Minggu, 19 April 2026

BEREDAR DATA MENCENGANGKAN JUSUF KALLA, CHAPLIN PENGHIANAT, SAMPAI ROY S...

https://youtube.com/watch?v=bZz9uuiRsTM&si=xCMLrheLQCajzTQT

Hal Tak Terduga Terjadi di Iran... Kudeta terhadap Rezim Iran

https://youtube.com/watch?v=EHjnDILk60k&si=uk0IOaJledGxn3Kr

Tiga Hal yang Yesus Lakukan Ketika Anda Gagal

20 April 2026

Bacaan Hari ini:
Ratapan 3:22-23 "Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"
--------------
Kegagalan dapat membuat Anda merasa terasing. Ketika Anda berada di tengah kegagalan, Anda sering merasa malu dan ingin menyendiri. Namun, Yesus selalu menyertai Anda, bahkan dalam kegagalan terbesar Anda.

Untuk menolong Anda melewati kegagalan, Yesus melakukan tiga hal yang luar biasa:

1. Yesus berdoa untuk Anda.

Bahkan sebelum Petrus gagal, Yesus berkata kepadanya, "tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur." (Lukas 22:32 ).

Bahkan pada saat ini, Yesus sedang menjadi perantara—berdoa—untuk Anda. Alkitab berkata, "Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka." (Ibrani 7:25).

2. Yesus percaya kepada Anda.

Bahkan, Ia mengharapkan Anda untuk pulih dan bangkit kembali. Itulah sebabnya Ia berkata kepada Petrus sebelum kegagalan besarnya, "Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf.." (Lukas 22:32). Yesus mengetahui bahwa Petrus akan berdosa dan gagal, lalu pada akhirnya kembali kepada-Nya.

Kenyataannya, kita semua gagal, dan kita gagal berulang kali. Kelemahan terbesar Anda sering kali bersifat kebiasaan. Kemungkinan besar Anda tidak hanya melakukannya sekali saja. Namun, Allah tidak hanya hadir untuk kegagalan besar yang terjadi sekali. Ia juga hadir dalam kesalahan yang Anda lakukan berulang kali. Meskipun Anda gagal berkali-kali, Allah akan selalu percaya kepada Anda.

3. Yesus menunjukkan belas kasihan kepada Anda.

Yesus lebih bersedia menunjukkan belas kasihan daripada Anda bersedia memintanya. Ketika Anda jatuh, Yesus tidak menghukum atau menambah rasa bersalah Anda. Sebaliknya, Ia menyelamatkan Anda.

Dalam Yohanes 21, tidak lama setelah Petrus menyangkal Yesus, Petrus dan beberapa murid lainnya pergi menangkap ikan. Meskipun mereka menangkap ikan sepanjang malam, mereka tidak memperoleh apa pun. Saat fajar, Yesus memanggil mereka dari pantai dan memberitahu di mana mereka harus menebarkan jala. "Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan." (Yohanes 21:6).

Ketika Petrus mengikuti petunjuk Yesus, ia menangkap lebih banyak ikan daripada yang dapat ia tangani. Yesus siap melakukan hal yang sama bagi Anda. Ia dapat melakukan lebih banyak dalam lima menit daripada yang dapat Anda lakukan dalam 50 tahun perencanaan.

Ada kabar baik lainnya: belas kasihan Allah kepada Anda tidak bergantung pada kinerja Anda. Alkitab berkata dalam Ratapan 3:22-23, "Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"

Saudara, Anda mungkin menyerah terhadap Allah, tetapi Ia tidak akan pernah menyerah terhadap Anda.

Renungkan :

- Bagaimana mengetahui bahwa Yesus berdoa untuk Anda memengaruhi hidup Anda?

- Kesalahan apa yang Anda lakukan berulang kali? Bagaimana Allah menolong Anda untuk “bangkit kembali” setiap kali Anda gagal?

- Kapan Yesus menunjukkan belas kasihan kepada Anda dalam suatu kegagalan?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 6-8; Lukas 15:1-10
_____________
Yesus sedang berdoa untuk Anda, percaya kepada Anda dan akan selalu menunjukkan belas kasihan. Apa pun yang Anda lakukan, Allah tetap setia.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

==============

Three Things Jesus Does When You Fail- Daily Hope with Rick Warren - April 20, 2026

“The steadfast love of the LORD never ceases; his mercies never come to an end; they are new every morning; great is your faithfulness.” Lamentations 3:22-23 (ESV)
----------------------
Failure can be isolating. When you’re in the middle of a failure, you often feel ashamed and just want to be alone. But Jesus is with you always, even in your greatest failure.

To help you through your failures, Jesus does three incredible things:

Jesus prays for you. Even before Peter had failed, Jesus told him, “I have prayed for you, that your faith will not fail” (Luke 22:32 NASB).

Even at this very moment, Jesus is interceding—praying—for you. The Bible says, “He is able, once and forever, to save those who come to God through him. He lives forever to intercede with God on their behalf” (Hebrews 7:25 NLT).

Jesus believes in you. In fact, he expects you to heal and recover. That’s why he told Peter before his big failure, “When you have repented and turned to me again . . .” (Luke 22:32 NLT). Jesus knew Peter would sin and fail and eventually come back to him.

The truth is that we all fail, and we fail repeatedly. Your biggest weaknesses are often habitual. It’s likely you don’t just do them one time and that’s it. But God isn’t only there for the big, one-time failure. He’s there for the mistakes you make over and over again. Though you fail repeatedly, God will always believe in you.

Jesus shows you mercy. Jesus is more willing to show mercy than you’re willing to ask for it. When you’re down, Jesus doesn’t beat you up or add to your guilt. Instead, he saves you.

In John 21, not long after Peter had denied Jesus, Peter and some other disciples went fishing. Though they fished all night, they caught nothing. At dawn, Jesus called to them from the shore and told them where to throw their nets. “So they did, and they couldn’t haul in the net because there were so many fish in it” (John 21:6 NLT).

When Peter followed Jesus’ instructions, he caught more fish than he could possibly handle. Jesus is ready to do the same for you. He can do more in five minutes than you can do in 50 years of planning.

Here’s more good news: God’s mercy toward you is not dependent on your performance. The Bible says in Lamentations 3:22-23, “The steadfast love of the LORD never ceases; his mercies never come to an end; they are new every morning; great is your faithfulness” (ESV).

Friend, you may give up on God, but he’s never going to give up on you. Jesus is praying for you, believes in you, and will always show you mercy. No matter what you do, God is faithful.


Sabtu, 18 April 2026

🔴GEMPAR !! GUS ISLAH BAHRAWI BUKA FAKTA - AHKIRNYA TERBONGKAR MISI NYA ...

https://youtube.com/watch?v=ULWpxcHHHyk&si=YPZvAbukawUSLtNA

Berduka atas Kegagalan Anda agar Dapat Pulih

19 April 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 26:74-75 "Dan pada saat itu berkokoklah ayam. Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: "Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya." ---------------- Ketika Anda mengalami kegagalan, terkadang terasa seperti Anda tidak akan pernah pulih. Namun, Anda akan pulih. Baik Anda mengalami kegagalan dalam keuangan, pernikahan, karier atau hal lainnya, Anda dapat bangkit kembali.

Pemulihan dimulai dengan berduka atas kegagalan Anda. Jangan meremehkannya atau berpura-pura itu tidak terjadi. Jangan terburu-buru untuk merasa lebih baik. Sebaliknya, luangkan waktu untuk merasakan rasa sakit tersebut.

Hal ini menegaskan sebuah prinsip penting dalam hidup: Untuk dapat melewati sesuatu, Anda harus benar-benar mengalaminya. Prinsip ini berlaku dalam banyak aspek kehidupan, tetapi sangat relevan dalam menghadapi kegagalan.

Duka adalah jalan untuk melewati kegagalan. Ketika Anda gagal, Anda cenderung ingin melupakannya, menekan emosi Anda, dan segera beralih ke hal berikutnya. Namun, itu adalah kesalahan. Melalui duka, Anda dapat mempelajari pelajaran dari kegagalan.

Ketika Anda menekan emosi alih-alih menghadapinya, tubuh Anda akan menanggung akibatnya. Hal ini seperti mengambil kaleng minuman bersoda, mengocoknya, lalu memasukkannya ke dalam freezer. Pada akhirnya, kaleng tersebut akan meledak.

Petrus, salah satu murid Yesus, mengalami duka akibat kegagalan secara langsung. Dalam situasi krisis, ia menyangkal bahwa ia mengenal Yesus, dan kegagalan tersebut membawa duka yang mendalam.

Alkitab berkata, "Dan pada saat itu berkokoklah ayam. Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: "Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya." (Matius 26:74-75).

Bayangkan betapa kecewanya Petrus terhadap dirinya sendiri. Ia telah berjalan bersama Yesus, menyaksikan Dia mengajar, melakukan mukjizat, menyembuhkan orang, membangkitkan orang mati, serta berulang kali menunjukkan belas kasihan dan pengampunan. Namun, ketika ia diuji mengenai komitmennya kepada Yesus, ia menyangkal-Nya tiga kali berturut-turut.

Namun, alih-alih mengabaikan kegagalannya, Petrus melakukan hal yang benar: ia bersikap rendah hati dan menyesal. Ia mengakui kesalahannya dan berduka—dan itulah kunci pemulihan.

