than enough air for everybody to have all they need.

The Bible includes words like abundance, plentiful, abounding, and bountiful to describe what God has to offer you. God has more than enough to meet all your needs and everybody else’s needs at the same time.

The Message paraphrase tells us what Jesus said: “I came so they can have real and eternal life, more and better life than they ever dreamed of” (John 10:10).

You don’t have to worry about running short of anything, because God is the source of your life. He wants to fill you with an endless supply of his goodness, joy, blessing, hope, and peace, so you’re able to say, “My cup overflows. Surely your goodness and love will follow me all the days of my life” (Psalm 23:5-6 NIV).