Kamis, 17 September 2026

Di Mana Anda Dapat Menemukan Kasih?

18 September 2026

Bacaan Hari ini:
Kisah Para Rasul 2:44 "Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama"
--------------------
Ketika Anda sedang melalui masa yang sulit, tidak ada seorang pun yang dapat memperhatikan Anda seperti keluarga gereja yang penuh kasih. Begitulah keadaannya sejak awal gereja.

Pada tahun-tahun awal Kekristenan, para pengikut Yesus menghadapi banyak penganiayaan dari Kekaisaran Romawi. Banyak dari mereka bahkan dibunuh. Jadi, mereka berkumpul bersama dan benar-benar saling memperhatikan. Mereka saling mengasihi dan mendukung.

Ada sebuah istilah Alkitab untuk jaringan dukungan tersebut. Istilah itu disebut persekutuan. Persekutuan berarti kita berkomitmen satu sama lain sama seperti kita berkomitmen kepada Yesus.
Alkitab mengatakan dalam Kisah Para Rasul 2:42: "Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa"
Terjemahan lainnya mengatakan, "Mereka seperti keluarga satu sama lain."

Berulang kali gereja disebut sebagai sebuah keluarga. Gereja bukanlah sebuah bisnis; gereja bukanlah sebuah organisasi; gereja bukanlah sebuah klub sosial. Gereja adalah sebuah keluarga.

Bahkan, Alkitab memberi tahu kita untuk memperlakukan pria yang lebih tua di gereja sebagai ayah rohani dan wanita yang lebih tua sebagai ibu rohani, serta memperlakukan orang-orang yang sebaya dengan kita sebagai saudara laki-laki dan saudara perempuan. Bahkan, dalam beberapa tradisi Kristen, anggota gereja masih saling memanggil “saudara” dan “saudari.”

Apa yang Anda lakukan terhadap keluarga? Anda menerima mereka dan membela mereka, bahkan jika mereka sedikit aneh. Anda membantu mereka ketika mereka berada dalam masalah. Anda menyediakan kebutuhan mereka ketika mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Anda menunjukkan kasih sayang secara fisik satu sama lain, dengan memberikan pelukan atau menepuk punggung ketika seseorang membutuhkannya.

Dan persekutuan seperti ini sering terjadi di rumah satu sama lain. Kisah Para Rasul 2:46 berkata: "Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. d Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati"

Gereja mula-mula bertumbuh dengan cepat karena dukungan penuh kasih ini. Bahkan ketika orang-orang yang bukan Kristen tidak memahami kepercayaan orang-orang Kristen, mereka harus mengakui bahwa orang-orang Kristen benar-benar saling mengasihi dengan sangat baik.

Bahkan, tidak seorang pun di Kekaisaran Romawi mengasihi orang lain seperti yang dilakukan orang-orang Kristen. Kisah Para Rasul 2:44 berkata: "Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama"

Apakah Anda menawarkan persekutuan yang penuh kasih seperti itu ?

Renungkan :

- Kapan Anda mengalami persekutuan yang sejati di rumah orang percaya lainnya?

- Bagaimana Anda melihat orang-orang percaya saling memperhatikan seperti keluarga?

- Mengapa menurut Anda orang-orang yang bukan percaya tertarik pada gereja yang penuh kasih?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 28-29; II Korintus 11
____________
Kasih menarik orang. Ketika orang-orang Kristen benar-benar saling mengasihi, Anda tidak dapat menjauhkan orang dari mereka.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Where Can You Find Love?
By Rick Warren

“All the believers continued together in close fellowship.” Acts 2:44 (GNT)
---------------
When you’re going through a tough time, there’s no one who can care for you like a loving church family.

It’s been that way since the beginning of the church. In the early years of Christianity, followers of Jesus faced a lot of persecution from the Roman Empire. Many of them were even killed. So they banded together and really took care of each other. They loved and supported each other.

There’s a biblical word for that support network. It’s called fellowship. Fellowship means we are as committed to each other as we are to Jesus

The Bible says this in Acts 2:42: “All the believers devoted themselves to the apostles’ teaching, and to fellowship, and to sharing in meals (including the Lord’s Supper), and to prayer” (NLT). Another translation says, “They were like family to each other” (CEV).

Over and over again the church is called a family. It’s not a business; it’s not an organization; it’s not a social club. The church is a family. In fact, the Bible tells us to treat older men in the church as spiritual fathers and older women as spiritual mothers, and to treat your peers as brothers and sisters. In fact, in some Christian traditions, church members still call each other “brother” and “sister.”

What do you do with family? You accept them and stick up for them, even if they’re a little weird. You help them when they’re in trouble. You provide for them when they can’t provide for themselves. You show physical affection to each other, offering a hug or pat on the back when someone needs it.

And this kind of fellowship often happens in each other’s homes. Acts 2:46 says, “They . . . met in homes for the Lord’s Supper, and shared their meals with great joy and generosity” (NLT).

The early church grew quickly because of this loving support. Even when non-Christians didn’t understand Christians’ beliefs, they had to acknowledge that they loved each other really well.

In fact, nobody in the Roman Empire loved people like the Christians did. Acts 2:44 says, “All the believers continued together in close fellowship” (GNT).

Love attracts. When Christians genuinely love each other, you can’t keep people away. Are you offering that kind of loving fellowship in your church?


Rabu, 16 September 2026

Gereja Menawarkan Kebenaran yang Mengubah Hidup

17 September 2026

Bacaan Hari ini:

Yohanes 8:32 "Kebenaran itu akan memerdekakan kamu"
------------------
Kekristenan yang sejati menawarkan kebenaran yang mengubah hidup. Dengan kata lain, kekristenan menawarkan kebenaran yang mengubahkan.
Apa yang ditawarkan oleh gereja Allah jauh lebih baik daripada psikologi populer, buku-buku pengembangan diri, atau pemikiran-pemikiran yang menginspirasi. Gereja menawarkan Injil, yaitu kebenaran dari Firman Allah.

Yesus berkata, "Kebenaran itu akan memerdekakan kamu" Yohanes 8:32

Sampai Anda mengetahui kebenaran (tentang diri Anda, tentang Allah, dan tentang hidup dan kematian), Anda masih diperbudak. Anda diperbudak oleh budaya, harapan orang lain terhadap Anda, tekanan dari teman sebaya, dan banyak hal lainnya. Tetapi kebenaran memerdekakan Anda.

Gereja menawarkan kebenaran Allah, sesuatu yang tidak dapat Anda temukan di tempat lain. Tidak ada kelompok orang lain yang memiliki kebenaran bahwa masa lalu Anda dapat diampuni, Anda dapat memiliki tujuan hidup, dan Anda dapat menantikan rumah di surga. Tidak ada pesan lain yang mengubah hidup seperti Kabar Baik.

Dalam khotbah Kristen pertama, pada hari ketika gereja lahir, Petrus berkata: "ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini... itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoel.. Akan terjadi pada hari-hari terakhir ..Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah,.. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan." Kisah Para Rasul 2:14, 16, 19, 21

Kemudian Petrus melanjutkan dengan menyampaikan Injil kepada orang banyak, merangkumnya dalam delapan poin utama dalam Kisah Para Rasul 2:

- Yesus adalah Allah! Mukjizat-mukjizat-Nya membuktikannya. (ayat 22)

- Yesus mati di kayu salib. (ayat 23)

- Allah membangkitkan Yesus kembali dari kematian. (ayat 24-32)

- Kebenaran ini memberi kita sukacita, kegembiraan, dan harapan! (ayat 26)

- Allah telah mengutus Roh-Nya dari surga. (ayat 33-35)

- Kita harus bertobat dan dibaptis. (ayat 36-38)

- Kita akan menerima Roh Kudus. (ayat 38-39)

- Kita harus hidup berbeda dari dunia. (ayat 40)

Tidak heran kita menyebutnya "Kabar Baik". Semuanya adalah kabar baik!

Renungkan :

- Apa arti bagi Anda mengetahui bahwa Allah membangkitkan Yesus kembali dari kematian?

- Dalam hal apa saja Anda telah dimerdekakan oleh kebenaran?

- Lihat kembali delapan poin utama Injil yang Petrus sampaikan dalam Kisah Para Rasul 2. Poin mana yang paling menguatkan Anda hari ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 25-27; II Korintus 10
_____________
Kekristenan yang sejati menawarkan kebenaran yang mengubah hidup. Terimalah hari ini dan Anda tidak akan pernah sama lagi!

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
The Church Offers Truth That Transforms
By Rick Warren

“The truth will set you free.” John 8:32 (NIV)
---------------
Real Christianity offers life-changing truth. In other words, it offers truth that transforms.

What God’s church offers is so much better than pop psychology or self-help or inspirational thoughts. The church offers the gospel, the truth of God’s Word.

Jesus said, “The truth will set you free” (John 8:32 NIV). Until you know the truth (about yourself, about God, and about life and death), you’re enslaved. You’re enslaved to culture, to other people’s expectations, to peer pressure, and more. But the truth sets you free.

The church offers God’s truth, something you can’t find anywhere else. No other group of people has the truth that your past can be forgiven, you can have a purpose for living, and you can look forward to a home in heaven. No other message changes lives like the Good News.

In the very first Christian sermon, on the day the church was born, Peter said: “Listen carefully to what I say. . . . This is what was spoken by the prophet Joel: . . . ‘I will show wonders in the heavens above and signs on earth below. . . . And everyone who calls on the name of the Lord will be saved” (Acts 2:14, 16, 19, 21 NIV).

Peter then goes on to share the gospel with the crowd, summing it up in eight main points in Acts 2:

Jesus is God! His miracles prove it. (vs. 22)
Jesus died on the cross. (vs. 23)
God raised Jesus back to life. (vs. 24-32)
This truth gives us gladness, joy, and hope! (vs. 26)
God has sent his Spirit from heaven. (vs. 33-35)
We must repent and be baptized. (vs. 36-38)
We will be given the Holy Spirit. (vs. 38-39)
We must live differently from the world. (vs. 40)
No wonder we call it “the Good News.” It’s all good news!
Real Christianity offers life-changing truth. Accept it today, and you’ll never be the same!


Selasa, 15 September 2026

Tidak Ada yang Hanya Menjadi Penonton

16 September 2026

Bacaan Hari ini:
Kisah Para Rasul 2:17 "Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia."
-------------------
Pada hari ketika gereja lahir, yaitu hari Pentakosta, Allah melakukan sebuah mukjizat. Dia memberikan kepada para pengikut Yesus kemampuan untuk berbicara dalam berbagai bahasa sehingga orang-orang di sekitar mereka dapat mendengar Injil dalam bahasa mereka sendiri.

Orang-orang berkata, "kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah" Kisah Para Rasul 2:11
Melalui mukjizat ini, Allah menunjukkan bahwa Kabar Baik adalah untuk semua orang!

Saat ini, kita tidak membutuhkan mukjizat yang sama karena gereja berbicara dalam hampir setiap bahasa di dunia, dengan orang-orang percaya yang melayani di hampir setiap bangsa. Saya dapat membawa Anda ke tempat-tempat yang tidak memiliki sekolah, toko besar dan kantor pemerintahan, tetapi satu hal yang akan Anda temukan adalah gereja.

Allah mungkin tidak akan memberi Anda kemampuan supernatural untuk tiba-tiba berbicara dalam bahasa lain. Tetapi Dia sudah memberikan kepada Anda karunia-karunia unik yang memungkinkan Anda menjangkau orang lain dengan cara yang berbeda.

Sebagai contoh, jika Anda adalah orang tua yang masih memiliki anak kecil, Anda mungkin berbicara dalam "bahasa orang tua." Melalui percakapan tentang popok, botol susu dan kelompok bermain, Allah mungkin memberi Anda kesempatan untuk membagikan Kabar Baik.

Atau mungkin Anda berbicara dalam "bahasa CEO" atau "mengemudikan truk" atau "masa pensiun" atau "merajut" atau "sepak bola." Setiap orang memiliki kumpulan "bahasa" budaya unik yang mereka gunakan. Dan Allah dapat menggunakan bahasa-bahasa Anda untuk menjangkau kelompok orang yang unik.

Di gereja mula-mula, tidak ada seorang pun yang hanya menjadi penonton; setiap orang memberikan kontribusi. Petrus mengutip nubuat ini kepada sekelompok orang yang pada masa awal sedang mencari dan percaya:

"Akan terjadi pada hari-hari terakhir--demikianlah firman Allah--bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat." Kisah Para Rasul 2:17-18

Rencana Allah bagi gereja-Nya saat ini juga adalah agar setiap orang terlibat dalam menyampaikan pesan-Nya.

Renungkan :

- Pikirkan ketika Anda pertama kali mendengar Injil. Bagaimana Injil itu disampaikan dengan cara yang membuat Anda tertarik?

- Bahasa budaya unik apa yang Anda gunakan yang mungkin Allah pakai untuk memungkinkan Anda membagikan Kabar Baik?

- Ada banyak cara berbeda untuk menjelaskan Kabar Baik tentang Yesus. Luangkan beberapa menit untuk memikirkan cara unik yang akan Anda gunakan untuk membagikan Injil kepada seseorang.

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 22-24; II Korintus 9
____________
Anda tidak pernah terlalu muda atau terlalu tua untuk dipakai oleh Allah. Siapa pun Anda, dari mana pun Anda berasal atau ke mana pun kehidupan telah membawa Anda, Anda memiliki karunia, kemampuan, dan talenta yang telah Allah tempatkan dalam diri Anda dan ingin Dia gunakan untuk membagikan Kabar Baik-Nya.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
No One Sits on the Sidelines
By Rick Warren

“I will pour out my Spirit on all people.” Acts 2:17 (NIV)
------------------
On the day the church was born, the day of Pentecost, God worked a miracle. He gave Jesus’ followers the ability to speak in different languages so that the people around them could hear the gospel in their own language.

