19 Agustus 2026
Bacaan Hari ini:
Yakobus 3:17 "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan."
-----------------
Kemurahan hati seperti berlian; memiliki banyak sisi. Alkitab menunjukkan tujuh sisi kemurahan hati, dan jika Anda belajar menjadi pribadi yang menunjukkan kemurahan hati, hal itu akan mengubah hubungan Anda.
1. Kemurahan hati berarti bersabar menghadapi kebiasaan unik orang lain.
Alkitab berkata dalam Yakobus 3:17, "Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan." Semakin Anda menjadi bijaksana, semakin Anda menjadi sabar dan penuh kemurahan hati.
2. Kemurahan hati berarti menolong siapa pun di sekitar Anda yang sedang terluka.
Anda tidak dapat mengasihi sesama seperti diri sendiri tanpa menunjukkan kemurahan hati. Amsal 3:27 berkata, "Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya."
3. Kemurahan hati berarti memberikan kesempatan kedua kepada orang lain.
Ketika seseorang menyakiti Anda, wajar jika Anda ingin membalas atau menganggap orang itu tidak layak lagi diberi kesempatan. Tetapi Alkitab berkata, "Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu." (Efesus 4:31-32).
4. Kemurahan hati berarti berbuat baik kepada orang yang menyakiti Anda.
Kemurahan hati berarti memberikan kepada orang apa yang mereka butuhkan, bukan apa yang pantas mereka terima. Mengapa Anda harus melakukan itu? Karena itulah yang Allah lakukan kepada Anda: "Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, ....Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." (Lukas 6:35-36).
5. Kemurahan hati berarti bersikap baik kepada orang yang menyinggung Anda.
Anda perlu lebih tertarik untuk memenangkan orang bagi Kristus daripada memenangkan sebuah perdebatan. Ayat dalam Alkitab mengatakannya seperti ini: "Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa" (Yudas 1:23).
6. Kemurahan hati berarti membangun jembatan kasih kepada orang-orang yang tidak populer.
Inilah yang saya sebut kemurahan hati yang disengaja, karena Anda dengan sengaja membangun persahabatan dengan orang-orang yang tidak memiliki teman atau tidak diterima di tempat kerja maupun di masyarakat. Ketika orang-orang Farisi mempertanyakan mengapa Yesus makan bersama para pemungut pajak dan orang-orang lain yang tidak populer, Yesus berkata, "Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa" (Matius 9:13).
Renungkan :
- Di bagian masyarakat mana Anda melihat orang-orang lebih tertarik untuk memenangkan perdebatan daripada memenangkan orang bagi Kristus? Apakah ada saat dalam hidup Anda sendiri ketika Anda melakukan hal tersebut?
- Jika kemurahan hati berarti mengutamakan hubungan daripada aturan, apa yang perlu Anda ubah dalam cara Anda berinteraksi dengan rekan kerja atau tetangga? Bagaimana dengan anggota keluarga Anda?
- Minggu ini, bagaimana Anda dapat dengan sengaja menunjukkan kemurahan hati kepada orang-orang di sekitar Anda yang sedang terluka?
Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 99-101; 1 Korintus 1:18-31
___________
Berkemurahanlah sebagaimana Anda telah menerima banyak kemurahan hati dari Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
6 Ways to Be Merciful
By Rick Warren
“The wisdom from above is first of all pure. It is also peace loving, gentle at all times, and willing to yield to others. It is full of mercy.” James 3:17 (NLT)
-----------------
Mercy is like a diamond; it is multifaceted. The Bible reveals seven facets of mercy, and if you will learn how to be an agent of mercy, it will transform your relationships.
1. Mercy means being patient with people’s quirks.
The Bible says in James 3:17, “The wisdom from above is first of all pure. It is also peace loving, gentle at all times, and willing to yield to others. It is full of mercy” (NLT). The wiser you become, the more patient and merciful you become.
2. Mercy means helping anyone around you who is hurting.
You cannot love your neighbor as yourself without being merciful. Proverbs 3:27 says, “Whenever you possibly can, do good to those who need it” (GNT).
3. Mercy means giving people a second chance.
When somebody hurts you, it’s natural to want to get even or write that person off. But the Bible says, “Stop being bitter and angry and mad at others . . . Instead, be kind and merciful, and forgive others, just as God forgave you because of Christ” (Ephesians 4:31-32 CEV).
4. Mercy means doing good to those who hurt you.
Mercy is giving people what they need, not what they deserve. Why should you do that? Because that’s what God does with you: “Love your enemies, do good to them, and lend to them without expecting to get anything back . . . Be merciful, just as your Father is merciful” (Luke 6:35-36 NIV).
5. Mercy means being kind to those who offend you.
You need to be more interested in winning people to Christ than in winning an argument. The Living Bible paraphrase says it like this: “As for others, help them to find the Lord by being kind to them. . . . Hate every trace of their sin while being merciful to them as sinners” (Jude 1:23).
6. Mercy means building bridges of love to the unpopular.
This is what I call premeditated mercy, because you intentionally build friendships with people who don’t have friends or aren’t accepted at work or in society. When the Pharisees questioned why Jesus ate with tax collectors and other unpopular people, Jesus said, “‘I want you to show mercy, not offer sacrifices.’ For I have come to call not those who think they are righteous, but those who know they are sinners” (Matthew 9:13 NLT).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar