Kamis, 04 Juni 2026

Jangan Hanya Berharap Masuk Surga

05 Juni 2026

Bacaan Hari ini:
1 Yohanes 5:11-12 "Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup."
----------------------
Jika hari ini Anda berjalan-jalan di taman dan bertanya kepada orang-orang apakah mereka akan masuk surga atau neraka, kemungkinan banyak yang akan menjawab, "Saya berharap masuk surga."
Namun, berharap saja tidak cukup. Kekekalan terlalu penting untuk hanya didasarkan pada harapan tanpa kepastian.

Tidak seorang pun dijamin memiliki satu menit lagi di dunia ini. Kematian adalah kenyataan yang pasti bagi setiap manusia. Karena itu, menunda keputusan terpenting dalam hidup adalah hal yang sangat berisiko.
Firman Tuhan berkata: "Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup." 1 Yohanes 5:11-12

Pesan ini sangat jelas. Jika Anda memiliki Yesus, Anda memiliki hidup yang kekal. Jika Anda tidak memiliki Yesus, Anda tidak memiliki hidup yang kekal.
Pilihan itu bersifat pribadi.

Anda tidak akan masuk surga karena iman orang tua, pasangan atau teman Anda. Dan Anda juga tidak akan terpisah dari Allah karena keputusan orang lain. Setiap orang harus merespons sendiri terhadap Yesus Kristus.

Inilah alasan mengapa Natal dan Paskah begitu penting. Yesus datang ke dunia, mati di kayu salib, dan bangkit kembali supaya manusia memiliki jalan untuk diperdamaikan dengan Allah.
Alkitab berkata: "Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu .., telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib" Kolose 2:13-14

Jangan hanya berharap. Pastikan hubungan Anda dengan Tuhan melalui Yesus Kristus. Keselamatan bukanlah soal menebak-nebak atau berharap keberuntungan; keselamatan adalah menerima anugerah Allah melalui iman kepada Yesus.

Renungkan :

- Tidak seorang pun dijamin memiliki hari esok. Bagaimana kenyataan itu membuat Anda memandang keputusan untuk mengikuti Yesus dengan lebih serius?

- Siapa di sekitar Anda yang perlu mendengar kabar baik tentang keselamatan dalam Kristus?

- Jika jalan keselamatan melalui Yesus begitu jelas, mengapa menurut Anda banyak orang masih menunda atau menolak untuk mengambil keputusan?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 21-22; Yohanes 14
_____________
Salib Kristus adalah jawaban bagi masalah terdalam manusia: keterpisahan dari Allah karena dosa.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Don’t Just Hope You’ll Go to Heaven - Daily Hope with Rick Warren - June 5, 2026

“And this is the testimony: God has given us eternal life, and this life is in his Son. Whoever has the Son has life; whoever does not have the Son of God does not have life.” 1 John 5:11-12 (NIV)
--------------------
If you walked around a park today and asked people if they were going to heaven or hell, you’d likely hear many of them say, “I hope I’ll go to heaven.”

But hope just isn’t good enough. I pray that’s not your answer. Your eternal destiny is too important not to know for sure.

You’re not guaranteed another minute on this planet, much less another hour. The most recent statistics show that mortality rates in the world remain 100 percent! Death is inevitable—so it’s foolish not to be prepared. Don’t put off the most important choice you’ll ever make.

The Bible says in 1 John 5:11-12, “And this is the testimony: God has given us eternal life, and this life is in his Son.Whoever has the Son has life; whoever does not have the Son of God does not have life” (NIV).

That’s about as clear as you can get. If you have Jesus, you have life. If you don’t have Jesus, you do not have life. You have a choice.

You won’t go to heaven because of someone else’s faith. You’ll never go to hell because of someone else’s choice.

It’s your choice! You get to decide where you’ll spend eternity.

This is why we celebrate Christmas and Easter. If Jesus hadn’t come at Christmas—and then if he hadn’t died and come back to life on Easter—our situation would be hopeless. Nothing you do would matter. You wouldn’t have this choice.

