Sabtu, 19 September 2026

Mengapa Kesatuan Rohani Penting dalam Pernikahan

20 September 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 1:12 *"supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku."*
--------------------
Anda bisa memiliki banyak kesamaan dengan seseorang, tetapi jika Anda tidak memiliki bagian terpenting dalam hidup Anda bersama-sama—yaitu hubungan Anda dengan Allah—Anda tidak akan pernah memiliki kesatuan rohani yang Allah kehendaki dalam pernikahan.

Ketika Anda memiliki kesatuan rohani, Anda mempercayai hal-hal yang sama tentang Allah, Anda bersama-sama menikmati hubungan dengan-Nya dan Anda sedang menuju ke arah yang sama. Dan kesatuan rohani memungkinkan Anda memiliki kesatuan dalam banyak bidang kehidupan.

Namun, jika Anda tidak memiliki kesatuan rohani dengan pasangan Anda, Anda tidak akan pernah menikmati kesatuan fisik, emosional, dan relasional yang mendalam yang Allah kehendaki bagi pernikahan Anda. Anda memang tidak dapat melakukannya. Anda perlu memiliki kesatuan dalam bidang nomor satu dalam hidup Anda, yaitu hubungan Anda dengan Allah.

Alkitab mengajarkan, "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?"(2 Korintus 6:14-15 ).

Dengan kata lain, jika Anda tidak memiliki kesatuan rohani, bagaimana mungkin Anda dapat bersatu dalam bidang kehidupan lainnya?

Izinkan saya berbicara terus terang kepada Anda. Sebagai seorang pendeta, saya tidak suka mengecewakan orang atau menyakiti perasaan mereka. Saya ingin mereka menyukai saya; saya ingin mereka bahagia. Tetapi entah sudah berapa kali seseorang menceritakan kepada saya tentang tunangannya yang luar biasa, hanya untuk kemudian mengatakan kepada saya bahwa orang tersebut bukanlah seorang percaya.

Segala sesuatu dalam diri saya ingin berkata, "Ini bukan masalah besar. Lanjutkan saja. Berbahagialah." Tetapi setelah melihat begitu banyak pernikahan yang terpecah secara rohani berakhir dengan perceraian, saya berbicara terus terang kepada mereka. Saya berkata, "Saya cukup mengasihi Anda untuk mengatakan kebenaran kepada Anda. Anda sedang melakukan kesalahan terbesar dalam hidup Anda. Jika Anda tidak memiliki kesatuan rohani, Anda tidak akan pernah memiliki kesatuan dalam bidang-bidang lain seperti yang Allah kehendaki. Jika Anda telah menyerahkan hidup Anda kepada Kristus, tidak mungkin Anda menyerahkan hidup Anda kepada seseorang yang menolak Juruselamat Anda."

Alkitab sangat jelas mengenai hal ini: "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya." (2 Korintus 6:14).

Jika Anda menginginkan yang terbaik dari Allah, jangan pertimbangkan seseorang yang tidak berkomitmen kepada Yesus Kristus.

Namun, inilah gambaran pernikahan Anda ketika Anda memiliki kesatuan rohani: "supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku." (Roma 1:12).

Itulah yang Allah kehendaki bagi pernikahan Anda. Dia ingin iman suami membantu istri dan iman istri membantu suami.

Renungkan :

- Pikirkan tentang sebuah hubungan di mana Anda memiliki kesatuan rohani dengan orang tersebut. Orang itu mungkin pasangan Anda, anggota keluarga, atau teman dekat. Bagaimana iman Anda membantu orang tersebut, dan sebaliknya?


- Dalam 2 Korintus 6:15, Paulus bertanya, "Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?" .Bagaimana Anda akan menjawab pertanyaan tersebut?


- Kapan Anda pernah melihat Allah memberkati dan melindungi sebuah pernikahan yang memiliki kesatuan rohani? Bagaimana gambaran tersebut memberikan dorongan kepada Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 1-2; II Korintus 13
___________
Allah ingin melindungi dan memberkati pernikahan Anda. Dia ingin menjadi perekat yang menyatukan pernikahan Anda. Dan Dia hanya dapat melakukan hal itu ketika Anda memiliki kesatuan rohani dalam pernikahan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
*Why Spiritual Unity Matters in Marriage*
By Rick Warren

*“I want us to help each other with the faith we have. Your faith will help me, and my faith will help you.”* Romans 1:12 (NCV)
-----------------
You can have a lot in common with someone, but if you don’t share the most important part of your life—your relationship with God—you’ll never have the spiritual unity God intends for marriage.

When you have spiritual unity, you believe the same things about God, you enjoy a relationship with him together, and you’re headed in the same direction. And spiritual unity allows you to have unity in many areas of life.

But if you aren’t spiritually unified with your spouse, you’re never going to enjoy the deep physical, emotional, and relational unity God desires for your marriage. You just can’t do it. You need to be unified in the number-one area of your life, which is your relationship with God.

The Bible teaches, “Stop forming inappropriate relationships with unbelievers. Can right and wrong be partners? Can light have anything in common with darkness? . . . Can a believer share life with an unbeliever?” (2 Corinthians 6:14-15 GW). In other words, if you don’t have spiritual unity, how in the world can you be unified in any other area?

Let me just be honest with you. As a pastor, I don’t like to disappoint people or hurt their feelings. I want them to like me; I want them to be happy. But I can’t tell you how many times someone has told me about their wonderful fiancĂ©, only to tell me later that the person isn’t a believer.

Everything in me wants to say, “It’s no big deal. Go ahead. Be happy.” But after seeing so many spiritually divided marriages end in divorce, I’m blunt with them. I say, “I love you enough to tell you the truth. You’re making the biggest mistake of your life. If you don’t have spiritual unity, you’re never going to have unity in other areas the way God intended. If you have committed your life to Christ, there is no way you can give your life away to somebody who rejects your Savior.”

The Bible is really clear about this: “Do not be yoked together with unbelievers” (2 Corinthians 6:14 NIV). If you want God’s best, don’t even consider somebody who’s not committed to Jesus Christ.

But here’s what your marriage can look like when you do have spiritual unity: “I want us to help each other with the faith we have. Your faith will help me, and my faith will help you” (Romans 1:12 NCV). That’s what God wants for your marriage. He wants the faith of the husband to help the wife and the faith of the wife to help the husband.

God wants to protect and bless your marriage. He wants to be the glue that holds it together. And he can only do that when you have spiritual unity in your marriage.


MATA AIR DAN POHON KURMA



Lampiran foto: IMG-20260919-WA0013.jpg
( catatan kecil biologi Alkitab )

Maksudnya apa...? Pohon kurma bisa jadi mata air..? Bagaimana mungkin hal itu terjadi..?

Sebelum membahas pohon kurma dan mata air, ini ada berita yang membuat kita kagum.

Bangsa Israel berhasil menumbuhkan kurma Yudea

Di Gurun Arava, Israel Selatan, sebuah keajaiban kecil sudah ditunggu selama 2000 tahun.

Sebatang pohon kurma Yudea yang telah punah selama ratusan tahun, ditumbuhkan kembali.

Tanaman pertama yang bertunas diberi nama "Metuselah" dari nama tokoh dalam Alkitab yang dikenal karena umurnya yang panjang. Pohon bernama Metusalah ditanam pada Januari 2005 dan bertunas pada 18 Maret 2005. Sebagai jantan, tidak dapat menghasilkan buah tetapi digunakan untuk menyerbuki tanaman betina bernama Hannah, yang ditanam pada musim semi 2014 dan bertunas pada akhir tahun itu.

Mereka memiliki 32 benih yang ditemukan di berbagai situs arkeologi di Israel selatan dan dekat Laut Mati. Benih berkisar antara 1.800 hingga 2.400 tahun.

Bagi umat Yahudi kurma sangat sesuatu sekali.

Umat Yahudi akan memanfaatkan daun kurma untuk perayaan Sukkot, yaitu perayaan yang dilakukan selama seminggu untuk mensyukuri hasil panen yang telah didapat. 

Perayaan ini diketahui akan diselenggarakan pada bulan purnama di musim gugur, yaitu sekitar bulan September dan Oktober.

Atau lebih tepatnya, perayaan ini dimulai pada tanggal 15 Tisyri di kalender Yahudi. Perayaan ini sendiri adalah salah satu dari 3 hari raya yang mengharuskan umat Yahudi berziarah ke Bait Allah selain Shavuot dan Peshak.

Apa gunanya hal itu di topikan group biologi Alkitab..? Apa tidak ada topik yang lebih bermanfaat bagi kesejahteraan bangsa kita..?

Bagaimana group biologi Alkitab mengambil beban tanggungjawab guna mensejahterakan  yang untuk tahap awal memberikan informasi dan kemudian melalui informasi dilakukan kajian bersama.

Semisal terkait masalah iklim, BMKG menginfokan bahwa kenaikan suhu setiap tahunnya akan mengakibatkan kerusakan alam yang luar biasa, tanah menjadi kering dan pecah, pohon-pohon akan sulit hidup karena sumber air tanah yang bersih semakin sulit ditemukan. 

Apa kata biologi Alkitab perihal pohon kurma...? Bagaimana pohon kurma sebagai penyedia dan pencipta mata air..?

Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu. ( Keluaran 15:27 )

Dari kutipan diatas, kita mendapatkan percikan infomasi bahwa pohon kurma dan mata air. 

Penanaman pohon kurma dalam jumlah besar dalam satu wilayah tertentu malah menciptakan mata air baru seperti oase yang terdapat di daerah gurun pasir di wilayah arab.

Akar pohon kurma memiliki akar tunggang yang unik. Akar serabutnya terbagi sebagai Akar Atas/Udara, Akar Samping, Akar Tengah dan Akar Dalam. Akar Dalamnya bisa menunjam hingga 12 m ke bumi. 

Pohon kurma meiliki akar yang berbeda dengan akar pohon kelapa ataupun kelapa sawit. 

Pohon kurma juga membutuhkan banyak air, sehingga secara alamiah akar pohon kurma akan berusaha keras untuk mengikat banyak air.

Sedangkan akar sampingnya merayap tak lebih dari 1 m dari bonggolnya. Menjadikannya sangat kokoh, sekaligus ramah pada tanaman tetangganya. Kurma tidak merebut air dan unsur hara jatah tanaman tetangganya dan menahan laju perembesan air ke dalam dan membantu “memompa” air memancarkan mata air ke atas sehingga cukup air di dekat top soil. 

Kegunaan akar pohon kurma selain untuk mengikat air,  meningkatkan storage untuk menyimpan air tawar, dan meningkatkan permukaan tanah atau water table.

Berkat kemampuan untuk mengikat air, pohon kurma dapat membantu kelestarian lingkungan, terutama bagi penghijauan di lereng gunung serta bekas galian tambang dan sungai. 

Karena karakter pohon kurma ini bisa membantu untuk melestarikan lingkungan dan memelihara ketersediaan serta kualitas air di dalam tanah. 

Payungan daunnya ( canopi ) yang berwarna keperakan, memantulkan sebagian cahaya  di sekitar tanaman lainnya dan panas matahari gunaa menjaga kelembaban tanah, mengalirkan angin, menurunkan suhu dan membantu menciptakan micro climate ( ph tanah 6- 7 )yang baik di sekitarnya

Kurma berbunga jika suhu meningkat hingga lebih dari 18°C dan membentuk buah jika lebih dari 25°C.

Kurma dapat tumbuh pada suhu rata-rata 12.7 – 27.5°C, dapat bertahan hingga 50°C maupun pada suhu membeku hingga serendah-rendahnya -5°C. Suhu ideal untuk pertumbuhan semasa penyerbukan hingga pematangan buah berkisar dari 21-27°C.

Pohon kurma dapat tumbuh dan hidup hampir di seluruh daerah Indonesia.

Maka reboisasi dengan pohon kurma juga menjadi salah satu pilihan yang sangat menarik.

 #MembangkitkanKembaliKurmaYudea2000Tahun
Yahoo Mail: Cari, Atur, Taklukkan
Uploaded Image

Jumat, 18 September 2026

Kabar Baik Membuat Anda Bersukacita

19 September 2026

Bacaan Hari ini:
Kisah Para Rasul 2:46-47 *"Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. ....sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan."*
-----------------
Menurut Anda, apakah gereja seharusnya menyenangkan? Saya rasa begitu!

Ibadah adalah sebuah perayaan. Ibadah adalah festival, bukan pemakaman. Ibadah adalah pesta bagi Kerajaan Allah. Ibadah yang penuh sukacita menarik orang-orang yang belum percaya kepada gereja, karena orang-orang sedang mencari sukacita.

Ada begitu banyak berita buruk di dunia. Tetapi "gospel" berarti "kabar baik," bukan "kabar buruk." Injil adalah kabar baik yang membuat orang bersukacita! Jadi, ketika Anda berkumpul bersama orang-orang Kristen lainnya, Anda dapat merayakannya, bukan saling meratapi.

Itulah yang dilakukan oleh gereja mula-mula. Kisah Para Rasul 2:46-47 mengatakan, "Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. ....sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan."

Perhatikan dua kata di sana: "memuji" dan "menikmati." Ibadah mereka penuh sukacita! Allah telah memberikan kepada kita banyak emosi untuk diekspresikan dan salah satu tempat kita dapat mengekspresikan kebahagiaan kita adalah dalam ibadah.

Sebagai orang Kristen, dosa-dosa masa lalu kita telah diampuni, kita memiliki tujuan untuk hidup, dan kita memiliki rumah di surga. Jika hal itu tidak membuat Anda bahagia, saya tidak tahu apa yang bisa membuat Anda bahagia! Seperti yang dikatakan Petrus pada hari ketika gereja lahir, "Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram, " (Kisah Para Rasul 2:26).

Kita tidak perlu menciptakan sukacita itu dengan kekuatan kita sendiri. Petrus mengutip Raja Daud, dengan berkata, "Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu." (Kisah Para Rasul 2:28). Ketika Anda mengetahui jalan Anda (tujuan Allah bagi hidup Anda) dan Anda merasakan kehadiran Allah, Anda secara otomatis dipenuhi dengan sukacita.

Namun, benar bahwa terkadang sukacita dapat memudar. Dalam keadaan seperti itu, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama, Anda dapat berdoa seperti yang dilakukan Daud, "Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu" (Mazmur 51:12).

Dan jawaban berikutnya mungkin mengejutkan Anda: Anda dapat mempraktikkan kemurahan hati! Itulah yang dilakukan oleh orang-orang Kristen mula-mula: "Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing." (Kisah Para Rasul 2:44-45).

Dan bagaimana mereka melakukannya? "dengan gembira dan dengan tulus hati" (Kisah Para Rasul 2:46).

Renungkan :

- Menurut Anda, mengapa ibadah yang penuh sukacita dapat menarik bagi orang-orang yang belum percaya?

- Kapan Anda pernah mengalami sukacita dalam ibadah?

- Apakah akhir-akhir ini Anda mengalami sukacita dalam ibadah? Jika tidak, luangkan waktu untuk berdoa seperti Daud, "Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu" (Mazmur 51:12).

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 30-31; II Korintus 12
___________
Kekristenan yang sejati adalah Kabar Baik bagi semua orang. Dan Kabar Baik itu membuat Anda bersukacita!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
The Good News Makes You Joyful
By Rick Warren

“They worshiped together at the Temple each day . . . praising God and enjoying the goodwill of all the people.” Acts 2:46-47 (NLT)
---------------
Do you think church ought to be fun? I do!

Worship is a celebration. It’s a festival, not a funeral. It’s a party for the kingdom of God. Joyful worship attracts non-believers to the church, because people are looking for joy!

There’s so much bad news in the world. But “gospel” means “good news,” not “bad news.” The gospel is good news that makes people joyful! So when you gather with other Christians, you can celebrate, not commiserate.

That’s what the early church did. Acts 2:46-47 says, “They worshiped together at the Temple each day . . . praising God and enjoying the goodwill of all the people” (NLT).

Notice two words there: “praising” and “enjoying.” Their worship was happy! God has given us lots of emotions to express, and one place we can express our happiness is in worship.

As Christians, we have our past forgiven, a purpose for living, and a home in heaven. If that doesn’t make you happy, I don’t know what will! As Peter said on the day the church was born, “Because of this, my heart will be glad, my words will be joyful, and I will live in hope” (Acts 2:26 CEV).

We don’t have to manufacture that joy on our own. Peter quoted King David, saying, “You have shown me the paths that lead to life, and your presence will fill me with joy” (Acts 2:28 GNT). When you know your path (God’s purpose for your life) and you feel God’s presence, you’re automatically filled with joy.

But it’s true that sometimes joy can fade. In that case, there are a couple of things to do. First, you can pray like David did, “Restore to me the joy of your salvation” (Psalm 51:12 NLT).

And the next answer may surprise you: You can practice generosity! That’s what the early Christians did: “ All the believers . . . shared everything they had. They sold their property and possessions and shared the money with those in need” (Acts 2:44-45 NLT).

And how did they do it? “With great joy and generosity” (Acts 2:46 NLT).

Real Christianity is Good News for everyone. And that Good News makes you joyful!


Di Mana Anda Dapat Menemukan Kasih?

18 September 2026

Bacaan Hari ini:
Kisah Para Rasul 2:44 "Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama"
--------------------
Ketika Anda sedang melalui masa yang sulit, tidak ada seorang pun yang dapat memperhatikan Anda seperti keluarga gereja yang penuh kasih. Begitulah keadaannya sejak awal gereja.

Pada tahun-tahun awal Kekristenan, para pengikut Yesus menghadapi banyak penganiayaan dari Kekaisaran Romawi. Banyak dari mereka bahkan dibunuh. Jadi, mereka berkumpul bersama dan benar-benar saling memperhatikan. Mereka saling mengasihi dan mendukung.

Ada sebuah istilah Alkitab untuk jaringan dukungan tersebut. Istilah itu disebut persekutuan. Persekutuan berarti kita berkomitmen satu sama lain sama seperti kita berkomitmen kepada Yesus.
Alkitab mengatakan dalam Kisah Para Rasul 2:42: "Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa"
Terjemahan lainnya mengatakan, "Mereka seperti keluarga satu sama lain."

Berulang kali gereja disebut sebagai sebuah keluarga. Gereja bukanlah sebuah bisnis; gereja bukanlah sebuah organisasi; gereja bukanlah sebuah klub sosial. Gereja adalah sebuah keluarga.

Bahkan, Alkitab memberi tahu kita untuk memperlakukan pria yang lebih tua di gereja sebagai ayah rohani dan wanita yang lebih tua sebagai ibu rohani, serta memperlakukan orang-orang yang sebaya dengan kita sebagai saudara laki-laki dan saudara perempuan. Bahkan, dalam beberapa tradisi Kristen, anggota gereja masih saling memanggil “saudara” dan “saudari.”

Apa yang Anda lakukan terhadap keluarga? Anda menerima mereka dan membela mereka, bahkan jika mereka sedikit aneh. Anda membantu mereka ketika mereka berada dalam masalah. Anda menyediakan kebutuhan mereka ketika mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Anda menunjukkan kasih sayang secara fisik satu sama lain, dengan memberikan pelukan atau menepuk punggung ketika seseorang membutuhkannya.

Dan persekutuan seperti ini sering terjadi di rumah satu sama lain. Kisah Para Rasul 2:46 berkata: "Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. d Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati"

Gereja mula-mula bertumbuh dengan cepat karena dukungan penuh kasih ini. Bahkan ketika orang-orang yang bukan Kristen tidak memahami kepercayaan orang-orang Kristen, mereka harus mengakui bahwa orang-orang Kristen benar-benar saling mengasihi dengan sangat baik.

Bahkan, tidak seorang pun di Kekaisaran Romawi mengasihi orang lain seperti yang dilakukan orang-orang Kristen. Kisah Para Rasul 2:44 berkata: "Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama"

Apakah Anda menawarkan persekutuan yang penuh kasih seperti itu ?

Renungkan :

- Kapan Anda mengalami persekutuan yang sejati di rumah orang percaya lainnya?

- Bagaimana Anda melihat orang-orang percaya saling memperhatikan seperti keluarga?

- Mengapa menurut Anda orang-orang yang bukan percaya tertarik pada gereja yang penuh kasih?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 28-29; II Korintus 11
____________
Kasih menarik orang. Ketika orang-orang Kristen benar-benar saling mengasihi, Anda tidak dapat menjauhkan orang dari mereka.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Where Can You Find Love?
By Rick Warren

“All the believers continued together in close fellowship.” Acts 2:44 (GNT)
---------------
When you’re going through a tough time, there’s no one who can care for you like a loving church family.

It’s been that way since the beginning of the church. In the early years of Christianity, followers of Jesus faced a lot of persecution from the Roman Empire. Many of them were even killed. So they banded together and really took care of each other. They loved and supported each other.

There’s a biblical word for that support network. It’s called fellowship. Fellowship means we are as committed to each other as we are to Jesus

The Bible says this in Acts 2:42: “All the believers devoted themselves to the apostles’ teaching, and to fellowship, and to sharing in meals (including the Lord’s Supper), and to prayer” (NLT). Another translation says, “They were like family to each other” (CEV).

Over and over again the church is called a family. It’s not a business; it’s not an organization; it’s not a social club. The church is a family. In fact, the Bible tells us to treat older men in the church as spiritual fathers and older women as spiritual mothers, and to treat your peers as brothers and sisters. In fact, in some Christian traditions, church members still call each other “brother” and “sister.”

What do you do with family? You accept them and stick up for them, even if they’re a little weird. You help them when they’re in trouble. You provide for them when they can’t provide for themselves. You show physical affection to each other, offering a hug or pat on the back when someone needs it.

And this kind of fellowship often happens in each other’s homes. Acts 2:46 says, “They . . . met in homes for the Lord’s Supper, and shared their meals with great joy and generosity” (NLT).

The early church grew quickly because of this loving support. Even when non-Christians didn’t understand Christians’ beliefs, they had to acknowledge that they loved each other really well.

In fact, nobody in the Roman Empire loved people like the Christians did. Acts 2:44 says, “All the believers continued together in close fellowship” (GNT).

Love attracts. When Christians genuinely love each other, you can’t keep people away. Are you offering that kind of loving fellowship in your church?


Kamis, 17 September 2026

Di Mana Anda Dapat Menemukan Kasih?

18 September 2026

Bacaan Hari ini:
Kisah Para Rasul 2:44 "Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama"
--------------------
Ketika Anda sedang melalui masa yang sulit, tidak ada seorang pun yang dapat memperhatikan Anda seperti keluarga gereja yang penuh kasih. Begitulah keadaannya sejak awal gereja.

Pada tahun-tahun awal Kekristenan, para pengikut Yesus menghadapi banyak penganiayaan dari Kekaisaran Romawi. Banyak dari mereka bahkan dibunuh. Jadi, mereka berkumpul bersama dan benar-benar saling memperhatikan. Mereka saling mengasihi dan mendukung.

Ada sebuah istilah Alkitab untuk jaringan dukungan tersebut. Istilah itu disebut persekutuan. Persekutuan berarti kita berkomitmen satu sama lain sama seperti kita berkomitmen kepada Yesus.
Alkitab mengatakan dalam Kisah Para Rasul 2:42: "Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa"
Terjemahan lainnya mengatakan, "Mereka seperti keluarga satu sama lain."

Berulang kali gereja disebut sebagai sebuah keluarga. Gereja bukanlah sebuah bisnis; gereja bukanlah sebuah organisasi; gereja bukanlah sebuah klub sosial. Gereja adalah sebuah keluarga.

Bahkan, Alkitab memberi tahu kita untuk memperlakukan pria yang lebih tua di gereja sebagai ayah rohani dan wanita yang lebih tua sebagai ibu rohani, serta memperlakukan orang-orang yang sebaya dengan kita sebagai saudara laki-laki dan saudara perempuan. Bahkan, dalam beberapa tradisi Kristen, anggota gereja masih saling memanggil “saudara” dan “saudari.”

Apa yang Anda lakukan terhadap keluarga? Anda menerima mereka dan membela mereka, bahkan jika mereka sedikit aneh. Anda membantu mereka ketika mereka berada dalam masalah. Anda menyediakan kebutuhan mereka ketika mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Anda menunjukkan kasih sayang secara fisik satu sama lain, dengan memberikan pelukan atau menepuk punggung ketika seseorang membutuhkannya.

Dan persekutuan seperti ini sering terjadi di rumah satu sama lain. Kisah Para Rasul 2:46 berkata: "Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. d Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati"

Gereja mula-mula bertumbuh dengan cepat karena dukungan penuh kasih ini. Bahkan ketika orang-orang yang bukan Kristen tidak memahami kepercayaan orang-orang Kristen, mereka harus mengakui bahwa orang-orang Kristen benar-benar saling mengasihi dengan sangat baik.

Bahkan, tidak seorang pun di Kekaisaran Romawi mengasihi orang lain seperti yang dilakukan orang-orang Kristen. Kisah Para Rasul 2:44 berkata: "Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama"

Apakah Anda menawarkan persekutuan yang penuh kasih seperti itu ?

Renungkan :

- Kapan Anda mengalami persekutuan yang sejati di rumah orang percaya lainnya?

- Bagaimana Anda melihat orang-orang percaya saling memperhatikan seperti keluarga?

- Mengapa menurut Anda orang-orang yang bukan percaya tertarik pada gereja yang penuh kasih?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 28-29; II Korintus 11
____________
Kasih menarik orang. Ketika orang-orang Kristen benar-benar saling mengasihi, Anda tidak dapat menjauhkan orang dari mereka.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Where Can You Find Love?
By Rick Warren

“All the believers continued together in close fellowship.” Acts 2:44 (GNT)
---------------
When you’re going through a tough time, there’s no one who can care for you like a loving church family.

It’s been that way since the beginning of the church. In the early years of Christianity, followers of Jesus faced a lot of persecution from the Roman Empire. Many of them were even killed. So they banded together and really took care of each other. They loved and supported each other.

There’s a biblical word for that support network. It’s called fellowship. Fellowship means we are as committed to each other as we are to Jesus

The Bible says this in Acts 2:42: “All the believers devoted themselves to the apostles’ teaching, and to fellowship, and to sharing in meals (including the Lord’s Supper), and to prayer” (NLT). Another translation says, “They were like family to each other” (CEV).

Over and over again the church is called a family. It’s not a business; it’s not an organization; it’s not a social club. The church is a family. In fact, the Bible tells us to treat older men in the church as spiritual fathers and older women as spiritual mothers, and to treat your peers as brothers and sisters. In fact, in some Christian traditions, church members still call each other “brother” and “sister.”

What do you do with family? You accept them and stick up for them, even if they’re a little weird. You help them when they’re in trouble. You provide for them when they can’t provide for themselves. You show physical affection to each other, offering a hug or pat on the back when someone needs it.

And this kind of fellowship often happens in each other’s homes. Acts 2:46 says, “They . . . met in homes for the Lord’s Supper, and shared their meals with great joy and generosity” (NLT).

The early church grew quickly because of this loving support. Even when non-Christians didn’t understand Christians’ beliefs, they had to acknowledge that they loved each other really well.

In fact, nobody in the Roman Empire loved people like the Christians did. Acts 2:44 says, “All the believers continued together in close fellowship” (GNT).

Love attracts. When Christians genuinely love each other, you can’t keep people away. Are you offering that kind of loving fellowship in your church?


Rabu, 16 September 2026

Gereja Menawarkan Kebenaran yang Mengubah Hidup

17 September 2026

Bacaan Hari ini:

Yohanes 8:32 "Kebenaran itu akan memerdekakan kamu"
------------------
Kekristenan yang sejati menawarkan kebenaran yang mengubah hidup. Dengan kata lain, kekristenan menawarkan kebenaran yang mengubahkan.
Apa yang ditawarkan oleh gereja Allah jauh lebih baik daripada psikologi populer, buku-buku pengembangan diri, atau pemikiran-pemikiran yang menginspirasi. Gereja menawarkan Injil, yaitu kebenaran dari Firman Allah.

Yesus berkata, "Kebenaran itu akan memerdekakan kamu" Yohanes 8:32

Sampai Anda mengetahui kebenaran (tentang diri Anda, tentang Allah, dan tentang hidup dan kematian), Anda masih diperbudak. Anda diperbudak oleh budaya, harapan orang lain terhadap Anda, tekanan dari teman sebaya, dan banyak hal lainnya. Tetapi kebenaran memerdekakan Anda.

Gereja menawarkan kebenaran Allah, sesuatu yang tidak dapat Anda temukan di tempat lain. Tidak ada kelompok orang lain yang memiliki kebenaran bahwa masa lalu Anda dapat diampuni, Anda dapat memiliki tujuan hidup, dan Anda dapat menantikan rumah di surga. Tidak ada pesan lain yang mengubah hidup seperti Kabar Baik.

Dalam khotbah Kristen pertama, pada hari ketika gereja lahir, Petrus berkata: "ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini... itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoel.. Akan terjadi pada hari-hari terakhir ..Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah,.. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan." Kisah Para Rasul 2:14, 16, 19, 21

Kemudian Petrus melanjutkan dengan menyampaikan Injil kepada orang banyak, merangkumnya dalam delapan poin utama dalam Kisah Para Rasul 2:

- Yesus adalah Allah! Mukjizat-mukjizat-Nya membuktikannya. (ayat 22)

- Yesus mati di kayu salib. (ayat 23)

- Allah membangkitkan Yesus kembali dari kematian. (ayat 24-32)

- Kebenaran ini memberi kita sukacita, kegembiraan, dan harapan! (ayat 26)

- Allah telah mengutus Roh-Nya dari surga. (ayat 33-35)

- Kita harus bertobat dan dibaptis. (ayat 36-38)

- Kita akan menerima Roh Kudus. (ayat 38-39)

- Kita harus hidup berbeda dari dunia. (ayat 40)

Tidak heran kita menyebutnya "Kabar Baik". Semuanya adalah kabar baik!

Renungkan :

- Apa arti bagi Anda mengetahui bahwa Allah membangkitkan Yesus kembali dari kematian?

- Dalam hal apa saja Anda telah dimerdekakan oleh kebenaran?

- Lihat kembali delapan poin utama Injil yang Petrus sampaikan dalam Kisah Para Rasul 2. Poin mana yang paling menguatkan Anda hari ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 25-27; II Korintus 10
_____________
Kekristenan yang sejati menawarkan kebenaran yang mengubah hidup. Terimalah hari ini dan Anda tidak akan pernah sama lagi!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
The Church Offers Truth That Transforms
By Rick Warren

“The truth will set you free.” John 8:32 (NIV)
---------------
Real Christianity offers life-changing truth. In other words, it offers truth that transforms.

What God’s church offers is so much better than pop psychology or self-help or inspirational thoughts. The church offers the gospel, the truth of God’s Word.

Jesus said, “The truth will set you free” (John 8:32 NIV). Until you know the truth (about yourself, about God, and about life and death), you’re enslaved. You’re enslaved to culture, to other people’s expectations, to peer pressure, and more. But the truth sets you free.

The church offers God’s truth, something you can’t find anywhere else. No other group of people has the truth that your past can be forgiven, you can have a purpose for living, and you can look forward to a home in heaven. No other message changes lives like the Good News.

In the very first Christian sermon, on the day the church was born, Peter said: “Listen carefully to what I say. . . . This is what was spoken by the prophet Joel: . . . ‘I will show wonders in the heavens above and signs on earth below. . . . And everyone who calls on the name of the Lord will be saved” (Acts 2:14, 16, 19, 21 NIV).

Peter then goes on to share the gospel with the crowd, summing it up in eight main points in Acts 2:

Jesus is God! His miracles prove it. (vs. 22)
Jesus died on the cross. (vs. 23)
God raised Jesus back to life. (vs. 24-32)
This truth gives us gladness, joy, and hope! (vs. 26)
God has sent his Spirit from heaven. (vs. 33-35)
We must repent and be baptized. (vs. 36-38)
We will be given the Holy Spirit. (vs. 38-39)
We must live differently from the world. (vs. 40)
No wonder we call it “the Good News.” It’s all good news!
Real Christianity offers life-changing truth. Accept it today, and you’ll never be the same!


Selasa, 15 September 2026

Tidak Ada yang Hanya Menjadi Penonton

16 September 2026

Bacaan Hari ini:
Kisah Para Rasul 2:17 "Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia."
-------------------
Pada hari ketika gereja lahir, yaitu hari Pentakosta, Allah melakukan sebuah mukjizat. Dia memberikan kepada para pengikut Yesus kemampuan untuk berbicara dalam berbagai bahasa sehingga orang-orang di sekitar mereka dapat mendengar Injil dalam bahasa mereka sendiri.