Banyak orang ingin mengambil jalan pintas ketika mereka mengalami kegagalan. Mereka ingin mengabaikan perselingkuhan dan berpura-pura bahwa hal itu tidak merusak pernikahan mereka, sehingga mereka segera menjalin hubungan baru. Atau mereka berpura-pura bahwa kegagalan bisnis adalah kesalahan orang lain dan langsung memulai usaha baru. Mereka tidak pernah benar-benar mempelajari pelajarannya.

Namun, tidak ada jalan pintas untuk berduka dan pulih dari kegagalan. Semakin besar kegagalannya, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk pulih.

Renungkan :

Apakah Anda merasa sudah mengetahui cara berduka dengan baik? Mengapa demikian atau tidak?

Apa yang terjadi ketika Anda mencoba mengabaikan kegagalan alih-alih berduka atasnya?

-Ketika Anda gagal, kepada siapa Anda seharusnya mengakuinya? Mengapa hal ini penting?

Bacaan Alkitab Setahun : 2 Samuel 3-5; Lukas 14:25-35 _______________ Biarkan Allah bekerja di dalam hati Anda. Anda tidak dapat memaksakan pemulihan. Pemulihan adalah tindakan kasih karunia Allah, dan itu akan datang pada waktunya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) ========== Grieve Your Failures So You Can Heal - Daily Hope with Rick Warren - April 19, 2026

“Immediately a rooster crowed, and Peter remembered the words Jesus had spoken, ‘Before the rooster crows, you will deny me three times.’ And he went outside and wept bitterly.” Matthew 26:74-75 (CSB) ------------------- When you experience failure, it sometimes feels like you’ll never recover. But you will. Whether you’ve experienced a failure in your finances, marriage, career, or something else, you can recover.

Recovery starts with grieving your failure. Don’t minimize it or pretend it didn’t happen. Don’t rush to try to feel better. Instead, take the time to feel the pain.

This highlights an important life principle: To get past something, you’ve got to go through it. That’s true in so many areas of life, but it’s particularly true with failure.

Grief is the way through failure. When you fail, you just want to forget it, to stuff your emotions and quickly move to the next thing. But that’s a mistake. Grief is the way you learn failure’s lessons.

When you swallow your emotions instead of going through them, your stomach keeps score. It’s like taking a can of soda, shaking it up, and putting it in the freezer. It’s eventually going to explode!

Peter, one of Jesus’ disciples, experienced the grief of failure firsthand. In a time of crisis, he denied that he even knew Jesus, and that failure led to deep grief.

The Bible says, “Immediately a rooster crowed, and Peter remembered the words Jesus had spoken, ‘Before the rooster crows, you will deny me three times.’ And he went outside and wept bitterly” (Matthew 26:74-75 CSB).

Imagine how disappointed Peter must have felt in himself. He had walked alongside Jesus, watching him teach, do miracles, heal people, raise the dead, and offer mercy and forgiveness over and over again. Yet when he was put to the test about his commitment to Jesus, he denied him three times in a row.

But instead of ignoring his failure, Peter did the right thing: He was humble and regretful. He owned up to it and grieved—and that’s the key to healing.

Many people want to take shortcuts when they have a failure. They want to bypass the affair and pretend it didn’t shatter their marriage, so they rebound into another relationship. Or they pretend it was someone else’s fault the business failed and start another one right away. They simply never learn the lesson.

But there is no shortcut to grieving and recovering from failure. The greater the failure, the more time it’s going to take to heal. Let God work in your heart. You can’t force healing. Recovery is an act of God's mercy, and it will come in time.

Penutupan jurusan secara besar-besaran di universitas negeri China

Penutupan jurusan secara besar-besaran di universitas negeri China adalah fenomena yang kompleks dan masif. Ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan hasil dari interaksi berbagai faktor besar yang mendorong sistem pendidikan tinggi untuk bertransformasi secara fundamental.

Berikut adalah faktor-faktor utama yang mendorong gelombang penutupan jurusan ini.

🎯 1. Revolusi Kecerdasan Buatan (AI)

Perkembangan pesat AI telah mengubah lanskap banyak profesi secara fundamental, menjadikan beberapa jurusan tradisional kurang relevan.

· Jurusan Bahasa Asing: Alat penerjemahan AI kini mencapai akurasi lebih dari 95% dengan biaya yang sangat murah, membuat kebutuhan penerjemah manusia merosot tajam. Akibatnya, banyak universitas menutup jurusan seperti Bahasa Inggris, Jepang, Korea, dan Jerman.
· Jurusan Seni dan Desain: Kemampuan AI generatif dalam menciptakan gambar, musik, dan konten kreatif telah memukul keras jurusan seperti seni lukis, patung, animasi, dan desain grafis. AI mampu mengerjakan pekerjaan desain tingkat pemula dengan cepat dan efisien.

📉 2. Dinamika Pasar Kerja dan Kejenuhan

Banyak jurusan yang ditutup karena sudah tidak lagi sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, baik karena kejenuhan lulusan maupun pergeseran industri.

