Sabtu, 03 Oktober 2026

Perekat yang Menyatukan Pernikahan Anda

04 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
Kolose 2:7 "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur."
-------------------
Jika Anda ingin menjaga agar pernikahan Anda terus bertumbuh, hal terpenting yang dapat Anda lakukan adalah ini: Teruslah mengikuti Yesus.

Ketika pernikahan Anda terasa seperti akan berantakan, Dialah perekat yang akan menyatukan Anda. Dan ketika Anda bertanya-tanya apakah pernikahan Anda sudah mati, Dia memiliki kuasa untuk menghidupkannya kembali.

Alkitab berkata, "Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia" (Kolose 2:6). Anda mungkin telah menerima Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan Anda puluhan tahun yang lalu, tetapi Anda harus memilih untuk terus mengikuti-Nya, hari demi hari.

Dan Kolose 2:7 berkata demikian: "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.". Bagaimana Anda melakukannya dalam pernikahan Anda? Izinkan saya memberikan beberapa saran praktis.

Pertama, sebagai pasangan, berkomitmenlah untuk menjadikan Yesus sebagai pusat pernikahan Anda. Kemudian carilah kelompok pasangan Kristen lainnya yang dapat membantu Anda bertumbuh. Itu bisa berupa kelompok kecil di gereja, kelas sekolah minggu atau sekadar teman-teman Kristen yang Anda undang untuk makan malam.

Selanjutnya, berdoalah untuk pasangan Anda dan bersama pasangan Anda. Alkitab berkata, "Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya" (Yakobus 5:16). Apakah Anda ingin hidup bersama dalam keutuhan dan pemulihan? Tentu saja Anda mau. Dan ayat ini memberi tahu Anda caranya. Pertama, akuilah ketika Anda salah dan kedua, berdoalah untuk satu sama lain dan berdoalah bersama.

Terakhir, ikutilah Firman Allah. Amsal 3:6 berkata, "Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu". Ketika Anda semakin dekat dengan Allah dan pasangan Anda semakin dekat dengan Allah, Dia secara alami menyatukan Anda.

Saya memiliki sebuah pohon redwood di halaman belakang rumah yang saya tanam bertahun-tahun yang lalu. Selama lebih dari satu dekade, pohon itu tumbuh dengan sangat baik. Tetapi suatu tahun pohon itu mengalami tekanan dan hampir mati. Semua daunnya berguguran. Pertama, warnanya menjadi kuning, lalu mulai berubah menjadi merah. Pohon itu terlihat seperti pohon Natal Charlie Brown. Akhirnya saya menyadari bahwa alat penyiramnya tersumbat dan pohon itu tidak mendapatkan air sepanjang musim. Jadi saya menyiram dan memberinya pupuk serta meluangkan waktu untuk merawatnya. Dan akhirnya, pohon itu mulai menumbuhkan tunas-tunas baru. Pohon yang hampir mati itu mulai tumbuh kembali.

Pernikahan Anda mungkin sedang berada dalam masa penuh tekanan. Mungkin pernikahan Anda sedang seperti mengalami masa hibernasi atau kekeringan. Dan Anda memiliki pernikahan seperti pohon Natal Charlie Brown. Tetapi pernikahan itu dapat hidup kembali.

Renungkan :

- Apakah Anda memilih untuk mengikuti Yesus, hari demi hari? Jika belum, perubahan praktis apa yang dapat Anda lakukan minggu ini untuk berfokus kepada Yesus setiap hari?

- Siapa yang memberikan dorongan kepada Anda dalam pernikahan Anda? Jika Anda belum menikah, siapa yang memberikan dorongan kepada Anda sebagai pribadi? Jika tidak ada seorang pun, hubungilah seorang teman Kristen untuk mendapatkan dorongan hari ini.

- Bagian mana dalam hidup Anda yang membutuhkan kehidupan baru? Mungkin pernikahan Anda, hubungan lain, atau sudut tersembunyi dalam hati Anda. Berhentilah sejenak sekarang dan mintalah Yesus memberikan kehidupan baru kepada Anda saat Anda membangun hidup Anda di atas-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 20-24; Filipi 1 : 1-11

Berkomitmenlah untuk menjaga akar Anda tetap dalam di dalam Yesus dan membangun hidup Anda di atas-Nya. Dia dapat menghidupkan kembali pernikahan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
The Glue That Holds Your Marriage Together
By Rick Warren

“Keep your roots deep in him, build your lives on him, and become stranger in your faith.” Colossians 2:7 (GNT)
---------------------
If you want to keep your marriage growing, the most important thing you can do is this: Keep on following Jesus.

When it feels like your marriage is threatening to come undone, he is the glue that will hold you together. And when you wonder if your marriage is dead, he has the power to bring it back to life.

The Bible says, “You have accepted Christ Jesus as your Lord. Now keep on following him” (Colossians 2:6 CEV). You may have accepted Jesus as your Savior and Lord decades ago, but you have to choose to keep following him, day after day.

And Colossians 2:7 says this: “Keep your roots deep in him, build your lives on him, and become stranger in your faith” (GNT). How in the world do you do that in your marriage? Let me give you some practical suggestions.

First, commit as a couple to making Jesus the center of your marriage. Then find a group of other Christian couples who can help you grow. That might be a church small group, Sunday school class, or just Christian friends you invite to dinner.

Next, pray for your spouse and with your spouse. The Message paraphrase says, “Make this your common practice: Confess your sins to each other and pray for each other so that you can live together whole and healed” (James 5:16). Would you like to live together whole and healed? Of course you would. And this verse tells you how. First, admit it when you’re wrong, and second, pray for each other and pray with each other.

Finally, follow God’s Word. Proverbs 3:6 says, “Remember the LORD in everything you do, and he will show you the right way” (GNT). When you’re growing closer to God and your spouse is growing closer to God, he naturally brings you together.

I’ve got a redwood tree in my backyard that I planted years ago. For more than a decade, it grew really well. But one year it came under stress and nearly died. All the needles fell off. First, it turned yellow, and then it actually started turning red. It looked like a Charlie Brown Christmas tree. I finally figured out that the sprinkler had been plugged up and it wasn’t getting any water all season. So I watered and fertilized it and spent time nurturing it. And eventually, it started sprouting new growth. The tree that was almost dead started growing again.

Your marriage may be in a stress season. Maybe it’s been in hibernation or experiencing drought. And you’ve got a Charlie Brown Christmas tree marriage. But it can come back to life.

Commit to keeping your roots deep in Jesus and building your life on him. He can bring your marriage back to life.


Jumat, 02 Oktober 2026

FOLLOW GOD'S LEADING

Mungkin anda bertanya - tanya, .....
* Sudah berdoa, tetap saja masih gagal
* Sudah deklarasi Firman, tetap saja tidak berhasil
* Sudah habis habisan melayani, malah tambah buruk
* Sudah ikut seminar macam - macam, masih saja tidak ada terobosan 

Salahnya dimana  ???apanya yang salah ???

Cuma satu hal yang terjadi : *BUKAN TUHAN YANG MEMIMPIN ANDA*

Jika Tuhan memimpin anda , maka yang *PASTI* akan terjadi adalah :
* Tuhan akan membawa anda kepada kemenangan 
* Tuhan akan membawa anda kepada Keberhasilan
* Tuhan akan membawa anda kepada Promosi yg Tuhan siapkan
* Tuhan akan membawa anda kepada orang yg tepat, waktu yg tepat dan bisnis yg tepat
* Tuhan akan membawa anda naik dan tidak turun
* Tuhan akan membawa anda menjadi kepala dan bukan ekor
* Tuhan akan memberi ide & hikmat 
* Tuhan akan membawa anda kepada jalan yang aman dan benar
* Tuhan *TIDAK AKAN* membawa anda kepada kegagalan , kepada kemunduran,
     kepada penurunan

Jadi , jika anda selalu dan terus gagal, mungkin bukan Tuhan yg sedang memimpin anda, tapi : 
* Ego
* Hawa napsu 
* Kesombongan
* Keangkuhan
* Percaya diri 

Jadi, please , evaluasi dirilah 🙏

Lampiran foto: IMG-20261003-WA0001.jpg
Uploaded Image

Video dari deka

🚨 BARU SAJA: NETANYAHU BERTEMU PAHLAWAN ISRAEL YANG MEMBANTU MENGAMBIL ALIH KENDALI PESAWAT

“Kamu bukan hanya menyelamatkan seluruh penumpang di pesawat. Kamu bahkan tidak tahu apa yang bisa saja terjadi pada pesawat itu.”

