Rabu, 21 Oktober 2026

Kuasa untuk Memilih dengan Bijaksana

22 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
1 Korintus 10:23 "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun."
--------------------
Semakin bertambah usia saya, semakin saya menyadari betapa pentingnya memilih dengan bijaksana. Akan selalu ada banyak pilihan dan kesempatan. Namun, kunci untuk menjadi efektif adalah memilih dengan bijaksana.

Alkitab berkata dalam 1 Korintus 10:23, "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun."

Dengan kata lain, beberapa hal belum tentu salah—hal-hal itu hanya tidak diperlukan. Setelah Anda memahami hal ini, Anda akan lebih siap untuk bertahan menghadapi masa-masa sulit dalam hidup. Dan kemampuan bertahan menghadapi masa-masa sulit akan membuat Anda tangguh!

Ketika Anda berfokus pada arah yang Allah panggil untuk Anda tempuh, kemungkinan Anda teralihkan oleh hal-hal yang tidak begitu penting akan semakin kecil. Anda menetapkan prioritas yang berfokus pada kekekalan. Anda menyadari apa yang paling penting dalam hidup, dan Anda memilih bukan hanya hal-hal yang baik, tetapi juga hal-hal yang terbaik.

Yesus adalah pribadi yang sangat mampu memusatkan perhatian, yang berarti Dia menjalani hidup dengan penuh pilihan. Hal ini memungkinkan-Nya untuk hidup bagi Kerajaan Allah dan melakukan apa yang menyenangkan Bapa-Nya.

Alkitab mengatakan, "Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem" (Lukas 9:51).

Dia memberikan teladan tentang tekad yang kuat dan memenuhi tujuan-Nya—meskipun Dia tahu bahwa hal itu akan membawa-Nya kepada kematian. Fokus-Nya menolong-Nya bertahan menghadapi rasa sakit, tekanan, dan penganiayaan. Paulus juga demikian. Dia berkata, "tetapi ini yang kulakukan" (Filipi 3:13), bukan "40 hal yang saya lakukan sesekali." Dia melakukan satu hal dalam hidupnya—hal yang paling penting.

Anda memiliki potensi luar biasa untuk dipakai oleh Allah, tetapi penghalangnya sering kali adalah Anda belum menetapkan apa yang paling penting. Jika Anda berpikir bahwa Anda tidak punya waktu untuk melayani Allah, berarti Anda tidak berfokus. Jika Anda menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial daripada waktu untuk mengenal Allah, berarti Anda tidak berfokus. Jika Anda harus melakukan hal lain sebelum mengikuti Yesus, berarti Anda tidak berfokus.

Alkitab memperjelas hal ini: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah" (Lukas 9:62).

Renungkan :

- Apakah Anda menjalani hidup dengan fokus? Contoh apa dari hidup Anda yang mendukung jawaban Anda?

- Apa saja hal yang mengalihkan perhatian Anda (bahkan hal-hal yang baik) sehingga Anda tidak berfokus pada hal-hal yang paling penting?

- Bagaimana Allah menunjukkan kepada Anda apa yang paling penting untuk menjadi fokus Anda dan untuk Anda kejar?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 29-33; I Tesalonika 4 : 13-18
_____________
Suatu hari nanti, Anda akan berdiri di hadapan Allah. Bagaimana Anda akan menjawab ketika Dia bertanya apa yang telah Anda lakukan dengan apa yang telah diberikan kepada Anda?

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
=========
The Power of Being Selective
By Rick Warren

“Someone may say, ‘I’m allowed to do anything,’ but not everything is helpful. I’m allowed to do anything, but not everything encourages growth.” 1 Corinthians 10:23 (GW)
-------------------
The older I get, the more I realize how important it is to be selective. There will always be a lot of options and opportunities. But the key to effectiveness is being selective.

The Bible says in 1 Corinthians 10:23, “Someone may say, ‘I’m allowed to do anything,’ but not everything is helpful. I’m allowed to do anything, but not everything encourages growth” (GW).

In other words, some things aren’t necessarily wrong—they’re just not necessary. Once you figure that out, you’ll be better equipped to withstand the hard times in life. And withstanding hard times will make you resilient!

When you focus on the direction God is calling you to go, you’re less likely to get distracted by things that aren’t as important. You set priorities that have an eternal focus. You realize what matters most in life, and you choose not just good things but the best things.

Jesus was a master of concentration, meaning he lived a selective life. This allowed him to live for God’s kingdom and do what pleased his Father.

The Living Bible paraphrase says, “As the time drew near for his return to heaven, [Jesus] moved steadily onward toward Jerusalem with an iron will” (Luke 9:51).

He modeled an iron will and fulfilled his purpose—even though he knew it would lead to his death. His focus helped him endure the pain and stress and persecution. Paul was the same way. He said, “This one thing I do” (Philippians 3:13 KJV), not “these 40 things I dabble in.” He did one thing with his life—the most important thing.

You have incredible potential to be used by God, but the barrier is often that you haven’t settled what’s most important. If you think you don’t have time to serve God, then you’re not focused. If you spend more time on social media than you do getting to know God, then you’re not focused. If you have to do something else before you follow Jesus, then you are not focused.

The Living Bible paraphrase makes it clear: “Anyone who lets himself be distracted from the work I plan for him is not fit for the Kingdom of God” (Luke 9:62).

One day you’re going to stand before God. How will you answer him when he asks what you did with what you were given?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar