Selasa, 03 Maret 2026

Dengarkan Terlebih Dahulu Sebelum Memberi Solusi

04 Maret 2026

Bacaan Hari ini:
Amsal 18:13 "Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya."
------------------
Salah satu kecenderungan manusia adalah ingin segera memperbaiki masalah. Ketika melihat suatu persoalan, Anda mungkin langsung ingin menemukan solusi agar masalah itu cepat selesai. Namun, Tuhan ingin Anda terlebih dahulu merasakan apa yang dirasakan orang lain sebelum mencoba memperbaiki keadaannya. Ia ingin Anda memahami perasaan seseorang sebelum menawarkan solusi.

Alkitab berkata:
"Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya." (Amsal 18:13)

Sering kali, bahkan sebelum seseorang selesai berbicara, Anda mungkin sudah berpikir, "Saya tahu bagaimana cara menyelesaikan masalah ini." Tetapi sikap seperti itu belum tentu menunjukkan kasih. Orang lain tidak membutuhkan solusi Anda terlebih dahulu—mereka membutuhkan perhatian Anda. Mereka ingin didengarkan, dikasihi, dan dipahami.

Ada pemulihan ketika seseorang dapat membagikan pergumulannya. Telinga Anda dapat menjadi alat yang dipakai Tuhan untuk membawa penghiburan, jika Anda bersedia mendengarkan tanpa terburu-buru memberikan solusi.

Dalam Yohanes pasal 11, ketika Yesus mendengar bahwa sahabat-Nya, Lazarus, sakit, Ia tidak segera datang. Ia tiba setelah Lazarus meninggal dunia. Saudara-saudara Lazarus sangat berduka dan berkata bahwa Lazarus tidak akan mati jika Yesus datang lebih awal.

Mungkin tampaknya Yesus tidak peduli, tetapi Ia memiliki rencana. Ia tidak hanya ingin menyembuhkan Lazarus, tetapi membangkitkannya, untuk menunjukkan bahwa Ia adalah Anak Allah. Yesus sudah mengetahui solusi bahkan sebelum Lazarus sakit.

Namun perhatikan respons Yesus: "Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata: "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!" Maka menangislah Yesus." (Yohanes 11:33–35)

Yesus mengetahui solusi, tetapi Ia tetap ikut merasakan kesedihan mereka. Ia tidak langsung memberikan jawaban. Ia terlebih dahulu menunjukkan empati dan kasih.

Demikian juga, meskipun Anda mungkin mengetahui solusi bagi masalah seseorang, Anda perlu bersabar. Dengarkan perasaan mereka. Hadir bersama mereka dalam pergumulan mereka.
Renungkan :

- Bagaimana kehadiran dan empati Anda dapat membantu seseorang mengalami pemulihan?

- Kapan waktu yang tepat untuk memberikan solusi kepada seseorang yang sedang berduka atau mengalami kesulitan?

- Bagaimana Anda dapat melatih kesabaran untuk lebih banyak mendengarkan daripada berbicara?

Bacaan Alkitab Setahun :
Bilangan 28-30; Markus 8:22-38
____________
Mendengarkan dengan penuh empati adalah salah satu bentuk kasih yang paling nyata.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Listen Before You Fix - Daily Hope with Rick Warren - March 04, 2026

"The one who gives an answer before he listens—this is foolishness and disgrace for him." Proverbs 18:13 (CSB)
----------------
One of the problems with humans is that we like to fix things. When we see a problem, we want to quickly jump to how we can solve it so we can move on. But God wants you to be a feeler before you're a fixer. He wants you to feel someone's pain before you try to solve the problem.

"The one who gives an answer before he listens—this is foolishness and disgrace for him" (Proverbs 18:13 CSB).         

You may be barely into a conversation before you think, "I know how to fix this." But that's not loving. People don't care what you know until they know that you care. They want to feel heard. They want to feel loved. They want to feel understood.

There is healing in sharing. Your ear is a healing tool God can use if you'll learn to listen without trying to fix anything.

In John 11, when Jesus heard that his friend Lazarus was sick, he delayed and took three days to travel what should have taken less than a day. By the time Jesus arrived, Lazarus had died. His sisters were grieving and told Jesus that if he had come sooner, Lazarus would not have died.

Jesus' delay might seem callous, but he had a plan: He didn't want to heal Lazarus. He wanted to raise him from the dead to show that he, Jesus, was the Son of God. He already knew the solution before Lazarus even got sick.  

"Jesus saw her weeping, and he saw how the people with her were weeping also; his heart was touched, and he was deeply moved. 'Where have you buried him?' he asked them. 'Come and see, Lord,' they answered. Jesus wept" (John 11:33-35 GNT).

Jesus was not unconcerned about their pain. When he saw everybody around him grieving, he mirrored it. He enteredinto it. Jesus knew the solution, but it didn't keep him from sharing their grief. He shared their feelings, not his solution.

You may know the solution to someone's problem, but you need to hold off. If you're going to be a great listener, you've got to listen to their feelings and enter into their pain.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar