Senin, 18 Mei 2026

LAGI²AHOK :GUE JADI PRESIDEN GUE BAGI SEMUA RAKYAT TANAH GRATIS, MBG GAK...

https://youtube.com/watch?v=tCXE5JsQnPU&si=uashIY-oowr7PNZ7

Pilih untuk Bermegah dalam Kasih Karunia Allah

19 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 3:9 "dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan."
---------------
Menyadari bahwa tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk membuat Allah lebih mengasihi Anda adalah salah satu perasaan paling membebaskan di dunia—dan itu merupakan kunci menuju kebahagiaan.

Alkitab berkata, "karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah." (Filipi 3:3).

Setiap kali Anda melupakan kebenaran ini dan berpikir bahwa Anda harus mendapatkan kasih Allah dengan usaha sendiri, itulah legalisme dan hal itu merampas kebahagiaan Anda.

Legalisme adalah mempercayai apa yang dapat Anda lakukan bagi Allah daripada mempercayai apa yang telah Yesus lakukan bagi Anda. Legalisme berarti mengikuti daftar aturan dan peraturan untuk membuktikan bahwa Anda layak dan itu adalah jebakan yang menghalangi Anda untuk beristirahat dalam kasih karunia Allah.

Paulus tahu bagaimana hidup dalam kasih karunia Allah. Ia berkata dalam Filipi 3:9, "dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan."
Dengan kata lain, cara untuk memperoleh kasih Allah adalah ini: Anda tidak dapat memperolehnya dengan usaha sendiri. Ini bukan tentang prestasi Anda; ini tentang pengampunan-Nya.

Bagaimana Anda tahu ketika Anda sedang hidup dalam legalisme? Ketika Anda hidup secara legalistis, Anda cenderung menghakimi orang lain. Itu karena lebih mudah mengkritik orang lain ketika Anda sendiri tidak merasa diterima dan dikasihi. Mengapa Anda ingin orang lain merasa baik tentang diri mereka jika Anda sendiri tidak merasakannya?

Sebaliknya, bagaimana Anda tahu ketika Anda hidup dalam kasih karunia? Ketika Anda hidup dalam kasih karunia, Anda akan penuh kasih kepada orang lain. Anda lebih mudah mengampuni karena Anda menyadari bahwa Allah terus mengampuni Anda. Dan karena Anda tidak sedang berusaha mendapatkan jalan ke surga dengan usaha sendiri, Anda dapat hidup dengan tenang.

Setiap pagi, ingatkan diri Anda akan kasih karunia Allah dengan berdoa, "Tuhan, hari ini saya bersyukur karena saya telah sepenuhnya diampuni. Tidak ada yang dapat saya lakukan untuk membuat Engkau lebih mengasihi saya. Dan tidak ada yang dapat saya lakukan yang akan membuat Engkau mengasihi saya lebih sedikit!"

Renungkan:

- Apakah Anda sudah mempercayakan hidup Anda kepada Yesus?

Alkitab mengatakan bahwa Anda hanya dapat masuk surga dengan percaya kepada Allah melalui Anak-Nya, Yesus Kristus. Anda tidak dapat memperoleh keselamatan dengan usaha sendiri: "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri." (Efesus 2:8-9).

Jika Anda siap mengakui dosa-dosa Anda dan mempercayakan hidup Anda kepada Yesus, mulailah dengan doa ini:
"Tuhan, Engkau telah berjanji bahwa jika saya percaya kepada Yesus, semua dosa saya akan diampuni, saya akan memahami tujuan hidup saya dan suatu hari nanti Engkau akan menerima saya ke dalam rumah-Mu yang kekal di surga."
"Saya percaya bahwa Engkau datang ke dunia, hidup tanpa dosa, mati di kayu salib dan bangkit dari kematian. Melalui kematian dan kebangkitan-Mu, dosa-dosa saya diampuni dan saya dapat memiliki hubungan dengan Allah serta rumah kekal bersama-Nya."
"Saya mengakui dosa-dosa saya terhadap-Mu dan bahwa saya telah hidup untuk diri sendiri. Saya menerima Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan atas hidup saya. Yesus, saya ingin mengikuti dan melayani-Mu. Saya menyerahkan hidup saya kepada-Mu dan memohon agar Engkau menyelamatkan saya dan menerima saya ke dalam keluarga-Mu. Dalam nama-Mu saya berdoa. Amin."

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 4-6; Yohanes 6:1-21
___________
Semakin Anda hidup dalam kasih karunia, semakin besar sukacita yang akan Anda miliki.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Choose to Glory in God’s Grace - Daily Hope with Rick Warren - May 19, 2026

“I no longer count on my own righteousness through obeying the law; rather, I become righteous through faith in Christ. For God’s way of making us right with himself depends on faith.” Philippians 3:9 (NLT)
---------------------
Realizing there’s nothing you can do to make God love you more is one of the most liberating feelings in the world—and it’s a key to happiness.

The Bible says, “We Christians glory in what Christ Jesus has done for us and realize that we are helpless to save ourselves” (Philippians 3:3 TLB).

Each time you forget this truth and think you’ve got to somehow earn God’s love, that’s legalism, and it robs you of happiness.

Legalism is trusting in what you can do for God instead of trusting in what Jesus has already done for you. It’s following a list of rules and regulations to prove yourself worthy, and it’s a trap that keeps you from relaxing in God’s grace.

Paul knew how to relax in God’s grace. He said in Philippians 3:9, “I no longer count on my own righteousness through obeying the law; rather, I become righteous through faith in Christ” (NLT). In other words, the way you earn the love of God is this: You don’t earn it. It’s not about your performance; it’s about his pardon. 

How do you know when you’re being legalistic? When you’re being legalistic, you’re often judgmental of other people. That’s because it’s easier to be critical of others when you don’t feel accepted and loved yourself. Why would you want other people to feel good about themselves when you don’t feel good about yourself?

On the other hand, how do you know when you’re living by grace? When you’re living by grace, you’re gracious to others. You find it easier to forgive because you recognize that God continues to forgive you. And since you’re not trying to earn your way to heaven, you can relax.

Every morning, remind yourself of God’s grace by praying, “Lord, today I’m thankful that I am completely forgiven. There’s nothing I can do to make you love me more. And there’s nothing I could do that would make you love me less!”

The more you live by grace, the more joy you’ll have.

Minggu, 17 Mei 2026

DI VON1S PENJ4R4 R1JIK AHIRNYA DI RINGKUS❗ PRABOWO MODE "BRUTAL" 👈💯 HANT...

https://youtube.com/watch?v=3Qvy3oXKT-M&si=wQa7uefkJ3-jfwmF

Apa yang Dilakukan Doa yang Penuh Syukur?

18 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 4:6-7 "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."
-------------------
Dalam Filipi 4:6-7, Anda akan menemukan salah satu ajaran yang paling sulit ditaati dalam seluruh Alkitab: "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."

Tidak mudah untuk berhenti mengkhawatirkan bagian-bagian kehidupan sehari-hari yang sering kali menakutkan, tetapi Allah memberi tahu Anda caranya. Ia berkata bahwa Anda harus berdoa tentang segala sesuatu dan bersyukur kepada-Nya atas semua yang telah Ia lakukan. Doa yang penuh syukur membawa damai sejahtera. Allah berkata bahwa ketika Anda mulai khawatir, Anda seharusnya mulai berdoa.

Para orang tua memahami kuasa doa yang penuh syukur. Kebanyakan orang tua tidak akan senang jika anak-anak mereka hanya terus meminta sesuatu tanpa pernah mengucapkan "terima kasih" atas apa yang telah mereka terima.

Allah memandangnya dengan cara yang sama. Ia menunggu Anda meminta kepada-Nya apa yang Anda butuhkan dan inginkan. Lebih dari 20 kali dalam Perjanjian Baru, Anda diperintahkan untuk "meminta" kepada-Nya. Namun Ia ingin Anda meminta dengan hati yang penuh syukur.

Alkitab mendorong Anda untuk bersikap spesifik dalam permohonan dan juga dalam ucapan syukur Anda. Daripada hanya berkata "terima kasih untuk semuanya," Allah ingin Anda menyebutkan secara khusus apa yang Anda syukuri.

Ketika saya berkata kepada istri saya, "Saya sangat bersyukur memilikimu," ia meminta saya untuk lebih spesifik. Ia senang mendengar apa yang saya hargai darinya dan apa yang membuat saya bersyukur atas dirinya. Allah juga demikian. Jadi ketika Anda berdoa, katakan kepada Allah secara spesifik apa yang Anda syukuri.

Sesuatu yang mungkin membutuhkan langkah iman yang lebih besar adalah ketika Anda bersyukur kepada Allah terlebih dahulu. Ketika Anda memiliki iman untuk mengucap syukur sebelum Anda melihat bagaimana Allah bekerja, mukjizat dapat terjadi.

Alkitab mengatakan bahwa Allah berdiam di tengah pujian umat-Nya. Ia menggunakan ucapan syukur Anda sebagai alat kuasa dalam hidup Anda.
Karena itu, luangkanlah waktu sekarang untuk mengatakan kepada Allah apa yang Anda syukuri. Kemudian teruslah melangkah, dari waktu ke waktu, mempraktikkan rasa syukur atas siapa Allah itu, apa yang telah Ia lakukan, dan semua yang Anda percaya akan Ia lakukan.

Renungkan:

- Bagaimana rasa syukur mendekatkan Anda kepada Yesus dan menolong Anda mencerminkan karakter-Nya?

- Apakah Anda pernah mencoba menuliskan doa dan rasa syukur Anda dalam jurnal? Menurut Anda, perbedaan apa yang dapat dihasilkannya?

- Dalam hal apa saja Anda percaya Allah akan memberkati Anda di masa depan? Bersyukurlah kepada Allah untuk hal-hal tersebut, bahkan sebelum semuanya terjadi.

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 1-3; Yohanes 5:25-47
____________
Semakin Anda bersyukur, semakin mudah Anda melihat Allah bekerja dalam hidup Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
What Does Grateful Prayer Do? - Daily Hope with Rick Warren - May 19, 2026

“Don’t worry about anything; instead, pray about everything. Tell God what you need, and thank him for all he has done. Then you will experience God’s peace.” Philippians 4:6-7 (NLT)
-------------------
In Philippians 4:6-7 you’ll find one of the most difficult teachings to obey in the entire Bible: “Don’t worry about anything; instead, pray about everything. Tell God what you need, and thank him for all he has done. Then you will experience God’s peace” (NLT).

It’s not easy to stop worrying about the often-scary, everyday parts of your life, but God tells you how. He says you should pray about everything and thank him for all he has done. Grateful prayer brings peace. God says that when you start to worry, you should pray.

Parents understand the power of grateful prayers. Most parents wouldn’t appreciate their children always making requests and never saying “thank you” for the things they’ve received.

God sees it the same way. He is waiting for you to ask him for what you need and want. More than 20 times in the New Testament, you’re told to “ask” him. But he wants you to ask with gratefulness.

The Bible urges you to be specific in your requests—and in your praises. Instead of a simple “thank you for everything,” God wants you to tell him what you’re grateful for.

When I say to my wife, “I’m so grateful for you,” she tells me to be specific. She likes to hear what I appreciate about her and what makes me grateful for her. God does too. So when you pray, tell God what you’re thankful for, and be specific.

Something that can require an even bigger step of faith is when you thank God in advance. When you have the faith to thank God ahead of time—before you can see how he’s working—miracles happen.

The more thankful you are, the easier it is to see God at work in your life. The Bible says that God inhabits the praise of his people. He uses your thanksgiving as an instrument of power in your life.

So, take a moment now, and tell God what you’re grateful for. Then keep going, moment by moment, practicing gratitude for who God is, what he has done, and all that you believe he will do.


Sabtu, 16 Mei 2026

Inilah Kehendak Allah: Bersyukur

17 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
1 Tesalonika 5:18 "Mengucap syukurlah dalam segala keadaan, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu"
--------------------
Di banyak budaya di seluruh dunia, orang-orang menetapkan hari atau musim tertentu untuk mengucap syukur. Namun Allah ingin Anda dengan sengaja hidup dalam rasa syukur setiap hari. Ia ingin Anda membangun kebiasaan rohani ini, yang terlihat dalam kehidupan seorang pengikut Yesus yang setia. Karena semakin dekat Anda kepada Yesus, semakin dalam Anda memahami kasih Allah, dan semakin besar rasa syukur Anda.

Apa artinya memiliki rasa syukur yang radikal?

Alkitab berkata dalam 1 Tesalonika 5:18, "Mengucap syukurlah dalam segala keadaan, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu". Bersyukur dalam setiap keadaan—itulah rasa syukur yang radikal.

Bagaimana Anda dapat tetap bersyukur bahkan dalam keadaan yang sulit? Anda dapat bersyukur kepada Allah dalam setiap keadaan karena Ia memegang kendali. Ia dapat mendatangkan kebaikan dari kejahatan. Ia dapat membalikkan kesalahan terbesar yang pernah Anda lakukan. Apa pun yang terjadi, Allah tidak akan berhenti mengasihi Anda.

Rasa syukur yang radikal—bersyukur dalam segala keadaan—adalah kehendak Allah karena hal itu membangun persekutuan. Apa maksudnya? Rasa syukur selalu memperdalam hubungan antara Anda dengan orang lain dan antara Anda dengan Allah.

Jika Anda ingin menjadi lebih dekat dengan seseorang, mulailah mengungkapkan rasa syukur kepada orang tersebut. Mungkin Anda merasa hubungan dengan pasangan Anda menjadi jauh. Anda kehilangan kehangatan itu karena Anda berhenti melakukan hal-hal yang dahulu membangun kedekatan, dan sekarang Anda saling menganggap biasa saja. Mulailah kembali melakukan apa yang dahulu Anda lakukan saat masa pendekatan: Ungkapkan rasa syukur. Tulislah catatan kecil yang penuh kebaikan dan dorongan semangat. Telepon atau kirim pesan di tengah hari hanya untuk mengatakan bahwa Anda bersyukur memiliki pasangan Anda.

Apakah Anda ingin membangun hubungan yang lebih baik dalam kelompok kecil Anda? Jangan hanya datang saat pertemuan. Hubungi anggota kelompok Anda selama minggu berjalan. Katakan, "Saya bersyukur atas Anda, dan inilah alasannya." Anda akan menemukan bahwa semakin besar rasa syukur Anda terhadap kelompok Anda, semakin erat hubungan di dalamnya—dan semakin Anda bertumbuh dalam rasa syukur yang radikal.

Marilah kita "Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun." (Mazmur 100:4-5).

Renungkan:

- Dalam keadaan apa saat ini Anda merasa sulit untuk bersyukur? Apa satu hal yang masih dapat Anda syukuri dalam keadaan tersebut?

- Apa saja cara sederhana dan spesifik yang dapat Anda lakukan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada pasangan, teman, atau anggota kelompok kecil Anda?

- Ketika Anda membangun sikap hidup yang penuh syukur, perubahan apa yang menurut Anda akan terjadi dalam diri Anda dan hubungan-hubungan Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 24-25; Yohanes 5:1-24
____________
Anda dapat menemukan ratusan hal untuk disyukuri dalam keadaan apa pun, bahkan ketika keadaan itu terasa sangat buruk.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
This Is God’s Will: Give Thanks - Daily Hope with Rick Warren - May 17, 2026

“Give thanks in all circumstances; for this is God’s will for you in Christ Jesus.” 1 Thessalonians 5:18 (NIV)
-----------------
In many cultures around the world, people set aside certain days or seasons for giving thanks.  But God wants you to be intentional about your thankfulness every day. He wants you to develop this spiritual habit, one that is reflected in the life of a faithful follower of Jesus. Because the closer you get to Jesus, the more deeply you understand God’s love, and the more grateful you’re going to be.

What does it mean to be radically grateful?

The Bible says in 1 Thessalonians 5:18, “Give thanks in all circumstances; for this is God’s will for you in Christ Jesus”(NIV). In every circumstance give thanks—that’s radical gratitude.

How can you be thankful even in difficult circumstances? You can thank God in every circumstance because he is in control. He can bring good out of evil. He can turn around the worst mistakes you’ve made. No matter what happens, God isn’t going to stop loving you.

You can find a hundred things to be thankful for in any circumstance, even when the circumstance stinks.

Radical gratitude—being thankful in all circumstances—is God’s will because it creates fellowship. What do I mean by that? Gratitude always builds deeper relationships between you and other people and between you and God.

If you want to get closer to someone, start expressing gratitude to that person. Maybe you’re feeling distant from your spouse. You’ve lost that spark because you stopped doing the things that created the spark early on—and now you take each other for granted. Start doing what you did when you were dating: Express gratitude. Write little notes of kindness and encouragement. Call or text during the day, just to tell your spouse that you’re thankful for them.

Do you want to build better connection in your small group? Don’t just go to your gathering. During the week, contact the people in your group. Say, “I’m grateful for you, and here’s why.” You’ll find that the more grateful you are for your group, the more your group will bond—and the more you’ll grow in radical gratitude.

Let us “enter his gates with thanksgiving and his courts with praise; give thanks to him and praise his name. For the LORD is good and his love endures forever; his faithfulness continues through all generations” (Psalm 100:4-5 NIV).