Penumpang tersebut, seorang pilot pesawat tempur Israel, mengatakan kepada Netanyahu bahwa saat itu mereka masih sekitar satu jam sepuluh menit sebelum mendarat. Mereka khawatir tentang apa yang bisa terjadi jika pesawat memasuki wilayah udara Israel.

Jadilah Pendukung Terbesar bagi Pasangan Anda

03 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
Ibrani 3:13 "Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari ,selama masih dapat dikatakan "hari ini""
---------------------
Kita semua membutuhkan penguatan. Memang begitulah Allah menciptakan kita. Bahkan, jika Anda sudah menikah, salah satu alasan Anda jatuh cinta kepada pasangan Anda adalah karena mereka memberikan penguatan kepada Anda. Anda masih membutuhkan penguatan dari pasangan Anda—dan mereka juga membutuhkan penguatan dari Anda. Salah satu peran yang Allah berikan kepada Anda sebagai suami atau istri adalah menjadi pendukung terbesar bagi pasangan Anda!

Mengapa penguatan begitu penting? Karena kita hidup di dunia yang memiliki banyak orang yang suka mengkritik. Sangat mudah menemukan seseorang yang akan merendahkan Anda. Jadi, salah satu hal terpenting yang dapat Anda lakukan adalah mengangkat pasangan Anda melalui penguatan yang Anda berikan.

Seberapa sering kita seharusnya melakukan hal ini? Alkitab berkata,"Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari ,selama masih dapat dikatakan "hari ini"" (Ibrani 3:13). Ini adalah kebiasaan setiap hari.

Berikut tiga hal yang dapat Anda dan pasangan saling teguhkan:

Teguhkan nilai diri satu sama lain. Ketika sebuah rumah "mengalami kenaikan nilai", nilainya meningkat. Ketika Anda menghargai pasangan Anda, itu seperti Anda meningkatkan nilai diri mereka dan nilai pernikahan Anda. Alkitab berkata, "Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia." (Amsal 12:25).

Terkadang sulit untuk memikirkan sesuatu yang dapat Anda hargai dari pasangan Anda. Jika tidak ada hal lain, setidaknya Anda dapat menghargai bahwa mereka tetap bersama Anda dan tidak menyerah pada pernikahan Anda.

Teguhkan kekuatan satu sama lain. Kita berkembang ketika mendapatkan penguatan. Ketika Anda memuji kekuatan pasangan Anda, Anda membantu mereka bertumbuh. Salah satu contoh terbesar mengenai hal ini adalah rasul Paulus. Pada zamannya, gereja di Korintus memiliki banyak masalah. Tetapi ketika dia menulis kepada mereka, dia berkata, "Aku sangat berterus terang terhadap kamu; tetapi aku juga sangat memegahkan kamu." (2 Korintus 7:4). Dia meneguhkan kekuatan mereka, hal-hal baik yang ada dalam diri mereka.

Adalah tugas Anda untuk mengeluarkan yang terbaik dari pasangan Anda. Dan Anda tidak dapat mengeluarkan yang terbaik dengan menunjukkan yang terburuk. Anda mengeluarkan yang terbaik dalam diri seseorang dengan menunjukkan yang terbaik. Jadi putuskanlah untuk menjadi pembangun impian dan bukan penghancur impian; putuskan untuk memuji, bukan mengomel. Buatlah keputusan itu dan lihatlah perbedaan yang dihasilkannya.

Teguhkan pelayanan satu sama lain. Teguhkan apa yang dilakukan pasangan Anda bagi Allah di dunia saat ini. Roma 1:12 berkata, "yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku."

Renungkan :

- Apa satu kata penyemangat yang dapat Anda berikan kepada pasangan Anda (atau seseorang yang dekat dengan Anda) hari ini?

- Pikirkan satu kekuatan yang dimiliki pasangan Anda (atau anak, sahabat dekat dan sebagainya). Luangkan waktu hari ini untuk memuji mereka.

- Apa yang sedang Allah kerjakan melalui pasangan Anda atau orang penting lainnya dalam hidup Anda? Sampaikan kepada orang tersebut bagaimana Anda melihat Allah bekerja dalam hidup mereka.

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 16-19; Efesus 6
______________
Ketika Anda dan pasangan saling meneguhkan nilai diri, kekuatan dan pelayanan satu sama lain, Anda akan menjadi pendukung terbesar bagi satu sama lain dan melihat hubungan Anda bertumbuh.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Be Your Spouse’s Biggest Fan
By Rick Warren

“Encourage each other every day while it is ‘today.’” Hebrews 3:13 (NCV)
------------------
We all need affirmation. That’s how God wired us. In fact, if you’re married, one reason you fell in love with your spouse is that they affirmed you. You still need that affirmation from your spouse—and they need affirmation from you too. One of your God-given roles as a husband or wife is to be your spouse’s biggest fan!

Why is affirmation so important? Because we live in a world where there are a lot of critics. It’s easy to find someone who will put you down. So one of the most important things that you can do is to lift up your spouse by your affirmation.

How often are we supposed to do this? The Bible says, “Encourage each other every day while it is ‘today’” (Hebrews 3:13 NCV). It’s a daily habit.
gv

Here are three things you and your spouse can affirm in each other:

Affirm each other’s value. When a house “appreciates,” it goes up in value. When you appreciate your spouse, it’s like you’re raising their value and the value of your marriage. The Living Bible paraphrase says, “A word of encouragement does wonders!” (Proverbs 12:25).

Sometimes it can be hard to think of something to appreciate in your spouse. If nothing else, you can at least appreciate that they’ve stuck with you and not given up on your marriage.

Affirm each other’s strengths. We blossom with affirmation. When you praise your spouse’s strengths, you help them grow. One of the greatest models of this is the apostle Paul. In his day, the church in Corinth had a lot of problems. But when he wrote to them, he said, “I have great confidence in you, and I have a lot of reasons to be proud of you” (2 Corinthians 7:4 GW). He affirmed their strengths, the good things about them.

It’s your job to bring out the best in your spouse. And you can’t bring out the best by pointing out the worst. You bring out the best in someone by pointing out the best. So decide to be a dream builder and not a dream buster; decide to brag, not nag. Make that decision, and watch the difference it makes.

Affirm each other’s ministry. Affirm what your spouse is doing for God’s sake in the world today. Romans 1:12 says, “I want us to help each other with the faith we have. Your faith will help me, and my faith will help you” (NCV).

As you and your spouse affirm each other’s value, strengths, and ministry, you’ll become each other’s biggest fans and see your relationship grow.

Kamis, 01 Oktober 2026

Cara Menyalakan Kembali Kasih yang Telah Pudar

02 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 12:10 "Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat."
------------------------
Jatuh cinta lebih mudah daripada mempertahankan cinta. Jadi, apa yang Anda lakukan ketika percikan cinta telah padam, ketika perasaan itu sudah tidak ada? Bagaimana Anda menyalakan kembali kasih yang telah pudar?

Anda melakukan apa yang Yesus katakan kepada gereja di Laodikia dalam kitab Wahyu. Dia berkata kepada mereka, "Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula" (Wahyu 2:4). Kemudian Dia melanjutkan dengan memberi tahu mereka bagaimana mendapatkan kembali kasih itu: "Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan." (Wahyu 2:5).

Dia memberi tahu mereka untuk mengingat, kembali, bertobat dan mengulangi. Dan itulah cara Anda juga dapat menyalakan kembali kasih dalam pernikahan Anda.

Pertama, Anda perlu mengingat. Untuk mendapatkan kembali kasih, Anda perlu memulainya dengan mengingat mengapa Anda jatuh cinta sejak awal. Allah memberi Anda kemampuan untuk mengingat. Gunakanlah untuk memikirkan betapa indahnya masa-masa awal dan perasaan ketika sedang jatuh cinta.

Kedua, Anda perlu kembali. Anda perlu mengingat kasih Anda—tetapi kemudian Anda perlu kembali kepada Yesus. Sangat mudah untuk mengalihkan fokus Anda kepada masalah dan tekanan yang Anda hadapi. Tetapi Yesus ingin Anda mengembalikan fokus Anda kepada-Nya.

Ketiga, Anda perlu bertobat. Dengan kata lain, ubahlah cara Anda berpikir dan bertindak. Kasih bukanlah perasaan; kasih adalah pilihan. Kasih adalah komitmen yang berkata, "Saya akan menempatkan kepentingan Anda di atas kepentingan saya sendiri." Memang benar bahwa Anda tidak dapat memaksakan suatu perasaan. Tetapi Anda dapat memilih untuk mengasihi. Jadi bertobatlah dari cara-cara Anda tidak memilih untuk mengasihi dan ubahlah cara Anda berpikir dan bertindak.

Keempat, ulangi. Yesus berkata, "Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan" (Wahyu 2:5). Dengan kata lain, bertindaklah seperti dahulu Anda bertindak. Lakukan hal-hal yang Anda lakukan ketika pertama kali jatuh cinta. Perasaan mengikuti tindakan. Jadi ketika Anda memilih untuk bertindak dengan kasih, kemungkinan besar perasaan itu akan kembali.

Musuh terbesar dari hubungan romantis bukanlah perselingkuhan, kemarahan atau kepahitan. Musuh terbesarnya adalah kesibukan. Tidak ada seorang pun yang akan menyediakan waktu untuk pernikahan Anda selain Anda sendiri. Atasan Anda tidak akan berkata, "Pulanglah dan habiskan lebih banyak waktu bersama pasangan Anda." Tidak, Anda harus menyediakan waktu untuk mereka. Tidak ada orang lain yang akan melakukannya. Pernikahan Anda akan menjadi seperti apa yang Anda upayakan.

Jadi mulailah hari ini melakukan apa yang dikatakan Roma 12:10: "Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat."

Renungkan :

- Dalam bidang apa dalam hidup Anda, Anda telah membiarkan fokus Anda beralih dari Yesus? Perubahan praktis apa yang dapat Anda lakukan untuk mengembalikan fokus Anda kepada-Nya?


- Apa artinya mengasihi seseorang dengan kasih yang tulus, seperti yang dikatakan Roma 12:10 ?


- Kasih adalah sebuah pilihan. Apa satu cara yang dapat Anda lakukan untuk memilih mengasihi pasangan Anda atau orang lain dalam hidup Anda minggu ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 13-15; Efesus 5

Nyalakanlah kembali kasih yang telah pudar dengan mengingat, kembali, bertobat dan mengulangi kasih mula - mula.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
*How to Rekindle Lost Love*
By Rick Warren

*“Love each other with genuine affection, and take delight in honoring each other.”* Romans 12:10 (NLT)
-------------------
It’s easier to fall in love than it is to stay in love. So what do you do when the spark has gone out, when the feelings aren’t there? How do you rekindle lost love?

You do what Jesus told the church in Laodicea in the book of Revelation to do. He said to them, “The love you had it first is gone” (Revelation 2:4 GW). And then he goes on to tell them how to regain that love: “Remember how far you have fallen. Return to me and change the way you think and act, and do what you did at first” (Revelation 2:5 GW).

He told them to remember, return, repent, and repeat. And that’s how you can rekindle love in your marriage, too.

First, you need to remember. To get love back, you need to start by remembering why you fell in love in the first place. God gave you the ability to remember. Use it to think about how good the early days were and that feeling of being in love.

Second, you need to return. You need to remember your love—but then you need to return to Jesus. It’s easy to let your focus slip to your problems and pressures. But Jesus wants you to return your focus to him.

Third, you need to repent. In other words, change the way you think and act. Love is not a feeling; it’s a choice. It’s a commitment that says, “I’m going to put your interests over my own.” It’s true that you can’t force a feeling. But you can choose to love. So repent of the ways you haven’t chosen to love and change the ways you think and act.

Fourth, repeat. Jesus says, “Do what you did at first” (Revelation 2:5 GW). In other words, act the way you used to act. Do the things you did when you first fell in love. Feelings follow actions. So when you choose to act in a loving way, the feelings are likely to come back.

The greatest enemy of romance isn’t adultery or anger or bitterness. It’s busyness. Nobody is going to make time for your marriage except you. Your boss isn’t going to say, “Go home and spend more time with your spouse.” No, you have to make time for them. Nobody else is going to do it. Your marriage is what you make it.

So start today doing what Romans 12:10 says: “Love each other with genuine affection, and take delight in honoring each other” (NLT).


Rabu, 30 September 2026

Imner Dialog

*Inner dialog / percakapan internal* yang ada dalam diri anda.....

Inner dialog yg *negatif* : 
* Saya tidak layak
* Saya tidak bisa
* Saya kuatir
* Saya takut
* Hidup semakin sulit
* Kenapa nasibku kok begini
* Kapan penderitaan ku lalu dariku
* Mengapa ini harus terjadi padaku
* Ngeluh, ngomel, bersungut-sungut 

Inner dialog *positif*
* Aku anak Raja
* Allah adalah Bapaku
* Aku berharga di mata Tuhan
* Aku sudah diterima dan dilayakan Tuhan
* Aku biji mata Allah
* Aku manusia baru
* Aku ciptaan baru didalam Tuhan
* Aku aman bersama Tuhan
* Aku selalu diberkati dan beruntung karena Tuhan yg memberkati dan menyertaiku
* Aku selalu berhasil, karena Tuhan yg membuat aku berhasil
* Aku diberkati
* Aku disayang Tuhan 
* Allah adalah Allah Imanuel
* Tuhan adalah gembala ku yang baik
* Tuhan berperang di depanku
* Aku lebih dari pemenang 

Inner dialog out comenya adalah *Belief System / Sistim kepercayaan*

Ada 2 golongan sistim kepercayaan : 
*1. Sistim kepercayaan palsu / salah*
*2. Sistim kepercayaan asli / benar*

Hidup anda saat ini, merupakan hasil dari sistim kepercayaan yg anda pegang

Lampiran foto: IMG-20261001-WA0001.jpg
Uploaded Image

Kasih Berarti Melakukan Penyesuaian

01 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
1 Yohanes 3:18 "Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran"
-------------------
Dalam setiap hubungan jangka panjang, Anda harus terus melakukan penyesuaian. Hal ini terutama berlaku dalam pernikahan Anda.

Selama bertahun-tahun, Anda akan menghadapi banyak kesempatan untuk melakukan penyesuaian. Anak-anak akan bertumbuh. Anda akan pindah tempat tinggal. Pekerjaan Anda akan berubah. Seseorang akan jatuh sakit. Karena keadaan terus berubah, Anda harus terus menyesuaikan diri. Dan melakukan penyesuaian membutuhkan sikap tidak mementingkan diri sendiri.

Belajar untuk tidak mementingkan diri sendiri adalah salah satu pelajaran terbesar dalam hidup dan mungkin merupakan pelajaran nomor satu yang ingin Allah ajarkan kepada Anda melalui pernikahan Anda. Alkitab memberi tahu seperti apa seharusnya hal itu: "Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran" (1 Yohanes 3:18).

Menyesuaikan diri demi pasangan Anda berarti banyak hal. Salah satunya adalah memikirkan kebutuhan mereka, bukan hanya mempertimbangkan kebutuhan Anda sendiri. Alkitab berkata, "dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga" (Filipi 2:4). Semakin lama kita menikah, semakin kita cenderung kurang memikirkan kebutuhan satu sama lain. Tetapi hal itu berlawanan dengan kehendak ideal Allah bagi hubungan Anda.

Menyesuaikan diri juga berarti apa yang Alkitab sebut sebagai saling tunduk. Anda masing-masing melepaskan sebagian dari hak Anda sendiri untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Alkitab berkata, "dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus." (Efesus 5:21).

Ada banyak penyesuaian besar yang harus kita lakukan sepanjang hidup, tetapi terkadang penyesuaian yang paling sulit adalah hal-hal kecil. Menyesuaikan diri dengan hal-hal kecil mungkin berarti tidur sedikit lebih larut atau lebih awal atau memilih restoran yang ingin didatangi pasangan Anda. Itu mungkin berarti mendengarkan ketika orang lain membutuhkan Anda, bukan hanya ketika Anda ingin melakukannya.

Dalam keputusan-keputusan kecil setiap hari untuk memenuhi kebutuhan satu sama lainlah kasih yang nyata dan tulus dinyatakan.

Ujian dari kasih yang nyata bukanlah apa yang Anda katakan tentang saling mengasihi. Ujian itu adalah bagaimana Anda bertindak. Anda ingin keharmonisan yang lebih besar di rumah Anda? Perlakukan pasangan Anda seperti Yesus memperlakukannya. Satu keputusan itu akan mengubah segalanya. Ketika Anda memperlakukan pasangan Anda seperti Yesus memperlakukannya, Anda akan menjadi lebih sabar terhadap hal-hal yang mengganggu dan lebih mudah mengampuni kesalahan. Anda akan mencari apa yang terbaik bagi orang lain.

Alkitab berkata, "Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus" (Roma 15:5).

Renungkan :

- Apa satu penyesuaian kecil yang pernah Anda lakukan dalam sebuah hubungan? Apa penyesuaian yang pernah dilakukan orang lain untuk Anda? Bagaimana Allah menghormati penyesuaian-penyesuaian tersebut?

- Kasih dinyatakan melalui tindakan. Apa satu tindakan yang perlu Anda lakukan dalam kasih minggu ini?

- Dalam hubungan apa Anda perlu meminta Yesus menolong Anda memiliki sikap-Nya terhadap orang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 10-12; Efesus 4:17-32
_____________
Memiliki sikap seperti Yesus akan membantu Anda melakukan penyesuaian yang diperlukan agar pernikahan Anda terus bertumbuh.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Love Means Making Adjustments
By Rick Warren

“Our love should not be just words and talk; it must be true love, which shows itself in action.” 1 John 3:18 (GNT)
---------------------
In every long-term relationship, you have to keep making adjustments. This is especially true in your marriage.

Over the years, you’re going to face a lot of opportunities to make adjustments. The kids will grow up. You’re going to move. Your job will change. Someone will get sick. Because circumstances keep changing, you’ll have to keep adjusting. And adjusting requires unselfishness.

Learning to be unselfish is one of the greatest lessons in life, and it may be the number one lesson God wants to teach you through your marriage. The Bible tells what that should look like: “Our love should not be just words and talk; it must be true love, which shows itself in action” (1 John 3:18 GNT).

Adjusting for your spouse means many things. One of those is thinking about their needs instead of just considering your own. The Bible says, “Look out for one another’s interests, not just for your own” (Philippians 2:4 GNT). The longer we’re married, the less we tend to think about each other’s needs. But that’s the opposite of God’s ideal for your relationship.

Adjusting also means what the Bible calls submitting to each other. You each give up some of your own rights in order to meet the other person’s needs. The Living Bible paraphrase says, “Honor Christ by submitting to each other” (Ephesians 5:21).

There are many big adjustments we have to make throughout life, but sometimes the hardest adjustments are the little ones. Adjusting to the little things might look like going to bed a little later or earlier, or choosing the restaurant your spouse wants to go to. It might mean listening when the other person needs you, not just when you feel like it.

It’s in those little daily decisions to meet each other’s needs that real genuine love is expressed.

The test of real love isn’t what you say about loving each other. It’s how you act. You want greater harmony in your home? Treat your spouse as Jesus would. That one decision will change everything. When you treat your spouse as Jesus does, you’ll become more patient with annoyances and more forgiving of mistakes. You’ll seek what’s best for the other person.

The Bible says, “May the God who gives endurance and encouragement give you the same attitude of mind toward each other that Christ Jesus had” (Romans 15:5 NIV). Having the attitude of Jesus will help you make the adjustments needed to keep your marriage growing.