02 Oktober 2026
Bacaan Hari ini:
Roma 12:10 "Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat."
------------------------
Jatuh cinta lebih mudah daripada mempertahankan cinta. Jadi, apa yang Anda lakukan ketika percikan cinta telah padam, ketika perasaan itu sudah tidak ada? Bagaimana Anda menyalakan kembali kasih yang telah pudar?
Anda melakukan apa yang Yesus katakan kepada gereja di Laodikia dalam kitab Wahyu. Dia berkata kepada mereka, "Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula" (Wahyu 2:4). Kemudian Dia melanjutkan dengan memberi tahu mereka bagaimana mendapatkan kembali kasih itu: "Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan." (Wahyu 2:5).
Dia memberi tahu mereka untuk mengingat, kembali, bertobat dan mengulangi. Dan itulah cara Anda juga dapat menyalakan kembali kasih dalam pernikahan Anda.
Pertama, Anda perlu mengingat. Untuk mendapatkan kembali kasih, Anda perlu memulainya dengan mengingat mengapa Anda jatuh cinta sejak awal. Allah memberi Anda kemampuan untuk mengingat. Gunakanlah untuk memikirkan betapa indahnya masa-masa awal dan perasaan ketika sedang jatuh cinta.
Kedua, Anda perlu kembali. Anda perlu mengingat kasih Anda—tetapi kemudian Anda perlu kembali kepada Yesus. Sangat mudah untuk mengalihkan fokus Anda kepada masalah dan tekanan yang Anda hadapi. Tetapi Yesus ingin Anda mengembalikan fokus Anda kepada-Nya.
Ketiga, Anda perlu bertobat. Dengan kata lain, ubahlah cara Anda berpikir dan bertindak. Kasih bukanlah perasaan; kasih adalah pilihan. Kasih adalah komitmen yang berkata, "Saya akan menempatkan kepentingan Anda di atas kepentingan saya sendiri." Memang benar bahwa Anda tidak dapat memaksakan suatu perasaan. Tetapi Anda dapat memilih untuk mengasihi. Jadi bertobatlah dari cara-cara Anda tidak memilih untuk mengasihi dan ubahlah cara Anda berpikir dan bertindak.
Keempat, ulangi. Yesus berkata, "Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan" (Wahyu 2:5). Dengan kata lain, bertindaklah seperti dahulu Anda bertindak. Lakukan hal-hal yang Anda lakukan ketika pertama kali jatuh cinta. Perasaan mengikuti tindakan. Jadi ketika Anda memilih untuk bertindak dengan kasih, kemungkinan besar perasaan itu akan kembali.
Musuh terbesar dari hubungan romantis bukanlah perselingkuhan, kemarahan atau kepahitan. Musuh terbesarnya adalah kesibukan. Tidak ada seorang pun yang akan menyediakan waktu untuk pernikahan Anda selain Anda sendiri. Atasan Anda tidak akan berkata, "Pulanglah dan habiskan lebih banyak waktu bersama pasangan Anda." Tidak, Anda harus menyediakan waktu untuk mereka. Tidak ada orang lain yang akan melakukannya. Pernikahan Anda akan menjadi seperti apa yang Anda upayakan.
Jadi mulailah hari ini melakukan apa yang dikatakan Roma 12:10: "Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat."
Renungkan :
- Dalam bidang apa dalam hidup Anda, Anda telah membiarkan fokus Anda beralih dari Yesus? Perubahan praktis apa yang dapat Anda lakukan untuk mengembalikan fokus Anda kepada-Nya?
- Apa artinya mengasihi seseorang dengan kasih yang tulus, seperti yang dikatakan Roma 12:10 ?
- Kasih adalah sebuah pilihan. Apa satu cara yang dapat Anda lakukan untuk memilih mengasihi pasangan Anda atau orang lain dalam hidup Anda minggu ini?
Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 13-15; Efesus 5
Nyalakanlah kembali kasih yang telah pudar dengan mengingat, kembali, bertobat dan mengulangi kasih mula - mula.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
*How to Rekindle Lost Love*
By Rick Warren
*“Love each other with genuine affection, and take delight in honoring each other.”* Romans 12:10 (NLT)
-------------------
It’s easier to fall in love than it is to stay in love. So what do you do when the spark has gone out, when the feelings aren’t there? How do you rekindle lost love?
You do what Jesus told the church in Laodicea in the book of Revelation to do. He said to them, “The love you had it first is gone” (Revelation 2:4 GW). And then he goes on to tell them how to regain that love: “Remember how far you have fallen. Return to me and change the way you think and act, and do what you did at first” (Revelation 2:5 GW).
He told them to remember, return, repent, and repeat. And that’s how you can rekindle love in your marriage, too.
First, you need to remember. To get love back, you need to start by remembering why you fell in love in the first place. God gave you the ability to remember. Use it to think about how good the early days were and that feeling of being in love.
Second, you need to return. You need to remember your love—but then you need to return to Jesus. It’s easy to let your focus slip to your problems and pressures. But Jesus wants you to return your focus to him.
Third, you need to repent. In other words, change the way you think and act. Love is not a feeling; it’s a choice. It’s a commitment that says, “I’m going to put your interests over my own.” It’s true that you can’t force a feeling. But you can choose to love. So repent of the ways you haven’t chosen to love and change the ways you think and act.
Fourth, repeat. Jesus says, “Do what you did at first” (Revelation 2:5 GW). In other words, act the way you used to act. Do the things you did when you first fell in love. Feelings follow actions. So when you choose to act in a loving way, the feelings are likely to come back.
The greatest enemy of romance isn’t adultery or anger or bitterness. It’s busyness. Nobody is going to make time for your marriage except you. Your boss isn’t going to say, “Go home and spend more time with your spouse.” No, you have to make time for them. Nobody else is going to do it. Your marriage is what you make it.
So start today doing what Romans 12:10 says: “Love each other with genuine affection, and take delight in honoring each other” (NLT).