Kamis, 11 Juni 2026

Bagaimana Tuhan Memberkati Hati yang Hancur

12 Juni 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 34:18 "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya."
-------------------
Anda tidak bisa begitu saja "melupakan" sebuah kehilangan. Anda tidak bisa melewatinya dengan menghindar, memendamnya atau berpura-pura semuanya baik-baik saja. Anda harus melewati proses dukacita itu.
Dan kabar baiknya adalah: Anda tidak perlu melewatinya sendirian. Tuhan menyertai Anda di setiap langkahnya.

Berikut enam cara Tuhan memberkati hati yang sedang terluka.

1. Tuhan Mendekat kepada Anda

"TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya." Mazmur 34:18
Saat hati Anda hancur, mungkin terasa seolah Tuhan jauh. Namun kenyataannya justru sebaliknya. Dalam masa-masa paling sulit, Tuhan sering kali hadir lebih dekat daripada yang kita sadari.
Ketika air mata mengalir dan kata-kata sulit diucapkan, Tuhan tetap ada di samping Anda.

2. Tuhan Turut Berdukacita Bersama Anda

Yesus memahami rasa sakit dan kehilangan.
"Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan" — Yesaya 53:3

Tuhan bukan pribadi yang tidak peduli terhadap penderitaan Anda. Dia mengerti luka, penolakan, kesedihan, dan kehilangan.
Karena itu, ketika Anda menangis, Tuhan tidak hanya melihat dari jauh—Dia turut merasakan penderitaan Anda.

3. Tuhan Memberikan Keluarga Rohani untuk Mendukung Anda

Kita tidak diciptakan untuk menanggung beban sendirian.
Alkitab mengajarkan: Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita dan menangislah dengan orang yang menangis." Roma 12:15
Tuhan sering menghibur melalui kehadiran orang lain: keluarga, sahabat, kelompok kecil, gereja atau sesama orang percaya yang bersedia mendengar dan berjalan bersama Anda.

4. Tuhan Memakai Dukacita untuk Membentuk Anda

Tuhan tidak menyebabkan semua penderitaan yang terjadi dalam hidup, tetapi Dia sanggup memakai penderitaan untuk tujuan yang baik.
Melalui masa-masa sulit:

- Tuhan menarik perhatian kita kembali kepada-Nya.

- Tuhan membentuk karakter kita menjadi semakin serupa Kristus.

- Tuhan mengajarkan ketergantungan kepada-Nya.

- Tuhan mempersiapkan kita untuk kekekalan.

Sering kali pertumbuhan terbesar terjadi bukan saat hidup mudah, tetapi saat kita belajar tetap percaya di tengah kesulitan.

5. Tuhan Memberikan Pengharapan Akan Surga

Sebagai orang percaya, dukacita bukanlah akhir cerita.
"supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan" 1 Tesalonika 4:13

Kehilangan memang menyakitkan, tetapi Tuhan menjanjikan bahwa suatu hari nanti tidak akan ada lagi kematian, air mata, kesedihan, atau penderitaan.
Pengharapan akan kekekalan memberi kekuatan untuk terus melangkah hari ini.

6. Tuhan Memakai Luka Anda untuk Menolong Orang Lain

Ini mungkin salah satu tujuan tertinggi dari penderitaan yang kita alami.
"yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah." 2 Korintus 1:4
Luka yang telah dipulihkan Tuhan dapat menjadi sumber penghiburan bagi orang lain.

Renungkan

- Kehilangan atau luka apa yang paling membentuk hidup Anda?

- Bagaimana Anda melihat Tuhan bekerja melalui masa sulit tersebut?

- Siapa di sekitar Anda yang sedang berduka dan membutuhkan penghiburan yang pernah Anda terima dari Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ezra 1-2; Yohanes 19:23-42
____________
Orang yang pernah kehilangan dapat menguatkan mereka yang berduka. Orang yang pernah gagal dapat menghibur mereka yang jatuh. Orang yang pernah mengalami kesakitan dapat menunjukkan jalan menuju pemulihan.
Tuhan tidak ingin penderitaan Anda sia-sia.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
How God Blesses Your Broken Heart - Daily Hope with Rick Warren - June 12, 2026

“The LORD is close to the brokenhearted, and he saves those whose spirits have been crushed.” Psalm 34:18 (NCV)
----------------
You don’t get over a loss. You can’t go under it; you can’t go around it. You’ve got to go through the grief. And if you’re scared to express emotion and refuse to go through it, you just get stuck.

You get unstuck by letting God help you. Here are six ways God blesses a broken heart.

1. God draws you close to himself.

Psalm 34:18 says, “The LORD is close to the brokenhearted, and he saves those whose spirits have been crushed”(NCV). When you grieve, God is not a million miles away, even though it may feel like it. In fact, he’s never been any closer.

2. God grieves with you.

The Bible tells us that Jesus was “a man of sorrows, acquainted with deepest grief” (Isaiah 53:3 NLT). When you come to Jesus with your grief, he knows what you’re talking about, and he understands your pain. God is not apathetic. He is sympathetic, and he grieves with you.

3. God gives you a church family for support.

We’re meant to grieve and heal in community. We’re better together! The Bible says, “In Christ we, though many, form one body, and each member belongs to all the others. . . . Be devoted to one another in love. . . . Rejoice with those who rejoice; mourn with those who mourn” (Romans 12:5, 10, 15 NIV).

4. God uses grief to help you grow.

God uses grief and pain to help you become more like Christ, and he does it in three ways:

God uses pain to get your attention (Romans 5:3-5), he brings good out of bad (Romans 8:28), and he prepares you for eternity (2 Corinthians 4:17-18).

5. God gives you the hope of heaven.

Your life on earth is short, but if you trust Jesus Christ for your salvation, then you have the hope of spending eternity in heaven with God. That hope will sustain you through your time of loss. The Bible says in 1 Thessalonians 4:13, “We don’t want you to be ignorant about those who have died. We don’t want you to grieve like other people who have no hope”(GW).

6. God uses your pain to help others.

This is called redemptive pain, and it is the highest and best use of the pain you go through. God does not want you to waste a hurt. “[God] comforts us in all our troubles so that we can comfort others. When they are troubled, we will be able to give them the same comfort God has given us” (2 Corinthians 1:4 NLT).


Rabu, 10 Juni 2026

Yesus adalah Pelindungku

 
Lampiran foto: IMG-20260611-WA0002.jpg

Pastikan ya, bahwa yang ada dalam perlindungan Allah itu anda, *bukan tetangga* anda 😉 Itulah yg akan terjadi di hari hari kedepan di akhir jaman ini. Semua itu sdh tertulis dalam Alkitab Perlindungan Allah itu lengkap dan sempurna, jadi anda akan baik2 saja Masa sukar diakhir jaman ini meliputi hal - hal : * Peperangan * Ekonomi * Penyakit * Bencana alam * Hubungan yg hancur * Pemisahan * Kejahatan dan semuanya itu pasti terjadi, dunia saat ini sedang menuju kearah sana... Bagaimana cara Anya agar anda *tetap aman dalam perlindungan Allah* : *1. Orang yg KESUKAANNYA DUDUK dalam lindungan yang Maha Tinggi* *2. Orang yg KESUKAANNYA BERMALAM dalam naungan yang Maha Kuasa* Karena orang yg model begitu : *adalah orang yang HATINYA MELEKAT KEPADA ALLAH* Akibatnya , Tuhan akan : * Meluputkan dari mara bahaya * Membentengi dari masa kesukaran * Menjawab doanya * Akan menyertai dalam kesesakan * Akan memuliakan nya * Akan memerintahkan Malaikat NYA untuk menjaga anda disetiap jalan2 yang anda lalui Hebat dan luar biasa sekali kan Allah kita ?😎💪👍

Uploaded Image

Mata Kita

Lampiran foto: IMG-20260611-WA0000.jpg
Mata Kita

Ornitolog, peneliti unggas, meyakini bahwa: tidak ada burung yang memiliki mata setajam rajawali. Mata rajawali bisa melihat puluhan kilometer saat terbang tinggi di angkasa. Rajawali bisa melihat unggas di semak sabana, reptil yang melata di rawa, kawanan kumbang di pepohonan, dan ikan-ikan yang berenang di perairan sungai atau lautan lepas.

