Kamis, 02 April 2026

Langkah Mengejutkan Ukraina Buka Selat Hormuz, Amerika Saja Tak Menyangka

https://youtube.com/watch?v=9is7AnQNWmI&si=XD3J9QwuV2N_PgV7

Bagaimana Menerima Manfaat Kasih Karunia

03 April 2026

Bacaan Hari ini:
Yohanes 1:17 "Sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus."
____________
Dalam renungan kemarin, kita melihat sepuluh manfaat besar dari kasih karunia Tuhan dalam hidup kita. Saat membaca manfaat tersebut, mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana cara menerima kasih karunia itu dalam hidup Anda. Akan sangat disayangkan jika Anda mengetahui semua yang Tuhan ingin lakukan melalui kasih karunia-Nya, tetapi tidak pernah menerimanya.

Lalu, bagaimana Anda menerima kasih karunia Tuhan?
Jawabannya tidak rumit. Anda tidak perlu penjelasan panjang atau pendidikan khusus untuk memahaminya.

Alkitab memberikan jawaban sederhana dalam tiga kata, dengan : "Percaya kepada Kristus."
Alkitab berkata, "Sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus." (Yohanes 1:17).

Kasih karunia Tuhan sepenuhnya dinyatakan dalam satu Pribadi: Yesus. Anda tidak dapat menerima kasih karunia melalui agama atau ritual. Anda tidak dapat menerimanya dengan menaati aturan. Anda juga tidak dapat menerimanya melalui iman orang lain.
Kasih karunia hanya dapat diterima melalui Yesus.
Kasih karunia Tuhan adalah anugerah yang cuma-cuma. Anda hanya perlu menerimanya.

Namun perlu dipahami: kasih karunia tidaklah murah. Kasih karunia dibayar dengan harga yang sangat mahal, yaitu nyawa Yesus. Kasih karunia adalah anugerah yang sangat berharga, karena Yesus mati di kayu salib untuk menebusnya.

Kematian Yesus di kayu salib menghasilkan tiga hal dalam hidup kita:

- Ia membayar hukuman dosa. Seseorang harus menanggung hukuman atas dosa kita. Jika Anda memiliki hubungan dengan Yesus, Anda dapat hidup dengan keyakinan bahwa Ia telah membayar harga dosa Anda dan membuka jalan bagi Anda untuk mengenal dan mengasihi Tuhan.

- Ia mematahkan kuasa dosa. Melalui kematian-Nya, Yesus memberi kita kuasa untuk berubah dari kebiasaan, luka, dan kelemahan yang merusak hidup kita. Karena kasih karunia Tuhan, kita menerima Roh Kudus yang menolong kita untuk taat kepada-Nya.

- Kehadiran dosa akan dilenyapkan. Suatu hari, semua yang mengikuti Yesus akan hidup di surga, di mana tidak ada lagi dosa. Kita memiliki pengharapan akan hidup kekal bersama Tuhan, tanpa rasa sakit, penyakit, atau kesedihan.

Renungkan

- Bagaimana hidup Anda menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan atas kasih karunia-Nya?

- Jika kasih karunia Tuhan mudah dipahami dan manfaatnya begitu besar, mengapa banyak orang tidak menerimanya?

- Bagaimana Anda dapat membagikan kasih karunia Tuhan kepada teman atau keluarga minggu ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 14-17; Lukas 7:1-30
----------------
Kasih karunia yang mahal ini adalah hadiah terbesar yang akan pernah Anda terima. Kasih karunia itu akan mengubah seluruh hidup Anda. Anda hanya perlu menerimanya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
How to Receive the Benefits of Grace - Daily Hope with Rick Warren - April 03, 2026

“For the law was given through Moses, but God’s unfailing love and faithfulness came through Jesus Christ.” John 1:17 (NLT)
-----------------
In yesterday’s devotional we looked at 10 great benefits of God’s grace in our lives. As you read those benefits, you may have wondered how you can receive that grace in your life. It would be tragic to discover all God wants to do in you through his grace yet never accept it in your life.

So how do you receive the grace of God?

There isn’t a 23-part answer to the question. You don’t need to go to seminary to discover it.

The Bible gives an easy, three-word answer for how you receive the grace of God: by trusting Christ.

The Bible says in John 1:17, “For the law was given through Moses, but God’s unfailing love and faithfulness came through Jesus Christ” (NLT).

God’s grace is entirely wrapped up in a person: Jesus. You can’t get God’s grace through religion or ritual. You can’t get it by following the rules. You can’t get it through someone else’s faith.

You get it through Jesus.

God’s grace is free. You simply need to accept it.

But let me be very clear: God’s grace is not cheap. It cost Jesus his life. Grace is the most expensive commodity there is. Jesus died on the cross to pay for it.

Jesus’ death on the cross accomplished three things in our lives:

It paid the penalty for sin. Someone had to pay for the penalty for our sin. If you have a relationship with Jesus, you can rest in the knowledge that he has paid the price for your sin and made a way for you to know and love God.
It broke the power of sin. Jesus’ death on the cross gives us the power to change the habits, hurts, and hang-ups that derail our lives. Because of God’s grace, we now have the Holy Spirit to help us obey God.
The presence of sin will be obliterated. One day all who follow Jesus will go to heaven, where there won’t be any sin. We have the hope of eternal life with God and the assurance of eternity with him forever—without pain, sickness, or sorrow.

The costly grace God offers is the greatest gift you will ever receive. And it will change everything about your life.

You just have to accept it!


Rabu, 01 April 2026

Sepuluh Manfaat Kasih Karunia Tuhan

02 April 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 2:13 "Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya."
---------------
Sebagai orang Kristen, kita cenderung memikirkan kasih karunia hanya dalam kaitannya dengan keselamatan. Namun kasih karunia jauh lebih dari sekadar bagaimana kita datang kepada Kristus. Seluruh perjalanan hidup Kristen kita harus digerakkan oleh kasih karunia Tuhan.

Kita tidak dapat melakukan apa pun bagi Tuhan yang pada akhirnya tidak berasal dari kasih karunia-Nya. Alkitab berkata, "Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya." (Filipi 2:13).

Sesungguhnya, kasih karunia membawa sepuluh manfaat besar dalam hidup kita:

- Kita diselamatkan oleh kasih karunia. Satu-satunya jalan ke surga adalah melalui kasih karunia. Anda tidak dapat memperolehnya, mengusahakannya, atau membelinya (Efesus 2:8-9).

- Kita diampuni oleh kasih karunia. Meskipun kita tidak layak, Tuhan menghapus dosa kita oleh kasih karunia-Nya (Yesaya 43:25).

- Kita dikuatkan oleh kasih karunia. Tuhan tidak akan pernah meminta Anda melakukan sesuatu tanpa memberikan kemampuan dan kuasa untuk melakukannya. Itu semua berasal dari kasih karunia-Nya (Filipi 2:13).

- Kita disembuhkan oleh kasih karunia. Tuhan menyembuhkan hati yang hancur dan membalut luka-luka kita, meskipun kita tidak layak (Mazmur 147:3).

- Kita dibebaskan oleh kasih karunia. Hubungan kita dengan Yesus bukanlah kumpulan kewajiban, melainkan hidup dalam apa yang telah Tuhan lakukan. Jika hidup Kristen Anda bukan hidup yang beristirahat dalam Kristus, maka Anda sedang

masuk ke dalam legalisme (Matius 11:28-30).

- Kita diberi talenta oleh kasih karunia. Tuhan memberi setiap kita kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan baik dan kita harus menggunakannya bagi Dia (Roma 12:6).

- Kita dipakai oleh kasih karunia. Tuhan memakai kita untuk menggenapi tujuan-Nya di dunia ini, bukan karena apa yang telah kita lakukan, tetapi karena kasih karunia-Nya (Efesus 3:7).

- Kita dipelihara dalam keselamatan oleh kasih karunia. Kita tidak dapat kehilangan keselamatan karena itu adalah pemberian Tuhan. Jika keselamatan bisa diperoleh dengan usaha, maka bisa hilang ketika usaha itu berhenti (Yudas 1:24).

- Kita diubahkan oleh kasih karunia. Melalui kasih karunia-Nya, Tuhan menjadikan kita baru melalui pembaruan pikiran (Roma 12:2).

- Kita didewasakan oleh kasih karunia. Proses Tuhan menjadikan kita semakin serupa dengan Yesus terjadi bukan karena usaha kita, tetapi karena kasih karunia-Nya (2 Petrus 3:18).

Anda mungkin melihat semua manfaat ini dan bertanya,"Bagaimana saya menerima kasih karunia Tuhan?" Renungan besok akan membahas pertanyaan tersebut.

Renungkan :

- Dari sepuluh manfaat di atas, mana yang paling sulit Anda terima? Mengapa?

- Bagaimana Anda dapat memakai salah satu manfaat kasih karunia untuk menolong orang lain memahami dan menerapkannya dalam hidup mereka?

- Apa yang dapat Anda lakukan atau ubah dalam hidup Anda ketika Anda memahami manfaat kasih karunia ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 13; Lukas 6:27-49
_____________
Kasih karunia Tuhan nyata dan bekerja dengan kuasa dalam hidup kita.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
Ten Benefits of God’s Grace - Daily Hope with Rick Warren - April 02, 2026

"For God is working in you, giving you the desire and the power to do what pleases him.” Philippians 2:13 (NLT)
----------------------
As Christians, we tend to think about grace when it’s connected to our salvation. But grace is about much more than just how we come to Christ. Our entire Christian walk must be fueled by the grace of God.

We can do nothing for God that doesn’t ultimately come from his grace. The Bible says, “For God is working in you, giving you the desire and the power to do what pleases him” (Philippians 2:13 NLT).

In fact, grace brings 10 great benefits to our lives:

We’re saved by grace. The only way to heaven is through the doorway of grace. You can’t earn it, work for it, or buy it (Ephesians 2:8-9).

We’re forgiven by grace. Though we don’t deserve it, God wipes our slate clean by his grace (Isaiah 43:25).

We’re sustained by grace. God will never tell you to do anything he doesn’t give you the ability and the power to do. That power and ability is because of his grace (Philippians 2:13).

We’re healed by grace. God heals our broken hearts and binds up our wounds, even though we don’t deserve it (Psalm 147:3).

We’re liberated by grace. Our relationship with Jesus isn’t made up of a bunch of chores to do. Instead, it’s about resting in what the Lord has already done. If your Christian life is not a life of resting in Christ, you’re moving into legalism (Matthew 11:28-30).

We’re given talents by grace. God has given each of us the ability to do something well, and we’re to use those abilities for him (Romans 12:6).

We’re used by grace. God uses us to fulfill his purposes in this world, not because of anything we’ve done but simply through his grace (Ephesians 3:7).

We’re kept saved by grace. We cannot lose our salvation because it’s a gift of God. If you could earn it, then you could lose it the moment you stopped earning it (Jude 1:24).

We’re transformed by grace. Through his grace, God makes us new through the renewing of our mind (Romans 12:2).

We’re matured by grace. God’s work of making us more like Jesus happens not because we’ve earned it or by our own effort but by the grace of God (2 Peter 3:18).

God’s grace is real and powerful in our lives. You might look at all these benefits and wonder, “How do I receive God’s grace?” Tomorrow’s devotional will focus on that question.


Selasa, 31 Maret 2026

Hal Terpenting dalam Hidup

01 April 2026

Bacaan Hari ini:
Kisah Para Rasul 20:24 "Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah."
---------------
Hal terpenting dalam hidup bukanlah menikah, menyiapkan dana pensiun, banyak bepergian, menjadi terkenal, atau melunasi rumah.

Paulus berkata dalam Kisah Para Rasul 20:24, "..asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah."

Hal terpenting dalam hidup adalah menyelesaikan misi yang Tuhan berikan kepada Anda. Yesus mati di kayu salib untuk Anda, dan Ia menyelamatkan Anda untuk suatu tujuan. Jadi jangan menyia-nyiakan hidup Anda dengan mengejar hal-hal yang tidak memiliki nilai kekal.

Tuhan menempatkan Anda di bumi dengan suatu tujuan. Ia memiliki misi yang unik yang hanya dapat Anda jalankan. Bagian dari misi itu adalah memberitakan Kabar Baik tentang kasih karunia Tuhan. Anda mengenal Kristus karena seseorang pernah memberitahukan tentang Dia kepada Anda. Kepada siapa Anda akan memberitahukannya?

Pikirkan orang-orang dalam hidup Anda yang belum memutuskan untuk mengikuti Yesus. Pernahkah Anda mempertimbangkan bahwa Tuhan ingin memakai Anda untuk memberitakan Injil kepada mereka? Anda memiliki Kabar Baik, dan mereka perlu mendengarnya. Taat kepada Tuhan dapat dilakukan dengan sederhana, yaitu memanfaatkan setiap kesempatan untuk menceritakan kepada seseorang apa yang telah Tuhan lakukan bagi Anda—dan bagi mereka—serta bagaimana mereka dapat memiliki hubungan dengan-Nya.

Jika seseorang mati untuk Anda, bukankah Anda ingin mengetahuinya? Yesus mati untuk setiap orang di dunia. Akhir pekan ini, jutaan orang akan duduk di rumah, menonton televisi, minum minuman, mungkin membaca koran, bersantai—dan sama sekali tidak menyadari bahwa Yesus Kristus telah mati bagi mereka dan bahwa kasih karunia tersedia bagi mereka.

Alkitab mengatakan dalam 2 Petrus 3:9 "Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat."

Tuhan ingin semua orang menjadi bagian dari keluarga-Nya, dan karena Tuhan peduli, kita juga harus peduli.

Renungkan

- Kapan dan dari siapa Anda pertama kali mendengar Kabar Baik tentang kasih karunia Tuhan? Perubahan apa yang Anda rasakan setelah menerimanya?

- Apa yang menghalangi Anda untuk membagikan Kabar Baik kepada orang-orang di sekitar Anda?

- Luangkan waktu untuk menuliskan kesaksian Anda—cerita tentang apa yang Tuhan telah lakukan dalam hidup Anda—agar Anda siap membagikannya ketika Tuhan memberi kesempatan.

Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 11-12; Lukas 6:1-26
___________
Cara kita menunjukkan rasa syukur atas kasih karunia Tuhan adalah dengan menjadikan hidup kita berarti, hidup dengan kemurahan hati yang melimpah dan memberitakan Kabar Baik tentang kasih karunia Tuhan kepada sebanyak mungkin orang.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
The Most Important Thing in Life - Daily Hope with Rick Warren - April 01, 2026

“The most important thing is that I complete my mission, the work that the Lord Jesus gave me—to tell people the Good News about God’s grace.” Acts 20:24 (NCV)
-------------------
The most important thing in life is not to get married, fund your retirement, travel a lot, become famous, or pay off the house.

Paul says in Acts 20:24, “The most important thing is that I complete my mission, the work that the Lord Jesus gave me—to tell people the Good News about God’s grace” (NCV).

The most important thing in life is to fulfill the mission God gave you. Jesus died on the cross for you, and he saved you for a purpose. So don’t waste your life living for things that won’t matter for eternity.

God put you on earth for a purpose. He has a unique mission that only you can fulfill. Part of that mission is to tell people the Good News of God’s grace. That’s how you know Christ, because somebody told you about him. Who will you tell?

Think of all the people in your life who haven’t yet decided to follow Jesus. Have you ever considered that God wants you to be the one who tells them about the gospel? You have the Good News, and they need to hear it. Being obedient to God is as simple as taking advantage of every opportunity to share with someone what God has done for you—and for them—and how they can have a relationship with him.

If somebody died for you, wouldn’t you want to know about it? Jesus died for every single person in the world. This weekend, millions of people will sit at home watching TV, with a soda or beer, maybe reading the newspaper, kicked back and relaxed—and totally unaware that Jesus Christ died for them and unaware of the grace that is available to them.

The Bible tells us in 2 Peter 3:9 that the Lord is patient because “he does not want anyone to be destroyed, but wants all to turn away from their sins” (GNT). God wants everybody in his family, and because God cares, we must care.

The way we show our gratitude for the grace of God is by making our own lives count, by living a life of extravagant generosity, and by telling as many people as we can about the Good News of God’s grace.


Ade Armando: IRAN ADALAH CONTOH KEBIADABAN NEGARA YANG DIKUASAI AGAMA I ...

https://youtube.com/watch?v=ZNe1SLPixgw&si=wIdAUNeyqv7RR1SL

Senin, 30 Maret 2026

Kedermawanan Mencerminkan Kasih Karunia Tuhan

31 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 9:7-8 "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan."
--------------------
Salah satu cara untuk melihat seberapa dalam Anda memahami kasih karunia Tuhan adalah melalui cara Anda memberi.

Alkitab mengajarkan "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan." (2 Korintus 9:7-8)

Perhatikan kata "segala" dalam ayat ini: Tuhan mencukupi Anda dalam segala hal, setiap waktu, dan dalam setiap kebutuhan.
Ini adalah janji bagi orang yang hidup semakin serupa dengan Kristus.

Menjadi Serupa dengan Kristus Seperti apa Kristus itu? Dia adalah Pribadi yang memberi.
Alkitab berkata bahwa Tuhan begitu mengasihi dunia sehingga Ia memberi. Ketika Anda belajar memberi—baik waktu, tenaga, perhatian, uang, maupun kesempatan—Anda sedang bertumbuh menjadi semakin serupa dengan Yesus.
Kedermawanan adalah bukti nyata bahwa Anda memahami kasih karunia Tuhan.

Jika Anda merasa berat atau tertekan saat mendengar tentang memberi, mungkin itu tanda bahwa Anda belum sepenuhnya memahami kasih karunia.
Tuhan bukan ingin mengambil dari Anda. Dia ingin Anda belajar percaya kepada-Nya.
Jika Anda bisa mempercayakan keselamatan Anda kepada Tuhan, bukankah Anda juga bisa mempercayakan hal-hal lain—termasuk keuangan Anda?
Ingatlah: Apa yang Anda miliki sebenarnya bukan milik Anda sepenuhnya. Tuhan hanya meminjamkan pada Anda selama 70 sampai 80 tahun di masa hidup Anda. Semuanya adalah titipan dari Tuhan.

Tuhan memberi dengan murah hati kepada Anda. Kemudian Ia mengundang Anda untuk hidup dalam ucapan syukur dan menjadi pribadi yang juga memberi. Bukan karena Tuhan membutuhkan pemberian Anda, tetapi karena Dia ingin membentuk hati Anda menjadi seperti hati-Nya. Alkitab berkata: "Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?" (Roma 8:32)

Renungkan :

- Apakah Anda sudah menjadi pribadi yang memberi dengan sukacita? Mengapa?

- Bagaimana Anda melihat Tuhan mencukupi kebutuhan Anda selama ini?

- Dalam hal apa hidup Anda sudah mencerminkan rasa syukur atas kasih karunia Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 9-10; Lukas 5:17-39
-----------------
Anda bisa berkata bahwa Anda mengasihi Tuhan. Anda bisa menyanyikan bahwa Anda percaya kepada-Nya.
Namun cara paling nyata untuk menunjukkannya adalah: Bagaimana Anda menggunakan dan membagikan apa yang Tuhan percayakan kepada Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Your Generosity Reflects God's Grace - Daily Hope with Rick Warren - March 31, 2026

"Each of you should give what you have decided in your heart to give, not reluctantly or under compulsion, for God loves a cheerful giver. And God is able to bless you abundantly, so that in all things at all times, having all that you need, you will abound in every good work." 2 Corinthians 9:7-8 (NIV)
-----------------
One way to measure how much you understand grace and how much you're living by grace, look at your giving.

The Bible says, "Each of you should give what you have decided in your heart to give, not reluctantly or under compulsion, for God loves a cheerful giver. And God is able to bless you abundantly, so that in all things at all times, having all that you need, you will abound in every good work" (2 Corinthians 9:7-8 NIV).

Notice the "alls" in that Scripture: "all things," "at all times," "having all that you need." Those are the promises related to the person who's becoming like Christ. What is Christ like? He is a giver. God loved the world so much that he gave. And as you learn to be generous—with your time, hospitality, money, resources, and opportunities—you start to look like Jesus. Nothing is greater proof that you understand grace than being lovingly gracious and generous to other people and to God.

If you feel tense or defensive when your pastor starts talking about giving, it may mean you don't fully understand grace. Look at the Scripture again. It says that God loves a cheerful giver and is able to take care of all your needs—all the time, in every way, however you need them.

Here's the question: Are you going to trust the God who gave his life for you? If you can trust him enough for salvation, can't you trust him everything he's given to you, including your finances?

The truth is, you really don't own anything. God just loans it to you for 70 or 80 years. It's all his in the first place!

God gives to us generously. Then he says, "Lead a life of gratitude. Be generous in giving." Does God need your gifts? No. He wants you to become like him. He wants you to have a heart that says, "I can't wait to give in every area."

Romans 8:32 says, "Since [God] did not spare even his own Son but gave him up for us all, won't he also give us everything else?" (NLT).

You can say you love God and sing that you trust God and put him first, but how generous you are with everything he's given you is where you can show just how much his grace means to you.


Minggu, 29 Maret 2026

Satu Langkah untuk Kembali Dekat dengan Tuhan

30 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
Yeremia 15:19 "Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan engkau menjadi pelayan di hadapan-Ku"
------------
Ketika Anda percaya kepada Kristus, Anda menjadi bagian dari keluarga Tuhan. Hubungan itu tidak bisa dibatalkan. Namun, dosa bisa membuat Anda merasa jauh dari Tuhan.
Kabar baiknya: Anda hanya perlu satu langkah untuk kembali dekat dengan-Nya.

Apa yang harus dilakukan saat Anda jatuh dalam dosa?
Satu kata: kembali.
Kembalilah kepada Kristus. Sesederhana itu.

Alkitab berkata: "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju." (Yesaya 1:18)
Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni Tuhan.

Belajar dari Petrus
Mungkin salah satu kegagalan terbesar dalam Alkitab adalah ketika Petrus menyangkal Yesus sebanyak tiga kali. Namun Yesus sudah mengetahui hal itu sebelumnya—bahkan Ia tahu bahwa Petrus akan kembali.
Yesus berkata: "Aku telah berdoa untukmu, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu" (Lukas 22:32)
Menariknya, setelah kegagalannya, pelayanan Petrus justru menjadi lebih kuat. Ia bahkan dipakai Tuhan untuk menulis bagian dari Alkitab.
Artinya: kegagalan bukan akhir—Tuhan masih bisa memulihkan dan memakai hidup Anda.

Tuhan Tidak Pernah Meninggalkan Anda
Mungkin Anda merasa jauh dari Tuhan. Mungkin itu terjadi karena satu kesalahan besar, atau karena banyak langkah kecil yang menjauhkan Anda sedikit demi sedikit.
Namun Tuhan tidak pernah melupakan Anda.
Yesus digambarkan sebagai Gembala yang baik, yang meninggalkan 99 domba untuk mencari satu yang tersesat (Matius 18:12-14).
Itu berarti: Tuhan sedang mencari Anda, bukan menjauh dari Anda.

Pulihkan Sukacita Anda
Ketika Daud jatuh dalam dosa, ia tidak berkata, "Tuhan, kembalikan keselamatanku,"
tetapi ia berdoa: "Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu" (Mazmur 51:12)
Daud tidak kehilangan keselamatan—ia kehilangan sukacita.

Mungkin itu juga yang Anda rasakan hari ini. Jika Anda kehilangan sukacita, ingatlah: Anda hanya satu langkah iman untuk kembali dipulihkan sepenuhnya.

Ajak Diri Anda Kembali
Hari ini, Tuhan mengundang Anda: "Pulanglah."
Tidak perlu menunggu sempurna.
Tidak perlu menunggu siap.

Renungkan :

- Apa yang membuat Anda menunda untuk datang kembali kepada Tuhan setelah jatuh dalam dosa?

- Hal apa dalam hidup Anda yang perlu dipulihkan oleh Tuhan hari ini?

- Bagaimana hidup Anda bisa dipakai lebih efektif oleh Tuhan setelah Anda kembali kepada-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Hakim-hakim 7-8; Lukas 5:1-16
____________
Cukup ambil satu langkah: kembali kepada-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
One Step to a Closer Relationship with God - Daily Hope with Rick Warren - March 30, 2026

"If you return to me, I will restore you so you can continue to serve me." Jeremiah 15:19 (NLT)
-------------------
When you become a believer in Christ, you're born into God's family, and you can't be unborn. Although sin can disrupt how close you feel to God, you still have a relationship with him. You're always just one step away from coming back and growing close again.

So, what should you do when you sin? One word: Return! Come back to Christ. It's that simple.

God says in Isaiah 1:18, "No matter how deep the stain of your sins, I can take it out and make you as clean as freshly fallen snow" (TLB).

If ever there were a sin you'd think was unforgivable, it would be denying Jesus three times on the night he was betrayed. But Jesus knew Peter would deny him, and he even knew Peter would come back to him. In fact, before it even happened, Jesus said to Peter in the Upper Room, "I have pleaded in prayer for you that your faith should not completely fail. So when you have repented and turned to me again, strengthen and build up the faith of your brothers" (Luke 22:32 TLB).

Jesus knew Peter's ministry would be more effective after his denial than it was before. And, sure enough, it was! Peter wrote two books of the Bible: 1 Peter and 2 Peter. Later he shared his memoirs with a relative, and that became the Gospel of Mark.

You may think God has forgotten you. He hasn't. The Good Shepherd leaves the 99 sheep to go after the one that is wandering (Matthew 18:12-14). He knows how you've fallen away. Whether it's happened through one giant step or a series of small steps, you may not feel as close to Jesus as you used to be. If that's you, pray what David prayed when he came back to God after committing adultery. He said, "Restore to me the joy of your salvation" (Psalm 51:12 NLT). David did not have to pray, "God, restore to me my salvation," because he hadn't lost his salvation. He had lost the joy.

If you've lost your joy, you're only one step in faith away from returning to God and being restored in every way.

Why not come home to Christ today?