Minggu, 23 Agustus 2026

Pertemuan Keluarga Kembali untuk Selamanya

24 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
1 Tesalonika 4:17-18 "sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini."
---------------
Ketika saya masih muda, saya tidak terlalu memikirkan tentang surga. Pertama, surga terlihat membosankan—setidaknya seperti yang sering digambarkan oleh dunia. Kedua, surga terasa masih sangat jauh. Dan ketiga, belum ada seorang pun yang saya kenal berada di sana. Tetapi sekarang saya mengenal banyak orang yang sudah berada di surga dan saya tidak sabar untuk sampai di sana dan bersama mereka.

Di surga, kita akan dipertemukan kembali dengan orang-orang yang kita kasihi yang mengasihi Tuhan. Semua orang yang menjadi bagian dari keluarga Allah akan berada di sana.

Siapa yang ingin Anda ajak berbicara terlebih dahulu di surga? Tentu saja, Anda akan bertemu dan menyembah Tuhan terlebih dahulu. Tetapi siapa yang paling ingin Anda temui setelah itu? Setiap orang percaya sepanjang sejarah akan berada di sana.

Apakah Anda ingin berbicara dengan Musa? Anda bisa! Bagaimana dengan Abraham, Maria atau Paulus? Entah bagaimana dengan Anda, tetapi saya pasti memiliki beberapa pertanyaan untuk Yunus. Anda akan melihat orang-orang terkenal sepanjang sejarah Kekristenan, para ilmuwan, para pemimpin dunia, serta orang-orang dari setiap suku dan bangsa. Anda akan memiliki seluruh kekekalan untuk berbicara dengan mereka!

Alkitab menggambarkannya sebagai suatu pertemuan besar bersama Tuhan: "sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan" 1 Tesalonika 4:17

Dapatkah Anda membayangkan betapa mengharukan dan betapa penuh sukacitanya peristiwa itu? Kemudian ayat 18 berkata: "Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini." 1 Tesalonika 4:18

Ibu saya berada di surga, ayah saya berada di surga, kakak laki-laki saya, Jim, berada di surga dan anak saya yang paling kecil, Matthew, berada di surga. Saya juga memiliki banyak orang terkasih yang pernah melayani bersama saya dalam pelayanan dan sekarang berada di surga. Semakin banyak keluarga dan teman saya yang berada di seberang kematian, semakin berharga surga bagi saya.

Apakah Anda dikuatkan oleh pemikiran bahwa Anda akan berada di hadirat Yesus dan dipertemukan kembali dengan teman-teman serta keluarga Anda? Ketika kita sedang berduka bersama seseorang, kita seharusnya membagikan penghiburan itu kepada mereka. Jika mereka dan orang yang mereka kasihi mengenal Yesus sebagai Juruselamat, maka kematian bukanlah akhir. Mereka akan bertemu kembali!

Renungkan

- Bagaimana mengetahui bahwa Anda akan bertemu dengan anggota keluarga Allah lainnya di surga mendorong Anda untuk membagikan Injil?

- Siapa dalam kehidupan Anda yang perlu mendengar tentang tawaran Allah berupa rumah kekal di surga? Apa yang akan Anda lakukan untuk menyampaikannya kepada mereka?

- Menurut Anda, hal-hal apa yang ingin Anda bicarakan di surga setelah Anda meninggalkan dunia ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 112-115; 1 Korintus 6
__________
Inilah kebaikan Allah bagi kita: tidak ada pengharapan yang lebih besar dalam hidup selain pertemuan keluarga kembali untuk selama-lamanya!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
A Family Reunion For Eternity
By Rick Warren

"There will be one huge family reunion with the Master. So reassure one another with these words." 1 Thessalonians 4:17-18 (MSG)
------------------
When I was young, I didn't really think about heaven that much. First, it seemed so boring—at least the way the world describes it. Second, it seemed like a long way off. And third, no one I knew was there yet. But I know a lot of people who are in heaven now, and I can't wait to get there and be with them.

In heaven, we're going to be reunited with our loved ones who love the Lord. Those who are in the family of God are all going to be there.

Who would you like to talk to first in heaven? Of course, you’re going to meet and worship the Lord first. But who are you excited to see next? Every believer throughout history will be there. Would you like to talk to Moses? You can! How about Abraham or Mary or Paul? I don’t know about you, but I definitely have some questions for Jonah. You’ll see famous people from throughout Christian history and scientists and world leaders and people from every tribe and nation. You're going to have all of eternity to talk with them!

The Message paraphrase says, "There will be one huge family reunion with the Master" (1 Thessalonians 4:17). Can you imagine how emotional, how joyful that's going to be? Then verse 18 says, “So reassure one another with these words.”

My mother is in heaven, my father is in heaven, my older brother, Jim, is in heaven, and my youngest child, Matthew, is in heaven. I have many dear people who served with me in ministry in heaven. The more of my family and friends who are on that side of death, the dearer heaven becomes to me.

Are you encouraged by the thought of being in the presence of Jesus and reunited with your friends and family? When we are grieving with someone, we should share that encouragement with them. If they and their loved one know Jesus as their Savior, then death is not the end. They will see them again!

This is God’s goodness to us, that there is no greater hope in life than a big family reunion for eternity!


Sabtu, 22 Agustus 2026

*"NENEK LINDA" vs "NENEK DEWI"*

Nenek *Linda* bolak-balik nelpon Nenek *Dewi*.

Karena gak diangkat-angkat,
Nenek Linda sms ke Nenek Dewi,

*"Wi.., di mana elu ?"*

Gak dibales, terus di sms lagi : 

*"Lagi sibuk ya, Wi.. ?"*

Gak dibales juga...
Akhirnya sms yang ketiga kali ,

*"Wi... elu sehat, nggak sakit kan ?"*

Masih juga gak dibales...

*"Dewiiiiiii..., elu lagi marahan sama gue ?"*

Masih gak dibales..                                   
Nenek Linda mulai naik darah tingginya, 
terus sms lagi : 

*"Kenapa elu Dewi... bolak balik ditelepon nggak di-angkat², di sms juga nggak lu bales... dah kaya pejabat aja...,* 
*Gue nelepon sama sms nggak ada maksud apa²..., Gue cuman mau kasih tau, HP elu ketinggalan di rumah gue."*
*"Pusing gue, itu HP dari tadi bunyi melulu".*

😉😅😆😄ðŸĪŠðŸ˜‚😂ðŸĪĢ

Kristus Membawa Kejelasan dalam Kehidupan Orang

23 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
1 Korintus 14:33 "Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera."
-----------------
Allah memanggil Anda untuk mewakili-Nya di mana pun Anda berada. Sama seperti negara mengirimkan duta besar untuk mewakili negaranya, Allah mengutus Anda untuk memberitakan kasih dan pengampunan-Nya kepada orang lain.

Namun, mungkin Anda merasa kurang percaya diri untuk membagikan iman Anda. Mungkin Anda berpikir bahwa Anda harus memiliki kemampuan seperti seorang tenaga penjual. Tetapi sebenarnya tidak demikian! Anda tidak harus pandai dalam "meyakinkan orang" untuk mengundang mereka menjadi bagian dari keluarga Allah.

Setiap manusia memiliki kerinduan batin yang sama. Jadi, ketika Anda berbicara kepada orang lain tentang Yesus, Anda sedang menawarkan sesuatu yang sebenarnya sudah mereka cari. Hal ini dapat membuat Anda lebih percaya diri!

Hal lain yang dapat membuat Anda lebih percaya diri dalam membagikan iman adalah ini: kebanyakan orang sebenarnya tidak benar-benar tahu apa yang mereka percayai. Mereka mungkin menyebut diri mereka sebagai penganut suatu pandangan tertentu, tetapi ketika ditelusuri lebih dalam, terkadang mereka sendiri tidak memahami apa yang sebenarnya dipercayai oleh pandangan tersebut.

Ada orang yang mengaku memiliki cara berpikir tertentu, tetapi pada akhirnya justru bertentangan dengan pemikirannya sendiri. Misalnya, mereka berkata, "Tidak ada kebenaran yang mutlak dalam hidup" Tetapi pernyataan itu sendiri bertentangan dengan apa yang mereka katakan. Mereka sebenarnya dapat mengatakan, "Tidak ada satu pun hal yang mutlak dalam hidup." Padahal, orang yang membuat pernyataan seperti itu sering kali tetap menjalani hidup berdasarkan aturan dan keyakinan yang mereka anggap mutlak.

Membagikan pengharapan Anda di dalam Kristus dapat membantu membawa kejelasan dalam kehidupan orang lain. Hal itu memberikan pemahaman yang mereka butuhkan. Alkitab berkata:
"Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera." 1 Korintus 14:33

Kebenaran Firman Allah membebaskan orang dari pertentangan, kebingungan dan segala sesuatu yang membelenggu kehidupan mereka.
"Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Yohanes 8:32

Renungkan

- Apakah Anda menjalani hidup dengan kesadaran bahwa Anda adalah duta Kristus di mana pun Anda berada? Jika belum, bagaimana kebiasaan tersebut dapat mengubah hidup Anda dan kehidupan orang-orang di sekitar Anda?

- Keyakinan yang membingungkan atau saling bertentangan apa yang dahulu pernah Anda miliki? Bagaimana Firman Allah membawa kejelasan terhadap keyakinan tersebut?

- Siapa yang dapat membantu mengingatkan dan mendorong Anda untuk membagikan iman Anda, sementara Anda juga melakukan hal yang sama untuknya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 109-111; 1 Korintus 5
_____________
Ketika Anda merasa kurang percaya diri untuk membagikan iman Anda, Anda dapat merasa tenang karena mengetahui bahwa pesan tentang Yesus dapat membawa kejelasan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan orang lain.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Christ Brings Clarity to People’s Lives
By Rick Warren

“God is not a God of confusion but of peace.” 1 Corinthians 14:33 (ESV)
------------------
God has called you to represent him everywhere you go. Similar to how countries send out ambassadors, God is sending you out to tell others about his love and forgiveness.

But maybe you lack the confidence needed to share your faith. Maybe you think it requires having a salesperson mentality. But that simply isn’t true! You don’t have to be good at “closing the deal” to invite people into God’s family.

You see, all humans have the same inner longings. So, when you tell others about Jesus, you’re offering them something they’re already looking for. What a confidence booster!

Another confidence booster in sharing your faith is this: Most people don’t really know what they believe. They may label themselves a certain way, but when you scratch beneath the surface, they sometimes don’t even know what that system believes.

Some people claim to think a certain way but end up contradicting themselves. For example, they’ll say, "There are no absolutes in life." But that’s nonsense because that statement contradicts itself. They may as well say, “There are absolutely no absolutes in life.” In fact, people who make that claim live by rules and beliefs based on absolutes all the time.

Sharing your hope in Christ can help bring clarity to people’s lives. It gives them the understanding they need. The Bible says in 1 Corinthians 14:33, “God is not a God of confusion but of peace” (ESV). The truth of God’s Word sets people free from contradiction, confusion, and everything else that binds up their lives.

“You will know the truth, and the truth will set you free” (John 8:32 NIV).

Next time you lack the confidence to share your faith, you can relax, knowing that the message of Jesus will bring much-needed clarity to people’s lives.


Jumat, 21 Agustus 2026

Apa yang Benar-Benar Berarti dalam Hidup

22 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 3:8 "Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya."
----------------
Setiap hari ketika Anda bangun, Anda perlu mengingatkan diri sendiri tentang apa yang benar-benar berarti dan apa yang tidak berarti. Jangan sampai Anda terdistraksi oleh hal-hal yang tidak penting dan sepele.

Mengapa penting untuk mengingatkan diri sendiri tentang apa yang benar-benar penting? Karena sangat mudah kehilangan sukacita hanya karena sesuatu yang kecil. Bahkan, biasanya hal-hal kecil yang menjengkelkan—bukan masalah besar—yang membuat Anda kehilangan kebahagiaan.

Seseorang memotong jalan Anda ketika Anda sedang berbelok, lalu Anda kehilangan kebahagiaan. Pakaian yang Anda kenakan sudah tidak lagi pas, lalu Anda kehilangan kebahagiaan. Hal-hal kecil terkadang justru paling memengaruhi seseorang, padahal sebenarnya hal-hal tersebut tidak terlalu berarti.

Paulus berkata: "Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus." Filipi 3:7

Apa hal yang paling penting dalam hidup Anda sebelum Anda mengenal Yesus Kristus? Apakah karier Anda? Menghasilkan uang? Mungkin mendapatkan pasangan atau menjadi populer. Bagi sebagian orang percaya, hal yang paling penting adalah mengumpulkan harta, mencapai kesuksesan, atau membuktikan kemampuan diri.

Paulus berkata bahwa semua hal tersebut adalah: "..rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya." Filipi 3:8

Berikut pertanyaan yang baik untuk Anda tanyakan ketika Anda mulai terganggu oleh hal-hal yang sebenarnya tidak berarti: "Seberapa pentingkah hal ini dalam 100 tahun lagi?"

Banyak hal bahkan tidak akan penting lagi besok, apalagi untuk kekekalan. Ketika Anda mengajukan pertanyaan ini, perspektif Anda akan berubah. Anda akan memahami bahwa semua hal yang dahulu begitu Anda pedulikan tidak dapat dibandingkan dengan sukacita yang berasal dari hubungan Anda dengan Yesus.

Ketika Anda menjadi orang Kristen, Yesus tidak hanya mengubah cara pandang Anda. Dia juga mengubah nilai-nilai yang Anda pegang. Anda tidak lagi ingin melakukan hal-hal yang dahulu Anda lakukan. Dia mengubah apa yang Anda inginkan.

Renungkan :

- Hal-hal kecil apa yang selama ini Anda khawatirkan dan justru merampas kebahagiaan Anda?

- Apa yang paling penting bagi Anda sebelum Anda percaya kepada Yesus Kristus? Bagaimana perasaan Anda terhadap hal tersebut sekarang?

- Apa saja cara praktis yang dapat Anda lakukan untuk mengarahkan kembali fokus Anda kepada Allah dan mempertahankan perspektif kekekalan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 106-108; 1 Korintus 4
____________
Ketika Allah hadir dalam hidup Anda, Anda belajar menikmati sukacita karena mengenal Yesus. Dan itulah yang benar-benar berarti dalam hidup.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
What Really Counts in Life
By Rick Warren

“Everything else is worthless when compared with the infinite value of knowing Christ Jesus my Lord.” Philippians 3:8 (NLT)
-------------------
Every day when you wake up, you need to remind yourself of what counts and what doesn’t count. Don’t be distracted by things that are insignificant and petty.

Why is it important to remind yourself of what matters? It’s easy to lose your joy over some small thing. In fact, it’s usually the small irritations—not the big issues—that cause you to lose your happiness. Somebody cuts you off when you’re trying to make a turn, and you lose your happiness. The clothes you put on don’t fit anymore, and you lose your happiness. It’s the little things that sometimes affect people the most, and yet they don’t really matter.

Paul said in Philippians 3:7, “I once thought these things were valuable, but now I consider them worthless because of what Christ has done” (NLT).

What was the most important thing in your life before you met Jesus Christ? Was it your career? Making money? Maybe it was getting a date or being popular. For some believers, the most important thing was collecting possessions or getting ahead or proving themselves.

Paul said all those things are “worthless when compared with the infinite value of knowing Christ Jesus my Lord” (Philippians 3:8 NLT).

