Sabtu, 18 Juli 2026

Rasakan Manisnya Firman Allah

18 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 119:103 "Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih manis daripada madu bagi mulutku."
------------------
Setelah saya dan istri saya, Kay, bertunangan, kami melakukan sesuatu yang tidak biasa: Kami pindah ke sisi dunia yang berlawanan. Kay pindah ke Birmingham, Alabama, untuk melayani di sebuah gereja di pusat kota, sedangkan saya pindah ke Nagasaki, Jepang, untuk merintis sebuah gereja. Kami terpisah hampir sepanjang masa pertunangan kami.

Pada masa itu, belum ada telepon seluler. Menelepon ke Jepang biayanya 15 dolar per menit, dan kami benar-benar miskin. Jadi kami hanya memiliki satu pilihan: menulis surat. Kami masing-masing menulis satu surat setiap hari, dan menerima surat darinya adalah momen yang paling saya nantikan setiap hari pada masa itu. Begitu surat cintanya tiba, saya langsung membukanya dan membacanya. Lalu saya membacanya lagi dan mencoba memahami makna di balik setiap kalimatnya. Saya menggarisbawahi bagian-bagian tertentu dan menghafalkannya. Saya berusaha mengumpulkan setiap tetes kasih yang wanita itu miliki untuk saya.

Pernahkah Anda membaca Alkitab—surat cinta Allah kepada Anda—dengan cara seperti itu?

Jika Anda tidak menyelidiki Alkitab dengan sungguh-sungguh, berusaha memperoleh setiap bagian hikmat darinya, maka Anda belum benar-benar menikmati perjamuan yang telah Allah sediakan bagi Anda. Mazmur 119:103 berkata, "Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih manis daripada madu bagi mulutku."

Alkitab penuh dengan makanan rohani; di dalamnya terdapat makanan yang akan menjaga kesehatan rohani Anda.

Apakah Anda sedang berpuasa atau berpesta dengan Firman Allah? Ingatlah bahwa pergi ke gereja seminggu sekali dan mendengarkan khotbah bukanlah sebuah pesta. Jika Anda hanya makan satu kali seminggu, Anda tidak akan bertumbuh atau menjadi sehat. Hal yang sama juga berlaku bagi makanan rohani Anda.

Yesus berkata, "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Matius 4:4)

Renungkan :

- Pilihlah satu bagian dari Mazmur 119 dan bacalah beberapa kali. Nikmatilah Firman Allah. Kebaikan dan makanan rohani apa yang Allah sediakan bagi Anda melalui bagian tersebut?

- Satu perubahan apa yang dapat Anda lakukan dalam rutinitas pagi atau malam hari agar tersedia waktu untuk membaca dan merenungkan Firman Allah?

- Bagaimana keinginan Anda untuk membaca Firman Allah berubah ketika Anda memandang Alkitab sebagai surat cinta Allah kepada Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 18-19; Kisah Para Rasul 20:17-38
_____________
Anda akan benar-benar merasakan manisnya Firman Allah ketika Anda menikmatinya setiap hari—membacanya, mempelajarinya, dan merenungkannya—serta membiarkannya memenuhi hati dan pikiran Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Taste the Sweetness of God’s Word
By Rick Warren

“How sweet your words taste to me; they are sweeter than honey.” Psalm 119:103 (NLT)
------------------
After my wife, Kay, and I got engaged, we did something unusual: We moved to opposite sides of the world. She moved to Birmingham, Alabama, to work in an urban church, and I moved to Nagasaki, Japan, to plant a church. We were separated for most of our engagement.

In those days, we didn’t have cell phones. It cost $15 a minute to call Japan, and we were dirt poor. So we had only one alternative: writing letters. We each wrote a letter every day, and receiving hers was the highlight of my day during that time. The moment a love letter arrived, I would tear it open and read it. Then I would reread it and try to read between the lines. I’d underline and memorize portions of it. I was trying to gather every drop of love this woman had for me.

Have you ever read the Bible—God’s love letter to you—that same way?

If you’re not poring over the Bible, trying to glean every bit of wisdom from it, then you are not fully tasting the banquet that God has prepared for you. Psalm 119:103 says, “How sweet your words taste to me; they are sweeter than honey” (NLT).

The Bible is full of nourishment; it has spiritual food that will keep you healthy.

Are you fasting or are you feasting on the Word of God? Keep in mind that going to church once a week and hearing a sermon is not a feast. If you only ate one meal a week, then you wouldn’t grow or be healthy. The same is true for your spiritual nourishment.

Jesus said, “Man shall not live by bread alone, but by every word that comes from the mouth of God” (Matthew 4:4 ESV).

You’ll truly taste the sweetness of God’s Word when you feed on it every day—read it, study it, and meditate on it—and let it saturate your heart and mind.


Anda Belajar Mempercayai Allah Melalui Doa

17 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 7:7 "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu."
----------------------
Allah bukan hanya sanggup memenuhi semua kebutuhan Anda; Dia juga rindu untuk memenuhinya! Tetapi ketika Anda melupakan betapa besarnya komitmen Allah untuk menolong Anda, akan mudah bagi Anda untuk berhenti meminta pertolongan-Nya dan mulai bergantung pada diri sendiri.

Mungkin Anda hanya meminta kepada Allah untuk hal-hal yang "besar" dan bukan untuk hal-hal yang "kecil." Tahukah Anda? Bagi Allah, semuanya adalah hal yang kecil. Tidak ada satu pun permintaan Anda yang besar di mata Allah. Dia menghitung setiap helai rambut di kepala Anda dan Dia tahu berapa helai yang rontok di wastafel pagi ini.

Anda tidak mengganggu Allah ketika menyampaikan permintaan kepada-Nya; justru Dialah yang sejak awal menetapkan sistem doa. Itulah sebabnya Perjanjian Baru lebih dari 20 kali menyuruh Anda untuk meminta apa pun yang Anda perlukan dalam doa. Matius 7:7 berkata, "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu."

Terkadang, daripada meminta sesuatu kepada Allah, Anda malah mengkhawatirkannya. Tetapi jika sesuatu cukup besar untuk dikhawatirkan, maka itu juga cukup besar untuk didoakan. Kekhawatiran tidak akan menyelesaikan apa pun, tetapi doa akan melakukannya.

Allah menumbuhkan iman dan kepercayaan Anda dengan cara yang sama seperti orang tua mengajar anak untuk percaya. Alkitab berkata,
"Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya" (Lukas 11:13).

Beginilah cara kerjanya antara orang tua dan anak. Pertama, anak menyadari ada kebutuhan yang belum terpenuhi. Kedua, anak mengungkapkan kebutuhan itu. Ketiga, orang tua memenuhi kebutuhan tersebut.

Allah memakai siklus yang sama untuk mengajar Anda mempercayai-Nya: Anda memiliki kebutuhan yang belum terpenuhi. Anda mengungkapkan kebutuhan itu kepada Allah. Dia memenuhi kebutuhan tersebut, dan Anda belajar semakin mempercayai-Nya.

Jika Anda tidak menyampaikan kebutuhan Anda kepada Allah, bagaimana Anda dapat bertumbuh dalam kepercayaan kepada-Nya?

Ketika Anda meminta kepada Allah, Dia akan selalu membuktikan kebaikan-Nya. Namun terkadang Anda harus menunggu dengan sabar waktu yang telah Dia tetapkan. Sering kali Dia tidak memberikan jawaban secara langsung karena Dia ingin menguji iman Anda.

Renungkan :

- Kebohongan apa tentang diri Anda atau tentang Allah yang membuat Anda enggan meminta pertolongan-Nya?

- Salah satu cara utama Allah menguji kepercayaan dan iman Anda kepada-Nya adalah melalui keuangan Anda. Mengapa menurut Anda demikian?

- Apa yang Anda butuhkan pertolongan untuk hari ini? Mulailah dengan mengucap syukur atas apa yang sudah Allah lakukan bagi Anda, lalu mintalah pertolongan-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 16-17; Kisah Para Rasul 20:1-16
____________
Silakan mencobanya hari ini. Bawalah kebutuhan Anda kepada Allah dalam doa. Lalu perhatikan bagaimana Dia menjawab doa-doa Anda dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu. Anda akan belajar untuk percaya bahwa Allah dapat diandalkan dan bahwa Anda dapat mengandalkan-Nya, apa pun yang terjadi.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
You Learn to Trust God Through Prayer
By Rick Warren

“Ask and it will be given to you; seek and you will find; knock and the door will be opened to you.” Matthew 7:7 (NIV)
-------------------
God is not only able to meet all of your needs; he’s eager to meet them! But when you forget how committed God is to helping you, it’s easy to stop asking for his help and to start depending on yourself.

Perhaps you only ask God for the “big stuff” and not the “small stuff.” Guess what? Everything is small to God. None of your requests are big in God’s eyes. He has every hair on your head numbered, and he knows how many fell out in the sink this morning.

You’re not bothering God when you give him your requests; he’s the one who set up the system of prayer in the first place. That’s why the New Testament tells you more than 20 times to ask for whatever you need in prayer. Matthew 7:7 says, “Ask and it will be given to you; seek and you will find; knock and the door will be opened to you” (NIV).

Sometimes, instead of asking God for something, you just worry about it. But if it’s big enough to worry about, it’s big enough to pray about. Worry won’t solve anything, but prayer will.

God grows your faith and trust the same way a parent teaches a child to trust. The Bible says,
“If you . . . know how to give good gifts to your children, how much more will your heavenly Father give . . . to those who ask him” (Luke 11:13 NLT).

Here’s how it works between a parent and child. First, the child recognizes an unmet need. Second, the child expresses that need. Third, the parent meets that need.

God uses this same cycle to teach you how to trust him: You have an unmet need. You express that unmet need to God. He meets that need, and you learn to trust him more.

If you’re not expressing your needs to God, how can you grow in trust?

When you ask God, he will always prove his goodness. But sometimes you’ll have to wait patiently for God’s timing to deliver. He often does not give immediate answers because he wants to test your faith.

Go ahead—try it today. Take your needs to God in prayer. Then watch for the ways he answers your prayers and meets those needs. You’ll learn to trust that God is reliable and that you can count on him, no matter what.


Percayalah kepada Yesus untuk Hari Ini

16 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 6:34 "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
-------------------
Ada dua hari yang seharusnya tidak pernah Anda khawatirkan: kemarin dan besok.

Yesus berkata, "janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." (Matius 6:34).

Anda tidak dapat hidup di masa lalu. Anda tidak dapat hidup di masa depan. Anda hanya dapat hidup untuk hari ini.

Mengapa Anda seharusnya menjalani hidup satu hari pada satu waktu? Pertama, ketika Anda mengkhawatirkan masalah hari esok, Anda akan kehilangan berkat hari ini. Kedua, Anda tidak dapat menyelesaikan masalah hari esok dengan kekuatan yang Anda miliki hari ini. Ketika hari esok tiba, Allah akan memberikan kepada Anda kekuatan, sudut pandang, kasih karunia, dan hikmat yang Anda perlukan.

Ketika saya masih kecil, saya tidak pernah mengkhawatirkan apa pun yang saya butuhkan dalam hidup. Sebaliknya, saya hanya datang kepada ayah atau ibu saya dan memberi tahu mereka apa yang saya butuhkan. Saya tidak pernah sekalipun khawatir tentang bagaimana mereka akan memenuhi kebutuhan kami, karena mereka yang memikul tanggung jawab itu.
Allah ingin Anda bersikap sama terhadap-Nya.

Matius 6:30 berkata, "Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?"

Ketika Anda khawatir, Anda mengambil tanggung jawab yang tidak pernah Allah maksudkan untuk Anda pikul. Mungkin hari ini Anda mengkhawatirkan banyak hal yang sebenarnya adalah tanggung jawab Allah. Bahkan, setiap kali Anda khawatir, itu adalah peringatan bahwa Anda sedang berperan sebagai Allah dan berpikir bahwa semuanya bergantung pada diri Anda sendiri. Anda bertindak seolah-olah Anda tidak memiliki Bapa di surga yang akan memberi makan, memimpin, dan memenuhi kebutuhan Anda.
Alkitab tidak berkata, "Berikanlah kami pada hari ini roti kami untuk seminggu.” Alkitab berkata, “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya." (Matius 6:11).

Allah ingin Anda bergantung kepada-Nya satu hari pada satu waktu. Dia akan menyediakan segala yang Anda butuhkan—untuk hari ini. Karena Dia adalah Allah yang baik, Anda dapat percaya bahwa Anda tidak akan kekurangan apa pun.

Renungkan :

- Luangkan waktu lima hingga sepuluh menit hari ini untuk mengucapkan dan merenungkan Mazmur 23. Bagian Kitab Suci lain apa yang akan membantu Anda ingat ketika Anda mulai merasa khawatir?

- Apa yang masih Anda khawatirkan dari masa lalu yang perlu Anda serahkan kepada Allah?

- Apa yang Anda khawatirkan mengenai masa depan yang perlu Anda percayakan kepada Allah hari ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 13-15; Kisah Para Rasul 19:21-40
____________
Tidak apa-apa merencanakan hari esok. Tetapi jangan mengkhawatirkan hari esok! Percayalah kepada Allah untuk setiap hari sebagaimana hari itu datang.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Trust Jesus for Today
By Rick Warren

“Don’t worry about tomorrow, because tomorrow will have its own worries. Each day has enough trouble of its own.” Matthew 6:34 (NCV)
---------------------
There are two days you should never worry about: yesterday and tomorrow.

Jesus said, “Don’t worry about tomorrow, because tomorrow will have its own worries. Each day has enough trouble of its own” (Matthew 6:34 NCV).

You can’t live in the past. You can’t live in the future. You can only live today.

Why should you only live one day at a time? First, when you worry about tomorrow’s problems, you miss the blessings of today. Second, you can’t solve tomorrow’s problems with today’s power. When tomorrow arrives, God will give you the power, perspective, grace, and wisdom you need.

When I was a kid, I didn't worry about anything I needed in my life. Instead, I just went to my dad or mom and told them what I needed. I was never once concerned about how they were going to meet our needs because they took on that responsibility.

God wants you to be the same way with him.

Matthew 6:30 says, “If God cares so wonderfully for wildflowers that are here today and thrown into the fire tomorrow, he will certainly care for you” (NLT).

When you worry, you assume responsibility that God never intended for you to have. You may be worrying today about a lot of things that are really God's responsibility. In fact, every time you worry, it's a warning that you’re playing God and that you believe it all depends on you. You’re acting like you don't have a heavenly Father who will feed and lead and meet your needs.

The Bible does not say, “Give us this day our weekly bread.” It says, “Give us this day our daily bread” (Matthew 6:11 ESV).

God wants you to depend on him one day at a time. He will provide everything you need—for today. Because he is a good God, you can trust that you will lack nothing.

It’s okay to plan for tomorrow. But don’t worry about tomorrow! Trust God for each day as it comes.


Penuhi Pikiranmu dengan Firman Allah, Bukan Kekhawatiran

15 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 4:6-7 "Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."
--------------------
Ketika Anda khawatir, jangan menekan, memendam, atau menyangkalnya. Sebaliknya, akuilah itu. Bicarakanlah kepada Allah tentang kekhawatiran Anda.

Jika Anda mencoba menekan kekhawatiran, Anda akan jatuh sakit. Itu seperti mengocok sekaleng minuman bersoda lalu memasukkannya ke dalam freezer. Kaleng itu akan meledak!

Alkitab menjelaskan seperti apa mengakui kekhawatiran kepada Allah: "Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus." (Filipi 4:6-7).

Apakah yang dimaksud dengan damai sejahtera yang melampaui segala akal? Itu adalah ketika Anda memiliki damai, tetapi tidak ada alasan yang logis atau masuk akal untuk mengalaminya. Anda baru saja kehilangan pekerjaan, tetapi entah bagaimana Anda tetap damai. Mengapa? Tuhan adalah Gembala Anda. Atau ketika Anda baru saja mendengar kata yang sangat ditakuti, "kanker", dari dokter. Entah mengapa Anda memiliki damai menghadapi keadaan itu. Mengapa? Tuhan adalah Gembala Anda.

Damai sejahtera yang melampaui segala akal bukan berarti Anda tidak sedih, tidak kecewa, atau tidak bingung. Itu berarti Anda percaya bahwa Allah akan memelihara Anda. Anda tahu bahwa Dia memegang kendali dan sedang bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan. Dia akan memimpin Anda ketika segala sesuatu tampak gelap. Karena itu, Anda terus menyerahkan kekhawatiran Anda kepada-Nya, sebab Dia sanggup menanggung semuanya.

Setelah Anda menyerahkan kekhawatiran Anda kepada Allah, Anda perlu memenuhi pikiran Anda dengan sesuatu yang lain—yaitu kebenaran Firman Allah. Salah satu caranya adalah melalui meditasi.

Jika Anda tahu cara khawatir, berarti Anda juga tahu cara bermeditasi. Meditasi hanyalah memusatkan perhatian pada satu pikiran secara berulang-ulang. Bahkan, Anda dapat mengambil kebiasaan yang Anda lakukan ketika khawatir—memusatkan pikiran pada sesuatu—lalu mengalihkannya untuk memusatkan pikiran pada Firman Allah.

Mulailah dengan satu bagian pendek dari Alkitab. Pertama, bacalah bagian tersebut secara perlahan, mungkin beberapa kali dengan suara keras, sambil memberi penekanan pada kata atau frasa yang berbeda. Kedua, renungkan kebenaran tentang karakter Allah dan konteks bagian tersebut dalam Alkitab. Ketiga, tanggapilah Allah berdasarkan apa yang baru saja Anda baca; hal ini dapat dilakukan dalam hati atau dengan suara. Keempat, beristirahatlah di dalam Firman Allah, sambil mendengarkan apa yang ingin Allah sampaikan kepada Anda melalui Alkitab.

Renungkan

- Apakah penting jika Anda menyampaikan kekhawatiran Anda kepada Allah secara spesifik dalam doa? Mengapa atau mengapa tidak?

- Bacalah Mazmur 23, lalu praktikkan petunjuk meditasi dari renungan hari ini. Pemahaman baru apa yang Anda peroleh?

- Filipi 4:7 mengatakan bahwa damai sejahtera Allah akan “memelihara” hati dan pikiran Anda. Menurut Anda, apa artinya itu?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 10-12; Kisah Para Rasul 19:1-20
_____________
Mana yang lebih Anda inginkan mengisi pikiran Anda: kekhawatiran atau Firman Allah? Lakukan sesuatu hari ini: Akuilah kekhawatiran Anda—lalu penuhi pikiran Anda dengan kebenaran Allah yang terdapat dalam Firman-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Fill Your Mind with God's Word, Not Worry - Daily Hope with Rick Warren - July 15, 2026

“Do not be anxious about anything, but in everything by prayer and supplication with thanksgiving let your requests be made known to God. And the peace of God, which surpasses all understanding, will guard your hearts and your minds in Christ Jesus.” Philippians 4:6-7 (ESV)
------------------
When you’re worried, don’t repress it, suppress it, or deny it. Instead, confess it. Talk to God about it.

If you try to push down worries, you’re going to get sick. It’s like shaking a can of soda and putting it in the freezer. It’s going to explode!

The Bible explains what it looks like to confess your worries to God: “Do not be anxious about anything, but in everything by prayer and supplication with thanksgiving let your requests be made known to God. And the peace of God, which surpasses all understanding, will guard your hearts and your minds in Christ Jesus” (Philippians 4:6-7 ESV).

What is the peace that passes understanding? It’s when you’re at peace but you have no logical, rational reason for it. You just lost your job, but somehow you’re at peace about it. Why? The Lord is your Shepherd. Or when you just heard the dreaded word “cancer” from the doctor. For some reason, you have peace about the situation. Why? The Lord is your Shepherd.

Peace that passes understanding doesn’t mean you’re not sad or frustrated or confused. It means that you trust God to take care of you. You know he is in control and is working all things for good. He’ll lead you when things seem dark. So you just keep giving your worries to him because he can handle it.

Once you’ve given your worries to God, you need to fill your mind with something else—the truth of God’s Word. One way to do this is through meditation.

If you know how to worry, you know how to meditate. Meditation is simply focusing on one thought over and over. In fact, you can take the habits you use when you worry—focusing your mind on something—and instead focus on God’s Word.

Start with a small portion of Scripture. First, read the passage slowly, perhaps out loud a few times, placing emphasis on different words or phrases. Second, reflect on the truth of God’s character and on the context of the text within God’s story. Third, respond to God in light of what you’ve just read; this may be quietly or out loud. Fourth, rest in the Word of God, listening for what God has to say through the Scripture.

Would you rather have your worries or God’s Word running through your head? Do something about it today: Confess your worry—and then fill your mind with God’s truth found in his Word.


Percayalah kepada Allah Lebih Lagi dan Kurangi Kekhawatiran

14 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Yohanes 14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku"
----------------
Anda tahu bagaimana rasanya hidup dalam kekhawatiran yang terus-menerus, bukan? Anda merasa tegang, perut Anda seperti terikat simpul dan seluruh tubuh Anda terasa kaku. Tetapi Anda tidak harus hidup seperti itu. Apa pun yang dipelajari dapat dipelajari untuk ditinggalkan. Inilah saatnya mulai melepaskan kebiasaan khawatir.

Allah telah berjanji untuk memelihara Anda; itu adalah tugas-Nya, bukan tugas Anda. Langkah pertama untuk melepaskan kekhawatiran adalah mempertahankan sikap rendah hati ini: “Allah adalah Allah, dan aku bukan.” Ketika Anda memahami kebenaran penting ini, kekhawatiran akan mulai lenyap dari hidup Anda.

Alkitab berkata, "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku" (Yohanes 14:1).

Setiap kali Anda khawatir, hal itu menunjukkan ada bagian tertentu dalam hidup Anda di mana Anda belum menempatkan Allah di tempat yang pertama. Sebab setiap bagian hidup yang tidak berada di bawah kendali Allah akan menjadi sumber rasa tidak aman dan kekhawatiran.

Lalu apa yang dapat Anda lakukan? Sambutlah Yesus masuk ke dalam "rumah" kehidupan Anda. Berikan Dia akses ke setiap bagian hidup Anda—ruang tamu, kamar tidur, dapur, bahkan semua lemari. Dia sudah mengetahui apa yang ada di dalamnya. Bahkan, Allah mengetahui kebutuhan Anda lebih baik daripada Anda sendiri. Anda memiliki kebutuhan yang bahkan belum Anda sadari—tetapi tidak satu pun darinya yang mengejutkan Allah.

Yesus berkata, "Bapamu yang di sorga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:32-33).

Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Ketika Anda menempatkan Yesus Kristus sebagai yang terutama dalam setiap bidang kehidupan Anda, hal itu akan menyederhanakan prioritas Anda dan membuat Anda memiliki jauh lebih sedikit hal untuk dikhawatirkan.

Yesus mengajarkan, "Akulah gembala yang baik. Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku. ... Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba itu." (Yohanes 10:14-15).

Jika Allah begitu mengasihi Anda sehingga Dia rela mati bagi Anda, tentu Dia juga cukup mengasihi Anda untuk memberi Anda makan, memimpin Anda, dan memenuhi setiap kebutuhan Anda hari ini.

Cobalah ini: Mulailah setiap hari dengan mengingatkan diri Anda bahwa Allah itu baik. Ketika Anda bangun tidur, duduklah di tepi tempat tidur dan katakan, "Tuhan adalah Gembalaku. Jadi, Yesus, hari ini aku berharap Engkau memberi aku makan, memimpin aku, dan memenuhi kebutuhanku. Aku akan menempatkan Engkau sebagai yang terutama dalam setiap bidang kehidupanku. Dan aku akan percaya kepada-Mu."

Renungkan

- "Ruangan-ruangan" apa dalam hidup Anda yang cenderung ingin Anda kendalikan sendiri sehingga membuat Anda semakin khawatir?

- Mengapa melepaskan kekhawatiran membutuhkan kerendahan hati?

- Apa yang dapat Anda lakukan setiap pagi, segera setelah bangun, agar Anda tidak khawatir? Apa yang dapat Anda lakukan pada malam hari sebelum tidur?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 7-9; Kisah Para Rasul 18
_____________
Saat Anda memulai setiap hari dengan mempercayai Allah, Anda akan mulai melihat kekhawatiran Anda menghilang.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
Trust God More and Worry Less - Daily Hope with Rick Warren - July 14, 2026

“‘Do not be worried and upset,’ Jesus told them. ‘Believe in God and believe also in me.’” John 14:1 (GNT)
-----------------
You know what it’s like to live in constant worry, don’t you? You feel uptight, your stomach seems tied in knots, and your whole body is tense. But you don’t have to live that way. Anything that’s learned can be unlearned. It’s time to start unlearning worry!

God has promised to take care of you; that’s his job, not yours. The starting point to letting go of worry is to maintain this humble attitude: “God is God, and I am not.” When you understand this important truth, worry will start to disappear from your life.

The Bible says, “‘Do not be worried and upset,’ Jesus told them. ‘Believe in God and believe also in me’” (John 14:1 GNT).

Anytime you worry, it reveals a particular area of your life where you have not given God first place. That’s because any part of your life where God is not in control is going to be a source of insecurity and worry.

So what can you do about that? You can welcome Jesus into your life’s “house.” Give him access to all aspects of your life—the living room, the bedroom, the kitchen, and even all the closets. He already knows what’s in there. In fact, God knows your needs better than you do. You have needs you’re not even aware of—but none of them will surprise God.

Jesus said, “Your heavenly Father already knows all your needs. Seek the Kingdom of God above all else, and live righteously, and he will give you everything you need” (Matthew 6:32-33 NLT).

When you make Jesus Christ number one in every area of your life, it simplifies your priorities and gives you a lot less to worry about.

Jesus taught, “I am the good shepherd; I know my own sheep, and they know me. . . . I sacrifice my life for the sheep” (John 10:14-15 NLT).

If God loved you enough to die for you, he certainly loves you enough to feed you, lead you, and meet whatever need you have today.

Try this: Start every day by reminding yourself that God is good. When you wake up, sit on the side of your bed and say, “The Lord is my Shepherd. So, Jesus, I’m expecting you to feed me, lead me, and meet my needs today. I will give you first place in every area of my life. And I will trust you.”

As you begin every day by trusting God, you’ll start to see your worries fall away.

Bagaimana Berhenti Khawatir

13 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 6:25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?"
-----------------
Allah adalah sumber dari segala sesuatu yang Anda perlukan untuk hidup. Dia adalah Gembala yang Baik yang memberi Anda makan, memimpin Anda dan mencukupi kebutuhan Anda. Anda tidak perlu mencarinya di tempat lain. Anda tidak perlu bergantung pada Wall Street. Anda tidak perlu bergantung pada pemerintah. Anda tidak perlu bergantung pada pasangan Anda, dana pensiun Anda ataupun pekerjaan Anda.

Jika Anda hendak menaruh rasa aman pada sesuatu, maka taruhlah pada sesuatu yang tidak pernah dapat diambil dari Anda. Anda bisa kehilangan kesehatan. Anda bisa kehilangan pekerjaan. Anda bisa kehilangan ketampanan atau kecantikan. Anda bisa kehilangan keluarga. Anda bisa kehilangan hidup Anda. Anda bisa kehilangan akal sehat. Bahkan Anda bisa kehilangan arah.

Tetapi Allah tidak pernah hilang. Dan tidak ada satu pun kebutuhan Anda yang tidak dapat dipenuhi oleh Allah. Filipi 4:19 berkata, "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus"

Lalu mengapa orang begitu banyak khawatir? Kekhawatiran mungkin adalah dosa yang paling umum di dunia. Kekhawatiran adalah akibat langsung dari melupakan bahwa Allah selalu baik setiap saat. Ketika Anda melupakan kebaikan Allah, Anda menjadi panik, bukannya berdoa; Anda memilih khawatir, bukannya menyembah.

Alkitab berkata, "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?" (Matius 6:25).

Jelaslah bahwa Allah tidak ingin Anda mengkhawatirkan apa pun. Namun menghentikan kebiasaan khawatir memang tidak mudah. Itu adalah bagian dari sifat manusia!

