Rabu, 12 Agustus 2026

Ketika Rasanya Allah Sedang Menahan Anda

13 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Kejadian 32:26 "Aku tidak akan membiarkan engkau, jika engkau memberkati aku."
----------------
Ketika Allah memberkati Yakub, Dia berjanji untuk memberikan kepadanya tanah, memperbanyak keturunannya, menjadikannya suatu bangsa yang besar dan memakainya untuk memberkati dunia. Dia menjadikan Yakub dan keluarganya sebagai umat pilihan Allah.

Namun, sama seperti yang Dia lakukan kepada Anda saat ini, Allah memberikan sebuah janji kepada Yakub dan kemudian menguji imannya terhadap janji tersebut.

Dalam Kejadian 32, Yakub bergulat dengan Allah sepanjang malam dalam suatu pergumulan yang menguji kesabaran, iman dan kepercayaannya. Kemudian Allah menyentuh pangkal paha Yakub dan mencederainya, sehingga Yakub berada dalam keadaan yang sangat tidak menguntungkan. Yakub terluka dan kelelahan, tetapi saat fajar ia berkata,"Aku tidak akan membiarkan engkau, jika engkau memberkati aku." (Kejadian 32:26).

Bukankah menarik mengatakan hal seperti itu kepada seseorang yang sedang bergulat dengan Anda? Pada suatu titik selama pergumulan sepanjang malam itu, Yakub menyadari bahwa lawannya bukanlah orang biasa. Ia sedang bergulat dengan Allah. Karena itu, Yakub menolak untuk melepaskan-Nya, karena ia tahu bahwa Allah sanggup memberkatinya.

Mungkin Anda merasa sedang bergumul dengan Allah saat ini dan pergumulan itu berlangsung terlalu lama. Mungkin Anda tidak ingin melakukan hal-hal yang Allah perintahkan kepada Anda, seperti bermurah hati, menaati aturan-Nya mengenai hubungan seksual atau berbuat baik kepada musuh-musuh Anda.

Allah yang sedang Anda pergumulkan adalah Allah yang memberikan impian bagi hidup Anda. Dialah yang akan mewujudkannya! Allah tidak sedang berusaha menggagalkan impian Anda—Dia sedang mempersiapkan Anda untuk mewujudkannya.

Pergumulan Anda juga akan membawa Anda pada titik komitmen. Tepat pada saat Anda merasa sudah waktunya untuk menyerah, Anda perlu berpaling kepada Allah dan berkata, "Aku akan tetap berada dalam pergumulan ini selama yang diperlukan sampai Engkau menyelesaikan pekerjaan-Mu yang baik dalam diriku dan memberkati aku."

Respons seperti itu terhadap ujian dari Allah menunjukkan bahwa Anda siap menerima urapan-Nya dalam hidup Anda.

Renungkan :

- Hal-hal apa dalam hidup Anda yang menurut Anda ingin Allah berkati? Hal-hal apa yang menghalangi Anda untuk menerima berkat-Nya?


- Bagaimana Allah menolong Anda ketika Anda berkomitmen pada pekerjaan-Nya dalam hidup Anda, bahkan ketika hal itu terasa menyakitkan?


- Apakah Anda menginginkan urapan Allah dalam hidup Anda? Mengapa atau mengapa tidak?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 84-86; Roma 13
_________
Pergumulan Anda akan membangun daya tahan Anda, memperdalam kesabaran Anda dan meningkatkan ketangguhan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
When It Feels Like God Is Holding You Back
By Rick Warren

“I will not let you go unless you bless me.” Genesis 32:26 (NIV)
-----------------
When God blessed Jacob, he promised to give him land, multiply his family, make him a mighty nation, and use him to bless the world. He made Jacob and his family God’s chosen people.

But just like he does with you today, God gave Jacob a promise and then tested his faith in that promise.

In Genesis 32, Jacob wrestled with God all night long in a struggle that tested his patience, faith, and trust. Then God touched Jacob’s hip and injured it, putting him at a serious disadvantage. Jacob was hurt and exhausted, and yet at dawn he said, “I will not let you go unless you bless me” (Genesis 32:26 NIV).

Isn't that an interesting thing to say to somebody you're wrestling with? At some point during that all-night struggle, Jacob became aware that this was no ordinary opponent. He was wrestling with God. And so, Jacob refused to let go, knowing that God could bless him.

Maybe you feel like you’re wrestling with God right now, and the struggle is lasting way too long. Maybe you don’t want to do the things God has told you to do, like be generous or obey his rules for sex or be kind to your enemies.

The very God you’re wrestling with is the one who gives you your dream for your life. He's the one who will make it happen! God’s not trying to thwart your dream—he’s getting you ready for it. Your struggle will build your stamina, deepen your patience, and increase your resilience.

Your wrestling match will also bring you to the point of commitment. At the very moment when you think it’s time to give up, you need to turn to God and say, “I’m in this struggle as long as it takes for you to do your good work in me and bless me.”

That kind of response to God’s test shows you’re ready for his anointing on your life.


Selasa, 11 Agustus 2026

Apa Arti Diurapi

12 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
1 Tesalonika 5:24 "Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya"
------------------
Allah tidak pernah meminta Anda melakukan sesuatu tanpa menyediakan apa yang Anda perlukan untuk melakukannya. Urapan adalah tanda bahwa Dia sedang memperlengkapi dan memberi Anda kuasa untuk menggenapi tugas yang telah Dia berikan.

Apakah Anda ingin kuasa kebangkitan Allah bekerja melalui hidup Anda? Jika ya, Anda perlu memahami apa artinya memiliki urapan-Nya. Untuk memahami urapan Allah, ada beberapa hal yang perlu Anda ingat.

1. Ketika Allah memerintahkan Anda melakukannya, Anda dapat mengandalkan urapan-Nya.

Tugas terakhir Yesus kepada murid-murid-Nya tampak mustahil. Tidak mungkin mereka dapat membawa Injil sampai ke ujung bumi—kecuali melalui kuasa-Nya. Allah sering kali memberikan tugas yang secara manusia tampak mustahil, tetapi Dia sendiri akan membuatnya menjadi mungkin. "Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya" (1 Tesalonika 5:24).

2. Urapan Allah membuat tugas yang sulit menjadi lebih ringan.

Sumber daya, tenaga, pengetahuan, hikmat dan talenta Anda semuanya terbatas—tetapi Allah tidak terbatas. Dengan urapan Allah, Anda dapat menghadapi segala sesuatu dengan lebih baik, bertahan lebih lama dan melangkah lebih jauh.
"Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu." (Efesus 3:16).

3. Urapan Allah membuat yang mustahil menjadi mungkin.

Dalam pekerjaan, pernikahan, kesehatan, maupun hubungan Anda, akan ada masalah-masalah yang tampaknya tidak dapat diatasi. Allah adalah Bapa yang sanggup melakukan segala sesuatu. Tidak ada masalah yang melampaui kemampuan-Nya untuk menolong. "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah." (Lukas 18:27).

4. Allah mengurapi hidup Anda untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Yesus datang untuk menghibur mereka yang menderita, yang patah hati dan yang diperbudak oleh kebiasaan-kebiasaan yang buruk. Dan Dia juga mengurapi Anda untuk menghibur orang lain.
"Tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia." (Kisah Para Rasul 10:38)

5. Untuk setiap tantangan yang baru, Anda memerlukan kuasa yang baru dari Allah.

Urapan oleh Roh Kudus tidak dapat disimpan untuk nanti. Anda tidak dapat menghadapi persoalan hari ini dengan urapan yang Anda terima kemarin.

Yakobus 4:2 berkata, "Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa."
Mintalah kembali urapan Allah!

Renungkan :

- Jika Anda percaya bahwa Allah ingin memberkati hidup Anda, apakah yang akan Anda minta kepada-Nya?

- Apakah Anda berusaha menyelesaikan tugas-tugas Anda dengan kekuatan sendiri atau dengan kuasa Allah? Apa perbedaannya?

- Dalam hal apa saja Anda melihat bahwa Allah telah mengurapi, atau memperlengkapi, Anda untuk menggenapi tugas yang telah Dia berikan kepada Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 81-83; Roma 12
___________
Tetaplah hidup dekat dengan Allah supaya Dia terus-menerus memenuhi Anda dengan kasih karunia, kasih dan kuasa-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
What It Means to Be Anointed
By Rick Warren

“The one who calls you is faithful, and he will do it.” 1 Thessalonians 5:24 (NIV)
----------------
God never tells you to do something without providing what you need to do it. Anointing is a sign that he is equipping and empowering you to fulfill an assignment he’s given you.

Do you want God’s resurrection power to work through your life? Then you need to understand what it means to have his anointing. To understand God’s anointing, you need to keep a few things in mind.

1. When God says to do it, you can count on his anointing. Jesus’ last assignment to his disciples was impossible. There was no way they could take the gospel to the ends of the earth—except through his power. God will often give you an assignment that looks physically impossible, but he will make it possible.

“The one who calls you is faithful, and he will do it” (1 Thessalonians 5:24 NIV).

2. God’s anointing makes difficult tasks easier. Your resources, energy, knowledge, wisdom, and talent are all limited—but God is not. With God’s anointing, you can handle things better, last longer, and go farther.

“I pray that from his glorious, unlimited resources [God] will empower you with inner strength through his Spirit” (Ephesians 3:16 NLT).

3. God’s anointing makes the impossible possible. In your business, marriage, health, and relationships, you’re going to come up against seemingly insurmountable problems. God is a competent Father. No problem is beyond his ability to provide.

“What is impossible with man is possible with God” (Luke 18:27 NIV).

4. God anoints your life to bless others. Jesus came to comfort the afflicted, broken-hearted, and those who are enslaved to bad habits. And he anoints you to comfort others as well.

Acts 10:38 is paraphrased in The Message this way: “Jesus arrived from Nazareth, anointed by God with the Holy Spirit, ready for action. He went through the country helping people and healing everyone who was beaten down by the Devil. He was able to do all this because God was with him.”

5. For every new challenge, you need renewed power from God. Anointing by the Holy Spirit can’t be stored up. You can’t handle today’s problems with yesterday’s anointing.

Stay in touch with God so that he can constantly fill you with his grace, love, and power. James 4:2 says, “You do not have because you do not ask God” (NIV). Ask for God’s anointing again!


Senin, 10 Agustus 2026

6 Cara Keluar dari Dukacita yang Membuat Anda Terpuruk

11 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:

Mazmur 34:18 "TUHAN dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya."
----------------
Setiap orang akan mengalami kehilangan. Dan Anda tidak begitu saja "melupakan" sebuah kehilangan. Jika Anda takut mengungkapkan emosi dan menolak melewati prosesnya, di situlah Anda akan terjebak.
Anda dapat keluar dari keadaan itu dengan membiarkan Allah menolong Anda. Berikut enam cara Dia melakukannya:

1. Allah mendekatkan Anda kepada diri-Nya.

Mazmur 34:18 berkata, "TUHAN dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya."
Ketika Anda berdukacita, Allah mungkin terasa sangat jauh. Namun apa yang Anda rasakan dan apa yang sesungguhnya terjadi tidak selalu sama. Faktanya, Allah tidak pernah sedekat itu dengan Anda selain ketika Anda sedang berdukacita.

2. Allah turut berdukacita bersama Anda.

Alkitab berkata bahwa Yesus adalah "seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan." (Yesaya 53:3).
Ketika Anda datang kepada Yesus dengan dukacita Anda, Dia berbelaskasihan dan memahami penderitaan Anda. Dia bukan Pribadi yang jauh ataupun tidak peduli.

3. Allah memberikan keluarga gereja untuk mendukung Anda.

Kita dirancang untuk berdukacita dan dipulihkan bersama dalam komunitas melalui keluarga gereja. Bersama-sama kita menjadi lebih kuat!
"Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. ... Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis." (Roma 12:10, 15).

4. Allah memakai dukacita untuk menolong Anda bertumbuh.

Dia melakukannya melalui tiga cara.
Pertama, Allah memakai penderitaan untuk menarik perhatian Anda. Alkitab berkata, "Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan." (Yakobus 1:2-3).
Kedua, Dia mendatangkan kebaikan dari hal-hal yang buruk (Roma 8:28) dan
Ketiga, Dia mempersiapkan Anda untuk kekekalan (2 Korintus 4:17-18).

5. Allah memberikan kepada Anda pengharapan akan surga.

Jika Anda percaya kepada Yesus Kristus dan mempercayakan keselamatan Anda kepada-Nya, maka Anda akan menghabiskan kekekalan bersama Allah di surga—dan pengharapan itu akan menopang Anda melewati masa kehilangan. Alkitab berkata, "Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan." (1 Tesalonika 4:13).

6. Allah memakai penderitaan Anda untuk menolong orang lain.

Inilah yang disebut penderitaan yang membawa penebusan (redemptive pain) dan inilah penggunaan yang tertinggi dan terbaik dari penderitaan Anda. "yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami sendiri terima dari Allah" (2 Korintus 1:4).

Renungkan :

- Menurut Anda, mengapa Allah mengizinkan Anda mengalami dukacita dan kehilangan?

- Jika Anda belum memiliki keluarga gereja atau kelompok kecil, langkah apa yang dapat Anda ambil hari ini agar Anda memiliki dukungan yang Anda perlukan ketika mengalami kehilangan?

- Apakah penderitaan terdalam yang pernah Anda alami? Bagaimana Anda dapat memakai penderitaan itu untuk menolong orang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 79-80; Roma 11
___________
Jangan kehilangan iman Anda dalam lautan dukacita. Pengharapan akan kasih Tuhan tidak akan pernah mengecewakan!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
6 Ways to Get Unstuck in Grief
By Rick Warren

“The LORD is close to the brokenhearted, and he saves those whose spirits have been crushed.” Psalm 34:18 (NCV)
--------------
Everyone will experience loss. And you don’t just “get over” a loss. If you’re scared to express emotion and refuse to go through it, that’s where you get stuck.

You get unstuck by letting God help you. Here are six ways he does that:

1. God draws you close to himself.

Psalm 34:18 says, “The LORD is close to the brokenhearted, and he saves those whose spirits have been crushed” (NCV). When you grieve, God may seem a million miles away. But what you feel and what is real are not always the same thing. In fact, God has never been any closer to you than when you are grieving.

2. God grieves with you.

The Bible says Jesus was “a man of sorrows, acquainted with deepest grief” (Isaiah 53:3 NLT). When you come to Jesus with your grief, he is sympathetic and understands your pain. He’s not aloof or apathetic.

3. God gives you a church family for support.

We’re meant to grieve and heal in community through our church family. We’re better together!

“Be devoted to one another in love . . . Rejoice with those who rejoice; mourn with those who mourn” (Romans 12:10, 15 NIV).

4. God uses grief to help you grow.

He does this in three ways. First, God uses pain to get your attention. The Bible says, “My friends, consider yourselves fortunate when all kinds of trials come your way, for you know that when your faith succeeds in facing such trials, the result is the ability to endure” (James 1:2-3 GNT).

Second, he brings good out of bad (Romans 8:28), and third, he prepares you for eternity (2 Corinthians 4:17-18).

5. God gives you the hope of heaven.

If you believe in and trust Jesus Christ for salvation, then you will spend eternity in heaven with God—and that hope will sustain you through your time of loss. The Bible says, “We don’t want you to be ignorant about those who have died. We don’t want you to grieve like other people who have no hope” (1 Thessalonians 4:13 GW).

6. God uses your pain to help others.

This is called redemptive pain, and it is the highest and best use of your pain. “[God] comforts us in all our troubles so that we can comfort others. When they are troubled, we will be able to give them the same comfort God has given us” (2 Corinthians 1:4 NLT).


Minggu, 09 Agustus 2026

Beristirahatlah dalam Pemeliharaan Allah, Bahkan di Tengah Peperangan

10 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 23:5 "Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku."
-----------------
Raja Daud mengetahui apa artinya diserang secara emosional, secara lisan dan secara fisik. Ketika masih muda, ia diurapi oleh nabi Samuel untuk menjadi raja Israel berikutnya, tetapi Saul masih menjadi raja dan memutuskan untuk membunuhnya. Daud harus bersembunyi dari Saul di gua-gua sementara dusta tentang dirinya disebarkan ke seluruh kerajaan. Namun Daud tidak pernah membalas, karena Allah sedang mempersiapkannya menjadi seorang raja yang hidup sesuai dengan hati Allah.

Daud berkata tentang Allah, "Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku." (Mazmur 23:5).

Apakah terdengar bahwa Daud sedang diliputi stres? Tidak! Ia tidak perlu menghabiskan seluruh tenaganya untuk membela diri, karena ia mempercayakan Allah sebagai Pembelanya.

Dibutuhkan iman dan kerendahan hati yang besar untuk mempercayai Allah dan tetap beristirahat ketika Anda sedang diserang, disalahpahami dan berbagai rumor tentang Anda sedang tersebar. Saat itu terjadi, segala sesuatu dalam diri Anda ingin bangkit dan melakukan sesuatu untuk membela diri. Bagaimana Anda menghadapi orang-orang yang menyerang Anda? Anda tidak perlu menanganinya sendiri. Biarkan Allah yang menanganinya.

Percayalah kepada Allah sebagai Pembela Anda.
Allah bukan hanya ingin membela Anda, tetapi Dia juga ingin bersekutu dengan Anda. Alkitab berkata Mazmur 5:11 seperti ini: "Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; dan karena Engkau akan bersukaria orang-orang yang mengasihi nama-Mu"

Baik Mazmur 23 maupun Mazmur 5 menggambarkan sebuah perjamuan, atau pesta, pada waktu yang tidak biasa—bukan hanya ketika keadaan sedang baik, tetapi juga ketika Anda sedang diserang.

Jika saat ini Anda sedang berada di tengah panasnya peperangan, Allah mengetahuinya. Mungkin Anda sedang berjuang mempertahankan pekerjaan, kesehatan, kewarasan atau martabat Anda. Di tengah peperangan itu, Allah ingin mengadakan sebuah perjamuan bagi Anda untuk memberikan sedikit penguatan.

Allah ingin mengadakan perjamuan di medan peperangan. Penguatan seperti itu tersedia bagi Anda hari ini ketika Anda menyerahkan kekhawatiran, rasa sakit dan keinginan untuk mengendalikan segala sesuatu kepada Yesus, lalu beristirahat dalam janji-janji-Nya bagi Anda.

Jika Anda adalah anak Allah, Bapa surgawi Anda bangga kepada Anda. Para pengkritik mungkin membenci Anda, memfitnah Anda, mengabaikan Anda, mengejek Anda, atau menyebarkan tuduhan palsu terhadap Anda, tetapi mereka tidak dapat menghentikan berkat Allah atas hidup Anda.

Seperti yang dikatakan Alkitab, "Telah dibawanya aku ke rumah pesta, dan panjinya di atasku adalah cinta." (Kidung Agung 2:4).

Renungkan :

- Peperangan apa yang sedang Anda hadapi saat ini? Pertentangan apa yang sedang menghadang Anda?

- Apa yang perlu Anda lepaskan agar dapat menyerahkan pembelaan diri Anda kepada Allah?

- Bagaimana beristirahat di tengah peperangan menolong Anda menghadapi peperangan itu dengan lebih baik?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 77-78; Roma 10
____________
Dibutuhkan iman dan kerendahan hati yang besar untuk mempercayai Allah

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
Rest at God’s Table, Even in the Battle
By Rick Warren

“You prepare a table before me in the presence of my enemies.” Psalm 23:5 (NIV)
----------------
King David knew what it meant to be attacked emotionally, verbally, and physically. As a young man, he was anointed by the prophet Samuel to be the next king of Israel, but Saul was still king and decided to kill him. David had to hide from Saul in caves while lies were being told about him across the kingdom. Yet David never retaliated, because God was preparing him to be a king who followed God’s heart.

David said of God, “You prepare a table before me in the presence of my enemies” (Psalm 23:5 NIV).

Does it sound like David was stressed out? No! He didn’t have to use up all his energy defending himself, because he trusted God to be his defender.

It takes a lot of faith and humility to trust God and rest when you’re under attack, when you’re misunderstood, and when rumors are spreading about you. When that happens, everything in you wants to rise up and do something about it. How do you handle people who attack you? You don’t. You let God handle them.

Trust God to be your defender.

Not only does God want to defend you, but he also wants to fellowship with you. The Message paraphrases Psalm 5:11 this way: “You’ll welcome us with open arms when we run for cover to you. Let the party last all night! Stand guard over our celebration.”

Both Psalm 23 and Psalm 5 paint the picture of a banquet, or a party, at an unlikely time—not just when good times are happening but when you’re under attack.

If you’re in the heat of the battle right now, God knows about it. Maybe you’re fighting for your job, your health, your sanity, or your dignity. While the battle is going on, God wants to throw a banquet for you to offer just a little encouragement.

God wants to host a banquet on a battlefield. That kind of encouragement is available to you today when you surrender your worry, pain, and control to Jesus and rest in his promises to you.

If you’re a child of God, your heavenly Father is proud of you. Critics may spite you, slander you, ignore you, ridicule you, or libel you, but they can’t stop God’s blessing on your life.

As the Bible says, “He brought me to his banquet hall and raised the banner of love over me” (Song of Solomon 2:4 GNT).

Sabtu, 08 Agustus 2026

Anda Dapat Tinggal Tenang dalam Keselamatan Anda

09 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Yohanes 10:27-28 "Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku."
-------------
Anda tidak dapat menyelamatkan diri sendiri—tetapi Anda juga tidak perlu melakukannya! Yang perlu Anda lakukan hanyalah meletakkan tangan Anda di dalam tangan Allah dan berkata, “Allah, aku menyerahkan semuanya kepada-Mu—seluruh bagian hidupku, baik yang baik maupun yang buruk. Aku tidak sempurna, tetapi Engkau sempurna. Karena itu aku menerima anugerah keselamatan dari-Mu.”

Ketika Anda melakukannya, Anda dapat beristirahat dalam keselamatan Anda.

Namun, pada hari-hari tertentu, Anda mungkin ingin melepaskan tangan Allah. Anda mungkin ingin menarik diri dan berkata, “Aku bahkan tidak tahu lagi apa yang kupercayai.” Tetapi Allah tidak akan pernah melepaskan tangan Anda, karena Dia terlalu mengasihi Anda.

Yesus berkata, "Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa" (Yohanes 10:27-29)

Hidup kekal yang Allah berikan kepada Anda dimulai pada saat Anda menyerahkan hidup Anda ke dalam tangan-Nya dan Anda tidak akan kehilangannya. Mengapa? Karena keselamatan Anda bukan didasarkan pada banyaknya perbuatan baik yang mengalahkan perbuatan buruk Anda. Keselamatan Anda didasarkan pada karya dan jasa Yesus Kristus.

Seandainya Anda dapat masuk surga hanya dengan menjadi orang yang baik, maka kematian Yesus di kayu salib merupakan penderitaan, kesedihan dan rasa sakit yang sia-sia. Jika ada jalan lain untuk masuk surga selain melalui Yesus Kristus, Allah pasti akan memilih jalan itu. Tetapi tidak ada jalan lain.

Yesus "datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." (Lukas 19:10). Itu berarti dunia ini telah tersesat. Tidak semua orang otomatis akan masuk surga. Jika semua orang langsung masuk surga, Yesus tidak perlu datang ke dunia, menjalani hidup yang sempurna, lalu "memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh." (1 Petrus 2:24).

Ketika Anda menyerahkan hidup Anda ke dalam tangan Allah, Dia berjanji akan memegang Anda untuk selama-lamanya. Itulah sebabnya Anda dapat tinggal tenang dalam keselamatan Anda. Jika Anda sungguh-sungguh percaya kepada Kristus dan menyadari bahwa Anda tidak masuk surga karena usaha Anda sendiri, maka tidak ada apa pun yang dapat merebut keselamatan Anda—bukan Iblis, bukan dukacita, bukan penyakit dan bukan dunia.

Renungkan :

- Ketika Anda berusaha "membantu" Allah dalam memperoleh keselamatan, apa yang hal itu tunjukkan tentang pemahaman Anda terhadap kasih karunia?

- Apa yang akan berubah dalam hidup Anda jika Anda benar-benar beristirahat dalam keselamatan yang Allah berikan?

- Mazmur 23:1 berkata, "TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku". Selain Kristus, apa lagi yang Anda rasa masih Anda butuhkan dalam hidup?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 74-76; Roma 9:16-33
_________
Anda berada di dalam tangan Sang Gembala yang Baik.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
You Can Relax in Your Salvation
By Rick Warren

“My sheep listen to my voice; I know them, and they follow me. I give them eternal life, and they will never die, and no one can steal them out of my hand.” John 10:27-28 (NCV)
--------------
You can’t save yourself—but you don’t have to! All you need to do is put your hand in God’s hand and say, “God, I surrender it all to you—all the good and bad parts of my life. I’m not perfect, but you are, and so I’m accepting your gift of salvation.”

When you do that, you can relax in your salvation.

But some days, you’ll want to let go of God’s hand. You’ll want to pull back and say, “I don't even know what I believe.” But God is never going to let go of your hand, because he loves you too much. 

Jesus says, “My sheep listen to my voice; I know them, and they follow me. I give them eternal life, and they will never die, and no one can steal them out of my hand. My Father gave my sheep to me. He is greater than all, and no person can steal my sheep out of my Father’s hand” (John 10:27-29 NCV).

The eternal life God gives you begins the moment you put your hand in his, and you can’t lose it once you've got it. Why? Because your salvation is not based on having more good works to outweigh your bad works. It’s based on the merits of Jesus Christ.

If you could get to heaven simply by being a nice person, then Jesus dying on the cross was a total waste of suffering, sorrow, sadness, and pain. If there was any other way for you to get into heaven except by Jesus Christ, God would have chosen it. But there was no other way.

Jesus “came to seek and to save the lost” (Luke 19:10 NIV), which means the world is lost. Everyone is not going to heaven. If everyone was automatically going to heaven, Jesus did not need to come to earth, live a perfect life, and then carry “our sins in his body to the cross, so that we might die to sin and live for righteousness” (1 Peter 2:24 GNT).

When you put your life in God’s hand, he promises he will hold on to you forever. This is why you can relax in your salvation. If you truly trust in Christ and know that you're not getting to heaven on your own efforts, then nothing can steal your salvation from you—not Satan, sorrow, sickness, or society.


Jumat, 07 Agustus 2026

Untuk Mengasihi Seperti Yesus, Melangkahlah Lebih Jauh dari Simpati

08 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Yohanes 10:10-11 "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya"
------------------
Apa yang ada di dalam hati kita sering kali menentukan apa yang kita rasakan ketika memandang orang lain. Saat melihat kerumunan orang, kita dapat dengan mudah merasa jengkel atau tidak sabar. Tetapi ketika Yesus melihat orang banyak, "tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala."(Matius 9:36)

Demikian pula Allah memandang Anda: dengan belas kasihan. Ingatlah: Dia tidak merendahkan Anda. Dia mengangkat Anda! Betapapun marah, terluka atau dikhianatinya perasaan Anda, Yesus akan selalu merespons dengan belas kasihan. Dia tahu betapa tidak berdayanya kita tanpa Dia, "seperti domba yang tidak bergembala."

Tanpa seorang gembala, domba tidak memiliki perlindungan. Mereka tidak mempunyai cakar, tidak dapat berlari dengan cepat, dan gigi mereka pun tidak tajam. Mereka membutuhkan perlindungan seorang gembala.

Di seluruh Alkitab, domba merupakan lambang umat Allah. Yohanes 10:10-11 berkata, "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya"

Belas kasihan seperti itu hanya berasal dari Yesus, Gembala kita yang Baik. Dan belas kasihan berbeda dengan simpati maupun empati.

Simpati berkata, "Aku turut sedih karena kamu terluka," lalu berhenti sampai di situ. Empati adalah komitmen yang lebih dalam yang berkata, "Aku ikut merasakan penderitaanmu." Tetapi belas kasihan berkata, "Aku akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk menghentikan penderitaanmu."

Dan itulah, pada hakikatnya, yang dilakukan Yesus melalui kehidupan, kematian dan kebangkitan-Nya. Dia melakukan apa pun yang diperlukan untuk menghentikan penderitaan Anda, sekalipun itu berarti mati di kayu salib, sekalipun itu berarti tangan dan kaki-Nya dipaku. Belas kasihan melakukan apa pun yang diperlukan.

Yesus berkata bahwa alasan Dia datang adalah "bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Markus 10:45).

Perhatikan dua kata ini: "melayani" dan "memberikan." Kedua kata itu mendefinisikan apa artinya menjadi pengikut Yesus.

Apakah Anda memandang orang-orang yang terluka dan tidak berdaya sebagaimana Yesus memandang mereka? Apakah Anda dipenuhi kasih dan belas kasihan, serta bersedia melakukan apa pun yang Anda dapat untuk meringankan penderitaan mereka?

Renungkan :

- Ceritakan saat Anda pernah tergerak oleh belas kasihan terhadap seseorang. Bagaimana respons Anda mencerminkan belas kasihan itu?

- Apakah Anda mengalami kesulitan memandang Allah sebagai Pribadi yang penuh belas kasihan? Mengapa atau mengapa tidak?

- Dalam bidang apa dalam hidup Anda menurut Anda Allah ingin menumbuhkan belas kasihan yang lebih besar terhadap sesama?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 72-73; Roma 9:1-15
____________
Alkitab berulang kali mengatakan bahwa ketika Yesus melihat orang-orang yang menderita, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan. Allah ingin Anda menjadi seperti Dia, yang berarti memandang orang lain dengan cara yang sama.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
To Love Like Jesus, Go Beyond Sympathy
By Rick Warren

“I came so that my sheep will have life and so that they will have everything they need. I am the good shepherd. The good shepherd gives his life for the sheep.” John 10:10-11 (GW)
------------------
What's in our hearts often determines what we feel when we look at people. When we see a crowd, we can easily get irritated or impatient. But when Jesus saw a crowd, “he had compassion for them, because they were harassed and helpless, like sheep without a shepherd” (Matthew 9:36 ESV).

That's the same way God looks at you: with compassion. Remember: He doesn’t put you down. He lifts you up! No matter how angry, hurt, or betrayed you feel, Jesus will always respond with compassion. He knows how helpless we are without him, “like sheep without a shepherd.”

Without a shepherd, sheep are defenseless. They don't have any claws, they don't run fast, and their teeth are not very sharp. They need the protection of a shepherd.

Throughout the Bible, sheep are a symbol of God's people. John 10:10-11 says, “I came so that my sheep will have life and so that they will have everything they need. I am the good shepherd. The good shepherd gives his life for the sheep” (GW).

That kind of compassion comes only from Jesus, our Good Shepherd. And it’s different from sympathy and empathy.

Sympathy says, “I'm sorry you're hurt,” and it stops there. Empathy is a deeper commitment that says, “I hurt with you." But compassion says, “I will do anything it takes to stop your hurt."

And that is, in essence, what Jesus did through his life, death, and resurrection. He did anything it took to stop your hurt, even if it meant dying on the cross, even if it meant having nails pounded through his hands and feet. Compassion does whatever it takes.

Jesus said the reason he came was “not to be served but to serve others and to give his life as a ransom for many” (Mark 10:45 NLT). Notice the two words “serve” and “give.” They define what it means to follow Jesus.

Do you look at people who are hurting and helpless the way Jesus does? Are you full of love and compassion, willing to do whatever you can to stop their pain?

The Bible repeatedly tells us that when Jesus looked at people in pain, he was moved with compassion. God wants you to be like him, which means looking at others the same way.


Kamis, 06 Agustus 2026

Tiga Cara Allah Menuntun dan Melindungi

07 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Yohanes 10:4 "Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya"
-----------------
Kemarin kita telah melihat bagaimana kebaikan Allah menuntun dan melindungi Anda. Hari ini kita akan melihat tiga lagi manfaat dari kebaikan Allah: Bagaimana Dia membimbing, menjaga dan menyelamatkan Anda melalui Yesus, Sang Gembala yang Baik.

Allah membimbing Anda. Ketika Anda menjadi bingung atau menyimpang dari jalan-Nya, Yesus akan menemukan Anda dan membawa Anda kembali. Sama seperti domba, kita cenderung menyimpang—dan akhirnya tersesat. Karena itu Allah mengutus Yesus dalam sebuah misi pencarian dan penyelamatan untuk menyelamatkan kita, "sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." (Lukas 19:10).

Mengapa? Karena setiap orang di antara kita sangat berharga bagi-Nya.

Ketika Allah membawa Anda kembali setelah Anda menyimpang dari-Nya, Dia tidak akan menghukum Anda, tetapi Dia mungkin akan mendisiplinkan Anda. Seperti seorang gembala yang mengikat kaki seekor domba yang suka berkeliaran agar tidak terus menyimpang, Allah mungkin mengizinkan Anda mengalami suatu "kepincangan" untuk mencegah Anda kembali menjauh dari-Nya.

Allah menjaga Anda. Jika Anda gagal atau jatuh, Yesus menyelamatkan Anda dan menempatkan Anda kembali di jalan pemulihan. Kita bukan hanya mudah tersesat, tetapi sama seperti domba, kita juga mudah tersandung dan jatuh. Kabar baiknya adalah bahwa setiap kali Anda melakukan kesalahan, Anda dapat datang kepada Yesus dan mengharapkan Dia menyelamatkan serta memulihkan Anda.

Yesus berkata, "Jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya? Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat." (Matius 12:11-12).

Jika adalah hal yang wajar untuk menyelamatkan seekor hewan yang terjatuh, bukankah Allah akan melakukan hal yang sama terhadap Anda ketika Anda jatuh?

Allah menyelamatkan Anda. Jika Anda percaya kepada-Nya untuk menyelamatkan Anda, Yesus akan menepati janji-Nya. Bukan tugas Anda untuk menyelamatkan diri sendiri. Tugas Anda hanyalah menyerahkan tangan Anda ke dalam tangan Allah dan berkata, "Aku sepenuhnya milik-Mu—dengan segala yang baik, yang buruk dan kelemahanku." Allah mengasihi Anda terlalu dalam untuk pernah melepaskan Anda.

Yesus berkata demikian: "Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa." (Yohanes 10:29).

Renungkan :

- Pernahkah Anda mengalami didikan Allah yang mencegah Anda menyimpang lagi dari-Nya? Bagaimana Anda menggambarkan didikan-Nya?

- Kapan Allah pernah menyelamatkan Anda dari situasi yang buruk? Bagaimana pengalaman itu mengubah iman Anda?

- Apa yang dinyatakan tentang karakter Allah melalui janji-Nya untuk selalu datang mencari Anda ketika Anda menyerahkan diri kepada-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 70-71; Roma 8:22-39
___________
Ketika Anda mempercayai Yesus sebagai Juruselamat Anda, Anda tidak lagi berjalan sendiri. Saat Anda merasa tersesat, bingung, atau seolah-olah terjatuh ke dalam lubang, percayalah bahwa Sang Gembala yang Baik selalu ada bersama Anda. Dia akan membimbing, menjaga, dan menyelamatkan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
Three Ways God Directs and Protects
By Rick Warren

"When he has led out all of his sheep, he walks in front of them, and they follow, because they know his voice.” John 10:4 (CEV)
---------------------
Yesterday we looked at how the goodness of God directs and protects you. Today we’ll look at three more benefits of God’s goodness: how he guides, guards, and saves you through Jesus, the Good Shepherd.

God guides you. When you get confused or wander away, Jesus will find you and bring you back. Much like sheep, we tend to wander—and we get lost. So God sent Jesus on a search and rescue mission to save us, “to seek and save those who are lost” (Luke 19:10 NLT).

Why? Because every single one of us matters to him.

When God brings you back from wandering away from him, he will not punish you, but he may discipline you. Like a shepherd that wraps the legs of a sheep that is prone to wander, God may give you a “limp” to keep you from wandering.

God guards you. If you fail or fall, Jesus rescues you and sets you on the road to recovery. We not only wander, but, just like sheep, we also stumble and fall. The good news is that you can run to Jesus every time you mess up and expect him to rescue and restore you. 

Jesus said, “If any of you has a sheep and it falls into a pit on the Sabbath, will you not take hold of it and lift it out? How much more valuable is a person than a sheep!” (Matthew 12:11-12 NIV). If it’s common sense to rescue an animal that stumbles, won’t God act the same way toward you when you stumble?

God saves you. If you trust him to save you, Jesus will keep his promise to do just that. It’s not your job to save yourself. Your job is simply to put your hand in God’s and say, “I’m all yours—the good, the bad, and the ugly.” God loves you too much to ever let you go.

Jesus said it like this: “My Father gave my sheep to me. He is greater than all, and no person can steal my sheep out of my Father’s hand” (John 10:29 NCV).

When you trust in Jesus as your Savior, you’re no longer on your own. When you feel lost, confused, or like you’ve fallen into a pit, you can trust that the Good Shepherd is always there for you. He will guide you, guard you, and save you.