Sabtu, 07 Februari 2026

Allah Akan Memberikan Kata-Kata yang Perlu Anda Ucapkan

08 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
2 Timotius 1:7–8 "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah."
--------------
Anda dapat membagikan iman dengan penuh keyakinan ketika Anda menyadari bahwa Anda tidak harus mengetahui semua jawabannya. Mengapa? Karena Yesuslah yang mengetahui segalanya.

Ada satu hal penting yang perlu selalu Anda ingat: ketika Anda membagikan pengharapan yang Anda miliki di dalam Kristus kepada orang lain, Anda tidak melakukannya sendirian. Allah menyertai Anda dan pada saat yang sama Roh-Nya sedang bekerja di dalam hati orang yang Anda ajak berbicara.

Alkitab menyatakan: "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan @ hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah." (2 Timotius 1:7–8).

Ketika Anda menyadari bahwa kuasa Roh Kudus dan kebenaran Allah tinggal di dalam diri Anda, tidak ada lagi alasan untuk takut menceritakan Yesus kepada orang lain. Kesadaran ini seharusnya memberi Anda kepercayaan diri yang besar.

Lukas 21:13–15 juga memberikan penguatan bagi Anda dalam membagikan iman: "Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu."

Rasa takut ketika membagikan iman adalah hal yang wajar. Anda mungkin berpikir, "Saya tidak tahu harus mengatakan apa kepada rekan kerja, tetangga atau orang-orang di sekitar saya." Namun pada dasarnya Allah berkata kepada Anda, "Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang harus engkau katakan pada saat engkau membutuhkannya."

Renungkan :

- Ceritakan pengalaman ketika Anda merasakan kuasa Allah bekerja di dalam diri Anda saat membagikan kasih Allah kepada seseorang.

- Siapa dalam hidup Anda yang Anda teladani sebagai pribadi yang tidak takut membagikan imannya?

- Bagaimana kehidupan Anda minggu ini akan berbeda jika Anda terus menyadari kehadiran Roh Kudus dalam hidup Anda setiap hari?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 1-3; Matius 24:1-28
____________
Betapa luar biasanya janji ini. Mungkin Anda merasa belum siap atau belum cukup mampu untuk memberitakan Injil. Namun kenyataannya, Anda telah memiliki segala yang Anda perlukan—karena kehadiran Allah dan kuasa-Nya tinggal di dalam diri Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
God Will Give You the Words to Say - Daily Hope with Rick Warren - February 8, 2026

"The Holy Spirit, God's gift, does not want you to be afraid of people, but to be wise and strong, and to love them and enjoy being with them. If you will stir up this inner power, you will never be afraid to tell others about our Lord." 2 Timothy 1:7-8 (TLB)
------------------
You can be confident in sharing your faith when you remember you don't have to know all the answers. Why? Because Jesus does!

Here's something else you need to remember: When you share the hope you have in Christ with others, you're not doing it alone. God is with you! And his Spirit is working in the other person's heart as you're sharing with them.

The Bible says, "The Holy Spirit, God's gift, does not want you to be afraid of people, but to be wise and strong, and to love them and enjoy being with them. If you will stir up this inner power, you will never be afraid to tell others about our Lord" (2 Timothy 1:7-8 TLB).

When you realize the Holy Spirit's power and God's truth are in you, you never have to be afraid to tell others about Jesus. That should give you a lot of confidence!

Luke 21:13-15 also gives encouragement for sharing your faith: "This will be your chance to tell about your faith. Don't worry about what you will say to defend yourselves. I will give you the wisdom to know what to say" (CEV).

It's common to be fearful about sharing your faith with someone. You might think, "I don't know what to say to that person at the office, on the soccer field, or in my neighborhood." But God essentially says to you, "I will tell you what to say when you need it."

What an amazing promise! You may not feel ready or equipped to share the gospel, but the truth is, you have everything you need because of God's presence and power in you.


Allah Akan Memberikan Kata-Kata yang Perlu Anda Ucapkan

08 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
2 Timotius 1:7–8 "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah."
--------------
Anda dapat membagikan iman dengan penuh keyakinan ketika Anda menyadari bahwa Anda tidak harus mengetahui semua jawabannya. Mengapa? Karena Yesuslah yang mengetahui segalanya.

Ada satu hal penting yang perlu selalu Anda ingat: ketika Anda membagikan pengharapan yang Anda miliki di dalam Kristus kepada orang lain, Anda tidak melakukannya sendirian. Allah menyertai Anda dan pada saat yang sama Roh-Nya sedang bekerja di dalam hati orang yang Anda ajak berbicara.

Alkitab menyatakan: "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan @ hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah." (2 Timotius 1:7–8).

Ketika Anda menyadari bahwa kuasa Roh Kudus dan kebenaran Allah tinggal di dalam diri Anda, tidak ada lagi alasan untuk takut menceritakan Yesus kepada orang lain. Kesadaran ini seharusnya memberi Anda kepercayaan diri yang besar.

Lukas 21:13–15 juga memberikan penguatan bagi Anda dalam membagikan iman: "Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu."

Rasa takut ketika membagikan iman adalah hal yang wajar. Anda mungkin berpikir, "Saya tidak tahu harus mengatakan apa kepada rekan kerja, tetangga atau orang-orang di sekitar saya." Namun pada dasarnya Allah berkata kepada Anda, "Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang harus engkau katakan pada saat engkau membutuhkannya."

Renungkan :

- Ceritakan pengalaman ketika Anda merasakan kuasa Allah bekerja di dalam diri Anda saat membagikan kasih Allah kepada seseorang.

- Siapa dalam hidup Anda yang Anda teladani sebagai pribadi yang tidak takut membagikan imannya?

- Bagaimana kehidupan Anda minggu ini akan berbeda jika Anda terus menyadari kehadiran Roh Kudus dalam hidup Anda setiap hari?

Bacaan Alkitab Setahun :
Imamat 1-3; Matius 24:1-28
____________
Betapa luar biasanya janji ini. Mungkin Anda merasa belum siap atau belum cukup mampu untuk memberitakan Injil. Namun kenyataannya, Anda telah memiliki segala yang Anda perlukan—karena kehadiran Allah dan kuasa-Nya tinggal di dalam diri Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
============
God Will Give You the Words to Say - Daily Hope with Rick Warren - February 8, 2026

"The Holy Spirit, God's gift, does not want you to be afraid of people, but to be wise and strong, and to love them and enjoy being with them. If you will stir up this inner power, you will never be afraid to tell others about our Lord." 2 Timothy 1:7-8 (TLB)
---------------------
You can be confident in sharing your faith when you remember you don't have to know all the answers. Why? Because Jesus does!

Here's something else you need to remember: When you share the hope you have in Christ with others, you're not doing it alone. God is with you! And his Spirit is working in the other person's heart as you're sharing with them.

The Bible says, "The Holy Spirit, God's gift, does not want you to be afraid of people, but to be wise and strong, and to love them and enjoy being with them. If you will stir up this inner power, you will never be afraid to tell others about our Lord" (2 Timothy 1:7-8 TLB).

When you realize the Holy Spirit's power and God's truth are in you, you never have to be afraid to tell others about Jesus. That should give you a lot of confidence!

Luke 21:13-15 also gives encouragement for sharing your faith: "This will be your chance to tell about your faith. Don't worry about what you will say to defend yourselves. I will give you the wisdom to know what to say" (CEV).

It's common to be fearful about sharing your faith with someone. You might think, "I don't know what to say to that person at the office, on the soccer field, or in my neighborhood." But God essentially says to you, "I will tell you what to say when you need it."

What an amazing promise! You may not feel ready or equipped to share the gospel, but the truth is, you have everything you need because of God's presence and power in you.


Jumat, 06 Februari 2026

Perkataan Pertama dan Terakhir Yesus

07 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 28:18–19 "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus"
------------------
Satu hal dinyatakan dengan sangat jelas dalam Alkitab : Allah menghendaki Anda menyampaikan Kabar Baik tentang keselamatan melalui Yesus Kristus kepada orang lain. Bahkan, sebagian dari perkataan pertama dan terakhir Yesus yang dicatat dalam Alkitab secara langsung berkaitan dengan panggilan untuk membagikan pengharapan di dalam Dia.

Pada awal pelayanan-Nya, Yesus mengumpulkan sekelompok kecil nelayan—orang-orang biasa—dan berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan Aku akan menjadikan kamu penjala manusia" (Matius 4:19). Ini adalah beberapa dari perkataan pertama yang Yesus ucapkan kepada para pengikut-Nya.

Perhatikan logika Yesus dalam perkataan ini. Ketika Anda mengikuti Dia, Ia mengajar Anda untuk peduli terhadap orang lain—khususnya agar mereka juga dapat mengenal-Nya. Mengikut Yesus bukan hanya tentang hubungan pribadi dengan Allah, tetapi juga tentang membawa orang lain masuk ke dalam keluarga Allah. Itulah bagian dari makna sejati menjadi anggota keluarga-Nya.

Kemudian, menjelang akhir pelayanan-Nya di dunia, Yesus kembali menegaskan hal yang sama. Dalam bagian Alkitab yang dikenal sebagai Amanat Agung, Yesus berkata:"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (Matius 28:18–19). Ini adalah beberapa dari perkataan terakhir Yesus sebelum Ia kembali ke surga.

Mengapa Yesus memiliki segala kuasa di surga dan di bumi? Karena Dialah Pencipta alam semesta. Oleh sebab itu, Ia memiliki otoritas penuh atas segala sesuatu. Dan dengan otoritas itu, Yesus mengutus Anda untuk pergi dan menjadikan orang lain murid-Nya. Dengan kata lain, Anda diutus sebagai wakil Allah—sebagai agen-Nya—untuk melanjutkan misi-Nya di dunia ini.

Sekarang, renungkanlah pertanyaan ini dengan sungguh-sungguh:
Apakah akan ada seseorang di surga kelak karena kesaksian Anda? Pernahkah Anda menuntun seseorang untuk percaya kepada Kristus?

Renungkan :

- Siapa orang pertama yang memberitakan Yesus kepada Anda?

- Fakta bahwa perkataan pertama dan terakhir Yesus berfokus pada membawa orang kepada-Nya menunjukkan apa tentang kerinduan Allah untuk menumbuhkan keluarga-Nya?

- Kepada siapa Anda dapat membagikan pengharapan yang Anda miliki di dalam Yesus minggu ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 39-40; Matius 23:23-39
____________
Jika Anda mengikuti perkataan pertama dan terakhir Yesus, suatu hari nanti akan ada orang yang berkata kepada Anda di surga: "Terima kasih. Hari ini saya ada di surga karena Anda."

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Jesus' First and Last Words - Daily Hope with Rick Warren - February 07, 2026

"All authority in heaven and on earth has been given to me. Therefore go and make disciples of all nations." Matthew 28:18-19 (NIV)
--------------------
One thing is made very clear in Scripture: God wants you to tell people the Good News of salvation through Jesus Christ. In fact, some of the first and last recorded words of Jesus were about sharing the hope you have in him.

In Matthew 4:19, at the beginning of his ministry, Jesus gathered a small group of fishermen—just ordinary people—and said, "Follow me, and I will show you how to fish for people!" (NLT) These were some of the very first words Jesus spoke to his followers.

Do you see Jesus' logic in that verse? When we follow him, he teaches us to care about helping others come to know him too. That's part of what it looks like to belong to God's family, bringing other people into his family with you.

Later in the book of Matthew, Jesus talked again about reaching others with the Good News. This passage is called the Great Commission. Jesus said, "All authority in heaven and on earth has been given to me. Therefore go and make disciples of all nations" (Matthew 28:18-19 NIV). These were some of the very last words of Jesus before he went back to heaven.

Why does Jesus have "all authority in heaven and on earth"? Because he created the universe, so he's been given all authority over it. Jesus authorizes you to go make disciples. This means you are God's agent!

Is anyone going to be in heaven because of you? Have you ever led anybody to faith in Christ? Follow the first and last words of Jesus, and people will one day say to you in heaven, "Thank you! I'm in heaven today because of you."


Kamis, 05 Februari 2026

Mengapa Anda Perlu Memberitakan Yesus kepada Orang Lain

06 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 4:19 "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia"
--------------
Allah telah memanggil Anda untuk menjadi saksi-Nya di dunia ini. Sebagai anak Allah, Anda dipanggil bukan hanya untuk percaya kepada Yesus, tetapi juga untuk membagikan pengharapan yang Anda miliki di dalam Dia kepada orang lain.

Namun dalam kenyataannya, banyak orang Kristen memilih untuk diam. Saya sering menyebut mereka sebagai "orang Kristen sungai Artik"—airnya mengalir, tetapi mulutnya membeku. Mereka menahan diri dan tidak pernah berbicara tentang Yesus. Padahal Yesus dengan jelas menyatakan bahwa mengikut Dia berarti terlibat dalam misi-Nya.

Alkitab berkata: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia" (Matius 4:19).

Lalu, mengapa Allah begitu menekankan agar Anda membagikan pengharapan Anda kepada orang lain? Berikut beberapa alasannya.

1. Setiap orang membutuhkan Yesus

Kabar Baik tentang Yesus jauh lebih berharga daripada apa pun yang dapat ditawarkan dunia ini. Bahkan, nilainya melampaui kesembuhan dari penyakit apa pun, termasuk kanker atau Alzheimer. Ketika Anda mengarahkan seseorang kepada Yesus, Anda menawarkan hidup yang kekal—pengampunan atas masa lalu, tujuan hidup yang sejati, dan rumah kekal di surga. Tidak ada satu pun manusia yang tidak membutuhkan hal ini.

2. Yesus sendiri memerintahkannya

Yesus dengan tegas memberikan Amanat Agung: "Pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku" (Matius 28:19). Namun sering kali, Anda mungkin lebih memikirkan apa kata orang lain daripada apa yang Allah kehendaki. Kekhawatiran akan penilaian orang bisa membuat Anda diam. Meski demikian, perintah Yesus tetap berlaku—Ia memanggil Anda untuk berbagi pengharapan, bukan untuk menjaga kenyamanan pribadi.

3. Kasih kepada Allah dan sesama mendorong Anda

Alkitab menyatakan: "Kasih Kristus yang menguasai kami" (2 Korintus 5:14). Motivasi sejati untuk memberitakan Injil bukanlah kewajiban semata, melainkan kasih. Ketika Anda sungguh mengasihi Yesus dan mengasihi sesama, Anda tidak akan bisa tinggal diam. Kasih Kristus mendorong Anda untuk membagikan pengharapan yang telah mengubah hidup Anda.

4. Ada upah kekal yang Allah sediakan

Amsal 11:30 berkata: "Hasil orang benar adalah pohon kehidupan, dan siapa bijak, mengambil hati orang". Jika Anda rindu hidup yang berbuah dan bermakna, bawalah orang kepada Yesus. Jika Anda ingin meninggalkan warisan yang kekal, pastikan orang-orang yang Anda kenal memilikimu kesempatan untuk berada bersama Anda di surga kelak.

Sekarang, luangkan waktu sejenak. Pikirkan satu orang dalam hidup Anda yang belum mengenal Yesus. Lalu berdoalah dengan tulus:
"Allah, saya rindu mendapat kehormatan untuk membawa orang ini masuk ke dalam keluarga-Mu. Saya ingin mereka bersama saya dalam kekekalan. Tolonglah saya agar tidak lagi menahan diri."

Setelah itu, ambillah langkah iman. Pergilah dan ceritakan kepada mereka tentang Yesus.

Renungkan :

- Dalam situasi apa Anda pernah memilih diam dan tidak membagikan Yesus kepada seseorang yang belum mengenal-Nya?

- Apa ketakutan atau hambatan utama yang selama ini menahan Anda untuk memberitakan Kabar Baik?

- Bagaimana kasih Anda kepada Kristus dan sesama dapat mendorong Anda untuk lebih berani membagikan pengharapan di dalam Yesus?

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 36-38; Matius 23:1-22
_____________
Jika seseorang tidak menjala, maka sesungguhnya ia tidak sedang mengikuti Yesus.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Why Tell People About Jesus - Daily Hope with Rick Warren - February 06, 2026

"Come, follow me, and I will show you how to fish for people!" Matthew 4:19 (NLT)
-------------------
God has called you to be a witness for him in the world. He expects you to tell others about the hope you have in Jesus.

But many people are what I call "arctic river Christians." They're frozen at the mouth. They hold back or don't say anything about Jesus. But Jesus says, "If you're not fishing, then you're not following me."

The Bible says, "Come, follow me, and I will show you how to fish for people!" (Matthew 4:19 NLT)

Why does God want you to share your hope? Here are a few reasons.

Everybody needs Jesus. The Good News of Jesus is better than anything this world could offer. It's better than the cure for cancer, Alzheimer's, or any other sickness. When you point people to Jesus, you offer them eternal life. You show them how to have their past forgiven, a purpose for living, and a home in heaven. Everybody needs that!

Jesus commands it. Jesus' Great Commission is clear: "Go and make disciples of all the nations" (Matthew 28:19 NLT). But, if you're like most people, sometimes you care more about what others think than what God thinks. You're more worried about your reputation than the salvation of others. But Jesus commands you to share your hope despite your worries.

You love God and people. The Bible says, "Christ's love compels us, because we are convinced that [he] died for all" (2 Corinthians 5:14 NIV). People often ask me, "What motivates you year after year to keep sharing the gospel around the world?" I tell them, "It's because I love Jesus Christ with all my heart, and I love people." Christ's love compels me to tell others about the hope I have in him.

You will be rewarded in heaven. Proverbs 11:30 says, "The fruit of the righteous is a tree of life, and he who wins souls is wise" (NKJV). Do you want to bear fruit and be wise? Bring people to Jesus. Do you want to leave a legacy? Make sure the people you know will be with you in heaven one day.

Right now, think of one person in your life who doesn't know Jesus yet. Pray, "God, I want the privilege of bringing this person into your family. I want them to be in heaven with me. Please help me not to hold back anymore."

Now, go tell them about Jesus!


Rabu, 04 Februari 2026

JAGA PIKIRAN KITA


RENUNGAN PAGI........
WAKTU & NASIB punya peran, s e h i n g g a :
-Pemenang Perlombaan tidak selalu untuk yg cepat
-Ketangguhan pejuang tidak selalu untuk yg Kuat
-Berkat tidak selalu untuk yg BerhikmatKekayaan tidak selalu untuk yg CerdasKeberuntungan tidak selalu untuk yang Jenius.
-Seperti tingginya LANGIT dari bumi, demikianlah panjangnya lika liku KEHIDUPAN
-Mungkinkah selembar DAUN yang kecil dapat menutupi BUMI yang luas ini..?
-Menutupi telapak tangan saja SULIT...
-Tapi, jika daun kecil ini menempel di MATA kita , maka tertutuplah BUMI...
-Begitu juga bila DIRI kita ditutupi pikiran BURUK sekecil apapun,
-Maka kita akan melihat KEBURUKAN di mana mana, BUMI ini pun akan tampak BURUK...
-Jangan menutupi MATA kita, walau pun hanya dengan DAUN yang kecil sekalipun..
-Jangan menutupi DIRI kita degan sebuah PIKIRAN BURUK, walau hanya seujung kuku...
-Bila DIRI kita TERTUTUP, maka TERTUTUPLAH semuanya,
-Air yang banyak di lautan luas yang dalam takkan sanggup menenggelamkan sebuah perahu kecil yang ada di atasnya,
kecuali kalo AIR itu mulai masuk ke dalam perahu.
-Demikian juga dengan HIDUP ini, Gosip & segala penilaian negatif akan selalu ada di sekeliling kita.
-Namun semuanya itu takkan sanggup menenggelamkan kita, kecuali kita membiarkan semua itu masuk ke dalam PIKIRAN kita.
-Menjaga PIKIRAN itu bukanlah tanggung jawab orang lain, melainkan adalah tanggung jawab kita masing~masing.
Kita tidak bisa menyalahkan ORANG LAIN untuk setiap masalah yang hadir dalam hidup kita, bila kita sendiri tidak bertanggung jawab , karena sudah membiarkan SAMPAH! masuk & mengotori PIKIRAN kita.
-Kita harus menyaring apapun yang masuk melalui pikiran kita sebagai pintu gerbangnya.
-Bila pikiran kita BAIK, maka akan terasa nyaman hidup kita.
-Jangan LENGAH...
-Berpikirlah Positif karena itu akan membuat hidup kita bisa mengucap Syukur
-π™ˆπ˜Όπ™π™„  π™†π™„π™π˜Ό  Yπ˜Όπ™†π™„π™‰π™„  π™Žπ™€π™ˆπ™π˜Ό  𝙄𝙉𝙄  π™†π™„π™π˜Ό  π™ˆπ˜Όπ™ˆπ™‹π™  π™‡π˜Όπ™†π™π™†π˜Όπ™‰  𝙐𝙉𝙏𝙐𝙆  π™ˆπ™€π™‰π™‚π™„π™Žπ™„  π™ƒπ˜Όπ™π™„  𝙄𝙉𝙄  π˜Ώπ™€π™‰π™‚π˜Όπ™‰  π™†π™€π˜½π˜Όπ™„π™†π˜Όπ™‰.
JADIKAN HIDUP INI LEBIH   & BERARTI.
Selamat Pagi. Selamat Beraktivitas. Sehat dan Sukses selalu. GBUπŸ™πŸ™πŸ™



Bagaimana Menumbuhkan Keluarga Allah?

05 Februari 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 40:3 "Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN."
--------------
Oleh karena Yesus, Anda dapat menerima pengampunan atas masa lalu Anda, memiliki tujuan hidup dan memperoleh tempat tinggal kekal di surga. Menceritakan kepada orang lain tentang pengharapan yang Anda miliki di dalam Yesus adalah tindakan kasih yang paling nyata.

Ketika orang lain melihat perbedaan yang Yesus buat dalam hidup Anda, hal itu akan membawa dampak. Alkitab menyatakan: "Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN." (Mazmur 40:3).

Untuk menolong Anda membagikan pengharapan di dalam Yesus kepada orang-orang di sekitar Anda, mulailah dengan tiga tindakan sederhana berikut ini:

1. Dengarkan terlebih dahulu

Setiap orang di dunia ini memiliki kerinduan yang mendalam untuk didengarkan, dipahami, dan dihargai perasaannya. Amsal 18:13 berkata: "Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya". Telinga Anda adalah sarana yang sangat kuat untuk menunjukkan kasih. Ketika Anda sungguh-sungguh mendengarkan seseorang, Anda sering kali menemukan kunci yang membuka hatinya.

2. Bagikan kisah-kisah Anda

Perhatikan bahwa yang dibagikan adalah kisah-kisah, bukan hanya satu kisah. Mengapa demikian? Karena Anda memiliki banyak kesaksian. Banyak orang berpikir bahwa mereka hanya memiliki satu kesaksian, yaitu tentang bagaimana mereka datang kepada Kristus. Namun, pernahkah Allah menolong Anda dalam masalah keuangan, relasi atau kesehatan? Anda memiliki banyak kesaksian yang penuh kuasa untuk mengarahkan orang kepada Yesus.

3. Ajak orang untuk beribadah bersama

Salah satu cara terbaik untuk membagikan Kabar Baik adalah dengan mengajak orang lain datang ke gereja. Ketika mereka mengikuti ibadah, mereka akan melihat orang-orang percaya berkumpul, menyembah Allah dan belajar bersama dari Firman-Nya. Kisah Para Rasul 2:47 menyatakan: "sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan"

Renungkan :

- Kapan terakhir kali Anda membagikan pengharapan yang Anda miliki di dalam Yesus kepada seseorang? Bagaimana tanggapan mereka?

- Ingatlah saat Anda benar-benar berfokus untuk mendengarkan seseorang. Apa yang Anda temukan dari pengalaman tersebut?

- Bagaimana Allah baru-baru ini menolong Anda dalam masalah keuangan, relasi, atau kesehatan? Kepada siapa Anda dapat membagikan kesaksian tersebut?

Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 34-35; Matius 22:23-46
__________
Banyak orang mengalami kekosongan rohani karena mereka belum mengenal pengharapan yang diberikan oleh Yesus. Langkah apa yang dapat Anda ambil hari ini untuk membawa seseorang masuk ke dalam keluarga Allah?

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
How to Grow God's Family - Daily Hope with Rick Warren - February 05, 2026

"Many will see what he has done and be amazed. They will put their trust in the LORD." Psalm 40:3 (NLT)
-------------------
Because of Jesus, you can have your past forgiven, a purpose for living, and a home in heaven. Telling others about the hope you have in Jesus is the most loving thing you can do.

When people see the difference Jesus makes in your life, it has an impact. The Bible says, "Many will see what he has done and be amazed. They will put their trust in the LORD" (Psalm 40:3 NLT).

To help you share the hope of Jesus with the people in your life, you can start with these three simple actions:

Listen first. Every person on the planet has a deep hunger to be heard, to be understood, and to have their feelings validated. Proverbs 18:13 says, "Listen before you answer" (GNT). Your ears are great tools for showing love to someone. When you listen to another person, you can find the key to their heart.

Share your stories. Notice I said "stories," not "story." Why? Because you have many stories, or testimonies. A lot of people think they only have one testimony—the testimony of how they came to Christ. But has God ever helped you with a financial, relational, or health problem? You have hundreds of powerful testimonies that can point people to Jesus.

Bring people to worship. One of the best ways you can share the Good News is to bring people to church. As they walk into a service, they will see believers coming together, worshiping God, and learning together from God's Word. Acts 2:47 says, "At the same time, they praised God and had the good will of all the people. Every day the Lord saved people, and they were added to the group" (GW).

Most people are spiritually empty because they don't know about the hope Jesus gives. What step can you take today to bring someone into the family of God?


Selasa, 03 Februari 2026

BEDAH TEKNIS PENCULIKAN PRESIDEN VENEZUELA

OPERASI 300 MENIT:

Oleh: Dr. Efatha Filomeno Borromeu Duarte

(Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana)

Gila.
Benar-benar gila.

Sabtu malam itu, langit Caracas tidak sekadar gelap. Ia penuh sesak.

Ada 150 pesawat di atas sana.
Mereka datang dari 20 pangkalan berbeda. Dari Florida. Dari Puerto Rico. Dari geladak kapal induk.

Semuanya bertemu di satu titik koordinat. Di detik yang sama.
Tanpa saling tabrak. Tanpa terdeteksi.
Ini bukan lagi operasi militer. Ini sihir logistik.

Mari kita bedah jeroannya. Agar kita tahu betapa mengerikannya dunia tempat kita hidup sekarang.

Orkestrasi Hantu Langit

Yang terjadi di udara itu sebuah mahakarya teknis.

Di lapisan paling atas, ada E-3 Sentry. Pesawat radar piringan jamur itu. Ia jadi dirigen. Mengatur lalu lintas tempur agar tidak kacau.

Di bawahnya, ada F-35 Lightning II.
Perhatikan detail ini: F-35 tidak menembakkan satu peluru pun.

Tugasnya cuma satu: menjadi "pengendus". Sensor fusion-nya menyedot semua sinyal elektronik dari daratan Venezuela.

Begitu radar S-300 buatan Rusia milik Venezuela menyala, F-35 mengirim data ke belakang.

Di sana sudah menunggu EA-18G Growler. Pesawat perang elektronika.
Boom! Bukan bom yang dijatuhkan. Tapi sinyal jamming bertenaga tinggi.

Layar radar di Caracas tidak meledak. Hanya memutih. Buta total. Operator radar Venezuela cuma bisa bengong melihat semut di layar monitor.

Saat buta itulah, tamu utamanya masuk.
Resimen Operasi Khusus Penerbangan ke-160. Julukannya Night Stalkers.
Mereka membawa helikopter MH-47 Chinook.

Terbangnya sinting. Hanya 30 meter di atas ombak Laut Karibia. Memanfaatkan sea clutter (gangguan ombak) untuk sembunyi dari sisa-sisa radar.

Mereka mendarat di jantung kota. Delta Force turun. FBI turun.
Lima jam. Selesai.

Presiden NicolΓ‘s Maduro diangkut ke kapal induk USS Iwo Jima.
Seperti paket kilat JNE.

*Ruang Server & AI Kematian*

Tapi tunggu dulu.
Pasukan elit itu cuma penyapu sampah.
Pembunuh aslinya tidak memegang senapan. Ia duduk manis di dalam kabel optik bawah laut.

Sebulan lalu, Amerika diam-diam menyebar senjata baru: AI Finansial.
Dulu, sanksi ekonomi itu manual. Orang mengecek dokumen satu-satu.

Sekarang? Algoritma yang bekerja.
AI ini ganas. Ia tidak memburu nama perusahaan. Ia memburu pola.

Ada kapal tanker Venezuela mau beli bahan bakar di tengah laut?
AI mendeteksi pola transfer uangnya. Lewat Panama. Lewat Hong Kong.
Klik. Diblokir.

Kapal-kapal tanker itu menjadi bangkai besi terapung.
Mesinnya hidup, tapi tak bisa bergerak.
Asuransi maritim dari London diputus otomatis.
Biaya sandar pelabuhan ditolak.

Logistik Venezuela dicekik sampai biru.
Tanpa bensin, tank tidak jalan. Tanpa uang, jenderal tidak setia.

Maduro jatuh bukan karena kalah perang. Ia jatuh karena "dompet"-nya dimatikan dari jarak 4.000 kilometer.

*"Lawfare": Perang Gaya Baru*

Yang bikin saya merinding bukan pesawatnya. Tapi penumpangnya.
Ada agen FBI Hostage Rescue Team (HRT).

Kenapa bawa polisi?
Ini cerdiknya. Liciknya.
Amerika ingin membingkai ini bukan sebagai "Invasi Militer" (itu melanggar PBB).

Mereka membingkainya sebagai "Penegakan Hukum" (menangkap buronan narkoba).
Konsep kedaulatan negara (Westphalian Sovereignty) resmi jadi sampah.
Batas negara dianggap tidak ada.
Hukum Amerika berlaku di seluruh dunia. Ekstrateritorial.

Kalau mereka mau ambil orang di Jakarta, di Moskow, di Caracas, mereka pakai dalih "surat perintah penangkapan".
Ini namanya Lawfare. Perang menggunakan hukum sebagai senjata.

*Puing-Puing Geopolitik*

Kasihan Rusia.
Vladimir Putin pasti sedang minum vodka sambil sakit kepala.

Venezuela itu "kapal induk daratan" Rusia di Amerika Latin.
Tempat parkir pesawat pembom nuklir Tu-160 Blackjack.

Investasi Rosneft miliaran dolar di sana.
Dalam satu malam, aset itu hangus.
Rusia kehilangan pijakan strategisnya. Tanpa sempat menarik pelatuk.

China juga sama. Utang Venezuela ke Beijing mungkin tak akan pernah kembali.

*Alarm untuk Kita*

Lantas, bagaimana dengan Indonesia?
Membaca berita Caracas ini rasanya getir. Pahit.
Kita punya Nikel. Kita punya Laut. Kita seksi.

Tapi lihat diri kita di cermin.
Radar kita? Masih banyak yang bolong.
Sistem bank kita? Masih numpang jalur pipa SWIFT punya Barat.

Data kita? Masih di cloud asing.
Operasi Caracas mengajarkan satu hal: Kedaulatan tanpa teknologi itu omong kosong.

Diplomasi tanpa otot siber itu cuma puisi cengeng.
Jika besok kita dianggap "nakal" entah tiba-tiba karena hilirisasi atau karena vokal di PBB, siapkah kita?

Siapkah jika tombol "OFF" ditekan dari Washington?
Siapkah jika bank kita offline dan pesawat tempur asing sudah ada di atas Monas tanpa terdeteksi?
Di meja makan raksasa dunia hari ini, pilihannya cuma dua.

Anda duduk memegang garpu sebagai pemain.
Atau Anda telanjang di atas piring sebagai menu santapan.

Caracas sudah jadi menu.
Semoga kita lekas bangun. Sebelum ikut dimakan.
==========
Alasan sebenarnya AS menyerang Venezuela kembali ke sebuah kesepakatan yang dibuat Henry Kissinger dengan Arab Saudi pada tahun 1974.

Dan ini penjelasan-nya: Sebenarnya tentang KELANGSUNGAN hidup dolar AS itu sendiri.

Bukan narkoba. Bukan terorisme. Bukan "demokrasi." 

Ini tentang sistem petrodollar yang telah menjaga Amerika sebagai kekuatan ekonomi dominan selama 50 tahun. 

Dan Venezuela baru saja mengancam untuk mengakhirinya. 

---

Inilah yang sebenarnya baru saja terjadi: 

- Venezuela memiliki 303 miliar barel cadangan minyak terbukti. 


- Yang terbesar di Bumi. 


- Lebih banyak daripada Arab Saudi. 


- 20% dari seluruh minyak dunia. 

Tetapi bagian pentingnya adalah: 

- Venezuela secara aktif menjual minyak itu dalam yuan Tiongkok. Bukan dolar. 


- Pada 2018, Venezuela mengumumkan akan "membebaskan diri dari dolar." 


- Mereka mulai menerima yuan, euro, rubel—apa saja ASAL bukan dolar untuk minyak. 


- Mereka mengajukan diri untuk bergabung dengan BRICS. 


- Mereka membangun saluran pembayaran langsung dengan Tiongkok yang sepenuhnya melewati SWIFT. 


- Dan mereka duduk di atas cadangan minyak yang cukup untuk mendanai de-dollarization selama puluhan tahun. 

---

Mengapa ini penting? 

Karena seluruh sistem keuangan Amerika dibangun di atas satu hal: petrodollar. 

- Tahun 1974, Henry Kissinger membuat kesepakatan dengan Arab Saudi: 


  Semua minyak yang dijual secara global harus dihargai dalam dolar AS. 
  Sebagai imbalannya, Amerika memberikan perlindungan militer. 

- Kesepakatan tunggal ini menciptakan permintaan buatan untuk dolar di seluruh dunia. 


- Setiap negara di Bumi membutuhkan dolar untuk membeli minyak. 


- Ini memungkinkan Amerika mencetak uang tanpa batas sementara negara lain bekerja untuk mendapatkannya. 


- Membiayai militer. Negara kesejahteraan. Pengeluaran defisit. 

Petrodollar lebih penting bagi hegemoni AS daripada kapal induk. 

---

Dan ada pola tentang apa yang terjadi pada para pemimpin yang menantangnya: 

- 2000: Saddam Hussein mengumumkan Irak akan menjual minyak dalam euro, bukan dolar. 


- 2003: Diserang. Pergantian rezim. Minyak Irak segera kembali ke dolar. Saddam digantung. 


  Senjata pemusnah massal tidak pernah ditemukan karena memang tidak ada. 

- 2009: Gaddafi mengusulkan mata uang Afrika berbasis emas yang disebut "dinar emas" untuk perdagangan minyak. 


  Email bocor Hillary Clinton sendiri mengonfirmasi ini adalah alasan UTAMA intervensi. 
  Kutipan email: "Emas ini dimaksudkan untuk membentuk mata uang pan-Afrika berbasis Dinar emas Libya." 

- 2011: NATO membom Libya. Gaddafi disiksa dan dibunuh. Libya kini memiliki pasar budak terbuka. 


  "We came, we saw, he died!" Clinton tertawa di depan kamera. 
  Dinar emas mati bersamanya. 

Dan sekarang Maduro. 

- Dengan lima kali lebih banyak minyak daripada Saddam dan Gaddafi digabungkan. 


- Secara aktif menjual dalam yuan. 


- Membangun sistem pembayaran di luar kendali dolar. 


- Mengajukan diri bergabung BRICS. 


- Bermitra dengan Tiongkok, Rusia, dan Iran—tiga negara yang memimpin de-dollarization global. 

Ini bukan kebetulan. 

Tantang petrodollar. Dapatkan pergantian rezim. 
Setiap. Kali. 

---

Stephen Miller (penasihat keamanan dalam negeri AS) bahkan mengatakannya dua minggu lalu: 

"Keringat, kecerdikan, dan kerja keras orang Amerika menciptakan industri minyak di Venezuela. Ekspropriasi tirani ini adalah pencurian terbesar yang pernah tercatat atas kekayaan dan properti Amerika." 

Mereka tidak menyembunyikannya. 

Mereka mengklaim minyak Venezuela MILIK Amerika karena perusahaan AS mengembangkannya 100 tahun lalu. 

Dengan logika ini, setiap sumber daya yang dinasionalisasi dalam sejarah adalah "pencurian." 

---

Tetapi masalah yang lebih dalam: 

Petrodollar sudah sekarat. 

- Rusia menjual minyak dalam rubel dan yuan sejak perang Ukraina. 


- Arab Saudi secara terbuka membicarakan penyelesaian dalam yuan. 


- Iran sudah bertahun-tahun berdagang dengan mata uang non-dolar. 

- Tiongkok membangun CIPS, alternatif SWIFT mereka sendiri dengan 4.800 bank di 185 negara. 

- BRICS sedang aktif membangun sistem pembayaran yang sepenuhnya melewati dolar. 

- Proyek mBridge memungkinkan bank sentral menyelesaikan perdagangan secara instan dalam mata uang lokal. 

Jika Venezuela bergabung BRICS dengan 303 miliar barel minyak, ini akan mempercepat proses secara eksponensial. 

---

Itulah inti sebenarnya dari invasi ini. 

- Bukan menghentikan narkoba. Venezuela hanya menyumbang kurang dari 1% kokain AS. 

- Bukan terorisme. Tidak ada bukti Maduro menjalankan "organisasi teror." 

- Bukan demokrasi. AS mendukung Arab Saudi, yang tidak punya pemilu sama sekali. 

Ini tentang mempertahankan kesepakatan berusia 50 tahun yang memungkinkan Amerika mencetak uang sementara dunia bekerja untuknya. 

---

Dan konsekuensinya mengerikan: 

- Rusia, Tiongkok, dan Iran sudah mengecam ini sebagai "agresi bersenjata." 

- Tiongkok adalah pelanggan minyak terbesar Venezuela. Mereka kehilangan miliaran. 

- Negara-negara BRICS menyaksikan sebuah negara diserang hanya karena berdagang di luar dolar. 

Setiap negara yang mempertimbangkan de-dollarization baru saja mendapat pesan: 
Tantang dolar dan kami akan membommu. 

---

Tetapi masalahnya... 

Pesan itu mungkin mempercepat de-dollarization, bukan menghentikannya. 

Karena kini setiap negara di Global South tahu apa yang terjadi jika menantang hegemoni dolar. 
Dan mereka sadar satu-satunya perlindungan adalah bergerak lebih cepat. 

---

Waktu kejadian juga gila: 

- 3 Januari 2026: Venezuela diserang. Maduro ditangkap. 

- 3 Januari 1990: Panama diserang. Noriega ditangkap. 

36 tahun berselang. Hampir tepat di hari yang sama. 

Skenario yang sama. Alasan "perdagangan narkoba" yang sama. 
Alasan nyata yang sama: kontrol atas sumber daya strategis dan jalur perdagangan. 

Sejarah tidak berulang. Tapi berima. 

---

Apa yang terjadi selanjutnya: 

- Konferensi pers Trump di Mar-a-Lago menetapkan narasi. 

- Perusahaan minyak AS sudah berbaris. Politico melaporkan mereka telah didekati untuk "kembali ke Venezuela." 

- Oposisi akan dipasang. Minyak akan kembali mengalir dalam dolar. 

- Venezuela menjadi Irak lain. Libya lain. 

---

Tetapi inilah yang tidak ditanyakan siapa pun: 

- Apa yang terjadi ketika Anda tidak lagi bisa membom jalan menuju dominasi dolar? 


- Ketika Tiongkok memiliki cukup pengaruh ekonomi untuk membalas? 


- Ketika BRICS menguasai 40% PDB global dan berkata "tidak ada lagi dolar"? 


- Ketika dunia sadar petrodollar dipertahankan dengan kekerasan? 

Amerika baru saja menunjukkan kartunya. 

Pertanyaannya adalah apakah dunia akan menyerah atau menantang gertakan itu. 

Karena invasi ini adalah pengakuan bahwa dolar tidak lagi bisa bersaing dengan keunggulannya sendiri. 

Ketika Anda harus membom negara agar tetap menggunakan mata uang Anda, mata uang itu sebenarnya sudah sekarat. 

Venezuela bukanlah awal. 
Ini adalah akhir yang putus asa. 

πŸ‘‰ Sumber: Posting X RicRTP