The Bible says, “You were dead because of your sins and because your sinful nature was not yet cut away. Then God made you alive with Christ, for he forgave all our sins. He canceled the record of the charges against us and took it away by nailing it to the cross” (Colossians 2:13-14 NLT).

The cross is the answer to your deepest problem: your separation from God. Make the choice today to be reconciled to God through Jesus and to secure your eternity in heaven.


Sekilas info Bisnis Dalam Negeri

Kamis,04-06-2026

*INDONESIA DAILY BRIEF*
Hari Rabu, 3 Juni 2026, cut off jam 18.00 WIB
Disusun dan dikurasi oleh Paulus W Broto

MBG, DSI, DAN PASAR GUGUP: EKONOMI PANCASILA DIUJI OLEH TATA KELOLA APBN, SDA, HUKUM, DAN KEPERCAYAAN PUBLIK

*PENGANTAR*

Hari ini Indonesia membaca lima alarm sekaligus.

Pertama, BGN yang mengelola pagu sekitar Rp268 triliun untuk program gizi nasional berganti pimpinan, lalu kantornya digeledah Kejaksaan Agung. Kedua, DSI mulai menjalankan masa transisi ekspor komoditas strategis—batubara, sawit/CPO, dan ferroalloy—yang nilai ekspornya disebut lebih dari US$65 miliar setahun. Ketiga, pasar keuangan gugup: IHSG sempat ambles sekitar 5% ke level 5.842, sementara rupiah bergerak ke sekitar Rp17.925/US$. Keempat, KPK menangkap pejabat Imigrasi Jakarta Barat dalam OTT terkait dugaan pengurusan izin tinggal WNA. Kelima, manufaktur dan UMKM masih rapuh di tengah tekanan biaya bahan baku, kurs, pajak, dan permintaan yang belum sepenuhnya pulih.

Benang merahnya satu: program besar, kewenangan besar, dan uang negara yang besar harus diimbangi tata kelola besar. Tanpa itu, niat baik negara bisa berubah menjadi kegelisahan rakyat, kebingungan pelaku usaha, tekanan pasar, dan turunnya kepercayaan publik.

*BGN DAN MBG: APBN RP268 TRILIUN MASUK FASE AUDIT*

Pergantian pimpinan BGN menjadi isu paling panas. Presiden Prabowo Subianto mengakhiri masa tugas Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN dan menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN baru. Dua wakil kepala juga diganti; Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono masuk sebagai wakil kepala baru.

BGN bukan lembaga kecil. Pada 2026, pagunya disebut Rp268 triliun, dengan sekitar 95,4% atau Rp255,5 triliun diarahkan untuk program pemenuhan gizi nasional. Dukungan manajemen sekitar 4,6% atau Rp12,4 triliun. Program MBG menargetkan sekitar 82,9 juta penerima manfaat dan diproyeksikan menghasilkan sekitar 21 miliar porsi makan dalam setahun. Target dapurnya juga sangat besar: puluhan ribu SPPG, termasuk sekitar 28.000 SPPG wilayah aglomerasi dan 8.617 SPPG daerah terpencil.

Maka pergantian pimpinan BGN tidak bisa dibaca sebagai rotasi biasa. Pemerintah menyebut kepemimpinan baru diharapkan memperkuat tata kelola organisasi, mempercepat program prioritas, serta memastikan MBG berjalan efektif, tepat sasaran, dan akuntabel. Namun publik tentu bertanya: apa masalah tata kelola yang sedang dikoreksi, sejauh mana kelemahan SOP, bagaimana kualitas makanan dijaga, dan apakah ada persoalan dalam penentuan titik dapur/SPPG.

Sehari setelah pergantian itu, Kejaksaan Agung menggeledah kantor BGN. KSP Dudung Abdurachman juga menyebut dugaan jual-beli titik SPPG atau dapur MBG sebagai salah satu faktor evaluasi. Ini harus dibaca hati-hati: belum boleh menjadi vonis kepada individu. Tetapi secara tata kelola, program sebesar Rp268 triliun dengan target 82,9 juta orang wajib diaudit ketat.

