Minggu, 15 Maret 2026

Ketika Anda Merespons dengan Kasih, Besarlah Upah Anda

16 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 8:17 "Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia."
--------------------
Apakah Anda memiliki orang dalam hidup Anda yang sering membuat Anda kesal atau sulit untuk dihadapi? Satu-satunya cara untuk tetap melakukan kebaikan kepada orang yang berbuat jahat kepada Anda adalah dengan mengingat upah kekal yang Tuhan sediakan.

Dalam Khotbah di Bukit, Yesus memberikan janji ini: "Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." (Matius 5:11–12)

Ketika Anda merespons musuh seperti yang diajarkan Yesus, Tuhan mengatakan bahwa Anda berdiri bersama tokoh-tokoh besar iman seperti Musa, Abraham, Elia dan para nabi lainnya. Dengan kata lain, Anda berada di antara orang-orang yang setia kepada Tuhan.

Mungkin Anda mengalami penolakan atau perlakuan tidak adil karena iman Anda kepada Yesus Kristus. Namun Alkitab mengingatkan bahwa penderitaan yang kita alami sekarang hanyalah sementara.
"Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami." (2 Korintus 4:17)

Mungkin juga Anda memiliki anak atau mengenal anak-anak, yang dirundung karena mereka memilih untuk hidup sesuai dengan nilai-nilai yang benar menurut Tuhan. Ketika mereka khawatir tentang bagaimana harus merespons perlakuan buruk dari orang lain, mereka perlu mengingat satu hal: upah dari Tuhan sangat besar. Ganjaran kekal jauh lebih berharga daripada penderitaan sementara yang mereka alami.

Alkitab berkata:"Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia." (Roma 8:17)

Yesus sendiri telah mengalami penderitaan ketika hidup di dunia ini. Ia menghadapi penghinaan, penolakan, fitnah dan berbagai rencana jahat terhadap-Nya. Jika Anda adalah anak Tuhan, maka seperti Anda mengambil bagian dalam penderitaan Kristus, Anda juga akan mengambil bagian dalam kemuliaan-Nya untuk selama-lamanya.

Artinya, ketika Anda memilih untuk menanggapi perlakuan buruk dengan kerendahan hati, kemurahan hati dan kasih, Tuhan menjanjikan bahwa Anda akan berbagi dalam kemuliaan-Nya.
Betapa luar biasanya janji dan anugerah itu.

Renungkan :

- Bagaimana Anda dapat memandang surga dan kehidupan kekal sebagai hadiah yang luar biasa dari Tuhan?

- Pernahkah Anda merespons seseorang yang menyakiti Anda dengan cara yang kurang baik? Bagaimana hasilnya mungkin berbeda jika Anda merespons dengan kerendahan hati, kemurahan hati, dan kasih?

- Bagaimana Yesus merespons orang-orang yang menganiaya-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 26-27; Markus 14:27-53
_____________
Rasa sakit yang Anda alami sekarang tidak akan berlangsung selamanya. Tetapi berkat yang Tuhan sediakan akan berlangsung selama-lamanya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
When You Respond in Love, Great Is Your Reward! - Daily Hope with Rick Warren - March 16, 2026

"Since we are his children . . . if we share Christ's suffering, we will also share his glory." Romans 8:17 (GNT)
--------------------
You know those people in your life who drive you crazy? The only way you're going to be able to face them and return good for evil is to remember your eternal reward.

As part of his Sermon on the Mount, Jesus made this promise: "Blessed are you when people insult you, persecute you and falsely say all kinds of evil against you because of me. Rejoice and be glad, because great is your reward in heaven, for in the same way they persecuted the prophets who were before you" (Matthew 5:11-12 NIV).

When you respond to your enemies like Jesus would, God says you're right up there with Moses, Abraham, Elijah, and all the great prophets of the Bible. You're in God's Hall of Fame. You're in good company.

Maybe you face opposition because of your faith in Jesus Christ. The Living Bible paraphrase says, "These troubles and sufferings of ours are, after all, quite small and won't last very long. Yet this short time of distress will result in God's richest blessing upon us forever and ever!" (2 Corinthians 4:17). God has promised to give you his richest eternal blessings because of the trials and opposition you experience. The pain is temporary, but the payoff will last forever.

Or maybe you have kids or know kids who are being bullied because they go against what culture says is permissible or right or even good. This is what they need to remember when they're worried about how to respond to people who treat them badly: Great is your reward! The eternal payoff is going to be worth the temporary harassment.

"Since we are his children . . . if we share Christ's suffering, we will also share his glory" (Romans 8:17 GNT).

Christ has already experienced everything you suffer on this earth. He suffered abuse, harassment, opposition, criticism, and plots against him. If you're God's child, then, just like you share in Jesus' suffering, you will also share in his reward in heaven forever.

Do you realize what this means? Because you countered harassment and bullying with humility and generosity and love, you're going to share in God's glory for eternity.

What an amazing promise and gift!


Cara Membuat Rumah Lebah

Cara Membuat Rumah Lebah https://share.google/PdMEpf3dzHzcyO8d4

Tersambar Petir


_*Walter Summerford Si Pria Petir*_
_Yesaya 55:8_

Walter Summerford, seorang perwira asal Inggris yang bertugas dalam Perang Dunia I, dikenal sebagai salah satu manusia yang paling malang dalam sejarah. 

la di-sebut² telah mengalami disambar petir sebanyak empat kali: tiga kali saat dirinya masih hidup, dan sekali setelah dirinya telah meninggal. 

*Sambaran pertama (1918):* 
Saat menunggang kuda di medan perang, ia tersambar petir, terlempar, dan mengalami kelumpuhan dari pinggang ke bawah. 

*Sambaran kedua (1924):* 
Di Kanada, saat duduk di bawah pohon untuk memancing, petir menyambar pohon tersebut dan membuatnya lumpuh di sisi kanan tubuh. 
Ajaibnya, ia sembuh sebagian dan bisa berjalan kembali. 

*Sambaran ketiga (1930):* 
Saat berjalan di taman, ia kembali tersambar petir, yang menyebabkan kelumpuhan total. 
Naas, dirinya meninggal dua tahun kemudian. 

*Sambaran keempat (1936):*
Empat tahun setelah kematiannya, batu nisannya tersambar petir sehingga hancur. 

Meskipun keaslian cerita ini sempat dipertanyakan karena minimnya bukti resmi, kisah ini telah menyebar luas dan banyak orang yang mempercayainya sebagai sebuah pengalaman yang otentik dan nyata. 

_Paling tidak dari kisah Walter ini, kita belajar satu hal: musibah bisa datang ber-kali², bahkan dari hal yang sama._
_Meskipun kita mungkin tidak pernah disambar petir secara harfiah, kita bisa disambar masalah lain secara ber-tubi²:_
_kehilangan,_
_kekecewaan,_
_penyakit, atau kegagalan._

Terkadang dunia mencap kita sebagai _'orang yang paling malang'_ atau menghakimi kita sebagai orang yang berdosa besar karena kejadian tersebut. 
_Manusia sering melihat hidup berdasarkan apa yang terjadi._
_Namun Alkitab memberi kita perspektif yang berbeda._
_Tuhan melihat tujuan, proses pembentukan, dan iman kita._

_Masalah apapun yang menimpa kita secara berulang kali tidak akan mampu menghilangkan fakta bahwa kita berharga di mata Tuhan, dan Tuhan tetap berdaulat dan akan terus bekerja untuk kebaikan semua umatNya yang percaya kepadaNya._

_Percayalah dengan iman bahwa badai sebesar dan seliar apa pun tidak akan bertahan selamanya._
_Tidak ada musibah yang bisa memisahkan kita dari kasih Tuhan._
_Orang lain boleh berpikir negatif mengenai kita, namun Tuhanlah yang mengenal kita dengan baik._

_Karena itu, jangan pernah biarkan penderitaan membuat kita kehilangan arah atau identitas kita sebagai anak² Tuhan._
_Justru dalam saat² tergelap, kasih Tuhan akan terus bersinar dalam hidup kita._

Seperti Ayub yang tetap setia di tengah kehilangan yang luar biasa, atau Paulus yang tetap bersukacita meski sering dipenjara dan dianiaya, _kita pun dipanggil untuk terus berpegang pada kebenaran bahwa nilai hidup kita tidak ditentukan oleh situasi, tetapi oleh siapa yang memegang hidup kita._

_Bersama Kristus, kita bukan korban keadaan._
_Melainkan, kita adalah pemenang yang sedang dibentuk untuk sesuatu yang jauh lebih mulia dari apa yang bisa kita lihat hari ini._

_Masalah dalam hidup kita, Tuhan izinkan terjadi untuk membentuk hidup kita, bukan untuk menghancurkannya._

_DOA_
_Ya Tuhan, aku tidak mau terpuruk dan menyerah terhadap keadaan ataupun masalah hidupku. Aku mau terus berjuang dan menjadi pemenang bersamaMu._
_Dalam nama Yesus. Amin._

IDF Habisi Tentara Iran yang Berhamburan Setelah Gedung Penyimpanan UAV ...

https://youtube.com/watch?v=IiMjjiqqKpk&si=Xx_1SZ3faJSyfzh-

Sekutu Mulai Tinggalkan Iran, Rezim di Ambang Kejatuhan

https://youtube.com/watch?v=X2BwaswF2Cg&si=w_J4jzor8HQWLjNR

Sabtu, 14 Maret 2026

RINTANGAN dan UJIAN


Kita tak pernah tahu kapan hujan akan turun,‎ Saat hujan turun,‎kerap mendatangkan bencana, ‎misalnya terjadinya banjir.
Kita tak dapat mencegah datangnya banjir,‎ dan kita tak akan pernah bisa menolak air itu mengalir di depan kita,‎ seperti itulah Dinamika Kehidupan kita;
Kita tak pernah tahu kapan rintangan² itu datang menghampiri hidup kita.
Apa yang akan kita lakukan saat kehilangan pekerjaan? Mendapati diri kita mengidap penyakit? atau bahkan kehidupan kita hancur berantakan?
Rintangan² itu merupakan awan gelap kehidupan,‎ sama seperti hujan yang juga berasal dari awan yang gelap.
Rintangan² tersebut pada puncaknya akan membawa kita pada suatu KEHANCURAN,‎ atau justru membawa kita pada suatu KEBAHAGIAAN.‎

HIDUP bukan tentang menunggu hujan berlalu, tetapi‎ HIDUP adalah tentang menari di tengah hujan.‎
HIDUP itu bukan diam atau melarikan diri dari suatu masalah;‎
HIDUP bukan untuk menunggu semua masalah itu berlalu dari kehidupan kita. Rintangan dan Ujian adalah suatu Proses Kehidupan yang harus kita kerjakan.‎

Orang yang mengatakan matahari mendatangkan kebahagiaan adalah orang yang tidak pernah menari di tengah hujan,‎ terkadang kita membutuhkan Rintangan dan Ujian untuk dapat mengekspresikan indahnya kehidupan.

Rintangan dan Ujian membuat kita semakin KUAT, DEWASA semakin BIJAK dalam menyikapi setiap permasalahan.
Bila Rintangan dan Ujian datang dalam hidup kita,‎ jangan jadikan sebuah alasan untuk kita meninggalkan TUHAN, karena‎ ketika kita tetap taat mengikuti prosesNYA dan percaya padaNYA,‎
kita akan di bawa oleh-NYA melihat janji-NYA yang begitu ajaib dan luar biasa.‎
Mazmur 12:6-7
"Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya, Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini."

Selamat pagi
Semangat dan sehat selalu
Tuhan menyertai

Apakah Anda Benar-Benar Harus Mendoakan Musuh Anda?

15 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 12:21 "Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan."
-------------------
Di dunia saat ini, mungkin tidak ada hal yang lebih bertentangan dengan budaya daripada membalas kejahatan dengan kebaikan. Karena itulah, hal ini sering menjadi salah satu hal yang paling sulit untuk dilakukan.

Ketika seseorang berusaha menyakiti atau menimbulkan masalah dalam hidup Anda, Tuhan memanggil Anda untuk merespons dengan cara yang berbeda. Alkitab berkata: "Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan." (Roma 12:21)

Namun mengalahkan kejahatan dengan kebaikan membutuhkan langkah iman. Secara alami, manusia sering ingin membalas kejahatan dengan kejahatan dan melawan kegelapan dengan lebih banyak kegelapan. Dunia sering mengajarkan untuk melawan dengan cara yang sama atau bahkan lebih keras.
Karena itu diperlukan iman untuk melakukan hal yang berbeda: mempercayai Tuhan dan memilih untuk merespons kegelapan dengan terang-Nya.

Anda melawan kegelapan dengan terang.
Anda melawan kebencian dengan kasih.
Anda melawan ketidakbaikan dengan kebaikan.
Jangan biarkan kejahatan menguasai Anda. Sebaliknya, kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan.

Namun tantangannya tidak berhenti di situ. Yesus berkata: "Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu." (Matius 5:44)

Apakah itu mudah? Tidak.
Apakah itu sesuatu yang tidak biasa? Ya.
Apakah itu sebuah pilihan? Tentu saja.
Anda memiliki pilihan untuk bertindak lebih baik daripada orang yang menyakiti Anda. Memilih terang daripada kegelapan berarti berjalan mengikuti jalan yang diajarkan oleh Yesus.

Yesus tidak hanya menghindari konflik atau melupakannya begitu saja. Ia bahkan rela memberikan hidup-Nya untuk menunjukkan betapa besar kasih-Nya kepada manusia. Dan itulah yang Ia lakukan bagi kita.

Tuhan tidak hanya meminta Anda untuk tidak membalas kejahatan. Ia juga memanggil Anda untuk melakukan kebaikan. Ia ingin Anda menunjukkan kasih, bahkan kepada orang yang paling sulit sekalipun, dengan cara mendoakan mereka dan meminta Tuhan mengubah hati mereka.

Yesus memberikan teladan terbesar tentang bagaimana merespons dengan kasih dan mendoakan musuh. Ketika Anda mengikuti teladan-Nya, hidup Anda akan terlihat berbeda di tengah dunia yang sering hanya memikirkan diri sendiri.

Renungkan :

- Dalam hal apa saja Yesus menunjukkan bagaimana mengalahkan kejahatan dengan kebaikan dan mengasihi musuh?

- Mengapa menurut Anda Tuhan ingin kita mendoakan orang yang merundung atau menyakiti kita? Apa perbedaan yang dapat terjadi ketika kita melakukannya?

- Pernahkah Anda secara konsisten mendoakan seseorang yang menyakiti Anda? Bagaimana hal itu memengaruhi hati Anda terhadap orang tersebut?

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 23-25; Markus 14:1-26
__________
Melangkah dengan iman untuk mengalahkan kejahatan dengan kebaikan memang tidak selalu mudah. Tetapi hal itu akan menjadikan hidup Anda kesaksian yang kuat tentang kasih Yesus.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Do You Really Have to Pray for Your Enemies? - Daily Hope with Rick Warren - March 15, 2026

"Do not be overcome by evil, but overcome evil with good." Romans 12:21 (NIV)
------------------
I don't know if there's anything more counter-cultural in our world today than responding to evil with good. And because it's so counter-cultural, it can be one of the hardest things to do.

When someone is trying to make trouble in your life, you need to respond positively. Romans 12:21 says, "Do not be overcome by evil, but overcome evil with good" (NIV).

But overcoming evil with good takes a step of faith, because everything in us often wants to overcome evil with evil and fight darkness with more darkness. That's what the world tells us to do: Fight dirty. That's why it takes faith to go against what the culture is telling you to do and instead trust God and respond to darkness with his light.

You fight darkness with light. You fight hatred with love. You fight unkindness with kindness. You don't let evil overcome you. You overcome evil with good.

That's tough to do. But it gets even tougher: "Love your enemies and pray for those who persecute you" (Matthew 5:44 NIV).

Is that easy? No. Is it unusual? Yes. Is it a choice? Absolutely. It's your choice to be better than your enemy. Choosing light over darkness means walking the way of Jesus. And Jesus wouldn't just walk away from a fight and forget. He would lay down his life if that's what he needed to do to show how much he loves someone—and that's exactly what he did.

God doesn't want you to retaliate. He also wants you to do good. He wants you to show love to even the hardest hearts by praying for them and asking God to give them hearts like his.

Jesus gave us the greatest example of responding in love and praying for our enemies. When you follow his example, you're going to stand out in a world where everyone thinks of themselves first.

Taking the step of faith to overcome evil with good will not always be easy, but it will make you a powerful witness for Jesus.