· Jurusan Manajemen Tradisional: Jurusan seperti Manajemen Pelayanan Publik, Manajemen Informasi, dan Pemasaran menjadi yang paling banyak dihapus karena menghasilkan terlalu banyak lulusan dengan kemampuan yang kurang spesifik.
· Sektor yang Terdampak Krisis: Lesunya sektor properti menyebabkan penurunan drastis pada jurusan Teknik Sipil dan Arsitektur. Sementara itu, kebijakan "Double Reduction" (pengurangan ganda) yang membatasi les privat, khususnya bahasa Inggris, turut mempersempit lapangan kerja bagi lulusan Bahasa Inggris.

🏛️ 3. Kebijakan Pemerintah dan Strategi Nasional

Pemerintah pusat secara proaktif mengarahkan perubahan ini agar pendidikan tinggi selaras dengan strategi pembangunan nasional. Ini bukan fenomena acak, melainkan bagian dari reformasi terencana.

· Skala Penyesuaian yang Masif: Antara tahun 2019-2024, lebih dari 5.000 program studi telah dihentikan, dan pada tahun 2023 saja, angka penutupan mencapai rekor 1.670 program.
· Pergeseran Fokus ke STEM: Kementerian Pendidikan China secara eksplisit mendorong universitas untuk memperluas program di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM), seperti AI, robotika, dan energi baru, sambil mengurangi program di bidang yang dianggap jenuh seperti manajemen dan seni.

👶 4. Faktor Demografi: Menurunnya Angka Kelahiran

Menurunnya populasi usia muda di China berdampak langsung pada berkurangnya jumlah calon mahasiswa, yang paling terasa pada jurusan yang berkaitan dengan anak-anak.

· Jurusan Keguruan: Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mulai banyak ditutup karena permintaan akan guru taman kanak-kanak menurun seiring dengan turunnya angka kelahiran nasional.

🏫 5. Kurikulum yang Tidak Relevan dan Tumpang Tindih

Banyak program studi dinilai sudah ketinggalan zaman atau memiliki kurikulum yang tumpang tindih dengan jurusan lain, sehingga lulusannya kurang kompetitif.

· Kurikulum Ketinggalan Zaman: Kurikulum beberapa jurusan, seperti Manajemen Informasi dan Sistem Informasi, dinilai terlalu teoritis dan tidak membekali mahasiswa dengan keterampilan teknis yang dibutuhkan industri.

📊 Jenis-Jenis Jurusan yang Paling Terdampak

Berdasarkan data, berikut adalah jurusan-jurusan yang paling banyak ditutup dalam beberapa tahun terakhir:

Kategori Jurusan Contoh Jurusan yang Ditutup Jumlah Universitas yang Menutup (2018-2022)
Manajemen Manajemen Informasi & Sistem Informasi, Manajemen Pelayanan Publik ~100 (Info Mgmt), ~97 (Public Mgmt)
Bahasa Asing Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, Bahasa Korea 21 (Inggris), 26 (Jepang), 10 (Korea)
Seni & Desain Desain Produk, Desain Mode, Seni Lukis, Seni Patung, Musik ~66 (Desain Produk), ~70 (Desain Mode)
Keguruan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tidak ada data spesifik, namun merupakan tren yang berkembang
Teknik Teknik Sipil, Arsitektur Tidak ada data spesifik, namun sangat terpukul di daerah tertentu

🔄 Penutupan Jurusan: Bukan Akhir, Melainkan Sebuah Transformasi

Penting untuk dipahami bahwa penutupan ini bukan berarti "akhir zaman" bagi suatu bidang ilmu. Ini adalah bagian dari siklus adaptasi pendidikan tinggi.

· Restrukturisasi Internal: Penutupan jurusan seni seringkali dibarengi dengan pembukaan sekolah baru di bidang teknik dan robotika, sebagai bentuk realokasi sumber daya internal universitas.
· Evolusi Kurikulum: Penutupan jurusan tradisional juga merupakan sinyal bagi munculnya program studi baru yang lebih interdisipliner dan relevan, misalnya dengan menggabungkan keahlian bahasa dengan teknologi.

Singkatnya, gelombang penutupan jurusan ini adalah sebuah transformasi struktural yang didorong oleh revolusi teknologi (AI), dinamika pasar kerja, arahan kebijakan negara, dan perubahan demografi. Universitas negeri China tidak sekadar menutup jurusan; mereka sedang merombak total penawaran akademiknya agar selaras dengan tuntutan zaman..

"KEBERANIAN JOKOWI" TAK TERKALAHKAN😱 PERMAINAN JUSUF KALLA TERBONGKAR SE...

https://youtube.com/watch?v=epTp1lmPClk&si=_wXhD_7SZiFP74Jl