Senin, 04 Mei 2026

Rekam Jejak Gelap Pengelola Baru Taman Nasional

https://youtube.com/shorts/8XKwBWPWgaQ?si=CKi02CkzE7UfwtFj

Kuasa Doa yang Positif

05 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 1:9-11 "Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah."
------------------
Paulus tidak hanya berdoa bagi orang-orang dalam hidupnya. Ia berdoa bagi mereka dengan sukacita!

Mungkin ada hal-hal dalam hidup orang lain yang ingin Anda ubah. Anda tidak ingin mengubah diri Anda; Anda ingin mereka yang berubah. Anda tidak dapat memaksa mereka berubah—tetapi Anda dapat berdoa dan membiarkan Allah bekerja dalam hidup mereka.

Doa yang positif lebih efektif daripada pikiran yang positif. Sebanyak apa pun pikiran positif tidak akan mengubah pasangan Anda, anak Anda, teman Anda, atau situasi Anda. Pikiran positif mungkin dapat mengubah diri Anda, tetapi tidak akan mengubah orang lain. Namun doa yang positif dapat membawa perubahan baik dalam diri Anda maupun dalam diri orang lain.

Apa cara tercepat untuk mengubah hubungan yang buruk menjadi baik? Mulailah berdoa bagi orang tersebut! Hal itu akan mengubah Anda, dan mungkin juga mengubah mereka.

Paulus bahkan memberikan contoh bagaimana berdoa bagi orang lain:
"Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah." (Filipi 1:9-11).

Dari ayat-ayat ini, Anda dapat belajar untuk berdoa bagi orang-orang dalam hidup Anda dengan empat cara:

Berdoa agar mereka bertumbuh dalam kasih:
"Semoga kasihmu semakin melimpah dalam pengetahuan dan segala pengertian..."

Berdoa agar mereka membuat keputusan yang bijaksana:
"...sehingga kamu dapat memilih apa yang terbaik..."

Berdoa agar mereka hidup dengan integritas:
"...supaya kamu menjadi murni dan tak bercacat pada hari Kristus..."

Berdoa agar mereka menjadi serupa dengan Yesus:
"...penuh dengan buah kebenaran yang datang melalui Yesus Kristus—bagi kemuliaan dan pujian bagi Allah."

Doakan hal-hal ini untuk diri Anda sendiri dan juga untuk orang-orang dalam hidup Anda. Kemudian perhatikan bagaimana Allah mengubahkan bahkan hubungan-hubungan yang sebelumnya tampak tanpa harapan.

Renungkan:

- Pikirkan satu hubungan yang sedang tidak baik dalam hidup Anda. Luangkan waktu sekarang untuk berdoa agar orang tersebut bertumbuh dalam kasih, membuat keputusan yang bijaksana, hidup dengan integritas, dan menjadi serupa dengan Yesus.

- Bagaimana doa yang positif mengubah diri Anda, bukan hanya orang yang Anda doakan?

- Luangkan waktu untuk membaca Galatia 5:22-23. Bagaimana Anda melihat semakin banyak "buah Roh" dalam hidup Anda saat Anda mengikuti Yesus?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 16-18; Lukas 22:47-71
____________
Doa yang positif dapat membawa perubahan baik dalam diri Anda maupun dalam diri orang lain.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
The Power of Positive Prayer - Daily Hope with Rick Warren - May 05, 2026

“And this is my prayer: that your love may abound more and more in knowledge and depth of insight, so that you may be able to discern what is best and may be pure and blameless for the day of Christ, filled with the fruit of righteousness that comes through Jesus Christ—to the glory and praise of God.” Philippians 1:9-11 (NIV)
------------------------
Paul didn’t just pray for the people in his life. He prayed for them with joy!

There are probably things in other people’s lives you’d like to change. You don’t want to change yourself; you want themto change. You can’t make them change—but you can, however, pray and let God do his work in other people.

