Minggu, 15 Maret 2026

Tersambar Petir


_*Walter Summerford Si Pria Petir*_
_Yesaya 55:8_

Walter Summerford, seorang perwira asal Inggris yang bertugas dalam Perang Dunia I, dikenal sebagai salah satu manusia yang paling malang dalam sejarah. 

la di-sebut² telah mengalami disambar petir sebanyak empat kali: tiga kali saat dirinya masih hidup, dan sekali setelah dirinya telah meninggal. 

*Sambaran pertama (1918):* 
Saat menunggang kuda di medan perang, ia tersambar petir, terlempar, dan mengalami kelumpuhan dari pinggang ke bawah. 

*Sambaran kedua (1924):* 
Di Kanada, saat duduk di bawah pohon untuk memancing, petir menyambar pohon tersebut dan membuatnya lumpuh di sisi kanan tubuh. 
Ajaibnya, ia sembuh sebagian dan bisa berjalan kembali. 

*Sambaran ketiga (1930):* 
Saat berjalan di taman, ia kembali tersambar petir, yang menyebabkan kelumpuhan total. 
Naas, dirinya meninggal dua tahun kemudian. 

*Sambaran keempat (1936):*
Empat tahun setelah kematiannya, batu nisannya tersambar petir sehingga hancur. 

Meskipun keaslian cerita ini sempat dipertanyakan karena minimnya bukti resmi, kisah ini telah menyebar luas dan banyak orang yang mempercayainya sebagai sebuah pengalaman yang otentik dan nyata. 

_Paling tidak dari kisah Walter ini, kita belajar satu hal: musibah bisa datang ber-kali², bahkan dari hal yang sama._
_Meskipun kita mungkin tidak pernah disambar petir secara harfiah, kita bisa disambar masalah lain secara ber-tubi²:_
_kehilangan,_
_kekecewaan,_
_penyakit, atau kegagalan._

Terkadang dunia mencap kita sebagai _'orang yang paling malang'_ atau menghakimi kita sebagai orang yang berdosa besar karena kejadian tersebut. 
_Manusia sering melihat hidup berdasarkan apa yang terjadi._
_Namun Alkitab memberi kita perspektif yang berbeda._
_Tuhan melihat tujuan, proses pembentukan, dan iman kita._

_Masalah apapun yang menimpa kita secara berulang kali tidak akan mampu menghilangkan fakta bahwa kita berharga di mata Tuhan, dan Tuhan tetap berdaulat dan akan terus bekerja untuk kebaikan semua umatNya yang percaya kepadaNya._

_Percayalah dengan iman bahwa badai sebesar dan seliar apa pun tidak akan bertahan selamanya._
_Tidak ada musibah yang bisa memisahkan kita dari kasih Tuhan._
_Orang lain boleh berpikir negatif mengenai kita, namun Tuhanlah yang mengenal kita dengan baik._

_Karena itu, jangan pernah biarkan penderitaan membuat kita kehilangan arah atau identitas kita sebagai anak² Tuhan._
_Justru dalam saat² tergelap, kasih Tuhan akan terus bersinar dalam hidup kita._

Seperti Ayub yang tetap setia di tengah kehilangan yang luar biasa, atau Paulus yang tetap bersukacita meski sering dipenjara dan dianiaya, _kita pun dipanggil untuk terus berpegang pada kebenaran bahwa nilai hidup kita tidak ditentukan oleh situasi, tetapi oleh siapa yang memegang hidup kita._

_Bersama Kristus, kita bukan korban keadaan._
_Melainkan, kita adalah pemenang yang sedang dibentuk untuk sesuatu yang jauh lebih mulia dari apa yang bisa kita lihat hari ini._

_Masalah dalam hidup kita, Tuhan izinkan terjadi untuk membentuk hidup kita, bukan untuk menghancurkannya._

_DOA_
_Ya Tuhan, aku tidak mau terpuruk dan menyerah terhadap keadaan ataupun masalah hidupku. Aku mau terus berjuang dan menjadi pemenang bersamaMu._
_Dalam nama Yesus. Amin._

Tidak ada komentar:

Posting Komentar