Selasa, 24 Februari 2026

Bagaimana Bertumbuh dalam Hubungan engan Tuhan


25 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 25:14 "TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka."
--------------------
Jika Anda ingin memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan, Anda perlu belajar untuk memperlambat langkah dan menyediakan waktu khusus bersama-Nya.

Hubungan dengan Tuhan sama seperti hubungan persahabatan lainnya. Persahabatan membutuhkan waktu. Jika Anda tidak pernah meluangkan waktu untuk seseorang, hubungan itu tidak akan bertumbuh. Demikian juga, jika Anda ingin Tuhan menjadi sahabat terdekat Anda, Anda perlu memberikan waktu terbaik Anda kepada-Nya.

Alkitab berkata, "Diamlah dan ketahuilah bahwa Aku adalah Allah" (Mazmur 46:10). Untuk mengenal Tuhan lebih dalam, Anda perlu belajar untuk diam di hadapan-Nya.

Salah satu cara praktis untuk melakukannya adalah dengan memiliki waktu khusus setiap hari bersama Tuhan. Dalam waktu itu, Anda dapat membaca firman-Nya, berdoa dan membuka hati Anda kepada-Nya.

Mazmur 25:14 mengatakan bahwa Tuhan menyatakan diri-Nya kepada orang-orang yang menghormati Dia. Ini berarti Tuhan menyatakan kehendak-Nya kepada mereka yang sungguh-sungguh mencari dan meluangkan waktu bersama-Nya.

Anda tidak akan mengenal Tuhan secara mendalam hanya dengan menghadiri ibadah. Hubungan yang dekat dengan Tuhan bertumbuh ketika Anda berbicara kepada-Nya secara pribadi dan mendengarkan suara-Nya melalui Firman-Nya.

Anda tidak perlu menggunakan kata-kata yang sulit. Anda dapat berbicara kepada Tuhan dengan sederhana dan jujur. Sampaikan isi hati Anda, lalu belajarlah untuk diam dan mendengarkan.

Ketika Anda meluangkan waktu bersama Tuhan, Anda akan mulai merasakan kasih, damai sejahtera dan tuntunan-Nya dalam hidup Anda.

Renungkan :

- Apa saja hal yang sering mengalihkan perhatian Anda dari waktu bersama Tuhan?

- Apa yang dapat Anda lakukan untuk menyediakan waktu khusus bersama Tuhan setiap hari?

- Bagaimana hidup Anda dapat berubah jika Anda semakin dekat dengan Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 9-11; Markus 5:1-20
___________
Mulailah hari ini. Perlambat langkah Anda, datang kepada Tuhan dan berikan waktu Anda kepada-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
How to Grow Your Relationship with God - Daily Hope with Rick Warren - February 25, 2026

"Friendship with God is reserved for those who reverence him. With them alone he shares the secrets of his promises." Psalm 25:14 (TLB)
----------------
If you want to build a deep relationship with God, you have to slow down and be quiet.

Friendship with God is like any other friendship—you have to make time for it. If you don't make time for your human friends, they're not really your friends. You make time for your friends. If God is going to be your best friend, you've got to give him your best time.

The Bible says, "Be still, and know that I am God" (Psalm 46:10 NIV).

To know God better, you have to be still. And a great way to be still with God is by having a daily quiet time with him.

The Living Bible paraphrase says, "Friendship with God is reserved for those who reverence him. With them alone he shares the secrets of his promises" (Psalm 25:14).

Many people don't know God. They haven't experienced his love. They don't know why he does what he does. Yet the Bible says that friendship with God is reserved for those who reverence him—in other words, those who slow down and spend time with him.

What would a friendship be like if you never invested your time in it? Friendships need attention. You will never know God intimately if you only go to church services.

You've got to read God's Word and ask him, "God, is there anything you want to say to me?" You don't have to use any fancy phrases or words. Just talk to him authentically. And then listen!

The Message paraphrase says it like this: "When you come before God, don't turn that into a theatrical production. . . . Find a quiet, secluded place so you won't be tempted to role-play before God. Just be there as simply and honestly as you can manage. The focus will shift from you to God, and you will begin to sense his grace" (Matthew 6:5-6).

Slow down today, focus on God, and listen as he speaks to you about his grace.


Senin, 23 Februari 2026

Menjadikan Tuhan Prioritas Utama

24 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 3:8 "Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus"
----------------
Anda tidak akan bertumbuh dekat dengan Tuhan secara kebetulan. Kedekatan dengan Tuhan terjadi ketika Anda menjadikan Dia prioritas utama dalam hidup Anda.

Rasul Paulus berkata bahwa tidak ada yang lebih berharga daripada mengenal Kristus. Ia bahkan rela melepaskan segala sesuatu, karena ia menyadari bahwa hubungan dengan Tuhan jauh lebih berharga daripada apa pun di dunia ini.

Pertanyaannya adalah: apakah Anda juga menjadikan Tuhan sebagai prioritas utama setiap hari?

Kedekatan Anda dengan Tuhan bergantung pada pilihan Anda sendiri. Anda sedekat dengan Tuhan sejauh Anda memilih untuk mendekat kepada-Nya. Jika Anda merasa jauh dari Tuhan, bukan Tuhan yang menjauh. Tuhan tetap dekat. Anda hanya perlu kembali menjadikan Dia prioritas dalam hidup Anda.

Mengenal dan mengasihi Tuhan adalah kehormatan terbesar dalam hidup manusia. Dan mengetahui bahwa Tuhan mengenal dan mengasihi Anda adalah sumber sukacita dan kekuatan yang sejati.

Sering kali, apa yang paling penting bagi seseorang terlihat dari apa yang paling sering ia bicarakan. Jika seseorang paling menghargai pekerjaannya, ia akan sering membicarakan pekerjaannya. Jika seseorang paling menghargai harta atau pengalaman, itulah yang akan menjadi fokus pembicaraannya.

Firman Tuhan berkata dalam Yeremia 9:23–24 bahwa yang patut dibanggakan bukanlah kekuatan, kekayaan atau hikmat manusia, melainkan bahwa seseorang mengenal Tuhan.
Inilah yang paling penting dalam hidup: mengenal Tuhan.

Tuhan yang menciptakan Anda mengasihi Anda dan rindu memiliki hubungan yang dekat dengan Anda.

Renungkan :

- Apa yang perlu Anda ubah agar Tuhan benar-benar menjadi prioritas utama dalam hidup Anda?

- Jika orang lain melihat hidup Anda, apa yang mereka anggap paling penting bagi Anda?

- Langkah apa yang dapat Anda lakukan hari ini untuk semakin mendekat kepada Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 7-8; Markus 4:21-41
__________
Ketika Anda menjadikan Tuhan prioritas utama, Anda akan menemukan damai sejahtera, arah hidup dan kekuatan yang sejati.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
"Making God Your Priority* - Daily Hope with Rick Warren - February 25, 2026

"Everything else is worthless when compared with the infinite value of knowing Christ Jesus my Lord. For his sake I have discarded everything else, counting it all as garbage, so that I could gain Christ." Philippians 3:8 (NLT)
-------------------
You're never going to become a friend of God in your spare time. To become his friend, you have to make knowing him your number one priority.

Paul says it like this: "Everything else is worthless when compared with the infinite value of knowing Christ Jesus my Lord. For his sake I have discarded everything else, counting it all as garbage, so that I could gain Christ" (Philippians 3:8 NLT).

So let me ask you: Are you doing that? Are you seeking God with all your heart each day?

Remember: You are as close to God as you choose to be. Becoming a friend of God starts when you decide that's what you want.

If you feel far from God, think about who moved. It wasn't God. And you can't blame anyone else, not your spouse, your parents, or your kids. It's simply that you didn't make him your number one priority.

Knowing and loving God is humanity's greatest privilege. And being known and being loved by God is our greatest pleasure.

I've noticed that you can tell what's important to people by what they brag about. If their kids are most important, they brag about their kids. If their job is the most important thing in their life, they brag about their job. If travel and having experiences are most important, that's what they talk about. If partying or buying new clothes is what you talk about most, guess what you value most? You brag about what you value most.

God says in Jeremiah 9:23-24, "The wise should not boast of their wisdom, nor the strong of their strength, nor the rich of their wealth. If any want to boast, they should boast that they know and understand me" (GNT).

Knowing God is what matters most—it's what life is all about. The God of the universe loves you and wants to have a relationship with you. And getting close to him will give you peace and perspective. That's good news!


Minggu, 22 Februari 2026

Dampak Ketakutan dalam Hubungan

23 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
1 Yohanes 4:18 "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih."
--------------------
Apakah hubungan Anda dipenuhi oleh rasa aman atau oleh rasa takut?

Banyak orang mengalami pergumulan yang sama: mereka ingin memiliki hubungan yang dekat dengan orang lain, tetapi pada saat yang sama mereka takut untuk membuka diri. Mereka merindukan kedekatan, tetapi takut ditolak, disakiti atau tidak diterima.

Ketakutan sering kali menciptakan keinginan untuk mengendalikan dalam hubungan. Ketika seseorang merasa tidak aman, ia berusaha mengontrol keadaan atau orang lain. Namun pada saat yang sama, ia juga tidak ingin dikendalikan. Akibatnya, hubungan dipenuhi ketegangan dan kedekatan menjadi sulit terbangun.

Jika ketakutan merusak hubungan, maka kasihlah yang membangunnya.

Alkitab berkata bahwa kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Kasih memindahkan fokus dari diri sendiri kepada orang lain. Ketika Anda lebih fokus mengasihi daripada melindungi diri sendiri, ketakutan mulai kehilangan kuasanya.

Sering kali ketakutan muncul karena seseorang merasa harus membuktikan dirinya atau takut dinilai oleh orang lain. Namun ketika Anda memahami bahwa Tuhan mengasihi Anda sepenuhnya, Anda tidak lagi perlu hidup dalam ketakutan atau berusaha mendapatkan penerimaan manusia.

Kasih Tuhan memberi rasa aman. Ketika Anda yakin akan kasih-Nya, Anda menjadi bebas untuk mengasihi orang lain tanpa rasa takut. Anda tidak lagi bergantung pada penilaian orang lain, karena identitas dan nilai diri Anda sudah aman di dalam Tuhan.

Renungkan :

- Ketakutan apa yang selama ini menghalangi Anda untuk membuka hati kepada orang lain?

- Dalam hubungan apa Anda pernah merasakan rasa aman dan penerimaan yang tulus?

- Bagaimana pemahaman tentang kasih Tuhan dapat menolong Anda membangun hubungan yang lebih sehat?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 4-6; Markus 4:1-20
____________
Kasih Allah membebaskan Anda untuk membangun hubungan yang sehat, terbuka dan penuh damai.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
*l"Love has no fear, because perfect love expels all fear. If we are afraid . . . this shows that we have not fully experienced his perfect love." 1 John 4:18 (NLT)
--------------
Are your relationships characterized by freedom or by fear?

If you're like most people, you find yourself in a dilemma: You long to be close to other people, but you also fear being close. You want the freedom of intimacy with others, but you're also scared to death of it.

Fear often causes a battle for control in relationships. When you're afraid, you're insecure. And insecurity makes you try to control others—and resist efforts to be controlled! As a result, you can't get close to other people because you're just battling back and forth for control. So insecurity prevents intimacy and destroys your relationships.

If insecurity destroys relationships, then what builds them? Love! Love builds relationships.

The Bible says in 1 John 4:18, "Love has no fear, because perfect love expels all fear. If we are afraid . . . this shows that we have not fully experienced his perfect love" (NLT).

Love expels fear by taking the focus off of you and putting it on others. People often ask me, "Do you ever get nervous when you're talking to a lot of people?" The answer is, "Of course!"

But here's what makes the difference: I take the focus off of myself and focus on the people in front of me instead. If I stood there thinking about what they thought of my hairstyle or my way of speaking, I would be afraid. But the minute I start thinking about how much I love the people I'm with, the fear leaves.

It's the same in any relationship. Focusing on the other person gives you the power to throw fear out of your life.

How do you find that power to focus on other people? You start by realizing how much God loves you. The moment you begin to understand how much God loves you, you don't have to prove yourself anymore. Because you're secure in God's love, you don't have to spend your life trying to impress other people.

Do you know how freeing and enjoyable it is to live life that way? When you're secure in your relationship with Christ, you're no longer pressured by everyone else's expectations. Your identity and self-worth are in Christ—not in what others might think of you.

God's love frees you to love others fearlessly.

Sabtu, 21 Februari 2026

Apakah Anda Bersedia Dipakai oleh Tuhan?

22 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
2 Tawarikh 16:9 "Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia"
------------------
Sebagian besar orang hanya menyaksikan apa yang terjadi dalam hidup, tetapi sedikit orang memilih untuk menjalani hidup dengan tujuan yang berarti. Tuhan memanggil Anda bukan hanya untuk menjalani hidup, tetapi untuk hidup dengan tujuan yang telah Ia tetapkan.

Jauh sebelum Anda lahir, Tuhan sudah mengetahui keberadaan Anda hari ini. Tidak ada bagian dari hidup Anda yang terjadi secara kebetulan. Pengalaman, kesempatan dan perjalanan hidup Anda adalah bagian dari rencana Tuhan untuk membawa dampak yang berarti.

Apa pun masa lalu Anda, apa pun ketakutan Anda dan apa pun kelemahan Anda, Tuhan tetap dapat memakai hidup Anda. Yang Tuhan cari bukanlah kemampuan yang luar biasa, tetapi hati yang bersedia dan berkomitmen kepada-Nya.

Tuhan tidak terutama melihat seberapa besar kemampuan Anda. Ia melihat apakah Anda bersedia dipakai oleh-Nya.

Ketika seseorang berkata kepada Tuhan, "Saya bersedia melakukan apa pun yang Engkau kehendaki," di situlah perjalanan iman yang sesungguhnya dimulai. Tuhan mencari orang-orang yang bersedia menyerahkan hidupnya kepada-Nya, sehingga Ia dapat menguatkan dan memakai mereka untuk tujuan-Nya.

Alkitab berkata bahwa mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk menguatkan orang-orang yang sungguh-sungguh setia kepada-Nya. Ini berarti Tuhan melihat hati Anda. Ia siap menguatkan dan menuntun Anda ketika Anda bersedia mempercayakan hidup Anda kepada-Nya.

Semua itu dimulai dengan hati yang bersedia. Anda dapat memulainya hari ini dengan berkata,
"Tuhan, saya bersedia. Pakailah hidup saya sesuai dengan kehendak-Mu."

Renungkan :

- Apakah Anda pernah merasa tidak cukup mampu untuk dipakai oleh Tuhan?

- Apa yang mungkin menghalangi Anda untuk menyerahkan hidup sepenuhnya kepada-Nya?

- Langkah apa yang dapat Anda ambil hari ini untuk menunjukkan bahwa Anda bersedia mengikuti kehendak Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 1-3; Markus 3
______________
Ketika Anda membuka hati dan bersedia dipakai oleh-Nya, Tuhan akan menuntun langkah Anda dan memakai hidup Anda untuk tujuan yang indah.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Are You Available to God? - Daily Hope with Rick Warren - February 22, 2026

"For the eyes of the Lord range throughout the earth to strengthen those whose hearts are fully committed to him." 2 Chronicles 16:9 (NIV)
-------------------
Most people get to watch history; very few choose to make it.

But I believe you can be a history-maker.

A thousand years before you were born, God knew you'd be right where you are today. He knew you'd be reading this devotional. I believe it's because God has something special, something unique in store for you.

You're not sitting where you're sitting by accident. You haven't had the experiences in your life by chance. God designed your life to make a difference in the world.

No matter where you've been, what you're afraid of, or what sin is in your rearview mirror, God can still use you to make a difference in this world. What he needs from you is a total commitment to him. God wants you to be all in on his plan for you.

God is less interested in your ability; he cares about your availability.

At an early age I told God, "I'm all in! I don't care what you ask me to do or how tough it is, I'll say yes—anytime, anywhere, anyplace." Since then, it has been a wild and amazing adventure doing what God has asked me to do.

You can make that same decision, too. God is looking for people to use to change the world.

The Bible says, "For the eyes of the Lord range throughout the earth to strengthen those whose hearts are fully committed to him." 2 Chronicles 16:9 (NIV). God is looking for you—yes, you—so he can strengthen you and use you to make an impact.

And it all starts with a committed and available heart. You can start today. Let God know that you're committed to doing whatever he wants with your life. Tell him you're available for him to use you, and then watch how he answers your prayer.


Jumat, 20 Februari 2026

Kerendahan Hati: Penawar Kesombongan

21 Februari 2026

Bacaan Hari ini:

Filipi 2:3 "dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri"
------------------
Kesombongan merusak hubungan. Ia dapat muncul dalam berbagai bentuk: suka mengkritik, ingin menang sendiri, keras kepala atau hanya peduli pada penampilan luar.

Masalahnya, kesombongan sering tidak disadari oleh orang yang memilikinya. Orang lain dapat melihatnya dengan jelas, tetapi diri sendiri sulit menyadarinya.