People said, “We all hear these people speaking in our own languages about the wonderful things God has done!” (Acts 2:11 NLT).

Through this miracle, God showed that the Good News is for everybody!

Today, we don’t need that same miracle because the church speaks virtually every language in the world, with believers serving in nearly every nation. I could take you to places with no schools, no big stores, and no government offices, but one thing you’d find is a church.

God probably won’t give you the supernatural ability to suddenly speak another language. But he has already given you unique gifts that allow you to reach people in other ways.

For example, if you’re a young parent, you might speak “parent of preschoolers.” Through conversations about diapers and bottles and play groups, God might give you a chance to share the Good News.

Or maybe you speak “CEO” or “truck driving” or “retirement” or “knitting” or “soccer.” Everyone has their own unique set of cultural “languages” they speak. And God can use your languages to reach a unique group of people.

In the early church, no one sat on the sidelines; everyone was a contributor. Peter quoted this prophecy to a group of early seekers and believers: “In the last days, God says, I will pour out my Spirit on all people. Your sons and daughters will prophesy, your young men will see visions, your old men will dream dreams. Even on my servants, both men and women, I will pour out my Spirit in those days, and they will prophesy” (Acts 2:17-18 NIV)

God’s plan for his church today, too, is for everyone to be involved in proclaiming his message.

You’re never too young or too old to be used by God. No matter who you are, where you’re from, or where life has taken you, you have gifts, abilities, and talents that God has put in you and wants to use to share his Good News


Senin, 14 September 2026

Doa Menghubungkan Anda dengan Kuasa Allah

15 September 2026

Bacaan Hari ini:
Kisah Para Rasul 1:8 *"Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu"
-------------------
Orang Kristen yang sungguh-sungguh tidak hanya berbicara tentang Allah; mereka mengalami Allah. Dan mereka dapat melakukannya melalui kuasa Roh Kudus.

Itulah yang membuat gereja berbeda dari setiap organisasi. Perusahaan tidak memiliki Roh Kudus. Pemerintah tidak memiliki Roh Kudus. Organisasi kemanusiaan tidak memiliki Roh Kudus. Allah telah menjanjikan Roh Kudus kepada gereja-Nya.

Pada saat kelahiran gereja, Yesus berkata kepada para pengikut-Nya, "Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa"

Dan kemudian dalam pasal yang sama Dia berkata dalam Kisah Para Rasul 1:4 : "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu" Kisah Para Rasul 1:8

Yesus memberikan petunjuk kepada para pengikut-Nya, tetapi Dia tidak mengharapkan mereka melaksanakannya dengan kekuatan mereka sendiri. Seolah-olah Dia berkata, “Roh Kudus akan memberikan kuasa yang Anda perlukan untuk melakukan apa yang Aku ingin Anda lakukan.”

Tidak lama setelah Yesus membuat janji ini, Dia terangkat ke surga. Dan selama 10 hari berikutnya, para pengikut-Nya menunggu dan berdoa. Kemudian, pada hari Pentakosta, Allah memberikan Roh Kudus kepada mereka.

Dalam hidup Anda juga ada hubungan langsung antara doa dan kuasa Roh Kudus Allah. Banyak doa, banyak kuasa. Sedikit doa, sedikit kuasa. Tidak ada doa, tidak ada kuasa.

Jika Anda tidak pernah berdoa, saya menjamin bahwa Anda tidak melihat kuasa Allah bekerja dalam hidup Anda. Dan Anda tidak memiliki tenaga untuk menyelesaikan semua yang Allah ingin Anda lakukan.

Beberapa waktu lalu, suatu pagi saya pergi ke dapur untuk membuat minuman protein. Saya menekan semua tombol pada blender dan tidak dapat membuatnya bekerja. Kemudian saya menyadari bahwa blender itu belum dicolokkan.
Hidup Anda sama seperti itu. Anda mungkin seorang Kristen. Anda mungkin sedang dalam perjalanan menuju surga. Tetapi jika Anda tidak terhubung dengan kuasa Roh Kudus, Anda tidak memiliki tenaga untuk melakukan apa yang Allah telah ciptakan untuk Anda lakukan.

Jadi, hari ini, mulailah terhubung dengan Roh Allah melalui doa. Anda dapat berdoa tentang apa saja. Alkitab berkata bahwa kita harus datang kepada Allah seperti anak-anak kecil. Anak-anak kecil berani kepada orang tua mereka; mereka langsung mengungkapkan apa pun yang ada di hati mereka. Demikian juga, Bapa surgawi Anda ingin Anda berbicara kepada-Nya tentang apa saja dan segala sesuatu.

Renungkan :

- Allah tidak mengharapkan Anda melakukan pekerjaan-Nya dengan kekuatan Anda sendiri; Dia memberikan Roh-Nya kepada Anda. Apa yang hal ini beritahukan kepada Anda tentang Allah?

- Kapan Anda pernah mengalami hubungan dalam hidup Anda antara doa dan Roh Allah? (Mungkin Anda tidak banyak berdoa dan tidak mengalami Roh Allah, atau mungkin Anda banyak berdoa dan dapat dengan jelas melihat Allah bekerja dalam hidup Anda.)

- Dalam bidang apa dalam hidup Anda saat ini Anda perlu meminta kepada Allah lebih banyak kuasa dari Roh Kudus?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 19-21; II Korintus 8
__________
Semakin banyak Anda berdoa, semakin Anda akan menemukan diri Anda terhubung dengan kuasa Roh Kudus Allah dan diberi kekuatan untuk melakukan semua yang telah Dia ciptakan untuk Anda lakukan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Prayer Connects You to God’s Power
By Rick Warren

“You will receive power when the Holy Spirit comes on you.” Acts 1:8 (NIV)
------------------
Real Christians don’t just talk about God; they experience God. And they’re able to do that through the power of the Holy Spirit.

That’s what makes the church different from every organization. Corporations don’t have the Holy Spirit. Governments don’t have the Holy Spirit. Humanitarian organizations don’t have the Holy Spirit. God has promised the Holy Spirit to his church.

At the birth of the church, Jesus told his followers, “Don't leave Jerusalem yet. Wait here for the Father to give you the Holy Spirit, just as I told you he has promised to do” (Acts 1:4 CEV). And later on in the same chapter he says, “You will receive power when the Holy Spirit comes on you; and you will be my witnesses in Jerusalem, and in all Judea and Samaria, and to the ends of the earth” (Acts 1:8 NIV).

Jesus gave his followers instructions, but he didn’t expect them to carry them out on his own. It’s like he was saying, “The Holy Spirit is going to give you the power you need to do what I want you to do.”

Just after Jesus made this promise, he was taken up into heaven. And for the next 10 days, his followers waited and prayed. Then, on the day of Pentecost, God gave them the Holy Spirit.

There’s a direct connection in your life, too, between prayer and the power of God’s Holy Spirit. Much prayer, much power. Little prayer, little power. No prayer, no power.

If you don’t ever pray, I guarantee you that you’re not seeing God’s power at work in your life. And you don’t have the energy to get everything done that God wants you to get done.

A while back, I went to the kitchen one morning to make a protein shake. I was pushing all the buttons on the blender and could not get it to work. Then I realized it wasn’t plugged in.

Your life is the same way. You may be a Christian. You may be on your way to heaven. But if you’re not plugged in to the Holy Spirit’s power, you don’t have any energy to do what God has made you to do.

So, today, start plugging into God’s Spirit through prayer. You can pray about anything. The Bible says we’re to come to God as little children. Little children are bold with their parents; they just blurt out whatever is on their heart. In the same way, your heavenly Father wants you to talk to him about anything and everything.

The more you pray, the more you’ll find yourself connected to the power of God’s Holy Spirit and energized to do all he has made you to do.


Minggu, 13 September 2026

Melayani Tuhan dengan Melayani Orang Lain

14 September 2026

Bacaan Hari ini:
1 Petrus 4:10 *"Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah"*
----------------
Sebelum Anda dilahirkan, Tuhan telah menentukan terlebih dahulu kontribusi apa yang Ia inginkan agar Anda buat dengan hidup Anda. Efesus 2:10 mengatakan, "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."

Tuhan ingin Anda melayani-Nya di bumi. Ia tidak menempatkan Anda di sini hanya untuk mengambil ruang, menggunakan sumber daya, dan mati. Ia menempatkan Anda di sini untuk menjadikan dunia tempat yang lebih baik, untuk memberikan kontribusi yang unik, dan untuk melayani-Nya sesuai dengan bentuk yang telah Ia berikan kepada Anda.

Tidak ada orang lain yang bisa menjadi diri Anda. Jika Anda tidak melayani Tuhan dengan cara yang telah Ia rencanakan untuk Anda, maka dunia akan kehilangan bagian dari teka-teki itu.

