Guys, Purbaya baru mengungkap sesuatu yang menurut gue paling mengejutkan sekaligus paling mengungkapkan siapa yang sebenarnya berkuasa di negeri ini. Dia membawa data ke makan siang bersama Prabowo. Hasil pengecekan acak terhadap 10 perusahaan sawit besar. Dan temuannya mengerikan. Satu perusahaan mengekspor CPO dari Indonesia dengan harga Rp2.600 per kilogram. Di Amerika dicatat sebagai impor dengan harga Rp4.200. Selisih 57%. Perusahaan lain: ekspor dari Indonesia Rp1.000. Di Amerika dicatat Rp4.400. Selisih 200%. Dan ini bukan satu atau dua perusahaan. Dari 10 perusahaan sawit terbesar yang Purbaya periksa secara acak semuanya seperti itu. "10 besar semuanya seperti itu." Dan ini yang paling penting untuk dipahami: Ini bukan kejahatan kecil. ini bukan penyelundupan dalam arti konvensional. Ini adalah manipulasi sistematis yang berlangsung selama puluhan tahun dengan cara yang sangat canggih dan sangat terencana. Perusahaan membuat entitas di luar negeri di British Virgin Islands, di Singapura, di tempat-tempat dengan pajak rendah. Lalu menjual dari Indonesia ke entitas mereka sendiri di luar negeri dengan harga sangat murah. Entitas luar negeri itu yang menjual ke pembeli akhir dengan harga riil. Selisihnya yang bisa mencapai 200% parkir di rekening luar negeri. Tidak kena pajak Indonesia. Tidak masuk devisa Indonesia. Hilang. Dan Bea Cukai yang seharusnya mencegat ini selama 34 tahun membiarkan atau bahkan memfasilitasinya. Dan sekarang buka data kekayaan para raja sawit Indonesia: Keluarga Widjaja — Rp140 triliun. Anthoni Salim — Rp122,7 triliun. Susilo Wonowidjojo — Rp69,3 triliun. Bachtiar Karim — Rp50,5 triliun. Theodore Rachmat — Rp49,1 triliun. Martua Sitorus — Rp39 triliun. Peter Sondakh — Rp28,9 triliun. Sukanto Tanoto — Rp27,4 triliun. Ciliandra Fangiono — Rp26,4 triliun. Putera Sampoerna — Rp26 triliun. Dan di urutan paling bawah dari daftar konglomerat Indonesia ada dua nama yang sangat menarik perhatian: Arini Subianto — Rp14,1 triliun. Hashim Djojohadikusumo — Rp9,9 triliun. Arini Subianto adalah putri mendiang Benny Subianto yang merupakan paman dari Prabowo Subianto. Keluarga Subianto punya kepentingan bisnis di sektor perkebunan dan tambang. Hashim Djojohadikusumo adalah adik kandung Prabowo Subianto. Dan ini pertanyaan yang tidak bisa dihindari: Prabowo baru pidato lantang soal under invoicing. Soal penipuan ekspor selama 34 tahun. Soal bagaimana negara dirugikan triliunan rupiah. Tapi di antara 10 perusahaan sawit besar yang Purbaya sebut semuanya melakukan under invoicing ada ekosistem bisnis yang terhubung langsung dengan keluarga presiden. Apakah nama-nama itu termasuk dalam 10 yang diperiksa Purbaya? Purbaya tidak mau menyebut namanya. "Tidak boleh." Tapi Purbaya bilang: "Lebih dari 10 lah." Artinya bukan hanya 10. Dan kalau semua 10 besar melakukan ini berapa besar kemungkinan bahwa konglomerat-konglomerat yang namanya ada di daftar kekayaan terbesar Indonesia tidak termasuk? Dan ini yang paling mengerikan: Prabowo adalah presiden yang sedang berteriak soal under invoicing. Yang mengumumkan ekspor satu pintu melalui Danantara untuk menghentikan praktik ini. Tapi adik kandungnya Hashim adalah salah satu konglomerat dengan kepentingan bisnis di sektor yang sama. Dan keluarga besarnya terhubung dengan bisnis perkebunan yang masuk dalam ekosistem yang selama ini beroperasi di bawah sistem yang Prabowo sendiri sebut sebagai penipuan selama 34 tahun. Ini bukan tuduhan bahwa Hashim atau Arini melakukan under invoicing. Proses hukum yang harus membuktikan itu. Ini adalah pertanyaan yang jauh lebih fundamental: apakah Prabowo berani menegakkan aturan yang sama kepada orang-orang yang paling dekat dengannya? Karena itulah yang membedakan reformasi sungguhan dari sekadar pertunjukan. Dan ini yang Mahfud MD sudah peringatkan: "Autocratic legalism hukum dibuat untuk melegalkan sesuatu yang salah. Orang yang tepat dalam posisi yang tepat untuk memastikan kesalahan itu tidak tersentuh." Kalau 10 perusahaan terbesar semuanya melakukan under invoicing dan tidak ada satupun namanya yang boleh disebutkan dan reformasi Bea Cukai dipimpin oleh Dirjen yang sedang diduga korupsi dan badan ekspor baru yang harusnya menyelesaikan masalah ini tidak punya laporan keuangan yang transparan — Maka ini bukan reformasi. Ini adalah pengumuman reformasi yang tidak pernah dimaksudkan untuk benar-benar terjadi. Dan ini yang paling mematikan dari seluruh cerita ini: Purbaya bilang kalau dia tarik data ke belakang beberapa tahun "saya bisa panen berapa." Artinya: datanya ada. Kapal per kapal bisa dilacak. Selisihnya bisa dihitung. Kerugian negaranya bisa dikalkulasi. Tapi selama 34 tahun tidak ada yang mau melihat data itu. Atau lebih tepatnya: ada yang melihat. Tapi tidak ada yang berani atau tidak ada yang diizinkan untuk bertindak. Dan sekarang datanya ada. Selisihnya sampai 200%. Perusahaannya jelas. Kapalnya bisa dilacak. Pertanyaannya cuma satu: apakah kali ini ada yang cukup berani untuk bertindak termasuk ketika nama yang muncul terhubung dengan lingkaran paling dalam dari kekuasaan? Jawabannya akan sangat jelas dalam beberapa bulan ke depan. Bukan dari pidato. Bukan dari pengumuman. Tapi dari apakah ada nama yang akhirnya disebutkan dan dihukum atau tidak.. Bagaimana prabowo menyikapi tentang para koruptor tersebut, termasuk menyeret keluarga besarnya. Apakah prabowo berani menindak tegas ⁉️⁉️⁉️
Veni Vidi Vici
Jumat, 29 Mei 2026
Under Invoicing Sawit
Kamis, 28 Mei 2026
Kenyataan Kekekalan tanpa Allah
29 Mei 2026
Bacaan Hari ini:
1 Yohanes 5:13 "Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal"
------------------
Anda mungkin memiliki gambaran tertentu ketika memikirkan seperti apa neraka itu. Gambaran itu mungkin dipenuhi warna merah dan hitam, banyak api, dan mungkin Iblis yang tampak menguasai semuanya.
Dalam Alkitab, neraka digambarkan sebagai tempat siksaan. Matius 13:42 berkata bahwa itu adalah "Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api ; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi."
Gambaran itu terdengar mengerikan, tetapi tahukah Anda bagian terburuk dari neraka? Neraka adalah keterpisahan total dari Allah, yang berarti neraka adalah kebalikan dari segala sesuatu yang Allah adalah.
Alkitab berkata dalam 1 Yohanes 4:18, "Di dalam kasih tidak ada ketakutan. Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan" Lawan dari kasih adalah ketakutan. Hidup tanpa kasih berarti hidup dalam ketakutan terus-menerus.
Allah adalah kasih, jadi tidak ada kasih di neraka. Allah adalah terang, jadi neraka adalah kegelapan total. Allah adalah baik, jadi tidak ada sedikit pun kebaikan di neraka. Allah adalah hidup, jadi neraka berarti kematian kekal. Allah penuh kasih karunia, jadi tidak ada kasih karunia di neraka.
Bayangkan seperti apa kekekalan tanpa sukacita mengenal Allah dan dikasihi oleh-Nya—kekekalan tanpa sukacita sama sekali.
Itu akan sangat mengerikan—bahkan sulit dibayangkan. Tetapi itulah kenyataan bagi siapa pun yang tidak memilih untuk mengasihi dan mengikuti Yesus dalam hidup ini. Alkitab berkata, "Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia." (1 Korintus 16:22).
Jika sepanjang hidup Anda berkata, "Saya tidak ingin Allah ada dalam hidup saya," maka itu berarti Anda juga akan menghabiskan kekekalan tanpa Allah. Apa pun yang Anda pilih di bumi menjadi pilihan kekal Anda.
Namun ada kabar baik! Ada jalan bagi Anda untuk benar-benar yakin bahwa Anda akan masuk surga dan bukan neraka. Alkitab memberi tahu bagaimana memastikan tujuan kekal Anda: "Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal" (1 Yohanes 5:13).
Anda tidak perlu menebak-nebak atau merasa ragu tentang sesuatu yang pasti akan terjadi dan bisa datang kapan saja. Anda dapat mengetahui dengan pasti hari ini bahwa ketika Anda meninggal, Anda akan menghabiskan kekekalan dalam hadirat Allah. Jangan menundanya lagi.
Renungkan:
- Mengapa menurut Anda banyak orang menunda mengambil keputusan yang begitu penting padahal mereka tahu kematian bisa datang kapan saja?
- Apa yang akan Anda katakan kepada seseorang yang berpikir bahwa dirinya sudah cukup baik untuk masuk surga?
- Bagaimana Anda hidup secara berbeda karena Anda yakin tentang tempat di mana Anda akan menghabiskan kekekalan?
Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 4-6; Yohanes 10:24-42
____________
Pastikan masa depan kekal Anda hari ini.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
The Reality of Eternity without God - Daily Hope with Rick Warren - May 29, 2026
“I have written this to you who believe in the name of the Son of God, so that you may know you have eternal life.” 1 John 5:13 (NLT)
---------------------
You probably have a picture that comes to mind when you think about what hell must be like. Your image likely has some red and black tones in it, a lot of fire, and maybe the devil looming over everything.
Hell is described in the Bible as a place of torment. Matthew 13:42 says it is a “blazing furnace, where the people will cry and grind their teeth with pain” (NCV).
That description sounds terrible, but do you know what the worst part of hell is? Hell is total separation from God, which means hell is the exact opposite of everything God is.
The Bible says in 1 John 4:18, “There is no fear in love. But perfect love drives out fear” (NIV). The opposite of love is fear. Living without love means you’re scared to death all the time.
God is love, so there is no love in hell. God is light, so hell is complete darkness. God is good, so there is absolutely nothing good in hell. God is life, so that means hell is eternal death. God is gracious, so that means there’s no grace in hell.
Just think what eternity would be like without the joy of knowing God and being loved by him—an eternity without any joy at all.
It would be terrible—unthinkable, really. But that is the reality for anyone who does not choose to love and follow Jesus in this life. The Bible says, “If anyone does not love the Lord, let him be separated from God—lost forever!” (1 Corinthians 16:22 NCV).
If you go through your entire life saying, “I don’t want God in my life,” then that means you will also spend eternity without God. Whatever you choose on earth is your forever choice.
But there is good news! There is a way for you to be absolutely certain you’re going to heaven and not hell. The Bible tells you how to settle your destiny: “I have written this to you who believe in the name of the Son of God, so that you may know you have eternal life” (1 John 5:13 NLT).
You don’t have to guess or wonder about something that is inevitable and could happen at any moment. You can know for certain today that when you die, you will spend eternity in God’s presence. Don’t put it off any longer.
Rabu, 27 Mei 2026
Tuhan Telah Membuat Jalan Ke Sorga
28 Mei 2026
Bacaan Hari ini:
2 Korintus 5:8 "tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan"
------------------
Kita telah membahas tentang kenyataan kekal supaya Anda dapat melihat dengan jelas mengapa Anda perlu memilih surga. Namun masih ada satu kenyataan kekal lagi yang perlu Anda ketahui: Tidak ada kesempatan kedua setelah Anda meninggal.
Anda dapat memilih di mana Anda akan menghabiskan kekekalan. Tetapi Anda harus memilih sekarang, selagi Anda masih hidup, bukan setelah Anda meninggal. Tidak ada jalan kembali! Allah memberi Anda seluruh hidup untuk membuat keputusan yang benar. Jika Anda terus menundanya, maka tidak akan ada kesempatan kedua untuk memperbaikinya setelah Anda meninggal.
Alkitab berbicara tentang apa yang terjadi ketika kita meninggalkan tubuh duniawi kita—"kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan" (2 Korintus 5:8). Tidak ada tempat perantara antara surga dan neraka. Tidak ada keadaan sementara. Tidak ada limbo.
Anda mungkin pernah mendengar istilah "api penyucian" (purgatory). Meskipun gagasan itu berkembang dalam sejarah gereja, hal tersebut tidak diajarkan secara jelas dalam Alkitab.
Ketika Yesus sedang sekarat di kayu salib, ada seorang pria di samping-Nya yang sepanjang hidupnya adalah seorang penjahat. Pada detik-detik terakhir hidupnya, pria itu menyerahkan hidupnya kepada Yesus dan berkata, "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja" (Lukas 23:42). Semua yang ia ketahui tentang keselamatan hanyalah bahwa Yesus dapat menyelamatkannya. Ia tidak memahami semua doktrin atau teologi. Ia tidak mengetahui semua kata-kata yang "benar." Ia hanya berkata "ya" kepada Yesus.
Karena iman pria itu, Yesus berkata kepadanya, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Lukas 23:43).
Untuk masuk surga, yang perlu Anda lakukan hanyalah berkata “ya” kepada Yesus Kristus. Itu saja! Janjinya adalah bahwa Anda akan langsung bersama Allah ketika Anda meninggal dan menghabiskan kekekalan dalam sukacita hadirat-Nya.
Tetapi Anda hanya memiliki satu kehidupan untuk membuat keputusan mengikuti Yesus. Dan Allah telah melakukan segala sesuatu agar Anda dapat masuk surga. Sekarang Anda hanya perlu menerima janji-Nya.
Renungkan:
- Mengapa menurut Anda banyak orang percaya bahwa mereka dapat menunda keputusan untuk menjadi orang Kristen atau tidak?
- Bagaimana kisah penjahat di kayu salib di samping Yesus memberi Anda pengharapan?
- Minggu ini, kepada siapa Anda akan berbicara tentang pentingnya segera mengambil keputusan untuk mengikuti Yesus?
Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 1-3; Yohanes 10:1-23
_____________
Hari ini, Anda memiliki kesempatan untuk memilih di mana Anda akan menghabiskan kekekalan. Jangan menundanya!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
God Has Made a Way to Heaven - Daily Hope with Rick Warren - May 28, 2026
“For God so loved the world that he gave his one and only Son, that whoever believes in him shall not perish but have eternal life.” John 3:16 (NIV)
-------------
Over the years, I’ve encountered people who want to deny the existence of evil. They think that people are basically good and by nature unselfish, and that they naturally put the needs of others before their own.
I always wonder if those people have ever read the news! You don’t have to look far to see that the world is filled with broken relationships, broken promises, and sin. Evil is all around you—from world politics to local conflicts, you can see hatred, bitterness, and corruption.
And because sin and evil exist, hell also exists.
What was true in Noah’s day is still true today: “The LORD observed the extent of human wickedness . . . and he saw that everything they thought or imagined was consistently and totally evil. So the LORD was sorry he had ever made them and put them on the earth. It broke his heart” (Genesis 6:5-6 NLT).
