Sabtu, 23 Mei 2026

Investasi Terbaik yang Pernah Anda Buat

24 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 4:17 "Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu"
--------------------
Setiap kali Anda bermurah hati, Anda sedang berinvestasi untuk rumah kekal Anda.

Yesus menyebut prinsip ini sebagai "mengumpulkan harta di surga." Ia bahkan menggunakan ungkapan ini enam kali dalam Alkitab! Ketika Yesus mengatakan sesuatu sampai enam kali, Anda sebaiknya memperhatikannya. Jika tidak, Anda akan kehilangan berkat yang ingin Ia tunjukkan.

Dalam Matius 6:19-20, Yesus berkata, "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya."

Kebanyakan orang hidup kurang dari 100 tahun di dunia ini. Dan ketika Anda meninggalkan dunia, Anda meninggalkan semua harta duniawi. Tetapi Anda akan menikmati harta surgawi Anda untuk selama-lamanya.

Lalu bagaimana Anda mengumpulkan harta di surga? Bagaimana Anda “mengirimkannya” lebih dahulu ke sana? Salah satu cara terbaik adalah dengan berinvestasi dalam hidup orang lain. Dan saya tidak sedang berbicara tentang memperoleh keselamatan, karena keselamatan sudah dijamin oleh Yesus.

Allah ingin Anda berinvestasi dalam hidup orang lain karena investasi itu memiliki dampak dan upah kekal. Hanya ada dua hal yang akan bertahan selamanya: firman Allah dan manusia. Manusia akan menghabiskan kekekalan di surga atau di neraka, dan investasi Anda dalam hidup seseorang dapat membuat perbedaan yang besar.

Filipi 4:17 berkata "Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu"

Paulus menulis kepada jemaat Filipi untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan mereka. Tetapi ia mengatakan bahwa yang paling berarti baginya—yang paling memberinya sukacita—adalah mengetahui bahwa pengorbanan dan kemurahan hati mereka menghasilkan harta di surga bagi mereka. Mereka berinvestasi dalam pelayanan Paulus, tetapi mereka juga berinvestasi dalam rumah kekal mereka sendiri.

Anda akan menerima upah untuk setiap hal yang Anda berikan. Apakah Anda memberikan waktu Anda? Anda akan menerima upah di surga. Apakah Anda memberikan tenaga Anda? Anda akan menerima upah di surga. Apakah Anda memberikan uang Anda? Anda akan menerima upah di surga.

Renungkan:

- Dalam hal apa saja Anda menggunakan waktu, tenaga, dan uang Anda untuk berinvestasi dalam hidup orang lain?

- Apakah paling sulit bagi Anda untuk bermurah hati dengan waktu, tenaga, atau uang Anda? Mintalah kepada Allah iman untuk bermurah hati dalam area tersebut agar Anda dapat mengalami berkat-Nya.

- Bagaimana Anda dapat membangun gaya hidup yang berfokus pada mengumpulkan harta di surga daripada di bumi?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 19-21; Yohanes 8:1-27
___________
Ada banyak kesempatan di sekitar Anda untuk bermurah hati dan berinvestasi bagi rumah kekal Anda. Jangan sampai melewatkannya!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
The Best Investment You’ll Ever Make - Daily Hope with Rick Warren - May 24, 2026

“Though I appreciate your gifts, what makes me happiest is the well-earned reward you will have because of your kindness.” Philippians 4:17 (TLB)
-------------------
Every time you’re generous, you invest in your eternal home.

Jesus called this principle “storing up treasure in heaven.” He actually used this phrase six times in the Bible! When Jesus says something six times, you better pay attention. If you don’t, you’re going to miss seeing the blessing.

In Matthew 6:19-20, Jesus said, “Don’t store up treasures here on earth, where moths eat them and rust destroys them, and where thieves break in and steal. Store your treasures in heaven, where moths and rust cannot destroy, and thieves do not break in and steal” (NLT).

Most people get less than 100 years on this planet. And when you leave, you leave all earthly treasure behind. But you will get to enjoy your heavenly treasure for eternity.

So how do you store up treasure in heaven? How do you send it on ahead? One of the best ways to do that is by investing in people. And I’m not talking about earning your salvation, because that’s already been secured by Jesus.

God wants you to invest in people because those investments have eternal effects and rewards. There are only two things that will last forever: the Word of God and people. People will spend eternity in either heaven or hell, and your investment in someone could make all the difference.

