Kamis, 10 September 2026

Dana Investasi Allah Bertahan Selamanya

11 September 2026

Bacaan Hari ini:
1 Timotius 6:18-19 "Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya."
-------------------
Anda akan menikmati selamanya apa yang Anda investasikan di surga, dan Anda berinvestasi di surga setiap kali Anda menggunakan uang untuk kebaikan.

Alkitab berkata dalam 1 Timotius 6:18-19: "Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya."

Jadi, bagaimana cara terbaik untuk mengumpulkan harta Anda di surga? Setiap penasihat keuangan akan mengatakan kepada Anda untuk tidak menaruh semua telur dalam satu keranjang. Sebaliknya, Anda menempatkan uang Anda dalam berbagai dana untuk mendapatkan portofolio yang seimbang.

Hari ini dan besok, kita akan melihat lima "dana" berbeda yang dapat Anda investasikan untuk kekekalan. Dana-dana ini sudah terbukti. Dana-dana ini memiliki rekam jejak. Dana-dana ini terlindungi. Dana-dana ini bebas risiko. Dan dana-dana ini menghasilkan keuntungan yang sangat besar.

Dana Pertumbuhan Allah
Ini adalah setiap kali Anda berinvestasi dalam sesuatu yang akan mengembangkan karakter Anda. Amsal 10:16 berkata: "Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa"
Anda meningkatkan kehidupan Anda dengan uang ketika Anda menggunakannya untuk bertumbuh secara rohani, intelektual dan emosional. Ketika Anda menggunakan uang untuk mengembangkan kemampuan Anda dan menjadi semakin dewasa, Anda sedang berinvestasi dalam kekekalan.

Dana Bersama Allah
Ini adalah setiap kali Anda menggunakan uang untuk mendorong persekutuan dan membangun hubungan dengan orang-orang percaya lainnya. Roma 12:13 berkata: "Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!"
Mengapa Allah ingin Anda menggunakan sebagian uang Anda untuk menunjukkan kasih kepada orang-orang percaya lainnya? Ada tiga alasan: Ini membuktikan bahwa Anda adalah bagian dari keluarga Allah. Ini menciptakan kesatuan. Dan ini menjadi kesaksian bagi orang-orang yang belum percaya.

Dana Pelayanan Allah
Ini adalah ketika Anda berinvestasi dalam kekekalan dengan menggunakan uang untuk melayani orang lain. Allah ingin Anda mengambil sebagian uang Anda dan menggunakannya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.
Amsal 11:24 berkata: "Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. "
Dengan kata lain, semakin Anda membantu orang lain, semakin Allah memberkati Anda. Mengapa? Karena Allah adalah pemberi. Dia murah hati, dan Dia ingin Anda menjadi seperti Dia.

Renungkan :

- Apakah Anda menghabiskan uang untuk hal-hal yang pada akhirnya merusak karakter Anda? Untuk apa Anda dapat mengarahkan uang tersebut agar justru membangun karakter Anda?

- Mengapa penting untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa Anda adalah bagian dari keluarga Allah dengan memperhatikan dan membantu orang-orang percaya lainnya?

- Apa motivasi Anda untuk bermurah hati? Bagaimana motivasi Anda memengaruhi kemurahan hati Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 8-10; II Korintus 4
_____________
Anda akan mendapati diri Anda menjadi semakin serupa dengan Allah ketika Anda berinvestasi dalam karakter Anda, orang-orang percaya lainnya dan orang-orang yang membutuhkan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
God’s Investment Funds Last Forever
By Rick Warren

“They should be rich in good works and generous to those in need, always being ready to share with others. By doing this they will be storing up their treasure as a good foundation for the future so that they may experience true life.” 1 Timothy 6:18-19 (NLT)
------------------
You are going to enjoy forever what you invest in heaven, and you invest in heaven every time you use money for good.

The Bible says in 1 Timothy 6:18-19, “They should be rich in good works and generous to those in need, always being ready to share with others. By doing this they will be storing up their treasure as a good foundation for the future so that they may experience true life” (NLT).

So what’s the best way to store up your treasure in heaven? Any financial advisor will tell you not to put all your eggs in one basket. Instead, you put your money into different funds for a balanced portfolio.

Today and tomorrow, we’re going to look at five different “funds” you can invest in for eternity. These funds are proven. They have a track record. They’re protected. They are risk-free. And they yield enormous dividends.