Ukuran keberhasilan MBG tidak boleh hanya jumlah paket makanan, jumlah dapur, atau serapan anggaran. Ukurannya harus lebih dalam: makanan aman dan bergizi, dapur memenuhi standar, anak menerima manfaat, petani dan UMKM lokal terserap, vendor dikendalikan, data terbuka, pembayaran lancar, serta pengawasan BPOM dan pemda benar-benar berjalan.

*DSI DAN DHE: EKSPOR US$65 MILIAR TIDAK BOLEH DIKELOLA ASAL-ASALAN*

Isu besar kedua adalah DSI. Mulai 1 Juni 2026, Indonesia memulai masa transisi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia untuk komoditas awal seperti batubara, sawit/CPO, dan ferroalloy. Nilai ekspor kelompok komoditas strategis ini disebut lebih dari US$65 miliar setahun. Implementasi penuh ditargetkan paling lambat 1 Januari 2027. Selama masa transisi, eksportir diminta melaporkan dokumen ekspor ke DSI, sementara pengiriman disebut tetap berjalan.

Tujuannya benar: menutup under-invoicing, transfer pricing, kebocoran devisa, memperbaiki harga ekspor, menaikkan penerimaan negara, dan memperkuat suplai dolar di dalam negeri. Ini sejalan dengan Ekonomi Pancasila dan Pasal 33: kekayaan alam tidak boleh hanya menjadi ekspor murah, invoice rendah, komisi, dan devisa yang cepat keluar.

Namun DSI berjalan bersamaan dengan aturan DHE SDA. Eksportir SDA nonmigas wajib menempatkan 100% DHE SDA di rekening khusus dalam negeri minimal 12 bulan, sedangkan sektor migas minimal 30% selama 3 bulan. Artinya, pelaku usaha menghadapi dua perubahan besar sekaligus: tata kelola ekspor melalui DSI dan retensi devisa melalui DHE.

Skalanya sangat besar. Ekonom memperkirakan DSI bisa membutuhkan modal kerja sekitar 20–25% dari total penjualan tahunan, atau sekitar Rp250–330 triliun, untuk mengurus ekspor batubara, CPO, ferroalloy, dan turunannya. Karena itu, DSI tidak boleh dibangun asal-asalan.

Respons dunia usaha juga menunjukkan isu ini tidak adem. Asosiasi pengusaha meminta kejelasan kontrak existing, harga acuan, pembayaran, LC, shipping, insurance, trade agreement, dispute mechanism, dan platform digital monitoring. Kadin mengingatkan bahwa tujuh bulan pertama DSI sangat krusial.

Yang lebih penting: organisasi dan manajemen DSI sendiri masih dalam tahap penyiapan, termasuk perekrutan SDM strategis dan finalisasi struktur. Ini harus menjadi perhatian serius. Rekrutmen tidak boleh berbasis kedekatan, tidak boleh sekadar mengisi kursi, dan tidak boleh mengabaikan kompetensi. DSI membutuhkan orang-orang yang paham perdagangan komoditas internasional, kontrak ekspor, pricing benchmark, LC, shipping, insurance, hedging, pajak, kepabeanan, compliance, risiko pasar, dan hubungan pembeli global.

Negara boleh mengorkestrasi SDA. Tetapi orkestrasi sebesar US$65 miliar setahun hanya akan dipercaya bila mesin organisasinya profesional, transparan, kredibel, dan bankable.

*PASAR GUGUP: IHSG 5.842 DAN RUPIAH RP17.925/US$*

Pasar hari ini memberi sinyal keras. IHSG sempat ambles sekitar 5% ke level 5.842. Rupiah bergerak ke sekitar Rp17.925/US$, sementara kurs jual indikatif perbankan mendekati Rp17.970–Rp17.998/US$. Tekanan ini muncul di tengah sentimen terhadap Danantara/DSI, rupiah yang terus melemah, dan outlook negatif Moody’s terhadap Danantara Investment Management.

Ini bukan sekadar gejolak bursa. Rupiah lemah menaikkan biaya impor bahan baku, energi, obat, mesin, pelumas, dan cicilan utang valas. IHSG jatuh menekan nilai portofolio, persepsi investor, cost of capital, dan kemampuan emiten mencari pendanaan.

Pasar tidak anti terhadap negara yang kuat. Pasar juga tidak anti terhadap kedaulatan SDA. Tetapi pasar membutuhkan kejelasan: siapa mengambil keputusan, bagaimana kontrak dihormati, bagaimana harga ditentukan, bagaimana risiko dibagi, bagaimana data dibuka, dan bagaimana konflik kepentingan dicegah.

Ekonomi Pancasila bukan ekonomi yang tunduk kepada pasar, tetapi juga bukan ekonomi yang mengabaikan pasar. Negara harus kuat, tetapi kekuatan negara harus membuat rakyat, dunia usaha, dan investor percaya. Tanpa trust, kebijakan yang benar tujuannya pun bisa dibaca sebagai risiko eksekusi.

*HUKUM DAN IMIGRASI: PINTU NEGARA TIDAK BOLEH DIPERDAGANGKAN*

Di tengah koreksi BGN, transisi DSI, dan pasar yang gugup, KPK juga menangkap Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Jakarta Barat, Ronald Arman Abdullah, dalam OTT terkait dugaan pengurusan izin tinggal WNA. KPK menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai dalam valuta asing, termasuk dolar AS dan dolar Singapura, logam mulia, serta kendaraan. Belasan orang disebut diamankan dalam operasi ini.

Kasus ini tidak boleh dibaca hanya sebagai dugaan suap perizinan biasa. Imigrasi adalah pintu negara. Izin tinggal WNA berkaitan dengan investasi, tenaga kerja asing, keamanan nasional, kepastian hukum, dan wibawa negara. Jika pintu imigrasi bisa diperdagangkan, negara bukan hanya kehilangan uang, tetapi kehilangan kontrol atas siapa yang masuk, tinggal, bekerja, dan berkegiatan di wilayah Indonesia.

Di hari yang sama ketika negara sedang memperkuat tata kelola MBG dan DSI, OTT Imigrasi mengingatkan bahwa Ekonomi Pancasila tidak akan tegak jika birokrasi perizinan masih bisa dibeli. Negara boleh membuat program besar, menahan devisa, dan mengorkestrasi SDA. Tetapi semua itu akan kehilangan legitimasi bila pintu-pintu pelayanan publik masih bocor oleh pungli, suap, dan jual-beli kewenangan.

MANUFAKTUR DAN UMKM: EKONOMI BELUM PATAH, TETAPI RAPUH

Ekonomi riil belum cukup kuat. PMI Manufaktur Indonesia Mei 2026 memang membaik dari 49,1 pada April menjadi 50,0. Ini berarti manufaktur keluar dari kontraksi tipis, tetapi angka 50,0 masih garis netral, bukan ekspansi kuat. Industri masih menghadapi input mahal, gangguan bahan baku, ekspor melemah, pembelian dan persediaan ditekan, serta kecenderungan mengurangi tenaga kerja.

Di sisi UMKM, PP 20/2026 memperketat fasilitas PPh Final UMKM 0,5%. Untuk badan usaha tertentu seperti PT, CV, dan firma, skema lama tidak lagi bisa dipakai seperti sebelumnya; pajak kembali mengarah ke PPh Badan normal 22% dari laba bersih. Skema 0,5% dipertahankan untuk WP Orang Pribadi, perseroan perseorangan, dan koperasi.

Tujuannya benar: menutup praktik pengusaha besar yang memecah entitas agar terlihat kecil. Tetapi momentumnya sensitif. UMKM sedang menghadapi kurs lemah, inflasi bahan baku, permintaan belum pulih, pajak marketplace, dan persaingan dari program-program negara. Negara harus bisa membedakan pengusaha besar yang menyamar menjadi kecil dengan pelaku kecil yang benar-benar sedang berjuang. Pajak harus adil, tetapi jangan membunuh bibit usaha.

*BENANG MERAH*

Benang merah hari ini jelas: Ekonomi Pancasila sedang diuji oleh angka, bukan slogan.

MBG menguji APBN Rp268 triliun dan target 82,9 juta penerima manfaat. DSI menguji ekspor SDA lebih dari US$65 miliar dan kebutuhan modal kerja yang ditaksir Rp250–330 triliun. Pasar menguji kepercayaan melalui IHSG yang sempat turun sekitar 5% ke 5.842 dan rupiah sekitar Rp17.925/US$. Imigrasi menguji apakah pintu kedaulatan negara cukup bersih. Manufaktur baru kembali ke PMI 50,0, sementara UMKM menghadapi perubahan pajak dari skema 0,5% menuju rezim yang lebih ketat.

Program besar tidak boleh menjadi proyek besar yang rapuh. APBN besar harus menjadi manfaat besar. Kedaulatan SDA harus menjadi devisa, pajak, industri, dan kesejahteraan. Kewenangan besar harus diimbangi transparansi besar. Negara boleh kuat, tetapi kekuatan negara harus membuat rakyat, dunia usaha, dan pasar lebih percaya.

*REKOMENDASI*

Untuk BGN baru: lakukan audit 100 hari. Buka peta SPPG aktif, suspend, bermasalah, standar dapur, pengawasan BPOM, rantai pasok, vendor, pembayaran, dan dampak ke UMKM lokal. MBG harus menjadi ekosistem gizi nasional, bukan sekadar proyek belanja makanan.

Untuk DSI dan Danantara: segera terbitkan petunjuk teknis rinci tentang kontrak existing, harga acuan, LC, pembayaran, shipping, insurance, dispute mechanism, platform digital, dan timeline transisi. Rekrutmen SDM DSI harus profesional, transparan, dan berbasis kompetensi karena ini menyangkut bisnis SDA bernilai sangat besar.

Untuk Kemenimipas dan Ditjen Imigrasi: lakukan audit menyeluruh pada layanan izin tinggal WNA, KITAS/KITAP, sponsor perusahaan, agen pengurusan, dan titik rawan pungli. Digitalisasi layanan harus diikuti audit jejak transaksi, rotasi pejabat di titik rawan, perlindungan pelapor, serta penindakan tegas agar imigrasi kembali menjadi pintu kedaulatan negara, bukan loket rente.

Untuk pemerintah: jaga trust. DHE, DSI, MBG, pajak UMKM, dan kebijakan APBN harus dijelaskan dengan data, timeline, mekanisme, dan mitigasi risiko yang bankable. Jangan biarkan niat baik berubah menjadi ketidakpastian.

Untuk KSP: jangan menunggu laporan masyarakat. Jadilah tangan Presiden yang proaktif membaca data, turun ke lapangan, memetakan hambatan, menagih tindak lanjut, menyusun dashboard kinerja, dan melaporkan masalah apa adanya kepada Presiden.

Untuk dunia usaha dan masyarakat: tetap kritis, tetapi jangan sinis. Negara harus diawasi agar kuatnya tidak berubah menjadi komando buta. Dunia usaha juga harus siap masuk ke tata kelola yang lebih bersih, patuh, dan transparan.

PENUTUP

Ekonomi Pancasila bukan sekadar negara hadir. Ekonomi Pancasila adalah negara yang mampu mengorkestrasi aset nasional menjadi kapabilitas rakyat, lalu menghubungkannya dengan pasar agar lahir nilai tambah, pekerjaan layak, penerimaan negara, dan keadilan sosial.

Hari ini MBG, DSI, rupiah, IHSG, imigrasi, manufaktur, dan UMKM memberi pesan yang sama: Indonesia tidak kekurangan program besar. Yang sedang diuji adalah kemampuan negara menjalankannya dengan jujur, profesional, transparan, dan sungguh-sungguh bermanfaat bagi rakyat.

06.53.Wib.
by:engdra


Rupiah Lemah karena Faktor Domestik

 
Lampiran foto: IMG-20260604-WA0026.jpg

Fakta membuktikan bahwa pelemahan rupiah bukan hanya karena faktor global tapi pengelolaan ekonomi yang brengsek*** “Kurs melemah ya, Ale,” kata Akhiat saat ketemu di cafe. “Bukan sekadar melemah,” jawab saya pelan. “Itu repricing.” “Repricing?” “Ya. Penyesuaian menuju realitas baru. Dalam sistem ekonomi moneter modern, nilai mata uang memang bergerak mengikuti persepsi pasar terhadap risiko, likuiditas, inflasi, bunga, dan fundamental ekonomi.” Akhiat mengernyitkan dahi. “Jadi menurutmu ini normal?” “Sangat normal. Kalau kita konsisten memakai sistem moneteris dan rezim devisa bebas, kurs itu mekanisme pasar. Kadang menguat, kadang melemah. Itu cara pasar mencari titik keseimbangan baru.” “Terus bagaimana dengan biaya impor yang naik? Harga pangan naik? Upah pekerja yang nilai riilnya jatuh? Itu kan akibat rupiah melemah.” “Itu benar,” jawab saya. “Pelemahan kurs menciptakan imported inflation. Energi naik, bahan baku naik, logistik naik. Akhirnya daya beli masyarakat turun. Karena itu dalam teori moneter modern, pemerintah biasanya harus memberi stimulus agar ekonomi punya trade-off terhadap pelemahan kurs.” “Stimulus seperti apa?” “Bisa lewat subsidi, bantuan sosial, proyek fiskal, stimulus konsumsi, insentif industri, atau program peningkatan demand domestik.” Akhiat tersenyum tipis. “Tapi pemerintah engga lakukan itu.” “Sudah dilakukan,” jawab saya. “MBG dan KDMP pada dasarnya stimulus juga. Tujuannya menjaga konsumsi domestik dan menciptakan demand agar ekonomi tetap bergerak ketika sektor lain melemah.” Akhiat menghela napas panjang. “Masalahnya rakyat engga terlalu merasakan. Dunia usaha juga banyak yang mulai sesak.” Saya mengangguk. “Nah, di situlah persoalannya. Stimulus konsumsi bisa menjaga permintaan jangka pendek, tetapi tidak otomatis menyelesaikan masalah produktivitas dan struktur ekonomi.” “Maksudnya?” “Kalau kurs melemah sementara industri masih bergantung impor bahan baku, energi, mesin, dan teknologi luar negeri, maka biaya produksi tetap naik. Jadi stimulus hanya membantu menahan sakit, bukan menyembuhkan sumber penyakitnya.” Akhiat diam sejenak. “Jadi sebenarnya rupiah ini bukan sekadar soal dolar?” “Bukan,” jawab saya sambil tersenyum kecil. “Kurs itu cermin kepercayaan terhadap struktur ekonomi sebuah negara.” “Kalau pasar percaya produktivitas naik, fiskal disiplin, industri kuat, dan kebijakan konsisten, mata uang bisa stabil walaupun dunia sedang kacau.” “Tapi kalau pasar melihat ekonomi rapuh, utang naik, impor besar, dan industri lemah, maka repricing akan terjadi. Dan pasar akan memaksa negara menerima realitas baru, suka atau tidak.” https://www.facebook.com/share/1EjyoPGRNx/

Uploaded Image

Rabu, 03 Juni 2026

Waktu Pribadi Dengan Yesus

Amsal 14:7 (TB)Jauhilah orang bebal, karena pengetahuan tidak kaudapati dari bibirnya.

PILIH LINGKARANMU, TENTUKAN MASA DEPANMU

"Bebal" = bukan bodoh, tapi keras kepala + nolak diajar + ngot di jalan salah. Mulutnya nggak ngeluarin hikmat, adanya debat kosong.

Hal Penting:
. Hikmat itu nular
Kamu 5 tahun ke depan = rata-rata 5 orang terdekatmu sekarang. Dengerin orang bebal tiap hari = otakmu ikutan error. 1 Kor 15:33 Pergaulan buruk merusak kebiasaan baik.

"Jauhilah" bukan "bencilah" 
Kita tetap kasih, tetap doain. Tapi buat nasehat & ngambil keputusan penting? Jangan cari ke orang yang hidupnya berantakan. Ams 13:20Siapa bergaul dengan orang bijak jadi bijak.

Kadang kita bukan korban, tapi pelaku. Suka ngot, nggak mau ditegur, merasa paling bener. Itu benih kebebalan. Ams 12:1Siapa suka didikan, suka pengetahuan.

Tuhan, kasih aku hikmat pilih temen. Jauhkan aku dari suara yang bikin sesat. Dan jadikan aku orang yang mau diajar.

Bukan semua orang layak dengerin curhatmu. Apalagi ngatur hidupmu.

Selamat Pagi
Salam sehat, selamat beraktivitas, tetap semangat, Tuhan Yesus Member.
🙏🙏🙏

Anda Tidak Perlu Takut akan Penghakiman Allah

04 Juni 2026

Bacaan Hari ini:
Yohanes 5:24 "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup"
--------------------
Kematian dan kebangkitan Yesus membebaskan Anda dari penghukuman.

Mungkin Anda pernah membayangkan hari penghakiman seperti ini:

Anda berdiri di depan gerbang surga dalam antrean yang sangat panjang. Perlahan-lahan Anda maju selangkah demi selangkah. Semakin dekat ke depan, Anda mulai gelisah dan bertanya-tanya, "Apakah aku akan masuk? Apakah aku berhasil? Apakah Allah akan memutar layar raksasa yang menampilkan semua kesalahan dan dosa yang pernah kulakukan? Apakah semua dosaku akan dibongkar?"

Kabar baiknya, Yesus sendiri memberikan janji ini:
"Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah." Yohanes 3:18

Dan di bagian lain Injil Yohanes, Yesus berkata:
"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup" Yohanes 5:24

Bukankah itu kabar yang luar biasa?

Seorang teman bernama Buddy pernah bercerita bahwa ketika ia masih kecil, guru Sekolah Minggunya mengajarkan bahwa Allah duduk di surga sambil mencatat setiap kesalahan yang ia lakukan. Bahkan mereka menyanyikan lagu setiap minggu yang berbunyi, "Tuhanku terus menulis setiap waktu." Buddy mengaku bahwa hal itu membuatnya takut. Ia berpikir, "Aku tidak akan pernah bisa masuk surga. Daftar kesalahanku terus bertambah panjang."
Namun, apakah Allah memperlakukan kita seperti itu ketika kita datang kepada-Nya dan menaruh iman kepada Kristus?
Tidak.

Sebaliknya, Allah terus menghapus. Mengampuni. Membersihkan.
Dosa-dosa yang telah diakui dan diserahkan kepada Kristus tidak lagi menjadi dasar penghukuman.

Alkitab berkata:
"Allah adalah kasih." 1 Yohanes 4:8
Dan kasih itu:
"Tidak menyimpan kesalahan orang lain." 1 Korintus 13:5

Ketika Anda mempercayakan hidup kepada Yesus Kristus, dosa-dosa Anda diampuni dan dibersihkan oleh kasih karunia-Nya. Karena itu Anda dapat berpegang pada janji Allah:
"Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus." Roma 8:1

Renungkan

- Apa yang terlintas dalam pikiran Anda ketika mendengar istilah "hari penghakiman"?

- Bagaimana keyakinan akan masa depan bersama Tuhan di surga memengaruhi keputusan dan tindakan Anda setiap hari?

- Jika Allah tidak menyimpan catatan kesalahan orang yang percaya kepada-Nya, mengapa tetap penting untuk hidup benar dan taat kepada-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 19-20; Yohanes 13:21-38
_____________
Kematian dan kebangkitan Yesus membebaskan Anda dari penghukuman.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
You Don’t Have to Fear God’s Judgment - Daily Hope with Rick Warren - June 04, 2026

“Those who hear my words and believe in him who sent me have eternal life. They will not be judged.” John 5:24 (GNT)
----------------------
Jesus’ death and resurrection release you from judgment.

