Minggu, 02 Agustus 2026

Suatu Hari Nanti Anda Akan Melihat Semuanya dengan Jelas

03 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 4:17-18 "Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar daripada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."
----------------
Ketika krisis melanda, Anda harus melakukan hal-hal bijaksana yang diperlukan untuk melewatinya. Dengarkan Firman Allah dan nasihat yang saleh, ambillah keputusan-keputusan yang benar dan teruslah melangkah maju sambil mengingat bahwa semua ini akan berlalu. Semua ini tidak akan berlangsung selamanya!

Alkitab menyatakan dalam 1 Petrus 4:12 demikian: "Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu"

Di dunia ini akan selalu ada masa-masa pencobaan dan ujian. Hal itu sudah pasti! Sejak dosa masuk ke dalam dunia, tidak ada lagi yang berjalan dengan sempurna. Segala sesuatu di planet ini telah rusak—cuaca, perekonomian, tubuh Anda, bahkan rencana terbaik Anda sekalipun. Tidak ada yang berjalan sempurna dalam hidup ini karena dosa telah merusak segala sesuatu di bumi.

Alkitab berkata, "Bumi cemar karena penduduknya, sebab mereka melanggar undang-undang, mengubah ketetapan dan mengingkari perjanjian abadi.... Bumi remuk redam, bumi hancur luluh." (Yesaya 24:5, 19).

Di bumi ini, segala sesuatu dapat hilang, ditinggalkan, dan menjadi kacau. Bahkan alam semesta pun mengeluh. Kita mungkin bertanya-tanya mengapa Allah mengizinkan dosa dan kejahatan masuk ke dalam dunia. Jawabannya adalah karena Allah menghendaki agar kita memiliki pilihan.

Dan kitalah yang memilih untuk melakukan kejahatan. Kitalah yang hidup dalam keegoisan dan berpusat pada diri sendiri sehingga menimbulkan berbagai persoalan dalam masyarakat maupun lingkungan kita.

Bumi ini bukanlah surga. Itulah sebabnya Yesus mengajarkan kita untuk berdoa, "Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga." (Matius 6:10). Surga adalah tempat yang sempurna, tanpa dukacita, penyakit, kesedihan, maupun tekanan hidup. Namun, kita tidak boleh mengharapkan surga ada di bumi. Suatu hari nanti kita akan berada di sana, tetapi saat ini kita belum sampai di sana.

Masih akan ada tantangan dan kesukaran lain yang harus dihadapi. Namun, Anda selalu dapat berharap pada kebenaran ini:
"Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar daripada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal." (2 Korintus 4:17-18).

Renungkan :

- Dalam masa pencobaan yang sedang Anda alami saat ini, dengan cara apa Anda berharap dapat bertumbuh secara rohani, jasmani, dan emosional?

- Allah tidak menyebabkan hal-hal buruk terjadi, tetapi Dia dapat memakai hal-hal buruk itu untuk mendatangkan kebaikan. Bagaimana Anda pernah melihat Allah menebus suatu kesukaran dalam hidup Anda atau dalam kehidupan orang lain?

- Kepada apa Anda menaruh pengharapan ketika menghadapi krisis? Apakah itu cukup untuk menopang Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 60-62; Roma 5
__________
Anda akan melewati ujian apa pun yang sedang Anda hadapi saat ini. Kelak, Anda akan takjub melihat semua yang Allah kerjakan di tengah-tengah kesulitan Anda ketika Anda memandangnya dari sisi yang lain.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
One Day You’ll See It All Clearly
By Rick Warren

"Our light and momentary troubles are achieving for us an eternal glory that far outweighs them all. So we fix our eyes not on what is seen, but on what is unseen, since what is seen is temporary, but what is unseen is eternal." 2 Corinthians 4:17-18 (NIV)                                                     
------------------
When a crisis hits, you have to do the smart things necessary to get through it. You listen to God’s Word and godly advice, you make good choices, and you keep moving forward while remembering that this will pass. It’s not going to last forever!

The Living Bible paraphrases 1 Peter 4:12 this way: "Dear friends, don't be bewildered or surprised when you go through the fiery trials ahead, for this is no strange, unusual thing that is going to happen to you" (TLB).

In this world, there will be times of trial and testing. It’s guaranteed! Since sin entered the world, nothing works perfectly. Everything on this planet is broken—the weather, the economy, your body, and even your best plans. Nothing works perfectly in this life because sin broke everything on earth.

The Bible says, “The earth suffers for the sins of its people, for they have twisted God’s instructions, violated his laws, and broken his everlasting covenant . . . The earth has broken up. It has utterly collapsed" (Isaiah 24:5, 19 NLT).

On earth, everything is lost, abandoned, and confused. Even nature is groaning. We may wonder why God allowed sin and evil to enter the world; it’s because God wanted us to have a choice.

And we're the ones who have chosen to cause evil. We're the ones who are selfish and self-centered and cause problems in society and in our environment.

This earth is not heaven. That’s why Jesus taught us to pray the Lord's Prayer—"your will be done, on earth as it is in heaven" (Matthew 6:10 NIV). Heaven is a perfect place with no sorrow, sickness, sadness, or stress, but we shouldn't expect heaven on earth. One day we'll get there, but we're not there yet.

You will get through whatever trial you’re facing right now. Soon enough you will marvel at all that God did in the midst of your trouble as you look at it from the other side.

There will be more challenges to face and adversity to endure. But you can always hope in this truth: "Our light and momentary troubles are achieving for us an eternal glory that far outweighs them all. So we fix our eyes not on what is seen, but on what is unseen, since what is seen is temporary, but what is unseen is eternal" (2 Corinthians 4:17-18 NIV).


Tuhan...aku lelah

*SHALOM*
*SELAMAT PAGI*
*大 家 早 上 好*
Sahabat, Keluarga
Saudara Semuanya
*Damai Sejahtera*
Bagi Kita Semuanya
🌄Pagi Yang Indah
💖Hati Yang Bahagia
🕓Waktu 🛐Berdoa
📖BACA FIRMAN
📖BACAAYAT SUCI
🔥 *SEMANGAT* 🔥
*Aku Mendengarmu*
YA, TUHAN DENGAR
      *AKU LELAH* Rasanya Berat Sekali
          *NAMUN*
_Kamu Tak Sendirian_
           *SEBAB*
_Tuhan Tahu Banget_
 *_Rasa Capekmu_*
       *MAKANYA*
*_Penting Bagi Kita_*
*_Untuk Menjaga_*
_KEHIDUPAN KITA_
AGAR TETAP HIDUP
 *DAN BERMAKNA*
_Dan Mengarahkan_
*_Diri Kita Menuju_*
  *_Kebaikan Dan_*
    *KEBENARAN*
DAN APAKAH KITA
Mulai Merasa Bosan
*Atau Mulai Jenuh?*
Tidak Ada Semangat
*Dan Mulai Berpikir*
*_YA, AKU LELAH_*
Bagaimana Ya Kalau
  *_Saya Berhenti_*
*Dari Ini Semuanya?*
_Ya, Ini Merupakan_
*_Suatu Peringatan_*
          *BAHWA*
*_Kematian Secara_*
      *SPIRITUAL*
_SEDANG MERAYAP_
DALAM HIDUP KITA
_Dan Ini Mengerikan_
_Daripada Kematian_
       *JASMANI*
_Artinya Orang Yang_
      *MENINGGAL*
SECARA FISIK ATAU
        *JASMANI*
Telah Selesai Dengan
   *KEHIDUPAN INI*
          *NAMUN*
*_Orang Yang Mati_*
 *SECARA ROHANI*
_Mereka Kehilangan_
_SEMANGAT HIDUP_
*_Atau Kehilangan_*
_GAIRAH HIDUPNYA_
_Ya, Menjadi Zombie_
*Atau Mayat Hidup*
_Yang Masih Hidup_
   *SECARA FISIK*
_TAPI KEHILANGAN_
*_Arah Dan Tujuan_*
       *HIDUPNYA*
Artinya Jalani Hidup
TANPA ARAH YANG
          *JELAS*
*_Hanya Mengikuti_*
*ARUS KEHIDUPAN*
*_Seperti Ikan Mati_*
*Yang Dihanyutkan*
    *ARUS SUNGAI*
_Dan Tidak Mampu_
Mengarahkan Dirinya
         *SENDIRI*
*Jika Ikannya Hidup*
_Akan Mampu Untuk_
*Berenang Melawan*
             *ARUS*
YA, AYO SEMANGAT
*TUHAN MELIHAT*
*_KELELAHANMU_*
   *Matius 11:28*  
_Marilah kepada-Ku_ *Semua Yang Letih* _Lesu Dan Berbeban_
          *BERAT*
_Aku Akan Memberi_
Kelegaan Kepadamu
              *YA*
*Tuhan Tidak Bilang*
*_Kuat-kuatin Saja_*
         *TETAPI*
*TUHAN BERKATA*
*Marilah Kepada-Ku*
_SEBAB TUHAN ITU_
      *MENGERTI*
DAN TUHAN PEDULI
DAN TUHAN YESUS  
_Juga Pernah Lelah_ *Menangis, Ditolak*
_SEBELUM DISALIB_
*_NAMUN YESUS_*
Menang Dan Hidup
  *Mazmur 34:18*  
_TUHAN Itu Dekat_
Kepada Orang-orang *_Yang Patah Hati_*
             *DAN*
*Ia Menyelamatkan*
*Orang-orang Yang*
 *REMUK JIWANYA*
_AYO, CAMKANLAH_
*PENYEBAB LELAH*
_YANG SERING KITA_
 *RASAKAN, YAITU*
     *LELAH FISIK*  Kurang Istirahat Dan
    *KERJA TERUS*
_DAN INGATLAH INI_
   *_Markus 6:31_*
*Marilah Ketempat*
     *YANG SUNYI*
Supaya kita sendirian
             *DAN* _BERISTIRAHATLAH_
Dan Jika Kita Semua
    *LELAH BATIN*
Karena Kecewa Dan
_Disalahpahami Dan_
        *DISAKITI*
  *_Mazmur 55:23_* 
   *_Serahkanlah_*
*Kuatirmu Kepada*
         *TUHAN*
  *MAKA IA AKAN*
_Memelihara engkau_
        *DAN JIKA*
   *LELAH ROHANI* 
         *SEPERTI*
Ngoyo Melayani Tapi
        *KOSONG*
*ATAUPUN HAMPA*
*_Jauh Dari Hadirat_*
          *TUHAN*       
   *_Yesaya 40:31_* *Tetapi orang-orang*
           *YANG* 
*_Menanti-nantikan_*
*TUHAN Mendapat*
*KEKUATAN BARU*
BERDOA YA, TUHAN 
Kurangi Beban Saya?
        *TIDAKLAH*
_Tapi Tambahkanlah_
*_KEKUATAN SAYA_*
*MAKA SAYA KUAT*
_YA, AYO LAKUKAN_
  *APA YANG BISA*
*_KAMU LAKUKAN_*
  *HARI INI, YAITU*
BERHENTI SEJENAK
_DAN TARIK NAFAS_
_DAN HEMBUSKAN_
 *_AH, LEGANYA_*  
        *NAMUN*   
_Tidak Semua Harus_
   *_Beres Hari Ini_*  
 *_Keluaran 14:14_* *_TUHAN Akan_*
*Berperang Untuk* *Kamu Dan Kamu*
*_Akan Diam Saja_*
       *YA, AYO*
_Curhat Sama Tuhan_ 
*_Tidak Usah Pakai_* 
 *_Bahasa Rohani_* *_Cukup Bilang Aja_* 
 *DENGAN JUJUR*
*_Tuhan Aku Capek_* _Aku Tidak Sanggup_
*Tolong Aku, Tuhan*
   *_1 Petrus 5:7_* _Serahkanlah Segala_
  *_Kekuatiranmu_*
_Kepada-Nya, Sebab_
        *IA YANG*
mempedulikan kamu  
*_Pengkhotbah 4:9_*
_Berdua Lebih Baik_ Daripada seorang diri
*Ya, Hubungi Tuhan*
 *DAN BERDOALAH* 
      *SEKARANG*
_DAN SAYA BERDOA_
       *YA, TUHAN*
_Aku Bawa Temanku_ Yang sedang lelah ini
     *_Kepada-Mu_*  *_Dan Engkau Lihat_*
     *ISI HATINYA*
_DAN AIR MATANYA_
      *YA, TUHAN*
*_Berikan Kelegaan_*
    *DAN BERIKAN*            
*_Kekuatan Baru_*         
 *Seperti Rajawali*
            *DAN*
*Gantikan Lelahnya*
*Dengan Damai-Mu*
          *SERTA*      *Pegang Tangannya*
 *Jangan Lepaskan*
_Dalam Nama Yesus_
💥🔥 *AMIN* 🔥💥
Tuhan Memberikan
      *KEKUATAN*
_Kepada Yang Lelah_             *_Dan Menambah_*
_Semangat Kepada_        
Yang Tiada Berdaya
      (Yesaya 40:29)
              *YA*
*Semua Orang Tahu*
Bagaimana Rasanya
            *LELAH*
                *YA*
 *SEJAK KITA KECIL*
Dan Sewaktu Kanak2
Sudah lelah dan agak
      *BERKURANG*
*SETELAH DEWASA*
           *TETAPI*
KEMBALI MENJADI
SERING KETIKA KITA
      *MULAI TUA*
     *YA, DENGAN*
Istirahat Yang Cukup
_Dapat Memulihkan_
*Dan Segar Kembali*          
           *NAMUN*
Berapapun Umur Kita
 Kadang-kadang Kita
*Bangun Dari Tidur*
*Yang Cukup Lama*
          *TETAPI*
*Masih Tetap Lelah*
            *JADI*
Apa Penyebab Lelah?
               *YA*
*_DARI SEGI MEDIS_*
Kelelahan bisa terjadi
Secara Fisik Maupun
Secara PSIKOLOGIS
            *YA*
*_Kerja Berat Atau_*
*Olah Raga Secara*
        *INTENSIF*
*_Akan Mengalami_*
*KELELAHAN FISIK*
    *BEGITU JUGA*
*_Yang Mengalami_*
_Beban Mental Yang_
           *BERAT*
 *_Akan Mengalami_*
KELELAHAN PSIKIS
              *YA*
KEKERINGAN JIWA
Haruslah Diwaspadai
            *SEBAB*
Akan Banyak Timbul
*CEPAT LELAH DAN*
MUDAH MENYERAH
 *DAN PERNAKAH*
    *_KITA SADARI_*
Saat Jiwa Merintih?
            *ATAU*
*Saat Jiwa Meronta*
         *SEDANG*
Dalam Kekeringan?
              *YA*
Ditengah Banyaknya
 *_Kesibukan Kerja_*
Lelah Fisik Dan Juga
  *Jiwa Kita Kering*
      *KEHAUSAN*
            *DAN*
Disaat Seperti Inilah
Jiwa Membutuhkan
   *Asupan Nutrisi*
            *AGAR*
Bisa Kuat Lagi Dalam
Berjuang Dan Bekerja
            *SEBAB*
Semangat Itu Sangat
     *BERGANTUNG*
_KONDISI JIWA KITA_
      *DAN KETIKA*
*_Jiwa Mengalami_*
     *KEKERINGAN*
           *MAKA*
Jiwa Itupun Gelisah
Untuk Mencari Tuhan
          *SEBAB*
*_JIWA KITA TAHU_*
Akan kebaikan Tuhan
  *OLEH SEBAB ITU*
*Jiwa Harus Tenang*
              *YA*
*Kembalilah Tenang*
      *HAI, JIWAKU*
*Sebab Tuhan Telah*
    *BERBUAT BAIK*
      *KEPADAMU*
💥🔥 *AMIN* 🔥💥
Kelelahan Fisik Bisa
*_Mempengaruhi_* _Psikis Atau Mental_
 *_Seseorang Dan_*          
Begitu Juga Dengan
*_Kelelahan Psikis_* 
*_Atau Kelelahan_*
*Mental Seseorang*
 *_BISA MEMBUAT_*
*KELELAHAN JIWA*
           *DAN*
UNTUK MENGATASI
Kedua Kelelahan Ini
         *ATASI*
DENGAN ISTIRAHAT
*Tubuh Dan Pikiran*
*Dan Jika Mungkin*
*Cari Penyebabnya* 
 *_Dan Usahakan_*
*_Menghindar Dari_*
kerja yang berlebihan
           *ATAU*
*Pikiran Berlebihan*   
Agar bisa lebih Rileks
              *YA*
Lalu Bagaimana Pula
          *DENGAN*
Kelelahan Spiritual?
               *YA*
Kelelahan spiritual ini
  *_Karena Merasa_*
*_Tuhan Tidak Ada_* 
              *Atau*
*TUHAN ITU JAUH*
    *DARI DIRINYA*
            *DAN*
_Keadaan Ini Sering_
MEMBUAT MANUSIA
Mengalami kelelahan
*YANG LUAR BIASA*
    *DAN BAHKAN*
 *_KEHANCURAN_*
        *KARENA*
Kehilangan arti hidup
            *JADI*
JIKA HARI INI KITA
    *_MENGALAMI_*
Kelelahan Fisik Dan
KELELAHAN PSIKIS
*Dan Tidak Melihat*
Adanya Pertolongan
Dari Siapapun Juga        
         *YA, AYO*
   *_BERDOALAH_*
*_DAN BERHARAP_* 
   *DENGAN IMAN*
 *_KEPADA TUHAN_*
*_YANG BERKATA_*
Marilah Kepada-KU
           *SEMUA*
 *_Yang Letih Lesu_*
_Dan Berbeban Berat_
*Aku Akan Memberi*
Kelegaan Kepadamu
      (Matius 11:28)
💥🔥 *AMIN* 🔥💥          
 *_Latihlah Diri Kita_*
Agar Kualitas Hidup
Ataupun Kinerja Kita
Bahkan Kerohanian
              *DAN*
 *Jam Berdoa Atau*
Jam Beribadah Kita
  *Tidak Tergantung*
*_Kondisi Hati Kita_*
*Yang Sedang Lelah*
Atau lagi tidak Mood
            *ATAU*
_Suasana Hati Kita_
 *Lagi Tidak Mood*
*_Terus Pekerjaan?_*
Jadi Berantakan Dan
        *HANCUR*
Hanya Karena Tidak
          *MOOD?*           
              *YA*
 *Kalau Mood Baik*
*Semangat Berdoa*
             *DAN*
*Semangat Bekerja*
    *NAMUN SAAT*
*Suasana Hati Lelah*
           *MAKA*
   *Moodnya Turun*
            *JADI*
*Malas Berdoa Dan*
    *Malas Bekerja*
              *YA*
*Jangan Mood Yang*
Menguasai Hidupmu
             *DAN*
*Jangan Mood Yang*
_Mengatur Hidupmu_
           *SERTA*
*Jangan Mood Yang*
_Mengatur Kerjamu_
 *Tetapi Kita Yang*
  *_Dapat Untuk_*  *_Mengendalikan_*
     *_MOOD KITA_*
Dan Biar Bagaimana
 *Suasana Hati Kita*
• Lagi Sedih Atau
• Lagi Susah Atau
• Lagi Marah Dan
• Kurang Sehat Atau
• Sedang Kesal Dan
• Sedang Sakit Dan
• Sedang Kecapekan
• Sedang Pusing Dan
*_Banyak Masalah_* 
           *_Atau_*
*LAGI TIDAK MOOD*
          *TETAPI*
        *KUALITAS*
 *_Kerja Tetap Baik_*
             *DAN*
*Berdoa Tetap Baik*
               *YA*
Kita Yang Mengatur
*Suasana Hati Kita*
    *TETAP BAIK*
          *MAKA*
MOOD TETAP BAIK
*_DAN HASILNYA_*
*_PASTILAH BAIK*
💥🔥 *AMIN* 🔥💥      
   *Kita Bisa Untuk*
      *MENGATASI*
   *SUASANA HATI*
 *DENGAN BERDOA*
             *DAN*
*Bahkan Bisa Untuk*
*Menciptakan Mood*
 Untuk Memberikan
  *_Hasil Yang Baik_*
Dari Yang Dikerjakan
    *DAN MEMANG*
Mood Bisa Naik Dan
*_Mood Bisa Turun_*
    *ITU NORMAL*
*DAN ITU LUMRAH*
*Tetapi Janganlah*
*Menghalangi Kita*
 *_Untuk Maju Dan_*
 *_Untuk Berhasil_*            
            *DAN*
 *Kendalikan Hati*
Dengan Hati Bahagia
             *DAN*
*Hati Yang Gembira*
              *YA*
   *Atasilah Segera*
             *DAN*
Kendalikan Moodmu
           *UNTUK*
*Kerja Yang Terbaik*
             *DAN*
  *_Selalu Baik Dan_*
hasilkan yang terbaik
              *YA*
Setiap Bangun Pagi
• Selalu Bersyukur
• Selalu Berdoa
• Selalu Bahagia
Semuanya Pilihanmu
            *DAN*
*Jangan Menyerah*
  *DAN JAGA AGAR*
• Hatimu Tetap Baik
• Hatimu Tetap Stabil
• Hatimu Tenang
         *SEBAB*
*Orang Benar Akan*
 *Hidup Oleh Iman*
             *DAN*
Orang Percaya Akan
  *Hidup Oleh Iman*
• Bukan Oleh Mood
• Bukan Perasaan
          *TETAPI*
*HIDUP OLEH IMAN*
🔥💥 *AMIN* 🔥💥
    *Iman Berkata*
   *Allah Sanggup*
*Menyediakan Dan*
      *_Mencukupi_*
Segala Kebutuhanku
*Didalam Kekayaan*
             *DAN*
KEMULIAAN TUHAN
             *YA*
*IMAN MENGUBAH*
Kesusahan Menjadi
       *HARAPAN*
            *DAN*
Kekurangan Menjadi 
     *KELIMPAHAN*
            *DAN*
 *_Perasaan Takut_*
    *Iman Kuatkan*
             *DAN*
*_Perasaan Gelisah_*
 *Iman Tenangkan*
          *SERTA*
 *_Perasaan Gagal_*
*Iman Buat Berhasil*
     *_DAN INGAT_*
Iman Adalah Percaya
_Dan Iman Berserah_
   *KEPADA TUHAN*
             *DAN*
 *Iman Bukan Nekat*
 *TETAPI PERCAYA*
 *_KEPADA TUHAN_*
🔥💥 *AMIN* 🔥💥
Dengan Berdoa Dan
 *Sungguh2 Berdoa*
          *SEBAB*
    *Keadaan Bisa*
Membawa Perasaan
           *YANG*
*Akan Melemahkan*
       *IMAN KITA*
          *YA, AYO*
*Mari Kita Ubahkan*
               *YA*
*Hidup Bukan Teori*
    *DAN BERDOA*
 *BUKAN DENGAN*
*Kata2 Yang Bagus*
  *Tetapi Percaya*
 *KEPADA TUHAN*
             *YA*
*HIDUP OLEH IMAN*
  *Sekalipun Tidak*
👁️ *Melihat Tetapi*
          *PERCAYA*
              *YA*
🗣️ *AKU PERCAYA*
   *DISAAT SAKIT*
_Pakai Suara Firman_
            *DAN*
*Pakai Doamu Dan*
 *_Pakai Imanmu_*
*Tuhan Sembuhkan*
         *YA, AYO*
IMANI dan PERCAYA
ADA KESEMBUHAN
             *YA*
    *YANG SAKIT*
*Tuhan Sembuhkan*
• Kanker Sembuh
• Jantung Sembuh
• Diabetes Sembuh
• Stroke Sembuh
• Liver Sembuh
• Lambung Sembuh
• Maag Sembuh
• Asma Sembuh
• Batuk-Pilek Sembuh
• Vertigo Sembuh
• TBC Sembuh
• Narkoba Sembuh
• Demam Sembuh
• Radang Sembuu
• Semua Penyakit
*Tuhan Sembuhkan*
🔥💥 *AMIN* 🔥💥
🤵 Angkat Wajahmu
               *DAN*
👁️ LIHAT MUJIZAT
*TUHAN PULIHKAN*
• Usahamu Pulih
• Pekerjaanmu Pulih
• Kariermu Pulih
• Proyekmu Pulih
• Pabrikmu Pulih
• Hidupmu Pulih
• Suamimu Pulih
• Istrimu Pulih
• Anak2mu Pulih
• Keluarga Pulih
• Hubungan Pulih
• Ekonomi Pulih
• Keuangan Pulih
• Indonesia Pulih
• Indonesia Baru
• Indonesia Sehat
• Indonesia Makmur
• Indonesia Damai
• Indonesia Diberkati
• Dunia Pulih
  • Dunia Baru
  • Dunia Sehat
  • Dunia Damai
  • Dunia Diberkati
IMANI dan PERCAYA
BUKAN PERASAAN
          *TETAPI*
*IMANKU PERCAYA*
*Tuhan Penolongku*
*Tuhan Pelindungku*
🗣️ AKU MENANG
Tuhan Buat Mujizat
• Semua Masalah
• Semua Badai
• Semua Kesukaran
• Semua Ketakutan
• Semua Halangan
• Semua Virus
• Semua Persoalan
*_Tuhan Pulihkan_*
*MUJIZAT TERJADI*
          *SEBAB*
_Firman Yang Keluar_ 
*Dari Mulut Tuhan*
_Tidak Akan Kembali_
  *_Dengan Sia-sia_* 
     *_Tetapi Akan_* 
   *_Melaksanakan_* 
       *_Apa Yang_*
TUHAN KEHENDAKI
*Dan Akan Berhasil*             
  *Terpujilah Tuhan*
☆  *HALELUYAH*  ☆
🔥💥 *AMIN* 🔥💥

Uploaded Image

Sabtu, 01 Agustus 2026

Bersiaplah Sekarang untuk Menghadapi Lembah-Lembah Kehidupan

02 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 23:4 "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku"
------------------
Jalan dari Yerusalem ke Yerikho melewati lembah-lembah padang gurun yang terjal, yang terkenal karena berbahaya dan medannya yang curam. Pada zamannya, Raja Daud kemungkinan telah berkali-kali melewati jalan itu. Beberapa ngarai di sepanjang jalan menuju Yerikho sangat sempit di bagian dasarnya dan memiliki tebing setinggi sekitar 800 kaki. Satu-satunya waktu sinar matahari dapat mencapai dasar ngarai adalah pada tengah hari, ketika matahari tepat berada di atas kepala. Di dalam Alkitab, lembah sering menjadi gambaran tentang masa-masa kegelapan, keputusasaan, kekalahan, atau patah semangat.

Mazmur 23:4 berkata, "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku". Alkitab mengajarkan bahwa Allah bukan hanya hadir dalam pengalaman-pengalaman Anda di puncak gunung. Dia juga menyertai Anda di lembah-lembah kehidupan. Ada empat hal yang perlu Anda ingat tentang lembah:

Lembah adalah bagian dari kehidupan. Alkitab berkata, "Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah" (Ulangan 11:11).

Lembah tidak dapat dihindari. Kemungkinan besar Anda baru saja keluar dari sebuah lembah, sedang berada di tengah sebuah lembah saat ini atau sedang menuju lembah yang berikutnya. Tidak ada cara untuk menghindari lembah selama Anda masih hidup di dunia ini. Sebaliknya, Anda harus menyadari bahwa lembah pasti akan datang.

Lembah dialami oleh setiap orang. Lembah tidak memandang siapa pun. Hal-hal baik terjadi pada orang jahat dan hal-hal buruk juga terjadi pada orang baik. Kita hidup di dunia yang telah jatuh ke dalam dosa dan telah rusak, sehingga kita semua menghadapi berbagai persoalan. Tidak seorang pun kebal terhadap penderitaan. Tidak seorang pun terlindung sepenuhnya dari rasa sakit. Tidak seorang pun menjalani hidup tanpa masalah.
Alkitab berkata,"Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu" (Mazmur 34:19).

Lembah datang tanpa dapat diperkirakan. Anda tidak dapat merencanakannya. Anda tidak dapat menentukan waktunya. Masalah biasanya datang secara tiba-tiba. Bahkan, lembah dan persoalan dalam hidup sering muncul pada saat yang paling tidak tepat—ketika Anda tidak punya waktu, ketika Anda belum siap dan ketika semuanya terasa sangat tidak nyaman. Bukankah akan lebih mudah jika Anda bisa menjadwalkan semua lembah itu pada saat Anda cukup tidur, tubuh Anda sehat, dan tidak ada seorang pun yang mengganggu Anda? Namun, hidup tidak berjalan seperti itu. Amsal 27:1 mengingatkan kita, "Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu."

Renungkan :

- Di manakah posisi Anda dalam perjalanan hidup saat ini: sedang berada di sebuah lembah, sedang keluar dari sebuah lembah, berada di antara lembah dan puncak gunung, atau sedang berada di puncak gunung?

- Bagaimana Anda dapat mempersiapkan diri secara mental, jasmani, dan rohani untuk menghadapi lembah-lembah dalam hidup Anda?

- Menurut Anda, mengapa Allah mengizinkan Anda melewati lembah-lembah kehidupan dan tidak membiarkan Anda tetap berada di puncak gunung?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 57-59; Roma 4
____________
Ketika Anda mengetahui apa yang dapat diharapkan dari lembah-lembah kehidupan, Anda akan lebih siap menghadapinya dan tetap percaya kepada penyertaan serta pemeliharaan Allah.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Prepare Now for the Valleys
By Rick Warren

“Even though I walk through the darkest valley, I will fear no evil, for you are with me.” Psalm 23:4 (NIV)
--------------
The road from Jerusalem to Jericho passes through rugged desert valleys known for danger and steep terrain. In his day, King David probably traveled through them many times. Some of the canyons along the road to Jericho were narrow at the bottom and as tall as 800 feet. The only time you could see sunshine at the bottom was at noon when the sun was straight overhead. In the Bible, valleys are often a metaphor for times of darkness, despair, defeat, or discouragement.

Psalm 23:4 says, “Even though I walk through the darkest valley, I will fear no evil, for you are with me” (NIV). The Bible teaches that God is not just a part of your mountaintop experiences. He is also with you in the valleys. There are three things you need to remember about the valleys:

Valleys are a part of life. The Bible says in Deuteronomy 11:11, “The land you will soon take over is a land of hills and valleys” (NLT).

Valleys are inevitable. You likely just came out of a valley, are in the middle of one right now, or are headed into another one. There’s no way to avoid valleys while you’re on this earth. Instead, you can count on them.

Valleys happen to everybody. They’re impartial. Good things happen to bad people, and bad things happen to good people. We live in a fallen and broken world, so we have problems. Nobody’s immune. Nobody’s insulated from pain. Nobody sails through life problem-free.

The Living Bible paraphrase says, “The good man does not escape all troubles—he has them too. But the Lord helps him in each and every one” (Psalm 34:19).

Valleys are unpredictable. You can’t plan them. You can’t time them. Problems typically catch you off guard. In fact, your valleys and your problems usually come at the worst times—when you don’t have time, when you’re unprepared, and when it’s inconvenient. Wouldn’t it be easier if you could schedule all your valleys when you’re caught up on your sleep, your health is good, and nobody is bugging you? But life doesn’t work that way. Proverbs 27:1 reminds us, “Don’t brag about tomorrow, since you don’t know what the day will bring” (NLT).

When you know what to expect in the valleys of life, you know how to better prepare for them and keep trusting in God’s presence and provision.


Jumat, 31 Juli 2026

Tiga Kebenaran yang Perlu Diingat Saat Berada di Lembah

01 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 23:4 "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku."
-------------------
Mungkin saat ini Anda tidak sedang berada di lembah kekelaman, tetapi Anda mungkin sedang berada di lembah yang lain. Lembah adalah masa-masa sulit dalam perjalanan hidup Anda, ketika sangat mudah untuk meragukan atau mengabaikan kebaikan Allah. Namun, Anda selalu dapat percaya bahwa Allah berjalan bersama Anda melewati setiap lembah. Dan Dia telah berjanji akan membawa Anda keluar hingga tiba di seberang.
Mazmur 23:4 berkata, "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku."

Berikut adalah tiga kebenaran yang perlu Anda ingat ketika sedang berada di lembah:

1. Anda tidak sendirian. Allah menyertai Anda.

Bayang-bayang dalam hidup Anda adalah bukti bahwa ada terang. Bagaimana Anda menghadapi bayangan? Berbaliklah membelakangi bayangan itu dan arahkan pandangan Anda kepada terang. Yesus berkata, "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup" (Yohanes 8:12)
Alkitab mengatakan bahwa Allah adalah terang, dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Anda perlu berhenti memusatkan perhatian pada hal-hal gelap yang menakutkan Anda—tagihan-tagihan yang harus dibayar, masalah kesehatan, atau kekhawatiran mengenai anak-anak maupun orang tua yang semakin lanjut usia. Ketika Anda mengalihkan perhatian dari rasa takut, Anda dapat memusatkan perhatian kepada Bapa.

2. Allah mempunyai tujuan yang baik melalui lembah yang Anda lalui.

Allah tidak dapat berbuat jahat. Bahkan ketika Anda sedang menghadapi masalah, konflik, dukacita, ketakutan atau kegagalan, Allah tetap bekerja, mendatangkan kebaikan melalui lembah yang sedang Anda lalui.
Roma 5:3-5 berkata, "Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita."

3. Upahnya akan berlangsung untuk selama-lamanya.

Anda akan menerima upah karena tetap setia kepada Kristus di tengah lembah kegagalan, ketakutan, konflik, dukacita, atau kesusahan. Belum genap satu menit Anda berada di surga, Anda akan berkata, "Mengapa dahulu aku begitu khawatir ketika melewati semua lembah itu? Allah ternyata selalu ada bersamaku, dan Dia selalu baik kepadaku."
Seperti yang dikatakan Alkitab, "Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar daripada penderitaan kami." (2 Korintus 4:17)

Renungkan :

- Apa yang paling Anda takutkan saat ini? Kebohongan apa yang Anda percayai sehingga membuat Anda begitu takut?

- Bagaimana Anda dapat terus diingatkan akan kebaikan Allah ketika Anda melewati lembah berikutnya atau ketika Anda masih sedang berjalan melalui lembah yang sekarang?

- Mengapa penting untuk mencari kebaikan yang sedang Allah kerjakan ketika Anda masih berada di dalam lembah, bukan hanya setelah Anda berhasil melewatinya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 54-56; Roma 3
___________
Anda selalu dapat percaya bahwa Allah berjalan bersama Anda melewati setiap lembah dan Dia telah berjanji akan membawa Anda keluar hingga tiba di seberang.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
3 Truths to Remember in the Valley
By Rick Warren

“Even though I walk through the darkest valley, I will fear no evil, for you are with me.” Psalm 23:4 (NIV)
------------------
You may not be in the valley of the shadow of death right now, but you may be in another valley. Valleys are the hard places on your journey, where it’s easy to doubt or overlook God’s goodness. But you can always trust that God walks through the valleys with you. And he’s promised to bring you through to the other side.

Psalm 23:4 says, “Even though I walk through the darkest valley, I will fear no evil, for you are with me” (NIV).

Here are three truths to remember when you are in the valley:

1. You are not alone. God is with you.

The shadows in your life are evidence of the presence of light. How do you deal with a shadow? You turn your back to the shadow and look at the light. Jesus said, “I am the light for the world! Follow me, and you won’t be walking in the dark. You will have the light that gives life” (John 8:12 CEV).

The Bible says that God is light and that in him there is no darkness at all. You need to stop focusing on the dark things that scare you: those bills, health concerns, or worries about your children or aging parents. When you move your focus off your fears, you can focus on the Father.

2. God has a good purpose for your valley.

God can’t do evil. Even when you’re facing problems, conflict, grief, fear, or failure, God is at work, creating good from your valley.

Romans 5:3-5 says, “We rejoice in our sufferings, knowing that suffering produces endurance, and endurance produces character, and character produces hope, and hope does not put us to shame, because God’s love has been poured into our hearts through the Holy Spirit who has been given to us” (ESV).

3. The reward will last forever.

You’re going to be rewarded for remaining faithful to Christ in the valley of failure, fear, conflict, grief, or trouble. You’ll be in heaven less than a minute before thinking, “Why did I worry when I was going through those valleys? God was right there with me all the time, and he was good to me all the time.”

As the Bible says, “For our present troubles are small and won’t last very long. Yet they produce for us a glory that vastly outweighs them and will last forever!” (2 Corinthians 4:17 NLT).


Kamis, 30 Juli 2026

Tuntunan Allah Tidak Membiarkan Anda Hidup dalam Kebingungan

31 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 77:19 "Melalui laut jalan-Mu dan lorong-Mu melalui muka air yang luas, tetapi jejak-Mu tidak kelihatan."
---------------------
Alkitab mengatakan bahwa Allah secara aktif bekerja melalui keadaan-keadaan yang Anda alami. Namun, Anda tidak dapat menilai keadaan Anda tanpa hikmat Allah. Dengan kata lain, Anda harus menyerahkan kepada Allah untuk menafsirkan keadaan yang sedang Anda hadapi.

Hanya Allah yang sanggup memahami seluruh fakta, dan hanya Dia yang melihat arti dari setiap detail. Itulah sebabnya sangat penting untuk menggunakan firman-Nya sebagai ukuran dalam menilai apa yang sedang Anda alami.

Jika Anda merasa kewalahan atau bingung dalam mengambil suatu keputusan, mungkin itu karena Anda terlalu terpaku pada cara berpikir Anda yang terbatas sehingga suara Allah tertutupi. Alkitab berkata, "Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera." (1 Korintus 14:33) Dia bukanlah sumber kebingungan. Jadi, jika Anda sedang diliputi kebingungan, ketahuilah bahwa itu bukanlah suara Allah yang sedang berbicara dalam hidup Anda.

Akan ada saat-saat ketika Anda menghadapi hambatan yang sangat besar, baik secara keuangan, rohani, maupun jasmani. Pada saat seperti itu, Anda perlu mengakui, "Ya Allah, di sebelah kanan dan kiriku ada gunung-gunung, dan di depanku ada penghalang yang tidak mungkin kulewati." Lalu, nantikanlah Allah menjawab dan meyakinkan Anda bahwa Dia telah menempatkan Anda tepat di tempat yang Dia kehendaki. Dia akan membuat jalan di tempat yang tampaknya tidak ada jalan.

Mazmur 77:20 berkata, "Melalui laut jalan-Mu dan lorong-Mu melalui muka air yang luas, tetapi jejak-Mu tidak kelihatan."

Ketika Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan, Allah akan menuntun Anda. Dia tidak merancang Anda untuk menjalani hidup hanya dengan mengandalkan kecerdikan dan kekuatan Anda sendiri. Anda tidak perlu sekadar berharap dapat menemukan jalan keluarnya sendiri.

Renungkan :

- Ketika Anda merasa frustrasi karena Allah tampaknya belum menjawab doa Anda untuk mendapatkan tuntunan, menurut Anda apa yang Dia ingin Anda lakukan? Apa yang telah Anda pelajari dari pengalaman-pengalaman seperti itu di masa lalu?

- Bagaimana Allah telah memakai penderitaan Anda untuk menunjukkan tujuan-Nya bagi hidup Anda?

- Menurut Anda, mengapa Allah terkadang mengizinkan Anda sampai pada titik di mana tampaknya tidak ada jalan keluar dari suatu keadaan yang sulit?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 51-53; Roma 2
____________
Allah ingin menuntun Anda di jalan yang benar, dan Dia akan melakukannya ketika Anda menyerahkan diri kepada-Nya dan kepada tuntunan-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
God’s Guidance Doesn’t Leave You Confused
By Rick Warren

“Your road led through the sea, your pathway through the mighty waters—a pathway no one knew was there!” Psalm 77:19 (NLT)
-------------------
The Bible says God actively works through your circumstances. But you cannot judge your situation apart from God’s wisdom. In other words, you must leave it up to God to interpret your circumstances.

Only God is capable of understanding all the facts, and only he sees the significance of every detail. That’s why it is so important that you use his Word to test what you’re going through.

If you feel overwhelmed or confused about a decision, it might be because you’re so caught up in your own limited way of thinking that it blocks out God’s voice. The Bible says, “God is not a God of disorder but of peace” (1 Corinthians 14:33 NIV). He is not the author of confusion. So if you’re feeling confused, guess what? It’s not God’s voice speaking in your life.

There will be times you come up against enormous financial, spiritual, or physical barriers. That’s when you need to confess, “God, there are mountains on either side and an impassable barrier in front of me.” And then you wait for God to respond and assure you that he’s got you exactly where he wants you to be. He will make a pathway where there seems to be no way.

Psalm 77:19 says, “Your road led through the sea, your pathway through the mighty waters—a pathway no one knew was there!” (NLT).

When you don’t know what to do, God will guide you. He didn’t design you to go through life on your own ingenuity and power. You don’t have to just hope you can figure things out.

God wants to lead you on the right path, and he will do that when you surrender to him and his guidance.


Rabu, 29 Juli 2026

Kasihilah Manusia, Bukan Sistem Nilai Dunia

30 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 12:2 "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."
--------------------
Ada dua ayat dalam Alkitab yang ditulis oleh penulis yang sama, tetapi tampaknya menyampaikan pesan yang saling bertentangan.

1 Yohanes 2:15 berkata, "Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu." Itu sangat jelas!

Tetapi Yohanes 3:16 berkata, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini..." Sekilas, kedua ayat ini tampak saling bertentangan.

Kata "dunia" digunakan dalam dua pengertian yang berbeda di dalam ayat-ayat tersebut. Ayat yang pertama menunjuk kepada sistem nilai dunia, sedangkan ayat yang kedua menunjuk kepada manusia di dunia. Sebagai pengikut Yesus, kita harus mengasihi semua orang, apa pun pilihan hidup yang mereka ambil. Sebaliknya, kita harus menolak sistem nilai dunia, termasuk hal-hal seperti mengejar status, hidup mementingkan diri sendiri, dan percabulan.

Masalahnya, kita sering membalikkan semuanya. Kita mengasihi sistem nilainya, tetapi membenci manusianya. Orang-orang Kristen sering melakukan hal ini. Alih-alih hidup berbeda, kita justru sering sama materialistis dan sama mengejar kesenangan seperti budaya tempat kita hidup. Padahal, itulah kebalikan dari cara hidup yang Allah kehendaki.

Sepanjang hidup Anda, Anda akan menghadapi tekanan besar untuk menyesuaikan diri dengan budaya dunia. Inilah masalah terbesar yang dihadapi bangsa Israel selama ribuan tahun. Mereka ingin menjadi sama seperti bangsa-bangsa lain. Namun, Allah memberikan kepada mereka berbagai hukum moral, hukum kemasyarakatan dan hukum ibadah dengan tujuan supaya mereka hidup berbeda.

Allah juga melakukan hal yang sama bagi Anda dan saya. Kita memang tidak hidup di bawah Hukum Taurat Perjanjian Lama, tetapi Allah telah memberitahukan dengan jelas bagaimana kita harus hidup dan bagaimana memperoleh hikmat serta kuasa untuk tampil berbeda di dunia ini:

"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:2)

Salah satu alasan mengapa Anda mungkin belum mengetahui apa yang Allah kehendaki dalam hidup Anda adalah karena Anda mungkin sudah terlalu menyesuaikan diri dengan budaya di sekitar Anda. Sering kali hal itu terjadi tanpa Anda sadari. Namun, Anda tidak mungkin berpikir seperti dunia sekaligus berpikir seperti Allah. Anda harus memilih.

Masalahnya, segala sesuatu yang ditawarkan oleh budaya dunia hanyalah sementara. Anda perlu mengikuti sesuatu yang kekal, yaitu firman Allah.

Renungkan :

- Tuliskan beberapa bidang dalam hidup Anda (keluarga, karier, pelayanan di gereja dan sebagainya), lalu tuliskan lima nilai utama yang menjadi dasar keputusan Anda dalam setiap bidang tersebut. Dalam hal apa nilai-nilai itu dipengaruhi oleh budaya dunia? Dalam hal apa nilai-nilai itu didasarkan pada firman Allah?

- Mengapa menurut Anda hal-hal yang bersifat sementara sering kali terasa memuaskan dalam jangka pendek?

- Dalam hal apa saja Anda telah mengasihi orang lain sebagaimana Allah mengasihi mereka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 49-50; Roma 1
_____________
Penuhilah pikiran Anda dengan kebenaran Firman Allah dan biarkan firman itu mengubah hidup Anda, sehingga Anda dapat mengasihi manusia tanpa mengasihi sistem nilai dunia.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
Love People, Not the World’s Value System
By Rick Warren

“Don’t copy the behavior and customs of this world, but let God transform you into a new person by changing the way you think. Then you will learn to know God’s will for you, which is good and pleasing and perfect.” Romans 12:2 (NLT)
-------------------
There are two verses in the Bible that are written by the same author but seem to send opposite messages:

1 John 2:15 says, “Do not love the world or anything in the world. If anyone loves the world, love for the Father is not in them” (NIV). That’s pretty clear!

But John 3:16 says, “For God so loved the world . . .” (NIV). That looks like a big contradiction right there.

“The world” is used two ways in these verses. The first verse refers to the world’s value system, and the second refers to the world’s people. Followers of Jesus are to love people, no matter what choices they make. On the other hand, we are to hate the world’s value system, including things like status, selfishness, and sexual immorality.

The problem is that we often get it reversed. We love the value system and hate the people. Christians do this all the time. Instead of being different, we’re often just as materialistic and hedonistic as the culture we live in. But that’s backwards from how God calls us to live.

For the rest of your life, you’ll face great pressure to conform to the culture. This was Israel’s biggest problem for thousands of years. They wanted to be like other nations. Yet God gave them all kinds of moral, civil, and ceremonial laws to make them different on purpose.

God has done the same for you and me. We don’t live under Old Testament Law, but God has told us exactly how we should live and how to get the wisdom and power to stand out in this world: “Don’t copy the behavior and customs of this world, but let God transform you into a new person by changing the way you think. Then you will learn to know God’s will for you, which is good and pleasing and perfect” (Romans 12:2 NLT).

One reason you may not know what God wants you to do in life is because you may be too assimilated to your culture. Often this happens without you realizing it. But you can’t think like the world and think like God thinks. You have to make a choice.

The problem with following culture is that it’s all temporary. You need to follow something eternal: God’s Word.

Fill your mind with God’s truth, and let it transform your life by helping you love people without loving the world’s value system.


Selasa, 28 Juli 2026

Satu-Satunya Cara untuk Melepaskan Diri dari Rasa Bersalah

29 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Yesaya 53:5-6 "Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian."
---------------------
Setiap kita memiliki alasan untuk merasa bersalah. Tidak seorang pun selalu melakukan segala sesuatu dengan benar! Kita melukai orang lain. Kita bertindak egois. Sering kali, perkataan dan tindakan yang paling menyakitkan justru kita tujukan kepada orang-orang yang paling kita kasihi.

Sama seperti Anda tidak dapat menyembunyikan dosa-dosa Anda dari Allah, Anda juga tidak dapat menyembunyikan rasa bersalah Anda dari-Nya. Bukan hanya itu, ketika Anda berusaha menutupi perasaan bersalah, rasa bersalah itu mulai menggerogoti Anda dari dalam.

Hanya ada satu cara yang benar-benar dapat menghilangkan rasa bersalah: Akuilah dosa-dosa Anda, dan percayalah kepada pengampunan Allah. Kata "pengakuan" dalam Alkitab, dalam bahasa Yunani adalah homologeo, yang berarti "mengatakan hal yang sama." Jadi, mengaku dosa berarti menyetujui apa yang Allah katakan: "Engkau benar, ya Allah. Akulah yang bersalah."

Segala sesuatu yang akan Anda lakukan yang salah—termasuk kesalahan yang akan Anda lakukan besok, minggu depan, bahkan sepuluh tahun dari sekarang—telah dibayar lunas. Itulah kebaikan Allah.

Yesus menanggung seluruh rasa bersalah Anda ke atas diri-Nya. Sebagai gantinya, Dia memberikan kepada Anda kebaikan-Nya—yaitu kebenaran-Nya. Inilah kebenaran yang paling mendasar dalam Alkitab: Jiwa Anda yang telah hancur dipulihkan kembali di dalam Dia.

Alkitab berkata dalam Yesaya 53:5-6, "Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian."

Jika Anda tidak merasa telah diampuni, itu berarti Anda belum sepenuhnya memahami kebaikan Allah. Ketika Yesus mati di kayu salib, Dia telah menanggung seluruh dosa Anda. Seolah-olah Dia membuang semuanya ke dasar laut yang paling dalam, lalu memasang sebuah papan bertuliskan, "Dilarang Memancing."

Renungkan :

- Apa saja cara-cara yang umum tetapi tidak sehat yang sering digunakan orang untuk mengatasi rasa bersalah?

- Adakah rasa bersalah yang perlu Anda lepaskan hari ini? Apa yang menghalangi Anda untuk mengambil keputusan mengakui dosa Anda dan menerima pengampunan Allah?

- Mengapa sukacita merupakan hasil yang wajar dari memahami kasih karunia Allah?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 46-48; Kisah Para Rasul 28:17-31
_____________
Akuilah dosa Anda kepada Allah. Dan karena Dia mengampuni serta tidak lagi mengingat dosa Anda, Anda tidak perlu lagi mengungkit-ungkitnya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
The Only Way to Get Rid of Guilt
By Rick Warren

“But He was pierced for our offenses, He was crushed for our wrongdoings. . . . All of us, like sheep, have gone astray, each of us has turned to his own way; but the LORD has caused the wrongdoing of us all to fall on Him.” Isaiah 53:5-6 (NASB)
-------------------
Every one of us has a good reason to feel guilt. No one does everything right! We hurt other people. We act selfishly. Often the unkindest things we say and do are to the people we love the most.

Just like you can’t hide your sins from God, you can’t hide your guilt from him either. Not only that, but when you try to cover up your guilty feelings, they start to eat at you on the inside.

Only one thing works to get rid of guilt: Confess your sins, and trust in God’s forgiveness. The word “confession” in the Bible in Greek is homologeo, which means “to say the same thing.”  So confession simply means to agree with God: “You’re right, God. I was wrong.”

Everything you’re going to do wrong—including the stuff you’re going to do tomorrow, next week, and 10 years from now—has already been paid for. That is the goodness of God.

Jesus takes all your guilt on himself. He gives you his goodness—his righteousness. This is the most basic, fundamental truth of the Bible: Your broken soul becomes whole again in him.

The Bible says in Isaiah 53:5-6, “But He was pierced for our offenses, He was crushed for our wrongdoings. . . . All of us, like sheep, have gone astray, each of us has turned to his own way; but the LORD has caused the wrongdoing of us all to fall on Him” (NASB).

If you don’t feel forgiven, it means you don’t fully understand God’s goodness. When Jesus died, he covered all your sins. It’s as if he threw them into the deepest part of the sea and put up a “No Fishing” sign.

Confess your sin to God. And because he forgives and forgets your sin, you’ll have no need to drag it out again.