19 Oktober 2026
Bacaan Hari ini:
1 Yohanes 3:1 "Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah."
-------------------
Kita hidup di masa yang penuh tekanan. Lebih dari sebelumnya, kita perlu belajar menjadi tangguh agar dapat melakukan apa yang telah Allah panggil untuk kita lakukan. Itulah sebabnya langkah pertama untuk menjadi tangguh adalah mengingat betapa besar kasih Allah kepada Anda. Itulah penawar stres!
Bagian dari memenuhi tujuan hidup Anda adalah menjadi semakin serupa dengan Yesus. Dan Yesus sama sekali tidak meragukan bahwa Allah Bapa mengasihi-Nya. Dia berulang kali membicarakan hal itu dalam ayat-ayat seperti Yohanes 10:17, yang mengatakan, "Bapa mengasihi Aku"
Mengetahui dan mengingat bahwa Allah memiliki kasih yang tanpa syarat, berlimpah, terus-menerus, dan tidak pernah berakhir bagi Anda, sama seperti kasih-Nya kepada Yesus, merupakan dasar kehidupan yang tangguh. Seperti yang dikatakan Paulus, "Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita" (Roma 8:38-39).
Anda mungkin berpikir, "Tentu saja Allah mengasihi Yesus. Dia adalah Anak-Nya." Namun, tahukah Anda bahwa Yesus mengatakan hal yang sama tentang kasih-Nya kepada Anda? Dalam Yohanes 15:9-10, Yesus berkata, "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya."
Memahami betapa besar kasih Allah kepada Anda adalah dasar ketangguhan Anda. Jika Anda tidak yakin bahwa Allah mengasihi Anda setiap saat—tanpa syarat dan sepenuhnya—Anda akan mudah menjadi sasaran ketidaksetujuan orang lain. Anda akan menjadi orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain.
Namun, ketika Anda merasa aman dengan jati diri Anda sebagai anak Allah—ketika Anda memahami dan menerima bagaimana Allah memandang Anda—Anda dapat menghadapi masa-masa sulit dengan penuh keyakinan dan lebih sedikit stres.
Ketika Anda perlu diingatkan tentang betapa besar kasih Allah kepada Anda, lihatlah Firman-Nya.
"Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah." (1 Yohanes 3:1).
Renungkan :
- Menurut Anda, mengapa mengingat kasih Allah kepada Anda membuat Anda menjadi lebih tangguh?
- Mengapa penting untuk tidak hanya memahami kasih Allah kepada Anda, tetapi juga menerimanya?
- Dalam situasi apa Anda perlu menunjukkan ketangguhan yang lebih besar? Apa yang akan Anda lakukan untuk tetap terhubung dengan Firman Allah?
Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 17-20; I Tesalonika 2
_____________
Kita dapat menjadi tangguh karena mengetahui bahwa kita tidak akan pernah terpisah dari kasih Allah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
========
The Foundation of Your Resilience
By Rick Warren
“See what great love the Father has lavished on us, that we should be called children of God! And that is what we are!” 1 John 3:1 (NIV)
---------------------
We are living in stressful times. More than ever, we need to learn resilience so that we can do what God has called us to do. That’s why the first step to being resilient is to remember how much God loves you. That’s the antidote to stress!
Part of fulfilling your purpose is becoming more like Jesus. And Jesus had no doubt in his mind that God the Father loved him. He talked about it over and over in verses like John 10:17, which says, “The Father loves me” (NLT).
Knowing and remembering that God has unconditional, extravagant, continuous, and never-ending love for you, just like he did for Jesus, is the foundation of a resilient life. As Paul says, “I am convinced that neither death nor life . . . nor anything else in all creation, will be able to separate us from the love of God that is in Christ Jesus our Lord” (Romans 8:38-39 NIV). We can be resilient, knowing that we can never be separated from God’s love.
You may be thinking, “Well, of course God loves Jesus. That’s his Son.” But did you know that Jesus says the same thing about his love for you? In John 15:9-10, Jesus says, “As the Father has loved me, so have I loved you. Now remain in my love. If you keep my commands, you will remain in my love” (NIV).
Understanding how much God loves you is the basis of your resilience. If you are not convinced that God loves you at all times—unconditionally and completely—then you’re going to be easy prey for the disapproval of other people. You’re going to be a people pleaser.
But when you are secure in who you are as God’s child—when you understand and accept how God feels about you—then you can face difficult times with confidence and less stress.
When you need to be reminded of how much God loves you, just look to his Word.
“See what great love the Father has lavished on us, that we should be called children of God! And that is what we are!” (1 John 3:1 NIV).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar