Jumat, 23 Oktober 2026

Kebiasaan yang Membangun Ketangguhan

24 Oktober 2026

Bacaan Hari ini:
Markus 1:35 *"Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana."*
-----------------------
Kunci untuk melawan stres adalah sesuatu yang justru paling jarang dilakukan banyak orang: meluangkan waktu sendirian bersama Allah. Kebiasaan sederhana tetapi penuh kuasa ini sangat penting untuk membangun jiwa yang tangguh dan mengelola stres kronis.

Doa adalah cara yang sangat baik untuk meredakan stres. Doa seperti ruang untuk melepaskan tekanan, tempat Anda dapat melepaskan stres akibat berusaha memenuhi harapan orang lain. Melalui doa, Anda melepaskan beban dan mengakui bahwa Anda tidak dapat memikulnya sendiri. Di sanalah Anda diingatkan bahwa Allah siap dan bersedia menolong Anda menghadapi setiap hal dalam hidup yang menimbulkan stres. Doa memberikan kelegaan batin.

Bagaimana Anda membangun kebiasaan meluangkan waktu sendirian bersama Allah? Kebiasaan terbentuk melalui latihan dan pengulangan. Sesuatu belum menjadi kebiasaan jika Anda tidak melakukannya berulang kali, sampai hal itu dilakukan secara teratur dan konsisten.

Yesus membangun kebiasaan rohani. Alkitab mengatakan dalam Lukas 22:39 bahwa sudah menjadi kebiasaan Yesus untuk pergi ke Bukit Zaitun dan berdoa. Markus 1:35 mengatakan, "Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana."

Yesus yakin bahwa sesibuk apa pun, Dia tetap membutuhkan waktu untuk menyendiri bersama Allah dan berdoa. Apakah Anda memiliki waktu seperti itu dalam hidup Anda? Apakah Anda pernah memperlambat langkah dan menenangkan diri di hadapan Allah agar dapat merenung dan diperbarui?

Ketika berita tentang Yesus menyebar dan banyak orang berbondong-bondong datang untuk mendengarkan-Nya berbicara dan disembuhkan oleh-Nya, Dia tetap menjadikan waktu menyendiri bersama Allah sebagai kebiasaan. Alkitab mengatakan, "Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa" (Lukas 5:16). Jika Yesus merasa perlu untuk sering meninggalkan kerumunan dan menyendiri bersama Allah, bayangkan betapa lebih besarnya kebutuhan kita akan hal itu.

Oleh karena kebisingan dan kesibukan sering kali menyebabkan stres, Anda perlu memulai pagi bersama Allah, bukan dengan ponsel atau televisi. Tenangkan diri, diamlah dan bukalah hati terhadap pekerjaan yang ingin Allah lakukan di dalam diri Anda saat Anda membiasakan diri merenungkan Firman-Nya dan berada dalam hadirat-Nya.

Renungkan :

- Bagaimana Anda perlu mengubah cara berpikir tentang kebiasaan atau disiplin rohani agar Anda lebih termotivasi untuk melakukannya?

- Apa yang membuat tubuh dan pikiran Anda sulit untuk tenang dan diam dalam hadirat Allah?

- Jika selama ini Anda belum melakukannya, apakah Anda bersedia berkomitmen untuk menjadikan waktu menyendiri bersama Allah sebagai suatu kebiasaan? Langkah besar apa yang mungkin perlu Anda ambil untuk melakukannya?

Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 38-43; II Tesalonika 1
_____________
Jika Anda ingin menjadi pribadi yang tangguh, Anda harus membangun kebiasaan meluangkan waktu bersama Allah.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
The Habit That Builds Resilience
By Rick Warren

“Very early in the morning, while it was still dark, Jesus got up, left the house and went off to a solitary place, where he prayed.”  Mark 1:35 (NIV)
------------------
The key to resisting stress is what many people do the least: spend time alone with God. This simple but powerful habit is essential for building a resilient spirit and managing chronic stress.

Prayer is a great stress reliever. It’s a decompression chamber, where you can release the stress of living up to others’ expectations. It’s how you unload your burdens and admit you can’t carry them on your own. It’s where you are reminded that God is ready and willing to help you with every stressful thing in life. It’s cathartic.

How do you develop the habit of spending time alone with God? Habits are developed through practice and repetition. It’s not a habit unless you do it over and over again, until it happens regularly and consistently.

Jesus developed spiritual habits. The Bible says in Luke 22:39 that it was Jesus’ habit to go to the Mount of Olives to pray. And Mark 1:35 says, “Very early in the morning, while it was still dark, Jesus got up, left the house and went off to a solitary place, where he prayed” (NIV).

Jesus was convinced that, no matter how busy he was, he needed time alone with God to pray. Do you have any time like that in your life? Do you ever slow down and get quiet before God so you can reflect and be renewed? If you want to be a resilient person, then you have to develop the habit of spending time with God.

While word spread about Jesus and huge crowds of people came to hear him speak and be healed by him, he still made his time alone with God a habit. The Bible says, “Jesus often slipped away to be alone so he could pray” (Luke 5:16 NCV). If Jesus felt the need to frequently leave the crowd and get alone with God, then think about how much more we must need that.

Because noise often causes stress, you need to start your morning with God instead of with your phone or TV. Be still, be quiet, and be open to the work God wants to do in you as you make a habit of meditating on his Word and being in his presence.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar