14 Oktober 2026
Bacaan Hari ini:
Kejadian 50:20 "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar."
------------------
Ingatkah Anda kisah Yusuf?
Saudara-saudaranya iri hati karena Yusuf adalah anak kesayangan ayah mereka, sehingga mereka menjualnya sebagai budak. Yusuf dibawa ke Mesir, dan selama 40 tahun pertama hidupnya, segala sesuatunya berjalan buruk. Ia bekerja sebagai budak, dituduh melakukan pemerkosaan padahal tidak bersalah dan dijebloskan ke penjara atas kejahatan yang tidak dilakukannya, hanya untuk menyebutkan beberapa hal.
Selama puluhan tahun, sepertinya tidak ada satu pun yang berjalan baik bagi Yusuf - tetapi Allah menempatkannya tepat di tempat yang Dia kehendaki. Allah tahu bahwa Yusuf akan diangkat menjadi pemimpin paling berkuasa kedua di Mesir, bangsa paling berkuasa di dunia pada waktu itu. Karena itulah, Yusuf dapat menyelamatkan Mesir dan Israel dari bencana kelaparan.
Ia bukan hanya menyelamatkan dua bangsa dari kelaparan, tetapi juga menyelamatkan keluarganya sendiri - orang-orang yang telah menjualnya sebagai budak. Ketika saudara-saudaranya datang menghadapnya, Yusuf sebenarnya dapat menghadapi mereka dan menghukum mereka atas apa yang telah mereka lakukan kepadanya.
Namun, bagaimana sikap Yusuf terhadap saudara-saudaranya? Ia memperlakukan mereka dengan kasih karunia, bukan dengan kepahitan. Ia mampu melakukan hal itu karena ia melihat segala sesuatu dari sudut pandang dan tujuan Allah yang lebih besar. Ia tahu bahwa Allah dapat menggunakan bahkan luka terbesar dalam hidupnya untuk mendatangkan kebaikan.
Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya, "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar." (Kejadian 50:20). Allah mengambil kejahatan mengerikan yang dilakukan saudara-saudara Yusuf dan menggunakannya untuk menyelamatkan banyak orang pada akhirnya.
Akan selalu ada orang dalam hidup Anda yang memiliki niat buruk, yang akan merasa iri terhadap Anda, mengkritik Anda dan menyakiti Anda. Akan ada saat-saat ketika Anda menjadi korban yang tidak bersalah atas dosa orang lain. Tidak ada cara untuk menghindarinya.
Anda mungkin tidak memahaminya-tetapi Anda tidak harus memahaminya! Seperti Yusuf, mungkin Anda tidak dapat mengubah keadaan Anda. Atau mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana Anda akan melewati semua ini atau apa yang sedang Allah lakukan. Anda dapat percaya bahwa Allah melihat semuanya, Dia peduli kepada Anda, dan Dia akan menegakkan keadilan.
Allah dapat menggunakan segala sesuatu, baik maupun buruk, untuk mencapai tujuan-Nya. Rencana-Nya yang baik untuk membentuk karakter Anda dan membuat Anda semakin serupa dengan Yesus tidak akan berubah karena orang lain.
Renungkan :
- Terkadang kita baru melihat bagaimana Allah menggunakan penderitaan kita untuk mendatangkan kebaikan bertahun-tahun kemudian. Apakah Anda memiliki contoh pengalaman seperti itu dalam hidup Anda? Apa yang akhirnya Anda pelajari tentang Allah melalui situasi menyakitkan tersebut?
- Mengapa keadaan yang menyakitkan terkadang menjadi cara terbaik bagi kita untuk bertumbuh semakin serupa dengan Yesus?
- Dari mana Anda mendapatkan kekuatan untuk memperlakukan orang yang menyakiti Anda dengan kasih karunia dan bukan dengan kepahitan? Dapatkah Anda melakukannya dengan kekuatan sendiri?
Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 63-66; Kolose 2 : 16-23
______________
Apa yang diniatkan orang lain untuk mendatangkan keburukan akan digunakan Allah untuk mendatangkan kebaikan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
God Can Use Everything for Good
By Rick Warren
“You intended to harm me, but God intended it all for good. He brought me to this position so I could save the lives of many people.” Genesis 50:20 (NLT)
-------------------
Remember the story of Joseph?
His brothers were jealous because he was the favorite son, so they sold him into slavery. He was taken to Egypt, and for the first 40 years of his life, everything went wrong. He worked as a slave, was falsely accused of rape, and was thrown in jail for a crime he didn’t commit, just to name a few.
For decades, nothing seemed to go right for Joseph—but God put him exactly where he wanted him to be. He knew that Joseph would be raised up to become the second most powerful leader in Egypt, the most powerful nation in the world at that time. And because of that, Joseph was able to save Egypt and Israel from famine.
Not only did he save two nations from starvation, but he also saved his family—the ones who sold him into slavery. When his brothers appeared before him, Joseph could have confronted them and punished them for what they did to him.
But what was Joseph’s attitude toward his brothers? He treated them with grace, not bitterness. He was able to do that because he saw God’s greater perspective and purpose. He knew God could use even the biggest hurt in his life for good.
Joseph said to his brothers, “You intended to harm me, but God intended it all for good. He brought me to this position so I could save the lives of many people” (Genesis 50:20 NLT). God took the terrible sin of Joseph’s brothers and used it to eventually save many people.
There will always be people in your life who have bad intentions, who will resent you, criticize you, and hurt you. There will be times when you are the innocent victim of someone else’s sin. There is no way around it.
You may not understand it—but you don’t have to! Like Joseph, maybe you can’t change your circumstances. Or maybe you’re wondering how you’re going to make it through or what God is doing. You can trust that God sees, he cares, and he will bring justice.
God can use everything, good or bad, to accomplish his purposes. His good plan to grow your character and make you more like Jesus will not be changed by other people. What others intend for bad, he will use for good
Tidak ada komentar:
Posting Komentar