Jumat, 07 Agustus 2026

Untuk Mengasihi Seperti Yesus, Melangkahlah Lebih Jauh dari Simpati

08 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Yohanes 10:10-11 "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya"
------------------
Apa yang ada di dalam hati kita sering kali menentukan apa yang kita rasakan ketika memandang orang lain. Saat melihat kerumunan orang, kita dapat dengan mudah merasa jengkel atau tidak sabar. Tetapi ketika Yesus melihat orang banyak, "tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala."(Matius 9:36)

Demikian pula Allah memandang Anda: dengan belas kasihan. Ingatlah: Dia tidak merendahkan Anda. Dia mengangkat Anda! Betapapun marah, terluka atau dikhianatinya perasaan Anda, Yesus akan selalu merespons dengan belas kasihan. Dia tahu betapa tidak berdayanya kita tanpa Dia, "seperti domba yang tidak bergembala."

Tanpa seorang gembala, domba tidak memiliki perlindungan. Mereka tidak mempunyai cakar, tidak dapat berlari dengan cepat, dan gigi mereka pun tidak tajam. Mereka membutuhkan perlindungan seorang gembala.

Di seluruh Alkitab, domba merupakan lambang umat Allah. Yohanes 10:10-11 berkata, "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya"

Belas kasihan seperti itu hanya berasal dari Yesus, Gembala kita yang Baik. Dan belas kasihan berbeda dengan simpati maupun empati.

Simpati berkata, "Aku turut sedih karena kamu terluka," lalu berhenti sampai di situ. Empati adalah komitmen yang lebih dalam yang berkata, "Aku ikut merasakan penderitaanmu." Tetapi belas kasihan berkata, "Aku akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk menghentikan penderitaanmu."

Dan itulah, pada hakikatnya, yang dilakukan Yesus melalui kehidupan, kematian dan kebangkitan-Nya. Dia melakukan apa pun yang diperlukan untuk menghentikan penderitaan Anda, sekalipun itu berarti mati di kayu salib, sekalipun itu berarti tangan dan kaki-Nya dipaku. Belas kasihan melakukan apa pun yang diperlukan.

Yesus berkata bahwa alasan Dia datang adalah "bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Markus 10:45).

Perhatikan dua kata ini: "melayani" dan "memberikan." Kedua kata itu mendefinisikan apa artinya menjadi pengikut Yesus.

Apakah Anda memandang orang-orang yang terluka dan tidak berdaya sebagaimana Yesus memandang mereka? Apakah Anda dipenuhi kasih dan belas kasihan, serta bersedia melakukan apa pun yang Anda dapat untuk meringankan penderitaan mereka?

Renungkan :

- Ceritakan saat Anda pernah tergerak oleh belas kasihan terhadap seseorang. Bagaimana respons Anda mencerminkan belas kasihan itu?

- Apakah Anda mengalami kesulitan memandang Allah sebagai Pribadi yang penuh belas kasihan? Mengapa atau mengapa tidak?

- Dalam bidang apa dalam hidup Anda menurut Anda Allah ingin menumbuhkan belas kasihan yang lebih besar terhadap sesama?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 72-73; Roma 9:1-15
____________
Alkitab berulang kali mengatakan bahwa ketika Yesus melihat orang-orang yang menderita, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan. Allah ingin Anda menjadi seperti Dia, yang berarti memandang orang lain dengan cara yang sama.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
To Love Like Jesus, Go Beyond Sympathy
By Rick Warren

“I came so that my sheep will have life and so that they will have everything they need. I am the good shepherd. The good shepherd gives his life for the sheep.” John 10:10-11 (GW)
------------------
What's in our hearts often determines what we feel when we look at people. When we see a crowd, we can easily get irritated or impatient. But when Jesus saw a crowd, “he had compassion for them, because they were harassed and helpless, like sheep without a shepherd” (Matthew 9:36 ESV).

That's the same way God looks at you: with compassion. Remember: He doesn’t put you down. He lifts you up! No matter how angry, hurt, or betrayed you feel, Jesus will always respond with compassion. He knows how helpless we are without him, “like sheep without a shepherd.”

Without a shepherd, sheep are defenseless. They don't have any claws, they don't run fast, and their teeth are not very sharp. They need the protection of a shepherd.

Throughout the Bible, sheep are a symbol of God's people. John 10:10-11 says, “I came so that my sheep will have life and so that they will have everything they need. I am the good shepherd. The good shepherd gives his life for the sheep” (GW).

That kind of compassion comes only from Jesus, our Good Shepherd. And it’s different from sympathy and empathy.

Sympathy says, “I'm sorry you're hurt,” and it stops there. Empathy is a deeper commitment that says, “I hurt with you." But compassion says, “I will do anything it takes to stop your hurt."

And that is, in essence, what Jesus did through his life, death, and resurrection. He did anything it took to stop your hurt, even if it meant dying on the cross, even if it meant having nails pounded through his hands and feet. Compassion does whatever it takes.

Jesus said the reason he came was “not to be served but to serve others and to give his life as a ransom for many” (Mark 10:45 NLT). Notice the two words “serve” and “give.” They define what it means to follow Jesus.

Do you look at people who are hurting and helpless the way Jesus does? Are you full of love and compassion, willing to do whatever you can to stop their pain?

The Bible repeatedly tells us that when Jesus looked at people in pain, he was moved with compassion. God wants you to be like him, which means looking at others the same way.


Kamis, 06 Agustus 2026

Tiga Cara Allah Menuntun dan Melindungi

07 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Yohanes 10:4 "Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya"
-----------------
Kemarin kita telah melihat bagaimana kebaikan Allah menuntun dan melindungi Anda. Hari ini kita akan melihat tiga lagi manfaat dari kebaikan Allah: Bagaimana Dia membimbing, menjaga dan menyelamatkan Anda melalui Yesus, Sang Gembala yang Baik.

Allah membimbing Anda. Ketika Anda menjadi bingung atau menyimpang dari jalan-Nya, Yesus akan menemukan Anda dan membawa Anda kembali. Sama seperti domba, kita cenderung menyimpang—dan akhirnya tersesat. Karena itu Allah mengutus Yesus dalam sebuah misi pencarian dan penyelamatan untuk menyelamatkan kita, "sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." (Lukas 19:10).

Mengapa? Karena setiap orang di antara kita sangat berharga bagi-Nya.

Ketika Allah membawa Anda kembali setelah Anda menyimpang dari-Nya, Dia tidak akan menghukum Anda, tetapi Dia mungkin akan mendisiplinkan Anda. Seperti seorang gembala yang mengikat kaki seekor domba yang suka berkeliaran agar tidak terus menyimpang, Allah mungkin mengizinkan Anda mengalami suatu "kepincangan" untuk mencegah Anda kembali menjauh dari-Nya.

Allah menjaga Anda. Jika Anda gagal atau jatuh, Yesus menyelamatkan Anda dan menempatkan Anda kembali di jalan pemulihan. Kita bukan hanya mudah tersesat, tetapi sama seperti domba, kita juga mudah tersandung dan jatuh. Kabar baiknya adalah bahwa setiap kali Anda melakukan kesalahan, Anda dapat datang kepada Yesus dan mengharapkan Dia menyelamatkan serta memulihkan Anda.

Yesus berkata, "Jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya? Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat." (Matius 12:11-12).

Jika adalah hal yang wajar untuk menyelamatkan seekor hewan yang terjatuh, bukankah Allah akan melakukan hal yang sama terhadap Anda ketika Anda jatuh?

Allah menyelamatkan Anda. Jika Anda percaya kepada-Nya untuk menyelamatkan Anda, Yesus akan menepati janji-Nya. Bukan tugas Anda untuk menyelamatkan diri sendiri. Tugas Anda hanyalah menyerahkan tangan Anda ke dalam tangan Allah dan berkata, "Aku sepenuhnya milik-Mu—dengan segala yang baik, yang buruk dan kelemahanku." Allah mengasihi Anda terlalu dalam untuk pernah melepaskan Anda.

Yesus berkata demikian: "Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa." (Yohanes 10:29).

Renungkan :

- Pernahkah Anda mengalami didikan Allah yang mencegah Anda menyimpang lagi dari-Nya? Bagaimana Anda menggambarkan didikan-Nya?

- Kapan Allah pernah menyelamatkan Anda dari situasi yang buruk? Bagaimana pengalaman itu mengubah iman Anda?

- Apa yang dinyatakan tentang karakter Allah melalui janji-Nya untuk selalu datang mencari Anda ketika Anda menyerahkan diri kepada-Nya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 70-71; Roma 8:22-39
___________
Ketika Anda mempercayai Yesus sebagai Juruselamat Anda, Anda tidak lagi berjalan sendiri. Saat Anda merasa tersesat, bingung, atau seolah-olah terjatuh ke dalam lubang, percayalah bahwa Sang Gembala yang Baik selalu ada bersama Anda. Dia akan membimbing, menjaga, dan menyelamatkan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
Three Ways God Directs and Protects
By Rick Warren

"When he has led out all of his sheep, he walks in front of them, and they follow, because they know his voice.” John 10:4 (CEV)
---------------------
Yesterday we looked at how the goodness of God directs and protects you. Today we’ll look at three more benefits of God’s goodness: how he guides, guards, and saves you through Jesus, the Good Shepherd.

God guides you. When you get confused or wander away, Jesus will find you and bring you back. Much like sheep, we tend to wander—and we get lost. So God sent Jesus on a search and rescue mission to save us, “to seek and save those who are lost” (Luke 19:10 NLT).

Why? Because every single one of us matters to him.

When God brings you back from wandering away from him, he will not punish you, but he may discipline you. Like a shepherd that wraps the legs of a sheep that is prone to wander, God may give you a “limp” to keep you from wandering.

God guards you. If you fail or fall, Jesus rescues you and sets you on the road to recovery. We not only wander, but, just like sheep, we also stumble and fall. The good news is that you can run to Jesus every time you mess up and expect him to rescue and restore you. 

Jesus said, “If any of you has a sheep and it falls into a pit on the Sabbath, will you not take hold of it and lift it out? How much more valuable is a person than a sheep!” (Matthew 12:11-12 NIV). If it’s common sense to rescue an animal that stumbles, won’t God act the same way toward you when you stumble?

God saves you. If you trust him to save you, Jesus will keep his promise to do just that. It’s not your job to save yourself. Your job is simply to put your hand in God’s and say, “I’m all yours—the good, the bad, and the ugly.” God loves you too much to ever let you go.

Jesus said it like this: “My Father gave my sheep to me. He is greater than all, and no person can steal my sheep out of my Father’s hand” (John 10:29 NCV).

When you trust in Jesus as your Savior, you’re no longer on your own. When you feel lost, confused, or like you’ve fallen into a pit, you can trust that the Good Shepherd is always there for you. He will guide you, guard you, and save you.


Rabu, 05 Agustus 2026

Anda Membutuhkan Gembala yang Baik

06 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Yohanes 10:10-11 "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya."
-------------------
Domba pada dasarnya adalah hewan yang tidak memiliki kemampuan untuk membela diri. Karena itu, seorang gembala membawa beberapa alat untuk merawat dan melindungi domba-dombanya. Ia memiliki gada untuk menjaga dan melindungi, serta tongkat yang ujungnya melengkung untuk menyelamatkan domba.

Kita seperti domba yang tersesat dan membutuhkan perlindungan serta tuntunan. Itulah sebabnya Yesus datang ke dunia untuk menjadi Gembala yang Baik bagi kita. Dia berkata, "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya." (Yohanes 10:10-11).

Sebagaimana seorang gembala menggunakan gada dan tongkatnya untuk menuntun dan melindungi domba-dombanya, Allah juga ingin menuntun dan melindungi Anda. Berikut adalah dua cara Dia melakukannya:

1. Jika Anda mengikuti-Nya, Yesus akan menuntun Anda ke arah yang benar.

Anda membutuhkan seorang penuntun—seorang gembala—yang berjalan di depan Anda dalam kehidupan. Anda membutuhkan Yesus, Gembala yang Baik, yang memimpin dari depan dan memanggil Anda untuk terus maju. Hal ini berbeda dengan seorang penggembala sapi, yang menggiring ternaknya dari belakang. Yesus tidak akan mendorong Anda menjalani kehidupan. Dia berjalan di depan Anda dan seolah-olah berkata, “Perhatikan bagaimana Aku melakukannya. Lihatlah ke mana Aku pergi.”

Yohanes 10:4 berkata,"Jika semua dombanya telah dibawa ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya."

2. Jika Anda membawa luka-luka Anda kepada-Nya, Yesus penuh belas kasihan.

Yesus berbelaskasihan kepada kita, karena Dia tahu bahwa tanpa Dia kita tidak berdaya. Matius 9:36 berkata, "Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala."

Dalam naskah Yunani aslinya, maknanya adalah bahwa Yesus merasakan kepedihan yang sangat dalam terhadap orang banyak itu dan ingin menolong mereka.

Demikian pula, ketika Anda membawa penderitaan Anda kepada Yesus, Dia tidak merendahkan Anda; Dia mengangkat Anda. Dia tidak mempersulit hidup Anda; Dia menyembuhkan Anda.
Karena kebaikan Allah, Yesus menuntun dan melindungi Anda. Yesus adalah Gembala yang Baik, yang "datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Matius 20:28)

Besok kita akan melihat tiga lagi manfaat dari kebaikan Allah: Bagaimana Dia membimbing, menjaga dan menyelamatkan.

Renungkan :

- Kapan Anda pernah merasakan Allah berjalan di depan Anda untuk menuntun Anda? Dengan cara apa pengalaman itu menumbuhkan iman Anda?

- Bagaimana Anda telah melihat belas kasihan Yesus membawa kesembuhan dalam hidup Anda sendiri atau dalam kehidupan orang lain?

- Ke arah mana Yesus sedang menuntun Anda saat ini? Dalam pekerjaan Anda? Keluarga Anda? Komunitas Anda? Gereja Anda? Hubungan-hubungan Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 68-69; Roma 8:1-21
___________
Kita seperti domba yang tersesat dan membutuhkan perlindungan serta tuntunan dari Tuhan

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
You Need a Good Shepherd
By Rick Warren

“My purpose is to give them a rich and satisfying life. I am the good shepherd. The good shepherd sacrifices his life for the sheep.” John 10:10-11 (NLT)
----------------
Sheep are essentially defenseless animals, so a shepherd carries a few tools to care for and protect his sheep. He has a rod for guarding and protecting, and he uses a staff with a little crook in it to rescue the sheep.

We are like lost sheep in need of protection and direction, so Jesus came to earth to be our Good Shepherd. He said, “My purpose is to give them a rich and satisfying life. I am the good shepherd. The good shepherd sacrifices his life for the sheep” (John 10:10-11 NLT).

Just as a shepherd uses the physical tools of the rod and the staff for direction and protection, God wants to direct and protect you. Here are two ways he does that:

If you follow him, Jesus leads you in the right direction.

You need a guide—a shepherd—to go before you in life. You need Jesus, the Good Shepherd, who leads from the front and calls you forward. This is different from a cowboy, who drives cattle from the back. Jesus is not going to push you through life. He gets in front of you and essentially says, “Watch how I do it. Look where I go.”

John 10:4 says, “When he has led out all of his sheep, he walks in front of them, and they follow, because they know his voice” (CEV).

If you bring your hurts to him, Jesus is compassionate.

Jesus has compassion on us, because he knows that we are helpless without him. Matthew 9:36 says, “When [Jesus] saw the crowds, he had compassion on them, because they were harassed and helpless, like sheep without a shepherd” (NIV). The sense in the original Greek text is that Jesus hurt deeply for the people in the crowd and wanted to help them.

In the same way, when you bring your pain to Jesus, he doesn’t put you down; he lifts you up. He doesn’t hassle you; he heals you.

Because of God’s goodness, Jesus directs and protects you. Jesus is our Good Shepherd, who “came not to be served but to serve, and to give his life as a ransom for many” (Matthew 20:28 ESV).

Tomorrow we’ll look at three more benefits of God’s goodness: how he guides, guards, and saves.


Selasa, 04 Agustus 2026

Doa untuk Lembah-Lembah Kehidupan

05 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 23:4 "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku"
-----------------
Apa yang Anda khawatirkan hari ini? Perekonomian? Kesehatan Anda? Tagihan-tagihan Anda? Anak-anak Anda? Apakah Anda mengkhawatirkan masa depan? Faktanya, ada banyak alasan untuk merasa takut di dunia saat ini. Lebih dari sebelumnya, kita merasakan tekanan bahkan dari tugas-tugas sehari-hari yang tampaknya jauh lebih sulit karena keadaan dunia. Hidup memang tidak mudah.

Namun Allah berjanji bahwa, bahkan di dalam lembah Anda yang paling gelap sekalipun, Dia berjalan di samping Anda.

Menarik untuk diperhatikan bahwa ada 365 ayat di dalam Alkitab yang mengatakan, "Jangan takut." Allah memberikan satu pesan "Jangan takut" untuk setiap hari dalam setahun! Dia ingin kita mendengar pesan ini: Jangan takut!

Mengapa Allah harus mengulanginya begitu sering ketika berbicara tentang kekhawatiran dan ketakutan kita? Karena luka-luka dan pergumulan kita sering kali membuat kita berpikir bahwa Allah ingin menghukum kita, bahwa yang ingin Dia lakukan hanyalah menghakimi dan menghukum kita. Tetapi itu sama sekali tidak benar. Yesus adalah buktinya.

Ketika Anda memahami kasih karunia dan kemurahan Allah, Anda tidak perlu takut menghadapi masa depan. Allah tidak sedang berusaha membalas Anda. Yesus telah menanggung hukuman atas semua dosa yang pernah Anda lakukan maupun yang akan Anda lakukan. Dia telah membayarnya di kayu salib. Jadi, ketika sesuatu yang buruk terjadi, Anda tidak perlu berpikir, "Allah sedang membalas saya" Sebaliknya, ingatlah dan doakanlah ayat ini:
"Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku" (Mazmur 23:4).

Namun Anda tidak bisa hanya mengucapkan ayat ini lalu berharap semua ketakutan Anda hilang untuk selamanya. Ayat-ayat seperti ini perlu terus Anda doakan berulang kali ketika sifat manusia Anda kembali dipenuhi kekhawatiran. Tetapi teruslah berdoa. Teruslah mengingatkan diri Anda akan janji-janji Allah.

Renungkan :

- Janji-janji apa dari Firman Allah yang dapat Anda pegang ketika Anda tergoda untuk mengkhawatirkan sesuatu dalam hidup Anda?

- Dengan cara-cara apa Allah melindungi Anda?

- Mengapa pemahaman tentang pengorbanan Yesus di kayu salib seharusnya membuat Anda tidak takut menghadapi masa depan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 66-67; Roma 7
______________
Janji-janji Tuhan tidak akan pernah gagal!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
A Prayer for the Valleys
By Rick Warren

“Even when I walk through the darkest valley, I will not be afraid, for you are close beside me. Your rod and your staff protect and comfort me.” Psalm 23:4 (NLT)
------------------
What are you worried about today? The economy? Your health? Your bills? Your kids? Are you worried about the future? The fact is there are a lot of reasons to be afraid in today’s world. More than ever, we feel the stress of even everyday tasks that seem infinitely more difficult because of the state of the world. Life is just hard.

But God promises that, even in your darkest valleys, he is walking beside you.

It’s interesting to note that there are 365 verses in the Bible that say, “Fear not.” God provided us with one “Fear not” message for every day of the year! He wants us to hear the message: Don’t be afraid!

Why does God have to repeat himself so often when it comes to our worries and fears? It’s because our hurts and hang-ups can often cause us to think that God is out to get us, that all he wants to do is condemn us and punish us. But that simply isn’t true. Jesus is the proof of that.

When you understand God’s grace and mercy, then you have no need to fear the future. God isn’t trying to get even with you. Jesus has taken the penalty for everything you’ve ever done wrong or will do wrong. He paid for it on the cross. So, when a bad thing happens, you don’t have to think, “God’s getting even with me.” Instead, remember and pray this verse:“Even when I walk through the darkest valley, I will not be afraid, for you are close beside me. Your rod and your staff protect and comfort me” (Psalm 23:4 NLT).

But you can’t just say this Scripture and then expect all your fears to go away once and for all. These are verses you will have to pray over and over again as your human nature slips back into worry. But keep praying. Keep reminding yourself of God’s promises.

They never fail!


Senin, 03 Agustus 2026

Pada Akhirnya Anda Akan Menang, Apa Pun yang Terjadi

04 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 4:8-9, 14 "Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian; kami dihempaskan, namun tidak binasa. ... Sebab kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya."
------------------
Ketika masa depan terasa tidak pasti dan begitu banyak ketakutan di sekeliling Anda, mungkin rasanya seolah-olah kisah hidup Anda akan segera berakhir.

Namun Alkitab berkata, "Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian; kami dihempaskan, namun tidak binasa. ... Sebab kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya." (2 Korintus 4:8-9,14).

Ketika hidup terasa tidak pasti, ingatlah kebenaran ini: Anda tidak dapat kalah! Pada akhirnya Anda akan menang, apa pun yang terjadi. Bahkan jika Anda kehilangan hidup ini, Anda akan langsung masuk ke hadirat Allah apabila Anda percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat.

Dan ketika Anda tiba di surga, kisah Anda sesungguhnya baru saja dimulai.
Pernahkah Anda menonton sebuah serial televisi yang setiap episodenya berakhir dengan ketegangan, sehingga Anda bertanya-tanya apakah tokoh utamanya akan selamat?
Meskipun itu hanya sebuah cerita, ketegangannya bisa terasa sangat nyata.

Namun, ketika seluruh episode dari serial tersebut sudah tersedia untuk ditonton, Anda tidak lagi merasa terlalu tegang karena Anda tahu tokoh utamanya masih akan muncul selama enam musim berikutnya. Ketika Anda tahu ceritanya masih berlanjut, Anda tahu bahwa setiap episode bukanlah akhir dari kisah itu. Tokoh utama akan berhasil keluar dari situasi sulit dan melanjutkan ke musim berikutnya.

Begitulah kehidupan Anda. Sekalipun Anda sedang berada dalam keadaan yang sulit, Anda tahu bahwa masa sulit itu bukanlah akhir dari kisah hidup Anda. Anda dapat hidup dengan pengharapan di tengah krisis karena Anda memiliki perspektif kekekalan.

Suatu hari nanti, ketika Anda bertemu Yesus di surga, semua rasa sakit, penyakit, dukacita, kesedihan, tekanan hidup, dan penderitaan akan berakhir. Inilah yang dapat Anda nantikan di surga:
"Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." (Wahyu 21:4).

Renungkan :

- Dalam bagian mana dari hidup Anda secara khusus Anda perlu mengalihkan fokus dari ketakutan kepada pengharapan?

- Apa saja yang dapat mengingatkan Anda akan pengharapan di dalam Yesus ketika Anda merasa putus asa atau takut?

- Mengapa penting bagi dunia untuk melihat bahwa orang-orang Kristen memiliki pengharapan dan keyakinan, bahkan di tengah-tengah krisis?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 63-65; Roma 6
____________
Kehidupan ini bukanlah akhir dari kisah Anda. Kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi kita mengenal Dia yang memegang masa depan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
You’ll Win in the End, No Matter What Happens
By Rick Warren

"We often suffer, but we are never crushed. Even when we don't know what to do, we never give up. In times of trouble, God is with us, and when we are knocked down, we get up again . . . we know that God raised the Lord Jesus to life. And just as God raised Jesus, he will also raise us to life. Then he will bring us into his presence together." 2 Corinthians 4:8-9, 14 (CEV)
--------------------
When the future is uncertain and there is a lot of fear, it might seem like your story is coming to an end.

But the Bible says, "We often suffer, but we are never crushed. Even when we don't know what to do, we never give up. In times of trouble, God is with us, and when we are knocked down, we get up again . . . we know that God raised the Lord Jesus back to life. And just as God raised Jesus, he will also raise us to life. Then he will bring us into his presence together" (2 Corinthians 4:8-9, 14 CEV).

When life seems uncertain, remember this truth: You can’t lose! You’ll win in the end, no matter what happens. Even when you lose your life, you’re going straight into the presence of God if you believe in Jesus Christ as Savior.

And when you arrive in heaven, your story is only just beginning.

Have you ever watched a TV show where every single episode ended in a cliffhanger and left you thinking the hero might not survive? Even though it’s just a story, the tension can feel enormous.

But when all the episodes from the entire series are available to stream, you don’t feel as much tension because you know the hero survives for another six seasons. When you know the series will continue, then you know each episode is not the end of the story. The hero will make it out of a tight spot and on to the next season.

That’s how your life is. Even when you’re in a difficult circumstance, you know that the tough spot isn’t the end of your story. You can live with hope in the middle of a crisis because you have an eternal perspective.

One day, when you meet Jesus in heaven, all your pain, sickness, sorrow, sadness, stress, and grief will end. Here's what you can look forward to in heaven: "He will wipe every tear from their eyes. There will be no more death or mourning or crying or pain, for the old order of things has passed away" (Revelation 21:4 NIV).

This life is not the end of the story. We don't know what the future holds, but we do know who holds the future

Minggu, 02 Agustus 2026

Tukang Becak jadi Miliarder

 
Lampiran foto: IMG-20260803-WA0008.jpg

Pono Geneng saat masih menjadi tukang becak di kawasan Prawirotaman, Yogyakarta, Pono menemukan tas milik wisatawan asal Swiss bernama Charli Morandi dan istrinya. Tas itu berisi uang tunai dalam dolar AS yang nilainya disebut-sebut 42 miliar rupiah jika dikonversikan ke nilai saat itu. Pono membawa tas itu pulang dan memperlihatkan pada ibunya. Ia membayangkan dengan uang yang ia temukan bisa merubah hidup mereka yang sangat sederhana. Tapi sang ibu mengingatkan, kalau itu bukan miliknya, tidak akan berkah hidupnya jika menggunakan uang itu, jadi sang ibu menyuruh Pono untuk mengembalikan uang yang ditemukannya. Namun sayangnya, uang dikembalikan, pasangan turis itu tak memberikan apa-apa pada Pono, mereka hanya minta Pono memperlihatkan KTP untuk difoto. Saat keluar dari hotel, becak yang ia parkir di depan sudah raib pula dibawa maling. Pono pun pulang dengan tangan kosong dan berjalan kaki. Pemilik tas pun melanjutkan perjalanan mereka ke Bali, tapi 3 hari kemudian mereka kembali ke Jogja, mencari Pono berbekal alamat di KTP. Setelah ketemu, mereka memutuskan menginap di rumah Pono yang sederhana, mereka bilang 3 hari belakangan tak bisa tidur karena memikirkan Pono. Kejujuran Pono yang langka, membuat mereka ingin mengajak Pono untuk mengubah nasibnya di Swiss. Pono pun berangkat ke Swiss dengan semua biaya dan fasilitas ditanggung Charly. Charly dan istrinya sudah menganggap Pono seperti anak sendiri, karena selain jujur, Pono dikenal baik budi. Sampai di Swiss Pono bertani dan belajar. Sebelumnya selama jadi tukang becak Pono juga belajar berbagai bahasa, hingga ia menguasai 5 bahasa, jadi di Swiss pun ia tak ada kendala bahasa. Pono kemudian mulai memiliki bisnis, dan terus berkembang. Hingga kedua orangtua angkat Pono meninggal, mereka mewariskan semua hartanya pada Pono. Bisnis Pono pun makin berkembang pesat, ia memegang bisnis bidang perdagangan (trading), terutama komoditas pertanian seperti kopi, kakao, lada, cengkeh, dan hasil bumi lain dari Indonesia untuk pasar Eropa. Kejujuran Pono Geneng, telah membawanya menjadi pengusaha kaya di Swiss, tapi ia tetap memilih jadi WNI. Kisah inspiratif Pono menunjukkan betapa kejujuran itu mahal harganya. Bayangkan siapa yang mau mengembalikan uang sebanyak itu padahal tak tau siapa pemiliknya. Keberuntungan Pono memiliki orangtua yang tidak serakah, telah membawanya pada kesuksesan luar biasa.

Uploaded Image

Terang Kecil Yang Membawa Harapan

  
Lampiran foto: IMG-20260803-WA0007.jpg
Di sebuah hutan, seekor kunang-kunang kecil merasa dirinya tidak berguna. “Cahayaku terlalu redup,” keluhnya. Ia iri melihat matahari yang terang dan bulan yang indah. Suatu malam, seekor burung kecil tersesat di tengah hutan yang gelap. Tidak ada matahari atau bulan yang dapat menolongnya karena langit tertutup awan. Kunang-kunang itu memberanikan diri terbang sambil memancarkan cahayanya yang kecil. Burung itu pun berhasil menemukan jalan pulang. Saat itulah kunang-kunang sadar bahwa cahaya kecil yang dipakai dengan setia dapat menjadi berkat besar bagi orang lain. Yesus mengajarkan bahwa setiap orang dipanggil menjadi terang bagi dunia. Terang itu bukan berasal dari kehebatan kita, melainkan dari Tuhan yang bekerja melalui hidup kita. Dalam Matius 5:14-16, Yesus berkata, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.” Tuhan tidak menuntut kita menjadi yang paling hebat, tetapi menjadi setia dalam melakukan kebaikan sekecil apa pun. Saudaraku, jangan pernah meremehkan hal-hal kecil yang dapat kita lakukan hari ini. Senyuman, doa, pengampunan, perhatian, atau pertolongan sederhana dapat menjadi terang yang membawa harapan bagi seseorang. Ketika kita membiarkan Tuhan bersinar melalui hidup kita, orang lain akan melihat kasih-Nya dan dimuliakanlah nama Tuhan. “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.” (Matius 5:16) Bacaan: Yeremia 26:1-9; Mazmur 69:5, 8-10, 14; Matius 13:54-58. (Gbu!)

Uploaded Image