Positive praying is more effective than positive thinking. All the positive thinking in the world isn’t going to change your spouse, child, friend, or situation. Positive thinking might change you, but it won’t change somebody else. But positive prayer can make a difference in both you and in others.

What’s the quickest way to change a bad relationship to a good one? Start praying for the other person! It will change you, and it may change them, too.

Paul even gave us an example of how to pray for others: “And this is my prayer: that your love may abound more and more in knowledge and depth of insight, so that you may be able to discern what is best and may be pure and blameless for the day of Christ, filled with the fruit of righteousness that comes through Jesus Christ—to the glory and praise of God” (Philippians 1:9-11 NIV).

From these verses, you can learn to pray for the people in your life in four ways:

Pray that they will grow in love: “And this is my prayer: that your love may abound more and more in knowledge and depth of insight . . .”

Pray that they will make wise choices: “. . . so that you may be able to discern what is best . . .”

Pray that they will live with integrity: “. . . and may be pure and blameless for the day of Christ . . .”

Pray that they will become like Jesus: “. . . filled with the fruit of righteousness that comes through Jesus Christ—to the glory and praise of God.”

Pray this for yourself and for other people in your life. Then watch how God turns around even your relationships that have seemed hopeless.


PERANG TOTAL! Pimpinan Mossad Israel Targetkan Rezim Iran Hancur, AS Mul...

https://youtube.com/shorts/u8cmrtTEolM?si=1dNXexnmOQGS2N-O

Minggu, 03 Mei 2026

Th.2030 puncak krisis

https://vt.tiktok.com/ZS9xWJ5yx/

BONGKAR KEHEBATAN AMERIKA! Fakta Mengejutkan Dibalik Jatuhnya Khamenei! ...

https://youtube.com/watch?v=ToATMpS0UnU&si=eQjD7Mz0YOeo3oPS

Pilih Apa yang Akan Anda Ingat

04 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 1:5 "Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini."
-------------
Paulus menulis kitab Filipi kepada jemaat yang ia dirikan di Filipi. Di sana, seorang perempuan bernama Lidia membuka rumahnya dan, bersama orang lain, menyambut Paulus di kota itu. Jemaat Filipi bahkan membantu mendanai perjalanan misi Paulus. Dalam Filipi 1:5, Paulus berkata, "Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini."

Namun, kenyataannya Paulus tidak mengalami masa yang mudah di Filipi. Bahkan, itu merupakan salah satu jemaat yang paling sulit untuk ia rintis. Ketika Paulus datang ke kota itu untuk memulai sebuah jemaat, ia dipukuli, dicambuk, dipermalukan, ditangkap secara tidak adil dan dipenjarakan. Ia bahkan selamat dari gempa bumi yang besar! Setelah itu, para pemimpin kota meminta dia untuk meninggalkan kota tersebut.

Namun demikian, Paulus berkata kepada orang-orang percaya, "Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu" (Filipi 1:3).

Apa yang dilakukan Paulus di sini? Ia memilih ingatan secara selektif. Filipi bukanlah tempat yang menyenangkan bagi Paulus. Ia mengalami banyak penganiayaan dan penderitaan selama berada di sana. Namun ia memilih untuk tidak berfokus pada kenangan yang menyakitkan. Sebaliknya, ia mengungkapkan rasa syukur atas hal-hal baik yang dilakukan bagi dirinya dan melalui dirinya.

Apakah Anda masih memegang kenangan yang menyakitkan tentang orang-orang yang masih ada dalam hidup Anda? Mungkin Anda belum pernah benar-benar melepaskan kesalahan yang mereka lakukan bertahun-tahun yang lalu. Anda tidak dapat menikmati hubungan tersebut saat ini karena Anda masih berpegang pada masa lalu.

Anda perlu memahami bahwa ingatan adalah sebuah pilihan. Pernah diceritakan tentang Clara Barton, pendiri Palang Merah Amerika. Seorang temannya mengingatkan dia tentang suatu perbuatan sangat kejam yang dilakukan seseorang kepadanya bertahun-tahun sebelumnya. Temannya bertanya, "Apakah Anda tidak mengingatnya?" Jawabannya yang terkenal adalah, "Tidak, saya dengan jelas mengingat bahwa saya telah melupakannya."

Ingatan Anda adalah sebuah pilihan. Jika Anda ingin terus memegang kenangan yang menyakitkan, silakan saja. Namun Anda tidak akan merasa bahagia. Paulus memiliki banyak alasan untuk berfokus pada kenangan menyakitkan tentang Filipi. Namun ia memilih untuk bersyukur atas orang-orang dalam hidupnya dan pekerjaan Allah di dalam dan melalui mereka.

Ketika Anda melakukan hal yang sama, Allah akan memberkati hubungan Anda jauh melampaui harapan Anda.

Renungkan:

- Mengapa terkadang lebih mudah mempertahankan kenangan yang menyakitkan daripada menggantinya dengan kenangan yang baik?

- Bagaimana berfokus pada kenangan yang baik mengubah harapan Anda terhadap masa depan?

- Bagaimana Anda akan mengungkapkan rasa syukur hari ini atas orang-orang yang Allah tempatkan dalam hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 14-15; Lukas 22:21-46
_____________
Semakin lama Anda mengenal seseorang, semakin besar kemungkinan Anda menganggapnya biasa saja, mencari kesalahannya dan mengingat hal-hal buruk daripada hal-hal baik.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Choose What You Remember - Daily Hope with Rick Warren - May 04, 2026

“I thank God for the help you gave me.” Philippians 1:5 (Ncp)
--------------------
Paul wrote the book of Philippians to the church he planted in Philippi. There, a woman named Lydia opened up her home and, along with others, welcomed Paul to the city. The Philippian church even helped fund Paul’s missionary journeys. In Philippians 1:5, Paul says, “I thank God for the help you gave me” (NCV).

The thing is, Paul didn’t have a good time in Philippi. In fact, it was one of his toughest churches to get started. When Paul went to this city to start a church, he was beaten, whipped, humiliated, falsely arrested, and thrown into prison. He even survived a major earthquake! Then he was asked by the city leaders to leave town.

Yet Paul told the believers, “Every time I think of you, I give thanks to my God” (Philippians 1:3 NLT).

What is Paul doing here? He is choosing selective memory. Philippi was not a happy place for Paul. He endured a lot of persecution and suffering during his time there. But he chooses not to dwell on painful memories. Instead, he expresses his gratitude for the good things done for him and through him.

The longer you know someone, the more likely you are to take that person for granted, to look for faults, and to remember the bad things instead of the good things.

Are you still clinging to painful memories of people who are still in your life? Maybe you’ve never let them off the hook for mistakes they made years ago. You can’t enjoy those relationships today because you’re still holding on to the past.

You need to understand that memories are a choice. I’ve mentioned a story before about Clara Barton, who founded the American Red Cross. A friend reminded her of a particularly cruel thing somebody had done to her years before. The friend asked, “Don’t you remember?” Her famous reply was, “No, I distinctly remember forgetting it.”

Your memories are a choice. If you want to hold on to your painful memories, go right ahead. But you’re not going to be happy. Paul had a lot of reasons to focus on painful memories of Philippi. But he chose instead to be grateful for the people in his life and Gods’ work in and through them.

When you do the same, God will bless your relationships far beyond your expectations.


Sabtu, 02 Mei 2026

Jangan Biarkan Dendam Menyandera Anda

03 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
1 Korintus 13:4-5 "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain."
--------------
Salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan bagi keluarga dan teman Anda adalah menunjukkan belas kasihan kepada mereka. Belas kasihan adalah kasih yang diwujudkan dalam tindakan. Jadi, ketika Anda mengabaikan hal-hal yang mengganggu dan memilih untuk bersikap baik kepada orang-orang terdekat Anda—bahkan ketika mereka tidak layak menerimanya—Anda sedang menunjukkan belas kasihan.

Apakah Anda menyimpan catatan dalam pikiran setiap kali seseorang dalam keluarga Anda melakukan kesalahan?

Apakah Anda cepat mengingatkan seorang teman tentang bagaimana ia telah menyakiti Anda? Alkitab mengatakan bahwa kasih yang sejati tidak menyimpan luka dan kesalahan untuk digunakan nanti sebagai balas dendam. Ketika Anda mempertahankan luka seperti itu, Anda tidak sedang menunjukkan kasih.

Alkitab menyatakah : "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain." (1 Korintus 13:4-5).

Perhatikan bahwa "kasar" dan "tidak menyimpan kesalahan" terdapat dalam ayat yang sama. Itulah alasan orang menjadi kasar: mereka bereaksi dari luka lama dan melampiaskannya kepada orang lain. Ketika mereka bereaksi terhadap luka masa lalu, mereka tidak dapat merespons dengan benar pada keadaan saat ini.

Imamat 19:18 berkata, "Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN."

Apakah dendam masa lalu sedang menyandera Anda hari ini? Jangan menyimpan dendam terhadap orang-orang yang Anda kasihi. Dan jangan pula menceritakan dendam Anda kepada orang lain, karena itu adalah gosip. Sebaliknya, lepaskanlah semuanya itu.

Terkadang, justru paling sulit untuk menunjukkan belas kasihan kepada orang-orang yang paling dekat dengan Anda. Namun ketika Anda dapat melepaskannya dan menunjukkan belas kasihan, Anda menjadi semakin serupa dengan Yesus.

Renungkan:

- Dendam apa yang selama ini Anda simpan? Mengapa? Bagaimana Anda dapat dengan sengaja mulai melepaskannya?

- Ada banyak langkah yang dapat Anda ambil untuk memperoleh pemulihan dari luka masa lalu—termasuk mencari konseling rohani, bimbingan, berdoa melalui firman Tuhan, dan menaati Roh Kudus. Langkah apa yang dapat Anda ambil hari ini, sekecil apa pun, menuju pemulihan?

- Mengapa menurut Anda terkadang lebih sulit menunjukkan belas kasihan kepada keluarga dibandingkan kepada orang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 12-13; Lukas 22:1-20
__________
Cara penting lainnya untuk menunjukkan belas kasihan adalah dengan melepaskan luka dari masa lalu.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Don’t Let Grudges Hold You Hostage - Daily Hope with Rick Warren - May 03, 2026

“Love is . . . never haughty or selfish or rude. Love does not demand its own way. It is not irritable or touchy. It does not hold grudges.” 1 Corinthians 13:4-5 (TLB)
-----------------
One of the best things you can do for your family and friends is to show them mercy. Mercy is love in action. So when you overlook irritations and choose to be kind to those closest to you—even when they don’t deserve it—you’re being merciful.

Another important way you can show mercy is to let go of past hurts.

Do you keep a mental record every time someone in your family does something wrong?

Are you quick to remind a friend of how they’ve hurt you? The Bible says that real love doesn’t store up hurts and offenses to be used later for revenge. When you hold on to a hurt like that, you are not being loving.

Scripture says in the Living Bible translation, “Love is . . . never haughty or selfish or rude. Love does not demand its own way. It is not irritable or touchy. It does not hold grudges” (1 Corinthians 13:4-5 TLB).

Notice how “rude” and “does not hold grudges” are in the same verse. That’s the reason people are rude: They’re reacting out of an old hurt and taking it out on others. And when they react to a past hurt, they can’t relate to the present.

Leviticus 19:18 says, “Do not take revenge on others or continue to hate them, but love your neighbors as you love yourself” (GNT).

Are past grudges holding you hostage today? Don’t hold grudges over your loved one’s heads. And don’t tell other people about your grudges, either. That’s gossip! Instead, just let them go.

Sometimes it’s hardest to show mercy to the people who are closest to you. But when you can let it go and be merciful, you become more like Jesus.