When God looks at all the wrong, evil things that are done in the world, it breaks his heart—because he loves everyone and wants us to learn to love each other.
But God is also holy and just. He is perfect and cannot sin. So one day he will settle the score and right the wrongs: “He is coming to judge the earth. He will judge the world with justice, and the nations with his truth” (Psalm 96:13 NLT).
Until then, God has given you free will so that you can choose to love him—and love involves a choice. That’s why this world is still broken by sin. But in heaven, there is no sin. It’s a completely perfect place.
If heaven is a perfect place, then that means only perfect people get to go there. Of course, that’s a problem—because you’re not perfect, and neither am I. No one is perfect!
If you’re made to last forever and you’re not perfect, you can't go to a perfect place like heaven. So where will you go? The Bible says hell.
But thank God! He has made a way—through Jesus Christ, his Son—for you to join him in heaven: “For God so loved the world that he gave his one and only Son, that whoever believes in him shall not perish but have eternal life. For God did not send his Son into the world to condemn the world, but to save the world through him. Whoever believes in him is not condemned, but whoever does not believe stands condemned already because they have not believed in the name of God’s one and only Son” (John 3:16-18 NIV).
Hell is real. So is heaven. Choose Christ, and there is no condemnation. The choice is yours!
Selasa, 26 Mei 2026
Jangan Menunda Memilih Kekekalan Anda
27 Mei 2026
Bacaan Hari ini:
2 Korintus 5:8 "tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan"
--------------------
Kita telah membahas tentang kenyataan kekal supaya Anda dapat melihat dengan jelas mengapa Anda perlu memilih surga. Namun masih ada satu kenyataan kekal lagi yang perlu Anda ketahui: Tidak ada kesempatan kedua setelah Anda meninggal.
Anda dapat memilih di mana Anda akan menghabiskan kekekalan. Tetapi Anda harus memilih sekarang, selagi Anda masih hidup, bukan setelah Anda meninggal. Tidak ada jalan kembali! Allah memberi Anda seluruh hidup untuk membuat keputusan yang benar. Jika Anda terus menundanya, maka tidak akan ada kesempatan kedua untuk memperbaikinya setelah Anda meninggal.
Alkitab berbicara tentang apa yang terjadi ketika kita meninggalkan tubuh duniawi kita—"kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan" (2 Korintus 5:8). Tidak ada tempat perantara antara surga dan neraka. Tidak ada keadaan sementara. Tidak ada limbo.
Anda mungkin pernah mendengar istilah "api penyucian" (purgatory). Meskipun gagasan itu berkembang dalam sejarah gereja, hal tersebut tidak diajarkan secara jelas dalam Alkitab.
Ketika Yesus sedang sekarat di kayu salib, ada seorang pria di samping-Nya yang sepanjang hidupnya adalah seorang penjahat. Pada detik-detik terakhir hidupnya, pria itu menyerahkan hidupnya kepada Yesus dan berkata, "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja" (Lukas 23:42). Semua yang ia ketahui tentang keselamatan hanyalah bahwa Yesus dapat menyelamatkannya. Ia tidak memahami semua doktrin atau teologi. Ia tidak mengetahui semua kata-kata yang "benar." Ia hanya berkata "ya" kepada Yesus.
Karena iman pria itu, Yesus berkata kepadanya, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Lukas 23:43).
Untuk masuk surga, yang perlu Anda lakukan hanyalah berkata “ya” kepada Yesus Kristus. Itu saja! Janjinya adalah bahwa Anda akan langsung bersama Allah ketika Anda meninggal dan menghabiskan kekekalan dalam sukacita hadirat-Nya.
Tetapi Anda hanya memiliki satu kehidupan untuk membuat keputusan mengikuti Yesus. Dan Allah telah melakukan segala sesuatu agar Anda dapat masuk surga. Sekarang Anda hanya perlu menerima janji-Nya.
Renungkan:
- Mengapa menurut Anda banyak orang percaya bahwa mereka dapat menunda keputusan untuk menjadi orang Kristen atau tidak?
- Bagaimana kisah penjahat di kayu salib di samping Yesus memberi Anda pengharapan?
- Minggu ini, kepada siapa Anda akan berbicara tentang pentingnya segera mengambil keputusan untuk mengikuti Yesus?
Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 28-29; Yohanes 9:24-41
______________
Hari ini, Anda memiliki kesempatan untuk memilih di mana Anda akan menghabiskan kekekalan. Jangan menundanya!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Don’t Put Off Choosing Your Eternity - Daily Hope with Rick Warren - May 27, 2026
“We are fully confident, and we would rather be away from these earthly bodies, for then we will be at home with the Lord.” 2 Corinthians 5:8 (NKJV)
--------------------
We’ve been talking about eternal realities so that you can clearly see why you need to choose heaven. But there’s one more eternal reality you need to know: There’s no second chance after you die.
You get to choose where you’re going to spend eternity. But you have to choose now while you’re alive, not after you’re dead. There’s no going back! God gives you an entire lifetime to make the right decision. If you keep putting it off, then there will be no second chance to get it right once you’ve died.
The Bible talks about what happens when we’re away from our earthly bodies—“for then we will be at home with the Lord” (2 Corinthians 5:8 NLT). There is no halfway house between heaven and hell. There’s no intermediate state. There’s no limbo.
You may have heard the term “purgatory.” While the idea developed over time in church history, it is not clearly taught in Scripture.
When Jesus was dying on the cross, there was a man next to him who had been a criminal his entire life. In his last seconds, the man surrendered his life to Jesus and said, “Lord, remember me when You come into Your kingdom” (Luke 23:42 NKJV). All he knew about salvation was that Jesus could save him. He didn’t know all the doctrines or theology. He didn’t know all the “right” words. He just said “yes” to Jesus.
Because of the man’s faith, Jesus said to him, “Today you will be with me in paradise” (Luke 23:43 NIV).
To get into heaven, all it takes on your part is saying “yes” to Jesus Christ. That’s it! The promise is that you are then guaranteed to be with God instantly when you die and to spend eternity in the joy of his presence.
But you have only one life to make the choice to follow Jesus. And God has done everything to make sure you can get into heaven. Now you just need to receive his promise.
Today, you have the opportunity to choose where you’ll spend eternity. Don’t put it off!
Senin, 25 Mei 2026
Pilihan Terpenting yang Akan Pernah Anda Buat
26 Mei 2026
Bacaan Hari ini:
Pengkhotbah 3:11 "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka."
-------------------
Surga dan neraka itu nyata. Allah ingin Anda memahami kenyataan kekal ini, bersama dengan kenyataan hidup yang ditemukan dalam firman-Nya.
Kenyataan pertama dalam hidup adalah bahwa Allah menciptakan Anda untuk mengasihi Anda, dan Ia ingin Anda belajar mengasihi-Nya kembali. Hukum yang terutama berkata, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu." (Matius 22:37).
Kenyataan kedua dalam hidup adalah ini: Anda diciptakan untuk hidup selamanya. Pengkhotbah 3:11 berkata, "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka.". Tidak peduli seberapa baik kehidupan di dunia ini, pada suatu titik Anda akan berpikir, "Pasti ada sesuatu yang lebih daripada ini"
Dan memang ada! Anda akan menghabiskan jauh lebih banyak waktu di seberang kematian daripada di sisi kehidupan sekarang ini. Kehidupan ini adalah persiapan bagi kehidupan kekal Anda.
Karena itu, ada kenyataan ketiga dalam hidup: Allah telah mempersiapkan dua tempat kekal, yaitu surga dan neraka.
Allah telah mempersiapkan surga sejak dunia dijadikan. Yesus berkata dalam Matius 25:34, "Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.". Anda tidak harus tinggal selamanya di dunia yang telah dirusak oleh dosa. Anda dapat memilih untuk pergi ke tempat yang sempurna dan hidup dalam hadirat Allah selamanya.
Tetapi neraka juga adalah tempat yang nyata. Yesus melanjutkan dengan berkata,"Kemudian Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya, "Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya" (Matius 25:41). Neraka dipersiapkan bagi Iblis dan malaikat-malaikatnya yang memberontak terhadap Allah. Namun sekarang, neraka menjadi kenyataan bagi siapa pun yang memilih untuk memberontak terhadap Allah.
Ketika saya berbicara tentang kenyataan neraka, itu bukan karena saya ingin Anda takut atau putus asa. Saya ingin Anda memahami kebenaran tentang neraka supaya Anda dapat sepenuhnya menerima kenyataan keempat dalam hidup: Anda dapat memilih di mana Anda akan menghabiskan kekekalan.
Ulangan 30:19 berkata, "pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu"
Allah ingin Anda memilih hidup dan menghabiskan kekekalan bersama-Nya. Ia telah membuka jalan menuju surga melalui Anak-Nya, Yesus Kristus. Yesus berjanji, "Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum" (Markus 16:16).
Renungkan:
- Mengapa menurut Anda Allah memberi Anda pilihan untuk mengasihi-Nya atau tidak?
- Bagaimana memahami kenyataan tentang neraka membantu Anda lebih memahami kasih Allah?
- Dalam hal apa saja Allah sedang mempersiapkan Anda sekarang untuk kekekalan?
Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 25-27; Yohanes 9:1-23
__________
Ketika Anda memilih untuk percaya kepada Yesus, Anda dijamin memperoleh hidup kekal bersama Allah di surga. Betapa luar biasanya janji itu!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
===========
The Most Important Choice You’ll Ever Make - Daily Hope with Rick Warren - May 26, 2026
“He has planted eternity in the human heart.” Ecclesiastes 3:11 (NLT)
--------------------
Heaven and hell are real. God wants you to understand this eternal reality, along with the realities of life that are found in his Word.
The first reality of life is that God made you to love you, and he wants you to learn to love him back. The Great Commandment says, “Love the Lord your God with all your heart and with all your soul and with all your mind” (Matthew 22:37 NIV).
The second reality of life is this: You were made to last forever. Ecclesiastes 3:11 says, “He has planted eternity in the human heart” (NLT). No matter how good things are on this planet, at some point in your life you’ll think, “There’s got to be more than this.”
And there is! You’re going to spend far more time on the other side of death than on this side. This life is preparation for your life in eternity.
Because of that, you have the third reality of life: God has prepared two eternal places, heaven and hell.
God has been preparing heaven since the foundation of the world. Jesus says in Matthew 25:34, “Come, you who are blessed by my Father, inherit the Kingdom prepared for you from the creation of the world” (NLT). You don’t have to stay forever on a planet broken by sin. You can choose to go to a place of perfection and be in God’s presence forever.
But hell is also a real place. Jesus goes on to say, “Then the King will turn to those on the left and say, ‘Away with you, you cursed ones, into the eternal fire prepared for the devil and his demons’” (Matthew 25:41 NLT). Hell was prepared for the devil and his angels, who rebelled against God. But now it is a reality for anyone who chooses to rebel against God.
When I spend time talking about the reality of hell, it’s not because I want you to be scared and depressed. I want you to understand the truth about hell so that you can fully embrace the fourth reality of life: You get to choose where you’ll spend eternity.
Deuteronomy 30:19 says, “I am now giving you the choice between life and death, between God’s blessing and God’s curse, and I call heaven and earth to witness the choice you make. Choose life” (GNT).
God wants you to choose life, and to spend eternity with him. He’s opened the door to heaven through his Son, Jesus Christ. Jesus promised, “Anyone who believes me and is baptized will be saved. But anyone who refuses to believe me will be condemned” (Mark 16:16 CEV).
When you choose to believe in Jesus, you’re guaranteed everlasting life with God in heaven. What a promise!