Veni Vidi Vici
Selasa, 06 Oktober 2026
Pengharapan yang Tidak Mengecewakan
Kuasa untuk Terus Melangkah
07 Oktober 2026
Bacaan Hari ini:
2 Korintus 4:9 "kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa."
------------------
Jika Anda pernah menyaksikan perlombaan, Anda mungkin pernah mendengar para penonton berteriak, "Teruslah melangkah!" untuk menyemangati para atlet. Nasihat ini juga sangat baik bagi siapa pun yang merasa lelah secara emosional, mental, atau rohani karena menjalani maraton kehidupan: Teruslah melangkah!
Alkitab memuat banyak contoh orang yang memiliki tekad untuk terus melangkah ketika menghadapi perlawanan, termasuk Yesus dan Paulus.
Yesus terus-menerus menghadapi perlawanan. Para pemimpin agama dan politik berusaha mengintimidasi-Nya. Mereka berulang kali mencoba menghentikan-Nya mengajar dan menolong orang-orang. Pada suatu saat, mereka bahkan memperingatkan-Nya bahwa Raja Herodes ingin membunuh-Nya.
Namun, Yesus berkata kepada mereka, "Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai. Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku" (Lukas 13:32-33).
Tidak ada yang dapat menghentikan Yesus untuk menyelesaikan tujuan-Nya—bukan rasa takut, perlawanan, ataupun kritik. Dia tangguh dan memiliki daya tahan untuk terus melangkah tanpa menyerah.
Paulus juga menghadapi berbagai rintangan yang mengancam untuk memperlambat langkahnya. Dalam Alkitab, ia berkata, "Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa." (2 Korintus 4:8-9).
Mungkin kata-kata itu terasa akrab bagi Anda karena Anda merasa berbagai masalah datang dari segala arah. Anda lelah dan kehabisan tenaga dan Anda merasa tidak akan mampu mencapai garis akhir.
Bagaimana Anda dapat terus melangkah? Anda mendapatkan kuasa untuk terus melangkah dari sumber yang sama dengan Yesus dan Paulus: Allah.
Alkitab mengatakan, "Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus" (2 Timotius 1:8-9).
Allah tidak mengharapkan Anda memenuhi tujuan hidup Anda dan melakukan kehendak-Nya dengan mengandalkan kekuatan sendiri. Pertama, Dia menyelamatkan Anda, lalu Dia memberikan kuasa kepada Anda untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
Renungkan :
- Rasa takut, perlawanan, atau kritik seperti apa yang membuat Anda tergoda untuk mundur dari melakukan hal-hal yang telah Allah panggil untuk Anda lakukan?
- Dalam hal apa Anda merasa "terdesak dari segala sisi oleh berbagai masalah" saat ini?
- Kemana orang-orang berpaling selain kepada Allah untuk mencari kekuatan agar dapat bertahan menghadapi kesulitan? Kapan Anda pernah melihat kuasa Allah menopang Anda melewati masa sulit?
Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 33-36; Filipi 2 : 19-30
_____________
Allah akan memberikan segala sesuatu yang Anda perlukan untuk terus melangkah dan menyelesaikan apa yang telah Dia panggil untuk Anda lakukan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
The Power to Keep Going
By Rick Warren
“We get knocked down, but we get up again and keep going.” 2 Corinthians 4:9 (TLB)
--------------------
If you’ve ever been at a race, you’ve probably heard spectators shout, “Keep going!” to motivate the athletes. That’s also great advice for anyone who feels emotionally, mentally, or spiritually exhausted from running the marathon of life: Keep going!
Scripture includes many examples of people who had determination to keep going in the face of opposition, including Jesus and Paul.
Jesus faced constant opposition. Religious and political leaders tried to intimidate him. They repeatedly tried to stop him from teaching and helping people. At one point, they even warned him that King Herod wanted to kill him.
But Jesus said to them, “Go tell that fox that I will keep on casting out demons and healing people today and tomorrow; and the third day I will accomplish my purpose. Yes, today, tomorrow, and the next day I must proceed on my way” (Luke 13:32-33 NLT).
Nothing was going to stop Jesus from accomplishing his purposes—not fear, opposition, or criticism. He was resilient and had the endurance to keep on keeping on.
Paul also faced obstacles that threatened to slow him down. In the Living Bible paraphrase, he said, “We are pressed on every side by troubles, but not crushed and broken. We are perplexed because we don't know why things happen as they do, but we don't give up and quit. We are hunted down, but God never abandons us. We get knocked down, but we get up again and keep going” (2 Corinthians 4:8-9).
Maybe that sounds familiar, because you feel like troubles are coming at you from every direction. You’re tired and worn out, and you don’t think you’ll make it to the finish line.
How do you keep going? You get the power to keep going from the same place Jesus and Paul did: God.
The Message paraphrase says, “We can only keep on going, after all, by the power of God, who first saved us and then called us to this holy work” (2 Timothy 1:8-9).
God doesn’t expect you to fulfill your purpose and do his will in your own power. First, he saves you, and then he gives you the power for daily living. He will give you everything you need to keep going and finish what he has called you to do.
Senin, 05 Oktober 2026
DETIK-DETIK MUJIZAT DI ATAS LANGIT YORDANIA
Kasih yang Bertahan Mengharapkan yang Terbaik dan Bertahan Menghadapi yang Terburuk
06 Oktober 2026
Bacaan Hari ini:
1 Korintus 13:7 *l"Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu."
---------------------
Kita telah melihat pilihan-pilihan yang membantu pernikahan bertahan dalam ujian waktu. Kemarin kita membahas tentang memilih untuk memberikan kasih karunia. Hari ini saya ingin membagikan dua pilihan terakhir yang akan membantu Anda membangun kasih yang bertahan.
Kasih yang bertahan mengharapkan yang terbaik. Kasih itu penuh harapan, memandang ke depan, dan optimistis. Kasih itu tidak terjebak di masa lalu. 1 Korintus 13:7 mengatakan, "Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu."
Inilah masalahnya: Semakin lama Anda berada dalam suatu hubungan dengan orang yang tidak sempurna, semakin besar kecenderungan Anda untuk mengharapkan yang terburuk karena Anda mengetahui kesalahan dan kelemahan mereka lebih baik daripada siapa pun. Namun, ketika Anda mengharapkan yang terburuk, Anda membuat diri Anda sendiri mengalami apa yang Anda harapkan.
Anda tidak dapat mengubah perilaku buruk menjadi perilaku baik dengan mengatakan kepada seseorang bahwa mereka buruk. Anda mengubah perilaku buruk dengan membantu mereka melihat gambaran tentang seperti apa mereka dapat menjadi. Jangan mengatakan apa adanya. Katakan seperti apa yang mungkin terjadi. Perlakukan orang seperti yang Anda ingin mereka menjadi.
Alkitab mengatakan, "Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu." (1 Korintus 13:7).
Pilihan keempat untuk menumbuhkan kasih yang bertahan adalah ini: Kasih yang bertahan bertahan menghadapi yang terburuk.
Sebagian dari Anda sedang berada dalam pernikahan yang tidak bahagia saat ini, dan Anda siap untuk menyerah. Atas nama Allah, saya mengatakan ini: Jangan. Jangan lakukan itu. Anda tidak tahu apa yang akan Anda lewatkan. Selalu lebih memuaskan untuk memulihkan sebuah hubungan daripada melarikan diri darinya.
Saya tahu bahwa sebagian dari Anda telah menanggung begitu banyak rasa sakit. Jangan sia-siakan itu. Setidaknya, dapatkan sesuatu dari pengalaman itu.
Sebagian dari Anda merasa bahwa Anda tidak dapat mempercayai pasangan Anda lagi. Jika demikian, inilah yang harus Anda lakukan: Percayalah kepada Allah. Katakan, "Allah, Engkau lebih besar daripada pasangan saya dan saya akan mempercayai-Mu untuk bekerja dalam hidupnya dan menjaga saya." Sebelum Anda menyerah pada hubungan tersebut, berikan kesempatan kepada Allah.
Mazmur 62:8 mengatakan, "Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita." Pasangan Anda bukanlah perlindungan Anda. Allah adalah perlindungan Anda.
Sebagian dari Anda memiliki pasangan yang telah meninggalkan Allah, dan mereka bahkan tidak lagi percaya kepada-Nya. Tetapi coba pikirkan ini: Allah tidak ingin Anda meninggalkan mereka. Mereka membutuhkan Anda sekarang lebih dari sebelumnya.
Alkitab mengatakan, "Siapa menahan kasih sayang terhadap sesamanya, melalaikan takut akan Yang Mahakuasa." (Ayub 6:14).
Saya ingin Anda memperhatikan sesuatu tentang pilihan-pilihan yang menumbuhkan kasih yang bertahan: memberikan kasih karunia, mengharapkan yang terbaik dan bertahan menghadapi yang terburuk. Itulah cara yang sama seperti Yesus mengasihi Anda.
Renungkan :
- Apakah Anda mengharapkan yang terbaik atau yang terburuk dari pasangan Anda? Apa satu hal yang dapat Anda lakukan untuk mulai mengatakan kepada mereka tentang seperti apa mereka bisa menjadi, bukan hanya seperti apa mereka sekarang?
- Jika pasangan Anda telah mengkhianati kepercayaan Anda, bagaimana Anda dapat tetap berada dalam pernikahan sambil mempercayai Allah? Bagaimana perubahan cara pandang dapat mengubah pandangan Anda tentang masa depan pernikahan Anda?
- Jika pasangan Anda telah meninggalkan Allah, jangan tinggalkan mereka! Bagaimana Anda dapat terus mengasihi pasangan Anda bahkan di tengah krisis iman yang sedang mereka alami?
Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 29-32; Filipi 2 : 1-18
_____________
Jika Anda ingin belajar mengasihi orang dengan cara Yesus mengasihi, inilah rahasianya: Milikilah Yesus di dalam diri Anda. Hanya dengan Dia dalam hidup Anda, Anda akan mampu mengasihi pasangan Anda dengan kasih Allah yang kekal.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Lasting Love Expects the Best and Endures the Worst
By Rick Warren
“Love . . . never stops hoping, never gives up.” 1 Corinthians 13:7 (GW)
--------------------
We’ve been looking at the choices that help a marriage stand the test of time. Yesterday we talked about choosing to extend grace. Today I want to share the final two choices that will help you build a love that lasts.
Lasting love expects the best. It’s hopeful and forward-looking and optimistic. It’s not stuck in the past. First Corinthians 13:7 says, “Love . . . never stops hoping”(GW) and “always expects the best” (MSG).
Here’s the problem: The longer you’re in a relationship with an imperfect person, the more you tend to expect the worst because you know their faults and weaknesses better than anybody else. But when you expect the worst, you set yourself up for a self-fulfilling prophecy.
You can’t change bad behavior into good behavior by telling somebody they’re bad. You change bad behavior by helping them see a picture of what they could become. Don’t tell it like it is. Tell it like it could be. Treat people the way you want them to become.
The Living Bible paraphrase says, “If you love someone, you will be loyal to him no matter what the cost. You will always believe in him, always expect the best of him, and always stand your ground in defending him” (1 Corinthians 13:7).
The fourth choice for growing a love that lasts is this: Lasting love endures the worst.
Some of you are in an unhappy marriage right now, and you’re ready to give up. On behalf of God, I say this: Don’t. Don’t you do it. You have no idea what you’ll miss. It’s always more rewarding to restore a relationship than to run from it.
I know that some of you have endured so much pain. Don’t waste it. At least get something from it.
Some of you feel like you can’t trust your spouse anymore. If that’s the case, here’s what you do: You trust God. Say, “God you’re greater than my spouse, and I’m going to trust you to work in their life and to take care of me.” Before you give up on the relationship, give God a chance.
Psalm 62:8 says, “Trust God all the time. Tell him all your problems, because God is our protection” (NCV). Your spouse is not your protection. God is your protection.
Some of you have a spouse who’s walked away from God, and they don’t even believe in him anymore. But guess what? God does not want you walking away from them. They need you now more than ever.
The Bible says, "A despairing man should have the kindness of his friend, even if he forsakes the fear of the Almighty” (Job 6:14 BSB).
I want you to notice something about the choices that grow a lasting love: extending grace, expecting the best, and enduring the worst. They are the same ways Jesus loves you.
If you want to learn to love people the way Jesus loves, here’s the secret: Get Jesus in you. Only with him in your life will you ever be able to love your spouse with God’s everlasting love.
Minggu, 04 Oktober 2026
Kasih yang Bertahan Selalu Memberikan Kasih Karunia
05 Oktober 2026
Bacaan Hari ini:
1 Korintus 13:7 "Kasih menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu."
------------------
Jika Anda ingin pernikahan Anda bertahan dalam jangka panjang, Anda perlu membuat pilihan-pilihan sulit untuk tetap mengasihi—dan terus membuat pilihan-pilihan itu berulang kali. Salah satu pilihan tersebut adalah memberikan kasih karunia, bahkan ketika hidup terasa sulit.
Semakin lama Anda menikah, semakin mudah bagi Anda untuk menjadi kurang berbelas kasih. Tidak ada pernikahan yang dapat bertahan tanpa kasih karunia, pengampunan, penerimaan dan banyak kesabaran. Anda harus memilih untuk memberikan kelonggaran kepada pasangan Anda.
Mudah untuk menunjukkan kasih karunia satu kali. Itu bukan masalah besar. Yang sulit adalah ketika seseorang berulang kali menyakiti atau mengganggu Anda. 1 Korintus 13:7 berkata, "Kasih menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu." Alkitab mengatakannya seperti ini: "Kasih...sabar menanggung segala sesuatu.."
Berikut tiga situasi yang akan terus-menerus membutuhkan kasih karunia dalam pernikahan Anda:
Anda perlu memberikan kasih karunia ketika kekurangan dan kesalahan mereka mengganggu Anda.
Semakin lama Anda mengasihi seseorang, semakin Anda mengetahui kekurangan mereka. Anda dapat memilih untuk menjadi kritis atau penuh kasih karunia, suka mencari-cari kesalahan atau baik hati, perfeksionis atau penuh belas kasihan. Alkitab berkata dalam Amsal 17:9, "Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih"
Suatu kali dua orang wanita sedang berbicara setelah kebaktian di gereja dan salah satu dari mereka berkata kepada yang lain, "Apakah Anda ingat ketika suami Anda melakukan hal itu?" Dia sedang berbicara tentang sesuatu yang buruk yang pernah terjadi. Saya menyukai jawaban wanita yang lain: "Saya ingat dengan jelas bahwa saya sudah melupakannya."
Sahabat, itu adalah sebuah pilihan. Sungguh tidak bijaksana untuk berpikir bahwa dua orang yang tidak sempurna dapat memiliki hubungan yang sempurna. Anda harus memberikan kasih karunia. Kasih mengabaikan kesalahan orang lain. Kasih melupakan kesalahan. Efesus 4:2 berkata, "Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu"
Anda perlu memberikan kasih karunia ketika perkataan atau tindakan mereka menyakiti Anda.
Kenyataannya adalah kita manusia dan kita saling menyakiti, terkadang dengan sengaja tetapi sering kali tanpa sengaja. Kita mengatakan hal-hal yang sebenarnya tidak kita maksudkan. Kita tidak mempertimbangkan perasaan orang lain dan kita egois. Kita ceroboh dalam perkataan dan tindakan kita.
Suatu hari saya sedang berbicara dengan seorang pria. Dia berkata, "Saya melakukan sesuatu yang salah, dan istri saya menjadi historical."
Saya berkata, "Maksud Anda hysterical!" Kemudian dia berkata, "Tidak, historical. Dia menceritakan kepada saya semua kesalahan yang pernah saya lakukan."
Alkitab berkata bahwa kasih "tidak menyimpan kesalahan" (1 Korintus 13:5). Anda harus melepaskannya jika Anda menginginkan kasih yang bertahan.
Anda perlu memberikan kasih karunia ketika mereka berdosa.
Pasangan Anda akan berdosa, terkadang terhadap Anda, terkadang terhadap Allah, dan terkadang terhadap orang lain. Kolose 3:13 berkata, "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian." Kasih mengampuni.
Besok kita akan belajar dua pilihan lagi untuk menumbuhkan kasih yang bertahan.
Renungkan :
- Apakah Anda mudah memberikan kasih karunia ketika kesalahan pasangan Anda mengganggu Anda? Bagaimana Anda dapat "dengan jelas melupakan" hal-hal yang mungkin dilakukan pasangan Anda yang menyakiti atau mengganggu Anda?
- Apakah Anda cenderung menjadi "historical" ketika pasangan Anda menyakiti Anda? Bagaimana Anda dapat mulai melepaskan kesalahan daripada menyimpannya seperti amunisi?
- Bagaimana Anda dapat menjadikan pernikahan Anda sebagai penyatuan dua orang yang hebat dalam mengampuni ketika Anda dan pasangan jatuh dalam dosa dan melakukan kesalahan?
Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 25-28; Filipi 1 : 12-30
____________
Pernikahan yang hebat pada dasarnya adalah penyatuan dua orang yang hebat dalam mengampuni.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
*Lasting Love Extends Grace*
By Rick Warren
*“Love never stops being patient . . .”* 1 Corinthians 13:7 (GW)
------------------
If you want your marriage to last for the long haul, you’re going to need to make tough choices to stay in love—and keep making those choices again and again. One of those choices is to extend grace, even when life is hard.
The longer you’re married, the easier it is to become ungracious. No marriage will last without grace, forgiveness, acceptance, and a lot of patience. You have to choose to cut your spouse slack.
It’s easy to show grace one time. That’s no big deal. What’s hard is when someone repeatedly hurts or irritates you. First Corinthians 13:7 says, “Love never stops being patient . . .” (GW). The Message paraphrase says it like this: “Love . . . puts up with anything.”
Here are three situations that will continually call for grace in your marriage:
You need to extend grace when their flaws and faults irritate you.
The longer you love somebody, the more you know their flaws. You can choose to be either critical or gracious, picky or kind, perfectionistic or merciful. The Living Bible paraphrase says in Proverb 17:9, “Love forgets mistakes.”
One time two women were talking after church and one said to the other, “Do you remember when your husband did that?” She was talking about a bad thing that had happened. I love what the other woman said: “I distinctly remember forgetting that.”
Friend, it’s a choice. It’s foolish to think that two imperfect people could have a perfect relationship. You must extend grace. Love disregards another person’s faults. Love forgets mistakes. Ephesians 4:2 says, “Always be humble and gentle. Be patient with each other, making allowance for each other’s faults because of your love” (NLT).
You need to extend grace when their words or actions hurt you.
The truth is, we’re human and we hurt each other, sometimes intentionally but many times unintentionally. We say things we don’t mean. We’re inconsiderate and selfish. We’re careless with our words and actions.
I was talking to a man one day. He said, “I did something wrong, and my wife got historical.”
I said, “You mean hysterical!” He then said, “No, historical. She told me everything I’d ever done wrong.”
The Bible says that love “keeps no record of wrongs” (1 Corinthians 13:5 NIV). You’ve got to let it go if you want a love that lasts.
You need to extend grace when they sin.
Your spouse is going to sin, sometimes against you, sometimes against God, and sometimes against others. Colossians 3:13 says, “Put up with each other, and forgive each other. . . . Forgive as the Lord forgave you” (GW). Love forgives.
A great marriage is simply the union of two great forgivers.
Tomorrow we’ll learn two more choices for growing a love that lasts.
Sabtu, 03 Oktober 2026
Perekat yang Menyatukan Pernikahan Anda
04 Oktober 2026
Bacaan Hari ini:
Kolose 2:7 "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur."
-------------------
Jika Anda ingin menjaga agar pernikahan Anda terus bertumbuh, hal terpenting yang dapat Anda lakukan adalah ini: Teruslah mengikuti Yesus.
Ketika pernikahan Anda terasa seperti akan berantakan, Dialah perekat yang akan menyatukan Anda. Dan ketika Anda bertanya-tanya apakah pernikahan Anda sudah mati, Dia memiliki kuasa untuk menghidupkannya kembali.
Alkitab berkata, "Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia" (Kolose 2:6). Anda mungkin telah menerima Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan Anda puluhan tahun yang lalu, tetapi Anda harus memilih untuk terus mengikuti-Nya, hari demi hari.
Dan Kolose 2:7 berkata demikian: "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.". Bagaimana Anda melakukannya dalam pernikahan Anda? Izinkan saya memberikan beberapa saran praktis.
Pertama, sebagai pasangan, berkomitmenlah untuk menjadikan Yesus sebagai pusat pernikahan Anda. Kemudian carilah kelompok pasangan Kristen lainnya yang dapat membantu Anda bertumbuh. Itu bisa berupa kelompok kecil di gereja, kelas sekolah minggu atau sekadar teman-teman Kristen yang Anda undang untuk makan malam.
Selanjutnya, berdoalah untuk pasangan Anda dan bersama pasangan Anda. Alkitab berkata, "Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya" (Yakobus 5:16). Apakah Anda ingin hidup bersama dalam keutuhan dan pemulihan? Tentu saja Anda mau. Dan ayat ini memberi tahu Anda caranya. Pertama, akuilah ketika Anda salah dan kedua, berdoalah untuk satu sama lain dan berdoalah bersama.
Terakhir, ikutilah Firman Allah. Amsal 3:6 berkata, "Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu". Ketika Anda semakin dekat dengan Allah dan pasangan Anda semakin dekat dengan Allah, Dia secara alami menyatukan Anda.
Saya memiliki sebuah pohon redwood di halaman belakang rumah yang saya tanam bertahun-tahun yang lalu. Selama lebih dari satu dekade, pohon itu tumbuh dengan sangat baik. Tetapi suatu tahun pohon itu mengalami tekanan dan hampir mati. Semua daunnya berguguran. Pertama, warnanya menjadi kuning, lalu mulai berubah menjadi merah. Pohon itu terlihat seperti pohon Natal Charlie Brown. Akhirnya saya menyadari bahwa alat penyiramnya tersumbat dan pohon itu tidak mendapatkan air sepanjang musim. Jadi saya menyiram dan memberinya pupuk serta meluangkan waktu untuk merawatnya. Dan akhirnya, pohon itu mulai menumbuhkan tunas-tunas baru. Pohon yang hampir mati itu mulai tumbuh kembali.
Pernikahan Anda mungkin sedang berada dalam masa penuh tekanan. Mungkin pernikahan Anda sedang seperti mengalami masa hibernasi atau kekeringan. Dan Anda memiliki pernikahan seperti pohon Natal Charlie Brown. Tetapi pernikahan itu dapat hidup kembali.
Renungkan :
- Apakah Anda memilih untuk mengikuti Yesus, hari demi hari? Jika belum, perubahan praktis apa yang dapat Anda lakukan minggu ini untuk berfokus kepada Yesus setiap hari?
- Siapa yang memberikan dorongan kepada Anda dalam pernikahan Anda? Jika Anda belum menikah, siapa yang memberikan dorongan kepada Anda sebagai pribadi? Jika tidak ada seorang pun, hubungilah seorang teman Kristen untuk mendapatkan dorongan hari ini.
- Bagian mana dalam hidup Anda yang membutuhkan kehidupan baru? Mungkin pernikahan Anda, hubungan lain, atau sudut tersembunyi dalam hati Anda. Berhentilah sejenak sekarang dan mintalah Yesus memberikan kehidupan baru kepada Anda saat Anda membangun hidup Anda di atas-Nya.
Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 20-24; Filipi 1 : 1-11
Berkomitmenlah untuk menjaga akar Anda tetap dalam di dalam Yesus dan membangun hidup Anda di atas-Nya. Dia dapat menghidupkan kembali pernikahan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
The Glue That Holds Your Marriage Together
By Rick Warren
“Keep your roots deep in him, build your lives on him, and become stranger in your faith.” Colossians 2:7 (GNT)
---------------------
If you want to keep your marriage growing, the most important thing you can do is this: Keep on following Jesus.
When it feels like your marriage is threatening to come undone, he is the glue that will hold you together. And when you wonder if your marriage is dead, he has the power to bring it back to life.
The Bible says, “You have accepted Christ Jesus as your Lord. Now keep on following him” (Colossians 2:6 CEV). You may have accepted Jesus as your Savior and Lord decades ago, but you have to choose to keep following him, day after day.
And Colossians 2:7 says this: “Keep your roots deep in him, build your lives on him, and become stranger in your faith” (GNT). How in the world do you do that in your marriage? Let me give you some practical suggestions.
First, commit as a couple to making Jesus the center of your marriage. Then find a group of other Christian couples who can help you grow. That might be a church small group, Sunday school class, or just Christian friends you invite to dinner.
Next, pray for your spouse and with your spouse. The Message paraphrase says, “Make this your common practice: Confess your sins to each other and pray for each other so that you can live together whole and healed” (James 5:16). Would you like to live together whole and healed? Of course you would. And this verse tells you how. First, admit it when you’re wrong, and second, pray for each other and pray with each other.
Finally, follow God’s Word. Proverbs 3:6 says, “Remember the LORD in everything you do, and he will show you the right way” (GNT). When you’re growing closer to God and your spouse is growing closer to God, he naturally brings you together.
I’ve got a redwood tree in my backyard that I planted years ago. For more than a decade, it grew really well. But one year it came under stress and nearly died. All the needles fell off. First, it turned yellow, and then it actually started turning red. It looked like a Charlie Brown Christmas tree. I finally figured out that the sprinkler had been plugged up and it wasn’t getting any water all season. So I watered and fertilized it and spent time nurturing it. And eventually, it started sprouting new growth. The tree that was almost dead started growing again.
Your marriage may be in a stress season. Maybe it’s been in hibernation or experiencing drought. And you’ve got a Charlie Brown Christmas tree marriage. But it can come back to life.
Commit to keeping your roots deep in Jesus and building your life on him. He can bring your marriage back to life.
Jumat, 02 Oktober 2026
FOLLOW GOD'S LEADING
Mungkin anda bertanya - tanya, ..... * Sudah berdoa, tetap saja masih gagal * Sudah deklarasi Firman, tetap saja tidak berhasil * Sudah habis habisan melayani, malah tambah buruk * Sudah ikut seminar macam - macam, masih saja tidak ada terobosan Salahnya dimana ???apanya yang salah ??? Cuma satu hal yang terjadi : *BUKAN TUHAN YANG MEMIMPIN ANDA* Jika Tuhan memimpin anda , maka yang *PASTI* akan terjadi adalah : * Tuhan akan membawa anda kepada kemenangan * Tuhan akan membawa anda kepada Keberhasilan * Tuhan akan membawa anda kepada Promosi yg Tuhan siapkan * Tuhan akan membawa anda kepada orang yg tepat, waktu yg tepat dan bisnis yg tepat * Tuhan akan membawa anda naik dan tidak turun * Tuhan akan membawa anda menjadi kepala dan bukan ekor * Tuhan akan memberi ide & hikmat * Tuhan akan membawa anda kepada jalan yang aman dan benar * Tuhan *TIDAK AKAN* membawa anda kepada kegagalan , kepada kemunduran, kepada penurunan Jadi , jika anda selalu dan terus gagal, mungkin bukan Tuhan yg sedang memimpin anda, tapi : * Ego * Hawa napsu * Kesombongan * Keangkuhan * Percaya diri Jadi, please , evaluasi dirilah 🙏