God’s Growth Fund. This is any time you invest in something that is going to grow your character. Proverbs 10:16 says, “The earnings of the godly enhance their lives, but evil people squander their money on sin” (NLT).

You enhance your life with your money when you use it to grow spiritually, intellectually, and emotionally. When you use money to develop your skills and become mature, you are investing in eternity.

God’s Mutual Fund. This is every time you use money to encourage fellowship and build relationships with other believers. Romans 12:13 says, “When God’s people are in need, be ready to help them. Always be eager to practice hospitality” (NLT).

Why does God want you to use some of your money to show love to other believers? There are three reasons: It proves that you’re in God’s family. It creates unity. And it’s a witness to unbelievers.

God’s Service Fund. This is when you invest in eternity by using money to serve others. God wants you to take some of your money and use it to help people who are in need.

Proverbs 11:24 says, “One person gives freely, yet gains more; another withholds what is right, only to become poor” (CSB). In other words, the more you help others, the more God blesses you. Why? Because God is a giver. He is generous, and he wants you to become like him.

You’ll find yourself becoming more and more like God as you invest in your character, other believers, and people in need.


KETIKA KERAGUAN SIRNA


Lampiran foto: IMG-20260911-WA0000.jpg

🌿 KETIKA KERAGUAN SIRNA

Ada satu kalimat yang sederhana tapi mengguncang:

“Pencerahan adalah saat tidak ada lagi keraguan.”

Bukan karena seseorang sudah tahu segalanya,

bukan karena hidupnya tanpa masalah,

tapi karena hatinya tidak lagi terombang-ambing oleh ketidakpastian.
---

🌙 *Apa Artinya “Tidak Lagi Ragu”?*

Artinya, seseorang sudah mengenal sumber kekuatannya.

Ia tahu siapa dirinya di balik peran dan nama.

Ia tahu bahwa ada sesuatu yang tidak pernah goyah di dalam dirinya —

sesuatu yang tetap terang, bahkan ketika dunia di sekitarnya gelap.

Ia mungkin masih sedih, kecewa, marah, tertawa, jatuh cinta,
tapi di balik semua itu ada satu kesadaran tenang yang berbisik:

“Aku baik-baik saja. Aku tetap utuh.”

*Rasa ragu muncul ketika kita kehilangan koneksi dengan bagian terdalam dari diri.*

Tapi *ketika seseorang sudah mengenal Tuhan bukan hanya lewat doa, melainkan lewat kehadiran nyata dalam dirinya sendiri, segala ragu perlahan hilang.*
---

🌙 *Pencerahan Itu Bukan Berhenti Berpikir, Tapi Mulai Melihat*

Orang yang tercerahkan bukan berarti tidak lagi punya pikiran atau emosi.

Ia tetap manusia.
Namun kini ia melihat pikirannya seperti menonton awan lewat di langit.

Ia tahu: awan itu datang dan pergi, tapi langitnya tetap sama.

Ragunya dulu adalah awan,
dan kini ia sudah menjadi langit yang memeluk segalanya.
---

🌙 *Tanda Orang yang Sudah Tidak Lagi Ragu*

*1. Ia tenang, meski dunia di sekitarnya bising.*

Ia tidak lagi bereaksi karena takut, tapi bertindak karena sadar.

*2. Ia tidak mencari validasi.*

Ia sudah tahu nilai dirinya datang dari dalam, bukan dari pujian atau penolakan orang lain.

*3. Ia mencintai tanpa syarat.*

Ia tidak menuntut, karena ia sudah penuh.

*4. Ia hidup sederhana tapi bermakna.*

Tidak perlu banyak hal untuk merasa cukup,
karena di dalam dirinya sudah ada segalanya.
---

🌙 *Bagaimana Mencapainya*

*Pencerahan bukan hadiah, melainkan proses mengenal diri dengan jujur.*

Setiap kali kita berani menatap luka,
mengakui rasa takut,
dan melepaskan keinginan untuk mengendalikan segalanya,
kita sedang berjalan menuju cahaya.

Langkahnya sederhana:

*1. Dengar dengan hati. Dengarkan kehidupan, dengarkan keheningan.*

*2. Renungkan tanpa menghakimi.*

Jangan buru-buru mencari jawaban.

*3. Diam dan rasakan. Dalam diam, kebenaran sering berbicara.*

*4. Percaya. Bahwa apa pun yang terjadi adalah bagian dari rencana Tuhan yang tak pernah salah.*

Dan perlahan…
satu demi satu lapisan ragu akan terkelupas,
sampai tersisa satu kesadaran murni yang berkata:

*“Aku tahu siapa yang hidup di dalam diriku — dan itu cukup.”*
---

🌙 *Penutup*

*Pencerahan bukan peristiwa besar yang terjadi di gunung atau dalam cahaya ajaib.*

*Ia terjadi pelan - pelan, di tengah kehidupan sehari-hari : ketika engkau tidak lagi takut kehilangan, tidak lagi mendebat takdir, dan mulai melihat Tuhan di setiap napasmu.*

*Saat itulah keraguan berhenti.*

*Yang tersisa hanyalah keyakinan hening bahwa segalanya sudah, sedang, dan akan selalu dalam genggaman kasih-Nya*
---

✨ *“Pencerahan bukan berarti semua pertanyaan terjawab, tapi ketika tidak lagi ada kebutuhan untuk mempertanyakan cinta Tuhan.”* . Selamat Pagi. Selamat Beraktivitas. Sehat dan Sukses selalu. GBU🙏🙏🙏

Uploaded Image

Rabu, 09 September 2026

3 Alasan untuk Tidak Mengkhawatirkan Uang

10 September 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 4:19 *"Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus."*
-------------------
Anda bisa menjadi pahlawan suatu hari dan dianggap bukan siapa-siapa pada hari berikutnya, menjadi jutawan hari ini dan bangkrut keesokan harinya. Tidak peduli berapa banyak yang Anda hasilkan atau berapa banyak yang Anda tabung, keuangan adalah bagian kehidupan yang tidak pasti.

Jadi, Anda merasa khawatir. Tetapi, apa yang Alkitab katakan tentang mengkhawatirkan uang?

1. Itu tidak masuk akal.


Matius 6:25 berkata, "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?"

Anda akan menghadapi ketakutan dalam hidup, tetapi Anda tidak perlu takut kekurangan keuangan. Bahkan kebangkrutan tidak harus membuat Anda kalah. Hidup lebih dari sekadar mengumpulkan barang-barang. Perhatikanlah hal-hal yang benar-benar penting.

2. Itu tidak alami.


Yesus mengingatkan orang-orang bahwa ciptaan Allah tidak perlu merasa khawatir: "Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?" Matius 6:26

3. Itu tidak perlu.


Ketakutan tentang keuangan muncul karena salah memahami Allah dan apa yang telah Dia janjikan untuk dilakukan bagi Anda. Dia telah mengambil tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan Anda.
Yesus berkata: "Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?" Matius 6:28-30

Allah adalah Bapa Anda; Anda adalah anak-Nya. Dia mengetahui apa yang Anda butuhkan lebih baik daripada Anda sendiri, dan Dia akan menyediakan bagi Anda dengan cara-cara yang mungkin tidak Anda duga.

Ketika Anda khawatir, Anda sedang mencoba memainkan peran sebagai Allah. Anda mengambil tanggung jawab atas sesuatu yang telah Allah katakan akan Dia urus. Paulus berkata dalam Filipi 4:19: "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus."

Renungkan :

- Terkadang uang dapat terasa seperti hal yang paling penting dalam hidup. Tetapi, hal-hal apa dalam hidup Anda yang sebenarnya lebih penting daripada keuangan Anda?


- Bagaimana Anda menyeimbangkan antara mempercayai Allah dan menjadi orang yang bertanggung jawab dalam mengelola keuangan Anda?


- Janji-janji apa dari Alkitab yang menguatkan Anda ketika Anda mulai mengkhawatirkan uang?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 5-7; II Korintus 3
______________
Allah mengetahui apa yang sedang terjadi dalam hidup Anda—dan juga dalam dompet Anda. Dia mengetahui semua kebutuhan Anda bahkan sebelum Anda memintanya. Dan Anda dapat mempercayai-Nya untuk memelihara Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
*3 Reasons Not to Worry About Money*
By Rick Warren

*“And this same God who takes care of me will supply all your needs from his glorious riches, which have been given to us in Christ Jesus.”* Philippians 4:19 (NLT)
-----------------
You can be a hero one day and a zero the next day, a millionaire one day and bankrupt the next. No matter how much you make or how much you save, finances are an uncertain part of life.

So you worry. But what does the Bible say about worrying over money?

1. It’s unreasonable. Matthew 6:25 says, “Do not worry about your life, what you will eat or drink; or about your body, what you will wear. Is not life more than food, and the body more than clothes?” (NIV). You’re going to have fears in life, but you don’t need to fear a lack of finances. Even bankruptcy does not have to defeat you. Life is more than just the accumulation of things. Be concerned about what’s truly important.

2. It’s unnatural. Jesus reminded people that there’s no need for God’s creation to worry: “Look at the birds of the air; they do not sow or reap or store away in barns, and yet your heavenly Father feeds them. Are you not much more valuable than they?” (Matthew 6:26 NIV).

3. It’s unnecessary. Financial fears come from a misunderstanding about God and what he’s promised to do for you. He’s assumed responsibility for your needs. Jesus said, “See how the flowers of the field grow. They do not labor or spin. Yet I tell you that not even Solomon in all his splendor was dressed like one of these. If that is how God clothes the grass of the field . . . will he not much more clothe you—you of little faith?” (Matthew 6:28-30 NIV). God is your Father; you are his child. He knows what you need better than you do and will provide for you in ways you may not expect.

When you worry, you’re trying to play God. You’re assuming responsibility for something that God has said he will take care of. Paul says in Philippians 4:19, “And this same God who takes care of me will supply all your needs from his glorious riches, which have been given to us in Christ Jesus” (NLT).

God knows what’s going on in your life—and in your wallet. He knows all your needs even before you ask. And you can trust him to take care of you.


Selasa, 08 September 2026

Allah Melihat Hati Anda

09 September 2026

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 9:7 "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita"
--------------------
Dalam hal memberi, Allah jauh lebih memperhatikan apa yang ada di dalam hati Anda daripada apa yang ada di dompet Anda. Anda mungkin berpikir bahwa Anda tidak punya banyak untuk diberikan. Tetapi yang sebenarnya Dia inginkan adalah kerelaan Anda—bukan kekayaan Anda.

Alkitab berkata dalam 2 Korintus 9:7, "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita". Allah memperhatikan hati Anda dalam hal memberi karena hati Anda mencerminkan diri-Nya. Dia ingin Anda bertumbuh menjadi semakin serupa dengan-Nya dan memiliki hati yang murah hati.
Ayat ini menunjukkan empat sikap hati penting yang seharusnya Anda miliki ketika memberi.

1. Berilah dengan pertimbangan.

Jangan memberi secara spontan tanpa berpikir. Memberi dengan cara yang paling baik adalah ketika Anda memikirkannya, mendoakannya, lalu memutuskan dengan sungguh-sungguh. Allah ingin pemberian Anda menjadi sesuatu yang penting dan berarti dalam hidup Anda—karena itu, Dia ingin Anda merencanakannya.

2. Berilah dengan antusias.

Jangan hanya berpikir, "Saya harus memberi." Berilah karena Anda tahu bahwa Allah akan melakukan sesuatu yang besar dalam hati Anda ketika Anda menjadi orang yang murah hati.

3. Berilah dengan sukarela.

Setiap kali seseorang menekan Anda untuk memberi, jangan lakukan itu. Allah juga tidak akan memberkati pemberian yang dilakukan karena tekanan. Namun, ketika Anda merasa Allah mendorong Anda untuk memberi, itulah saatnya untuk memberi dengan murah hati dan sukarela.

4. Berilah dengan sukacita.

Berilah dengan sukacita! Salah satu kata dalam bahasa Yunani untuk "persembahan" memiliki akar kata yang sama dengan kata "sangat lucu" atau "mengundang tawa." Allah ingin Anda menikmati saat memberi kepada-Nya dan kepada orang lain.

Renungkan :

- Allah ingin Anda memberi dengan pertimbangan, antusias, sukarela, dan sukacita. Sikap mana yang paling sulit bagi Anda? Mana yang paling mudah bagi Anda? Mengapa?

- Apa cara yang sehat dan tepat untuk merespons situasi ketika Anda merasa ditekan untuk memberi?

- Apa yang sedang Allah kerjakan dalam hati Anda melalui kebiasaan dan pilihan Anda dalam memberi saat ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 3-4; II Korintus 2
_____________
Saat berikutnya Anda mempertimbangkan apakah akan memberi atau berapa banyak yang akan diberikan, ingatlah bahwa perhatian terbesar Allah adalah hati Anda. Ketika Anda memberi dengan pertimbangan, antusias, sukarela dan sukacita, Anda dapat mengetahui bahwa itulah pemberian yang akan Allah berkati!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
God Is Looking at Your Heart
By Rick Warren

“You must each decide in your heart how much to give. And don’t give reluctantly or in response to pressure. ‘For God loves a person who gives cheerfully.’” 2 Corinthians 9:7 (NLT)
----------------------
When it comes to giving, God is much more interested in what’s in your heart than what’s in your wallet. You may think you don’t have a lot to give. But what he really wants is your willingness—not your wealth.

