Kamis, 01 Oktober 2026

Cara Menyalakan Kembali Kasih yang Telah Pudar

02 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 12:10 "Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat."
------------------------
Jatuh cinta lebih mudah daripada mempertahankan cinta. Jadi, apa yang Anda lakukan ketika percikan cinta telah padam, ketika perasaan itu sudah tidak ada? Bagaimana Anda menyalakan kembali kasih yang telah pudar?

Anda melakukan apa yang Yesus katakan kepada gereja di Laodikia dalam kitab Wahyu. Dia berkata kepada mereka, "Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula" (Wahyu 2:4). Kemudian Dia melanjutkan dengan memberi tahu mereka bagaimana mendapatkan kembali kasih itu: "Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan." (Wahyu 2:5).

Dia memberi tahu mereka untuk mengingat, kembali, bertobat dan mengulangi. Dan itulah cara Anda juga dapat menyalakan kembali kasih dalam pernikahan Anda.

Pertama, Anda perlu mengingat. Untuk mendapatkan kembali kasih, Anda perlu memulainya dengan mengingat mengapa Anda jatuh cinta sejak awal. Allah memberi Anda kemampuan untuk mengingat. Gunakanlah untuk memikirkan betapa indahnya masa-masa awal dan perasaan ketika sedang jatuh cinta.

Kedua, Anda perlu kembali. Anda perlu mengingat kasih Anda—tetapi kemudian Anda perlu kembali kepada Yesus. Sangat mudah untuk mengalihkan fokus Anda kepada masalah dan tekanan yang Anda hadapi. Tetapi Yesus ingin Anda mengembalikan fokus Anda kepada-Nya.

Ketiga, Anda perlu bertobat. Dengan kata lain, ubahlah cara Anda berpikir dan bertindak. Kasih bukanlah perasaan; kasih adalah pilihan. Kasih adalah komitmen yang berkata, "Saya akan menempatkan kepentingan Anda di atas kepentingan saya sendiri." Memang benar bahwa Anda tidak dapat memaksakan suatu perasaan. Tetapi Anda dapat memilih untuk mengasihi. Jadi bertobatlah dari cara-cara Anda tidak memilih untuk mengasihi dan ubahlah cara Anda berpikir dan bertindak.

Keempat, ulangi. Yesus berkata, "Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan" (Wahyu 2:5). Dengan kata lain, bertindaklah seperti dahulu Anda bertindak. Lakukan hal-hal yang Anda lakukan ketika pertama kali jatuh cinta. Perasaan mengikuti tindakan. Jadi ketika Anda memilih untuk bertindak dengan kasih, kemungkinan besar perasaan itu akan kembali.

Musuh terbesar dari hubungan romantis bukanlah perselingkuhan, kemarahan atau kepahitan. Musuh terbesarnya adalah kesibukan. Tidak ada seorang pun yang akan menyediakan waktu untuk pernikahan Anda selain Anda sendiri. Atasan Anda tidak akan berkata, "Pulanglah dan habiskan lebih banyak waktu bersama pasangan Anda." Tidak, Anda harus menyediakan waktu untuk mereka. Tidak ada orang lain yang akan melakukannya. Pernikahan Anda akan menjadi seperti apa yang Anda upayakan.

Jadi mulailah hari ini melakukan apa yang dikatakan Roma 12:10: "Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat."

Renungkan :

- Dalam bidang apa dalam hidup Anda, Anda telah membiarkan fokus Anda beralih dari Yesus? Perubahan praktis apa yang dapat Anda lakukan untuk mengembalikan fokus Anda kepada-Nya?


- Apa artinya mengasihi seseorang dengan kasih yang tulus, seperti yang dikatakan Roma 12:10 ?


- Kasih adalah sebuah pilihan. Apa satu cara yang dapat Anda lakukan untuk memilih mengasihi pasangan Anda atau orang lain dalam hidup Anda minggu ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 13-15; Efesus 5

Nyalakanlah kembali kasih yang telah pudar dengan mengingat, kembali, bertobat dan mengulangi kasih mula - mula.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
*How to Rekindle Lost Love*
By Rick Warren

*“Love each other with genuine affection, and take delight in honoring each other.”* Romans 12:10 (NLT)
-------------------
It’s easier to fall in love than it is to stay in love. So what do you do when the spark has gone out, when the feelings aren’t there? How do you rekindle lost love?