Nama lain dari perbuatan baik adalah "pelayanan." Kapan pun Anda menggunakan bakat dan kemampuan Anda untuk menolong seseorang, Anda sedang melayani mereka. Alkitab mengatakan dalam 1 Petrus 4:10 "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah"

Anda tahu bakat-bakat yang mungkin selama ini Anda coba gunakan untuk keuntungan Anda sendiri? Sebenarnya bakat-bakat itu bukan hanya untuk Anda. Tuhan memberikan bakat, keterampilan dan kemampuan Anda untuk kepentingan orang lain.

Tuhan merancang alam semesta sedemikian rupa sehingga kita membutuhkan satu sama lain. Tidak ada seorang pun yang memiliki segalanya secara lengkap—tetapi kita memang tidak perlu memilikinya! Kita diciptakan untuk saling bergantung dan mendapatkan manfaat dari karunia satu sama lain.

Ketika Anda tiba di surga, Anda akan melayani Tuhan selamanya, sehingga Ia ingin Anda berlatih sekarang.

Di bumi, tidak mungkin untuk melayani Tuhan secara langsung. Satu-satunya cara Anda dapat melayani Tuhan sekarang adalah dengan melayani orang lain. Itu berarti kapan pun Anda menolong seseorang, itu sama seperti Anda melakukannya untuk Dia. Anda sedang berlatih di bumi apa yang akan Anda lakukan di surga.

Renungkan :

- Karunia apa yang selama ini Anda simpan untuk diri sendiri, untuk keuntungan Anda sendiri, alih-alih menggunakannya untuk melayani orang lain?

- Bagaimana Firman Tuhan dapat menguatkan Anda ketika Anda melayani dengan cara-cara yang tidak diperhatikan atau tidak dihargai?

- Menurut Anda, jenis pelayanan seperti apa yang telah Tuhan persiapkan untuk Anda di surga?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 16-18; II Korintus 7
____________
Apakah Anda ingin melayani Tuhan dengan baik? Mulailah berlatih sekarang dengan melayani orang lain.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=======
Serve God by Serving Others
By Rick Warren

“God has given each of you some special abilities; be sure to use them to help each other, passing on to others God’s many kinds of blessings.” 1 Peter 4:10 (TLB)
------------------
Before you were born, God decided in advance what contribution he wanted you to make with your life. Ephesians 2:10 says, “God has made us what we are. He has created us in Christ Jesus to live lives filled with good works that he has prepared for us to do” (GW).

God wants you to serve him on earth. He didn’t put you here just to take up space, use resources, and die. He put you here to make the world a better place, to make a unique contribution, and to serve him with the shape that he gave you.

Nobody else can be you. If you don’t serve God the way he planned for you, then the world misses that part of the puzzle.
===
Another name for good works is “ministry.” Anytime you use your talents and abilities to help someone, you are ministering to them. The Bible says in 1 Peter 4:10 in The Living Bible paraphrase, “God has given each of you some special abilities; be sure to use them to help each other, passing on to others God’s many kinds of blessings.”

You know those talents that you may have been trying to use for your benefit? They’re actually not just for you. God gave you your talents and skills and abilities for the benefit of other people.

God wired the universe so that we would need each other. Nobody’s got it all together—but we don’t have to! We were created to depend on each other and benefit from each other’s gifts.

When you get to heaven, you’re going to serve God forever, so he wants you to practice now.

On earth it’s impossible to serve God directly. The only way you can serve God now is by serving other people. That means anytime you help someone, it’s like you’re doing it for him. You’re practicing on earth what you’re going to do in heaven.

Do you want to serve God well? Start practicing now by serving others.


Sabtu, 12 September 2026

Menempatkan Allah sebagai yang Utama

13 September 2026

Bacaan Hari ini:
Ulangan 14:23 "Di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu."
----------------------
Allah sering memberkati bagian-bagian dalam hidup kita yang kita tempatkan dengan mengutamakan Dia. Itulah sebabnya, dalam hal keuangan, Dia memanggil kita untuk menempatkan Dia sebagai yang pertama melalui uang kita. Inilah prinsip persepuluhan: memberikan 10 persen pertama dari penghasilan Anda kembali kepada Allah.

Alkitab memberikan kerangka untuk memahami persepuluhan. Ada empat bagian Alkitab yang menjelaskan tentang janji, tujuan, tempat dan hari persepuluhan.
Amsal 3:9-10 memberikan janji tentang persepuluhan: "Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya."

Ketika kita menghormati Allah dengan bagian pertama dari penghasilan kita, kita dapat mempercayai Dia untuk memenuhi kebutuhan kita.
Mengapa Allah meminta kita memberikan persepuluhan? Ulangan 14:23 berkata dalam Alkitab : "Di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu."

Allah tidak membutuhkan uang Anda, tetapi Dia menginginkan apa yang diwakili oleh uang itu: hati Anda. Dia ingin Anda mempercayai-Nya.
Di mana Anda harus memberikan persepuluhan? Apakah Anda memberikan persepuluhan kepada tempat pembagian makanan bagi masyarakat setempat? Atau apakah Anda memberikan persepuluhan kepada saudara Anda yang sudah tiga tahun tidak memiliki pekerjaan?
Tidak. Itu adalah amal. Persepuluhan bukanlah amal; persepuluhan adalah tindakan penyembahan. Persepuluhan diberikan kepada Allah.

Maleakhi 3:10 berkata: "Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan"
Rumah perbendaharaan adalah bait Allah atau tempat di mana Anda beribadah kepada Allah.

Kapan Anda seharusnya memberikan persepuluhan? Alkitab menunjuk pada hari pertama dalam satu minggu sebagai suatu pola. 1 Korintus 16:2 berkata: "Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing--sesuai dengan apa yang kamu peroleh--menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang"

Ketika Anda memberikan kepada Allah pada hari pertama dalam satu minggu, pada bagian pertama hari Anda dan dari bagian pertama uang Anda, Anda sedang menyatakan, "Engkau benar-benar yang nomor satu dalam hidup saya"
Perhatikan bahwa ayat tersebut mengatakan untuk "menyisihkan." Persepuluhan tidak seharusnya dilakukan secara spontan. Anda perlu merencanakannya agar Anda menghormati rencana dan tujuan Allah mengenai persepuluhan.

Renungkan :

- Secara praktis, apa arti memberikan bagian pertama dari penghasilan Anda kepada Allah bagi Anda?

- Mengapa menurut Anda Allah ingin Anda memberikan persepuluhan kepada gereja Anda dan bukan kepada tujuan atau kegiatan lainnya?

- Apa yang perlu Anda rencanakan mulai hari ini agar Anda dapat setia dalam memberikan persepuluhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 14-15; II Korintus 6
____________
Ketika Anda menempatkan Allah sebagai yang pertama dan mempercayakan keuangan Anda kepada-Nya, Anda akan menemukan bahwa Dia setia menepati janji-janji-Nya dan memelihara kebutuhan Anda.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Putting God First in Every Area
By Rick Warren

“The purpose of tithing is to teach you always to put God first in your lives.” Deuteronomy 14:23 (TLB)
---------------------
God often blesses the areas of our lives where we put him first. That’s why, when it comes to finances, he calls us to put him first with our money. This is the principle of tithing: Giving the first 10 percent of your income back to God.

The Bible provides a framework for understanding tithing. Four passages explain its promise, purpose, place, and day.

Proverbs 3:9-10 gives the promise about tithing: “Honor the LORD with your wealth, with the firstfruits of all your crops; then your barns will be filled to overflowing, and your vats will brim over with new wine” (NIV). When we honor God with the first part of our income, we can trust him to provide for our needs.

Why does God tell us to tithe? Deuteronomy 14:23 says in The Living Bible paraphrase, “The purpose of tithing is to teach you always to put God first in your lives” (emphasis added). God doesn’t need your money, but he wants what it represents: your heart. He wants you to trust him.

Where should you tithe? Do you tithe to your local food pantry? Or do you tithe to your brother who’s been out of work for three years? No, that’s charity. Tithing isn’t charity; it’s an act of worship. It goes to God.

Malachi 3:10 says, “‘Bring to the storehouse a full tenth of what you earn . . . Test me in this,’ says the LORD All-Powerful. ‘I will open the windows of heaven for you and pour out all the blessings you need’” (NCV). The storehouse is the temple, or the place where you worship God.

When are you supposed to tithe? The Bible points to the first day of the week as a pattern. First Corinthians 16:2 says “On the first day of each week, you should each put aside a portion of the money you have earned” (NLT). When you give to God on the first day of the week, during the first part of your day, and from the first part of your money, you’re declaring, “You’re really number one in my life.”

Notice that the verse says to “put aside.” Tithing should not be an impulsive thing. You’ve got to plan for it so that you are honoring God’s plan and purpose for tithing.

As you put God first and trust him with your finances, you’ll discover that he is faithful to keep his promises and care for your needs.


Jumat, 11 September 2026

Investasi Terbaik adalah dalam Kekekalan

12 September 2026

Bacaan Hari ini:
Matius 6:21 "Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada."
------------------
Anda akan menikmati selamanya apa yang Anda investasikan di surga, dan Anda berinvestasi di surga setiap kali Anda menggunakan uang untuk kebaikan.

Kemarin kita membahas tentang berinvestasi dalam kekekalan dengan menggunakan uang Anda untuk mengembangkan karakter, mendorong persekutuan dalam tubuh Kristus dan melayani orang-orang yang membutuhkan. Ada dua dana lagi yang perlu Anda investasikan agar Anda dapat memperoleh keuntungan kekal di surga.

Dana Global Allah
Ini adalah ketika Anda menggunakan uang Anda untuk membagikan Kabar Baik dan membawa orang kepada Yesus. Lukas 16:9 berkata: "Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."

Apakah ayat ini mengatakan bahwa Anda dapat membeli teman? Sama sekali tidak. Ini berarti bahwa Allah ingin Anda berinvestasi dalam hal-hal yang membantu membawa orang-orang ke surga sehingga ketika Anda sampai di surga, mereka akan menyambut Anda di sana. Ini adalah investasi terbesar dalam hidup Anda. Apakah ada seseorang yang akan berada di surga karena Anda?

Dana Perbendaharaan Allah
Ini adalah ketika Anda memberikan uang kepada Allah sebagai tindakan penyembahan.
Janji Allah dalam Alkitab dari Amsal 3:9-10 berkata:"Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya"

"Bagian pertama dari seluruh penghasilan Anda" adalah persepuluhan Anda— yang Anda berikan kepada Allah melalui gereja Anda.
Alkitab berkata bahwa di mana harta Anda berada, di sana juga hati Anda akan berada. Jika hal-hal yang paling penting bagi Anda adalah hal-hal di dunia ini, maka setiap hari Anda semakin menjauh dari harta Anda—karena setiap hari Anda berada di bumi, Anda memiliki satu hari lebih sedikit untuk berinvestasi dalam kekekalan. Anda semakin jauh dari hal-hal yang pada akhirnya akan Anda tinggalkan.

Misionaris Jim Elliot pernah berkata, "Ia bukan orang bodoh yang memberikan apa yang tidak dapat dipertahankannya untuk mendapatkan apa yang tidak dapat hilang darinya."
Bagaimana Anda akan menunjukkan kepada Allah bahwa Anda siap mulai menggunakan uang Anda untuk berinvestasi dalam kekekalan?

Renungkan :

- Apa yang dapat mulai Anda lakukan dengan keuangan Anda yang dapat membantu membawa orang kepada Yesus?


- Mengapa memberikan persepuluhan dan setia dalam mengelola keuangan kita membutuhkan perencanaan?


- Kapan Anda pernah menggunakan uang Anda untuk berinvestasi dalam kekekalan? Bagaimana Anda mengalami berkat Allah melalui hal tersebut?

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 11-13; II Korintus 5
_____________
Jika Anda berinvestasi dalam dana-dana Allah dan menggunakan uang Anda untuk melayani tujuan-tujuan Allah, maka setiap hari Anda sedang mengumpulkan harta di surga. Anda semakin dekat dengan harta Anda, bukannya semakin jauh.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
*The Best Investments Are in Eternity*
By Rick Warren

*“Where your treasure is, there your heart will be also.”* Matthew 6:21 (NIV)
-----------------
You are going to enjoy forever what you invest in heaven, and you invest in heaven every time you use money for good.

Yesterday we talked about investing in eternity by using your money to grow your character, to encourage fellowship in the body of Christ, and to serve others in need. There are two more funds that you should invest in so that you can yield eternal dividends in heaven.

God’s Global Fund. This is when you use your money to share the Good News and bring people to Jesus. Luke 16:9 says, “Use worldly wealth to gain friends for yourselves, so that when it is gone, you will be welcomed into eternal dwellings” (NIV).

Is this verse saying that you can buy friends? Not at all. It means that God wants you to invest in things that help get people into heaven so that when you get to heaven, they will welcome you there.

It’s the greatest investment of your life. Is anybody going to be in heaven because of you?

God’s Treasury Fund. This is when you give money to God as an act of worship.

God’s promise in The Living Bible paraphrase of Proverbs 3:9-10 says this: “Honor the Lord by giving him the first part of all your income, and he will fill your barns with wheat and barley and overflow your wine vats with the finest wines.” The “first part of all your income” is your tithe—the 10 percent of your earnings that you give to God through your church.

The Bible says that wherever your treasure is, your heart will also be there. If what’s most important to you are the things of this earth, then every day you are moving further away from your treasure—because every day you are here on earth, you’ve got one less day to invest in eternity. You’re moving further and further away from the things you’re going to leave behind.

But if you’re investing in God’s funds and using your money to serve God’s purposes, then you’re storing up treasure in heaven every day. You’re getting closer and closer to your treasure instead of further away.

Missionary Jim Elliot once said, “He is no fool who gives what he cannot keep to gain what he cannot lose.”

How will you show God that you are ready to start using your money to invest in eternity?