Orang-orang berkata, "kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah" Kisah Para Rasul 2:11
Melalui mukjizat ini, Allah menunjukkan bahwa Kabar Baik adalah untuk semua orang!

Saat ini, kita tidak membutuhkan mukjizat yang sama karena gereja berbicara dalam hampir setiap bahasa di dunia, dengan orang-orang percaya yang melayani di hampir setiap bangsa. Saya dapat membawa Anda ke tempat-tempat yang tidak memiliki sekolah, toko besar dan kantor pemerintahan, tetapi satu hal yang akan Anda temukan adalah gereja.

Allah mungkin tidak akan memberi Anda kemampuan supernatural untuk tiba-tiba berbicara dalam bahasa lain. Tetapi Dia sudah memberikan kepada Anda karunia-karunia unik yang memungkinkan Anda menjangkau orang lain dengan cara yang berbeda.

Sebagai contoh, jika Anda adalah orang tua yang masih memiliki anak kecil, Anda mungkin berbicara dalam "bahasa orang tua." Melalui percakapan tentang popok, botol susu dan kelompok bermain, Allah mungkin memberi Anda kesempatan untuk membagikan Kabar Baik.

Atau mungkin Anda berbicara dalam "bahasa CEO" atau "mengemudikan truk" atau "masa pensiun" atau "merajut" atau "sepak bola." Setiap orang memiliki kumpulan "bahasa" budaya unik yang mereka gunakan. Dan Allah dapat menggunakan bahasa-bahasa Anda untuk menjangkau kelompok orang yang unik.

Di gereja mula-mula, tidak ada seorang pun yang hanya menjadi penonton; setiap orang memberikan kontribusi. Petrus mengutip nubuat ini kepada sekelompok orang yang pada masa awal sedang mencari dan percaya:

"Akan terjadi pada hari-hari terakhir--demikianlah firman Allah--bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat." Kisah Para Rasul 2:17-18

Rencana Allah bagi gereja-Nya saat ini juga adalah agar setiap orang terlibat dalam menyampaikan pesan-Nya.

Renungkan :

- Pikirkan ketika Anda pertama kali mendengar Injil. Bagaimana Injil itu disampaikan dengan cara yang membuat Anda tertarik?

- Bahasa budaya unik apa yang Anda gunakan yang mungkin Allah pakai untuk memungkinkan Anda membagikan Kabar Baik?

- Ada banyak cara berbeda untuk menjelaskan Kabar Baik tentang Yesus. Luangkan beberapa menit untuk memikirkan cara unik yang akan Anda gunakan untuk membagikan Injil kepada seseorang.

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 22-24; II Korintus 9
____________
Anda tidak pernah terlalu muda atau terlalu tua untuk dipakai oleh Allah. Siapa pun Anda, dari mana pun Anda berasal atau ke mana pun kehidupan telah membawa Anda, Anda memiliki karunia, kemampuan, dan talenta yang telah Allah tempatkan dalam diri Anda dan ingin Dia gunakan untuk membagikan Kabar Baik-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
No One Sits on the Sidelines
By Rick Warren

“I will pour out my Spirit on all people.” Acts 2:17 (NIV)
------------------
On the day the church was born, the day of Pentecost, God worked a miracle. He gave Jesus’ followers the ability to speak in different languages so that the people around them could hear the gospel in their own language.

People said, “We all hear these people speaking in our own languages about the wonderful things God has done!” (Acts 2:11 NLT).

Through this miracle, God showed that the Good News is for everybody!

Today, we don’t need that same miracle because the church speaks virtually every language in the world, with believers serving in nearly every nation. I could take you to places with no schools, no big stores, and no government offices, but one thing you’d find is a church.

God probably won’t give you the supernatural ability to suddenly speak another language. But he has already given you unique gifts that allow you to reach people in other ways.

For example, if you’re a young parent, you might speak “parent of preschoolers.” Through conversations about diapers and bottles and play groups, God might give you a chance to share the Good News.

Or maybe you speak “CEO” or “truck driving” or “retirement” or “knitting” or “soccer.” Everyone has their own unique set of cultural “languages” they speak. And God can use your languages to reach a unique group of people.

In the early church, no one sat on the sidelines; everyone was a contributor. Peter quoted this prophecy to a group of early seekers and believers: “In the last days, God says, I will pour out my Spirit on all people. Your sons and daughters will prophesy, your young men will see visions, your old men will dream dreams. Even on my servants, both men and women, I will pour out my Spirit in those days, and they will prophesy” (Acts 2:17-18 NIV)

God’s plan for his church today, too, is for everyone to be involved in proclaiming his message.

You’re never too young or too old to be used by God. No matter who you are, where you’re from, or where life has taken you, you have gifts, abilities, and talents that God has put in you and wants to use to share his Good News