You do what Jesus told the church in Laodicea in the book of Revelation to do. He said to them, “The love you had it first is gone” (Revelation 2:4 GW). And then he goes on to tell them how to regain that love: “Remember how far you have fallen. Return to me and change the way you think and act, and do what you did at first” (Revelation 2:5 GW).

He told them to remember, return, repent, and repeat. And that’s how you can rekindle love in your marriage, too.

First, you need to remember. To get love back, you need to start by remembering why you fell in love in the first place. God gave you the ability to remember. Use it to think about how good the early days were and that feeling of being in love.

Second, you need to return. You need to remember your love—but then you need to return to Jesus. It’s easy to let your focus slip to your problems and pressures. But Jesus wants you to return your focus to him.

Third, you need to repent. In other words, change the way you think and act. Love is not a feeling; it’s a choice. It’s a commitment that says, “I’m going to put your interests over my own.” It’s true that you can’t force a feeling. But you can choose to love. So repent of the ways you haven’t chosen to love and change the ways you think and act.

Fourth, repeat. Jesus says, “Do what you did at first” (Revelation 2:5 GW). In other words, act the way you used to act. Do the things you did when you first fell in love. Feelings follow actions. So when you choose to act in a loving way, the feelings are likely to come back.

The greatest enemy of romance isn’t adultery or anger or bitterness. It’s busyness. Nobody is going to make time for your marriage except you. Your boss isn’t going to say, “Go home and spend more time with your spouse.” No, you have to make time for them. Nobody else is going to do it. Your marriage is what you make it.

So start today doing what Romans 12:10 says: “Love each other with genuine affection, and take delight in honoring each other” (NLT).


Rabu, 30 September 2026

Imner Dialog

*Inner dialog / percakapan internal* yang ada dalam diri anda.....

Inner dialog yg *negatif* : 
* Saya tidak layak
* Saya tidak bisa
* Saya kuatir
* Saya takut
* Hidup semakin sulit
* Kenapa nasibku kok begini
* Kapan penderitaan ku lalu dariku
* Mengapa ini harus terjadi padaku
* Ngeluh, ngomel, bersungut-sungut 

Inner dialog *positif*
* Aku anak Raja
* Allah adalah Bapaku
* Aku berharga di mata Tuhan
* Aku sudah diterima dan dilayakan Tuhan
* Aku biji mata Allah
* Aku manusia baru
* Aku ciptaan baru didalam Tuhan
* Aku aman bersama Tuhan
* Aku selalu diberkati dan beruntung karena Tuhan yg memberkati dan menyertaiku
* Aku selalu berhasil, karena Tuhan yg membuat aku berhasil
* Aku diberkati
* Aku disayang Tuhan 
* Allah adalah Allah Imanuel
* Tuhan adalah gembala ku yang baik
* Tuhan berperang di depanku
* Aku lebih dari pemenang 

Inner dialog out comenya adalah *Belief System / Sistim kepercayaan*

Ada 2 golongan sistim kepercayaan : 
*1. Sistim kepercayaan palsu / salah*
*2. Sistim kepercayaan asli / benar*

Hidup anda saat ini, merupakan hasil dari sistim kepercayaan yg anda pegang

Lampiran foto: IMG-20261001-WA0001.jpg
Uploaded Image

Kasih Berarti Melakukan Penyesuaian

01 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
1 Yohanes 3:18 "Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran"
-------------------
Dalam setiap hubungan jangka panjang, Anda harus terus melakukan penyesuaian. Hal ini terutama berlaku dalam pernikahan Anda.

Selama bertahun-tahun, Anda akan menghadapi banyak kesempatan untuk melakukan penyesuaian. Anak-anak akan bertumbuh. Anda akan pindah tempat tinggal. Pekerjaan Anda akan berubah. Seseorang akan jatuh sakit. Karena keadaan terus berubah, Anda harus terus menyesuaikan diri. Dan melakukan penyesuaian membutuhkan sikap tidak mementingkan diri sendiri.

Belajar untuk tidak mementingkan diri sendiri adalah salah satu pelajaran terbesar dalam hidup dan mungkin merupakan pelajaran nomor satu yang ingin Allah ajarkan kepada Anda melalui pernikahan Anda. Alkitab memberi tahu seperti apa seharusnya hal itu: "Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran" (1 Yohanes 3:18).

Menyesuaikan diri demi pasangan Anda berarti banyak hal. Salah satunya adalah memikirkan kebutuhan mereka, bukan hanya mempertimbangkan kebutuhan Anda sendiri. Alkitab berkata, "dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga" (Filipi 2:4). Semakin lama kita menikah, semakin kita cenderung kurang memikirkan kebutuhan satu sama lain. Tetapi hal itu berlawanan dengan kehendak ideal Allah bagi hubungan Anda.

Menyesuaikan diri juga berarti apa yang Alkitab sebut sebagai saling tunduk. Anda masing-masing melepaskan sebagian dari hak Anda sendiri untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Alkitab berkata, "dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus." (Efesus 5:21).

Ada banyak penyesuaian besar yang harus kita lakukan sepanjang hidup, tetapi terkadang penyesuaian yang paling sulit adalah hal-hal kecil. Menyesuaikan diri dengan hal-hal kecil mungkin berarti tidur sedikit lebih larut atau lebih awal atau memilih restoran yang ingin didatangi pasangan Anda. Itu mungkin berarti mendengarkan ketika orang lain membutuhkan Anda, bukan hanya ketika Anda ingin melakukannya.

Dalam keputusan-keputusan kecil setiap hari untuk memenuhi kebutuhan satu sama lainlah kasih yang nyata dan tulus dinyatakan.

Ujian dari kasih yang nyata bukanlah apa yang Anda katakan tentang saling mengasihi. Ujian itu adalah bagaimana Anda bertindak. Anda ingin keharmonisan yang lebih besar di rumah Anda? Perlakukan pasangan Anda seperti Yesus memperlakukannya. Satu keputusan itu akan mengubah segalanya. Ketika Anda memperlakukan pasangan Anda seperti Yesus memperlakukannya, Anda akan menjadi lebih sabar terhadap hal-hal yang mengganggu dan lebih mudah mengampuni kesalahan. Anda akan mencari apa yang terbaik bagi orang lain.

Alkitab berkata, "Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus" (Roma 15:5).

Renungkan :

- Apa satu penyesuaian kecil yang pernah Anda lakukan dalam sebuah hubungan? Apa penyesuaian yang pernah dilakukan orang lain untuk Anda? Bagaimana Allah menghormati penyesuaian-penyesuaian tersebut?

- Kasih dinyatakan melalui tindakan. Apa satu tindakan yang perlu Anda lakukan dalam kasih minggu ini?

- Dalam hubungan apa Anda perlu meminta Yesus menolong Anda memiliki sikap-Nya terhadap orang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 10-12; Efesus 4:17-32
_____________
Memiliki sikap seperti Yesus akan membantu Anda melakukan penyesuaian yang diperlukan agar pernikahan Anda terus bertumbuh.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Love Means Making Adjustments
By Rick Warren

“Our love should not be just words and talk; it must be true love, which shows itself in action.” 1 John 3:18 (GNT)
---------------------
In every long-term relationship, you have to keep making adjustments. This is especially true in your marriage.

Over the years, you’re going to face a lot of opportunities to make adjustments. The kids will grow up. You’re going to move. Your job will change. Someone will get sick. Because circumstances keep changing, you’ll have to keep adjusting. And adjusting requires unselfishness.

Learning to be unselfish is one of the greatest lessons in life, and it may be the number one lesson God wants to teach you through your marriage. The Bible tells what that should look like: “Our love should not be just words and talk; it must be true love, which shows itself in action” (1 John 3:18 GNT).

Adjusting for your spouse means many things. One of those is thinking about their needs instead of just considering your own. The Bible says, “Look out for one another’s interests, not just for your own” (Philippians 2:4 GNT). The longer we’re married, the less we tend to think about each other’s needs. But that’s the opposite of God’s ideal for your relationship.

Adjusting also means what the Bible calls submitting to each other. You each give up some of your own rights in order to meet the other person’s needs. The Living Bible paraphrase says, “Honor Christ by submitting to each other” (Ephesians 5:21).

There are many big adjustments we have to make throughout life, but sometimes the hardest adjustments are the little ones. Adjusting to the little things might look like going to bed a little later or earlier, or choosing the restaurant your spouse wants to go to. It might mean listening when the other person needs you, not just when you feel like it.

It’s in those little daily decisions to meet each other’s needs that real genuine love is expressed.

The test of real love isn’t what you say about loving each other. It’s how you act. You want greater harmony in your home? Treat your spouse as Jesus would. That one decision will change everything. When you treat your spouse as Jesus does, you’ll become more patient with annoyances and more forgiving of mistakes. You’ll seek what’s best for the other person.

The Bible says, “May the God who gives endurance and encouragement give you the same attitude of mind toward each other that Christ Jesus had” (Romans 15:5 NIV). Having the attitude of Jesus will help you make the adjustments needed to keep your marriage growing.

Selasa, 29 September 2026

Pentingnya Menerima dengan Tulus





​Bukannya dapat penghargaan, Pak Joko malah panik setengah mati sambil berlutut memunguti koin satu per satu di depan seluruh umat. Niat hati ingin menunjukkan rasa hormat yang luar biasa, tetapi cara dan kesiapannya yang salah justru membuat niat baik tersebut berujung kekacauan yang menggelikan.

​Kejadian kocak ini mengingatkan kita bahwa niat baik atau iman saja tidak cukup jika tidak disertai dengan kesiapan hati dan kerendahan hati yang tulus untuk menerima karunia Tuhan. Dalam Injil Matius 7:21, Yesus menegaskan bahwa bukan setiap orang yang berseru "Tuhan, Tuhan!" yang akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan mereka yang melakukan kehendak Bapa. Seperti Pak Joko yang fokus pada gaya luar hingga lupa membawa ketaatan yang nyata, kita sering kali terjebak pada formalitas iman tanpa benar-benar menyiapkan hati untuk menyambut dan membagikan rahmat-Nya.

​Saudaraku, mari kita belajar untuk tidak sekadar tampil saleh di luar, tetapi sungguh-sungguh menyiapkan wadah hati kita dengan benar. Ketika kita menerima kebaikan dan firman Tuhan, sambutlah dengan kesiapan hidup yang nyata melalui perbuatan kasih sehari-hari, sehingga rahmat yang kita terima tidak tercecer sia-sia, melainkan menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita.
​"Sebab sama seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati." (Yakobus 2:26)
​Bacaan: Yakobus 2:14-26
​(Gbu!)

Uploaded Image

Apakah Anda Memperhatikan Pernikahan Anda?

30 September 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 1:9 "Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian"
-----------------
Setiap pernikahan selalu berada dalam keadaan bertumbuh bersama atau semakin menjauh satu sama lain. Hubungan tidak dapat berhenti di tempat.

Jadi, bagaimana Anda dapat menjaga agar pernikahan Anda terus bertumbuh? Paulus berdoa, "Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian" (Filipi 1:9). Dibutuhkan pengetahuan dan pengertian! Pernikahan yang baik tidak terjadi begitu saja; dibutuhkan usaha.

Salah satu cara terpenting untuk menjaga pernikahan Anda terus bertumbuh adalah terus memberikan perhatian. Perhatian berarti kasih. Ketika Anda memperhatikan seseorang, Anda sedang mengatakan, "Saya menghargai Anda. Anda berarti bagi saya. Anda layak untuk didengarkan"

Ketika Anda memberikan perhatian kepada seseorang, sebenarnya Anda sedang memberikan hidup Anda kepada mereka, karena waktu Anda adalah hidup Anda dan Anda tidak akan pernah mendapatkan kembali waktu tersebut. Jadi, hal paling berharga yang dapat Anda berikan kepada seseorang adalah perhatian Anda.

Memberikan perhatian adalah bagaimana Anda pertama kali jatuh cinta! Anda mulai memperhatikan seseorang dan seseorang itu mulai memperhatikan Anda.

Apakah Anda ingat betapa banyak perhatian yang dulu Anda berikan kepada pasangan Anda di awal hubungan? Anda membeli bunga, menulis catatan dan menelepon. Anda berbicara selama berjam-jam. Dalam semua cara tersebut, Anda sedang mengatakan, "Anda mendapatkan seluruh perhatian saya". Tetapi semakin lama Anda menikah, semakin Anda cenderung menjadi terlena. Perhatian Anda terbagi kepada tagihan, bayi, anggaran, karier dan hobi. Dan pernikahan mulai memburuk.

Jadi izinkan saya mengingatkan Anda tentang beberapa alasan mengapa Anda perlu terus memperhatikan pasangan Anda. Yang pertama adalah karena Anda mengasihi pasangan Anda. Dan kasih berarti memberikan perhatian. Yang kedua adalah karena Allah mungkin sedang berbicara kepada Anda melalui pasangan Anda.

Alkitab berkata, "Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya." (Ayub 33:14). Terkadang kita tidak mengenali suara Allah karena kita tidak mendengarkan. Tetapi Allah mungkin sedang ingin mengatakan sesuatu kepada Anda saat ini, dan pasangan Anda adalah pengeras suara terdekat yang dapat Dia temukan!

Terkadang kita tidak memperhatikan pasangan kita karena kesombongan; kita berpikir bahwa kita tahu semuanya. Terkadang karena berasumsi; kita berpikir bahwa kita sudah tahu apa yang akan mereka katakan. Dan di waktu lain kita hanya sedang terburu-buru! Tetapi Allah memberikan penawarnya kepada kita: "Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah" (Yakobus 1:19).

Renungkan :

- Kapan Anda mengalami pengetahuan dan pengertian membantu kasih bertumbuh, seperti yang dikatakan Filipi 1:9?

- Apa yang telah Allah katakan kepada Anda melalui pasangan Anda atau seseorang yang dekat dengan Anda?

- Dalam hubungan apa Anda perlu lebih cepat mendengarkan atau lebih lambat berbicara?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 6-9; Efesus 4:1-16
___________
Jika Anda cepat mendengarkan dan lambat berbicara, secara otomatis Anda akan lambat untuk marah. Dan hal itu akan membuat pernikahan Anda terus bertumbuh dan terus berjalan. Anda harus terus memberikan perhatian.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Are You Paying Attention to Your Marriage?
By Rick Warren

“I pray that your love will keep on growing because of your knowledge and insight.” Philippians 1:9 (GW)
---------------------
Every marriage is always either growing together or growing apart. Relationships can’t stand still.

So how can you keep your marriage growing? Paul prayed, “I pray that your love will keep on growing because of your knowledge and insight” (Philippians 1:9 GW). It takes knowledge and insight! A good marriage doesn’t just happen; it takes effort.

One of the most important ways to keep your marriage growing is to keep on paying attention. Attention means love. When you’re paying attention to somebody, you’re saying, “I value you. You matter to me. You’re worth listening to.”

When you give somebody your attention, you’re actually giving them your life, because your time is your life and you’re never going to get that time back. So the most valuable thing you can give somebody is your attention.

Paying attention is how you fell in love in the first place! You began to pay attention to somebody, and that somebody began to pay attention to you.

Do you remember how much attention you used to give to your spouse early in your relationship? You bought flowers, wrote notes, and made phone calls. You talked for hours. In all those ways, you were saying, “You have my undivided attention.” But the longer you’re married, the more complacent you tend to become. Your attention is spread to bills, babies, budgets, careers, and hobbies. And the marriage begins to deteriorate.

So let me remind you of a couple of reasons you need to keep paying attention to your spouse. The first is that you love your spouse. And love means paying attention. The second is that God may be speaking to you through your spouse.

The Bible says, “God speaks in different ways, and we don’t always recognize his is voice” (Job 33:14 CEV). Sometimes we don’t recognize God’s voice because we’re not listening. But God may by wanting to say something to you right now, and your spouse is the closest megaphone he can find!

Sometimes we don’t pay attention to our spouse because of pride; we think we know it all. Sometimes it’s because of presumption; we think we know what they’re going to say. And other times we’re just in a hurry! But God gives us the antidote to that: “Be quick to listen, slow to speak and slow to become angry” (James 1:19 NIV).

If you are quick to listen and slow to speak, you automatically will be slow to get angry. And it will keep your marriage growing and going. You must keep on paying attention.


Senin, 28 September 2026

Tiga Cara Lagi untuk Memberikan Perubahan Baru dalam Pernikahan

29 September 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 2:13 *"karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya."*
--------------------
Kemarin kita belajar bahwa penting untuk menerima tanggung jawab atas bagian Anda, percaya bahwa Allah dapat mengubah pernikahan Anda dan berkomitmen untuk melakukan apa pun yang diperlukan. Berikut tiga hal lagi yang dapat Anda lakukan:

Untuk mendapatkan perubahan baru dalam pernikahan, Anda harus menangani luka yang belum terselesaikan. Anda melakukannya dengan dua cara—dengan meminta pengampunan dan dengan memberikan pengampunan.

Akan ada saat-saat ketika Anda perlu mengakui kepada pasangan Anda bahwa Anda telah melakukan kesalahan dan meminta pengampunan. Alkitab berkata, "Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya" (Yakobus 5:16). Ada tiga kata sederhana yang harus Anda pelajari untuk mengatakannya dalam pernikahan: Saya yang salah.

Alkitab berkata demikian: "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian." (Kolose 3:13). Jika Anda memutuskan, "Saya tidak akan mengampuni mereka," Anda memilih untuk menghancurkan pernikahan Anda. Pernikahan tidak dapat bertahan tanpa pengampunan setiap hari.

Selanjutnya, untuk mendapatkan perubahan baru dalam pernikahan, Anda harus meminta dukungan dari orang lain.

Jangan menghadapi pergumulan sendirian. Kenyataannya, budaya kita cenderung tidak mendukung pernikahan yang berhasil. Anda dapat menemukan banyak orang yang akan berkata kepada Anda, "Pergilah saja. Jangan membuat diri Anda mengalami semua ini."

Mungkin diperlukan usaha untuk menemukan orang-orang yang akan mendukung dan memperkuat pernikahan Anda. Amsal 24:3 berkata, "Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan". Carilah teman yang bijaksana atau konselor gereja, mentor pernikahan atau pasangan yang pernikahannya Anda kagumi.

Terakhir, untuk mendapatkan perubahan baru dalam pernikahan, Anda harus berfokus untuk percaya kepada Yesus.

Anda harus menempatkan Dia di pusat kehidupan dan pernikahan Anda. "Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa." (Ibrani 12:3).

Pernikahan adalah seperti bangku berkaki tiga. Bangku berkaki dua akan jatuh karena tidak memiliki kestabilan. Dibutuhkan tiga hal untuk membuat pernikahan berhasil—Anda, pasangan Anda dan Allah. Allah tidak pernah bermaksud agar pernikahan hanya terdiri dari dua orang. Anda membutuhkan Kristus di pusat kehidupan dan pernikahan Anda.

Beberapa dari Anda berpikir bahwa Anda menikah dengan orang yang salah. Jadi apa yang harus Anda lakukan? Menceraikannya? Allah ingin berkata kepada Anda hari ini, "Tidak! Anda telah mengucapkan janji. Biarkan Aku melakukan perubahan baru yang ajaib. Aku akan mengubah Anda dan pasangan Anda dan Aku akan memberikan pernikahan yang selalu Anda impikan jika Anda melakukannya dengan cara-Ku." Sahabat, kasih adalah sebuah pilihan. Kasih tidak sepenuhnya berada di luar kendali Anda. Jika Anda memilih untuk mengasihi, perasaan itu akan kembali.

Renungkan :

- Apakah sulit bagi Anda untuk meminta atau memberikan pengampunan? Mintalah Allah menolong Anda mempraktikkan pengampunan setiap hari dalam pernikahan Anda.

- Siapa dalam hidup Anda yang memiliki pernikahan yang Anda kagumi? Bagaimana Anda dapat menemukan cara untuk belajar dari pengalaman dan kerja keras mereka?

- Saat ini, apakah bangku pernikahan Anda memiliki dua atau tiga kaki? Jika Yesus tidak menjadi pusat kehidupan dan pernikahan Anda, tidak akan ada kestabilan. Apa satu langkah yang dapat Anda ambil untuk menempatkan Dia di pusat, sehingga pernikahan Anda tidak roboh?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 4-5; Efesus 3
____________
Agar pernikahan Anda dapat menjadi seperti yang seharusnya, Anda mungkin perlu meminta Allah memberikan perubahan baru dalam pernikahan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Three More Ways to Get a Marriage Makeover
By Rick Warren

“God is always at work in you to make you willing and able to obey his own purpose.” Philippians 2:13 (GNT)
-------------------
In order for your marriage to be all that it can be, you may need to ask God for a marriage makeover. Yesterday we learned it’s important to accept responsibility for your part, believe God can change your marriage, and commit to doing whatever it takes. Here are three things more you can do:

To get a marriage makeover, you must deal with unresolved hurt. You do that two ways—by asking for forgiveness and by offering forgiveness. 

