Sabtu, 15 Agustus 2026

Kebiasaan yang Mengubah Otak Anda

16 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 2:14 "Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan"
-----------------
Jika Anda ingin berpindah dari kehidupan yang penuh kewalahan menuju kehidupan yang berkelimpahan, ada dua hal yang perlu mulai Anda lakukan dan tiga hal yang perlu berhenti Anda lakukan.

Hari ini kita akan melihat pasangan yang pertama: Mulailah bersyukur dan berhentilah mengeluh.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa rasa syukur menghasilkan zat-zat kimia di dalam otak—dopamin, serotonin dan oksitosin—yang membuat Anda merasa damai dan bahagia.

Sikap bersyukur adalah sesuatu yang dapat Anda mulai segera setelah bangun tidur. Sebelum Anda bangun dari tempat tidur, buatlah daftar hal-hal yang Anda syukuri. Misalnya, daftar Anda mungkin berbunyi, "Tuhan, saya bersyukur untuk udara; saya bersyukur untuk tempat tidur ini; saya bersyukur karena saya tidak sedang dalam bahaya." Bahkan jika Anda tidak dapat memikirkan apa pun untuk disyukuri, tindakan sederhana untuk mencoba bersyukur akan mengubah kimia otak Anda.

Alkitab mengatakan, "Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan" (Filipi 2:14).

Ketika Anda mengeluhkan sesuatu, bagaimana hal itu membantu Anda? Jika Anda mengeluhkan cuaca, apakah cuacanya berubah? Jika Anda mengeluhkan penampilan Anda, apakah penampilan Anda berubah? Jika Anda mengeluhkan pasangan, anak-anak, atau pekerjaan Anda, apakah semua itu berubah?

Mengeluh adalah pemborosan waktu. Itu seperti terus memikirkan masalah tanpa melakukan apa-apa. Tidak ada gunanya. Mengeluh tidak akan pernah membuat Anda merasa lebih baik. Sebaliknya, Allah ingin hidup Anda "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur." (Kolose 2:7).

Kadang-kadang orang berkata kepada saya, "Anda tahu, Pendeta Rick, saya hanya ingin mengetahui kehendak Allah. Apa yang Allah ingin saya lakukan dalam hubungan saya? Apa yang Dia ingin saya lakukan dalam karier saya? Apa yang Dia ingin saya lakukan di sekolah?"

"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." (1 Tesalonika 5:18). Mengapa Allah akan mengajarkan Anda langkah kedua jika Anda belum melakukan langkah pertama? Jika Anda ingin mengetahui kehendak Allah tentang siapa yang harus Anda nikahi, Allah ingin Anda melakukan langkah pertama—selalu bersyukur—lalu Anda dapat melanjutkan ke langkah kedua, kemudian langkah ketiga, dan seterusnya.

Renungkan :

- Apa satu hal dari hari ini yang tidak ingin Anda ubah? Tambahkanlah itu ke dalam daftar ucapan syukur Anda.

- Ketika Anda tergoda untuk mengeluh minggu ini, pikirkan satu hal spesifik tentang bagaimana Allah telah menunjukkan kebaikan-Nya kepada Anda. Menurut Anda, perbedaan apa yang akan dihasilkannya?

- Siapa dalam hidup Anda yang Anda syukuri? Apa satu cara yang dapat Anda lakukan untuk menunjukkan perasaan Anda kepada mereka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 91-92; Roma 15:14-33
____________
Jika Anda ingin menjalani kehidupan yang berkelimpahan daripada kehidupan yang penuh kewalahan, berhentilah mengeluh dan mulailah bersyukur.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
The Habit That Changes Your Brain
By Rick Warren

“In everything you do, stay away from complaining and arguing.” Philippians 2:14 (TLB)
-----------------
If you want to move from an overwhelmed life to an overflowing life, there are two things you need to start doing and three things you need to stop doing. 

Today we’ll look at the first pair: Start being grateful and stop complaining.

Studies have shown that gratitude produces chemicals in your brain—dopamine, serotonin, and oxytocin—that make you feel peaceful and happy.

An attitude of gratitude is something you can start the moment you wake up. Before you get out of bed, make a list of things you're grateful for. For example, your list might say, “God, I'm grateful for air; I'm grateful for this bed; I'm grateful I’m not in danger.” Even if you can't think of anything to be grateful for, the simple act of trying to be grateful will change your brain chemistry.

The Living Bible paraphrase says, “In everything you do, stay away from complaining and arguing” (Philippians 2:14).

When you complain about something, how does that help you? If you complain about the weather, does it change the weather? If you complain about the way you look, does it change the way you look? If you complain about your spouse, your children, or your job, does it change any of those things?

Complaining is a total waste of time. It's stewing without doing. It's worthless. Complaining will never make you feel better. Instead, God wants your life to “overflow with joy and thanksgiving for all he has done” (Colossians 2:7 TLB).

