04 Mei 2026
Bacaan Hari ini:
Filipi 1:5 "Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini."
-------------
Paulus menulis kitab Filipi kepada jemaat yang ia dirikan di Filipi. Di sana, seorang perempuan bernama Lidia membuka rumahnya dan, bersama orang lain, menyambut Paulus di kota itu. Jemaat Filipi bahkan membantu mendanai perjalanan misi Paulus. Dalam Filipi 1:5, Paulus berkata, "Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini."
Namun, kenyataannya Paulus tidak mengalami masa yang mudah di Filipi. Bahkan, itu merupakan salah satu jemaat yang paling sulit untuk ia rintis. Ketika Paulus datang ke kota itu untuk memulai sebuah jemaat, ia dipukuli, dicambuk, dipermalukan, ditangkap secara tidak adil dan dipenjarakan. Ia bahkan selamat dari gempa bumi yang besar! Setelah itu, para pemimpin kota meminta dia untuk meninggalkan kota tersebut.
Namun demikian, Paulus berkata kepada orang-orang percaya, "Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu" (Filipi 1:3).
Apa yang dilakukan Paulus di sini? Ia memilih ingatan secara selektif. Filipi bukanlah tempat yang menyenangkan bagi Paulus. Ia mengalami banyak penganiayaan dan penderitaan selama berada di sana. Namun ia memilih untuk tidak berfokus pada kenangan yang menyakitkan. Sebaliknya, ia mengungkapkan rasa syukur atas hal-hal baik yang dilakukan bagi dirinya dan melalui dirinya.
Apakah Anda masih memegang kenangan yang menyakitkan tentang orang-orang yang masih ada dalam hidup Anda? Mungkin Anda belum pernah benar-benar melepaskan kesalahan yang mereka lakukan bertahun-tahun yang lalu. Anda tidak dapat menikmati hubungan tersebut saat ini karena Anda masih berpegang pada masa lalu.
Anda perlu memahami bahwa ingatan adalah sebuah pilihan. Pernah diceritakan tentang Clara Barton, pendiri Palang Merah Amerika. Seorang temannya mengingatkan dia tentang suatu perbuatan sangat kejam yang dilakukan seseorang kepadanya bertahun-tahun sebelumnya. Temannya bertanya, "Apakah Anda tidak mengingatnya?" Jawabannya yang terkenal adalah, "Tidak, saya dengan jelas mengingat bahwa saya telah melupakannya."
Ingatan Anda adalah sebuah pilihan. Jika Anda ingin terus memegang kenangan yang menyakitkan, silakan saja. Namun Anda tidak akan merasa bahagia. Paulus memiliki banyak alasan untuk berfokus pada kenangan menyakitkan tentang Filipi. Namun ia memilih untuk bersyukur atas orang-orang dalam hidupnya dan pekerjaan Allah di dalam dan melalui mereka.
Ketika Anda melakukan hal yang sama, Allah akan memberkati hubungan Anda jauh melampaui harapan Anda.
Renungkan:
- Mengapa terkadang lebih mudah mempertahankan kenangan yang menyakitkan daripada menggantinya dengan kenangan yang baik?
- Bagaimana berfokus pada kenangan yang baik mengubah harapan Anda terhadap masa depan?
- Bagaimana Anda akan mengungkapkan rasa syukur hari ini atas orang-orang yang Allah tempatkan dalam hidup Anda?
Bacaan Alkitab Setahun :
1 Raja-raja 14-15; Lukas 22:21-46
_____________
Semakin lama Anda mengenal seseorang, semakin besar kemungkinan Anda menganggapnya biasa saja, mencari kesalahannya dan mengingat hal-hal buruk daripada hal-hal baik.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
==========
Choose What You Remember - Daily Hope with Rick Warren - May 04, 2026
“I thank God for the help you gave me.” Philippians 1:5 (Ncp)
--------------------
Paul wrote the book of Philippians to the church he planted in Philippi. There, a woman named Lydia opened up her home and, along with others, welcomed Paul to the city. The Philippian church even helped fund Paul’s missionary journeys. In Philippians 1:5, Paul says, “I thank God for the help you gave me” (NCV).
The thing is, Paul didn’t have a good time in Philippi. In fact, it was one of his toughest churches to get started. When Paul went to this city to start a church, he was beaten, whipped, humiliated, falsely arrested, and thrown into prison. He even survived a major earthquake! Then he was asked by the city leaders to leave town.
Yet Paul told the believers, “Every time I think of you, I give thanks to my God” (Philippians 1:3 NLT).
What is Paul doing here? He is choosing selective memory. Philippi was not a happy place for Paul. He endured a lot of persecution and suffering during his time there. But he chooses not to dwell on painful memories. Instead, he expresses his gratitude for the good things done for him and through him.
The longer you know someone, the more likely you are to take that person for granted, to look for faults, and to remember the bad things instead of the good things.
Are you still clinging to painful memories of people who are still in your life? Maybe you’ve never let them off the hook for mistakes they made years ago. You can’t enjoy those relationships today because you’re still holding on to the past.
You need to understand that memories are a choice. I’ve mentioned a story before about Clara Barton, who founded the American Red Cross. A friend reminded her of a particularly cruel thing somebody had done to her years before. The friend asked, “Don’t you remember?” Her famous reply was, “No, I distinctly remember forgetting it.”
Your memories are a choice. If you want to hold on to your painful memories, go right ahead. But you’re not going to be happy. Paul had a lot of reasons to focus on painful memories of Philippi. But he chose instead to be grateful for the people in his life and Gods’ work in and through them.
When you do the same, God will bless your relationships far beyond your expectations.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar