13 Oktober 2026
Bacaan Hari ini:
Galatia 5:22-23 *
"Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu."
----------------------
Tujuan Allah di balik setiap perubahan dalam hidup Anda adalah untuk membuat Anda semakin serupa dengan Yesus.
Janji dalam Roma 8:28 sungguh luar biasa:"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."
Namun, janji itu belum sepenuhnya masuk akal sampai Anda membaca ayat berikutnya: "Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula ,mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara." (Roma 8:29).
Allah tidak hanya menginginkan Anda menjadi bagian dari keluarga-Nya. Dia juga ingin Anda mengembangkan karakter sebagai anak Allah. Dia ingin Anda bertumbuh secara rohani. Dan teladan kedewasaan Anda adalah Yesus.
Jadi, seperti apakah Yesus itu? Gambaran terbaik tentang karakter Yesus adalah buah Roh dalam Galatia 5:22-23: "Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu."
Allah menghasilkan buah seperti itu dalam diri Anda dengan menempatkan Anda dalam situasi yang mengharuskan Anda belajar dan mempraktikkan kualitas-kualitas karakter tersebut.
Anda tidak belajar menjadi baik ketika berada di sekitar orang-orang yang baik; Anda tidak belajar merasa cukup ketika memiliki segala sesuatu yang Anda inginkan.
Jadi, ketika Allah ingin mengajarkan Anda untuk menjadi lebih penuh kasih, Dia tidak menempatkan Anda di sekitar orang-orang yang mudah dikasihi; Dia menempatkan Anda di sekitar orang-orang yang sulit dikasihi—orang-orang yang saya sebut "amplas kudus."
Siapa pun dapat merasa bahagia ketika segala sesuatu berjalan sesuai keinginannya. Tetapi Allah mengajarkan kepada Anda sukacita yang sejati di tengah penderitaan, dukacita dan patah hati.
Mudah untuk merasa damai ketika tidak ada pergumulan dalam hidup Anda. Ketika Allah mengajarkan Anda tentang damai sejahtera, Dia akan mengizinkan kekacauan dan konflik mengajarkan kepada Anda damai sejahtera yang melampaui segala pengertian (Filipi 4:7).
Bagaimana Allah mengajarkan Anda kesabaran? Dengan menempatkan Anda dalam antrean panjang di untuk perpanjangan SIM atau ketika janji dengan dokter mengalami penundaan. Setiap kali Anda harus menunggu, Allah sedang membuat Anda semakin serupa dengan Yesus.
Renungkan :
- Apakah Anda ingin bertumbuh secara rohani? Bagaimana jawaban Anda tercermin dalam cara Anda mengizinkan kesulitan hidup menumbuhkan (atau tidak menumbuhkan) buah Roh dalam diri Anda?
- Dalam hal apa saja Allah akhir-akhir ini sedang membentuk Anda agar semakin serupa dengan Yesus? Bagaimana Anda melihat Dia bekerja dalam diri Anda?
- Menurut Anda, bagaimana Allah memberkati doa-doa Anda ketika Anda meminta-Nya untuk membuat Anda semakin serupa dengan Yesus, bahkan jika hal itu membutuhkan perubahan yang sulit?
Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 58-62; Kolose 2 : 1-15
_____________
Hidup dan perubahan tidak selalu mudah, tetapi cara-cara besar maupun kecil di mana Anda bertumbuh dalam kedewasaan rohani akan membuat semuanya sepadan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
====≠===
How to Grow the Fruit of the Spirit
By Rick Warren
“The fruit of the Spirit is love, joy, peace, patience, kindness, goodness, faithfulness, gentleness, self-control.” Galatians 5:22-23 (ESV)
------------------
God's purpose behind every change in your life is to make you more like Jesus.
The promise of Romans 8:28 is wonderful: “We know that God causes everything to work together for the good of those who love God and are called according to his purpose for them” (NLT). But it doesn't fully make sense until you read the next verse: "For God knew his people in advance, and he chose them to become like his Son" (Romans 8:29 NLT).
God doesn't just want you in his family. He also wants you to develop the family characteristics of a child of God. He wants you to grow spiritually. And your model for maturity is Jesus.
So what is Jesus like? The best picture of Jesus’ character is the fruit of the Spirit in Galatians 5:22-23: “The fruit of the Spirit is love, joy, peace, patience, kindness, goodness, faithfulness, gentleness, self-control” (ESV).
God produces that kind of fruit in you by putting you in situations that require you to learn and practice those character qualities.
You don’t learn kindness when you’re around nice people; you don’t learn contentment when you have everything you want.
So when God wants to teach you to be more loving, he doesn’t put you around people who are easy to love; he puts you around people who are hard to love—people who I call “holy sandpaper.”
Anybody can be happy when everything's going their way. But God teaches you true joy in the middle of suffering, grief, and heartbreak.
It's easy to be at peace when there’s no struggle in your life. When God teaches you peace, he'll allow chaos and conflict to teach you the peace that passes understanding (Philippians 4:7).
How does God teach you patience? By placing you in long lines at the Department of Motor Vehicles or at a delayed doctor appointment. Anytime you have to wait, God is making you more like Jesus.
Life and change are not always easy, but the big and small ways you’re growing in spiritual maturity will make it worth it.