The Bible says in 2 Corinthians 9:7, “You must each decide in your heart how much to give. And don’t give reluctantly or in response to pressure. ‘For God loves a person who gives cheerfully’” (NLT). God is interested in your heart in giving because your heart reflects him. He wants you to grow to be more like him and reflect a heart of generosity.

This verse offers four key heart attitudes you should have when you give.

1. Give thoughtfully. Don’t give impulsively. The most spiritual kind of giving is when you think about it, pray about it, and then make up your mind about it. God wants your giving to be important and meaningful in your life—so he wants you to plan for it.

2. Give enthusiastically. Don’t just think, “I have to give.” Give because you know God’s going to do something big in your heart when you become a generous person.

3. Give voluntarily. Any time someone pressures you to give, don’t do it. God’s not going to bless that kind of giving anyway. But when you feel God challenging you to give, that’s the time to give generously and voluntarily.

4. Give cheerfully. Give with joy! One of the Greek words for “offering” has the same root as the word “hilarious.” God wants you to enjoy giving to him and to others.

Next time you’re considering whether to give or how much to give, remember that God’s greatest concern is your heart. When you give thoughtfully, enthusiastically, voluntarily, and cheerfully, then you know that’s a gift God will bless!


Senin, 07 September 2026

Pelayan yang Baik, Mengatur Keuangannya dengan Baik

08 September 2026

Bacaan Hari ini:
Amsal 21:5 *"Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan."*
-----------------
Jika Anda ingin memiliki keuangan yang kuat, Anda perlu mulai mencatat apa saja yang Anda belanjakan sampai Anda tahu ke mana semua uang Anda pergi. Inilah pentingnya mencatat dan mengatur keuangan dengan baik.

Pernahkah Anda sampai di akhir bulan dan bertanya, "Ke mana semua uang saya pergi?" Tidak mengetahui kondisi keuangan Anda, ditambah dengan kemudahan menggunakan kredit, bisa membawa masalah besar.

Anda mungkin pernah mendengar ungkapan, "Uang itu berbicara." Sebenarnya tidak. Uang hanya pergi diam-diam, dan tidak memberi tahu Anda ke mana perginya. Jadi, jika Anda ingin tahu untuk apa uang Anda digunakan, Anda perlu mencatatnya dengan baik.

Amsal 21:5 berkata, "Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan."
Dalam mengatur keuangan, Anda perlu mencatat empat hal: apa yang Anda miliki, apa yang Anda utang, berapa penghasilan Anda, dan ke mana uang Anda digunakan. Catatan ini menjadi dasar untuk membuat anggaran.

Ada banyak cara untuk membuat anggaran. Anda perlu menemukan cara yang paling sesuai bagi Anda. Periksa rekening Anda secara online, hubungi bank, tanyakan kepada akuntan, atau periksa catatan keuangan Anda. Lakukan apa pun yang diperlukan agar Anda dapat memahami dan mengatur uang Anda dengan baik, sehingga uang bekerja untuk Anda dan bukan menjadi masalah bagi Anda.

Amsal 23:5 berkata, "Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali". Gambaran ini cukup jelas. Jika Anda tidak tahu ke mana uang Anda pergi, uang itu bisa terbang begitu saja seperti burung rajawali. Untungnya, bagi kita yang berada di Amerika Serikat, pemerintah bahkan mengingatkan kita tentang hal ini dengan menempatkan gambar burung rajawali pada setiap lembar uang dolar!

Rencana keuangan yang diberkati Allah dimulai dengan menyadari bahwa Allah adalah sumber penghasilan dan keamanan Anda.

Renungkan :

- Bagaimana membuat anggaran dapat memberi Anda lebih banyak kebebasan dalam mengatur keuangan?

- Apa yang perlu Anda lakukan hari ini agar dapat mencatat dan mengatur penggunaan uang Anda dengan lebih baik?

- Bagaimana Anda ingin Allah memberkati Anda secara finansial? Dalam hal apa Anda sedang menunjukkan kesetiaan kepada-Nya melalui cara Anda mengelola keuangan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 1-2; II Korintus 1
____________
Dengan mencatat keuangan dengan baik, Anda akan lebih mudah melihat bagaimana Allah menyediakan kebutuhan Anda dan memberkati Anda ketika Anda menggunakan apa yang telah Dia berikan dengan baik.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
A Good Steward Keeps Good Records
By Rick Warren

“Good planning and hard work lead to prosperity, but hasty shortcuts lead to poverty.” Proverbs 21:5 (NLT)
-------------
If you want to be financially strong, you need to start writing down what you spend until you know where all your money is going. This is the principle of accounting. You’ve got to keep track of your finances!

Have you ever made it to the end of the month and wondered, “Where did all my money go?” Ignorance of your financial condition plus easy credit equals disaster.

You’ve probably heard this phrase: “Money talks.” It does not. It just walks away quietly, and it doesn’t tell you where it’s going. To know what you’re spending your money on, you have to keep good records.

Proverbs 21:5 says, “Good planning and hard work lead to prosperity” (NLT).

When it comes to your finances, you need to keep good records of four things: what you own, what you owe, what you earn, and where it’s going. This kind of record-keeping is the framework for budgeting.

There are several ways to budget, and you need to figure out which one is best for you. You need to get online, get to your bank, get to your accountant’s office, get into your books—whatever it takes for you to get on track and understand your money so that it works for you and not against you.

Proverbs 23:5 says, “Your money can be gone in a flash, as if it had grown wings and flown away like an eagle” (GNT). That’s a pretty descriptive picture. If you don’t know where your money is going, it’s just going to fly away like an eagle. Fortunately, for those of us in the US, our government is kind enough to remind us of this by putting an eagle on every dollar bill!

The financial plan that God blesses starts with recognizing that he is your source of income and your security. Then, by keeping good records, you can more easily see how God is providing for you and blessing your good stewardship of his gifts.

Minggu, 06 September 2026

Saatnya Menabur!

07 September 2026

Bacaan Hari ini:

Galatia 6:9 "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."
-------------------
Saat untuk mulai menabur adalah sekarang.

Saya sering berbicara dengan orang-orang yang berkata, "Suatu hari nanti, saya akan ..." Mereka berjanji akan lebih banyak melayani atau memberi lebih banyak ketika mereka pensiun atau ketika mereka mendapatkan kenaikan gaji—suatu hari nanti.

Tetapi "suatu hari nanti" berarti tidak satu pun dari hari-hari ini. Anda tidak bisa menunggu sampai keadaan menjadi lebih baik; Anda perlu mulai menabur sekarang. Mengapa? Karena semakin cepat Anda menabur, semakin lama Anda akan menikmati hasil panen dalam hidup Anda.

Namun, hasil panen tidak selalu datang dalam waktu yang Anda harapkan. Selalu ada jeda antara menabur dan menuai. Anda menanam pada satu musim, dan Anda memanen pada musim yang lain.
Anda harus bersabar dan tidak menyerah!

Inilah salah satu prinsip yang menjadi dasar cara Kerajaan Allah bekerja. Dalam Markus 4:26-28, Yesus berkata, "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu"

Hasilnya akan datang, tetapi hasil tersebut akan datang secara perlahan dan sebagai bagian dari sebuah proses. Dan karena membutuhkan waktu, Anda harus memilih untuk bersabar: "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah." (Galatia 6:9).

Pilihlah untuk melupakan kegagalan panen tahun lalu. Sebaliknya, mulailah berfokus pada hasil panen jangka panjang dalam hidup Anda. Jika Anda sedang mengalami kesulitan keuangan, Anda tidak menjadi seperti itu dalam semalam. Anda membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membuat keadaan menjadi berantakan, dan akan membutuhkan waktu juga untuk memperbaikinya kembali. Ada jeda waktu antara menabur dan menuai.

Alkitab berkata dalam Mazmur 126:5-6, "Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya"

Kehilangan apa yang sedang Anda dukai? Mungkin Anda kehilangan pekerjaan. Mungkin Anda kehilangan kesehatan. Mungkin Anda kehilangan orang yang Anda kasihi. Mungkin Anda kehilangan tabungan. Mungkin Anda kehilangan setengah dari dana pensiun Anda dalam beberapa tahun terakhir. Mungkin Anda kehilangan impian Anda.
Berduka itu tidak apa-apa; namun meratap terus-menerus tidaklah baik. Sebaliknya, daripada terus meratap, mulailah bergerak!
Hari ini adalah hari untuk menanam benih.

Renungkan :

- Jika Anda dapat memberikan nasihat keuangan kepada diri Anda ketika masih lebih muda, apa yang akan Anda katakan? Apa yang dapat Anda pelajari dari kesalahan keuangan Anda dan terapkan pada keadaan Anda saat ini?

- Kesalahan masa lalu dan kegagalan keuangan apa yang perlu Anda lepaskan? Apa yang perlu mulai Anda lakukan hari ini untuk melangkah maju dalam keuangan Anda?

- Apa yang ingin Anda terima lebih banyak dalam hidup Anda? Bagaimana Anda dapat menanam benih tersebut sehingga suatu hari nanti Anda dapat menuai hasilnya sendiri?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 149-150; I Korintus 16
__________
Saat untuk mulai menabur adalah sekarang.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
It’s Time to Plant!
By Rick Warren

“Let us not become tired of doing good; for if we do not give up, the time will come when we will reap the harvest.” Galatians 6:9 (GNT)
---------------------
The time to start planting is now.

I talk to people all the time who say, “One of these days, I’m going to . . . ” They promise to serve more or give more when they retire, or when they get a raise—one of these days.

But “one of these days” is none of these days. You can’t wait for things to get better; you need to start planting now. Why? Because the sooner you plant, the longer you’re going to enjoy the harvest in your life.

But the harvest is not always going to come in your expected timeframe. There’s always a delay between sowing and reaping. You plant in one season, and you harvest in another.

You have to be patient and not give up!

This is one of the principles that the kingdom of God operates on. In Mark 4:26-28, Jesus says, “This is what the kingdom of God is like. A man scatters seed on the ground. Night and day, whether he sleeps or gets up, the seed sprouts and grows, though he does not know how. All by itself the soil produces grain—first the stalk, then the head, then the full kernel in the head” (NIV).

The results will come, but they will come slowly and as part of a process. And because it takes time, you have to choose to be patient: “Let us not become tired of doing good; for if we do not give up, the time will come when we will reap the harvest” (Galatians 6:9 GNT).

Choose to forget about last year’s crop failure. Instead, start focusing on the long-term harvest in your life. If you’re in financial difficulty, you didn’t get that way overnight. You took years to mess things up, and it’s going to take a while to put things back together. There is a time delay between sowing and reaping.

The Bible says in Psalm 126:5-6, “Those who plant in tears will harvest with shouts of joy. They weep as they go to plant their seed, but they sing as they return with the harvest” (NLT).

What loss have you been grieving over? Maybe you’ve lost your job. Maybe you’ve lost your health. Maybe you’ve lost a loved one. Maybe you’ve lost your savings. Maybe you’ve lost half of your retirement in the last few years. Maybe you’ve lost your dream.

Mourning is okay; moaning is not. Instead of moaning, get moving!

Today is the day to plant the seed.


Sabtu, 05 September 2026

Anda Sering Menuai Lebih Banyak daripada yang Anda Tabur

06 September 2026

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 9:6-7 "Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita."
---------------------
Jika seorang petani pergi membawa satu trailer penuh kacang-kacangan dan menanamnya di ladang yang tandus, buah apa yang ia harapkan akan dihasilkan? Semangka? Mentimun? Tidak. Ia akan mendapatkan kacang-kacangan. Ia tidak meragukan atau mempertanyakan hasilnya, karena apa pun yang Anda tanam, itulah yang akan Anda dapatkan kembali.

Inilah hukum reproduksi dan hukum ini berlaku dalam setiap bidang kehidupan Anda, terutama dalam keuangan. Cara lain untuk menjelaskan hukum reproduksi adalah: Anda menuai apa yang Anda tabur.

Alkitab berkata dalam 2 Korintus 9:6-7, "Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita."

Hal ini dapat bekerja secara positif maupun negatif dalam hidup Anda. Jika Anda menanam benih kebaikan, orang akan berbuat baik kepada Anda. Jika Anda mengampuni orang lain, mereka akan mengampuni Anda. Jika Anda murah hati, orang akan menunjukkan kemurahan hati kepada Anda.

