Sabtu, 29 Agustus 2026

Pilihan Anda: Membandingkan atau Merasa Cukup

30 Agustus 2026

Bacaan Hari ini:
Pengkhotbah 6:9 "Lebih baik melihat saja dari pada menuruti nafsu. Inipun kesia-siaan dan usaha menjaring angin"
------------------
Langkah pertama untuk menjadi orang yang merasa cukup adalah berhenti membandingkan diri Anda dengan orang lain. Namun, masalahnya adalah membandingkan diri dengan orang lain seolah-olah menjadi kegiatan yang paling sering kita lakukan! Kita melakukannya hampir setiap saat.

Anda masuk ke rumah seseorang, dan hal pertama yang Anda lakukan adalah membandingkan: "Saya suka lantainya! Lihat tirainya! Wah, televisinya bagus sekali!" Kemudian Anda berpikir, "Rumah saya sama sekali tidak seperti ini!" Atau Anda berjalan melewati seseorang dan berpikir, "Saya suka gaya rambutnya; rambut saya hari ini terlihat buruk."

Anda terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain dan hal itu membuat Anda frustrasi. Anda harus menghentikannya! Jika Anda ingin belajar merasa cukup, Anda harus berhenti membandingkan kehidupan Anda dengan kehidupan orang lain.

Anda juga perlu belajar mengagumi tanpa harus memiliki. Anda perlu belajar ikut bersukacita ketika orang lain mengalami keberhasilan atau memiliki sesuatu yang baik, tanpa merasa iri dan berpikir bahwa Anda juga harus memilikinya.

Ada sebuah prinsip penting yang sering tidak dipahami banyak orang:
Anda tidak harus memilikinya untuk dapat menikmatinya!

Mungkin Anda senang berlibur di pegunungan. Mengapa Anda harus membeli rumah atau kabin di pegunungan jika Anda hanya perlu menyewa atau bahkan meminjam kabin milik seorang teman, pada saat Anda pergi ke pegunungan setahun sekali? Memiliki sesuatu bukanlah satu-satunya cara untuk menikmatinya.

Tidak membandingkan diri dengan orang lain bukan hanya sebuah saran yang baik; ini adalah perintah dari Allah. "Jangan mengingini . . . apa pun yang dipunyai sesamamu." Keluaran 20:17

Mengingini adalah keinginan yang tidak terkendali untuk mendapatkan sesuatu. Ini merupakan dosa yang begitu penting untuk dihindari sehingga termasuk dalam Sepuluh Perintah Allah.

Kata covet dalam bahasa Yunani menggambarkan keinginan untuk menggenggam sesuatu dengan begitu erat sehingga Anda tidak sanggup melepaskannya. Jika suatu hari Allah memberikan sesuatu kepada Anda dan kemudian meminta Anda untuk memberikannya kepada orang lain, tetapi Anda tidak sanggup melepaskannya, berarti Anda bukan lagi yang memiliki benda itu—benda itu yang telah menguasai Anda.

Allah tidak mengatakan bahwa Anda tidak boleh menginginkan apa pun. Keinginan itu sendiri tidak salah. Bahkan, banyak keinginan Anda berasal dari Allah.

Namun, ketika sebuah keinginan menjadi tidak terkendali, keinginan itu berubah menjadi sikap mengingini milik orang lain. Anda mulai membandingkan diri dengan orang lain dan berpikir bahwa Anda harus memiliki lebih banyak. Keinginan yang tidak terkendali terhadap sesuatu yang bukan milik Anda adalah dosa dan dapat membawa kepada berbagai masalah.

Tetapi keinginan tidak selalu negatif. Bahkan, tidak ada sesuatu yang dapat dicapai tanpa adanya keinginan untuk melakukannya.

Anda tidak dapat menjadi semakin serupa dengan Kristus tanpa memiliki keinginan untuk menjadi semakin serupa dengan Kristus. Anda tidak dapat menjadi orang yang lebih mengasihi tanpa memiliki keinginan untuk lebih mengasihi. Anda tidak dapat menjadi orang yang lebih murah hati tanpa memiliki keinginan untuk menjadi lebih murah hati.

Kehidupan yang serupa dengan Kristus dan penuh rasa cukup hanya dapat terjadi ketika Anda belajar untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain.
Kitab Pengkhotbah menyampaikannya dengan sederhana: "Lebih baik melihat saja dari pada menuruti nafsu. Inipun kesia-siaan dan usaha menjaring angin" Pengkhotbah 6:9

Renungkan :

- Bagaimana Anda dapat mengubah cara pandang terhadap barang-barang yang Anda miliki sehingga Anda dapat ikut bersukacita bersama orang lain atas apa yang mereka miliki?

- Menurut Anda, apa yang Allah ingin memenuhi kehidupan Anda, selain dengan berbagai kepemilikan?

- Orang Kristen sering berbicara tentang Allah yang memberikan keinginan hati mereka. Menurut Anda, keinginan seperti apa yang Allah ingin berikan kepada Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 126-128; 1 Korintus 10:19-33
____________
Ketika Anda membandingkan diri, hal itu dapat membawa Anda kepada keinginan yang tidak terkendali. Dan ketika Anda terus mengingini apa yang dimiliki orang lain, Anda tidak akan pernah merasa cukup.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
Your Choice: Comparison or Contentment
By Rick Warren

“It is better to be satisfied with what you have than to be always wanting something else.” Ecclesiastes 6:9 (GNT)
-----------------
The first step to becoming a contented person is to stop comparing yourself to others. But the problem is that comparison is our favorite pastime! We do it all the time.

You walk into somebody’s house, and the first thing you do is make comparisons: “I like that floor! Look at that drapery! Wow, what a television!” You think to yourself, “My house doesn’t look anything like this!” Or you walk past somebody and think, “I like thaving to acquire. You need to learn to rejoice in other people’s prosperity without getting envious and feeling like you need it too.

Here’s a great principle that many people don’t understand: You don’t have to own it to enjoy it! Maybe you like to vacation in the mountains. Why do you have to buy a mountain cabin when you can just rent or even borrow a friend’s cabin the one time a year you go to the mountains? Ownership isn’t the only way to enjoy something.

Not making comparisons isn’t just a good idea; it’s a commandment from God. Exodus 20:17 says, “You shall not covet . . . anything that belongs to your neighbor” (NIV).

Coveting is the uncontrolled desire to acquire. It’s such an important sin to avoid that it’s included in the Ten Commandments. The word covet in Greek means that you grasp something so tightly that you can’t let it go. If God ever gives you something and he tells you to give it away and you can’t, then you don’t own it; it owns you.

God is not saying you should never desire anything. Desires are not wrong. In fact, many of your desires come from God. But when a desire is uncontrolled, it becomes coveting; you compare yourself to others and think you must have more. That uncontrolled desire for something that is not yours is sinful and leads to all kinds of problems.

But desire isn’t always negative. In fact, nothing can be accomplished unless you desire to do it. You can’t become more like Christ without desiring to become more like Christ. You can’t be a more loving person without desiring to be a more loving person. You can’t be a more generous person without desiring to be a more generous person.

This kind of Christ-like, contented life only happens when you learn not to compare. When you compare, that leads to coveting, and when you covet, you can’t be content.

The book of Ecclesiastes says it simply: “It is better to be satisfied with what you have than to be always wanting something else” (Ecclesiastes 6:9 GNT)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar