Senin, 08 Juni 2026

Biarkan Allah Membela Anda

09 Juni 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 62:5-7 "Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah."
----------------------
Akan selalu ada orang dalam hidup Anda yang salah memahami Anda atau tidak menyukai Anda. Ada yang mengkritik, menghakimi, menyerang, bahkan menyebarkan rumor tentang Anda.

Dalam situasi seperti itu, reaksi alami manusia adalah membalas. Ketika disalahpahami, Anda ingin membela diri. Ketika diserang, Anda tergoda untuk menyerang balik. Ketika dikritik, Anda ingin mengkritik balik. Ketika dihina, Anda ingin membalas penghinaan itu.

Jangan lakukan itu.
Sebaliknya, biarkan Allah menjadi pembela Anda.
Setiap kali Anda diserang, dikritik, diejek, atau disalahpahami, Anda memiliki dua pilihan: membela diri sendiri atau membiarkan Allah membela Anda.

Menurut Anda, siapa yang dapat melakukan pekerjaan itu dengan lebih baik?
Tentu saja Allah.

Perhatikan satu hal penting: Anda paling menyerupai Kristus ketika Anda tidak membalas serangan, kebohongan atau kritik yang tidak adil. Anda paling menyerupai Yesus ketika Anda tetap tenang dan menyerahkan semuanya ke dalam tangan Allah.

Alkitab berkata : "Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil" - 1 Petrus 2:23
Saat menghadapi tuduhan dan penganiayaan yang tidak adil, Yesus tidak melawan. Pada saat yang paling menentukan dalam hidup-Nya, Ia mempercayakan pembelaan dan keadilan kepada Allah.

Raja Daud juga mengalami kritik dan serangan sepanjang hidupnya. Bahkan berkali-kali ada orang yang ingin membunuhnya karena iri terhadap dirinya.
Namun Daud berkata: "Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah." Mazmur 62:5-7

Orang mungkin iri terhadap keberhasilan Anda. Sebagian bahkan mungkin berusaha menjatuhkan Anda. Namun seperti Daud, Anda perlu membiarkan Allah menjadi Pelindung, Juruselamat, Pembela, Pemenang dan Tempat Perlindungan Anda.

Renungkan :

- Hal-hal praktis apa yang dapat Anda lakukan saat berada dalam situasi yang tegang agar tidak berbicara atau bertindak untuk membalas?

- Mengapa Tuhan ingin Anda tetap tenang ketika sedang diserang? Mengapa Dia tidak selalu menghendaki Anda membuktikan bahwa Anda benar?

- Bagaimana serangan seseorang terhadap karakter Anda sering kali lebih banyak mengungkapkan kondisi hati orang tersebut daripada diri Anda sendiri?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 30-31;Yohanes 18:1-18
__________
Biarkan Allah yang menanganinya. Biarkan Dia menjadi pembela Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Let God Defend You - Daily Hope with Rick Warren - June 9, 2026

“I depend on God alone; I put my hope in him. He alone protects and saves me; he is my defender, and I shall never be defeated. My salvation and honor depend on God; he is my strong protector; he is my shelter.” Psalm 62:5-7 (GNT)
------------------
You’ll always have people in your life who misunderstand you and don’t like you. Others will criticize you, judge you, attack you, and spread rumors about you.

In all of these circumstances, your natural tendency will be to fight back. When you’re misunderstood, you’ll want to defend yourself. When you’re attacked, you’ll be tempted to launch your own attack. When people criticize you, you’ll want to criticize them. When people insult you, you’ll want to hurl back your own insults.

Don’t do it! Instead, let God be your defender. Every time you are attacked, criticized, ridiculed, or misunderstood, you have two choices: You can defend yourself, or you can let God defend you. Which will it be? Who do you think can do a better job defending you? You or God? Of course, God can.

Pay attention to this: You’re most like Christ when you say nothing in the face of attacks, lies, and unfair criticism. You’re most like Jesus when you remain silent and leave it in God’s hands.

The Bible says, “When [Jesus] was insulted, he did not answer back with an insult; when he suffered, he did not threaten, but placed his hopes in God, the righteous Judge” (1 Peter 2:23 GNT).

In the face of his unjust conviction and persecution, Jesus did not fight back. When it mattered most, he trusted God to defend him and bring ultimate justice.

King David was criticized and attacked his entire life. In fact, people repeatedly wanted to kill him because they were jealous of him.

But David said this: “I depend on God alone; I put my hope in him. He alone protects and saves me; he is my defender, and I shall never be defeated. My salvation and honor depend on God; he is my strong protector; he is my shelter” (Psalm 62:5-7 GNT).

People will be jealous of your success, and some will even want to attack you. But like David, you need to let God be your protector, your Savior, your defender, your victor, and your shelter

Minggu, 07 Juni 2026

Sementara Anda Menunggu, Allah Sedang Bekerja

08 Juni 2026

Bacaan Hari ini:

Mikha 7:7 "Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku"
--------------------
Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa dalam hidup ini Anda akan melewati berbagai musim kehidupan. Salah satu musim yang berulang kali dibahas oleh Tuhan adalah masa penantian.
Namun, Anda dapat mempercayai satu hal: sementara Anda menunggu, Allah sedang bekerja.

Masa penantian bukan berarti Allah berhenti bekerja. Justru sebaliknya, Dia mengizinkan Anda melewati masa itu karena Dia sedang bekerja dalam keadaan hidup Anda demi kebaikan Anda.
Kenyataannya, sebagian besar hidup Anda akan diisi dengan menunggu. Karena itu, jika Anda tidak belajar mempercayai Tuhan selama masa penantian, Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup tanpa mempercayai-Nya.

Allah tidak pernah terburu-buru. Dia adalah Allah yang kekal. Dan ketika Dia bekerja, Dia juga ingin mengajarkan Anda untuk mempercayai-Nya.

Mungkin Anda bertanya,
"Kapan, Tuhan? Kapan hal itu akan terjadi?"
Dan Tuhan seolah menjawab,
"Percayalah kepada-Ku dalam hal ini."

Sifat manusia cenderung berkata, "Jangan menunggu! Dapatkan semuanya secepat mungkin!" Namun cara berpikir seperti itu sering kali bertentangan dengan cara Tuhan memberkati hidup Anda, karena berkat Tuhan sering kali datang melalui masa penantian.
Alkitab berkata: "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya" - Pengkhotbah 3:11

Apakah Anda sedang berada dalam masa penantian?
Mungkin Anda sedang menunggu masa sekolah atau kuliah berakhir. Mungkin Anda menunggu pasangan hidup yang tepat. Mungkin Anda menunggu pernikahan, kelahiran seorang anak, kesembuhan, jawaban doa, atau kesempatan pekerjaan yang baru.
Dan mungkin Anda merasa frustrasi karena semuanya berjalan begitu lambat.
Kita semua pernah mengalaminya.

Ada sebuah janji dalam Alkitab yang tidak hanya mengingatkan bahwa Allah sedang bekerja, tetapi juga menjelaskan bagaimana Dia bekerja. Peganglah janji ini selama masa penantian Anda:
"Aku, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya." - Yesaya 60:22

Demikianlah Allah bekerja ketika mengutus Yesus ke dunia. Dunia menunggu ribuan tahun sebelum kedatangan-Nya yang pertama. Namun Yesus datang tepat pada waktu yang telah Allah tetapkan.

Sekarang dunia telah menantikan kedatangan-Nya kembali selama hampir dua ribu tahun. Kapan itu akan terjadi? Pada waktu yang tepat menurut Allah.
Prinsip yang sama berlaku dalam kehidupan Anda.

Penundaan bukan berarti penolakan.
Ketika Anda merasa Tuhan berkata, "Tidak," mungkin sebenarnya Dia sedang berkata, "Belum sekarang. Apakah kamu tetap mau percaya kepada-Ku?"
Mikha 7:7 berkata : "Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku"

Itulah jenis iman yang berkenan kepada Tuhan dan yang akan Dia berkati.

Renungkan

- Apa yang sedang Anda nantikan dari Tuhan saat ini? Bagaimana respons Anda selama masa penantian tersebut?

- Ingatlah suatu masa ketika Anda harus mempercayai waktu Tuhan. Bagaimana Dia bekerja dalam hidup Anda selama periode itu?

- Kita mudah terburu-buru, tetapi berkat Tuhan sering kali datang melalui penantian. Apa yang dapat Anda lakukan untuk memperlambat langkah hidup Anda sehingga Anda belajar kesabaran dan kepercayaan kepada Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 28-29; Yohanes 17
__________
Allah tidak pernah terburu-buru. Dia adalah Allah yang kekal. Dan ketika Dia bekerja, Dia juga ingin mengajarkan Anda untuk mempercayai-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
While You Wait, God Works - Daily Hope with Rick Warren - June 08, 2026

“I trust the LORD God to save me, and I will wait for him to answer my prayer.” Micah 7:7 (CEV)
---------------------
The Bible is clear that you’ll go through different seasons in life. One season God talks about over and over is the season of waiting.

But you can trust that while you’re waiting, God is working. A season of waiting doesn’t mean that God has stopped working. In fact, he’s taking you through that season because he’s using the time to work in your circumstances for your good.

The truth is, you’re going to spend much of your life waiting. And so, if you don’t figure out how to trust God while you’re waiting, you’ll spend a lot of your life not trusting God.

God is never in a hurry; he’s eternal! And as he’s working, he wants you to learn how to trust him.

You might be asking, “When, Lord? When is it going to happen?” And God’s saying something like, “You can trust me with this.”

It’s human nature to say, “Don’t wait! Get things as quickly as you can.” But that goes against God’s blessing in your life—because God’s blessing often comes through times of waiting. Ecclesiastes 3:11 says, “[God] has set the right time for everything” (GNT).

Are you in a time of waiting? Maybe it’s for school to end. Maybe it’s for the “right person” to come into your life. Maybe it’s for a marriage to happen, a baby to come, or a new job opportunity to arrive. And you’re frustrated with how slowly things are happening. We’ve all been there.

There’s a promise in the Bible that not only tells you God is working but also how God is working. You need to claim it while you’re waiting: “I am the LORD, and when it is time, I will make these things happen quickly” (Isaiah 60:22 NCV).

That’s how God worked when he sent Jesus into this world. The world waited thousands of years for him to come the first time. And then he came at just the right moment.

We’ve been waiting 2,000 years now for Jesus to come again. When will that happen? At just the right time—God’s time. That’s when he’s going to return.

You can apply this same truth to your time of waiting. Remember that a delay is not a denial. When you think God is saying, “No,” he may just be saying, “Not yet. Will you keep trusting me through this?”

Micah 7:7 says, “I trust the LORD God to save me, and I will wait for him to answer my prayer” (CEV).

That is the kind of faith God blesses.


Sabtu, 06 Juni 2026

Bersyukur atas Penyertaan Tuhan*

*Minggu, 7 Juni 2026*

*"TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan" (Mzm. 23:1; Yes. 41:10)*

Rasa syukur sering kali muncul ketika keadaan berjalan baik. Namun Alkitab mengajarkan bahwa syukur sejati tidak terutama berakar pada situasi yang menyenangkan, melainkan pada keyakinan bahwa Tuhan senantiasa menyertai umat-Nya.

Mazmur 23:1 dan Yesaya 41:10 memberikan dasar teologis yang kuat bagi sikap syukur tersebut. Melalui pemahaman terhadap bahasa asli kedua teks ini, kita melihat bahwa penyertaan Tuhan *bukan sekadar konsep abstrak*, melainkan *realitas perjanjian* yang aktif dan penuh kuasa.

Dalam teks aslinya, Mazmur 23:1 berbunyi, *"YHWH roi'i, lo'ehsar"* artinya *TUHAN adakah gembalaku, aku tidak akan berkekurangan*. Kata *"ro'i"* berasal dari akar kata *"ra'ah"* yang berarti *menggembalakan, memberi makan, memelihara*, dan *memimpin*. Daud tidak sekadar mengatakan bahwa Tuhan memberi berkat kepadanya, tetapi *Tuhan secara pribadi bertindak sebagai Gembala yang terus-menerus memelihara hidupnya*.

Menariknya, kata *"ro'i"* memakai bentuk *kepemilikan orang pertama tunggal*, yaitu *"gembalaku."* Hubungan ini bersifat *pribadi* dan *intim*. Sehingga Daud tidak berkata, *"Tuhan adakah seorang gembaka,"* melainkan ia berkata, *"Tuhan adalah gembalaku."*

Frasa *"lo' ehsar"* secara harfiah berarti *aku tidak akan kekurangan*. Kata *"ehsar"* kata kerjanya *"hasar"* tidak hanya menunjuk pada kekurangan materi, tetapi juga *ketiadaan sesuatu* yang benar-benar diperlukan untuk menjalani kehidupan sesuai kehendak Allah.

Dengan demikian, rasa syukur Daud lahir *bukan karena* semua keinginannya terpenuhi, melainkan karena *ia percaya* bahwa Sang Gembala menyediakan segala yang sungguh-sungguh dibutuhkannya.

Hal ini mengingatkan kita bahwa, sering kali kita bersyukur atas penyertaan Tuhan dari banyaknya berkat yang kita terima. Namun Nazmur 23 mengajarkan bahwa alasan utana untuk bersyukur adalah karena *Tuhan sendiri hadir* sebagai Gembala yang memimpin dan memelihara kita setiap hari.

Sementara dalam Yesaya 41:10, dikatakan, *"Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau."* Frasa *"Sebab Aku menyertai engkau"* dalam teks aslinya tertulis *"ki 'immekha ani"* secara harfiah artinya *sebab bersama engkau Aku*. Ungkapan ini tidak memakai kata kerja eksplisit. Dalam tata bahasa Ibrani, penghilangan kata kerja justru memberi penekanan yang kuat pada kehadiran Allah itu sendiri.

Kata *"'im"* berarti *bersama*. Ini bukan sekadar keberadaan di dekat seseorang, tetapi *kebersamaan yang melibatkan hubungan, dukungan*, dan *solidaritas*. Bagi bangsa Israel yang sedang nenghadapi ancaman dan pembuangan, janji ini berarti bahwa Allah tidak meniggalkan mereka dalam penderitaan. Ia hadir di tengah kesulitan mereja. Karena itu, dasar larangan untuk takut bukanlah perubahan keadaan, melainkan *kehadiran Allah*

Frasa selanjutnya dalam Yesaya 41:10 mengatakan, *"Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau."* Kata *"meneguhkan"* bahasa aslinya *"'amats"* yang berarti *membuat kuat, memperkokoh*, atau *memberikan keberanian*. Sedangkan kata *"menolong"* bahasa aslinya *"'azar"* yang berarti *memberikan bantuan yang efektif pada saat diperlukan*.

Dengan kata lain, *penyertaan Tuhan* bukanlah *kehadiran yang pasif*. Tetapi *Dia hadir sambil bekerja*. Tuhan memberijan kekuatan ketika umat-Nya lemah dan pertolongan ketika mereka tidak mampu menolong diri sendiri. Oleh sebab itu, ucapan syukur tidak hanya mengingat apa yang Tuhan telah lakukan di masa lalu, tetapi juga percaya bahwa Dia sedang bekerja pada masa kini.

Jadi, Mazmur 23:1 menunjukkan bahwa Tuhan adalah *Gembala yang memelihara umat-Nya secara pribadi*. Sedangkan Yesaya 41:10 menegaskan bahwa *Allah tidak hanya hadir bersama umat-nya*, tetapi juga *menguatkan, menolong*, dan *menopang mereka dengan kuasa-nya*

Karena itu, syukur sejati *tidak bergantung* pada ada atau tidaknya masalah. Syukur lahir dari keyakinan bahwa:
• *Tuhan adalah Gembala kita*.
• *Tuhan menyertai kita*.
• *Tuhan menguatkan kita*.
• *Tuhan menolong kita*.
• *Tuhan menopang kita dengan tangan kanan-Nya*.

*Selama Tuhan menyertai*, kita memiliki alasan untuk bersyukur, bahkan di tengah lembah yang paling gelap sekalipun. *All truth is God's truth, Soli Deo Gloria*, 🤲🏻📖✝️🤲🏻📖✝️🛐


4 jenis tanah ( Hati) itu adalah fakta

Dan 4 jenis hati itu ada dalam gereja anda dan komsel anda, juga ada dalam anggota tubuh Kristus.

Jika gereja, komsel dan anggota Tubuh Kristus ingin baik - sehat - bertumbuh dan berbuah maka hanya ada satu jenis tanah yg memungkinkan nya terjadi yaitu tanah yg baik / hati yg baik

Lalu apa yg akan anda lakukan thd ke 3 jenis hati yg tidak baik itu

* Apakah cukup hanya dengan berdoa ?

* Apakah mereka cukup dengan aktif komsel ?

Menurut saya , ada ==> 6 aktivitas yg harus di lakukan oleh seorang pemimpin :
1. TRAINING, tujuannya adalah untuk ==> memperlengkapi mereka dgn PENGETAHUAN yang benar ttg Allah.
2. COACHING, tujuannya adalah untuk ==> memperlengkapi KOMPETENSI hidup Kekristenan mereka
3. COUNSELLING, goalnya adalah untuk ==> MENYEMBUHKAN emosi mereka
4. CONSULTATION, goalnya adalah untuk ==> KESEHATAN jiwa mereka
5. MENTORING, goalnya adalah untuk ==> mentransformasi KUALITAS kehidupan mereka
6. HEALING, goal nya adalah utk ==> MEMULIHKAN mereka dari persepsi dan sakit jiwa ( pikiran - emosi & kehendak) mereka

Ada 2 hal lagi yg bisa mengubah seseorang :
1. PERJUMPAAN langsung dgn Allah, seperti Saulus (Ide Allah)
2. MAKAN AMPAS BABI, seperti anak bungsu yg SADAR

Menurut anda , jenis hati yg bagaimana yg banyak dalam gereja  / komsel anda ?

Uploaded Image

Paradoks Bergantung kepada Allah

07 Juni 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 84:5 "Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!"
-------------------
Apakah Anda merasa lelah? Mungkin Anda menjalani hari demi hari dengan tenaga yang semakin menipis, dan pada akhir setiap hari Anda merasa kehabisan energi. Alasannya sederhana: Anda adalah manusia.

Kekuatan Anda terbatas. Namun, kekuatan Allah tidak terbatas. Kekuatan Anda bersifat terbatas dan dapat habis. Itulah sebabnya Anda bisa merasa lelah dan kehabisan tenaga. Sebaliknya, kekuatan Allah tidak pernah habis. Allah tidak pernah kehilangan energi. Allah tidak pernah menjadi lelah.

Mazmur 84:5 berkata: "Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!"

Apakah Anda menginginkan berkat Tuhan dalam hidup Anda? Maka belajarlah untuk bergantung kepada-Nya sebagai sumber kekuatan Anda.
Hudson Taylor, seorang misionaris berpengaruh di Tiongkok pada abad ke-19, adalah seorang pemimpin rohani yang luar biasa. Namun pada masa tuanya, kesehatannya menurun dan tubuhnya menjadi sangat lemah. Dalam sebuah surat kepada temannya, ia menulis: "Aku begitu lemah sehingga tidak lagi mampu bekerja. Aku begitu lemah sehingga tidak lagi mampu belajar. Aku begitu lemah sehingga tidak lagi mampu membaca Alkitab. Aku bahkan tidak mampu berdoa. Aku hanya bisa berbaring tenang di dalam pelukan Allah seperti seorang anak kecil yang percaya sepenuhnya kepada-Nya."

Mungkin suatu hari Anda juga akan mengalami masa ketika Anda begitu lemah sehingga tidak mampu berdoa, membaca Alkitab, menghadiri persekutuan, bekerja, atau melakukan banyak hal lainnya.

Apa yang harus Anda lakukan pada saat-saat seperti itu?
Beristirahatlah dalam kekuatan Tuhan. Bersandarlah pada-Nya seperti seorang anak kecil dalam pelukan ayahnya, dan percayalah kepada-Nya.

Kelemahan sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang baik apabila kelemahan itu membuat Anda semakin bergantung kepada Allah.

Rasul Paulus menulis: "Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku...Sebab jika aku lemah, maka aku kuat." 2 Korintus 12:8-10

Inilah paradoks bergantung kepada Allah:

Renungkan :

- Mengapa terkadang sulit bagi Anda untuk mengakui atau menunjukkan kelemahan?

- Bagaimana budaya di sekitar Anda menanamkan gagasan bahwa Anda harus selalu kuat?

