Minggu, 02 Agustus 2026

Tukang Becak jadi Miliarder

 
Lampiran foto: IMG-20260803-WA0008.jpg

Pono Geneng saat masih menjadi tukang becak di kawasan Prawirotaman, Yogyakarta, Pono menemukan tas milik wisatawan asal Swiss bernama Charli Morandi dan istrinya. Tas itu berisi uang tunai dalam dolar AS yang nilainya disebut-sebut 42 miliar rupiah jika dikonversikan ke nilai saat itu. Pono membawa tas itu pulang dan memperlihatkan pada ibunya. Ia membayangkan dengan uang yang ia temukan bisa merubah hidup mereka yang sangat sederhana. Tapi sang ibu mengingatkan, kalau itu bukan miliknya, tidak akan berkah hidupnya jika menggunakan uang itu, jadi sang ibu menyuruh Pono untuk mengembalikan uang yang ditemukannya. Namun sayangnya, uang dikembalikan, pasangan turis itu tak memberikan apa-apa pada Pono, mereka hanya minta Pono memperlihatkan KTP untuk difoto. Saat keluar dari hotel, becak yang ia parkir di depan sudah raib pula dibawa maling. Pono pun pulang dengan tangan kosong dan berjalan kaki. Pemilik tas pun melanjutkan perjalanan mereka ke Bali, tapi 3 hari kemudian mereka kembali ke Jogja, mencari Pono berbekal alamat di KTP. Setelah ketemu, mereka memutuskan menginap di rumah Pono yang sederhana, mereka bilang 3 hari belakangan tak bisa tidur karena memikirkan Pono. Kejujuran Pono yang langka, membuat mereka ingin mengajak Pono untuk mengubah nasibnya di Swiss. Pono pun berangkat ke Swiss dengan semua biaya dan fasilitas ditanggung Charly. Charly dan istrinya sudah menganggap Pono seperti anak sendiri, karena selain jujur, Pono dikenal baik budi. Sampai di Swiss Pono bertani dan belajar. Sebelumnya selama jadi tukang becak Pono juga belajar berbagai bahasa, hingga ia menguasai 5 bahasa, jadi di Swiss pun ia tak ada kendala bahasa. Pono kemudian mulai memiliki bisnis, dan terus berkembang. Hingga kedua orangtua angkat Pono meninggal, mereka mewariskan semua hartanya pada Pono. Bisnis Pono pun makin berkembang pesat, ia memegang bisnis bidang perdagangan (trading), terutama komoditas pertanian seperti kopi, kakao, lada, cengkeh, dan hasil bumi lain dari Indonesia untuk pasar Eropa. Kejujuran Pono Geneng, telah membawanya menjadi pengusaha kaya di Swiss, tapi ia tetap memilih jadi WNI. Kisah inspiratif Pono menunjukkan betapa kejujuran itu mahal harganya. Bayangkan siapa yang mau mengembalikan uang sebanyak itu padahal tak tau siapa pemiliknya. Keberuntungan Pono memiliki orangtua yang tidak serakah, telah membawanya pada kesuksesan luar biasa.

Uploaded Image

Tidak ada komentar:

Posting Komentar