Sometimes people will say to me, “You know, Pastor Rick, I just want to know God's will. What does God want me to do in my relationship? What does he want me to do in my career? What does he want me to do in school?”

“Whatever happens, give thanks, because it is God's will in Christ Jesus that you do this” (1 Thessalonians 5:18 GW). Why would God teach you step two when you haven't done step one? If you want to know God's will on who to marry, God wants you to do step one—always be thankful—and then you can move on to step two, then step three, and so on.

If you want to live an overflowing life rather than an overwhelmed life, stop complaining, and start being grateful.

Jumat, 14 Agustus 2026

Allah Ingin Memberi Anda Hidup yang Berkelimpahan

15 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Yohanes 15:5 *"Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tetap tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia akan berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa"*
------------------
Saat Anda mulai meragukan kebaikan Allah dan menentukan sendiri apa yang akan membuat Anda bahagia, berbagai masalah mulai muncul dalam hidup Anda. Akhirnya Anda bekerja terlalu keras, terlalu cemas dan terlalu terbebani—dan secara umum merasa kewalahan!

Tetapi Allah menjanjikan kepada Anda kehidupan yang berkelimpahan, bukan kehidupan yang penuh kewalahan.

Yesus berkata, "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." (Yohanes 10:10).

Bagaimana Anda dapat mengalami kehidupan yang berlimpah dan penuh kelimpahan? Ada satu kebiasaan yang, jika Anda melakukannya setiap hari, akan memenuhi Anda dengan persediaan kebaikan Allah yang tidak pernah habis: Tetaplah terhubung dengan Yesus.

Dalam Yohanes 15:5, Yesus membandingkan hubungan yang terus terhubung dengan-Nya dengan pokok anggur: "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tetap tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia akan berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa"

Apa yang terjadi ketika setangkai buah anggur dipotong dari pokok anggurnya? Ia akan mati. Hal yang sama juga berlaku bagi Anda.

Allah adalah sumber energi dan kekuatan Anda yang sejati. Jika Anda mencoba menjalani hidup dengan kekuatan Anda sendiri, Anda akan merasa kewalahan. Tetapi jika Anda terhubung dengan-Nya, Anda akan memiliki semua kekuatan yang Anda perlukan. Atau, seperti yang dikatakan Alkitab, "Sukacitamu menjadi penuh" (Yohanes 15:11).

Salah satu cara untuk tetap terhubung dengan Yesus adalah melalui waktu teduh setiap hari. Dalam waktu teduh, Anda menyediakan waktu untuk menyendiri bersama Allah dan mengenal-Nya melalui membaca Firman-Nya dan berbicara kepada-Nya dalam doa.

Markus 1:35 berkata, "Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana."

Bahkan Yesus mengetahui kebutuhan pribadi-Nya untuk tetap terhubung dengan Allah—dan Dia adalah Anak Allah! Terlebih lagi, betapa Anda membutuhkan kekuatan yang berasal dari waktu bersama Tuhan setiap hari?

Ada hari-hari ketika Anda mungkin tidak merasa ingin melakukan waktu teduh—tetapi tetaplah melakukannya. Jika Anda menunggu sampai Anda merasa ingin melakukan waktu teduh, Iblis akan memastikan Anda tidak pernah merasa ingin melakukannya.

Apakah Anda merasa membutuhkan lebih banyak waktu, tenaga, pengetahuan atau kesempatan? Saya ingin menantang Anda untuk membangun kebiasaan menyediakan waktu setiap hari bersama Yesus.

Renungkan :

- Situasi apa dalam hidup Anda yang membuat Anda kewalahan dan ingin Anda gantikan dengan kebaikan Allah yang berlimpah?

- Semakin banyak waktu yang Anda habiskan bersama orang-orang yang Anda kasihi, semakin kuat hubungan Anda dengan mereka. Apa persamaannya dengan meluangkan waktu bersama Allah?

- Apa yang mengalihkan perhatian Anda sehingga sulit meluangkan waktu bersama Allah? Batasan apa yang dapat Anda buat minggu ini untuk membantu Anda tetap berfokus kepada Allah selama waktu teduh bersama-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 89-90; Roma 15:1-13
_________
Ketika Anda tetap terhubung dengan-Nya, Anda akan mendapati hidup Anda dipenuhi dengan kebaikan dan kuasa Allah—dan Anda akan menyadari bahwa sebenarnya hanya itulah yang Anda perlukan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
God Wants to Give You an Overflowing Life
By Rick Warren

“I am the vine; you are the branches. If you remain in me and I in you, you will bear much fruit; apart from me you can do nothing.” John 15:5 (NIV)
--------------------
The moment you start doubting the goodness of God and deciding for yourself what will make you happy, all kinds of problems begin in your life. You wind up overworked, overanxious, and overloaded—and just generally overwhelmed!

But God promises you an overflowing life, not an overwhelmed life. 