Jika memiliki mata setajam rajawali, kita mungkin bisa melihat lebih banyak daripada yang dilihat orang lain; bisa melihat lebih jauh daripada yang dilihat orang lain; dan lebih awal melihat sebelum orang lain melihatnya. Namun ternyata tidak selalu demikian. Mata kita memiliki keterbatasan. Hidup yang sarat perubahan membuat kita sering terlambat atau tidak melihat realitas di sekitar kita. Tentu saja kita bisa melatih mata yang setajam rajawali, mata visioner yang mampu memandang jauh ke depan. Seperti kata penulis Amsal, "Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka" (Ams. 4:25). Tidaklah mustahil memiliki mata setajam rajawali, tetapi kita harus bijak. Setiap saat kita harus bersedia merawat hati dan pikiran kita agar tetap bersih.

Saudaraku, memiliki mata yang bisa memandang jauh ke depan itu penting, dan yang lebih penting adalah kita tetap melangkah searah dan sejalan dengan firman Tuhan. "Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan" (Ams. 4:27).
"Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka." (Amsal 4:25)
Bac: Amsal 4:23-27
(Gbu!)

Uploaded Image

Biarkan Diri Anda Berduka Atas Kehilangan dalam Hidup

11 Juni 2026

Bacaan Hari ini:
Pengkhotbah 3:1,4 "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya... ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa, ada waktu untuk meratap, ada waktu untuk menari."
------------------
Hidup itu tidak mudah. Dunia yang kita tinggali telah rusak oleh dosa, sehingga tidak ada yang berjalan dengan sempurna. Tubuh kita tidak sempurna, cuaca tidak sempurna, ekonomi tidak sempurna dan hubungan antarmanusia pun tidak sempurna. Karena itu, hidup penuh dengan kehilangan.

Saat belajar menghadapi berbagai kehilangan dalam hidup, ada dua kebenaran penting yang perlu kita pahami.

1. Tuhan Tidak Mengharapkan Anda Bahagia Setiap Saat

Ada anggapan bahwa orang Kristen harus selalu tersenyum, selalu ceria dan selalu terlihat bahagia.
Namun Alkitab tidak pernah mengatakan demikian.
Sebaliknya, Alkitab mengajarkan bahwa ada waktu untuk tertawa dan ada waktu untuk menangis. Ada waktu untuk bersukacita dan ada waktu untuk berduka.

Terkadang respons yang paling wajar dan sehat terhadap kehidupan adalah kesedihan.
Kita perlu berduka atas berbagai kehilangan: impian yang gagal, hubungan yang berakhir, dosa yang pernah dilakukan, penderitaan yang kita lihat di dunia, bahkan orang-orang yang kita kasihi yang belum mengenal Tuhan.
Tuhan tidak meminta kita menutupi kesedihan dengan senyum palsu. Ia mengizinkan kita merasakan duka dengan jujur di hadapan-Nya.

2. Dukacita Adalah Bagian Penting dari Pemulihan

Jika seseorang tidak pernah berduka atas apa pun, mungkin ia:

- Tidak menyadari kenyataan yang sedang terjadi.

- Tidak memahami emosinya sendiri.

- Atau tidak sungguh mengasihi.

Ketika kita mengasihi seseorang atau sesuatu, kehilangan akan menimbulkan kesedihan. Itu adalah respons yang normal dan sehat.
Dukacita adalah karunia Tuhan yang membantu kita melewati masa-masa perubahan dan kehilangan.

Mungkin ada luka lama yang belum pernah Anda hadapi:

- Perceraian orang tua.

- Penolakan.

- Pengkhianatan.

- Kata-kata yang melukai.

- Kegagalan besar.

- Kehilangan orang yang dicintai.

Sering kali kita mencoba menguburnya jauh di dalam hati dan berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Namun luka yang tidak diproses tidak akan hilang begitu saja.

Daud berkata:"Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari" Mazmur 32:3

Ketika kesedihan tidak diberi ruang untuk diproses, kita bisa terjebak secara emosional dan terus bereaksi terhadap luka lama, bahkan bertahun-tahun setelah peristiwa itu terjadi.
Karena itu, izinkan diri Anda berduka.

Kehilangan yang terjadi mungkin bukan pilihan Anda, tetapi memprosesnya dengan sehat adalah pilihan yang bisa Anda ambil hari ini.

Renungkan

- Kehilangan apa yang belum pernah Anda proses atau ratapi dengan sungguh-sungguh?

- Bagaimana luka tersebut masih memengaruhi hidup Anda hingga hari ini?

- Siapa di sekitar Anda yang sedang berduka dan membutuhkan dukungan, doa atau kehadiran Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 34-36; Yohanes 19:1-22
_______________
Saat Anda membawa kesedihan kepada Tuhan, Ia dapat memakai proses itu untuk membawa pemulihan emosional dan pertumbuhan rohani.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Let Yourself Grieve Life's Losses - Daily Hope with Rick Warren - June 11, 2026

“There is a time for everything, and a season for every activity under the heavens . . . a time to weep and a time to laugh, a time to mourn and a time to dance.” Ecclesiastes 3:1, 4 (NIV)
------------------
Life is tough. The world is broken, and nothing works perfectly. Your body doesn’t work perfectly, the weather doesn’t work perfectly, the economy doesn’t work perfectly, and no relationship works perfectly. Life is full of losses.

As you learn to rise above life’s inevitable losses, you need to understand a couple of truths that will give you better perspective.

First, God doesn’t expect you to be happy all the time.

There is this myth that Christians should be always smiling, always happy, always cheerful.

But the Bible says, “There is a time for everything, and a season for every activity under the heavens . . . a time to weep and a time to laugh, a time to mourn and a time to dance” (Ecclesiastes 3:1, 4 NIV).

Sometimes the only appropriate, logical response to life is grief. The Bible says you should grieve over your losses, including your disappointments, your sin, the suffering in the world, and your friends who are spiritually lost. God doesn’t expect you to be happy all the time. In fact, he wants you to be intentional in your grief.

Second, grief is essential to your health.

If you never grieve over anything, it means one of three things: You’re out of touch with reality, you’re out of touch with your own emotions, or you don’t love. When you love and you see sad things, grief is a natural response.

Grief is a healthy and helpful emotion. And it’s God’s gift that helps you get through the transitions of life.

Maybe you were hurt many years ago growing up. Maybe your parents divorced. Maybe you were abused. Maybe you were hurt by something somebody said about you. As a child, you didn’t know how to grieve in a healthy way, so you just pushed it down deep inside you.

You need to grieve that hurt. Why? Because if you don’t grieve, you get stuck emotionally, and you spend the rest of your life reacting to something that happened a long time ago and taking it out on the people around you. It’s unhealthy!

David talked about this in Psalm 32:3: “When I kept things to myself, I felt weak deep inside me. I moaned all day long”(NCV).

The bad things that happen to you are not your choice. But grief is a choice! You’ve got to let yourself mourn losses so that you can move forward to emotional and spiritual health.


Selasa, 09 Juni 2026

Di Mana Anda Menemukan Keamanan Finansial?

10 Juni 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 4:19 "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus."
-------------------
Di manakah Anda menempatkan rasa aman Anda?
Menaruh kepercayaan pada rekening bank, pekerjaan, atau investasi Anda adalah resep menuju kekecewaan. Mengapa? Karena semua hal itu dapat hilang.

Anda perlu menemukan keamanan dalam sesuatu yang tidak dapat diambil dari Anda: Allah.

Jika Anda ingin mengalami berkat Tuhan dalam hidup Anda, Anda perlu belajar mempercayai kekayaan dan pemeliharaan Allah, bukan kekuatan finansial Anda sendiri.
Alkitab berkata: "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus." Filipi 4:19

Pekerjaan Anda mungkin merupakan tempat Anda memperoleh penghasilan, tetapi pekerjaan itu bukan sumber keamanan Anda. Pekerjaan hanyalah saluran, sedangkan Allah adalah sumbernya.

Jika Anda memahami hal ini, banyak tekanan dalam hidup akan berkurang.
Sekali lagi: Pekerjaan Anda adalah saluran, tetapi Allah adalah sumber pemeliharaan Anda.

Bayangkan Anda membuka keran air di dapur dan tidak ada air yang keluar. Apa yang akan Anda lakukan?

Apakah Anda akan berkata, "Wah, air di seluruh dunia sudah habis! Karena tidak ada air yang keluar dari keran ini, berarti tidak ada lagi air di mana pun?"
Tentu tidak.

Anda akan memahami bahwa masalahnya bukan pada sumber airnya. Air masih tersedia dalam jumlah yang sangat banyak. Masalahnya ada pada salurannya yang tersumbat atau terganggu.
Demikian juga dalam hidup Anda.

Jika salah satu saluran berkat dalam hidup Anda terhambat dan "keran" itu berhenti mengalir, bukan berarti sumber pemeliharaan Allah telah kering. Allah dapat membuka saluran yang lain kapan saja.
Allah tidak dibatasi oleh kemampuan atau kapasitas Anda. Mungkin kemampuan Anda terbatas dalam pekerjaan yang Anda lakukan, tetapi pekerjaan itu bukanlah sumber utama kebutuhan Anda dipenuhi. Pekerjaan hanyalah salah satu cara yang Allah gunakan untuk memelihara Anda.

Jika Anda percaya bahwa pekerjaan Andalah yang membuat Anda aman secara finansial, maka Anda akan hidup dalam ketidakpastian sepanjang hidup. Namun ketika Anda memahami bahwa Allah adalah sumber segala pemeliharaan, Anda dapat hidup dengan lebih tenang.

Pekerjaan bisa datang dan pergi. Rekening bank bisa naik dan turun. Perekonomian dapat berubah. Pasar saham bisa menguat atau melemah.
Namun Allah tidak berubah. Apa pun yang terjadi, Anda dapat mempercayakan keamanan hidup Anda kepada-Nya.

Renungkan

- Ketika memikirkan masa depan finansial Anda, apa yang paling sering menjadi sumber rasa aman Anda?

- Pernahkah Anda mengalami situasi ketika satu “saluran” pemeliharaan tertutup, tetapi Tuhan menyediakan melalui cara yang tidak terduga?

- Bagaimana Anda dapat menunjukkan kepercayaan yang lebih besar kepada Tuhan dalam pengelolaan keuangan Anda saat ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 32-33; Yohanes 18:19-40
_____________
Allah mengetahui dengan tepat apa yang Anda perlukan dan bagaimana cara memberikannya kepada Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Where to Find Financial Security - Daily Hope with Rick Warren - June 10, 2026

“My God will supply every need of yours according to his riches in glory in Christ Jesus.” Philippians 4:19 (ESV)
------------------
Where do you find your security?

Putting your trust in your bank account, your job, or your investments is a recipe for heartache. Why? Because you can lose all of those things.

You need to find security in something that cannot be taken from you: God! If you want God’s blessing on your life, you need to learn to trust in God’s wealth and not your own.

Here’s what the Bible says about God’s wealth: “My God will supply every need of yours according to his riches in glory in Christ Jesus” (Philippians 4:19 ESV).

Your job may be where you get your income, but it shouldn’t be your security. Your job is a channel, but God is your source. If you understand this, you’ll have so much less stress in your life. Let me say it again: Your job is a channel, but God is the source of your supply.

