02 Agustus 2026
Bacaan Hari ini:
Mazmur 23:4 "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku"
------------------
Jalan dari Yerusalem ke Yerikho melewati lembah-lembah padang gurun yang terjal, yang terkenal karena berbahaya dan medannya yang curam. Pada zamannya, Raja Daud kemungkinan telah berkali-kali melewati jalan itu. Beberapa ngarai di sepanjang jalan menuju Yerikho sangat sempit di bagian dasarnya dan memiliki tebing setinggi sekitar 800 kaki. Satu-satunya waktu sinar matahari dapat mencapai dasar ngarai adalah pada tengah hari, ketika matahari tepat berada di atas kepala. Di dalam Alkitab, lembah sering menjadi gambaran tentang masa-masa kegelapan, keputusasaan, kekalahan, atau patah semangat.
Mazmur 23:4 berkata, "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku". Alkitab mengajarkan bahwa Allah bukan hanya hadir dalam pengalaman-pengalaman Anda di puncak gunung. Dia juga menyertai Anda di lembah-lembah kehidupan. Ada empat hal yang perlu Anda ingat tentang lembah:
Lembah adalah bagian dari kehidupan. Alkitab berkata, "Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah" (Ulangan 11:11).
Lembah tidak dapat dihindari. Kemungkinan besar Anda baru saja keluar dari sebuah lembah, sedang berada di tengah sebuah lembah saat ini atau sedang menuju lembah yang berikutnya. Tidak ada cara untuk menghindari lembah selama Anda masih hidup di dunia ini. Sebaliknya, Anda harus menyadari bahwa lembah pasti akan datang.
Lembah dialami oleh setiap orang. Lembah tidak memandang siapa pun. Hal-hal baik terjadi pada orang jahat dan hal-hal buruk juga terjadi pada orang baik. Kita hidup di dunia yang telah jatuh ke dalam dosa dan telah rusak, sehingga kita semua menghadapi berbagai persoalan. Tidak seorang pun kebal terhadap penderitaan. Tidak seorang pun terlindung sepenuhnya dari rasa sakit. Tidak seorang pun menjalani hidup tanpa masalah.
Alkitab berkata,"Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu" (Mazmur 34:19).
Lembah datang tanpa dapat diperkirakan. Anda tidak dapat merencanakannya. Anda tidak dapat menentukan waktunya. Masalah biasanya datang secara tiba-tiba. Bahkan, lembah dan persoalan dalam hidup sering muncul pada saat yang paling tidak tepat—ketika Anda tidak punya waktu, ketika Anda belum siap dan ketika semuanya terasa sangat tidak nyaman. Bukankah akan lebih mudah jika Anda bisa menjadwalkan semua lembah itu pada saat Anda cukup tidur, tubuh Anda sehat, dan tidak ada seorang pun yang mengganggu Anda? Namun, hidup tidak berjalan seperti itu. Amsal 27:1 mengingatkan kita, "Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu."
Renungkan :
- Di manakah posisi Anda dalam perjalanan hidup saat ini: sedang berada di sebuah lembah, sedang keluar dari sebuah lembah, berada di antara lembah dan puncak gunung, atau sedang berada di puncak gunung?
- Bagaimana Anda dapat mempersiapkan diri secara mental, jasmani, dan rohani untuk menghadapi lembah-lembah dalam hidup Anda?
- Menurut Anda, mengapa Allah mengizinkan Anda melewati lembah-lembah kehidupan dan tidak membiarkan Anda tetap berada di puncak gunung?
Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 57-59; Roma 4
____________
Ketika Anda mengetahui apa yang dapat diharapkan dari lembah-lembah kehidupan, Anda akan lebih siap menghadapinya dan tetap percaya kepada penyertaan serta pemeliharaan Allah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
Prepare Now for the Valleys
By Rick Warren
“Even though I walk through the darkest valley, I will fear no evil, for you are with me.” Psalm 23:4 (NIV)
--------------
The road from Jerusalem to Jericho passes through rugged desert valleys known for danger and steep terrain. In his day, King David probably traveled through them many times. Some of the canyons along the road to Jericho were narrow at the bottom and as tall as 800 feet. The only time you could see sunshine at the bottom was at noon when the sun was straight overhead. In the Bible, valleys are often a metaphor for times of darkness, despair, defeat, or discouragement.
Psalm 23:4 says, “Even though I walk through the darkest valley, I will fear no evil, for you are with me” (NIV). The Bible teaches that God is not just a part of your mountaintop experiences. He is also with you in the valleys. There are three things you need to remember about the valleys:
Valleys are a part of life. The Bible says in Deuteronomy 11:11, “The land you will soon take over is a land of hills and valleys” (NLT).
Valleys are inevitable. You likely just came out of a valley, are in the middle of one right now, or are headed into another one. There’s no way to avoid valleys while you’re on this earth. Instead, you can count on them.
Valleys happen to everybody. They’re impartial. Good things happen to bad people, and bad things happen to good people. We live in a fallen and broken world, so we have problems. Nobody’s immune. Nobody’s insulated from pain. Nobody sails through life problem-free.
The Living Bible paraphrase says, “The good man does not escape all troubles—he has them too. But the Lord helps him in each and every one” (Psalm 34:19).
Valleys are unpredictable. You can’t plan them. You can’t time them. Problems typically catch you off guard. In fact, your valleys and your problems usually come at the worst times—when you don’t have time, when you’re unprepared, and when it’s inconvenient. Wouldn’t it be easier if you could schedule all your valleys when you’re caught up on your sleep, your health is good, and nobody is bugging you? But life doesn’t work that way. Proverbs 27:1 reminds us, “Don’t brag about tomorrow, since you don’t know what the day will bring” (NLT).
When you know what to expect in the valleys of life, you know how to better prepare for them and keep trusting in God’s presence and provision.