Jesus said, “I have come in order that you might have life—life in all its fullness” (John 10:10 GNT).

How do you experience an abundant, overflowing life? There is one habit that, if you do it every day, will fill you with an endless supply of God's goodness: Stay connected to Jesus.

In John 15:5, Jesus compared staying connected to him with a grapevine: “I am the vine; you are the branches. If you remain in me and I in you, you will bear much fruit; apart from me you can do nothing” (John 15:5 NIV).

What happens when a cluster of grapes is cut off from the vine? It dies. The same is true with you.

God is your true source of energy and power. If you try to go through life on your own power, you're going to be overwhelmed. But if you're connected to him, you'll have all the power you need. Or, as the Bible says, “Your joy will overflow!” (John 15:11 NLT).

One way to stay connected to Jesus is through a daily quiet time. In a quiet time, you set aside time to be alone with God and get to know him through reading his Word and talking to him in prayer.

Mark 1:35 says, “Very early in the morning, while it was still dark, Jesus got up, left the house and went off to a solitary place, where he prayed” (NIV).

Even Jesus knew his personal need for connection with God—and he was the Son of God! How much more do you need the strength that comes from daily time with the Lord?

Some days you may not feel like having a quiet time—but do it anyway. If you wait to have a quiet time until you feel like it, Satan will make sure you never feel like it.

Do you find yourself needing more time, energy, knowledge, or opportunity? I want to challenge you to develop the habit of spending daily time with Jesus. When you stay connected to him, you’ll find your life overflowing with God’s goodness and power—and you’ll realize that’s all you really need.

Kamis, 13 Agustus 2026

Allah Adalah Sumber Kehidupan Anda

14 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 23:5-6 "Pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku."
----------------
Apakah hidup Anda berkelimpahan? Jika Anda seperti kebanyakan orang, mungkin hidup Anda memang berkelimpahan—tetapi bukan dengan kebaikan. Begitu banyak orang memenuhi kalender mereka dengan terlalu banyak kegiatan, menghabiskan terlalu banyak uang, menggunakan kredit secara berlebihan, membebani emosi mereka, bekerja terlalu keras, memenuhi hari-hari mereka dengan terlalu banyak hal, dan terlalu menghargai persetujuan orang lain. Akibatnya, mereka menjadi terlalu stres, terlalu cemas, dan terlalu kewalahan—dan mereka sudah muak dengan semuanya! Mereka jauh dari mengalami kebaikan Allah.

Mengapa kita membiarkan diri kita terbebani secara berlebihan? Sering kali rasa takut ketinggalan sesuatu memotivasi kita untuk melakukan lebih banyak hal. Namun kenyataannya, Anda tidak kehilangan apa pun ketika Anda beristirahat dalam kebaikan dan pemeliharaan Allah.

Allah ingin mengubah keadaan Anda dari kewalahan menjadi berkelimpahan. Dia ingin memenuhi semua kebutuhan Anda—dan Dia sanggup! Pertama, Anda perlu mengenali dua pendekatan yang pada dasarnya berbeda terhadap kehidupan, yang dapat menjauhkan Anda dari kelimpahan Allah atau membawa Anda ke dalam kelimpahan Allah: pola pikir kekurangan dan pola pikir kelimpahan.

Dengan pola pikir kekurangan, Anda terus-menerus berpikir, "Saya tidak punya cukup waktu. Saya tidak punya cukup uang. Saya tidak punya cukup tenaga, koneksi, kesempatan, pengetahuan atau pendidikan." Ada perasaan bahwa Anda selalu terlambat dan selalu kekurangan. Pola pikir kekurangan berfokus pada sumber daya Anda yang terbatas dan hasilnya adalah kehidupan yang penuh kewalahan.

Pola pikir kelimpahan berfokus pada sumber daya Allah yang tidak terbatas, dan hasilnya adalah kehidupan yang berkelimpahan.

Pernahkah Anda khawatir bahwa orang yang bernapas di sebelah Anda sedang mengambil udara Anda? Tentu saja tidak. Anda tahu bahwa Allah menciptakan udara yang lebih dari cukup sehingga setiap orang dapat memiliki semua yang mereka butuhkan.

Alkitab menggunakan kata-kata seperti kelimpahan, berlimpah, berlimpah-limpah, dan berlimpah ruah untuk menggambarkan apa yang Allah tawarkan kepada Anda. Allah memiliki lebih dari cukup untuk memenuhi semua kebutuhan Anda dan kebutuhan orang lain pada saat yang sama.

Alkitab menyampaikan perkataan Yesus demikian: "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan" (Yohanes 10:10).

Allah ingin memenuhi Anda dengan persediaan kebaikan, sukacita, berkat, pengharapan dan damai sejahtera-Nya yang tidak pernah habis, sehingga Anda dapat berkata "Pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku." (Mazmur 23:5-6).

Renungkan :

- Pandangan atau emosi apa yang mencerminkan pola pikir kekurangan?

- Bagaimana pola pikir kelimpahan menghasilkan damai sejahtera dalam hidup Anda?

- Mengapa kita begitu sering mengkhawatirkan apa yang dimiliki orang lain daripada berfokus pada pemeliharaan Allah yang berlimpah dalam hidup kita sendiri?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 87-88; Roma 14
___________
Anda tidak perlu khawatir akan kekurangan apa pun, karena Allah adalah sumber kehidupan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
God Is the Source of Your Life
By Rick Warren

“My cup overflows. Surely your goodness and love will follow me all the days of my life.”* Psalm 23:5-6 (NIV)
----------------
Is your life overflowing? If you’re like most people, it may be overflowing—but not with goodness. So many people have overbooked their calendars, overspent their money, overdrawn their credit, overloaded their emotions, overworked their bodies, overcrowded their days, and overvalued the approval of others. As a result, they wind up overstressed, overanxious, and overwhelmed—and they’re over it! They are far from experiencing the goodness of God.

Why do we do let ourselves get overextended? Often the fear of missing out motivates us to do more. But the truth is you’re not missing out on anything when you rest in the goodness and provision of God.

God wants to move you from being overwhelmed to overflowing. He wants to meet all your needs—and he can! First, you need to recognize two fundamentally different approaches to life that either keep you from God’s abundance or bring you into God’s abundance: a shortage mindset and a surplus mindset.

With a shortage mindset, you constantly think, “I don’t have enough time. I don’t have enough money. I don’t have enough energy or contacts or opportunities or knowledge or education.” It’s the sense that you’re always a day late and a dollar short. A shortage mindset focuses on your limited resources, and the result is an overwhelmed life.

A surplus mindset focuses on God’s limitless resources, and the result is an overflowing life.

Have you ever worried that the person breathing next to you is stealing your air? Of course not. You know that God created more than enough air for everybody to have all they need.

The Bible includes words like abundance, plentiful, abounding, and bountiful to describe what God has to offer you. God has more than enough to meet all your needs and everybody else’s needs at the same time.

The Message paraphrase tells us what Jesus said: “I came so they can have real and eternal life, more and better life than they ever dreamed of” (John 10:10).

You don’t have to worry about running short of anything, because God is the source of your life. He wants to fill you with an endless supply of his goodness, joy, blessing, hope, and peace, so you’re able to say, “My cup overflows. Surely your goodness and love will follow me all the days of my life” (Psalm 23:5-6 NIV).

Rabu, 12 Agustus 2026

Ketika Rasanya Allah Sedang Menahan Anda

13 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Kejadian 32:26 "Aku tidak akan membiarkan engkau, jika engkau memberkati aku."
----------------
Ketika Allah memberkati Yakub, Dia berjanji untuk memberikan kepadanya tanah, memperbanyak keturunannya, menjadikannya suatu bangsa yang besar dan memakainya untuk memberkati dunia. Dia menjadikan Yakub dan keluarganya sebagai umat pilihan Allah.

Namun, sama seperti yang Dia lakukan kepada Anda saat ini, Allah memberikan sebuah janji kepada Yakub dan kemudian menguji imannya terhadap janji tersebut.

Dalam Kejadian 32, Yakub bergulat dengan Allah sepanjang malam dalam suatu pergumulan yang menguji kesabaran, iman dan kepercayaannya. Kemudian Allah menyentuh pangkal paha Yakub dan mencederainya, sehingga Yakub berada dalam keadaan yang sangat tidak menguntungkan. Yakub terluka dan kelelahan, tetapi saat fajar ia berkata,"Aku tidak akan membiarkan engkau, jika engkau memberkati aku." (Kejadian 32:26).

Bukankah menarik mengatakan hal seperti itu kepada seseorang yang sedang bergulat dengan Anda? Pada suatu titik selama pergumulan sepanjang malam itu, Yakub menyadari bahwa lawannya bukanlah orang biasa. Ia sedang bergulat dengan Allah. Karena itu, Yakub menolak untuk melepaskan-Nya, karena ia tahu bahwa Allah sanggup memberkatinya.

Mungkin Anda merasa sedang bergumul dengan Allah saat ini dan pergumulan itu berlangsung terlalu lama. Mungkin Anda tidak ingin melakukan hal-hal yang Allah perintahkan kepada Anda, seperti bermurah hati, menaati aturan-Nya mengenai hubungan seksual atau berbuat baik kepada musuh-musuh Anda.

Allah yang sedang Anda pergumulkan adalah Allah yang memberikan impian bagi hidup Anda. Dialah yang akan mewujudkannya! Allah tidak sedang berusaha menggagalkan impian Anda—Dia sedang mempersiapkan Anda untuk mewujudkannya.

Pergumulan Anda juga akan membawa Anda pada titik komitmen. Tepat pada saat Anda merasa sudah waktunya untuk menyerah, Anda perlu berpaling kepada Allah dan berkata, "Aku akan tetap berada dalam pergumulan ini selama yang diperlukan sampai Engkau menyelesaikan pekerjaan-Mu yang baik dalam diriku dan memberkati aku."

Respons seperti itu terhadap ujian dari Allah menunjukkan bahwa Anda siap menerima urapan-Nya dalam hidup Anda.

Renungkan :

- Hal-hal apa dalam hidup Anda yang menurut Anda ingin Allah berkati? Hal-hal apa yang menghalangi Anda untuk menerima berkat-Nya?


- Bagaimana Allah menolong Anda ketika Anda berkomitmen pada pekerjaan-Nya dalam hidup Anda, bahkan ketika hal itu terasa menyakitkan?


- Apakah Anda menginginkan urapan Allah dalam hidup Anda? Mengapa atau mengapa tidak?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 84-86; Roma 13
_________
Pergumulan Anda akan membangun daya tahan Anda, memperdalam kesabaran Anda dan meningkatkan ketangguhan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
When It Feels Like God Is Holding You Back
By Rick Warren

“I will not let you go unless you bless me.” Genesis 32:26 (NIV)
-----------------
When God blessed Jacob, he promised to give him land, multiply his family, make him a mighty nation, and use him to bless the world. He made Jacob and his family God’s chosen people.

But just like he does with you today, God gave Jacob a promise and then tested his faith in that promise.

In Genesis 32, Jacob wrestled with God all night long in a struggle that tested his patience, faith, and trust. Then God touched Jacob’s hip and injured it, putting him at a serious disadvantage. Jacob was hurt and exhausted, and yet at dawn he said, “I will not let you go unless you bless me” (Genesis 32:26 NIV).

Isn't that an interesting thing to say to somebody you're wrestling with? At some point during that all-night struggle, Jacob became aware that this was no ordinary opponent. He was wrestling with God. And so, Jacob refused to let go, knowing that God could bless him.

Maybe you feel like you’re wrestling with God right now, and the struggle is lasting way too long. Maybe you don’t want to do the things God has told you to do, like be generous or obey his rules for sex or be kind to your enemies.

The very God you’re wrestling with is the one who gives you your dream for your life. He's the one who will make it happen! God’s not trying to thwart your dream—he’s getting you ready for it. Your struggle will build your stamina, deepen your patience, and increase your resilience.

Your wrestling match will also bring you to the point of commitment. At the very moment when you think it’s time to give up, you need to turn to God and say, “I’m in this struggle as long as it takes for you to do your good work in me and bless me.”

That kind of response to God’s test shows you’re ready for his anointing on your life.


Selasa, 11 Agustus 2026

Apa Arti Diurapi

12 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
1 Tesalonika 5:24 "Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya"
------------------
Allah tidak pernah meminta Anda melakukan sesuatu tanpa menyediakan apa yang Anda perlukan untuk melakukannya. Urapan adalah tanda bahwa Dia sedang memperlengkapi dan memberi Anda kuasa untuk menggenapi tugas yang telah Dia berikan.

Apakah Anda ingin kuasa kebangkitan Allah bekerja melalui hidup Anda? Jika ya, Anda perlu memahami apa artinya memiliki urapan-Nya. Untuk memahami urapan Allah, ada beberapa hal yang perlu Anda ingat.

1. Ketika Allah memerintahkan Anda melakukannya, Anda dapat mengandalkan urapan-Nya.

Tugas terakhir Yesus kepada murid-murid-Nya tampak mustahil. Tidak mungkin mereka dapat membawa Injil sampai ke ujung bumi—kecuali melalui kuasa-Nya. Allah sering kali memberikan tugas yang secara manusia tampak mustahil, tetapi Dia sendiri akan membuatnya menjadi mungkin. "Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya" (1 Tesalonika 5:24).

2. Urapan Allah membuat tugas yang sulit menjadi lebih ringan.

Sumber daya, tenaga, pengetahuan, hikmat dan talenta Anda semuanya terbatas—tetapi Allah tidak terbatas. Dengan urapan Allah, Anda dapat menghadapi segala sesuatu dengan lebih baik, bertahan lebih lama dan melangkah lebih jauh.
"Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu." (Efesus 3:16).

3. Urapan Allah membuat yang mustahil menjadi mungkin.

Dalam pekerjaan, pernikahan, kesehatan, maupun hubungan Anda, akan ada masalah-masalah yang tampaknya tidak dapat diatasi. Allah adalah Bapa yang sanggup melakukan segala sesuatu. Tidak ada masalah yang melampaui kemampuan-Nya untuk menolong. "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah." (Lukas 18:27).

4. Allah mengurapi hidup Anda untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Yesus datang untuk menghibur mereka yang menderita, yang patah hati dan yang diperbudak oleh kebiasaan-kebiasaan yang buruk. Dan Dia juga mengurapi Anda untuk menghibur orang lain.
"Tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia." (Kisah Para Rasul 10:38)

5. Untuk setiap tantangan yang baru, Anda memerlukan kuasa yang baru dari Allah.

Urapan oleh Roh Kudus tidak dapat disimpan untuk nanti. Anda tidak dapat menghadapi persoalan hari ini dengan urapan yang Anda terima kemarin.

Yakobus 4:2 berkata, "Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa."
Mintalah kembali urapan Allah!

Renungkan :

- Jika Anda percaya bahwa Allah ingin memberkati hidup Anda, apakah yang akan Anda minta kepada-Nya?

- Apakah Anda berusaha menyelesaikan tugas-tugas Anda dengan kekuatan sendiri atau dengan kuasa Allah? Apa perbedaannya?

- Dalam hal apa saja Anda melihat bahwa Allah telah mengurapi, atau memperlengkapi, Anda untuk menggenapi tugas yang telah Dia berikan kepada Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 81-83; Roma 12
___________
Tetaplah hidup dekat dengan Allah supaya Dia terus-menerus memenuhi Anda dengan kasih karunia, kasih dan kuasa-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
What It Means to Be Anointed
By Rick Warren

“The one who calls you is faithful, and he will do it.” 1 Thessalonians 5:24 (NIV)
----------------
God never tells you to do something without providing what you need to do it. Anointing is a sign that he is equipping and empowering you to fulfill an assignment he’s given you.

Do you want God’s resurrection power to work through your life? Then you need to understand what it means to have his anointing. To understand God’s anointing, you need to keep a few things in mind.

1. When God says to do it, you can count on his anointing. Jesus’ last assignment to his disciples was impossible. There was no way they could take the gospel to the ends of the earth—except through his power. God will often give you an assignment that looks physically impossible, but he will make it possible.

“The one who calls you is faithful, and he will do it” (1 Thessalonians 5:24 NIV).

2. God’s anointing makes difficult tasks easier. Your resources, energy, knowledge, wisdom, and talent are all limited—but God is not. With God’s anointing, you can handle things better, last longer, and go farther.

“I pray that from his glorious, unlimited resources [God] will empower you with inner strength through his Spirit” (Ephesians 3:16 NLT).

3. God’s anointing makes the impossible possible. In your business, marriage, health, and relationships, you’re going to come up against seemingly insurmountable problems. God is a competent Father. No problem is beyond his ability to provide.

“What is impossible with man is possible with God” (Luke 18:27 NIV).

4. God anoints your life to bless others. Jesus came to comfort the afflicted, broken-hearted, and those who are enslaved to bad habits. And he anoints you to comfort others as well.

Acts 10:38 is paraphrased in The Message this way: “Jesus arrived from Nazareth, anointed by God with the Holy Spirit, ready for action. He went through the country helping people and healing everyone who was beaten down by the Devil. He was able to do all this because God was with him.”

5. For every new challenge, you need renewed power from God. Anointing by the Holy Spirit can’t be stored up. You can’t handle today’s problems with yesterday’s anointing.

Stay in touch with God so that he can constantly fill you with his grace, love, and power. James 4:2 says, “You do not have because you do not ask God” (NIV). Ask for God’s anointing again!


Senin, 10 Agustus 2026

6 Cara Keluar dari Dukacita yang Membuat Anda Terpuruk

11 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:

Mazmur 34:18 "TUHAN dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya."
----------------
Setiap orang akan mengalami kehilangan. Dan Anda tidak begitu saja "melupakan" sebuah kehilangan. Jika Anda takut mengungkapkan emosi dan menolak melewati prosesnya, di situlah Anda akan terjebak.
Anda dapat keluar dari keadaan itu dengan membiarkan Allah menolong Anda. Berikut enam cara Dia melakukannya:

1. Allah mendekatkan Anda kepada diri-Nya.

Mazmur 34:18 berkata, "TUHAN dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya."
Ketika Anda berdukacita, Allah mungkin terasa sangat jauh. Namun apa yang Anda rasakan dan apa yang sesungguhnya terjadi tidak selalu sama. Faktanya, Allah tidak pernah sedekat itu dengan Anda selain ketika Anda sedang berdukacita.

2. Allah turut berdukacita bersama Anda.

Alkitab berkata bahwa Yesus adalah "seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan." (Yesaya 53:3).
Ketika Anda datang kepada Yesus dengan dukacita Anda, Dia berbelaskasihan dan memahami penderitaan Anda. Dia bukan Pribadi yang jauh ataupun tidak peduli.

3. Allah memberikan keluarga gereja untuk mendukung Anda.

Kita dirancang untuk berdukacita dan dipulihkan bersama dalam komunitas melalui keluarga gereja. Bersama-sama kita menjadi lebih kuat!
"Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. ... Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis." (Roma 12:10, 15).

4. Allah memakai dukacita untuk menolong Anda bertumbuh.

Dia melakukannya melalui tiga cara.
Pertama, Allah memakai penderitaan untuk menarik perhatian Anda. Alkitab berkata, "Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan." (Yakobus 1:2-3).
Kedua, Dia mendatangkan kebaikan dari hal-hal yang buruk (Roma 8:28) dan
Ketiga, Dia mempersiapkan Anda untuk kekekalan (2 Korintus 4:17-18).

5. Allah memberikan kepada Anda pengharapan akan surga.

Jika Anda percaya kepada Yesus Kristus dan mempercayakan keselamatan Anda kepada-Nya, maka Anda akan menghabiskan kekekalan bersama Allah di surga—dan pengharapan itu akan menopang Anda melewati masa kehilangan. Alkitab berkata, "Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan." (1 Tesalonika 4:13).

6. Allah memakai penderitaan Anda untuk menolong orang lain.

Inilah yang disebut penderitaan yang membawa penebusan (redemptive pain) dan inilah penggunaan yang tertinggi dan terbaik dari penderitaan Anda. "yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami sendiri terima dari Allah" (2 Korintus 1:4).

Renungkan :

- Menurut Anda, mengapa Allah mengizinkan Anda mengalami dukacita dan kehilangan?

- Jika Anda belum memiliki keluarga gereja atau kelompok kecil, langkah apa yang dapat Anda ambil hari ini agar Anda memiliki dukungan yang Anda perlukan ketika mengalami kehilangan?

- Apakah penderitaan terdalam yang pernah Anda alami? Bagaimana Anda dapat memakai penderitaan itu untuk menolong orang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 79-80; Roma 11
___________
Jangan kehilangan iman Anda dalam lautan dukacita. Pengharapan akan kasih Tuhan tidak akan pernah mengecewakan!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
6 Ways to Get Unstuck in Grief
By Rick Warren

“The LORD is close to the brokenhearted, and he saves those whose spirits have been crushed.” Psalm 34:18 (NCV)
--------------
Everyone will experience loss. And you don’t just “get over” a loss. If you’re scared to express emotion and refuse to go through it, that’s where you get stuck.

You get unstuck by letting God help you. Here are six ways he does that:

1. God draws you close to himself.

Psalm 34:18 says, “The LORD is close to the brokenhearted, and he saves those whose spirits have been crushed” (NCV). When you grieve, God may seem a million miles away. But what you feel and what is real are not always the same thing. In fact, God has never been any closer to you than when you are grieving.

2. God grieves with you.

The Bible says Jesus was “a man of sorrows, acquainted with deepest grief” (Isaiah 53:3 NLT). When you come to Jesus with your grief, he is sympathetic and understands your pain. He’s not aloof or apathetic.

3. God gives you a church family for support.

We’re meant to grieve and heal in community through our church family. We’re better together!

“Be devoted to one another in love . . . Rejoice with those who rejoice; mourn with those who mourn” (Romans 12:10, 15 NIV).

4. God uses grief to help you grow.

He does this in three ways. First, God uses pain to get your attention. The Bible says, “My friends, consider yourselves fortunate when all kinds of trials come your way, for you know that when your faith succeeds in facing such trials, the result is the ability to endure” (James 1:2-3 GNT).

Second, he brings good out of bad (Romans 8:28), and third, he prepares you for eternity (2 Corinthians 4:17-18).

5. God gives you the hope of heaven.

If you believe in and trust Jesus Christ for salvation, then you will spend eternity in heaven with God—and that hope will sustain you through your time of loss. The Bible says, “We don’t want you to be ignorant about those who have died. We don’t want you to grieve like other people who have no hope” (1 Thessalonians 4:13 GW).

6. God uses your pain to help others.

This is called redemptive pain, and it is the highest and best use of your pain. “[God] comforts us in all our troubles so that we can comfort others. When they are troubled, we will be able to give them the same comfort God has given us” (2 Corinthians 1:4 NLT).


Minggu, 09 Agustus 2026

Beristirahatlah dalam Pemeliharaan Allah, Bahkan di Tengah Peperangan

10 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 23:5 "Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku."
-----------------
Raja Daud mengetahui apa artinya diserang secara emosional, secara lisan dan secara fisik. Ketika masih muda, ia diurapi oleh nabi Samuel untuk menjadi raja Israel berikutnya, tetapi Saul masih menjadi raja dan memutuskan untuk membunuhnya. Daud harus bersembunyi dari Saul di gua-gua sementara dusta tentang dirinya disebarkan ke seluruh kerajaan. Namun Daud tidak pernah membalas, karena Allah sedang mempersiapkannya menjadi seorang raja yang hidup sesuai dengan hati Allah.

Daud berkata tentang Allah, "Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku." (Mazmur 23:5).

Apakah terdengar bahwa Daud sedang diliputi stres? Tidak! Ia tidak perlu menghabiskan seluruh tenaganya untuk membela diri, karena ia mempercayakan Allah sebagai Pembelanya.

Dibutuhkan iman dan kerendahan hati yang besar untuk mempercayai Allah dan tetap beristirahat ketika Anda sedang diserang, disalahpahami dan berbagai rumor tentang Anda sedang tersebar. Saat itu terjadi, segala sesuatu dalam diri Anda ingin bangkit dan melakukan sesuatu untuk membela diri. Bagaimana Anda menghadapi orang-orang yang menyerang Anda? Anda tidak perlu menanganinya sendiri. Biarkan Allah yang menanganinya.

Percayalah kepada Allah sebagai Pembela Anda.
Allah bukan hanya ingin membela Anda, tetapi Dia juga ingin bersekutu dengan Anda. Alkitab berkata Mazmur 5:11 seperti ini: "Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; dan karena Engkau akan bersukaria orang-orang yang mengasihi nama-Mu"

Baik Mazmur 23 maupun Mazmur 5 menggambarkan sebuah perjamuan, atau pesta, pada waktu yang tidak biasa—bukan hanya ketika keadaan sedang baik, tetapi juga ketika Anda sedang diserang.

Jika saat ini Anda sedang berada di tengah panasnya peperangan, Allah mengetahuinya. Mungkin Anda sedang berjuang mempertahankan pekerjaan, kesehatan, kewarasan atau martabat Anda. Di tengah peperangan itu, Allah ingin mengadakan sebuah perjamuan bagi Anda untuk memberikan sedikit penguatan.

Allah ingin mengadakan perjamuan di medan peperangan. Penguatan seperti itu tersedia bagi Anda hari ini ketika Anda menyerahkan kekhawatiran, rasa sakit dan keinginan untuk mengendalikan segala sesuatu kepada Yesus, lalu beristirahat dalam janji-janji-Nya bagi Anda.

Jika Anda adalah anak Allah, Bapa surgawi Anda bangga kepada Anda. Para pengkritik mungkin membenci Anda, memfitnah Anda, mengabaikan Anda, mengejek Anda, atau menyebarkan tuduhan palsu terhadap Anda, tetapi mereka tidak dapat menghentikan berkat Allah atas hidup Anda.

Seperti yang dikatakan Alkitab, "Telah dibawanya aku ke rumah pesta, dan panjinya di atasku adalah cinta." (Kidung Agung 2:4).

Renungkan :

- Peperangan apa yang sedang Anda hadapi saat ini? Pertentangan apa yang sedang menghadang Anda?

- Apa yang perlu Anda lepaskan agar dapat menyerahkan pembelaan diri Anda kepada Allah?

- Bagaimana beristirahat di tengah peperangan menolong Anda menghadapi peperangan itu dengan lebih baik?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 77-78; Roma 10
____________
Dibutuhkan iman dan kerendahan hati yang besar untuk mempercayai Allah

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
Rest at God’s Table, Even in the Battle
By Rick Warren

“You prepare a table before me in the presence of my enemies.” Psalm 23:5 (NIV)
----------------
King David knew what it meant to be attacked emotionally, verbally, and physically. As a young man, he was anointed by the prophet Samuel to be the next king of Israel, but Saul was still king and decided to kill him. David had to hide from Saul in caves while lies were being told about him across the kingdom. Yet David never retaliated, because God was preparing him to be a king who followed God’s heart.

David said of God, “You prepare a table before me in the presence of my enemies” (Psalm 23:5 NIV).

Does it sound like David was stressed out? No! He didn’t have to use up all his energy defending himself, because he trusted God to be his defender.

It takes a lot of faith and humility to trust God and rest when you’re under attack, when you’re misunderstood, and when rumors are spreading about you. When that happens, everything in you wants to rise up and do something about it. How do you handle people who attack you? You don’t. You let God handle them.

Trust God to be your defender.

Not only does God want to defend you, but he also wants to fellowship with you. The Message paraphrases Psalm 5:11 this way: “You’ll welcome us with open arms when we run for cover to you. Let the party last all night! Stand guard over our celebration.”

Both Psalm 23 and Psalm 5 paint the picture of a banquet, or a party, at an unlikely time—not just when good times are happening but when you’re under attack.

If you’re in the heat of the battle right now, God knows about it. Maybe you’re fighting for your job, your health, your sanity, or your dignity. While the battle is going on, God wants to throw a banquet for you to offer just a little encouragement.

God wants to host a banquet on a battlefield. That kind of encouragement is available to you today when you surrender your worry, pain, and control to Jesus and rest in his promises to you.

If you’re a child of God, your heavenly Father is proud of you. Critics may spite you, slander you, ignore you, ridicule you, or libel you, but they can’t stop God’s blessing on your life.

As the Bible says, “He brought me to his banquet hall and raised the banner of love over me” (Song of Solomon 2:4 GNT).