Philippians 4:17 says in The Living Bible paraphrase, “Though I appreciate your gifts, what makes me happiest is the well-earned reward you will have because of your kindness.”

Paul wrote to the Philippians to express his appreciation for their support. But he said what meant the most—what brought him the most joy—was knowing that their sacrifice and generosity gave them treasure in heaven. They invested in him, but they also invested in their eternal home.

You will be rewarded for everything you’ve given away. Are you giving away your time? You’re going to be rewarded in heaven. Are you giving away your energy? You’re going to be rewarded in heaven. Are you giving away your money? You’re going to be rewarded in heaven.

There are opportunities all around you to be generous and invest in your eternal home. Don’t miss them!


Jumat, 22 Mei 2026

Jangan Khawatir. Berdoalah!

23 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 8:32 "Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?"
----------------------
Setiap kali saya membutuhkan sesuatu ketika masih kecil, saya akan berbicara kepada ayah saya. Terkadang apa yang saya butuhkan cukup mahal, tetapi tidak pernah sekali pun saya khawatir dari mana ayah saya akan mendapatkan uang untuk itu. Itu bukan tugas saya! Tugas ayah saya adalah memikirkan dari mana uang itu akan datang. Tugas saya sebagai anak hanyalah meminta.

Demikian juga, bukan tugas Anda untuk memikirkan bagaimana Allah akan menyediakan kebutuhan Anda. Tugas Anda adalah meminta.

Ketika Anda khawatir daripada meminta, Anda bertindak seperti seorang ateis, seperti seseorang yang percaya bahwa ia tidak memiliki Bapa di surga. Kekhawatiran adalah ateisme praktis. Itu berarti menjalani hidup seolah-olah Allah tidak ada atau tidak dapat dipercaya.

Alkitab dengan jelasnya mengatakan bahwa Allah ingin Anda datang kepada-Nya dalam doa mengenai segala sesuatu. Yakobus 4:2 berkata,"Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa."

Seperti yang dikatakan Filipi 4:6, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. "

Apakah Anda memperhatikannya? Allah ingin Anda datang kepada-Nya dalam setiap keadaan. Anda dapat berbicara kepada-Nya tentang segala hal—tidak peduli seberapa besar atau kecil hal itu menurut Anda.

Roma 8:32 berkata, "Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?"

Allah sudah menyelesaikan masalah terbesar Anda—yaitu dosa Anda—dan dibandingkan dengan itu, semua masalah lainnya jauh lebih kecil.

Jika Allah begitu mengasihi Anda sampai mengutus Yesus untuk mati bagi dosa-dosa Anda, tidakkah Anda percaya bahwa Ia juga cukup mengasihi Anda untuk menolong masalah keuangan Anda? Tidakkah Anda percaya bahwa Ia cukup mengasihi Anda untuk menolong kesehatan Anda? Hubungan Anda? Keputusan karier Anda? Tenggat waktu Anda?

Allah peduli pada setiap bagian kehidupan Anda. Bahkan, Ia sudah mengetahui apa yang Anda butuhkan. Tetapi Ia tetap ingin Anda memintanya kepada-Nya.

Apakah Anda siap mengurangi stres dalam hidup Anda? Allah sedang menunggu Anda datang kepada-Nya dengan segala kebutuhan Anda. Pilihlah untuk tidak mengkhawatirkan apa pun—dan berdoalah tentang segala sesuatu.

Renungkan:

- Jika Allah sudah mengetahui semua kebutuhan Anda, mengapa menurut Anda Ia tetap ingin Anda meminta kepada-Nya?

- Apa yang menghalangi Anda untuk meminta kepada Allah mengenai kebutuhan-kebutuhan Anda?

- Pikirkan satu waktu ketika Allah dengan jelas menjawab doa Anda. Bagaimana jawaban doa tersebut mendorong Anda untuk terus berdoa mengenai kebutuhan lain dalam hidup Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 16-18; Yohanes 7:28-53
___________
Kurangilah kekhawatiran dan lebih banyaklah meminta. Daripada khawatir, berdoalah tentang segala sesuatu.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Don’t Worry about It. Pray! - Daily Hope with Rick Warren - May 23, 2026

“Since he did not spare even his own Son but gave him up for us all, won’t he also give us everything else?” Romans 8:32 (NLT)
-----------------
Anytime I needed something when I was a kid, I’d talk to my dad. Sometimes what I needed was expensive, but not once did I worry about where my father was going to get the money for it. That wasn’t my job! It was my dad’s job to figure out where the money would come from. It was my job as a kid to simply ask.