Here’s a good question to ask when you’re distracted by worthless things: How much will this matter in 100 years? Many things won’t even matter tomorrow, much less for eternity. When you ask this question, it changes your perspective. You understand that all the things you used to care about don’t even compare to the joy that comes from having a relationship with Jesus.

When you become a Christian, Jesus doesn’t just change your perspective. He changes your values. You no longer want to do the things you used to do. He changes your “wants.”

When God comes into your life, you learn the joy of knowing Jesus. And that’s what really counts.


Kamis, 20 Agustus 2026

Murah Hati Tanpa Membandingkan

Lampiran foto: IMG-20260820-WA0012.jpg
Seorang ibu rumah tangga bercerita tentang pengalamannya ketika mendaftarkan anak-anaknya ke sebuah kegiatan ekstrakurikuler di lingkungan sekitarnya. Ibu tersebut rela membayar biaya penuh agar anak-anak keluarga kurang mampu juga bisa ikut serta secara gratis. Suatu hari, salah seorang peserta yang mendapat fasilitas gratis justru mengeluh karena tidak mendapatkan perlengkapan tambahan yang sama dengan peserta berbayar. Ibu tersebut sempat merasa kecewa dan tersinggung oleh keluhan tersebut.

​Namun, saat ia merenungkan kembali niat awalnya, ia menyadari bahwa kebaikannya tidak boleh ternodai oleh rasa ingin dihargai. Ia belajar bahwa kemurahan hati yang sejati adalah memberi tanpa menuntut kepuasan ego atau penghormatan balik dari orang yang dibantu.

​Pengalaman ini mencerminkan pesan Injil Matius 20:1-16a, di mana seorang tuan rumah memberi upah yang sama yaitu satu dinar kepada semua pekerja, baik yang bekerja seharian penuh maupun yang baru bekerja satu jam. Para pekerja yang masuk lebih awal merasa iri dan menuntut lebih, namun sang tuan mengingatkan bahwa ia berhak murah hati sesuai kehendaknya. Tuhan mengajar kita bahwa kasih dan rahmat-Nya adalah anugerah cuma-cuma, bukan transaksi perhitungan manusia.  

​Saudaraku, sering kali kita terjebak dalam perhitungan duniawi saat mengikut Tuhan maupun saat berbuat baik kepada sesama. Kita merasa lebih berhak mendapatkan lebih karena telah berjuang lebih lama atau berkorban lebih banyak. Mari kita bersihkan hati dari rasa iri dan kesombongan, serta belajar bersyukur atas kemurahan hati Allah yang tak terbatas bagi setiap orang.  
​"Iri hatikah engkau, karena aku murah hati?" (Matius 20:15b)  
​Bacaan: Matius 20:1-16a  
​(Gbu!)

Uploaded Image

Kasih Setia Allah Selalu Mengejar Anda

21 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 23:6 "Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku"
---------------
Bahkan di tengah luka, kebiasaan buruk dan berbagai pergumulan dalam hidup, Allah tetap memperhatikan Anda. Kebaikan-Nya mengikuti Anda dalam kehidupan dan kasih setia-Nya selalu mengejar Anda.

Begini cara lain untuk memahaminya: Bayangkan seorang ayah atau ibu yang mengikuti anak kecilnya ke mana pun ia pergi, sambil membereskan apa yang dibuat berantakan oleh anak tersebut. Apa pun yang sedang Anda lalui, Allah datang mendampingi Anda, membantu membereskan kekacauan dalam hidup Anda dan mengingatkan bahwa kasih setia-Nya selalu ada.

Ini berarti, daripada memasuki masa depan dengan tanda tanya, Anda dapat menjalaninya dengan tanda seru! Allah akan menyertai Anda, apa pun yang terjadi. Dia akan menolong Anda: "Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa." Mazmur 23:6

Apa yang dimaksud dengan kebaikan Allah dan kasih setia-Nya? Kebaikan Allah berarti Dia memberikan kepada kita hal-hal baik dalam hidup yang sebenarnya tidak layak kita terima. Kasih setia-Nya—belas kasihan-Nya—berarti Allah menahan hukuman yang sebenarnya layak kita terima.

Ingatlah hal-hal berikut:

- Kebaikan Allah akan menyediakan dan melindungi.

- Kasih setia-Nya akan mengampuni dan memberikan pengampunan.

- Kebaikan Allah akan mencukupi setiap kebutuhan Anda.

- Kasih setia-Nya akan menenangkan.

- Kebaikan Allah akan menolong.

- Kasih setia-Nya akan menyembuhkan.

Anda dapat mengandalkan janji-janji Allah, termasuk janji bahwa Anda akan: "...diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa." Mazmur 23:6

Jadi, setelah Allah menyediakan segala sesuatu yang Anda perlukan untuk mengikuti-Nya dalam kehidupan ini, Dia masih menyediakan kehidupan kekal bagi Anda di tempat sempurna yang telah dipersiapkan-Nya.
Allah akan terus mengejar Anda dengan kasih-Nya sepanjang hidup Anda dan kemudian Anda akan menikmati hadirat-Nya untuk selama-lamanya.
Itulah kabar terbaik!

Renungkan :

- Apa impian besar yang Anda miliki? Bagaimana keyakinan bahwa kebaikan dan kasih Allah sedang mengejar Anda membantu Anda mengerjakan tujuan-tujuan tersebut setiap hari?

- Apa arti bagi Anda memasuki masa depan dengan tanda seru, bukan dengan tanda tanya?

- Bagaimana Anda dapat membagikan kepada orang lain tentang kebaikan Allah yang Anda alami dan bahwa Dia juga menawarkan kebaikan yang sama kepada mereka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 104-105; 1 Korintus 3
____________
Kebaikan Allah berarti Dia memberikan kepada kita hal-hal baik dalam hidup yang sebenarnya tidak layak kita terima. Kasih setia-Nya—belas kasihan-Nya—berarti Allah menahan hukuman yang sebenarnya layak kita terima.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
God’s Unfailing Love Pursues You
By Rick Warren

“Surely your goodness and unfailing love will pursue me all the days of my life.” Psalm 23:6 (NLT)
---------------------
Even in the middle of hurts, habits, and hang-ups, God is watching over you. His goodness follows you in life, and his unfailing love pursues you.

Here’s another way to look at it: Picture a parent following a little kid around, picking up after the child. No matter what you’re going through, God comes right alongside you, helping to pick up your messes and telling you that his unfailing love is always there.

This means that, rather than entering the future with a question mark, you can do it with an exclamation point! God will be with you, no matter what happens. He will help you out: “Surely your goodness and unfailing love will pursue me all the days of my life, and I will live in the house of the Lord forever” (Psalm 23:6 NLT).

What is God’s goodness, and what is his unfailing love? God’s goodness is the fact that he gives us good things in life that we don’t deserve. His unfailing love—his mercy—means that God holds back the condemnation we do deserve.

Remember this:

God’s goodness will provide and protect.
His unfailing love will pardon and forgive.
God’s goodness will supply your every need.
His unfailing love will soothe.
God’s goodness will help.
His unfailing love will heal. 
You can count on God’s promises, including his promise that you “will live in the house of the LORD forever.” So, even after God supplies everything you need to follow him in this life, he still has eternity waiting for you in the perfect place he’s prepared in advance.

God is going to pursue you with his love throughout your life, and then you’re going to enjoy being in his presence forever and ever.

That’s the best news!


Rabu, 19 Agustus 2026

Menghadapi Masa Depan Tanpa Rasa Takut

20 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 23:6 "Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa."
----------------
Suatu hari nanti, kehidupan Anda di dunia akan berakhir, tetapi itu bukan berarti akhir dari dirimu. Anda akan hidup selamanya di salah satu dari dua tempat: surga atau neraka. Tubuhmu akan mati, tetapi Anda tidak akan benar-benar berakhir, karena Anda diciptakan untuk hidup selama-lamanya.