Amsal 16:18 berkata, "Kesombongan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan." Semakin besar ego seseorang, semakin besar pula risiko kejatuhannya.

Jika kesombongan merusak hubungan, maka kerendahan hati adalah penawarnya. Kerendahan hati membangun kembali apa yang dirusak oleh kesombongan. Filipi 2:3 mengajarkan untuk rendah hati dan memberi hormat kepada orang lain lebih daripada kepada diri sendiri.

1 Petrus 3:8 menambahkan bahwa kita dipanggil untuk hidup rukun, penuh simpati, saling mengasihi, berbelas kasihan, dan rendah hati.

Lalu, bagaimana seseorang dapat bertumbuh dalam kerendahan hati? Caranya adalah dengan membiarkan Kristus mengubah cara berpikir, sikap hati, dan reaksi Anda. Efesus 4:23–24 berkata bahwa Roh Allah akan memperbarui pikiran dan menjadikan Anda pribadi yang baru.

Ada satu prinsip penting dalam hubungan: Anda cenderung menjadi seperti orang-orang yang paling sering bersama Anda. Jika Anda banyak bergaul dengan orang yang mudah marah, Anda pun mudah marah. Jika Anda sering bersama orang yang penuh sukacita, Anda pun menjadi lebih bersukacita.

Karena itu, jika Anda ingin menjadi pribadi yang lebih rendah hati, dekatlah dengan Yesus. Ia adalah teladan kerendahan hati yang sempurna. Ia datang dari surga, menjadi manusia, hidup untuk melayani dan menyerahkan hidup-Nya bagi manusia.

Filipi 2:5–6 berkata, "Hendaklah kamu menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus."

Renungkan :

- Ciri apa yang Anda lihat pada orang-orang yang rendah hati di sekitar Anda?

- Dalam hal apa Anda dapat lebih menghormati orang lain daripada diri sendiri?

- Sikap atau pola pikir apa yang perlu Tuhan ubah dalam diri Anda agar semakin serupa dengan Kristus?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 26-27; Markus 2
____________
Semakin Anda mengenal Dia melalui doa dan firman-Nya, semakin hati Anda dibentuk menjadi rendah hati. Dan ketika kerendahan hati tumbuh, hubungan Anda pun akan semakin kuat.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Humility: The Antidote to Pride - Daily Hope with Rick Warren - February 20, 2026

"Be humble and give more honor to others than to yourselves." Philippians 2:3 (NCV)
---------------------
Pride destroys relationships. It shows up in a lot of different forms, like criticism, competition, stubbornness, and superficiality.

The problem with pride is that it's self-deceiving. When you have too much pride, you don't see it in your life—but everyone else does!

Proverbs 16:18 says, "Pride leads to destruction; a proud attitude brings ruin" (NCV). I love that same verse in The Message paraphrase: "First pride, then the crash—the bigger the ego, the harder the fall."

While pride destroys relationships, humility serves as its antidote, and relationships are built instead. Philippians 2:3 tells you how to combat pride by choosing humility: "Be humble and give more honor to others than to yourselves" (NCV). 1 Peter 3:8 gives more details: "Everyone must live in harmony, be sympathetic, love each other, have compassion, and be humble" (GW).

How do you grow in humility? You let Jesus Christ begin to control your thoughts, heart, attitude, and reactions. Ephesians 4:23-24 says, "Let the Spirit change your way of thinking and make you into a new person" (CEV).

The basic law of relationships is this: You tend to become like the people you spend time with. If you spend time with grumpy people, you get grumpier. If you spend time with happy people, you get happier.

If you want to become a new, humbler person, you need to spend time with Jesus Christ, because he is humble. By building a relationship with him through prayer and reading his Word, you'll get to know him and become more like him.

Philippians 2:5-6 says it like this: "You must have the same attitude that Christ Jesus had. Though he was God, he did not think of equality with God as something to cling to" (NLT).

Jesus is the ultimate example of humility. He came from heaven to earth to become a man, live for you, give his life for you, and be resurrected for you. When you spend time with him, it makes you humble. That humility, in turn, builds your relationships.


Kamis, 19 Februari 2026

Sikap Tidak Egois Menguatkan Hubungan

20 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Galatia 6:7–8 "Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu."
-------------------
Sikap mementingkan diri sendiri adalah salah satu penyebab utama rusaknya hubungan. Dari pertengkaran kecil hingga konflik besar, banyak masalah berawal dari keinginan untuk menang sendiri dan mengutamakan diri sendiri.

Yakobus 4:1 mengingatkan bahwa pertengkaran muncul dari keinginan-keinginan dalam diri kita. Ketika setiap orang ingin didahulukan, didengar, dan dimengerti tanpa mau melakukan hal yang sama bagi orang lain, hubungan menjadi tegang.

Sikap egois sering masuk secara perlahan. Pada awal sebuah hubungan, biasanya seseorang berusaha bersikap perhatian dan rela berkorban. Namun seiring waktu, perhatian itu bisa berkurang. Energi lebih banyak dicurahkan untuk memulai hubungan daripada merawatnya.

Karena itu, jika sikap egois merusak hubungan, maka sikap tidak egoislah yang menguatkannya. Tidak egois berarti belajar lebih sedikit memikirkan diri sendiri dan lebih banyak memikirkan orang lain. Artinya memperhatikan kebutuhan pasangan, keluarga, atau sahabat, bukan hanya kepentingan pribadi.

Filipi 2:4 berkata, "Janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga."

Ketika Anda mulai bersikap tidak egois, suasana hubungan berubah. Sikap yang tulus membangun kepercayaan. Bahkan orang yang sulit sekalipun dapat berubah ketika diperlakukan dengan kebaikan dan pengertian.

Alkitab mengajarkan prinsip menabur dan menuai: apa yang Anda tanam, itulah yang akan Anda tuai. Jika Anda menanam keegoisan, Anda akan menuai jarak dan konflik. Tetapi jika Anda menanam ketulusan dan pengorbanan, Anda akan menuai kedamaian dan berkat.

Allah sendiri adalah Pribadi yang tidak mementingkan diri. Semua yang Anda miliki adalah pemberian dari-Nya. Karena itu, hidup yang paling bermakna adalah hidup yang mau memberi, bukan hanya menerima.

Yesus berkata, "Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya." (Markus 8:35).

Renungkan :

- Dalam hubungan apa Anda perlu mengurangi sikap egois?

- Apa satu tindakan kecil yang dapat Anda lakukan minggu ini untuk lebih mengutamakan orang lain?

- Bagaimana Anda pernah melihat hubungan membaik ketika Anda memilih untuk tidak mementingkan diri sendiri?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 25; Markus1:23-45
_____________
Hubungan akan menjadi kuat ketika setiap orang belajar untuk tidak lagi berpusat pada diri sendiri.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Selflessness Brings Out the Best in Relationships - Daily Hope with Rick Warren - February 20, 2026

"The person who plants selfishness, ignoring the needs of others—ignoring God!—harvests a crop of weeds. All he'll have to show for his life is weeds! But the one who plants in response to God, letting God's Spirit do the growth work in him, harvests a crop of real life, eternal life." Galatians 6:7-8 (MSG)
-------------------
Selfishness destroys relationships. It is the number one cause of conflict, arguments, divorce, and even war.

James 4:1 says, "What causes fights and quarrels among you? Don't they come from your desires that battle within you?"(NIV). Every trouble starts because of self-centeredness.

It's very easy for selfishness to enter relationships. When you first start a relationship, you work hard at being unselfish. But as time goes on, selfishness begins to creep in. People often put more energy into starting and building relationships than they do in maintaining them.

If selfishness destroys relationships, then selflessness is what makes them grow. What does selflessness mean? It means less of "me" and more of "you." It means thinking of others more than you think of yourself and putting other people's needs before your own. As Philippians 2:4 says, "Everyone should look not to his own interests, but rather to the interests of others (CSB).

Selflessness brings out the best in people. It builds trust in relationships. In fact, if you start acting selflessly in a relationship, the other person changes too; when you're selfless, you're not the same person anymore, so they have to relate to you in a different way.

I've seen it many times. Some of the most unlovable people, those who no one wants to be around, are often transformed when someone is kind and selfless toward them. When someone is given what they need—not what they deserve—they change in beautiful ways.

The Bible says in the Message paraphrase, "The person who plants selfishness, ignoring the needs of others—ignoring God!—harvests a crop of weeds. All he'll have to show for his life is weeds! But the one who plants in response to God, letting God's Spirit do the growth work in him, harvests a crop of real life, eternal life" (Galatians 6:7-8).

This is the biblical principle of sowing and reaping. What you sow, you're going to reap. When you sow selflessness, you reap God's blessing. This is how he's wired the universe: The more unselfish you are, the more he blesses you. He wants you to become like him, and he is unselfish. Everything you have is a gift from God, a result of his unselfishness toward you.

So while you're here on this earth, you'll be most fulfilled when you give yourself away. Jesus said, "If you try to hang on to your life, you will lose it. But if you give up your life for my sake and for the sake of the Good News, you will save it"(Mark 8:35 NLT).


Rabu, 18 Februari 2026

Keterampilan yang Membangun Relasi

19 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 15:2 "Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya"
-------------------
Mendengarkan adalah salah satu keterampilan terpenting dalam membangun persahabatan dan relasi yang sehat. Anda tidak dapat sungguh-sungguh mengasihi seseorang tanpa bersedia mendengarkannya.

Namun, banyak orang mengalami masalah dalam relasi karena mengira bahwa mendengar dan mendengarkan adalah hal yang sama. Padahal keduanya berbeda. Anda bisa saja mendengar kata-kata seseorang, tetapi tidak benar-benar mendengarkan isi hatinya.

Sering kali pertengkaran terjadi bukan karena kata-kata yang diucapkan, melainkan karena perasaan yang tidak dipahami. Seseorang mungkin berkata, "Saya baik-baik saja," tetapi nada suaranya menunjukkan sebaliknya. Mendengarkan yang sejati berarti menangkap bukan hanya kata-kata, tetapi juga emosi yang tersembunyi di baliknya.

Mendengarkan seperti ini disebut empati. Empati berarti berusaha menempatkan diri pada posisi orang lain dan melihat keadaan dari sudut pandangnya. Anda bertanya dalam hati, "Bagaimana perasaan saya jika berada dalam situasi itu?"

Mendengarkan  dengan empati berarti:

- Tidak memotong pembicaraan.

- Tidak langsung memberi nasihat.

- Tidak buru-buru memperbaiki keadaan.

- Memberi perhatian penuh tanpa gangguan.

Roma 15:2 mengajarkan bahwa kita perlu menanggung beban orang lain—termasuk keraguan dan ketakutan mereka. Artinya, ketika seseorang sedang begitu terluka hingga bingung dengan apa yang ia rasakan atau percayai, ia membutuhkan seorang sahabat yang setia. Ia membutuhkan seseorang yang mau hadir dan mendengarkan dengan penuh perhatian.
Maukah Anda menjadi sahabat seperti itu hari ini?

Renungkan :

- Bagaimana bahasa tubuh Anda menunjukkan bahwa Anda sungguh-sungguh mendengarkan?

- Apa manfaatnya bertanya, "Bagaimana jika saya berada dalam situasi itu?"

- Langkah apa yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi gangguan saat seseorang berbicara kepada Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 23-24; Markus 1:1-22
_____________
Sering kali, penyembuhan terjadi bukan karena solusi yang diberikan, melainkan karena seseorang merasa didengarkan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
The Skill That Builds Relationships - Daily Hope with Rick Warren - February 19, 2026

"We must bear the 'burden' of being considerate of the doubts and fears of others." Romans 15:2 (TLB)
-----------------------
Listening is probably the most important skill in building friendships and relationships. You can't love people without listening to them.

But sometimes people run into trouble in their relationships when they think hearing and listening are the same thing. The truth is that there's a big difference between hearing someone and listening to them.

You can hear something and not really be listening. I can't tell you how many arguments I've had with my kids or my wife because I was hearing the words but not really listening to the emotions. Sometimes the words don't even matter. Someone can say to you, "I'm fine," but the way they say it tells you that they're not fine. Listening means you also hear what the person isn't saying.

When you listen that way, you're showing empathy. Empathy means to put yourself in the other person's shoes and learn their point of view. You ask yourself, "How would I feel if I were in that situation?"

Listening with empathy means you listen without interruption and you listen for what's not being said—the feelings and fears behind the words. And you don't need to try to fix the situation. In fact, sometimes healing comes just from someone listening!

Romans 15:2 says, "We must bear the 'burden' of being considerate of the doubts and fears of others" (TLB).

What does it mean to be considerate or to bear the burden of someone else's doubts? It means that, when people are in so much pain that they don't even know what they believe, they need the devotion of a loyal friend. They need someone who will be present and listen with empathy.

Will you be that friend today?