In the same way, it’s not your job to figure out how God’s going to provide. It’s your job to ask.

When you worry instead of asking, you’re acting like an atheist, like someone who believes they don’t have a heavenly Father. Worry is practical atheism. It’s living your life like God doesn’t exist or can’t be trusted.

The Bible is clear: God wants you to come to him in prayer about everything. James 4:2 says, “You do not have because you do not ask God” (NIV).

Worry less and ask more. Instead of worrying, pray about everything.

As Philippians 4:6 says, “Never worry about anything. But in every situation let God know what you need in prayers and requests” (GW). 

Did you catch that? God wants you to come to him in every situation. You can talk to him about everything—no matter how big or small it seems to you.

Romans 8:32 says, “Since he did not spare even his own Son but gave him up for us all, won’t he also give us everything else?” (NLT).

God has solved your biggest problem—your sin—and everything else is small by comparison.

If God loved you enough to send Jesus to die for your sins, don’t you think he loves you enough to help you with your finances? Don’t you think he loves you enough to help you with your health? With your relationships? With career decisions? With your deadline?

God is interested in every single area of your life. In fact, he already knows what you need. But he still wants you to ask him for it.

Are you ready to reduce the stress in your life? God is waiting for you to come to him with your needs. Choose to worry about nothing—and pray about everything.


Kamis, 21 Mei 2026

Harus merampingkan yang tidak perlu

https://youtube.com/shorts/NhZv_aTU4iM?si=mj43ROWdchZeaZG1

Empat Alasan Mengapa Kekhawatiran Itu Tidak Berguna

22 Mei 2026

Bacaan Hari ini:

Filipi 4:6 "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga"
-----------------
Pekerjaan bukanlah yang membuat Anda terjaga di malam hari. Kekhawatiranlah yang melakukannya.

Dalam Alkitab, Allah memberikan petunjuk yang jelas tentang peran kekhawatiran dalam hidup Anda. Filipi 4:6 berkata, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga"

Mengapa Anda perlu melepaskan kekhawatiran Anda?

Kekhawatiran itu tidak masuk akal. Ada beberapa alasan mengapa hal ini benar. Pertama, kekhawatiran membesar-besarkan masalah. Pernahkah Anda memperhatikan bahwa ketika seseorang mengatakan sesuatu yang buruk tentang Anda, semakin Anda memikirkannya, semakin besar masalah itu terasa? Kedua, kekhawatiran tidak menyelesaikan apa pun. Mengkhawatirkan sesuatu yang tidak dapat Anda ubah adalah sia-sia. Dan mengkhawatirkan sesuatu yang sebenarnya dapat Anda ubah hanyalah membuang waktu. Lakukan saja perubahan itu!

Kekhawatiran itu tidak alami. Tidak ada orang yang terlahir sebagai pengkhawatir. Anda mungkin berpikir bahwa Anda memang seperti itu, tetapi sebenarnya tidak. Kekhawatiran adalah sesuatu yang dipelajari. Karena kekhawatiran tidak alami, kekhawatiran juga tidak sehat. Tubuh Anda tidak dirancang untuk menanggung kekhawatiran terus-menerus. Ketika orang berkata, "Saya sampai sakit karena khawatir," itu benar adanya. Banyak dokter mengatakan bahwa banyak orang sebenarnya bisa keluar dari rumah sakit jika mereka tahu cara melepaskan rasa bersalah, kepahitan, dan kekhawatiran. Dan Amsal 14:30 berkata, "Hati yang tenang menyegarkan tubuh"

Kekhawatiran itu tidak membantu. Kekhawatiran tidak dapat mengubah masa lalu, dan kekhawatiran juga tidak dapat mengendalikan masa depan. Yang dilakukannya hanyalah merusak hari ini. Satu-satunya hal yang diubah oleh kekhawatiran adalah diri Anda sendiri. Kekhawatiran membuat Anda sengsara! Kekhawatiran tidak pernah menyelesaikan satu pun masalah.

Kekhawatiran itu tidak perlu. Allah menciptakan Anda, menyelamatkan Anda, dan menempatkan Roh-Nya di dalam Anda. Tidakkah Anda percaya bahwa Ia juga akan memelihara kebutuhan Anda? Tidak ada alasan untuk khawatir.

Apakah Anda ingin belajar mengelola stres dengan lebih baik? Langkah pertama yang sangat baik adalah menolak untuk mengkhawatirkan apa pun. Mengapa? Karena kekhawatiran itu tidak masuk akal, tidak alami, tidak membantu, dan tidak perlu.

Alkitab berkata, "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu" (1 Petrus 5:7).

Renungkan:

- Apa yang ditunjukkan oleh tingkat kekhawatiran Anda saat ini tentang seberapa besar Anda mempercayai Allah?

- Apa yang sedang Anda khawatirkan saat ini? Apa yang dapat Anda lakukan untuk mengubah situasi tersebut atau melepaskan kekhawatiran itu?

- Dengan cara praktis apa Anda dapat menyerahkan semua kekhawatiran Anda kepada Allah (1 Petrus 5:7)?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 13-15; Yohanes 7:1-27
_____________
Allah secara pribadi peduli kepada Anda dan kebutuhan Anda. Jadi apa yang seharusnya Anda lakukan dengan semua hal yang membuat Anda stres, cemas dan khawatir? Lepaskan semuanya. Serahkan kepada Allah.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Four Reasons Worry Is Worthless - Daily Hope with Rick Warren - May 22, 2026

“Don’t worry about anything.” Philippians 4:6 (NLT)
-------------------
Work doesn’t keep you up at night. Worry does.

In the Bible, God gives clear direction about the role worry should play in your life. Philippians 4:6 says, “Don’t worry about anything” (NLT).

Why do you need to let go of your worry?

Worry is unreasonable. Here are a couple of reasons why that’s true. First, worry exaggerates the problem. Have you noticed that, if somebody says something bad about you, the more you think about it, the bigger it gets? Second, worry doesn’t work. To worry about something you can’t change is useless. And to worry about something you can change is a waste of time. Just go change it!

Worry is unnatural. No one is a born worrier. You might think you are, but you’re not. Worry is something you learned. Since worry is unnatural, it’s also unhealthy. Your body wasn’t designed to handle worry. When people say, “I’m worried sick,” they’re telling the truth. Doctors say that a lot of people could leave the hospital today if they knew how to get rid of guilt, resentment, and worry. And Proverbs 14:30 says, “A peaceful heart leads to a healthy body” (NLT).

Worry is unhelpful. Worry cannot change the past, and worry cannot control the future. All it does is mess up today. The only thing that worry changes is you. It makes you miserable! It’s never solved a problem.

Worry is unnecessary. God made you, he created you, he saved you, and he put his Spirit in you. Don’t you think he’s going to take care of your needs? There’s no need to worry.

Do you want to learn to better manage your stress? A great first step is to refuse to worry about anything. Why? Because worry is unreasonable, unnatural, unhelpful, and unnecessary.

The Bible says, “Leave all your worries with him, because he cares for you” (1 Peter 5:7 GNT).

God personally cares about you and for your needs. So what should you do with all those things you’re stressed, anxious, and worried about? Let them go. Give them to God.


Rabu, 20 Mei 2026

Pertanyaan yang Terus Diajukan oleh Orang Bahagia

21 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 3:12-13 "Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku"
------------------
Alkitab berkata "Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji." (2 Korintus 13:5).

Apakah Anda melakukan pemeriksaan rutin terhadap diri sendiri? Cobalah ini: Bangun setiap hari dan bertanya kepada Allah, "Apa yang perlu saya perbaiki hari ini?" Hal ini membutuhkan kerendahan hati, tetapi itu adalah kebiasaan yang akan membawa kepada kebahagiaan.

Paulus memahami pentingnya bertumbuh dan belajar dengan rendah hati. Ia menulis dalam Filipi 3:12-13: "Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku"

Ketika Paulus menulis hal ini, ia sudah tua dan berada di penjara di Roma. Ia berada di akhir hidupnya. Ia adalah pribadi yang sangat dewasa secara rohani. Namun ia tetap mengatakan bahwa dirinya belum "sampai." Jika ada orang yang berhak berkata, "Saya sudah dewasa secara rohani," itu adalah orang yang menulis sebagian besar Perjanjian Baru. Tetapi Paulus berkata, "Tidak, saya belum sampai. Saya masih bertumbuh, belajar, dan menjadi semakin serupa dengan Kristus."

Kesombongan adalah jebakan yang sering membuat orang Kristen berhenti mengikuti teladan Paulus dan berhenti bertumbuh di dalam Kristus. Mengapa? Karena ketika Anda merasa sudah memiliki semuanya dengan baik, Anda menjadi sulit untuk terus berusaha bertumbuh secara rohani. Sebaliknya, kerendahan hati membawa kebahagiaan karena membuat Anda mau diajar.

Kebahagiaan dan kerendahan hati berjalan bersama karena keduanya mendorong Anda untuk bertanya, "Bagaimana saya dapat menjadi pasangan yang lebih baik? Bagaimana saya dapat menjadi teman yang lebih baik? Bagaimana saya dapat menjadi pemimpin yang lebih baik? Bagaimana saya dapat menjadi pengikut Yesus yang lebih baik?" Ketika Anda berhenti mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini, Anda kehilangan sesuatu yang penting karena Anda berhenti bertumbuh—padahal Allah menciptakan Anda untuk terus bertumbuh.

Ambillah langkah menuju kebahagiaan hari ini dengan rendah hati berdoa seperti dalam Mazmur 139:23-24: "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!"

Renungkan:

- Siapa dalam hidup Anda yang Anda anggap sebagai orang yang bahagia? Bagaimana mereka juga menunjukkan kerendahan hati?

- Bagaimana Anda telah bertumbuh secara rohani dalam satu tahun terakhir? Bukti pertumbuhan apa yang dapat dilihat orang lain dalam diri Anda?

- Mengapa penting memiliki dukungan dari kelompok kecil saat Anda berusaha bertumbuh secara rohani?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 10-12; Yohanes 6:45-71

Orang yang rendah hati adalah orang yang bahagia. Mengapa? Karena mereka tidak pernah berhenti bertumbuh dan belajar.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Questions Happy People Keep Asking - Daily Hope with Rick Warren - May 21, 2026

“I don’t mean to say I am perfect. I haven’t learned all I should even yet, but I keep working toward that day when I will finally be all that Christ saved me for and wants me to be. No, dear brothers, I am still not all I should be.” Philippians 3:12-13 (TLB)
------------------
Humble people are happy people. Why? Because they never stop growing and learning.

The Bible says in The Message paraphrase, “Test yourselves to make sure you are solid in the faith . . . Give yourselves regular checkups” (2 Corinthians 13:5).

Do you give yourself regular checkups? Try this: Wake up every day and ask God, “What do I need to work on today?” This takes humility, but it’s a habit that will lead to happiness.

Paul knew the importance of humbly growing and learning. He wrote in Philippians 3:12-13: “I don’t mean to say I am perfect. I haven’t learned all I should even yet, but I keep working toward that day when I will finally be all that Christ saved me for and wants me to be. No, dear brothers, I am still not all I should be” (TLB).

When Paul wrote this, he was an older man in prison in Rome. He was at the end of his life. He was an incredibly mature person. Yet he said he hadn’t arrived. If anybody had the right to say, “I’ve arrived spiritually,” it would be the guy who wrote so much of the New Testament. But Paul said, “No, I haven’t arrived. I’m still growing, learning, and becoming more like Christ.”

Pride is the trap that so often keeps Christians from following Paul’s example and continuing to grow in Christ. Why? Because when you think you’ve got it all together, it’s harder to make an effort to grow in spiritual maturity. Humility, on the other hand, leads to happiness because it makes you teachable.

Happiness and humility go together because you’re compelled to ask, “How can I be a better spouse? How can I be a better friend? How can I be a better boss? How can I be a better follower of Jesus?” When you aren’t asking these questions, you’re missing out because you’ve stopped growing—and God made you to grow.

Take a step toward happiness today by humbly praying Psalm 139:23-24: “Search me, O God, and know my heart! Try me and know my thoughts! And see if there be any grievous way in me, and lead me in the way everlasting!” (ESV).


BONGKAR TRAGEDI KERUSUH*N & P3MERK*SA*N MEI 98‼️"BUKAN PRABOWO", DALANGN...

https://youtube.com/watch?v=vTk_bAgKKgY&si=Cyjk3F8vnTOdXD8X

Selasa, 19 Mei 2026

Rakyat Pintar Lebih Sulit Dikendalikan

 
Lampiran foto: IMG-20260520-WA0011.jpg

Ahok bilang dengan sangat tegas: pengadaan Chromebook itu sebenarnya adalah kebijakan yg sangat masuk akal secara logika. Chromebook itu bukan laptop biasa. Operating system-nya berbasis cloud sekali beli langsung include semuanya, tidak perlu diperbarui terus-menerus. Harganya jauh lebih terjangkau dari laptop konvensional. Dan yg paling penting sistemnya dirancang agar anak tidak bisa nonton video porno, tidak bisa judi online, dan seluruh aktivitas belajar bisa dipantau. Ahok kasih contoh nyata. Ada guru di Jawa Barat yang punya empat sertifikat internasional bisa mengajar di level dunia. Ujiannya hanya 10 dolar. Bayangkan kalau semua guru Indonesia bisa akses sertifikasi seperti itu lewat Chromebook yg terhubung Starlink di daerah terpencil anak di kampung tiba-tiba bisa belajar setara dengan anak di Kanada atau Australia. Itu bukan mimpi. Itu sudah bisa dilakukan sekarang dengan teknologi yang ada. "Bayangin kalau semua anak kita di kampung ada Starlink juga kan. Anak di kampung kita tiba-tiba belajar setara dengan orang di Kanada atau di Amerika atau di Australia." Lalu kenapa Ahok merasa ini sengaja karena takut diproses hukum lagi tapi dia tetap bilang: "Saya pikir ini sengaja." Logikanya sederhana dan sangat keras. Kalau rakyat pintar, rakyat kritis, rakyat bisa akses informasi dari mana saja mereka lebih sulit dikuasai. Lebih sulit dibohongi. Lebih sulit dimanipulasi menjelang pemilu. Sistem yg membiarkan rakyat bodoh dan miskin adalah sistem yg menguntungkan mereka yang berkuasa. Karena rakyat yg bodoh dan miskin lebih mudah disuap dengan sembako, lebih mudah digiring dengan hoaks, lebih mudah dikontrol dengan ketergantungan pada program-program yg terkesan murah hati tapi tidak memberdayakan. MBG- makan bergizi gratis menurut Ahok adalah contoh dari cara berpikir yg sama. Daripada kasih rakyat laptop yang bisa membuka pintu dunia, lebih mudah kasih makanan yg habis dimakan dan orang tetap tergantung besok makannya dari mana. "Kalau saya tanya mau bikin sekolah bagus, kasih makan bergizi atau rakyat punya laptop yg bisa komunikasi ke mana-mana?" Yang paling menohok soal survei dan legitimasi: Ahok tidak berhenti di situ. Dia lanjutkan dengan sesuatu yg sangat pedas. Pemerintah melakukan survei. Rakyat bilang mereka suka makanan gratis. Lalu itu dijadikan legitimasi untuk program MBG. Seolah-olah karena rakyat minta ya sudah diberikan. Tapi Ahok membaliknya: kalau kamu memberikan sesuatu kepada orang yg tidak pernah tahu bahwa ada pilihan yg jauh lebih baik tentu mereka akan pilih yg ada di depan mata. Itu bukan preferensi yg genuine. Itu keterbatasan informasi yg dimanfaatkan sebagai justifikasi. "Mereka juga pintar. Dia survei, Pak. Rakyat suka makanan itu jadi legitimasi." Dan soal Nadiem yg sekarang dituntut 27 tahun: Ahok tidak membela Nadiem secara personal. Tapi dia bilang satu hal yg sangat logis dan sangat sulit dibantah: Menteri itu tidak pernah menyentuh anggaran secara langsung. Menteri membuat kebijakan. Yg mengeksekusi adalah birokrasi di bawahnya. Kalau ada yg salah dalam eksekusi pertanyaannya adalah: apakah menteri yg memerintahkan secara eksplisit? Apakah ada aliran dana yg bisa dibuktikan masuk ke kantong menteri? PPATK sudah menjawab: tidak ada. Nol aliran dana ke Nadiem dari siapapun. "Saya pikir ya ini soal profesionalisme. Menteri kan enggak pernah nyentuh anggaran perantaran kan, kecuali dia nyuruh ya atau terima ya." Ahok tidak sedang bicara soal Chromebook sebagai produk. Dia sedang bicara soal pilihan fundamental sebuah bangsa: apakah kita mau membangun rakyat yg pintar dan mandiri, atau kita mau mempertahankan sistem di mana rakyat tetap bergantung pada belas kasihan penguasa? MBG memberikan makan hari ini. Chromebook bisa mengubah nasib seumur hidup. Dan ketika kebijakan yg lebih transformatif justru dipersoalkan secara hukum sementara program yg lebih konsumtif dirayakan sebagai prestasi itu bukan kebetulan. Itu adalah pilihan yg sangat disengaja oleh mereka yg paling diuntungkan dari rakyat yg tetap tidak berdaya.

Uploaded Image