Lalu bagaimana cara berhenti khawatir? Selama beberapa hari ke depan, kita akan melihat apa yang Firman Allah katakan tentang kekhawatiran. Tetapi pertama-tama, sadari bahwa kekhawatiran menghalangi Anda mengalami kebaikan Allah. Putuskan bahwa Anda tidak ingin membiarkan kekhawatiran menguasai hidup Anda. Kemudian, bawalah semua kekhawatiran Anda kepada Allah dalam doa, bukan terus memikirkannya. Cara terbaik untuk berhenti khawatir adalah mulai berdoa.

Ingatlah: Anda tidak perlu memikul apa yang telah Allah janjikan untuk Dia pelihara. Akuilah bahwa Dialah sumber dari segala sesuatu yang Anda perlukan—dan berdoalah: "TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku." (Mazmur 23:1)

Renungkan :

- Bagaimana kekhawatiran memengaruhi Anda secara fisik? Bagaimana secara emosional? Bagaimana secara rohani?

- Mengapa penyembahan kepada Allah menolong Anda untuk tidak khawatir?

- Luangkan waktu sekarang juga untuk mendoakan hal-hal yang sedang Anda khawatirkan dan serahkan semuanya ke dalam pemeliharaan Allah. Kemudian renungkan perubahan apa yang Anda alami di dalam hati Anda setelah berdoa.

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 4-6; Kisah Para Rasul 17:16-34
___________
Allah adalah sumber dari segala sesuatu yang Anda perlukan untuk hidup.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
How to Stop Worrying - Daily Hope with Rick Warren - July 13, 2026

“Therefore I tell you, do not worry about your life, what you will eat or drink; or about your body, what you will wear. Is not life more than food, and the body more than clothes?” Matthew 6:25 (NIV)
-----------------
God is the source of everything you need to live. He is the Good Shepherd who feeds you, leads you, and meets your needs. You don’t have to look anywhere else. You don’t have to look to Wall Street. You don’t have to look to the government. You don’t have to look to your spouse, your retirement account, or your job.

If you’re going to put your security in something, you need to put it in something that can never be taken from you. You can lose your health. You can lose your job. You can lose your good looks. You can lose your family. You can lose your life. You can lose your mind. You can even lose your way.

But God is never lost. And there is nothing you need that God can’t supply. Philippians 4:19 says, “My God will supply every need of yours according to his riches in glory in Christ Jesus” (ESV).

So why do people worry so much? Worry may be the most common sin on the planet. It is the direct result of forgetting that God is good all the time. When you forget God’s goodness, you panic instead of pray; you worry instead of worship.

The Bible says, “Therefore I tell you, do not worry about your life, what you will eat or drink; or about your body, what you will wear. Is not life more than food, and the body more than clothes?” (Matthew 6:25 NIV).

Clearly, God doesn’t want you to worry about anything. Yet it’s hard to stop the worry habit. It’s part of human nature!

So how do you stop worrying? Over the next few days, well look at what God’s Word says about worry. But first, recognize that worry keeps you from the goodness of God. Decide that you don’t want it to get the best of you. Then, take your concerns to God in prayer instead of worrying about them. The best way to stop worrying is to start praying.

Remember: You don’t have to carry what God has already promised to take care of. Simply acknowledge that he is the source of everything you need—and pray: “The Lord is my shepherd; I shall not want” (Psalm 23:1 ESV).


Dapatkah Anda Benar-Benar Mempercayai Allah di Masa-Masa Sulit?

12 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 16:1-2 "Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada TUHAN: "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!"
----------------------
Tidak semua yang terjadi dalam hidup Anda adalah hal yang baik. Tetapi Allah itu baik—dan Dia terus mencurahkan kebaikan-Nya ke dalam hidup Anda.
Keadaan hidup Anda mungkin sedang sangat sulit saat ini, tetapi Allah dapat mengambil hal-hal yang buruk dan mendatangkan kebaikan darinya. Bahkan pada masa-masa yang paling sulit sekalipun, Anda dapat mempercayai hal ini: Allah memiliki tujuan yang baik, rencana yang baik dan alasan yang baik.

Mazmur 16:1-2 berkata, "Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada TUHAN: "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!"

Di mana pun posisi Anda dalam kehidupan saat ini, Anda membutuhkan pengingat tentang kebaikan Allah. Dan terkadang cara terbaik untuk mengingat sesuatu adalah dengan membicarakannya kepada Allah melalui doa.

Maukah Anda berhenti sejenak sekarang untuk berdoa dan berbicara kepada Allah tentang kebaikan-Nya? Ucapkan sesuatu seperti ini:
"Ya Allah, Engkau sungguh baik. Aku tidak akan pernah layak menerima kebaikan-Mu. Aku minta maaf karena sering melupakan atau meragukan kebaikan-Mu. Ampunilah aku atas rasa tidak tahu syukur dan kesombongan yang berpusat pada diriku sendiri. Aku bukanlah apa-apa tanpa Engkau. Seperti Raja Daud dalam Alkitab, aku akan putus asa jika aku tidak mengenal kebaikan-Mu. Bukalah mataku agar dapat melihat betapa baiknya Engkau sebenarnya dan biarlah kebaikan-Mu mengubah hidupku.

Ya Allah, jiwaku membutuhkan pemulihan. Aku tidak selalu berpikir dengan benar. Aku tidak selalu memilih yang benar. Aku tidak selalu merasakan hal-hal yang benar. Aku membutuhkan Engkau untuk memulihkan jiwaku yang terluka, pikiranku, kehendakku dan emosiku. Sementara aku terus belajar tentang kebaikan-Mu, aku percaya bahwa dosa-dosaku telah diampuni karena aku datang kepada-Mu dan mengakui bahwa aku membutuhkan seorang Juruselamat. Aku akan melepaskan orang-orang yang telah menyakitiku dan mendoakan berkat bagi mereka. Aku akan berjalan bersama-Mu dan memohon agar Engkau menolongku memikul beban yang sedang kubawa. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin."

Teladan terbesar dari kebaikan Allah adalah kehidupan, kematian dan kebangkitan Yesus. Anda tidak akan mengalami sepenuhnya kebaikan-Nya sampai Anda mengalami keselamatan-Nya. Jika Anda belum mengenal Yesus sebagai Juruselamat, Anda dapat berdoa seperti ini sekarang:
"Tuhan Yesus Kristus, aku ingin mengenal-Mu. Aku ingin belajar mengasihi-Mu dan mempercayai-Mu. Ampunilah dosaku. Aku memohon agar Engkau menerima aku ke dalam keluarga-Mu, bukan karena aku layak, tetapi karena di kayu salib Engkau telah membayar semua dosaku. Terima kasih atas anugerah keselamatan-Mu. Aku menerimanya dan memohon pertolongan-Mu agar aku dapat mengikut Engkau dengan setia sebagai Tuhanku. Dalam nama-Mu aku berdoa. Amin"

Renungkan :

- Mengapa tidak mengakui kebaikan Allah merupakan suatu bentuk kesombongan?

- Bagaimana Anda telah melihat Allah mengubah hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup Anda menjadi sesuatu yang baik?

- Ketika Anda melihat kembali dan menyadari kebaikan Allah dalam hidup Anda, bagaimana hal itu memengaruhi cara pandang Anda terhadap keadaan yang sedang Anda hadapi saat ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 1-3; Kisah Para Rasul 17:1-15
___________
Bahkan pada masa-masa yang paling sulit sekalipun, Anda dapat mempercayai hal ini: Allah memiliki tujuan yang baik, rencana yang baik dan alasan yang baik.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Can You Really Trust God in Hard Times? - Daily Hope with Rick Warren - July 12, 2026

“Protect me, God, because I trust in you. I said to the LORD, ‘You are my Lord. Every good thing I have comes from you.’” Psalm 16:1-2 (NCV)
-----------------
Not everything that happens in your life is good. But God is good—and he is pouring his goodness into your life.

Circumstances may be very difficult in your life right now, but God can take the bad and bring good out of it. Even in the worst times, you can trust this: God has a good purpose, a good plan, and a good reason.

Psalm 16:1-2 says, “Protect me, God, because I trust in you. I said to the LORD, ‘You are my Lord. Every good thing I have comes from you’” (NCV).

No matter where you are in life right now, you could use a reminder of God’s goodness. And sometimes the best way to remember something is to talk with God about it through prayer.

Would you stop now to pray and talk to God about his goodness? Say something like this:

“God, you are so good. I could never deserve your goodness. I’m sorry that I have often forgotten or doubted your goodness. Forgive me for my ungratefulness and prideful self-centeredness. I am nothing without you. Like King David in the Bible, I would despair if I didn’t know your goodness. Open my eyes to see how good you really are and let your goodness transform my life.

“God, my soul needs restoring. I don’t always think right. I don’t always choose right. I don’t always feel right. I need you to restore my damaged soul, my mind, my will, and my emotions. As I continue learning about your goodness, I trust that my sins have been forgiven because I’ve come to you and admitted I need a Savior. I’m going to release the people who have hurt me and pray a prayer of blessing over them. I’m going to team up with you and ask you to help me with the load I’m carrying. I pray this in Jesus’ name. Amen.”

The greatest example of God’s goodness is Jesus’ life, death, and resurrection. You won’t fully experience his goodness until you experience his salvation. If you don’t know Jesus as Savior, you can pray this right now:

“Jesus Christ, I want to get to know you. I want to learn to love you and trust you. Please forgive me for my sin. I ask you to accept me into your family, not because I deserve it but because, on the cross, you paid for all of my sins. Thank you for your gift of salvation. I receive it and ask for your help to follow you faithfully as my Lord. I pray this in your name. Amen.”