Maybe you’ve imagined a day of judgment that goes something like this:

You’re standing outside the gates of heaven in a really long line. You’re slowly moving forward, one step at a time. As you get closer, you start to sweat and wonder, “Am I going to get in? Am I going to make it? Is God going to use a giant TV screen to show every foolish or wrong thing I’ve ever done? Will my every sin be exposed?”

I have good news for you, promised by Jesus Christ himself: “Those who believe in the Son are not judged” (John 3:18 GNT).

Or, as he says it later in the book of John: “Those who hear my words and believe in him who sent me have eternal life. They will not be judged” (John 5:24 GNT).

Is that good news? Oh, yeah!

I have a friend named Buddy who said that, when he was a little kid, his Sunday school teacher taught him that God was sitting in heaven, writing down every bad thing that Buddy ever did. She actually made the class sing a song every week that went, “My Lord is writing all the time. Writing, writing, writing all the time.” Buddy said, “It scared me. I just thought, ‘I’m never going to make it to heaven. My list is getting longer and longer.’”

Is that the way God treats you when you come to him and put your faith in Christ? No! In fact, God is erasing, erasing, erasing all the time. Forgiving, forgiving, forgiving all the time. He’s sitting in heaven, hitting the “delete” button.

Why? Because the Bible says, “God is love” (1 John 4:8 NIV) and love “keeps no record of wrongs” (1 Corinthians 13:5 NIV). If you put your trust in the love of Jesus Christ, your sins are wiped out.

You can count on God to keep his promise: “There is no condemnation for those who belong to Christ Jesus” (Romans 8:1 NLT).


Selasa, 02 Juni 2026

Masuk ICU atau Tidak..?

https://www.instagram.com/reel/DYB4J_pgVzJ/?igsh=MW8zeDRtbmwwN2xlMw==

Demi Melakukan Rencana-Nya

Lampiran foto: IMG-20260603-WA0001.jpg
Andreas (nama samaran) menerima keponakan yang hamil di luar nikah dan diusir orangtuanya. Lebih menyedihkan lagi, si pacar tak mau bertanggung jawab. Akhirnya bayi itu lahir dengan sehat dan dibesarkan ibunya. Kini bayi itu sudah tumbuh menjadi anak yang ganteng, pintar bermain musik, dan selalu juara kelas. 

Tidak ada anak haram. Anak lahir karena kuasa dan kehendak Tuhan. Betul, bisa jadi orangtuanya berbuat dosa, tapi hamil atau tidak yang menentukan adalah Tuhan. Jangan sampai karena orangtua berbuat dosa, anak turut dihina dan dipermalukan. Gilead bersetubuh dengan perempuan sundal sehingga lahirlah Yefta. Ia tumbuh menjadi pahlawan yang gagah perkasa, tetapi saudara-saudaranya tidak mau menerimanya dan mengusirnya (Hak. 11:2). Meskipun tidak diterima dan tidak diakui, ia tidak mendendam. Terbukti ketika para tua-tua Gilead menjemputnya dari tanah Tob untuk mengangkatnya menjadi panglima perang melawan bani Amon, Yefta bersedia (Hak. 11:11), dan ia membawa seluruh perkara itu di hadapan Tuhan. Saat Yefta maju perang, bani Amon berhasil dikalahkan (Hak. 11:33). 

Saudaraku, setiap manusia, diciptakan Tuhan untuk melakukan rencana- Nya dan memuliakan nama-Nya. Memang ada manusia yang terlahir dari keluarga yang rusak, dari zinah, atau dari tindak pemerkosaan, tetapi saat manusia itu hidup dalam takut akan Tuhan, hidupnya dipakai Tuhan dengan luar biasa. Hormatilah dan kasihilah setiap manusia karena mereka diciptakan Tuhan untuk melakukan rencana-Nya.
"Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa, tetapi ia anak seorang perempuan sundal; ayah Yefta ialah Gilead." (Hakim-Hakim 11:1)
Bac: Hakim-hakim 11:1-11
(Gbu!)

Uploaded Image