If you turned on the faucet in your kitchen and no water came out, what would you do? Would you say, “Oh, the world has run out of water! There’s no water coming out of the faucet, so there must not be any left in the whole world”?

Of course not. You’d know the problem is not with the source. There’s plenty of water in the world. The problem is the channel; it’s gotten blocked one way or another.

It’s the same way in your life. If one channel gets blocked in your life and the “faucet” stops working, it doesn’t mean the whole supply has dried up. God can easily turn on another faucet.

God is not limited by your ability and capacity. You may be limited by your own capacity in the work you do. But your job is not what ultimately supplies your needs. Your job is just a channel for God to supply your needs.

If you think that your job is what keeps you financially secure, then you’re going to feel insecure your entire life. You need to understand that God is the source of your supply. You can depend on him to know exactly what you need and how to give it to you.

Jobs may come and go. Bank accounts rise and fall. Economies go up and down. Stock markets can go bull or bear. It doesn’t matter!

No matter what happens, you can trust in God’s wealth for your security.


Senin, 08 Juni 2026

Biarkan Allah Membela Anda

09 Juni 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 62:5-7 "Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah."
----------------------
Akan selalu ada orang dalam hidup Anda yang salah memahami Anda atau tidak menyukai Anda. Ada yang mengkritik, menghakimi, menyerang, bahkan menyebarkan rumor tentang Anda.

Dalam situasi seperti itu, reaksi alami manusia adalah membalas. Ketika disalahpahami, Anda ingin membela diri. Ketika diserang, Anda tergoda untuk menyerang balik. Ketika dikritik, Anda ingin mengkritik balik. Ketika dihina, Anda ingin membalas penghinaan itu.

Jangan lakukan itu.
Sebaliknya, biarkan Allah menjadi pembela Anda.
Setiap kali Anda diserang, dikritik, diejek, atau disalahpahami, Anda memiliki dua pilihan: membela diri sendiri atau membiarkan Allah membela Anda.

Menurut Anda, siapa yang dapat melakukan pekerjaan itu dengan lebih baik?
Tentu saja Allah.

Perhatikan satu hal penting: Anda paling menyerupai Kristus ketika Anda tidak membalas serangan, kebohongan atau kritik yang tidak adil. Anda paling menyerupai Yesus ketika Anda tetap tenang dan menyerahkan semuanya ke dalam tangan Allah.

Alkitab berkata : "Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil" - 1 Petrus 2:23
Saat menghadapi tuduhan dan penganiayaan yang tidak adil, Yesus tidak melawan. Pada saat yang paling menentukan dalam hidup-Nya, Ia mempercayakan pembelaan dan keadilan kepada Allah.

Raja Daud juga mengalami kritik dan serangan sepanjang hidupnya. Bahkan berkali-kali ada orang yang ingin membunuhnya karena iri terhadap dirinya.
Namun Daud berkata: "Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah." Mazmur 62:5-7

Orang mungkin iri terhadap keberhasilan Anda. Sebagian bahkan mungkin berusaha menjatuhkan Anda. Namun seperti Daud, Anda perlu membiarkan Allah menjadi Pelindung, Juruselamat, Pembela, Pemenang dan Tempat Perlindungan Anda.

Renungkan :

- Hal-hal praktis apa yang dapat Anda lakukan saat berada dalam situasi yang tegang agar tidak berbicara atau bertindak untuk membalas?

- Mengapa Tuhan ingin Anda tetap tenang ketika sedang diserang? Mengapa Dia tidak selalu menghendaki Anda membuktikan bahwa Anda benar?

- Bagaimana serangan seseorang terhadap karakter Anda sering kali lebih banyak mengungkapkan kondisi hati orang tersebut daripada diri Anda sendiri?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 30-31;Yohanes 18:1-18
__________
Biarkan Allah yang menanganinya. Biarkan Dia menjadi pembela Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Let God Defend You - Daily Hope with Rick Warren - June 9, 2026

“I depend on God alone; I put my hope in him. He alone protects and saves me; he is my defender, and I shall never be defeated. My salvation and honor depend on God; he is my strong protector; he is my shelter.” Psalm 62:5-7 (GNT)
------------------
You’ll always have people in your life who misunderstand you and don’t like you. Others will criticize you, judge you, attack you, and spread rumors about you.

In all of these circumstances, your natural tendency will be to fight back. When you’re misunderstood, you’ll want to defend yourself. When you’re attacked, you’ll be tempted to launch your own attack. When people criticize you, you’ll want to criticize them. When people insult you, you’ll want to hurl back your own insults.

Don’t do it! Instead, let God be your defender. Every time you are attacked, criticized, ridiculed, or misunderstood, you have two choices: You can defend yourself, or you can let God defend you. Which will it be? Who do you think can do a better job defending you? You or God? Of course, God can.

Pay attention to this: You’re most like Christ when you say nothing in the face of attacks, lies, and unfair criticism. You’re most like Jesus when you remain silent and leave it in God’s hands.

The Bible says, “When [Jesus] was insulted, he did not answer back with an insult; when he suffered, he did not threaten, but placed his hopes in God, the righteous Judge” (1 Peter 2:23 GNT).

In the face of his unjust conviction and persecution, Jesus did not fight back. When it mattered most, he trusted God to defend him and bring ultimate justice.

King David was criticized and attacked his entire life. In fact, people repeatedly wanted to kill him because they were jealous of him.

But David said this: “I depend on God alone; I put my hope in him. He alone protects and saves me; he is my defender, and I shall never be defeated. My salvation and honor depend on God; he is my strong protector; he is my shelter” (Psalm 62:5-7 GNT).

People will be jealous of your success, and some will even want to attack you. But like David, you need to let God be your protector, your Savior, your defender, your victor, and your shelter

Minggu, 07 Juni 2026

Sementara Anda Menunggu, Allah Sedang Bekerja

08 Juni 2026

Bacaan Hari ini:

Mikha 7:7 "Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku"
--------------------
Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa dalam hidup ini Anda akan melewati berbagai musim kehidupan. Salah satu musim yang berulang kali dibahas oleh Tuhan adalah masa penantian.
Namun, Anda dapat mempercayai satu hal: sementara Anda menunggu, Allah sedang bekerja.

Masa penantian bukan berarti Allah berhenti bekerja. Justru sebaliknya, Dia mengizinkan Anda melewati masa itu karena Dia sedang bekerja dalam keadaan hidup Anda demi kebaikan Anda.
Kenyataannya, sebagian besar hidup Anda akan diisi dengan menunggu. Karena itu, jika Anda tidak belajar mempercayai Tuhan selama masa penantian, Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup tanpa mempercayai-Nya.

Allah tidak pernah terburu-buru. Dia adalah Allah yang kekal. Dan ketika Dia bekerja, Dia juga ingin mengajarkan Anda untuk mempercayai-Nya.

Mungkin Anda bertanya,
"Kapan, Tuhan? Kapan hal itu akan terjadi?"
Dan Tuhan seolah menjawab,
"Percayalah kepada-Ku dalam hal ini."

Sifat manusia cenderung berkata, "Jangan menunggu! Dapatkan semuanya secepat mungkin!" Namun cara berpikir seperti itu sering kali bertentangan dengan cara Tuhan memberkati hidup Anda, karena berkat Tuhan sering kali datang melalui masa penantian.
Alkitab berkata: "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya" - Pengkhotbah 3:11

Apakah Anda sedang berada dalam masa penantian?
Mungkin Anda sedang menunggu masa sekolah atau kuliah berakhir. Mungkin Anda menunggu pasangan hidup yang tepat. Mungkin Anda menunggu pernikahan, kelahiran seorang anak, kesembuhan, jawaban doa, atau kesempatan pekerjaan yang baru.
Dan mungkin Anda merasa frustrasi karena semuanya berjalan begitu lambat.
Kita semua pernah mengalaminya.

