Rabu, 29 Juli 2026

Kasihilah Manusia, Bukan Sistem Nilai Dunia

30 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 12:2 "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."
--------------------
Ada dua ayat dalam Alkitab yang ditulis oleh penulis yang sama, tetapi tampaknya menyampaikan pesan yang saling bertentangan.

1 Yohanes 2:15 berkata, "Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu." Itu sangat jelas!

Tetapi Yohanes 3:16 berkata, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini..." Sekilas, kedua ayat ini tampak saling bertentangan.

Kata "dunia" digunakan dalam dua pengertian yang berbeda di dalam ayat-ayat tersebut. Ayat yang pertama menunjuk kepada sistem nilai dunia, sedangkan ayat yang kedua menunjuk kepada manusia di dunia. Sebagai pengikut Yesus, kita harus mengasihi semua orang, apa pun pilihan hidup yang mereka ambil. Sebaliknya, kita harus menolak sistem nilai dunia, termasuk hal-hal seperti mengejar status, hidup mementingkan diri sendiri, dan percabulan.

Masalahnya, kita sering membalikkan semuanya. Kita mengasihi sistem nilainya, tetapi membenci manusianya. Orang-orang Kristen sering melakukan hal ini. Alih-alih hidup berbeda, kita justru sering sama materialistis dan sama mengejar kesenangan seperti budaya tempat kita hidup. Padahal, itulah kebalikan dari cara hidup yang Allah kehendaki.

Sepanjang hidup Anda, Anda akan menghadapi tekanan besar untuk menyesuaikan diri dengan budaya dunia. Inilah masalah terbesar yang dihadapi bangsa Israel selama ribuan tahun. Mereka ingin menjadi sama seperti bangsa-bangsa lain. Namun, Allah memberikan kepada mereka berbagai hukum moral, hukum kemasyarakatan dan hukum ibadah dengan tujuan supaya mereka hidup berbeda.

Allah juga melakukan hal yang sama bagi Anda dan saya. Kita memang tidak hidup di bawah Hukum Taurat Perjanjian Lama, tetapi Allah telah memberitahukan dengan jelas bagaimana kita harus hidup dan bagaimana memperoleh hikmat serta kuasa untuk tampil berbeda di dunia ini:

"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:2)

Salah satu alasan mengapa Anda mungkin belum mengetahui apa yang Allah kehendaki dalam hidup Anda adalah karena Anda mungkin sudah terlalu menyesuaikan diri dengan budaya di sekitar Anda. Sering kali hal itu terjadi tanpa Anda sadari. Namun, Anda tidak mungkin berpikir seperti dunia sekaligus berpikir seperti Allah. Anda harus memilih.

Masalahnya, segala sesuatu yang ditawarkan oleh budaya dunia hanyalah sementara. Anda perlu mengikuti sesuatu yang kekal, yaitu firman Allah.

Renungkan :

- Tuliskan beberapa bidang dalam hidup Anda (keluarga, karier, pelayanan di gereja dan sebagainya), lalu tuliskan lima nilai utama yang menjadi dasar keputusan Anda dalam setiap bidang tersebut. Dalam hal apa nilai-nilai itu dipengaruhi oleh budaya dunia? Dalam hal apa nilai-nilai itu didasarkan pada firman Allah?

- Mengapa menurut Anda hal-hal yang bersifat sementara sering kali terasa memuaskan dalam jangka pendek?

- Dalam hal apa saja Anda telah mengasihi orang lain sebagaimana Allah mengasihi mereka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 49-50; Roma 1
_____________
Penuhilah pikiran Anda dengan kebenaran Firman Allah dan biarkan firman itu mengubah hidup Anda, sehingga Anda dapat mengasihi manusia tanpa mengasihi sistem nilai dunia.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
Love People, Not the World’s Value System
By Rick Warren

“Don’t copy the behavior and customs of this world, but let God transform you into a new person by changing the way you think. Then you will learn to know God’s will for you, which is good and pleasing and perfect.” Romans 12:2 (NLT)
-------------------
There are two verses in the Bible that are written by the same author but seem to send opposite messages:

1 John 2:15 says, “Do not love the world or anything in the world. If anyone loves the world, love for the Father is not in them” (NIV). That’s pretty clear!

But John 3:16 says, “For God so loved the world . . .” (NIV). That looks like a big contradiction right there.

“The world” is used two ways in these verses. The first verse refers to the world’s value system, and the second refers to the world’s people. Followers of Jesus are to love people, no matter what choices they make. On the other hand, we are to hate the world’s value system, including things like status, selfishness, and sexual immorality.

The problem is that we often get it reversed. We love the value system and hate the people. Christians do this all the time. Instead of being different, we’re often just as materialistic and hedonistic as the culture we live in. But that’s backwards from how God calls us to live.

For the rest of your life, you’ll face great pressure to conform to the culture. This was Israel’s biggest problem for thousands of years. They wanted to be like other nations. Yet God gave them all kinds of moral, civil, and ceremonial laws to make them different on purpose.

God has done the same for you and me. We don’t live under Old Testament Law, but God has told us exactly how we should live and how to get the wisdom and power to stand out in this world: “Don’t copy the behavior and customs of this world, but let God transform you into a new person by changing the way you think. Then you will learn to know God’s will for you, which is good and pleasing and perfect” (Romans 12:2 NLT).

One reason you may not know what God wants you to do in life is because you may be too assimilated to your culture. Often this happens without you realizing it. But you can’t think like the world and think like God thinks. You have to make a choice.

The problem with following culture is that it’s all temporary. You need to follow something eternal: God’s Word.

Fill your mind with God’s truth, and let it transform your life by helping you love people without loving the world’s value system.


Selasa, 28 Juli 2026

Satu-Satunya Cara untuk Melepaskan Diri dari Rasa Bersalah

29 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Yesaya 53:5-6 "Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian."
---------------------
Setiap kita memiliki alasan untuk merasa bersalah. Tidak seorang pun selalu melakukan segala sesuatu dengan benar! Kita melukai orang lain. Kita bertindak egois. Sering kali, perkataan dan tindakan yang paling menyakitkan justru kita tujukan kepada orang-orang yang paling kita kasihi.

Sama seperti Anda tidak dapat menyembunyikan dosa-dosa Anda dari Allah, Anda juga tidak dapat menyembunyikan rasa bersalah Anda dari-Nya. Bukan hanya itu, ketika Anda berusaha menutupi perasaan bersalah, rasa bersalah itu mulai menggerogoti Anda dari dalam.

Hanya ada satu cara yang benar-benar dapat menghilangkan rasa bersalah: Akuilah dosa-dosa Anda, dan percayalah kepada pengampunan Allah. Kata "pengakuan" dalam Alkitab, dalam bahasa Yunani adalah homologeo, yang berarti "mengatakan hal yang sama." Jadi, mengaku dosa berarti menyetujui apa yang Allah katakan: "Engkau benar, ya Allah. Akulah yang bersalah."

Segala sesuatu yang akan Anda lakukan yang salah—termasuk kesalahan yang akan Anda lakukan besok, minggu depan, bahkan sepuluh tahun dari sekarang—telah dibayar lunas. Itulah kebaikan Allah.

Yesus menanggung seluruh rasa bersalah Anda ke atas diri-Nya. Sebagai gantinya, Dia memberikan kepada Anda kebaikan-Nya—yaitu kebenaran-Nya. Inilah kebenaran yang paling mendasar dalam Alkitab: Jiwa Anda yang telah hancur dipulihkan kembali di dalam Dia.

Alkitab berkata dalam Yesaya 53:5-6, "Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian."

Jika Anda tidak merasa telah diampuni, itu berarti Anda belum sepenuhnya memahami kebaikan Allah. Ketika Yesus mati di kayu salib, Dia telah menanggung seluruh dosa Anda. Seolah-olah Dia membuang semuanya ke dasar laut yang paling dalam, lalu memasang sebuah papan bertuliskan, "Dilarang Memancing."

Renungkan :

- Apa saja cara-cara yang umum tetapi tidak sehat yang sering digunakan orang untuk mengatasi rasa bersalah?

- Adakah rasa bersalah yang perlu Anda lepaskan hari ini? Apa yang menghalangi Anda untuk mengambil keputusan mengakui dosa Anda dan menerima pengampunan Allah?

- Mengapa sukacita merupakan hasil yang wajar dari memahami kasih karunia Allah?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 46-48; Kisah Para Rasul 28:17-31
_____________
Akuilah dosa Anda kepada Allah. Dan karena Dia mengampuni serta tidak lagi mengingat dosa Anda, Anda tidak perlu lagi mengungkit-ungkitnya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
The Only Way to Get Rid of Guilt
By Rick Warren

“But He was pierced for our offenses, He was crushed for our wrongdoings. . . . All of us, like sheep, have gone astray, each of us has turned to his own way; but the LORD has caused the wrongdoing of us all to fall on Him.” Isaiah 53:5-6 (NASB)
-------------------
Every one of us has a good reason to feel guilt. No one does everything right! We hurt other people. We act selfishly. Often the unkindest things we say and do are to the people we love the most.

Just like you can’t hide your sins from God, you can’t hide your guilt from him either. Not only that, but when you try to cover up your guilty feelings, they start to eat at you on the inside.

Only one thing works to get rid of guilt: Confess your sins, and trust in God’s forgiveness. The word “confession” in the Bible in Greek is homologeo, which means “to say the same thing.”  So confession simply means to agree with God: “You’re right, God. I was wrong.”

Everything you’re going to do wrong—including the stuff you’re going to do tomorrow, next week, and 10 years from now—has already been paid for. That is the goodness of God.

Jesus takes all your guilt on himself. He gives you his goodness—his righteousness. This is the most basic, fundamental truth of the Bible: Your broken soul becomes whole again in him.

The Bible says in Isaiah 53:5-6, “But He was pierced for our offenses, He was crushed for our wrongdoings. . . . All of us, like sheep, have gone astray, each of us has turned to his own way; but the LORD has caused the wrongdoing of us all to fall on Him” (NASB).

If you don’t feel forgiven, it means you don’t fully understand God’s goodness. When Jesus died, he covered all your sins. It’s as if he threw them into the deepest part of the sea and put up a “No Fishing” sign.

Confess your sin to God. And because he forgives and forgets your sin, you’ll have no need to drag it out again.


Senin, 27 Juli 2026

Kebenaran Paling Mendasar dalam Alkitab

28 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Yesaya 53:5 "Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh."
--------------------
Pernahkah Anda bertanya-tanya apa kebenaran yang paling mendasar dalam Alkitab? Inilah jawabannya:
"Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian." (Yesaya 53:5-6)

Itulah kebenaran yang paling mendasar dalam seluruh Alkitab. Segala dosa yang pernah Anda lakukan—dan segala dosa yang akan Anda lakukan di masa depan—telah dibayar lunas. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menerima kasih karunia dan kebaikan Allah.

Suatu hari, setelah kebaktian gereja selesai, seorang pria datang kepada saya dengan sangat gelisah dan berkata, "Saya harus tahu—apa yang harus saya lakukan supaya bisa masuk surga?"

Saya menjawab, "Sayangnya, Anda sudah terlambat"

Dia pun berkata, "Apa maksud Anda? Pasti ada sesuatu yang bisa saya lakukan."

Saya menjawab, "Tidak ada. Semuanya sudah diselesaikan oleh Yesus Kristus 2.000 tahun yang lalu"

Inilah yang membuat Kekristenan berbeda dari semua agama lainnya. Setiap agama lain memiliki daftar hal-hal yang harus dilakukan agar dapat masuk surga. Agama-agama lain dapat diringkas dengan kata "melakukan." Kekristenan diringkas dengan kata "sudah selesai"

Ketika Yesus berada di kayu salib, Dia berseru, "Sudah selesai!" (Yohanes 19:30). Itu berarti Anda tidak perlu menambahkan apa pun pada apa yang telah Yesus lakukan bagi Anda. Anda hanya perlu memiliki kerendahan hati untuk mengakui, "Saya adalah seorang berdosa, dan saya membutuhkan seorang Juruselamat."

Apakah Anda siap mengakuinya hari ini? Jika Anda belum pernah mengundang Yesus masuk ke dalam hati Anda, saya ingin memberi Anda kesempatan untuk melakukannya sekarang. Sampaikan kepada Allah bahwa Anda percaya kepada janji keselamatan-Nya melalui Yesus dengan mendoakan doa berikut ini:

"Bapa yang di surga, Engkau telah berjanji bahwa jika aku percaya kepada Yesus, aku akan diselamatkan—bukan karena perbuatanku, tetapi semata-mata oleh kasih karunia-Mu. Aku percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatku. Aku mengakui dosa-dosaku dan memohon agar Engkau mengampuniku. Aku menyerahkan hidupku kepada-Mu. Bimbinglah aku, pimpinlah aku, dan tolonglah aku untuk mengikuti Yesus dengan iman dan ketaatan. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin."

Renungkan :

- Apakah sulit bagi Anda untuk menerima bahwa Yesus telah melakukan segala sesuatu yang diperlukan bagi keselamatan Anda? Sekalipun Anda sudah diselamatkan, dalam hal apa saja Anda masih berusaha memperoleh keselamatan itu melalui usaha sendiri?

- Bagaimana Anda telah mengalami damai sejahtera dan kesembuhan yang diberikan Yesus dalam hidup Anda?

- Apa perbedaan yang Anda rasakan ketika mengetahui bahwa semua dosa Anda—masa lalu, masa kini, dan masa depan—telah dibayar lunas?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 43-45; Kisah Para Rasul 28:1-16
__________
Anda tidak perlu menambahkan apa pun pada apa yang telah Yesus lakukan bagi Anda. Segala dosa yang pernah dan yang akan Anda lakukan telah dibayar lunas.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
The Bible’s Most Basic Truth
By Rick Warren

“He was punished so that we could have peace, and we received healing from his wounds.” Isaiah 53:5 (GW)
----------------
Have you ever wondered what the most fundamental truth of the Bible is? Here it is:

“He was wounded for our rebellious acts. He was crushed for our sins. He was punished so that we could have peace, and we received healing from his wounds. We have all strayed like sheep. Each one of us has turned to go his own way, and the Lord has laid all our sins on him” (Isaiah 53:5-6 GW).

That’s the most basic truth of the whole Bible. Everything you’ve ever done wrong—and everything you ever will do wrong—has already been paid for. All you have to do is accept God’s grace and goodness.

One day a man came up to me frantically after a church service and said, "I need to know—what do I need to do to get to heaven?"

I said, "Well, you're too late."

And he said, "What do you mean? There's got to be something I can do."

I said, "There's nothing. It's already been done by Jesus Christ 2,000 years ago."

This is what makes Christianity different from every other religion. Every other religion has a list of things to do to get to heaven. Other religions can be summed up in the word “do.” Christianity is summed up in the word “done.”

When Jesus was on the cross, he cried out, “It is finished!” (John 19:30 GW). That means you don’t need to add anything to what Jesus has done for you. You simply need to have the humility to admit, “I’m a sinner, and I need a Savior.”

Are you ready to admit that today? If you’ve never invited Jesus into your heart, I want you to have that opportunity now. Tell God you trust his promise of salvation through Jesus by praying this prayer:

Dear Father, you have promised that if I trust in Jesus, I will be saved—not by my works, but by your grace alone. I believe in Jesus as my Lord and Savior. I confess my sins and ask that you forgive me. And I surrender my life to you. Guide me, lead me, and help me to follow Jesus in faith and obedience. In Jesus’ name I pray. Amen.


Minggu, 26 Juli 2026

Bagaimana Yesus Memulihkan Jiwamu

27 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 23:1-3 "TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya."
-----------------
Dalam Mazmur 23, Alkitab mengatakan bahwa Tuhan memulihkan jiwa kita. Namun, mengapa jiwa kita perlu dipulihkan dan bagaimana Tuhan memulihkannya?
Ada banyak hal yang dapat melukai jiwa kita, tetapi yang paling sering terjadi adalah ketika kita berusaha menghadapi sendiri kepahitan, rasa bersalah dan dukacita. Padahal, Tuhan tidak pernah menghendaki kita memikul beban-beban itu sendirian. Lalu, bagaimana Yesus memberikan kelegaan dan memulihkan jiwa kita?

Yesus Mengubah Luka Menjadi Kekudusan
Sering kali kita terus menyimpan luka hati. Dengan kata lain, kita menyimpan kepahitan terhadap orang yang telah menyakiti kita. Ketika kita mulai memikirkan pembalasan atau ingin membalas dendam, hati kita akan dipenuhi kepahitan.
Namun, kita dapat mempercayakan luka itu kepada Tuhan. Dia sanggup mendatangkan kebaikan bahkan dari keadaan yang paling buruk.
Firman Tuhan menjanjikan: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28)

Yesus Menanggung Dosa-Dosa Kita
Rasa bersalah seharusnya hanya berlangsung sesaat—cukup lama untuk menyadari bahwa kita telah berbuat salah, mengakuinya kepada Tuhan, lalu melepaskannya. Namun, banyak orang terus membawa beban rasa bersalah karena dosa yang belum mereka akui di hadapan Tuhan.
Alkitab mengajarkan: "Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak" (Yesaya 53:12)

Karena Yesus telah menanggung dosa-dosa kita, kita tidak perlu terus hidup dalam rasa bersalah atas dosa yang telah Tuhan ampuni. Terimalah pengampunan-Nya dan hiduplah dalam kebebasan sebagai orang yang telah ditebus.

Yesus Merasakan Dukacita Kita dan Menyembuhkan Hati Kita
Berdukacita bukanlah sesuatu yang buruk. Dukacita adalah bagian dari proses menghadapi kehilangan dan perubahan dalam hidup. Namun, terkadang kita terjebak di dalamnya. Dukacita yang tidak diproses dapat melukai hati dan kehidupan kita. Kabar baiknya, Yesus memahami dukacita kita karena Dia sendiri pernah mengalaminya.

Firman Tuhan berkata: "Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah." (Yesaya 53:3-4)

Namun, Yesus tidak hanya memahami penderitaan kita, Dia juga menyembuhkan hati kita.
Firman Tuhan berkata: "Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka." (Mazmur 147:3)

Tuhan tidak pernah menghendaki kita menjalani hidup dengan memikul sendiri kepahitan, rasa bersalah dan dukacita. Yesus mengundang kita datang kepada-Nya untuk menerima pemulihan.
Dia berjanji: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." (Matius 11:28)

Renungkan :

- Luka hati apa yang masih Anda simpan hingga berubah menjadi kepahitan? Serahkanlah luka itu kepada Tuhan dan percayalah bahwa Dia sanggup mendatangkan kebaikan melaluinya.

- Dosa lama apa yang masih membuat Anda merasa bersalah? Luangkan waktu untuk mengakuinya kepada Tuhan, menerima pengampunan-Nya dan memohon agar Dia menolong Anda hidup dalam kebebasan sebagai orang yang telah diampuni.

- Dukacita apa yang belum pernah benar-benar Anda proses? Mintalah Tuhan menolong Anda melewati proses itu dan membawa pemulihan bagi hati Anda.

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 40-42; Kisah Para Rasul 27
___________
Yesus tidak hanya memahami penderitaan kita, Dia juga menyembuhkan hati kita.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
How Jesus Restores Your Soul
By Rick Warren

“The LORD is my shepherd; I shall not want. He makes me lie down in green pastures. He leads me beside still waters. He restores my soul.” Psalm 23:1-3 (ESV)
------------------
In Psalm 23, the Bible says that God will restore your soul. But why does your soul need to be restored—and how can God restore it?

There are all kinds of ways that souls are damaged, but they most often are damaged when we try to deal with our grudges, our guilt, and our grief on our own. The truth is, God never intended for you to carry those burdens alone. So how does Jesus bring you rest and restore your soul?

Jesus turns your hurts into holiness.

Sometimes we hold onto our hurt; in other words, we hold grudges. And when you start thinking about retaliation or getting revenge against someone who’s hurt you, you become bitter. 

But you can trust God with your hurt. He has a way of bringing good even out of evil. Romans 8:28 promises, “We know that in all things God works for the good of those who love him” (NIV).

Jesus takes your sins on himself.

You should only hold on to guilt for about five seconds—long enough to realize you were wrong, confess it to God, and let it go. But instead, many people carry around the burden of unconfessed guilt.

The Bible teaches, “[Jesus] was willing to give his life as a sacrifice. He was counted among those who had committed crimes. He took the sins of many people on himself. And he gave his life for those who had done what is wrong” (Isaiah 53:12 NIRV). There’s no need for you to keep living with guilt for something that God has already forgiven and forgotten.

Jesus feels your grief and heals your heart.

Grief is good; it’s how we get through life transitions. But sometimes we get stuck in our grief. And unprocessed grief will hurt you. But there’s good news: Jesus understands your grief because he’s experienced it too.

Isaiah 53:3-4 says, “He was hated and rejected by people. He had much pain and suffering. . . . But he took our suffering on him and felt our pain for us” (NCV). But he doesn’t just feel your grief; he heals it: “He heals the brokenhearted and binds up their wounds” (Psalm 147:3 NIV).

God never intended for you to go through life carrying all your grudges, guilt, and grief alone. Jesus wants you to come to him for restoration. He promises, “Come to me, all of you who are weary and carry heavy burdens, and I will give you rest” (Matthew 11:28 NLT).


Sabtu, 25 Juli 2026

Allah Memakai Dukacita untuk Menolong Anda Bertumbuh

26 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Roma 8:28 "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."
-----------------
Dukacita, kehilangan, dan penderitaan adalah bagian yang tidak dapat dihindari dari kehidupan. Tetapi tahukah Anda bahwa Allah memakai semua itu untuk menolong Anda bertumbuh? Dia melakukannya dengan tiga cara.

Pertama, Allah memakai penderitaan untuk menarik perhatian Anda. C. S. Lewis pernah menulis, "Allah berbisik kepada kita melalui kesenangan kita, berbicara melalui hati nurani kita, tetapi berseru melalui penderitaan kita." Penderitaan adalah pengeras suara Allah. Jarang sekali Anda berubah ketika melihat terang. Anda berubah ketika merasakan panasnya.

Amsal 20:30 berkata, "Bilur-bilur yang berdarah membersihkan kejahatan, dan pukulan membersihkan lubuk hati."

Kedua, Allah mendatangkan kebaikan dari hal-hal yang buruk. Salah satu ayat Alkitab yang paling terkenal adalah Roma 8:28: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Ketika Anda mengalami kehilangan, itu adalah kesempatan untuk bertumbuh dalam karakter. Anda tidak dapat mengendalikan penderitaan yang Anda alami, tetapi Anda dapat memutuskan apakah penderitaan itu akan membuat Anda menjadi pahit atau menjadi lebih baik. Anda dapat memutuskan apakah hal itu akan menjadi batu loncatan atau batu sandungan. Anda harus mengingat bahwa, bahkan di tengah penderitaan Anda, Allah sedang bekerja demi kebaikan Anda.

Ketiga, Allah mempersiapkan Anda untuk kekekalan. Alkitab berkata dalam 2 Korintus 4:17-18: "Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."

Anda mungkin pernah mendengar saya mengatakan sebelumnya bahwa Anda tidak akan membawa mobil Anda ke surga. Anda tidak akan membawa telepon pintar ataupun pakaian Anda ke surga. Anda tidak akan membawa karier Anda ke surga. Tetapi Anda akan membawa karakter Anda. Anda akan membawa diri Anda sendiri.

Allah lebih tertarik pada pembentukan karakter Anda daripada pada kenyamanan Anda. Mengapa? Karena Anda akan memiliki waktu yang tidak terbatas untuk hidup tanpa rasa sakit dan dukacita di surga. Tetapi sekarang bukan waktunya untuk itu; sekarang adalah masa persiapan. Sekarang adalah masa pembelajaran. Sekarang adalah tahap pemanasan. Allah memakai kesukaran yang Anda alami di dunia ini untuk mempersiapkan Anda bagi kemuliaan yang kekal. Itulah penghiburan yang sejati.

Ketika Anda sedang menderita, Anda perlu bertanya, "Apa yang sedang Allah kerjakan?" Apakah Dia sedang berusaha menarik perhatian Anda? Apakah Dia sedang mendatangkan kebaikan dari hal-hal yang buruk? Apakah Dia sedang mempersiapkan karakter Anda untuk surga?

Renungkan :

- Apa artinya bahwa Allah sedang bekerja demi kebaikan Anda? Apakah itu berarti Allah hanya mengizinkan hal-hal yang baik saja terjadi kepada orang-orang percaya?

- Mengapa sering kali lebih mudah berfokus pada kenyataan hidup hari ini daripada pada janji-janji tentang surga?

- Bagaimana Anda dapat mempersiapkan diri mulai sekarang agar siap mendengar suara Allah ketika Anda sedang mengalami masa-masa penderitaan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 37-39; Kisah Para Rasul 26
__________
Apa pun yang terjadi, Anda dapat percaya bahwa Allah akan memakai penderitaan Anda untuk menolong Anda bertumbuh.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
God Uses Grief to Help You Grow
By Rick Warren

“We know that in all things God works for the good of those who love him.” Romans 8:28 (NIV)
-----------------
Grief, loss, and pain are inevitable parts of life. But did you know that God uses these things to help you grow? He does it in three ways.

First, God uses pain to get your attention. C. S. Lewis wrote, “God whispers to us in our pleasures, speaks in our conscience, but shouts in our pain.” Pain is God’s megaphone. You rarely change when you see the light. You change when you feel the heat.

Proverbs 20:30 says, “Sometimes it takes a painful experience to make us change our ways” (GNT).

Second, God brings good out of bad. One of the most famous verses in the Bible is Romans 8:28: “We know that in all things God works for the good of those who love him” (NIV).

When you experience a loss, it’s an opportunity to grow in character. You can’t control the pain you go through, but you can decide whether it’s going to make you bitter or better. You can decide whether it’s going to be a stepping stone or a stumbling block. You have to remember that, even in your pain, God is working for your good.

Third, God prepares you for eternity. The Bible says in 2 Corinthians 4:17-18: “These little troubles are getting us ready for an eternal glory that will make all our troubles seem like nothing. Things that are seen don’t last forever, but things that are not seen are eternal. This is why we keep our minds on the things that cannot be seen” (CEV).

You’ve probably heard me say before that you’re not taking your car to heaven. You’re not taking your smartphone and your clothes to heaven. You’re not taking your career to heaven. But you are taking your character. You are taking you.

God is more interested in your character development than in your comfort. Why? Because you’ll have plenty of time to live free from pain and sorrow in heaven, but now is not the time for that; this is the get-ready stage. This is the learning stage. This is the warm-up act. God uses your troubles here on earth to get you ready for an eternal glory. That’s a comfort.

When you’re in pain, you need to ask, “What is God doing?” Is he trying to get your attention? Is he trying to bring good out of bad? Is he preparing your character for heaven?

No matter what, you can trust that God will use your pain to help you grow.


Jumat, 24 Juli 2026

Anda Dapat Beristirahat dalam Kasih Karunia Allah yang Ajaib

25 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Mazmur 103:14 "Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu."
--------------------
Kegagalan-kegagalan Anda tidak pernah mengejutkan Allah. Bahkan, Dia sudah mengetahuinya sebelumnya!

Alkitab berkata, "Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu." (Mazmur 103:14). Allah tahu bagaimana Anda diciptakan karena Dialah yang menciptakan Anda. Allah tidak akan berhenti mengasihi Anda ketika Anda melakukan kesalahan. Dia mengasihi Anda bukan karena siapa Anda atau apa yang telah Anda lakukan, melainkan karena siapa Dia dan apa yang telah Dia lakukan.

Allah menciptakan Anda. Dia mengasihi Anda. Itu sudah pasti. Anda tidak dapat membuat Allah mengasihi Anda lebih lagi. Anda juga tidak dapat membuat Allah mengasihi Anda lebih sedikit. Dia mengasihi Anda sama besarnya pada hari-hari ketika Anda gagal maupun pada hari-hari ketika Anda berhasil. Kasih-Nya tidak didasarkan pada kinerja Anda.

Alkitab memiliki satu kata untuk kasih seperti ini: kasih karunia. Dan kasih karunia itu sungguh luar biasa! Bahkan ketika Anda melakukan hal-hal yang sangat buruk, Allah tidak akan berhenti mengasihi Anda. Itulah benar-benar kasih karunia yang ajaib. Ketika Anda menerima kasih karunia-Nya, Anda dapat merasa tenang menghadapi kegagalan-kegagalan Anda dan memiliki keberanian untuk melangkah dalam iman serta mengambil lebih banyak risiko.

Mungkin Anda sudah berkali-kali datang kepada Allah memohon pengampunan untuk kesalahan yang sama. Mungkin Anda merasa tidak layak menerima kasih dan kasih karunia-Nya. (Dan Anda dapat menyelesaikan pertanyaan itu sekarang: memang tidak ada seorang pun yang layak menerimanya.) Mungkin Anda juga yakin bahwa Allah sudah bosan melihat usaha Anda yang terus-menerus untuk berubah. (Dia tidak pernah bosan.)

Allah tidak pernah lelah berbicara dengan Anda. Dia tidak pernah terlalu sibuk. Tidak peduli berapa kali Anda datang kepada-Nya memohon pengampunan, Dia akan selalu menanti Anda dengan tangan terbuka.

Mungkin Anda dibesarkan dalam keluarga yang kasihnya bersyarat. Kasih sayang orang tua Anda mungkin bergantung pada keberhasilan akademis, prestasi olahraga, atau pencapaian sosial Anda. Ketika Anda gagal dalam salah satu bidang itu, Anda merasakan seolah-olah kasih keluarga Anda berkurang.

Anda dapat merasa tenang. Allah tidak memperlakukan Anda seperti itu.
Alkitab berkata bahwa Allah "dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib" (Kolose 2:14).

Kehidupan Kristen bukanlah kehidupan tanpa kesalahan, tetapi kehidupan yang bebas dari rasa bersalah. Allah memahami kegagalan-kegagalan Anda—dan Dia tetap mengasihi Anda.
Itulah kasih karunia Allah yang ajaib! Itulah kebaikan-Nya bagi Anda, dan Anda dapat beristirahat di dalamnya hari ini.

Renungkan :

- Karena Allah telah menghapus utang dosa Anda melalui salib, Anda dapat hidup tanpa dibelenggu rasa bersalah. Bagaimana kebenaran itu memengaruhi kehidupan Anda sehari-hari?

- Allah menanggapi kesalahan dan kegagalan Anda dengan kasih karunia, kasih, dan pengampunan. Bagaimana hal itu memengaruhi cara Anda menanggapi kesalahan dan kegagalan orang lain?

- Kepada siapa Anda dapat membagikan Kabar Baik tentang kasih karunia Allah yang ajaib minggu ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 35-36; Kisah Para Rasul 25
___________
Tidak peduli berapa kali Anda datang kepada-Nya memohon pengampunan, Allah akan selalu menanti Anda dengan tangan terbuka.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren
========
You Can Relax in God’s Amazing Grace
By Rick Warren

“[God] knows what we are made of; he remembers that we are dust.” Psalm 103:14 (GNT)
---------------
Your failures don’t surprise God. In fact, he expects them!

The Bible says, “[God] knows what we are made of; he remembers that we are dust” (Psalm 103:14 GNT). God knows what you’re made of because he created you. God won’t stop loving you when you mess up. He doesn’t love you because of who you are or what you’ve done but because of who he is and what he has done.

God made you. He loves you. It’s settled. You can’t make God love you more. You can’t make God love you less. He loves you just as much on your bad days as he does on your good days. His love is not performance-based.

The Bible has a word for this kind of love: grace. And it’s absolutely amazing! Even when you do ridiculously bad things, God won’t stop loving you. It truly is amazing grace. When you accept his grace, you can relax about your failures and have the confidence to take more risks.

You may have gone to God multiple times for forgiveness on the same issue. Maybe you’re not sure you deserve his love and grace. (You can settle that now: You don’t.) And you’re convinced that God has grown tired of your constant efforts at change. (He hasn’t.)

God never tires of a conversation with you. He’s never too busy. No matter how many times you go to him for forgiveness, he’ll always be waiting with open arms.

You may have grown up in a home where conditional love was the norm. Your parents’ affections may have been based on your academic, athletic, or social successes. When you failed in one of those areas, you felt the loss of your family’s love.

You can relax. That is not how God relates to you.

The Bible says God “canceled the debt, which listed all the rules we failed to follow. He took away that record with its rules and nailed it to the cross” (Colossians 2:14 NCV).

The Bible says God “canceled the debt, which listed all the rules we failed to follow. He took away that record with its rules and nailed it to the cross” (Colossians 2:14 NCV).


Kamis, 23 Juli 2026

Kebiasaan-Kebiasaan untuk Berubah dari Terbebani Menjadi Berkelimpahan

24 Juli 2026

Bacaan Hari ini:
Yohanes 15:5 "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa."
---------------------
Lebih baik beristirahat dalam kebaikan Allah daripada kewalahan oleh pekerjaan dan kekhawatiran. Namun, hal itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Terkadang sulit untuk mengambil langkah-langkah yang membawa kita kepada istirahat dan kepada kehidupan berkelimpahan yang Allah sediakan bagi kita.

Berikut adalah empat kebiasaan harian yang akan menolong Anda beralih dari hidup yang kewalahan menjadi hidup yang berkelimpahan.

Tetaplah terhubung dengan Yesus setiap hari.
"Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." (Yohanes 15:5)

Jika Anda mencoba menjalani hidup dengan kekuatan sendiri, Anda akan menjadi kewalahan. Anda tidak dapat memenuhi tujuan hidup Anda maupun menikmati kebaikan Allah jika Anda tidak terhubung dengan kuasa-Nya.

Gantilah kebiasaan mengeluh dengan rasa syukur.
"Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan." (Filipi 2:14).
Ketika orang mengeluh, sering kali hal itu terjadi karena mereka tidak bersyukur, dan rasa tidak bersyukur adalah sikap yang sangat tidak sehat. Sebaliknya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa rasa syukur adalah emosi yang paling menyehatkan. Rasa syukur merangsang produksi serotonin, dopamin, dan oksitosin di dalam otak; zat-zat kimia inilah yang meningkatkan kebahagiaan dan mengurangi stres.

Berhentilah menjadi kikir, dan mulailah menjadi murah hati.
"Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan" (Maleakhi 3:10).
Allah telah menetapkan suatu hukum yang berlaku bagi semua orang di dunia ini: Semakin banyak Anda memberi, semakin banyak pula yang akan Anda terima. Allah melakukan hal itu karena Dia ingin Anda menjadi semakin serupa dengan-Nya—dan Dia adalah Pribadi yang memberi.

Berhentilah membandingkan diri dengan orang lain, dan mulailah merasa cukup.
"Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin." (Pengkhotbah 4:6).
Merasa cukup bukan berarti Anda tidak memiliki tujuan, impian atau rencana dalam hidup. Hal itu hanya berarti bahwa Anda tidak membutuhkan lebih banyak lagi agar dapat merasa bahagia.

Ketika Anda memahami bahwa sebagian besar hal yang Anda miliki dalam hidup hanyalah pemberian kasih karunia dari Allah, hidup Anda akan berubah dari hidup yang penuh beban menjadi hidup yang dipenuhi oleh kelimpahan berkat Allah.

Renungkan :

- Salah satu cara untuk tetap terhubung dengan Yesus adalah melalui firman-Nya. Jika saat teduh atau membaca Alkitab setiap hari terasa berat, mulailah dari hal yang kecil—bahkan hanya beberapa menit setiap hari. Seperti apa hal itu dapat diterapkan dalam hidup Anda?

- Menurut Anda, bagaimana media sosial memengaruhi rasa cukup dalam hidup Anda?

- Buatlah komitmen untuk bersyukur daripada mengeluh selama tiga hari ke depan. Pada akhir tiga hari itu, tanyakan kepada diri Anda sendiri: Perbedaan apa yang dihasilkan oleh sikap hati yang penuh syukur?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 33-34; Kisah Para Rasul 24
____________
Secara alami, manusia tidak pernah merasa puas. Tetapi oleh kasih karunia Allah, Anda dapat beristirahat dengan rasa cukup di dalam kebaikan-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Habits for Moving from Overwhelmed to Overflowing
By Rick Warren

“I am the vine, and you are the branches. If you stay joined to me, and I stay joined to you, then you will produce lots of fruit. But you cannot do anything without me.” John 15:5 (CEV)
------------------
It’s better to rest in God’s goodness than to be overwhelmed with work and worry. But it’s also easier said than done. It can be hard to take the steps that lead to rest and the abundant life God has for you.

Here are four daily habits that will help move you from overwhelmed to overflowing.

Stay connected to Jesus every day. “I am the vine, and you are the branches. If you stay joined to me, and I stay joined to you, then you will produce lots of fruit. But you cannot do anything without me” (John 15:5 CEV).

If you try to go through life on your own power, you’re going to be overwhelmed. You cannot fulfill your purpose and enjoy God’s goodness unless you’re plugged in to his power.

Replace your complaining with gratefulness. “Do everything without complaining and arguing” (Philippians 2:14 NLT).

When people complain, it’s often because they’re ungrateful, which is a deeply unhealthy emotion. On the other hand, studies have shown that gratitude is the healthiest emotion. It produces serotonin, dopamine, and oxytocin in your brain; those are the chemicals that boost happiness and lower stress.

Stop being stingy, and start being generous. “Bring the full amount of your tithes to the Temple, so that there will be plenty of food there. Put me to the test and you will see that I will open the windows of heaven and pour out on you in abundance all kinds of good things” (Malachi 3:10 GNT).

God wired a universal law into the world: The more you give away, the more you’re going to get. God did that because he wants you to become more like him—and he is a giver.

Stop comparing, and start being content. “It is better to be content with what little you have. Otherwise, you will always be struggling for more, and that is like chasing the wind” (Ecclesiastes 4:6 NCV).

Contentment doesn’t mean you don’t have any goals, dreams, or plans for your life. It simply means you don’t need more in order to be happy.

By nature, people are discontent. But by God’s grace, you can rest contentedly in his goodness to you. When you grasp that most things in your life are simply gracious gifts from God, your life will go from overwhelming to overflowing with God’s abundance.