There will be times when you need to admit to your spouse that you were wrong and ask for forgiveness. The Living Bible paraphrase says, “Admit your faults to one another and pray for each other so that you may be healed” (James 5:16). There are three little words you must learn to say in marriage: I was wrong.

The Living Bible says this: “Be gentle and ready to forgive; never hold grudges. Remember, the Lord forgave you, so you must forgive others” (Colossians 3:13). If you’ve decided “I’m not going to forgive them,” you are choosing to ruin your marriage. A marriage cannot make it without forgiveness on a daily basis. 

Next, to get a marriage makeover, you must enlist support from others.

Don’t go through struggles alone. The truth is our culture tends to work against successful marriages. You can find plenty of people who will say to you, “Just get out. Don’t put yourself through this.”

It might take some work to find people who will support and strengthen your marriage. Proverbs 24:3 says, “It takes wisdom to have a good family, and it takes understanding to make it strong” (NCV). Seek out a wise friend or church counselor, a marriage mentor, or a couple whose marriage you admire.

Lastly, to get a marriage makeover, you must focus on trusting Jesus.

You’ve got to put him at the center of your life and marriage. “We must focus on Jesus, the source and goal of our faith” (Hebrews 12:3 GW). 

Marriage is a three-legged stool. A two-legged stool will fall over because it has no stability. It takes three to make a marriage work—you, your spouse, and God. God never meant for marriage to be just two. You need Christ at the center of your life and marriage.

Some of you think you married the wrong person. So what should you do? Divorce them? God wants to say to you today, “No! You made a vow. Let me do a miracle makeover. I will change you and your spouse, and I will give you the marriage you’ve always dreamed of if you’ll do it my way.” Friend, love is a choice. It’s not totally out of your control. If you choose to love, the feelings will return.


Minggu, 27 September 2026

Cara Memberikan Perubahan Baru dalam Pernikahan

28 September 2026

Bacaan Hari ini:
Galatia 6:9 "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah"
-------------------
Allah ahli dalam memberikan perubahan baru dalam pernikahan. Dia ahli dalam menghidupkan kembali hal-hal yang sudah mati, tidak bergerak dan sudah kehilangan kesegarannya.

Jika Anda pernah menonton perubahan penampilan di televisi, Anda tahu bahwa tujuannya bukan untuk membuat seseorang menjadi benar-benar berbeda, tetapi untuk meningkatkan apa yang sudah mereka miliki. Dalam perubahan baru dalam pernikahan, Allah melakukan hal yang sama. Dia ingin mengambil apa yang sudah Anda dan pasangan miliki dan menjadikannya sesuatu yang baru, menarik, menyenangkan, memuaskan dan luar biasa.

Langkah pertama untuk memberikan perubahan baru dalam pernikahan adalah menerima tanggung jawab atas bagian Anda.

Galatia 6:5 berkata,"Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri." Anda tidak dapat mengendalikan tindakan atau sikap pasangan Anda. Yang dapat Anda lakukan hanyalah berusaha mengubah diri Anda sendiri. Ketika Anda memperbaiki diri dan berhenti berusaha memperbaiki pasangan Anda, keadaan akan berubah. Ketika Anda bertindak secara berbeda, pasangan Anda tidak punya pilihan selain berhubungan dengan Anda dengan cara yang baru.

Hambatan terbesar untuk menerima tanggung jawab adalah apa yang saya sebut sebagai mitos ketidakcocokan. Kita semua pernah mendengar seseorang berkata, "Kami memang tidak cocok." Masalah sebenarnya adalah masalah kedewasaan. Saya menginginkan apa yang saya inginkan; Anda menginginkan apa yang Anda inginkan. Saya keras kepala; Anda keras kepala. Saya egois; Anda egois. Sebaliknya, jika Anda dapat menerima tanggung jawab atas bagian Anda dalam masalah-masalah tersebut, Anda dapat mulai memulihkan pernikahan Anda.

Langkah kedua untuk memberikan perubahan baru dalam pernikahan adalah percaya bahwa Allah dapat mengubah pernikahan Anda.

Anda mungkin sedang merasakan luka yang mendalam, kekecewaan atau ketidakpedulian terhadap pernikahan Anda. Terlepas dari apa yang Anda rasakan, izinkan saya mengatakan satu kebenaran ini kepada Anda: Allah tidak menyerah pada pernikahan Anda; Dia dapat melakukan apa yang tidak dapat Anda lakukan.

Allah tidak ingin memberikan perubahan baru dalam pernikahan Anda untuk menjebak Anda atau membuat hidup Anda sengsara. Dia membenci perceraian; Dia tahu betapa perceraian menyakiti anak-anak-Nya. Dia ingin pernikahan Anda berhasil karena Dia tahu sukacita yang dapat dibawanya ke dalam hidup Anda.

Langkah ketiga untuk memberikan perubahan baru dalam pernikahan adalah berkomitmen untuk melakukan apa pun yang diperlukan.

Alkitab berkata demikian: "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah" (Galatia 6:9). Setiap kali Anda melihat pernikahan yang hebat, Anda dapat yakin bahwa pernikahan itu tidak terjadi karena keberuntungan. Pernikahan itu terwujud melalui banyak usaha. Pernikahan yang hebat tidak terjadi begitu saja. Jika pernikahan Anda akan menjadi lebih baik, itu akan membutuhkan usaha yang sungguh-sungguh.

Renungkan :

- Seperti perubahan penampilan pada umumnya, Allah dapat menggunakan apa yang sudah Anda miliki dan memperbaiki pernikahan Anda dari sana. Hal-hal positif apa yang sudah Anda lihat dalam pernikahan Anda?

- Masalah apa dalam pernikahan Anda yang dapat Anda tanggung jawabkan? Apakah hal itu sedikit mengubah cara pandang Anda terhadap pasangan?

- Bagaimana perasaan Anda ketika mengetahui bahwa Allah tidak menyerah pada pernikahan Anda? Biarkan kebenaran itu menolong Anda berkomitmen untuk melakukan apa pun yang diperlukan.

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 1-3; Efesus 2
______________
Bagaimana Anda menemukan energi untuk mulai berusaha? Berdoa dan taat. Berdoalah kepada Allah untuk kekuatan agar terus memperjuangkan pernikahan Anda, lalu taatilah apa yang Dia perintahkan untuk Anda lakukan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
How to Get a Marriage Makeover
By Rick Warren

“Let us not get tired of doing what is right, for after a while we will reap a harvest of blessing if we don’t get discouraged and give up.” Galatians 6:9 (TLB)
--------------------
God specializes in marriage makeovers. He specializes in bringing dead, stagnant, and stale things to life again. 

If you’ve ever watched a makeover on TV, you know that the point isn’t to make someone totally different but to enhance what they’ve already got. In a marriage makeover, God does the same thing. He wants to take what you and your spouse already have and make something fresh, exciting, attractive, fulfilling, and wonderful out of it. 

The first step to a marriage makeover is to accept responsibility for your part.

Galatians 6:5 says, “Each person must be responsible for himself” (NCV). You can’t control your spouse’s actions or attitudes. All you can do is work on changing yourself. When you work on you and stop trying to work on them, the equation changes. When you act differently, your spouse will have no choice but to relate to you in a new way.

The biggest barrier to accepting responsibility is what I call the myth of incompatibility. We’ve all heard someone say, “We’re just incompatible.” The problem is really an issue of maturity. I want what I want; you want what you want. I’m stubborn; you’re stubborn. I’m selfish; you’re selfish. On the other hand, if you can accept responsibility for your part in the problems, you can begin to heal your marriage.

The second step to a marriage makeover is to believe God can change your marriage.

You may be feeling deep hurt or disappointment or apathy about your marriage. Regardless of how you feel, let me tell you this one truth: God has not given up on your marriage; he can do what you can’t do. 

God doesn’t want to give you a marriage makeover in order to trap you or make your life miserable. He hates divorce; he knows how it hurts his children. He wants your marriage to work because he knows the joy it can bring to your life.

The third step to a marriage makeover is to commit to doing whatever it takes.

The Living Bible paraphrase says this: “Let us not get tired of doing what is right, for after a while we will reap a harvest of blessing if we don’t get discouraged and give up” (Galatians 6:9). Whenever you see a great marriage, you can be sure it didn’t come from luck. It came from a lot of effort. Great marriages don’t just happen. If your marriage is going to get better, it’s going to take real effort.

How do you find the emotional energy to begin to make the effort? Pray and obey. Pray to God for the strength to keep fighting for your marriage, and then obey what he tells you to do.