Sabtu, 25 April 2026

Peringatan untik Lansia: 5 PerubahanBaru BPJS Yang Akan Berlaku Minggu D...

https://youtube.com/watch?v=dIpv-bUXX68&si=tpm63bwb29NGYrYk

250 Militan Gugur?! Israel Bongkar Terowongan Hizbullah di Lebanon

https://youtube.com/watch?v=NppUDD_hHoY&si=SqQjLbV4qDYSnqk2

Iran Lagi Gempar! Bahkan IRGC Tahu Ini Sudah Tamat

https://youtube.com/watch?v=jnSiLXSbbi8&si=Pv4V35kjQUSlBJmC

Merk Madu Mantap untuk Daya Tahan Tubuh Anti Loyo

https://www.halodoc.com/artikel/merk-madu-mantap-untuk-daya-tahan-tubuh-anti-loyo

Kisah Lengkap Perang Enam Hari (1967) – Dokumenter Lengkap

https://youtube.com/watch?v=RRabgDHfkGk&si=acTEOb-cfLCr4Lll

Anda Tidak Menjalani Ini Sendirian

26 April 2026

Bacaan Hari ini:
Kisah Para Rasul 7:9-10 "Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia, dan melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya kasih karunia dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya."
--------------------
Ketika menghadapi kesulitan dan penderitaan yang besar, Yusuf tetap teguh karena ia bergantung pada kehadiran Allah, di mana pun ia berada.

Ada sebuah frasa yang digunakan lima kali dalam kisah Yusuf—dan setiap kali sesuatu disebutkan lima kali dalam Kitab Suci, Allah ingin Anda memperhatikannya dengan sungguh-sungguh. Frasa tersebut pada dasarnya adalah, "Tuhan menyertai Yusuf."

Kisah Para Rasul 7:9-10 berkata, "Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia, dan melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya kasih karunia dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya."

Yusuf mengetahui bahwa apa pun kemunduran yang terjadi, Allah menyertainya. Allah menyertai Yusuf ketika saudara-saudaranya melemparkannya ke dalam sumur dan ketika mereka menjualnya kepada para pedagang. Allah membawanya dengan selamat melalui semua kesusahannya.

Perhatikan bahwa tidak dikatakan Allah menyelamatkan Yusuf dari kesusahannya. Dikatakan bahwa Allah membawanya melalui kesusahan itu dengan selamat.

Ketika Anda memiliki kehadiran Allah, itu tidak berarti bahwa Ia akan mencegah hal-hal buruk atau sulit terjadi dalam hidup Anda. Itu berarti Ia akan membawa Anda melaluinya. Jika Allah telah mencegah semua hal buruk yang terjadi pada Yusuf, maka Yusuf tidak akan sampai ke Mesir, di mana ia menjadi seorang pemimpin yang berkuasa yang menyelamatkan bangsanya dari kelaparan. Ia tidak akan pernah mengalami pemulihan hidupnya.

Apa pun yang Anda hadapi hari ini, Allah sebenarnya dapat saja membawa Anda menghindarinya atau menjauhkan Anda darinya. Namun Ia membawa Anda melaluinya untuk kebaikan Anda dan untuk kemuliaan-Nya.

Bahkan ketika Anda tidak merasakannya, kehadiran Allah tidak pernah meninggalkan Anda. Ia menyertai Yusuf di dalam sumur, dalam perjalanan ke Mesir, di rumah Potifar, di penjara dan di istana Firaun. Tidak ada tempat yang dapat Anda datangi di mana Ia tidak akan menyertai Anda juga.

Selalu ada sesuatu yang dapat dipelajari dari kemunduran dalam hidup. Mungkin satu-satunya hal yang Anda pelajari dalam kesusahan adalah bagaimana bergantung pada kehadiran dan kuasa Allah—tetapi itu berarti iman yang lebih dalam dan lebih kuat akan menjadi salah satu pemulihan terbesar dalam hidup Anda.

Renungkan:

- Siapa atau apa yang dapat menolong Anda mengingat kehadiran Allah ketika Anda mengalami kemunduran?

- Menurut Anda, apa yang Allah ingin Anda lakukan ketika Anda tidak merasakan kehadiran-Nya?

- Pikirkan beberapa pelajaran terbesar yang Anda pelajari melalui kemunduran dalam hidup Anda. Bagaimana mengingat kesetiaan Allah melalui hal-hal tersebut menolong Anda mempercayai kehadiran-Nya sekarang?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 21-22; Lukas 18:24-43
______________
Allah tidak menyebabkan masalah Anda, tetapi Ia dapat menggunakannya untuk tujuan-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
You’re Not Going through It Alone - Daily Hope with Rick Warren - April 26, 2026

“Jacob’s sons became jealous of their brother Joseph and sold him to be a slave in Egypt. But God was with him and brought him safely through all his troubles.” Acts 7:9-10 (GNT)
----------------------
When faced with great adversity and hardship, Joseph remained resilient because he depended on God’s presence, no matter where he was.

There’s a phrase that’s used five times in Joseph’s story—and anytime something is said five times in Scripture, God wants you to pay close attention. This phrase is essentially, “The Lord was with Joseph.”

Acts 7:9-10 says, “Jacob’s sons became jealous of their brother Joseph and sold him to be a slave in Egypt. But God was with him and brought him safely through all his troubles” (GNT).

Jospeh knew that no matter what the setback was, God was with him. God was with Joseph when his brothers threw him in the pit and when they sold him to the traders. God brought him safely through all his troubles.

Notice that it doesn’t say God spared Joseph from his troubles. It says God brought him safely through.

When you have God’s presence, it doesn’t mean he’s going to keep bad or hard things from happening to you. It means he’s going to bring you through it. If God had spared Joseph from all the terrible things that happened to him, then Joseph would not have made it to Egypt, where he became a powerful leader who saved his people from famine. He would have never had his comeback.

God doesn’t cause your problems, but he can use them for his purposes.

Whatever you’re facing today, God could have taken you around it or kept you out of it altogether. But he’s taking you through it for your good and for his glory.

Even when you don’t feel it, God’s presence has never left you. He was with Joseph in the pit, on the path to Egypt, in Potiphar’s palazzo, in prison, and in Pharaoh’s palace. There is no place you can go that he will not be with you too.

There is always something to learn in the setbacks of life. Maybe the only thing you learn in your troubles is how to depend on God’s presence and power—but that means a deeper, stronger faith will be one of your greatest comebacks.


Jumat, 24 April 2026

Pendekatan yang Lebih Baik terhadap Pekerjaan

25 April 2026

Bacaan Hari ini:
Efesus 6:7-8 "..dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia. Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan."
-----------------
Pernahkah Anda terpaksa mengambil pekerjaan yang sebenarnya tidak Anda inginkan? Mungkin Anda tidak mendapatkan pekerjaan impian Anda atau kebutuhan finansial membuat Anda harus mengambil pekerjaan yang tersedia, bukan yang Anda inginkan. Anda harus menerima apa yang Anda anggap sebagai pilihan terbaik.

Hal ini juga merupakan salah satu dari banyak kemunduran yang dialami Yusuf dalam Alkitab—bahkan dalam tingkat yang jauh lebih berat daripada yang mungkin pernah Anda alami. Kejadian 37:36 berkata, "Adapun Yusuf, ia dijual oleh orang Midian itu ke Mesir, kepada Potifar, seorang pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja."

Dalam hitungan hari, Yusuf berubah dari seorang anak yang dimanjakan di rumah ayahnya menjadi seorang budak di rumah orang lain di negeri asing. Ia melakukan pekerjaan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, tanpa memiliki pilihan dalam hal tersebut.

Anda mungkin saat ini berada dalam pekerjaan yang benar-benar tidak Anda sukai atau tidak ingin Anda lakukan, pekerjaan yang Anda harapkan tidak perlu Anda jalani. Anda berharap dapat melakukan hal lain di tempat lain. Bahkan pada hari-hari terburuk, hal itu mungkin terasa seperti kerja paksa. Ini tampak seperti sebuah kemunduran, dan Anda tidak melihat akhirnya.