- Apa arti bergantung pada kekuatan Allah? Bagaimana hal itu dapat diwujudkan dalam kehidupan Anda sehari-hari?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 25-27; Yohanes 16
___________
Semakin Anda menyadari kelemahan Anda, semakin Anda bergantung kepada-Nya. Dan semakin Anda bergantung kepada-Nya, semakin kuat Anda menjadi melalui kuasa-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
The Paradox of Depending on God - Daily Hope with Rick Warren - June 7, 2026

“You bless all who depend on you for their strength.” Psalm 84:5 (CEV)
------------------
Are you tired? Maybe you’re running on steam, and at the end of each day, you’ve run out of energy. The reason why is really simple: You’re a human being.

Your strength is limited. But God’s strength is unlimited. Your strength is finite. But God’s strength is infinite. Your strength is exhaustible—that’s why you get exhausted! But God’s strength is inexhaustible. God never runs out of energy. God never gets tired.

Psalm 84:5 says, “You bless all who depend on you for their strength” (CEV). Do you want God’s blessing on your life? Then you need to depend on God for your strength.

Hudson Taylor was an influential missionary to China in the 19th century. He was a spiritual giant and a brilliant man. In his old age, he lost his health and became quite weak. He wrote a letter to a friend that said, “I am so weak I can no longer work. I am so weak I can no longer study. I am so weak I can no longer read my Bible. I cannot even pray. I can only lie still in the arms of God like a little child in trust.”

At some point in your life, you may be so weak that you can’t even pray, read the Bible, go to a Bible study, work, or really do anything. What do you do in those moments? You rest in the strength of the Lord—in his arms like a little child—and you trust.

Weakness can actually be a good thing in your life if it causes you to depend on God. In 2 Corinthians 12:8-10, Paul says, “Three different times I begged the Lord to take it away. Each time he said, ‘My grace is all you need. My power works best in weakness.’ So now I am glad to boast about my weaknesses, so that the power of Christ can work through me. That’s why I take pleasure in my weaknesses, and in the insults, hardships, persecutions, and troubles that I suffer for Christ. For when I am weak, then I am strong” (NLT).

That’s the paradox of depending on God: The weaker you are, the more you depend on him. And the more you depend on him, the stronger you get.

Jumat, 05 Juni 2026

Berhala Penghambat Berkat Allah

Lampiran foto: IMG-20260606-WA0012.jpg

Selamat pagi  ☕

"Apa pun yang kamu kasihi lebih dari Allah, yang lebih kamu takuti, lebih kamu layani, atau lebih kamu hargai daripada Allah, itulah berhalamu".
• Adrian Rogers

Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.
1 Yonanes 5:21

Jika allahmu tidak pernah tidak sependapat denganmu, bisa jadi yang sedang kamu sembah hanyalah versi ideal dari dirimu sendiri.

Selamat berakhir pekan 🙏🏽


Uploaded Image

Kata Dunia Ikut Tuhan Tidak Masuk Akal

 
Lampiran foto: IMG-20260606-WA0002.jpg

Ikut Tuhan dan menjadi warga negara Kerajaan Allah itu *harus* belajar hidup dengan hal - hal yang : * Di luar nalar * Ga masuk logika * Menutup panca indera kita Karena.... Sejak dari berita tentang kelahiran Yesus, pelayananNYA, Kematian NYA dan Kebangkitan NYA, sudah *ga masuk akal dan diluar nalar* Pelayanan Yesus yang hanya 3,5 tahun  itupun penuh dengan hal2 yg ajaib dan tidak bisa / sulit untuk kita pahami bahkan Murid2 NYA pun sendiri juga bingung Tapi, itulah *FAKTA* tentang Tuhan kita yaitu Tuhan Yesus Kristus yang kita sembah sampai saat ini Jadi, selama anda tidak mau *belajar  & mempercayai*  hal2 yg ga masuk akal, maka .. percayalah, hidup anda akan dipermainkan oleh persepsi anda sendiri dan anda akan *KEHILANGAN KESEMPATAN* untuk mendapatkan berkat dan promosi dari Tuhan. Jadi, bagaimana sekarang ? Apakah anda tetap terus berpegang dan hidup dgn persepsi anda Atau Anda mulai percaya kepada kehidupan yg supranatural ?

Uploaded Image