Namun, jika Anda selalu marah, orang akan merespons dengan kemarahan. Jika Anda menipu orang lain, orang akan menipu Anda. Jika Anda bergosip tentang orang lain, coba tebak? Orang lain juga akan bergosip tentang Anda.
Hukum reproduksi mengatakan bahwa Anda menuai apa yang Anda tabur. Tetapi prinsip pelipatgandaan juga mengatakan bahwa Anda selalu menuai lebih banyak daripada yang Anda tabur.

Ketika Anda menanam satu biji jagung di tanah, Anda tidak akan mendapatkan kembali hanya satu biji jagung. Anda akan mendapatkan satu batang jagung dengan beberapa tongkol dan ratusan biji jagung. Inilah kekuatan eksponensial yang Allah telah tetapkan di alam semesta. Anda selalu mendapatkan lebih banyak daripada yang Anda masukkan.

Itulah sebabnya, ketika orang menyerang saya secara verbal, saya tidak pernah membalas dengan serangan. Mengapa? Saya tidak ingin terjebak dalam rantai tersebut. Apa pun yang dikatakan seseorang kepada saya, saya tidak ingin mengatakan sesuatu yang buruk sebagai balasan. Karena jika saya melakukannya, saya akan menuai lebih banyak daripada yang saya taburkan. Sebaliknya, saya memilih melakukan hal yang justru berlawanan dengan apa yang mereka lakukan kepada saya. Saya memilih untuk memberkati mereka dan mendoakan mereka. Mengapa? Karena itulah yang ingin saya terima, dan saya selalu menuai lebih banyak daripada yang saya tabur.

Alkitab mengatakan, "Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum." (Amsal 11:24).

Renungkan :

- Bagaimana Anda melihat prinsip pelipatgandaan bekerja dalam hidup Anda?

- Apa yang Anda harapkan dari investasi Anda? Bagaimana Anda sedang menabur agar dapat menerima apa yang ingin Anda tuai?

- Bagaimana Anda ingin Allah memperluas dunia Anda (Amsal 11:24)? Apa yang perlu Anda ubah dalam keuangan Anda agar Dia dapat meningkatkan pengaruh dan kemurahan hati Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 146-148; I Korintus 15:12-58
_____________
Hukum reproduksi mengatakan bahwa Anda menuai apa yang Anda tabur. Tetapi prinsip pelipatgandaan juga mengatakan bahwa Anda selalu menuai lebih banyak daripada yang Anda tabur.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
You Often Reap More Than You Sow
By Rick Warren

“Remember this: Whoever sows sparingly will also reap sparingly, and whoever sows generously will also reap generously. Each of you should give what you have decided in your heart to give, not reluctantly or under compulsion, for God loves a cheerful giver.” 2 Corinthians 9:6-7 (NIV)
-------------------
If a farmer goes out with a trailer load of beans and plants them in a barren field, what fruit does he expect to bear? Watermelon? Cucumbers? No, he’s going to get beans. He doesn’t doubt or question that outcome, because whatever you plant is what you’re going to get back.

This is the law of reproduction, and it applies to every single area of your life, especially your finances. Another way to explain the law of reproduction is this: You reap what you sow.

The Bible says in 2 Corinthians 9:6-7, “Remember this: Whoever sows sparingly will also reap sparingly, and whoever sows generously will also reap generously. Each of you should give what you have decided in your heart to give, not reluctantly or under compulsion, for God loves a cheerful giver” (NIV).

This can work either positively or negatively in your life. If you’re planting seeds of kindness, people will be kind to you. If you forgive others, they will be forgiving of you. If you’re generous, people will show generosity to you.

But if you are angry all the time, people will respond in anger. If you cheat other people, people are going to cheat you. If you gossip about other people, guess what? People are going to gossip about you.

The law of reproduction says that you reap what you sow. But the principle of multiplication says that you also always reap more than you sow.

When you put one kernel of corn in the ground, you don’t get one kernel of corn back. You get a cornstalk with multiple ears and hundreds of kernels. This is the exponential power that God has established in the universe. You always get more out of it than you put into it.

It’s why, when people verbally attack me, I never attack in return. Why? I don’t want to get caught in the chain. No matter what anyone says to me, I don’t want to say anything bad back to them because, if I do, I’m going to reap more than I sowed. Instead, I choose to do the exact opposite of what they’ve done to me. I choose to bless them and pray for them. Why? Because that’s what I want to receive, and I always reap more than I sow.

The Message paraphrase says, “The world of the generous gets larger and larger; the world of the stingy gets smaller and smaller” (Proverbs 11:24)., Atur, Taklukkan