Ada sebuah janji dalam Alkitab yang tidak hanya mengingatkan bahwa Allah sedang bekerja, tetapi juga menjelaskan bagaimana Dia bekerja. Peganglah janji ini selama masa penantian Anda:
"Aku, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya." - Yesaya 60:22

Demikianlah Allah bekerja ketika mengutus Yesus ke dunia. Dunia menunggu ribuan tahun sebelum kedatangan-Nya yang pertama. Namun Yesus datang tepat pada waktu yang telah Allah tetapkan.

Sekarang dunia telah menantikan kedatangan-Nya kembali selama hampir dua ribu tahun. Kapan itu akan terjadi? Pada waktu yang tepat menurut Allah.
Prinsip yang sama berlaku dalam kehidupan Anda.

Penundaan bukan berarti penolakan.
Ketika Anda merasa Tuhan berkata, "Tidak," mungkin sebenarnya Dia sedang berkata, "Belum sekarang. Apakah kamu tetap mau percaya kepada-Ku?"
Mikha 7:7 berkata : "Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku"

Itulah jenis iman yang berkenan kepada Tuhan dan yang akan Dia berkati.

Renungkan

- Apa yang sedang Anda nantikan dari Tuhan saat ini? Bagaimana respons Anda selama masa penantian tersebut?

- Ingatlah suatu masa ketika Anda harus mempercayai waktu Tuhan. Bagaimana Dia bekerja dalam hidup Anda selama periode itu?

- Kita mudah terburu-buru, tetapi berkat Tuhan sering kali datang melalui penantian. Apa yang dapat Anda lakukan untuk memperlambat langkah hidup Anda sehingga Anda belajar kesabaran dan kepercayaan kepada Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 28-29; Yohanes 17
__________
Allah tidak pernah terburu-buru. Dia adalah Allah yang kekal. Dan ketika Dia bekerja, Dia juga ingin mengajarkan Anda untuk mempercayai-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
While You Wait, God Works - Daily Hope with Rick Warren - June 08, 2026

“I trust the LORD God to save me, and I will wait for him to answer my prayer.” Micah 7:7 (CEV)
---------------------
The Bible is clear that you’ll go through different seasons in life. One season God talks about over and over is the season of waiting.

But you can trust that while you’re waiting, God is working. A season of waiting doesn’t mean that God has stopped working. In fact, he’s taking you through that season because he’s using the time to work in your circumstances for your good.

The truth is, you’re going to spend much of your life waiting. And so, if you don’t figure out how to trust God while you’re waiting, you’ll spend a lot of your life not trusting God.

God is never in a hurry; he’s eternal! And as he’s working, he wants you to learn how to trust him.

You might be asking, “When, Lord? When is it going to happen?” And God’s saying something like, “You can trust me with this.”

It’s human nature to say, “Don’t wait! Get things as quickly as you can.” But that goes against God’s blessing in your life—because God’s blessing often comes through times of waiting. Ecclesiastes 3:11 says, “[God] has set the right time for everything” (GNT).

Are you in a time of waiting? Maybe it’s for school to end. Maybe it’s for the “right person” to come into your life. Maybe it’s for a marriage to happen, a baby to come, or a new job opportunity to arrive. And you’re frustrated with how slowly things are happening. We’ve all been there.

There’s a promise in the Bible that not only tells you God is working but also how God is working. You need to claim it while you’re waiting: “I am the LORD, and when it is time, I will make these things happen quickly” (Isaiah 60:22 NCV).

That’s how God worked when he sent Jesus into this world. The world waited thousands of years for him to come the first time. And then he came at just the right moment.

We’ve been waiting 2,000 years now for Jesus to come again. When will that happen? At just the right time—God’s time. That’s when he’s going to return.

You can apply this same truth to your time of waiting. Remember that a delay is not a denial. When you think God is saying, “No,” he may just be saying, “Not yet. Will you keep trusting me through this?”

Micah 7:7 says, “I trust the LORD God to save me, and I will wait for him to answer my prayer” (CEV).

That is the kind of faith God blesses.