01 Juli 2026
Bacaan Hari ini:
Matius 7:3, 5 "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? ...Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
---------------------
Salah satu keterampilan hidup yang paling penting yang perlu Anda pelajari adalah menyelesaikan konflik. Jika Anda tidak mempelajarinya, Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda dalam kesengsaraan. Mengapa? Karena kita adalah manusia yang tidak sempurna dan kita menghadapi konflik hampir setiap hari dalam hidup kita.
Dibutuhkan keberanian untuk mendatangi seseorang yang sedang berkonflik dengan Anda dan mengatakan bahwa Anda ingin duduk bersama untuk menyelesaikannya. Setelah Anda mengambil langkah itu, jangan memulai dengan apa yang telah dilakukan orang lain yang salah; jangan membuat tuduhan atau menyebutkan semua cara Anda telah disakiti. Mulailah dengan apa yang telah Anda lakukan yang salah.
Anda selalu dapat menemukan sesuatu untuk diakui. Sekalipun konflik itu 99,99 persen merupakan kesalahan orang lain, Anda tetap dapat mengakui bagian kesalahan Anda. Mungkin itu adalah respons Anda yang buruk atau sikap Anda. Mungkin itu adalah cara Anda pergi meninggalkan situasi tersebut.
Anda memiliki kelemahan dalam hidup yang dilihat dengan jelas oleh orang lain tetapi tidak pernah Anda sadari. Itulah titik buta Anda. Itulah sebabnya Anda perlu datang untuk menyelesaikan konflik dengan hati yang rendah hati dan memulai dengan kesalahan Anda sendiri.
Yesus berkata,"Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? ...Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu." (Matius 7:3, 5).
Apakah balok di mata Anda yang menghalangi Anda untuk melihat situasi dengan jelas? Jangan mulai dengan semua cara orang lain telah menyakiti Anda sampai Anda terlebih dahulu mengakui bagian Anda dalam konflik itu.
Apakah Anda menyebabkan konflik karena kurang peka? Atau apakah Anda terlalu peka? Apakah Anda gagal menunjukkan belas kasihan kepada orang yang sedang terluka? Apakah Anda terlalu banyak menuntut? Apa saja titik buta Anda?
Setelah Anda menyadarinya dan mengakuinya, Anda akan siap untuk langkah berikutnya dalam menyelesaikan konflik.
Renungkan :
- Apa yang membuat kita sulit melihat dosa kita sendiri dengan jelas?
- Menurut Anda, bagaimana pengaruhnya terhadap orang lain jika Anda memulai penyelesaian konflik dengan pengakuan daripada tuduhan?
- Pikirkan satu konflik yang belum terselesaikan dalam hidup Anda. Bagaimana Anda akan melangkah maju untuk menyelesaikannya? Bagaimana Anda akan mengambil langkah pertama?
Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 17-19; Kisah Para Rasul 10:1-23
____________
Untuk menyelesaikan konflik, terkadang Anda harus mengambil langkah pertama. Dan untuk melakukannya, Anda harus meminta pertolongan Allah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Resolving Conflict: Step One - Daily Hope with Rick Warren - July 01, 2026
“Why do you notice the little piece of dust in your friend’s eye, but you don’t notice the big piece of wood in your own eye? . . . You hypocrite! First, take the wood out of your own eye. Then you will see clearly to take the dust out of your friend’s eye.” Matthew 7:3, 5 (NCV)
---------------------
One of the most important life skills you need to learn is conflict resolution. If you don’t learn it, you’ll spend much of your life miserable. Why? Because we’re imperfect people and we have conflict almost every day of our lives.
To resolve conflict, you sometimes have to make the first move. And to do that, you’re going to have to ask for God’s help.
It takes courage to approach someone you are in conflict with and tell them you want to sit down and work it out. Once you’ve taken that step, you don’t start with what the other person has done wrong; you don’t make accusations or list ways you’ve been hurt. You start with what you’ve done wrong.
You can always find something to confess. Even if the conflict is 99.99 percent the other person’s fault, you can admit your part. Maybe it was your poor response or your attitude. Maybe it was the way you walked away.
You have weaknesses in your life that others see clearly but you’ve never seen. Those are your blind spots. That’s why you need to come to conflict resolution with a humble heart and begin with your own faults.
Jesus said, “Why do you notice the little piece of dust in your friend’s eye, but you don’t notice the big piece of wood in your own eye? . . . You hypocrite! First, take the wood out of your own eye. Then you will see clearly to take the dust out of your friend’s eye” (Matthew 7:3, 5 NCV).
What’s the piece of wood in your eye that is keeping you from seeing the situation clearly? Don’t start with all the ways the other person has hurt you until you’ve confessed your part of the conflict first.
Did you cause conflict by being insensitive? Or were you overly sensitive? Did you not show compassion for the person who was hurting? Were you being overly demanding? What are your blind spots?
Once you figure them out and confess them, you’ll be ready for the next step in conflict resolution.