Jika demikian, Anda kemungkinan dapat memahami Yusuf dan perasaannya.

Namun, Yusuf mengambil keputusan yang luar biasa: ke mana pun ia pergi dan apa pun yang ia lakukan, ia memilih untuk melakukan yang terbaik dengan apa yang ia miliki bagi Allah. Bahkan sebagai seorang budak, jauh dari rumahnya, ia melayani dengan sepenuh hati dan berusaha menghormati Allah melalui pekerjaan dan karakter yang baik.

Yusuf memberi makna pada pekerjaan seorang budak. Ia melakukannya dengan bekerja untuk Allah, bukan untuk tuan manusia. Ia memandang Allah sebagai atasannya, sehingga ia memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya bagi Allah.

Dan hal itu tidak luput dari perhatian: pekerjaan Yusuf yang luar biasa menonjol dan membawanya pada kenaikan posisi dari tuannya, yang pada akhirnya menempatkannya dalam pelayanan kepada raja.

Efesus 6:7-8 berkata, "..dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia. Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan."

Renungkan :

- Apakah Anda membutuhkan orang lain untuk mengakui kerja keras Anda agar hal itu terasa bernilai? Mengapa demikian atau tidak?

- Seberapa sering Anda harus mengambil keputusan untuk bekerja dengan tekun?

- Dalam hal apa menjaga hubungan dengan Allah melalui pembacaan Alkitab dan doa membantu Anda tetap fokus dan tekun dalam pekerjaan?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 19-20; Lukas 18:1-23
_____________
Mungkin tidak ada orang lain yang memperhatikan usaha Anda dan Anda mungkin tidak melihat hasilnya sampai Anda berada di surga. Namun, kerja keras dan kesetiaan Anda dalam pekerjaan tidak akan pernah luput dari perhatian Tuhan, dimana pendapat-Nya adalah yang paling penting bagi hidup Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
============
A Better Approach to Work - Daily Hope with Rick Warren - April 25, 2026

“Work with enthusiasm, as though you were working for the Lord rather than for people. Remember that the Lord will reward each one of us for the good we do.” Ephesians 6:7-8 (NLT)
-------------------
Have you ever been forced to take a job you didn’t really want? Maybe you couldn’t find your dream job or financial needs made you take the job that was available but not the one you wanted. You had to settle for what you thought was best.

This was one of the many setbacks Joseph in the Bible faced—to ah ko l much greater degree than we will ever experience. Genesis 37:36 says, “Meanwhile, in Egypt, the traders sold Joseph to Potiphar, an officer of the Pharaoh—the king of Egypt” (TLB).

In a matter of days, Joseph went from being a pampered son in his father's home to being a slave in someone else's home in a foreign country. He was doing work he never expected to do, without having any say in the matter.

You may be in a job right now that you really don't like or don’t want to do, that you wish you didn't have to do. You wish you were doing something else somewhere else. Maybe on your worst days, it even feels like forced labor. It seems like a setback, and you don’t see an end in sight.

If that’s you, then you probably can identify with Joseph and how he felt.

But Joseph made a pretty remarkable decision: Wherever Joseph went and whatever he did, he chose to do the best he could with what he had for God. Even as a slave, away from his home, he served with his whole heart and tried to honor God with good work and good character.

Joseph took the work of a slave and gave it meaning. He did this by working for God and not for his human master. He saw God as his boss, and so he gave God his best in his work.

And it didn’t go unnoticed: Joseph’s excellent work stood out and led to promotions by his master that eventually landed him in the service of the king.

Ephesians 6:7-8 says, “Work with enthusiasm, as though you were working for the Lord rather than for people. Remember that the Lord will reward each one of us for the good we do” (NLT).

No one else may notice your efforts, and you may not see your reward until you get to heaven. But your diligent, faithful work in your job will never go unnoticed by the One whose opinion matters most.