Berapa lama kekekalan akan berlangsung? Selamanya!

Alkitab menjelaskan mengapa orang Kristen seharusnya memiliki keyakinan yang paling kuat terhadap masa depan:
"Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan, ... tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan." 2 Korintus 5:6, 8

Anda tidak akan benar-benar tahu bagaimana menjalani hidup dengan sepenuhnya sampai Anda siap menghadapi kematian. Hanya orang yang tidak bijaksana yang menjalani hidup tanpa mempersiapkan diri menghadapi sesuatu yang kita semua tahu pasti akan terjadi.

Suatu hari nanti Anda akan meninggal. Jika kamu sudah menerima Kristus, maka kamu akan pergi ke surga untuk: "..diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa." Mazmur 23:6

Di surga, Anda akan terbebas dari rasa sakit, kesedihan, penderitaan, depresi, dan ketakutan. Alkitab berkata: "Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." Wahyu 21:4

Bagi orang Kristen, kematian adalah perpindahan menuju kehidupan yang lebih baik, tanpa lagi menghadapi berbagai masalah.

Kebenaran ini seharusnya mengubah banyak hal dalam hidup Anda! Ini bukan berarti kehidupan akan selalu mudah. Ini juga bukan berarti Anda akan selalu bahagia, selalu tahu apa yang harus dilakukan atau tidak pernah berbuat dosa lagi.
Namun, ini berarti Anda dapat menghadapi masa depan tanpa rasa takut. Allah telah menyelesaikan masalah terbesar dalam hidup Anda , yaitu keselamatan Anda . Dia tidak akan pernah meninggalkan Anda dan Anda akan hidup bersama-Nya untuk selama-lamanya!

Renungkan :

- Bagaimana keyakinan Anda terhadap masa depan terlihat dalam kehidupan Anda sehari-hari?

- Ketika seorang pengikut Yesus meninggal, mengapa kita tetap dapat memiliki pengharapan di tengah kesedihan?

- Menurutmu, seperti apa surga itu? Apa yang Alkitab katakan tentang keadaan surga?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 102-103; 1 Korintus 2
__________
Bagi orang Kristen, kematian adalah perpindahan menuju kehidupan yang lebih baik, tanpa lagi menghadapi berbagai masalah.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Face the Future Without Fear
By Rick Warren

“Surely your goodness and unfailing love will pursue me all the days of my life, and I will live in the house of the Lord forever.” Psalm 23:6 (NLT)
-----------------
Someday your life on earth is going to end, but that’s not going to be the end of you. You’re going to live forever in one of two places: heaven or hell. Your body is going to die, but you’re not going to die, because you were made to last forever.

How long is forever going to last? Forever!

The Bible tells us why Christians should be the most confident about the future: “Therefore we are always confident and know that as long as we are at home in the body we are away from the Lord . . . We are confident, I say, and would prefer to be away from the body and at home with the Lord” (2 Corinthians 5:6, 8 NIV).

You will never know how to really live until you’re ready to die. Only a fool would go through life totally unprepared for something that everybody knows is inevitable.

You’re going to die someday. If you’ve accepted Christ, then you’re going to go to heaven, to “live in the house of the LORD forever” (Psalm 23:6 NLT). In heaven, you’ll be released from pain, sorrow, suffering, depression, and fear. The Message paraphrase says it like this:“He’ll wipe every tear from their eyes. Death is gone for good—tears gone, crying gone, pain gone—all the first order of things gone” (Revelation 21:4).

For Christians, death is a transfer, a promotion. It’s on to better things and no more problems.

Those truths should change everything for you! It doesn’t mean life is going to be easy. And it doesn’t mean you will always be happy or always know what you should do or that you will never sin again.

But it does mean you can face the future without fear. God has taken care of your biggest problem, your salvation. He is never going to leave you, and you will live with him forever!