Sabtu, 09 Mei 2026

Fokus pada Tujuan Anda, Bukan pada Masalah Anda

10 Mei 2026

Bacaan Hari ini:
Filipi 1:22-25 "Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman"
-------------
Paulus sudah lanjut usia ketika ia berada di penjara di Roma. Ia jauh dari rumah. Ia sedang menunggu hukuman mati. Segala sesuatu telah diambil darinya—teman-temannya, kebebasannya, pelayanannya, bahkan privasinya, karena seorang penjaga selalu dirantai bersamanya sepanjang hari. Itu jelas bukan masa yang menyenangkan bagi Paulus.

Namun ada satu hal yang tidak dapat diambil dari Paulus: tujuannya. Paulus memilih untuk tetap berfokus pada tujuannya, bahkan ketika ia telah kehilangan segala sesuatu yang lain. Apa tujuannya? Melayani Allah dengan melayani orang lain.

Paulus berkata dalam Filipi 1:22-25 "Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman"

Saya tidak akan pernah melupakan ketika membaca buku Man’s Search for Meaning karya Viktor Frankl. Frankl adalah seorang psikiater Yahudi yang dipenjarakan di kamp konsentrasi Nazi di Jerman. Sebagian besar keluarga dan teman-temannya dibunuh. Ia menulis tentang suatu hari ketika ia berdiri di hadapan Gestapo. Segala sesuatu telah diambil darinya—rumahnya, pakaiannya, bahkan cincin pernikahannya. Saat ia berdiri tanpa memiliki apa pun, ia menyadari bahwa ada satu hal yang tidak dapat diambil darinya: kebebasannya untuk memilih bagaimana ia akan merespons.

Anda tidak dapat sepenuhnya mengendalikan apa yang orang lain lakukan kepada Anda. Anda tidak dapat mengendalikan apa yang terjadi di sekitar Anda. Namun Anda dapat mengendalikan bagaimana Anda merespons.

Pilihlah untuk melayani orang lain, bahkan ketika Anda sedang terluka. Pilihlah untuk mengampuni. Pilihlah untuk berfokus pada janji-janji Allah, bukan pada keadaan Anda. Pilihan-pilihan seperti inilah yang menghasilkan iman yang lebih besar. Dan iman tersebut akan menghasilkan sukacita yang lebih besar.

Renungkan:

- Apa yang Anda yakini sebagai tujuan hidup Anda?

- Mengapa Allah ingin Anda memikirkan orang lain dan melayani mereka, bahkan ketika Anda sedang menghadapi keadaan yang sulit?

- Bagaimana pilihan Anda untuk berfokus pada masalah atau tujuan mencerminkan apa yang Anda percayai tentang Allah?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 7-9; Yohanes 1:1-28
____________
Ketika Anda tetap berfokus pada tujuan Anda, bukan pada masalah Anda, Anda dapat memiliki sukacita, bahkan ketika hidup terasa berantakan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Focus on Your Purpose, Not Your Problem - Daily Hope with Rick Warren - May 10, 2026

“If by continuing to live I can do more worthwhile work, then I am not sure which I should choose. I am pulled in two directions. I want very much to leave this life and be with Christ, which is a far better thing; but for your sake it is much more important that I remain alive. I am sure of this, and so I know that I will stay. I will stay on with you all, to add to your progress and joy in the faith.” Philippians 1:22-25 (GNT)
------------------
When you stay focused on your purpose instead of your problem, you can have joy, even when life seems to be falling apart.

Paul was an old man when he was in prison in Rome. He was a long way from home. He was awaiting execution. Everything had been taken from him—his friends, his freedom, his ministry, and even his privacy, with a guard chained to him throughout the day. It wasn’t exactly a happy time for Paul.

But there was one thing they could not take away from Paul: his purpose. Paul made the choice to stay focused on his purpose, even when he had lost everything else. What was his purpose? Serving God by serving others.

Paul says in Philippians 1:22-25, “If by continuing to live I can do more worthwhile work, then I am not sure which I should choose. I am pulled in two directions. I want very much to leave this life and be with Christ, which is a far better thing; but for your sake it is much more important that I remain alive. I am sure of this, and so I know that I will stay. I will stay on with you all, to add to your progress and joy in the faith” (GNT).

I’ll never forget reading Viktor Frankl’s book Man’s Search for Meaning. Frankl was a Jewish psychiatrist who was imprisoned in Nazi concentration camps in Germany. Most of his family and friends were gassed and murdered. He writes in his book about the day he stood in front of the Gestapo. Everything was taken from him—his home, his clothes, and even his wedding ring. As he stood there with nothing at all, he suddenly realized there was one thing the Nazis could not take away from him: his freedom to choose how he would respond.

You cannot totally control what other people do to you. You cannot control what other people do around you. But you can control how you respond.

Choose to serve others, even when you are hurting. Choose to forgive. Choose to focus on God’s promises and not your circumstances. Those are the kind of choices that lead to greater faith. And then your faith will produce greater joy.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar