Di sebuah hutan, seekor kunang-kunang kecil merasa dirinya tidak berguna. “Cahayaku terlalu redup,” keluhnya. Ia iri melihat matahari yang terang dan bulan yang indah. Suatu malam, seekor burung kecil tersesat di tengah hutan yang gelap. Tidak ada matahari atau bulan yang dapat menolongnya karena langit tertutup awan. Kunang-kunang itu memberanikan diri terbang sambil memancarkan cahayanya yang kecil. Burung itu pun berhasil menemukan jalan pulang. Saat itulah kunang-kunang sadar bahwa cahaya kecil yang dipakai dengan setia dapat menjadi berkat besar bagi orang lain. Yesus mengajarkan bahwa setiap orang dipanggil menjadi terang bagi dunia. Terang itu bukan berasal dari kehebatan kita, melainkan dari Tuhan yang bekerja melalui hidup kita. Dalam Matius 5:14-16, Yesus berkata, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.” Tuhan tidak menuntut kita menjadi yang paling hebat, tetapi menjadi setia dalam melakukan kebaikan sekecil apa pun. Saudaraku, jangan pernah meremehkan hal-hal kecil yang dapat kita lakukan hari ini. Senyuman, doa, pengampunan, perhatian, atau pertolongan sederhana dapat menjadi terang yang membawa harapan bagi seseorang. Ketika kita membiarkan Tuhan bersinar melalui hidup kita, orang lain akan melihat kasih-Nya dan dimuliakanlah nama Tuhan. “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.” (Matius 5:16) Bacaan: Yeremia 26:1-9; Mazmur 69:5, 8-10, 14; Matius 13:54-58. (Gbu!)
Minggu, 02 Agustus 2026
Terang Kecil Yang Membawa Harapan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar